Dampak Negatif Paradigma “Inward Looking”
terhadap perkembangan budaya dan bangsa.

       Dr. Krishnahari Pribadi M.D., P...
Karakter Bangsa Yang Terpasung
• Tidak berani merantau
• Kurang jiwa enterpreunership
• Defensif,
  Defensif, reaktif dan ...
Administrasi & Hukum Negara Yang Represif
•   Sektorial,
    Sektorial, parochial
•   Birokratis dan tidak efisien
•   Str...
Paradigma Pencekalan:
•   Perbankan dan kredit: deposito &
    jaminan dicekal dan dirampas.
    Penggunaan preman dan
   ...
Paradigma Pencekalan:
• Kepolisian: pencekalan guna
  penyidikan, azas praduga
  bersalah, pemaksaan
  pengakuan, pencekal...
Iklim Busines Represif &Non-ekspansif
•    Fokus kepada agrikultur lokal
•    Konsentrasi agrikultur di pulau Jawa
•    Ku...
KTP sebagai alat pembelengguan & pembatasan ruang
                  gerak warganegara:
•   KTP hanya berlaku lokal tidak n...
Prosedur Berbelit Dalam Perijinan Usaha dan Profesional Sebagai Upaya
           Pembatasan dan Pembelengguan dan Praktek ...
BPOM: PEMBELENGGU DAN PENCEKALAN PRODUK MAKANAN
   SEHAT DAN INDUSTRI MAKANAN TRADISIONAL RAKYAT

•   Setiap produk makana...
INFRASTRUKTUR SEBAGAI ALAT PEMBATASAN RUANG GERAK


•   Jalan yang semrawut dan menghambat
    trafik daripada melancarkan...
Ekonomi Monopoli dan Anti Ekonomi
                Kerakyatan
•   Monopoli oleh pengusaha besar:
    pemerintah dan perusah...
Pertahanan Konsentrasi Darat & Fragmentatif:

•   Pertahanan maritim yang lemah
•   Angkatan Laut paling tidak
    mendapa...
Seni & Budaya Konsumerisme
•   Eksploitasi seni & budaya untuk nilai
    ekonomis saja
•   Perkembangan seni & budaya kome...
APAKAH KITA AKAN BIARKAN BANGSA DIBELENGGU OLEH
             KEKUATAN MASA LAMPAU ?
Mari Kita Bangkitkan Heroisme Patriotik
               Nasional
SELAMAT BERJUANG
Upcoming SlideShare
Loading in …5
×

Karakter Inward Looking

1,551 views

Published on

Published in: Technology, Business
0 Comments
0 Likes
Statistics
Notes
  • Be the first to comment

  • Be the first to like this

No Downloads
Views
Total views
1,551
On SlideShare
0
From Embeds
0
Number of Embeds
4
Actions
Shares
0
Downloads
20
Comments
0
Likes
0
Embeds 0
No embeds

No notes for slide

Karakter Inward Looking

  1. 1. Dampak Negatif Paradigma “Inward Looking” terhadap perkembangan budaya dan bangsa. Dr. Krishnahari Pribadi M.D., Pembahas
  2. 2. Karakter Bangsa Yang Terpasung • Tidak berani merantau • Kurang jiwa enterpreunership • Defensif, Defensif, reaktif dan pasif • Kecemburuan sosial tinggi • Mudah dipecah • Cendrung saling menyalahkan • Tidak bisa menerima kritik • Parochial, segmental dan birokratik – Cendrung untuk kolusi, korupsi kolusi, & kekuasaan. kekuasaan. Terikat lokalitas
  3. 3. Administrasi & Hukum Negara Yang Represif • Sektorial, Sektorial, parochial • Birokratis dan tidak efisien • Struktur administrasi feodal • Tidak orientasi pada pelayanan publik • Mementingkan hegemoni, kekuasaan hegemoni, dan keuntungan oknum • Peraturan dan prosedur timpang tindih • Hukum yang punitif dan represif dan tidak konstruktif atau rehabilitatif • Hukum tidak realistis & praktis: lebih praktis: merupakan alat kekuasaan
  4. 4. Paradigma Pencekalan: • Perbankan dan kredit: deposito & jaminan dicekal dan dirampas. Penggunaan preman dan intimidasi untuk pemerasan pembayaran • Pendidikan: pencekalan hak didik anak untuk memeras pembayaran, pendidikan nasional membelenggu pengembangan pendidikan kreatif dan variatif • Pembatasan ruang gerak profesi dan usaha oleh pemerintah
  5. 5. Paradigma Pencekalan: • Kepolisian: pencekalan guna penyidikan, azas praduga bersalah, pemaksaan pengakuan, pencekalan dokumen legal tmsk STNK, SIM, • Perpajakan: pajak fiskal • Keimigrasian: pencekalan pada tersangka untuk penyidikan • Rumah sakit: pencekalan pasien atau bayi untuk memeras pembayaran kontan, penolakan pengobatan UGD pada orang miskin • Pelanggaran HAM
  6. 6. Iklim Busines Represif &Non-ekspansif • Fokus kepada agrikultur lokal • Konsentrasi agrikultur di pulau Jawa • Kualitas yang asal2an untuk asal2 kepentingan lokal • Tidak ada daya saing • R & D yang buruk • Sumber daya alam dikelola secara lokal, tidak strategik dengan orientasi penggunaan konsumer lokal • Tidak ada kebanggan terhadap produk nasional • Kompetisi tidak sehat, dan saling menjatuhkan antara pengusaha
  7. 7. KTP sebagai alat pembelengguan & pembatasan ruang gerak warganegara: • KTP hanya berlaku lokal tidak nasional • KTP luar tidak bisa dipakai untuk keperluan administrasi, hukum, usaha administrasi, hukum, didaerah otonom lain • KTP lokal sebagai syarat mutlak untuk buka usaha, kepemilikan, transaksi, usaha, kepemilikan, transaksi, perbankan, perbankan, ijin profesi, perkawinan, profesi, perkawinan, pendidikan dll untuk setiapdaerah otonom • Pemaksaan untuk tinggal didaerah lokal untuk berusaha, profesi, berusaha, profesi, pendidikan . dll. dll. • Alat diskriminatif dalam pendidikan, pendidikan, usaha, kepemilikan, dll. usaha, kepemilikan, dll.
  8. 8. Prosedur Berbelit Dalam Perijinan Usaha dan Profesional Sebagai Upaya Pembatasan dan Pembelengguan dan Praktek Monopoli • Dept Hukum & HAM • Dept Keuangan & Perpajakan • Dept Perdagangan & Perindustrian • UKM • Dept Kesehatan Pusat & Lokal • Badan POM • Dept Pertanian. • Hak Cipta & HAKI • Imigrasi dan Bea CukaiGubernur • Walikota • Tata Kota • Kepolisian • Kecamatan, Kelurahan • RW RT • Tetangga • Organsasi Profesi • Lembaga & Yayasan seperti MUI, Lembaga Konsumer • dll.
  9. 9. BPOM: PEMBELENGGU DAN PENCEKALAN PRODUK MAKANAN SEHAT DAN INDUSTRI MAKANAN TRADISIONAL RAKYAT • Setiap produk makanan dan minuman harus punya nomor registrasi • Prosedur berbelit berorientasi kimia, mahal dan berkepanjangan untuk registrasi produk • Sumber pemerasan dan korupsi • Percaloan dalam registrasi • Peraturan- Peraturan-peraturan yang selalu berubah. • Tak ada jaminan keamanan dan efektifitas • BPOM tidak dapat diklaim apabila produk ternyata tidak sesuai dengan registrasi atau ternyata tidak aman.
  10. 10. INFRASTRUKTUR SEBAGAI ALAT PEMBATASAN RUANG GERAK • Jalan yang semrawut dan menghambat trafik daripada melancarkan • Aturan lalu lintas yang menghambat, menjebak dan menyulitkan • Design kota yang mengukung, menjebak dan mencekal • Tidak ada kerja sama pusat dan regional dan lokal dalam penanganan dan pengelolaan sistem transportasi • Jalur strategis yang rusak, berlubang tidak pernah dibenahkan • Pemerintah tidak peduli terhadap korban maut atu kecelakaan akibat kondisi jalan yang buruk • Nomor rumah yang tidak sistematis, berurutan dan ganda
  11. 11. Ekonomi Monopoli dan Anti Ekonomi Kerakyatan • Monopoli oleh pengusaha besar: pemerintah dan perusahaan swasta dalam dan luar • Pengebirian ruang gerak usaha rakyat dan UKM • Merangsang konsumerisme dan trading dan brokerage • Pemersan dan pencekalan usaha kecil oleh usaha besar • Distribusi berdasarkan profit dan bukan kebutuhan manusia • Kebijakan moneter & fiskal yang mencekal guna kepentingan kelompok dan pemerintah
  12. 12. Pertahanan Konsentrasi Darat & Fragmentatif: • Pertahanan maritim yang lemah • Angkatan Laut paling tidak mendapatkan peralatan yang memadai dan modern • Mobilisasi pertahanan yang buruk • Infrastruktur pertahanan cendrung untuk kepentingan strategis darat dan bukan maritim • Pertahanan berrsifat defensive, reaktif dan represif • Perkembangan dan riset ( R& D) yang buruk • dll
  13. 13. Seni & Budaya Konsumerisme • Eksploitasi seni & budaya untuk nilai ekonomis saja • Perkembangan seni & budaya komersial • Penghargaan yang kurang terhadap karya seniman • Moralisasi dari produk seni dan budaya • Pengunaan seni & budaya untuk pengembangan kekuasan dan politik • Pencekalan terhadap kreasi yang original, universal, kreatif dan ekspansif dengan alasan moralitas, agama, politik dan keamanaan • Pencekalan para artis oleh figur politik & moralis
  14. 14. APAKAH KITA AKAN BIARKAN BANGSA DIBELENGGU OLEH KEKUATAN MASA LAMPAU ?
  15. 15. Mari Kita Bangkitkan Heroisme Patriotik Nasional
  16. 16. SELAMAT BERJUANG

×