Berdasarkan proses pengerjaan dibedakan menjadi dua 
macam yaitu 
• proses pengerjaan panas (hot working) 
• proses pengerjaan dingin (cold working)
Pengerjaan Panas ( Hot working ) 
HOT WORKING adalah proses pembentukan dengan cara 
memanaskan benda kerja sampai diatas suhu 
rekristalisasi,kemudian diberikan gaya luar sehingga terjadi 
perubahan bentuk yang diinginkan. 
Sedangkan REKRISTALISASI adalah suatu proses dimana butir 
logam yang terdeformasi digantikan oleh butiran baru yang tidak 
terdeformasi yang intinya tumbuh sampai butiran asli termasuk 
didalamnya , atau perubahan struktur Kristal akibat pemanasan 
pada suhu krisis sehingga terbentuknya struktur butiran baru 
melalui tumbuhnya inti dengan pemanasan .
Suhu benda untuk hot working sekitar : 
Diatas 1150 Celsius untuk Steel 
360 to 520 Celsius untuk Al-Alloys 
700 to 800 degrees Celsius untuk Cu-Alloys 
Keuntungan Dari Proses Hot working: 
 Porositas dalam logam dapat dikurangi 
 Ketidakmurnian dalam bentuk inklusi terpecah-pecah dan tersebar dalam 
logam 
 Struktur butir lebih halus 
 Sifat-sifat fisis yang meningkat 
 Jumlah energi yang dibutuhkan untuk mengubah bentuk relative kecil. 
Kerugian Dari Proses Hot working : 
 Terjadi oksidasi dan pembentukan kerak pada permukaan benda kerja 
sehingga penyelesaian permukaan kurang bagus. 
 Dimensi benda kerja yang dihasilkan kurang akurat 
 Peralatan pengerjaan panas dan biaya pemeliharaan yang mahal.
Pengerjaan Dingin ( Cold working ) 
Proses pengerjaan dingin atau cold working 
adalah merupakan pembentukan logam 
secara plastis dibawah suhu rekristalisasi pada 
umumnya dilakukan disuhu kamar tanpa 
pemanasan benda kerja
Keuntungan dari proses cold forging : 
 Tidak dibutuhkan pemanasan 
 Ukuran atau dimensi yang didapat baik 
 Hasil permukaan lebih halus karena tidak ada proses oksidasi terhadap material 
 Kekerasan dan kekuatan logam yang dihasilkan meningkat. 
 Biaya perawatan dan pemeliharaan lebih murah 
Kerugian dari proses cold forging : 
 Dibutuhkan gaya yang besar untuk membuat suatu produk yang berukuran kecil. 
 Hanya bahan yang lunak yang bisa diproses 
 Porositas dalam logam tetap 
 Keuletan menurun
Effect of cold working on tensile strength, hardness, ductility and 
grain size. (The curve below ductility represents the change in 
grain size)
Perbedaan dari cold working dan hot working 
Pengerjaan panas Pengerjaan dingin 
Dilakukan diatas suhu rekristalisasi (baja 
sekitar 5000-7000C) 
Dilakukan dibawah suhu rekristalisasi 
Diperlukan gaya yang lebih rendah Diperlukan gaya yang lebih besar untuk 
membuat produk yang bersize kecil 
Perubahan sifat mekanik kecil: 
Keuletan meningkat 
Ketahanan terhadap impact meningkat 
Perubahan sifat mekanik besar: 
Keuletan menurun 
Kekuatan dan kekerasan meningkat 
Pengerjaan panas Pengerjaan dingin 
Dilakukan diatas suhu rekristalisasi (baja 
sekitar 5000-7000C) 
Dilakukan dibawah suhu rekristalisasi

Cold and hot working

  • 1.
    Berdasarkan proses pengerjaandibedakan menjadi dua macam yaitu • proses pengerjaan panas (hot working) • proses pengerjaan dingin (cold working)
  • 2.
    Pengerjaan Panas (Hot working ) HOT WORKING adalah proses pembentukan dengan cara memanaskan benda kerja sampai diatas suhu rekristalisasi,kemudian diberikan gaya luar sehingga terjadi perubahan bentuk yang diinginkan. Sedangkan REKRISTALISASI adalah suatu proses dimana butir logam yang terdeformasi digantikan oleh butiran baru yang tidak terdeformasi yang intinya tumbuh sampai butiran asli termasuk didalamnya , atau perubahan struktur Kristal akibat pemanasan pada suhu krisis sehingga terbentuknya struktur butiran baru melalui tumbuhnya inti dengan pemanasan .
  • 3.
    Suhu benda untukhot working sekitar : Diatas 1150 Celsius untuk Steel 360 to 520 Celsius untuk Al-Alloys 700 to 800 degrees Celsius untuk Cu-Alloys Keuntungan Dari Proses Hot working:  Porositas dalam logam dapat dikurangi  Ketidakmurnian dalam bentuk inklusi terpecah-pecah dan tersebar dalam logam  Struktur butir lebih halus  Sifat-sifat fisis yang meningkat  Jumlah energi yang dibutuhkan untuk mengubah bentuk relative kecil. Kerugian Dari Proses Hot working :  Terjadi oksidasi dan pembentukan kerak pada permukaan benda kerja sehingga penyelesaian permukaan kurang bagus.  Dimensi benda kerja yang dihasilkan kurang akurat  Peralatan pengerjaan panas dan biaya pemeliharaan yang mahal.
  • 4.
    Pengerjaan Dingin (Cold working ) Proses pengerjaan dingin atau cold working adalah merupakan pembentukan logam secara plastis dibawah suhu rekristalisasi pada umumnya dilakukan disuhu kamar tanpa pemanasan benda kerja
  • 5.
    Keuntungan dari prosescold forging :  Tidak dibutuhkan pemanasan  Ukuran atau dimensi yang didapat baik  Hasil permukaan lebih halus karena tidak ada proses oksidasi terhadap material  Kekerasan dan kekuatan logam yang dihasilkan meningkat.  Biaya perawatan dan pemeliharaan lebih murah Kerugian dari proses cold forging :  Dibutuhkan gaya yang besar untuk membuat suatu produk yang berukuran kecil.  Hanya bahan yang lunak yang bisa diproses  Porositas dalam logam tetap  Keuletan menurun
  • 6.
    Effect of coldworking on tensile strength, hardness, ductility and grain size. (The curve below ductility represents the change in grain size)
  • 7.
    Perbedaan dari coldworking dan hot working Pengerjaan panas Pengerjaan dingin Dilakukan diatas suhu rekristalisasi (baja sekitar 5000-7000C) Dilakukan dibawah suhu rekristalisasi Diperlukan gaya yang lebih rendah Diperlukan gaya yang lebih besar untuk membuat produk yang bersize kecil Perubahan sifat mekanik kecil: Keuletan meningkat Ketahanan terhadap impact meningkat Perubahan sifat mekanik besar: Keuletan menurun Kekuatan dan kekerasan meningkat Pengerjaan panas Pengerjaan dingin Dilakukan diatas suhu rekristalisasi (baja sekitar 5000-7000C) Dilakukan dibawah suhu rekristalisasi