MAJAS
gaya bahasa yang digunakan penulis untuk
menyampaikan sebuah pesan secara imajinatif
dan kias. Hal ini bertujuan membuat pembaca
mendapat efek tertentu dari gaya bahasa tersebut
yang cenderung ke arah emosional
1. Simile
membandingkan dengan kata pembanding
(seperti, bagai, laksana, umpama, ibarat, bak ,
se- )
Contoh:
- Suara anak itu merdu seperti buluh perindu.
- Bibirmu merah laksana mawar yang merekah.
2. Metafora
membandingkan tanpa menggunakan kata
pembanding
contoh:
- pemuda adalah bunga bangsa
- engkaulah malaikat penjaga hatiku
3. Personifikasi
Melekatkan sifat manusia pada benda mati
Contoh:
- Nyiur melambai lemah gemulai.
- Jam dinding pun tertawa.
4. Hiperbola
melebih-lebihkan, alay, lebay.
contoh:
- teriakan penonton bergemuruh memekakkan
telinga
5. Repetisi
pengulangan kata pada baris yang sama
Contoh:
- istirahatlah, istirahatlah jiwa yang esah
- kita harus waspada, harus hati-hati menghada
pi lawan.
6. Paralelisme
pengulangan kata pada baris berbeda.
anafora : pengulangan di awal
epifora : pengulangan di akhir
contoh:
dengan puisi aku bernyanyi
dengan puisi aku menari
lihatlah dengan hati
rasakan pula dengan hati
7. Ironi
sindiran secara halus
Contoh:
- bagus sekali tulisanmu sehingga bapak tidak
bisa membacanya
8. Litotes
merendah, tidak sesua dengan kenyataan
contoh:
- Mampirlah ke gubuk reyot kami.
9. Metonimia
Menggunakan nama orang atau merek barang
Contoh:
Garuda akan setia menemani penerbangan
Anda
10.Tautologi
kata-kata yang senada, saling melengkapi
Contoh:
- resah gelisah, gundah gulana, cantik jelita.
11.Paradoks
konras, saling berkebalikan.
contoh:
- Dalam keramaian aku masih merasa sepi.
12.Sinekdok Pars Prototo
Sebagian untuk keseluruhan
Contoh:
- Dari tadi pagi Doni tidak terlihat batang
hidungnya
13.Sinekdok Totem Proparte
Keseluruhan untuk sebagian
contoh:
- Wilayah Jakarta dilanda banjir.
14. Eufemisme
Penggunaan kata yang lebih halus
contoh:
- Kakeknya meninggal dunia tiga tahun lalu.
15. Sarkasme
Sindiran kasar,
contoh:
- Jelek sekali tulisanmu.
16. Klimaks
majas atau gaya bahasa yang di dalamnya
menjelaskan suatu urutan dari terendah sampai
yang paling tinggi atau besar.
contoh:
- Jangankan seratus ribu, satu juta, 10 juta bahkan
jiwa ragaku pun akan kuserahkan padamu.
17. AntiKlimaks
majas atau gaya bahasa yang di dalamnya
menjelaskan suatu urutan dari tinggi sampai
yang paling rendah.
contoh:
- Pemerintah pusat, pemerintah daerah , dan
Rakyat harus bersinergi untuk memajukan
Indonesia.
TERIMA KASIH

Majas.pptx