Presentasi ini disusun guna memenuhi tugas mata kuliah kimia
organologam
Dosen Pengampu : Endaruji setyadi, M. Sc
Presented by :
1. Dian Prihatiningtyas (11630006)
2. Fina Ida Matussilmi (11630010)
3. Idha Setyarini (11630035)
4. Syafiana Khusna Aini (11630036)
5. Ariffah Nuur U. H. (11630037)
6. Dewi Anggraini (11630050)
PRESENTASI ORGANOLOGAM
1. sintesis dan karakterisasi senyawa oksotrinuklir
[Ru2Co(O)(OOCCH3)6(C5H5N)3](ClO4)
2. Sintesis dan Karakterisasi Struktur Kristal Ion
[Cr3O(OOCC6H5)6(H2O)3]4[α-
SiW12O40] 10H
⋅ 2O 8CH
⋅ 3COCH3
3. Senyawa Turunan Organotimah: Sintesis dan
Struktur Kristal Trifeniltimah Pentasiano
Propenida [(C6H5)3Sn][C3(CN)5] 2H2O
JUDUL JURNAL
Senyawa Oksotrinuklir mengandung tiga atom
logam yang terikat oleh oksigen membentuk
jembatan logam-oksigen dan ligan yang terikat
oleh logam. Dalam penelitian ini akan disintesis
senyawa oksotrinuklir dengan campuran atom
logam [Ru2Co(O)(OOCCH3)6(C5H5N)3] (ClO4)
dan untuk mengetahui karakterisasinya digunakan
spektrofotometer FT-IR dan spectrometer dengan
teknik CSI-MS.
PENDAHULUAN
Kristal ion terbentuk karena adanya gaya tarik antara ion
bermuatan positif dan negatif. Kristal ion berpori dalam
percobaan ini disintesis melalui penggabungan
makroanion yang berasal dari senyawa polioksometalat
tipe Keggin yaitu K4[α-SiW12O40] dan makrokation
yang berasal dari senyawa organologam
[Cr3O(OOCC6H5)6(H2O)3](NO3) membentuk kristal
ion adalah [Cr3O(OOCC6H5)6(H2O)3]4[α-
SiW12O40] 10H2O 8CH3COCH3. Kristal ion ini
⋅ ⋅
terbentuk karena adanya kompleksasi polioksometalat
sebagai makroanion dan senyawa organologam sebagai
makrokation.
LANJUTAN . .
Senyawa organotimah merupakan senyawa organologam
yang di dalam strukturnya terdapat satu atau beberapa
ikatan antara atau timah Sn dengan atom karbon C (Sn-
C). Senyawa senyawa ini diperoleh sebagai turunan dari
RnSnX4-n (n = 1-4; dan X = Halogen, OH, OR, S, Sisa
Asam,Hydrida). Dalam percobaan ini dilakukan dengan
metode Grignard untuk mensintesis trifeniltimah klorida,
(C6H5)3SnCl. Hidrolisis tetrasiano etilena (TCNE)
dalam suasana basa menghasilkan pentasiano propena
yang selanjutnya dapat disintesis dalam aseton yang telah
didinginkan menjadi perak pentasiano propenida.
LANJUTAN. . .
A. Alat dan Bahan
Sintesis dan karakterisasi senyawa oksotrinuklir [Ru2Co(O)
(OOCCH3)6(C5H5N)3](ClO4)
Bahan: RuCl3.nH2O, etanol, akuades, asam asetat, kobal asetat,
natrium perklorat dan piridin.
Alat: beker gelas, erlenmeyer, labu leher dua, spektrofotometer FT-IR
dan spektrofotometer massa.
Senyawa Turunan Organotimah: Sintesis dan Struktur Kristal
Trifeniltimah Pentasiano Propenida [(C6H5)3Sn][C3(CN)5] 2H2O
Bahan: pelarut yaitu tetrahidrofuran, kloroform, diklorometana dan eter.
Pereaksi fenil yaitu trifeniltimah klorida dan perak pentasiano
propenida.
Alat: Spektra IR, analisis elemen CHNS-932 dan spektrometer massa.
METODE PENELITIAN
Cara kerja
JURNAL 1
0,15 g RuCl3.nH2O
20 ml etanol , 10 ml
air dan 25 ml asam
asetat
larutan
Larutan bewarna
merah
0,5 g kobal asetat
1,2 g natrium
perklorat
4 ml piridin
larutan
Senyawa
oksotrinuklir
dilarutkan
Diaduk pada suhu 70 ºC
Ditambah, diaduk
10-15 menit
Diaduk 15 menit
Didiamkan sehari
Karakterisasi senyawa yang terbentuk
senyawa oksotrinuklir [Ru2Co(O)
(OOCCH3)6(C5H5N)3](ClO4
Spektrofotometer FT-
IR metode pelat KBR
Spektrometer massa
metode CSI
Dengan nitrogen cair
sebagar pendingin
Rentang bilangan
gelombang 250-
4000 /cm
0,016 g K4[α-SiW12O40]
Larutan bewarna hijau
cerah
Larutan B
0,018 g NaClo4
10 ml air
Senyawa
[Cr3O(OOCC6H5)6(H2O)3]
(NO3)
Larutan A
Kristal hijau
10 ml aseton
Disimpan 1 jam
dilarutkan
ditambahkan
dilarutkan
Jurnal 2
Kristal hijau
Analisis air
hidrat dengan
TG-DTA
Kromatografi
gasdengan pelarut
asetonitril
Analisis karbon
dan hidrogen
Analisis struktur
dengan XRD
kristal tunggal
Tetra siano etilena
Perak -1,1,2,3,3–pentasiano
propenida, AgC8N5,
1 mmol trifeniltimah klorida
(C6H5)3SnCl
Tetra hidro furan
larutan terlihat ada endapan
putih perak klorida
10 ml THF toluena 2:3
10 ml n-heksana
Kristal tunggal
larutan
diaduk 1 malam, disaring dilarutkan
dilarutkan
JURNAL 3
SENYAWA TURUNAN ORGANOTIMAH:
SINTESIS DAN STRUKTUR KRISTAL
TRIFENILTIMAH PENTASIANO PROPENIDA
[(C6H5)3SN][C3(CN)5] 2H2O
• Senyawa ini dibuat dengan pelarutan
antara larutan trifeniltimah pentasiano
propenida, [(C6H5)3Sn][C3(CN)5] 2H2O
dan THF Toluena (2 : 3) ke dalam n-
hexana. Dan terdiri dari dua ion yaitu
anion [C3dan kation [(C6H5)3Sn]+
.
• Hasil penelitian menunjukan Kompleks pentasiano
propenida diperoleh spektrum-IR baik untuk ligan
yang terikat secara kovalen koordinasi maupun yang
tidak terikat memiliki data spektrum yang identik
• hal itu menunjukan bahwa senyawa hasil sintesis ini
adalah kompleks senyawa pentasiano propenid.
• Dari spektrometer massa diperoleh sinyal untuk
anion pentasiano propenida pada m/z 166,07 dengan
100 % intensitas relatif.
• Senyawa oksotrinuklir [Ru2Co(O)
(OOCCH3)6(C5H5N)3](ClO4) disintesis pada
kondisi atmosfir oksigen tanpa perlindungan
khusus terhadap ligan (L) maupun gugus organik
(R) sehingga mudah dilakukan.
• Karakterisasi Senyawa oksotrinuklir menggunakan
spektrofotometer FT-IR dan spektrometer massa dan
metode cold spray ionization (CSI-MS).
SINTESIS DAN KARAKTERISASI SENYAWA
OKSOTRINUKLIR [RU2CO(O)(OOCCH3)6(C5H5N)3]
(CLO4)
• Hasil identifikasi menggunakan spektrofotometri
FT-IR :
• Berdasarkan gambar bahwa gugus-gugus
fungsional yang muncul didominasi pada
gelombang 1000-2000 cm-1
. Hal ini menunjukan
vibrasi yang sangat lemah, lemah dan tajam.
• Menurut literatur yang ada maka hasil spektra
FT-IR penelitian ini sesuai. Akan tetapi hal ini
bertentangan dengan spektra raman apabila
diukur akan menunjukan intensitas yang lemah
pada bilangan tersebut. Untuk memperkuat hasil
yang ada dilakukan pengukuran menggunakan
spektra massa.
• Menurut hasil pengukuran spektra massa dengan
metoda cold spray ionization (CSI) di atas
menunjukan adanya puncak-puncak ion molekul pada
m/z 869,27 ; 790,19 ; 710,15 ; dan 631,12. Puncak-
punak ion molekul ini merupakan fragmentasi dari
senyawa oksotrinuklir.
• Dari hasil yang diperoleh, puncak ion molekul m/z
869,27 menjukkan ion molekul [Ru2Co(O)
(OOCCH3)6(C5H5N)3]+
dengan intensitas yang kecil.
Pada m/z 790,19 menunjukkan keberadaan molekul
[Ru2Co(O)(OOCCH3)6(C5H5N)2]+
yang dihasilkan
oleh Fragmentasi dengan hilangnya satu molekul
piridin yang mempunyai bobot molekul m/z 79.
• Intensitas tertinggi pada spektra massa
senyawa oksotrinuklir ditunjukkan dengan
hadirnya ion molekul dengan m/z 710,15 yang
mengindikasi fragmentasi dari hilangnya dua
molekul piridin sehingga menghasilkan
[Ru2Co(O)(OOCCH3)6(C5H5N)]+
.
• Puncak ion molekul m/z 631,12
menunjukkan senyawa [Ru2Co(O)
(OOCCH3)6]+
, puncak ini muncul hasil
fragmentasi dari hilangnya tiga molekul
piridin.
• Sintesis kristal ion yaitu dengan melarutkan senyawa
organologam [Cr3O(OOCC6H5)6(H2O)3](NO3) dalam pelarut
aseton dan senyawa polioksometalat K4[α-SiW12O40], dalam
pelarut air.
• Perbedaan pelarut yang digunakan didasarkan pada
kelarutan diantara kedua senyawa tersebut.
•
• Pencampuran antara senyawa organologam
[Cr3O(OOCC6H5)6(H2O)3](NO3) dan senyawa
polioksometalat K4[α-SiW12O40] didapat larutan berwarna
hijau tanpa adanya partikel suspensi atau koloid.
SINTESIS DAN KARAKTERISASI STRUKTUR
KRISTAL ION
[CR3O(OOCC6H5)6(H2O)3]4[ΑSIW12O40] 10H
⋅ 2O⋅
8CH3COCH3
• Kristal ion dapat terbentuk dengan mengubah
komposisi dari senyawa polioksometalat dan
senyawa organologam dengan stoikiometri yang
sesuai agar larutan tidak membentuk suspensi
atau koloid, maka kristal ion akan terbentuk.
• Didapat kristal ion, dilakukan pengukuran
menggunakan analisis XRD kristal tunggal,
bertujuan untuk mendapatkan struktur lengkap
dari kristal ion dan penyaringan kristal ion.
• Hasil penyaringan digunakan untuk analisis gugus
fungsi dengan spektroskopi FT-IR, analisis
komposisi unsur, analisis air hidrat menggunakan
termogravimetri analis (TG-DTA), dan analisis
dengan kromatografi gas untuk mengetahui efek
pelarut yang digunakan terhadap struktur kristal
ion yang terbentuk.
• Gambar 1(A) menunjukkan bahwa pita-pita
serapan karakteristik untuk senyawa
organologam dengan ligan benzoat.
• Gambar 1 (B), pita-pita serapan karakteristik
untuk senyawa polioksometalat K4[α-SiW12O40]
muncul pada bilangan gelombang 980 cm-1
untuk vibrasi (ν(W=O)), 926 cm-1 untuk vibrasi
(ν(Si-O)), 881 cm-1 untuk vibrasi (ν(W-Oc-W)),
dan 786 cm-1untuk vibrasi (ν(W-Oe-W)).
• Gambar 1 (C), adanya pita-pita karakteristik
senyawa organologam dan senyawa
polioksometalat dan hilangnya pita serapan
gugus NO3- yang menunjukkan terbentuknya
kristal ion hasil kompleksasi senyawa
organologam dengan senyawa polioksometalat.
1. Senyawa Turunan Organotimah: Sintesis dan Struktur Kristal
Trifeniltimah Pentasiano Propenida [(C6H5)3Sn][C3(CN)5] 2H2O
Senyawa trifeniltimah pentasiano propenida, [(C6H5)3Sn]
[C3(CN)5] 2H2O, adalah kompleks stabil yang merupakan senyawa
polimer membentuk makromolekul. Senyawa ini disintesis dari
perak pentasiano propenida, AgC8N5, dan trifeniltimah klorida,
(C6H5)3SnCl, dalam tetrahidrofuran (THF) sebagai pelarut.
Senyawa ini tersusun atas dua ion, yaitu anion pentasiano
propenida dan kation trifeniltimah yang terpisah. Panjang dan
sudut ikatan anion pentasiano propenid memiliki kesamaan
dengan panjang dan sudut ikatan anion pentasiano propenid yang
dimiliki oleh senyawa pentasiano propenid lainnya.
KESIMPULAN
2. Sintesis dan Karakterisasi Senyawa Oksotrinuklir
[Ru2Co(O)(OOCCH3)6(C5H5N)3](ClO4)
Hasil penelitian yang telah diuraikan diatas maka
dapat disimpulkan bahwa senyawa oksotrinuklir
[Ru2Co(O)(OOCCH3)6(C5H5N)3](ClO4) dapat
diidentifikasi secara pasti dengan menggunakan
spektrofotometer FT-IR yang menunjukkan gugus
fungsional yang terdapat dalam senyawa oksotrinuklir
dan diperjelas dengan pengukuran menggunakan
spektrometer massa yang menunjukkan bobot molekul
dan pola fragmentasi yang terjadi pada senyawa
oksotrinuklir.
3. Sintesis dan Karakterisasi Struktur Kristal Ion
[Cr3O(OOCC6H5)6(H2O)3]4[α-
SiW12O40] 10H
⋅ 2O 8CH
⋅ 3COCH3
Kristal ion [Cr3O(OOCC6H5)6(H2O)3]4[α-
SiW12O40] 10H
⋅ 2O 8CH
⋅ 3COCH3 (1a) telah disintesis
memanfaatkan interaksi dengan π-π dari senyawa
organologam. Kristal ion membentuk struktur sarang
madu dengan keberadaan molekul aseton di dalam
kristal ion 1a yang dapat dihilangkan hanya dengan
pengeringan pada temperatur ruang.
TERIMAKASIH

kelompok 1.pptxppppppppppppppppppppppppp

  • 1.
    Presentasi ini disusunguna memenuhi tugas mata kuliah kimia organologam Dosen Pengampu : Endaruji setyadi, M. Sc Presented by : 1. Dian Prihatiningtyas (11630006) 2. Fina Ida Matussilmi (11630010) 3. Idha Setyarini (11630035) 4. Syafiana Khusna Aini (11630036) 5. Ariffah Nuur U. H. (11630037) 6. Dewi Anggraini (11630050) PRESENTASI ORGANOLOGAM
  • 2.
    1. sintesis dankarakterisasi senyawa oksotrinuklir [Ru2Co(O)(OOCCH3)6(C5H5N)3](ClO4) 2. Sintesis dan Karakterisasi Struktur Kristal Ion [Cr3O(OOCC6H5)6(H2O)3]4[α- SiW12O40] 10H ⋅ 2O 8CH ⋅ 3COCH3 3. Senyawa Turunan Organotimah: Sintesis dan Struktur Kristal Trifeniltimah Pentasiano Propenida [(C6H5)3Sn][C3(CN)5] 2H2O JUDUL JURNAL
  • 3.
    Senyawa Oksotrinuklir mengandungtiga atom logam yang terikat oleh oksigen membentuk jembatan logam-oksigen dan ligan yang terikat oleh logam. Dalam penelitian ini akan disintesis senyawa oksotrinuklir dengan campuran atom logam [Ru2Co(O)(OOCCH3)6(C5H5N)3] (ClO4) dan untuk mengetahui karakterisasinya digunakan spektrofotometer FT-IR dan spectrometer dengan teknik CSI-MS. PENDAHULUAN
  • 4.
    Kristal ion terbentukkarena adanya gaya tarik antara ion bermuatan positif dan negatif. Kristal ion berpori dalam percobaan ini disintesis melalui penggabungan makroanion yang berasal dari senyawa polioksometalat tipe Keggin yaitu K4[α-SiW12O40] dan makrokation yang berasal dari senyawa organologam [Cr3O(OOCC6H5)6(H2O)3](NO3) membentuk kristal ion adalah [Cr3O(OOCC6H5)6(H2O)3]4[α- SiW12O40] 10H2O 8CH3COCH3. Kristal ion ini ⋅ ⋅ terbentuk karena adanya kompleksasi polioksometalat sebagai makroanion dan senyawa organologam sebagai makrokation. LANJUTAN . .
  • 5.
    Senyawa organotimah merupakansenyawa organologam yang di dalam strukturnya terdapat satu atau beberapa ikatan antara atau timah Sn dengan atom karbon C (Sn- C). Senyawa senyawa ini diperoleh sebagai turunan dari RnSnX4-n (n = 1-4; dan X = Halogen, OH, OR, S, Sisa Asam,Hydrida). Dalam percobaan ini dilakukan dengan metode Grignard untuk mensintesis trifeniltimah klorida, (C6H5)3SnCl. Hidrolisis tetrasiano etilena (TCNE) dalam suasana basa menghasilkan pentasiano propena yang selanjutnya dapat disintesis dalam aseton yang telah didinginkan menjadi perak pentasiano propenida. LANJUTAN. . .
  • 6.
    A. Alat danBahan Sintesis dan karakterisasi senyawa oksotrinuklir [Ru2Co(O) (OOCCH3)6(C5H5N)3](ClO4) Bahan: RuCl3.nH2O, etanol, akuades, asam asetat, kobal asetat, natrium perklorat dan piridin. Alat: beker gelas, erlenmeyer, labu leher dua, spektrofotometer FT-IR dan spektrofotometer massa. Senyawa Turunan Organotimah: Sintesis dan Struktur Kristal Trifeniltimah Pentasiano Propenida [(C6H5)3Sn][C3(CN)5] 2H2O Bahan: pelarut yaitu tetrahidrofuran, kloroform, diklorometana dan eter. Pereaksi fenil yaitu trifeniltimah klorida dan perak pentasiano propenida. Alat: Spektra IR, analisis elemen CHNS-932 dan spektrometer massa. METODE PENELITIAN
  • 7.
    Cara kerja JURNAL 1 0,15g RuCl3.nH2O 20 ml etanol , 10 ml air dan 25 ml asam asetat larutan Larutan bewarna merah 0,5 g kobal asetat 1,2 g natrium perklorat 4 ml piridin larutan Senyawa oksotrinuklir dilarutkan Diaduk pada suhu 70 ºC Ditambah, diaduk 10-15 menit Diaduk 15 menit Didiamkan sehari
  • 8.
    Karakterisasi senyawa yangterbentuk senyawa oksotrinuklir [Ru2Co(O) (OOCCH3)6(C5H5N)3](ClO4 Spektrofotometer FT- IR metode pelat KBR Spektrometer massa metode CSI Dengan nitrogen cair sebagar pendingin Rentang bilangan gelombang 250- 4000 /cm
  • 9.
    0,016 g K4[α-SiW12O40] Larutanbewarna hijau cerah Larutan B 0,018 g NaClo4 10 ml air Senyawa [Cr3O(OOCC6H5)6(H2O)3] (NO3) Larutan A Kristal hijau 10 ml aseton Disimpan 1 jam dilarutkan ditambahkan dilarutkan Jurnal 2
  • 10.
    Kristal hijau Analisis air hidratdengan TG-DTA Kromatografi gasdengan pelarut asetonitril Analisis karbon dan hidrogen Analisis struktur dengan XRD kristal tunggal
  • 11.
    Tetra siano etilena Perak-1,1,2,3,3–pentasiano propenida, AgC8N5, 1 mmol trifeniltimah klorida (C6H5)3SnCl Tetra hidro furan larutan terlihat ada endapan putih perak klorida 10 ml THF toluena 2:3 10 ml n-heksana Kristal tunggal larutan diaduk 1 malam, disaring dilarutkan dilarutkan JURNAL 3
  • 12.
    SENYAWA TURUNAN ORGANOTIMAH: SINTESISDAN STRUKTUR KRISTAL TRIFENILTIMAH PENTASIANO PROPENIDA [(C6H5)3SN][C3(CN)5] 2H2O • Senyawa ini dibuat dengan pelarutan antara larutan trifeniltimah pentasiano propenida, [(C6H5)3Sn][C3(CN)5] 2H2O dan THF Toluena (2 : 3) ke dalam n- hexana. Dan terdiri dari dua ion yaitu anion [C3dan kation [(C6H5)3Sn]+ .
  • 13.
    • Hasil penelitianmenunjukan Kompleks pentasiano propenida diperoleh spektrum-IR baik untuk ligan yang terikat secara kovalen koordinasi maupun yang tidak terikat memiliki data spektrum yang identik • hal itu menunjukan bahwa senyawa hasil sintesis ini adalah kompleks senyawa pentasiano propenid. • Dari spektrometer massa diperoleh sinyal untuk anion pentasiano propenida pada m/z 166,07 dengan 100 % intensitas relatif.
  • 14.
    • Senyawa oksotrinuklir[Ru2Co(O) (OOCCH3)6(C5H5N)3](ClO4) disintesis pada kondisi atmosfir oksigen tanpa perlindungan khusus terhadap ligan (L) maupun gugus organik (R) sehingga mudah dilakukan. • Karakterisasi Senyawa oksotrinuklir menggunakan spektrofotometer FT-IR dan spektrometer massa dan metode cold spray ionization (CSI-MS). SINTESIS DAN KARAKTERISASI SENYAWA OKSOTRINUKLIR [RU2CO(O)(OOCCH3)6(C5H5N)3] (CLO4)
  • 15.
    • Hasil identifikasimenggunakan spektrofotometri FT-IR :
  • 16.
    • Berdasarkan gambarbahwa gugus-gugus fungsional yang muncul didominasi pada gelombang 1000-2000 cm-1 . Hal ini menunjukan vibrasi yang sangat lemah, lemah dan tajam. • Menurut literatur yang ada maka hasil spektra FT-IR penelitian ini sesuai. Akan tetapi hal ini bertentangan dengan spektra raman apabila diukur akan menunjukan intensitas yang lemah pada bilangan tersebut. Untuk memperkuat hasil yang ada dilakukan pengukuran menggunakan spektra massa.
  • 18.
    • Menurut hasilpengukuran spektra massa dengan metoda cold spray ionization (CSI) di atas menunjukan adanya puncak-puncak ion molekul pada m/z 869,27 ; 790,19 ; 710,15 ; dan 631,12. Puncak- punak ion molekul ini merupakan fragmentasi dari senyawa oksotrinuklir. • Dari hasil yang diperoleh, puncak ion molekul m/z 869,27 menjukkan ion molekul [Ru2Co(O) (OOCCH3)6(C5H5N)3]+ dengan intensitas yang kecil. Pada m/z 790,19 menunjukkan keberadaan molekul [Ru2Co(O)(OOCCH3)6(C5H5N)2]+ yang dihasilkan oleh Fragmentasi dengan hilangnya satu molekul piridin yang mempunyai bobot molekul m/z 79.
  • 19.
    • Intensitas tertinggipada spektra massa senyawa oksotrinuklir ditunjukkan dengan hadirnya ion molekul dengan m/z 710,15 yang mengindikasi fragmentasi dari hilangnya dua molekul piridin sehingga menghasilkan [Ru2Co(O)(OOCCH3)6(C5H5N)]+ . • Puncak ion molekul m/z 631,12 menunjukkan senyawa [Ru2Co(O) (OOCCH3)6]+ , puncak ini muncul hasil fragmentasi dari hilangnya tiga molekul piridin.
  • 20.
    • Sintesis kristalion yaitu dengan melarutkan senyawa organologam [Cr3O(OOCC6H5)6(H2O)3](NO3) dalam pelarut aseton dan senyawa polioksometalat K4[α-SiW12O40], dalam pelarut air. • Perbedaan pelarut yang digunakan didasarkan pada kelarutan diantara kedua senyawa tersebut. • • Pencampuran antara senyawa organologam [Cr3O(OOCC6H5)6(H2O)3](NO3) dan senyawa polioksometalat K4[α-SiW12O40] didapat larutan berwarna hijau tanpa adanya partikel suspensi atau koloid. SINTESIS DAN KARAKTERISASI STRUKTUR KRISTAL ION [CR3O(OOCC6H5)6(H2O)3]4[ΑSIW12O40] 10H ⋅ 2O⋅ 8CH3COCH3
  • 21.
    • Kristal iondapat terbentuk dengan mengubah komposisi dari senyawa polioksometalat dan senyawa organologam dengan stoikiometri yang sesuai agar larutan tidak membentuk suspensi atau koloid, maka kristal ion akan terbentuk. • Didapat kristal ion, dilakukan pengukuran menggunakan analisis XRD kristal tunggal, bertujuan untuk mendapatkan struktur lengkap dari kristal ion dan penyaringan kristal ion.
  • 22.
    • Hasil penyaringandigunakan untuk analisis gugus fungsi dengan spektroskopi FT-IR, analisis komposisi unsur, analisis air hidrat menggunakan termogravimetri analis (TG-DTA), dan analisis dengan kromatografi gas untuk mengetahui efek pelarut yang digunakan terhadap struktur kristal ion yang terbentuk.
  • 24.
    • Gambar 1(A)menunjukkan bahwa pita-pita serapan karakteristik untuk senyawa organologam dengan ligan benzoat. • Gambar 1 (B), pita-pita serapan karakteristik untuk senyawa polioksometalat K4[α-SiW12O40] muncul pada bilangan gelombang 980 cm-1 untuk vibrasi (ν(W=O)), 926 cm-1 untuk vibrasi (ν(Si-O)), 881 cm-1 untuk vibrasi (ν(W-Oc-W)), dan 786 cm-1untuk vibrasi (ν(W-Oe-W)).
  • 25.
    • Gambar 1(C), adanya pita-pita karakteristik senyawa organologam dan senyawa polioksometalat dan hilangnya pita serapan gugus NO3- yang menunjukkan terbentuknya kristal ion hasil kompleksasi senyawa organologam dengan senyawa polioksometalat.
  • 26.
    1. Senyawa TurunanOrganotimah: Sintesis dan Struktur Kristal Trifeniltimah Pentasiano Propenida [(C6H5)3Sn][C3(CN)5] 2H2O Senyawa trifeniltimah pentasiano propenida, [(C6H5)3Sn] [C3(CN)5] 2H2O, adalah kompleks stabil yang merupakan senyawa polimer membentuk makromolekul. Senyawa ini disintesis dari perak pentasiano propenida, AgC8N5, dan trifeniltimah klorida, (C6H5)3SnCl, dalam tetrahidrofuran (THF) sebagai pelarut. Senyawa ini tersusun atas dua ion, yaitu anion pentasiano propenida dan kation trifeniltimah yang terpisah. Panjang dan sudut ikatan anion pentasiano propenid memiliki kesamaan dengan panjang dan sudut ikatan anion pentasiano propenid yang dimiliki oleh senyawa pentasiano propenid lainnya. KESIMPULAN
  • 27.
    2. Sintesis danKarakterisasi Senyawa Oksotrinuklir [Ru2Co(O)(OOCCH3)6(C5H5N)3](ClO4) Hasil penelitian yang telah diuraikan diatas maka dapat disimpulkan bahwa senyawa oksotrinuklir [Ru2Co(O)(OOCCH3)6(C5H5N)3](ClO4) dapat diidentifikasi secara pasti dengan menggunakan spektrofotometer FT-IR yang menunjukkan gugus fungsional yang terdapat dalam senyawa oksotrinuklir dan diperjelas dengan pengukuran menggunakan spektrometer massa yang menunjukkan bobot molekul dan pola fragmentasi yang terjadi pada senyawa oksotrinuklir.
  • 28.
    3. Sintesis danKarakterisasi Struktur Kristal Ion [Cr3O(OOCC6H5)6(H2O)3]4[α- SiW12O40] 10H ⋅ 2O 8CH ⋅ 3COCH3 Kristal ion [Cr3O(OOCC6H5)6(H2O)3]4[α- SiW12O40] 10H ⋅ 2O 8CH ⋅ 3COCH3 (1a) telah disintesis memanfaatkan interaksi dengan π-π dari senyawa organologam. Kristal ion membentuk struktur sarang madu dengan keberadaan molekul aseton di dalam kristal ion 1a yang dapat dihilangkan hanya dengan pengeringan pada temperatur ruang.
  • 29.