KIMIA DASAR STRUKTUR MOLEKUL
<ul><li>Dua atom dapat berinteraksi dan membentuk molekul. Antaraksi ini selalu disertai dengan pengeluaran energi. Gaya-g...
<ul><li>Ikatan ion adalah gaya tarik-menarik antara dua ion yang berlawanan muatan yang terbentuk melalui perpindahan elek...
<ul><li>Ikatan Ion </li></ul><ul><li>Ikatan ion timbul sebagai akibat dari gaya tarik-menarik antar ion yang bermuatan pos...
<ul><li>Pada 25°C dan 1 atm, kalor yang timbul pada pembentukan satu mol natrium klorida 410,9 kJ </li></ul><ul><li>Na  (s...
<ul><li>3)  Disosiasi molekul klor menjadi atom klor. Disini memerlukan energi disosiasi, D. </li></ul><ul><li>  ½ Cl 2   ...
<ul><li>Dari energetika pembentukan NaCl (s) dijekaskan bahwa faktor-faktor energi yang terkait adalah : </li></ul><ul><li...
<ul><li>Hubungan antara faktor-faktor energi ini ditunjukkan oleh lingkar Born-Haber sebagai berikut. </li></ul><ul><li>  ...
<ul><li>Menurut hukum Hess, </li></ul><ul><li>∆ H  =  ∆H1 + ∆H2 + ∆H3 + ∆H4 + ∆H5 </li></ul><ul><li>Dan ∆Hf = S  +  ½D  + ...
<ul><li>Jawab  </li></ul><ul><li>Lingkar Born Haber untuk KBr adalah sebagai berikut: </li></ul><ul><li>  ∆ H   </li></ul>...
<ul><li>  ∆ H = ∆H1 + ∆H2 + ∆H3 + ∆H4 + ∆H5 + ∆H6 </li></ul><ul><li>∆ Hf = S  +  ½L  + ½D  +  I  + (-A)  + (-U) </li></ul>...
<ul><li>Bentuk ion yang paling stabil adalah bila ion tersebut mempunyai konfigurasi gas mulia. Konfigurasi gas mulia tida...
<ul><li>2) Titik leleh dan titik didih </li></ul><ul><li>Titik leleh dan titik didih senyawa ion tinggi, karena memerlukan...
<ul><li>5) Kelarutan </li></ul><ul><li>Pada umumnya senyawa ion melarut dalam pelarut polar dan tidak melarut dalam pelaru...
<ul><ul><li>H  N </li></ul></ul><ul><li>H   C  H  H   H   O </li></ul><ul><li>H H   H   H </li></ul><ul><li>Senyawa kovale...
<ul><li>Ikatan kovalen koordinat </li></ul><ul><li>Hanya satu atom yang menyediakan dua elektron untuk dipakai bersama. Co...
<ul><li>C. Teori Oktet (Lewis) </li></ul><ul><li>Suatu atom lain yang menggunakan dua elektron atau lebih secara bersamaan...
<ul><li>Penyimpangan dan keterbatasan aturan oktet </li></ul><ul><li>1) Spesi elektron ganjil </li></ul><ul><li>Jika jumla...
<ul><li>3) Oktet yang diperluas </li></ul><ul><li>Pada PCl 5 , P dikelilingi oleh 10 elektron dan SF 6 , S dikelilingi ole...
<ul><li>Misal: </li></ul><ul><li>Cl </li></ul><ul><li>Hanya ada satu elektron, jadi Cl hanya dapat membentuk satu ikatan k...
<ul><li>5) Menurut teori ini unsur-unsur gas mulia tidak dapat membentuk ikatan oleh karena tiap atom sudah dikelilingi ol...
<ul><li>Rumus Lewis yang ekivalen disebut bentuk resonansi atau hibrida resonansi dan untuk ozon dinyatakan dengan </li></...
<ul><li>Teori ini bertitik tolak dari atom-atom secara terpisah. Ikatan antara atom-atom terjadi dengan cara orbital-orbit...
<ul><li>Gambar </li></ul><ul><li>Pertindihan 2 orbital s </li></ul><ul><li>Pertindihan 2 orbital p </li></ul><ul><li>Perti...
<ul><li>Langkah dalam meramal bentuk molekul adalah: </li></ul><ul><li>Hitung jumlah elektron valensi dari atom pusat. </l...
<ul><li>Bentuk  pasangan-pasangan elektron sebagai berikut: </li></ul><ul><li>Dua pasangan elektron. Pasangan-pasangan ini...
<ul><li>Lima pasangan elektron. Meskipun simetris yang terbaik adalah pentagon planar (sudut 72°), tetapi susunan tiga dim...
<ul><li>Susunan Pasangan Elektron </li></ul>Pasangan elektron Bentuk susunan elektron Sudut ikatan 2 Linier 180° 3 Segitig...
<ul><li>Ramalan geometri BeF 2 </li></ul><ul><li>Elektron valensi Be 2 </li></ul><ul><li>BeF 2  netral 0 </li></ul><ul><li...
<ul><li>Ramalan Geometri PCl 5 </li></ul><ul><li>Elektron valensi P 5 </li></ul><ul><li>PCl 5  netral 0 </li></ul><ul><li>...
<ul><li>G. Hibridisasi </li></ul><ul><li>Aturan Hibridisasi </li></ul><ul><li>Hibridisasi adalah proses pencampuran orbita...
<ul><li>Orbital p x , p y , d xy , d zy  dan sebagainya menentukan sifat dan arah hibridisasi. </li></ul><ul><li>Bagi hibr...
<ul><li>Proses Hibridisasi </li></ul><ul><li>Pada BeCl 2 </li></ul><ul><li>Atom Be pada  </li></ul><ul><li>tingkat dasar <...
<ul><li>TEORI ORBITAL MOLEKUL </li></ul><ul><li>Daerah kebolehjadian tertentu yang ditempati oleh elektron dalam molekul d...
<ul><li>Ikatan Logam </li></ul><ul><li>Adalah gaya tarik menarik antara dua ion logam yang positif dan elektron-elektron t...
<ul><li>Gerakan elektron yang cepat menyebabkan kalor dapat mengalir melalui kisi, sehingga logam dapat menghantar panas. ...
<ul><li>Ikatan Hidrogen </li></ul><ul><li>H 2 O, NH 3  dan HF sangat polar, karena mengandung tiga unsur yang sangat elekt...
<ul><li>Ikatan hidrogen terbentuk jika </li></ul><ul><li>atom hidrogen terikat pada atom yang keelektronegatifannya besar ...
<ul><li>Jumlah elektron menentukan besarnya gaya tarik menarik satu molekul terhadap molekul di dekatnya. Makin kuat gaya ...
Terima kasih
Upcoming SlideShare
Loading in …5
×

S T R U K T U R M O L E K U L

13,359 views

Published on

Published in: Technology, Business
2 Comments
4 Likes
Statistics
Notes
No Downloads
Views
Total views
13,359
On SlideShare
0
From Embeds
0
Number of Embeds
42
Actions
Shares
0
Downloads
994
Comments
2
Likes
4
Embeds 0
No embeds

No notes for slide

S T R U K T U R M O L E K U L

  1. 1. KIMIA DASAR STRUKTUR MOLEKUL
  2. 2. <ul><li>Dua atom dapat berinteraksi dan membentuk molekul. Antaraksi ini selalu disertai dengan pengeluaran energi. Gaya-gaya yang menahan atom-atom dalam molekul disebut ikatan. Ikatan ini merupakan ikatan kimia. </li></ul><ul><li>Atom-atom dapat saling berikatan dengan cara: </li></ul><ul><li>Perpindahan elektron dari satu atom ke atom lainnya. </li></ul><ul><li>Misalnya, atom natrium melepaskan elektron membentuk ion positif. Atom klor menerima elektron membentuk ion negatif. Kedua ion ini yang muatannya berlawanan saling tarik menarik secara elektrostatik dalam kisi ion. Ikatan macam ini disebut ikatan ion. </li></ul>
  3. 3. <ul><li>Ikatan ion adalah gaya tarik-menarik antara dua ion yang berlawanan muatan yang terbentuk melalui perpindahan elektron. Ikatan ion disebut juga ikatan elektrovalen. </li></ul><ul><li>b. Pemakaian bersama elektron oleh dua atom. </li></ul><ul><li>Kulit terluar kedua atom bertindihan dan terbentuk pasangan-elektron ikatan, yang digunakan bersama oleh kedua atom sebagai akibat pemakaian bersama pasangan elektron. </li></ul>
  4. 4. <ul><li>Ikatan Ion </li></ul><ul><li>Ikatan ion timbul sebagai akibat dari gaya tarik-menarik antar ion yang bermuatan positif dan ion yang bermuatan negatif yang dihasilkan karena perpindahan elektron. </li></ul><ul><li>Na Na + + e </li></ul><ul><li>Cl + e Cl - </li></ul><ul><li>Na + + Cl - NaCl </li></ul><ul><li>Energi pembentukan natrium klorida padat dapat dijelaskan sebagai berikut : </li></ul>(1s 2 2s 2 2p 6 3s 1 ) (1s 2 2s 2 2p 6 ) (1s2 2s2 2p6 3s2 3p5) (1s2 2s2 2p6 3s2 3p6)
  5. 5. <ul><li>Pada 25°C dan 1 atm, kalor yang timbul pada pembentukan satu mol natrium klorida 410,9 kJ </li></ul><ul><li>Na (s) + Cl 2 (g) Na+ Cl - ∆H = -410,9 kJ/mol </li></ul><ul><li>Reaksi ini dapat diuraikan dalam beberapa tahap hipotesis. </li></ul><ul><li>1) Perubahan natrium padatan menjadi atom natrium berupa gas. Di sini diperlukan energi sublimasi, S. </li></ul><ul><li>Na (s) Na (g) S = + 108,7 kJ/mol </li></ul><ul><li>2) Pembentukan ion natrium dari atom natrium. Di sini diperlukan energi ionisasi pertama I. </li></ul><ul><li>Na (g) Na + (g) + e I = + 493,8 kJ/mol </li></ul>
  6. 6. <ul><li>3) Disosiasi molekul klor menjadi atom klor. Disini memerlukan energi disosiasi, D. </li></ul><ul><li> ½ Cl 2 (g) Cl (g) ½D = +120,9 kJ/mol atom klor </li></ul><ul><li>4) Pembentukan ion klorida dari atom klor. Di sini timbul energi yang disebut afinitas elektron, A. </li></ul><ul><li>Cl (g) + e Cl - A = - 379,5 kJ/mol </li></ul><ul><li>Pembentukan natrium klorida padat dari ion natrium dan ion klor. Pada proses ini dilepaskan energi yang disebut energi kisi, U. </li></ul><ul><li>Perubahan energi keseluruhan dalam reaksi sempurna adalah ∆Hf </li></ul><ul><li>∆ Hf = (+108,7 + 493,8 + 120,9 - 379,5 - 754,8) kJ/mol </li></ul><ul><li> = -410,9 kJ/mol </li></ul>
  7. 7. <ul><li>Dari energetika pembentukan NaCl (s) dijekaskan bahwa faktor-faktor energi yang terkait adalah : </li></ul><ul><li>energi ionisasi natrium, I </li></ul><ul><li>afinitas elektron klor, A </li></ul><ul><li>energi penguapan (sublimasi) natrium padat, S </li></ul><ul><li>energi disosiasi gas klor, D </li></ul><ul><li>energi kisi NaCl, U </li></ul>
  8. 8. <ul><li>Hubungan antara faktor-faktor energi ini ditunjukkan oleh lingkar Born-Haber sebagai berikut. </li></ul><ul><li> ∆ H = ∆Hf </li></ul><ul><li>Na (s) + ½Cl 2 (g) NaCl </li></ul><ul><li>∆ H1 = S ∆H2= ½D ∆H5 = -U </li></ul><ul><li> ∆ H4 = -A </li></ul><ul><li> Cl (g) Cl - </li></ul><ul><li> + </li></ul><ul><li> ∆ H3 = I </li></ul><ul><li>Na (g) Na + (g) </li></ul>
  9. 9. <ul><li>Menurut hukum Hess, </li></ul><ul><li>∆ H = ∆H1 + ∆H2 + ∆H3 + ∆H4 + ∆H5 </li></ul><ul><li>Dan ∆Hf = S + ½D + I - A - U </li></ul><ul><li>Lingkar Born-Haber dapat dipakai untuk menentukan afinitas elektron, A, atau energi kisi, U. </li></ul><ul><li>Contoh pembentukan KBr (s) </li></ul><ul><li>Dari data di bawah ini tentukan afinitas elektron dari Brom, ditanyakan dalam kJ/mol </li></ul><ul><li>- Kalor pembentukan KBr (s), ∆Hf = -392 kJ/mol </li></ul><ul><li>- Energi ionisasi K (g), I = + 418 kJ/mol </li></ul><ul><li>- Kalor penguapan Br 2 (l), L = + 31 kJ/mol </li></ul><ul><li>- Kalor sublimasi K (s), S = +90 kJ/mol </li></ul><ul><li>- Kalor disosiasi Br 2 (g), D = +190 kJ/mol </li></ul><ul><li>- Energi kisi KBr (s), U = -688 kJ/mol </li></ul>
  10. 10. <ul><li>Jawab </li></ul><ul><li>Lingkar Born Haber untuk KBr adalah sebagai berikut: </li></ul><ul><li> ∆ H </li></ul><ul><li>K (s) + ½Br 2 (l) KBr (s) </li></ul><ul><li>∆ H1 ∆H2 ∆H6 </li></ul><ul><li>½Br 2 (g) </li></ul><ul><li> ∆ H3 </li></ul><ul><li> ∆ H5 </li></ul><ul><li>Br (g) Br - (g) </li></ul><ul><li>∆ H4 + </li></ul><ul><li>K (g) K + (g) </li></ul>
  11. 11. <ul><li> ∆ H = ∆H1 + ∆H2 + ∆H3 + ∆H4 + ∆H5 + ∆H6 </li></ul><ul><li>∆ Hf = S + ½L + ½D + I + (-A) + (-U) </li></ul><ul><li>-392 = +90 + 15,5 + 95 + 418 - A - 688 </li></ul><ul><li>A = 322,5 </li></ul><ul><li>Afinitas elektron dari Brom = - 322,5 kJ/mol </li></ul><ul><li>Atom dapat membentuk ion dengan mudah bila, </li></ul><ul><li>struktur ion yang bersangkutan adalah stabil </li></ul><ul><li>muatan pada ion adalah kecil </li></ul><ul><li>ukuran atom yang besar pada pembentukan kation dan ukuran atom yang kecil pada pembentukan anion. </li></ul>
  12. 12. <ul><li>Bentuk ion yang paling stabil adalah bila ion tersebut mempunyai konfigurasi gas mulia. Konfigurasi gas mulia tidak terjadi pada ion-ion unsur-unsur transisi. </li></ul><ul><li>Sifat senyawa ion </li></ul><ul><li>hantaran listrik </li></ul><ul><ul><li>Padatan senyawa ion tidak menghantar listrik karena tidak terdapat partikel bermuatan yang bergerak. </li></ul></ul><ul><ul><li>Dalam keadaan lebur, ion-ion bergerak dan dapat menghantar listrik </li></ul></ul><ul><ul><li>Dalam larutan air,ion-ion dikelilingi air dan bebas bergerak sehingga dapat menghantar listrik. </li></ul></ul>
  13. 13. <ul><li>2) Titik leleh dan titik didih </li></ul><ul><li>Titik leleh dan titik didih senyawa ion tinggi, karena memerlukan energi thermal yang besar untuk memisahkan ion yang terkait erat dalam kisi. </li></ul><ul><li>3) Kekerasan </li></ul><ul><li>Kebanyakan senyawa ion keras. Pemukaan kristalnya tidak mudah digores. Hal ini disebabkan ion-ion erat terkait dalam kisi sehingga sukar bergerak dari kedudukannya. </li></ul><ul><li>4) Kegetasan </li></ul><ul><li>Kebanyakan senyawa ion getas (brittle). Distorsi menyebabkan tolak-menolak antara ion yang muatannya sama. </li></ul>
  14. 14. <ul><li>5) Kelarutan </li></ul><ul><li>Pada umumnya senyawa ion melarut dalam pelarut polar dan tidak melarut dalam pelarut non polar. </li></ul><ul><li>B. Ikatan Kovalen </li></ul><ul><li>Pada senyawa-senyawa, seperti misalnya H 2 , HCL, O 2 , C 2 H 2 , HgCl 2 , SnBr 4 dsb, tidak terjadi perpindahan elektron dari atom yang satu ke atom yang lain, sehingga bukan ikatan ion. </li></ul><ul><li>Jumlah ikatan kovalen yang dapat dibentuk oleh suatu atom disebut kovalensi. Beberapa harga kovalensi yang umum adalah ; hidrogen dan halogen, 1; oksigen dan belerang, 2 ; nitrogen dan fosfor, 3 ; karbon dan silikon, 4 </li></ul>
  15. 15. <ul><ul><li>H N </li></ul></ul><ul><li>H C H H H O </li></ul><ul><li>H H H H </li></ul><ul><li>Senyawa kovalen memiliki sifat sebagai berikut : </li></ul><ul><li>Pada suhu kamar pada umumnya berupa gas, cairan atau padatan dengan titik leleh rendah. Gaya antar molekul lemah meskipun ikatan-ikatan kovalen kuat. </li></ul><ul><li>Melarut dalam pelarut non polar seperti benzene dan beberapa diantaranya berinteraksi dengan pelarut polar. </li></ul><ul><li>Padatannya, leburannya atau larutannya tidak menghantar listrik. </li></ul>
  16. 16. <ul><li>Ikatan kovalen koordinat </li></ul><ul><li>Hanya satu atom yang menyediakan dua elektron untuk dipakai bersama. Contoh komplek BCl 3 , NH 3 </li></ul><ul><li> H Cl H Cl </li></ul><ul><li>H N + B Cl H N B Cl </li></ul><ul><li> H Cl H Cl </li></ul>
  17. 17. <ul><li>C. Teori Oktet (Lewis) </li></ul><ul><li>Suatu atom lain yang menggunakan dua elektron atau lebih secara bersamaan akan mencapai konfigurasi gas mulia, ns 2 np 6 (kecuali pada molekul hidrogen). Misalnya </li></ul><ul><li>H. + .H H : H atau H – H </li></ul><ul><li>H. + .Cl: H : Cl: atau H – Cl </li></ul><ul><li>:O: + :O: :O: :O: atau O = O </li></ul><ul><li>2 C + 2.H H : C : : : C : H atau H – C C – H </li></ul><ul><li>Rumus senyawa diatas disebut rumus titik, rumus elektron, atau rumus Lewis. </li></ul>
  18. 18. <ul><li>Penyimpangan dan keterbatasan aturan oktet </li></ul><ul><li>1) Spesi elektron ganjil </li></ul><ul><li>Jika jumlah elektron valensi ganjil akan terdapat elektron yang tidak berpasangan dan sekurang-kurangnya terdapat satu atom dengan oktet yang tidak lengkap. Misalnya pada NO 2 </li></ul><ul><li>: O – N = O : : O = N – O : </li></ul><ul><li>2) Oktet yang tidak sempurna </li></ul><ul><li> : Cl : </li></ul><ul><li> : Cl : Be : Cl : : Cl : B : Cl </li></ul>
  19. 19. <ul><li>3) Oktet yang diperluas </li></ul><ul><li>Pada PCl 5 , P dikelilingi oleh 10 elektron dan SF 6 , S dikelilingi oleh 12 elektron </li></ul><ul><li>:Cl Cl: :F: </li></ul><ul><li>P :F F: </li></ul><ul><li>:Cl Cl: S </li></ul><ul><li> :Cl: :F F: </li></ul><ul><li>:F: </li></ul><ul><li>4) Menurut teori ini, jumlah ikatan kovalen yang dapat dibentuk oleh suatu unsur bergantung pada jumlah elektron tak berpasangan dalam unsur tersebut. </li></ul>
  20. 20. <ul><li>Misal: </li></ul><ul><li>Cl </li></ul><ul><li>Hanya ada satu elektron, jadi Cl hanya dapat membentuk satu ikatan kovalen (HCl, CCl 4 ) </li></ul><ul><li>O </li></ul><ul><li>di sini ada dua elektron tunggal, sehingga O dapat membentuk dua ikatan (H-O-H, O=O) </li></ul><ul><li>C </li></ul><ul><li>di sini hanya ada dua elektron tunggal, sedangkan C biasanya membentuk empat ikatan (CH 4 ) </li></ul><ul><li>B </li></ul><ul><li>di sini hanya ada satu elektron tunggal, padahal B dapat membentuk 3 ikatan (BCl 3 ) </li></ul>
  21. 21. <ul><li>5) Menurut teori ini unsur-unsur gas mulia tidak dapat membentuk ikatan oleh karena tiap atom sudah dikelilingi oleh 8 elektron valensi. Kecuali XeF 2 , XeO 2 </li></ul><ul><li>D. Konsep resonansi </li></ul><ul><li>Ada kalanya suatu molekul tidak dapat dinyatakan dengan satu rumus Lewis saja. Misalnya ozon O 3 , dapat dinyatakan dengan dua rumus Lewis. </li></ul><ul><li>I. O II. O </li></ul><ul><li> O O O O </li></ul>
  22. 22. <ul><li>Rumus Lewis yang ekivalen disebut bentuk resonansi atau hibrida resonansi dan untuk ozon dinyatakan dengan </li></ul><ul><li>O O </li></ul><ul><li> O O O O </li></ul><ul><li>E. Teori Ikatan Valensi </li></ul><ul><li>Ditinjau dengan dua cara. Cara pertama, elektron yang digunakan bersama itu menempati orbital-orbital atom yang saling bertindihan, dikenal dengan teori ikatan valensi. </li></ul><ul><li>Cara kedua, molekul dianggap mempunyai orbital-orbital molekul yang ditempati oleh elektron menurut energi yang meningkat, dikenal sebagai teori orbital molekul </li></ul>
  23. 23. <ul><li>Teori ini bertitik tolak dari atom-atom secara terpisah. Ikatan antara atom-atom terjadi dengan cara orbital-orbital atom yang masing-masing saling bertindihan. Agar stabil harus memiliki spin yang berlawanan. </li></ul><ul><li>Cara pertindihan orbital atom </li></ul>
  24. 24. <ul><li>Gambar </li></ul><ul><li>Pertindihan 2 orbital s </li></ul><ul><li>Pertindihan 2 orbital p </li></ul><ul><li>Pertindihan orbital s dan p </li></ul><ul><li>Pertindihan 2 orbital p yang sejajar </li></ul><ul><li>F. Bentuk Molekul </li></ul><ul><li>Diramalkan dengan dua cara : </li></ul><ul><li>Meninjau pengaruh tolak-menolak antara pasangan elektron dalam kulit valensi atom pusat. </li></ul><ul><li>Meninjau distribusi orbital atom pusat. Dikenal dengan konsep hibridisasi. </li></ul>
  25. 25. <ul><li>Langkah dalam meramal bentuk molekul adalah: </li></ul><ul><li>Hitung jumlah elektron valensi dari atom pusat. </li></ul><ul><li>Tambahkan dengan besarnya muatan jika spesi bermuatan negatif atau kurangi dengan besarnya muatan jika spesi bermuatan positif. </li></ul><ul><li>Tambahkan dengan jumlah atom yang terikat. </li></ul><ul><li>Bagi dengan dua, menghasilkan jumlah pasangan elektron. </li></ul><ul><li>Tempatkan pasangan elektron sehingga mengelilingi atom pusat. </li></ul><ul><li>Jumlah pasangan elektron (d) dikurangi jumlah atom yang terikat adalah sama dengan pasangan elektron bebas </li></ul>
  26. 26. <ul><li>Bentuk pasangan-pasangan elektron sebagai berikut: </li></ul><ul><li>Dua pasangan elektron. Pasangan-pasangan ini tersusun berseberangan di antara atom pusat membuat sudut 180° </li></ul><ul><li>Tiga pasang elektron. Susunannya berbentuk segitiga planar dengan sudut 120° antara pasangan elektron. </li></ul><ul><li>Empat pasang elektron. Ada dua mcam susunan yaitu: </li></ul><ul><ul><li>Bujur sangkar planar dengan pasangan elektron terdapat pada pojok dengan sudut antara pasangan elektron 90° </li></ul></ul><ul><ul><li>Tetrahedral dengan pasangan elektron terdapat di pojok tetrahedral dengan sudut antara pasangan elektron 109,5° (sudut tetrahedral) </li></ul></ul>
  27. 27. <ul><li>Lima pasangan elektron. Meskipun simetris yang terbaik adalah pentagon planar (sudut 72°), tetapi susunan tiga dimensi yang paling tepat yaitu trigonal bipiramida. Sudut antara pasangan equatorial 120° dan sudut antara pasangan axial 90° </li></ul><ul><li>Enam pasang elektron. Susunannya berbentuk tetrahedral dengan sudut antara pasangan elektron yang berdekatan 90°. </li></ul><ul><li>Tujuh pasang elektron atau lebih. Hanya sedikit senyawa yang lebih dari enam pasang elektron mengelilingi atom pusat, dan strukturnya ditentukan secara khusus. </li></ul>
  28. 28. <ul><li>Susunan Pasangan Elektron </li></ul>Pasangan elektron Bentuk susunan elektron Sudut ikatan 2 Linier 180° 3 Segitiga planar 120° 4 Tetrahedral 109,5° 5 Trigonal piramidal 120°dan 90° 6 Oktahedral 90°
  29. 29. <ul><li>Ramalan geometri BeF 2 </li></ul><ul><li>Elektron valensi Be 2 </li></ul><ul><li>BeF 2 netral 0 </li></ul><ul><li>Elektron dari 2F 2 </li></ul><ul><li>jumlah elektron 4 </li></ul><ul><li>Jumlah pasangan elektron 4 = 2 </li></ul><ul><li>2 </li></ul><ul><li>Susunan elektron linier (garis lurus) </li></ul><ul><li>* Bentuk BeF 2 : linier </li></ul>
  30. 30. <ul><li>Ramalan Geometri PCl 5 </li></ul><ul><li>Elektron valensi P 5 </li></ul><ul><li>PCl 5 netral 0 </li></ul><ul><li>Elektron dari 5 Cl 5 </li></ul><ul><li>Jumlah elektron 10 </li></ul><ul><li>Jumlah pasangan elektron 10 = 5 </li></ul><ul><li> 2 </li></ul><ul><li>e) Susunan elektron : trigonal bipiramida </li></ul><ul><li>* bentuk PCl 5 : trigonal bipiramida </li></ul>
  31. 31. <ul><li>G. Hibridisasi </li></ul><ul><li>Aturan Hibridisasi </li></ul><ul><li>Hibridisasi adalah proses pencampuran orbital-orbital dalam suatu atom </li></ul><ul><li>Hanya orbital yang mempunyai energi yang hampir sama besar yang membentuk orbital hibrida. </li></ul><ul><li>Orbital hibrida yang terbentuk sama banyak dengan jumlah orbital yang bercampur. </li></ul><ul><li>Dalam hibridisasi yang bercampur adalah jumlah orbital, bukan jumlah elektron. </li></ul><ul><li>Orbital s tidak terarah dalam ruang x, y, z, maka orbital ini tidak mempunyai arah dalam proses hibridisasi </li></ul><ul><li>Sebagian besar hibrida adalah mirip tetapi tidak selalu mempunyai bentuk yang identik. </li></ul>
  32. 32. <ul><li>Orbital p x , p y , d xy , d zy dan sebagainya menentukan sifat dan arah hibridisasi. </li></ul><ul><li>Bagi hibrida yang ekivalen orientasi dalam ruang ditentukan oleh: </li></ul><ul><ul><li>Jumlah hibrida yang diperoleh </li></ul></ul><ul><ul><li>Arah x, y atau z </li></ul></ul><ul><ul><li>Anggapan bahwa elektron akan menempati orbital hibrida sedemikian sehingga tidak terganggu elektron lain. </li></ul></ul><ul><li>Macam hibridisasi yang diterapkan untuk suatu struktur ditentukan oleh geometri molekul yang diperoleh dari eksperimen. </li></ul>
  33. 33. <ul><li>Proses Hibridisasi </li></ul><ul><li>Pada BeCl 2 </li></ul><ul><li>Atom Be pada </li></ul><ul><li>tingkat dasar </li></ul><ul><li> Promosi </li></ul><ul><li>Atom Be tereksitasi </li></ul><ul><li> hibridisasi </li></ul><ul><li>Orbital hibrida sp </li></ul><ul><li> sp pembentukan </li></ul><ul><li> BeCl 2 </li></ul><ul><li>BeCl 2 </li></ul>* *
  34. 34. <ul><li>TEORI ORBITAL MOLEKUL </li></ul><ul><li>Daerah kebolehjadian tertentu yang ditempati oleh elektron dalam molekul disebut orbital molekul. </li></ul><ul><li>Orbital molekul merupakan kombinasi linier dari orbital atom yang disebut LCAO </li></ul><ul><li>Misalnya </li></ul><ul><li>Dua orbital 1s dari dua atom hidrogen membentuk dua orbital molekul untuk molekul hidrogen. Salah satunya mpy energi terendah disebut orbital molekul ikatan yang lainnya disebut orbital molekul anti ikatan </li></ul><ul><li>Orbital molekul yang terbentuk dari orbital-orbital s dan p berdasarkan atas terbentuknya dibagi dalam orbital sigma( σ ) dan orbital pi( π ). Masing-masing orbital ini dapat berupa orbital ikatan dan anti ikatan ( σ , σ *, π , π *) </li></ul>
  35. 35. <ul><li>Ikatan Logam </li></ul><ul><li>Adalah gaya tarik menarik antara dua ion logam yang positif dan elektron-elektron terdelokalisasi diantara ion-ion tsb. </li></ul><ul><li>Elektron valensi logam tidak erat terikat (energi ionisasi rendah). </li></ul><ul><li>Logam alkali hanya mempunyai satu elektron valensi, sedangkan logam transisi dapat menggunakan lebih banyak elektron valensi dalam pembentukan ikatan. </li></ul><ul><li>Dasar pembentukan ikatan logam adalah orbital atom terluar yang terisi elektron menyatu menjadi suatu sistem terdelokalisasi. </li></ul><ul><li>Pengaruh beda potensial menyebabkan terjadi arus elektron sehingga menyebabkan logam dapat menghantarkan listrik. </li></ul>
  36. 36. <ul><li>Gerakan elektron yang cepat menyebabkan kalor dapat mengalir melalui kisi, sehingga logam dapat menghantar panas. </li></ul><ul><li>Kekuatan logam bertambah jika: </li></ul><ul><ul><li>Jumlah elektron dalam sistem terdelokalisasi bertambah </li></ul></ul><ul><ul><li>Jika ukuran pusat atom yang merupakan satuan struktur logam bertambah kecil. </li></ul></ul><ul><li>Logam alkali sangat lunak dan titik lelehnya rendah </li></ul><ul><li>Logam transisi membentuk kation yang kecil dan mpy beberapa elektron valensi sehingga logam-logam ini keras dan titik lelehnya tinggi. </li></ul>
  37. 37. <ul><li>Ikatan Hidrogen </li></ul><ul><li>H 2 O, NH 3 dan HF sangat polar, karena mengandung tiga unsur yang sangat elektronegatif yaitu O, N dan F yang menyambung langsung pada hidrogen yang sangat kurang elektronegatif. Sehingga menghasilkan molekul polar yang kuat. </li></ul><ul><li>Atom-atom H yang terikat pada O, N dan F menempatkan dirinya di antara atom-atom unsur ini dan menghasilkan gaya tarik menarik, menjembatani unsur-unsur yang elektronegatif membentuk ikatan yang disebut ikatan hidrogen. </li></ul>
  38. 38. <ul><li>Ikatan hidrogen terbentuk jika </li></ul><ul><li>atom hidrogen terikat pada atom yang keelektronegatifannya besar (N, O, dan F) </li></ul><ul><li>Atom yang sangat elektronegatif mempunyai pasangan elektron bebas. </li></ul><ul><li>Gaya Inter-Molekul </li></ul><ul><li>Adalah gaya tarik menarik antara partikel-partikel tak bermuatan yang kulit elektronnya penuh. </li></ul><ul><li>Unsur-unsur molekular dan gas mulia melalui pendinginan dapat mencair dan menjadi padatan lagi. Hal ini menunjukkan bahwa di antara partikel-partikel tak bermuatan pun terjadi gaya tarik-menarik </li></ul>
  39. 39. <ul><li>Jumlah elektron menentukan besarnya gaya tarik menarik satu molekul terhadap molekul di dekatnya. Makin kuat gaya tarik-menarik, makin tinggi titik didih cairan. </li></ul><ul><li>Gaya tarik-menarik yang lemah di antara dua buah ujung dipol disebut gaya van der waals </li></ul><ul><li>Gaya van der waals makin bertambah jika jumlah elektronnya bertambah. </li></ul>
  40. 40. Terima kasih

×