Oleh Kelompok 4:
Nurul Mutmainnah
Mutmainnah
Siti Maryam
Riska
Damayanti
Siti
Marwah DM
Fiil Amar
Fiil Amar
A. Pengertian
B. Cara Membuat
C. Ciri-ciri
adalah kata kerja yang
mengandung perintah dengan tuntutan
untuk mendapatkan sesuatu hasil
setelah kalimat perintah ungkapan
atau fi'il yang berisi pekerjaan yang
dikehendaki oleh Mutakallim
(pembicara) sebagai orang yang
memerintah agar dilakukan oleh
Mukhathab (lawan bicara) sebagai
orang yang diperintah.
A. Pengertian
1. TSULA TSIY MUJARROD
• Cara membuat bagi fi’il yang
asli tiga huruf ialah berpedoman
kepada fi’il mUdhori’nya dengan
ketentuan sebagai berikut:
• Menghilangkan Huruf mUdhori’nya. Bila
setelah dibuang ya’nya, hurf
pertamanya sukun, maka harus
ditambah hamzah washol didepannya.
Harokatnya: bila huruf kedua sebelum
akhir dlomah, maka harokatnya
dlomah. Bila huruf kedua sebelum
akhirnya fathah atau kasroh maka
harokatnya kasroh (hamzah washol
itu, bila ditegah kalimat, maka tidak
terbaca). Contoh:
B. Cara Membuat
• Huruf mudhori dan permulaannya
dihilangkan, apabila terdiri dari huruf
hidup (dlomah atau fathah atau
kasroh) maka langsung itulah yang
menjadi fi’il amarnya tanpa ada
tambahan. Contoh:
–
• Apabila setelah dihilangkan huruf
mUdlori’ahnya namun huruf
permulaanya, terdiri dari hamzah
sukun, maka boleh mengikuti cara
pertama atau mengikuti cara kedua
dengan membang hamzah sukun itu.
• 2. TSUla TSiy maZid dan rUBa’iy
• Bagi fi’il tsula tsiy mazid dan rUBa’iy,
cara membuat fi’il amarnya sama, yaitu
dengan memperhatikan fi’ il madhi’ dan
fi’il mUdhori’nya. Jumlah huruf dan
harokat fi’il amar, sama dengan fi’il
madhi’nya. Hanya saja huruf kedua
sebelum akhir, mengiuti fi’il mUdhori’nya.
Contoh masing-masing wazan:
 Wazan af’ala
- -
kirimlah : ––
 Wazan fa’ala
- -
Wazan faa‘ala
––
perangilah : ––
 Wazan Tafaa‘ala
––
––
Saling tolong-menolonglah
 Wazan Tafa’ala
––
belajarlah : ––
• Adapun ciri-ciri fiil amar diantara:
 Ciri (tanda) fi’il Amar dapat dilihat pada
huruf terakhir.
Sukun (disukun) bagi huruf shahih selain
fi’il mUdha’af
Contoh:
––
– -
––
 Membuang huruf akhirnya, bagi huruf ‘ilat
(alif, wawu , dan ya’)
Contoh:
––
––
C. Ciri-ciri
 Difathah huruf akhirnya bagi yang
mUdha’af, yaitu fi’il yang kelihatannya
tasydid.
Contoh:
––
––
––
 fi’il Amar itu bisa menerima nun Taukhid
disamping menunjukan perintah itu.
Contoh:
Bersungguh-sungguhlah engkau
belajar
Sungguh, diamlah kamu semua!
Morfologi bhs.arab fiil amar

Morfologi bhs.arab fiil amar

  • 2.
    Oleh Kelompok 4: NurulMutmainnah Mutmainnah Siti Maryam Riska Damayanti Siti Marwah DM Fiil Amar
  • 3.
    Fiil Amar A. Pengertian B.Cara Membuat C. Ciri-ciri
  • 4.
    adalah kata kerjayang mengandung perintah dengan tuntutan untuk mendapatkan sesuatu hasil setelah kalimat perintah ungkapan atau fi'il yang berisi pekerjaan yang dikehendaki oleh Mutakallim (pembicara) sebagai orang yang memerintah agar dilakukan oleh Mukhathab (lawan bicara) sebagai orang yang diperintah. A. Pengertian
  • 5.
    1. TSULA TSIYMUJARROD • Cara membuat bagi fi’il yang asli tiga huruf ialah berpedoman kepada fi’il mUdhori’nya dengan ketentuan sebagai berikut: • Menghilangkan Huruf mUdhori’nya. Bila setelah dibuang ya’nya, hurf pertamanya sukun, maka harus ditambah hamzah washol didepannya. Harokatnya: bila huruf kedua sebelum akhir dlomah, maka harokatnya dlomah. Bila huruf kedua sebelum akhirnya fathah atau kasroh maka harokatnya kasroh (hamzah washol itu, bila ditegah kalimat, maka tidak terbaca). Contoh: B. Cara Membuat
  • 6.
    • Huruf mudhoridan permulaannya dihilangkan, apabila terdiri dari huruf hidup (dlomah atau fathah atau kasroh) maka langsung itulah yang menjadi fi’il amarnya tanpa ada tambahan. Contoh: – • Apabila setelah dihilangkan huruf mUdlori’ahnya namun huruf permulaanya, terdiri dari hamzah sukun, maka boleh mengikuti cara pertama atau mengikuti cara kedua dengan membang hamzah sukun itu.
  • 7.
    • 2. TSUlaTSiy maZid dan rUBa’iy • Bagi fi’il tsula tsiy mazid dan rUBa’iy, cara membuat fi’il amarnya sama, yaitu dengan memperhatikan fi’ il madhi’ dan fi’il mUdhori’nya. Jumlah huruf dan harokat fi’il amar, sama dengan fi’il madhi’nya. Hanya saja huruf kedua sebelum akhir, mengiuti fi’il mUdhori’nya. Contoh masing-masing wazan:  Wazan af’ala - - kirimlah : ––  Wazan fa’ala - -
  • 8.
    Wazan faa‘ala –– perangilah :––  Wazan Tafaa‘ala –– –– Saling tolong-menolonglah  Wazan Tafa’ala –– belajarlah : ––
  • 9.
    • Adapun ciri-cirifiil amar diantara:  Ciri (tanda) fi’il Amar dapat dilihat pada huruf terakhir. Sukun (disukun) bagi huruf shahih selain fi’il mUdha’af Contoh: –– – - ––  Membuang huruf akhirnya, bagi huruf ‘ilat (alif, wawu , dan ya’) Contoh: –– –– C. Ciri-ciri
  • 10.
     Difathah hurufakhirnya bagi yang mUdha’af, yaitu fi’il yang kelihatannya tasydid. Contoh: –– –– ––  fi’il Amar itu bisa menerima nun Taukhid disamping menunjukan perintah itu. Contoh: Bersungguh-sungguhlah engkau belajar Sungguh, diamlah kamu semua!