4 kitab allah
Upcoming SlideShare
Loading in...5
×
 

4 kitab allah

on

  • 15,369 views

 

Statistics

Views

Total Views
15,369
Slideshare-icon Views on SlideShare
15,369
Embed Views
0

Actions

Likes
1
Downloads
55
Comments
0

0 Embeds 0

No embeds

Accessibility

Categories

Upload Details

Uploaded via as Microsoft Word

Usage Rights

© All Rights Reserved

Report content

Flagged as inappropriate Flag as inappropriate
Flag as inappropriate

Select your reason for flagging this presentation as inappropriate.

Cancel
  • Full Name Full Name Comment goes here.
    Are you sure you want to
    Your message goes here
    Processing…
Post Comment
Edit your comment

    4 kitab allah 4 kitab allah Document Transcript

    • http://risalahrasul.wordpress.com/2008/05/19/nabi-musa-menerima-wahyu/ (situs kisah nabi)Kitab AllahDari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebasKitab Allāh (Arab: ‫هلل‬ ‫ ,ك تاب ا‬Kitabullāh) adalah catatan-catatan yang difirmankan oleh Allah kepadapara nabi dan rasul. Umat Islam diwajibkan meyakininya, karena mempercayai kitab-kitab selain AlQuran sesuai dengan salah satu Rukun Iman. Jumlah kitab yang telah diturunkan sebanyak 104 kitabsuci.[1] Daftar isi [sembunyikan]1 Etimologi o 1.1 Shuhuf o 1.2 Mushaf  1.2.1 Taurat (Torah)  1.2.2 Zabur (Mazmur)  1.2.3 Injil  1.2.4 Al-Qur`an2 Penjelasan di dalam al-Qur`an o 2.1 Semua kitab turun pada bulan Ramadan o 2.2 Janji Allah terhadap orang beriman3 Hubungan Al-Quran dengan kitab terdahulu4 Lihat pula5 Catatan kaki6 Referensi7 Pranala luar[sunting]EtimologiTulisan-tulisan firman Allah (Kitab Allah) zaman dahulu dibuat menjadi 2 jenis, yaitu bisaberupa shuhuf dan mushaf. Kata Suhuf pula terdapat di surah al Alaa“ ” (yaitu) Kitab-kitab Ibrahim dan Musa. —(al Alaa 87:19)Kedua kalimat itu berasal dari akar kalimat yang sama yaitu, "sahafa" (menulis). Shuhuf (Arab:‫ةفيحص‬tunggal: sahifa) berarti sepenggal kalimat yang ditulis dalam material seperti kertas, kulit,papirus dan
    • media lain. Sedangkan mushaf (Arab:‫ فحصم‬jamak: masahif) berarti kumpulan-kumpulan shuhuf, yangdibundel menjadi satu, seperti 2 sampul dalam satu isi.[2]Dalam sejarah penulisan dari teks Quran, suhuf terdiri dari beberapa lembaran yang pada akhirnya Qurandikumpulkan pada masa Abu Bakar. Dalam suhuf tersebut susunan tiap ayat di dalam surah telah tepat,tetapi lembaran-lembaran yang ada belumlah tersusun dengan rapi, tidak dibundel menjadi satu isi.Kalimat mushaf pada saat ini memiliki arti lembaran-lembaran yang dikumpulkan di dalam Quran yangtelah dikoleksikan pada masa Utsman bin Affan. Pada saat itu, tiap ayat di dalam surah telah disusundengan rapi. Saat ini umat Islam juga menyebut setiap duplikat Quran, yang mana memiliki keteraturantiap ayat dan surah disebut mushaf.[sunting]ShuhufBeberapa nabi yang dikatakan memiliki shuhuf adalah: Adam - 10 shuhuf Syits - 60 shuhuf, (pendapat lain mengatakan 50 shuhuf)[1] Khanukh - 30 shuhuf Ibrahim - 30 shuhuf (10 shuhuf)[1] Musa - 10 shuhufUntuk shuhuf Ibrahim dan Musa tercantum di dalam firman Tuhan, surah Al Ala dan An Najm, yangberbunyi;“ Sesungguhnya beruntunglah orang yang membersihkan diri (dengan beriman), dan dia ingat nama Tuhannya, lalu dia sembahyang. Tetapi kamu (orang-orang kafir) memilih kehidupan duniawi. Sedang kehidupan akhirat adalah lebih baik dan lebih kekal. Sesungguhnya ini benar- benar terdapat dalam kitab-kitab yang dahulu, (yaitu) Kitab-kitab Ibrahim dan Musa. ” —(Al A’la : 14-19)“ ” Ataukah belum diberitakan kepadanya apa yang ada dalam lembaran-lembaran Musa? dan lembaran-lembaran Ibrahim yang selalu menyempurnakan janji? —(An Najm : 36-37)[sunting]MushafBeberapa suhuf yang telah dicatat dari firman Allah kemudian dijadikan satu yang memiliki namabermacam-macam, yang telah diberikan kepada para rasul-Nya. Di antaranya adalah:[sunting]Taurat (Torah)Taurat adalah tulisan berbahasa Ibrani, berisikan syariat (hukum) dan kepercayaan yang benar danditurunkan melalui Musa. Isi pokok Taurat adalah 10 firman Allah bagi bangsa Israel. Selain itu, Tauratberisikan tentang sejarah nabi-nabi terdahulu hingga Musa dan kumpulan hukum.
    • “ ” (Tuhan Allah) telah menurunkan kitab kepadamu dengan sebenarnya; membenarkan kitab yang terdahulu dari padanya, lagi menurunkan Taurat dan Injil. —(Ali Imran: 3)[sunting]Zabur (Mazmur)Zabur berisi mazmur (nyanyian pujian bagi Allah) yang dibawakan melalui Daud yang berbahasa Qibti.Kitab ini tidak mengandung syariat, karena Daud diperintahkan untuk meneruskan syariat yang telahdibawa oleh Musa.“ ” Dan kami telah memberi kitab zabur kepada Nabi Dawud. —(An-Nisa; 163)[sunting]InjilInjil pertama kali ditulis menggunakan bahasa Suryani melalui murid-murid Isa untuk bangsa Israel sebagaipenggenap ajaran Musa. Kata Injil sendiri berasal dari bahasa Yunani yaitu euangelionyang berarti "kabargembira". Injil-injil tidak mempunyai pembahasan sistematis mengenai satu tema atau tema-tematertentu,[3] meskipun di dalamnya banyak membahas hal kerajaan Surga. Injil yang ada saat inimengandung firman Allah dan riwayat Isa, yang semuanya ditulis oleh generasi setelah Isa.“ Dan Kami iringkan jejak mereka (nabi nabi Bani Israil) dengan Isa putera Maryam, membenarkan Kitab yang sebelumnya, yaitu: Taurat. Dan Kami telah memberikan kepadanya Kitab Injil sedang di dalamnya (ada) petunjuk dan dan cahaya (yang menerangi), dan membenarkan kitab yang sebelumnya, yaitu Kitab Taurat. Dan menjadi petunjuk serta pengajaran untuk orang-orang yang bertakwa. ” —(Al-Maa`idah 5:46)[sunting]Al-Qur`an Artikel utama untuk bagian ini adalah: Al-QuranAl-Qur`an merupakan kumpulan firman yang diberikan Allah sebagai satu kesatuan kitab sebagai pedomanhidup bagi seluruh umat muslim. Menurut syariat Islam, kitab ini dinyatakan sebagai kitab yang tidak adakeraguan di dalamnya, selalu terjaga dari kesalahan, dan merupakan tuntunan membentuk ketaqwaanmanusia. Pada bulan Ramadan yang di dalamnya diturunkan Al-Qur’an sebagai petunjuk bagi manusia.“ ” —(Al-Baqarah: 185)
    • Tampilan Al-Qur`an dianggap unik, karena berupa prosa berirama, puisi epik, dan simfoni dalamketerpaduan teks yang indah. Isi Al-Qur`an juga dianggap unik, berupa paduan filsafat semesta, catatansejarah, peringatan-peringatan dan hiburan, dasar-dasar hukum, serta doa-doa.Bagi umat Islam, tidak disyariatkan untuk mempelajari isi Taurat, Zabur, dan Injil yang ada saat ini, karenamenurut ajaran Islam, dianggap telah mengandung berbagai tafsiran yang tidak benar[4]dan karena isikesemua kitab yang masih diperlukan, telah dimasukkan ke dalam kitab Al-Qur`an. Namun tidak diperlukanjuga upaya untuk menyerang atau menyalah-nyalahkan isi Taurat, Zabur, atau Injil, karena terdapat ayat-ayat Allah di dalamnya.[sunting]Penjelasan di dalam al-Qur`anDalam firman Allah ayat Al Imraan 3 ayat 4:“ Sebelum (Al Quran), menjadi petunjuk bagi manusia, dan Dia menurunkan Al Furqaan.[5] Sesungguhnya orang-orang yang kafir terhadap ayat-ayat Allah akan memperoleh siksa yang berat; dan Allah Maha Perkasa lagi mempunyai balasan (siksa). ” —(Al Imran 3:4)Kemudian An Nissa 4 ayat 136 dan 163:“ Wahai orang-orang yang beriman, tetaplah beriman kepada Allah dan Rasul-Nya dan kepada kitab yang Allah turunkan kepada Rasul-Nya serta kitab yang Allah turunkan sebelumnya. Barangsiapa yang kafir kepada Allah, malaikat-malaikat-Nya, kitab-kitab-Nya, rasul-rasul-Nya, dan hari kemudian, maka sesungguhnya orang itu telah sesat sejauh-jauhnya. ” —(An Nissa 4:136)“ Sesungguhnya Kami telah memberikan wahyu kepadamu sebagaimana Kami telah memberikan wahyu kepada Nuh dan nabi-nabi yang kemudiannya, dan Kami telah memberikan wahyu (pula) kepada Ibrahim, Ismail, Ishak, Yaqub dan anak cucunya, Isa, Ayyub, Yunus, Harun dan Sulaiman. Dan Kami berikan Zabur kepada Daud. ” —(An Nissa 4:163)[sunting]Semua kitab turun pada bulan RamadanMenurut sumber berdasarkan hadits shahih dari Imam Ahmad, kesemua kitab-kitab suci tersebut turunpada bulan Ramadan, shuhuf Ibrahim turun pada awal malam pertama bulan Ramadan, Taurat turun padahari keenam bulan Ramadan dan Injil pada hari ketiga belas dari Ramadan.[6] Al-Qur’an diturunkan padabulan Ramadan berdasarkan pada salah satu surah di dalam Al Quran yang berbunyi, Bulan Ramadan yang diturunkan di dalamnya Al-Qur’an, sebagai petunjuk bagi manusia dan“ penjelasan atas petunjuk itu, serta pemisah antara haq dan batil. ” —(Al Baqarah 2:185)
    • Ibnu Katsir mengatakan bahwa Allah menyanjung bulan Ramadan diatas bulan-bulan yang lain, yaitudengan memilihnya sebagai bulan dimana kesemua kitab-kitab suci diturunkan di dalamnya.[sunting]Janji Allah terhadap orang berimanMenurut keyakinan ajaran Islam, Allah akan melimpahkan rahmat-Nya dari langit dengan menurunkanhujan dan menimbulkan rahmat-Nya dari bumi dengan menumbuhkan tumbuh-tumbuhan yang buahnyamelimpah ruah, kepada orang yang jujur, lurus dan tidak menyimpang dari kebenaran. Sebagai contohdalam ayat:“ Dan sekiranya mereka sungguh-sungguh menjalankan (hukum) Taurat dan Injil dan (Al Quran) yang diturunkan kepada mereka dari Tuhannya, niscaya mereka akan mendapat makanan dari atas dan dari bawah kaki mereka. Di antara mereka ada golongan yang pertengahan. Dan alangkah buruknya apa yang dikerjakan oleh kebanyakan mereka. ” —(Al Maidah 66:5)[sunting]Hubungan Al-Quran dengan kitab terdahulu Artikel utama untuk bagian ini adalah: Hubungan Al Quran dengan kitab lainSemua muslim meyakini bahwa adanya wahyu progresif, bahwa wahyu Tuhan berkembang dengan seiringberjalannya waktu dan perbedaan kelompok dari masyarakat. Didalam Al Quran membenarkan tentangadanya larangan bekerja di hari Sabbath dalam Taurat, tetapi Al Quran membolehkan bekerja danmengesampingkan hal tersebut.Pada awal tahun kenabian Muhammad, sebuah wahyu diberitakan kepadanya,“ Katakanlah: Hai Ahli Kitab, kamu tidak dipandang beragama sedikitpun hingga kamu menegakkan ajaran-ajaran Taurat, Injil, dan Al Quran yang diturunkan kepadamu dari Tuhanmu... ” —(Al Maidah 5:68)Kalimat ini diyakini oleh pemeluk agama Islam bahwa konversi agama lama menjadi agama Islam akandimulai dengan segala ketulusan hati mengikuti firman dari kita-kitab suci sebelum Al Quran.Hubungan Al Quran dengan kitab lainDari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebasAl-Quran dalam pandangan Islam memiliki posisi yang sangat jelas berkaitan dengan keberadaan teks-teks keagamaan yang termasuk dalam kitab-kitab yang diturunkan kepada kaum sebelum kaumNabi Muhammad SAW (Taurat, Zabur, Injil, dan lembaran Adam, Syits, Idris, Ibrahim dan Musa). Berkaitandengan hal ini dalam doktrin Islam, al-Quran dalam beberapa ayatnya menegaskan posisinya terhadapkitab-kitab tersebut.
    • Daftar isi [sembunyikan]1 Pernyataan Al Quran tentang hubungan dengan kitab terdahulu o 1.1 Menegaskan eksistensi kitab terdahulu o 1.2 Pembenar & Ujian o 1.3 Referensi utama o 1.4 Sejarah yang benar2 Lihat pula3 Pranala luar[sunting]Pernyataan Al Quran tentang hubungan dengan kitab terdahulu Artikel utama untuk bagian ini adalah: Kitab AllahBerikut adalah pernyataan Al Quran yang tentunya menjadi doktrin bagi ummat Islam mengenai hubunganal-Quran dengan kitab-kitab tersebut.[sunting]Menegaskan eksistensi kitab terdahuluSecara eksplisit dalam surah Al-Baqarah ayat ke 2-4 ditegaskan bahwa salah satu ciri orang yangbertaqwa (muttaqin) adalah mereka yang percaya pada al-Quran dan wahyu yang diturunkan sebelum al-Quran diturunkan kepada Rasulullah SAW. Berikut adalah petikan terjemahan bagian tersebut. (2)Kitab (Al Quran) ini tidak ada keraguan padanya; petunjuk bagi mereka yang bertaqwa,(3)(yaitu) mereka yang beriman kepada yang ghaib, yang mendirikan salat, dan menafkahkan sebahagian rezki yang Kami anugerahkan kepada mereka.(4)dan mereka yang beriman kepada Kitab (Al Quran) yang telah diturunkan kepadamu dan Kitab-kitab yang telah diturunkan sebelummu, serta mereka yakin akan adanya (kehidupan) akhirat. [sunting]Pembenar & Ujian Al Quran juga diposisikan sebagai pembenar (mushaddiq) dan batu ujian/verifikator (muhaymin) terhadap kitab-kitab yang lain. Hal ini terdapat pada surah Al-Maidah ayat 48 yang artinya : Dan Kami telah turunkan kepadamu Al Quran dengan membawa kebenaran, membenarkan apa yang sebelumnya, yaitu kitab-kitab (yang diturunkan sebelumnya) dan batu ujian terhadap kitab- kitab yang lain itu; maka putuskanlah perkara mereka menurut apa yang Allah turunkan dan janganlah kamu mengikuti hawa nafsu mereka dengan meninggalkan kebenaran yang telah datang kepadamu. Untuk tiap-tiap umat di antara kamu, Kami berikan aturan dan jalan yang terang. Sekiranya Allah menghendaki, niscaya kamu dijadikan-Nya satu umat (saja), tetapi Allah hendak menguji kamu terhadap pemberian-Nya kepadamu, maka berlomba-lombalah berbuat kebajikan. Hanya kepada Allah-lah kembali kamu semuanya, lalu diberitahukan-Nya kepadamu apa yang telah kamu perselisihkan itu,
    • [sunting]Referensi utama Dalam Islam dipercayai bahwa setiap bangsa memiliki nabi yang diutus kepada mereka sebagaimana terdapat dalam surat Yunus ayat 47 yang artinya : Tiap-tiap umat mempunyai rasul; maka apabila telah datang rasul mereka, diberikanlah keputusan antara mereka dengan adil dan mereka (sedikitpun) tidak dianiaya. Dan bila tiap umat tersebut berselisih mengenai sesuatu hal maka Al Quran dapat menjadi hakim atau referensi untuk menerangkan hal-hal yang mereka perselisihkan tersebut. Dalam Al Quran mengenai hal ini dijelaskan lebih lanjut dalam surat An Nahl ayat 63 dan 64 yang artinya: (63)Demi Allah, sesungguhnya Kami telah mengutus rasul-rasul Kami kepada umat-umat sebelum kamu, tetapi syaitan menjadikan umat-umat itu memandang baik perbuatan mereka (yang buruk), maka syaitan menjadi pemimpin mereka di hari itu dan bagi mereka azab yang sangat pedih(64)Dan Kami tidak menurunkan kepadamu Al-Kitab (Al Quran) ini, melainkan agar kamu dapat menjelaskan kepada mereka apa yang mereka perselisihkan itu dan menjadi petunjuk dan rahmat bagi kaum yang beriman. [sunting]Sejarah yang benar Maksudnya ialah bahwa Al Quran meluruskan sejarah. Dalam Al Quran terdapat cerita- cerita mengenai kaum dari rasul-rasul terdahulu, juga mengenai beberapa bagian mengenai kehidupan para rasul tersebut. Cerita tersebut pada beberapa aspek penting berbeda dengan versi yang terdapat pada teks-teks lain yang dimiliki baik oleh kaum Yahudi dan Kristen.Pengertian, Sejarah Dan Pokok Isi Kandungan Al-Quran / AlQuran -Pengetahuan Agama IslamSubmitted by godam64on Wed, 13/02/2008 - 06:23A. Arti Definisi Dan Pengertian Al QuranAl-Quran adalah firman atau wahyu yang berasal dari Allah SWT kepada Nabi Muhammad SAWdengan perantara melalui malaikat jibril sebagai pedoman serta petunjuk seluruh umat manusiasemua masa, bangsa dan lokasi. Alquran adalah kitab Allah SWT yang terakhir setelah kitab taurat,zabur dan injil yang diturunkan melalui para rasul.B. Sejarah Turunnya Al-QuranAllah SWT menurunkan Al-Quran dengan perantaraan malaikat jibril sebagai pengentar wahyu yangdisampaikan kepada Nabi Muhammad SAW di gua hiro pada tanggal 17 ramadhan ketika NabiMuhammad berusia / berumur 41 tahun yaitu surat al alaq ayat 1 sampai ayat 5. Sedangkan terakhiralquan turun yakni pada tanggal 9 zulhijjah tahun 10 hijriah yakni surah almaidah ayat 3.
    • Alquran turun tidak secara sekaligus, namun sedikit demi sedikit baik beberapa ayat, langsung satusurat, potongan ayat, dan sebagainya. Turunnya ayat dan surat disesuaikan dengan kejadian yangada atau sesuai dengan keperluan. Selain itu dengan turun sedikit demi sedikit, Nabi MuhammadSAW akan lebih mudah menghafal serta meneguhkan hati orang yang menerimanya. Lama al-quranditurunkan ke bumi adalah kurang lebih sekitar 22 tahun 2 bulan dan 22 hari.C. Pokok Ajaran Dalam Isi Kandungan AlQuran1. Tauhid - Keimanan terhadap Allah SWT2. Ibadah - Pengabdian terhadap Allah SWT3. Akhlak - Sikap & perilaku terhadap Allah SWT, sesama manusia dan makhluk lain4. Hukum - Mengatur manusia5. Hubungan Masyarakat - Mengatur tata cara kehidupan manusia6. Janji Dan Ancaman - Reward dan punishment bagi manusia7. Sejarah - Teledan dari kejadian di masa lampauPada website organisasi.org ini juga terdapat artikel lain yang membahas mengenai isi kandunganKitab Suci Al-quran. Silahkan anda cari melalui fitur pencarian di sebelah kiri.D. Keistimewaan Dan Keutamaan Al-Quran Dibandingkan Dengan Kitab Lain1. Memberi petunjuk lengkap disertai hukumnya untuk kesejahteraan manusia segala zaman, tempatdan bangsa.2. Susunan ayat yang mengagumkan dan mempengarihi jiwa pendengarnya.3. Dapat digunakan sebagai dasar pedoman kehidupan manusia.4. Menghilangkan ketidakbebasan berfikir yang melemahkan daya upaya dan kreatifitas manusia(memutus rantai taqlid).5. Memberi penjelasan ilmu pengetahuan untuk merangsang perkembangannya.6. Memuliakan akal sebagai dasar memahami urusan manusia dan hukum-hukumnya.7. Menghilangkan perbedaan antar manusia dari sisi kelas dan fisik serta membedakan manusiahanya dasi takwanya kepada Allah SWT.
    • REPUBLIKA.CO.ID, Oleh: Syahruddin El-FikriSelasa, 12 Juni 2012, 17:09 WIBNabi Isa Alaihissalam (AS) adalah salah seorang dari lima nabi dan rasul yang diberi gelar Ulul Azmi, yaknimemiliki sejumlah keistimewaan. Kelima nabi dan rasul yang mendapat gelar itu adalah Nabi Nuh, Ibrahim,Musa, Isa, dan Muhammad SAW.Sejak dilahirkan, Isa sudah memiliki keistimewaan (mukjizat), yakni bisa berbicara sejak dalam buaian (QS AliImran [3]:46, Almaidah [5]:110, Maryam [19]:29-33), menghidupkan orang mati dengan izin Allah, menciptakanburung dari tanah, menyembuhkan orang buta, sakit sopak (kusta) (lihat QS Ali Imran [3]:49), dan menyuguhkanhidangan dari langit (Almaidah [4]:114). Selain itu, Allah SWT juga memberikan padanya sebuah kitab suci, yakniInjil (QS Almaidah [5]:46).Saat muncul rencana jahat dari kaum Bani Israil (Yahudi) yang bermaksud membunuhnya, Allah SWT kemudianmenyelamatkannya dengan mengangkatnya ke langit. Orang yang dibunuh oleh Yahudi itu adalah orang yangdiserupakan dengan Isa. Yang dibunuh tersebut adalah pengikut Isa yang telah berkhianat, yakni Yudas Iskariot.Dan, karena ucapan mereka, Sesungguhnya, kami telah membunuh Al-Masih, Isa putra Maryam, rasul Allah,padahal mereka tidak membunuhnya dan tidak (pula) menyalibnya, tetapi (yang mereka bunuh ialah) orang yangdiserupakan dengan Isa bagi mereka. Sesungguhnya, orang-orang yang berselisih paham tentang(pembunuhan) Isa benar-benar dalam keragu-raguan tentang yang dibunuh itu. Mereka tidak mempunyaikeyakinan tentang siapa yang dibunuh itu, kecuali mengikuti persangkaan belaka. Mereka tidak (pula) yakinbahwa yang mereka bunuh itu adalah Isa. (Annisaa [5]: 157).Isa diselamatkan oleh Allah dengan jalan diangkat ke langit dan ditempatkan di suatu tempat yang hanya AllahSWT yang tahu tentang hal ini. Alquran menjelaskan peristiwa penyelamatan ini.Tetapi, (yang sebenarnya), Allah telah mengangkat Isa kepada-Nya. Dan, adalah Allah Mahaperkasa lagiMahabijaksana. (Annisaa [5]:158). (bersambung)Redaktur: Heri Ruslan
    • Nabi Musa Memperoleh Kitab TauratPosted on 19 May 2008 by adminDalam perjalanan menuju Thur Sina setelah melintasi lautan di bahagian utara dari Laut Merah dan setelahmereka merasa aman dari kejaran Fir’aun dan kaumnya. Bani Isra’il yang dipimpin oleh Nabi Musa itu melihatsekelompok orang-orang yang sedang menyembah berhala dengan tekunnya. Berkatalah mereka kepada NabiMusa : “Wahai Musa, buatlah untuk kami sebuah tuhan berhala sebagaimana mereka mempunyai berhala-berhala yang disembah sebagai tuhan.” Musa menjawab: “Sesungguhnya kamu ini adalah orang-orang yangbodoh dan tidak berfikiran sehat. Persembahan mereka itu kepada berhala adalah perbuatan yang sesat danbathil serta pasti akan dihancurkan oleh Allah. Patutkah aku mencari tuhan untuk kamu selain Allah yang telahmemberikan kurnia kepada kamu, dengan menyelamatkan kamu dari Fir’aun, melepaskan kamu dariperhambaannya dan penindasannya serta memberikan kamu kelebihan di atas umat-umat yanglain.Sesungguhnya suatu permintaan yang aneh dari kamu, bahwa kamu akan mencari tuhan selain Allah yangdemikian besar nikmatnya atas kamu, Allah pencipta langit dan bumi serta alam semesta. Allah yang baru sajakamu saksikan kekuasaan-Nya dengan ditenggelamkannya Fir’aun berserta bala tentaranya untuk keselamatandan kelangsungan hidupmu.”Perjalanan Nabi Musa dan Bani Isra’il dilanjuntukan ke Gurun Sinai di mana panas matahari sangat teriknya dansunyi dari pohon-pohon atau bangunan di mana orang dapat berteduh di bawahnya. Atas permohonan NabiMusa yang didesak oleh kaumnya yang sedang kepanasan diturunkan oleh Allah di atas mereka awan yangtebal untuk mereka bernaung dan berteduh di bawahnya dari panas teriknya matahari. Di samping itu tatkalabekalan makanan dan minuman mereka sudah berkurangan dan tidak mencukupi keperluan. Allah menurunkanhidangan makanan “manna” – sejenis makanan yang manis sebagai madu dan “salwa” – burung sebangsapuyuh dengan diiringi firman-Nya: “Makanlah Kami dari makanan-makanan yang baik yang Kami telah turunkanbagimu.”Demikian pula tatkala pengikut-pengikut Nabi Musa mengeluh kehabisan air untuk minum dan mandi di tempatyang tandus dan kering itu, Allah mewahyukan kepada Musa agar memukul batu dengan tongkatnya. Lalumemancarlah dari batu yang dipukul itu dua belas mata air, untuk dua belas suku bangsa Isra’il yang mengikutiNabi Musa, masing-masing suku mengetahui sendiri dari mata air mana mereka mengambil keperluan airnya.Bani Isra’il pengikut Nabi Musa yang sangat manja itu, merasa masih belum cukup atas apa yang telah Allahberikan kepada mereka yang telah menyelamatkan mereka dari perhambaan dan penindasan Fir’aun,memberikan mereka hidangan makanan dan minuman yang lazat dan segar di tempat yang kering dan tandusmereka menuntut lagi dari Nabi Musa agar memohon kepada Allah menurunkan bagi mereka apa yangditumbuhkan oleh bumi dari rupa-rupa sayur-mayur, separti ketimun, bawang putih, kacang adas dan bawangmerah karena mereka tidak puas dengan satu macam makanan.Terhadap tuntutan mereka yang aneh-aneh itu berkatalah Nabi Musa: “Maukah kamu memperoleh sesuatu yangrendah nilai dan harganya sebagai pengganti dari apa yang lebih baik yang telah Allah kurniakan kepada kamu?Pergilah kamu ke suatu kota di mana pasti kamu akan dapat apa yang telah kamu inginkan dan kamu minta.”Pokok cerita tersebut di atas dikisahkan oleh Al-Quran dalam surah “Al-A’raaf ayat 138 sehingga 140 dan 160 ;serta surah “Al-Baqarah” ayat 61 yang berbunyi sebagai berikut : “138 Dan Kami seberangkan Bani Isra’il keseberang lautan itu, maka setelah mereka sampai kepada suatu kaum yang tetap menyembah berhala, mereka(Bani Isra’il) berkata: “Hai Musa, buatlah untuk kami sebuah tuhan (berhala) sebagaimana mereka mempunyaibeberapa tuhan (berhala)”. Musa menjawab: “Sesungguhnya kamu ini adalah kaum yang tidak mengetahui (sifat-sifat Tuhan)”. 139 Sesungguhnya mereka itu akan dihancurkan kepercayaan yang dianutnya dan akan batalyang selalu mereka kerjakan. 140 Musa berkata: “Patuntukah aku mencari tuhan untuk kamu yang selain dariAllah, padahal Dialah yang telah melebihkan kamu atas segala umat”. ( Al-A’raaf : 138 140 )“160 Dan mereka Kami bagi menjadi dua belas suku yang masing-masingnya berjumlah besar dan Kamiwahyukan kepada Musa ketika kaumnya meminta air kepadanya: “Pukullah batu itu dengan tongkatmu”. Makamemancarlah darinya dua belas mata air. Sesungguhnya tiap-tiap suku mengetahui tempat minum masing-
    • masing. Dan Kami naungkan Awan di atas mereka dan Kami turunkan kepada mereka manna dan salwa. (Kamiberfirman): “Makanlah baik-baik dari apa yang Kami telah rezekikan kepadamu.” Mereka tidak menganiaya Kami,tetapi merekalah yang selalu menganiaya dirinya sendiri.” ( Al-A’raaf : 160 )“61 Dan ingatlah ketika kamu berkata: “Hai Musa, kami tidak boleh sabar (tahan) dengan satu macam makanansaja. Sebab itu mohonkanlah untuk kami kepada Tuhanmu, Agar Dia mengeluarkan bagi kami dari apa yangditumbuhkan oleh bumi, yaitu sayur-mayurnya, ketimunnya, bawang putihnya, kacang adasnya dan bawahmerahnya.” Musa berkata: “Maukah kamu mengambil sesuatu yang rendah sebagai pengganti yang lebih baik?Pergilah kamu ke suatu kota, pasti kamu memperolehi apa yang kamu minta.” ( Al-Baqarah : 61 )Menurut riwayat sementara ahli tafsir, bahawasanya tatkala Nabi Musa berada di Mesir, ia telah berjanji kepadakaumnya akan memberi mereka sebuah kitab suci yang dapat digunakan sebagai pedoman hidup yang akanmemberi bimbingan dan sebagai tuntunan bagaimana cara mereka bergaul dan bermuamalah dengan sesamamanusia dan bagaimana mereka harus melakukan persembahan dan ibadah mereka kepada Allah. Di dalamkitab suci itu mereka akan dapat petunjuk akan hal-hal yang halal dan haram, perbuatan yang baik yang diredhaioleh Allah di samping perbuatan-perbuatan yang mungkar yang dapat mengakibatkan dosa dan murkanyaTuhan.Maka setelah perjuangan menghadapi Fir’aun dan kaumnya yang telah tenggelam binasa di laut, selesai, NabiMusa memohon kepada Allah agar diberinya sebuah kitab suci untuk menjadi pedoman dakwah dan risalahnyakepada kaumnya. Lalu Allah memerintahkan kepadanya agar untuk itu ia berpuasa selama tiga puluh hari penuh,yaitu semasa bulan Zulkaedah. Kemudian pergi ke Bukit Thur Sina di mana ia akan diberi kesempatanbermunajat dengan Tuhan serta menerima kitab penuntun yang diminta.Setelah berpuasa selama tiga puluh hari penuh dan tiba saat ia harus menghadap kepada Allah di atas bukitThur Sina Nabi Musa merasa segan akan bermunajat dengan Tuhannya dalam keadaan mulutnya berbaukurang sedap akibat puasanya. Maka ia menggosokkan giginya dan mengunyah daun-daunan dalam usahanyamenghilangkan bau mulutnya. Ia ditegur oleh malaikat yang datang kepadanya atas perintah Allah. Berkatalahmalaikat itu kepadanya: “Hai Musa, mengapakah engkau harus menggosokkan gigimu untuk menghilangkan baumulutmu yang menurut anggapanmu kurang sedap, padahal bau mulutmu dan mulut orang-orang yang berpuasabagi kami adalah lebih sedap dan lebih wangi dari baunya kasturi. Maka akibat tindakanmu itu, Allahmemerintahkan kepadamu berpuasa lagi selama sepuluh hari sehingga menjadi lengkaplah masa puasamusepanjang empat puluh hari.”Nabi Musa mengajak tujuh puluh orang yang telah dipilih diantara pengikutnya untuk menyertainya ke bukit ThurSina dan mengangkat Nabi Harun sebagai wakilnya mengurus serta memimpin kaum yang ditinggalkan selamakepergiannya ke tempat bermunajat itu. Pada saat yang telah ditentukan tibalah Nabi Musa seorang diri di bukitThur Sina mendahului tujuh puluh orang yang diajaknya turut serta. Dan ketika ia ditanya oleh Allah: “Mengapaengkau datang seorang diri mendahului kaummu, hai Musa?” Ia menjawab: “Mereka sedang menyusul dibelakangku, wahai Tuhanku. Aku cepat-cepat datang lebih dahulu untuk mencapai ridha-Mu.”Berkatalah Musa dalam munajatnya dengan Allah: “Wahai Tuhanku, nampakkanlah zat-Mu kepadaku, agar akudapat melihat-Mu” Allah berfirman: “Engkau tidak akan sanggup melihat-Ku, tetapi cobalah lihat bukit itu, jika iatetap berdiri tegak di tempatnya sebagaimana sedia kala, maka niscaya engkau akan dapat melihat-Ku.”Lalumenolehlah Nabi Musa mengarahkan pandangannya kejurusan bukit yang dimaksudkan itu yang seketika itujuga dilihatnya hancur luluh masuk ke dalam perut bumi tanpa menghilangkan bekas. Maka terperanjatlah NabiMusa, gementarlah seluruh tubuhnya dan jatuh pingsan.Setelah ia sadar kembali dari pingsannya, bertasbih dan bertahmidlah ia seraya memohon ampun kepada Allahatas kelancangannya itu dan berkata: “Maha Besarlah Engkau wahai Tuhanku, ampunilah aku dan terimalahtaubatku dn aku akan menjadi orang yang pertama beriman kepada-Mu.” Dalam kesempatan bermunajat itu,Allah menerimakan kepada Nabi Musa kitab suci “Taurat” berupa kepingan-kepingan batu-batu atau kepingankayu menurut sementara ahli tafsir yang di dalamnya tertulis segala sesuatu secara terperinci dan jelasmengenai pedoman hidup dan penuntun kepada jalan yang diredhai oleh Allah.Allah mengiring pemberian “Taurat” kepada Musa dengan firman-Nya: “Wahai Musa, sesungguhnya Aku telahmemilih engkau lebih dari manusia-manusia yang lain di masamu, untuk membawa risalah-Ku danmenyampaikan kepada hamba-hamba-Ku. Aku telah memberikan kepadamu keistimewaan dengan dapat
    • bercakap-cakap langsung dengan Aku, maka bersyukurlah atas segala kurnia-Ku kepadamu dan berpegangteguhlah pada apa yang Aku tuturkan kepadamu. Dalam kitab yang Aku berikan kepadamu terhimpun tuntunandan pengajaran yang akan membawa Bani Isra’il ke jalan yang benar, ke jalan yang akan membawakebahagiaan dunia dan akhirat bagi mereka. Anjurkanlah kaummu Bani Isra’il agar mematuhi perintah-perintah-Ku jika mereka tidak ingin Aku tempatkan mereka di tempat-tempat orang-orang yang fasiq.”Bacalah tentang kisah munajat Nabi Musa ini, surah “Thaha” ayat 83 dan 84 dan surah “Al-a’raaf” ayat 142sehingga ayat 145 sebagaimana berikut : “83 Mengapa kamu datang lebih cepat daripada kaummu, hai Musa?”84 Berkata Musa: “Itulah mereka sedang menyusuli aku dan aku bersegera kepadamu ya Tuhanku, agar supayaEngkau redha kepadaku.” ( Thaha : 83 84 )“142 Dan Kami telah janjikan kepada Musa (memberikan Taurat) sesudah berlalu waktu tiga puluh malam danKami sempurnakan jumlah malam itu dengan sepuluh (malam lagi), maka sempurnalah waktu yang telahditentukan Tuhannya empat puluh malam. Dan berkata Musa kepada saudaranya, yaitu Harun: “Gantilah akudalam (memimpin) kaumku dan perbaikilah dan janganlah kamu mengikuti jalan orang-orang yang membuatkerusakkan”. 143 Dan tatkala Musa datang untuk (munajat) dengan (Kami) pada waktu yang telah Kami tentukandan Tuhan telah berfirman (langsung) kepadanya, berkatalah Musa: “Ya Tuhanku nampakkanlah (Zat Engkau)kepadaku agar aku dapat melihat kepada Engkau.” Tuhan berfirman: “Kamu sesekali tidak sanggup melihat-Ku,tetapi melihatlah ke bukit itu, maka jika ia tetap di tempatnya (sebagai sediakala) niscaya kamu dapat melihat-Ku.” Tatkala Tuhannya nampak bagi gunung itu, kejadian itu menjadikan gunung itu hancur luluh dan Musa punjatuh pengsan. Maka setelah Musa sadar kembali, dia berkata: “Maha Suci Engkau, aku bertaubat kepada-Mudan aku orang yang pertama beriman.” 144Allah berfirman: “Hai Musa sesungguhnya Aku memilih kamu lebihdari manusia yang lain (di masamu) untuk membawa risalah-Ku dan untuk berbicara langsung dengan-Ku sebabitu berpegang teguhlah kepada apa yang Aku berikan kepadamu dan hendaklah kamu termasuk orang-orangyang bersyukur.” 145 Dan Kami telah tuliskan untuk Musa luluh (Taurat) segala sesuatu sebagai pengajaran bagisesuatu. Maka Kami berfirman: “Berpeganglah kepadanya dengan teguh dan suruhlah kaummu berpegangkepada (perintah-perintahnya) yang sebaik-baiknya, nanti Aku akan memperlihatkan kepadamu negeri orang-orang yang fasiq.” ( Al-A’raaf: 142 145 )
    • Kaum Nabi Musa Kembali Menyembah PatungPosted on 19 May 2008 by adminNabi Musa berjanji kepada Bani Isra’il yang ditinggalkan di bawah pimpinan Nabi Harun bahwa ia tidak akanmeninggalkan mereka lebih lama dari tiga puluh hari, dalam perjalananya ke Thur Sina untuk berminajat denganTuhan. Akan tetapi berhubung dengan adanya perintah Allah kepada Musa untuk melengkapi jumlah haripuasanya menjadi empat puluh hari, maka janjinya itu tidak dapat ditepati dan kedatangannya kembali ketengah-tengah mereka tertunda menjadi sepuluh hari lebih lama dari yang telah dijanjikan.Bani Isra’il merasa kecewa dan menyesalkan kelambatan kedatangan Nabi Musa kembali ke tengah-tengahmereka. Mereka menggerutu dan mengomel dengan melontarkan kata-kata kepada Nabi Musa seolah-olah iatelah meninggalkan mereka dalam kegedelapan dan dalam keadaan yang tidak menentu. Mereka merasaseakan-akan telah kehilangan pimpinan yang biasanya memberi bimbingan dan petunjuk-petunjuk kepadamereka.Keadaan yang tidak puas dan bingung yang sedang meliputi kelompok Bani Isra’il itu, digunakan oleh orangmunafiq, bernama Samiri yang telah berhasil menyusup ke tengah-tengah mereka, sebagai kesempatan yangbaik untuk menyebarkan benih syiriknya dan merusakkan akidah para pengikut Nabi Musa yang baru sajamenerima ajaran tauhid dan iman kepada Allah. Samiri yang munafiq itu menghasut mereka dengan kata-katabahwa Musa telah tersesat dalam tugasnya mencari Tuhan bagi mereka dan bahawa dia tidak dapat diharapkankembali dan karena itu dianjurkan oleh Samiri agar mereka mencari tuhan lain sebagai ganti dari Tuhan Musa.Samiri melihat bahwa hasutan itu dapat menggoyahkan iman dan akidah pengikut-pengikut Musa yang memangbelum meresapi benar ajaran tauhidnya segera membuat patung bagi mereka untuk disembah sebagai tuhanpengganti Tuhannya Nabi Musa. PAtung itu berbentuk anak lembu yang dibuatnya dari emas yang dikumpulkandari perhiasan-perhiasan para wanita. Dengan kepandaian tektiknya patung itu dibuat begitu rupa sehinggadapat mengeluarkan suara menguap seakan-akan anak lembu sejati yang hidup. Maka diterimalah anak patunglembu itu oleh Bani Isra’il pengikut Nabi Musa yang masih lemah iman dan akidahnya itu sebagai tuhanpersembahan mereka.Ditegurlah mereka oleh Nabi Harun yang berkata: “Alangkah bodohnya kamu ini! Tidakkah kamu melihat anaklembu yang kamu sembah ini tidak dapat bercakap-cakap dengan kamu dan tidak pula dapat menuntun kamu kejalan yang benar. Kamu telah menganiaya diri kamu sendiri dengan menyembah pada sesuatu selain Allah.”Teguran Nabi Harun itu dijawab oleh mereka yang telah termakan hasutan Samiri itu dengan kata-kata: “Kamiakan tetap berpegang pada anak lembu ini sebagai tuhan persembahan kami sampai Musa kembali ke tengah-tengah kami.”Nabi Harun tidak dapat berbuat banyak menghadapi kaumnya yang telah berbalik menjadi murtad itu, karena iakhawatir kalau mereka dihadapi dengan sikap yang keras, akan terjadi perpecahan di antara mereka dan akanmenjadi keadaan yang lebih rumit dan gawat sehingga dapat menyulitkan baginya dan bagi Nabi Musa kelak bilaia datang untuk mencarikan jalan keluar dari krisis iman yang melanda kaumnya itu. Ia hanya memberiperingatan dan nasihat kepada mereka sambil menanti kedatangan Musa kembali dari Thur Sina.Dalam pada itu, Nabi Musa setelah selesai bermunajat dengan Tuhan dan dalam perjalanannya kembali ketempat di mana kaumnya sedang menunggu memperolehi isyarat tentang apa yang telah terjadi dan dialami olehNabi Harun selama ketiadaannya. Nabi Musa sangat marah dan sedih hati tatkala ia tiba di tempat dan melihatkaumnya sedang berpesta mengelilingi anak patung lembu emas, menyembahnya dan memuji-mujinya. Dankarena sangat marah dan sedihnya ia tidak dapat menguasai dirinya, kepingan-kepingan Taurat dilemparkanberantakan. Harun saudaranya dipegang rambut kepalanya ditarik kepadanya seraya berkata menegur: “Apayang engkau buat tatkala engkau melihat mereka tersesat dan terkena oleh hasutan dan fitnahan Samiri?Tidakkah engkau mematuhi perintahku dan pesanku ketika aku menyerahkan mereka kepadamu untuk engkaupimpin? Tidakkah engkau berdaya melawan hasutan Samiri dengan memberi petunjuk dan penerangan kepadamereka dan mengapa engkau tidak cepat memadamkan api kemurtadan ini sebelum menjadi besar begini?”Harun berkata menanggapi teguran Musa: “Hai anak ibuku, janganlah engkau memegang jangut dan rambutkepalaku, menarik-narikku. Aku telah berusaha memberi nasihat dan teguran kepada mereka, namun merekatidak mengindahkan kata-kataku. Mereka menganggapkan aku lemah dan mengancam akan membunuhku. Aku
    • khawatir jika aku menggunakan sikap dan tindakan yang keras, akan terjadi perpecahan dan permusuhan diantara sesama kita, hal mana akan menjadikan engkau lebih marah dan sedih. Lepaskanlah aku dan janganlahmembuatkan musuh-musuhku bergembira melihat perlakuanmu terhadap diriku. Janganlah disamakan akudengan orang-orang yang zalim.”Setelah mereda rasa jengkel dan sedihnya dan memperoleh kembali ketenangannya, berkatalah Nabi Musakepada Samiri, orang munafiq yang menjadi biang keladi dari kekacauan dan kesesatan itu: “Hai Samiri, apakahyang mendorongmu menghasut dan menyesatkan kaumku, sehingga mereka kembali menjadi murtad,menyembah patung yang engkau buatkan dari emas itu?”Samiri menjawab: “Aku telah melihat sesuatu yang mereka tidak melihatnya. Aku telah melihat kuda malaikatJibril. aku mengambil segenggam tanah bekas jejak telapak kakinya itu, lalu aku lemparkannya ke dalam emasyang mencair di atas api dan terjadilah patung anak lembu yang dapat menguak, mengeluarkan suarasebagaimana anak lembu biasa.Demikianlah hawa nafsuku membujukku untuk berbuat itu.”Berkata Nabi Musa kepada Samiri: “Pergilah engkau dan jauhilah pergaulan manusia sebab karena perbuatankamu itu engkau harus dipencilkan dan menjadi tabu (sesuatu yang terlarang) jika disentuh atau menyentuhseseorang ia akan menderita sakit demam panas. Ini adalah ganjaranmu di dunia, sedang di akhirat nerakalahakan menjadi tempatmu. Dan tuhanmu yang engkau buat dan sembah ini kami akan bakar dan campakkannyake dalam laut.” Kemudian berpalinglah Nabi Musa kepada kaumnya berkata: “Hai kaumku, alangkah buruknyaperbuatan yang kamu telah kerjakan setelah kepergianku! Apakah engkau hendak mendahului janji Tuhanmu?Bukankah Tuhanmu telah menjanjikan kepadamu janji yang baik, berupa kitab suci? Ataukah engkaumenghendaki kemurkaan Tuhan menimpa atas dirimu, karena perbuatanmu yang buruk itu dan perlanggaranmuterhadap perintah-perintah dan ajaran-ajaranku.”Kaum Musa menjawab: “Kami tidak sesekali melanggar perjanjianmu dengan kemauan kami sendiri, akan tetapikami disuruh membawa beban-beban perhiasan yang berat kepunyaan orang Mesir yang atas anjuran Samirikami lemparkan ke dalam api yang sedang menyala. Kemudian perhiasan-perhiasan yang kami lemparkan itumenjelma menjadi patung anak lembu yang bersuara, sehingga dapat menyilaukan mata kepala kami danmenggoyahkan iman yang sudah tertanam di dalam dada kami.”Berkata Musa kepada mereka: “Sesungguhnya kamu telah berbuat dosa besar dan menyia-nyiakan dirimusendiri dengan menjadikan patung anak lembu itu sebagai persembahanmu, maka bertaubatlah kamu kepadaTuhan, Penciptamu dan Pencipta alam semesta dan mohonlah ampun darinya agar Dia menunjukkan kembalikepada jalan yang benar.”Akhirnya kaum Musa itu sadar atas kesalahannya dan mengakui bahwa mereka telah disesatkan oleh syaitandan memohon ampun dan rahmat Allah agar selanjutnya melindungi mereka dari godaan syaitan dan iblis yangakan merugikan mereka di dunia dan akhirat. Demikian pula Nabi Musa beristighfar memohon ampun baginyadan bagi Harun saudaranya setalah ternyata bahwa ia tidak melalaikan tugasnya sebagai wakil Musa dalammenghadapi krisis iman yang dialami oleh kaumnya. Berdoa Musa kepada Tuhannya: “Ya Tuhanku, ampunilahaku dan saudaraku dan masukkanlah kami berdua ke dalam lingkaran rahmat-Mu sesungguhnya EngkaulahMaha Pengampun lagi Maha Penyayang.”Setelah suasana yang meliputi hubungan Musa dengan Harun di satu pihak dan hubungan mereka berduadengan kaumnya di lain pihak menjadi tenang kembali, kepingan-kepingan Taurat yang bertaburan sudahdihimpun dan disusun sebagaimana asalnya, maka Allah memerintahkan kepada Musa agar membawasekelompok dari kaumnya menghadap untuk meminta ampun atas dosa mereka menyembah patung anaklembu.Tujuh puluh orang dipilih oleh Nabi Musa di antara kaumnya untuk diajak pergi bersama ke Thur Sina memenuhiperintah Allah meminta ampun atas dosa kaumnya. Mereka diperintahkan untuk keperluan itu agar berpuasa,mensucikan diri, pakaian mereka dan pada waktu yang telah ditentukan berangkatlah Nabi Musa bersama tujuhpuluh orang itu menuju ke bukit Thur Sina.
    • Setiba mereka di Thur Sina turunlah awan yang tebal meliputi seluruh bukit, kemudian masuklah Nabi Musadiikuti para pengikutnya ke dalam awan gelap itu dan segera mereka bersujud. Dan sementara bersujudterdengarlah oleh kelompok tujuh puluh itu percakapan Nabi Musa dengan Tuhannya. Pada saat itu timbullahdalam hati mereka keinginan untuk melihat Zat Allah dengan mata kepala mereka setelah mendengarpercakapan-Nya dengan telinga.Maka setelah selesai Nabi Musa bercakap-cakap dengan Allah berkatalahmereka kepadanya: “Kami tidak akan beriman kepadamu sebelum kami melihat Allah dengan terang.” Dansebagai jawaban atas keinginan mereka yang menunjukkan keingkaran dan ketakaburan itu, Allah seketika itujuga mengirimkan halilintar yang menyambar dan merenggut nyawa mereka sekaligus.Nabi Musa merasa sedih melihat nasib fatal yang menimpa kelompok tujuh puluh orang yang merupakan orang-orang yang terbaik di antara kaumnya. Ia berseru memohon kepada Allah agar diampuni dosa mereka serayaberkata: “Wahai Tuhanku, aku telah pergi ke Thur Sina dengan tujuh puluh orang yang terbaik di antara kaumkukemudian aku akan kembali seorang diri, pasti kaumku tidak akan mempercayaiku. Ampunilah dosa mereka,wahai Tuhanku dan kembalilah kepada mereka nikmat hidup yang Engkau telah cabut sebagai pembalasan ataskeinginan dan permintaan mereka yang durhaka itu.”Alah memperkenankan doa Musa dan permohonannya dengan dihidupkan kembali kelompok tujuh puluh orangitu, maka bangunlah mereka seakan-akan orang yang baru sadar dari pingsannya. Kemudian pada kesempatanitu Nai Musa mengambil janji dari mereka bahwa mereka akan berpegangan teguh kepada kitab Taurat sebagaipedoman hidup mereka melaksanakan perinta-perintahnya dan menjauhi segala apa yang dilarangnya.Pokok cerita yang diuraikan di atas, dikisahkan oleh Al-Quran dalam banyak tempat, di antaranya surah “Thaha”ayat 85 sehingga 98, surah “Al-A’raaf ayat 149, 151, 154, 155 dan surah “Al-Baqarah” ayat 55, 56, 63 dan 64sebagai berikut : “85 Allah berfirman: “Maka sesungguhnya Kami telah menguji kaummu sesudah kamutinggalkan dan mereka telah disesatkan oleh Samiri.” 86 Kemudian Musa kembali kepada kaumnya, bukankahTuhanmu telah menjanjikan kepadamu suatu janji yang baik? Maka apakah terasa lama masa yang berlalu itubagimu atau kamu melanggar perjanjian dengan aku?” 87 Mereka berkata: “Kami sesekali tidak melanggarperjanjian kamu dengan kemauan kami sendiri, tetapi kami disuruh membawa beban-beban dari perhiasan kaumitu, maka kami telah melemparkannya, dan demikian pula Samiri melemparkannya.” 88 Kemudian Samirimengeluarkan untuk mereka anak lembu yang bertubuh dan bersuara, maka mereka berkata: “Inilah tuhanmudan tuhan Musa tetapi Musa telah lupa.” 89Maka apakah mereka tidak memperhatikan bahawapatung anaklembu itu tidak dapat memberi jawaban kepada mereka dan tidak dapat memberi kemudharatan kepada merekadan tidak pula kemanfaatan? 90 Dan sesungguhnya Harun telah berkata kepada mereka sebelumnya: ” Haikaumku, sesungguhnya kamu itu hanya diberi cobaan dengan anak lembu itu dan sesungguhnya Tuhanmu ialahTuhan Yang Maha Pemurah maka ikutilah aku dan taatilah perintahku.” 91 Mereka menjawab: “Kami akan tetapmenyambah patung anak lembu ini, hingga Musa kembali kepada kami.” 92 Berkata Musa: “Hai Harun, apa yangmenghalangi kamu ketika kamu melihat telah tersesat, 93 (sehingga) kamu tidak mengikuti aku? Maka apakahkamu telah sengaja mendurhakai perintahku?” 94 Harun menjawab: “Hai putera ibuku, janganlah kamu pegangjanguntuku dan jangan pula kepalaku; sesungguhnya aku khawatir bahawa kamu akan berkata (kepadaku): ”Kamu telah memecah antara Bani Isra’il dan kamu tidak memelihara amanatku.” 95 Berkatalah Musa: “Apakahyang mendorongmu (berbuat demikian) hai Samiri?” 96 Samiri menjawab: “Aku mengetahui sesuatu yangmereka tidak mengetahuinya maka aku ambil segenggam aari jejak rasul, lalu aku melemparkannya dandemikianlah nafsuku membujukku.” 97 berkata Musa: “Pergilah kamu, maka sesungguhnya bagi kamu di dalamkehidupan di dunia ini hanya dapat menyatakan : Janganlah menyantuh (aku).” Dan sesungguuhnya bagimuhukuman (di akhirat) yang kami sesekali tidak dapat menghindarinya dan lihatlah tuhanmu itu yang kamu tetapmenyembahnya. Sesungguhnya kami akan membakarnya kemudian kami sesungguhnya akanmenghamburkannya ke dalam laut (berupa abu yang berserakan) 98 Sesungguhnya Tuhanmu hanyalah Allahyang tidak ada Tuhan selain Dia. Pengetahuan-Nya meliputi segala sesuatu.” ( Thaha : 85-98 )“149 Dan setelah mereka sangat menyesali perbuatanya dari mengetahui bahwa mereka telah sesat, merekapun berkata: “Sesungguhnya jika Tuhan kami tidak memberi rahmat kepada kami dan tidak mengampuni kamipastilah kami menjadi orang-orang yang rugi.” ( Al-A’raaf : 149 )“151 Musa berdoa: “Ya Tuhanku ampunilah aku dan saudaraku dan masukkanlah kami ke dalam rahmat Engkaudan Engkau adalah Maha Penyayang di antara para Penyayang.” ( Al-A’raaf : 151 )
    • “154 Sesudah amarah Musa menjadi reda, lalu diambilnya kembali luh-luh (Taurat) itu; dan dalam tulisannyaterdapat petunjuk dan rahmatbuntuk orang-orang yang takut kepada Tuhannya. 155 Dan Musa memilih tujuhpuluh orang dari kaumnya untuk (memohonkan taubat kepada Kami) pada waktu yang telah Kami tentukan. Makketika mereka digoncang genpa bumi Musa berkata: “Ya Tuhanku! kalau Engkau kehendaki tentulah Engkautelah membinasakan mereka dan aku sebelum ini. Apakah Engkau akan membinasakan kami karena perbuatanorang-orang yang krg akal di antara kami? Itu hanyalah cobaan dari Engkau, Engkau sesatkan dengan cobaanitu siapa yang Engkau kehendaki dan Engkau beri petunjuk kepada siapa yang Engkau kehendaki. Engkaulahyang memimpin kami maka ampunilah kami dan berikanlah kepada kami rahmat dan Engkaulah Pemberi ampunsebaik-baiknya.” ( Al-A’raaf : 154 -155 )“55 Dan (ingatlah) ketika kamu berkata: “Hai Musa, kami tidak akan beriman kepadamu, sebelum kami melihatAllah dengan terang karena itu kamu disambar halilintar, sedang kamu menyaksikannya” 56 Setelah itu Kamibangkitkan kamu sesudah kamu mati, supaya kamu bersyukur.” ( Al-Baqarah : 55 56 )“63 Dan (ingatlah) ketika Kami mengambil janji dari kamu dan Kmai angkatkan gunung ( Thur Sina ) di atas(seraya Kami berfirman) : “Peganglah teguh-teguh apa yang Kami berikan kepadamu dan ingatlah selalu apayang ada di dalamnya, agar kamu bertakwa. Kemudian kamu berpaling setelah (adanya perjanjian) itu, makakalau tidak ada kurnia Allah dan rahmat-Nya atasmu, niscaya kamu tergolong orang yang rugi.” ( Al-Baqarah :63-64 )
    • Nabi Daud AS - Daud sebagaimana tertulis dalam wikipedia, beliau adalah seorang nabi danrasul dalam agama islam. Ia merupakan keturunan ke-13 dari Nabi Ibrahim Alaihissalam dan jugamerupakan raja kedua yang paling terkenal dalam kerajaan Israel. Dalam agama Islam Nabi Daudmenerima kitab Zabur, sementara dalam agama Kristen Daud menuliskan banyak Mazmur yangdikumpulkan ke dalam kitab Mazmur. Daud adalah moyang dari Yesus atau Isa al-masih. Banyakterdapat kisah-kisah nabi daud yang dapat kita pelajari, diantaranya adalah kisah nabi daudmelembutkan besi dan juga kisah nabi daud dengan ulat merah dan lain sebagainya.Daftar IsiKisah Nabi Daud dengan BesiKisah Nabi Daud dengan UlatDaud Dalam Pandangan IslamDaud Menurut Yahudi dan KristenPesan SponsorMembunuh GoliatMenjadi Raja IsraelDosa DaudKeluarga DaudMazmur DaudRefferensiKISAH NABI DAUD DENGAN BESI – [Kembali ke daftar isi]Nabi Daud a.s Membuat Pakaian Perang dari BesiDi zaman itu, kaum Nabi Daud a.s. sering menghadapi peperangan. Mereka menggunakan bajubesi yang berat sehingga tidak mampu bergerak dengan leluasa.Kemudian turunlah perintah AllahSWT agar Daud a.s. membuat baju perang dari besi sebagaimana firman-Nya:“… dan Kami telah melunakkan besi untuknya, (yaitu) buatlah baju besi yang besar-besar dan ukurlahanyamannya; dan kerjakanlah kebajikan. Sungguh, Aku Maha Melihat apa yang kamu kerjakan.” (QS. Saba’[34]: 10-11)Banyak yang berpendapat mengenai penafsiran ayat “dan kami tetah melunakkan besi untuknya”tersebut. Pendapat yang paling banyak diterima adalah Daud a.s. telah menemukan cara untukmelunakkan besi dengan cara meleburnya dengan api sehingga besi yang keras dapat dibentuksesuai dengan keinginannya.Kecerdasan Daud a.s. pun terbukti dari baju perang besi hasil buatannya yang terdiri atas bulatan-bulatan besi sehingga pemakainya dapat bergerak bebas sekaligus terlindungi dari pedang, kapak,dan belati musuh.Baju besinya adalah karya terbaik dari baju besi yang ada saat itu. Sedangkan, baju perangmusuh, selain berat, tidak bisa bergerak bebas, juga masih bisa ditembus oleh pedang musuh.Semenjak para prajurit Daud a.s menggunakan baju besi buatan Daud a.s, mereka selalumemenangkan peperangan, tentunya atas pertolongan Allah SWT juga.KISAH NABI DAUD DENGAN ULAT – [Kembali ke daftar isi]Dalam sebuah kitab Imam Al-Ghazali menceritakan pada suatu ketika tatkala Nabi Daud A.Ssedang duduk dalam suraunya sambil membaca kitab az-Zabur, dengan tiba-tiba dia terpandangseekor ulat merah pada debu.Lalu Nabi Daud A.S. berkata pada dirinya,
    • “Apa yang dikehendaki Allah dengan ulat ini?”Sebaik sahaja Nabi Daud selesai berkata begitu, maka Allah pun mengizinkan ulat merah ituberkata-kata. Lalu ulat merah itu pun mula berkata-kata kepada Nabi Daud A.S.“Wahai Nabi Allah! Allah S.W.T telah mengilhamkan kepadaku untuk membaca „Subhanallahuwalhamdulillahi wala ilaha illallahu wallahu akbar‟ setiap hari sebanyak 1000 kali dan padamalamnya Allah mengilhamkan kepadaku supaya membaca „Allahumma solli ala Muhammadinannabiyyil ummiyyi wa ala alihi wa sohbihi wa sallim‟ setiap malam sebanyak 1000 kali.Setelah ulat merah itu berkata demikian, maka dia pun bertanya kepada Nabi Daud A.S. “Apakahyang dapat kamu katakan kepadaku agar aku dapat faedah darimu?”Akhirnya Nabi Daud menyedari akan kesilapannya kerana memandang remeh akan ulat tersebut,dan dia sangat takut kepada Allah S.W.T. maka Nabi Daud A.S. pun bertaubat dan menyerah dirikepada Allah S.W.T..Begitulah sikap para Nabi A.S. apabila mereka menyedari kesilapan yangtelah dilakukan maka dengan segera mereka akan bertaubat dan menyerah diri kepada AllahS.W.T. Kisah-kisah yang berlaku pada zaman para nabi bukanlah untuk kita ingat sebagai bahansejarah, tetapi hendaklah kita jadikan sebagai teladan supaya kita tidak memandang rendahkepada apa sahaja makhluk Allah yang berada di bumi yang sama-sama kita tumpangi ini.NABI DAUD DALAM ISLAM – [Kembali ke daftar isi]Daud ialah nabi sekaligus raja Bani Israil. Semenjak masih muda telah menyertai tentera BaniIsrail di bawah pimpinan Thalut melawan pasukan bangsa Palestin yang dipimpin Jalut (Goliath).Daudlah yang berhasil membunuh Jalut, sehingga dipuji sebagai pahlawan perang. Setelah RajaThalut meninggal, Daud menggantikannya sebagai raja. Allah mengangkat Daud sebagai nabi danrasul-Nya. Kepadanyalah diturunkan kitab Zabur. Ia memiliki sejumlah mukjizat, kecerdasan akal,mengerti bahasa burung, dan melembutkan besi hanya dengan menggunakan tangan kosong danDaud juga memiliki suara yang paling merdu dari semua suara umat manusia, sama seperti Yusufyang diberikan wajah yang paling tampan.Daud yang mulai pembangunan Bait Suci yaitu Baitul Muqaddis yang telah diselesaikan olehanaknya Sulaiman, yang kemudian sekarang menjadi tempat Masjid Al-Aqsa. Daud meninggaldalam usia 100 tahun dan dikebumikan di Baitul Muqaddis.NABI DAUD MENURUT PANDANGAN YAHUDI DAN KRISTEN – [Kembali ke daftar isi]Daud dilahirkan di Betlehem, Efrata, di daerah yang bernama Yudea (1 Samuel 16). Ayahnyabernama Isai dan masa remajanya dilewatinya sebagai seorang gembala. Suatu kali, ketikasedang menggembalakan dombanya, Daud diperintahkan ayahnya mengantarkan bekal makanankepada kakak-kakaknya yang sedang berhadap-hadapan dengan tentara-tentara Filistin.Nabi Daud Membunuh Goliat – [Kembali ke daftar isi]Tiba di medan pertempuran, Daud bangkit amarahnya ketika mendengar Tuhannya dihujat olehtentara Filistin. Mereka menantang siapapun juga untuk maju berperang melawan Goliat, salahseorang anggota pasukan Filistin yang terkenal sangat besar tubuhnya. Daud semakin menjadi-jadi amarahnya ketika tahu bahwa tak seorangpun di antara tentara Israel yang berani majumenjawab tantangan Goliat. Akhirnya Daud merelakan diri mau bertempur dengan hanyamenggunakan umban dan beberapa butir batu. Goliat mati terkena lemparan umban dan Daudmenjadi pahlawan Israel.Nabi Daud Menjadi Raja Israel – [Kembali ke daftar isi]
    • Kemenangan Daud membuat ia dipuja-puja sebagai pahlawan. Hal ini membangkitkan rasa iri dandengki pada diri Saul, raja Israel yang pertama. Akhirnya Allah tidak lagi berkenan atas Saul danDaud pun menggantikannya menjadi raja Israel yang kedua.Meskipun demikian, hubungan Daud dengan Saul boleh dikatakan istimewa. Daud seringkalidiundang untuk bermain kecapi di istana Saul. Setelah kemenangannya atas Goliat, Daudmenikahi Mikhal, anak perempuan Saul. Dan Yonatan, anak laki-laki Saul, adalah sahabat karibDaud.Dosa Nabi Daud – [Kembali ke daftar isi]Kitab Suci Ibrani dan Kristen tidak melihat Daud sebagai tokoh yang serba sempurna, karenaternyata ia pun pernah terjatuh ke dalam dosa. Suatu hari Daud sedang berjalan-jalan di atapistananya. Dari atas ia melihat Batsyeba yang cantik jelita. Sayang sekali ternyata Batsyebaadalah istri Uria, panglima perang Daud sendiri. Dengan berbagai tipu muslihat Daud akhirnyaberhasil menyingkirkan Uria, dan ia pun memperistri Batsyeba. Namun Allah mengetahuikebusukan Daud, dan melalui Nabi Natan, Allah menegur Daud. Daud menyesali dosa-dosanya (2Samuel 12:1-25).Keluarga Nabi Daud – [Kembali ke daftar isi]Dari Batsyeba Daud mendapatkan seorang anak yang dinamainya Salomo yang kelakmenggantikannya sebagai raja Israel yang ketiga. Daud mempunyai sejumlah anak lainnya.Antara lain adalah Absalom, seorang pemuda yang sangat tampan, yang sangat disayangi olehDaud. Suatu kali Amnon, anak sulung Daud, memperkosa Tamar, adik perempuan Absalom.Absalom sangat marah. Dua tahun kemudian ia membalas dendam dengan menyuruh anakbuahnya membunuh Amnon. Daud marah karena Amnon dibunuh, namun kemudian iamengampuni Absalom (2 Samuel 13:23-29; 14:1-33).Belakangan Absalom mengadakan pemberontakan terhadap Daud. Dalam pemberontakan iniAbsalom mati dibunuh oleh Yoab, panglima Daud (2 Samuel 18:1-18).Mazmur Daud – [Kembali ke daftar isi]Menurut tradisi Kitab Mazmur (Zabur dalam Islam) disebut sebagai karangan Daud. Kitab ini berisiberjenis-jenis puisi berupa doa, nyanyian pujian, ratapan, doa penyesalan, dll.REFFERENSI – [Kembali ke daftar isi]id.wikipedia.org dan berbagai sumber lain.