© Operational Excellence Consulting
THE 8 WASTES IN MANUFACTURING
INVENTORY MOTION
TRANSPORTATION WAITING
OVER-PRODUCTION DEFECTS
OVER-PROCESSING NON-UTILIZED TALENT
ANTONY TEKNIKA SIGMAWELD
(Training Center)
Maitri Garden 1, No. A-16,
Batam Kota, Batam
Indonesia
2
© Operational Excellence Consulting 2
Tujuan Pembelajaran
Peserta
memahami
konsep dari Waste
(pemborosan)
Mengenal 8 jenis
pemborosan pada
lingkungan kerja
atau proses kerja
Menanggapi
secara positif cara
menghilangkan
pemborosan
(waste elimination)
3
© Operational Excellence Consulting 3
1
2
3
8 Pemborosan dalam Manufacturing
Apa itu Pemborosan (Waste)?
Sikap dalam menghilangkan pemborosan
Outline
4
© Operational Excellence Consulting 4
Mengenal 8 Pemborosan (Waste)
 Memulai langkah pertama merupakan bagian yang paling
sulit dalam proses perbaikan (improvement) ataupun
usaha-usaha untuk menyelesaikan masalah (problem
solving)
 Untuk memulai perbaikan, karyawan yang terlibat dalam
proses perbaikan harus mengetahui apa saja yang
merupakan pemborosan yang ada dan mulai melihat
potensi perbaikan yang bisa dilakukan
 Pelatihan ini memberikan gambaran tentang bagaimana
“Toyota waste model” dapat membantu kita dalam
mengindentifikasi pemborosan dalam proses dan aktivitas
kerja kita.
© Operational Excellence Consulting
Apa itu Pemborosan (Waste)?
1
6
© Operational Excellence Consulting 6
5 Cara Meningkatkan Produksi
Kondisi sekarang
1 Orang
1 Mesin 100 Units
1 Jam
Kondisi yang diinginkan
1 Orang
1 Mesin 120 Units
1 Jam
TPS
Goal
TPS = Toyota Production System
7
© Operational Excellence Consulting 7
Metode Proses yang mempengaruhi Biaya
A
B C
INVENTORY
INVENTORY
INVENTORY MATERIALS
FINISHED
PRODUCTS
FINISHED
PRODUCTS
A C
B
MATERIALS
Sistem Tradisional
 Ketika Proses A selesai,
produk akan diserahkan ke
Proses B, yang akan
menyimpan produk itu sampai
dibutuhkan.
Sistem Pull
 Proses B bertanggung jawab
mendapatkan produk dari
Proses A ketika dibutuhkan,
sehingga tidak membutuhkan
penyimpanan sementara.
Leader perlu mengidentifikasi cara-cara yang lebih
efektif dalam melakukan pekerjaan
8
© Operational Excellence Consulting 8
Kerja versus Pemborosan
Value Add
Non-Value Add:
Incidental Waste
Non-Value Add:
Pure Waste
Fakus Perbaikan
dilakukan di sini
9
© Operational Excellence Consulting 9
Kerja versus Pemborosan
 Memerlukan sumber
daya tetapi tidak
menambah nilai bagi
pelanggan
 Dapat dihentikan dan
tidak mempengaruhi
pelanggan
Non-Value Add:
Pure Waste
 Transformasi bentuk dan
informasi
 Pelanggan setuju
membayar aktivitas ini
 Dilakukan dengan sekali
waktu
Value-Added
Activities
 Tidak ada nilai langsung
tetapi diperlukan karena
praktis sekarang ini
 Tidak ada nilai langsung
tetapi diperlukan karena
ada batasan proses
 Tidak ada nilai tetapi
diperlukan karena
persyaratan teknologi
 Tidak ada nilai tetapi
diperlukan karena
peraturan perudang-
undangan atau
persyaratan bisnis
Non-Value Add:
Incidental Waste
10
© Operational Excellence Consulting 10
Apa itu Nilai (Value)?
 Value adalah nilai/harga dari
produk (barang atau layanan)
yang diterima oleh pelanggan
 Value adalah tingkatan dari
pemenuhan kebutuhan atau
keinginan pelanggan yang
meliputi:
• Mutu
• Kegunaan
• Fungsi
• Ketersediaan
• Harga
• dsb
11
© Operational Excellence Consulting 11
Apa itu Pertambahan Nilai (Value-Added)?
 Value-Added
• Adalah aktivitas yang
menambah kemampuan
pasar/jual, menambah bentuk
atau fungsi dari produk
(barang atau layanan)
• Apa saja hal-hal yang
pelanggan mau membayar
Value Add
Non-Value Add:
Incidental Waste
Non-Value Add:
Pure Waste
12
© Operational Excellence Consulting 12
Apa itu Pemborosan (Waste)?
 Non-Value-Added = Waste
• Adalah semua aktivitas yang
menambah biaya atau waktu
tetapi tidak menambah nilai
(value)
• Aktivitas-aktivitas ini harus
dihilangkan, dikombinasikan
(dilebur), dikurangi atau
disederhanakan
• Biaya-biaya seperti sertifikasi
perusahaan dan biaya-biaya
asosiasi bisnis termasuk
dalam Incidental waste
Value Add
Non-Value Add:
Incidental Waste
Non-Value Add:
Pure Waste
© Operational Excellence Consulting
“Waste is anything other
than the minimum amount
of equipment, materials,
parts, space, and worker’s
time which are absolutely
essential to add value to the
product.”
Shoichiro Toyoda
President, Toyota
Definition of Waste
14
© Operational Excellence Consulting 14
Bagaimana pemborosan dapat mengakar?
 Kita menemukan solusi atas kondisi tertentu kemudian
lupa melakukan perubahan ketika kondisi berubah
(Stopgap Improvement)
 Seiring berjalannya waktu, ketika ada perubahan kondisi,
kita tidak lagi ingat mengapa kita melakukan hal tersebut
dan masalah apa yang memerlukan tindakan tersebut.
 Itulah sebabnya kita perlu menanyakan ‘mengapa’
berulang-ulang kali terhadap suatu tindakan atau apa saja
yang kita lakukan. Dengan melakukan ini maka kita akan
terhindar dari pemborosan yang mengakar.
15
© Operational Excellence Consulting 15
Pemborosan akan mengakar bila kita
melakukan ‘Stopgap Improvement’
A Problem
Occurs
Menghindari masalah
“Untuk sementara ini,
biarlah…”
Menginstitusi masalah
“Marilah mencari cara agar
masalah dapat diterima/ditolerir”
Menganggap ringan masalah
“Kita sudah biasa melakukan
seperti ini”
Mencari bukti/pembenaran
“Tak ada orang yang keberatan
bila kita melakukan ini”
Stopgap
Improvement
Tanya mengapa sampai
akar permasalahan
ditemukan
Real
Improvement
Lakukan penyelesaian
dengan langkah tepat
Masalah diselesaikan
16
© Operational Excellence Consulting 16
Manfaat dari Identikasi & Eliminasi
Pemborosan (Waste)
 Bagi Perusahaan
• Memotong atau menghilangkan biaya
produksi yang tersembunyi
• Meningkatkan kepuasan pelanggan
 Bagi Karyawan
• Meningkatkan kepuasan kerja
• Konstribusi pada peningkatan
17
© Operational Excellence Consulting 17
The 8 Types of Waste
INVENTORY MOTION
TRANSPORTATION WAITING
OVER-PRODUCTION DEFECTS
OVER-PROCESSING NON-UTILIZED TALENT
© Operational Excellence Consulting
“There is nothing
so useless as doing
efficiently that
which should not
be done at all.”
Peter Drucker
19
© Operational Excellence Consulting 19
Prinsip Pengurangan Biaya
Prinsip Pertambahan Biaya
COST 1
SALES
PRICE
1
PROFIT
1
Present
COST 2
PROFIT
2
Future
SALES
PRICE
2
Prinsip Pengurangan Biaya
COST 1
SALES
PRICE
1
PROFIT
1
Present
COST 2
PROFIT
2
Future
SALES
PRICE
2
Peningkatan keuntungan
yang diperoleh dengan
meningkatkan harga jual
Peningkatan keuntungan
yang diperoleh dengan
mengurangi pemborosan
biaya, sementara harga jual
tetap
© Operational Excellence Consulting
8 Pemborosan dalam
Manufacturing
2
21
© Operational Excellence Consulting 21
The 8 Wastes in Manufacturing
OVER-PRODUCTION DEFECTS
OVER-PROCESSING NON-UTILIZED TALENT
Menghasilkan barang atau
produk lebih daripada yang
diperlukan pelanggan
INVENTORY MOTION
TRANSPORTATION WAITING
Membuat atau menimbun
produk sebelum ada order dari
pelanggan
Pekerja menunggu proses,
peralatan atau orang selesai
mengerjakan suatu aktivitas
Pergerakan barang atau
dokumen atau perjalanan
dari satu tempat ke tempat
yang lain
Pergerakan Fisik atau mental
yang berlebihan yang tidak
menambah nilai
Menambah nilai produk
tetapi tidak diminta oleh
Pelanggan
Skrap, pekerjaan ulang
(rework), kesalahan data
atau informasi yang tidak
lengkap dalam dokumen
Tidak memberdayakan
sumber daya manusia
dalam rangka
kontribusi kecerdasan
22
© Operational Excellence Consulting 22
8 Jenis Pemborosan dalam Sistem Produksi
Transportation Processing waste
Inventory Defects
Overproduction
(production methods)
Motion waste
(operation methods)
Waiting time
(imbalances)
Intellectual waste
23
© Operational Excellence Consulting 23
Pemborosan dalam Manufacturing
 Menumpuk inventori atau stok dan
merencanakan schedule terlalu awal
 Membeli barang sebelum dibutuhkan
 Memproduksi barang dalam jumlah lebih
untuk menggantikan apabila ada produk
yang gagal atau rusak karena defect
 Mengirim lebih banyak dari jumlah yang
diorder
 Alur barang yang tidak seimbang
 Melebihi dari batasan (scope) yang
disetujui sebelumnya
OVER-PRODUCTION
Menghasilkan barang
atau produk lebih
daripada yang
diperlukan pelanggan
24
© Operational Excellence Consulting 24
 Kelebihan bahan baku, bahan setengah jadi
(WIP) atau barang jadi
 Membuat atau menyimpan kelebihan
produk
 Teknik manajemen inventori yang buruk –
misalnya menggunakan Teknik FILO
daripada FIFO
 Banyak bahan yang kadaluarsa
(obsolescence)
 Inventori atau mesin atau peralatan yang
tidak pernah dipakai
 Email yang menumpuk dan menunggu
untuk dibaca
 Berkas-berkas yang menunggu untuk
dikerjakan
INVENTORY
Membuat atau
menimbun produk
sebelum ada order
dari pelanggan
Pemborosan dalam Manufacturing
25
© Operational Excellence Consulting 25
 Menunggu bahan atau peralatan datang/
tiba di lokasi
 Menunggu mesin bekerja; Mesin
menunggu orang selesai bekerja; orang
menunggu orang
 Menunggu karena ada masalah mutu
(quality issues)
 Menunggu karena ada mesin yang rusak
 Menunggu instruksi, pengesahan,
informasi, atau keputusan
 Mencari klarifikasi (karena informasi
yang kurang jelas)
 Kehabisan persediaan (stok)
WAITING
Pekerja menunggu
proses, peralatan atau
orang selesai
mengerjakan suatu
aktivitas
Pemborosan dalam Manufacturing
26
© Operational Excellence Consulting 26
 Membeli bahan atau produk dari pemasok
yang jauh sementara pemasok yang lebih
dekat ada
 Mengembalikan barang / produk yang tidak
terjual kembali ke gudang
 Memindahkan barang dalam container
 Mengerjakan barang dalam jarak yang
jauh, tidak menggunakan sistem
production line
 Memindahkan barang kedalam atau keluar
gudang dan pengerjaan antar proses
 Menggunakan lokasi penyimpanan atau
gudang yang terlalu banyak
 Sistem pengiriman atau routing yang tidak
optimal
TRANSPORTATION
Pergerakan barang
atau dokumen atau
perjalanan dari satu
tempat ke tempat
yang lain
Pemborosan dalam Manufacturing
27
© Operational Excellence Consulting 27
 Kesulitan dalam mencari alat kerja,
bahan baku atau keperluan kantor
 Kesulitan menggapai, membungkuk,
atau terlalu banyak pergerakan yang
tidak perlu dan tidak ergonomis serta
layout tempat kerja yang buruk
 Pergerakan mesin yang berlebihan saat
memulai dan melaksanakan kerja
 Terlalu banyak jalan atau pergerakan
yang tidak perlu
 Terlalu banyak pekerjaan dokumen
(paperwork)
 Mencari informasi di intranet atau di
shared drive
MOTION
Pergerakan Fisik atau
mental yang
berlebihan yang tidak
menambah nilai
Pemborosan dalam Manufacturing
28
© Operational Excellence Consulting 28
 Memberikan mutu yang lebih tinggi tetapi
tidak dibutuhkan
 Mengerjakan aktivitas kerja yang sama
berulang-ulang atau secara berlebihan
(redundancy)
 Reaksi berlebihan akibat problem mutu di
waktu yang lalu
 Membersihkan cat atau overspray di
daerah yang tidak perlu dicat
 Penggantian bagian (parts) atau sistem
yang sebenarnya tidak diperlukan
 Pekerjaan dokumentasi yang berlebihan
 Proses pengesahan yang berlebihan (atau
proses pengecekan yang tumpang tindih)
OVER-PROCESSING
Menambah nilai
produk tetapi tidak
diminta oleh
Pelanggan
Pemborosan dalam Manufacturing
29
© Operational Excellence Consulting 29
 Bahan yang diproduksi/ dihasilkan tidak
sesuai dengan spesifikasi pelanggan
 Produk yang dikirim salah alamat
 Memasukan data order salah, kesalahan
desain, atau kesalahan dalam proses
rekayasa (engineering)
 Skrap, pekerjaan ulang (rework),
penggantian barang dan proses inspeksi
 Jadwal yang salah atau kesalahan
informasi
 Penempatan pekerja yang berlebihan
pada proses inspeksi, pekerjaan ulang
dan perbaikan
DEFECTS
Skrap, pekerjaan
ulang (rework),
kesalahan data atau
informasi yang tidak
lengkap dalam
dokumen
Pemborosan dalam Manufacturing
30
© Operational Excellence Consulting 30
 Tidak mendengarkan atau tidak
melibatkan karyawan dalam mencari
solusi problem kerja
 Uraian tugas yang sempit dan
berekspektasi rendah
 Tidak terjadi sinkronisasi/ keselarasan
antara keahlian karyawan dengan tugas
kerja
 Kurangnya informasi atau petunjuk kerja
dalam organisasi perusahaan
 Teamwork yang rendah atau tim yang
kurang kompak
 Kinerja manajemen yang buruk
NON-UTILIZED TALENT
Tidak memberdayakan
sumber daya manusia
dalam rangka
kontribusi kecerdasan
Pemborosan dalam Manufacturing
© Operational Excellence Consulting
“The most
dangerous kind of
waste is the waste
we don't
recognize.”
Shigeo Shingo
© Operational Excellence Consulting
Sikap dalam Menghilangkan
Pemborosan
3
33
© Operational Excellence Consulting 33
Sikap dalam menghilangkan pemborosan
 Tujuan dari pelatihan ini adalah mengenal aktivitas-
aktivitas apa saja yang merupakan pemborosan yang
terjadi di sekitar tempat kerja kita.
 Ada banyak alat atau teknik lean yang dapat digunakan
untuk mencari, menghilangkan dan mencegah
pemborosan, diantaranya adalah Value Stream Mapping
(VSM), 5S, Standarisasi, etc.
 Cara menghilangkan pemborosan yang efektif adalah
bahwa tiap karyawan dapat berpikiran positif atau memiliki
positive attitude terhadap bagaimana mereka
memperbaiki cara kerja
34
© Operational Excellence Consulting 34
Mengambil Sikap Kerja yang dibutuhkan
 Mengambil sikap kerja yang mendukung perubahan cara
kerja agar lebih efektif
 Bahwa tujuan dari mencari atau mengidentifikasi
pemborosan adalah menghilangkan rasa frustrasi dalam
bekerja (to take the frustration out of your work)
 Sebutkan minimal 5 sikap yang menurut anda dapat
merubah dan memperbaiki cara anda bekerja dan
menghilangkan pemborosan dalam kerja anda
35
© Operational Excellence Consulting 35
Sikap-sikap yang perlu dikembangkan dalam
eliminasi pemborosan
 Hilangkan proses pemikiran yang kaku tentang sikap kerja
 Fokus bagaimana melakukan perbaikan, jangan merasa
perbaikan adalah hal yang sulit untuk dilaksanakan
 Jangan mencari kesempurnaan (perfection), lakukan
secara bertahap, lakukan mulai dari 50% dari target.
 Lakukan perbaikan pada kesalahan secara langsung
 Gunakan metode 5 Whys dalam mencari akar
permasalahan (root cause)
36
© Operational Excellence Consulting 36

8 waste ok.ppt

  • 1.
    © Operational ExcellenceConsulting THE 8 WASTES IN MANUFACTURING INVENTORY MOTION TRANSPORTATION WAITING OVER-PRODUCTION DEFECTS OVER-PROCESSING NON-UTILIZED TALENT ANTONY TEKNIKA SIGMAWELD (Training Center) Maitri Garden 1, No. A-16, Batam Kota, Batam Indonesia
  • 2.
    2 © Operational ExcellenceConsulting 2 Tujuan Pembelajaran Peserta memahami konsep dari Waste (pemborosan) Mengenal 8 jenis pemborosan pada lingkungan kerja atau proses kerja Menanggapi secara positif cara menghilangkan pemborosan (waste elimination)
  • 3.
    3 © Operational ExcellenceConsulting 3 1 2 3 8 Pemborosan dalam Manufacturing Apa itu Pemborosan (Waste)? Sikap dalam menghilangkan pemborosan Outline
  • 4.
    4 © Operational ExcellenceConsulting 4 Mengenal 8 Pemborosan (Waste)  Memulai langkah pertama merupakan bagian yang paling sulit dalam proses perbaikan (improvement) ataupun usaha-usaha untuk menyelesaikan masalah (problem solving)  Untuk memulai perbaikan, karyawan yang terlibat dalam proses perbaikan harus mengetahui apa saja yang merupakan pemborosan yang ada dan mulai melihat potensi perbaikan yang bisa dilakukan  Pelatihan ini memberikan gambaran tentang bagaimana “Toyota waste model” dapat membantu kita dalam mengindentifikasi pemborosan dalam proses dan aktivitas kerja kita.
  • 5.
    © Operational ExcellenceConsulting Apa itu Pemborosan (Waste)? 1
  • 6.
    6 © Operational ExcellenceConsulting 6 5 Cara Meningkatkan Produksi Kondisi sekarang 1 Orang 1 Mesin 100 Units 1 Jam Kondisi yang diinginkan 1 Orang 1 Mesin 120 Units 1 Jam TPS Goal TPS = Toyota Production System
  • 7.
    7 © Operational ExcellenceConsulting 7 Metode Proses yang mempengaruhi Biaya A B C INVENTORY INVENTORY INVENTORY MATERIALS FINISHED PRODUCTS FINISHED PRODUCTS A C B MATERIALS Sistem Tradisional  Ketika Proses A selesai, produk akan diserahkan ke Proses B, yang akan menyimpan produk itu sampai dibutuhkan. Sistem Pull  Proses B bertanggung jawab mendapatkan produk dari Proses A ketika dibutuhkan, sehingga tidak membutuhkan penyimpanan sementara. Leader perlu mengidentifikasi cara-cara yang lebih efektif dalam melakukan pekerjaan
  • 8.
    8 © Operational ExcellenceConsulting 8 Kerja versus Pemborosan Value Add Non-Value Add: Incidental Waste Non-Value Add: Pure Waste Fakus Perbaikan dilakukan di sini
  • 9.
    9 © Operational ExcellenceConsulting 9 Kerja versus Pemborosan  Memerlukan sumber daya tetapi tidak menambah nilai bagi pelanggan  Dapat dihentikan dan tidak mempengaruhi pelanggan Non-Value Add: Pure Waste  Transformasi bentuk dan informasi  Pelanggan setuju membayar aktivitas ini  Dilakukan dengan sekali waktu Value-Added Activities  Tidak ada nilai langsung tetapi diperlukan karena praktis sekarang ini  Tidak ada nilai langsung tetapi diperlukan karena ada batasan proses  Tidak ada nilai tetapi diperlukan karena persyaratan teknologi  Tidak ada nilai tetapi diperlukan karena peraturan perudang- undangan atau persyaratan bisnis Non-Value Add: Incidental Waste
  • 10.
    10 © Operational ExcellenceConsulting 10 Apa itu Nilai (Value)?  Value adalah nilai/harga dari produk (barang atau layanan) yang diterima oleh pelanggan  Value adalah tingkatan dari pemenuhan kebutuhan atau keinginan pelanggan yang meliputi: • Mutu • Kegunaan • Fungsi • Ketersediaan • Harga • dsb
  • 11.
    11 © Operational ExcellenceConsulting 11 Apa itu Pertambahan Nilai (Value-Added)?  Value-Added • Adalah aktivitas yang menambah kemampuan pasar/jual, menambah bentuk atau fungsi dari produk (barang atau layanan) • Apa saja hal-hal yang pelanggan mau membayar Value Add Non-Value Add: Incidental Waste Non-Value Add: Pure Waste
  • 12.
    12 © Operational ExcellenceConsulting 12 Apa itu Pemborosan (Waste)?  Non-Value-Added = Waste • Adalah semua aktivitas yang menambah biaya atau waktu tetapi tidak menambah nilai (value) • Aktivitas-aktivitas ini harus dihilangkan, dikombinasikan (dilebur), dikurangi atau disederhanakan • Biaya-biaya seperti sertifikasi perusahaan dan biaya-biaya asosiasi bisnis termasuk dalam Incidental waste Value Add Non-Value Add: Incidental Waste Non-Value Add: Pure Waste
  • 13.
    © Operational ExcellenceConsulting “Waste is anything other than the minimum amount of equipment, materials, parts, space, and worker’s time which are absolutely essential to add value to the product.” Shoichiro Toyoda President, Toyota Definition of Waste
  • 14.
    14 © Operational ExcellenceConsulting 14 Bagaimana pemborosan dapat mengakar?  Kita menemukan solusi atas kondisi tertentu kemudian lupa melakukan perubahan ketika kondisi berubah (Stopgap Improvement)  Seiring berjalannya waktu, ketika ada perubahan kondisi, kita tidak lagi ingat mengapa kita melakukan hal tersebut dan masalah apa yang memerlukan tindakan tersebut.  Itulah sebabnya kita perlu menanyakan ‘mengapa’ berulang-ulang kali terhadap suatu tindakan atau apa saja yang kita lakukan. Dengan melakukan ini maka kita akan terhindar dari pemborosan yang mengakar.
  • 15.
    15 © Operational ExcellenceConsulting 15 Pemborosan akan mengakar bila kita melakukan ‘Stopgap Improvement’ A Problem Occurs Menghindari masalah “Untuk sementara ini, biarlah…” Menginstitusi masalah “Marilah mencari cara agar masalah dapat diterima/ditolerir” Menganggap ringan masalah “Kita sudah biasa melakukan seperti ini” Mencari bukti/pembenaran “Tak ada orang yang keberatan bila kita melakukan ini” Stopgap Improvement Tanya mengapa sampai akar permasalahan ditemukan Real Improvement Lakukan penyelesaian dengan langkah tepat Masalah diselesaikan
  • 16.
    16 © Operational ExcellenceConsulting 16 Manfaat dari Identikasi & Eliminasi Pemborosan (Waste)  Bagi Perusahaan • Memotong atau menghilangkan biaya produksi yang tersembunyi • Meningkatkan kepuasan pelanggan  Bagi Karyawan • Meningkatkan kepuasan kerja • Konstribusi pada peningkatan
  • 17.
    17 © Operational ExcellenceConsulting 17 The 8 Types of Waste INVENTORY MOTION TRANSPORTATION WAITING OVER-PRODUCTION DEFECTS OVER-PROCESSING NON-UTILIZED TALENT
  • 18.
    © Operational ExcellenceConsulting “There is nothing so useless as doing efficiently that which should not be done at all.” Peter Drucker
  • 19.
    19 © Operational ExcellenceConsulting 19 Prinsip Pengurangan Biaya Prinsip Pertambahan Biaya COST 1 SALES PRICE 1 PROFIT 1 Present COST 2 PROFIT 2 Future SALES PRICE 2 Prinsip Pengurangan Biaya COST 1 SALES PRICE 1 PROFIT 1 Present COST 2 PROFIT 2 Future SALES PRICE 2 Peningkatan keuntungan yang diperoleh dengan meningkatkan harga jual Peningkatan keuntungan yang diperoleh dengan mengurangi pemborosan biaya, sementara harga jual tetap
  • 20.
    © Operational ExcellenceConsulting 8 Pemborosan dalam Manufacturing 2
  • 21.
    21 © Operational ExcellenceConsulting 21 The 8 Wastes in Manufacturing OVER-PRODUCTION DEFECTS OVER-PROCESSING NON-UTILIZED TALENT Menghasilkan barang atau produk lebih daripada yang diperlukan pelanggan INVENTORY MOTION TRANSPORTATION WAITING Membuat atau menimbun produk sebelum ada order dari pelanggan Pekerja menunggu proses, peralatan atau orang selesai mengerjakan suatu aktivitas Pergerakan barang atau dokumen atau perjalanan dari satu tempat ke tempat yang lain Pergerakan Fisik atau mental yang berlebihan yang tidak menambah nilai Menambah nilai produk tetapi tidak diminta oleh Pelanggan Skrap, pekerjaan ulang (rework), kesalahan data atau informasi yang tidak lengkap dalam dokumen Tidak memberdayakan sumber daya manusia dalam rangka kontribusi kecerdasan
  • 22.
    22 © Operational ExcellenceConsulting 22 8 Jenis Pemborosan dalam Sistem Produksi Transportation Processing waste Inventory Defects Overproduction (production methods) Motion waste (operation methods) Waiting time (imbalances) Intellectual waste
  • 23.
    23 © Operational ExcellenceConsulting 23 Pemborosan dalam Manufacturing  Menumpuk inventori atau stok dan merencanakan schedule terlalu awal  Membeli barang sebelum dibutuhkan  Memproduksi barang dalam jumlah lebih untuk menggantikan apabila ada produk yang gagal atau rusak karena defect  Mengirim lebih banyak dari jumlah yang diorder  Alur barang yang tidak seimbang  Melebihi dari batasan (scope) yang disetujui sebelumnya OVER-PRODUCTION Menghasilkan barang atau produk lebih daripada yang diperlukan pelanggan
  • 24.
    24 © Operational ExcellenceConsulting 24  Kelebihan bahan baku, bahan setengah jadi (WIP) atau barang jadi  Membuat atau menyimpan kelebihan produk  Teknik manajemen inventori yang buruk – misalnya menggunakan Teknik FILO daripada FIFO  Banyak bahan yang kadaluarsa (obsolescence)  Inventori atau mesin atau peralatan yang tidak pernah dipakai  Email yang menumpuk dan menunggu untuk dibaca  Berkas-berkas yang menunggu untuk dikerjakan INVENTORY Membuat atau menimbun produk sebelum ada order dari pelanggan Pemborosan dalam Manufacturing
  • 25.
    25 © Operational ExcellenceConsulting 25  Menunggu bahan atau peralatan datang/ tiba di lokasi  Menunggu mesin bekerja; Mesin menunggu orang selesai bekerja; orang menunggu orang  Menunggu karena ada masalah mutu (quality issues)  Menunggu karena ada mesin yang rusak  Menunggu instruksi, pengesahan, informasi, atau keputusan  Mencari klarifikasi (karena informasi yang kurang jelas)  Kehabisan persediaan (stok) WAITING Pekerja menunggu proses, peralatan atau orang selesai mengerjakan suatu aktivitas Pemborosan dalam Manufacturing
  • 26.
    26 © Operational ExcellenceConsulting 26  Membeli bahan atau produk dari pemasok yang jauh sementara pemasok yang lebih dekat ada  Mengembalikan barang / produk yang tidak terjual kembali ke gudang  Memindahkan barang dalam container  Mengerjakan barang dalam jarak yang jauh, tidak menggunakan sistem production line  Memindahkan barang kedalam atau keluar gudang dan pengerjaan antar proses  Menggunakan lokasi penyimpanan atau gudang yang terlalu banyak  Sistem pengiriman atau routing yang tidak optimal TRANSPORTATION Pergerakan barang atau dokumen atau perjalanan dari satu tempat ke tempat yang lain Pemborosan dalam Manufacturing
  • 27.
    27 © Operational ExcellenceConsulting 27  Kesulitan dalam mencari alat kerja, bahan baku atau keperluan kantor  Kesulitan menggapai, membungkuk, atau terlalu banyak pergerakan yang tidak perlu dan tidak ergonomis serta layout tempat kerja yang buruk  Pergerakan mesin yang berlebihan saat memulai dan melaksanakan kerja  Terlalu banyak jalan atau pergerakan yang tidak perlu  Terlalu banyak pekerjaan dokumen (paperwork)  Mencari informasi di intranet atau di shared drive MOTION Pergerakan Fisik atau mental yang berlebihan yang tidak menambah nilai Pemborosan dalam Manufacturing
  • 28.
    28 © Operational ExcellenceConsulting 28  Memberikan mutu yang lebih tinggi tetapi tidak dibutuhkan  Mengerjakan aktivitas kerja yang sama berulang-ulang atau secara berlebihan (redundancy)  Reaksi berlebihan akibat problem mutu di waktu yang lalu  Membersihkan cat atau overspray di daerah yang tidak perlu dicat  Penggantian bagian (parts) atau sistem yang sebenarnya tidak diperlukan  Pekerjaan dokumentasi yang berlebihan  Proses pengesahan yang berlebihan (atau proses pengecekan yang tumpang tindih) OVER-PROCESSING Menambah nilai produk tetapi tidak diminta oleh Pelanggan Pemborosan dalam Manufacturing
  • 29.
    29 © Operational ExcellenceConsulting 29  Bahan yang diproduksi/ dihasilkan tidak sesuai dengan spesifikasi pelanggan  Produk yang dikirim salah alamat  Memasukan data order salah, kesalahan desain, atau kesalahan dalam proses rekayasa (engineering)  Skrap, pekerjaan ulang (rework), penggantian barang dan proses inspeksi  Jadwal yang salah atau kesalahan informasi  Penempatan pekerja yang berlebihan pada proses inspeksi, pekerjaan ulang dan perbaikan DEFECTS Skrap, pekerjaan ulang (rework), kesalahan data atau informasi yang tidak lengkap dalam dokumen Pemborosan dalam Manufacturing
  • 30.
    30 © Operational ExcellenceConsulting 30  Tidak mendengarkan atau tidak melibatkan karyawan dalam mencari solusi problem kerja  Uraian tugas yang sempit dan berekspektasi rendah  Tidak terjadi sinkronisasi/ keselarasan antara keahlian karyawan dengan tugas kerja  Kurangnya informasi atau petunjuk kerja dalam organisasi perusahaan  Teamwork yang rendah atau tim yang kurang kompak  Kinerja manajemen yang buruk NON-UTILIZED TALENT Tidak memberdayakan sumber daya manusia dalam rangka kontribusi kecerdasan Pemborosan dalam Manufacturing
  • 31.
    © Operational ExcellenceConsulting “The most dangerous kind of waste is the waste we don't recognize.” Shigeo Shingo
  • 32.
    © Operational ExcellenceConsulting Sikap dalam Menghilangkan Pemborosan 3
  • 33.
    33 © Operational ExcellenceConsulting 33 Sikap dalam menghilangkan pemborosan  Tujuan dari pelatihan ini adalah mengenal aktivitas- aktivitas apa saja yang merupakan pemborosan yang terjadi di sekitar tempat kerja kita.  Ada banyak alat atau teknik lean yang dapat digunakan untuk mencari, menghilangkan dan mencegah pemborosan, diantaranya adalah Value Stream Mapping (VSM), 5S, Standarisasi, etc.  Cara menghilangkan pemborosan yang efektif adalah bahwa tiap karyawan dapat berpikiran positif atau memiliki positive attitude terhadap bagaimana mereka memperbaiki cara kerja
  • 34.
    34 © Operational ExcellenceConsulting 34 Mengambil Sikap Kerja yang dibutuhkan  Mengambil sikap kerja yang mendukung perubahan cara kerja agar lebih efektif  Bahwa tujuan dari mencari atau mengidentifikasi pemborosan adalah menghilangkan rasa frustrasi dalam bekerja (to take the frustration out of your work)  Sebutkan minimal 5 sikap yang menurut anda dapat merubah dan memperbaiki cara anda bekerja dan menghilangkan pemborosan dalam kerja anda
  • 35.
    35 © Operational ExcellenceConsulting 35 Sikap-sikap yang perlu dikembangkan dalam eliminasi pemborosan  Hilangkan proses pemikiran yang kaku tentang sikap kerja  Fokus bagaimana melakukan perbaikan, jangan merasa perbaikan adalah hal yang sulit untuk dilaksanakan  Jangan mencari kesempurnaan (perfection), lakukan secara bertahap, lakukan mulai dari 50% dari target.  Lakukan perbaikan pada kesalahan secara langsung  Gunakan metode 5 Whys dalam mencari akar permasalahan (root cause)
  • 36.