Successfully reported this slideshow.
We use your LinkedIn profile and activity data to personalize ads and to show you more relevant ads. You can change your ad preferences anytime.
Mata Kuliah 
Teori, Model, dan Keputusan dalam Teknologi 
Pendidikan 
Dosen Pengampuh : Prof Dr. Diana Nomida M., M. Pd. 
...
A. Pendahuluan 
Keberhasilan seorang anak di masa depan 
ditentukan oleh bagaimana perkembangan 
seluruh aspek individu an...
Aspek kognitif tidak dapat berjalan sendiri 
secara terpisah tetapi perlu dikendalikan 
atau diatur. Oleh karena itu, sese...
B. Pengertian Metakognitif 
Flavell & Brown (1985) 
Metakognisi adalah pengetahuan (knowledge) dan 
regulasi (regulation) ...
Metakognitif adalah suatu kesadaran 
tentang kognitif kita sendiri, bagaimana 
kognitif kita bekerja serta bagaimana 
meng...
C. Perkembangan Metakognitif Anak 
Secara umum, kemampuan metakognitif mulai 
berkembang pada usia sekitar 5 hingga 7 tahu...
Pada taraf berfikir formal, seorang anak mampu 
bernalar secara ilmiah, membuat dan menguji 
hipotesis, merefleksikan suat...
D. Peran Metakognisi Dalam Pembelajaran 
1. Keberhasilan Belajar: (Taccasu Project, 2008). 
Seharusnya belajar dilakukan a...
 Memanfaatkan teknologi modern sebagai 
sumber belajar. 
 Memimpin dan berperan serta dalam 
diskusi dan pemecahan masal...
b. Metakognisi dalam Pembelajaran 
Strategi yang dapat dilakukan dalam 
mengembangkan metakognisi melalui kegiatan 
belaja...
E. Kesimpulan 
Perkembangan kognitif anak salah satu 
fokus penting selain perkembangan fisik, 
mereka perlu ditingkatkan ...
Strategi metakognitif dapat digunakan 
untuk setiap pembelajaran apapun. Guru 
bisa mengarahkan siswa secara sadar 
mengon...
Terima kasih
Upcoming SlideShare
Loading in …5
×

Metakognitif dalam pembelajaran

9,024 views

Published on

Published in: Education
  • Be the first to comment

Metakognitif dalam pembelajaran

  1. 1. Mata Kuliah Teori, Model, dan Keputusan dalam Teknologi Pendidikan Dosen Pengampuh : Prof Dr. Diana Nomida M., M. Pd. Dr. Khaeruddin HASBULLAH - ZULRAHMAT
  2. 2. A. Pendahuluan Keberhasilan seorang anak di masa depan ditentukan oleh bagaimana perkembangan seluruh aspek individu anak, yaitu perkembangan fisik, intelektual, emosi, dan spiritual yang berkembang secara optimal Perkembangan kognitif dianggap sebagai penentu kecerdasan intelektual anak, yakni bagaimana mengelola atau mengatur kemampuan kognitif tersebut dalam merespon situasi atau permasalahan
  3. 3. Aspek kognitif tidak dapat berjalan sendiri secara terpisah tetapi perlu dikendalikan atau diatur. Oleh karena itu, seseorang harus memiliki kesadaran tentang kemampuan berpikirnya sendiri serta mampu untuk mengaturnya. Para ahli mengatakan kemampuan ini disebut dengan metakognitif.
  4. 4. B. Pengertian Metakognitif Flavell & Brown (1985) Metakognisi adalah pengetahuan (knowledge) dan regulasi (regulation) pada suatu aktivitas kognitif seseorang dalam proses belajarnya. Moore (2004) menyatakan bahwa: Metakognisi mengacu pada pemahaman seseorang tentang pengetahuannya, sehingga pemahaman yang mendalam tentang pengetahuannya akan mencerminkan penggunaannya yang efektif atau uraian yang jelas tentang pengetahuan yang dipermasalahkan
  5. 5. Metakognitif adalah suatu kesadaran tentang kognitif kita sendiri, bagaimana kognitif kita bekerja serta bagaimana mengaturnya. Kemampuan ini sangat penting terutama untuk keperluan efisiensi penggunaan kognitif kita dalam menyelesaikan masalah. Secara ringkas metakognitif dapat diistilahkan sebagai “thinking about thingking”.
  6. 6. C. Perkembangan Metakognitif Anak Secara umum, kemampuan metakognitif mulai berkembang pada usia sekitar 5 hingga 7 tahun (Woolfolk, 2004). Perkembangan intelektual dibangun dalam suatu kurun waktu dalam rangkaian yang tersusun dari tahapan-tahapan yang saling terkait atau berhubungan Perkembangan ini merupakan proses fundamental dimana elemen pembelajaran sebagai fungsi dari perkembangan secara keseluruhan. Sehingga, perkembangan intelektual seseorang menentukan apa yang bisa dipelajarinya
  7. 7. Pada taraf berfikir formal, seorang anak mampu bernalar secara ilmiah, membuat dan menguji hipotesis, merefleksikan suatu akibat melalui pemahaman dengan baik. Pada masa ini, mereka mulai mengembangkan penalaran dan logika untuk memecahkan berbagai masalah (Wadsworth, 1984). Taraf berfikir operasional formal pada hakikatnya merupakan metakognisi, karena operasional formal melibatkan berfikir tentang proposisi, hipotesis dan membayangkan semua objek kognitif yang mungkin (Flavell, 1985).
  8. 8. D. Peran Metakognisi Dalam Pembelajaran 1. Keberhasilan Belajar: (Taccasu Project, 2008). Seharusnya belajar dilakukan aktivitas-aktivitas  Mengembangkan suatu rencana kegiatan belajar.  Mengidentifikasi kelebihan dan kekurangannya berkenaan dengan kegiatan belajar.  Menyusun suatu program belajar untuk konsep, keterampilan, dan ide-ide yang baru.  Mengidentifkasi dan menggunakan pengalamannya sehari-hari sebagai sumber belajar.
  9. 9.  Memanfaatkan teknologi modern sebagai sumber belajar.  Memimpin dan berperan serta dalam diskusi dan pemecahan masalah kelompok.  Belajar dari dan mengambil manfaat pengalaman orang-orang tertentu yang telah berhasil dalam bidang tertentu.  Memahami faktor-faktor pendukung keberhasilan belajarnya.
  10. 10. b. Metakognisi dalam Pembelajaran Strategi yang dapat dilakukan dalam mengembangkan metakognisi melalui kegiatan belajar dan pembelajaran adalah sebagai berikut: 1. Membantu peserta didik dalam mengembangkan strategi belajar. 2. Membimbing pembelajar dalam mengembangkan kebiasaan peserta didik yang baik. (Taccasu Project, 2008).
  11. 11. E. Kesimpulan Perkembangan kognitif anak salah satu fokus penting selain perkembangan fisik, mereka perlu ditingkatkan kemampuan kognitifnya ketaraf yang lebih tinggi yakni kemampuan metakognitif. Strategi metakognitif dalam pembelajaran meliputi tiga tahap yaitu : merancang apa yang dipelajari; memantau perkembangan diri dalam belajar; dan menilai apa yang dipelajari.
  12. 12. Strategi metakognitif dapat digunakan untuk setiap pembelajaran apapun. Guru bisa mengarahkan siswa secara sadar mengontrol proses berpikir mereka. Untuk meningkatkan kemampuan metakognitif siswa, guru dapat merancang pembelajaran secara infuse/tambahan dalam proses pembelajaran.
  13. 13. Terima kasih

×