IMPLEMENTASI DAN EVALUASIIMPLEMENTASI DAN EVALUASI
KEPERAWATAN KOMUNITASKEPERAWATAN KOMUNITAS
R. Siti Maryam, SKp, MKep, Ns.Sp.Kep.KomR. Siti Maryam, SKp, MKep, Ns.Sp.Kep.Kom
Mahasiswa Tingkat III Semester VMahasiswa Tingkat III Semester V
Prodi Keperawatan PersahabatanProdi Keperawatan Persahabatan
September 2012September 2012
4. IMPLEMENTASI
Perawat bertanggung jawab untuk melaksanakan
tindakan yang telah direncanakan yang sifatnya:
• Bantuan untuk mengatasi masalah-masalah
kurang nutrisi, mempertahankan kondisi
seimbang atau sehat dan meningkatkan
kesehatan.
• Mendidik komunitas tentang perilaku sehat
untuk mencegah kurang gizi.
• Sebagai advokat komunitas, untuk sekaligus
memfasilitasi terpenuhinya kebutuhan
komunitas.
Kegiatan praktek keperawatan komunitas
berfokus pada tingkat pencegahan
• Pencegahan primer yaitu pencegahan
sebelum sakit dan difokuskan pada
populasi sehat, mencakup pada kegiatan
kesehatan secara umum dan perlindungan
khusus terhadap penyakit.
• Contoh: imunisasi, penyuluhan gizi,
simulasi dan bimbingan lebih dini dalam
kesehatan keluarga.
• Pencegahan sekunder,yaitu kegiatan yang
dilakukan pada saat terjadinya perubahan
derajat kesehatan masyarakat dan ditemukan
masalah kesehatan.
• Pencegahan sekunder ini menekankan pada
diagnosa dini dan tindakan untuk menghambat
proses penyakit.
• Contoh: Mengkaji keterbelakangan tumbuh
kembang anak, memotivasi keluarga untuk
melakukan pemeriksaan kesehatan seperti
mata, gigi, telinga, dll.
• Pencegahan tertier,yaitu kegiatan yang
menekankan pengembalian individu pada
tingkat berfungsinya secara optimal
dari ketidakmampuan keluarga.
• Contoh: Membantu keluarga yang
mempunyai anak dengan risiko gangguan
kurang gizi untuk melakukan
pemeriksaan/ penimbangan secara
teratur ke Posyandu.
5. EVALUASI
• Evaluasi merupakan penilaian
terhadap program yang telah
dilaksanakan dan dibandingkan dengan
tujuan semula serta dijadikan dasar
untuk memodifikasi rencana
berikutnya.
• Umpan balik dari komunitas
merupakan dasar untuk melakukan
evaluasi terhadap intervensi
keperawatan komunitas seperti
keterlibatan orang-orang komunitas
dalam semua tahap proses
keperawatan yang menjamin adanya
kesesuaian dengan komunitas.
Fokus dari evaluasi pelaksanaan
asuhan keperawatan komunitas
– Relevansi atau hubungan antara
kenyataan yang ada dengan target
pelaksanaan.
– Perkembangan atau kemajuan proses:
kesesuaian dengan perencanaan, peran
staf atau pelaksana tindakan, fasilitas
dan jumlah peserta.
Lanjutan …
– Efisiensi biaya. Bagaimanakah
pencarian sumber dana dan
penggunaannya serta keuntungan
program.
– Efektifitas kerja. Apakah tujuan
tercapai dan apakah klien atau
masyarakat puas terhadap tindakan
yang dilaksanakan.
Lanjutan …
– Dampak. Apakah status kesehatan
meningkat setelah dilaksanakan
tindakan, apa perubahan yang
terjadi dalam 1 bulan, 3 bulan,
6 bulan atau 1 tahun.
Secara garis besar
proses evaluasi meliputi:
• Menilai respon verbal dan non verbal
komunitas setelah intervensi
dilakukan.
• Mencatat adanya kasus baru yang
dirujuk ke Puskesmas/rumah sakit.
Berlomba-lombalah dalam Kebaikan
Thank you

Implementasi & Evaluasi Keperawatan Komunitas

  • 1.
    IMPLEMENTASI DAN EVALUASIIMPLEMENTASIDAN EVALUASI KEPERAWATAN KOMUNITASKEPERAWATAN KOMUNITAS R. Siti Maryam, SKp, MKep, Ns.Sp.Kep.KomR. Siti Maryam, SKp, MKep, Ns.Sp.Kep.Kom Mahasiswa Tingkat III Semester VMahasiswa Tingkat III Semester V Prodi Keperawatan PersahabatanProdi Keperawatan Persahabatan September 2012September 2012
  • 2.
    4. IMPLEMENTASI Perawat bertanggungjawab untuk melaksanakan tindakan yang telah direncanakan yang sifatnya: • Bantuan untuk mengatasi masalah-masalah kurang nutrisi, mempertahankan kondisi seimbang atau sehat dan meningkatkan kesehatan. • Mendidik komunitas tentang perilaku sehat untuk mencegah kurang gizi. • Sebagai advokat komunitas, untuk sekaligus memfasilitasi terpenuhinya kebutuhan komunitas.
  • 3.
    Kegiatan praktek keperawatankomunitas berfokus pada tingkat pencegahan • Pencegahan primer yaitu pencegahan sebelum sakit dan difokuskan pada populasi sehat, mencakup pada kegiatan kesehatan secara umum dan perlindungan khusus terhadap penyakit. • Contoh: imunisasi, penyuluhan gizi, simulasi dan bimbingan lebih dini dalam kesehatan keluarga.
  • 4.
    • Pencegahan sekunder,yaitukegiatan yang dilakukan pada saat terjadinya perubahan derajat kesehatan masyarakat dan ditemukan masalah kesehatan. • Pencegahan sekunder ini menekankan pada diagnosa dini dan tindakan untuk menghambat proses penyakit. • Contoh: Mengkaji keterbelakangan tumbuh kembang anak, memotivasi keluarga untuk melakukan pemeriksaan kesehatan seperti mata, gigi, telinga, dll.
  • 5.
    • Pencegahan tertier,yaitukegiatan yang menekankan pengembalian individu pada tingkat berfungsinya secara optimal dari ketidakmampuan keluarga. • Contoh: Membantu keluarga yang mempunyai anak dengan risiko gangguan kurang gizi untuk melakukan pemeriksaan/ penimbangan secara teratur ke Posyandu.
  • 6.
    5. EVALUASI • Evaluasimerupakan penilaian terhadap program yang telah dilaksanakan dan dibandingkan dengan tujuan semula serta dijadikan dasar untuk memodifikasi rencana berikutnya.
  • 7.
    • Umpan balikdari komunitas merupakan dasar untuk melakukan evaluasi terhadap intervensi keperawatan komunitas seperti keterlibatan orang-orang komunitas dalam semua tahap proses keperawatan yang menjamin adanya kesesuaian dengan komunitas.
  • 8.
    Fokus dari evaluasipelaksanaan asuhan keperawatan komunitas – Relevansi atau hubungan antara kenyataan yang ada dengan target pelaksanaan. – Perkembangan atau kemajuan proses: kesesuaian dengan perencanaan, peran staf atau pelaksana tindakan, fasilitas dan jumlah peserta.
  • 9.
    Lanjutan … – Efisiensibiaya. Bagaimanakah pencarian sumber dana dan penggunaannya serta keuntungan program. – Efektifitas kerja. Apakah tujuan tercapai dan apakah klien atau masyarakat puas terhadap tindakan yang dilaksanakan.
  • 10.
    Lanjutan … – Dampak.Apakah status kesehatan meningkat setelah dilaksanakan tindakan, apa perubahan yang terjadi dalam 1 bulan, 3 bulan, 6 bulan atau 1 tahun.
  • 11.
    Secara garis besar prosesevaluasi meliputi: • Menilai respon verbal dan non verbal komunitas setelah intervensi dilakukan. • Mencatat adanya kasus baru yang dirujuk ke Puskesmas/rumah sakit.
  • 12.