PROSES KEBANGKITAN NASIONAL
Dibuat Oleh: Rifqi Bagja Rizqullah
Kelas : 8 BL 2
PROSES KEBANGKITAN NASIONAL
Pengaruh kolonialisme dan
imperialisme barat di berbagai
daerah
Perkembangan kolonialisme dan
imperialsme barat
Terbentuknya kesadaran
nasional dan perkembangan
pergerakan kebangsaan
Indonesia
PERKEMBANGAN KOLONIALISME DAN
IMPERIALISME
Pada akhir abad XV, bangsa eropa melakukan penjelajahan
samudra. Dengan adanya perang salib lalu lintas perdagangan
eropa terganggu oleh karena itu. Bangsa Eropa melakukan
penjelajahan samudra untuk mencari rempah – rempah. Faktor –
faktor pendorang penjelajahan samudra adalah:
 Keinginan mencari kekayaan ( Gold )
 Keinginan menyebarkan agama ( Gospel)
 Keinginan mencari kejayaan ( Glory )
 Perkembangan Iptek
 Jatuhnya konstantinopel ke bangsa Turki
Kolonialisme adalah penguasaan oleh suatu negara atas daerah
atau negara lain. Imperialisme adalah sistem politik yang
menjajah untuk mendapat kekuasaan dan keuntungan besar
PERKEMBANGAN KOLONIALISME DAN
IMPERIALISME BARAT
 Muncul dan saling bergantinya
pemerintahan kolonial
 Dan kebijakan kebijakannya
Muncul dan saling bergantinya pemerintahan
kolonial
a. Voc menguasai nusantara
Verenidge oost – indische compagnie (voc). VOC
didirikan tahun 1602. Voc adalah organisasi para
pedagang Hindia Belanda yang berusaha
menguasai nusantara VOC dibuat oleh John Van
Olden Baurnevelt
Untuk mempertahankan kedudukan Voc
Pemerintah belanda memberi hak octrooj ( hak
istimewa )
1. Memiliki tentara
2. Mendirikan benteng
3. Mengangkat pegawai
 Pada pengunjung abad ke 18. Voc kewalahan karena
menghadapi keuangan. Perhimpunan ini tidak bisa memberi
keuntungan ke negara. Voc dibubarkan pada tanggal 31
desember 1799
Adapun sebabnya :
1. Korupsi merajarela
2. Mendirikan benteng
3. Banyak pegawai yang tidak Cakap dalam mengendalikan
Monopoli
4. Banyak prajurit VOC mati karena Menghadapi Perlawanan
rakyat
Ketika Voc menghadapi kesulitan, Di eropa sedang
berlangsung perang koalisi 1792-1797. Belanda di ambil alih
oleh prancis dan berubah menjai bataafsche republik.
B. Prancis meguasai nusantara (1806 – 1811)
Pada tahun 1806 Repulik bataaf dihapus dan diganti dengan koninkrijk
Holland (kerajaan belanda) Sejak itu wilayah hindia belanda dipegang oleh
Louis Napoleon saudaranya napoleon bonaparte raja perancis saat itu.
Louis Napoleon mengangkat Herman Wiliam Daendels sebagai gubenur
jendral di hindia belanda mulai tahun 1808 dia ditugaskan untuk
mempertahankan wilayah bekas VOC dari inggris.
Kebijakan Deendles :
a. Membentuk pasukan orang – orang Indonesia
b. Mendirikan pabrik senjata
c. Membangun pangkalan armada di merak dan ujung kulon
d. Mendirikan benteng – benteng pertahanan
e. Membangun Jalan raya Anyer – panarukan 1.100 Km
Dan ada beberapa cara yang dilakukan untuk mendapat dana menjalankan
tugasnya :
1. Contingenten: mewajibkan penduduk untuk menyerahkan sebagian hasil
bumi sebagai pajak
2. Kerja rodi ( Sistem kerja paksa)
3. Verplitche leverentie: mewajibkan penduduk menjual hasil bumi kepada
belanda dengan harga yang di tentukan
4. Prianger Selsel: mewajibkan penduduk priangan menanam kopi
Pemerintahan deendels membuat penderitaan rakyat karena dendels kejam
terhadap rakyat deendels diganti denggan Jendral Janssens
Masa Janssens di nusantara
Pada tanggal 3 agustus 1811 Lord Minto menyerang batavia dan
membuat permintaan dan permintaan itu di tolak dan terjadilah
perang.
Gubenur Jenderal Janssens ternyata seorang gubenur jendral yang
lemah. Ketika Inggris menyerang Janssens inggris menang jadi
mendatangani perjanjian Rekapitulasi tuntang 17 desember 1811
isinya:
1. Seluruh militer belanda menjadi tawanan inggris
2. Utang pemerintah belanda tidak diakui Inggris
3. Indonesia diserahkan ke inggris
Kesalahan Janssens
1. Tidak terjalinnya hubungan kerja sama dengan raja raja di indonesia
2. Angkatan perang warisan Dendels kurang kuat
3. Janssens kurang cakap memimpin pemerintahan
Pemerintahan Inggris di Indonesia (1811 – 1816)
Dalam perjanjian Tuntang disebutkan bahwa pulau jawa
diserahkan kepada inggris. Lord Minto selaku Gubernur East India
Company (EIC) mengutus Thomas Stamford Raffles untuk menjadi
penguasa wilayah bekas Hindia Belanda. Pada tanggal 19 oktober
1811. Raffles menerapkan sistem sewa tanah (Landrent):
1. Penyerahan wajib dan wajib kerja dihapuskan
2. Hasil pertanian dipungut langsung oleh pemerintah
3. Rakyat harus menyewa tanah dan membayar pajak kepada
pemerintah sebagai pemilik tanah
Dan kebijakan lainnya antara lain :
1. Membagi pulau jawa menjadi 16 karisdenan
2. Melarang perdagangan budak
3. Segala bentuk pajak wajib diserahkan pada masa Deendles
4. Menghapus peran bupati sebagai pemungut pajak
Thomas Stamford
Raffles
Lord Minto
Sistem pajak sewa tanah (Landrent) pada masa raffles
mengalami kegagalan sebab:
1. Sulit menentukan pajak yang harus dibayar
2. Tidak adanya dukungan para bupati
3. Pajak sewa tanah harus dibayar dengan uang, padahal rakyat
belum mengenal sistem peredaran uang.
Pemerintahan Raffles berakhir tahun 1816 sebab berda-
sarkan perjanjian london (convensi london) yang memutuskan
bahwa tanah jajahan belanda yang direbut perancis dikem-
balikan. 19 agustus 1816 Inggris diwakili John Fendall dan
Belanda diwakili oleh Mr. Elout, van der capellen, Dan buykes
Dalam pemerintahannya yang singkat Raffles juga berjasa
1. Menyusun buku history of java
2. Menemukan bunga Raflesia Alnordi
3. Merintis terbentuknya kebun raya bogor
 Belanda menguasai kembali Nusantara
Kebijakan ekonomi kolonial belanda (1816 –
1900)
1. Penjualah tanah partikelir (particulier Landrijen)
adalah tanah milik kaum swasta yang dibeli dari
pemerintah kolonial Belanda. Tanah tersebut
diperuntukan bagi para pejabat dan orang orang
yang berjasa kepada pemerintahan kolonial
belanda. Para pemilik tanah partikelir disebut tuan
tanah. Para tuan tanah nonpribumi terdiri atas orang
belanda,cina, dan arab.
Para tuan tanah partikelir memiliki kedudukan
dan kekuasaan seperti kepala desa atau bupati
disebabkan mereka membeli tanah atau menyewa
tanah yang luas. Para tuan tanah mengusahakan
tanaman ekspor seperti kopi,
teh,cokelat,tebu,kayu,lada, dan nila (indigo) tetapi
rakyat diperas – peras secara habis – habisan dan
kegiatan ini dilarang ketika pemerintah dipimpin oleh
van der capelen
2. Sistem tanam paksa
Sistem tanam paksa adalah aturan yang mengharuskan atau
memaksa penduduk membayar pajak kepada pemerintahan kolonial
Belanda dalam bentuk barang berupa hasil tanaman yang dapat di
pasaran dunia. Tanaman tersebut adalah kopi,tebu,nila, tembakau,
kina, kayu manis, dan kapas. Dan sering disebut cutuur stesel yang
mencetuskan gagsan ini adalah Johanes van den Bosch.
Pada tahun 1830. terdapat aturan dimuat lembaran negara (staat blad)
Nomor 22 tahun 1834. aturan itu berbunyi,
1. Penduduk agar menyediakan sebagian tanahnya untuk ditanami
dengan tanamn eropa yang laku dijual
2. Tanah yang ditanami tidak melebihi seperlimadari tanah pertanian
milik penduduk
3. Pekerjaan yang diperlukan tidak boleh melebihi pekerjaan menanam
padi
4. Tanah yang disediakan untuk tanaman debebaskan dari
pembayaran pajak
5. Hasil tanaman harus diserahkan kepada belanda, sedangkan
kelebihan hasil dari jumlah pajak dibayarkan kembali kepada rakyat
6. Kegagalan panen menjadi tanggungan pemerintah belanda
7. Mereka yang tidak memiliki tanah harus bekerja di perkebunan
pemerintah lebih dari 66 hari
8. Penggarapan penanaman dibawah pengawasan langsung kepala –
kepala pribumi. Pegawai – pegawai eropa mengawasi secara umum
jalannya penggarapan sampai pengangkut
Penyimpangan – penyimpangan pada pelaksanaannya,
terjadi banyak penyimpangan terhadap aturan yang ditetapkan.
Penyimpangan tersebut juga karena para bupati mengejar
cultuur procenten. Culttur procenten adalah hadiah atau
persentase tertentu jika petugas menyerahkan hasil tanaman
melebihi target yang ditentukan. Dan rakyat yang harusnya
dibayar ternyata tidak di bayar. Jika rakyat tidak mematuhi
maka rakyat dijatuhi hukuman
Akibatnya dari sistem tanam paksa
Untuk belanda
1. Pemerintahmemperoleh surplus keuangan dapat digunakan
untuk menjalankan penjajahan di hindia belanda dan
membangun negri
2. Badan usaha dagang belanda memperoleh keuntungan yang
besar setelah mendapat hak monopoli
Bagi rakyat
1. Banyak rakyat yang meniggal,kelaparan,sakit, terutama daerah
cirebon,demak,grobongan
2. Penduduk mulai mengenal berbagai tanaman ekspor seperti
Kritik terhadap tanam paksa
Banyaknya hal yang merugikan bagi rakyat kebanyakan
telah menarik perhatian tokoh – tokoh belanda untuk memberi
tanggapan, kritik, dan reaksi atas penyelanggaraan sistem
tanam paksa. Tokoh belanda yang amat terkenal mengencam
pelaksanaan sustem tanam paksa adalah Douwes Dekker.
Mengungkapkan kritik kepada pemerintah dengan buku
berjudul buku Max Haveler (aku sudah banyak menderita)
dengan nama samaran Multatuli. Jadi sistem tanam paksa
dihapuskan yang sudah berlangsung 40 tahun (1830 – 1870)
Undang undang agraria 1870 dan Pengaruhnya
Pada tahun 1870 pemerintah belanda memasuki jaman liberal.
Menurut kaum liberal kehidupan perekonomian akan berja-lan
lancar jika pemerintah tidak ikut campur dalam perekonomian
dan pihak swasta bebas melakukan tindakan ekonomi
Pada tahun 1870 belanda mengeluarkan undang undang agraria
tujuannya adalah :
1. Memberikan kesempatan kepada para pengusaha swasta
asing untuk menyewa tanah dari rakyat indonesia
2. Melindungi hak milik petani pribumi atas tanahnya dari
pengusaha asing
Isi undang-undang agraria
1. Gubernur jendral tidak diperbolehkan menjual tanah
2. Gubernur jendral dapat menyewakan tanah menurut
ketentuan yang diatur dalam undang undang
3. Tanah tanah diberikan dengan hak penguasaan selama
waktu tidak lebih dari 75 tahun sesuai ketentuan
4. Gubernur jendral tidak boleh mengambil tanah tanah
yang dibuka oleh rakyat
Akibatnya atau dampaknya kepada rakyat :
1. Tanah perkebunan tambah semakin luas
2. Rakyat utama pulau jawa dalam kemiskinan dan
penderitaan
3. Usaha kerajinan rakyat terdesak dengan barang barang
impor
4. Rakyat pedesaan mulai mengenal arti pentingnya
perederan uang
5. Modal swasta mulai di tanam di indoneisia
PENGARUH KOLONIALISME DAN
IMPERIALISME BARAT DI BERBAGAI
DAERAH
Perlawanan rakyat
terhadap pemerintah
Pesebaran agama
kristen pada masa
kolonial
Pengaruh kolonialisme di pulau Jawa
a. Pemerintahan kolonial menggunakan sistem model indirect
rule (pemerintahan langsung) yang memanfaatkan penguasa
pribumi (bupati) untuk mengeksploitasi rakyat dan sumber
kekayaan alam
b. Hubungan sosial berdasarkan abdi bendara yang feodal tetap
dipertanahkan untuk menciptakan garis pemisah antara
penguasadengan rakyat serta perpecahan di kalangan pribumi
c. Pulau jawa yang subur dikuras kekayaannya dengan berbagai
kebijakan ekonomi, seperti contingenten, verplichte
leveranties, cultuur stelsel
d. Keadaan tokoh kalangan pribumi memudahkan memecah
kerajaan seperti mataram melalui perjanjian salatiga 1757
Pengaruh kolonial di luar pulau Jawa
a. Kawasan nusantara bagian timur banyak mendapat pengaruh
agama kristen dan budaya belanda. Pada abad 16 bahasa
portugis pernah menjadi bahasa pergaulan
b. Pada kawasan barat nusantara, terutama sumatra para
investor belanda.,inggris, amerika dan lain – lain
memanfaatkan wilayah tersebut dengan membuka
perkebunan dan pertambangan memperoleh keuntungan
besar. Dan ini pernah diberlakukan di pemerintahan kolonial
c. Pemerintah kolonial selalu memonopoli (menguasai) wilayah
maluku yang kaya rempah rempah. Untuk mempertahankan
harga di pasaran eropa kolonial melakukan extirpatie , yakni
membakar dan mencabuti phon rempah rempah milik
penduduk
d. Dalam upaya menguasaai kerajaan mereka menerapkan
devide et impera (pecah belah dan kuasai), seperti mengadu
domba
PERLAWANAN TERHADAP KOLONIAL
BELANDA
 Perlawanan Pattimura (1817)
Berdasarkan conversi london (1814) maluku
termasuk kekuasaan inggris yang diserahkan
kepada belanda. Dan belanda menunjuk van
Mddelkoop sebagai gubernur maluku. Tetapi
kembalinya maluku kepada belanda telah
membuat kemarahan rakyat. Sebagai
awalnya rakyat menyampaikan protes di
bawah pimpinan Thomas Matulessy dan
mereka menyerahkan daftar keluluhan rakyat
kepada belanda yang ditandatangani oleh 21
penguasa. Dan pergerakan itu di dukung oleh
rakyat di Honimoa, Haruku, Ambonia, Seram,
dan daerah lainnya
 Tanggal 9 mei 1817, rakyat maluku di saparua mengangkat
Thomas Matulessy sebagai pimpinan gerakan perlawanan
rakyat dengan gelar Pattimura.
 Tanggal 15 mei 1817 mulanya perlawanan dengan merampas
perahu – perahu pos yang berada di pelabuhan Porto. Dan
mereka mulai menyerang benteng banyak serdadu belanda
ditangkap dan dibunuh termasuk residen porto yaitu Van Den
Berg dan pada saat itu juga benteng Duurstede jatuh ke tangan
Maluku.
 Tanggal 20 Mei 1817 pasukan Belanda di bawah pimpinan
Mayor Beetjes mendarat di Saparua dan disambut dengan
rentetan tembakan dari rakyat Maluku yang menyebabkan
tewasnya Mayor Beetjes.
 Tanggal 2 Agustus 1817, Belanda berhasil menduduki Benteng
Duurstede dan gagal menangkap Pattimura
 Tanggal 16 Desember 1817, Pattimura dijatuhi hukuman
gantung di Benteng Nieuw Victoria Di kota Ambon,
penangkapan ini telah mengakhiri perjuangan rakyat Maluku.
 Perang Padri (1821 – 1837)
Perang Padri adalah perang antara kaum Padri dengan
kaum adat dan Belanda.
 Tanggal 10 Pebruari 1821 , Residen Belanda Du Puy
mengadakan perjanjian dengan kaum adat untuk
menghancurkan kaum Paderi di bawah pimpinan Tuanku
Imam Bonjol tetapi gagal.
 Tahun 1825 Belanda mengadakan perjanjian damai
dengan kaum padri dan kaum paderi menyetujui
perjanjian itu, Tetapi belanda membatalkan perjanjian
yang telah dibuat sebelumnya. Kolonel Elout melancarkan
serangan ke kaum padri dan ini menyadarkan kaum adat
bahwa Belanda ingin menguasai dan menindas
Minangkabau. Akhirnya Kaum Adat bergabung dengan
Kaum Padri untuk menghadapi Belanda
• Pertengahan tahun 1832 Gubernur jendral
Van De Bosch mengrim bantuan militer ke
Padang . Dalam pasukan tersebut disertakan
Sentot Ali Basyah Prawirodirjo dan
pengikutnya. Yang akhirnya yang membelot ke
Kaum Padri kemudian dia ditangkap dan
diasingkan ke Cianjur dan pasukan dibubarkan
oleh Belanda.
• Tahun 1835 Belanda mengalahkan kaum padri
di Simawang.
• Tanggal 25 Oktober 1837, Tuanku Imam
Bonjol beserta pasukannya menyerah
dikarnakan ditutupnya jalan - jalan
penghubung Benteng Bonjol dengan daerah–
daerah lainnya Tuanku Imam Bonjol dibuang
ke Cianjur
 Perang Diponegoro ( 1825 – 1839)
• Perang Diponegoro dipimpin oleh Pangeran
Diponegoro atau Raden Mas Ontowiryo
(nama kecil)
• Sebab – sebab umum terjadi perang
Diponegoro :
1. Belanda turut campur dalam urusan
keraton
2. penderitaan rakyat akibat perlakuan
pemerintah Kolonial Belanda yang
sewenang-wenang
3. Kebencian kalangan istana karena Belanda
semakin mempersempit wilayah kerajaaan
4. Kekecewaan kaum ulama terhadap orang–
orang Belanda yang merendahkan budaya
timur.
• Sebab Khusus terjadinya perang
Diponegoro yaitu pemasangan tongkat-
tongkat untuk membuat jalan yang melalui
makam leluhur Pangeran Diponegoro di
• Pada tanggal 20 Juli 1825 Belanda dibawah pimpinan
A.H. Smisaert menyerang Pangeran Diponegoro di
Tegalrejo. Dalam penyerangan ini Pangeran Diponegoro
dibantu oleh Pangeran Mangkubumi,Kiai Mojo dan Sentot
Alibasyah pusat pertahanan yang semula di Tegalrejo
dipindahkan ke daerah Selarong.
• Pada tahun 1827 untuk menghadapi perang Diponegoro,
Belanda menerapkan sistem Benteng Stelsel (sistem
benteng) Dibawah pimpinan Letnan Jendral de Kock.
Tujuannya
1. Mempersempit gerak Pangeran Diponegoro
2. Memecah belah pasukan Diponegoro
3. Menekan pertahanan Diponegoro agar cepat menyerah
Adanya Benteng Stelsel membuat kedudukan Pangeran
Diponegoro terdesak.
• Pada tanggal 28 Maret 1830, Pangeran Diponegoro
ditangkap setelah usai perundingan oleh pemerintah
Belanda. Kemudian diasingkan ke Manado dipindahkan
lagi ke Makasar dan di kota ini Pangeran Diponegoro wafat
• Perang Aceh 1873 – 1904
• Penyebab terjadinya perang Aceh melawan
pemerintah Kolonial Belanda :
1. Belanda menuntut Aceh mengakui kekuasaan
Belanda
2. Belanda turut campur dalam urusan luar negri
Aceh
3. Ditanganinya Trakat Sumatra tahun 1871 yang
memberikan kebebasan Belanda memperluas
kekuasaan di Sumatra termasuk Aceh.
• Pada tanggal 26 Maret 1873 Belanda
menyerang Aceh dibawah pimpinan Mayjen
Kohler
• Pada Tanggal 14 April 1873 Mayjen Kohler
tewas, ini merupakan kegagalan belanda
menguasai Aceh
• Tokoh Perjuangan rakyat Aceh adalah Teuku
Cik Ditiro, Pangeran Polim, Teuku Cik
Peusangan, Cut Mutia, Teuku Umar dan istrinya
• Sejak bulan Agustus 1893 Belanda menggunakan siasat
adu domba diusulkan oleh Jendral Deykerhoff . Tokoh
pejuang yang terjerat dengan siasat adu domba adalah
Teuku Umar, ia dipercayai memimpin sebuah pasukan
Belanda dengan gelar Teuku Johan Pahlawan.
• Tanggal 30 Maret 1896 Teuku Umar menyatakan keluar dari
Dinas Militer Belanda dan menggalang persatuan dan
perlawanan terhadap Belanda. Membelot Teuku Umar
kepada Belanda adalah sebuah taktik masyarakat Aceh
untuk mendapatkan persenjataan dan strategi perang
Belanda
• Pemerintah Belanda mengirim Dr.Snouck Hurgronje dengan
menyamar sebagai ulama bernama Abdul Gafar untuk
menyelidiki kehidupan masyarakat Aceh. Hasil
penyelidikannya ditulis dalam buku berjudul De Atjehers, ia
menyarankan pemerintah belanda harus menggunakan
siasat kekerasan, pengelompokan dalam masyarakat
sehingga kekuatan bisa di pecah belah. Kekuatan
masyarakat Aceh terletak pada kepemimpinan ulama dan
• Pada tahun 1899 Kolonel Van Heutz memimpin pasukan
Marsose dalam penyerangan dengan siasat kekerasan.
Dalam penyerangan ini Teuku Umar wafat dalam
pertempuran dan Cut Nyak Dhien ditangkap dan dibuang ke
Sumedang.
• Pada tahun 1904 Sultan Muhammad Daud Syah terpaksa
menandatangani Korte Verklaring ( Plakat Pendek) yang
isinya Aceh mengaku tunduk kepada pemerintahan Hindia
Belanda.
• Penyebaran Agama Kristen pada masa Kolonial
Masuk agama Nasrani ke Indonesia berkaitan
dengan masuknya bangsa eropa ke Indonesia hal
ini sesuai dengan semboyan Gospel yaitu
penyebaran agama Nasrani
• Masuknya agama Katholik
proses penyebaran agama Katholik melalui sebuah
organisasi (badan) yang disebut Misionaris Portugis
yang terkenal adalah Cus Xaverius dan Mantteteo
Ricci. Para Misionaris memusatkan kegiatannya di
Maluku,Sulawesi Utara ,NTT,dan Sangir
• Masuknya agama Kristen
Sejak abad ke 12 peranan agama Katholik oleh
Portugis di indonesia surut diganti oleh kedatangan
Belanda yang menyebarkan agama Kristen
Protestan di Indonesia antara lain
Ludwing,Inomensen,Sebastian,Chaert, dan
Heurnius. Penyebaran dilakukab di
Maluku,Sangir,Talaud,Timur,Tapanuli,dan sebagian
Jawa dan Sumatera
TERBENTUKNYA KEASADARAN NASIONAL
DAN PERKEMBANGAN PERGERAKAN
KEBANGSAAN INDONESIA
Perkembangan
pendidikan dan
munculnya
Nasionalisme Indonesia
Peranan golongan terpelajar,
profesional,dan pers dalam
menumbuhkan kembangan
kesadaran nasional indonesia
Peranan organisasi-organisasi
pergerakan kebangsaan
dalam membentuk
nasionalisme Indonesia
Penggunaan istilah indonesia
sebagai identitas kebangsaan
Peran manifesto politik 1925, kongres pemuda
1928, dan kongres perempuan pertama dalam
pembentukan identitas kebangsaan indonesia.
• Perkembangan pendidikan dan munculnya Nasionalisme
Indonesia
karena belanda berhasil meluaskan kekuasaan di
Nusantara dan mengeluarkan bermacam-macam kebijakan
yang dapat meraup keuntungan besar. Belanda
menerapkan politik pintu terbuka yang memberi
kesempatan kepada pengusaha asing untuk menanam
modal. Dan Belanda mendirikan sekolah rendah dengan
harapan menghasilkan tenaga kerja yang murah dalam
waktu singkat.
• Pada tahun 1848 mendirikan sekolah khusus mempunyai
ciri-ciri :
1. Diterapkannya prinsip berangsur – angsur
2. Pemberlakuan dualisme pendidikan bagi anak belanda dan
anak bumiputra
3. Adanya keterbatasan tujuan bagi sekolah bumiputera
4. Tidak ada perencanaan pendidkan yang sitematis
Pendidikan SD
1.Europa Lagere School ( ELS) atau sekolah tingkat rendah eropa
2. Hollandch-Chineesche school (HCS) atau sekolah Cina-Belanda
3. Hollandsch-Inlandche school (HIS) atau sekolah Bumiputera-
Belanda
4. Volkschool atau sekolah desa
5. Vervolgschool atau sekolah sambungan
6.Schakelschool atau sekolah peralihan
Pendidikan SMP/SMA
1. Hoogere Burger School (HBS) atau sekolah tinggi warga
masyarakat
2. Algemeene Middelbare School (AMS) atau sekolah menengah
umum
3. Meer Uitgebreid Lager Onderwijs (MULO) atau pendidikan rendah
diperluas
4. Opleiding School voor Indische Ambtenaren (ostavia) atau
sekolah pendidikan pegawai pribumi
5. School tot Opleiding van Inlandse Artsen (STOVIA) atau sekolah
Pendidikan menengah kejuruan
1. Technisch Onderwijs (Pendidikan teknik)
2. Handels Onderwijs (Pendidikan dagang)
3. Landbouw Onderwijs (Pendidikan pertanian)
4.Kweeksscool ( sekolah keguruan)
5. Meisjes Vakonderwijs (pendidikan kejuruan kewanitaan)
Pendidkan tinggi
1. Geneekundinge Hooge School (GHS) atau sekolah tinggi
kedokteran
2. Rechtskudinge Hooge School (RHS) atau sekolah tinggi hukum
3. Technische Hooge School (THS) atau sekolah tinggi teknik
• Selain berkembang yang pendidikan oleh pemerintahan
kolonial,terdapat pula pendidikan berbasis islam disebabkan:
1. Tumbuhnya kerajaan-kerajaan Islam nusantara, seperti
berdirinya Kesultanan Aceh yang memancarkan syiar Islam
ke Malaka, Sumatra Barat, Sulawesi Maluku bahkan sampai
ke
Filipina, begitu jiga di pulau Jawa pengaruh agama Islam
cukup
berkembang sampai ke Lampung dan Palembang.
2. Hubungan perdagangan masyarakat nusantara dengan
pedagang dari Gujarat, Arab dan Persia.
• Lembaga Pendidikan berbasis Islam yang terkenal adalah
- Pesantren Tebu Ireng di Jombang (1899)
- Muhammadiyah di Yogyakarta (1912)
- Sumatra Thawalib di Minangkabau (1918)
- Madrasah Normal Islam Amuntai di Kalimantan Selatan (1928)
Peranan Golongan Terpelajar, Profesional, dan Pers dalam
Menumbuh-
kan kembangkan Kesadaran Nasional Indonesia
Munculnya Golongan Terpelajar dan Profesional
• Tahun 1899 muncul tulisan Van Deventer yang berjudul Een
Ereschud isinya mengecam pemerintahan Belanda yang tidak
memperhatikan nasib penduduk tanah jajahan artinya Belanda
berhutang budi kepada rakyat jajahan dengan cara memberikan
kesejahteraan. Dan usulan ini mendapat dukungan dari kaum
Liberal seperti Van Kol, Van Dedem dan Brooschooft.
• Tahun 1901, Ratu Belanda mengesahkan Politik Etis (politik
balas budi). Menurut Van Deventer politik etis untuk memajukan
kesejahteraan rakyat Indonesia melalui Irigasi (pengairan),
Transmigrasi (memindahkan penduduk), Edukasi (pendidikan).
• Bidang edukasi memberi pengaruh positif bagi bangsa Indonesia
terutama kaum terpelajar. Pemerintah Belanda mengharapkan
penyelenggaraan edukasi dapat menyediakan tenaga kerja
terdidik yang terampil dan murah. Tetapi sebaliknya justru
muncul kalangan terpelajar Indonesia yang mengobarkan
semangat kebangsaan (nasionalisme) untuk menentang
pemerintahan Belanda.
• Politik Etis berdampak pula bagi munculnya golongan profesional
(kelompok pekerja berdasarkan keahlian dan ketrampilan)
seperti:
- tahun 1905 berdiri Staats Spoorwegen (perkumpulan pekerja
Perusahaan Negara (PN)
- tahun 1908 berdiri Vereniging van Spoor en Tramweg Personeel
(VSTP) bagi pegawai jasa angkutan darat, kereta api dan trem.
- pegawai pegadaian mendirikan Perserikatan Pegawai
Pegadaian
Bumiputra (PPPB)
Peranan Pers dalam Menumbuhkan Kesadaran Nasional Indonesia
• Media massa yang pertama muncul berbahasa Melayu
diantaranya Pembrita Betawi, Matahari dan Sinar Djawa.
• Surat kabar yang dikelola organisasi pergerakan diantaranya:
- Darmo Kondo dikelola Budi Utomo
- Oetoesan Hindia dikelola Sarikat Islam
- Het Tijdschrift dan De Express yang diterbitkan Indische Partij.
• Tahun 1916 terbit majalah yang berupa jurnal oleh Indische
Vereniging. Karena adanya perubahan struktur dan sifat
perjuangan Indische Vereniging ganti dengan nama Perhimpunan
Indonesia, nama majalah Hindia Poetra diganti dengan nama
Indonesia Merdeka.
Peranan Organisasi-Organisasi Pergerakan Kebangsaan dalam
Membentuk Nasionalisme Indonesia
• pergerakan nasional umumnya bertujuan untuk memperbaiki
kesejahteraan rakyat dan mencapai kemerdekaan bangsa.
Seperti Budi Utomo
• Timbulnya pergerakan nasional ada dua faktor dari dalam negri
dan luar negeri:
Faktor Dalam Negeri(Internal)
- adanya penderitaan lahir batin rakyat Indonesia akibat
penjajahan
- lahirnya kaum terpelajar (kaum intelektual) di Indonesia
Faktor Luar Negeri (Eksternal)
- kemenangan Jepang atas Rusia pada perang tahun 1904-1905
- munculnya gerakan nasional di berbagai negara seperti India,
Filipina, Cina, Turki, dan Mesir.
Organisasi-Organisasi Pergerakan Kebangsaan yang bersifat Etnik
• Budi Utomo (1908)
Didirikan pada tanggal 20 Mei 1908 oleh Dr. Sutomo. Budi Utomo
merupakan pelopor pergerakan nasional Indonesia.
Konggres pertama berlangsung pada tanggal 3 – 5 Oktober 1908
yang menghasilkan keputusan:
- tidak melibatkan diri dalam kegiatan politik
- bergerak dalam bidang pendidikan dan budaya
- merumuskan tujuan Budi Utomo yaitu kemajuan yang selaras
antara negara dan bangsa.
• Sarikat Islam (1911)
Pada awalnya Sarikat Islam bernama Sarikat Dagang
Islam (SDI) yang didirikan di Solo pada tahun 1911 oleh H.
Samanhudi.
Sarikat Islam didirikan di Solo pada tanggal 10 September 1911 oleh
H.O.S Cokroaminoto, Abdul Muis dan H. Agus Salim dengan tujuan:
- mengembangkan jiwa dagang
- membantu anggota yang mengalami kesulitan dalam bidang usaha
- memajukan pengajaran bagi bangsa indonesia
- memperbaiki pendapat-pendapat yang keliru mengenai agama
islam
- hidup menurut perintah agama
Pada periode 1916-1921, oraganisasi sarikat islam memiliki
pengaruh besar dalam percantuman politik nasional. Hal ini karena
Sarikat Islam selalu menentang belanda yang tidak adil. Pada
kongres ke 3 di Bandung tanggal 17-24 Juni 1916, Sarikat islam telah
memiliki 800.000 anggota yang tersebar dalam 80
sarikat islam di Indonesia
• Indische Partij (1912)
didirikan di Bandung pada tanggal 25 desember 1912 oleh tiga
serangkai,yaitu Douwes Dekker(Danudirja Setiabudi) , Dr.Cipto
Mangoenkoesoemo, dan Soewardi Soerjaningrat (Ki Hadjar
Dewantara). Indische Partij mempuyai tujuan yaitu
- menumbuhkan dan meningkatkan jiwa persatuan semua
golongan
- memajukan tanah air dengan dilandasi jiwa nasional
- mempersiapkan kehidupan rakyat yang merdeka.
Indische Partij adalah orgarnisasi politik pertama di Indonesia.
Hal ini karena tegas menyatakan sebagai organisasi yang
bercita-cita mencapai Indonesia merdeka melalui majalah De
Expres. Pemerintah Kolonial Belanda menolak mengakui
Indische Partij diaggap mengancam pemerintah kolonial. Oleh
sebab itu pada tahun 1813 ketiga pendiri Indisce Partij diasingka
ke negeri Belanda. Dan berkhirlah kiprah Indische Partij di
Indonesia
• Oraganisasi-organisasi yang bersifat kedaerahan dan
keagamaan
• Oraganisasi Kedaerahan
Pada tahun 1915, berdirilah organisasi kepemudaan yang disebut
Tri Koro Dharmo oleh R.Satiman Wiryosanjoyo, Kadarman dan
Sunardi. Anggotanya terdiri dari para pemuda yang berasal dari
Jawa dan Madura. Tri Koro Dharmo bermakna tiga tujuan mulia
(sakti, budi, mulia) dengan tujuan:
- menjalin persatuan di antara para siswa sekolah menengah dan
perguruan kejuruan
- memperluas pengetahuan umum bagi para anggotanya
- membangkitkan rasa cinta terhadap bangsa dan budaya sendiri.
Pada konggres pertama nama Tri Koro Dharmo berubah menjadi
Jong Java, dari daerah bermuculan organisasai kedaerahan
seperti Jong Pasundan, Jong Minahasa, Jong Celebes, Jong
Batak, Pemuda Kaum Betawi, Sekar Rukun dan Timorees.
• Organisasi- Organisasi Keagamaan
• Pada akhir abad ke -19, muncul gerakan reformasi di
negara yang mayoritas pendudukannya beragama
Islam, gerakan ini bertujuan manjalankan Islam sesuai
dengan ajaran aslinya dan menginginkan agama Islam
dihargai oleh pihak barat.
• Di Indonesia muncul organisasi keagamaan seperti:
- Muhammadiyah pada tanggal 18 Nopember 1912
(K.H.Ahmad
Dahlan
- Al Irsyad di Jakarta pada bulan September 1913
(Syekh Ahmad
Surkati)
- Sumatra Thawalib di Minangkabau pada tahun 1918
- Jong Islamieten Bond (JIB), Pemuda Muslimin
Indonesia, Anshor
Nahdatul Ulama, Pemuda Muhammadiyah.
- Organisasi keagamaan di luar Islam antara lain
Pemuda Kristen dan
Persatuan Pemuda Katholik.
Organisasi-Organisasi Pergerakan Kebangsaan Indonesia pada
Masa
Radikal
• Tahun 1920 – 1942 pergerakan kebangsaan Indonesia mempunyai
2 strategi perjuangan yaitu:
- perjuangan bersifat radikal: perjuangan yang amat keras
menuntutperubahan dengan cara melakukan nonkooperasi (tidak
berkerjasama) terhadap pemerintahan kolonial Belanda.
- perjuangan bersifat moderat: perjuangan yang menghindari
tindakan kekerasaan yang ditandai dengan strategi kooperasi
(kerjasama) dengan perintahan kolonial Belanda.
• Organisasi pergerakan kebangsaan di masa radikal antara lain:
1. Perhimpunan Indonesia (1924)
- Indische Vereeniging merupakan organisasi yang didirikan di
Belanda oleh Sultan Kasayangan dan RM Noto Suroso.
Tujuannya
untuk memajukan kepentingan bersama yang berasal dari
Indonesia.
- Pada tahun 1924, Indische Vereeniging merubah nama menjadi
Indonesische Vereeniging, tanggal 3 Pebruari 1925 berganti
menjadi Perhimpunan Indonesia. Cita-cita PI tertuang dalam
empat pokok ideologi yaitu kesatuan nasional, solodaritas,
• Pada bulan Agustus 1926, tokoh-tokoh PI mengikuti Kongres Liga
Penentang Imprealisme dan Penindasan Kolonial di Paris,
kongres ini menyokong perjuangan untuk mencapai Indonesia
merdeka.
• Pada tahun 1928 di Den Haag, keempat tokoh-tokoh PI yaitu
Mohammad Hatta, Nazir Pamuntjak, Abdul Madjid Djojodiningrat
dan Ali Sastroamidjojo ditangkap dan dituntut di pengadilan
karena sepak terjangnya yang menentang penjajah Belanda dan
dibebaskan karena tidak terbukti.
2. Partai Nasional Indonesia (PNI)
• PNI didirikan di Bandung pada tanggal 4 Juli 1927 oleh Ir.
Soekarno. Tujuannya adalah mencapai Indonesia merdeka.
• PNI berkembang pesat karena beberapa faktor yaitu:
- Pelarangan organisasi PKI
- Propaganda yang menarik oleh Ir. Soekarno.
• PNI mempunyai tiga asas pokok yaitu:
• 1. Berjuang dengan usaha sendiri (Self help)
• 2. Bersedia berkerjasama dengan pemerintah kolonial dan
hanya
mengakui pemerintah yang lahir dari rakyat (Nonkooperasi)
• 3. Berkeinginan mengangkat kesejahteraan rakyat
• Tokoh pimpinan PNI ditangkap oleh Belanda. Hal ini
menimbulkan keresahan dan menimbulkan wacana untuk
membubarkan PNI.
• Pembubaran PNI menimbulkan pro dan kontra, akhirnya PNI
pecah menjadi dua, Mr. Sartono mendirikan Partindo, dan
Drs. Mohammad Hatta serta Sutan Syahrir mendirikan PNI
Baru.
3. Partai Komunis Indonesia (PKI)
• PKI didirikan pada tanggal 23 Mei 1920 yang merupakan
ajaran Marxis yang dibawa Sneevliet.
• Pada tanggal 4 Mei 1914, Sneevliet mendirikan organisasi
Indische
Social Democratische Vereeniging (ISDV) di Semarang.
• PKI terus berkembang di Indonesia disebabkan oleh
beberapa faktor antara lain:
- propaganda yang menarik
- pandai merebut simpati rakyat
- memiliki pemimpinm yang berjiwa kerakyatan
- mempunyai sikap tegas terhadap pemerintah kolonial
• PKI melakukan taktik penyusupan ke organisasi Sarikat
Islam yang tepecah menjadi dua yaitu SI-Putih dan SI-
Merah. SI-Merah (pro komunis) pada tahun 1924 mengubah
namanya menjadi Sarikat Rakyat.
• Pada tanggal 14 Nopember 1926, PKI melakukan
pemberontakan ke berbagai daerah. Dalam penyerangan ini
PKI menghasut ribuan orang untuk ikut serta dalam
pemberontakan tersebut.
Organisasi-Organisasi Pergerakan Kebangsaan Indonesia pada Masa
Moderat
•Organisasi pergerakan kebangsaan mengubah strategi perjuangan dari radikal
ke moderat, disebabkan oleh:
- pemerintahan kolonial Belanda terus melakukan tekanan keras
terhadap organisasi pergerakan yang ada akibat pemberontakan
PKI tahun 1926 dan 1927.
- Organisasi-organisasi pergerakan di Indonesia mengalami
kesulitan dana akibat krisis malaise (krisis ekonomi dunia) pada
tahun 1930.
1. Partai Indonesia Raya (1935)
Parindra didirikan oleh dr. Sutomo pada tanggal 26 Desember 1935 di
Solo, dengan tujuan mancapai Indonesia Raya. Tujuan ini dilakukan
dengan cara:
a. Memperkokoh persatuan dan kesatuan bangsa Indonesia
b. Menjalankan aksi politik untuk mencapai pemerintahan yang
c. Memajukan ekonomi dan sosial masyarakat Indonesia.
Parindra merupakan gabungan dari organisasi Budi Utomo dan Partai
Bangsa Indonesia yang memiliki tujuan yang sama yaitu berusaha
mengangkat derajat bangsa Indonesia.
Tokoh Parindra antara lain Moh.Husni Thamrin, R.Sukarjo Wiryopranoto,
R.Panji Suroso, Wuryaningrat dan Mr.Susanto Tirtoprojo
2. Gerakan Rakyat Indonesia (Gerindo)
• Gerindo didirikan di Jakarta pada tanggal 24 Mei 1937 oleh
Sartono, Sanusi Pane dan Moh.Yamin.
• Tujuan didirikan Gerindo yaitu:
- mewujudkan Indonesia merdeka
- memperkokoh ekonomi indonesia
- meningkatkan kesejahteraan kaum buruh
- memberi bantuan kepada kaum pengangguran
3. Gabungan Politik Indonesia (Gapi)
• Pada tanggal 15 Juli 1936, partai-partai politik yang
dipelopori Sutardjo Kartohardikusumo mengajukan petisi
yang terkenal dengan Petisi Sutarjo berupa permohonan
penyelenggaraan musyawarah antara wakil Indonesia dan
Belanda.
• Tujuan mengajukan petisi adalah untuk memujudkan
pemerintahan Indonesia yang berdiri sendiri.
• Petisi yang diajukan ditolak oleh pemerintah Belanda,
karena itu maka terbentuklah Gabungan Politik Indonesia
(Gapi) pada tanggal 21 Mei 1939 yang diprakasai oleh
Mohammad Husni Thamrin dengan tujuan menuntut agar
Indonesia mempunyai parlemen sendiri.
Penggunaan Istilah Indonesia sebagai Identitas Kebangsaan
• Istilah Indonesia dipakai J.R.Logan (etnolog Inggris) dalam
Journal of the Indian Archipelago and Eastern Asia bahwa
Indonesia berasal dari gabungan dua kata India dan Nesos yang
bermakna Kepulauan Hindia (pulau-pulau yang dihuni penduduk
Indonesia).
• Tahun 1884 arti etnoligis digunakan dalam tulisan seorang
ilmuwan Jerman A.Bastin.
• Istilah itu kemudian dipakai dalam ilmu etnologi, hukum adat dan
ilmu bahasa oleh guru-guru besar Universitas Leiden seperti
R.A.Kern, Snoucck Hurgronje, Van dan Vallenhoven. Melalui
buku-buku yang ditulis guru besar istilah Indonesia
disebarluaskan melalui pemakaian kata Indobesie, Indonesier
atau Indonesisch.
• Para pelajar Indonesia yang menuntut ilmu di Belanda
menggunakan istilah tersebut. Nama organisasi pelajar yang
semula bernama Indische Vereniging (1908) berubah manjadi
Indonesische Vereniging (1922) dan diubah lagi menjadi
Perhimpunan Indonesia (1924). Dalam kata pengantar majalah
Indonesia Merdeka termuat kalimat: Kita memasuki tahun baru
• Pada tanggal 28 Oktober 1928, pembentukan identitas nasional
Indonesia makin jelas dengan diikrarkan Sumpah Pemuda di
Kongres Pemuda II di gedung Indonesische Clubgebouw (IC)
jalan Kramat Raya 106 Jakarta. Dalam Sumpah Pemuda
diikrarkan kalimat satu nusa, satu bangsa, dan satu bahasa.
Sebagai tanda bahwa masionalisme Indonesia mendapatkan
dukungan dari semua suku bangsa dari Sabang sampai
Merauke.
• Bahasa Melayu sebagai pengantar di Nusantara disebut bahasa
Indonesia dan lagu Indonesia Raya gubahan Wage Rudolf
Supratman untuk pertama kalianya diperdengarkan dalam
kongres.
• Dalam politik ketetenegaraan Moh.Husni Thamrin
mengumumkan akan menggunakan bahasa Indonesia setiap
pidato dalam sidang volksraad (Dewan Rakyat)
• Dalam bidang sastra kata Indonesia sebagai identitas nasional
dipopulerkan para sastrawan Poejangga Baroe seperti Sutan
Takdir
• Alisyahbana, Armyn Pane, Sanusi Pane, dan Amir Hamzah
• Istilah Indonesia secara resmi menjadi arti politik ketatanegaraan
Peran Manifesto Politik 1925, Kongres Pemuda 1928, dan Kongres
Perempuan Pertaman dalam Pembentukan Identitas Kebangsaan
Indonesia
a. Manifesto Politik 1925
Yaitu suatu pernyataan terbuka dengan tujuan dan pandangan
seseorang atau sekelompok terhadap masalah negara.
• Manifesto Politik 1925 merupakan pernyataan dasar atau
deklarasi dari Perhimpunan Indonesia di Belanda yang berbunyi:
Masa depan rakyat secara eksklusif dan semata-mata
terletak dalam bentuk suatu pemerintahan yang
bertanggungjawab kepada rakyat dalam arti yang sebenar-
benarnya hanya bentuk pemerintahan yang seperti itu saja
yang dapat diterima oleh rakyat. Setiap orang Indonesia
harus berjuang untuk tujuan ini sesuai dengan kemampuan
dan kecakapannya, dengan kekuatan dan usahanya sendiri,
tanpa bantuan dari luar. Setiap pemecahbelahan kekuatan
bangsa Indonesia dalam bentuk apapun haruslah ditentang,
karena hanya dengan persatuan yang erat di antara putra-
putra Indonesia saja yang dapat menuju ke arah tercapainya
tujuan bersama.
• Manifesto Politik 1925 mengandung empat pokok pikiran yaitu:
1. Kesatuan nasional yaitu usaha untuk mengesampingkan
perbedaan berdasarkan daerah dan membentuk kesatuan
aksi melawan Belanda serta menciptakan negara
kebangsaan Indonesia yang merdeka dan bersatu.
2. Solidaritas, yaitu perasaan senasib yang disebabkan
adanya pertentangan di antara penjajah serta tajamnya
konflik di antara kulit putih dan sawo matang.
3. Nonkooperasi, yaitu adanya keyakinan bahwa kemerdekaan
bukan hadiah dari Belanda, tetapi harus direbut dengan
mengandalkan kekuatan sendiri dan menolak untuk kerja
sama.
4. Swadaya yaitu mengandalkan kekuatan sendiri dengan
mengembangkan kehidupan politik, sosial. Ekonomi dan
hukum dengan administrasi kolonial.
b. Kongres Pemuda 1928
• Para pemuda menginginkan adanya persatuan
untuk melawan penjajahan. Untuk itu tahun 1926
didirikan Perhimpunan Pelajar-Pelajar Indonesia
(PPPI)
• Kongres Pemuda I yang diprakarsai oleh PPPI
berlangsung 30 April– 2 Mei 1926. Kongres ini
diprakarsai Muhamad Tabrani (ketua) dengan
anggota Bahder Djohan, Sumarto, Jan Toule,
Soulehuwij dan Paul Pinontuan. Tujuan diadakannya
kongres ini adalah untuk membentuk badan sentral
dan mempererat hubungan di antara organisasi
pemuda. Hasil pertemuan ini mengambil keputusan:
- semua perkumpulan pemuda bersatu ke dalam
organisasi
Pemuda Indonesia
- Kongres Pemuda II perlu disiapkan
• Kongres Pemuda II disenggarakan pada tanggal 27
– 28 Oktober 1928 di gedung Indonesische
Clubgebouw (IC) di jalan Kramat Raya 106 Jakarta
diketuai oleh Sugondo Joyopuspito dengan dihadiri
wakil-wakil perkumpulan pemuda.
• Hasil Kongres Pemuda II, yaitu:
1. Ikrar Sumpah Pemuda, yang berisi satu nusa, satu bangsa,
dan satu bahasa Indonesia.
2. Lagu Indonesia Raya ditetapkan sebagai lagu kebangsaan
Indonesia
3. Bendera Merah Putih ditetapkan sebagai bendera pusaka
bangsa Indonesia.
4. Semua organisasi pemuda dilebur menjadi satu dengan
nama Indonesia Muda.
c. Kongres PerempuanPertama Indonesia
• Tokoh-tokoh wanita Indonesia yang berusaha memperjuangkan
derajat dan emansipasi wanita, di antaranya Raden Ajeng
Kartini (1879-1904), Raden Dewi Sartika (1884-1947), dan
Maria Walanda Maramis (1872-1924).
• Pada tanggal 22 Agustus 1928 di Yogyakarta diselengarakan
Kongres Perempuan Indonesia yang dihadiri berbagai wakil
organisasi wanita di antaranya Ny.Sukamto, Ny.Ki Hadjar
Dewantara dan Nona Suyatin.
• Hasil keputusan kongres adalah:
- membentuk Perserikatan Perempuan Indonesia (PPI)
- merumuskan tujuan yaitu mempersatukan cita-cita dan usaha
untuk memajukan wanita Indonesia
- mengadakan gabungan atau perikatan di antara perkumpulan
wanita.
 Terima Kasih atas perhatiannya
 Semoga sukses

IPS Kelas 8 Bab 2

  • 1.
    PROSES KEBANGKITAN NASIONAL DibuatOleh: Rifqi Bagja Rizqullah Kelas : 8 BL 2
  • 2.
    PROSES KEBANGKITAN NASIONAL Pengaruhkolonialisme dan imperialisme barat di berbagai daerah Perkembangan kolonialisme dan imperialsme barat Terbentuknya kesadaran nasional dan perkembangan pergerakan kebangsaan Indonesia
  • 3.
    PERKEMBANGAN KOLONIALISME DAN IMPERIALISME Padaakhir abad XV, bangsa eropa melakukan penjelajahan samudra. Dengan adanya perang salib lalu lintas perdagangan eropa terganggu oleh karena itu. Bangsa Eropa melakukan penjelajahan samudra untuk mencari rempah – rempah. Faktor – faktor pendorang penjelajahan samudra adalah:  Keinginan mencari kekayaan ( Gold )  Keinginan menyebarkan agama ( Gospel)  Keinginan mencari kejayaan ( Glory )  Perkembangan Iptek  Jatuhnya konstantinopel ke bangsa Turki Kolonialisme adalah penguasaan oleh suatu negara atas daerah atau negara lain. Imperialisme adalah sistem politik yang menjajah untuk mendapat kekuasaan dan keuntungan besar
  • 4.
    PERKEMBANGAN KOLONIALISME DAN IMPERIALISMEBARAT  Muncul dan saling bergantinya pemerintahan kolonial  Dan kebijakan kebijakannya
  • 5.
    Muncul dan salingbergantinya pemerintahan kolonial a. Voc menguasai nusantara Verenidge oost – indische compagnie (voc). VOC didirikan tahun 1602. Voc adalah organisasi para pedagang Hindia Belanda yang berusaha menguasai nusantara VOC dibuat oleh John Van Olden Baurnevelt Untuk mempertahankan kedudukan Voc Pemerintah belanda memberi hak octrooj ( hak istimewa ) 1. Memiliki tentara 2. Mendirikan benteng 3. Mengangkat pegawai
  • 6.
     Pada pengunjungabad ke 18. Voc kewalahan karena menghadapi keuangan. Perhimpunan ini tidak bisa memberi keuntungan ke negara. Voc dibubarkan pada tanggal 31 desember 1799 Adapun sebabnya : 1. Korupsi merajarela 2. Mendirikan benteng 3. Banyak pegawai yang tidak Cakap dalam mengendalikan Monopoli 4. Banyak prajurit VOC mati karena Menghadapi Perlawanan rakyat Ketika Voc menghadapi kesulitan, Di eropa sedang berlangsung perang koalisi 1792-1797. Belanda di ambil alih oleh prancis dan berubah menjai bataafsche republik.
  • 7.
    B. Prancis meguasainusantara (1806 – 1811) Pada tahun 1806 Repulik bataaf dihapus dan diganti dengan koninkrijk Holland (kerajaan belanda) Sejak itu wilayah hindia belanda dipegang oleh Louis Napoleon saudaranya napoleon bonaparte raja perancis saat itu. Louis Napoleon mengangkat Herman Wiliam Daendels sebagai gubenur jendral di hindia belanda mulai tahun 1808 dia ditugaskan untuk mempertahankan wilayah bekas VOC dari inggris. Kebijakan Deendles : a. Membentuk pasukan orang – orang Indonesia b. Mendirikan pabrik senjata c. Membangun pangkalan armada di merak dan ujung kulon d. Mendirikan benteng – benteng pertahanan e. Membangun Jalan raya Anyer – panarukan 1.100 Km Dan ada beberapa cara yang dilakukan untuk mendapat dana menjalankan tugasnya : 1. Contingenten: mewajibkan penduduk untuk menyerahkan sebagian hasil bumi sebagai pajak 2. Kerja rodi ( Sistem kerja paksa) 3. Verplitche leverentie: mewajibkan penduduk menjual hasil bumi kepada belanda dengan harga yang di tentukan 4. Prianger Selsel: mewajibkan penduduk priangan menanam kopi Pemerintahan deendels membuat penderitaan rakyat karena dendels kejam terhadap rakyat deendels diganti denggan Jendral Janssens
  • 8.
    Masa Janssens dinusantara Pada tanggal 3 agustus 1811 Lord Minto menyerang batavia dan membuat permintaan dan permintaan itu di tolak dan terjadilah perang. Gubenur Jenderal Janssens ternyata seorang gubenur jendral yang lemah. Ketika Inggris menyerang Janssens inggris menang jadi mendatangani perjanjian Rekapitulasi tuntang 17 desember 1811 isinya: 1. Seluruh militer belanda menjadi tawanan inggris 2. Utang pemerintah belanda tidak diakui Inggris 3. Indonesia diserahkan ke inggris Kesalahan Janssens 1. Tidak terjalinnya hubungan kerja sama dengan raja raja di indonesia 2. Angkatan perang warisan Dendels kurang kuat 3. Janssens kurang cakap memimpin pemerintahan
  • 9.
    Pemerintahan Inggris diIndonesia (1811 – 1816) Dalam perjanjian Tuntang disebutkan bahwa pulau jawa diserahkan kepada inggris. Lord Minto selaku Gubernur East India Company (EIC) mengutus Thomas Stamford Raffles untuk menjadi penguasa wilayah bekas Hindia Belanda. Pada tanggal 19 oktober 1811. Raffles menerapkan sistem sewa tanah (Landrent): 1. Penyerahan wajib dan wajib kerja dihapuskan 2. Hasil pertanian dipungut langsung oleh pemerintah 3. Rakyat harus menyewa tanah dan membayar pajak kepada pemerintah sebagai pemilik tanah Dan kebijakan lainnya antara lain : 1. Membagi pulau jawa menjadi 16 karisdenan 2. Melarang perdagangan budak 3. Segala bentuk pajak wajib diserahkan pada masa Deendles 4. Menghapus peran bupati sebagai pemungut pajak Thomas Stamford Raffles Lord Minto
  • 10.
    Sistem pajak sewatanah (Landrent) pada masa raffles mengalami kegagalan sebab: 1. Sulit menentukan pajak yang harus dibayar 2. Tidak adanya dukungan para bupati 3. Pajak sewa tanah harus dibayar dengan uang, padahal rakyat belum mengenal sistem peredaran uang. Pemerintahan Raffles berakhir tahun 1816 sebab berda- sarkan perjanjian london (convensi london) yang memutuskan bahwa tanah jajahan belanda yang direbut perancis dikem- balikan. 19 agustus 1816 Inggris diwakili John Fendall dan Belanda diwakili oleh Mr. Elout, van der capellen, Dan buykes Dalam pemerintahannya yang singkat Raffles juga berjasa 1. Menyusun buku history of java 2. Menemukan bunga Raflesia Alnordi 3. Merintis terbentuknya kebun raya bogor
  • 11.
     Belanda menguasaikembali Nusantara Kebijakan ekonomi kolonial belanda (1816 – 1900) 1. Penjualah tanah partikelir (particulier Landrijen) adalah tanah milik kaum swasta yang dibeli dari pemerintah kolonial Belanda. Tanah tersebut diperuntukan bagi para pejabat dan orang orang yang berjasa kepada pemerintahan kolonial belanda. Para pemilik tanah partikelir disebut tuan tanah. Para tuan tanah nonpribumi terdiri atas orang belanda,cina, dan arab. Para tuan tanah partikelir memiliki kedudukan dan kekuasaan seperti kepala desa atau bupati disebabkan mereka membeli tanah atau menyewa tanah yang luas. Para tuan tanah mengusahakan tanaman ekspor seperti kopi, teh,cokelat,tebu,kayu,lada, dan nila (indigo) tetapi rakyat diperas – peras secara habis – habisan dan kegiatan ini dilarang ketika pemerintah dipimpin oleh van der capelen
  • 12.
    2. Sistem tanampaksa Sistem tanam paksa adalah aturan yang mengharuskan atau memaksa penduduk membayar pajak kepada pemerintahan kolonial Belanda dalam bentuk barang berupa hasil tanaman yang dapat di pasaran dunia. Tanaman tersebut adalah kopi,tebu,nila, tembakau, kina, kayu manis, dan kapas. Dan sering disebut cutuur stesel yang mencetuskan gagsan ini adalah Johanes van den Bosch.
  • 13.
    Pada tahun 1830.terdapat aturan dimuat lembaran negara (staat blad) Nomor 22 tahun 1834. aturan itu berbunyi, 1. Penduduk agar menyediakan sebagian tanahnya untuk ditanami dengan tanamn eropa yang laku dijual 2. Tanah yang ditanami tidak melebihi seperlimadari tanah pertanian milik penduduk 3. Pekerjaan yang diperlukan tidak boleh melebihi pekerjaan menanam padi 4. Tanah yang disediakan untuk tanaman debebaskan dari pembayaran pajak 5. Hasil tanaman harus diserahkan kepada belanda, sedangkan kelebihan hasil dari jumlah pajak dibayarkan kembali kepada rakyat 6. Kegagalan panen menjadi tanggungan pemerintah belanda 7. Mereka yang tidak memiliki tanah harus bekerja di perkebunan pemerintah lebih dari 66 hari 8. Penggarapan penanaman dibawah pengawasan langsung kepala – kepala pribumi. Pegawai – pegawai eropa mengawasi secara umum jalannya penggarapan sampai pengangkut
  • 14.
    Penyimpangan – penyimpanganpada pelaksanaannya, terjadi banyak penyimpangan terhadap aturan yang ditetapkan. Penyimpangan tersebut juga karena para bupati mengejar cultuur procenten. Culttur procenten adalah hadiah atau persentase tertentu jika petugas menyerahkan hasil tanaman melebihi target yang ditentukan. Dan rakyat yang harusnya dibayar ternyata tidak di bayar. Jika rakyat tidak mematuhi maka rakyat dijatuhi hukuman Akibatnya dari sistem tanam paksa Untuk belanda 1. Pemerintahmemperoleh surplus keuangan dapat digunakan untuk menjalankan penjajahan di hindia belanda dan membangun negri 2. Badan usaha dagang belanda memperoleh keuntungan yang besar setelah mendapat hak monopoli Bagi rakyat 1. Banyak rakyat yang meniggal,kelaparan,sakit, terutama daerah cirebon,demak,grobongan 2. Penduduk mulai mengenal berbagai tanaman ekspor seperti
  • 15.
    Kritik terhadap tanampaksa Banyaknya hal yang merugikan bagi rakyat kebanyakan telah menarik perhatian tokoh – tokoh belanda untuk memberi tanggapan, kritik, dan reaksi atas penyelanggaraan sistem tanam paksa. Tokoh belanda yang amat terkenal mengencam pelaksanaan sustem tanam paksa adalah Douwes Dekker. Mengungkapkan kritik kepada pemerintah dengan buku berjudul buku Max Haveler (aku sudah banyak menderita) dengan nama samaran Multatuli. Jadi sistem tanam paksa dihapuskan yang sudah berlangsung 40 tahun (1830 – 1870)
  • 16.
    Undang undang agraria1870 dan Pengaruhnya Pada tahun 1870 pemerintah belanda memasuki jaman liberal. Menurut kaum liberal kehidupan perekonomian akan berja-lan lancar jika pemerintah tidak ikut campur dalam perekonomian dan pihak swasta bebas melakukan tindakan ekonomi Pada tahun 1870 belanda mengeluarkan undang undang agraria tujuannya adalah : 1. Memberikan kesempatan kepada para pengusaha swasta asing untuk menyewa tanah dari rakyat indonesia 2. Melindungi hak milik petani pribumi atas tanahnya dari pengusaha asing
  • 17.
    Isi undang-undang agraria 1.Gubernur jendral tidak diperbolehkan menjual tanah 2. Gubernur jendral dapat menyewakan tanah menurut ketentuan yang diatur dalam undang undang 3. Tanah tanah diberikan dengan hak penguasaan selama waktu tidak lebih dari 75 tahun sesuai ketentuan 4. Gubernur jendral tidak boleh mengambil tanah tanah yang dibuka oleh rakyat Akibatnya atau dampaknya kepada rakyat : 1. Tanah perkebunan tambah semakin luas 2. Rakyat utama pulau jawa dalam kemiskinan dan penderitaan 3. Usaha kerajinan rakyat terdesak dengan barang barang impor 4. Rakyat pedesaan mulai mengenal arti pentingnya perederan uang 5. Modal swasta mulai di tanam di indoneisia
  • 18.
    PENGARUH KOLONIALISME DAN IMPERIALISMEBARAT DI BERBAGAI DAERAH Perlawanan rakyat terhadap pemerintah Pesebaran agama kristen pada masa kolonial
  • 19.
    Pengaruh kolonialisme dipulau Jawa a. Pemerintahan kolonial menggunakan sistem model indirect rule (pemerintahan langsung) yang memanfaatkan penguasa pribumi (bupati) untuk mengeksploitasi rakyat dan sumber kekayaan alam b. Hubungan sosial berdasarkan abdi bendara yang feodal tetap dipertanahkan untuk menciptakan garis pemisah antara penguasadengan rakyat serta perpecahan di kalangan pribumi c. Pulau jawa yang subur dikuras kekayaannya dengan berbagai kebijakan ekonomi, seperti contingenten, verplichte leveranties, cultuur stelsel d. Keadaan tokoh kalangan pribumi memudahkan memecah kerajaan seperti mataram melalui perjanjian salatiga 1757
  • 20.
    Pengaruh kolonial diluar pulau Jawa a. Kawasan nusantara bagian timur banyak mendapat pengaruh agama kristen dan budaya belanda. Pada abad 16 bahasa portugis pernah menjadi bahasa pergaulan b. Pada kawasan barat nusantara, terutama sumatra para investor belanda.,inggris, amerika dan lain – lain memanfaatkan wilayah tersebut dengan membuka perkebunan dan pertambangan memperoleh keuntungan besar. Dan ini pernah diberlakukan di pemerintahan kolonial c. Pemerintah kolonial selalu memonopoli (menguasai) wilayah maluku yang kaya rempah rempah. Untuk mempertahankan harga di pasaran eropa kolonial melakukan extirpatie , yakni membakar dan mencabuti phon rempah rempah milik penduduk d. Dalam upaya menguasaai kerajaan mereka menerapkan devide et impera (pecah belah dan kuasai), seperti mengadu domba
  • 21.
    PERLAWANAN TERHADAP KOLONIAL BELANDA Perlawanan Pattimura (1817) Berdasarkan conversi london (1814) maluku termasuk kekuasaan inggris yang diserahkan kepada belanda. Dan belanda menunjuk van Mddelkoop sebagai gubernur maluku. Tetapi kembalinya maluku kepada belanda telah membuat kemarahan rakyat. Sebagai awalnya rakyat menyampaikan protes di bawah pimpinan Thomas Matulessy dan mereka menyerahkan daftar keluluhan rakyat kepada belanda yang ditandatangani oleh 21 penguasa. Dan pergerakan itu di dukung oleh rakyat di Honimoa, Haruku, Ambonia, Seram, dan daerah lainnya
  • 22.
     Tanggal 9mei 1817, rakyat maluku di saparua mengangkat Thomas Matulessy sebagai pimpinan gerakan perlawanan rakyat dengan gelar Pattimura.  Tanggal 15 mei 1817 mulanya perlawanan dengan merampas perahu – perahu pos yang berada di pelabuhan Porto. Dan mereka mulai menyerang benteng banyak serdadu belanda ditangkap dan dibunuh termasuk residen porto yaitu Van Den Berg dan pada saat itu juga benteng Duurstede jatuh ke tangan Maluku.  Tanggal 20 Mei 1817 pasukan Belanda di bawah pimpinan Mayor Beetjes mendarat di Saparua dan disambut dengan rentetan tembakan dari rakyat Maluku yang menyebabkan tewasnya Mayor Beetjes.  Tanggal 2 Agustus 1817, Belanda berhasil menduduki Benteng Duurstede dan gagal menangkap Pattimura  Tanggal 16 Desember 1817, Pattimura dijatuhi hukuman gantung di Benteng Nieuw Victoria Di kota Ambon, penangkapan ini telah mengakhiri perjuangan rakyat Maluku.
  • 23.
     Perang Padri(1821 – 1837) Perang Padri adalah perang antara kaum Padri dengan kaum adat dan Belanda.  Tanggal 10 Pebruari 1821 , Residen Belanda Du Puy mengadakan perjanjian dengan kaum adat untuk menghancurkan kaum Paderi di bawah pimpinan Tuanku Imam Bonjol tetapi gagal.  Tahun 1825 Belanda mengadakan perjanjian damai dengan kaum padri dan kaum paderi menyetujui perjanjian itu, Tetapi belanda membatalkan perjanjian yang telah dibuat sebelumnya. Kolonel Elout melancarkan serangan ke kaum padri dan ini menyadarkan kaum adat bahwa Belanda ingin menguasai dan menindas Minangkabau. Akhirnya Kaum Adat bergabung dengan Kaum Padri untuk menghadapi Belanda
  • 24.
    • Pertengahan tahun1832 Gubernur jendral Van De Bosch mengrim bantuan militer ke Padang . Dalam pasukan tersebut disertakan Sentot Ali Basyah Prawirodirjo dan pengikutnya. Yang akhirnya yang membelot ke Kaum Padri kemudian dia ditangkap dan diasingkan ke Cianjur dan pasukan dibubarkan oleh Belanda. • Tahun 1835 Belanda mengalahkan kaum padri di Simawang. • Tanggal 25 Oktober 1837, Tuanku Imam Bonjol beserta pasukannya menyerah dikarnakan ditutupnya jalan - jalan penghubung Benteng Bonjol dengan daerah– daerah lainnya Tuanku Imam Bonjol dibuang ke Cianjur
  • 25.
     Perang Diponegoro( 1825 – 1839) • Perang Diponegoro dipimpin oleh Pangeran Diponegoro atau Raden Mas Ontowiryo (nama kecil) • Sebab – sebab umum terjadi perang Diponegoro : 1. Belanda turut campur dalam urusan keraton 2. penderitaan rakyat akibat perlakuan pemerintah Kolonial Belanda yang sewenang-wenang 3. Kebencian kalangan istana karena Belanda semakin mempersempit wilayah kerajaaan 4. Kekecewaan kaum ulama terhadap orang– orang Belanda yang merendahkan budaya timur. • Sebab Khusus terjadinya perang Diponegoro yaitu pemasangan tongkat- tongkat untuk membuat jalan yang melalui makam leluhur Pangeran Diponegoro di
  • 26.
    • Pada tanggal20 Juli 1825 Belanda dibawah pimpinan A.H. Smisaert menyerang Pangeran Diponegoro di Tegalrejo. Dalam penyerangan ini Pangeran Diponegoro dibantu oleh Pangeran Mangkubumi,Kiai Mojo dan Sentot Alibasyah pusat pertahanan yang semula di Tegalrejo dipindahkan ke daerah Selarong. • Pada tahun 1827 untuk menghadapi perang Diponegoro, Belanda menerapkan sistem Benteng Stelsel (sistem benteng) Dibawah pimpinan Letnan Jendral de Kock. Tujuannya 1. Mempersempit gerak Pangeran Diponegoro 2. Memecah belah pasukan Diponegoro 3. Menekan pertahanan Diponegoro agar cepat menyerah Adanya Benteng Stelsel membuat kedudukan Pangeran Diponegoro terdesak.
  • 27.
    • Pada tanggal28 Maret 1830, Pangeran Diponegoro ditangkap setelah usai perundingan oleh pemerintah Belanda. Kemudian diasingkan ke Manado dipindahkan lagi ke Makasar dan di kota ini Pangeran Diponegoro wafat
  • 28.
    • Perang Aceh1873 – 1904 • Penyebab terjadinya perang Aceh melawan pemerintah Kolonial Belanda : 1. Belanda menuntut Aceh mengakui kekuasaan Belanda 2. Belanda turut campur dalam urusan luar negri Aceh 3. Ditanganinya Trakat Sumatra tahun 1871 yang memberikan kebebasan Belanda memperluas kekuasaan di Sumatra termasuk Aceh. • Pada tanggal 26 Maret 1873 Belanda menyerang Aceh dibawah pimpinan Mayjen Kohler • Pada Tanggal 14 April 1873 Mayjen Kohler tewas, ini merupakan kegagalan belanda menguasai Aceh • Tokoh Perjuangan rakyat Aceh adalah Teuku Cik Ditiro, Pangeran Polim, Teuku Cik Peusangan, Cut Mutia, Teuku Umar dan istrinya
  • 29.
    • Sejak bulanAgustus 1893 Belanda menggunakan siasat adu domba diusulkan oleh Jendral Deykerhoff . Tokoh pejuang yang terjerat dengan siasat adu domba adalah Teuku Umar, ia dipercayai memimpin sebuah pasukan Belanda dengan gelar Teuku Johan Pahlawan. • Tanggal 30 Maret 1896 Teuku Umar menyatakan keluar dari Dinas Militer Belanda dan menggalang persatuan dan perlawanan terhadap Belanda. Membelot Teuku Umar kepada Belanda adalah sebuah taktik masyarakat Aceh untuk mendapatkan persenjataan dan strategi perang Belanda • Pemerintah Belanda mengirim Dr.Snouck Hurgronje dengan menyamar sebagai ulama bernama Abdul Gafar untuk menyelidiki kehidupan masyarakat Aceh. Hasil penyelidikannya ditulis dalam buku berjudul De Atjehers, ia menyarankan pemerintah belanda harus menggunakan siasat kekerasan, pengelompokan dalam masyarakat sehingga kekuatan bisa di pecah belah. Kekuatan masyarakat Aceh terletak pada kepemimpinan ulama dan
  • 30.
    • Pada tahun1899 Kolonel Van Heutz memimpin pasukan Marsose dalam penyerangan dengan siasat kekerasan. Dalam penyerangan ini Teuku Umar wafat dalam pertempuran dan Cut Nyak Dhien ditangkap dan dibuang ke Sumedang. • Pada tahun 1904 Sultan Muhammad Daud Syah terpaksa menandatangani Korte Verklaring ( Plakat Pendek) yang isinya Aceh mengaku tunduk kepada pemerintahan Hindia Belanda.
  • 31.
    • Penyebaran AgamaKristen pada masa Kolonial Masuk agama Nasrani ke Indonesia berkaitan dengan masuknya bangsa eropa ke Indonesia hal ini sesuai dengan semboyan Gospel yaitu penyebaran agama Nasrani • Masuknya agama Katholik proses penyebaran agama Katholik melalui sebuah organisasi (badan) yang disebut Misionaris Portugis yang terkenal adalah Cus Xaverius dan Mantteteo Ricci. Para Misionaris memusatkan kegiatannya di Maluku,Sulawesi Utara ,NTT,dan Sangir • Masuknya agama Kristen Sejak abad ke 12 peranan agama Katholik oleh Portugis di indonesia surut diganti oleh kedatangan Belanda yang menyebarkan agama Kristen Protestan di Indonesia antara lain Ludwing,Inomensen,Sebastian,Chaert, dan Heurnius. Penyebaran dilakukab di Maluku,Sangir,Talaud,Timur,Tapanuli,dan sebagian Jawa dan Sumatera
  • 32.
    TERBENTUKNYA KEASADARAN NASIONAL DANPERKEMBANGAN PERGERAKAN KEBANGSAAN INDONESIA Perkembangan pendidikan dan munculnya Nasionalisme Indonesia Peranan golongan terpelajar, profesional,dan pers dalam menumbuhkan kembangan kesadaran nasional indonesia Peranan organisasi-organisasi pergerakan kebangsaan dalam membentuk nasionalisme Indonesia Penggunaan istilah indonesia sebagai identitas kebangsaan Peran manifesto politik 1925, kongres pemuda 1928, dan kongres perempuan pertama dalam pembentukan identitas kebangsaan indonesia.
  • 33.
    • Perkembangan pendidikandan munculnya Nasionalisme Indonesia karena belanda berhasil meluaskan kekuasaan di Nusantara dan mengeluarkan bermacam-macam kebijakan yang dapat meraup keuntungan besar. Belanda menerapkan politik pintu terbuka yang memberi kesempatan kepada pengusaha asing untuk menanam modal. Dan Belanda mendirikan sekolah rendah dengan harapan menghasilkan tenaga kerja yang murah dalam waktu singkat. • Pada tahun 1848 mendirikan sekolah khusus mempunyai ciri-ciri : 1. Diterapkannya prinsip berangsur – angsur 2. Pemberlakuan dualisme pendidikan bagi anak belanda dan anak bumiputra 3. Adanya keterbatasan tujuan bagi sekolah bumiputera 4. Tidak ada perencanaan pendidkan yang sitematis
  • 34.
    Pendidikan SD 1.Europa LagereSchool ( ELS) atau sekolah tingkat rendah eropa 2. Hollandch-Chineesche school (HCS) atau sekolah Cina-Belanda 3. Hollandsch-Inlandche school (HIS) atau sekolah Bumiputera- Belanda 4. Volkschool atau sekolah desa 5. Vervolgschool atau sekolah sambungan 6.Schakelschool atau sekolah peralihan Pendidikan SMP/SMA 1. Hoogere Burger School (HBS) atau sekolah tinggi warga masyarakat 2. Algemeene Middelbare School (AMS) atau sekolah menengah umum 3. Meer Uitgebreid Lager Onderwijs (MULO) atau pendidikan rendah diperluas 4. Opleiding School voor Indische Ambtenaren (ostavia) atau sekolah pendidikan pegawai pribumi 5. School tot Opleiding van Inlandse Artsen (STOVIA) atau sekolah
  • 35.
    Pendidikan menengah kejuruan 1.Technisch Onderwijs (Pendidikan teknik) 2. Handels Onderwijs (Pendidikan dagang) 3. Landbouw Onderwijs (Pendidikan pertanian) 4.Kweeksscool ( sekolah keguruan) 5. Meisjes Vakonderwijs (pendidikan kejuruan kewanitaan) Pendidkan tinggi 1. Geneekundinge Hooge School (GHS) atau sekolah tinggi kedokteran 2. Rechtskudinge Hooge School (RHS) atau sekolah tinggi hukum 3. Technische Hooge School (THS) atau sekolah tinggi teknik
  • 36.
    • Selain berkembangyang pendidikan oleh pemerintahan kolonial,terdapat pula pendidikan berbasis islam disebabkan: 1. Tumbuhnya kerajaan-kerajaan Islam nusantara, seperti berdirinya Kesultanan Aceh yang memancarkan syiar Islam ke Malaka, Sumatra Barat, Sulawesi Maluku bahkan sampai ke Filipina, begitu jiga di pulau Jawa pengaruh agama Islam cukup berkembang sampai ke Lampung dan Palembang. 2. Hubungan perdagangan masyarakat nusantara dengan pedagang dari Gujarat, Arab dan Persia. • Lembaga Pendidikan berbasis Islam yang terkenal adalah - Pesantren Tebu Ireng di Jombang (1899) - Muhammadiyah di Yogyakarta (1912) - Sumatra Thawalib di Minangkabau (1918) - Madrasah Normal Islam Amuntai di Kalimantan Selatan (1928)
  • 37.
    Peranan Golongan Terpelajar,Profesional, dan Pers dalam Menumbuh- kan kembangkan Kesadaran Nasional Indonesia Munculnya Golongan Terpelajar dan Profesional • Tahun 1899 muncul tulisan Van Deventer yang berjudul Een Ereschud isinya mengecam pemerintahan Belanda yang tidak memperhatikan nasib penduduk tanah jajahan artinya Belanda berhutang budi kepada rakyat jajahan dengan cara memberikan kesejahteraan. Dan usulan ini mendapat dukungan dari kaum Liberal seperti Van Kol, Van Dedem dan Brooschooft. • Tahun 1901, Ratu Belanda mengesahkan Politik Etis (politik balas budi). Menurut Van Deventer politik etis untuk memajukan kesejahteraan rakyat Indonesia melalui Irigasi (pengairan), Transmigrasi (memindahkan penduduk), Edukasi (pendidikan). • Bidang edukasi memberi pengaruh positif bagi bangsa Indonesia terutama kaum terpelajar. Pemerintah Belanda mengharapkan penyelenggaraan edukasi dapat menyediakan tenaga kerja terdidik yang terampil dan murah. Tetapi sebaliknya justru muncul kalangan terpelajar Indonesia yang mengobarkan semangat kebangsaan (nasionalisme) untuk menentang pemerintahan Belanda.
  • 38.
    • Politik Etisberdampak pula bagi munculnya golongan profesional (kelompok pekerja berdasarkan keahlian dan ketrampilan) seperti: - tahun 1905 berdiri Staats Spoorwegen (perkumpulan pekerja Perusahaan Negara (PN) - tahun 1908 berdiri Vereniging van Spoor en Tramweg Personeel (VSTP) bagi pegawai jasa angkutan darat, kereta api dan trem. - pegawai pegadaian mendirikan Perserikatan Pegawai Pegadaian Bumiputra (PPPB) Peranan Pers dalam Menumbuhkan Kesadaran Nasional Indonesia • Media massa yang pertama muncul berbahasa Melayu diantaranya Pembrita Betawi, Matahari dan Sinar Djawa. • Surat kabar yang dikelola organisasi pergerakan diantaranya: - Darmo Kondo dikelola Budi Utomo - Oetoesan Hindia dikelola Sarikat Islam - Het Tijdschrift dan De Express yang diterbitkan Indische Partij.
  • 39.
    • Tahun 1916terbit majalah yang berupa jurnal oleh Indische Vereniging. Karena adanya perubahan struktur dan sifat perjuangan Indische Vereniging ganti dengan nama Perhimpunan Indonesia, nama majalah Hindia Poetra diganti dengan nama Indonesia Merdeka. Peranan Organisasi-Organisasi Pergerakan Kebangsaan dalam Membentuk Nasionalisme Indonesia • pergerakan nasional umumnya bertujuan untuk memperbaiki kesejahteraan rakyat dan mencapai kemerdekaan bangsa. Seperti Budi Utomo • Timbulnya pergerakan nasional ada dua faktor dari dalam negri dan luar negeri: Faktor Dalam Negeri(Internal) - adanya penderitaan lahir batin rakyat Indonesia akibat penjajahan - lahirnya kaum terpelajar (kaum intelektual) di Indonesia
  • 40.
    Faktor Luar Negeri(Eksternal) - kemenangan Jepang atas Rusia pada perang tahun 1904-1905 - munculnya gerakan nasional di berbagai negara seperti India, Filipina, Cina, Turki, dan Mesir. Organisasi-Organisasi Pergerakan Kebangsaan yang bersifat Etnik • Budi Utomo (1908) Didirikan pada tanggal 20 Mei 1908 oleh Dr. Sutomo. Budi Utomo merupakan pelopor pergerakan nasional Indonesia. Konggres pertama berlangsung pada tanggal 3 – 5 Oktober 1908 yang menghasilkan keputusan: - tidak melibatkan diri dalam kegiatan politik - bergerak dalam bidang pendidikan dan budaya - merumuskan tujuan Budi Utomo yaitu kemajuan yang selaras antara negara dan bangsa.
  • 41.
    • Sarikat Islam(1911) Pada awalnya Sarikat Islam bernama Sarikat Dagang Islam (SDI) yang didirikan di Solo pada tahun 1911 oleh H. Samanhudi. Sarikat Islam didirikan di Solo pada tanggal 10 September 1911 oleh H.O.S Cokroaminoto, Abdul Muis dan H. Agus Salim dengan tujuan: - mengembangkan jiwa dagang - membantu anggota yang mengalami kesulitan dalam bidang usaha - memajukan pengajaran bagi bangsa indonesia - memperbaiki pendapat-pendapat yang keliru mengenai agama islam - hidup menurut perintah agama Pada periode 1916-1921, oraganisasi sarikat islam memiliki pengaruh besar dalam percantuman politik nasional. Hal ini karena Sarikat Islam selalu menentang belanda yang tidak adil. Pada kongres ke 3 di Bandung tanggal 17-24 Juni 1916, Sarikat islam telah memiliki 800.000 anggota yang tersebar dalam 80 sarikat islam di Indonesia
  • 42.
    • Indische Partij(1912) didirikan di Bandung pada tanggal 25 desember 1912 oleh tiga serangkai,yaitu Douwes Dekker(Danudirja Setiabudi) , Dr.Cipto Mangoenkoesoemo, dan Soewardi Soerjaningrat (Ki Hadjar Dewantara). Indische Partij mempuyai tujuan yaitu - menumbuhkan dan meningkatkan jiwa persatuan semua golongan - memajukan tanah air dengan dilandasi jiwa nasional - mempersiapkan kehidupan rakyat yang merdeka. Indische Partij adalah orgarnisasi politik pertama di Indonesia. Hal ini karena tegas menyatakan sebagai organisasi yang bercita-cita mencapai Indonesia merdeka melalui majalah De Expres. Pemerintah Kolonial Belanda menolak mengakui Indische Partij diaggap mengancam pemerintah kolonial. Oleh sebab itu pada tahun 1813 ketiga pendiri Indisce Partij diasingka ke negeri Belanda. Dan berkhirlah kiprah Indische Partij di Indonesia
  • 43.
    • Oraganisasi-organisasi yangbersifat kedaerahan dan keagamaan • Oraganisasi Kedaerahan Pada tahun 1915, berdirilah organisasi kepemudaan yang disebut Tri Koro Dharmo oleh R.Satiman Wiryosanjoyo, Kadarman dan Sunardi. Anggotanya terdiri dari para pemuda yang berasal dari Jawa dan Madura. Tri Koro Dharmo bermakna tiga tujuan mulia (sakti, budi, mulia) dengan tujuan: - menjalin persatuan di antara para siswa sekolah menengah dan perguruan kejuruan - memperluas pengetahuan umum bagi para anggotanya - membangkitkan rasa cinta terhadap bangsa dan budaya sendiri. Pada konggres pertama nama Tri Koro Dharmo berubah menjadi Jong Java, dari daerah bermuculan organisasai kedaerahan seperti Jong Pasundan, Jong Minahasa, Jong Celebes, Jong Batak, Pemuda Kaum Betawi, Sekar Rukun dan Timorees.
  • 44.
    • Organisasi- OrganisasiKeagamaan • Pada akhir abad ke -19, muncul gerakan reformasi di negara yang mayoritas pendudukannya beragama Islam, gerakan ini bertujuan manjalankan Islam sesuai dengan ajaran aslinya dan menginginkan agama Islam dihargai oleh pihak barat. • Di Indonesia muncul organisasi keagamaan seperti: - Muhammadiyah pada tanggal 18 Nopember 1912 (K.H.Ahmad Dahlan - Al Irsyad di Jakarta pada bulan September 1913 (Syekh Ahmad Surkati) - Sumatra Thawalib di Minangkabau pada tahun 1918 - Jong Islamieten Bond (JIB), Pemuda Muslimin Indonesia, Anshor Nahdatul Ulama, Pemuda Muhammadiyah. - Organisasi keagamaan di luar Islam antara lain Pemuda Kristen dan Persatuan Pemuda Katholik.
  • 45.
    Organisasi-Organisasi Pergerakan KebangsaanIndonesia pada Masa Radikal • Tahun 1920 – 1942 pergerakan kebangsaan Indonesia mempunyai 2 strategi perjuangan yaitu: - perjuangan bersifat radikal: perjuangan yang amat keras menuntutperubahan dengan cara melakukan nonkooperasi (tidak berkerjasama) terhadap pemerintahan kolonial Belanda. - perjuangan bersifat moderat: perjuangan yang menghindari tindakan kekerasaan yang ditandai dengan strategi kooperasi (kerjasama) dengan perintahan kolonial Belanda. • Organisasi pergerakan kebangsaan di masa radikal antara lain: 1. Perhimpunan Indonesia (1924) - Indische Vereeniging merupakan organisasi yang didirikan di Belanda oleh Sultan Kasayangan dan RM Noto Suroso. Tujuannya untuk memajukan kepentingan bersama yang berasal dari Indonesia. - Pada tahun 1924, Indische Vereeniging merubah nama menjadi Indonesische Vereeniging, tanggal 3 Pebruari 1925 berganti menjadi Perhimpunan Indonesia. Cita-cita PI tertuang dalam empat pokok ideologi yaitu kesatuan nasional, solodaritas,
  • 46.
    • Pada bulanAgustus 1926, tokoh-tokoh PI mengikuti Kongres Liga Penentang Imprealisme dan Penindasan Kolonial di Paris, kongres ini menyokong perjuangan untuk mencapai Indonesia merdeka. • Pada tahun 1928 di Den Haag, keempat tokoh-tokoh PI yaitu Mohammad Hatta, Nazir Pamuntjak, Abdul Madjid Djojodiningrat dan Ali Sastroamidjojo ditangkap dan dituntut di pengadilan karena sepak terjangnya yang menentang penjajah Belanda dan dibebaskan karena tidak terbukti. 2. Partai Nasional Indonesia (PNI) • PNI didirikan di Bandung pada tanggal 4 Juli 1927 oleh Ir. Soekarno. Tujuannya adalah mencapai Indonesia merdeka. • PNI berkembang pesat karena beberapa faktor yaitu: - Pelarangan organisasi PKI - Propaganda yang menarik oleh Ir. Soekarno. • PNI mempunyai tiga asas pokok yaitu: • 1. Berjuang dengan usaha sendiri (Self help) • 2. Bersedia berkerjasama dengan pemerintah kolonial dan hanya mengakui pemerintah yang lahir dari rakyat (Nonkooperasi) • 3. Berkeinginan mengangkat kesejahteraan rakyat
  • 47.
    • Tokoh pimpinanPNI ditangkap oleh Belanda. Hal ini menimbulkan keresahan dan menimbulkan wacana untuk membubarkan PNI. • Pembubaran PNI menimbulkan pro dan kontra, akhirnya PNI pecah menjadi dua, Mr. Sartono mendirikan Partindo, dan Drs. Mohammad Hatta serta Sutan Syahrir mendirikan PNI Baru. 3. Partai Komunis Indonesia (PKI) • PKI didirikan pada tanggal 23 Mei 1920 yang merupakan ajaran Marxis yang dibawa Sneevliet. • Pada tanggal 4 Mei 1914, Sneevliet mendirikan organisasi Indische Social Democratische Vereeniging (ISDV) di Semarang. • PKI terus berkembang di Indonesia disebabkan oleh beberapa faktor antara lain: - propaganda yang menarik - pandai merebut simpati rakyat - memiliki pemimpinm yang berjiwa kerakyatan - mempunyai sikap tegas terhadap pemerintah kolonial • PKI melakukan taktik penyusupan ke organisasi Sarikat Islam yang tepecah menjadi dua yaitu SI-Putih dan SI- Merah. SI-Merah (pro komunis) pada tahun 1924 mengubah namanya menjadi Sarikat Rakyat. • Pada tanggal 14 Nopember 1926, PKI melakukan pemberontakan ke berbagai daerah. Dalam penyerangan ini PKI menghasut ribuan orang untuk ikut serta dalam pemberontakan tersebut.
  • 48.
    Organisasi-Organisasi Pergerakan KebangsaanIndonesia pada Masa Moderat •Organisasi pergerakan kebangsaan mengubah strategi perjuangan dari radikal ke moderat, disebabkan oleh: - pemerintahan kolonial Belanda terus melakukan tekanan keras terhadap organisasi pergerakan yang ada akibat pemberontakan PKI tahun 1926 dan 1927. - Organisasi-organisasi pergerakan di Indonesia mengalami kesulitan dana akibat krisis malaise (krisis ekonomi dunia) pada tahun 1930. 1. Partai Indonesia Raya (1935) Parindra didirikan oleh dr. Sutomo pada tanggal 26 Desember 1935 di Solo, dengan tujuan mancapai Indonesia Raya. Tujuan ini dilakukan dengan cara: a. Memperkokoh persatuan dan kesatuan bangsa Indonesia b. Menjalankan aksi politik untuk mencapai pemerintahan yang c. Memajukan ekonomi dan sosial masyarakat Indonesia. Parindra merupakan gabungan dari organisasi Budi Utomo dan Partai Bangsa Indonesia yang memiliki tujuan yang sama yaitu berusaha mengangkat derajat bangsa Indonesia. Tokoh Parindra antara lain Moh.Husni Thamrin, R.Sukarjo Wiryopranoto, R.Panji Suroso, Wuryaningrat dan Mr.Susanto Tirtoprojo
  • 49.
    2. Gerakan RakyatIndonesia (Gerindo) • Gerindo didirikan di Jakarta pada tanggal 24 Mei 1937 oleh Sartono, Sanusi Pane dan Moh.Yamin. • Tujuan didirikan Gerindo yaitu: - mewujudkan Indonesia merdeka - memperkokoh ekonomi indonesia - meningkatkan kesejahteraan kaum buruh - memberi bantuan kepada kaum pengangguran 3. Gabungan Politik Indonesia (Gapi) • Pada tanggal 15 Juli 1936, partai-partai politik yang dipelopori Sutardjo Kartohardikusumo mengajukan petisi yang terkenal dengan Petisi Sutarjo berupa permohonan penyelenggaraan musyawarah antara wakil Indonesia dan Belanda. • Tujuan mengajukan petisi adalah untuk memujudkan pemerintahan Indonesia yang berdiri sendiri. • Petisi yang diajukan ditolak oleh pemerintah Belanda, karena itu maka terbentuklah Gabungan Politik Indonesia (Gapi) pada tanggal 21 Mei 1939 yang diprakasai oleh Mohammad Husni Thamrin dengan tujuan menuntut agar Indonesia mempunyai parlemen sendiri.
  • 50.
    Penggunaan Istilah Indonesiasebagai Identitas Kebangsaan • Istilah Indonesia dipakai J.R.Logan (etnolog Inggris) dalam Journal of the Indian Archipelago and Eastern Asia bahwa Indonesia berasal dari gabungan dua kata India dan Nesos yang bermakna Kepulauan Hindia (pulau-pulau yang dihuni penduduk Indonesia). • Tahun 1884 arti etnoligis digunakan dalam tulisan seorang ilmuwan Jerman A.Bastin. • Istilah itu kemudian dipakai dalam ilmu etnologi, hukum adat dan ilmu bahasa oleh guru-guru besar Universitas Leiden seperti R.A.Kern, Snoucck Hurgronje, Van dan Vallenhoven. Melalui buku-buku yang ditulis guru besar istilah Indonesia disebarluaskan melalui pemakaian kata Indobesie, Indonesier atau Indonesisch. • Para pelajar Indonesia yang menuntut ilmu di Belanda menggunakan istilah tersebut. Nama organisasi pelajar yang semula bernama Indische Vereniging (1908) berubah manjadi Indonesische Vereniging (1922) dan diubah lagi menjadi Perhimpunan Indonesia (1924). Dalam kata pengantar majalah Indonesia Merdeka termuat kalimat: Kita memasuki tahun baru
  • 51.
    • Pada tanggal28 Oktober 1928, pembentukan identitas nasional Indonesia makin jelas dengan diikrarkan Sumpah Pemuda di Kongres Pemuda II di gedung Indonesische Clubgebouw (IC) jalan Kramat Raya 106 Jakarta. Dalam Sumpah Pemuda diikrarkan kalimat satu nusa, satu bangsa, dan satu bahasa. Sebagai tanda bahwa masionalisme Indonesia mendapatkan dukungan dari semua suku bangsa dari Sabang sampai Merauke. • Bahasa Melayu sebagai pengantar di Nusantara disebut bahasa Indonesia dan lagu Indonesia Raya gubahan Wage Rudolf Supratman untuk pertama kalianya diperdengarkan dalam kongres. • Dalam politik ketetenegaraan Moh.Husni Thamrin mengumumkan akan menggunakan bahasa Indonesia setiap pidato dalam sidang volksraad (Dewan Rakyat) • Dalam bidang sastra kata Indonesia sebagai identitas nasional dipopulerkan para sastrawan Poejangga Baroe seperti Sutan Takdir • Alisyahbana, Armyn Pane, Sanusi Pane, dan Amir Hamzah • Istilah Indonesia secara resmi menjadi arti politik ketatanegaraan
  • 52.
    Peran Manifesto Politik1925, Kongres Pemuda 1928, dan Kongres Perempuan Pertaman dalam Pembentukan Identitas Kebangsaan Indonesia a. Manifesto Politik 1925 Yaitu suatu pernyataan terbuka dengan tujuan dan pandangan seseorang atau sekelompok terhadap masalah negara. • Manifesto Politik 1925 merupakan pernyataan dasar atau deklarasi dari Perhimpunan Indonesia di Belanda yang berbunyi: Masa depan rakyat secara eksklusif dan semata-mata terletak dalam bentuk suatu pemerintahan yang bertanggungjawab kepada rakyat dalam arti yang sebenar- benarnya hanya bentuk pemerintahan yang seperti itu saja yang dapat diterima oleh rakyat. Setiap orang Indonesia harus berjuang untuk tujuan ini sesuai dengan kemampuan dan kecakapannya, dengan kekuatan dan usahanya sendiri, tanpa bantuan dari luar. Setiap pemecahbelahan kekuatan bangsa Indonesia dalam bentuk apapun haruslah ditentang, karena hanya dengan persatuan yang erat di antara putra- putra Indonesia saja yang dapat menuju ke arah tercapainya tujuan bersama.
  • 53.
    • Manifesto Politik1925 mengandung empat pokok pikiran yaitu: 1. Kesatuan nasional yaitu usaha untuk mengesampingkan perbedaan berdasarkan daerah dan membentuk kesatuan aksi melawan Belanda serta menciptakan negara kebangsaan Indonesia yang merdeka dan bersatu. 2. Solidaritas, yaitu perasaan senasib yang disebabkan adanya pertentangan di antara penjajah serta tajamnya konflik di antara kulit putih dan sawo matang. 3. Nonkooperasi, yaitu adanya keyakinan bahwa kemerdekaan bukan hadiah dari Belanda, tetapi harus direbut dengan mengandalkan kekuatan sendiri dan menolak untuk kerja sama. 4. Swadaya yaitu mengandalkan kekuatan sendiri dengan mengembangkan kehidupan politik, sosial. Ekonomi dan hukum dengan administrasi kolonial.
  • 54.
    b. Kongres Pemuda1928 • Para pemuda menginginkan adanya persatuan untuk melawan penjajahan. Untuk itu tahun 1926 didirikan Perhimpunan Pelajar-Pelajar Indonesia (PPPI) • Kongres Pemuda I yang diprakarsai oleh PPPI berlangsung 30 April– 2 Mei 1926. Kongres ini diprakarsai Muhamad Tabrani (ketua) dengan anggota Bahder Djohan, Sumarto, Jan Toule, Soulehuwij dan Paul Pinontuan. Tujuan diadakannya kongres ini adalah untuk membentuk badan sentral dan mempererat hubungan di antara organisasi pemuda. Hasil pertemuan ini mengambil keputusan: - semua perkumpulan pemuda bersatu ke dalam organisasi Pemuda Indonesia - Kongres Pemuda II perlu disiapkan • Kongres Pemuda II disenggarakan pada tanggal 27 – 28 Oktober 1928 di gedung Indonesische Clubgebouw (IC) di jalan Kramat Raya 106 Jakarta diketuai oleh Sugondo Joyopuspito dengan dihadiri wakil-wakil perkumpulan pemuda.
  • 55.
    • Hasil KongresPemuda II, yaitu: 1. Ikrar Sumpah Pemuda, yang berisi satu nusa, satu bangsa, dan satu bahasa Indonesia. 2. Lagu Indonesia Raya ditetapkan sebagai lagu kebangsaan Indonesia 3. Bendera Merah Putih ditetapkan sebagai bendera pusaka bangsa Indonesia. 4. Semua organisasi pemuda dilebur menjadi satu dengan nama Indonesia Muda. c. Kongres PerempuanPertama Indonesia • Tokoh-tokoh wanita Indonesia yang berusaha memperjuangkan derajat dan emansipasi wanita, di antaranya Raden Ajeng Kartini (1879-1904), Raden Dewi Sartika (1884-1947), dan Maria Walanda Maramis (1872-1924). • Pada tanggal 22 Agustus 1928 di Yogyakarta diselengarakan Kongres Perempuan Indonesia yang dihadiri berbagai wakil organisasi wanita di antaranya Ny.Sukamto, Ny.Ki Hadjar Dewantara dan Nona Suyatin.
  • 56.
    • Hasil keputusankongres adalah: - membentuk Perserikatan Perempuan Indonesia (PPI) - merumuskan tujuan yaitu mempersatukan cita-cita dan usaha untuk memajukan wanita Indonesia - mengadakan gabungan atau perikatan di antara perkumpulan wanita.
  • 57.
     Terima Kasihatas perhatiannya  Semoga sukses