LK. 1
Identifikasi Fenomena Sains
Nama Peserta : Siti Aminah, S.Pd. Kab/Kota : Pangkalpinang
Instansi : SMA Negeri 4 Pangkalpinang Kelas : X
Petunjuk
1. Silahkan Bapak/Ibu identifikasi ruang lingkup materi, fenomena sains, konteks sains, kompetensi sains yang dapat dilatihkan, serta
prediksi pemanfaatan dalam pembelajaran dari fenomena sains pada CP IPA fase D atau E
ATP IPA Fase D
https://drive.google.com/file/d/1tPJg9J8G5MaKUxoIv6IGSU-F0Ch0YU9f/view?usp=drive_link
ATP IPA Fase E
https://drive.google.com/file/d/1VHIjUGKl8uj7dp3vHqWqXW_UMamglMfG/view?usp=drive_link
2. Dalam satu ruang lingkup materi, memungkinkan beberapa fenomena yang ditemukan
3. Bapak ibu dapat menambahkan informasi grafis berupa gambar, video, tabel atau grafik dari fenomena sains yang ditemukan.
Fase : E
CP : Pada akhir Fase E, peserta didik memiliki kemampuan untuk memahami sistem pengukuran, energi alternatif, ekosistem,
bioteknologi, keanekaragaman hayati, struktur atom, reaksi kimia, hukum-hukum dasar kimia, dan perubahan iklim sehingga
responsif dan dapat berperan aktif dalam menyelesaikan masalah pada isu-isu lokal dan global. Semua upaya tersebut diarahkan
pada pencapaian tujuan pembangunan yang berkelanjutan (Sustainable Development Goals/SDGs).
Ruang
Lingkup
Materi
Fenomena Sains
Konteks Sains
(Personal,
Lokal, Global)
Kompetensi Sains yang
Dapat Dilatihkan
Prediksi Pemanfaatan Fenomena Sains dalam
Pembelajaran
Reaksi kimia Roti mengembang
saat dipanggang
 Personal:
Aktivitas
memasak
 Lokal:
Industri dan
ekonomi pangan
 Global:
Dampak dan
inovasi pangan
1. Menjelaskan
Fenomena secara
ilmiah
2. Menyusun dan
mengevaluasi desain-
desain untuk
penyelidikan ilmiah
3. Menginterprestasikan
data dan bukti ilmiah
secara kritis
 Fenomena disajikan dalam bentuk bacaan dan tabel
 Kegiatan membaca informasi tentang penelitian
mengenai “Roti mengembang saat dipanggang
(terkait proses fermentasi, reaksi kimia, dan faktor
yang memengaruhi) lalu menjawab beberapa
pertanyaan.
 Kegiatan mengeksplorasikan pemahaman terhadap
data, diberikan data dalam bentuk tabel data,
pengamatan tentang analisis pengaruh suhu, waktu,
atau jumlah bahan terhadap pengembangan adonan.
Kemudian peserta didik diminta menyimpulkan
hubungan antara variabel dan hasil.
Ruang
Lingkup
Materi
Fenomena Sains
Konteks Sains
(Personal,
Lokal, Global)
Kompetensi Sains yang
Dapat Dilatihkan
Prediksi Pemanfaatan Fenomena Sains dalam
Pembelajaran
*Jumlah baris pada tabel ini dapat bapak/ibu sesuaikan.
Lampiran
Kompetensi Sains
● Menjelaskan fenomena secara ilmiah
○ Mengingat dan menerapkan pengetahuan ilmiah yang sesuai
○ Menggunakan berbagai bentuk representasi dan menerjemahkannya
○ Membuat dan membuktikan prediksi dan solusi ilmiah yang tepat
○ Mengidentifikasi, membangun, dan mengevaluasi model-model
○ Mengenali dan mengembangkan hipotesis yang jelas tentang fenomena di dunia
○ Menjelaskan potensi implikasi pengetahuan ilmiah bagi masyarakat
● Menyusun dan mengevaluasi desain-desain untuk penyelidikan ilmiah serta menginterpretasikan data dan bukti ilmiah secara
kritis
○ Mengidentifikasi pertanyaan dalam studi ilmiah yang diberikan
○ Mengusulkan desain eksperimen yang sesuai
○ Mengevaluasi sebuah desain eksperimen yang tepat untuk menjawab pertanyaan penelitian
○ Menginterpretasikan data yang disajikan dalam representasi yang berbeda, menarik kesimpulan yang tepat berdasarkan
data dan mengevaluasi manfaat relatifnya
● Meneliti, mengevaluasi, dan menggunakan informasi ilmiah untuk pengambilan keputusan dan tindakan
○ Mencari, mengevaluasi, dan mengomunikasikan manfaat relatif dari berbagai sumber informasi (ilmiah, sosial, ekonomis
dan etis) yang mungkin bermakna atau bermanfaat dalam mengambil keputusan tentang isu-isu yang berhubungan
dengan sains, dan apakah mereka mendukung sebuah argumen atau solusi
○ Membedakan klaim berdasarkan bukti ilmiah yang kuat, ahli vs. bukan ahli, opini, serta memberikan alasan atas
perbedaan tersebut
○ Membangun argumen untuk mendukung kesimpulan ilmiah yang tepat dari satu set data
○ Mengkritik kelemahan standar dalam argumen terkait sains, seperti asumsi yang buruk, sebab vs. korelasi, kesalahan
penjelasan, kesimpulan dari data yang terbatas
○ Membenarkan keputusan dengan menggunakan argumen ilmiah, baik individu maupun kelompok, yang berkontribusi
pada penyelesaian isu-isu kontemporer atau pembangunan berkelanjutan
Keterampilan Proses Sains
● Mengamati
Peserta didik mengamati fenomena ilmiah dan mencatat hasil pengamatannya dengan memperhatikan detail dari objek yang
diamati untuk memunculkan pertanyaan yang akan diselidiki.
● Mempertanyakan dan Memprediksi
Peserta didik merumuskan pertanyaan ilmiah dan hipotesis yang dapat diselidiki secara ilmiah.
● Merencanakan dan Melakukan Penyelidikan
Peserta didik merencanakan dan memilih metode yang sesuai berdasarkan referensi untuk mengumpulkan data yang dapat
dipercaya. Peserta didik memilih dan menggunakan alat dan bahan, termasuk penggunaan teknologi digital yang sesuai untuk
mengumpulkan serta mencatat data secara sistematis dan akurat.
● Memproses, Menganalisis Data dan Informasi
Peserta didik menafsirkan informasi yang didapatkan dengan jujur dan bertanggung jawab. Peserta didik menggunakan
berbagai metode untuk menganalisis pola dan kecenderungan pada data. Peserta didik mendeskripsikan hubungan antar
variabel serta mengidentifikasi inkonsistensi yang terjadi. Peserta didik menggunakan pengetahuan ilmiah untuk menarik
kesimpulan yang konsisten dengan hasil penyelidikan.
● Mengevaluasi dan Refleksi
Peserta didik mengidentifikasi sumber ketidakpastian dan kemungkinan penjelasan alternatif dalam rangka mengevaluasi
kesimpulan, serta menjelaskan cara spesifik untuk meningkatkan kualitas data. Peserta didik menganalisis validitas informasi
dari sumber primer dan sekunder dan mengevaluasi pendekatan yang digunakan untuk menyelesaikan masalah dalam
penyelidikan.
● Mengomunikasikan Hasil
Peserta didik mengomunikasikan hasil penyelidikan secara sistematis dan utuh ditunjang dengan argumen ilmiah dan terbuka
terhadap pendapat yang lebih relevan.
Pengetahuan Konten dalam Kerangka Kerja PISA 2025
Sumber : https://pisa-framework.oecd.org/science-2025/idn_ind/
Sistem Fisik
● Struktur dan sifat materi (misalnya model partikel, ikatan, perubahan keadaan, konduktivitas termal dan listrik)
● Perubahan kimia materi (misalnya reaksi kimia, perpindahan energi, asam/basa)
● Gerak dan gaya (misalnya kecepatan, gesekan) dan aksi tanpa sentuhan (misalnya gaya dan interaksi magnetik, gravitasi, serta
elektrostatik)
● Energi dan perpindahannya (misalnya konservasi, disipasi, reaksi kimia)
● Interaksi antara energi dan materi (misalnya gelombang cahaya dan gelombang radio, gelombang suara dan gelombang seismik,
penyerapan oleh karbon dioksida)
Sistem Kehidupan
● Konsep organisme (termasuk hewan, tumbuhan dan mikroorganisme, (misalnya virus, bakteri)
● Gen (misalnya ekspresi, hereditas/pewarisan sifat, bioteknologi) dan interaksinya dengan lingkungan
● Sel (termasuk struktur dan fungsi, energi, respirasi (pengoksidasian karbon), fotosintesis (pengikatanan karbon), pertumbuhan, dll)
● Sistem tumbuhan dan hewan (misalnya peredaran darah/transport, reproduksi, pernapasan, transportasi, ekskresi, pencernaan/nutrisi) dan
keterkaitannya
● Evolusi biologis (keanekaragaman hayati, variasi genetik, adaptasi dan seleksi alam)
● Ekosistem (misalnya aliran materi dan energi, rantai makanan, habitat, disrupsi, misalnya polusi)
● Biosfer (misalnya keberlanjutan dalam ekosistem global)
● Interaksi-interaksi manusia dan dampak serta pengaruhnya terhadap lingkungan, spesies
Sistem Bumi dan Antariksa
● Struktur sistem Bumi (misalnya atmosfer, hidrosfer, geosfer mis. lempeng tektonik, seismologi)
● Sifat sumber daya mineral yang terbatas, penggunaannya, dan pengaruhnya terhadap lingkungan dalam eksploitasinya
● Energi dalam sistem Bumi (misalnya sumber-sumber energi, pemanasan global, lempeng tektonik, siklus geologis, siklus air)
● Air, pasokan dan konservasinya (misalnya air tawar, lapisan akuifer)
● Interaksi dan perubahan di antara sistem Bumi (misalnya perubahan iklim, siklus geokimia, kekuatan konstruktif dan destruktif,
pengasaman laut)
● Sejarah bumi (misalnya fosil, asal & evolusi, erosi dan pengendapan)
● Bumi di luar angkasa (misalnya fase bulan, tata surya, galaksi)
● Asal usul Alam Semesta dan Tata Surya (misalnya evolusi bintang, pembentukan planet, teori ledakan besar)
Contoh :
Pada percobaan pembuatan roti, adonan yang dibuat mengandung ragi sebagai bahan pengembang. Ragi bekerja dengan cara memecah gula
dalam adonan menjadi gas karbon dioksida (CO ) yang terperangkap dalam jaringan gluten, sehingga adonan mengembang. Proses ini
₂
dipengaruhi oleh beberapa faktor, seperti suhu fermentasi, waktu fermentasi, dan jumlah bahan yang digunakan.
Dalam percobaan ini, dilakukan pengamatan terhadap adonan yang mengandung jumlah ragi dan gula yang berbeda. Adonan dibiarkan
mengembang selama beberapa waktu dengan suhu yang bervariasi. Setelah proses fermentasi selesai, volume adonan diukur untuk mengetahui
seberapa besar pengembangannya.
1. Berdasarkan tabel diatas, faktor manakah yang paling mempengaruhi pengembangan adonan? Jelaskan alasan Anda.
2. Apakah pengaruh suhu terhadap pengembangan adonan? Bandingkan hasil pada suhu 25°C, 30°C, dan 35°C.
3. Bagaimana pengaruh jumlah ragi terhadap pengembangan adonan? Apakah lebih banyak ragi selalu menghasilkan pengembangan yang
lebih besar?
4. Apa yang terjadi jika jumlah gula berlebihan? Perhatikan data pada percobaan dengan 15 gram gula.
5. Dengan mengacu pada data percobaan nomor 4 dan nomor 5, apakah waktu fermentasi yang lebih lama menghasilkan pengembangan
yang lebih besar? Jelaskan berdasarkan data yang ada.

61_SITI AMINAH,S.Pd_ SMA NEGERI 4 PANGKALPINANG_ LK 1.docx

  • 1.
    LK. 1 Identifikasi FenomenaSains Nama Peserta : Siti Aminah, S.Pd. Kab/Kota : Pangkalpinang Instansi : SMA Negeri 4 Pangkalpinang Kelas : X Petunjuk 1. Silahkan Bapak/Ibu identifikasi ruang lingkup materi, fenomena sains, konteks sains, kompetensi sains yang dapat dilatihkan, serta prediksi pemanfaatan dalam pembelajaran dari fenomena sains pada CP IPA fase D atau E ATP IPA Fase D https://drive.google.com/file/d/1tPJg9J8G5MaKUxoIv6IGSU-F0Ch0YU9f/view?usp=drive_link ATP IPA Fase E https://drive.google.com/file/d/1VHIjUGKl8uj7dp3vHqWqXW_UMamglMfG/view?usp=drive_link 2. Dalam satu ruang lingkup materi, memungkinkan beberapa fenomena yang ditemukan 3. Bapak ibu dapat menambahkan informasi grafis berupa gambar, video, tabel atau grafik dari fenomena sains yang ditemukan. Fase : E CP : Pada akhir Fase E, peserta didik memiliki kemampuan untuk memahami sistem pengukuran, energi alternatif, ekosistem, bioteknologi, keanekaragaman hayati, struktur atom, reaksi kimia, hukum-hukum dasar kimia, dan perubahan iklim sehingga responsif dan dapat berperan aktif dalam menyelesaikan masalah pada isu-isu lokal dan global. Semua upaya tersebut diarahkan pada pencapaian tujuan pembangunan yang berkelanjutan (Sustainable Development Goals/SDGs).
  • 2.
    Ruang Lingkup Materi Fenomena Sains Konteks Sains (Personal, Lokal,Global) Kompetensi Sains yang Dapat Dilatihkan Prediksi Pemanfaatan Fenomena Sains dalam Pembelajaran Reaksi kimia Roti mengembang saat dipanggang  Personal: Aktivitas memasak  Lokal: Industri dan ekonomi pangan  Global: Dampak dan inovasi pangan 1. Menjelaskan Fenomena secara ilmiah 2. Menyusun dan mengevaluasi desain- desain untuk penyelidikan ilmiah 3. Menginterprestasikan data dan bukti ilmiah secara kritis  Fenomena disajikan dalam bentuk bacaan dan tabel  Kegiatan membaca informasi tentang penelitian mengenai “Roti mengembang saat dipanggang (terkait proses fermentasi, reaksi kimia, dan faktor yang memengaruhi) lalu menjawab beberapa pertanyaan.  Kegiatan mengeksplorasikan pemahaman terhadap data, diberikan data dalam bentuk tabel data, pengamatan tentang analisis pengaruh suhu, waktu, atau jumlah bahan terhadap pengembangan adonan. Kemudian peserta didik diminta menyimpulkan hubungan antara variabel dan hasil.
  • 3.
    Ruang Lingkup Materi Fenomena Sains Konteks Sains (Personal, Lokal,Global) Kompetensi Sains yang Dapat Dilatihkan Prediksi Pemanfaatan Fenomena Sains dalam Pembelajaran *Jumlah baris pada tabel ini dapat bapak/ibu sesuaikan. Lampiran Kompetensi Sains ● Menjelaskan fenomena secara ilmiah ○ Mengingat dan menerapkan pengetahuan ilmiah yang sesuai ○ Menggunakan berbagai bentuk representasi dan menerjemahkannya ○ Membuat dan membuktikan prediksi dan solusi ilmiah yang tepat ○ Mengidentifikasi, membangun, dan mengevaluasi model-model ○ Mengenali dan mengembangkan hipotesis yang jelas tentang fenomena di dunia ○ Menjelaskan potensi implikasi pengetahuan ilmiah bagi masyarakat ● Menyusun dan mengevaluasi desain-desain untuk penyelidikan ilmiah serta menginterpretasikan data dan bukti ilmiah secara kritis ○ Mengidentifikasi pertanyaan dalam studi ilmiah yang diberikan ○ Mengusulkan desain eksperimen yang sesuai ○ Mengevaluasi sebuah desain eksperimen yang tepat untuk menjawab pertanyaan penelitian ○ Menginterpretasikan data yang disajikan dalam representasi yang berbeda, menarik kesimpulan yang tepat berdasarkan data dan mengevaluasi manfaat relatifnya ● Meneliti, mengevaluasi, dan menggunakan informasi ilmiah untuk pengambilan keputusan dan tindakan ○ Mencari, mengevaluasi, dan mengomunikasikan manfaat relatif dari berbagai sumber informasi (ilmiah, sosial, ekonomis dan etis) yang mungkin bermakna atau bermanfaat dalam mengambil keputusan tentang isu-isu yang berhubungan dengan sains, dan apakah mereka mendukung sebuah argumen atau solusi ○ Membedakan klaim berdasarkan bukti ilmiah yang kuat, ahli vs. bukan ahli, opini, serta memberikan alasan atas perbedaan tersebut ○ Membangun argumen untuk mendukung kesimpulan ilmiah yang tepat dari satu set data ○ Mengkritik kelemahan standar dalam argumen terkait sains, seperti asumsi yang buruk, sebab vs. korelasi, kesalahan penjelasan, kesimpulan dari data yang terbatas
  • 4.
    ○ Membenarkan keputusandengan menggunakan argumen ilmiah, baik individu maupun kelompok, yang berkontribusi pada penyelesaian isu-isu kontemporer atau pembangunan berkelanjutan Keterampilan Proses Sains ● Mengamati Peserta didik mengamati fenomena ilmiah dan mencatat hasil pengamatannya dengan memperhatikan detail dari objek yang diamati untuk memunculkan pertanyaan yang akan diselidiki. ● Mempertanyakan dan Memprediksi Peserta didik merumuskan pertanyaan ilmiah dan hipotesis yang dapat diselidiki secara ilmiah. ● Merencanakan dan Melakukan Penyelidikan Peserta didik merencanakan dan memilih metode yang sesuai berdasarkan referensi untuk mengumpulkan data yang dapat dipercaya. Peserta didik memilih dan menggunakan alat dan bahan, termasuk penggunaan teknologi digital yang sesuai untuk mengumpulkan serta mencatat data secara sistematis dan akurat. ● Memproses, Menganalisis Data dan Informasi Peserta didik menafsirkan informasi yang didapatkan dengan jujur dan bertanggung jawab. Peserta didik menggunakan berbagai metode untuk menganalisis pola dan kecenderungan pada data. Peserta didik mendeskripsikan hubungan antar variabel serta mengidentifikasi inkonsistensi yang terjadi. Peserta didik menggunakan pengetahuan ilmiah untuk menarik kesimpulan yang konsisten dengan hasil penyelidikan. ● Mengevaluasi dan Refleksi Peserta didik mengidentifikasi sumber ketidakpastian dan kemungkinan penjelasan alternatif dalam rangka mengevaluasi kesimpulan, serta menjelaskan cara spesifik untuk meningkatkan kualitas data. Peserta didik menganalisis validitas informasi dari sumber primer dan sekunder dan mengevaluasi pendekatan yang digunakan untuk menyelesaikan masalah dalam penyelidikan. ● Mengomunikasikan Hasil Peserta didik mengomunikasikan hasil penyelidikan secara sistematis dan utuh ditunjang dengan argumen ilmiah dan terbuka terhadap pendapat yang lebih relevan.
  • 5.
    Pengetahuan Konten dalamKerangka Kerja PISA 2025 Sumber : https://pisa-framework.oecd.org/science-2025/idn_ind/ Sistem Fisik ● Struktur dan sifat materi (misalnya model partikel, ikatan, perubahan keadaan, konduktivitas termal dan listrik) ● Perubahan kimia materi (misalnya reaksi kimia, perpindahan energi, asam/basa) ● Gerak dan gaya (misalnya kecepatan, gesekan) dan aksi tanpa sentuhan (misalnya gaya dan interaksi magnetik, gravitasi, serta elektrostatik) ● Energi dan perpindahannya (misalnya konservasi, disipasi, reaksi kimia) ● Interaksi antara energi dan materi (misalnya gelombang cahaya dan gelombang radio, gelombang suara dan gelombang seismik, penyerapan oleh karbon dioksida) Sistem Kehidupan ● Konsep organisme (termasuk hewan, tumbuhan dan mikroorganisme, (misalnya virus, bakteri) ● Gen (misalnya ekspresi, hereditas/pewarisan sifat, bioteknologi) dan interaksinya dengan lingkungan ● Sel (termasuk struktur dan fungsi, energi, respirasi (pengoksidasian karbon), fotosintesis (pengikatanan karbon), pertumbuhan, dll) ● Sistem tumbuhan dan hewan (misalnya peredaran darah/transport, reproduksi, pernapasan, transportasi, ekskresi, pencernaan/nutrisi) dan keterkaitannya ● Evolusi biologis (keanekaragaman hayati, variasi genetik, adaptasi dan seleksi alam) ● Ekosistem (misalnya aliran materi dan energi, rantai makanan, habitat, disrupsi, misalnya polusi) ● Biosfer (misalnya keberlanjutan dalam ekosistem global) ● Interaksi-interaksi manusia dan dampak serta pengaruhnya terhadap lingkungan, spesies Sistem Bumi dan Antariksa ● Struktur sistem Bumi (misalnya atmosfer, hidrosfer, geosfer mis. lempeng tektonik, seismologi) ● Sifat sumber daya mineral yang terbatas, penggunaannya, dan pengaruhnya terhadap lingkungan dalam eksploitasinya ● Energi dalam sistem Bumi (misalnya sumber-sumber energi, pemanasan global, lempeng tektonik, siklus geologis, siklus air) ● Air, pasokan dan konservasinya (misalnya air tawar, lapisan akuifer) ● Interaksi dan perubahan di antara sistem Bumi (misalnya perubahan iklim, siklus geokimia, kekuatan konstruktif dan destruktif, pengasaman laut) ● Sejarah bumi (misalnya fosil, asal & evolusi, erosi dan pengendapan) ● Bumi di luar angkasa (misalnya fase bulan, tata surya, galaksi)
  • 6.
    ● Asal usulAlam Semesta dan Tata Surya (misalnya evolusi bintang, pembentukan planet, teori ledakan besar)
  • 7.
    Contoh : Pada percobaanpembuatan roti, adonan yang dibuat mengandung ragi sebagai bahan pengembang. Ragi bekerja dengan cara memecah gula dalam adonan menjadi gas karbon dioksida (CO ) yang terperangkap dalam jaringan gluten, sehingga adonan mengembang. Proses ini ₂ dipengaruhi oleh beberapa faktor, seperti suhu fermentasi, waktu fermentasi, dan jumlah bahan yang digunakan. Dalam percobaan ini, dilakukan pengamatan terhadap adonan yang mengandung jumlah ragi dan gula yang berbeda. Adonan dibiarkan mengembang selama beberapa waktu dengan suhu yang bervariasi. Setelah proses fermentasi selesai, volume adonan diukur untuk mengetahui seberapa besar pengembangannya. 1. Berdasarkan tabel diatas, faktor manakah yang paling mempengaruhi pengembangan adonan? Jelaskan alasan Anda. 2. Apakah pengaruh suhu terhadap pengembangan adonan? Bandingkan hasil pada suhu 25°C, 30°C, dan 35°C.
  • 8.
    3. Bagaimana pengaruhjumlah ragi terhadap pengembangan adonan? Apakah lebih banyak ragi selalu menghasilkan pengembangan yang lebih besar? 4. Apa yang terjadi jika jumlah gula berlebihan? Perhatikan data pada percobaan dengan 15 gram gula. 5. Dengan mengacu pada data percobaan nomor 4 dan nomor 5, apakah waktu fermentasi yang lebih lama menghasilkan pengembangan yang lebih besar? Jelaskan berdasarkan data yang ada.