YUDHY TRI SUHARNO, ST.                                   NIK : 183889                                  OJT AOP KPR IX     ...
KATA PENGANTAR       Puji dan syukur penulis ungkapkan kepada Tuhan Yang Maha Esa yang telahmemberikan kesempatan kepada p...
BAB 1 PENDAHULUAN1.1    Sejarah Bank Panin       Bank Panin merupakan salah satu bank komersial utama di Indonesia. Didiri...
Beberapa KCU baru tersebut memiliki pula dibawahnya yaitu KCP. Sampai saat iniyaitu tahun 2011 yang masih menjadi KCU diba...
KCU Senayan membawahi 49 KCP, yaitu:   1. Capem Pasar Tanah Abang Blok B    26. Capem Iskandar Muda   2. Capem Cut Mutia  ...
Struktur Organisasi Bank Panin KCU Senayan secara keseluruhan                                                             ...
2. CREDIT PROCESSING2.1   Struktur Organisasi Credit Processing                             Head of Credit Processing     ...
2.2    Penjelasan Bagian Credit Administration Advisor & Reporting2.2.1 Control Exposure       Pada Bank Panin KCU Senayan...
Selanjutnya setelah semua data telah dimasukkan kedalam ICBS, Control Exposureakan membuat Memo Realisasi untuk pencairan ...
Perbedaannya adalah kalau Appraisal Internal penggunaan jasanya akan dikenakanbiaya Rp. 350.000 dengan jumlah nominal jami...
Pada saat pengajuan Appraisal, Account Officer diwajibkan mengisi formulirAppraisal terlebih dahulu dengan melampirkan dok...
Bank Garansi di Bank Panin ada beberapa jenis, antara lain :            a. Bid Bond                Menjamin Debitur dalam ...
Berikut adalah penjelasan mengenai jenis – jenis jaminan :                a. Deposito Back to Back                   Depos...
b.       Tugas Reporting            -   Maintenance Kolektibilitas ( Jika ada perubahan kolektibilitas, maka              ...
e. Jenis Kredit                      -   05  Kredit yang diberikan                      -   10  Kredit Sindikasi        ...
b. SID Pelapor                     -   Data Debitur yang ada di bank dimana pelaporannya bersamaan                        ...
a. Laporan KAP ( Kualitas Aktiva Produktif )            Mengenai semua yang berhubungan dengan kolektibilitas baik itu mac...
c. Penurunan Plafond pada saat nasabah sudah tidak kuat membayar dengan               nominal plafond lama dan meminta pen...
e. Penilaian Jaminan                   -   Laporan Hasil Penilaian Jaminan                   -   Foto / Dokumentasi Jamina...
Bagian dari Legal dibagi lagi menjadi dua yaitu bagian Legal Kredit dan juga LegalAdmin. Bagian Legal Kredit bertugas untu...
b. Akta Pengikatan Jaminan                    Akta ini ditandatangani penjamin dan akan berfungsi sebagai media           ...
2.3.3 Cara Pengikatan Kredit       Cara pengikatan kredit dibagi menjadi dua macam, yaitu :               a.       Notaril...
Untuk dapat melakukan proses Take Over ini, Account Officer wajib       mengumpulkan data – data sebagai berikut :        ...
3. LOAN ADMIN3.1     Struktur Organisasi Loan Admin                                      Head Of Loan Admin               ...
Tugas utama dari Loan Admin :                 1.     Pencairan Kredit                 2.     Pembayaran Angsuran          ...
8. Menginput CBS Teller ( pencairan dana ke rekening nasabah ) dengan jurnal             sebagai berikut:             Debe...
Scheduled adalah pembayaran angsuran yang dilakukan setiap                       bulan pada tanggal jatuh tempo angsuran t...
3.3     Proses Pelunasan Kredit       Macam-macam pelunasan, dibagi menjadi 3;             a. Pelunasan pinjaman yang dipe...
   Melakukan pendebetan di PS Teller sejumlah pelunasan yang akan                     dibayarkan dengan jurnal:          ...
3.5     Proses Pembayaran Bunga Kredit        Setiap hari, keterlambatan pembayaran angsuran dibebankan denda sebesar 48% ...
Laporan cadangan tagihan bunga pinjaman dibukukan tiap akhir bulan dengan            perhitungan :      Laporan cadangan t...
3.7     Proses Pelepasan Jaminan                     Memo bukti pelunasan pinjaman yang dibuat oleh AO Memo tersebut di ca...
3.   Melakukan penghapusan dari neraca dengan jurnal :                Untuk Pokok Pinjaman, jurnalnya :                 De...
4. TELLER4.1        Struktur Organisasi Teller                                                  Head Teller               ...
Kunci yang pertama adalah kunci kombinasi yang di pegang manager operasional.Kunci kedua adalah anak kunci yang dalam hal ...
3. Pengertian Cek, BG, LOA            a. Cek adalah surat perintah tak bersyarat untuk membayar sejumlah uang dari        ...
6. Pembelian TC                TC atau yang lebih dikenal dengan Travel Cek harus dilakukan asli atau            tidaknya ...
10. Pengecekan keaslian uang dari nasabah                Untuk pengecekan pihak teller mengunakan lampu sinar ultra violet...
16. Pengisian Uang ATM                Pengisian Uang di ATM dilakukan oleh Teller di cabang masing – masing            ata...
5. CUSTOMER SERVICE5.1     Struktur Organisasi Customer Service                                 Head of Customer Service  ...
Gambaran umum dari Panin Prioritas adalah sebagai berikut :                                                         HRMS  ...
Kemudian Customer Service akan memastikan bahwa yang datang dengan foto di            KTP adalah benar nasabah yang bersan...
Kemudian semua data nasabah di ambil dari tempat penyimpanan file data            nasabah yang kemudian di stempel “rekeni...
c. Proses pembukaan dan penutupan Pandollar            Prosesnya sama seperti pembukaan / penutupan rekening tabungan, han...
f. Proses penggantian kartu ATM            Penggantian kartu ATM dapat disebabkan berbagai hal, antara lain kartu ATM     ...
h. Permintaan Voucher             Dalam hal ini voucher yang dimaksud adalah voucher belanja yang dapat di dapat        se...
k. Pelayanan terhadap nasabah yang komplain               Sebagai Customer Service yang profesional dalam menghadapi nasab...
b. Proses perpanjangan deposito             Perpanjangan deposito dapat berupa permintaan nasabah atau dapat juga        d...
Bunga pertama untuk reksa panin dibayarkan pada bulan ke -3 tetapi belum boleh         dicairkan. Untuk bunga kedua akan d...
Paper On The Job Training Bank Panin Yudhy Tri Suharno 2011
Paper On The Job Training Bank Panin Yudhy Tri Suharno 2011
Paper On The Job Training Bank Panin Yudhy Tri Suharno 2011
Paper On The Job Training Bank Panin Yudhy Tri Suharno 2011
Paper On The Job Training Bank Panin Yudhy Tri Suharno 2011
Paper On The Job Training Bank Panin Yudhy Tri Suharno 2011
Paper On The Job Training Bank Panin Yudhy Tri Suharno 2011
Paper On The Job Training Bank Panin Yudhy Tri Suharno 2011
Paper On The Job Training Bank Panin Yudhy Tri Suharno 2011
Paper On The Job Training Bank Panin Yudhy Tri Suharno 2011
Paper On The Job Training Bank Panin Yudhy Tri Suharno 2011
Paper On The Job Training Bank Panin Yudhy Tri Suharno 2011
Paper On The Job Training Bank Panin Yudhy Tri Suharno 2011
Paper On The Job Training Bank Panin Yudhy Tri Suharno 2011
Paper On The Job Training Bank Panin Yudhy Tri Suharno 2011
Paper On The Job Training Bank Panin Yudhy Tri Suharno 2011
Paper On The Job Training Bank Panin Yudhy Tri Suharno 2011
Paper On The Job Training Bank Panin Yudhy Tri Suharno 2011
Paper On The Job Training Bank Panin Yudhy Tri Suharno 2011
Paper On The Job Training Bank Panin Yudhy Tri Suharno 2011
Paper On The Job Training Bank Panin Yudhy Tri Suharno 2011
Paper On The Job Training Bank Panin Yudhy Tri Suharno 2011
Paper On The Job Training Bank Panin Yudhy Tri Suharno 2011
Paper On The Job Training Bank Panin Yudhy Tri Suharno 2011
Paper On The Job Training Bank Panin Yudhy Tri Suharno 2011
Paper On The Job Training Bank Panin Yudhy Tri Suharno 2011
Paper On The Job Training Bank Panin Yudhy Tri Suharno 2011
Paper On The Job Training Bank Panin Yudhy Tri Suharno 2011
Paper On The Job Training Bank Panin Yudhy Tri Suharno 2011
Paper On The Job Training Bank Panin Yudhy Tri Suharno 2011
Paper On The Job Training Bank Panin Yudhy Tri Suharno 2011
Paper On The Job Training Bank Panin Yudhy Tri Suharno 2011
Paper On The Job Training Bank Panin Yudhy Tri Suharno 2011
Paper On The Job Training Bank Panin Yudhy Tri Suharno 2011
Paper On The Job Training Bank Panin Yudhy Tri Suharno 2011
Paper On The Job Training Bank Panin Yudhy Tri Suharno 2011
Paper On The Job Training Bank Panin Yudhy Tri Suharno 2011
Paper On The Job Training Bank Panin Yudhy Tri Suharno 2011
Upcoming SlideShare
Loading in …5
×

Paper On The Job Training Bank Panin Yudhy Tri Suharno 2011

15,241 views

Published on

Paper On The Job Training Bank Panin Yudhy Tri Suharno 2011 di KCU Senayan

Published in: Education
1 Comment
8 Likes
Statistics
Notes
No Downloads
Views
Total views
15,241
On SlideShare
0
From Embeds
0
Number of Embeds
3
Actions
Shares
0
Downloads
0
Comments
1
Likes
8
Embeds 0
No embeds

No notes for slide

Paper On The Job Training Bank Panin Yudhy Tri Suharno 2011

  1. 1. YUDHY TRI SUHARNO, ST. NIK : 183889 OJT AOP KPR IX KCU SENAYAN1|Yu d h y Tri S uh ar no , S T
  2. 2. KATA PENGANTAR Puji dan syukur penulis ungkapkan kepada Tuhan Yang Maha Esa yang telahmemberikan kesempatan kepada penulis untuk dapat menyelesaikan tugas penulisan ini tepatpada waktunya. Penulisan ini berisikan semua materi On The Job Training Bank Panin untukAOP KPR seperti Credit Admin, Legal, Loan Admin, Teller, Customer Service, Exim, Valas,SKN dan KPR. Dengan dibuatnya penulisan ini, penulis ingin mengucapkan terima kasih kepada semuapihak yang telah membantu dalam pembuatan penulisan baik secara moril maupun materilterlebih kepada: 1. Yuniar dan Sherly Oktaviani selaku teman seperjuangan AOP KPR IX yang OJT bersama penulis di Bank Panin KCU Senayan, 2. Bapak Kautsar dan Tim BPE yang telah menyusun semua rencana hingga terlaksananya tahap OJT ini, 3. Ibu Felinda selaku HRD Bank Panin KCU Senayan yang telah membantu kami dari segi informasi dan perubahan jadwal termasuk absensi, 4. Teman-teman AOP KPR IX yang selalu kompak dan selalu membantu penulis hingga penulisan ini dapat diselesaikan, 5. Kedua Orang Tua yang selalu mendukung dan mendoakan penulis dalam menjalankan semua tugas dan pekerjaan dalam OJT ini, 6. Semua Bagian (CAAR, Legal, Loan Admin, Teller, Customer Service, Exim, Valas, dan SKN) yang telah bersedia meluangkan waktu untuk penulis dan teman-teman OJT dalam memberikan materi pembelajaran dalam OJT ini, 7. Teman-teman AO KPR KCU Senayan yang telah membimbing penulis secara langsung dalam memahami segala hal mengenai KPR. Penulis sadar bahwa penulisan ini masih jauh dari sempurna. Oleh sebab itu, penulismemohon kepada pembaca penulisan ini dapat memberikan kritik dan saran membangun yangtentunya dapat membantu penulis agar kedepannya nanti dapat memperbaiki kekurangan yangada saat ini. Terima Kasih. Jakarta, November 2011 Penulis2|Yu d h y Tri S uh ar no , S T
  3. 3. BAB 1 PENDAHULUAN1.1 Sejarah Bank Panin Bank Panin merupakan salah satu bank komersial utama di Indonesia. Didirikan pada 17Agustus 1971 dan mencatatkan sahamnya di Bursa Efek Jakarta (sekarang Bursa EfekIndonesia). Pada 5 November 1982, tercatat sebagai “First bank to Go Public” di Indonesia. Tahun1999 Bank Panin mengalami perubahan strategi bisnis dari bank korporasi tradisional menjadibank retail dan consumers. Selain itu, Bank Panin dinyatakan dalam kategori A di mana BankPanin terbukti merupakan salah satu bank swasta yang berhasil melewati krisis ekonomi padatahun 1998 tanpa mendapatkan suntikan dana dari Bank Indonesia. Dengan struktur permodalanyang kuat dan Rasio Kecukupan Modal yang tinggi, Bank Panin tidak direkapitulasi olehpemerintah setelah krisis ekonomi tahun 1998. Bank Panin fokus pada bisnis perbankan retail yang mendorong Bank Panin berhasilmemposisikan diri sebagai salah satu bank utama yang unggul dalam produk jasa konsumen dankomersial. Visi Panin Bank adalah menjadi “Bank Nasional” dalam Arsitektur PerbankanIndonesia di masa mendatang. Melalui layanan produk yang inovatif, jaringan distribusi nasionaldan pengetahuan pasar yang mendalam, Bank Panin siap untuk terus memperluas pangsa pasardan berperan serta mendukung pertumbuhan ekonomi nasional.1.1.1 Sejarah Bank Panin KCU Senayan Bank Panin Kantor Cabang Utama Senayan yang terletak di JL. Jendral Sudirman Kav.1,Jakarta Pusat ini berdiri pada tahun 1988 dimana pada waktu itu masih dalam posisi KantorCabang Pembantu (KCP) yang di pimpin oleh Bapak C. Aini. Pada tahun tersebut Senayanmasih dibawah naungan Kantor Cabang Utama (KCU) Kopi. Pada tahun 1993 Bapak C. Aini digantikan oleh Bapak Anwar yang pada saat itu KCPSenayan berubah status dari KCP menjadi KCU yang membawahi 15 KCP. Pada tahun tersebutpula KCU Kopi statusnya turun menjadi KCP dibawah KCU Senayan. Setelah 3 (tiga) tahun menjadi pimpinan cabang di KCU Senayan, pada tahun 1995 bapakAnwar digantikan oleh Ibu Melania sebagai Pimpinan KCU Senayan, yang masih menjabatsampai saat ini. Pada tahun 2008 sebanyak 15 KCP yang dibawahi oleh KCU Senayan dipecahmenjadi beberapa KCU yang masih dibawahi oleh KCU Senayan.3|Yu d h y Tri S uh ar no , S T
  4. 4. Beberapa KCU baru tersebut memiliki pula dibawahnya yaitu KCP. Sampai saat iniyaitu tahun 2011 yang masih menjadi KCU dibawah naungan KCU Senayan antara lain: 1. KCU Kopi 2. KCU Sangaji 3. KCU Palmerah 4. KCU Gading Serpong 5. KCU Pecenongan 6. KCU CBD Pluit 7. KCU Imperium Kuningan Total KCP yang dibawah KCU Senayan sampai saat ini adalah sebanyak 49 KCP.1.2 Struktur Organisasi Bank Panin Pusat Bank Panin Pusat di Jakarta, membawahi 7 KCU, yaitu : Panin Pusat KCU Imperium KCU Sangaji KCU Senayan KCU Palmerah 1. KCU Pecenongan 2. KCU Kopi 3. KCU CBD Pluit Gambar 1.1 Struktur Organisasi Bank Panin Pusat1.2.1 Struktur Organisasi Bank Panin KCU Senayan Secara garis besar struktur organisasi Bank Panin KCU Senayan adalah sebagai berikut: 1. Branch Manager : Dra. Melania A.Wibisono 2. Deputy Branch Manager : A. Haryanto D. Buntoro 3. Business Banking Manager : M. Ridwan 4. Operational Manager : Rudy Jahja 5. Retail Finance Manager : Odhie T.4|Yu d h y Tri S uh ar no , S T
  5. 5. KCU Senayan membawahi 49 KCP, yaitu: 1. Capem Pasar Tanah Abang Blok B 26. Capem Iskandar Muda 2. Capem Cut Mutia 27. Capem Cempaka Mas 3. Capem Kalimas 28. Capem Tanah Abang Bukit 4. Capem Grand Wisata 29. Capem Taman Mini Square 5. Capem Cinere 30. Capem Cilandak 6. Capem Matraman 31. Capem Patal Senayan 7. Capem Bekasi Square 32. Capem Radio Dalam 8. Capem Ujung Menteng 33. Capem Simprug Teras 9. Capem Jababeka 34. Capem Cikarang 10. Capem Buaran 35. Capem Jatinegara 11. Capem Kramat Jati 36. Capem Tanah Abang 12. Capem Rawamangun 37. Capem Pondok Indah 13. Capem Graha Cempaka Mas 38. Capem Grand Wijaya 14. Capem Duta Mas Fatmawati 39. Capem Fatmawati 15. Capem Grand Mall Bekasi 40. Capem Kalimalang 16. Capem Fatmawati 2 41. Capem Unkris 17. Capem Kerawang 42. Capem Bekasi 18. Capem Panin Plasa (JPP) 43. Capem T.B. Simatupang 19. Capem Kerawang Plaza 44. Capem Permata Hijau 20. Capem Pondok Gede 45. Capem Margajaya 21. Capem Pulo Gadung Trade Centre 46. Capem B E J 22. Capem Dewi Sartika 47. Capem Sungai Sambas 23. Capem Taman Harapan Indah 48. Capem Kemang 24. Capem Sudirman 49. Capem Cipete 25. Capem Radio Dalam Dua5|Yu d h y Tri S uh ar no , S T
  6. 6. Struktur Organisasi Bank Panin KCU Senayan secara keseluruhan Branch Manager Dra. Melania A.W A. Haryanto D. Buntoro Secretary PIC UKPN Stella P. Hendri Fen Christy Accounting HR / GA Sri Wiji A. E. Fibriyani W. ICU MD. Faesal Heru S. HRMS Head Of Business Banking Head Of Retail Finance Operation Manager Andrew P. M. Ridwan Odhie T. Rudy Jahja RM Commercial Banking SMB Banking Head Of Head Of Monaliska S. CPH Bills Manager Manager Commercial Collection Cons. Banking Cons. Banking Harry A.M Subur M. Andrew T. / Stephan Andrew T. / Stephan Credit Andriani Home Loan Car Loan PB Reviewer Manager Manager Dewi Devianti Puti Y Shintia S. Commercial Team SMB Team Desk Collector Sub Branch CS Leader Leader Field Collector Coordinator Dewi Damai Desiana / Iloni Theresia / Retno Credit Collection Adm Home Loan Sales Rudy Jahja Reviewer Litigator Manager Head Of Retail Credit Forex Commercial SMB Account Supervisor Dewi S. / Made G. Credit Reviewer ProcessingSub Branch Manager Dealer Account Officer Shintia S. Head Osdi Osman Officer Credit Home Loan Cash Reviewer Account Management Account Relationship Officer CCPL Marketing Executive Gambar 1.2 Struktur Organisasi Bank Panin KCU Senayan 6|Yu d h y Tri S uh ar no , S T
  7. 7. 2. CREDIT PROCESSING2.1 Struktur Organisasi Credit Processing Head of Credit Processing Osdi Osman Head of Legal Head of CAAR Sri Retno Handayani, SH., MH Roedianto Poegoeh Legal Kredit Legal Admin Wuryanto R. Angelina Lorina Reporting LBU Haen Control Realisasi Exposure Laporan Joy SID ke BI Filling BI Appraisal Bank Laporan Checking Guarantee Nominatif Laporan Sandi ( Basel II ) Gambar 2.1 Struktur Organisasi Credit Processing Organisasi Credit Processing ini dipimpin oleh Bapak Osdi Osman membawahi dua bagian, yaitu Legal dan juga CAAR ( Credit Administration Advisor & Reporting ). Realisasi adalah bagian dari CAAR dimana bagian ini membantu Account Officer untuk merealisasikan perkreditan untuk nasabah. Proses yang terjadi diantaranya pemeriksaan nilai plafond sampai pemeriksaan kredibilitas nasabah. Bagian Realisasi terdiri dari atas 4 bagian, yaitu Control Exposure, Bank Guarantee, BI Checking & Appraisal. Selain bagian realisasi, terdapat satu bagian lagi dibawah CAAR yaitu Reporting. Reporting dibagi menjadi 5 bagian, yaitu LBU, Laporan Sandi ( Basel II ), Laporan SID ke BI, Laporan Nominatif dan Filling.7|Yu d h y Tri S uh ar no , S T
  8. 8. 2.2 Penjelasan Bagian Credit Administration Advisor & Reporting2.2.1 Control Exposure Pada Bank Panin KCU Senayan, bagian Control Exposure terdiri dari 5 orang yangmemiliki tugasnya masing – masing. Pengertian dari Control Exposure itu sendiri adalahproses realisasi kredit dengan memeriksa semua dokumen kredit yang telah disetujui olehKomite Kredit yang kemudian dimasukkan datanya kedalam ICBS. Dokumen kredit yang diperlukan adalah : a. MUKPR + Credit Scoring, b. TTUN ( Tanda terima Untuk Nasabah ), c. Offering Letter, d. Cover Note, e. Laporan Penilaian dari Tim Appraisal, f. Biaya Notaris dari Legal, g. Asuransi Kebakaran, dan h. Surat Kuasa untuk RTGS. MUKPR atau Memorandum Usulan Kredit Pemilikan Rumah dan juga Credit Scoringdibuat oleh Account Officer dengan maksud mengajukan usulan pinjaman kredit oleh debituruntuk membeli sebuah rumah. Isinya berupa data – data debitur termasuk didalamnya jangkawaktu pinjaman kredit dan juga jumlah plafond yang diminta. Credit Scoring dibuat untukmemberikan penilaian terhadap usulan kredit tersebut. Tanda Terima Untuk Nasabah ( TTUN ) adalah Tanda Terima yang dibuat dengantanda tangan debitur sebagai tanda bahwa uang pinjaman yang dicairkan telah diterimadengan baik oleh debitur. Offering Letter dibuat sebagai tanda bahwa permohonan kredit daridebitur dinyatakan telah disetujui. Untuk Laporan Penilaian berisikan penilaian yangdiberikan oleh Tim Appraisal kepada sebuah jaminan. Cover Note dibuat oleh Notaris, dan selanjutnya Biaya Notaris dari Legal yangmenandakan bahwa Notaris yang dipakai telah dibayar jasanya. Lalu Asuransi Kebakarandimana setiap KPR diwajibkan untuk mengambil asuransi kebakaran ini dikarenakan padaKPR biasanya yang menjadi jaminan adalah rumah itu sendiri, sehingga pihak perusahaanakan dapat mengurangi kemungkinan resiko yang timbul. Terakhir adalah Surat Kuasa yangdibuat untuk mendapatkan kuasa melakukan RTGS.8|Yu d h y Tri S uh ar no , S T
  9. 9. Selanjutnya setelah semua data telah dimasukkan kedalam ICBS, Control Exposureakan membuat Memo Realisasi untuk pencairan dana pinjaman dan melakukan penghapusanjaminan plafind & pelepasan pinjaman pada saat pelunasan telah terjadi dengan tanda MemoLunas.2.2.2 BI Checking BI Checking adalah suatu data yang berisikan data-data lengkap dari debitur,termasuk kolektibilitas debitur, jumlah plafond dan juga pinjaman nasabah yang ada di banklain. Kolektibilitas ini sendiri dibagi menjadi 5 bagian, yaitu : a. Lancar Debitur sama sekali tidak ada tunggakan pinjaman ( 0 hari ). b. Dalam Perhatian Khusus Debitur memiliki tunggakan dalam masa 1 – 90 hari berturut – turut. c. Kurang Lancar Debitur memiliki tunggakan dalam masa 91 – 120 hari berturut – turut. d. Meragukan Debitur memiliki tunggakan dalam masa 121 – 180 hari berturut – turut. e. Macet Debitur memiliki tunggakan dalam masa lebih dari 180 hari. Kolektibilitas ini diperbaharui setiap bulan sekali, jadi pada saat debitur berstatusDalam Perhatian Khusus dikarenakan tunggakan selama 90 hari, maka pada saat debiturtersebut melakukan pembayaran lunas sehingga tidak ada tunggakan padan bulan selanjutnya,maka status debitur tersebut menjadi Lancar. BI Checking ini menjadi sumber informasi Account Officer untuk pengambilankeputusan apakah debitur tersebut dapat diberikan pinjaman kredit atau tidak. BI Checkingsendiri merupakan hasil output dari SID dalam bentuk IDI History.2.2.3 Appraisal Tim Appraisal pada Bank Panin dibagi menjadi 2 bagian, yaitu Appraisal Internal danjuga Appraisal Eksternal. Tugas dari Tim Appraisal ini sendiri adalah untuk memberikansebuah penilaian pada suatu jaminan. Tim Ekternal terdiri dari Bapak Rizky, Bapak Rudi danjuga Bapak Arif, sedangkan Tim Internal sendiri terdiri dari Bapak Wawan dan timnya.9|Yu d h y Tri S uh ar no , S T
  10. 10. Perbedaannya adalah kalau Appraisal Internal penggunaan jasanya akan dikenakanbiaya Rp. 350.000 dengan jumlah nominal jaminan dibawah dari Rp. 5 Miliar. Sedangkanuntuk Appraisal Eksternal dikenakan biaya Rp. 750.000 dengan jumlah minimal jaminandiatas Rp. 5 Miliar. Appraisal Eksternal atau Internal yang akan dipakai tergantung dari TeamLeader / Debitur untuk memilih yang mana. Tim Appraisal menilai jaminan – jaminan sebagai berikut : a. Fixed Asset Sebidang tanah beserta bangunan diatasnya yang bisa dinilai / tanah saja. b. Mesin Mesin – mesin industri yang mempunyai nilai produksi yang digunakan untuk memproduksi suatu barang seperti mesin pembuatan plastik dan lain sebagainya. c. Kendaraan Kendaraan – kendaraan baru tergantung tahun & jenis mobil. Untuk KPR sendiri, yang bisa dijadikan jaminan hanyalah Fixed Asset. Depositotidak diperbolehkan menjadi jaminan, tapi untuk kejadian istimewa masih bisa tergantungdari kebijakan khusu Komite Kredit ( Deposito di Bank Panin ). Proses Appraisal biasanya membutuhkan waktu 2 – 3 hari kerja jika semuanya lancar.Biasanya terjadi hambatan dari nasabahnya sendiri. Pada saat tim Appraisal melakukansurvey ke lokasi, Account Officer harus memastikan bahwa ada orang / Contact Person yangdapat ditemui pada saat kunjungan. Selanjutnya jika ada kasus debitur tidak mau membayar jasa Appraisal, maka biayaakan diambil dari rekening M2D dan Account Officer yang terkait diwajibkan untukbertanggung jawab. Jika ternyata penilaian dari Tim Appraisal dirasa kecil atau tidak sesuai,Account Officer bisa melakukan perbandingan nilai dengan tambahan data pembanding dandata – data lain yang mendukung untuk perbaikan nilai dari suatu jaminan. Kantor Jasa Penilai Publik ( KJPP ) yang menjadi rekanan Bank Panin di TimAppraisal Eksternal adalah sebagai berikut : a. Maulana, Andesta & Rekan b. Teguh Hermawan & Rekan c. Jimmy Prasetyo & Rekan10 | Y u d h y T r i S u h a r n o , S T
  11. 11. Pada saat pengajuan Appraisal, Account Officer diwajibkan mengisi formulirAppraisal terlebih dahulu dengan melampirkan dokumen – dokumen yang diperlukan sepertifotokopi SHM, dan juga IMB. Isi dari formulir Appraisal itu sendiri adalah sebagai berikut : a. Jenis Jaminan - Tanah Kosong - Rumah Tinggal / Apartemen - Ruko / Rukan - Pabrik / Gudang - SHM / SHGB / SHMASRS / PPJB - IMB - PBB b. Alamat Lengkap Objek c. Contact Person d. Plafond Kredit yang Diminta - KPR < Rp. 700.000.000 - KPR > Rp. 700.000.000 - SMB e. Appraisal yang diajukan - Internal - Eksternal f. Note dari AO2.2.4 Bank Guarantee / Bank Garansi Bank Garansi adalah suatu pernyataan tertulis yang merupakan jaminan yangdiberikan bank kepada pemohon untuk menjamin pemohon tersebut dalam pelaksanaanproyek / tender, uang muka dan kontrak. Bank Garansi tidak meng-cover keseluruhan nilaikontrak hanya sekitar 1% sampai dengan 5%.11 | Y u d h y T r i S u h a r n o , S T
  12. 12. Bank Garansi di Bank Panin ada beberapa jenis, antara lain : a. Bid Bond Menjamin Debitur dalam penawaran / Tender Bond dan memiliki kode (12) b. Performance Bond Menjamin Debitur dalam pelaksanaan proyek dan memiliki kode (14) c. Advance Payment Bond Menjamin Uang Muka yang telah diterima Debitur dan memiliki kode (18) Alur kerja dalam sub unit Bank Garansi yaitu : a. Fasilitas Bank Garansi dibuat biasanya berdasarkan fasilitas yang sudah dibuat oleh bagian Legal. b. Kemudian Bank Garansi dibuat berdasarkan persyaratan dokumen- dokumen yang sudah diurus oleh Account Officer. c. Bank Garansi asli akan dipegang oleh pihak ketiga, apabila proyek telah selesai dan semuanya bejalan lancar, maka Bank Garansi tersebut akan dikembalikan kepada debitur. d. Untuk penyelesaian atau pencairan penjaminan kredit dilakukan berdasarkan memo kredit yang sudah dibuat oleh Account Officer. Isi dari surat MPK ( Memorandum Pembukuan Kredit ) terdiri dari Jangka WaktuBank Garansi, Nilai Plafond, Data Debitur, Surat Permohonan yang diberikan debitur danjuga surat dari debitur itu sendiri. Biaya Bank Garansi terdiri dari : a. Biaya Administrasi Tergantung dari MPK dan kebijakan dari cabang mau dikenakan biaya besarnya Biaya Administrasi. b. Komisi Sekitar 1 % dengan rumusan : 1% X Jangka Waktu B/G X Nominal B/G 360 ( harian ) atau 12 ( bulan ) Form yang digunakan dalam Bank Garansi, yaitu : a. Form 29A : Jenis Bank Garansi b. Form 29B : Jaminan / Jenis Agunan ( 041/Deposito, 045/Cash Margin, 176/Fixed Asset )12 | Y u d h y T r i S u h a r n o , S T
  13. 13. Berikut adalah penjelasan mengenai jenis – jenis jaminan : a. Deposito Back to Back Deposito yang dijaminkan untuk fasilitas pinjaman. Nominal Deposito tersebut harus melebihi plafond pinjaman b. Cash Margin Dan cash yang ada di rekening nasabah dan saldo direkening tersebut dihold sejumlah nilai Bank Garansi. Penomoran Bank Garansi dapat dijelaskan dibawah ini : 11707/BGR/243/000/1011 Nomor Bank Garansi dari awal sampai sekarang Kode Bank Nomor Bank Garansi dalam 1 tahun Bulan & Tahun2.2.5 Penjelasan Bagian Reporting2.2.5.1 LBU ( Laporan Bank Umum ) Bagian LBU memiliki tugas untuk memastikan semua proses kredit berjalan dengansemestinya. Tugas dari LBU ada 2, yaitu : a. Kegiatan Reporting - Pemantauan ( Perbaikan Sandi )  Melihat tujuan pengambilan kredit dan sektor ekonomi  Golongan debitur  Cek & ricek laporan bulan sebelumnya - Perbaikan  Jika terjadi kesalahan dalam penginputan  Perubahan Kolektibilitas  Perbaikan Jaminan - Pelaporan  Melaporkan setiap perubahan rekapitulasi kredit setiap akhir bulan  Cetak laporan terkait pemberian fasilitas kredit  Laporan kualitas aktiva produktif13 | Y u d h y T r i S u h a r n o , S T
  14. 14. b. Tugas Reporting - Maintenance Kolektibilitas ( Jika ada perubahan kolektibilitas, maka perubahan akan mengikuti kolektibilitas terburuk ) - Mencocokkan Outstanding dan longgar tarik per produk dengan neraca - Debitur yang salah isi jaminan - Mengirimkan Laporan Bulanan ke BI sebelum tanggal 12 tiap bulannya2.2.5.2 Laporan Sandi ( Basel II ) Laporan sandi ( Basel II ) adalah laporan yang pelaporannya menggunakan sandi –sandi BI, berisi dari kurang jauh 48 form dan setiap form dikerjakan oleh bagian – bagiankredit. Code From yang sering digunakan : a. 11  Form Kredit yang Diberikan b. 44  Form Bank Garansi c. 47  Realisasi Kredit Baru d. 48  Pelimpahan Kredit Baru Sandi – sandi yang sering digunakan oleh Account Officer KPR : a. Hubungan dengan Bank - 1  Terkait dengan bank - 2  Tidak terkait dengan bank b. Status Debitur - 1  Perusahaan Induk - 2  Perusahaan Anak c. Kategori Debitur - 99  Lain - lain d. Kategori Portfolio - 10  Pemerintahan - 11  Bank - 38  Kredit Bangun rumah tinggal - 36  Ritel - 35  Korporasi lainnya - 99  Lainnya14 | Y u d h y T r i S u h a r n o , S T
  15. 15. e. Jenis Kredit - 05  Kredit yang diberikan - 10  Kredit Sindikasi f. Sifat Kredit - 1  Kredit yang direstrukturisasi / pemecahan plafond - 2  Pengambilalihan kredit ( Take Over ) - 3  Kredit Subordinasi - 4  Lainnya g. Jenis Penggunaan - 1  Modal kerja - 2  Investasi ( Jika beli rumah untuk dibisniskan ) - 3  Konsumsi h. Properti Residensial - 176  Rumah Tinggal - 177  Apartemen / Rumah Susun Sifat agunan ada 2, yaitu : a. Eligible Agunan yang melibatkan notaris dan bentuknya cash collateral (tabungan, deposito) b. Non Eligible Agunan yang tidak melibatkan notaris dan bentuknya non cash Biasanya untuk ruko & rukan tidak bisa KPR murni, tapi bisa ditawarkan KPR Ekstra(194) dan New Ekstra (195). Sedangkan batas laporan Basel II ke BI adalah tanggal 5 setiapbulannya dan untuk kesalahan satu record dikenakan biaya Rp. 100.0002.2.5.3 Laporan SID ke BI SID ( Sistem Informasi Debitur ) dibagi menjadi 2, yaitu : a. SID Web - Langsung ke BI untuk melihat Debitur Identification Number (DIN) - Laporan Bulanan Data Debitur ke BI - Melihat Informasi Debitur15 | Y u d h y T r i S u h a r n o , S T
  16. 16. b. SID Pelapor - Data Debitur yang ada di bank dimana pelaporannya bersamaan dengan Laporan Bulanan Langkah pertama adalah memeriksa apakah debitur sudah mempunyai DIN ataubelum melalui tiga data, yaitu Nomor KTP, Tanggal Lahir dan Nama Lengkap. Pemeriksaanpertama dilihat dulu dari data yang ada di Bank Panin, jika tidak ada maka baru dilakukanpemeriksaan ke BI. Pada saat pemeriksaan di BI, sistem akan periksa adakah data yang samaatau tidak. Jika sama, maka kita akan menggunakan data tersebut. Jika tidak ada, maka sistemBI akan secara otomatis membuat DIN baru dengan data yang kita input. Data output yangkeluar dari SID dalam bentuk IDI History atau disebut BI Checking. Setelah DIN didapatkan, Debitur akan dikelompokkan menjadi 2 bagian, yaituperorangan dan badan usaha. Selanjutnya formulir yang harus dielangkapi sebagai berikut : a. Data Debitur b. Data Pengurus / Pemilik c. Data Penyediaan Dana d. Data Agunan / Pinjaman e. Kontrol LBU f. Laporan Keuangan Debitur Jika debitur perorangan, formulir data pengurus / pemilik dan formulir LaporanKeuangan tidak diisi. Formulir data pengurus / pemilik khusus debitur badan usaha.Sedangkan Laporan Keuangan Debitur akan diminta jika pinjaman sebuah badan usahadengan plafond hingga lebih dari Rp. 5 Miliar. Untuk data penyediaan dana dibagi menjadi 4bagian, yaitu : a. Penempatan pada bank lain b. Data kredit yang diberikan c. Letter of Credit d. Bank Garansi2.2.5.4 Laporan Nominatif Laporan Nominatif adalah Laporan Internal dalam Bank Panin yang melaporkanberbagai macam hal ke bagian – bagian terkait. Macam – macam Laporan Nominatif :16 | Y u d h y T r i S u h a r n o , S T
  17. 17. a. Laporan KAP ( Kualitas Aktiva Produktif ) Mengenai semua yang berhubungan dengan kolektibilitas baik itu macet, lancar dan lain – lain. b. Laporan DPU Kredit biaya yang ditangguhkan ( kolektibilitas 2, 3, 4, dan 5 ) c. Laporan Jaminan Back to Back Jaminan yang menjaminkan Deposito d. Laporan Master Jaminan & Asuransi e. Rekapitulasi Kredit f. Laporan Plafond & Realisasi g. Laporan PPAP ( Pencadangan Penghapusan Aktiva Produktif ) Laporan yang baik – baik saja, tapi dilakukan sebuah pencadangan untuk meminimalisasi resiko h. Laporan BMPK ( Batas Maksimum Pemberian Kredit ) i. Laporan Penyelesaian Kredit Biaya Bermasalah Laporan yang berisikan data – data debitur dengan kolektibilitas 3, 4 dan 5.2.2.6 Filling Filling adalah akhir dari semua, dimana data disimpan dan jika sudah lunas, makadata tersebut akan dimusnahkan. Ada 2 cara penyimpanan berkas, pertama penyimpananberkas didalam File Biru / Bandex untuk SMB, PRK, PJP dan lain sebagainya, kedua dalamMap Folder khusus untuk berkas – berkas KPR. Untuk penempatan berkasnya sendiridibedakan kembali, File Biru / Bandex akan disusun secara alfabetis dengan tambahan labelyang terdapat nomor rekening nasabah dan juga kode file. Sedangkan untuk Map Folder,penempatannya akan disusun secara bulan tanpa ada keterangan tambahan pada label. Filling dibagi menjadi 2 bagian, yaitu : a. File Baru Berkas dari nasabah yang benar-benar baru / sudah pernah tapi statusnya lunas. b. File Perpanjangan a. Perpanjangan MRK dari yang sudah ada karena jangka waktunya habis b. Penambahan Plafond dari yang sebelumnya hingga total baru selama nilai jaminan masih mencukupi17 | Y u d h y T r i S u h a r n o , S T
  18. 18. c. Penurunan Plafond pada saat nasabah sudah tidak kuat membayar dengan nominal plafond lama dan meminta penurunan plafond d. Penambahan Fasilitas dari nasabah yang awalnya hanya mengambil PRK, sekarang ambil fasilitas baru seperti PJP Urutan File didalam filling : a. Rekomendasi & Persetujuan Kredit - Surat Permohonan Kredit - MRK dan CFR - Memo – memo Persetujuan Komentar – komentar dari Komite Kredit - Offering Letter - Korespodensi - MPF b. Informasi Umum - Laporan Keuangan Nasabah ( Call Report ) - Keterangan Umum Nasabah ( Base Memo ) - Brosur – brosur, Kliping berita & Informasi lainnya - Company Profile - Informasi Relasi Dagang ( Trade Checking ) & Bank Checking - Informasi Negatif dari Pihak III di luar Bank c. Analisa Keuangan - Spread Sheet - Laporan Keuangan ( Neraca & Rugi / Laba ) & Cash Flow - Informasi Finansial lainnya d. Dokumen Legal - Copy Keterangan Notaris / Memo dari bagian / Biro Hukum mengenai PK dan Pengikatan Jaminan - Copy PK Intern, Perubahan PK Intern - Copy Surat – surat Jaminan - Memo bagian / Biro Hukum mengenai Risalah Akta Pendirian dan Akta Perubahan - Copy KTP, Izin usaha, TDP, NPWP, Kartu Keluarga18 | Y u d h y T r i S u h a r n o , S T
  19. 19. e. Penilaian Jaminan - Laporan Hasil Penilaian Jaminan - Foto / Dokumentasi Jaminan f. Pemeriksaan & Pengawasan - Laporan Hasil Pemeriksaan Kredit oleh BPP & UPI - Checklist Dokumentasi terbaru - Klasifikasi Kredit beserta mutasi rekening (debitur klasifikasi KL, D & M) g. Realisasi Kredit - MPK / Memo Pencairan - Copy Aksep / Promes - Memo Internal & Korespondensi yang berhubungan dengan pencairan kredit, pembayaran bunga, penyesuaian suku bunga, peringatan atas penunggakan cicilan & lain sebagainya2.3 Penjelasan Bagian Legal2.3.1 Struktur Organisasi Legal Head of Credit Processing Osdi Osman Head of Legal Head of CAAR Sri Retno Handayani, SH., MH. Roedianto Poegoeh Legal Kredit Legal Admin Realisasi Reporting Wuryanto R. Angelina Lorina Joy Haen R. Danang B. | Seto Mantiri Dwi Ananto | Syam | Aziz | Rihana Febrianto L. | Juliston | Rosi | Septiana Irma | Sekar | Rizal Putu Gambar 2.2 Struktur Organisasi Legal19 | Y u d h y T r i S u h a r n o , S T
  20. 20. Bagian dari Legal dibagi lagi menjadi dua yaitu bagian Legal Kredit dan juga LegalAdmin. Bagian Legal Kredit bertugas untuk memproses semua berkas-berkas akad kredittermasuk memeriksa semua dokumen-dokumen dari debitur yang diserahkan oleh AccountOfficer apakah sudah lengkap atau belum (Anak-anak Hukum). Sedangkan pada bagianLegal Admin lebih bertugas untuk maintenance file-file yang sudah ada dan jugapenyimpanan jaminan-jaminan ke dalam khasanah (Anak-anak Custodian).2.3.2 Jenis – Jenis Pengikatan Kredit & Jaminan Untuk jenis – jenis pengikatan terdiri dari dua macam, yaitu : a. Akta Pengikatan Kredit Untuk Pengikatan Kredit, yang diperlukan adalah tanda tangan dari pihak debitur ditambah dengan pasangan dan dilegalisir oleh Notaris. Jika ada suatu peristiwa yang menyebabkan pasangan debitur berhalangan hadir, pengikatan kredit masih bisa dilakukan dengan cara: - Surat Kuasa Persetujuan Kredit dari Pasangan Jika pasangan debitur berada diluar kota tetapi masih didalam negeri, maka Surat Kuasa ditandatangani oleh pasangan debitur dan dilegalisasi oleh Notaris. Jika pasangan debitur berada diluar negeri, maka Surat Kuasa dilegalisasi oleh pejabat yang berwenang melakukan legalisasi dinegara tersebut. - Penjadwalan Ulang Diadakan penjadwalan ulang dengan mencari jadwal yang semua bisa hadir dalam satu waktu. Cara ini merupakan jalan terakhir. Akta Pengikatan Kredit terdiri dari: - Perjanjian Kredit ( PK ) Akta Perjanjian Kredit dibuat untuk semua fasilitas kredit, dimana akta ini akan memuat ketentuan mengenai janji untuk memberikan Hak Tanggungan sebagai jaminan pelunasan hutang. - Pengakuan Hutang ( PH ) Akta Pengakuan Hutang akan berlaku pada saat calon debitur menandatangani Akad Kredit. Akta ini dibuat untuk semua fasilitas kecuali fasilitas Pinjaman Rekening Koran dan Pinjaman Berulang.20 | Y u d h y T r i S u h a r n o , S T
  21. 21. b. Akta Pengikatan Jaminan Akta ini ditandatangani penjamin dan akan berfungsi sebagai media pemasangan Hak Tanggungan. Akta Pengikatan Kredit terdiri dari: - APHT ( Akta Pemberian Hak Tanggungan ) Dengan APHT, debitur bersedia untuk memberikan Hak Tanggungan atas jaminan sertifikat yang diserahkan kepada Bank dengan jangka waktu hanya 7 hari kerja. - SKMHT ( Surat Kuasa Membebankan Hak Tanggungan ) Jangka waktu SKMHT adalah 1 sampai 3 bulan. Jangka waktu yang lumayan lama ini digunakan untuk membuat Sertifikat Hak Tanggungan yang diterbitkan oleh Badan Pertanahan Nasional dan juga mengikat jaminan yang sudah ada sertifikatnya. Selain itu waktu tiga bulan ditetapkan pada saat Sertifikat Hak Atas Tanah masih dalam proses penerbitan di BPN, ada proses take over jual beli, atau ada proses balik nama. - PPJK ( Perjanjian Pengikatan Jaminan Kuasa ) PPJK tidak ada jangka waktu, debitur menyerahkan jaminan berupa PPJB ( Perjanjian Pengikatan Jual Beli ) dan jaminan tersebut belum bersertifikat atau masih bersertifikat induk. Objek Hak Tanggungan yang diakui oleh bank sebagai jaminan ada 3 macam, yaitu : a. SHM ( Sertifikat Hak Milik ) Sertifikat Hak Milik bersifat perorangan dan mutlak (tidak ada jangka waktu sampai dialihkan). b. SHGB ( Sertifikat Hak Guna Bangunan ) Sertifikat Hak Guna Bangunan (SHGB) ada jangka waktunya dan bisa dimiliki perorangan maupun badan usaha. SHGB dengan jangka waktu 20 tahun dan dapat diperpanjang atau ditingkatkan menjadi SHM. c. SHMASRS (Sertifikat Hak Milik Atas Satuan Rumah Susun) Hak Milik atas Satuan Rumah Susun (SHMASRS) yang didirikan diatas tanah HM atau HGB (termasuk apartemen dan kios).21 | Y u d h y T r i S u h a r n o , S T
  22. 22. 2.3.3 Cara Pengikatan Kredit Cara pengikatan kredit dibagi menjadi dua macam, yaitu : a. Notarill Pengikatan kredit dan jaminan yang dilakukan dihadapan pejabat berwenang, biasanya jaminan berupa fixed asset. b. Unnotarill Pengikatan kredit yang dilakukan dibawah tangan dan tidak dilakukan di hadapan pejabat berwenang. Pengikatan secara unnotariil terbagi menjadi 4, yaitu : a. Fasilitas back to back, b. Perpanjangan fasilitas, c. Perubahan Plafond, d. Perubahan jangka waktu.2.3.4 Take Over Take Over dibagi menjadi 4 bagian, yaitu: a. Take Over Murni, Perpindahan proses kredit dari satu bank ke bank lain dimana persyaratan tetap dengan debitur yang sama. b. Take Over Plus, Pada Take Over Plus ini, ada penambahan Plafond selama Nilai Jaminan dari debitur tersebut masih mencukupi. c. Take Over Jual Beli, Sama dengan Take Over Murni, bedanya pada Take Over ini terjadi transaksi jual beli dan proses perpindahan kredit dari satu bank ke bank lain yang melibatkan dua debitur yang berbeda ( Penjual & Pembeli ) d. Take Over Serumah Pada Take Over ini, terjadi pengambilan fasilitas baru dengan syarat pinjaman kredit debitur sebelumnya harus dilunasi terlebih dahulu. Sedangkan sebaliknya, debitur sekarang dapat melakukan pengambilan fasilitas baru pada saat pinjaman kredit debitur tersebut sebelumnya belum lunas selama jumlah dari jaminan masih cover. Kejadian kebalikan dari Take Over Serumah ini dinamakan Paripasu.22 | Y u d h y T r i S u h a r n o , S T
  23. 23. Untuk dapat melakukan proses Take Over ini, Account Officer wajib mengumpulkan data – data sebagai berikut : a. Surat Pemberitahuan akan Take Over, b. Tanda Terima Dokumen dari Bank lainnya, c. Contact Person dari Bank lain23 | Y u d h y T r i S u h a r n o , S T
  24. 24. 3. LOAN ADMIN3.1 Struktur Organisasi Loan Admin Head Of Loan Admin Ingdrawati Authorized Signer Sim Soen Staff Cindy Ricky Agus Mira Ali Clara Rudi Manik Femmy Gambar 3.1 Struktur Organisasi Loan Admin Bagian Loan Admin KCU Senayan ini dipimpin oleh Bu Ingdrawati dibantu olehBapak Sim Soen dan juga para staff. Pada bagian ini, yang menjadi Authorized Signer selainBapak Sim Soen adalah Ibu Ingdrawati sendiri. Staff dari bagian ini sendiri terbagi lagimenjadi bagian yang melakukan penginputan data dan juga maintenance data yang dilakukansetiap harinya untuk mencegah terjadinya selisih. Untuk penginputan datanya sendiri terdiridari beberapa lapis seperti penginputan didalam ICBS dan juga di CBS Teller. Hal ini untukmeminimalisir resiko yang mungkin dapat terjadi. Pada intinya Loan Admin adalah suatu bagian dalam proses peminjaman kreditsebagai proses akhir dalam peminjaman yaitu mencairkan kredit yang disetujui dalam proseskredit tersebut.24 | Y u d h y T r i S u h a r n o , S T
  25. 25. Tugas utama dari Loan Admin : 1. Pencairan Kredit 2. Pembayaran Angsuran 3. Pelunasan Kredit Dalam proses pencairan kredit, Loan Admin menggunakan 2 sistem utama yang telahdijelaskan sebelumnya yaitu ICBS dan CBS Teller. Yang digunakan pada ICBS adalahbagian Loan System yang digunakan untuk membuat nomor loan (aksep) rekening kreditdebitur serta pembuatan schedule angsuran kredit debitur dari awal hingga akhir pembayarandebitur. Sistem yang kedua CBS Teller adalah sistem yang digunakan untuk mendebetrekening debitur untuk pendebetan biaya - biaya yang ada ataupun mengkredit rekeningdebitur untuk dropping kredit.3.2 Alur Pencairan Kredit Alur Pencairan Kredit yang terjadi di bagian Loan Admin ini adalah sebagai berikut: 1. Loan Admin menerima MPK, MPF, disertai dengan TTUN dari bagian CAAR ( Credit Administration Advisor & Reporting ). 2. Proses transaksi pencairan di loan system ICBS diawali dengan melakukan penginputan nomor loan di ICBS yang terdiri dari 12 digit dengan penjelasan sebagai berikut : XXX – XXX – XXXXX – X ( Kode Cabang - Kode Produk – Nomor Urut - Cek Digit ) 3. Mengaktifkan nomor loan dengan menggunakan menu ‘post initial disbursement’. Sistem menggunakan jurnal sebagai berikut: Debet : Pinjaman Kredit : Note Clearing 4. Memilih cara pembayaran fasilitas kredit antara schedule atau non schedule. 5. Melakukan maintenance SI (Standing Instruction). 6. Mencetak schedule sebanyak 3 rangkap untuk diberikan ke AO, Loan Admin, dan Pembukuan. 7. Mencetak nota kredit.25 | Y u d h y T r i S u h a r n o , S T
  26. 26. 8. Menginput CBS Teller ( pencairan dana ke rekening nasabah ) dengan jurnal sebagai berikut: Debet : Note Clearing Kredit : Rekening debitur Mendebet biaya-biaya dengan menggunakan jurnal : Debet : Rekening Debitur Kredit : Biaya administrasi, provisi, asuransi, appraisal, notaris. 9. Mencetak jurnal CBS Teller guna untuk meneliti kebenaran inputan dengan dokumen terkait. Jika benar, dokumen ditandatangani oleh supervisor dan Head of Loan Admin. 10. Hasil inputan dan bukti tranksaksi (MPF, MPK, nota kredit, dan transaksi CBS Teller) disimpan secara rapi di pembukuan. a. Commercial - SMART menggunakan MPK (Memorandum Pembukuan Kredit) dan MPF (Memorandum Penyediaan Fasilitas) dan dilampirkan TTUN. - KSG menggunakan MRKSG (Memorandum Rekomendasi Kredit Serba Guna) dan dilampirkan TTUN. b. Consumer  KPR KPR menggunakan MUKPR (Memorandum Usulan Kredit Pemilikan Rumah) disertai TTUN, Memo Realisasi, Asuransi, Notaris, Asuransi (Jiwa dan Kebakaran), dan Surat Kuasa. - MPK (Memorandum Pembukuan Kredit) MPK dibuat oleh Account Officer yang digunakan sebagai media pencairan yaitu instruksi pencairan kredit (dropping dana). Data- data yang dibutuhkan oleh Admin Loan berdasarkan MPK adalah nama debitur, jenis fasilitas, nomor rekening, nama cabang, mata uang, plafond, baki debet, bunga, provisi, administrasi, tanggal jatuh tempo, tanggal aksep, tanggal jatuh tempo aksep dan pembayaran angsuran secara scheduled/non scheduled.26 | Y u d h y T r i S u h a r n o , S T
  27. 27. Scheduled adalah pembayaran angsuran yang dilakukan setiap bulan pada tanggal jatuh tempo angsuran tersebut (sesuai dengan tanggal pencairan dana) dalam bentuk angsuran pokok + bunga pinjaman (PJP, PJM, PT). Non scheduled adalah pembayaran bunga pinjaman atas plafond yang digunakan di setiap awal bulan sedangkan pokok pinjaman dibayarakan pada saat jatuh tempo fasilitas kredit (PB dan TR). Khusus untuk fasilitas PRK, tidak menggunakan MPK karena plafond sudah langsung dipasang di rekening giro debitur oleh bagian CAAR. - MPF (Memorandum Penyediaan Fasilitas) MPF dibuat oleh bagian CAAR dan diserahkan ke Admin Loan. Data-data yang dibutuhkan oleh Loan Admin berdasarkan MPF adalah nama obligor, nama debitur, nomor rekening, nomor CIF, jenis fasilitas, plafond, jumlah dana yang didebet, tanggal jatuh tempo, bunga, provisi, dan rincian biaya - biaya yang harus didebet di rekening debitur antara lain :  Biaya Provisi  Biaya Administrasi  Biaya Asuransi jiwa (optional)  Biaya Asuransi kebakaran  Biaya Appraisal  Biaya Notaris - Memo Realisasi Memo Realisasi dibuat oleh bagian CAAR. Data-data yang dibutuhkan oleh Loan Admin berdasarkan Memo Realisasi adalah nama debitur, nama cabang, jenis fasilitas, nomor rekening, plafond kredit, nama paket, tanggal realisasi, nomor CIF, plafond, suku bunga, uang muka, provisi, tenor, biaya-biaya antara lain biaya provisi, biaya administrasi, biaya appraisal, biaya notaris, biaya SKMHT / APHT, biaya cek sertifikat, biaya premi asuransi kebakaran dan jiwa, dana akan ditransfer ke, pada bank, nomor rekening, nominal.  KPM KPM menggunakan MKPM (Memorandum Kredit Pemilikan Mobil).27 | Y u d h y T r i S u h a r n o , S T
  28. 28. 3.3 Proses Pelunasan Kredit Macam-macam pelunasan, dibagi menjadi 3; a. Pelunasan pinjaman yang dipercepat Alur proses pelunasan pinjaman yang dipercepat : o Loan Admin menerima memo dari AO sebanyak 2 rangkap (asli dan copy) yang berisi outstanding, bunga berjalan, biaya administrasi, biaya penalti, dan denda. o Admin Loan mencocokkan data-data yang tertera di memo dengan data ICBS. o Menginput ke ICBS untuk pay off (melunaskan atau non aktifkan nomor loan nya). Sistem menggunakan jurnal : Debet : Note Clearing Kredit : Hutang Pokok, Bunga Berjalan, Denda o Menginput nota debet ke dalam CBS Teller dengan menggunakan jurnal: Debet : Rekening debitur Kredit : Note Clearing o Mencetak jurnal CBS teller dan teliti kebenaran inputan dengan dokumen terkait, jika benar dokumen ditandatangani oleh supervisor dan Head of Loan Admin. o Memo pelunasan asli diberikan ke bagian CAAR untuk pelepasan jaminan oleh credit processing dan memo copy di file di loan admin (hasil inputan dan bukti transaksi disimpan dengan rapi). b. Pelunasan sebagian dipercepat Alur pelunasan sebagian adalah :  Loan Admin menerima memo dari AO sebanyak 2 rangkap (asli dan copy).  Menginput di ICBS menggunakan menu post unschedule payment. Sistem menggunakan jurnal : Debet : Note Clearing Kredit : Hutang Pokok  Mencetak schedule baru dan nota debet.  Menginput ICBS untuk setting angsuran baru.28 | Y u d h y T r i S u h a r n o , S T
  29. 29.  Melakukan pendebetan di PS Teller sejumlah pelunasan yang akan dibayarkan dengan jurnal: Debet : Rekening debitur Kredit : Note Clearing  Hasil inputan dan bukti transaksi disimpan dengan rapi.  Memo copy pelunasan sebagian, schedule lama dan schedule baru difile oleh bagian Loan Admin dan memo asli di file di bagian pembukuan. c. Pelunasan sesuai jadwal jatuh tempo Proses pelunasan sesuai dengan jadwal, bagian Admin Loan tidak melakukan inputan di ICBS atau pendebetan. Alur pelunasan sesuai jadwal adalah ;  Loan Admin menerima memo pelunasan dari AO kemudian di cap LUNAS, tanggal, dan tanda tangan supervisor dan Head of Admin Loan.  Memo asli diberikan ke CAAR untuk pelepasan jaminan dan memo copy diikat jadi satu dengan bukti transaksi dan diberikan ke bagian pembukuan.3.4 Proses Pembayaran Angsuran Dengan Standing Order Alur Pembayaran Angsuran :  Pembayaran angsuran secara otomatis dilakukan oleh sistem Standing Instruction yang terdapat dalam loan ICBS yang akan mendebet secara langsung rekening debitur yang pinjaman kreditnya jatuh tempo pada hari tersebut. Namun, sistem ini tidak berfungsi selama hari libur (sabtu dan minggu). Jika angsuran debitur jatuh tempo pada hari libur maka pendebetan rekening akan dilakukan pada hari masuk kerja.  Mencetak daftar transaksi yang berhasil dilakukan SI dan cek kebenarannya transaksinya (yang mencetak BTI Kantor Pusat).  Untuk tranksaksi yang gagal dilakukan oleh SI, maka akan dilakukan pendebetan secara manual oleh CBS Teller Loan Admin.  Hasil cetakan disimpan.29 | Y u d h y T r i S u h a r n o , S T
  30. 30. 3.5 Proses Pembayaran Bunga Kredit Setiap hari, keterlambatan pembayaran angsuran dibebankan denda sebesar 48% per tahun atau 4% per bulan dari total angsuran. Perhitungan denda terlambat membayar angsuran : Jumlah hari angsuran x angsuran x bunga 360 hari Perhitungan rumus bunga berjalan : Jumlah hari angsuran x sisa saldo pinjaman x bunga 360 hari3.6 Laporan Yang Terkait Loan Admin Laporan yang terkait dengan bagian Loan Admin harus dicetak tiap akhir bulannya dan dikirim ke BAK, antara lain : 1. Laporan Cadangan Cerukan Laporan cadangan cerukan dibuat jika debitur kelebihan pemakaian plafond yang disebabkan karena bunga yang belum dibayarkan untuk fasilitas PRK (Pinjaman Rekening Koran). Bunga denda yang dikenakan adalah sebesar 48% dari cerukan. Laporan cadangan cerukan dibukukan tiap akhir bulan dengan perhitungan : Laporan cadangan cerukan = Jumlah cerukan bulan ini – Jumlah cerukan bulan lalu - Jika hasil cerukan bertambah maka jurnalnya : Debet : Biaya Cadangan Cerukan Kredit : Cadangan Cerukan - Jika hasil cerukan berkurang maka jurnalnya : Debet : Cadangan Cerukan Kredit : Biaya Cadangan Cerukan 2. Laporan Cadangan Tagihan Bunga Laporan cadangan tagihan bunga adalah laporan yang berisi tunggakan bunga untuk semua fasilitas (kecuali PRK) yang memiliki kolektibilitas 2 (Dalam perhatian khusus).30 | Y u d h y T r i S u h a r n o , S T
  31. 31. Laporan cadangan tagihan bunga pinjaman dibukukan tiap akhir bulan dengan perhitungan : Laporan cadangan tagihan bunga pinjaman = Jumlah cadangan tagihan bulan ini – Jumlah tagihan bulan lalu - Jika hasil tagihan bertambah maka jurnalnya : Debet : Biaya cadangan tagihan bunga pinjaman Kredit : Cadangan tagihan bunga pinjaman - Jika hasil tagihan berkurang maka jurnalnya : Debet : Cadangan tagihan bunga pinjaman Kredit : Biaya cadangan tagihan bunga pinjaman 3. Laporan Ektsrakomtable Laporan Ekstrakomtable adalah suatu laporan yang menghitung jumlah bunga semua fasilitas yang memiliki kolektibilitas mulai dari kolektibilitas 3 sampai 5 (kurang lancar sampai dengan macet). Laporan Ekstrakomtable menggunakan perhitungan : Laporan Ekstrakomtable = Jumlah ekstrakomtable bulan ini – jumlah ekstrakomtable bulan lalu - Jika hasil ekstrakomtable bertambah maka jurnalnya : Debet : Pendapatan bunga kredit dalam penyelesaian Kredit : Pendapatan bunga kredit dalam penyelesaian kontra - Jika hasil ekstrakomtable berkurang maka jurnalnya : Debet : Pendapatan bunga kredit dalam penyelesaian kontra Kredit : Pendapatan bunga kredit dalam penyelesaian31 | Y u d h y T r i S u h a r n o , S T
  32. 32. 3.7 Proses Pelepasan Jaminan Memo bukti pelunasan pinjaman yang dibuat oleh AO Memo tersebut di cap “LUNAS” oleh bagian Loan Admin lalu penghapusan nomor aksep / nomor loan dalam sistem Memo tersebut dikirim ke bagian CAAR untuk penghapusan jaminan plafond Memo tersebut dikirim ke bagian Legal untuk pelepasan jaminan dalam bentuk surat Roya yang ditujukan ke BPN untuk penghapusan Hak Tanggungan3.8 Write Off Write off adalah penghapusan hutang-hutang debitur yang macet dengan caradicharge-off dari system ICBS dan memindahkan hutang pokok dan hutang bunganya kerekening administratif kredit yang dihapusbuku. Laporan write off terdiri dari dua yaituLaporan Hapus Buku dan Laporan Hapus Tagih. Penghapusan ini hanya diketahui olehpihak intern Panin Bank. Apabila debitur ingin melakukan pembayaran makadibukukan/dikreditkan ke cadangan pinjaman yang diklasifikasikan. a. Laporan Hapus Buku Proses Hapus Buku : 1. Admin Loan menerima memo write off yang telah ditandatangani oleh komite kredit direksi. 2. Melakukan charge off di ICBS dengan jurnal : Debet : Cadangan pinjaman yang diklasifikasikan Kredit : Jenis pinjaman32 | Y u d h y T r i S u h a r n o , S T
  33. 33. 3. Melakukan penghapusan dari neraca dengan jurnal : Untuk Pokok Pinjaman, jurnalnya : Debet : Kredit yang dihapus buku Kredit : Kredit yang dihapus buku kontra Untuk Bunga Pinjaman, jurnalnya : Debet : Bunga kredit yang dihapus buku Kredit : Bunga kredit yang dihapus buku kontra Apabila pelunasan sebagian maka jurnalnya : Debet : Kredit yang dihapus buku kontra Kredit : Kredit yang dihapus buku b. Laporan Hapus Tagih Laporan hapus tagih adalah dari hapus buku dipindahkan ke laporan hapus tagih kemudian dihapuskan dari neraca. Laporan ini dapat dibuat apabila ada memo dari komite kredit. Jurnalnya adalah : - Untuk Pokok Pinjaman : Debet : Kredit yang dihapus buku kontra Kredit : Kredit yang dihapus buku - Untuk Bunga Pinjaman : Debet : Bunga kredit yang dihapus buku kontra Kredit : Bunga kredit yang dihapus buku33 | Y u d h y T r i S u h a r n o , S T
  34. 34. 4. TELLER4.1 Struktur Organisasi Teller Head Teller Ibu Nuryanah Vice Head Teller Ibu RosmawatiTeller Teller Teller Teller Teller TellerRatna Vina Erin Dara Maria Inda Teller Teller Teller Teller Teller Teller Afri Dina Febri Putri Julia Imas Gambar 4.1 Struktur Organisasi Teller4.2 Proses Operasional Teller Proses operasional teller di Bank Panin terbagi menjadi tiga bagian, yaitu: Proses Awal Hari Kegiatan Transaksi Harian Teller Proses Akhir Hari Gambar 4.2 Proses Operasional Teller4.2.1 Proses Awal Hari Teller Pada saat pagi hari, sebelum pukul 08.00 pagi head teller bersama-sama denganmanager operasional pergi ke ruang khasanah utama untuk melakukan pengambilan uang.Khasanah (brangkas besar tempat penyimpanan uang) dapat dibuka dengan menggunakan 2(dua) kunci.34 | Y u d h y T r i S u h a r n o , S T
  35. 35. Kunci yang pertama adalah kunci kombinasi yang di pegang manager operasional.Kunci kedua adalah anak kunci yang dalam hal ini di pegang oleh head teller. Setelahkhasanah dapat dibuka, baik head teller maupun manager operasional diwajibkan untukmemperhatikan daftar rincian uang sebelum diambil keluar khasanah, kemudian setelah uangkeluar khasanah besaran jumlah uang wajib dicatat didalam perincian tersebut. Kemudian setelah uang tersebut diambil dari khasanah, head teller melakukandropping uang yang diambil tersebut ke masing-masing teller. Pembagian uang tersebutdilakukan secara merata dengan besaran yang sama yaitu Rp. 100.000.000 untuk 1 orangteller. Banyaknya teller yang ada di KCU Senayan adalah sebanyak 10 counter dengan lebihdari 10 orang teller. Untuk uang dalam nominal kecil dibagikan hanya kepada 3 teller atau 3orang saja, yang masing-masing menerima 1 gepok berisi 100 lembar dengan jenis uang Rp.20.000 , Rp. 10.000 , Rp. 5000 , Rp. 2000. Fungsi uang tersebut digunakan sebagai uangkembalian untuk nasabah. Setelah uang dibagikan, head teller malakukan pembukaan kas biasa disebut kasbesar. Fungsi kas ini adalah untuk penyimpanan uang sementara sebelum dimasukkankembali ke khasanah atau biasa juga dapat diperuntukkan guna menyimpan uang dari telleryang telah melebihi batas limit.4.2.2 Kegiatan Transaksi Harian Teller 1. Limit teller Limit teller disini dimaksudkan apabila seorang nasabah melakukan transaksi dalam jumlah besar. Setiap teller diperbolehkan menerima transaksi tersebut dalam batasan-batasantertentu, dengan ketentuan untuk nasabah biasa limit yang diperoleh teller adalah sebesar Rp. 25.000.000 dan untuk nasabah prioritas limit yang diperoleh teller adalah sebesar Rp. 50.000.000. 2. Dual Control Setiap teller diperbolehkan menerima transaksi diatas limit yang telah ditentukan dengan persetujuan head teller. Biasanya apabila dalam pelaksanaannya terjadi proses transaksi yang melebihi limit yang ditentukan, maka suatu system yang digunakan tersebut akan meminta override yang berisi ID Supervisor beserta Password, dalam hal ini head teller yang akan melakukan persetujuan override tersebut.35 | Y u d h y T r i S u h a r n o , S T
  36. 36. 3. Pengertian Cek, BG, LOA a. Cek adalah surat perintah tak bersyarat untuk membayar sejumlah uang dari penarik (nasabah) kepada tertarik/Bank pada tanggal dan tempat yang tertera dalam cek. b. Bilyet Giro ( BG ) adalah surat perintah nasabah kepada bank untuk memindahbukukan sejumlah dana dari rekening yang bersangkutan kepada rekening pemegang yang disebut namanya dalam bilyet giro. c. Letter of Authorization ( LOA ) digunakan untuk penarikan giro valuta asing. Penyetoran dan penarikan menggunakan slip. LOA tidak bisa dikliringkan dan tidak bisa dipakai untuk alat pembayaran. Teller menyesuaikan specimen tanda tangan yang terdapat di LOA dengan SVS, jika cocok maka distempel lalu diproses. Biaya untuk LOA full pay untuk USD adalah sebesar USD 20. 4. Setor & Penarikan Terbagi menjadi 2 bagian, ada setoran tunai dan ada juga setoran non tunai. Setoran tunai dilakukan secara langsung dengan pihak nasabah menyetorkan dananya langsung ke pihak teller, sedangkan setoran non tunai pihak nasabah dapat menggunakan cek atau LOA. Kegiatan penarikan sama hal nya dengan kegiatan setoran, ada tunai dan non tunai. 5. Pembelian / Penjualan Bank Note  Pembelian : bagian teller hanya memproses, tetapi harus mendapatkan persetujuan dari head teller. Teller hanya meminta uang dari nasabah yang kemudian ditukerkan berdasarkan nilai jual beli, nasabah juga harus membuat surat pernyataan yang ditempelkan materai 6000.  Penjualan : bagian teller menerima uang dari pihak nasabah, kemudian dimasukkan kedalam mesin dolar yang akan diperiksa oleh head teller atau bagian khasanah dengan menyesuaikan rate pada saat itu. Apabila ada uang yang rusak dapat ditolak.  Rate dolar dibagi 3: - Rate Bank Note - Rate TT - Rate Travel Check36 | Y u d h y T r i S u h a r n o , S T
  37. 37. 6. Pembelian TC TC atau yang lebih dikenal dengan Travel Cek harus dilakukan asli atau tidaknya apabila pihak teller menerima. Untuk bagian pembelian dapat dilakukan di CS. Fungsi TC adalah untuk digunakan sebagai pencairan dana di Negara yang bersangkutan. 7. Transfer  Pindah Buku : sesama panin dapat berupa rupiah maupun valas  KUDN / KULN : teller melakukan proses ini dengan mengunakan system yang ada.  RTGS : kiriman uang ke bank lain dalam jumlah besar minimal Rp. 25.000.000, yang akan sampai kepada sipenerima dalam waktu 2-3 jam dengan biaya Rp. 25.000. nasabah yang ingin melakukan transfer melalui RTGS harus memiliki rekening bank panin, pihak teller hanya melakukan pengimputan dana kemudian memberikan kewenangan ke bagian kliring.  SKN/Kliring : sama dengan proses RTGS, tetapi minimal Rp. 100.000.000 dengan biaya Rp. 5.000. dalam hal ini pihak teller hanya memberikan stempel,yang kemudian dilanjutkan kebagian kliring. Slip yang diterima dan distempel hanya yang tertulis tanggal hari ini. 8. Inkaso Sama dengan kliring, bedanya bank penerima belum menjadi peserta kliring jadi tidak bias dikliringkan, biaya Rp. 3000 dimuka. Prosesnya teller hanya menerima pembiayaan kemudian langsung di berikan ke bagian inkaso. 9. Setoran payment point Payment Point merupakan kerja sama antara Bank Panin dengan pihak ketiga (issuer) dalam hal penerimaan transaksi pembayaran tagihan pihak pertama (nasabah/pelanggan) untuk dikreditkan ke rekening pihak ketiga (issuer) melalui Panin Bank. Jenis-jenis Payment Point adalah Kartu Kredit, Personal Loan, Pajak, Telkom, PLN, GSM, Internet Provider, Cable TV, dan Asuransi. Media pembayaran Payment Point dapat dilakukan di Counter / Teller, ATM, Mobile Panin, Call Panin, Internet Banking. Bukti transaksi Payment Point adalah slip penyetoran, kuitansi, struk ATM, dll. Untuk pembayaran PLN dikenakan biaya sebesar Rp. 2.500,- Untuk pembayaran Telkom dikenakan biaya Rp. 2.000,- sedangkan untuk voucher isi ulang pulsa Handphone tidak dikenakan biaya.37 | Y u d h y T r i S u h a r n o , S T
  38. 38. 10. Pengecekan keaslian uang dari nasabah Untuk pengecekan pihak teller mengunakan lampu sinar ultra violet untuk memastikan keaslian uang tersebut. Untuk menandakan bahwa uang tersebut asli lampu akan menunjukkan warna hijau bening, sedangkan untuk uang palsu / meragukan lampu akan menunjukkan warna biru. 11. Pembukaan/Penutupan Rekening Teller hanya menerima setoran awal apabila nasabah ingin melakukan pembukaan rekening, dan untuk kegiatan lain sebelumnya diproses oleh CS. Untuk penutupan rekening, bagian teller hanya memprose keuangannya saja. Apabila saldo masih tersedia dalam rekening yang akan ditutup bagian teller akan langsung membayarkan. 12. Dropping uang antar teller  Cash in Apabila teller menerima dari teller lain  Cash out Apabila teller memberikan uang ke teller lain 13. Proses dropping uang antar kantor cabang Setiap cabang memiliki limit uang yang dipegang masing-masing. Untuk cabang baru limitnya adalah Rp. 250.000.000. kalau melebihi limit maka harus di transfer ke KCU, begitupun sebaliknya. Pengiriman uang tersebut dilakukan oleh mobil kejar. 14. Transaksi Rekening Dorman Adalah rekening yang selama 6 bulan tidak ada transaksi, dan ditutup sementara oleh cabang pembuka rekening. Apabila teller menerima transaksi untuk rekening dorman, makan bagian teller wajib meminta ijin dulu ke bagian CS untuk pembukaan kembali rekening tersebut. Dan bila terjadi di teller yang bukan cabang pembuka rekening, meminta permohonan ijin tersebut dilakukan dengan melalui fax. 15. Transaksi titipan Apabila bagian teller menerima giro yang tertera tanggal cairnya besok dan nasabah meminta untuk disimpankan di bank gironya untuk dicairkan keesokan harinya, maka pihak teller wajib menerima yang kemudian ditaruh di cash box dan kemudian disimpan di ruang khasanah.38 | Y u d h y T r i S u h a r n o , S T
  39. 39. 16. Pengisian Uang ATM Pengisian Uang di ATM dilakukan oleh Teller di cabang masing – masing atau dengan menggunakan jasa vendor. Untuk KCU Senayan, yang bertugas untuk mengisi uang ATM ini adalah Bapak Wendi.4.2.3 Proses Akhir Hari Teller Kas ditutup pada pukul 15.30, dengan proses penutupan dimulai dengan masing-masing teller memeriksa saldo masing-masing pada system untuk mencocokan keuanganyang ada pada laci counter. Pada tahap ini, junal ICBS di print yang kemudian dicocokan dengan nota yang telahdikmpulkan sebelumnya. Proses pencocokan ini dilakukan oleh teller yang lain, misalkanteller A memeriksa teller B dan begitu sebaliknya. Hal ini diperuntukkan agar tidak terjadikecurangan. Setelah pemeriksaan pencocokan tersebut, dapat diketahui apakah terjadi over ataushort. Apabila terjadi over (kelebihan) makan wajib dibulatkan, dan masuk ke dalam hasilnon-operasional. Jika kelebihan tersebut melebihi Rp. 50.000, ini akan dinamakan erroraccount dan perlu dicari kebenarannya. Begitu pula sebaliknya apabila terjadi short (kekurangan) wajib dibulatkan dan masukke dalam biaya non-operasional. Untuk short yang dibawah Rp. 50.000 teller sebaiknyamengganti kekurangan tersebut, tetapi apabila kekurangannya diatas Rp.50.000 teller wajibmembuat berita acara. Kemudian proses selanjutnya adalah teller menyerahkan uang yang telah balancetersebut kepada head teller. Penyerahan uang tersebut disertai dengan struk dan formperincian yang telah dicheck oleh masing-masing teller. Setelah semua menyerahkan kepada head teller, proses selanjutnya adalah head tellermengecek ulang semua data ke dalam system yang kemudian setelah cocok uang tersebutakan dikirim dan disimpan ke khasanah, dalam hal ini head teller ditemani lagi oleh manageroperasi atau pihak pejabat bank. Terakhir adalah penutupan khasanah dengan 2 kunci yang dimiliki oleh head tellerdan manager operasi. Untuk penutupan khasanah kunci yang didahlukan adalah anak kunciselanjutnya diteruskan dengan kunci kombinasi.39 | Y u d h y T r i S u h a r n o , S T
  40. 40. 5. CUSTOMER SERVICE5.1 Struktur Organisasi Customer Service Head of Customer Service Dewi Damai Customer Service Umum Customer Service Support Wita Hilda Aya Leny Riri Jesha Defis Anna Rizza Rocky Yamny Counter Service Radita Evindika Tya Gambar 5.1 Struktur Organisasi Customer Service Struktur Organisasi Customer Service ini terletak dibawah baris komando dari HRMSyang dipimpin oleh Bapak Andrew P. Customer Service sendiri dipimpin oleh Ibu DewiDamai yang membawahi tiga bagian, yaitu Customer Service Umum, Counter Service danjuga Customer Service Support. Secara umum, Customer Service bertugas untuk melayani nasabah dalam pembuatanrekening baru baik itu Rekening Magna, PanDollar, Giro, Deposito dan lain sebagainya.Khusus untuk bagian Customer Service Support khusus untuk deposito, sedangkan untukbagian Counter Service khusus mengurus masalah Cek / Bilyet Giro, Pengambilan Rekeninglistrik & telepon yang di autodebet dari PJL, Rekening Koran dan Bukti Potong Pajak. Customer Service pun terdapat juga di bagian Panin Prioritas, tapi tidak dibawah dariCustomer Service secara langsung, melainkan langsung dibawah Bapak Rudy Jahja sebagaiOperational Manager yaitu Ibu Desi yang statusnya menjadi Authorized Signer membantuBapak Andrew P. dibagian HRMS termasuk didalamnya Relationship Manager dan PersonalBankers.40 | Y u d h y T r i S u h a r n o , S T
  41. 41. Gambaran umum dari Panin Prioritas adalah sebagai berikut : HRMS Pak Andrew P. Authorized Sign Team Leader RM & PB Desi Ibu Monaliska RM PB Rani, Fira, Sander Linda, Meylani, Netta Burhan, Tri, Lucky Teller Prioritas ARM Uli Dina, Andina Gambar 5.2 Struktur Organisasi Panin Prioritas5.2 Customer Service Customer Service Umum bertugas melayani nasabah dalam hal pembuatan danpenutupan produk Tabungan baik itu tabungan Magna, PanDollar, Deposito dan Giro.Perincian tugas Customer Service secara umum adalah sebagai berikut : a. Proses Pembukaan dan Penutupan Rekening Tabungan  Pembukaan Rekening Tabungan Customer Service pertama-tama memberikan form aplikasi yang wajib diisi oleh nasabah secara lengkap serta spesimen yang sudah di tanda tangan. Syarat yang harus di bawa oleh nasabah pada saat nasabah akan melakukan pembukaan rekening adalah WAJIB membawa KTP asli.41 | Y u d h y T r i S u h a r n o , S T
  42. 42. Kemudian Customer Service akan memastikan bahwa yang datang dengan foto di KTP adalah benar nasabah yang bersangkutan. Setelah itu Customer Service akan menyimpan foto copy KTP nasabah sebagai file dan di stempel “Sesuai Dengan Asli”. Selanjutnya Customer Service akan memeriksa pada sistem apakah si nasabah sudah memiliki CIF atau belum, kalau belum maka dibuatkan untuk menjadi data nasabah dalam sistem dan apabila sudah ada maka tidak perlu dibuatkan ulang. Setelah penginputan CIF, Customer Service akan membukakan rekening atas nama nasabah yang bersangkutan. Proses selanjutnya adalah Customer Service akan memberikan buku tabungan tersebut beserta slip setoran kepada nasabah. Kemudian nasabah akan pergi ke teller untuk melakukan setoran awal minimal Rp.250.000. Setelah itu, Customer Service meminta nasabah tanda tangan spektroline di buku tabungan yang sudah di cetak halaman depan buku tabungan dan print saldo awal kemudian di cap dan di tanda tangani oleh pejabat bank. Proses terakhir adalah mengambil ATM dan tulis di kertas abu-abu sebagai tanda terima kartu ATM, dan buku tanda terima Pin yang di tanda tangani oleh nasabah. Tidak lupa berikan no PIN ATM, dan meminta nasabah untuk tanda tangan di buku pengambilan no PIN debagai tanda terima. Dibelakang Kartu ATM pun diberi tanda tangan sebagai Authorized sesuai dengan tanda tangan pada KTP.  Penutupan Rekening tabungan Penutupan rekening biasanya didasari dengan berbagai macam alasan, antara lain seperti: a. Permintaan Nasabah b. Permintaan Polisi c. Saldo Nihil d. Nasabah yang meninggal Setiap melakukan penutupan rekening dengan alasan apapun buku tabungan dan juga kartu ATM yang dimiliki nasabah diminta kembali. Proses yang dilakukan pada saat penutupan rekening yaitu Customer Service melakukan pengecekan terhadap saldo rekening nasabah, kemudian print saldo nasabah dalam posisi “Closing Balance” untuk melihat saldo akhir nasabah.42 | Y u d h y T r i S u h a r n o , S T
  43. 43. Kemudian semua data nasabah di ambil dari tempat penyimpanan file data nasabah yang kemudian di stempel “rekening di tutup”. Apabila dalam rekening masih tertera saldo diatas saldo minimum, maka CS akan memberikan slip penarikan yang akan nasabah bawa ke teller untuk penarikan saldo yang masih ada di rekening dengan dikurangi biaya penutupan sebesar Rp. 50.000. setelah itu buku tabungan digunting pada posisi spektroline oleh Teller. Untuk nasabah yang meninggal dalam proses penutupan rekening, wajib melampirkan : - Surat kematian dari kelurahan - Surat ahli waris - Surat kuasa waris - KTP nasabah & semua ahli waris - Kartu Keluarga / akta nikah - Jika bukan WNI, ada surat keterangan ahli waris dari notaris. b. Proses Penggantian Buku Tabungan Nasabah akan datang ke Customer Service dengan membawa buku tabungan yang ingin diganti dengan KTP asli untuk mencocokkan alamat dan nomor KTP apakah masih sesuai atau tidak datanya. Kemudian Customer Service akan memeriksa apakah ada transaksi atau tidak yang belum di print dengan membuka nomor rekening nasabah tersebut. Kemudian ambil buku tabungan yang baru (di catat dalam buku tabungan), print transaksi yang belum di print di buku yang baru. Buku lama di gunting pas di contoh tanda tangan nasabah + no rekening yang kemudian di cap “buku telah diganti”, apabila buku diganti di cabang lain bukan pada cabang pembuka, maka buku di stempel dengan “buku diganti di cabang xxx”. Proses selanjutnya Customer Service menyerahkan kembali buku lama yang telah di gunting kepada nasabah. Buku baru di tanda tangan pada spektroline, di cap, di tanda tangan Customer Service yang bersangkutan, di print nama, alamat dan lain- lain, lalu terakhir ditanda tangan pejabat bank.43 | Y u d h y T r i S u h a r n o , S T
  44. 44. c. Proses pembukaan dan penutupan Pandollar Prosesnya sama seperti pembukaan / penutupan rekening tabungan, hanya saja untuk rekening pandollar harus dilengkapi dengan NPWP, apabila tidak memiliki NPWP wajib disertakan surat pernyataan tidak memiliki NPWP di tambah dengan surat nikah (apabila telah menikah) dan NPWP pasangan. d. Proses pembukaan dan penutupan rekening Giro  Pembukaan Rekening Giro Hal yang pertama dilakukan oleh Customer Service adalah melihat data nasabah dalam daftar hitam, apakah bermasalah atau tidak. Selanjutnya masuk ke dalam sistem dan lihat CIF nasabah (apakah sudah punya atau belum). Masukkan nomor giro, kantor cabang, dan tipe produk. Syarat pembukaan adalah TDP, SIUP, NPWP, akta perusahaan (akta pendirian sampai dengan yang terakhir), SK Menkeh, Surat Domisili Perusahaan, KTP Pengurus dan surat referensi serta saldo awal Rp. 1.000.000. KCT (Kartu Contoh Tanda Tangan) yang diisi pun dibuat menjadi dua rangkap, satu untuk Filling dan Checker.  Penutupan Rekening Giro Nasabah diminta mengisi form penutupan giro disertakan dengan surat pernyataan penutupan rekening giro. Minta cek / BG di tanda tangan sesuai spesimen yang berlaku untuk penarikan terakhir, setelah itu minta authorized dari head Customer Service yang selanjutnya cek, surat penutupan, dan fotokopi KTP nasabah diserahkan kepada teller untuk pencairan. Sisa Cek / BG / LOA harus dikembalikan semua. e. Proses permintaan Cek / BG Prosesnya adalah Untuk awal permintaan Customer Service dapat langsung mengeluarkan buku Cek / BG asalkan sudah mendapatkan persetujuan dari authorized yang telah melakukan checked terhadap giro si nasabah. Untuk pertama kali, lembar pertama atau resi diserahkan kepada pihak bank pembuka dalam hal ini diserahkan kepada Customer Service dengan di bubuhi tanda tangan sesuai spesimen. Apabila resi tidak di serahkan kepada bank maka cek / BG belum dapat diaktifkan. Apabila buku cek / BG telah habis, nasabah mengirimkan form permintaan buku cek / BG ke Customer Service. Form tersebut ada pada lembar terakhir ke 5 pada buku cek / BG. Biaya untuk 1 buku adalah sebesar Rp. 110.000 untuk 25 lembar.44 | Y u d h y T r i S u h a r n o , S T
  45. 45. f. Proses penggantian kartu ATM Penggantian kartu ATM dapat disebabkan berbagai hal, antara lain kartu ATM tertelan kedalam mesin ATM, dikarenakan kartu ATM hilang, rusak / patah, dan magnet kartu yang sudah tidak dapat berfungsi. Biaya penggantian kartu ATM sebesar Rp. 10.000 dan bisa gratis jika terjadi sistem error. Apabila kartu ATM tertelan di mesin ATM bank lain, maka kartu ATM akan di musnahkan oleh bank yang bersangkutan. Kemudian apabila kartu ATM hilang, nasabah wajib mengajukan claim terhadap kartu yang hilang dengan disertakan surat keterangan dari kepolisian, kartu ATM lama akan diblokir dan dihapus lalu nasabah akan mendaptkan ATM pengganti yang baru yang baru bisa aktif setelah 3 hari kerja. g. Pengelolaan buku tabungan / ATM dan Pin  Pengelolaan buku tabungan Customer Service akan memberikan fasilitas penggantian buku, melakukan print buku tabungan, serta print nama di buku tabungan. Untuk pengambilan stok buku tabungan diambil dari Bank Panin Pusat lalu diserahkan ke bagian General Affairs. Selanjutnya Mbak Dessy akan mengambilnya lalu didistribusikan ke CS Prioritas dan CS (Sesha) barulah ke tangan nasabah.  Pengelolaan kartu ATM Customer Service akan melakukan penggantian terhadap kartu ATM yang hilang dan kartu ATM yang rusak. Untuk pengambilan stok kartu ATM diambil dari Bank Panin Pusat lalu diserahkan ke CS (Anna) dan didistribusikan ke CS yang berada di KCP dibawah KCU Senayan.  Pengelolaan PIN Customer Service akan melakukan penggantian PIN apabila nasabah yang “lupa PIN”, dengan proses memberikan form ATM yang kemudian diisi oleh nasabah (nasabah memberikan KTP, dan memberikan tanda tangan sebanyak 2 kali) kemudian form diselipkan pada buku ATM dan proses terakhir adalah menanyakan pada card center. Untuk pengambilan stok PIN diambil dari Bank Panin Pusat lalu diserahkan ke CS (Anna) dan didistribusikan ke CS yang berada di KCP dibawah KCU Senayan.45 | Y u d h y T r i S u h a r n o , S T
  46. 46. h. Permintaan Voucher Dalam hal ini voucher yang dimaksud adalah voucher belanja yang dapat di dapat setiap nasabah dengan saldo Rp.100.000, nasabah akan mendapatkan 1 poin yang dapat ditukar voucher belanja. Voucher hanya dapat di tarik setiap 6 bulan sekali dan apabila poin nasabah telah mencapai 120 poin. Nasabah hanya dapat menukarkan poinnya di cabang pembuka rekening. Perhitungan poin tersebut adalah sebagai berikut : Rp. 5.000 Jumlah Poin X = Nilai Voucher 120 Catatannya adalah apabila sudah melebihi 6 bulan, maka poin bulan pertama akan hangus atau hilang. Sebagai contoh sekarang bulan Oktober, maka poin pada bulan April akan hangus. i. Proses aplikasi mobile banking Tahap pertama nasabah sebelum mendatangi bagian customer service, wajib melakukan registrasi di ATM terlebih dahulu. Baru tahap kedua si nasabah mendatangi bagian Customer Service untuk menginstal program mobile panin di ponsel nasabah yang ada fasilitas Java. Tahap akhir si nasabah hanya tinggal mengisi formulir registrasi mobile panin. j. Proses aplikasi TT Syarat melakukan proses TT si nasabah harus memiliki rekening di bank panin (rekening apa saja). Pada saat nasabah datang ke bagian Customer Service, nasabah akan menginformasikan apa yang dibutuhkan. Apakah akan melakukan pembelian valas atau melakukan penjualan valas. Setelah mengetahui kebutuhan nasabah, Customer Service akan menghubungi bagian valas untuk meng-deal rate, rate tersebut dapat sama dengan yang berada di system atau dapat berbeda sesuai dengan keputusan bagian valas. Rate juga dapat berubah sewaktu-waktu. Fungsi rekening lain yang harus dimiliki oleh nasabah yaitu:  Untuk transfer ke tabungan US $  Untuk pindah buku ke tabungan nasabah.46 | Y u d h y T r i S u h a r n o , S T
  47. 47. k. Pelayanan terhadap nasabah yang komplain Sebagai Customer Service yang profesional dalam menghadapi nasabah yang komplain adalah dengan memiliki sifat yang sabar. Sabar dalam arti disini adalah mampu mendengarkan keluhan nasabah sampai mereka merasa lebih baik yang kemudian memberikan solusi yang terbaik bagi nasabah tersebut. l. Pengelolaan slip setor / tarik Customer Service menyimpan slip setor / tarik untuk keperluan nasabah. Untuk pengambilan stok slip setor dan tarik, CS melakukan pemesanan kepada General Affairs lalu didistribusikan untuk para CS & nasabah lain yang membutuhkan.5.3 Customer Service Support Untuk bagian ini, job description yang difokuskan adalah untuk produk depositotermasuk melakukan perubahan suku bunga deposito pada saat jatuh tempo terhadap nasabahyang memiliki jumlah dana yang didepositokan lebih dari Rp.100.000.000 dan lainsebagainya. Perincian tugas Customer Service Support secara umum adalah sebagai berikut : a. Proses pembukaan dan pencairan deposito  Pembukaan Deposito Untuk pembukaan awal nasabah tidak dikenakan biaya untuk penempatan awal deposito. Penempatan deposito tidak boleh menggunakan poin seperti hal nya tabungan, kecuali dalam bentuk $ (valas). Pada form aplikasi pembukaan deposito , nasabah di haruskan melakukan tanda tangan sebanyak 2 kali di dekat nama, nomor deposito, dan jumlah nominal deposito.  Pencairan deposito Pada saat pencairan nasabah dikenakan biaya untuk materai sebesar 6000 dan juga wajib membawa KTP. Lalu print time system basic account data untuk bagian jurnal. Setelah disetujui selanjutnya deposito dibuat diposting. Slip kuning yang dari back office diambil dankemudian di cap “telah di cairkan”. Catatan untuk nasabah yang mencairkan depositony sebelum jatuh tempo akan dikenakan penalty sebesar 6% dan bunga berjalan tidak dibayarkan dikali sisa hari.47 | Y u d h y T r i S u h a r n o , S T
  48. 48. b. Proses perpanjangan deposito Perpanjangan deposito dapat berupa permintaan nasabah atau dapat juga dilakukan secara otomatis oleh pihak bank. Pada dasarnya pihak bank akan memberikan print form konfirmasi sebagai tanda bukti kepada nasabah bahwa depositonya diperpanjang. Form konfirmasi juga dapat sebagai pemberitahuan jumlah deposito nasabah yang menggunakan system ARO (Automatic Row Offer) atau bunga di gulung. c. Penggantian bilyet deposito yang hilang Untuk penggantian bilyet deposito yang hilang nasabah harus melampirkan surat keterangan dari kepolisian serta membawa foto copy KTP (beserta yang asli). CS akan melihat dan mengecek limit di menu system pada computer, kemudian ambil slip kuning bilyet deposito yang berada pada back office (CS Support) kemudian foto copy bilyet kuning tersebut sebanyak 2 kali dan di cap “duplikat” yang kemudiat diserahkan 1 lembar foto copyan tersebut yang telah di cap kepada nasabah. Dapat juga hal yang dilakukan CS adalah membuat baru deposito (by request nasabah), dengan proses pencairan deposito lama dengan membawa semua ke teller, kemudia bawa kembali ke time system basic account setup yang baru di tambah bilyet kuning dan terakhir adalah penghapusan bunga. d. Proses penempatan reksa panin Pada umumnya nasabah yang mendapatkan reksa panin adalah nasabah prioritas karena minimum jumlahnya adalah Rp. 100.000.000. Penempatan reksa panin tidak dapat dicairkan sewaktu-waktu seperti hal nya deposito dan bunganya lebih tinggai dari deposito, jadi harus dicairkan sampai tanggal jatuh tempo. Nasabah yang melakukan penempatan reksa panin harus memiliki rekening tabungan panin karena bunga akan ditransfer ke rekening tersebut dengan catatan nama tabungan dengan nama reksa panin harus sama. Prosesnya adalah RM akan memberikan form kepada nasabah untuk diisi yang kemudian diberikan ke bagian CS support yang setelah itu diinput oleh mereka. e. Proses pembelian / penjualan reksa panin Pada dasarnya reksa panin jarang sekali dikeluarkan, reksa dapat di jual atau di beli setelah ada keputusan dari kantor pusat. Penentuan besaran reksa berlaku untuk semua cabang. Siapapun yang melakukan penjualan reksa panin harus benar-benar memastikan bahwa si nasabah tidak akan mencairkan dananya sebelum jatuh tempo.48 | Y u d h y T r i S u h a r n o , S T
  49. 49. Bunga pertama untuk reksa panin dibayarkan pada bulan ke -3 tetapi belum boleh dicairkan. Untuk bunga kedua akan dibayarkan pada saat bulan ke-6dan baru dapat dicairkan. f. Pembayaran deposito sebelum waktunya Deposito yang belum sampai tanggal jatuh tempo dan atas permintaan si nasabah atau pemilik deposito untuk dicairkan, maka deposito tersebut akan dikenakan penalti sebesar 6%. Perhitungan penalty deposito adalah : Nominal X Jumlah hari yang tersisa X 6% 365 g. Pembayaran bunga deposito Pembayaran bunga deposito dapat dilakukan dengan 3 cara :  ARO (Automatic Row Offer) yang artinya digulung atau bunga tersebut di tambahkan ke jumlah depositonya, biasanya pembayaran bunga ini dilakukan apabila deposito tersebut diperpanjang secara otomatis.  PRO (Principal Row Offer) yang artinya di transfer. Ini dilakukan apabila nasabah meminta jumlah deposito tetap sampai tanggal jatuh tempo dan bunga ditransfer ke rekening tabungan lain yang dimiliki si nasabah termasuk transfer ke rekening tabungan bank lain.  NRO (tidak diperpanjang) artinya bunga langsung dicairkan pada saat tanggal jatuh tempo, biasanya NRO jarang digunakan oleh Panin. h. Perubahan bunga deposito Perubahan bunga deposito dapat terjadi karena keadaan pasar yang menyebabkan bungan naik/turun, dan dapat juga dikarenakan perintah/aturan dari Bank Indonesia. i. Pencetakan laporan harian Dilakukan oleh bagian CS Support untuk melihat Rekapitulasi Outstanding Deposito nasabah, apakah naik atau turun. Hal ini digunakan untuk pemberian bunga kepada nasabah dan juga dapat digunakan untuk melihat jatuh tempo deposito. j. Pengelolaan bilyet deposito Bilyet deposito yang diberikan kepada nasabah adalah bilyet asli berwarna hijau, warna pink adalah untuk pembukuan jurnal dan warna kuning adalah untuk dokumen atau file CS support.49 | Y u d h y T r i S u h a r n o , S T

×