Artikel ini membahas tentang pergeseran kewenangan dalam pengelolaan sampah plastik di lautan di Indonesia, di mana Kemenko Kemaritiman semakin aktif sementara Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) tampak berkurang perannya. Opini penulis mengungkapkan kekhawatiran terhadap kurangnya koordinasi antara Kemenko dan KLHK, serta potensi dampak negatif terhadap pengelolaan lingkungan hidup. Tindakan terbaru Kemenko Perekonomian yang membatalkan nota kesepahaman dengan WWF Indonesia menunjukkan dinamika yang kompleks dalam pengelolaan isu lingkungan.