THE CHALLENGE OF
CRYPTOCURRENCY IN THE ERA
OF THE DIGITAL REVOLUTION:
A REVIEW OF SYSTEMATIC
LITERATURE
Ni Komang Asri Widiastuti (2201030001)
Ni Komang Yunia Citra (2201030012)
Ni Kadek Rita Astri Asih (2201030008)
1.INTRODUCTION
Pada awal 1990-an, sekelompok orang
pintar yang memahami internet
membentuk grup bernama
Cypherpunks. Mereka berfokus pada
privasi online dan kebebasan finansial
menggunakan kriptografi. Melalui
pertemuan dan publikasi seperti "The
Crypto Anarchist Manifesto", mereka
mempromosikan ide-ide ini. Meskipun
upaya awal oleh DigiCash dan
CyberCash gagal, tetapi pada tahun
2009, Satoshi Nakamoto berhasil
menciptakan Bitcoin, menciptakan
sistem mata uang digital
terdesentralisasi pertama.
2.1 RESEARCH QUESTION
Fokus pertanyaan penelitian ini berpusat pada 3 tantangan dan hambatan yang akan terjadi
dihadapi atau sedang dihadapi dalam menggunakan Cryptocurrency.
2.2 SEARCH STRATEGY
Pencarian dengan menggunakan tag dan kata kunci merupakan strategi yang dilakukan untuk
mencari secara ilmiah makalah yang berkaitan dengan penelitian ini.
2.3 LITERATURE REVIEW
Pada bagian ini dijelaskan konsep dan teori tentang Cryptocurrency
dan blockchain yang memiliki beberapa implementasi yang telah diterapkan sebagai berikut:
• Cryptocurrency
Menjelaskan konsep Cryptocurrency sebagai uang digital yang menggunakan teknologi blockchain
untuk transparansi dan keamanan.
• Basic Concepts of Cryptocurrency
Digital, terdesentralisasi, peer-to-peer, anonim, tanpa kepercayaan, terenkripsi, dan global adalah
karakteristik utama Cryptocurrency.
• Blockchain
Sistem penyimpanan data digital yang terdiri dari rantai blok yang disusun secara kriptografis dan
tidak dapat diubah.
• Bitcoin
Merupakan bentuk uang digital yang tidak melibatkan pihak ketiga dalam transaksi, menggunakan
kriptografi untuk keamanan.
2. RESEARCH METHOD
3. FINDINGS
1.Tantangan Apa yang Dihadapi Pengguna Cryptocurrency dalam
Menentukan Nilai Bitcoin atau Mata Uang Lainnya?
Harga tampaknya menjadi faktor yang sangat diperhitungkan dalam proses
penggunaan Bitcoin. Yang dimana Nilai Bitcoin sendiri memiliki nilai yang
ditentukan sendiri berdasarkan mekanisme supply dan demand . Artinya, jika
supply dan demand untuk Bitcoin meningkat, nilai Bitcoin juga akan meningkat.
Sebaliknya, jika supply dan demand Bitcoin menurun, nilai Bitcoin juga akan
menurun. Oleh karena itu, dapat disimpulkan bahwa harga Bitcoin masih sangat
tidak stabil dan tidak dapat diprediksi karena ekosistemnya yang masih tergolong
"ekonomi muda"
Dalam bagian ini ada tiga subbagian yang akan menjelaskan dan membahas
masalah yang telah ditemukan dalam penelitian ini.
2.APAKAH MUNGKIN UNTUK MENGAMANKAN SEMUA DATA
YANG DISIMPAN DENGAN TEKNOLOGI BLOCKCHAIN?
Industri blockchain mengalami pertumbuhan pesat sejak 2018, dengan peningkatan hingga 30%.
Hal ini mendorong banyak perusahaan untuk beralih ke teknologi ini. Alasan utama di balik
ketertarikan ini adalah sistem keamanan data yang ditawarkan blockchain. Menurut Muhammad
Deivito Dunggio, Direktur Eksekutif Asosiasi Blockchain Indonesia (ABI), perusahaan-perusahaan ini
tertarik pada blockchain karena kemampuannya untuk mengamankan data. Salah satu contoh
keunggulan keamanan blockchain adalah Bitcoin Block Explorer, situs yang mencatat semua
transaksi Bitcoin secara real-time di seluruh dunia. Data ini bersifat publik dan dapat diakses serta
diperiksa oleh siapa saja, menandakan transparansi yang tinggi. Meskipun data transaksi bersifat
publik, privasi pengguna tetap terjaga. Seseorang dapat melihat akun kita, tetapi mereka tidak
dapat mengetahui siapa pemilik akun tersebut tanpa kode enkripsi yang disediakan oleh pemilik
akun. Untuk mengakses akun secara penuh, diperlukan PIN atau private key, memastikan kontrol
dan keamanan data pengguna. Dengan demikian, blockchain menawarkan solusi keamanan data
yang kuat dan transparan, menarik banyak perusahaan di berbagai industri untuk mengadopsinya.
3.2 PELAKSANAAN PENELITIAN
1. Transaksi Cryptocurrency mencatat seluruh riwayat yang terjadi
dalam jaringan, termasuk saldo yang saat ini dimiliki.
2.Setelah pengguna A melakukan transaksi yang dikonfirmasi oleh
penerima, data transaksi tersebar ke jaringan blockchain untuk
dilihat oleh semua pengguna.
3.Transaksi ditandatangani secara digital dengan mengirimkan kunci
pribadi ke sistem.
4.Data transaksi yang sukses disimpan dalam blok yang tidak dapat
dimanipulasi, di mana data tersebut bersifat permanen dan tidak
dapat dipalsukan.
A. PENERAPAN CRYPTOCURRENCY
3.2 PELAKSANAAN PENELITIAN
Cryptocurrency sebagai pengganti mata uang konvensional memiliki pro
dan kontra.
1. Bank Indonesia dan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) tidak mengakui
cryptocurrency sebagai alat pembayaran sah seperti uang
konvensional.
2.Keamanan cryptocurrency yang menggunakan teknologi blockchain
dapat memiliki risiko, di mana data yang dicuri tidak dapat
dikembalikan karena sifat blockchain yang permanen.
3.Bank Indonesia secara tegas melarang penggunaan cryptocurrency
dalam transaksi sehingga alat pembayaran cryptocurrency dianggap
ilegal dan tidak diakui.
B. ANCAMAN CRYPTOCURRENCY
KESIMPULAN
Cryptocurrency, menawarkan keunggulan dalam efisiensi dan
kenyamanan transaksi tanpa perantara, juga menghadapi
tantangan seperti ketidakmampuan memiliki otoritas yang
bertanggung jawab atas semua masalah transaksi dan
kejahatan pencucian uang. Dampaknya terhadap ekonomi
Indonesia, terutama dalam hal volatilitas nilai tukar Bitcoin,
juga menjadi perhatian penting. Implementasi Cryptocurrency
dengan teknologi blockchain menawarkan keamanan data
yang tinggi dan transparansi transaksi, namun perlu
diwaspadai potensi ancaman keamanan terkait dengan
teknologi ini. Oleh karena itu, pemahaman mendalam tentang
Cryptocurrency dan blockchain diperlukan untuk mengatasi
tantangan dan memanfaatkan potensi positifnya dalam era
globalisasi saat ini.

FINTECH P10 Blockchain & Crytocurrency.pptx

  • 1.
    THE CHALLENGE OF CRYPTOCURRENCYIN THE ERA OF THE DIGITAL REVOLUTION: A REVIEW OF SYSTEMATIC LITERATURE Ni Komang Asri Widiastuti (2201030001) Ni Komang Yunia Citra (2201030012) Ni Kadek Rita Astri Asih (2201030008)
  • 2.
    1.INTRODUCTION Pada awal 1990-an,sekelompok orang pintar yang memahami internet membentuk grup bernama Cypherpunks. Mereka berfokus pada privasi online dan kebebasan finansial menggunakan kriptografi. Melalui pertemuan dan publikasi seperti "The Crypto Anarchist Manifesto", mereka mempromosikan ide-ide ini. Meskipun upaya awal oleh DigiCash dan CyberCash gagal, tetapi pada tahun 2009, Satoshi Nakamoto berhasil menciptakan Bitcoin, menciptakan sistem mata uang digital terdesentralisasi pertama.
  • 3.
    2.1 RESEARCH QUESTION Fokuspertanyaan penelitian ini berpusat pada 3 tantangan dan hambatan yang akan terjadi dihadapi atau sedang dihadapi dalam menggunakan Cryptocurrency. 2.2 SEARCH STRATEGY Pencarian dengan menggunakan tag dan kata kunci merupakan strategi yang dilakukan untuk mencari secara ilmiah makalah yang berkaitan dengan penelitian ini. 2.3 LITERATURE REVIEW Pada bagian ini dijelaskan konsep dan teori tentang Cryptocurrency dan blockchain yang memiliki beberapa implementasi yang telah diterapkan sebagai berikut: • Cryptocurrency Menjelaskan konsep Cryptocurrency sebagai uang digital yang menggunakan teknologi blockchain untuk transparansi dan keamanan. • Basic Concepts of Cryptocurrency Digital, terdesentralisasi, peer-to-peer, anonim, tanpa kepercayaan, terenkripsi, dan global adalah karakteristik utama Cryptocurrency. • Blockchain Sistem penyimpanan data digital yang terdiri dari rantai blok yang disusun secara kriptografis dan tidak dapat diubah. • Bitcoin Merupakan bentuk uang digital yang tidak melibatkan pihak ketiga dalam transaksi, menggunakan kriptografi untuk keamanan. 2. RESEARCH METHOD
  • 4.
    3. FINDINGS 1.Tantangan Apayang Dihadapi Pengguna Cryptocurrency dalam Menentukan Nilai Bitcoin atau Mata Uang Lainnya? Harga tampaknya menjadi faktor yang sangat diperhitungkan dalam proses penggunaan Bitcoin. Yang dimana Nilai Bitcoin sendiri memiliki nilai yang ditentukan sendiri berdasarkan mekanisme supply dan demand . Artinya, jika supply dan demand untuk Bitcoin meningkat, nilai Bitcoin juga akan meningkat. Sebaliknya, jika supply dan demand Bitcoin menurun, nilai Bitcoin juga akan menurun. Oleh karena itu, dapat disimpulkan bahwa harga Bitcoin masih sangat tidak stabil dan tidak dapat diprediksi karena ekosistemnya yang masih tergolong "ekonomi muda" Dalam bagian ini ada tiga subbagian yang akan menjelaskan dan membahas masalah yang telah ditemukan dalam penelitian ini.
  • 5.
    2.APAKAH MUNGKIN UNTUKMENGAMANKAN SEMUA DATA YANG DISIMPAN DENGAN TEKNOLOGI BLOCKCHAIN? Industri blockchain mengalami pertumbuhan pesat sejak 2018, dengan peningkatan hingga 30%. Hal ini mendorong banyak perusahaan untuk beralih ke teknologi ini. Alasan utama di balik ketertarikan ini adalah sistem keamanan data yang ditawarkan blockchain. Menurut Muhammad Deivito Dunggio, Direktur Eksekutif Asosiasi Blockchain Indonesia (ABI), perusahaan-perusahaan ini tertarik pada blockchain karena kemampuannya untuk mengamankan data. Salah satu contoh keunggulan keamanan blockchain adalah Bitcoin Block Explorer, situs yang mencatat semua transaksi Bitcoin secara real-time di seluruh dunia. Data ini bersifat publik dan dapat diakses serta diperiksa oleh siapa saja, menandakan transparansi yang tinggi. Meskipun data transaksi bersifat publik, privasi pengguna tetap terjaga. Seseorang dapat melihat akun kita, tetapi mereka tidak dapat mengetahui siapa pemilik akun tersebut tanpa kode enkripsi yang disediakan oleh pemilik akun. Untuk mengakses akun secara penuh, diperlukan PIN atau private key, memastikan kontrol dan keamanan data pengguna. Dengan demikian, blockchain menawarkan solusi keamanan data yang kuat dan transparan, menarik banyak perusahaan di berbagai industri untuk mengadopsinya.
  • 6.
    3.2 PELAKSANAAN PENELITIAN 1.Transaksi Cryptocurrency mencatat seluruh riwayat yang terjadi dalam jaringan, termasuk saldo yang saat ini dimiliki. 2.Setelah pengguna A melakukan transaksi yang dikonfirmasi oleh penerima, data transaksi tersebar ke jaringan blockchain untuk dilihat oleh semua pengguna. 3.Transaksi ditandatangani secara digital dengan mengirimkan kunci pribadi ke sistem. 4.Data transaksi yang sukses disimpan dalam blok yang tidak dapat dimanipulasi, di mana data tersebut bersifat permanen dan tidak dapat dipalsukan. A. PENERAPAN CRYPTOCURRENCY
  • 7.
    3.2 PELAKSANAAN PENELITIAN Cryptocurrencysebagai pengganti mata uang konvensional memiliki pro dan kontra. 1. Bank Indonesia dan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) tidak mengakui cryptocurrency sebagai alat pembayaran sah seperti uang konvensional. 2.Keamanan cryptocurrency yang menggunakan teknologi blockchain dapat memiliki risiko, di mana data yang dicuri tidak dapat dikembalikan karena sifat blockchain yang permanen. 3.Bank Indonesia secara tegas melarang penggunaan cryptocurrency dalam transaksi sehingga alat pembayaran cryptocurrency dianggap ilegal dan tidak diakui. B. ANCAMAN CRYPTOCURRENCY
  • 8.
    KESIMPULAN Cryptocurrency, menawarkan keunggulandalam efisiensi dan kenyamanan transaksi tanpa perantara, juga menghadapi tantangan seperti ketidakmampuan memiliki otoritas yang bertanggung jawab atas semua masalah transaksi dan kejahatan pencucian uang. Dampaknya terhadap ekonomi Indonesia, terutama dalam hal volatilitas nilai tukar Bitcoin, juga menjadi perhatian penting. Implementasi Cryptocurrency dengan teknologi blockchain menawarkan keamanan data yang tinggi dan transparansi transaksi, namun perlu diwaspadai potensi ancaman keamanan terkait dengan teknologi ini. Oleh karena itu, pemahaman mendalam tentang Cryptocurrency dan blockchain diperlukan untuk mengatasi tantangan dan memanfaatkan potensi positifnya dalam era globalisasi saat ini.