10 FAIDAH TENTANG
USHUL FIQIH
Oleh: Ustadz Abu Ubaidah as-Sidawi ‫خفظه اهلل‬

Publication: 1434 H_2013 M
10 FAIDAH TENTANG...
BUAH USHUL FIQIH

Al-Futuhi pernah berkata: "Hendaknya bagi
orang yang mempelajari suatu ilmu agar memiliki
gambaran

tent...
5. Mengetahui permasalahan fatwa, syarat dan
adab-nya,

serta

kaidah

dalam

berdialog.

(Ma'alim Ushul Fiqih, al-Jizani ...
Pendapat

yang

benar

dalam

masalah

ini

bahwa seorang hamba hendaknya menyibukkan
diri untuk mempelajari masalah-masal...
MENGKRITISI KITAB

Syaikh Abdurrahman bin Yahya al-Mu'allimi
berkata: "Kesimpulan yang dapat saya petik
setelah membaca ki...
Sebagai gantinya, hendaknya diketahui bahwa
kitab ushul fiqih tidak akan membuahkan buah
yang

istimewa

kecuali

apabila
...
Tetapi Alloh tidak menyukai keberangkatan
mereka, Maka Alloh melemahkan keinginan
mereka. (QS. at-Taubah [9]: 46)
Ketahuil...
َ‫إِنَّ اهللَ كَرهَ َنكُمِ قِيمَ وََبلَ وكَْثرةَ ُّؤَالِ وَِإضَبعت‬
َ
‫ق َ َ انس‬
ِ
ِ‫انْمَبل‬
Sesungguhnya Alloh membenci...
HUKUM INI KHUSUS UNTUK NABI?

Ketahuilah
untuk Nabi

bahwa

khithob

(pembicaraan)

‫ صهى اهلل عهيه وسهم‬terbagi menjadi t...
yang menunjukkan bahwa hal itu khusus bagi
beliau." (Majmu Fatawa 22/322)
Dalilnya adalah firman Alloh:

ْ‫وَامرََأةً مُؤم...
NASIKH MANSUKH

Ibnul

Jauzi

mengeluarkan

dalam

Nasikhul

Qur'an wa Mansukhuhu hlm. 125-126 dengan
sanad shohih dari Ab...
Imam Ibnu Khuzaimah ‫ رمحه اهلل‬juga mengatakan:
"Tidak ada dua hadits shohih yang bertentangan
dari segala segi. Barangsi...
quwwata ilia billahi. Hanya kepada Alloh kita
mengadu dan Dia adalah sebaik-baik penolong.
(Adabul Mufti wal Mustafti hlm....
padahal ada dalilnya dari al-Qur'an dan hadits.
Hal itu karena beberapa alasan:
1. Untuk meringkas, karena semua ijma' pas...
pendapat di kala tidak ada nash. (Mudzkkiroh
Ushul Fiqh hlm. 383) []
Upcoming SlideShare
Loading in …5
×

Sepuluh faidah tentang ushul fiqih

441 views

Published on

  • Be the first to comment

  • Be the first to like this

Sepuluh faidah tentang ushul fiqih

  1. 1. 10 FAIDAH TENTANG USHUL FIQIH Oleh: Ustadz Abu Ubaidah as-Sidawi ‫خفظه اهلل‬ Publication: 1434 H_2013 M 10 FAIDAH TENTANG USHUL FIQIH Oleh: Ustadz Abu Ubaidah as-Sidawi ‫خفظه اهلل‬ Sumber: Majalah al-Furqon Gresik, No. 78, Ed.8 Th. Ke-7_1429H Download > 580 eBook Islam di www.ibnumajjah.com
  2. 2. BUAH USHUL FIQIH Al-Futuhi pernah berkata: "Hendaknya bagi orang yang mempelajari suatu ilmu agar memiliki gambaran tentangnya dan tujuan mempelajarinya." (Mukhtashor at-Tahrir hlm. 8) Adapun mempelajari buah yang ilmu ushul dapat fiqih dipetik adalah dari sebagai berikut: 1. Mampu menerapkan kaidah-kaidah ulama terhadap masalah-masalah kontemporer yang belum ada dalilnya secara jelas. 2. Memahami bahwa Islam relevan untuk setiap masa dan tempat. 3. Menjaga (kebekuan) fiqih dan islam dari kengawuran kejumudan hasil dari sumber-sumber baru. 4. Mengetahui faktor-faktor penyebab terjadinya perselisihan ulama.
  3. 3. 5. Mengetahui permasalahan fatwa, syarat dan adab-nya, serta kaidah dalam berdialog. (Ma'alim Ushul Fiqih, al-Jizani hlm. 23) MANA YANG HARUS DIDAHULUKAN? Para ulama berselisih pendapat tentang ilmu yang hendaknya dipelajari terlebih dahulu, apakah fiqih ataukah ushul fiqih?! 1. Sebagian ulama berpendapat bahwa mempelajari ushul fiqih lebih didahulukan, sebab tidak mungkin kita memahami fiqih kecuali dengan mempelajari ushul dan kaidahkaidahnya. (al-Muswaddah hlm. 571, Syarh Kaukab al-Munir 1/47-48) 2. Sebagian lainnya berpendapat bahwa mempelajari fiqih lebih didahulukan, sebab dengan mempelajari fiqih kita akan faham ushulnya. (al-Uddah fi Ushul Fiqih 1/70)
  4. 4. Pendapat yang benar dalam masalah ini bahwa seorang hamba hendaknya menyibukkan diri untuk mempelajari masalah-masalah fiqih yang berkaitan tentang keselamatan dirinya dan melepaskan tanggungannya berupa hukum- hukum bersuci, sholat, puasa dan selainnya, kemudian setelah itu dia memulai dengan pondasi dan kaidah-kaidah dasar dalam belajar. (at- Tahqiqot 'ala Matanil Waroqot, Syaikh Masyhur Hasan hlm. 18) Syaikh Ibnu Utsaimin yang dipraktekkan kaum ‫ رمحه اهلل‬berkata: "Inilah muslimin semenjak dahulu, sampai-sampai ada sebagian masayikh seperti yang kami dengar- dia mempelajari fiqih dan tidak mempelajari ushul fiqih sama sekali." (Syarh Nadhmul Waroqot hlm. 16)
  5. 5. MENGKRITISI KITAB Syaikh Abdurrahman bin Yahya al-Mu'allimi berkata: "Kesimpulan yang dapat saya petik setelah membaca kitab-kitab ushul fiqih, saya dapati bahwa kitab-kitab yang berkaitan tentang hal ini menjadi dua: Pertama: Kitab-kitab al-Ghozali dan orang setelah-nya. Model ini telah banyak tercampur dengan pem-bahasan Sekalipun saya tidak ilmu kalam/filsafat. merasa sukar untuk memahami ilmu ini tetapi hati saya tidak tertarik untuk menggelutinya. Kedua: Sebagian kitab-kitab ringkasan seperti alLuma' oleh Syaikh Abu Ishaq dan al-Waroqot oleh al-Juwaini. Model ini sangat ringkas sekali, dan tidak lepas dari kekurangan dan kesukaran. (Risalah fi Ushul Fiqih, sebagaimana dalam Rosail al-Mu'allimi hlm. 47)
  6. 6. Sebagai gantinya, hendaknya diketahui bahwa kitab ushul fiqih tidak akan membuahkan buah yang istimewa kecuali apabila memenuhi beberapa kriteria berikut: 1. Bahasanya mudah difahami. 2. Ringkas, tidak terlalu tebal apalagi berjilidjilid. 3. Mencakup semua pembahasan. 4. Membuang pembahasan-pembahasan yang kurang penting. (Tahqiqul Wushul ila Ilmi Ushul, Murod Syukri hlm. 6-7) APA ITU MAKRUH? Makruh secara bahasa adalah setiap yang dibenci. Alloh berfirman: ِ‫وََنكِهِ كَرهَ انه ُ اوِِبعَبثَ ُمِ فَثَّطَ ُم‬ ‫ِ َّه ه َب ه‬
  7. 7. Tetapi Alloh tidak menyukai keberangkatan mereka, Maka Alloh melemahkan keinginan mereka. (QS. at-Taubah [9]: 46) Ketahuilah bahwa lafadz "makruh" menurut alQur'an dan Sunnah serta lisan salaf maksudnya adalah haram. Bukan seperti istilah orang-orang belakangan yaitu larangan yang bila ditinggalkan dapat pahala dan bila dikerjakan maka tidak berdosa. Hal itu sesuai dengan definisi secara bahasa, karena haram juga dibenci oleh Alloh dan Rosul-Nya. Alloh ‫ز م‬ ّ ‫ع ّوج‬ berfirman setelah menyebutkan hal-hal yang diharamkan: ‫ك ُّ ذَنِكَ كَبنَ سَُِّئ ُ عِىِدَ رَِّكَ مكْ ُوهًا‬ ‫بِ َ ر‬ ‫يِ ه‬ ‫ُم‬ Semua itu kejahatannya amat dibenci di sisi Robb-mu. (QS. al-Isro'[17]: 38) Dalam hadits shohih, Nabi bersabda: ‫ صهى اهلل عهيه وسهم‬juga
  8. 8. َ‫إِنَّ اهللَ كَرهَ َنكُمِ قِيمَ وََبلَ وكَْثرةَ ُّؤَالِ وَِإضَبعت‬ َ ‫ق َ َ انس‬ ِ ِ‫انْمَبل‬ Sesungguhnya Alloh membenci bagi kalian kabar burung, banyak bertanya dan menyianyiakan harta. Ibnul Qoyyim "Kebanyakan al-Jauziyah orang belakangan ‫رمحه اهلل‬ berkata: salah dalam memahami maksud ucapan para imam empat madzhab yang mereka ikuti disebabkan para imam tersebut mengucapkan dengan mereka haram lafadz belakangan waro' (berhati-hati) sehingga makruh, memahami ucapkan bukan (I'lamul Muwaqqi'in 2/75) lantas lafadz dalam menyebutnya orang-orang makruh bermakna yang haram."
  9. 9. HUKUM INI KHUSUS UNTUK NABI? Ketahuilah untuk Nabi bahwa khithob (pembicaraan) ‫ صهى اهلل عهيه وسهم‬terbagi menjadi tiga macam: 1. Khusus untuk beliau, karena ada dalilnya. 2. Umum untuk beliau dan umatnya, karena ada dalilnya. 3. Ada kemungkinan umum atau khusus. Hal ini diperselisihkan ulama; ada yang mengatakan umum dan ada yang mengatakan khusus untuk Nabi ‫ .صهى اهلل عهيه وسهم‬Pendapat yang benar adalah umum karena Nabi adalah uswah (suri tauladan) bagi umatnya. (Tafsir Surat al-Kahfi, Syaikh Ibnu Utsaimin hlm. 56) Syaikhul Islam ‫ رمحه اهلل‬berkata: "Mayoritas ulama berpendapat bahwa Alloh apabila memerintahkan atau melarang Nabi akan sesuatu maka hal itu juga mencakup umatnya selama tidak ada dalil
  10. 10. yang menunjukkan bahwa hal itu khusus bagi beliau." (Majmu Fatawa 22/322) Dalilnya adalah firman Alloh: ْ‫وَامرََأةً مُؤمَِىتً إِنْ وَهََبتِ َوفسَ َب ن َِّب ِّ إِنْ َأرَاد َّب ُّ أَن‬ ‫َ انىِي‬ ِ‫ْ ه ِهى ي‬ ِ ِ َ‫َيسِتَِىكِحَهَب خَبنِصتً نَكَ مِهِ ُونِ انْ ُؤمِىِني‬ ِ‫د م‬ َ Dan perempuan mukmin yang menyerahkan dirinya kepada mengawininya, Nabi kalau sebagai Nabi mau pengkhususan bagimu, bukan untuk semua orang mukmin. (QS. al-Ahzab [33]: 50) Firman Alloh (yang artinya): "Sebagai pengkhususan bagi kamu." menunjukkan bahwa pada asalnya hal itu adalah mencakup umatnya juga, karena penyebutan kalau bukan pengkhususan di demikian sini faidahnya. (Ushul as-Sarokhsi 2/89) tidak maka ada
  11. 11. NASIKH MANSUKH Ibnul Jauzi mengeluarkan dalam Nasikhul Qur'an wa Mansukhuhu hlm. 125-126 dengan sanad shohih dari Abu Abdirrohman as-Sulami bahwasanya Ali bin Abi Tholib ‫ رضي اهلل عىه‬pernah melewati seorang qodhi (hakim), lantas beliau bertanya kepadanya: "Apakah engkau mengetahui tentang ilmu nasikh dan mansukh?" Jawabnya: "Tidak." Jawab Ali selanjutnya: "Engkau binasa dan membinasakan orang lain!" KONTRADIKSI DALIL Imam Syafi'i berkata: "Tidak mungkin sunnah Nabi ‫ صهى اهلل عهيه وسهم‬menyelisihi Kitabulloh sama sekali." (ar-Risalah hal. 546).
  12. 12. Imam Ibnu Khuzaimah ‫ رمحه اهلل‬juga mengatakan: "Tidak ada dua hadits shohih yang bertentangan dari segala segi. Barangsiapa yang mendapatinya, hendaknya dia mendatangkannya kepadaku, niscaya akan saya padukan antara keduanya." (al-Kifayah fi Ilmi Riwayah, al-Khothib al- Baghdadi hlm. 1316) BERATNYA FATWA Imam Malik ‫ رمحه اهلل‬berkata: "Ada seorang bercerita kepadaku bahwa dia pernah masuk kepada Robi'ah ‫ رمحه اهلل‬yang sedang menangis. Dia bertanya: Apa yang membuat anda menangis?! Apakah ada musibah menimpa dirimu?!' Robi'ah menjawab: 'Tidak, namun karena seorang yang tidak berilmu dimintai fatwa!!"' Ibnu Sholah ‫ رمحه اهلل‬berkomentar: "Semoga Alloh merohmati Robi'ah, bagaimana seandainya beliau mendapati zaman kita?! laa haula walaa
  13. 13. quwwata ilia billahi. Hanya kepada Alloh kita mengadu dan Dia adalah sebaik-baik penolong. (Adabul Mufti wal Mustafti hlm. 85) Ibnul Jauzi berkata: "Ini adalah ucapan Robi'ah padahal waktu itu para tabi'in masih banyak jumlahnya, lantas bagaimana kiranya kalau dia melihat zaman kita? Sesungguhnya yang berani berfatwa adalah orang yang tidak berilmu karena kurangnya agama. (Ta'zhimul Fatwa hlm. 113) IJMA’ HARUS BERDALIL Al-Amidi "Semua berkata bersepakat bersepakat terhadap dalam bahwa suatu al-Ihkam umat 1/374: tidak hukum akan melainkan berlandaskan pada pedoman dan dalil." Namun, ulama kadang hanya kita menjumpai menyebutkan dalil sebagian ijma' saja
  14. 14. padahal ada dalilnya dari al-Qur'an dan hadits. Hal itu karena beberapa alasan: 1. Untuk meringkas, karena semua ijma' pasti berlandaskan dalil. 2. Mungkin dia tidak ingat dalilnya. 3. Mungkin dalil tersebut masih dipertanyakan, baik keshohihannya atau segi pendalilannya. QIYAS Syaikh Muhammad Amin asy-Syinqithi berkata: "Ketahuilah bahwa atsar-atsar ‫رمحه اهلل‬ yang datang dari sahabat berisi tentang jeleknya ro'yu (pendapat) serta peringatan keras darinya, maksud mereka adalah ro'yu (pendapat) yang menyelisihi dalil atau dibangun di atas kejahilan, karena mereka bersepakat untuk beramal dengan
  15. 15. pendapat di kala tidak ada nash. (Mudzkkiroh Ushul Fiqh hlm. 383) []

×