Bab 4 Tawadhu, Ta’at, Qana’ah dan Sabar

49,896 views

Published on

Published in: Education

Bab 4 Tawadhu, Ta’at, Qana’ah dan Sabar

  1. 1. BAB IVMEMBIASAKAN PERILAKU TERPUJI(TAWADHU, TA’AT, QANA’AH DAN SABAR)A. Tawadhu1. Pengertian TawadhuSalah satu yang perlu kita perhatikan dalam pergaulan sehari-hari ialah sikap“Tawadhu”, Tawadhu dalam pengertian yang sedrhana yaitu “sikap rendah hati”.Yang dimaksud rendah hati ialah perasaan memiliki kekurangan dan kelemahan dibanding orang lain. Perasaan ini tergambar dari sikap dan penampilannya yangsederhana, bai ucapan maupun perilakunya. Dalam berperilaku atauberpenampilan tidak tercermin adanya sifat riya’ (pamer) atau ingin dipuji dandisanjung oleh orang, walaupun sebenarnya ia mampu menampilkan yang lebihdari orang lain. Perhatikan firman Allah berikut :Artinya :Dan hamba-hamba yang baik dari Tuhan Yang Maha Penyayang itu 9ialah)orang-orang yang berjalan diatas bumi dengan “rendah hati” dan apabila orang-orang jahil menyapa mereka mengucapkan kata-kata (yangmengandung)keselamatan. 9Q.S. Al-Furqan : 63)Artinya :Dan janganlah kamu memalingkan mukamu dari manusia (karena sombong)dan janganlah kamu berjalan di muka bumi dengan angkuh. Sesungguhnya Allahtidak menyukai orang-orang yang sombong lagi membanggakan diri. (Q.S. Luqman(31) : 18).
  2. 2. Artinya :Dan berendah dirilah kamu terhadap orang-orang yang beriman (Q.S. Al-Hijr(15) : 88).2. Contoh perilaku TawadhuTawadhu seseorang yang mempunyai sikap tawadhu 9rendah hati) yaitu ditandaidengan :a. Sederhana dalam berpakaian walaupun sebagai pejabat atau orang kaya.b. Tidak suka memamerkan kekuasaan atau kekayaan dihadapan seseorang.c. Bersikap lemah lembut dengan siapapun yaitu lemah lembut dalam bertuturkata, sopan dan santun dalam bertindak dan berbicara.d. Ramah, senang bergaul dengan semua orang tanpa membedakan statussosial.e. Menghargai dan menghormati kepada yang lain, misalnya menghargai danmenghormati teman yang berlainan agama, tidak gaduh pada saat (sedang)belajar.3. Membiasakan perilaku TawadhuSebagai orang yang beriman kepada Allah dan Rasul-nya, sudahsepatutnyalah membiasakan perilaku tawadhu dalam kehidupan sehari-hari, baikdirumah, sekolah, maupun di masyarakat.a. Di rumah (dalam lingkungan keluarga)Sebagai seorang anak harus berperilaku sopan dan santun kepada orangtua, berperilaku lemah lembut di hadapan orang tua, dan apabila bertutur katamaka dipilih kata-kata yang halus dan baik, bukan dengan kata-kata yangkeras dan kasar, tidak bermasam muka dengan orang tua apalagi menyakitihati orang tua.Alangkah senang dan bahagianya sebagai orang tua, jika mempunyai anakyang senantiasa berperilaku sopan dan santun dengan orang tuanya. Dan inimerupakan kebahagiaan dan sekaligus kebanggaan yang tidak dapat diukurdengan materi atau harta benda. Selanjutnya baca Q.S. Al-Isra’ (11) : 23-24.
  3. 3. Artinya :Dan Tuhanmu telah memerintahkan supaya kamu jangan menyembah selainDia (Allah), dan hendaklah kamu berbuat baik pada Ibu Bapakmu dengansebaik-baiknya. Jika salah seorang diantara keduanya atau kedua-duanyasampai berumur lanjut dalam pemeliharaanmu, maka sekali-kali janganlahkamu mengatakan kepada keduanya perkataan “ah” dan janganlah kamumembentak mereka dan ucapkanlah kepada mereka perkataan yang mulia.Dan rendahkanlah dirimu terhadap mereka berdua dengan penuh kesayangandan ucapkanlah (berdoalah) : “wahai Tuhanku, kasihilah mereka keduanya,sebagaimana mereka berdua telah mendidik aku waktu kecil”.(Q.s. Al-Isra’ (17) : 23-14)b. Di sekolah (dalam lingkungan sekolah)Seorang siswa yang mempunyai sikap rendah hati yaitu apabiladisekolahnya bersikap ramah, sopan dan santun ketika berjalan, berbicara danbertingkah laku, baik dengan sesama temannya, gurunya maupun dengapetugas yang ada disekolah.Contoh tawadhu (rendah hati) kepada guru yaitu berperilaku sopan dansantun, bertutur kata dengan lemah lembut, mengikuti perkataan danperbuatannya yang baik, karena guru adalah orang yang sepatutnya dapatditiru, disamping itu guru telah banyak berjasa kepada kita sebagai siswa.c. Di Masyarakat (dalam lingkungan masyarakat)jika dibandingkan dengan kedua lingkungan tersebut (keluarga dansekolah), maka lingkungan masyarakatlah yang lebih luas dan heterogen.Untuk itu sikap tawadhu (rendah hati) dalam lingkungan masyarakat dapatdibagi kepada :` 1). Sikap rendah hati kepada orang yang lebih tua.
  4. 4. Apabila kita bergaul dengan orang yang lebih tua usianya dari pada kita,maka kita harus senantiasa “hormat” kepadanya, karena pengalamanhidupnya lebih dulu dari pada kita.Adapun cara menghormatinya adalah :(a). Bila bertemu hendaknya kita memberi salam atau menyapa terlebihdahulu.(b) Bila kita berbicara harus dengan kata-kata yang sopan lagi santun.(c) Mendengarkan apa yang dikatakan atau apabila kita menyampaikanpendapat hendaknya dengan baik.(d) tidak boleh merendahkan atau meremehkan.2). Sikap rendah hati kepada orang yang lebih mudaApabila kia bergaul dengan orang yang lebih muda usianya dari padakita, maka hendaknya atas dasar “kasih sayang”. Jika sudah demikian,maka yang muda akan “menghormati” kepada yang lebih tua. Karena orangyang muda biasanya akan mencontoh perilaku orang yang lebih tua.Jadi sikap tawadhu (rendah hati) bagi orang yang lebih muda usianyaharus “menghormati” kepada yang lebih tua, dan orang yang lebih tua jugaharus “menyayangi” kepada yang lebih muda. Jika tidak demikian, makabukan termasuk ummat Nabi Muhammad SAW, sebagaimana sabda beliau:Artinya :Bukan termasuk golongan kami orang yang tidak “menyayangi” orangyang lebih muda diantara kita, dan orang yang tidak “menghormati’ kepadayang lebih tua diantara kita.(H.R. At-tirmidzi )3) Sikap rendah hati kepada teman sebayaSikap tawadhu 9rendah hati) yang harus kita biasakan dalam kehidupansehari-hari kepada sesama teman sebaya diantaranya adalah :(a) Bertutur kata dengan baik
  5. 5. (b) Bersikap lemah lembut(c) Bersikap sopan dan santun(d) Berbuat baik kepada teman(e) Saling menasehati(f) Saling menghormati(g) Tidak saling mengejek atau mencela(h) Tidak memanggil dengan panggilan yang kurang baik(i) Tidak mudah berperasangka buruk(j) Tidak saling memfitnah(k) Tidak saling menggunjing atau mengumpatn dan lain-lain4) Sikap rendah hati terhadap agama lainSikap tawadhu (rendah hati) yang harus kita tampilkan dalam kehidupansehari-hari terhadap agama – agama lain diantaranya adalah :(a) menciptakan kerukunan secara bersama-sama, yang diwujudkan dalamsuasana damai, tertib, saling memahami dan menghargai, serta adanyadialog antar agama.(b) Menghindari adanya konflik, misalnya saling mengecam ataumengancam.(c) Agar kita bersikap ramah, tidak saling mencurigai, dan memberikankebebasan bagi setiap orang untuk memeluk agama lain.(d) Berusaha untuk menghindari penyalah gunaan agama untukkepentingan tertentu.B. Ta’at1. Pengertian TaatMenurut kamus Bahasa Indonesia kata-kata ‘ta’at’ berarti patuh, setia, danberpegang teguh dalam pendirian. Sedangkan menurut istilah “ta;at” dapatdiartikan sikap yang patuh atau setia terhadap suatu perintah dan patuh atau setiadalam meninggalkan (menghindari) terhadap suatu karangan.Adapun dali haqli yang berkaitan dengan “ta’at” yaituArtinya :
  6. 6. Hai orang-orang yang beriman, ta’atilah Allah dan Ta’atilah Rasul-Nya, dan ulilamri diantara kamu. (Q.S. An-Nisa (4) : 59)2. Macam-macam Ta’at.a. Berdasarkan firman Allah Q.,S. An-Nisa : 59, ta’at dibedakan menjadi :1). Ta’at kepada Allah adalah merupakan suatu kewajiban setiap umat Islam,dalam arti bahwa setiap umat Islam harus mematuhi semua perintah Allahdan menghindari larangan-larangan-Nya. Pengertian Ta’at seperti ini biasadisebut dengan “takwa” kepada Alllah. Sebagaiman firman Allah:Artinya :Hai orang-orang yang beriman, bertakwalah kepada Allah sebenar-benartakwa kepada-Nya, dan janganlah sekali-kali kamu mati melainkan dalamkeadaan beragama Islam. (Q.S. Ali Imran (3) : 102)2) Ta’at kepada Rasul AllahTa’at atau patuh terhadap perintah Rasul Allah dan ta’at atau patuh dalammenjalani larangan-Nya adalah merupakan suatu kewajiban bagi setiapumat Islam. Sebagaimana sabda Rasulullah SAW :Artinya :Apapun yang telah saya larang kepadamu, maka jauhilah. Dan apapunyang telah saya perintahkan kepadamu, maka lakukanlah menurut kadarkemampuanmu.(H.R. Bukhari dan Muslim)3) Ta’at kepada Ulil AmriSiapakah yang dimaksud Ulil Amri disini ? yang dimaksud Ulil Amri disiniialah orang-orang yang memegang kekuasaan untuk melaksanakan suatuurusan demi kemaslahatan umum, misalnya presiden, gubernur, bupati,
  7. 7. hakim, camat, lurah, dan sebagainya. Singkatnya “Ulil Amri” itu samadengan “Pemerintah”.Kita sebagai anggota masyarakat harus patuh terhadap perintahnya,selama perintah tidak bertentangan dengan aturan yang berlaku menurutsyariat agama, karena kata Nabi SAW : Barang siapa yang taat kepadapemerintah (pemimpin), berarti ia ta’at kepada Nabi SAW, sebaliknya, siapayang durhaka kepada pemerintah (pemimpin) berarti ia telah durhakakepada Nabi SAW. Sebagaiman sabda beliau :Artinya :Dan Barang siapa yang ta’at kepada pemimpin (pemerinah0 berarti iata’at kepadaku. Dan barang siapa yang mendurhakai pemimpin(pemerintah) berarti ia mendurhakai aku. (H.R. Bukhari dan muslim).b. Berdasarkan tempatnya ta’at dapat dibedakan menjadi :1) Ta’atdalam lingkungan keluarga (dirumah)Keluarga adalahlingkungan masyarakat yang paling kecil, disinilah tempatyang pertama dan utama dalam penanaman ketaatan. Tata tertib atauaturan yang ada dalam lingkungan keluarga harus senantiasa ditaati,meskipun tata tertib atau aturan itu tidak tertulis secara jelas, tetapiberdasarkan norma-norma kebiasaan yang berlaku.Misalnya : Seorang anak harus senantiasa patuh kepada perintah keduaorang tuanya dan kakak-kakaknya, selama perintah itu tidak melanggarnorma-norma yang berlaku.2) Ta’at dalam lingkungan sekolahSekolah adalah lembaga formal yang bertanggung jawab dalampenyelenggaraan pendidikan, tata tertib atau aturan yang ada dalamlingkungan sekolah biasanya tertulis secara jelas dan terperinci secaradetail, namun ada juga yang tidak tertulis, tapi sudah menjadi normakebiasaan di lembaga itu. Tata tertib atau aturan yang ada dilingkungansekolah harus benar-benar di ta’ati, karena jika dilanggar akan terkenasangsi secara langsung.
  8. 8. Misalnya : Jika ada seorang siswa yang “merokok” dalam lingkungansekolah, maka dia akan diberi sangsi berat atau ringannya sangsitergantung lembaga sekolah itu.3) Ta’at dalam lingkungan masyarakat.Lingkungan masyarakat merupakan lingkungan yang lebih luas untuktempat bergaul jika dibanding dengan lingkungan keluarga dan sekolah.Untuk itu sikap keta’atan atau kepatuhan seseorang akan lebih luas dankomplek, begitu juga sangsi yang akan diberikan kepadanya. Jika dilanggaratau tidak ditaatinya.Misalnya : seseorang yang melanggar atau melakukan sesuatu yang tidaksesuai dengan norma atau aturan yang berlaku dimasyarakat itu, maka diaitu akan menerima sangsi akibat dari perbuatannya. Mungkin bisa berupacomo’ohan, dikucilkan dari pergaulan dan lain-lain.C. Qana’ah1. Pengertian Qana’ahMenurut bahasa “Qana’ah” berarti rela atau suka menerima apa yang diberikankepadanya. Dengan kata lain Qana’ah berarti rela menerima apa adanya ataspemberian Allah.Sedangkan menurut istilah (dalam tashawwuf) “Qana’ah” adalah sifatseseorang yang ikhlas menerima apa yang diberikan Allah kepadanya sesuaidengan usaha yang telah dilakukannya dan ia pandai mencukupkannya apa yangditerima itu.Perhatikan firman Allah berikut !Artinya :….. dan beri makanlah orang yang rela dengan apa yang ada padanya (yangtidak meminta-minta) dan orang yang meminta. ((Q.S. Al. Haj (22) : 36))Di samping itu perhatikan sabda Nabi SAW berikut !Artinya :
  9. 9. Sungguh beruntung orang yang telah diselamatkan, diberi rezki yang cukup,dan orang yang mencukupkan apa yang diberikan Allah kepadanya (H.R. Muslim).2. Contoh perilaku Qana’ahGambaran orang yang mempunyai sifat Qana’ah yaitu menerima apa aanyaatas pemberian Allah sesuai dengan usaha yang telah ia lakukan. Ia tidakberambisi untuk memperoleh kemewahan dunia, tetapi ia senantiasa menyadaribahwa apa yang diperoleh sesuai dengan usahanya itulah yang menjadi haknya.Dan ia merasa cukup dan merasa berkewajiban mensyukurinya.Berbeda dengan orang yang mempunyai sifat “thama’” atau “rakus”, orangyang thama’ atau rakus ia selalu merasa kurang atas pemberian Allah, ia berambisiuntuk menguasai dunia, tergiur dan silau oleh kemewahan dunia sebagaimanasabda Nabi SAW :Artinya : “ andaikan anak cucu Adam di beri emas sepenuh dua jurang, maka diatetap memenuhi jurang yang ketiga. Anak Adam tidak akan pernah puas perutnyakecuali dipenuhi dengan tanah (mati). Ada dua hal seseorang yang tidak pernahpuas-puas yaitu : 1) orang yang mencari Ilmu dan 2) orang yang mencari harta.Itulah perbedaan orang yang berperilaku “Qana’ah” dan berperilaku “thama’”.3. Membiasakan perilaku Qana’ah.Orang yang senantiasa membiasakan diri berperilaku Qana’ah maka akantentram hidup dan kehidupannya dan akan terpuji (mulia) dalam pandangan Allah.Bagaimana caranya membiasakan diri berperilaku Qana’ah ?Adapun caramembiasakan diri berperilaku Qana’ah diantaranya adalah :a. Pandai – pandaila mencukupkan apa yang ada (yang dimiliki )b. Menerima pemberian dari Allah dengan rela (senang hati)c. Senantiasa memohon kepada Allah tambahan rezki dan diiringi dengan akhtiar(usaha).d. Senantiasa berserah diri kepada Allah.e. Menerima dengan sabar akan ketentuan Allah.f. Jangan berambisi emnguasai dunia, karena dunia kehidupan sementaraD. Sabar1. Penertian SabarSabar bearsal dari bahasa Arab :Yang berarti “tabah hati”
  10. 10. Sedangkan menurut istilah “Sabar” adalah kemampuan menguasai diri danemosi dari kemarahan, kebencian, dan dendam, lalu diarahkannya untuk berbuatkebaikan dan bersikap lapang dada.Dengandemikian seseorang dapat dikatakan sabar apabila ia mampumenahan dirinya dari hal-hal yang dibencinya dan ia dapat menguasai dirinyasehingga tidak melakukan perbutan yang negatif yang dapat merugikan dirinya danorang lain.Oleh karena itu kata Nabi Saw bahwa orang yang kuat itu bukanlah orangpegulat (smac Down), tetapi orang yang kuat adalah orang yang mampumengendalikan diri ketika marah.Perhatikan sabda Nabi berikut !Artinya : Bukanlah orang yang kuat itu kuat bergulat, tetapi orang yang kuatadalah orang yang mampu mengendalikan diri dari kemarahan. ((H. R.Muttafaqagun Alaih))2. Contoh Perilaku SabarDalam menempuh perjalanan hidup di dunia ini setiap manusia pasti akanmengalami ujian dan cobaan dari Allah SWT. Karenanya manusia tidak bolehkaget bila menemui kesulitan atau kegagalan . Semuanya itu adalah merupakanseni atau irama dalam kehidupan. Namun, seringkali ketidak sabaran manusiadalam menerima cobaan yaitu ketika apa yang diharapkan dan yang diinginkannyatidak terpenuhi. Karena itu, sendainya kita mengharapkan atau menginginkansesuatu, kemudian apa yang kita harapkan dan inginkan tidak terpenuhi, makahendaklah kita tetap bersabar. Mungkin akan ada hikmah yang lebih baik dari tidakterpenuhinya keinginan itu. Itulah salah satu contoh perilaku sabar yang dapat kitaterapkan dalam kehidupan sehari-hari.Selain itu lihat contoh kesabaran yang dimiliki oleh Nabi Muhammad SAW.Dimana disaat Nabi Muhammad SAW melakukan dakwah selalu dirintangi,dihalangi, dan di caci maki leh orang-orang kafir Quraisy. Bahkan Nabi MuhammadSAW diludahi dan dilempari dengan kotoran, agar Nabi Muhammad SAW tidakmendakwahkan agama Islam. Namun, meskipun demikian Nabi Muhammad SAWdalam menghadapi gangguan, rintangan, dan tantangan dari orang-orang kafirtersebut, Nabi Muhammad SAW tetap sabar dan tabah dalam menjalani
  11. 11. dakwahnya, beliau tidak dendam, tetapi belia malahan mendo’akan kepadakaumnya “Ya Allah tunjukanlah mereka, karena mereka belum mengetahuinya”.3. Membiasakan Perilaku Sabar.Kita sebagai orang yang beriman, maka kita harus senantiasa membiasakandiri berperiolaku sabar, dalam menghadapi ujian atau cobaan dari Allah, kapan dandimanapun. Karena sebagai hamba Allah, tentu kita akan diuji Allah, dan inimerupakan bukti bahwa Allah cinta kepada hambanya yang beriman. Ujian dancobaan yang diberikan kepada hambanya dapat berupa :a. Musibah misalnya banjir, badai angina topan, gempa, kecelakaan dan lain-lain.b. Keburukan misalnya kegagalan dalam menaggapi cita-cita, kemiskinan yangtak pernah berhenti, kelaparan yang terus menerus, dan lain-lain.c. Kebaikan (kesenangan) misalnya mempunyai harta kekayaan yang melimpah,mempunyai pangkat dan kedudukan yang tinggi, adanya sanjungan kehormaandari masyaralat, dan lain-lain.Oleh karena itu, hendaknya kita membiasaka diri berperilaku sabar, dan selalumawas diri serta waspada agar kita lulus menjalani berbagai ujian dan cobaan dariAllah itu dengan baik dan benar.Jadi, dalam menempuh perjalanan kepada Alah SWT kitatidak akan sepi dariujian dan cobaan yang datangnya silih berganti. Hal ini ditegaskan oleh Allahdalam firmannya :Artinya :Kami akan menguji kamu dengan keburukan dan kebaikan sebagai cobaan(yang sebenar-benarnya) (Q.S. Al-Anbiya (21) :35).Rangkuman :1. Tawadhu adalah sikap rendah hati, maksudnya ialah perasaan memiliki kelemahandisbanding orang lain.2. Ta’at artinya adala patuh atau setia, maksudnya ialah patuh terhadap suatuperintah dan patuh terhadap suatu larangan.3. Qana’ah artinya rela memberikan apa adanya atas segala sesuatu yang telahdiberikannya.
  12. 12. 4. Sabar artinya tabah hati, maksudnya ialah kemampuan untuk mengendalikan diri,dan emosi dari segala sesuatu yang tidak disukainya atau yang menimpanya.Soal-soal latihan :A. Pilihlah satu jawaban yang benar dengan cara meberi tanda (X) pada huruf a,b,c dan d!1. Sikap rendah hati dinamakan ………a. Ta’at c. ‘Afwub. Haya’ d. Tawadhu2. Walaupun sebagai seorang pejabat ia tetap berpenapilan sederhana, ini adalahsalah satu contoh sesorang yang bersikap ………….a. Sabar c. Thama’b. Tawadhu d. Haya’3. Contoh seorang siswa yang bersikap rendah hati ketika di sekolah yaitu …a. Suka menggosip gurub. Berbicara Kasar dengan temanc. sopan dengan gurud. arogan dengan petugas sekolah4. Sikap Tawadhu kepada orang tua dijelaskan dalam Al-qur’an surat …a. Al-Baqarah : 1-5 c. Al-Isla : 23-24b. Al-Alaq : 1-5 d. Al-Anlabut : 455. Q.S. An-Misah : 59 menjelaskan tentang ………a. Ta’at c. Qana’ahb. Tawadhu d. Sabar6. Kita harus senantiasa ta’at kepada “Ulil Amri”, siapakah yang dimaksud “Ulil Amri”itu ?a. Allah c. Para Rasul Allahb. Nabi Muhammad SAW d. Pemerintah7. Sifat seseorang yang rela menerima apa adanya atas pemberian Allah dinamakan……a. Ta’at c. Tawadhub. Qana’ah d. Sabar8. Contoh siswa yang berperilaku ta’at yaitu …….a. datang disekolah tidak tepat waktub. datang disekolah sering telambatc. datang di sekolah tepat waktud. datang di sekolah kadang-kadang tepat waktu.
  13. 13. 9. Contoh siswa yang berperilaku Qana’ah yaitua. menta’ati segala peraturanb. tidak meremehkan orang lainc. selalu menepati janjid. rela menerima uang saku yang pas-pasan10. “Sabar” berasal dari kata bahasa Arab yaitu “Shobaro-Yasibru-Shobron”, yangberarti ………a. Ta’at c. Tabah hatib. menerima apa yang ada d. Rendah hati.B. Essay / Uraian1. Bagaimana cara berperilaku Tawadhu kepada guru ?Sebutkan 2 diantaranya !2. Sebutkan 2 contoh cara ta’at kepada Allah !3. Sebutkan 2 keuntungan orang yang sabar !4. Apa perbedaan antara Qana’ah dengan Thama’ ?5. Terjemahkan (artikan) ayat berikut !

×