Desain Penelitian
dalam Human
Capital
Eksperimen, Survei, Studi
Kasus & Longitudinal
Seta Ariawuri Wicaksana
Prodi Manajemen FEB
Universitas Pancasila
SETA A. WICAKSANA
Business & Professional:
• Pendiri dan Direktur Humanika Consulting dan hipotest.com
• Dosen Tetap & Peneliti di Fakultas Psikologi UP
• Business Psychologist
• Ketua Senat Fakultas Psikologi Universitas Pancasila
• Konsultan SDM
Professional Certification:
• Certified Assessor
• Certified Talent Management
• Certified Human Resources Manager
• Certified in Human Resources as a Business Partner (SHRM)
• Certified HR Consultant
• Certified Risk Professional
Pendidikan:
• Ilmu Ekonomi dan Management (MSDM) S3 Universitas Pancasila
• Magister Manajemen (MSDM) S2 Universitas Pancasila
• Fakultas Psikologi S1 & S2 Universitas Indonesia
• Sekolah Ikatan Dinas Akademi Sandi Negara
Capaian
Pembelajaran
Setelah mempelajari materi ini,
mahasiswa mampu:
• Memahami berbagai desain penelitian
dalam konteks Human Capital.
• Memilih desain riset yang sesuai dengan
permasalahan penelitian HC.
• Membedakan kelebihan dan
keterbatasan tiap jenis desain.
Pendahuluan
• Desain penelitian adalah
kerangka kerja sistematis
untuk menjawab
pertanyaan riset
(Hunziker & Blankenagel,
2021).
• Dalam riset HC, desain
menentukan validitas dan
kontribusi strategis
(Stone-Romero & Rosopa,
2020).
Desain Eksperimen
• Menguji hubungan sebab-akibat dengan
manipulasi variabel.
• Biasanya digunakan untuk mengevaluasi intervensi
pelatihan, program insentif, dll.
• Validitas internal tinggi, tapi sulit dilakukan di
organisasi nyata (Yang & Dickinson, 2014).
• Contoh: Riset tentang pengaruh AI terhadap
produktivitas kerja di unit HR.
Desain Survei
• Menggunakan kuesioner atau wawancara terstruktur.
• Digunakan untuk mengumpulkan data secara luas dan cepat.
• Cocok untuk menguji hubungan antar variabel, misalnya person-job fit dan kinerja
(Sanders et al., 2014).
Contoh: Survei nasional tentang engagement karyawan setelah hybrid work.
Studi Kasus
• Fokus pada eksplorasi
mendalam terhadap satu kasus
atau unit.
• Cocok untuk memahami
dinamika strategi human capital,
khususnya di perusahaan
inovatif (Strang, 2015).
• Mendalam tapi generalisasi
terbatas.
Contoh: Studi pengembangan HC
di perusahaan teknologi selama
pandemi.
Longitudinal Research
• Mengamati perubahan dan
hubungan antar variabel dari
waktu ke waktu.
• Penting untuk mengkaji efek
pelatihan atau perubahan
kebijakan SDM (Bednall, 2014).
• Memungkinkan pengujian
hubungan kausal secara
observasional.
Contoh: Riset 5 tahun tentang
hubungan human capital dan
retensi karyawan.
Perbandingan Keempat Desain
Desain Tujuan Kelebihan Kelemahan
Eksperimen Uji kausalitas Validitas internal tinggi
Sulit diterapkan di
lapangan
Survei
Uji hubungan antar
variabel
Data cepat dan luas Risiko bias self-report
Studi Kasus Eksplorasi mendalam
Konteks nyata, deskriptif
detail
Sulit digeneralisasi
Longitudinal Uji perubahan waktu Kuat untuk uji dinamika Mahal dan waktu lama
Pertimbangan
Pemilihan Desain
• Tujuan penelitian
(deskriptif, eksploratif,
eksplanatif)
• Ketersediaan waktu dan
sumber daya
• Tingkat kontrol terhadap
variabel luar
• Jenis data yang
dibutuhkan
(kuantitatif/kualitatif/mix
ed)
Referensi
• Sanders, K., Cogin, J. A., & Bainbridge, H. T. J. (2014). Research Methods for Human
Resource Management. Routledge.
• Stone-Romero, E. F., & Rosopa, P. J. (2020). Research Methods in Human Resource
Management. IAP.
• Hunziker, S., & Blankenagel, M. (2021). Research Design in Business and Management.
Springer.
• Strang, K. D. (2015). The Palgrave Handbook of Research Design in Business and
Management. Palgrave.
• Yang, H., & Dickinson, J. (2014). Experimental Method in HRM Research. In Sanders et al.
(Ed.).
• Bednall, T. C. (2014). Longitudinal Research. In Sanders et al. (Ed.).
Learning and
Giving for
Better
Indonesia

Bab 5 Desain Penelitian dalam Human Capital

  • 1.
    Desain Penelitian dalam Human Capital Eksperimen,Survei, Studi Kasus & Longitudinal Seta Ariawuri Wicaksana Prodi Manajemen FEB Universitas Pancasila
  • 2.
    SETA A. WICAKSANA Business& Professional: • Pendiri dan Direktur Humanika Consulting dan hipotest.com • Dosen Tetap & Peneliti di Fakultas Psikologi UP • Business Psychologist • Ketua Senat Fakultas Psikologi Universitas Pancasila • Konsultan SDM Professional Certification: • Certified Assessor • Certified Talent Management • Certified Human Resources Manager • Certified in Human Resources as a Business Partner (SHRM) • Certified HR Consultant • Certified Risk Professional Pendidikan: • Ilmu Ekonomi dan Management (MSDM) S3 Universitas Pancasila • Magister Manajemen (MSDM) S2 Universitas Pancasila • Fakultas Psikologi S1 & S2 Universitas Indonesia • Sekolah Ikatan Dinas Akademi Sandi Negara
  • 3.
    Capaian Pembelajaran Setelah mempelajari materiini, mahasiswa mampu: • Memahami berbagai desain penelitian dalam konteks Human Capital. • Memilih desain riset yang sesuai dengan permasalahan penelitian HC. • Membedakan kelebihan dan keterbatasan tiap jenis desain.
  • 4.
    Pendahuluan • Desain penelitianadalah kerangka kerja sistematis untuk menjawab pertanyaan riset (Hunziker & Blankenagel, 2021). • Dalam riset HC, desain menentukan validitas dan kontribusi strategis (Stone-Romero & Rosopa, 2020).
  • 5.
    Desain Eksperimen • Mengujihubungan sebab-akibat dengan manipulasi variabel. • Biasanya digunakan untuk mengevaluasi intervensi pelatihan, program insentif, dll. • Validitas internal tinggi, tapi sulit dilakukan di organisasi nyata (Yang & Dickinson, 2014). • Contoh: Riset tentang pengaruh AI terhadap produktivitas kerja di unit HR.
  • 6.
    Desain Survei • Menggunakankuesioner atau wawancara terstruktur. • Digunakan untuk mengumpulkan data secara luas dan cepat. • Cocok untuk menguji hubungan antar variabel, misalnya person-job fit dan kinerja (Sanders et al., 2014). Contoh: Survei nasional tentang engagement karyawan setelah hybrid work.
  • 7.
    Studi Kasus • Fokuspada eksplorasi mendalam terhadap satu kasus atau unit. • Cocok untuk memahami dinamika strategi human capital, khususnya di perusahaan inovatif (Strang, 2015). • Mendalam tapi generalisasi terbatas. Contoh: Studi pengembangan HC di perusahaan teknologi selama pandemi.
  • 8.
    Longitudinal Research • Mengamatiperubahan dan hubungan antar variabel dari waktu ke waktu. • Penting untuk mengkaji efek pelatihan atau perubahan kebijakan SDM (Bednall, 2014). • Memungkinkan pengujian hubungan kausal secara observasional. Contoh: Riset 5 tahun tentang hubungan human capital dan retensi karyawan.
  • 9.
    Perbandingan Keempat Desain DesainTujuan Kelebihan Kelemahan Eksperimen Uji kausalitas Validitas internal tinggi Sulit diterapkan di lapangan Survei Uji hubungan antar variabel Data cepat dan luas Risiko bias self-report Studi Kasus Eksplorasi mendalam Konteks nyata, deskriptif detail Sulit digeneralisasi Longitudinal Uji perubahan waktu Kuat untuk uji dinamika Mahal dan waktu lama
  • 10.
    Pertimbangan Pemilihan Desain • Tujuanpenelitian (deskriptif, eksploratif, eksplanatif) • Ketersediaan waktu dan sumber daya • Tingkat kontrol terhadap variabel luar • Jenis data yang dibutuhkan (kuantitatif/kualitatif/mix ed)
  • 11.
    Referensi • Sanders, K.,Cogin, J. A., & Bainbridge, H. T. J. (2014). Research Methods for Human Resource Management. Routledge. • Stone-Romero, E. F., & Rosopa, P. J. (2020). Research Methods in Human Resource Management. IAP. • Hunziker, S., & Blankenagel, M. (2021). Research Design in Business and Management. Springer. • Strang, K. D. (2015). The Palgrave Handbook of Research Design in Business and Management. Palgrave. • Yang, H., & Dickinson, J. (2014). Experimental Method in HRM Research. In Sanders et al. (Ed.). • Bednall, T. C. (2014). Longitudinal Research. In Sanders et al. (Ed.).
  • 12.