TERPUJILAH WAHAI ENGKAUIBU BAPAK GURU
NAMAMU AKAN SELALU HIDUP DALAM SANUBARIKU
SEMUA BAKTIMU AKAN KUUKIR DI DALAM HATIKU
SEBAGAI PRASASTI TERIMA KASIHKU
TUK PENGABDIANMU
ENGKAU SEBAGAI PELITA DALAM KEGELAPAN
ENGKAU LAKSANA EMBUN PENYEJUK DALAM KEHAUSAN
ENGKAU PATRIOT PAHLAWAN BANGSA
BINA INSAN CENDEKIA
HYMNE GURUKU
Hakikat Deep LearningAproach
Definisi :
Pembelajaran Mendalam merupakan pendekatan yang memuliakan
dengan menekankan pada penciptaan suasana belajar dan proses
pembelajaran berkesadaran (mindful), bermakna (meaningful), dan
menggembirakan ( joyful) melalui olah pikir (intelektual), olah hati
(etika), olah rasa (estetika), dan olah raga (kinestetik) secara holistik
dan terpadu.
Hakikat Deep LearningAproach
❑ Deep learning adalah pendekatan pembelajaran yang berfokus
pada pemahaman konsep dan penguasaan kompetensi secara
mendalam.
❑ Dalam konteks pendidikan, deep learning dapat membantu siswa untuk:
1) Memahami esensi materi secara lebih mendalam
2) Mendalami materi pembelajaran, bukan mengejar jumlah materi
yang diajarkan
3) Menganalisis, mengevaluasi, dan menciptakan solusi
4) Mengembangkan keterampilan berpikir kritis
5) Menumbuhkan ruang bertanya dan sikap kritis
17.
Tujuan Deep LearningAproach
Memberikan pengalaman belajar
lebih bermakna sekaligus
menyenangkan bagi siswa.
18.
Prinsip Deep LearningAproach
1. Berkesadaran (Mindful Learning): penuh perhatian atau
sadar akan apa yang terjadi di sekitar.
2. Bermakna (Meaningful Learning): pembelajaran
bermakna.
3. Menggembirakan (Joyfull Learning): pembelajaran yang
menyenangkan.
19.
1. Mindful Learning
•Dalam Mindful Learning, siswa diajak untuk senantiasa sadar akan
proses pembelajaran yang sedang ia jalani.
• Kesadaran ini terdiri dari beberapa aspek:
1) Fokus, konsentrasi, dan perhatian
2) Kesadaran terhadap proses berpikir
3) Kenyamanan peserta didik dalam belajar
4) Keterbukaan terhadap perspektif baru
5) Keingintahuan terhadap pengetahuan dan pengalaman
baru
20.
Agar Siswa SadarKemampuan dan Pembelajaran
☼Jangan membiasakan “nge-judge" siswa
“TOLOL” karena akan menyebabkan ia tidak
akan berusaha menjadi pintar. Jika kita percaya
bahwa anak “PINTAR” maka ia akan lebih
menunjukkan bahwa ia benar-benar pintar”
✔ Menyadarkan BUKAN menghakimi
✔ Mengajak BUKAN memerintah
✔ Membimbing BUKAN menyuruh.
2. Meaningful Learning
•Proses belajar Meaningful Learning ini bertujuan agar pembelajaran
menjadi lebih bermakna bagi siswa.
• Dalam proses pembelajaran bermakna, meliputi aspek-aspek:
1) Keterkaitan dengan pengalaman sebelumnya
2) Kontekstual dan/atau relevan dengan kehidupan nyata
3) Kebermanfaatan pengalaman belajar untuk diterapkan dalam
konteks baru
4) Keterkaitan dengan bidang ilmu lain
5) Pembelajar sepanjang hayat
23.
Soal Nomor 1
Asumsi= ….
A. anggapan
B. dugaan
C. Perkiraan
D. landasan
E. pikiran
23
Agar Pembelajaran lebihbermakna
⮚ Pilihlah konten dan kompetensi yang esensial bagi siswa.
⮚ Pastikan siswa menguasai kompetensi dan konten
dipelajari.
⮚ Perlu penggunaan berbagai teknik yang tepat dan variatif
sehingga anak tidak hanya sekedar ”TAHU” tetapi ”TAHU
dan MAMPU”.
⮚ Berilah keteladanan ”ng Ngarso Sung Tulodo”
- Keteladanan dalam pembelajaran
- Keteladanan dalam disiplin
- Keteladanan dan tutur kata, Dll.
28.
3. Joyfull Learning
•Menekankan pentingnya menciptakan suasana belajar yang positif agar
siswa dapat menikmati setiap bagian dari proses pembelajaran, meliputi
aspek-aspek:
1) Aktivitas pembelajaran yang menarik
2) Lingkungan pembelajaran yang interaktif
3) Tantangan yang memotivasi
4) Menginspirasi
5) Tercapainya keberhasilan belajar. (AHA moment)
• Aktivitas menggembirakan dapat dilakukan melalui:
1) Menggunakan gamifikasi
2) Menggunakan video atau multimedia,
3) Dan lain-lain
29.
Di Sini SenangDi Sana Senang
⦿ Di sini senang di sana senang
Di mana-mana hatiku senang
Di rumah senang di sekolah senang
Di kelas hatiku paling senang
⦿ La la la la la la la la la la la la la la la la
⦿ Disini senang disana senang
Dimana-mana hatiku senang
Dirumah senang di sekolah senang
Di kelas hatiku paling senang
⦿ La la la la la la la la la la la la la la la la
30.
8 Dimensi ProfilLulusan
1. Keimanan dan
Ketakwaan terhadap
Tuhan YME
Individu yang memiliki keyakinan teguh
akan keberadaan Tuhan serta
menghayati nilai-nilai spiritual dalam
kehidupan sehari-hari.
3. Penalaran Kritis
Individu yang mampu berpikir secara
logis, analitis, dan reflektif dalam
memahami, mengevaluasi, serta
memproses informasi untuk
menyelesaikan masalah.
2. Kewargaan
Individu yang memiliki rasa cinta tanah air,
mentaati aturan dan norma sosial dalam
kehidupan bermasyarakat, memiliki kepedulian,
tanggungjawab sosial, serta berkomitmen untuk
menyelesaikan masalah nyata yang terkait
keberlanjutan manusia dan lingkungan.
4. Kreativitas
Individu yang mampu berpikir secara
inovatif, fleksibel, dan orisinal dalam
mengolah ide atau informasi untuk
menciptakan solusi yang unik dan
bermanfaat.
9
31.
5. Kolaborasi
Individu yangmampu bekerja sama secara
efektif dengan orang lain secara gotong
royong untuk mencapai tujuan bersama
melalui pembagian peran dan tanggung
jawab.
7. Kesehatan
Individu yang memiliki fisik yang prima,
bugar, sehat, dan mampu menjaga
keseimbangan kesehatan mental dan fisik
untuk mewujudkan kesejahteraan lahir dan
batin (well-being).
6. Kemandirian
Individu yang mampu bertanggung jawab
atas proses dan hasil belajarnya sendiri
dengan menunjukkan kemampuan untuk
mengambil inisiatif, mengatasi hambatan,
dan menyelesaikan tugas secara tepat tanpa
bergantung pada orang lain.
8. Komunikasi
Individu yang memiliki kemampuan
komunikasi intrapribadi untuk melakukan
refleksi dan antarpribadi untuk
menyampaikan ide, gagasan, dan informasi
baik lisan maupun tulisan serta berinteraksi
secara efektif dalam berbagai situasi.
8 Dimensi Profil Lulusan
Kerangka Pembelajaran
Praktik Pedagogis
Strategimengajar yang dipilih guru untuk mencapai
tujuan belajar dalam mencapai dimensi profil
lulusan. Untuk mewujudkan pembelajaran
mendalam guru berfokus pada pengalaman belajar
peserta didik yang autentik, mengutamakan praktik
nyata, mendorong keterampilan berpikir tingkat
tinggi dan kolaborasi.
Pemanfaatan Teknologi Digital
Pemanfaatan teknologi digital juga memegang
peran penting sebagai katalisator untuk
menciptakan pembelajaran yang lebih interaktif,
kolaboratif, dan kontekstual. Tersedianya beragam
sumber belajar menjadi peluang menciptakan
pengetahuan bermakna pada peserta didik.
Lingkungan Pembelajaran
Lingkungan pembelajaran menekankan integrasi
antara ruang fisik, ruang virtual, dan budaya
belajar untuk mendukung pembelajaran
mendalam. Ruang fisik dan virtual dirancang
fleksibel sebagai tempat yang mendorong
kolaborasi, refleksi, eksplorasi, dan berbagi ide,
sehingga dapat mengakomodasi berbagai gaya
belajar peserta didik dengan optimal.
Kemitraan Pembelajaran
Kemitraan pembelajaran (learning partnerships)
membentuk hubungan yang dinamis antara
guru, peserta didik, orang tua, komunitas, dan
mitra profesional. Pendekatan ini memindahkan
kontrol pembelajaran dari guru saja menjadi
kolaborasi bersama.
21
1. “LAYAK” SEBAGAIGURU
▪ Guru harus terlihat hebat, pintar, sukses, alim.
✔Siswa ingin mendapatkan ilmunya.
✔Siswa ingin dinasihati (guru menjadi advicer)
✔Siswa ingin dimotivasi (guru menjadi motivator)
✔Siswa ingin tahu perjuangannya.
✔Siswa ingin tahu kunci suksesnya.
▪ Guru harus mau banyak membaca, mendengar, dan meng-upgrade diri.
48.
2. TUNJUKAN ”JASMANI-MENTALPRIMA”
❖ Guru harus selalu dalam kondisi yang siap memberikan
pelayanan
• Jangan mengeluh
• Jangan curhat kesusahan kita
• Jangan sampai siswa merasa kasihan dengan gurunya
❖ Guru harus siap mental bahwa siswa yang diajar
bermacam-macam karakter, kecerdasan, dan lain-lain
49.
3. USAHAKAN DIRINDUKANSISWA
Yang dirindukan siswa bisa berbagai hal:
✔Senyumnya
✔Ilmu dan kepintarannya
✔Kreatif dan inovatifnya
✔Nasihatnya
✔Pedulinya
✔Lucunya
✔Kesungguhannya dalam mengajar
✔Sikapnya ramah dan bersahabat
✔Ketegasannya
✔Ketampanannya/ kecantikannya
4. BISA DITELADANI
”IngNgarso Sung Tulodo”
✔ Tunjukkan bahwa guru memang bertanggung jawab, alim, sabar yang bisa ditiru.
✔ Tunjukkan bahwa guru memang disiplin, dan pantas kita mengajak siswa disiplin.
”Kalau kita menghendaki anak belajar semangat,
maka kita harus terlebih dahulu semangat.
”Kalau kita menghendaki anak belajar tiap malam,
maka kita juga membaca setiap malam (bukan malah
pegang HP terus)”
POIN DIRI
“Ciptakan POINpada diri kita maka KOIN
akan mengikuti kita”
“Kalau kita selalu berorientasi pada KOIN
maka POIN kita semakin lama semakin
berkurang ” 55
56.
SDM TERLATIH
Tak adaorang benar-benar HEBAT,
yang ada adalah orang TERLATIH.
Tak ada orang yang benar-benar
PINTAR, yang ada adalah orang yang
TERLATIH.
57.
SDM TERLATIH
Tak adaorang benar-benar HEBAT, yang ada
adalah orang TERLATIH.
Tak ada orang yang benar-benar PINTAR, yang
ada adalah orang yang TERLATIH.
#51 DESKRIPSI :
Setiap orang ingin berhasil dalam hidupnya. Namun tidak banyak orang yang memiliki persepsi yang benar untuk meraih suskes. Sebagian orang membatasi dirinya dengan mengatakan bahwa suskes itu adalah tergantung garis tangan, tergantung nasib, tergantung pendidikan , tergantung kenalan, dll. Semua itu ada benarnya. Namun yang lebih penting adalah kemampuan “menjual” diri. Menjual diri dalam hal ini adalah kemampuan untuk menunjukkan kepribadiaan & prestasi kita dengan jujur apa adanya.
TANYA AUDIENS :
Siapa yang ingin sukses ?
Siapa yang ingin bahagia ?
Ada seorang teman yang mengatakan bahwa sukses itu sama dengan jual diri ?
Siapa yang setuju ? Siapa yang tidak ?
Ternyata yang dimaksud menjual diri adalah menjual atau menunjukkan kepribadiaan & prestasi kita dengan jujur apa adanya. Sehingga orang percaya dengan kemampuan kita dan mereka merekomendasikan kita ke orang lain.
Dalam pekerjaan sehari – hari , Anda perlu “menjual diri “.
Kalau menjual diri, siapa pembelinya ? Pembelinya adalah orang – orang di sekitar Anda . Teman sekantor Anda, siswa, atasan atau siapa pun yang bertemu atau berinteraksi dengan Anda.
Karena orang akan menilai kepribadian Anda setiap saat.
Ingat kisah pak Houtman ? Dia menjual diri nya dengan baik dengan menujukkan sikap yang terbaik.
PRINSIP MENJUAL DIRI: tidak bisa cari muka atau berpura – pura. Sepandai – pandainya tupai melompat pasti ketahuan juga. Walaupun kita bisa cari muka saat ada bos. Tapi teman – teman kita atau orang lain selain bos kita melihat kita. Suatu saat mereka akan berperan berbeda. Bisa saja mereka jadi atasan kita atau bekerja di tempat lain. Cerita tentang kepribadian kita akan tersebar dengan cepat. Jadi tidak ada gunanya berperilaku tidak baik. Tidak ada gunanya tidak menampilkan kepribadian yang sebenarnya, jika ingin meraih sukses jangka panjang.