PERTEMUAN TEPUS
RAHIM KANKER SERVIK/LEHER
dr. Hafida Auliarista
10 November 2022
ejournal.litbang.depkes.go.id/
Tumor
■ Atau biasa disebut neoplasma = Sel pada suatu organ dalam tubuh yang mengalami
pertumbuhan abnormal dan tidak terkoordinasi (tidak terkendali)  terbentuk suatu jaringan
baru, bisa terlihat maupun tidak
KANKER = TUMOR GANAS
Pertumbuhan sel tumor abnormal yang lebih cepat, mengalahkan organ asalnya, melakukan suatu
transformasi  dapat menyebar ke organ lain
APAKAH PERBEDAAN KANKER DAN
TUMOR??
TUMOR
GANAS
•PERTUMBUHAN
LEBIHCEPAT,
•MENEKAN ORGAN
TERSEBUT
• DAPAT MENYEBAR
•DISEBUT JUGA
KANKER
•PERTUMBUHAN
LEBIH LAMBAT
•TIDAK MENEKAN
ORGAN LOKAL
•TIDAK MENYEBAR
TUMOR
JINAK
TUMOR = NEOPLASMA
PERTUMBUHAN SEL ABNORMAL PADA SUATU ORGAN, BIASANYA
BERUPA BENJOLAN
MENGAPA
DAPAT
MUNCUL PADA
DIRI
SESEORANG?
KANKER
ADA BAKAT/RIWAYAT
KELUARGA
PAPARAN ZAT KIMIA
Ditambah
Faktor
risiko
SINAR UVTERUS MENERUS
INFEKSIVIRUS
GANGGUAN HORMON
MAKANANTERTENTU
MEROKOK
KERUSAKAN/KELAINAN GEN DNA
Kanker Leher Rahim (KLR)
Penamaan
• Kanker leher Rahim
• Kanker Serviks
• Kanker mulut Rahim
Insidens Kanker Leher Rahim
a.
b.
Dunia
Indonesia
:Tertinggi nomer 4 kanker perempuan
:Tertinggi nomer 2 kanker perempuan
Kanker Leher Rahim (KLR) menimbulkan kematian 9% dari kasus Kanker di
Indonesia (WHO,2020)
Epidemiologi Kanker Serviks
ejournal.litbang.depkes.go.id/
Permasalahan KLR di Indonesia
•
•
•
•
•
Permasalahan yang ada sama seperti negara berkembang lainnya
Angka cakupan skrining masih rendah (Indonesia< )
Penanganan kanker tidak menjadi prioritas
Kurangnya pengetahuan dan kepedulian masyarakat terhadap kanker
Kualitas SDM masih kurang dalam hal kepedulian, pengetahuan dan
keterampilan tentang KLR
Kurangnya fasilitas Kesehatan yang mendukung
Ekonomi dan Sosial Budaya
•
•
MASALAH UTAMA KANKER SERVIK DI INDONESIA
Sekitar 48 juta wanita Indonesia berisiko
 Kanker ke dua terbanyak di Indonesia (34% kanker pada perempuan) :
70% stadium lanjut ( > stage IIB)
 Cakupan skrining yang rendah < 5% (idealnya ~ 80%)
Permasalahan di Indonesia
 dtemukan 70 % pada stadium lanjut
 Angka harapan hidup rendah
( > IIB)
 15.000 new cases, 8.000 death
40 – 45 kasus baru
20 – 25 kematian / hari
3;
1 kematian per jam oleh karena Ca Servik
 Cakupan skrining < 5% ( idealnya >80%)
1).Dirjen Pelayanan Medik Departemen Kesehatan RI. Badan Registrasi Kanker IAPI,
Yayasan Kanker Indonesia. Kanker di Indonesia Tahun1998. Data Histopatologik.
2). Mochtarom M. Data registrasi Kanker Ginekologik. Bagian Obstetri dan Ginekologi.RSUPN /FKUI, Jakarta 1992
3). IARC, Globocan 2002 database; Summary table by Cancer 2002. http://www-dep.iarc.fr/top.htm.Accessed Feb 1, 2007
KANKER SERVIKS
KANKER YANG DIKETAHUI PENYEBABNYA
Penyebabnya adalah virus human papiloma
Jelas perjalanan penyakitnya
E T I O L O G I
• Human PapillomaVirus “HPV”
• > 200 tipe HPV
18 February 2022 13
Low risk High risk
18 February 2022 14
INFEKSI HPV ADALAH
“SEXUALLYTRANSMITTED
DISEASE”
18 February 2022 15
•Sebagian besar melalui hubungan/kontak
seksual
•HPV menginfeksi sel yang mengalami lecet
(mikrolesi/mikroabrasi)
ejournal.litbang.depkes.go.id/
17
ANATOMI SERVIKS
www.litbang.depkes.go.id ejournal.litbang.depkes.go.id
18 18
ORGAN REPRODUKSI WANITA
19
KANKER SERVIKS
Anatomi Serviks Normal
21
ejournal.litbang.depkes.go.id/
PERJALANAN PENYAKIT
www.litbang.depkes.go.id ejournal.litbang.depkes.go.id
Kanke
PERJALANAN ALAMIAH
r
Lesi Prakanker
HPV ------------------- 3-17 tahun-------------------------
Karsinoma
Insitu
Displasia
keras
Displasia
ringan
Displasia
sedang
Karsinoma
invasif
NIS I
NIS III
NIS II
www.litbang.depkes.go.id ejournal.litbang.depkes.go.id
“NATURAL HISTORY”
SERVIKS
KANKER
About 60%
regress
within
2-3 yrs
About 15% progress within 3-4 yrs
30% - 70% progress within 10 yrs
Source: PATH 1997.
18 February 2022 25
Invasive Cancer
High-Grade SIL (CIN II, III/CIS)
Cofactors High-
Risk HPV (Types
16, 18, etc.)
Low-Grade SIL (Atypia, CIN I)
HPV-related Changes
HPV Infection
Normal Cervix
PERJALANAN PENYAKIT KANKER
Bulan
SERVIKS
Tahun
Waktu
NIS II NIS III
Normal
epithelium
NIS I KANKER
SERVIKS
HPV infection;
koilocytosis
High grade squamous intraepithelial lesion
(HSIL)
Low grade squamous intraepithelial
lesion (ASCUS/LSIL)
From incident to persistent HPV infection
Spontaneous regression
Terapi
Skrining
GEJALA KANKER SERVIK
ejournal.litbang.depkes.go.id/
e ou na bang depkes go d
j r l.lit . . .i /
29
FAKTOR RISIKO INFEKSI HPV
•Berhubungan seksual/ menikah usia muda
•Berganti-ganti pasangan seksual
•Pasangan seksual laki-laki yang
•Perilaku seksual pasangan
•Riwayat merokok
•Imunosupresi
tidak disunat
• HPV = human papillomavirus.
• 1. Louie KS et al. Br J Cancer. 2009;100:1191–1197. 2. Winer RL et al. Am J Epidemiol. 2003;157:218–226. 3. Svare EI et al. Sex Transm Infect. 2002;78:215–218. 4. Insinga RP et al.
Clin Infect Dis. 2003;36:1397–1403. 5. Koutsky L. Am J Med.1997;102:3–8. 29
Faktor Risiko
Kanker Leher Rahim :
merokok
Sistem imun menurun
Berganti-ganti
Pasangan seksual
Ibu & saudara perempuan
terkena kanker leher rahim
Usia hub sex <20 tahun
Penyakit menular seksual Riwayat papsmear sblmnya abN
Penyebaran kanker servik
•Non invasif/ perkontinuitatum
•Invasif
-
-
limfogen
hematogen
M A U , G N A N T
O r:t IN V .A S llV IE.
C A N C ER
,.,.ORMA_L
C E L L S
A B N O R M A L
CEILLS
AB NORM AI L
C E L L S M U L T I P L Y
LYM P H - --t----="'-......._C"....
VESSE L
BLrQO,D
V E S S E L
tLOCAL INVASION
A N G I O G E N E S I S
Tum.ours gr'Ow their O'Wl'i
b l o o d v e s s e l s
L Y M P H V E S S E L
M ETAST.A.SILS
Geills move- 3Wai'f fi''Clm
[Pl'irnary tumour ancl
Ii nva de other p.all"ts o f
t h e i b o d y v i a b l o o d
vessels a n d lymp h
V'li!�
:sels
PENGOBATAN KANKER SERVIK
ejournal.litbang.depkes.go.id/
Dasar pertimbangan
• Stadium,Lokasi ,luaslesi,
• Usia,fungsi reproduksi
Interferon
OBSERVASI
EKSISI
LEEP/LLETZ
Konisasi
Histerektomi
MEDIKAMENTOSA
5-FU topikal
AntiViral
ABLASI
Krioterapi
Elektrokauter
Elektrokoagulasi
Laser vaporisasi
KLASIFIKASI/ STADIUM
•
•
•
•
•
•
•
LESI PRA KANKER
STADIUM I
STADIUM II A
STADIUM II B
STADIUM III A
STADIUM III B
STADIUM IV
ejournal.litbang.depkes.go.id/
Perkiraan penderita bertahan 5 tahun setelah
didiagnosis ca serviks berdasarkan stadium
( 5 years survival rate )
STADIUM PRESENTASI
0 93%
1 92%
1A 80%
11A 63%
IIB 58%
IIIA 35 %
III B 32%
IV A 16%
IV B 15%
37
PENCEGAHAN
KANKER SERVIKS
www.litbang.depkes.go.id ejournal.litbang.depkes.go.id
Pencegahan Kanker Serviks
Vaksin HPV
• HPV immunization can prevent up to 70% of cases of cervical cancer due to
HPV as well as 90% of genital warts
(FDA) has approved 3 HPV vaccines:
• Gardasil 9 targets HPV types 6, 11, 16, and 18 along with 31, 33, 45, 52, 58—
these cause 90% of cervical cancer cases and most cases of genital warts—
making it the most effective vaccine available
The bivalent vaccine (Cervarix) targeted HPV 16 and 18 only, and was
discontinued in the United States in 2016
The quadrivalent HPV vaccine (Gardasil) targeted HPV 16 and 18 as well as 6
and 11, which cause most cases of genital warts; the last available doses in the
United States expired in May 2017; it has been replaced by Gardasil 9.
•
•
Vaksin profilaksi untuk HPV
(Kanker Servks)
•Merck quadrivalent,
mengandung antigen HPV tipe 6,
11, 16, 18
•Dengan nama dagang
“ Gardasil”
•Dengan cara pemberian
0, 2, 6 secara i. m. di deltoid
•GSK bivalent, mengandung
antigen HPV tipe 16 dan 18
•Dengan nama dagang “Cervarix”
•Cara pemberian:
0, 1. 6 bulan, secara i.m. di deltoid
Vaksinasi HPV
Mudah dilakukan
Sumber daya manusia banyak
Masarakat memahami/terbiasa dengan vaksinasi
Proteksi yang lama
Biaya cukup mahal
Belum ada program pemerintah
Penggunaan vaksinasi masih terbatas
•
•
•
•
•
•
•
•Wanita : mulai umur 7- 9 tahun ( belum menstruasi )
wanita dewasa ( tes Anti HPV dulu )
pemberian 3 kali. Interval 2-4bulan ( 0,2,6)
. Pria : diberikan seawal mungkin
ejournal.litbang.depkes.go.id/
Kapan dan kepada siapa diberikan vaksinasi
VAKSINASI HPV
Rekomendasi pemberian vaksin:
•Panduan HOGI – wanita berusia 10-55 tahun
(Andrijono. Kanker Serviks Edisi I. Divisi Onkolologi, Dept. Obstetri-Ginekologi FKUI, Jakarta. Balai
Penerbit FKUI: 2007: 67)
•Panduan IDAI – wanita berusia > 10 tahun
(Ikatan DokterAnak Indonesia (IDAI): Buku Pedoman Imunisasi Di Indonesia, Edisi III, Jakarta; 2008)
•Panduan PAPDI – wanita berusia 12-55 tahun
(PAPDI, Buku Konsesus Imunisasi Dewasa 2008)
18 February 2022 43
Skrining/deteksi dini
Kanker servik
Sasaran &Tujuan
Pogram Pencegahan Kanker Serviks
• Menurunkan insiden dan mortalitas
kanker serviks
Deteksi awal penyakit
Pengobatan seawal mungkin lesi pra
kanker mencegah perkembangan menjadi
kanker ivasif
Mengunakan tes skrining yang sesuai
•
•
•
•
•
•
Biaya murah
Aman & dapat diterima
Sensitivitas & spesitifitas tinggi
18 February 2022 51
MENCEGAH INFEKSI HPV
1.
2.
Kehidupan seksual yang sehat
Kondom
 tdk melindungi 100%
 tdk menutupi seluruh anogenital
 proteksi thd PMS lainnya
Vaksinasi HPV
3.
18 February 2022
52
PENCEGAHAN PRIMER
•Menemukan kelainan sebelum menjadi kanker
•Pemeriksaan Deteksi Dini Kanker Serviks




IVA
Pap smear
Kolposkopi
Tes DNA HPV
18 February 2022 53
PENCEGAHAN SEKUNDER
(DETEKSI DINI)
1. Mengobati sesuai stadium dan kebutuhan
2. Memotivasi pengobatan
3. rehabilitasi
18 February 2022 54
PENCEGAHANTERSIER
InspeksiVisual dengan
(IVA)
Asam Asetat
•Pemeriksaan paling sederhana
•Dilakukan di daerah tanpa fasilitas
•Efektif, aman, praktis, murah
•Tidak invasif
pap smear
•Oleh dokter – bidan – paramedis
18 February 2022 55
METODE DETEKSI DINI KANKER SERVIKS
IVA /SITOLOGI (PAP SMEAR), TES HPV-DNA
IVA(-) / SITOLOGI (-) / HPV-DNA (-) IVA (+) /SITOLOGI (+) / HPV(+)
SKRENING RUTIN
IVA (PEMERIKSAAN
GINEKOLOGI)
SITOLOGI (1 TH)
HPV-DNA (3 TH)
KOLPOSKOPI IVA (+)
KRIO
IVA SEBAGAI ALTERNATIF
• DASAR
 MUDAH, PRAKTIS, MAMPU LAKSANA
• PRINSIP 
ABNORMAL
ASAM ASETAT AKAN MEMPENGARUHI EPITEL
• TEKNIK :
• USAPAN ASAM ASETAT 3 – 5 %
• ACETOWHITE EPITHELIUM
ANATOMI SERVIKS
Sambungan
Skuamo Kolumnar baru
69
MENGENAL SSK
Metaplasi epitel
skuamosa
Epitel kolumnar
SSK lama
SSK baru
ZonaTransformasi
TAMPILAN SERVIKS
Lesi Pra kanker
Normal
71
SIAPAYANG HARUS MENJALANITES IVA
Semua perempuan usia 30-50 tahun
(Sdh aktif sexual)
dalam siklus menstruasi, termasuk saat
menstruasi, saat asuhan nifas atau paska keguguran.
•kunjungan ulang untuk tes IVA setiap 1 tahun
KAPAN HARUS MENJALANITES IVA
SKRINING DENGAN IVA
IVA POS BIOPSI
IVA KOLPOS
FOLLOW
UP
IVA NEG
KEUNTUNGAN DAN Keuntungan IVA:
Non –invasif
KERUGIAN IVA




Mudah-murah
Di Puskesmas Hasil
LANGSUNG
Sensitivitas,spesifisitas memadai
Pelaksana IVA:
•
•
•
•
Bidan
Perawat terlatih
Dokter
Dokter spesialis
Kerugian IVA:
•Pada menopause
diterapkan
sering tidak dapat
PETUNJUK PELAKSANAAN
PEMERIKSAAN IVA
www.litbang.depkes.go.id ejournal.litbang.depkes.go.id
PEMERIKSAAN IVA (1)
•Setelah selesai konseling, responden dilanjutkan dengan
pemeriksaan IVA (InspeksiVisual Asam-asetat).
•Bersihkan serviks dengan menggunakan kapas lidi bersih
cairan yang keluar, darah atau mukosa dari leher rahim.
•Identifikasi ostium servikalis dan amati sambungan
sambungan skuamo kolumnar (SSK) serta daerah di
sekitarnya.
•Pada SSK yang tidak terlihat  tetap lakukan IVA.
dari
80
PEMERIKSAAN IVA (2)
•Responden dengan kecurigaan kanker serviks  pemeriksaan
IVA tidak dilakukan  pasien di rujuk.
•Basahi kapas lidi dengan larutan asam asetat dan oleskan pada
leher rahim. Bila perlu, gunakan kapas lidi bersih untuk
mengulang pengolesan asam asetat sampai seluruh
permukaan leher rahim benar-benar telah dioleskan asam
asetat secara merata. Buang kapas lidi yang telah dipakai.
81
PEMERIKSAAN IVA (3)
•Setelah leher rahim dioleskan larutan asam asetat, tunggu
selama 1 menit agar diserap dan memunculkan reaksi
acetowhite.
•Periksa SSK dengan teliti. Lihat apakah leher rahim mudah
berdarah. Cari apakah ada bercak putih yang tebal atau epithel
acetowhite yang menandakan IVA positif.
82
PEMERIKSAAN IVA (4)
•Bila perlu, oleskan kembali asam asetat/usap rahim dengan
kapas lidi bersih untuk menghilangkan mukosa, darah /debris
yang terjadi saat pemeriksaan dan mungkin mengganggu
pandangan. Buang kapas lidi yang telah dipakai.
•Bila pemeriksaan visual pada leher rahim telah selesai,
gunakan kapas lidi yang baru untuk menghilangkan sisa
asetat dari leher rahim dan vagina.
asam
83
e ou na bang depkes go d
PEMERIKSAAN IVA (5)
•Lepaskan spekulum secara halus dan rendam di dalam larutan
klorin 0,5% selama 10 menit untuk desinfeksi.
j r l.lit . . .i /
Dokumentasi dengan Kamera Digital
Sebelum asam asetat Setelah asam asetat
Dokumentasi dr. Laila 2007
Kriteria penilaian IVA
I. Normal
II. IVA positif : ditemukan bercak putih
III. Kanker serviks
TAMPILAN I V A
I. NORMAL
OVULA NABOTI
EKTOPI SERVIKS
88
Signifikansi Non klinis
Lesi Acetowhite (White Epitel)
Garis putih dekat os
(endoserviks)
Jauh dari SSK
Bintik putih pucat
os (endoserviks)
pada
Putih pucat
Positif
Larik acetowhite
90
Signifikansi Klinis
Acetowhite (White epitel)
Lesi
Daerah acetowhite dengan batas
jelas, rapat, opak diTZ dekat dengan
atau bersinggungan dengan SSK
adalah tanda diagnosis NIS
Kista
Naboti
92
ejournal.litbang.depkes.go.id/
REKOMENDASIVAKSIN HPV
• The Advisory Committee on Immunization Practices (ACIP) revised its HPV vaccine schedule in 2016,
when it decreased the necessary doses from 3 to 2 for patients under age 15 and addressed the needs of
special patient populations.7
• In late 2018, the FDA approved the use of the vaccine in men and women up to age 45
MATURNUWU
N
ejournal.litbang.depkes.go.id/

IVA UNTUK TEPUS.pptx

  • 1.
    PERTEMUAN TEPUS RAHIM KANKERSERVIK/LEHER dr. Hafida Auliarista 10 November 2022 ejournal.litbang.depkes.go.id/
  • 2.
    Tumor ■ Atau biasadisebut neoplasma = Sel pada suatu organ dalam tubuh yang mengalami pertumbuhan abnormal dan tidak terkoordinasi (tidak terkendali)  terbentuk suatu jaringan baru, bisa terlihat maupun tidak KANKER = TUMOR GANAS Pertumbuhan sel tumor abnormal yang lebih cepat, mengalahkan organ asalnya, melakukan suatu transformasi  dapat menyebar ke organ lain
  • 3.
    APAKAH PERBEDAAN KANKERDAN TUMOR?? TUMOR GANAS •PERTUMBUHAN LEBIHCEPAT, •MENEKAN ORGAN TERSEBUT • DAPAT MENYEBAR •DISEBUT JUGA KANKER •PERTUMBUHAN LEBIH LAMBAT •TIDAK MENEKAN ORGAN LOKAL •TIDAK MENYEBAR TUMOR JINAK TUMOR = NEOPLASMA PERTUMBUHAN SEL ABNORMAL PADA SUATU ORGAN, BIASANYA BERUPA BENJOLAN
  • 4.
  • 5.
    ADA BAKAT/RIWAYAT KELUARGA PAPARAN ZATKIMIA Ditambah Faktor risiko SINAR UVTERUS MENERUS INFEKSIVIRUS GANGGUAN HORMON MAKANANTERTENTU MEROKOK KERUSAKAN/KELAINAN GEN DNA
  • 6.
    Kanker Leher Rahim(KLR) Penamaan • Kanker leher Rahim • Kanker Serviks • Kanker mulut Rahim
  • 7.
    Insidens Kanker LeherRahim a. b. Dunia Indonesia :Tertinggi nomer 4 kanker perempuan :Tertinggi nomer 2 kanker perempuan Kanker Leher Rahim (KLR) menimbulkan kematian 9% dari kasus Kanker di Indonesia (WHO,2020)
  • 8.
  • 9.
    Permasalahan KLR diIndonesia • • • • • Permasalahan yang ada sama seperti negara berkembang lainnya Angka cakupan skrining masih rendah (Indonesia< ) Penanganan kanker tidak menjadi prioritas Kurangnya pengetahuan dan kepedulian masyarakat terhadap kanker Kualitas SDM masih kurang dalam hal kepedulian, pengetahuan dan keterampilan tentang KLR Kurangnya fasilitas Kesehatan yang mendukung Ekonomi dan Sosial Budaya • •
  • 10.
    MASALAH UTAMA KANKERSERVIK DI INDONESIA Sekitar 48 juta wanita Indonesia berisiko  Kanker ke dua terbanyak di Indonesia (34% kanker pada perempuan) : 70% stadium lanjut ( > stage IIB)  Cakupan skrining yang rendah < 5% (idealnya ~ 80%)
  • 11.
    Permasalahan di Indonesia dtemukan 70 % pada stadium lanjut  Angka harapan hidup rendah ( > IIB)  15.000 new cases, 8.000 death 40 – 45 kasus baru 20 – 25 kematian / hari 3; 1 kematian per jam oleh karena Ca Servik  Cakupan skrining < 5% ( idealnya >80%) 1).Dirjen Pelayanan Medik Departemen Kesehatan RI. Badan Registrasi Kanker IAPI, Yayasan Kanker Indonesia. Kanker di Indonesia Tahun1998. Data Histopatologik. 2). Mochtarom M. Data registrasi Kanker Ginekologik. Bagian Obstetri dan Ginekologi.RSUPN /FKUI, Jakarta 1992 3). IARC, Globocan 2002 database; Summary table by Cancer 2002. http://www-dep.iarc.fr/top.htm.Accessed Feb 1, 2007
  • 12.
    KANKER SERVIKS KANKER YANGDIKETAHUI PENYEBABNYA Penyebabnya adalah virus human papiloma Jelas perjalanan penyakitnya
  • 13.
    E T IO L O G I • Human PapillomaVirus “HPV” • > 200 tipe HPV 18 February 2022 13
  • 14.
    Low risk Highrisk 18 February 2022 14
  • 15.
    INFEKSI HPV ADALAH “SEXUALLYTRANSMITTED DISEASE” 18February 2022 15 •Sebagian besar melalui hubungan/kontak seksual •HPV menginfeksi sel yang mengalami lecet (mikrolesi/mikroabrasi)
  • 16.
  • 17.
  • 18.
  • 19.
  • 20.
  • 21.
  • 22.
  • 23.
  • 24.
    Kanke PERJALANAN ALAMIAH r Lesi Prakanker HPV------------------- 3-17 tahun------------------------- Karsinoma Insitu Displasia keras Displasia ringan Displasia sedang Karsinoma invasif NIS I NIS III NIS II www.litbang.depkes.go.id ejournal.litbang.depkes.go.id
  • 25.
    “NATURAL HISTORY” SERVIKS KANKER About 60% regress within 2-3yrs About 15% progress within 3-4 yrs 30% - 70% progress within 10 yrs Source: PATH 1997. 18 February 2022 25 Invasive Cancer High-Grade SIL (CIN II, III/CIS) Cofactors High- Risk HPV (Types 16, 18, etc.) Low-Grade SIL (Atypia, CIN I) HPV-related Changes HPV Infection Normal Cervix
  • 26.
    PERJALANAN PENYAKIT KANKER Bulan SERVIKS Tahun Waktu NISII NIS III Normal epithelium NIS I KANKER SERVIKS HPV infection; koilocytosis High grade squamous intraepithelial lesion (HSIL) Low grade squamous intraepithelial lesion (ASCUS/LSIL) From incident to persistent HPV infection Spontaneous regression Terapi Skrining
  • 27.
  • 28.
    e ou nabang depkes go d j r l.lit . . .i /
  • 29.
    29 FAKTOR RISIKO INFEKSIHPV •Berhubungan seksual/ menikah usia muda •Berganti-ganti pasangan seksual •Pasangan seksual laki-laki yang •Perilaku seksual pasangan •Riwayat merokok •Imunosupresi tidak disunat • HPV = human papillomavirus. • 1. Louie KS et al. Br J Cancer. 2009;100:1191–1197. 2. Winer RL et al. Am J Epidemiol. 2003;157:218–226. 3. Svare EI et al. Sex Transm Infect. 2002;78:215–218. 4. Insinga RP et al. Clin Infect Dis. 2003;36:1397–1403. 5. Koutsky L. Am J Med.1997;102:3–8. 29
  • 30.
    Faktor Risiko Kanker LeherRahim : merokok Sistem imun menurun Berganti-ganti Pasangan seksual Ibu & saudara perempuan terkena kanker leher rahim Usia hub sex <20 tahun Penyakit menular seksual Riwayat papsmear sblmnya abN
  • 31.
    Penyebaran kanker servik •Noninvasif/ perkontinuitatum •Invasif - - limfogen hematogen
  • 32.
    M A U, G N A N T O r:t IN V .A S llV IE. C A N C ER ,.,.ORMA_L C E L L S A B N O R M A L CEILLS AB NORM AI L C E L L S M U L T I P L Y LYM P H - --t----="'-......._C".... VESSE L BLrQO,D V E S S E L tLOCAL INVASION A N G I O G E N E S I S Tum.ours gr'Ow their O'Wl'i b l o o d v e s s e l s L Y M P H V E S S E L M ETAST.A.SILS Geills move- 3Wai'f fi''Clm [Pl'irnary tumour ancl Ii nva de other p.all"ts o f t h e i b o d y v i a b l o o d vessels a n d lymp h V'li!� :sels
  • 33.
    PENGOBATAN KANKER SERVIK ejournal.litbang.depkes.go.id/ Dasarpertimbangan • Stadium,Lokasi ,luaslesi, • Usia,fungsi reproduksi
  • 34.
  • 35.
    KLASIFIKASI/ STADIUM • • • • • • • LESI PRAKANKER STADIUM I STADIUM II A STADIUM II B STADIUM III A STADIUM III B STADIUM IV ejournal.litbang.depkes.go.id/
  • 36.
    Perkiraan penderita bertahan5 tahun setelah didiagnosis ca serviks berdasarkan stadium ( 5 years survival rate ) STADIUM PRESENTASI 0 93% 1 92% 1A 80% 11A 63% IIB 58% IIIA 35 % III B 32% IV A 16% IV B 15%
  • 37.
  • 38.
  • 39.
    Vaksin HPV • HPVimmunization can prevent up to 70% of cases of cervical cancer due to HPV as well as 90% of genital warts (FDA) has approved 3 HPV vaccines: • Gardasil 9 targets HPV types 6, 11, 16, and 18 along with 31, 33, 45, 52, 58— these cause 90% of cervical cancer cases and most cases of genital warts— making it the most effective vaccine available The bivalent vaccine (Cervarix) targeted HPV 16 and 18 only, and was discontinued in the United States in 2016 The quadrivalent HPV vaccine (Gardasil) targeted HPV 16 and 18 as well as 6 and 11, which cause most cases of genital warts; the last available doses in the United States expired in May 2017; it has been replaced by Gardasil 9. • •
  • 40.
    Vaksin profilaksi untukHPV (Kanker Servks) •Merck quadrivalent, mengandung antigen HPV tipe 6, 11, 16, 18 •Dengan nama dagang “ Gardasil” •Dengan cara pemberian 0, 2, 6 secara i. m. di deltoid •GSK bivalent, mengandung antigen HPV tipe 16 dan 18 •Dengan nama dagang “Cervarix” •Cara pemberian: 0, 1. 6 bulan, secara i.m. di deltoid
  • 41.
    Vaksinasi HPV Mudah dilakukan Sumberdaya manusia banyak Masarakat memahami/terbiasa dengan vaksinasi Proteksi yang lama Biaya cukup mahal Belum ada program pemerintah Penggunaan vaksinasi masih terbatas • • • • • • •
  • 42.
    •Wanita : mulaiumur 7- 9 tahun ( belum menstruasi ) wanita dewasa ( tes Anti HPV dulu ) pemberian 3 kali. Interval 2-4bulan ( 0,2,6) . Pria : diberikan seawal mungkin ejournal.litbang.depkes.go.id/ Kapan dan kepada siapa diberikan vaksinasi
  • 43.
    VAKSINASI HPV Rekomendasi pemberianvaksin: •Panduan HOGI – wanita berusia 10-55 tahun (Andrijono. Kanker Serviks Edisi I. Divisi Onkolologi, Dept. Obstetri-Ginekologi FKUI, Jakarta. Balai Penerbit FKUI: 2007: 67) •Panduan IDAI – wanita berusia > 10 tahun (Ikatan DokterAnak Indonesia (IDAI): Buku Pedoman Imunisasi Di Indonesia, Edisi III, Jakarta; 2008) •Panduan PAPDI – wanita berusia 12-55 tahun (PAPDI, Buku Konsesus Imunisasi Dewasa 2008) 18 February 2022 43
  • 44.
  • 45.
    Sasaran &Tujuan Pogram PencegahanKanker Serviks • Menurunkan insiden dan mortalitas kanker serviks Deteksi awal penyakit Pengobatan seawal mungkin lesi pra kanker mencegah perkembangan menjadi kanker ivasif Mengunakan tes skrining yang sesuai • • • • • • Biaya murah Aman & dapat diterima Sensitivitas & spesitifitas tinggi
  • 46.
  • 47.
    MENCEGAH INFEKSI HPV 1. 2. Kehidupanseksual yang sehat Kondom  tdk melindungi 100%  tdk menutupi seluruh anogenital  proteksi thd PMS lainnya Vaksinasi HPV 3. 18 February 2022 52 PENCEGAHAN PRIMER
  • 48.
    •Menemukan kelainan sebelummenjadi kanker •Pemeriksaan Deteksi Dini Kanker Serviks     IVA Pap smear Kolposkopi Tes DNA HPV 18 February 2022 53 PENCEGAHAN SEKUNDER (DETEKSI DINI)
  • 49.
    1. Mengobati sesuaistadium dan kebutuhan 2. Memotivasi pengobatan 3. rehabilitasi 18 February 2022 54 PENCEGAHANTERSIER
  • 50.
    InspeksiVisual dengan (IVA) Asam Asetat •Pemeriksaanpaling sederhana •Dilakukan di daerah tanpa fasilitas •Efektif, aman, praktis, murah •Tidak invasif pap smear •Oleh dokter – bidan – paramedis 18 February 2022 55
  • 51.
    METODE DETEKSI DINIKANKER SERVIKS IVA /SITOLOGI (PAP SMEAR), TES HPV-DNA IVA(-) / SITOLOGI (-) / HPV-DNA (-) IVA (+) /SITOLOGI (+) / HPV(+) SKRENING RUTIN IVA (PEMERIKSAAN GINEKOLOGI) SITOLOGI (1 TH) HPV-DNA (3 TH) KOLPOSKOPI IVA (+) KRIO
  • 52.
    IVA SEBAGAI ALTERNATIF •DASAR  MUDAH, PRAKTIS, MAMPU LAKSANA • PRINSIP  ABNORMAL ASAM ASETAT AKAN MEMPENGARUHI EPITEL • TEKNIK : • USAPAN ASAM ASETAT 3 – 5 % • ACETOWHITE EPITHELIUM
  • 54.
  • 55.
    69 MENGENAL SSK Metaplasi epitel skuamosa Epitelkolumnar SSK lama SSK baru ZonaTransformasi
  • 56.
    TAMPILAN SERVIKS Lesi Prakanker Normal 71
  • 57.
    SIAPAYANG HARUS MENJALANITESIVA Semua perempuan usia 30-50 tahun (Sdh aktif sexual)
  • 58.
    dalam siklus menstruasi,termasuk saat menstruasi, saat asuhan nifas atau paska keguguran. •kunjungan ulang untuk tes IVA setiap 1 tahun KAPAN HARUS MENJALANITES IVA
  • 59.
    SKRINING DENGAN IVA IVAPOS BIOPSI IVA KOLPOS FOLLOW UP IVA NEG
  • 60.
    KEUNTUNGAN DAN KeuntunganIVA: Non –invasif KERUGIAN IVA     Mudah-murah Di Puskesmas Hasil LANGSUNG Sensitivitas,spesifisitas memadai Pelaksana IVA: • • • • Bidan Perawat terlatih Dokter Dokter spesialis Kerugian IVA: •Pada menopause diterapkan sering tidak dapat
  • 61.
  • 62.
    PEMERIKSAAN IVA (1) •Setelahselesai konseling, responden dilanjutkan dengan pemeriksaan IVA (InspeksiVisual Asam-asetat). •Bersihkan serviks dengan menggunakan kapas lidi bersih cairan yang keluar, darah atau mukosa dari leher rahim. •Identifikasi ostium servikalis dan amati sambungan sambungan skuamo kolumnar (SSK) serta daerah di sekitarnya. •Pada SSK yang tidak terlihat  tetap lakukan IVA. dari 80
  • 63.
    PEMERIKSAAN IVA (2) •Respondendengan kecurigaan kanker serviks  pemeriksaan IVA tidak dilakukan  pasien di rujuk. •Basahi kapas lidi dengan larutan asam asetat dan oleskan pada leher rahim. Bila perlu, gunakan kapas lidi bersih untuk mengulang pengolesan asam asetat sampai seluruh permukaan leher rahim benar-benar telah dioleskan asam asetat secara merata. Buang kapas lidi yang telah dipakai. 81
  • 64.
    PEMERIKSAAN IVA (3) •Setelahleher rahim dioleskan larutan asam asetat, tunggu selama 1 menit agar diserap dan memunculkan reaksi acetowhite. •Periksa SSK dengan teliti. Lihat apakah leher rahim mudah berdarah. Cari apakah ada bercak putih yang tebal atau epithel acetowhite yang menandakan IVA positif. 82
  • 65.
    PEMERIKSAAN IVA (4) •Bilaperlu, oleskan kembali asam asetat/usap rahim dengan kapas lidi bersih untuk menghilangkan mukosa, darah /debris yang terjadi saat pemeriksaan dan mungkin mengganggu pandangan. Buang kapas lidi yang telah dipakai. •Bila pemeriksaan visual pada leher rahim telah selesai, gunakan kapas lidi yang baru untuk menghilangkan sisa asetat dari leher rahim dan vagina. asam 83
  • 66.
    e ou nabang depkes go d PEMERIKSAAN IVA (5) •Lepaskan spekulum secara halus dan rendam di dalam larutan klorin 0,5% selama 10 menit untuk desinfeksi. j r l.lit . . .i /
  • 67.
    Dokumentasi dengan KameraDigital Sebelum asam asetat Setelah asam asetat Dokumentasi dr. Laila 2007
  • 68.
    Kriteria penilaian IVA I.Normal II. IVA positif : ditemukan bercak putih III. Kanker serviks
  • 69.
    TAMPILAN I VA I. NORMAL OVULA NABOTI EKTOPI SERVIKS 88
  • 70.
    Signifikansi Non klinis LesiAcetowhite (White Epitel) Garis putih dekat os (endoserviks) Jauh dari SSK Bintik putih pucat os (endoserviks) pada Putih pucat Positif Larik acetowhite 90
  • 71.
    Signifikansi Klinis Acetowhite (Whiteepitel) Lesi Daerah acetowhite dengan batas jelas, rapat, opak diTZ dekat dengan atau bersinggungan dengan SSK adalah tanda diagnosis NIS
  • 72.
  • 73.
  • 74.
    REKOMENDASIVAKSIN HPV • TheAdvisory Committee on Immunization Practices (ACIP) revised its HPV vaccine schedule in 2016, when it decreased the necessary doses from 3 to 2 for patients under age 15 and addressed the needs of special patient populations.7 • In late 2018, the FDA approved the use of the vaccine in men and women up to age 45
  • 75.