TUGAS


              Metodologi Penelitian Hukum
“Teori Pengumpulan Data; Analisa Data & Pencatatan Data”




           ...
Pengumpulan Data; Analisa Data & Pencatatan Data
                              dalam Penelitian Hukum


I.      Pengumpula...
sempat dilakukan penyesuaian atau koreksi seperlunya kalau ada
      kesalahan atau penyimpangan yang terjadi dalam implem...
yaitu sensus dan sampling. Sensus ialah cara pengumpulan data dengan cara
menghitung atau mengukur semua elemen. Data pero...
mendapat penggarapan yang cermat. Agar data penelitian mempunyai kualitas
yang cukup tinggi, alat pengumpul datanya harus ...
istilah-istilah bahasa Inggris pada responden yang tidak mengerti
           bahasa Inggris, dsb.
       -   Tipe dan bent...
Kelemahan dari metode ini adalah peneliti tidak akan memperoleh data
        yang mendalam karena hanya bertindak sebagai ...
jernih tujuan yang menjadi sasaran, maka semakin mudah peneliti menentukan
analisis yang akan digunakan. Dengan istilah la...
Validasi harus dilakukan dengan memperhatikan dengan seksama
  secara ajeg, misalnya permasalahan perbedaan intepretasi da...
Berdasarkan kuesioner yang sudah diedit dan divalidasi, atau
     dengan lembar kode (code sheet), langkah berikutnya adal...
Aliran Perspektif                Positivisme Pendekatan                          Fenomenologi
Substansi                   ...
yang menggembirakan, marak dimana-mana; Ketertiban mantap, sistem
hukum baik, semangat meneliti dosen menggembirakan.
    ...
-   Mengandalkan pada pengukurang menekankan pada angka-angka
  -   Variabel sejak awal sudah ada
  -   Dapat digeneralisi...
kata atau gambar. Data tersebut diperoleh dari hasil pengamatan,
     wawancara, potret, dokumen perorangan, memorandum, d...
Peneitian ini bertujuan mendapatkan asas-asas hukum dari hukum
   positif tertulis dan rasa susila warga masyarakat.
b. Me...
metode dogmatik hukum, yang didasarkan pada hukum logika, dengan
melakukan langkah-langkah sebagai berikut:
a. Memilih pas...
f. Undang-undang merupakan sarana untuk agar masyarakat dapat
       mencapai kesejahteraan materiil dan spirituil semakim...
melaksanakan analisis secara kuantitatif, perlu mengerti dan
memahami istilah-istilah berikut ini.
a. Variabel;
b. Skala p...
berat badan Deny 60 kg, maka bisa disimpulkan berat badan
                         Deny 1,5 kali berat badan Citra;
      ...
Pencatatan data dengan teknik pengumpulan data ini dapat menggunakan
check list sesuai lembar observasi yang digunakan ser...
Daftar Pustaka


Nasir, Mohammad. (1988). Metode penelitian. Cet.3. Jakarta: Ghalia Indonesia.

Rianto, Adi. (2004). Metod...
Upcoming SlideShare
Loading in …5
×

Tugas metpen ane nurussyamsiyah (062410045)

7,481 views

Published on

Published in: Education
0 Comments
3 Likes
Statistics
Notes
  • Be the first to comment

No Downloads
Views
Total views
7,481
On SlideShare
0
From Embeds
0
Number of Embeds
1
Actions
Shares
0
Downloads
173
Comments
0
Likes
3
Embeds 0
No embeds

No notes for slide

Tugas metpen ane nurussyamsiyah (062410045)

  1. 1. TUGAS Metodologi Penelitian Hukum “Teori Pengumpulan Data; Analisa Data & Pencatatan Data” Oleh: Ane Nurussyamsiyah (062410045) Ilmu Hukum Fakultas Hukum UNIVERSITAS PANCA MARGA PROBOLINGGO 2010
  2. 2. Pengumpulan Data; Analisa Data & Pencatatan Data dalam Penelitian Hukum I. Pengumpulan Data Data berarti suatu yang dianggap atau diketahui. Dengan demikian ini berarti data dapat memberikan gambaran tentang suatu keadaan atau persoalan. Pada umumnya data dikumpulkan dengan tujuan: a) Dasar suatu perencanaan, agar perencanaan sesuai dengan kemampuan yang ada, sehingga dapat dicegah terjadinya suatu perencanaan yang ambisius sehingga susah dilaksanakan. Kemampuan yang dimaksudkan disini adalah kemampuan personil, kemampuan anggaran serta kemampuan materiil yang lain. b) Alat kontrol terhadap pelaksanaan atau implementasi daripada perencanaan tersebut agar supaya bisa diketahui dengan segera kesalahan atau penyimpangan-penyimpangan yang terjadi untuk segera dilakukan perbaikan-perbaikan atau koreksi. c) Dasar evaluasi dari hasil kerja akhir. Apakah hasil kerja akhir yang telah ditargetkan bisa dicapai 100%, 90% atau kurang. Kalau target tidak tercapai faktor-faktor apa yang menyebabkannya. Untuk seluruh kegiatan tersebut diatas diperlukan yang disebut data. Data yang salah apabila dipergunakan untuk dasar pembuatan keputusan tertentu akan berakibat fatal, perencanaan menjadi tidak tepat, kontrol tidak efektif dan evaluasi tidak mengenai sasaran secara obyektif. Syarat-syarat data yang baik agar berguna antara lain sebagai berikut: a) Data harus obyektif, maksudnya sesuai dengan keadaan yang sebenarnya. Misalnya laporan ASR yang seharusnya turun jangan dilaporkan naik. b) Data harus bisa mewakili, misalnya data trafik yang dilaporkan hanya data pada saat trafik tidak overload. c) Kesalahan baku relatif kecil. d) Harus tepat waktu, khususnya kalau data akan dipergunakan untuk melakukan kontrol atau evaluasi, syarat tepat waktu ini penting sekali agar
  3. 3. sempat dilakukan penyesuaian atau koreksi seperlunya kalau ada kesalahan atau penyimpangan yang terjadi dalam implementasi suatu perencanaan. e) Harus relevan, maksudnya data yang dikumpulkan harus ada hubungannya dengan persoalan yang akan dipecahkan. Data bisa dibagi antara lain sebagai berikut: a) Menurut sifatnya • Data kualitatif, yaitu data yang tidak berbentuk angka. • Data kuantitatif, yaitu data yang berbentuk angka. b) Menurut sumbernya • Data internal, data yang menggambarkan keadaan atau kegiatan dalam suatu organisasi. • Data eksternal, data yang menggambarkan keadaan atau kegiatan di luar suatu organisasi. c) Menurut cara memperolehnya • Data primer, data yang dikumpulkan dan diolah sendiri oleh suatu organisasi langsung dari obyeknya. Misalnya data pengukuran trafik. • Data sekunder, data yang deperoleh dalam bentuk sudah jadi dan diolah oleh pihak lain. d) Menurut waktu pengumpulannya • Data Cross Section, data yang dikumpulkan pada saat suatu waktu tertentu yang menggambarkan keadaan atau kondisi pada waktu itu. (insidensial) • Data berkala, data yang dikumpulkan dari waktu ke waktu untuk memberikan gambaran tentang pengembangan suatu kegiatan dari waktu ke waktu. (periodik) Data bisa diperoleh melalui suatu kegiatan rutin, misalnya data hasil pengukuran trafik. Didalam statistik dikenal dua macam cara pengumpulan data,
  4. 4. yaitu sensus dan sampling. Sensus ialah cara pengumpulan data dengan cara menghitung atau mengukur semua elemen. Data perolehan dari sensus disebut Populasi, yaitu totalitas semua nilai baik hasil perhitungan maupun penngukuran, kuantitatif maupun kualitatif dari karakteristik tertentu mengenai sekelompok objek yang lengkap dan jelas. Pada pengukuran trafik, populasi adalah totalitas semua nilai trafik pada jaringan telekomunikasi sepanjang waktu. Sampling adalah cara pengumpulan data dengan jalan mengambil sebagian dari populasi dengan cara-cara tertentu, yaitu: a) Sampling seadanya. Pengambilan data dilakukan seadanya dari populasi sehingga data yang diperoleh merupakan sampel yang masih kasar dan kesimpulan yang ditarikpun masih kasar. b) Sampling pertimbangan, sampling yang dilakukan berdasarkan pertimbangan para peneliti. Hanya mereka yang dianggap ahli saja yang dimintai pertimbangan. c) Sampling kuota, hampir sama dengan sampling pertimbangan, hanya pengambilan sampelnya ditentukan oleh petugas sampai dirasakan mencukupi. d) Sampling sistematis, jumlah annggota sampel dari populasi diambil pada jarak interval waktu tertentu, urutan tertentu atau ruang tertentu. Alat pengumpulan data (instrumen) menentukan kualitas data dan kualitas data menentukan kualitas penelitian. Karena itu alat pengumpul data harus
  5. 5. mendapat penggarapan yang cermat. Agar data penelitian mempunyai kualitas yang cukup tinggi, alat pengumpul datanya harus memenuhi syarat: a) Akurasi (accuracy) b) Presisi (precision) hal ini berkaitan validitas (kesahihan) instrumen. Validitas instrumen dapat dikategorikan ke dalam validitas kualitatif dan validitas kuantitatif. Suatu instrumen dikatakan validitas kualitatif apabila benar-benar mengukur apa yang hendak diukur. Apabila dikatakan kuantitatif apabila dapat mengukur dengan cermat sebatas yang hendak diukur. Studi dokumen merupakan langkah awal dari setiap penelitian hukum (baik normatif maupun sosiologis) karena penelitian hukum selalu bertolak dari premis normatif. Penelitian terhadap bahan hukum yang akan dipergunakan dapat dilakukan melalui dua cara, yaitu kritik ekstern dan kritik intern. Kritik ekstern berkenaan dengan jawaban dari pertanyaan apakah isinya dapat diterima sebagai kenyataan. Semakin tua usia suatu dokumen semakin sulit mengadakan kritik ekstern, karena memerlukan pengetahuan bahasan. Adapun tiga teknik pengumpulan data yang biasa digunakan adalah angket, observasi dan wawancara. 1) Angket Angket/kuesioner adalah teknik pengumpulan data yang dilakukan dengan cara memberikan seperangkat pertanyaan atau pernyataan kepada orang lain yang dijadikan responden untuk dijawabnya. Beberapa hal yang perlu diperhatikan dalam penyusunan angket menurut Uma Sekaran (dalam Sugiyono, 2007:163) terkait dengan prinsip penulisan angket, prinsip pengukuran dan penampilan fisik.  Prinsip Penulisan angket menyangkut beberapa faktor antara lain: - Isi dan tujuan pertanyaan artinya jika isi pertanyaan ditujukan untuk mengukur maka harus ada skala yang jelas dalam pilihan jawaban. - Bahasa yang digunakan harus disesuaikan dengan kemampuan responden. Tidak mungkin menggunakan bahasa yang penuh
  6. 6. istilah-istilah bahasa Inggris pada responden yang tidak mengerti bahasa Inggris, dsb. - Tipe dan bentuk pertanyaan apakah terbuka atau terturup. Jika terbuka artinya jawaban yang diberikan adalah bebas, sedangkan jika pernyataan tertutup maka responden hanya diminta untuk memilih jawaban yang disediakan. Urutan pertanyaan dimulai dari yang umum sampai ke spesifik, atau dari yang mudah menuju ke yang sulit, atau di acak. a) Prinsip Pengukuran memuat seperangkat ujicoba instrumen. Artinya, sebelum menyebarkan angket, perlu dilakukan beberapa percobaan sehingga selain diketahui validitas dan reliabilitasnya, juga akan diperoleh estimasi waktu pengerjaan, tingkat kesulitan dan berbagai hal lainnya. b) Penampilan Fisik merupakan salah satu daya tarik dan keseriusan responden dalam mengisi angket. Namun tentu saja, angket yang bagus, terkesan resmi tentunya memerlukan biaya yang lebih besar dibanding angket yang di cetak di atas kertas seadanya. 2) Observasi Obrservasi merupakan salah satu teknik pengumpulan data yang tidak hanya mengukur sikap dari responden (wawancara dan angket) namun juga dapat digunakan untuk merekam berbagai fenomena yang terjadi (situasi, kondisi). Teknik ini digunakan bila penelitian ditujukan untuk mempelajari perilaku manusia, proses kerja, gejala-gejala alam dan dilakukan pada responden yang tidak terlalu besar.  Participant Observation Dalam observasi ini, peneliti secara langsung terlibat dalam kegiatam sehari-hari orang atau situasi yang diamati sebagai sumber data.  Non participant Observation Berlawanan dengan participant Observation, Non Participant merupakan observasi yang penelitinya tidak ikut secara langsung dalam kegiatan atau proses yang sedang diamati.
  7. 7. Kelemahan dari metode ini adalah peneliti tidak akan memperoleh data yang mendalam karena hanya bertindak sebagai pengamat dari luar tanpa mengetahui makna yang terkandung di dalam peristiwa. Alat yang digunakan dalam teknik observasi ini antara lain: lembar cek list, buku catatan, kamera photo, dll. 3) Wawancara Wawancara merupakan teknik pengumpulan data yang dilakukan melalui tatap muka dan tanya jawab langsung antara pengumpul data maupun peneliti terhadap narasumber atau sumber data. Wawancara pada penelitian sampel besar biasanya hanya dilakukan sebagai studi pendahuluan karena tidak mungkin menggunakan wawancara pada 1000 responden, sedangkan pada sampel kecil teknik wawancara dapat diterapkan sebagai teknik pengumpul data (umumnya penelitian kualitatif). Wawancara terbagi atas wawancara terstruktur dan tidak terstruktur.  Wawancara terstruktur artinya peneliti telah mengetahui dengan pasti apa informasi yang ingin digali dari responden sehingga daftar pertanyaannya sudah dibuat secara sistematis. Peneliti juga dapat menggunakan alat bantu tape recorder, kamera photo, dan material lain yang dapat membantu kelancaran wawancara.  Wawancara tidak terstruktur adalah wawancara bebas, yaitu peneliti tidak menggunakan pedoman wawancara yang berisi pertanyaan yang akan diajukan secara spesifik, dan hanya memuat poin-poin penting masalah yang ingin digali dari responden. II. Analisa Data Pengolahan dan analisis data penelitian berpedoman pada rumusan permasalahan dan tujuan yang ingin dicapai oleh peneliti. Semakin jelas dan
  8. 8. jernih tujuan yang menjadi sasaran, maka semakin mudah peneliti menentukan analisis yang akan digunakan. Dengan istilah lain adalah bahwa rumit tidaknya penelitian yang akan dilakukan bergantung pada kebutuhan akan hasil penelitian yang diinginkan, semakin banyak kebutuhannya tentu saja penelitian akan menjadi semakin rumit termasuk pengolahan dan analisis data penelitiannya. Data yang terkumpul dari kegiatan pengumpulan data kemudian diolah, setelah diolah, kemudian dilakukan analisis. Hasil analisis dan/atau intepretasi hasil penelitian merupakan jawaban permasalahan penelitian. Dengan demikian pengolahan dan analisis data dipengaruhi oleh berbagai faktor, yakni: a) Kepentingan atau interest penelitian yang tercantum dalam perumusan tujuan dan permasalahan yang menjadi ruang lingkup penelitian; b) Format keinginan sponsor penelitian; c) Kemampuan peneliti termasuk di dalamnya keterbatasan waktu, tenaga, dan biaya penelitian. Pengolahan data merupakan kegiatan pendahuluan dari analisis. Pengolahan data pustaka/dokumen/literatur berbeda dengan data yang diperoleh melalui wawancara dan pengamatan. Karena bagaimanapun data pustaka/dokumen adalah data yang siap pakai atau data yang sudah jadi. Sedangkan data hasil wawancara dalam hal ini melalui daftar pertanyaan (kuesioner) baik terstruktur maupun tidak terstruktur dan pedoman wawancara serta data hasil pengamatan harus diolah sedemikian rupa terlebih dahulu melalui berbagai tahap pengolahan data.  Tahap Pengolahan Data 1) Pemeriksaan/validasi data lapangan dan editing Data yang diperoleh dari kegiaan pengumpulan data, perlu diperiksa dan dijaga konsistensi antara data yang satu dengan data yang lainnya dalam sebuah kuesioner. Kegiatan memeriksa dan menjaga konsistensi disebut sebagai kegiatan editing yang memeriksa apakah data tersebut layak atau valid untuk dilanjutkan kemudian.
  9. 9. Validasi harus dilakukan dengan memperhatikan dengan seksama secara ajeg, misalnya permasalahan perbedaan intepretasi dari pertanyaan dan jawaban responden 2) Pemberian kode (coding) Tahap pemberian kode atau disebut dengan ”coding”, adalah tahap selanjutnya setelah validasi dan editing dilaksanakan. Dari setiap jawaban (variabel) yang terdapat dalam daftar pertanyaan (kuesioner, pedoman wawancara, lembar observasi dan sebagainya) perlu dikategorisasikan terlebih dahulu dengan melakukan pemberian kode dengan simbol angka. Untuk jawaban tidak tahu, atau tidak memberi jawaban perlu diberikan simbol-simbol angka yang khusus. Dengan angka-angka tersebut maka data lebih mudah diolah, dihitung dan dianalisis. Berdasarkan data lapangan peneliti menyusun pedoman pengkodean (book code). Pedoman ini memuat semua variabel yang dianalisis untuk menjawab pertanyaan penelitian. Hal ini memudahkan peneliti atau petugas lain untuk memberikan kode sesuai dengan ketentuan yang terdapat dalam book code tersebut. Misalnya untuk jawaban ”tidak tahu” diberikan angka ”8”, ”88”, atau ”888”; untuk jawaban yang dilewati ”tidak berlaku”/ pertanyaanyang ”dilewati” bagi responden tersebut, maka diberikan kode ”9”, ”99”, atau ”999”. Dan untuk pertanyaan yang tidak ada jawabannya diberikan angka ”o”. Pemberian kode dilakukan dapat langsung pada kuesioner di sisi kanan dan atau dengan lembar kode (code sheet). 3) Pemasukan data (data entry)
  10. 10. Berdasarkan kuesioner yang sudah diedit dan divalidasi, atau dengan lembar kode (code sheet), langkah berikutnya adalah pemasukan data. Pemasukan data dapat dilakukan secara manual, atau secara komputerisasi karena jumlah variabel dan respondennya yang banyak. 4) Pengolahan Dengan berkembangnya teknologi pengolahan data dapat dilakukan dengan menggunakan program SPSS atau SAS.  Pendekatan yang Mempengaruhi Metode Pengolahan dan Analisis Data Berkenaan dengan metode pengolahan data penelitian, dalam ilmu- ilmu sosial pada umumnya dipengaruhi oleh dua perspektif yaitu aliran positivisme dan aliran fenomenologi. Hal ini mengindikasikan bahwa pada dasarnya pengolahan data, dapat dilakukan dengan pendekatan kuantitatif atau kualitatif. Berikut ini matriks yang secara ringkas menggambarkan perbedaaan dari dua aliran perspektif tersebut.
  11. 11. Aliran Perspektif Positivisme Pendekatan Fenomenologi Substansi Kuantitatif Pendekatan Kualitatif Fokus penelitian Meneliti fakta atau sebab terjadinya Memahami perilaku manusia dari gejala sosial tertentu. sudut pandangan orang itu sendiri Deduktif – hipotesa Induktif – asumsi - sensing Identifikasi variabel Pengamatan terlibat - melahirkan variable Teknik pengambilan Sampiling populasi (makro) Sampling populasi (mikro) sampling Responden Informan (key responden) Probability/random Non Probability/non random Cara pengumpulan data Melalui kuesioner/daftar pertanyaan Mempergunakan pengamatan yang berstruktur dan alat-alat terlibat, pedoman pertanyaan, dan pengumpulan data lainnya mungkin meneliti dokumen pribadi Instrumen penelitian Kuesioner (pertanyaan tertutup) Pengamatan, pedoman wawancacara, kuesioner (pertanyaan terbuka dan tertutup) Materi instrumen Identifikasi variabel Pengamatan terlibat penelitian melahirkan variabel Pencatatan Pada umumnya dilaksanakan setelah Dapat berlangsung selama proses pengumpulan data pengumpulan data Pendekatan pengolahan Pengolahan data kuantitatif Pengolahan data kualitatif, data (memungkinkan melakukan korelasi bertujuan untuk mengerti atau antara gejala dengan data statistik) memahami gejala yang diteliti Tahap pengolahan Mengedit, koding, tabulasi, Memeriksa, inventarisasi (list) perhitungan statistic koding- klasifikasi – kuantifikasi hasil secara terbatas – apabila lebih dari 25 responden Analisis Operasionalisasi konsep Pendataan memunculkan konsep Analisis Induktif – statistik Interpretasi Diskusi Implikasi dari temuan Hasil penelitian Kesimpulan - Temuan - Kecenderungan - Generalisasi - Terbatas - Eksplanasi - Deskripsi Analisis data dibedakan menjadi analisis kuantitatif dan kualitatif. Dalam menganalisis kuantitatif, data yang berbentuk angka dihitung untuk mengetahui jawaban masalah yang diteliti. Sebaliknya data kualitatif merupakan data yang tidak berbentuk angka, seperti penegakan hukum
  12. 12. yang menggembirakan, marak dimana-mana; Ketertiban mantap, sistem hukum baik, semangat meneliti dosen menggembirakan. Dengan melihat sifat data yang diolah, maka analisis dapat dilakukan dengan dua pendekatan yakni: pendekatan kuantitatif dan pendekatan kualitatif. 1) Pendekatan Kuantitatif Pendekatan kuantitatif pada dasarnya berarti penyorotan terhadap masalah serta usaha pemecahannya yang dilakukan dengan upaya yang banyak didasarkan pada pengukuran. Dalam hal ini, obyek penelitian dipecah ke dalam unsur-unsur tertentu yang dapat dikuantifikasi sedemikian rupa. Kemudian ditarik suatu generalisasi yang seluas mungkin ruang lingkupnya. Penelitian kuantitatif menggunakan alat- alat matematika dan statistika yang rumit sehingga terkesan canggih. Pendekatan kuantitatif ini memulai pekerjaan dengan membuat berbagai tabulasi, dimulai dari tabulasi sederhana, tabulasi frekuensi sampai dengan tabulasi silang yang berisi hubungan dari variabel yang banyak (multi-variable). Penerapan pendekatan kuantitatif ini, mempunyai fungsi yang sekaligus membatasi keuntungan yang dapat diperoleh dari penggunaan metode tersebut, antara lain: a. Secara efisien menghimpun, mengolah dan menganalisa data penelitian terutama didalam penerapan perencanaan penelitian survey. b. Dengan mengadakan kuantifikasi, secara relatif lebih mudah untuk mengadakan studi perbandingan dan menarik generalisasi. c. Lebih mudah menerapkan metode induksi, terhadap hasil-hasil penelitian. d. Metode kuantitatif lebih tepat diterapkan untuk menguji hipotesis, terutama di dalam penelitian yang bersifat eksplanatoris. Dengan demikian cirri-ciri pendekaan kuantitatif, sebagai berikut: - Deskriptif dan eksplanatoris - Penentuan sampel harus cermat - Deduktif-induktif berpijak pada teori konsep yang baku
  13. 13. - Mengandalkan pada pengukurang menekankan pada angka-angka - Variabel sejak awal sudah ada - Dapat digeneralisir - Menggunakan kuesioner lebih tertutup Analisis data dengan pendekatan kuantitaif dapat disebut juga sebagai analisis statistika, yakni statistik sebagai alat bantu untuk menjelaskan fakta/data. Secara garis besar analisis statistika dibedakan atas dua macam, yaitu analisis statistika deskriptif dan analisis statistika induktif. 2) Pendekatan Kualitatif Pendekatan kualitatif merupakan tata cara penelitian yang menghasilkan data deskriptif analitis, yaitu apa yang dinyatakan oleh sasaran penelitian yang bersangkutan secara tertulis atau lisan, dan perilaku nyata. Yang diteliti dan dipelajari adalah obyek penelitian yang utuh. Adapun ciri-ciri pendekatan kualitatif adalah sebagai berikut: - Eksploratoris dan deskriptif - Induktif-deduktif - Penggunaan teori terbatas - Variable ditemukan setelah berjalannya pengolahan data - Lebih terhadap kasus tertentu - Panduan/pedoman wawancara Analisis dengan pendekatan kualitatif ini dilakukan pada data yang tidak bisa dihitung bersifat monografis atau berwujud kasus-kasus yang tidak dapat disusun ke dalam struktur klasifikasi. Obyek penelitiannya dipelajari secara utuh dan sepanjang itu mengenai manusia maka hal tersebut menyangkut sejarah hidup manusia. Penelitian kualitatif mencoba menjelaskan ”sepotong episode kehidupan yang didokumentasikan dalam bahasa aslinya secara cermat bagaimana manusia merasa, apa yang mereka tahu, bagaimana cara mereka tahu, serta kepercayaan, persepsi dan pengertian mereka. Data yang dikumpulkan dan dicatat/direkam bersifat deskriptif dalam bentuk kata-
  14. 14. kata atau gambar. Data tersebut diperoleh dari hasil pengamatan, wawancara, potret, dokumen perorangan, memorandum, dokumen resmi dsb. Sehingga analisis ini dapat dilakukan untuk dokumen yang jumlahnya sedikit. Karena itu analisis kualitatif tidak menggunakan alat bantu statistika.  Analisis Data Penelitian Hukum Analisis data merupakan kegiatan mengurai sesuatu sampai ke komponen-komponennya dan kemudian menelaah hubungan masing- masing komponen dengan keseluruhan konteks dari berbagai sudut pandang. Penelaahan dilakukan sesuai dengan tujuan penelitian yang telah ditetapkan. Penelitian hukum merupakan kegiatan ilmiah yang senantiasa harus dikaitkan dengan arti-arti yang diberikan pada hukum yang merupakan patokan atau pedornan mengenai perilaku manusia. Penelitian dan ilmu-ilmu hukum, merupakan suatu sarana untuk mengembangkan ilmu-ilmu hukum khususnya dan disiplin hukum pada umumnya. Masalah pokok dalam penelitian hukum adalah: a) Apakah yang menjadi elemen/unsur sistem hukum? b) Apakah yang menjadi bidang dari suatu sistem hukum? c) Sampai seberapa jauhkah konsistensi sistem hukum tersebut? d) Bagaimana pengertian dasar dari suatu sistem hukum? e) Sampai sejauh manakah sistem hukum tersebut lenngkap? 1. Penelitian Hukum Normatif Dalam penelitian hukum normatif, pengolahan data pada hakikatnya berarti kegiatan untuk mengadakan sistematisasi terhadap bahan-bahan hukum tertulis. Sistematisasi berarti, membuat klasifikasi terhadap bahan-bahan hukum tertulis tersebut, untuk memudahkan pekerjaan analisa dan konstruksi. Penelitian hukum normatif, terdiri dari: a. Menarik asas-asas hokum
  15. 15. Peneitian ini bertujuan mendapatkan asas-asas hukum dari hukum positif tertulis dan rasa susila warga masyarakat. b. Menelaah sistematika peraturan perundang-undangan Dalam penelitian ini yang dianalisis adalah sistematika dari perangkat kaidah-kaidah yang terhimpun di dalam suatu kodifikasi atau peraturan perundang-undangan tertentu. Kecuali sistematikanya, juga diteliti taraf konsistensinya. c. Menilai taraf sinkhronisasi peraturan per-undang-undangan Penelitian terhadap araf sinkronisasi peraturan perundang-undngan dapat dilakukan baik secara vertikal mauppun horizontal dari peraturan-peraturan hukum yang tertulis. Hal ini dapat dilakukan terhadap bidang-bidang tertentu yang diatur oleh hukum, dalam kaitannya dengan bidang-bidang lain yang mungkin mempunyai hubungan timbal balik. d. Perbandingan hokum Dalam penelitian perbandingan hukum fokus utama adalah melihat perbedaan dan persamaan pada yang terdapat di dalam aneka macam sistem hukum. e. Sejarah hukum Penelitian sejarah hukum menitikberatkan kajian pada perkembangan hukum. Penelitian dengan tujuan untuk menarik asas-asas hukum, dapat dilakukan terhadap hukum positif tertulis dan tidak tertulis. Permasalahan yang muncul berkisar pada dari manakah asas-asas hukum tersebut berasal, atau hal-hal apa yang mempengaruhi adanya asas-asas hukum tersebut. Sebagai contoh dalam hukum pidana, secara explisit dikenal suatu asas, yakni asas tanpa kesalahan, tidak ada hukum atau tidak ada pertanggungan jawab pidana, tanpa kesalahan. Masuk dalam kategori ini adalah Penelitian yang menelaah asas-asas hukum di dalam suatu undang-undang, mempergunakan
  16. 16. metode dogmatik hukum, yang didasarkan pada hukum logika, dengan melakukan langkah-langkah sebagai berikut: a. Memilih pasal-pasal yang berisikan kaidah hukum yang mengatur masalah tertentu sesuai dengan subyek penelitian; b. Membuat sistematika dari pasal-pasal tersebut, agar dapat dibuat klasifikasi; c. Menganalisas pasal-pasal, dengan mempergunakan asas-asas hukum yang ada; d. Menyusun konstruksi, dengan ketentuan. Untuk pengolahan data penelitian menelaah sistematika peraturan perundang-undangan, yang dilakukan adalah mengumpulkan peraturan di bidang tertentu, atau beberapa bidang yang saling berkaitan yang menjadi pusat perhatian penelitian. Selanjutnya diadakan analisis dengan menggunakan, pengertian dasar dari sistem hukum, yang mencakup: a. Subyek hukum, b. Hak dan kewajiban, c. Peristiwa hukum, d. Hubungan hukum, dan e. Obyek hukum. Penelitian taraf sinkronisasi peraturan perundang-undangan dapat dilakukan dengan dua titik tolak, yaitu taraf sinkronisasi vertikal (berdasarkan hierarki perundang-undangan) dan horisontal (peraturan setara yang mempunyai hubungan fungsional, adalah konsisten). Untuk menganalisis taraf sinkronisasi peraturan dipergunakan asas perundang-undangan, yaitu: a. Undang-undang tidak berlaku surut; b. Undang-undang yang dibuat oleh penguasa yang lebih tinggi, mempunyai kedudukan yang lebih tinggi; c. Undang-undang yang bersifat khusus mengenyampingkan undang- undang yang bersifat umum, jika pembuatnya sama; d. Undang-undang yang berlaku belakangan, membatalkan undang- undang yang berlaku terdahulu; e. Undang-undang tidak dapat diganggu gugat;
  17. 17. f. Undang-undang merupakan sarana untuk agar masyarakat dapat mencapai kesejahteraan materiil dan spirituil semakimal mungkin. Untuk penelitian perbandingan hukum, mula-mula dilakukan identifikasi atas ciri-ciri khas dari sistem hukum atau bidang hukum tertentu yang akan diperbandingkan. Setelah ciri khas tersebut diidentifikasi kemudian dianalisis persamaan-persamaan yang dijumpai dalam peneltian. Pada penelitian tentang sejarah hukum, analisis dilakukan dengan cara menelaah hubungan antara hukum dan gejala sosial lainnya secara khronologis. Telaah meliputi hal-hal yang terjadi di masa lampau dan akibatnya pada masa kini. 2. Penelitian Hukum Empiris Penelitian Hukum Empiris, terdiri dari: 1) Identifikasi terhadap hukum tidak tertulis atau hukum kebiasaan (adat); 2) Efektivitas dari hukum tertulis maupun hukum kebiasaan yang tercatat. Pencatatan hasil pengumpulan data secara kuantitaif, melalui proses editing, yaitu dengan memeriksa kembali kelengkapan jawaban yang diterima, kejelasannya, konsistensi jawaban/informasi, relevansi bagi penelitian, dan keseragaman data yang diterima oleh peneliti. Juga dilakukan proses prakoding, yaitu mengklasifikasikan jawaban dengan memberikan kode-kode tertentu agar nantinya mempermudah kegiatan analisa, dan pewawancara dalam memasukkan jawaban responden ke dalam kategori yang relatif tepat. 1) Pencatatan hasil pengumpulan data secara kuantitatif; 2) Analisa dan konstruksi data secara kuantitatif (nilai rata-rata, nilai tengah, nilai terbesar, korelasi, dan sebagainya). Untuk
  18. 18. melaksanakan analisis secara kuantitatif, perlu mengerti dan memahami istilah-istilah berikut ini. a. Variabel; b. Skala pengukuran (Skala Nominal, Skala Ordinal, Skala Interval, Skala Ratio), dengan penjelasan sebagai berikut. - Skala Nominal adalah angka yang berfungsi hanya untuk membedakan sebagai simbol atau lambang. Urutan dan operasi matematika tidak berlaku. Misalnya ”3” tidak harus lebih besar dari ”2” atu lebih kecil dari ”5”. Contoh: Suku, agama, alamat, nomor KTP. Klasifikasi, pengelompokan dan kategori termasuk nominal; - Skala Ordinal adalah angka yang selain berfungsi sebagai skala nominal juga menunjukkan urutan, bahwa sesuatu lebih baik, lebih bagus, dari pada. Berguna untuk membuat peringkat (ranking). Contoh Amir lebih senang terhadap pelayanan hukum di kantor pengadilan A daripda B. Pelayanan kantor kejaksaan di A lebih baik daripada di B. Pengelompokan dimana urutan berlaku, termasuk skala ordinal; - Skala Interval adalah skala yang selain berfungsi sebagai nominal dan ordinal juga menunjukkan interval atau jarak yang sama, tetapi tidak sampai berapa kali. Skala ini berguna untuk membuat penilaian (rating). Contoh angka indeks kriminal. Skala interval sering digunakan untuk mengukur tingka kepentingan (level of importance), tingkat kepuasan (level of satisfaction), sikap, tingkat kesadaran hokum, ketaatan/kepatuhan pada agama. Misalnya: tingkat sangat puas bernilai = 6 s.d. tingkat tidak puas yang bernilai =1; - Skala Rasio dalah skala yang selain berfungsi sebagai skala nominal, ordinal, dan interval juga menunjukkan berapa kali. Di dalam skal rasion angka nol (0) mempunyai arti. Seperti Budi tidak mempunyai uang = 0, Berat badan Citra 45 kg,
  19. 19. berat badan Deny 60 kg, maka bisa disimpulkan berat badan Deny 1,5 kali berat badan Citra; c. Tipe skala (Skala Likert, Skala Guttman, Semantic Differential, Rating Scale) d. Instrumen penelitian e. Validitas dan realibilitas instrumen III. Pencatatan Data Dalam suatu penelitian, pencatatan data yang telah diperoleh merupakan hal penting agar peneliti mampu menelaah dengan seksama setiap hasil dan perkembangan data dari variabel yang didapat. Pencatatan data dapat dilakukan setelah peneliti mendapatkan data yang diinginkan sesuai dengan metode/teknik pengumpulan data yang digunakan. • Studi dokumen Dalam studi dokumen yang dimana peneliti melakukan kritik ekstern ataupun intern terhadap bahan/dokumen yang akan diteliti, pencatatn data hasil penelitian dapat berupa check list terhadap lembar observasi ataupun bentuk tulisan deskriptif. Dapat pula ditambahkan dengan rekaman media elektronik melalui perekam ataupun kamera. • Angket Teknik pengumpulan data yang dilakukan dengan cara memberikan seperangkat pertanyaan atau pernyataan dapat dilakukan pencatatan data dengan secara deskriptif dan dalam hal ini peneliti dapat juga langsung masuk dalam tahap editing pada pengolahan data agar lebih mempersingkat waktu. • Wawancara Pencatatan data dengan tekhnik ini harus mendapatkan ijin dan atas sepengetahuan responden. Pada teknik ini, pencatatan data dapat dilakukan dengan tulisan deskriptif atau dengan merekamnya menggunakan alat perekam/recorder. Sebagai tambahan, dapat pula menggunakan kamera baik dengan hasil gambar/foto ataupun dalam bentuk video. • Observasi
  20. 20. Pencatatan data dengan teknik pengumpulan data ini dapat menggunakan check list sesuai lembar observasi yang digunakan serta dilengkapi dengan keterangan deskriptif dan juga dalam bentuk gambar hasil dari observasi.
  21. 21. Daftar Pustaka Nasir, Mohammad. (1988). Metode penelitian. Cet.3. Jakarta: Ghalia Indonesia. Rianto, Adi. (2004). Metodologi penelitian sosial dan hukum. Jakarta: Granit. Rojib, 2009, Metode Penelitian Hukum, http://blog.beswandjarum.com/soikhurojib/2009/11/20/metode-penelitian- hukum/. Diperoleh tanggal 29 Agustus, 2010. Singarimbun, Masri dan Sofian Effendi. (1987). Metode penelitian survai. Jakarta: LP3ES. Soekanto, Soerjono. (1986). Pengantar penelitian hukum. Jakarta: Penerbit Universitas Indonesia (UI-Press). Surakhmad, Winarno. (1980). Pengantar penelitian ilmiah: dasar metoda teknik. Bandung: Tarsito. Teorionline, 2010, Teknik Pengumpulan Data, http://en.wordpress.com/tag/metodologi-penelitian/. Diperoleh tanggal 29 Agustus, 2010.

×