PROSES KREATIF
MENULIS RENUNGAN
Arie Saptaji
Penulis, penerjemah, editor
PROSES KREATIF
MENULIS RENUNGAN
@SABDA, 21 April 2017
@SABDA, 21 April 2017
Menulis bukanlah sekadar merangkaikan kata,
melainkan menuliskan hikmat yang
mencerahkan dan menumbuhkan pembaca.
Sepandai-pandainya kita menuangkan, yang
lebih menentukan adalah apa yang
dituangkan. Apa gunanya menuang sebuah
botol bila isinya adalah air keruh? Atau apa
yang mau dituang dari sebuah botol bila botol
itu masih kosong?
~Andar Ismail~
@SABDA, 21 April 2017
Pengkhotbah 12:10-11
Pengkhotbah berusaha mendapat kata-kata
yang menyenangkan dan menulis kata-kata
kebenaran secara jujur. Kata-kata orang
berhikmat seperti kusa dan kumpulan-
kumpulannya seperti paku-paku yang
tertancap, diberikan oleh satu gembala.
@SABDA, 21 April 2017
Kusa
@SABDA, 21 April 2017
Paku
@SABDA, 21 April 2017
Pentingnya Menulis Renungan
1. Sebagai genre, renungan hanyalah salah satu
wadah untuk menuangkan gagasan. Dipakai
ketika cocok.
2. Secara pribadi, membantu menanamkan
pengertian akan firman Tuhan secara lebih
kuat.
3. Dampaknya, diharapkan, menjadi kawan
pendamping dalam memahami firman Tuhan.
@SABDA, 21 April 2017
Berbelanja Bahan Mentah
@SABDA, 21 April 2017
Ilustrasi atau Pembahasan dulu?
@SABDA, 21 April 2017
PROSES KREATIF
MENULIS RENUNGAN
Arie Saptaji
Penulis, penerjemah, editor
KONTAK SABDA
Facebook : http://fb.sabda.org/
email : ylsa@sabda.org
SMS : 0881-29-79-100

Proses Kreatif Menulis Renungan