INOVASI PEMBELAJARAN BERBASIS
DEEP LEARNING APPROACH
FKKS SMK SWASTA LAMSEL
Yusuf, M.Pd. Gelden Tulip Hotel, 08-05-2025
TERPUJILAH WAHAI ENGKAU IBU BAPAK GURU
NAMAMU AKAN SELALU HIDUP DALAM SANUBARIKU
SEMUA BAKTIMU AKAN KUUKIR DI DALAM HATIKU
SEBAGAI PRASASTI TERIMA KASIHKU
TUK PENGABDIANMU
ENGKAU SEBAGAI PELITA DALAM KEGELAPAN
ENGKAU LAKSANA EMBUN PENYEJUK DALAM KEHAUSAN
ENGKAU PATRIOT PAHLAWAN BANGSA
BINA INSAN CENDEKIA
HYMNE GURUKU
5/7/2025 3
Paparan Bapak Totok Suprayitno, Ketua BAN-PDMP Nasional
Bagaimana Pembelajaran di bawah?
Aktivitas Guru Aktivitas Siswa
Bagaimana Pembelajaran di bawah?
Aktivitas Guru Aktivitas Siswa
Bagaimana Pembelajaran di bawah?
Aktivitas Siswa: Diskusi
Aktivitas Guru: Membimbing
Bagaimana Pembelajaran di bawah?
Aktivitas Guru: No activity Aktivitas Siswa: Diskusi
Mengaktifkan Panca Indera Peserta Didik
8
Mulutnya Mata dan Telinganya
Tangan dan Tubuhnya Pikirannya
10
Pembelajaran
Mendalam
Olah Pikir
Olah Hati
Olah Rasa
mewujudkan
Profil Lulusan
(8 Dimensi)
Pembelajaran Mendalam sebagai Solusi
Olah Raga
Berkesadaran
Bermakna
Menggembirakan
Hakikat Deep Learning Aproach
Definisi :
Pembelajaran Mendalam merupakan pendekatan yang memuliakan
dengan menekankan pada penciptaan suasana belajar dan proses
pembelajaran berkesadaran (mindful), bermakna (meaningful), dan
menggembirakan ( joyful) melalui olah pikir (intelektual), olah hati
(etika), olah rasa (estetika), dan olah raga (kinestetik) secara holistik
dan terpadu.
13
Ada berapa gambar hewan?
Hakikat Deep Learning Aproach
❑ Deep learning adalah pendekatan pembelajaran yang berfokus
pada pemahaman konsep dan penguasaan kompetensi secara
mendalam.
❑ Dalam konteks pendidikan, deep learning dapat membantu siswa untuk:
1) Memahami esensi materi secara lebih mendalam
2) Mendalami materi pembelajaran, bukan mengejar jumlah materi
yang diajarkan
3) Menganalisis, mengevaluasi, dan menciptakan solusi
4) Mengembangkan keterampilan berpikir kritis
5) Menumbuhkan ruang bertanya dan sikap kritis
Tujuan Deep Learning Aproach
Memberikan pengalaman belajar
lebih bermakna sekaligus
menyenangkan bagi siswa.
Prinsip Deep Learning Aproach
1. Berkesadaran (Mindful Learning): penuh perhatian atau
sadar akan apa yang terjadi di sekitar.
2. Bermakna (Meaningful Learning): pembelajaran
bermakna.
3. Menggembirakan (Joyfull Learning): pembelajaran yang
menyenangkan.
1. Mindful Learning
• Dalam Mindful Learning, siswa diajak untuk senantiasa sadar akan
proses pembelajaran yang sedang ia jalani.
• Kesadaran ini terdiri dari beberapa aspek:
1) Fokus, konsentrasi, dan perhatian
2) Kesadaran terhadap proses berpikir
3) Kenyamanan peserta didik dalam belajar
4) Keterbukaan terhadap perspektif baru
5) Keingintahuan terhadap pengetahuan dan pengalaman
baru
Agar Siswa Sadar Kemampuan dan Pembelajaran
☼Jangan membiasakan “nge-judge" siswa
“TOLOL” karena akan menyebabkan ia tidak
akan berusaha menjadi pintar. Jika kita percaya
bahwa anak “PINTAR” maka ia akan lebih
menunjukkan bahwa ia benar-benar pintar”
✔ Menyadarkan BUKAN menghakimi
✔ Mengajak BUKAN memerintah
✔ Membimbing BUKAN menyuruh.
21
2. Meaningful Learning
• Proses belajar Meaningful Learning ini bertujuan agar pembelajaran
menjadi lebih bermakna bagi siswa.
• Dalam proses pembelajaran bermakna, meliputi aspek-aspek:
1) Keterkaitan dengan pengalaman sebelumnya
2) Kontekstual dan/atau relevan dengan kehidupan nyata
3) Kebermanfaatan pengalaman belajar untuk diterapkan dalam
konteks baru
4) Keterkaitan dengan bidang ilmu lain
5) Pembelajar sepanjang hayat
Soal Nomor 1
Asumsi = ….
A. anggapan
B. dugaan
C. Perkiraan
D. landasan
E. pikiran
23
Cermati deret berikut!
6, 8, 11, 13, 16, …
A. 17
B. 18
C. 19
D. 20
E. 22
24
Soal Nomor 2
+ 1
+ 1 + 1
+ 2 + 1
+ 1 + 2
+ 3 -1 -1
+ 1 + 1
Agar Pembelajaran lebih bermakna
⮚ Pilihlah konten dan kompetensi yang esensial bagi siswa.
⮚ Pastikan siswa menguasai kompetensi dan konten
dipelajari.
⮚ Perlu penggunaan berbagai teknik yang tepat dan variatif
sehingga anak tidak hanya sekedar ”TAHU” tetapi ”TAHU
dan MAMPU”.
⮚ Berilah keteladanan ”ng Ngarso Sung Tulodo”
- Keteladanan dalam pembelajaran
- Keteladanan dalam disiplin
- Keteladanan dan tutur kata, Dll.
3. Joyfull Learning
• Menekankan pentingnya menciptakan suasana belajar yang positif agar
siswa dapat menikmati setiap bagian dari proses pembelajaran, meliputi
aspek-aspek:
1) Aktivitas pembelajaran yang menarik
2) Lingkungan pembelajaran yang interaktif
3) Tantangan yang memotivasi
4) Menginspirasi
5) Tercapainya keberhasilan belajar. (AHA moment)
• Aktivitas menggembirakan dapat dilakukan melalui:
1) Menggunakan gamifikasi
2) Menggunakan video atau multimedia,
3) Dan lain-lain
Di Sini Senang Di Sana Senang
⦿ Di sini senang di sana senang
Di mana-mana hatiku senang
Di rumah senang di sekolah senang
Di kelas hatiku paling senang
⦿ La la la la la la la la la la la la la la la la
⦿ Disini senang disana senang
Dimana-mana hatiku senang
Dirumah senang di sekolah senang
Di kelas hatiku paling senang
⦿ La la la la la la la la la la la la la la la la
8 Dimensi Profil Lulusan
1. Keimanan dan
Ketakwaan terhadap
Tuhan YME
Individu yang memiliki keyakinan teguh
akan keberadaan Tuhan serta
menghayati nilai-nilai spiritual dalam
kehidupan sehari-hari.
3. Penalaran Kritis
Individu yang mampu berpikir secara
logis, analitis, dan reflektif dalam
memahami, mengevaluasi, serta
memproses informasi untuk
menyelesaikan masalah.
2. Kewargaan
Individu yang memiliki rasa cinta tanah air,
mentaati aturan dan norma sosial dalam
kehidupan bermasyarakat, memiliki kepedulian,
tanggungjawab sosial, serta berkomitmen untuk
menyelesaikan masalah nyata yang terkait
keberlanjutan manusia dan lingkungan.
4. Kreativitas
Individu yang mampu berpikir secara
inovatif, fleksibel, dan orisinal dalam
mengolah ide atau informasi untuk
menciptakan solusi yang unik dan
bermanfaat.
9
5. Kolaborasi
Individu yang mampu bekerja sama secara
efektif dengan orang lain secara gotong
royong untuk mencapai tujuan bersama
melalui pembagian peran dan tanggung
jawab.
7. Kesehatan
Individu yang memiliki fisik yang prima,
bugar, sehat, dan mampu menjaga
keseimbangan kesehatan mental dan fisik
untuk mewujudkan kesejahteraan lahir dan
batin (well-being).
6. Kemandirian
Individu yang mampu bertanggung jawab
atas proses dan hasil belajarnya sendiri
dengan menunjukkan kemampuan untuk
mengambil inisiatif, mengatasi hambatan,
dan menyelesaikan tugas secara tepat tanpa
bergantung pada orang lain.
8. Komunikasi
Individu yang memiliki kemampuan
komunikasi intrapribadi untuk melakukan
refleksi dan antarpribadi untuk
menyampaikan ide, gagasan, dan informasi
baik lisan maupun tulisan serta berinteraksi
secara efektif dalam berbagai situasi.
8 Dimensi Profil Lulusan
32
33
Kerangka Pembelajaran
Praktik Pedagogis
Strategi mengajar yang dipilih guru untuk mencapai
tujuan belajar dalam mencapai dimensi profil
lulusan. Untuk mewujudkan pembelajaran
mendalam guru berfokus pada pengalaman belajar
peserta didik yang autentik, mengutamakan praktik
nyata, mendorong keterampilan berpikir tingkat
tinggi dan kolaborasi.
Pemanfaatan Teknologi Digital
Pemanfaatan teknologi digital juga memegang
peran penting sebagai katalisator untuk
menciptakan pembelajaran yang lebih interaktif,
kolaboratif, dan kontekstual. Tersedianya beragam
sumber belajar menjadi peluang menciptakan
pengetahuan bermakna pada peserta didik.
Lingkungan Pembelajaran
Lingkungan pembelajaran menekankan integrasi
antara ruang fisik, ruang virtual, dan budaya
belajar untuk mendukung pembelajaran
mendalam. Ruang fisik dan virtual dirancang
fleksibel sebagai tempat yang mendorong
kolaborasi, refleksi, eksplorasi, dan berbagi ide,
sehingga dapat mengakomodasi berbagai gaya
belajar peserta didik dengan optimal.
Kemitraan Pembelajaran
Kemitraan pembelajaran (learning partnerships)
membentuk hubungan yang dinamis antara
guru, peserta didik, orang tua, komunitas, dan
mitra profesional. Pendekatan ini memindahkan
kontrol pembelajaran dari guru saja menjadi
kolaborasi bersama.
21
35
36
37
38
39
CONTOH
PERENCANAAN PEMBELAJARAN
MENDALAM
40
41
42
43
44
45
1. “LAYAK” SEBAGAI GURU
▪ Guru harus terlihat hebat, pintar, sukses, alim.
✔Siswa ingin mendapatkan ilmunya.
✔Siswa ingin dinasihati (guru menjadi advicer)
✔Siswa ingin dimotivasi (guru menjadi motivator)
✔Siswa ingin tahu perjuangannya.
✔Siswa ingin tahu kunci suksesnya.
▪ Guru harus mau banyak membaca, mendengar, dan meng-upgrade diri.
2. TUNJUKAN ”JASMANI-MENTAL PRIMA”
❖ Guru harus selalu dalam kondisi yang siap memberikan
pelayanan
• Jangan mengeluh
• Jangan curhat kesusahan kita
• Jangan sampai siswa merasa kasihan dengan gurunya
❖ Guru harus siap mental bahwa siswa yang diajar
bermacam-macam karakter, kecerdasan, dan lain-lain
3. USAHAKAN DIRINDUKAN SISWA
Yang dirindukan siswa bisa berbagai hal:
✔Senyumnya
✔Ilmu dan kepintarannya
✔Kreatif dan inovatifnya
✔Nasihatnya
✔Pedulinya
✔Lucunya
✔Kesungguhannya dalam mengajar
✔Sikapnya ramah dan bersahabat
✔Ketegasannya
✔Ketampanannya/ kecantikannya
1.
Pola
Mengajar
3.
Penampilan
2.
Bahasa yang
Digunakan
Hal-hal yang dapat di-branding
4.
Perahatian-
nya
5.
Kreatifnya,
Dll.
Berkinerja = JUAL KULAITAS DIRI
4. BISA DITELADANI
”Ing Ngarso Sung Tulodo”
✔ Tunjukkan bahwa guru memang bertanggung jawab, alim, sabar yang bisa ditiru.
✔ Tunjukkan bahwa guru memang disiplin, dan pantas kita mengajak siswa disiplin.
”Kalau kita menghendaki anak belajar semangat,
maka kita harus terlebih dahulu semangat.
”Kalau kita menghendaki anak belajar tiap malam,
maka kita juga membaca setiap malam (bukan malah
pegang HP terus)”
53
54
POIN DIRI
“Ciptakan POIN pada diri kita maka KOIN
akan mengikuti kita”
“Kalau kita selalu berorientasi pada KOIN
maka POIN kita semakin lama semakin
berkurang ” 55
SDM TERLATIH
Tak ada orang benar-benar HEBAT,
yang ada adalah orang TERLATIH.
Tak ada orang yang benar-benar
PINTAR, yang ada adalah orang yang
TERLATIH.
SDM TERLATIH
Tak ada orang benar-benar HEBAT, yang ada
adalah orang TERLATIH.
Tak ada orang yang benar-benar PINTAR, yang
ada adalah orang yang TERLATIH.
LINK MATERI
58
59
TERIMA KASIH

1. Deep Learning (Pembelajaran Mendalam)Aproach.pptx

  • 1.
    INOVASI PEMBELAJARAN BERBASIS DEEPLEARNING APPROACH FKKS SMK SWASTA LAMSEL Yusuf, M.Pd. Gelden Tulip Hotel, 08-05-2025
  • 2.
    TERPUJILAH WAHAI ENGKAUIBU BAPAK GURU NAMAMU AKAN SELALU HIDUP DALAM SANUBARIKU SEMUA BAKTIMU AKAN KUUKIR DI DALAM HATIKU SEBAGAI PRASASTI TERIMA KASIHKU TUK PENGABDIANMU ENGKAU SEBAGAI PELITA DALAM KEGELAPAN ENGKAU LAKSANA EMBUN PENYEJUK DALAM KEHAUSAN ENGKAU PATRIOT PAHLAWAN BANGSA BINA INSAN CENDEKIA HYMNE GURUKU
  • 3.
    5/7/2025 3 Paparan BapakTotok Suprayitno, Ketua BAN-PDMP Nasional
  • 4.
    Bagaimana Pembelajaran dibawah? Aktivitas Guru Aktivitas Siswa
  • 5.
    Bagaimana Pembelajaran dibawah? Aktivitas Guru Aktivitas Siswa
  • 6.
    Bagaimana Pembelajaran dibawah? Aktivitas Siswa: Diskusi Aktivitas Guru: Membimbing
  • 7.
    Bagaimana Pembelajaran dibawah? Aktivitas Guru: No activity Aktivitas Siswa: Diskusi
  • 8.
    Mengaktifkan Panca InderaPeserta Didik 8 Mulutnya Mata dan Telinganya Tangan dan Tubuhnya Pikirannya
  • 10.
  • 11.
    Pembelajaran Mendalam Olah Pikir Olah Hati OlahRasa mewujudkan Profil Lulusan (8 Dimensi) Pembelajaran Mendalam sebagai Solusi Olah Raga Berkesadaran Bermakna Menggembirakan
  • 12.
    Hakikat Deep LearningAproach Definisi : Pembelajaran Mendalam merupakan pendekatan yang memuliakan dengan menekankan pada penciptaan suasana belajar dan proses pembelajaran berkesadaran (mindful), bermakna (meaningful), dan menggembirakan ( joyful) melalui olah pikir (intelektual), olah hati (etika), olah rasa (estetika), dan olah raga (kinestetik) secara holistik dan terpadu.
  • 13.
  • 15.
  • 16.
    Hakikat Deep LearningAproach ❑ Deep learning adalah pendekatan pembelajaran yang berfokus pada pemahaman konsep dan penguasaan kompetensi secara mendalam. ❑ Dalam konteks pendidikan, deep learning dapat membantu siswa untuk: 1) Memahami esensi materi secara lebih mendalam 2) Mendalami materi pembelajaran, bukan mengejar jumlah materi yang diajarkan 3) Menganalisis, mengevaluasi, dan menciptakan solusi 4) Mengembangkan keterampilan berpikir kritis 5) Menumbuhkan ruang bertanya dan sikap kritis
  • 17.
    Tujuan Deep LearningAproach Memberikan pengalaman belajar lebih bermakna sekaligus menyenangkan bagi siswa.
  • 18.
    Prinsip Deep LearningAproach 1. Berkesadaran (Mindful Learning): penuh perhatian atau sadar akan apa yang terjadi di sekitar. 2. Bermakna (Meaningful Learning): pembelajaran bermakna. 3. Menggembirakan (Joyfull Learning): pembelajaran yang menyenangkan.
  • 19.
    1. Mindful Learning •Dalam Mindful Learning, siswa diajak untuk senantiasa sadar akan proses pembelajaran yang sedang ia jalani. • Kesadaran ini terdiri dari beberapa aspek: 1) Fokus, konsentrasi, dan perhatian 2) Kesadaran terhadap proses berpikir 3) Kenyamanan peserta didik dalam belajar 4) Keterbukaan terhadap perspektif baru 5) Keingintahuan terhadap pengetahuan dan pengalaman baru
  • 20.
    Agar Siswa SadarKemampuan dan Pembelajaran ☼Jangan membiasakan “nge-judge" siswa “TOLOL” karena akan menyebabkan ia tidak akan berusaha menjadi pintar. Jika kita percaya bahwa anak “PINTAR” maka ia akan lebih menunjukkan bahwa ia benar-benar pintar” ✔ Menyadarkan BUKAN menghakimi ✔ Mengajak BUKAN memerintah ✔ Membimbing BUKAN menyuruh.
  • 21.
  • 22.
    2. Meaningful Learning •Proses belajar Meaningful Learning ini bertujuan agar pembelajaran menjadi lebih bermakna bagi siswa. • Dalam proses pembelajaran bermakna, meliputi aspek-aspek: 1) Keterkaitan dengan pengalaman sebelumnya 2) Kontekstual dan/atau relevan dengan kehidupan nyata 3) Kebermanfaatan pengalaman belajar untuk diterapkan dalam konteks baru 4) Keterkaitan dengan bidang ilmu lain 5) Pembelajar sepanjang hayat
  • 23.
    Soal Nomor 1 Asumsi= …. A. anggapan B. dugaan C. Perkiraan D. landasan E. pikiran 23
  • 24.
    Cermati deret berikut! 6,8, 11, 13, 16, … A. 17 B. 18 C. 19 D. 20 E. 22 24 Soal Nomor 2
  • 26.
    + 1 + 1+ 1 + 2 + 1 + 1 + 2 + 3 -1 -1 + 1 + 1
  • 27.
    Agar Pembelajaran lebihbermakna ⮚ Pilihlah konten dan kompetensi yang esensial bagi siswa. ⮚ Pastikan siswa menguasai kompetensi dan konten dipelajari. ⮚ Perlu penggunaan berbagai teknik yang tepat dan variatif sehingga anak tidak hanya sekedar ”TAHU” tetapi ”TAHU dan MAMPU”. ⮚ Berilah keteladanan ”ng Ngarso Sung Tulodo” - Keteladanan dalam pembelajaran - Keteladanan dalam disiplin - Keteladanan dan tutur kata, Dll.
  • 28.
    3. Joyfull Learning •Menekankan pentingnya menciptakan suasana belajar yang positif agar siswa dapat menikmati setiap bagian dari proses pembelajaran, meliputi aspek-aspek: 1) Aktivitas pembelajaran yang menarik 2) Lingkungan pembelajaran yang interaktif 3) Tantangan yang memotivasi 4) Menginspirasi 5) Tercapainya keberhasilan belajar. (AHA moment) • Aktivitas menggembirakan dapat dilakukan melalui: 1) Menggunakan gamifikasi 2) Menggunakan video atau multimedia, 3) Dan lain-lain
  • 29.
    Di Sini SenangDi Sana Senang ⦿ Di sini senang di sana senang Di mana-mana hatiku senang Di rumah senang di sekolah senang Di kelas hatiku paling senang ⦿ La la la la la la la la la la la la la la la la ⦿ Disini senang disana senang Dimana-mana hatiku senang Dirumah senang di sekolah senang Di kelas hatiku paling senang ⦿ La la la la la la la la la la la la la la la la
  • 30.
    8 Dimensi ProfilLulusan 1. Keimanan dan Ketakwaan terhadap Tuhan YME Individu yang memiliki keyakinan teguh akan keberadaan Tuhan serta menghayati nilai-nilai spiritual dalam kehidupan sehari-hari. 3. Penalaran Kritis Individu yang mampu berpikir secara logis, analitis, dan reflektif dalam memahami, mengevaluasi, serta memproses informasi untuk menyelesaikan masalah. 2. Kewargaan Individu yang memiliki rasa cinta tanah air, mentaati aturan dan norma sosial dalam kehidupan bermasyarakat, memiliki kepedulian, tanggungjawab sosial, serta berkomitmen untuk menyelesaikan masalah nyata yang terkait keberlanjutan manusia dan lingkungan. 4. Kreativitas Individu yang mampu berpikir secara inovatif, fleksibel, dan orisinal dalam mengolah ide atau informasi untuk menciptakan solusi yang unik dan bermanfaat. 9
  • 31.
    5. Kolaborasi Individu yangmampu bekerja sama secara efektif dengan orang lain secara gotong royong untuk mencapai tujuan bersama melalui pembagian peran dan tanggung jawab. 7. Kesehatan Individu yang memiliki fisik yang prima, bugar, sehat, dan mampu menjaga keseimbangan kesehatan mental dan fisik untuk mewujudkan kesejahteraan lahir dan batin (well-being). 6. Kemandirian Individu yang mampu bertanggung jawab atas proses dan hasil belajarnya sendiri dengan menunjukkan kemampuan untuk mengambil inisiatif, mengatasi hambatan, dan menyelesaikan tugas secara tepat tanpa bergantung pada orang lain. 8. Komunikasi Individu yang memiliki kemampuan komunikasi intrapribadi untuk melakukan refleksi dan antarpribadi untuk menyampaikan ide, gagasan, dan informasi baik lisan maupun tulisan serta berinteraksi secara efektif dalam berbagai situasi. 8 Dimensi Profil Lulusan
  • 32.
  • 33.
  • 34.
    Kerangka Pembelajaran Praktik Pedagogis Strategimengajar yang dipilih guru untuk mencapai tujuan belajar dalam mencapai dimensi profil lulusan. Untuk mewujudkan pembelajaran mendalam guru berfokus pada pengalaman belajar peserta didik yang autentik, mengutamakan praktik nyata, mendorong keterampilan berpikir tingkat tinggi dan kolaborasi. Pemanfaatan Teknologi Digital Pemanfaatan teknologi digital juga memegang peran penting sebagai katalisator untuk menciptakan pembelajaran yang lebih interaktif, kolaboratif, dan kontekstual. Tersedianya beragam sumber belajar menjadi peluang menciptakan pengetahuan bermakna pada peserta didik. Lingkungan Pembelajaran Lingkungan pembelajaran menekankan integrasi antara ruang fisik, ruang virtual, dan budaya belajar untuk mendukung pembelajaran mendalam. Ruang fisik dan virtual dirancang fleksibel sebagai tempat yang mendorong kolaborasi, refleksi, eksplorasi, dan berbagi ide, sehingga dapat mengakomodasi berbagai gaya belajar peserta didik dengan optimal. Kemitraan Pembelajaran Kemitraan pembelajaran (learning partnerships) membentuk hubungan yang dinamis antara guru, peserta didik, orang tua, komunitas, dan mitra profesional. Pendekatan ini memindahkan kontrol pembelajaran dari guru saja menjadi kolaborasi bersama. 21
  • 35.
  • 36.
  • 37.
  • 38.
  • 39.
  • 40.
  • 41.
  • 42.
  • 43.
  • 44.
  • 45.
  • 47.
    1. “LAYAK” SEBAGAIGURU ▪ Guru harus terlihat hebat, pintar, sukses, alim. ✔Siswa ingin mendapatkan ilmunya. ✔Siswa ingin dinasihati (guru menjadi advicer) ✔Siswa ingin dimotivasi (guru menjadi motivator) ✔Siswa ingin tahu perjuangannya. ✔Siswa ingin tahu kunci suksesnya. ▪ Guru harus mau banyak membaca, mendengar, dan meng-upgrade diri.
  • 48.
    2. TUNJUKAN ”JASMANI-MENTALPRIMA” ❖ Guru harus selalu dalam kondisi yang siap memberikan pelayanan • Jangan mengeluh • Jangan curhat kesusahan kita • Jangan sampai siswa merasa kasihan dengan gurunya ❖ Guru harus siap mental bahwa siswa yang diajar bermacam-macam karakter, kecerdasan, dan lain-lain
  • 49.
    3. USAHAKAN DIRINDUKANSISWA Yang dirindukan siswa bisa berbagai hal: ✔Senyumnya ✔Ilmu dan kepintarannya ✔Kreatif dan inovatifnya ✔Nasihatnya ✔Pedulinya ✔Lucunya ✔Kesungguhannya dalam mengajar ✔Sikapnya ramah dan bersahabat ✔Ketegasannya ✔Ketampanannya/ kecantikannya
  • 50.
    1. Pola Mengajar 3. Penampilan 2. Bahasa yang Digunakan Hal-hal yangdapat di-branding 4. Perahatian- nya 5. Kreatifnya, Dll.
  • 51.
    Berkinerja = JUALKULAITAS DIRI
  • 52.
    4. BISA DITELADANI ”IngNgarso Sung Tulodo” ✔ Tunjukkan bahwa guru memang bertanggung jawab, alim, sabar yang bisa ditiru. ✔ Tunjukkan bahwa guru memang disiplin, dan pantas kita mengajak siswa disiplin. ”Kalau kita menghendaki anak belajar semangat, maka kita harus terlebih dahulu semangat. ”Kalau kita menghendaki anak belajar tiap malam, maka kita juga membaca setiap malam (bukan malah pegang HP terus)”
  • 53.
  • 54.
  • 55.
    POIN DIRI “Ciptakan POINpada diri kita maka KOIN akan mengikuti kita” “Kalau kita selalu berorientasi pada KOIN maka POIN kita semakin lama semakin berkurang ” 55
  • 56.
    SDM TERLATIH Tak adaorang benar-benar HEBAT, yang ada adalah orang TERLATIH. Tak ada orang yang benar-benar PINTAR, yang ada adalah orang yang TERLATIH.
  • 57.
    SDM TERLATIH Tak adaorang benar-benar HEBAT, yang ada adalah orang TERLATIH. Tak ada orang yang benar-benar PINTAR, yang ada adalah orang yang TERLATIH.
  • 58.
  • 59.

Editor's Notes

  • #51 DESKRIPSI : Setiap orang ingin berhasil dalam hidupnya. Namun tidak banyak orang yang memiliki persepsi yang benar untuk meraih suskes. Sebagian orang membatasi dirinya dengan mengatakan bahwa suskes itu adalah tergantung garis tangan, tergantung nasib, tergantung pendidikan , tergantung kenalan, dll. Semua itu ada benarnya. Namun yang lebih penting adalah kemampuan “menjual” diri. Menjual diri dalam hal ini adalah kemampuan untuk menunjukkan kepribadiaan & prestasi kita dengan jujur apa adanya. TANYA AUDIENS : Siapa yang ingin sukses ? Siapa yang ingin bahagia ? Ada seorang teman yang mengatakan bahwa sukses itu sama dengan jual diri ? Siapa yang setuju ? Siapa yang tidak ? Ternyata yang dimaksud menjual diri adalah menjual atau menunjukkan kepribadiaan & prestasi kita dengan jujur apa adanya. Sehingga orang percaya dengan kemampuan kita dan mereka merekomendasikan kita ke orang lain. Dalam pekerjaan sehari – hari , Anda perlu “menjual diri “. Kalau menjual diri, siapa pembelinya ? Pembelinya adalah orang – orang di sekitar Anda . Teman sekantor Anda, siswa, atasan atau siapa pun yang bertemu atau berinteraksi dengan Anda. Karena orang akan menilai kepribadian Anda setiap saat. Ingat kisah pak Houtman ? Dia menjual diri nya dengan baik dengan menujukkan sikap yang terbaik. PRINSIP MENJUAL DIRI: tidak bisa cari muka atau berpura – pura. Sepandai – pandainya tupai melompat pasti ketahuan juga. Walaupun kita bisa cari muka saat ada bos. Tapi teman – teman kita atau orang lain selain bos kita melihat kita. Suatu saat mereka akan berperan berbeda. Bisa saja mereka jadi atasan kita atau bekerja di tempat lain. Cerita tentang kepribadian kita akan tersebar dengan cepat. Jadi tidak ada gunanya berperilaku tidak baik. Tidak ada gunanya tidak menampilkan kepribadian yang sebenarnya, jika ingin meraih sukses jangka panjang.