AKPER PEMKAB MUNA
SEMESTER I

O LEH
Ns. Wa Ode Fitri
Ningsih, S.Kep
KEBUTUHAN
ISTRAHAT & TIDUR
PENDAHULUAN
Seringkali orang menyimpan & menghemat sejumlah
energi untuk meningkatkan atau mempertahankan
kesehatannya.
Penghematan atau penyimpanan energi dilakukan
dengan cara istrahat atau tidur

Pada umumnya orang yang menderita sakit
membutuhkan lebih banyak istrahat & tidur
PENGERTIAN






ISTRAHAT

istrahat dikonotasikan dengan status aktivitas
tubuh dalam keadaan menurun.
Istrahat digambarkan dengan keadaan tenang,
rilex tanpa ada tekanan emosi & terbebas dari
rasa takut atau cemas.
Berdasarkan gambaran ini, maka istrahat tidak
selalu dipersepsikan dengan keadaan tanpa
aktivitas, karena kenyataannya orang yang
melakukan aktivitas yang “restfull”, Contoh :
rekreasi, menari dll, sebagai hasil dari istrahat
adalah tubuh menjadi segar.
KARAKTERISTIK ISTRAHAT
Merasakan bahwa segala sesuatu
dapat diatasi
Merasa diterima
Mengetahui apa yang sedang terjadi
Bebas dari gangguan ketidaknyamanan
Mempunyai sejumlah kepuasan
terhadap aktivitas yang mempunyai
tujuan
Mengetahui adanya bantuan sewaktu
memerlukan
KEBUTUHAN TIDUR
Kebutuhan tidur manusia
Umur

Tingkat
perkembangan

Jumlah
kebutuhan tidur

0 – 1 bulan

Bayi baru lahir

14-18 jam/hr

1 – 18 bulan

Masa bayi

12-14 jam/hr

18 bln-3 tahun

Masa anak

11-12 jam/hr

3 – 6 tahun

Masa prasekolah

11 jam/hr

6 – 12 tahun

Masa sekolah

10 jam/hr

12-18 tahun

Masa remaja

8,5 jam/hr

18-40 tahun

Masa dewasa

7-8 jam/hr

40-60 tahun

Masa mudah paru 7 jam/hr
baya

60 tahun keatas

Masa dewasa tua

6 jam/hr
PENGERTIAN






TIDUR

Maslow (1970), tidur merupakan salah satu
kebutuhan dasar manusia.
Secara historis, tidur dikaitkan dengan status
tidak sadar. Lalu definisi ini berkembang
bahwa tidur sebagai keadaan seseorang yang
sadar diikuti dengan penurunan persepsi
&reaksi terhadap stimulus lingkungan.
Haiter (1980) aktivitas fisik yang minimal,
sadar, terjadi perubahan proses fisiologi
tubuh & menurunnya respon terhadap stimulus
eksternal.
FUNGSI TIDUR BIASANYA DIKAITKAN
DENGAN
ISTILAH

PROTEKSI
&
YANG SERING

RESTORASI.
DITEMUKAN

DALAM MASYARAKAT
“erything will look better after a good night’s sleep”.

Hal ini didasari dengan :
tidur
mengembalikan
kesegaran
fisik,
menurunkan
stress
&
kecemasan
serta
mengembalikan
kemampuan
berkonsentrasi
dalam
menghadapi masalah &
FISIOLOGI TIDUR
Pusat pengaturan siklus tidur secara alam berada
pada batang otak yaitu sistem aktivasi retikular (
reticular Activatingsystem/RAS) & region sinkronisasi
bulbaris ( bulbar synchronizing region/BSR)
Formasi retikularis ini bergerak melalui medula
obongata, pons, otak tengah ke hipotalamus.

Selama tidur tubuh mengirimkan stimulus yang
rendah baik dari kortex serebri maupun perifer &
individu akan bangun jika stimulus-stimulus ini
ditingkatkan
RAS digambarkan dengan status tubuh yang sadar &
menerima
input
sensorik
seperti
stimulus
visual, pendengaran, nyeri & perabaan. Stimulus inilah
yang mempertahankan seseorang tetap bangun &
sadar.
Formasi retikular ini memungkinkan pengaturan
aktivitas volunter & reflex
Hipotalamus berfungsi sebagai pusat aktivasi
involunter, salah satunya tidur & bangun.
Kerusakan pada hipotalamus menyebabkan
seseorang tidur dalam waktu yang abnormal
Perubahan-perubahan fisik yang terjadi pada
waktu tidur adalah denyut nadi menurun,
tekanan darah arteri menurun, dilatasi
pembuluh
dara
perifer,
kadang-kadang
meningkatkan aktivitas traktus gastrointestinal,
relaksasi otot skeletal & menurunkan kec.
Metabolisme basalis sebanyak 10%-30%.
TAHAP

– TAHAP TIDUR

1.

Tidur gelombang lambat (slow wave
sleep/
nonrapid
eye
movement
(NREM)

1.

Tidur paradoks/
movement (REM)

tidur

rapid

eye

Tahap ini telah diselidiki melalui alat :
EEG, EOG (elektrookulografi), EMG
(elektromiografi)
TAHAP NREM ADA 4 TAHAP
Tahap I
tahap ini adalah tahap transisi antara bangun & tidur
dengan
ciri
rileks,
masih
sadardengan
lingkungan, merasa mengantuk, bola mata bergerak dari
samping kesamping, frekuensi nadi & napas sedikit
menurun serta dapat bangun segera selama tahap ini
berlangsung sekitar 5 menit.
Tahap II
merupakan tahap tidur ringan & proses tubuh terus
menerus dgn ciri : mata pada umumnya menetap, denyut
jantung
&
frek
napas
menurun,
suhu
menurun, metabolisme menurun serta berlangsung
pendek & berakhir 10 – 15 menit.
Tahap III
merupakan tahap tidur dengan ciri denyut nadi, frekuensi
napas, &proses tubuh lainnya lambat, hal ini disebabkan
oleh adanya dominaasi sistem saraf parasimpatis
sehingga sulit untuk bangun.
Tahap IV
Merupakan tahap tidur dengan ciri : kec jantung & napas
menurun, jarang bergerak, sulit dibangunkan, gerak bola
mata cepat, sekresi lambung menurun, & tonus otot
menurun.
TAHAP REM
Ciri tidur REM adalah sbb :
1.

Biasanya disertai mimpi aktif

2.

Lebih sulit dbangunkan daripada selama tidur
nyenyak NREM

3.

Tonus otot selama tidur nyenyak sangat
tertekan, menunjukka inhibisi kuat proyeksi spinal
atas sistem pengaktivasi retikularis

4.

Frek jantung & pernapasan menjadi tidak teratur

5.

Pada otot perifer, terjadi beberapa gerakan otot
yang tidak teratur

6.

Mata cepat tertutup & terbuka, nadi cepat &
irreguler, TD meningkat, sekresi gaster meningkat
& metabolisme meningkat.

7.

Tidur
ini
penting
untuk
keseimbangan
mental, emosi, jg berperan dlm belajar, memori, &
adaptasi.
SIKLUS TIDUR
Siklus tidur yang normal terjadi jika individu
melalui seluruh tahap NREM, lalu individu akan
kembali ke tahap III & II sebelum individu masuk
ke tahap I lalu bangun, individu tersebut akan
masuk ke tahap REM.

Setelah tahap REM individu akan meneruskan
siklus tidurnya dengan masuk kembali ke tahap
II dari NREM & selanjutnya.
Jika individu bangun pada tahap kapanpun maka
proses akan dimulai kembali dari NREM tahap I
Bangun
Pratidur
NREM I

NREM II

NREM III

tidur REM

NREM II

NREM III

NREM IV

BAGAN SIKLUS TIDUR
FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI
TIDUR
1.

Tingkat perkembangan, siklus tidur bangun bervariasi
pada tiap tingkat usia

2.

Aktivitas fisik, kelelahan meningkatkan REM & NREM

3.

Stress psikologi, sakit & situasi yang menyebabkan
stress psikologi cenderung mengganggu tidur baik
kesulitan dalam memenuhi jumlah jam tidur yang
dibutuhkan maupun menurunkan prosentase dari REM

4.

Motivasi, keputusan untuk tetap terjaga & sadar
membantu seseorang untuk menghindari kantuk & tidur

5.

Diet , Asam amino L-tryptophan bereaksi memudahkan
individu untuk tidur. Protein ini mencegah pengeluaran
serotonin contoh: susu,Ice cream & keju.
6.

7.
8.
9.
10.

11.

12.

Alkohol, pada jumlah yang sedikit dapat memudahkan
orang untuk tidur, tapi dalam jumlah banyak dapat
mengurangi lamanya REMdan fase delta.
Kafein, bekerja dalam SSP,untuk kebanyakan orang
kafein mempengaruhi kemudahan tidur seseorang.
Rokok, nikotin merupakan stimulan yang membuat
sesorang sulit tidur & mudah terbangun.
Faktor lingkungan, kebanyakan orang lebih nyaman
tidur dirumah sendiri.
Gaya hidup, berbagai gaya hidup mempengaruhi tidur
individu diantaranya pola kerja, aktivitas seharihari, lamanya waktu menonton TV.
Kondisi fisik, keadaan sakit berpengaruh baik fisiologi
maupun psikologis. Keadaan ini berpengaruh langsung
pada tidur individu. Contoh : seseorang yang menderita
ulkus peptikum biasanya bangun pada malam hari
karena merasa nyeri. Hal ini terjadi karena sekresi
gastrik meningkat pada waktu REM. Umumnya mereka
memakan makanan untuk menetralisir asam lambung.
Medikasi, banyak obat2an yang mempengaruhi tidur
seseorang,
umumnya
gol
barbiturat, amphetamin, antidepresan.
PENYAKIT-PENYAKIT YANG UMUM TERJADI
Masalah tidur terbagi 2 yaitu :
1.

2.

Primer, jika gangguan tidur menjadi
keluhan utama. Termasuk didalamnya
yaitu
:
insomnia,
hipersomnia,
parasomnia,
enuresis,
mengigau,
narkolepsi & sleep apnea.
Sekunder, jika keluhan tidur terjadi
karena penyakit klinik lainnya, Co : nyeri
menyebabkan terjadinya sleep deprivasi.
PENGKAJIAN PERAWATAN

Riwayat perawatan mengenai istrahat
& tidur harus bersifat komprehensif.
Pengkajian meliputi pola tidur –
Bangun, efek tidur dalam melakukan
fungsi sehari – hari, hal - hal untuk
dapat tidur nyenyak, masalah-masalah
tidur yang dialami & faktor-faktor lain
yang berkontribusi didlmnya.
PENGKAJIAN FISIK
Untuk menilai kualitas tidur klien
seperti
letargi, lelah, lemah, pembengkak
an pada palpebra, mata merah &
berbicaradengan lemah. Perlu jg
dicatat karakteristik tubuh yang
mungkin
meningkatkan
masalah
tidur seperti obesitas, deviasi
septum nasal.
“snoring” biasanya disebabkan oleh
adanya obstruksi jalan udara
antara hidung & mulut.
DIAGNOSA KEPERAWATAN
Gangguan pola tidur dapat berupa
insomnia, Hipersomnia, parasomnia
, sleep deprivasi, dan perubahan
pola tidur bangun. Masalah ini
dapat disebabkan oleh keadaan
tidak
nyaman
fisik
:
nyeri, emosional, stress & cemas
perubahan
kebiasaan
atau
lingkungan,
gangguan
irama
sirkadian,
latihan
berlebihan
sebelum
tidur,
efek
obat
(kafein,
nikotin,
alkohol.
Ketergantungan obat) & gejala
Sebagai etiologi ggn pola tidur dapat
menyebabkan masalah sbb:
Cemas b/d sulit untuk tidur
 Intoleransi aktifitas b/d sleep deprivasi
 Koping tidak adekuat
b/d insomnia ;
insufisiensi kualitas & kuantitas tidur.
 potensial
injuri
b/d
somnambulisme, narkolepsi
 kurang
pengetahuan
b/d
miskonsepsi
, keterbatasan kognitif.
 Cemas b/d enuresis noktural
 Potensial ggn proses berfikir b/d insomnia
yg lama, sleep deprivasi.

PERENCANAAN
Tidur & istrahat merupakan komponen hidup yang
esensial, maka perencanaan asuhan keperawatan pada
klien yang dirawat meliputi upaya-upaya yang mendorong
klien memperoleh tidur & istrahat yang adekuat.

Adapun
tujuan
dari
rencana
perawatan adalah :
o Klien mampu mempertahankan pola tidur-bangun yang
adekuat.
o

Mendemonstrasikan prilaku perawatan diri
meningkatkan keseimbangan istrahat & bekerja.

yang
IMPLEMENTASI
1.

Menyiapkan lingkungan yang rest full

2.

Memfasilitasi & meningkatkan aktifitas yang
meningkatkan tidur

3.

Membantu meninkatkan relaksasi

4.

Meningkatkan kenyamanan

5.

Meningkatkan pola tidur-bangun

6.

Melakukan penjadwalan kegiatan yang tidak
mengganggu tidur

7.

Melakukan kolaborasi dalam medikasi

8.

Mengajarkan klien mengenai istrahat & tidur

EVALUASI
Dilakukan setelah kegiatan dilakukan
TERIMA KASIH

Akper pemkab muna

  • 1.
    AKPER PEMKAB MUNA SEMESTERI O LEH Ns. Wa Ode Fitri Ningsih, S.Kep
  • 2.
  • 3.
    PENDAHULUAN Seringkali orang menyimpan& menghemat sejumlah energi untuk meningkatkan atau mempertahankan kesehatannya. Penghematan atau penyimpanan energi dilakukan dengan cara istrahat atau tidur Pada umumnya orang yang menderita sakit membutuhkan lebih banyak istrahat & tidur
  • 4.
    PENGERTIAN    ISTRAHAT istrahat dikonotasikan denganstatus aktivitas tubuh dalam keadaan menurun. Istrahat digambarkan dengan keadaan tenang, rilex tanpa ada tekanan emosi & terbebas dari rasa takut atau cemas. Berdasarkan gambaran ini, maka istrahat tidak selalu dipersepsikan dengan keadaan tanpa aktivitas, karena kenyataannya orang yang melakukan aktivitas yang “restfull”, Contoh : rekreasi, menari dll, sebagai hasil dari istrahat adalah tubuh menjadi segar.
  • 5.
    KARAKTERISTIK ISTRAHAT Merasakan bahwasegala sesuatu dapat diatasi Merasa diterima Mengetahui apa yang sedang terjadi Bebas dari gangguan ketidaknyamanan Mempunyai sejumlah kepuasan terhadap aktivitas yang mempunyai tujuan Mengetahui adanya bantuan sewaktu memerlukan
  • 6.
    KEBUTUHAN TIDUR Kebutuhan tidurmanusia Umur Tingkat perkembangan Jumlah kebutuhan tidur 0 – 1 bulan Bayi baru lahir 14-18 jam/hr 1 – 18 bulan Masa bayi 12-14 jam/hr 18 bln-3 tahun Masa anak 11-12 jam/hr 3 – 6 tahun Masa prasekolah 11 jam/hr 6 – 12 tahun Masa sekolah 10 jam/hr 12-18 tahun Masa remaja 8,5 jam/hr 18-40 tahun Masa dewasa 7-8 jam/hr 40-60 tahun Masa mudah paru 7 jam/hr baya 60 tahun keatas Masa dewasa tua 6 jam/hr
  • 7.
    PENGERTIAN    TIDUR Maslow (1970), tidurmerupakan salah satu kebutuhan dasar manusia. Secara historis, tidur dikaitkan dengan status tidak sadar. Lalu definisi ini berkembang bahwa tidur sebagai keadaan seseorang yang sadar diikuti dengan penurunan persepsi &reaksi terhadap stimulus lingkungan. Haiter (1980) aktivitas fisik yang minimal, sadar, terjadi perubahan proses fisiologi tubuh & menurunnya respon terhadap stimulus eksternal.
  • 8.
    FUNGSI TIDUR BIASANYADIKAITKAN DENGAN ISTILAH PROTEKSI & YANG SERING RESTORASI. DITEMUKAN DALAM MASYARAKAT “erything will look better after a good night’s sleep”. Hal ini didasari dengan : tidur mengembalikan kesegaran fisik, menurunkan stress & kecemasan serta mengembalikan kemampuan berkonsentrasi dalam menghadapi masalah &
  • 9.
    FISIOLOGI TIDUR Pusat pengaturansiklus tidur secara alam berada pada batang otak yaitu sistem aktivasi retikular ( reticular Activatingsystem/RAS) & region sinkronisasi bulbaris ( bulbar synchronizing region/BSR) Formasi retikularis ini bergerak melalui medula obongata, pons, otak tengah ke hipotalamus. Selama tidur tubuh mengirimkan stimulus yang rendah baik dari kortex serebri maupun perifer & individu akan bangun jika stimulus-stimulus ini ditingkatkan RAS digambarkan dengan status tubuh yang sadar & menerima input sensorik seperti stimulus visual, pendengaran, nyeri & perabaan. Stimulus inilah yang mempertahankan seseorang tetap bangun & sadar.
  • 10.
    Formasi retikular inimemungkinkan pengaturan aktivitas volunter & reflex Hipotalamus berfungsi sebagai pusat aktivasi involunter, salah satunya tidur & bangun. Kerusakan pada hipotalamus menyebabkan seseorang tidur dalam waktu yang abnormal Perubahan-perubahan fisik yang terjadi pada waktu tidur adalah denyut nadi menurun, tekanan darah arteri menurun, dilatasi pembuluh dara perifer, kadang-kadang meningkatkan aktivitas traktus gastrointestinal, relaksasi otot skeletal & menurunkan kec. Metabolisme basalis sebanyak 10%-30%.
  • 11.
    TAHAP – TAHAP TIDUR 1. Tidurgelombang lambat (slow wave sleep/ nonrapid eye movement (NREM) 1. Tidur paradoks/ movement (REM) tidur rapid eye Tahap ini telah diselidiki melalui alat : EEG, EOG (elektrookulografi), EMG (elektromiografi)
  • 12.
    TAHAP NREM ADA4 TAHAP Tahap I tahap ini adalah tahap transisi antara bangun & tidur dengan ciri rileks, masih sadardengan lingkungan, merasa mengantuk, bola mata bergerak dari samping kesamping, frekuensi nadi & napas sedikit menurun serta dapat bangun segera selama tahap ini berlangsung sekitar 5 menit. Tahap II merupakan tahap tidur ringan & proses tubuh terus menerus dgn ciri : mata pada umumnya menetap, denyut jantung & frek napas menurun, suhu menurun, metabolisme menurun serta berlangsung pendek & berakhir 10 – 15 menit. Tahap III merupakan tahap tidur dengan ciri denyut nadi, frekuensi napas, &proses tubuh lainnya lambat, hal ini disebabkan oleh adanya dominaasi sistem saraf parasimpatis sehingga sulit untuk bangun. Tahap IV Merupakan tahap tidur dengan ciri : kec jantung & napas menurun, jarang bergerak, sulit dibangunkan, gerak bola mata cepat, sekresi lambung menurun, & tonus otot menurun.
  • 13.
    TAHAP REM Ciri tidurREM adalah sbb : 1. Biasanya disertai mimpi aktif 2. Lebih sulit dbangunkan daripada selama tidur nyenyak NREM 3. Tonus otot selama tidur nyenyak sangat tertekan, menunjukka inhibisi kuat proyeksi spinal atas sistem pengaktivasi retikularis 4. Frek jantung & pernapasan menjadi tidak teratur 5. Pada otot perifer, terjadi beberapa gerakan otot yang tidak teratur 6. Mata cepat tertutup & terbuka, nadi cepat & irreguler, TD meningkat, sekresi gaster meningkat & metabolisme meningkat. 7. Tidur ini penting untuk keseimbangan mental, emosi, jg berperan dlm belajar, memori, & adaptasi.
  • 14.
    SIKLUS TIDUR Siklus tiduryang normal terjadi jika individu melalui seluruh tahap NREM, lalu individu akan kembali ke tahap III & II sebelum individu masuk ke tahap I lalu bangun, individu tersebut akan masuk ke tahap REM. Setelah tahap REM individu akan meneruskan siklus tidurnya dengan masuk kembali ke tahap II dari NREM & selanjutnya. Jika individu bangun pada tahap kapanpun maka proses akan dimulai kembali dari NREM tahap I
  • 15.
    Bangun Pratidur NREM I NREM II NREMIII tidur REM NREM II NREM III NREM IV BAGAN SIKLUS TIDUR
  • 16.
    FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI TIDUR 1. Tingkatperkembangan, siklus tidur bangun bervariasi pada tiap tingkat usia 2. Aktivitas fisik, kelelahan meningkatkan REM & NREM 3. Stress psikologi, sakit & situasi yang menyebabkan stress psikologi cenderung mengganggu tidur baik kesulitan dalam memenuhi jumlah jam tidur yang dibutuhkan maupun menurunkan prosentase dari REM 4. Motivasi, keputusan untuk tetap terjaga & sadar membantu seseorang untuk menghindari kantuk & tidur 5. Diet , Asam amino L-tryptophan bereaksi memudahkan individu untuk tidur. Protein ini mencegah pengeluaran serotonin contoh: susu,Ice cream & keju.
  • 17.
    6. 7. 8. 9. 10. 11. 12. Alkohol, pada jumlahyang sedikit dapat memudahkan orang untuk tidur, tapi dalam jumlah banyak dapat mengurangi lamanya REMdan fase delta. Kafein, bekerja dalam SSP,untuk kebanyakan orang kafein mempengaruhi kemudahan tidur seseorang. Rokok, nikotin merupakan stimulan yang membuat sesorang sulit tidur & mudah terbangun. Faktor lingkungan, kebanyakan orang lebih nyaman tidur dirumah sendiri. Gaya hidup, berbagai gaya hidup mempengaruhi tidur individu diantaranya pola kerja, aktivitas seharihari, lamanya waktu menonton TV. Kondisi fisik, keadaan sakit berpengaruh baik fisiologi maupun psikologis. Keadaan ini berpengaruh langsung pada tidur individu. Contoh : seseorang yang menderita ulkus peptikum biasanya bangun pada malam hari karena merasa nyeri. Hal ini terjadi karena sekresi gastrik meningkat pada waktu REM. Umumnya mereka memakan makanan untuk menetralisir asam lambung. Medikasi, banyak obat2an yang mempengaruhi tidur seseorang, umumnya gol barbiturat, amphetamin, antidepresan.
  • 18.
    PENYAKIT-PENYAKIT YANG UMUMTERJADI Masalah tidur terbagi 2 yaitu : 1. 2. Primer, jika gangguan tidur menjadi keluhan utama. Termasuk didalamnya yaitu : insomnia, hipersomnia, parasomnia, enuresis, mengigau, narkolepsi & sleep apnea. Sekunder, jika keluhan tidur terjadi karena penyakit klinik lainnya, Co : nyeri menyebabkan terjadinya sleep deprivasi.
  • 19.
    PENGKAJIAN PERAWATAN Riwayat perawatanmengenai istrahat & tidur harus bersifat komprehensif. Pengkajian meliputi pola tidur – Bangun, efek tidur dalam melakukan fungsi sehari – hari, hal - hal untuk dapat tidur nyenyak, masalah-masalah tidur yang dialami & faktor-faktor lain yang berkontribusi didlmnya.
  • 20.
    PENGKAJIAN FISIK Untuk menilaikualitas tidur klien seperti letargi, lelah, lemah, pembengkak an pada palpebra, mata merah & berbicaradengan lemah. Perlu jg dicatat karakteristik tubuh yang mungkin meningkatkan masalah tidur seperti obesitas, deviasi septum nasal. “snoring” biasanya disebabkan oleh adanya obstruksi jalan udara antara hidung & mulut.
  • 21.
    DIAGNOSA KEPERAWATAN Gangguan polatidur dapat berupa insomnia, Hipersomnia, parasomnia , sleep deprivasi, dan perubahan pola tidur bangun. Masalah ini dapat disebabkan oleh keadaan tidak nyaman fisik : nyeri, emosional, stress & cemas perubahan kebiasaan atau lingkungan, gangguan irama sirkadian, latihan berlebihan sebelum tidur, efek obat (kafein, nikotin, alkohol. Ketergantungan obat) & gejala
  • 22.
    Sebagai etiologi ggnpola tidur dapat menyebabkan masalah sbb: Cemas b/d sulit untuk tidur  Intoleransi aktifitas b/d sleep deprivasi  Koping tidak adekuat b/d insomnia ; insufisiensi kualitas & kuantitas tidur.  potensial injuri b/d somnambulisme, narkolepsi  kurang pengetahuan b/d miskonsepsi , keterbatasan kognitif.  Cemas b/d enuresis noktural  Potensial ggn proses berfikir b/d insomnia yg lama, sleep deprivasi. 
  • 23.
    PERENCANAAN Tidur & istrahatmerupakan komponen hidup yang esensial, maka perencanaan asuhan keperawatan pada klien yang dirawat meliputi upaya-upaya yang mendorong klien memperoleh tidur & istrahat yang adekuat. Adapun tujuan dari rencana perawatan adalah : o Klien mampu mempertahankan pola tidur-bangun yang adekuat. o Mendemonstrasikan prilaku perawatan diri meningkatkan keseimbangan istrahat & bekerja. yang
  • 24.
    IMPLEMENTASI 1. Menyiapkan lingkungan yangrest full 2. Memfasilitasi & meningkatkan aktifitas yang meningkatkan tidur 3. Membantu meninkatkan relaksasi 4. Meningkatkan kenyamanan 5. Meningkatkan pola tidur-bangun 6. Melakukan penjadwalan kegiatan yang tidak mengganggu tidur 7. Melakukan kolaborasi dalam medikasi 8. Mengajarkan klien mengenai istrahat & tidur EVALUASI Dilakukan setelah kegiatan dilakukan
  • 25.