Slide ini membahas berbagai pendekatan desain penelitian yang digunakan dalam studi Human Capital (HC), mencakup desain eksperimen, survei, studi kasus, dan longitudinal. Tujuannya adalah membekali mahasiswa dengan kemampuan memilih dan menerapkan desain riset yang sesuai berdasarkan pertanyaan penelitian, tujuan analisis, dan ketersediaan sumber daya.
Materi dimulai dengan pemahaman bahwa desain penelitian merupakan kerangka kerja sistematis untuk menjawab pertanyaan riset. Dalam konteks Human Capital, desain ini menentukan validitas ilmiah sekaligus kontribusi strategis riset terhadap pengambilan keputusan organisasi (Hunziker & Blankenagel, 2021; Stone-Romero & Rosopa, 2020).
Desain eksperimen digunakan untuk menguji hubungan sebab-akibat melalui manipulasi variabel. Meskipun validitas internal tinggi, desain ini sulit diterapkan dalam organisasi nyata karena kendala etika dan kontrol lingkungan. Contoh aplikasinya adalah evaluasi dampak intervensi AI terhadap produktivitas SDM (Yang & Dickinson, 2014).
Desain survei adalah metode yang efisien untuk mengumpulkan data secara luas, biasanya melalui kuesioner. Cocok untuk menguji hubungan antar variabel, misalnya antara person-job fit dan kinerja. Namun, desain ini rentan terhadap bias persepsi responden (Sanders et al., 2014).
Studi kasus memberikan eksplorasi mendalam terhadap satu organisasi atau unit. Pendekatan ini sangat relevan untuk memahami strategi HC dalam perusahaan inovatif, seperti selama masa pandemi. Kelebihannya pada kedalaman konteks, namun hasilnya sulit digeneralisasi (Strang, 2015).
Riset longitudinal digunakan untuk melacak perubahan variabel dari waktu ke waktu, sehingga memungkinkan analisis dinamika hubungan, misalnya efek jangka panjang pelatihan terhadap retensi karyawan. Meski memberikan wawasan mendalam, desain ini mahal dan memerlukan waktu yang lama (Bednall, 2014).
Slide juga menyajikan tabel perbandingan yang membandingkan keempat desain dari segi tujuan, kelebihan, dan kelemahan. Pemilihan desain harus mempertimbangkan jenis data, waktu, sumber daya, serta tujuan riset apakah deskriptif, eksploratif, atau eksplanatif.
Dengan pendekatan desain yang tepat, riset Human Capital dapat memberikan kontribusi signifikan terhadap pengembangan strategi SDM berbasis bukti dan kebutuhan organisasi.