Successfully reported this slideshow.
We use your LinkedIn profile and activity data to personalize ads and to show you more relevant ads. You can change your ad preferences anytime.
Keputusan dalam Pembelian – Manajemen Farmasi2. KEPUTUSAN UTAMA SAAT PEMBELIANPemesanan untuk memperoleh keuntungan yang m...
mempengaruhi pandangan konsumen, digunakan untuk bersaing dengan competitor dan yangutama tergantung dari kebutuhan dan ke...
beriku ini juga dapat ditempatkan pada tempat tersendiri, peninjauan seleksi barang, besarnyakeuntungan, pemberian harga e...
pembiayaan       lamanya kerjasama       inovatif       resiko       investasi2.6 Kerjasama dengan pedagang besarPemilihan...
Diskon diperoleh menurut jumlah pembeliaan tertentu                                        1. Diskon tunai                ...
Upcoming SlideShare
Loading in …5
×

Keputusan dalam Pembelian – Manajemen Farmasi

1,697 views

Published on

  • Be the first to comment

Keputusan dalam Pembelian – Manajemen Farmasi

  1. 1. Keputusan dalam Pembelian – Manajemen Farmasi2. KEPUTUSAN UTAMA SAAT PEMBELIANPemesanan untuk memperoleh keuntungan yang maksimal dari suatu pembelian harusmempertimbangkan yang memerlukan pengawasan dalam pembelian produk farmasi dandengan dasar prosedur yang berkala. Pengawasan pembelian harus fleksibel danmencerminkan kebutuhan untuk mencapai tujuan dan rencana farmasi. Farmasi harusmeninggalkan koridor kebijakan yang ada untuk merespon keadaan yang tidak terduga seperti,keperluan yang tidak biasanya dan adanya penawaran harga yang sangat menarik darisupplier.Pembelian kebutuhan farmasi harus sesuai dengan kondisi, pembelian yang efektif merupakanhal terpenting dalam pengambilan keputusan, meliputi : 1. Membeli produk dengan kualitas yang baik dan memuaskan 2. Membeli produk dari supplier yang tepat 3. Membeli produk pada waktu yang tepat 4. Membeli produk pada jangka waktu yang tepat2.1 Keputusan Tepat ProdukKeputusan tepat produk, misalnya : menentukan peracikan resep dan penyerahan resepmerupakan titik kritis antara obat dan penerapan farmasi komunitas. Secara keseluruhan, akannampak sedikit perbedaan bagaimana cara pembagian tugas dalam pembelian, jika produkyang telah dibeli mengalami variasi yang salah dan kualitas yang salah.Sangat mudah mengambil keputusan persediaan barang untuk peracikan. Rata-rata secaragaris besar 50 % tugas apotek adalah meracik obat, jadi manajemen farmasi dapat digunakanuntuk menentukan beberapa hal, yaitu obat apa yang dibutuhkan, berapa jumlanya, dan kapanharus diantar. Complain dari pasien merupakan informasi yang sangat berguna untukmemperbaiki pelayanan yang ada. Dan 50 % yang lain adalah memformulasi untuk keperluanidentifikasi di industri, dokumen yang dibutuhkan dokter, supplier, dan majalah-majalahperdagangan.Kadang kala permintaan konsumen pada produk kurang rasional, tidak dapat terpenuhi, karenalebih mempertimbangkan produk-produk yang essential & sesuai dengan kondisi . Akibatnya,manager apotek harus meluangkan waktu untuk mempertimbangkan apa yang dibutuhkan,diinginkan konsumen dan berapa lama waktu yang dibutuhkan untuk pengadaan produktersebut.Perusahaan tertentu mempunyai spesifikasi dengan variasi produk yang diperdagangkan,pengelompokan, produk baru dan produk yang disesuaikan dengan kondisi. Variasi produk 1/5
  2. 2. mempengaruhi pandangan konsumen, digunakan untuk bersaing dengan competitor dan yangutama tergantung dari kebutuhan dan keinginan dari pangsa pasar.2.2 Keputusan banyaknya pembelianKekhawatiran yang umum diantara orang-orang dalam berbagai macam usaha adalah merekaharus melaporkan segala yang akan mereka beli atau jual. Yang perlu diperhatikan adalahbarang yang terjual yang harus dibayar pada saat keluarnya persediaan. Yang patutdisayangkan, hal ini membuat harga melambung tinggi. Sampai sekarang, frekuensi keluarnyabarang seperti itu pasti beresiko diasingkan dan kehilangan pelanggan.Untuk meningkatkan jumlah permintaan barang tertentu harus diketahui, pertama dapatmemperkirakan jumlah pesanan yang sesuai hal ini meminimalkan jumlah pembayaran saatpembelian. Untuk item yang memiliki permintaan yang relativ tidak tentu, salah satunya dapatditafsirkan berdasarkan penjualan sebelumnya dan pembelian berulang dan selanjutnyaselanjutnya dirata-rata sebagai dasar untuk rencana pembelian selanjutnya.2.3 Keputusan pemilihan penyimpananDalam memilih penyimpanan bagi persediaan, pengelola apotik punya beberapa pilihan,pembelian langsung dari pabrik, pedagang besar, atau pembelian berkala. Pembelian barangtertentu mungkin dibuat langsung oleh pabrik. Manajer apotik seringkali lebih suka membelibarang secara langsung, terutama jika mencari pembelian dengan harga rendah dan terlebihlagi jika membantu dalam mempromosikan, barang pajangan dan selebarannya itu dapatsiperoleh dari pedagang besar. Sebagian besar barang yang dijual eceran oleh apotik,bagaimanapun, merupakan pasokan dari pedagang besar.Pedagang besar biasanya melakukan penjualan dengan sistem penjualan tertentu padamanajer apotik, diantranya: Penyediaan tempat tertentu untuk memajang produk Memperpanjang kredit Menyediakan informasi tentang penjualan dan produk Menyediakan iklan, promosi penjualan, dan bantuan berupa produk Menyediakan label harga dan label permanen Menyediakan alat-alat elektronik transaksi penjualan Menyediakan penganalisa/ pemindai pembelianPenganalisa pembelian memudahkan manajer apotik mengontrol barang agar lebih mudah, inisangat membantu dalam pendataan barang yang masuk, peningkatan penjualan, danmenambah kepuasan pelanggan dalam pelayanan.Laporan pembelian perbulan dapat dibandingkan dengan pembelian pada bulan-bulansebelumnya oleh bagian pengkaji jika pada pembelian ditemukan keperluan penjualan. Hal-hal 2/5
  3. 3. beriku ini juga dapat ditempatkan pada tempat tersendiri, peninjauan seleksi barang, besarnyakeuntungan, pemberian harga eceran, pilihan harga, dan pembelian barang untukmengidentifikasi penempatan untuk menyesuaikan tempat; dan menentukan garis besar danmenilai pengaruh yang kuat dari keputusan pemberian harga pada harga tunggal atau sebagiandari jumlah keuntungan.2.4 Kelompok kerjasama pembelianApotik mandiri mempunyai pembuatan rencana awal tahun untuk hubungan pembelianmembentuk susunan kerjasama atau pelayanan pembelian berkala. Tujuan dari pembelianberkala adalah untuk menaikkan kesejahteraan ekonomi dari komunitas apotik mandiri olehpenggunaan pengupayaan penggabungan supaya efisien dan pemerataan ekonomi dalampembelian produk pad harga relativ rendah.Ditunjukkannya sebagai bagian dari rencana kesuksesan karena pengurangan pembayarandalam palaksanaan bisnis.Pharmaceutical Care Network (PCN), samasekali mendapatkan tunjangan dari asosiasi farmasiCalifornia, salah satu gambaran dari keuntungan pembelian berkala. Keuntungan pembelianberkala antara lain : 1. kekuatan pembelian 2. menghentikan satu pembelian tidak ada pemesanan minimal 3. pilihan pedagang besar 4. meningkatkan keuntungan 5. penilaian bioekivalen dan hasil berkelanjutan2.5 Penyeleksian pedagangTujuan nyata dari kehati-hatian memilih pedagang adalah untuk menemukan satu sumbermasukan, atau beberapa suber alternativ yang memuaskan sebanding dengan persyaratan.Pemesanan berturut-turut untuk barang yang sama dapat ditempatkan dengan pengiriman yangsama yang dapat dipercaya. Dengan kata lain, keputusan menempatkannya pada penyimpandimaksudkan melanjutkan hubungan.Beberapa kriteria untuk pertimbangan dalam memilih pemasok, diantaranya: kepercayaan harga dan kualitas waktu selama proses pemesanan penyediaan garansi 3/5
  4. 4. pembiayaan lamanya kerjasama inovatif resiko investasi2.6 Kerjasama dengan pedagang besarPemilihan dan bekerjasama dengan pedagang besar yang berkemampuan merupakan fungsisignifikan dari pembelian. Kemungkinan tidak seorangpun lebih penting untuk mengoperasikanapotik daripada pedagang besar. Sampai sekarang banyak manajer apotik yang tidakmengakuinya sebagai supplier yang baik untuk menjalin kerjasama diantara pedagang besar.Manajer apotik harus memiliki motivasi seorang pedagang besar yang baik untuk bekerjasamadengan mereka dalam situasi apapun.2.7 Keputusan dalam waktu pengadaan Waktu pengadaan barang dapat disesuaikan dengan permintaan dan jumlah minimalinvestasi inventori. Rumus dalam pemesanan kembali adalah sebagai berikut : Reorder = (usage rate x lead time) + Safety stockReorder point = batas dimana pemesanan (order) harus dilakukanUsage rate = Rata-rata pemjualan sehariLead time = waktu mulai dari tanggal order dilakukan sampai tanggal dimana barang diterimaSafety stock = Jumlah inventori tambahan yang disimpan untuk menghindari dari kekurangnastok karena adanya peningkatan permintaan yang tidak terduga dan penundaan pengirimanbarang.2.8 Keputusan Dalam Batas PengadaanAda lima faktor penting dalam negosiasi dengan suplier : 1. Diskon kuantitas 4/5
  5. 5. Diskon diperoleh menurut jumlah pembeliaan tertentu 1. Diskon tunai Diskon diperoleh jika pembayarannya dilakukan secara tunai 1. Diskon trade Diberikan karena membeli langsung pada pabrik. Biasanya diberiakan pada PBF 1. Diskon promosi Biasanya berupa promosi iklan obat maupun alat kesehatan 1. Kebijakan pengembalian barang Pengembalian barang jika barang rusak atau mendekati kadaluarsa (function(d, s, id) { var js, fjs = d.getElementsByTagName(s)[0]; if (d.getElementById(id)) return; js = d.createElement(s); js.id = id; js.src = "//connect.facebook.net/en_US/all.js#xfbml=1&appId=389919747724602"; fjs.parentNode.insertBefore(js, fjs); }(document, "script", "facebook-jssdk")); 5/5Powered by TCPDF (www.tcpdf.org)

×