Penilaian Berbasis Tempat Kerja:
Mini Clinical Evaluation Exercise (Mini- CEX)
Direct Observation of Procedural Skills (DOPS)
Multisource Feedback (MSF)
Tahap 3: Keterampilan Praktik Klinik
Tahap 2: Pengetahuan Kedokteran
Tahap 1: Pengayaan Dasar
A Model for Assessment
A Model for Assessment
Does
Shows
Knows How
Knows
Mini-CEX, DOPS, 360-Degree
Evaluation, Performance Log,
Portfolio
OSCE, Standardized Patient
Clinical Scenario-based MCQ, EMI,
Oral Examination, Essay
MCQ, Essay, Oral
Examination
Mini-CEX
 Suatu metode evaluasi kompetensi di tingkat
klinik
 6 kompetensi utama (ABIM, 1990):
•medical interviewing skills
•physical examination skills
•humanistic qualities/professionalism
•clinical judgment
•councelling skills
•organization and efficiency
•Menilai kompetensi di tingkat klinik
•Meliputi kognitif, psikomotor dan afektif
•Dapat dilakukan di poliklinik, ruang rawat inap,
unit gawat darurat dan ICU
Pelaksanaan
 Siapkan lembar penilaian Mini-CEX (ABIM) yang
dimodifikasi
 Tentukan tempat: poliklinik dan ruang rawat inap
 Pasien disiapkan oleh penguji/pengelola ujian
 Penguji: 1/beberapa orang untuk 1 mahasiswa
 Lama evaluasi: 15 – 25 menit, termasuk umpan
balik
 3 – 4 kali → hingga seluruh komponen kompetensi
tercapai
 Penilaian berdasarkan pedoman evaluasi Mini-CEX
Form Mini-CEX
Keuntungan
•Observasi langsung kinerja mahasiswa
•Dinilai oleh beberapa penguji
•Kompetensi terhadap beberapa kasus berbeda
•Pelaksanaan mudah dan praktis
Keterbatasan
•Cara yang relatif baru dan kurang dikenal
•Diperlukan pelatihan staf pengajar untuk
memperbaiki keterandalan
•Penilaian tidak dapat dilakukan untuk seluruh
aspek kompetensi hanya dengan sekali ujian
Kesimpulan
•Mini-CEX cukup baik untuk menilai kompetensi
klinik
•Perlu pemahaman bersama antar staf
pengajar/penguji
•Penggunaan pedoman Mini-CEX dapat
membantu penguji memberikan penilaian yang
seragam, termasuk penguji di rumah sakit
jejaring
(DOPS)
Direct Observation of Procedural Skills
DOPS
•Menyerupai Mini–CEX
•Penilaian dan umpan balik khusus pada
prosedur tindakan
•Nilai berupa skala peringkatan terstruktur
Penilaian kompetensi terhadap:
•Pengetahuan tentang prosedur secara umum
•Persetujuan tindak medik
•Persiapan pra tindakan
•Analgesi / sedasi
•Kemampuan teknis aseptik
•Tatalaksana pasca tindakan
•Konseling dan komunikasi
Pelaksanaan
•Penilaian dapat dilakukan untuk beberapa
kegiatan dengan pasien berbeda, dan prosedur
bervariasi
•Siapkan lembar penilaian DOPS
•Waktu yang diperlukan 15 – 25 menit termasuk
umpan balik
•Diperlukan 4 – 6 penilaian untuk mencapai
keandalan
Keuntungan
•Observasi keterampilan prosedural secara
langsung
•Evaluasi global
•Mudah digunakan
•Memungkinkan dirancang sesuai kebutuhan
dan muatan lokal
Keterbatasan
•Cara yang relatif baru
•Diperlukan latihan untuk penilai
•Tidak mungkin menilai seluruh prosedur dalam
satu kesempatan
•Diperlukan asesor atau pengamat yang pakar
dibidangnya
Multisource Feedback
(360-Degree Evaluation)
360-Degree Evaluation
 Borang evaluasi yang diisi oleh berbagai individu
yang berada di ruang lingkup mahasiswa tersebut
 Biasanya mencakup dokter pembimbing, teman
sejawat, perawat, petugas administrasi, pasien, atau
keluarga pasien; termasuk penilaian terhadap diri
sendiri
 Dikenal juga sebagai Multi Source Feedback (MSF)
360-Degree evaluation
 Penilaian berupa skala peringkat dan checklist
 Dapat digunakan untuk evaluasi formatif dan
sumatif
 Selain digunakan untuk evaluasi undergraduate,
juga banyak digunakan pada postgraduate dan CME
(Continuing Medical Education)
 Pemberian umpan balik dapat diberikan secara
tertulis dan anonim
Syarat Penilai dan Pemilihan MSF
 Hindari yang memiliki kepentingan secara langsung
dengan mahasiswa yang dinilai, seperti orang tua,
keluarga, kerabat dekat
 Hanya dapat digunakan untuk periode pengamatan
jangka panjang
KELEBIHAN
 Penilaian terhadap tindakan dan perilaku yang
sesungguhnya
 Penilaian oleh berbagai observer
 Memberikan bukti, bukan impresi, terhadap
seseorang
 Dinilai sebagai alat pengembangan diri yang baik
KEKURANGAN
 Penelitian terbatas terkait kualitas psikometrik
 Penilai dapat enggan untuk memberikan penilaian
yang akurat pada individu dengan kinerja yang
buruk
 Pengumpulan dan analisis data yang rumit
dikarenakan banyaknya penilai
Take home message
 Work place-based assessment digunakan untuk
evaluasi hasil belajar tahap klinis
 Pemilihan metode evaluasi bergantung ranah
yang akan dinilai
 Pelatihan evalasi penting untuk keseragaman
penelitian
“We should assess what we teach and teach what we assess.”
Daftar Pustaka
1. Amin Z, Chong YS, Khoo HE. A Practical Guide to
Medical Student Assessment. World Scientific
Publishing, Singapore, 2005.
2. Miller GE. The Assessment of Clinical
Skills/Competence/Performance. Academic
Medicine 65(9): S63-7,1990.
3. Dent JA, Harden RM. A Practical Guide for
Medical Teachers. Edinburgh: Churchill
Livingstone; 2012.
Terima Kasih…

9. Presentasi MINI-CEX dan DOPS presentasi

  • 1.
    Penilaian Berbasis TempatKerja: Mini Clinical Evaluation Exercise (Mini- CEX) Direct Observation of Procedural Skills (DOPS) Multisource Feedback (MSF)
  • 2.
    Tahap 3: KeterampilanPraktik Klinik Tahap 2: Pengetahuan Kedokteran Tahap 1: Pengayaan Dasar A Model for Assessment
  • 3.
    A Model forAssessment Does Shows Knows How Knows Mini-CEX, DOPS, 360-Degree Evaluation, Performance Log, Portfolio OSCE, Standardized Patient Clinical Scenario-based MCQ, EMI, Oral Examination, Essay MCQ, Essay, Oral Examination
  • 4.
    Mini-CEX  Suatu metodeevaluasi kompetensi di tingkat klinik  6 kompetensi utama (ABIM, 1990): •medical interviewing skills •physical examination skills •humanistic qualities/professionalism •clinical judgment •councelling skills •organization and efficiency
  • 5.
    •Menilai kompetensi ditingkat klinik •Meliputi kognitif, psikomotor dan afektif •Dapat dilakukan di poliklinik, ruang rawat inap, unit gawat darurat dan ICU
  • 6.
    Pelaksanaan  Siapkan lembarpenilaian Mini-CEX (ABIM) yang dimodifikasi  Tentukan tempat: poliklinik dan ruang rawat inap  Pasien disiapkan oleh penguji/pengelola ujian  Penguji: 1/beberapa orang untuk 1 mahasiswa  Lama evaluasi: 15 – 25 menit, termasuk umpan balik  3 – 4 kali → hingga seluruh komponen kompetensi tercapai  Penilaian berdasarkan pedoman evaluasi Mini-CEX
  • 7.
  • 10.
    Keuntungan •Observasi langsung kinerjamahasiswa •Dinilai oleh beberapa penguji •Kompetensi terhadap beberapa kasus berbeda •Pelaksanaan mudah dan praktis
  • 11.
    Keterbatasan •Cara yang relatifbaru dan kurang dikenal •Diperlukan pelatihan staf pengajar untuk memperbaiki keterandalan •Penilaian tidak dapat dilakukan untuk seluruh aspek kompetensi hanya dengan sekali ujian
  • 12.
    Kesimpulan •Mini-CEX cukup baikuntuk menilai kompetensi klinik •Perlu pemahaman bersama antar staf pengajar/penguji •Penggunaan pedoman Mini-CEX dapat membantu penguji memberikan penilaian yang seragam, termasuk penguji di rumah sakit jejaring
  • 17.
  • 18.
    DOPS •Menyerupai Mini–CEX •Penilaian danumpan balik khusus pada prosedur tindakan •Nilai berupa skala peringkatan terstruktur
  • 19.
    Penilaian kompetensi terhadap: •Pengetahuantentang prosedur secara umum •Persetujuan tindak medik •Persiapan pra tindakan •Analgesi / sedasi •Kemampuan teknis aseptik •Tatalaksana pasca tindakan •Konseling dan komunikasi
  • 20.
    Pelaksanaan •Penilaian dapat dilakukanuntuk beberapa kegiatan dengan pasien berbeda, dan prosedur bervariasi •Siapkan lembar penilaian DOPS •Waktu yang diperlukan 15 – 25 menit termasuk umpan balik •Diperlukan 4 – 6 penilaian untuk mencapai keandalan
  • 22.
    Keuntungan •Observasi keterampilan proseduralsecara langsung •Evaluasi global •Mudah digunakan •Memungkinkan dirancang sesuai kebutuhan dan muatan lokal
  • 23.
    Keterbatasan •Cara yang relatifbaru •Diperlukan latihan untuk penilai •Tidak mungkin menilai seluruh prosedur dalam satu kesempatan •Diperlukan asesor atau pengamat yang pakar dibidangnya
  • 24.
  • 25.
    360-Degree Evaluation  Borangevaluasi yang diisi oleh berbagai individu yang berada di ruang lingkup mahasiswa tersebut  Biasanya mencakup dokter pembimbing, teman sejawat, perawat, petugas administrasi, pasien, atau keluarga pasien; termasuk penilaian terhadap diri sendiri  Dikenal juga sebagai Multi Source Feedback (MSF)
  • 26.
    360-Degree evaluation  Penilaianberupa skala peringkat dan checklist  Dapat digunakan untuk evaluasi formatif dan sumatif  Selain digunakan untuk evaluasi undergraduate, juga banyak digunakan pada postgraduate dan CME (Continuing Medical Education)  Pemberian umpan balik dapat diberikan secara tertulis dan anonim
  • 27.
    Syarat Penilai danPemilihan MSF  Hindari yang memiliki kepentingan secara langsung dengan mahasiswa yang dinilai, seperti orang tua, keluarga, kerabat dekat  Hanya dapat digunakan untuk periode pengamatan jangka panjang
  • 28.
    KELEBIHAN  Penilaian terhadaptindakan dan perilaku yang sesungguhnya  Penilaian oleh berbagai observer  Memberikan bukti, bukan impresi, terhadap seseorang  Dinilai sebagai alat pengembangan diri yang baik
  • 29.
    KEKURANGAN  Penelitian terbatasterkait kualitas psikometrik  Penilai dapat enggan untuk memberikan penilaian yang akurat pada individu dengan kinerja yang buruk  Pengumpulan dan analisis data yang rumit dikarenakan banyaknya penilai
  • 31.
    Take home message Work place-based assessment digunakan untuk evaluasi hasil belajar tahap klinis  Pemilihan metode evaluasi bergantung ranah yang akan dinilai  Pelatihan evalasi penting untuk keseragaman penelitian “We should assess what we teach and teach what we assess.”
  • 32.
    Daftar Pustaka 1. AminZ, Chong YS, Khoo HE. A Practical Guide to Medical Student Assessment. World Scientific Publishing, Singapore, 2005. 2. Miller GE. The Assessment of Clinical Skills/Competence/Performance. Academic Medicine 65(9): S63-7,1990. 3. Dent JA, Harden RM. A Practical Guide for Medical Teachers. Edinburgh: Churchill Livingstone; 2012.
  • 33.