METODE, TEKNIK SAMPLING
DAN MAPPING AREA
Pengertian Sampling
• Sampling  Pengambilan sampel
Sampel : Contoh, Bagian dari sesuatu
yang menggambarkan keseluruhan
 Pengambilan Sampel : Mengambil sebagian
kecil sari sesuatu dengan tujuan untuk melihat
gambaran secara keseluruhan
2
Kenapa Sampling
 Objek yang akan diamati terlalu
banyak/besar
 Homogenitas objek yang diamati
 Keterbatasan waktu
 Keterbatasan sumber daya (sdm, dana,
dll
 Untuk efisiensi
3
Sampling OHH
• Material Sampling
 Sampling dengan mengambil bagian
dari objek yang diamat
 Cocok untuk sampling bahaya kimia dan
bahaya biologi
 Hasil sampling hanya berupa sampel
dan perlu pengukuran dan analisis lebih
lanjut untuk mengetahui
konsentrasi/dosis sampel tersebut.
4
Sampling OHH
• Area Sampling
 Sampling dengan melakukan
“pengukuran” di area yang terpajan
suatu bahaya
 Banyak dilakukan untuk sampling
bahaya fisik dan aspek ergonomi
 Hasil sampling berupa hasil pengukuran
 Area sampling untuk bahaya kimia dan
biologi umumnya menggunakan “direct
reading instrument”
5
Bagaimana cara melakukan sampling ?
Tergantung jenis bahaya yang akan
disampling
Rujukan : Niosh Manual Analytical
Method
6
Strategi sampling
• Strategi sampling adalah pendekatan yang
berlaku umum dalam melakukan sampling
terhadap bahaya kesehatan kerja di tempat
kerja.
• Strategi sampling terdiri dari
– WHAT to sample
– WHEN to sample
– WHERE to sample
– WHOM to sample
– HOWLONG to sample
– HOWMANY samples to take
7
Strategi sampling
• WHAT  Apa yang akan disampling (jenis
bahaya)
• WHEN Kapan dilakukan pengambilan
sampe
– Siang atau malam
– Pre shift, during shift, end of shift, or end of work
week
• WHERE  Dimana sampel diambil
– General air (Sumber dan area)
– Pekerja : Pajanan, Cairan tubuh (Biological
monitoring) 8
Strategi sampling
• WHOM  Siapa yang akan dijadikan
sampel (Pekerja yang berisiko terpajan)
– Maximum risk employee
– Random
• HOW LONG  Berapa lama waktu yang
diperlukan dalam pengambilan satu
sampel (Lihat Niosh Manual Analytical
Method)
9
Strategi sampling
• HOW MANY  Berapa banyak sampel akan
diambil; dipengaruhi oleh:
– Luas area yang berisiko (Area sampling)
– Minimal untuk analisis (Material sampling
– Jumlah pekerja yang berisiko (sampling pada
pekerja)
• HOW LONG and HOW MANY
– Full period single sample
– Full period consecutive
sample
Lihat “Occupational
Exposure Sampling
Strategy Manual” dari
– Partial period consecutive
sample
– Grab sample
NIOSH
10
Pengertian Pengukuran
Suatu kegiatan yang dilakukan untuk
mengukur suatu bahaya di tempat kerja
dengan menggunakan peralatan, strategi,
dan metoda tertentu.
13
Tujuan Pengukuran
• Mengetahui jenis dan besaran hazard secara
lebih pesifik
• Untuk mengetahui tingkat risiko
• Untuk mengetahui pajanan pada pekerja
• Untuk memenuhi peraturan (legal aspek)
• Untuk mengevaluasi program pengendalian
yang sudah dilaksanakan
• Untuk memastikan apakah suatu area aman
untuk dimasuki pekerja
• dll
14
Proses Pengukuran
• Direct Measurement
– Langsung mengukur bahaya
– Hasil pengukuran langsung diketahui
– Sering digunakan untuk bahaya fisik
– Untuk bahaya kimia  direct reading
instrument
• Indirect Measurement (bahaya kimia dan
biologi)
– Bahaya diukur dengan mengambil sampel
media
– Hasil pengukuran tidak langsung diketahui
– Perlu analisis laboratorium
15
Lokasi pengukuran
• General Air
– Sumber
– Area
• Pekerja
– Pajanan
– Cairan
tubuh
16
Lokasi pengukuran
• General Air
– Sumber
• Mengukur konsentrasi emisi bahaya
• Pengukuran dilakukan di dekat sumber
dengan jarak ± 1 meter
• Pada beberapa jenis bahaya kadang kala
pengukuran pada sumber tidak bisa
dilakukan karena berisiko bagi
keselamatan alat maupun operator.
17
Lokasi pengukuran
• General Air
– Area
• Pengukuran dilakukan pada area yang
terpajan bahaya. Umumnya area yang
terpajan adalah area yang terjangkau
oleh distribusi bahaya.
• Lebih diprioritaskan area terpajan yang
terdapat pekerja yang bekerja atau
dilalui oleh pekerja pada saat bekerja
18
General Air
Sumbe
r
Are
a
@ Hendra “Higiene Industri” Program Sarjana 19
Lokasi pengukuran
• Pekerja
– Pajanan
• Pengukuran dilakukan pada bagian tubuh
yang terpajan.
– Telinga oleh Noise
– Area pernafasan oleh Debu, Bahan kimia di udara,
dll
– Kulit oleh bahan kimia yang bisa terserap oleh
kulit
– dll
• Pengukuran dapat bersifat :
– Mengukur dan mendapatkan data
– pengambilan sampel
20
Lokasi pengukuran
• Pekerja
– Cairan tubuh
• Pengukuran dilakukan dengan mengambil
cairan tubuh sebagai media pengukuran.
– saliva
– urin
– ese
– Udara ekspirasi
– darah
• Hasil pengukuran diperoleh dari hasil
analisis media yang diambil
21
Personal Measurement
Pajanan
Cairan tubuh
20
Metode Pengukuran
• Metode pengukuran setiap bahaya
berbeda- beda, tergantung jenis bahayanya
• Adakalanya terdapat perbedaan
pengukuran pada sumber, area, dan
pekerja
• Adakalanya terdapat perbedaan metode
pengukuran pada area indoor maupun
outdoor
• Metode pengukuran  Lihat standar
NIOSH, OSHA, ACGIH, ASHREI
23
Langkah-langkah pengukuran (Umum)
• Tentukan titik pengukuran/sampling
baik pada sumber, area, maupun
pekerja
• Kumpulkan informasi tentang:
– Karakteristik lingkungan kerja
– Proses kerja yang ada
– Jumlah pekerja dan pola kerja yang ada
– Pengendalian yang sudah ada
– Equipment dan fasilitas yang ada
24
Langkah-langkah pengukuran (Umum)
• Persiapan Alat Ukur/Alat Sampling
– Pastikan alat ukur/sampling yang digunakan
sesuai dengan bahaya yang akan
diukur/disampling
– Pastikan alat ukur/sampling berfungsi baik
– Pastikan alat ukur lengkap (asesoris lengkap)
– Pastikan alat ukur terkalibrasi
– Pastikan prosedur persiapan sudah dilakukan
dengan benar
– Siapkan form pencatatan
25
Langkah-langkah pengukuran (Umum)
• Pelaksanaan Pengukuran/Sampling
– Pastikan alat ukur/sampling diletakkan pada tempat
yang tepat
– Pastikan langkah pengoperasian alat ukur/sampling
sesuai dengan standar
– Pastikan waktu pengukuran sesuai dengan standar
– Pastikan prosedur persiapan sudah dilakukan
dengan benar
– Jangan sampai alat ukur diganggu oleh pihak yang
tidak berkepentingan
– Perhatikan keselamatan operator saat pengukuran
26
Langkah-langkah pengukuran (Umum)
• Setelah Pengukuran/Sampling
– Lanjutkan dengan analisis data (untuk
pengukuran berupa pengambilan sampel)
– Lakukan analisis data sesuai dengan metode
analisis yang ada
– Bandingkan hasil pengukuran dengan standar
(TLV, Peraturan yang berlaku)
– Susun rekomdasi untuk tindakan perbaikan jika
diperlukan
27
Kesalahan dalam pengukuran
• Kesalahan alat ukur
• Alat rusak
• Alat tidak kalibrasi
• Kelengkapan alat kurang
• Kesalahan pembacaan
• Kesalahan titik sampling
• Kerusakan sampel (transportasi, terkontaminasi,
dll)
• Kesalahan metode analisis
• Kesalahan interpretasi
28
MONITORING
MONITORING
Mengapa perlu dilakukan
Mengapa perlu dilakukan
monitoring(pemantauan)?
monitoring(pemantauan)?
Karena suatu kontaminan udara/hazard dan
Karena suatu kontaminan udara/hazard dan
tingkat pajanan bahaya akan mengalami
tingkat pajanan bahaya akan mengalami
fluktuasi
fluktuasi seiring proses yang terjadi,
seiring proses yang terjadi,
kerusakan/malfunction dari peralatan
kerusakan/malfunction dari peralatan
Monitoring (lanj…)
Monitoring (lanj…)

Bentuk-bentuk monitoing
Bentuk-bentuk monitoing
1.
1. Personal monitoring
Personal monitoring
- Merupakan pengukuran beberapa pekerja
- Merupakan pengukuran beberapa pekerja yang terpapar
yang terpapar
airborne contaminan.
airborne contaminan.
- Peralatan harus diletakkan sedekat
- Peralatan harus diletakkan sedekat
mungkin dengan jalur masuk kontaminan
mungkin dengan jalur masuk kontaminan pada tubuh.
pada tubuh.
- Ex: Dosimeter
- Ex: Dosimeter
2.
2. Environmental Monitoring
Environmental Monitoring
- Merupakan pengukuran konsentrasi kontaminan pada area/ruang
- Merupakan pengukuran konsentrasi kontaminan pada area/ruang
kerja.
kerja.
- Peralatan harus diletakkan pada area kerja tempat dimana
- Peralatan harus diletakkan pada area kerja tempat dimana
beraktivitas
beraktivitas
- Umumnya direct reading instrument
- Umumnya direct reading instrument
Monitoring (lanj…)
Monitoring (lanj…)
3. Biological Monitoring
3. Biological Monitoring
- Merupakan pengukuran yang dilakukan
- Merupakan pengukuran yang dilakukan pada
pada
cairan, jaringan maupun udara.
cairan, jaringan maupun udara.
- Hasil pengukuran: indikator baik
- Hasil pengukuran: indikator baik buruknya
buruknya
pengendalian hazard pada
pengendalian hazard pada
lingkungan/metode kerja sebelum terjadi
lingkungan/metode kerja sebelum terjadi
pajanan.
pajanan.
- Sebagai pelengkap monitoring
- Sebagai pelengkap monitoring
4. Medical Monitoring
4. Medical Monitoring
- Dilakukan dengan memperhatikan hasil pemeriksaan
- Dilakukan dengan memperhatikan hasil pemeriksaan
kesehatan untuk menentukan dampak akibat dari suatu
kesehatan untuk menentukan dampak akibat dari suatu
toksikan.
toksikan.
- Data dari biological dan medical monitoring bisa
- Data dari biological dan medical monitoring bisa
diperoleh setelah terjadi absorbsi.
diperoleh setelah terjadi absorbsi.
Perbedaan
Perbedaan
Monitoring><Pengukuran
Monitoring><Pengukuran
Monitoring
Monitoring Pengukuran
Pengukuran
1. Pemantauan
1. Pemantauan 1. Pengukuran
1. Pengukuran
2. Lanj. dari Pengukuran
2. Lanj. dari Pengukuran 2. Aktivitas awal
2. Aktivitas awal
3. Peralat. lebih sederhana
3. Peralat. lebih sederhana 3. Peralat. Lebih komplek
3. Peralat. Lebih komplek
4. Rutin dan terprogram
4. Rutin dan terprogram 4. jarang
4. jarang
5. Utk hal2 yg sudah
5. Utk hal2 yg sudah
pernah di ukur
pernah di ukur
5. Umumnya utk hal2 baru
5. Umumnya utk hal2 baru
6. Data base utk pningkatan
6. Data base utk pningkatan
berkelanjutan
berkelanjutan
6. Data awal
6. Data awal
Monitoring (lanj…)
Monitoring (lanj…)

Hal-hal penting dalam monitoring
Hal-hal penting dalam monitoring
1.
1. Semua jenis bahan kimia (Gas, Uap,
Semua jenis bahan kimia (Gas, Uap, Cairan,)
Cairan,) dapat
dapat
dimonitor.
dimonitor.
2.
2. Setiap bahan kimia mempunyai metode
Setiap bahan kimia mempunyai metode monitoring tersendiri
monitoring tersendiri
yang memerlukan
yang memerlukan peralatan khusus---- tidak semua bahan
peralatan khusus---- tidak semua bahan kimia
kimia
dapat dimonitor dgn cara yang sama.
dapat dimonitor dgn cara yang sama.
3.
3. Peralatan yg dipakai utk mengukur tingkat bahan
Peralatan yg dipakai utk mengukur tingkat bahan kimia
kimia
harus
harus dikalibrasi dan dirawat dengan baik.
dikalibrasi dan dirawat dengan baik.
4.
4. Contoh dapat diambil dari beberapa variasi
Contoh dapat diambil dari beberapa variasi waktu; contoh
waktu; contoh
jangka
jangka pendek (15’) dan selama
pendek (15’) dan selama shift (8 jam).
shift (8 jam).
5.
5. Berbagai macam contoh dapat diambil.(personal monitoring &
Berbagai macam contoh dapat diambil.(personal monitoring &
environmental monitoring)
environmental monitoring)
6.
6. Srategi lain dari pengambilan contoh dapat dilakukan, diantaranya;
Srategi lain dari pengambilan contoh dapat dilakukan, diantaranya;
Sampling dan contoh diambil dari jenis pekerjaan/operasi yang
Sampling dan contoh diambil dari jenis pekerjaan/operasi yang
dianggap terburuk dari seluruh bagian.
dianggap terburuk dari seluruh bagian.
Monitoring (lanj…)
Monitoring (lanj…)

Untuk mengevaluasi laporan monitoring, ada beberapa
Untuk mengevaluasi laporan monitoring, ada beberapa
pertanyaan yang bisa dijadikan pedoman, agar hasil monitoring
pertanyaan yang bisa dijadikan pedoman, agar hasil monitoring
dapat dipertanggunjawabkan.
dapat dipertanggunjawabkan.
1.
1. Bahaya apa saja yg telah dimonitor?
Bahaya apa saja yg telah dimonitor?
2.
2. Apakah alat yg digunakan sudah benar dan dikalibrasi?
Apakah alat yg digunakan sudah benar dan dikalibrasi?
3.
3. apakah waktu yg dipakai utk mengambil cth sudah
apakah waktu yg dipakai utk mengambil cth sudah
cukup
cukup utk mencakup seluruh kemungkinan yg dihadapi
utk mencakup seluruh kemungkinan yg dihadapi
pekerja?
pekerja?
4.
4. apakah semua pekerja yg dianggap mengidap risiko (dari
apakah semua pekerja yg dianggap mengidap risiko (dari
semua bagian dan shift) sudah termasuk dalam
semua bagian dan shift) sudah termasuk dalam
pengambilan contoh.
pengambilan contoh.
5.
5. apakah laboratorium yg digunakan utk menganalisa hasil
apakah laboratorium yg digunakan utk menganalisa hasil
monitor, kompeten?
monitor, kompeten?
6.
6. apakah hasil monitor di bawah atau di atas batasan
apakah hasil monitor di bawah atau di atas batasan
bahaya
bahaya pekerja.
pekerja.
Direct Measurement (contoh)
35
Hazard General air Pekerja
Kebisingan SLM NDM
Heat WBGT PHM
TLD,
Radiasi Survey Meter Dosepen,dll
Pencahayaan Lux meter
Chemicals Ch. Detector -
Heat Monitor
Thermal Environment Monitor (WBGT) Personal Heat Monitoring
@ Hendra “Higiene Industri” Program Sarjana 36
Noise Monitoring
Sound Level
Meter
37
Noise Monitoring
30
Noise Monitoring
39
Audiometer
40
Audiometer
41
Pencahayaan
Lux Meter (Extech)
No Data Logger
Lux Meter (SKC)
With Data Logger
42
Particulates
43
Radiation
• Film Badge
44
Radiation
• Survey meter
(Lingkungan)
45
Radiation
46
Indirect Measurement (contoh)
47
Sampling Instruments Analysis Instruments
• Impinger
• Sampling bag
• Charcoal
• Silica gel
• Filter
• GC
• AAS
• HPLC
• Microscope
• dll
• dll
40
49
50
51
52
TERIMA KASIH
54

430694372-2-METODE-DAN-TEKNIK-SAMPLING-ppt.ppt

  • 1.
  • 2.
    Pengertian Sampling • Sampling Pengambilan sampel Sampel : Contoh, Bagian dari sesuatu yang menggambarkan keseluruhan  Pengambilan Sampel : Mengambil sebagian kecil sari sesuatu dengan tujuan untuk melihat gambaran secara keseluruhan 2
  • 3.
    Kenapa Sampling  Objekyang akan diamati terlalu banyak/besar  Homogenitas objek yang diamati  Keterbatasan waktu  Keterbatasan sumber daya (sdm, dana, dll  Untuk efisiensi 3
  • 4.
    Sampling OHH • MaterialSampling  Sampling dengan mengambil bagian dari objek yang diamat  Cocok untuk sampling bahaya kimia dan bahaya biologi  Hasil sampling hanya berupa sampel dan perlu pengukuran dan analisis lebih lanjut untuk mengetahui konsentrasi/dosis sampel tersebut. 4
  • 5.
    Sampling OHH • AreaSampling  Sampling dengan melakukan “pengukuran” di area yang terpajan suatu bahaya  Banyak dilakukan untuk sampling bahaya fisik dan aspek ergonomi  Hasil sampling berupa hasil pengukuran  Area sampling untuk bahaya kimia dan biologi umumnya menggunakan “direct reading instrument” 5
  • 6.
    Bagaimana cara melakukansampling ? Tergantung jenis bahaya yang akan disampling Rujukan : Niosh Manual Analytical Method 6
  • 7.
    Strategi sampling • Strategisampling adalah pendekatan yang berlaku umum dalam melakukan sampling terhadap bahaya kesehatan kerja di tempat kerja. • Strategi sampling terdiri dari – WHAT to sample – WHEN to sample – WHERE to sample – WHOM to sample – HOWLONG to sample – HOWMANY samples to take 7
  • 8.
    Strategi sampling • WHAT Apa yang akan disampling (jenis bahaya) • WHEN Kapan dilakukan pengambilan sampe – Siang atau malam – Pre shift, during shift, end of shift, or end of work week • WHERE  Dimana sampel diambil – General air (Sumber dan area) – Pekerja : Pajanan, Cairan tubuh (Biological monitoring) 8
  • 9.
    Strategi sampling • WHOM Siapa yang akan dijadikan sampel (Pekerja yang berisiko terpajan) – Maximum risk employee – Random • HOW LONG  Berapa lama waktu yang diperlukan dalam pengambilan satu sampel (Lihat Niosh Manual Analytical Method) 9
  • 10.
    Strategi sampling • HOWMANY  Berapa banyak sampel akan diambil; dipengaruhi oleh: – Luas area yang berisiko (Area sampling) – Minimal untuk analisis (Material sampling – Jumlah pekerja yang berisiko (sampling pada pekerja) • HOW LONG and HOW MANY – Full period single sample – Full period consecutive sample Lihat “Occupational Exposure Sampling Strategy Manual” dari – Partial period consecutive sample – Grab sample NIOSH 10
  • 13.
    Pengertian Pengukuran Suatu kegiatanyang dilakukan untuk mengukur suatu bahaya di tempat kerja dengan menggunakan peralatan, strategi, dan metoda tertentu. 13
  • 14.
    Tujuan Pengukuran • Mengetahuijenis dan besaran hazard secara lebih pesifik • Untuk mengetahui tingkat risiko • Untuk mengetahui pajanan pada pekerja • Untuk memenuhi peraturan (legal aspek) • Untuk mengevaluasi program pengendalian yang sudah dilaksanakan • Untuk memastikan apakah suatu area aman untuk dimasuki pekerja • dll 14
  • 15.
    Proses Pengukuran • DirectMeasurement – Langsung mengukur bahaya – Hasil pengukuran langsung diketahui – Sering digunakan untuk bahaya fisik – Untuk bahaya kimia  direct reading instrument • Indirect Measurement (bahaya kimia dan biologi) – Bahaya diukur dengan mengambil sampel media – Hasil pengukuran tidak langsung diketahui – Perlu analisis laboratorium 15
  • 16.
    Lokasi pengukuran • GeneralAir – Sumber – Area • Pekerja – Pajanan – Cairan tubuh 16
  • 17.
    Lokasi pengukuran • GeneralAir – Sumber • Mengukur konsentrasi emisi bahaya • Pengukuran dilakukan di dekat sumber dengan jarak ± 1 meter • Pada beberapa jenis bahaya kadang kala pengukuran pada sumber tidak bisa dilakukan karena berisiko bagi keselamatan alat maupun operator. 17
  • 18.
    Lokasi pengukuran • GeneralAir – Area • Pengukuran dilakukan pada area yang terpajan bahaya. Umumnya area yang terpajan adalah area yang terjangkau oleh distribusi bahaya. • Lebih diprioritaskan area terpajan yang terdapat pekerja yang bekerja atau dilalui oleh pekerja pada saat bekerja 18
  • 19.
    General Air Sumbe r Are a @ Hendra“Higiene Industri” Program Sarjana 19
  • 20.
    Lokasi pengukuran • Pekerja –Pajanan • Pengukuran dilakukan pada bagian tubuh yang terpajan. – Telinga oleh Noise – Area pernafasan oleh Debu, Bahan kimia di udara, dll – Kulit oleh bahan kimia yang bisa terserap oleh kulit – dll • Pengukuran dapat bersifat : – Mengukur dan mendapatkan data – pengambilan sampel 20
  • 21.
    Lokasi pengukuran • Pekerja –Cairan tubuh • Pengukuran dilakukan dengan mengambil cairan tubuh sebagai media pengukuran. – saliva – urin – ese – Udara ekspirasi – darah • Hasil pengukuran diperoleh dari hasil analisis media yang diambil 21
  • 22.
  • 23.
    Metode Pengukuran • Metodepengukuran setiap bahaya berbeda- beda, tergantung jenis bahayanya • Adakalanya terdapat perbedaan pengukuran pada sumber, area, dan pekerja • Adakalanya terdapat perbedaan metode pengukuran pada area indoor maupun outdoor • Metode pengukuran  Lihat standar NIOSH, OSHA, ACGIH, ASHREI 23
  • 24.
    Langkah-langkah pengukuran (Umum) •Tentukan titik pengukuran/sampling baik pada sumber, area, maupun pekerja • Kumpulkan informasi tentang: – Karakteristik lingkungan kerja – Proses kerja yang ada – Jumlah pekerja dan pola kerja yang ada – Pengendalian yang sudah ada – Equipment dan fasilitas yang ada 24
  • 25.
    Langkah-langkah pengukuran (Umum) •Persiapan Alat Ukur/Alat Sampling – Pastikan alat ukur/sampling yang digunakan sesuai dengan bahaya yang akan diukur/disampling – Pastikan alat ukur/sampling berfungsi baik – Pastikan alat ukur lengkap (asesoris lengkap) – Pastikan alat ukur terkalibrasi – Pastikan prosedur persiapan sudah dilakukan dengan benar – Siapkan form pencatatan 25
  • 26.
    Langkah-langkah pengukuran (Umum) •Pelaksanaan Pengukuran/Sampling – Pastikan alat ukur/sampling diletakkan pada tempat yang tepat – Pastikan langkah pengoperasian alat ukur/sampling sesuai dengan standar – Pastikan waktu pengukuran sesuai dengan standar – Pastikan prosedur persiapan sudah dilakukan dengan benar – Jangan sampai alat ukur diganggu oleh pihak yang tidak berkepentingan – Perhatikan keselamatan operator saat pengukuran 26
  • 27.
    Langkah-langkah pengukuran (Umum) •Setelah Pengukuran/Sampling – Lanjutkan dengan analisis data (untuk pengukuran berupa pengambilan sampel) – Lakukan analisis data sesuai dengan metode analisis yang ada – Bandingkan hasil pengukuran dengan standar (TLV, Peraturan yang berlaku) – Susun rekomdasi untuk tindakan perbaikan jika diperlukan 27
  • 28.
    Kesalahan dalam pengukuran •Kesalahan alat ukur • Alat rusak • Alat tidak kalibrasi • Kelengkapan alat kurang • Kesalahan pembacaan • Kesalahan titik sampling • Kerusakan sampel (transportasi, terkontaminasi, dll) • Kesalahan metode analisis • Kesalahan interpretasi 28
  • 29.
    MONITORING MONITORING Mengapa perlu dilakukan Mengapaperlu dilakukan monitoring(pemantauan)? monitoring(pemantauan)? Karena suatu kontaminan udara/hazard dan Karena suatu kontaminan udara/hazard dan tingkat pajanan bahaya akan mengalami tingkat pajanan bahaya akan mengalami fluktuasi fluktuasi seiring proses yang terjadi, seiring proses yang terjadi, kerusakan/malfunction dari peralatan kerusakan/malfunction dari peralatan
  • 30.
    Monitoring (lanj…) Monitoring (lanj…)  Bentuk-bentukmonitoing Bentuk-bentuk monitoing 1. 1. Personal monitoring Personal monitoring - Merupakan pengukuran beberapa pekerja - Merupakan pengukuran beberapa pekerja yang terpapar yang terpapar airborne contaminan. airborne contaminan. - Peralatan harus diletakkan sedekat - Peralatan harus diletakkan sedekat mungkin dengan jalur masuk kontaminan mungkin dengan jalur masuk kontaminan pada tubuh. pada tubuh. - Ex: Dosimeter - Ex: Dosimeter 2. 2. Environmental Monitoring Environmental Monitoring - Merupakan pengukuran konsentrasi kontaminan pada area/ruang - Merupakan pengukuran konsentrasi kontaminan pada area/ruang kerja. kerja. - Peralatan harus diletakkan pada area kerja tempat dimana - Peralatan harus diletakkan pada area kerja tempat dimana beraktivitas beraktivitas - Umumnya direct reading instrument - Umumnya direct reading instrument
  • 31.
    Monitoring (lanj…) Monitoring (lanj…) 3.Biological Monitoring 3. Biological Monitoring - Merupakan pengukuran yang dilakukan - Merupakan pengukuran yang dilakukan pada pada cairan, jaringan maupun udara. cairan, jaringan maupun udara. - Hasil pengukuran: indikator baik - Hasil pengukuran: indikator baik buruknya buruknya pengendalian hazard pada pengendalian hazard pada lingkungan/metode kerja sebelum terjadi lingkungan/metode kerja sebelum terjadi pajanan. pajanan. - Sebagai pelengkap monitoring - Sebagai pelengkap monitoring 4. Medical Monitoring 4. Medical Monitoring - Dilakukan dengan memperhatikan hasil pemeriksaan - Dilakukan dengan memperhatikan hasil pemeriksaan kesehatan untuk menentukan dampak akibat dari suatu kesehatan untuk menentukan dampak akibat dari suatu toksikan. toksikan. - Data dari biological dan medical monitoring bisa - Data dari biological dan medical monitoring bisa diperoleh setelah terjadi absorbsi. diperoleh setelah terjadi absorbsi.
  • 32.
    Perbedaan Perbedaan Monitoring><Pengukuran Monitoring><Pengukuran Monitoring Monitoring Pengukuran Pengukuran 1. Pemantauan 1.Pemantauan 1. Pengukuran 1. Pengukuran 2. Lanj. dari Pengukuran 2. Lanj. dari Pengukuran 2. Aktivitas awal 2. Aktivitas awal 3. Peralat. lebih sederhana 3. Peralat. lebih sederhana 3. Peralat. Lebih komplek 3. Peralat. Lebih komplek 4. Rutin dan terprogram 4. Rutin dan terprogram 4. jarang 4. jarang 5. Utk hal2 yg sudah 5. Utk hal2 yg sudah pernah di ukur pernah di ukur 5. Umumnya utk hal2 baru 5. Umumnya utk hal2 baru 6. Data base utk pningkatan 6. Data base utk pningkatan berkelanjutan berkelanjutan 6. Data awal 6. Data awal
  • 33.
    Monitoring (lanj…) Monitoring (lanj…)  Hal-halpenting dalam monitoring Hal-hal penting dalam monitoring 1. 1. Semua jenis bahan kimia (Gas, Uap, Semua jenis bahan kimia (Gas, Uap, Cairan,) Cairan,) dapat dapat dimonitor. dimonitor. 2. 2. Setiap bahan kimia mempunyai metode Setiap bahan kimia mempunyai metode monitoring tersendiri monitoring tersendiri yang memerlukan yang memerlukan peralatan khusus---- tidak semua bahan peralatan khusus---- tidak semua bahan kimia kimia dapat dimonitor dgn cara yang sama. dapat dimonitor dgn cara yang sama. 3. 3. Peralatan yg dipakai utk mengukur tingkat bahan Peralatan yg dipakai utk mengukur tingkat bahan kimia kimia harus harus dikalibrasi dan dirawat dengan baik. dikalibrasi dan dirawat dengan baik. 4. 4. Contoh dapat diambil dari beberapa variasi Contoh dapat diambil dari beberapa variasi waktu; contoh waktu; contoh jangka jangka pendek (15’) dan selama pendek (15’) dan selama shift (8 jam). shift (8 jam). 5. 5. Berbagai macam contoh dapat diambil.(personal monitoring & Berbagai macam contoh dapat diambil.(personal monitoring & environmental monitoring) environmental monitoring) 6. 6. Srategi lain dari pengambilan contoh dapat dilakukan, diantaranya; Srategi lain dari pengambilan contoh dapat dilakukan, diantaranya; Sampling dan contoh diambil dari jenis pekerjaan/operasi yang Sampling dan contoh diambil dari jenis pekerjaan/operasi yang dianggap terburuk dari seluruh bagian. dianggap terburuk dari seluruh bagian.
  • 34.
    Monitoring (lanj…) Monitoring (lanj…)  Untukmengevaluasi laporan monitoring, ada beberapa Untuk mengevaluasi laporan monitoring, ada beberapa pertanyaan yang bisa dijadikan pedoman, agar hasil monitoring pertanyaan yang bisa dijadikan pedoman, agar hasil monitoring dapat dipertanggunjawabkan. dapat dipertanggunjawabkan. 1. 1. Bahaya apa saja yg telah dimonitor? Bahaya apa saja yg telah dimonitor? 2. 2. Apakah alat yg digunakan sudah benar dan dikalibrasi? Apakah alat yg digunakan sudah benar dan dikalibrasi? 3. 3. apakah waktu yg dipakai utk mengambil cth sudah apakah waktu yg dipakai utk mengambil cth sudah cukup cukup utk mencakup seluruh kemungkinan yg dihadapi utk mencakup seluruh kemungkinan yg dihadapi pekerja? pekerja? 4. 4. apakah semua pekerja yg dianggap mengidap risiko (dari apakah semua pekerja yg dianggap mengidap risiko (dari semua bagian dan shift) sudah termasuk dalam semua bagian dan shift) sudah termasuk dalam pengambilan contoh. pengambilan contoh. 5. 5. apakah laboratorium yg digunakan utk menganalisa hasil apakah laboratorium yg digunakan utk menganalisa hasil monitor, kompeten? monitor, kompeten? 6. 6. apakah hasil monitor di bawah atau di atas batasan apakah hasil monitor di bawah atau di atas batasan bahaya bahaya pekerja. pekerja.
  • 35.
    Direct Measurement (contoh) 35 HazardGeneral air Pekerja Kebisingan SLM NDM Heat WBGT PHM TLD, Radiasi Survey Meter Dosepen,dll Pencahayaan Lux meter Chemicals Ch. Detector -
  • 36.
    Heat Monitor Thermal EnvironmentMonitor (WBGT) Personal Heat Monitoring @ Hendra “Higiene Industri” Program Sarjana 36
  • 37.
  • 38.
  • 39.
  • 40.
  • 41.
  • 42.
    Pencahayaan Lux Meter (Extech) NoData Logger Lux Meter (SKC) With Data Logger 42
  • 43.
  • 44.
  • 45.
  • 46.
  • 47.
    Indirect Measurement (contoh) 47 SamplingInstruments Analysis Instruments • Impinger • Sampling bag • Charcoal • Silica gel • Filter • GC • AAS • HPLC • Microscope • dll • dll
  • 48.
  • 49.
  • 50.
  • 51.
  • 52.
  • 54.