Rancang bangun ekonomi islam

3,878 views

Published on

1 Comment
1 Like
Statistics
Notes
  • kurang setuju !!!
       Reply 
    Are you sure you want to  Yes  No
    Your message goes here
No Downloads
Views
Total views
3,878
On SlideShare
0
From Embeds
0
Number of Embeds
2
Actions
Shares
0
Downloads
134
Comments
1
Likes
1
Embeds 0
No embeds

No notes for slide

Rancang bangun ekonomi islam

  1. 1. RancangBangunEkonomi Islam<br />Kang Zein<br />
  2. 2. Apabedanyaekonomikonvensionaldenganekonomi Islam?<br />Apatujuanekonomi Islam?<br />Apafungsisyariahdalamekonomi Islam?<br />
  3. 3. Do You Know?<br />
  4. 4. Apapermasalahanekonomi?<br />Konflikantarberbagaitujuanhidup<br />Keterbatasanmanusia<br />Ketidakmerataandistribusisumberdaya<br />Permasalahanekonomi/ kelangkaanrelatif<br />Cakupanekonomiislam:<br /><ul><li>Konsumsi: komoditasapaygdiperlukanuntukmewujudkanmashlahah?
  5. 5. produksi: Bagaimanakomoditasdihasilkan agar mashlahahterwujud
  6. 6. Distribusi : bagaimanasumberdayadankomoditasdidistribusikansehinggamencapaimashlahah</li></li></ul><li>Mankiw et al. Principles of Microeconomics, 2nd Canadian Edition<br />Chapter 14: Page 5<br />Kedudukan Ekonomi Islam<br />“DINUL ISLAM”<br />Konpre<br />hensif<br />كافة<br />SEMPURNA<br />AL-MAIDAH: 3<br />AL-AN’AM: 38<br />AN-NAHL: 89<br />
  7. 7. Mankiw et al. Principles of Microeconomics, 2nd Canadian Edition<br />Chapter 14: Page 6<br />ISLAM<br />AQIDAH<br />ALKHLAK<br />SYARIAH<br />IBADAH<br />MUAMALAH<br />HUKUM PIDANA/<br />PERDATA<br />EKONOMI &<br />FINANSIAL<br />POLITIK<br />ASURANSI<br />BANK<br />PASAR MODAL<br />LEASING<br />PEGADAIAN<br />SEKTOR RIEL<br />DLL<br />Pertanian, Manufaktur dll<br />Kedudukan Ekonomi Islam <br />
  8. 8. Kedudukan Ekonomi Islam <br />Sesungguhnyaekonomi Islam adalahbagian integral darisistem Islam yang sempurna. Apabilaekonomikonvensional –dengansebabsituasikelahirannya- terpisahsecarasempurnadari agama. Makakeistimewaanterpentingekonomi Islam adalahketerkaitannyasecarasempurnadengan Islam itusendiri, yaituaqidahdansyariah. (Prof. Dr. Ahmad Muhammad ‘Assal & Prof. Dr. Fathi Ahmad Abdul Karim, An-Nizham al-Iqtishadifil Islam, Cairo, 1977, hlm.17-18)<br />Mankiw et al. Principles of Microeconomics, 2nd Canadian Edition<br />Chapter 14: Page 7<br />
  9. 9. Kedudukan Ekonomi Islam<br />Berdasarkanini, makatidakbolehkitamempelajariekonomi Islam secaraberdirisendiri yang terpisahdariaqidah Islam dansyariahnya, karenasistemekonomi Islam bagiandarisyariah Islam.Dengandemikianiaterkaitsecaramendasardenganaqidah(Prof. Dr. Ahmad Muhammad ‘Assal & Prof. Dr. Fathi Ahmad Abdul Karim, An-Nizham al-Iqtishadifil Islam, Cairo, 1977, hlm.17<br />Mankiw et al. Principles of Microeconomics, 2nd Canadian Edition<br />Chapter 14: Page 8<br />
  10. 10. Kedudukan Ekonomi Islam<br />Ulama sepakat bahwa muamalat (ekonomi didalamnya) itu sendiri adalah masalah kemanusiaan yang maha penting (dharuriyah basyariyah). <br />(Prof. Dr. Ahmad Muhammad ‘Assal & Prof.Dr. Fathi Ahmad Abdul Karim, An-Nizham al-Iqtishadi fil Islam, Cairo, 1977, hlm.14)<br />Mankiw et al. Principles of Microeconomics, 2nd Canadian Edition<br />Chapter 14: Page 9<br />
  11. 11. Kedudukan Ekonomi Islam<br />Sesungguhnya dua sisi syariah Islam ialah ibadat dan muamalat. Keduanya terkait laksana satu tubuh dan keduanya satu tujuan, (yaitu dalam rangka ibadah dan ketaatan kepada Sang Khalik Allah Swt). (Samir Abdul Hamid Ridwan, Aswaq al-Awraq al-Maliyah, IIIT, Cairo, 1996, hlm. 166)<br />Mankiw et al. Principles of Microeconomics, 2nd Canadian Edition<br />Chapter 14: Page 10<br />
  12. 12. SYARI’AH<br />Mankiw et al. Principles of Microeconomics, 2nd Canadian Edition<br />Chapter 14: Page 11<br />Syariah<br />Sifat Syari’ah<br />Sumber <br />Syari’ah<br />Tujuan<br />Syari’ah<br />- Aqidah (Iman)<br />- Akhlak (etika)<br />- Muamalat<br /> (Interaksi)<br />1. Manusia & Tuhan<br /> (Habluminallah)<br />2. Sesama Manusia<br /> (Hablumminannas)<br />- Pendidikan<br /> (Tarbiyah)<br />- Keadilan<br /> (‘adalah)<br />- Perlindungan ke- <br /> pentingan umum<br /> (Maslahah<br /> Al-Amah<br /> - Quran<br /> - Sunnah<br /> - Ijma’<br /> - Qiyas<br /> - Ijtihad<br />
  13. 13. Tujuanekonomisyariah<br /><ul><li>Mencapai kebahagiaan di dunia dan akhirat (falah) melalui suatu tata kehidupan yang baik dan terhormat (hayah thoyibah).
  14. 14. Maslahah dasar bagi kehidupan manusia terdiri dari lima hal, yaitu agama (dien), jiwa (nafs), intelektual (’aql), keturunan (nasl), dan material (maal). Kelima maslahah  sarana  hayah thoyibah
  15. 15. Masalahah  dicapai jika hidup manusia dalam keseimbangan (equlibrium)  sunatullah.
  16. 16. Seimbang antara dimensi:
  17. 17. (1) material-spiritual;
  18. 18. (2) individual-sosial;
  19. 19. (3) kesejahteraan di kehidupan duniawi dan di akhirat.</li></li></ul><li>Maqashidsyariah<br />Imam Ghazali (1937) menyatakanbahwatujuansyari’ahadalahmemeliharakesejahteraanmanusia yang mencakupperlindungankeimanan, perlindungankehidupan, perlindunganakal, perlindunganketurunan, danperlindunganhartabenda, hal-hal yang mendukunguntukmerealisasikan lima hal yang harusdilindungiiniadalahtergolongperbuatan yang maslahahbagimanusiadandikehendaki.<br />
  20. 20. Sejalandenganidentifikasi Imam Ghazali, Shatiby (tt.,Juz II:7) dalamkitabnyaal-MuwafaqatfiUshul al-Syari’ahmenjelaskanbahwamaqashid al-syari’ahmeliputitigabagianpenting, yaitu: dharuriyat, hajiyat, dantahsiniyat. Pengertiandharuriyatadalahhal-hal yang mestiadadalammenegakkankemaslahatanduniadanakhirat. Hal-hal yang bersifatdharuriyatituterdiridari:<br />Hifz al-din (menjaga agama),<br />Hifz al-nafs (menjagahakhidupdanmenjagadiri),<br />Hifz al-’aql (menjagaakal)<br />Hifz al-nasl, setiap pranata sosial yang diciptakan oleh Allah swt.<br />Hifz al-mal (menjagaharta)<br />
  21. 21. Nilai-nilaidasarekonomi Islam <br />Adil<br />Persamaanbalasan<br />Persamaankemanusiaan<br />Persamaandihadapanhukumdanuu<br />Kebenaran, kejujuran, proporsional<br />Tebusandanpenyucian<br />
  22. 22. Khilafah<br />Bertanggungjawabsebagaiwakil Allah untukmemakmurkanbumidanisinya<br />Takaful<br />Jaminanmasyarakatsebagaibantuan yang diberikanmasyarakatkepada yang lainnya.<br />Amarma’ruf, membangunkeluargasakinan, menikmatipembangunan, kepemilikandanpengelolaan SDA<br />
  23. 23. Prinsip-prinsipEkonomi Islam<br />Kerja (resources utilization)  perintahbekerja<br />Kompensasi haksesuai<br />Efisiensi terbaikmengelola SDA <br />Profesionalisme<br />Kecukupan jaminankebutuhan<br />Pemerataankesempatan<br />Kebebasan dibatasinilaiislam<br />Kerjasama tolongmenolong<br />Persaingan kebaikandanketakwaan<br />Keseimbanganantardimensi<br />Solidaritas<br />Informasisimetri<br />
  24. 24. Mankiw et al. Principles of Microeconomics, 2nd Canadian Edition<br />Chapter 14: Page 18<br />RancangBangunEkonomi Islam<br />Elemenkuncisietemekonomi: hakkepemilikan, mekanismeprovisidankoordinasikeputusan, metodepengambilankeputusan, dansisteminsentif (Gregory dan Stuart (1985).<br />KepemilikanDalam Islam<br />MaslahahsebagaiInsentifEkonomi<br />MusyawarahsebagaiPrinsipPengambilanKeputusan<br />Pasar yang AdilSebagai Media Komunikasi<br />PelakuEkonomiDalam Islam<br />
  25. 25. Mankiw et al. Principles of Microeconomics, 2nd Canadian Edition<br />Chapter 14: Page 19<br />KepemilikanDalam Islam<br />Dalamajaran Islam hakmilikdikategorikanmenjaditiga:<br />Hakmilik individual (milkiyahfardiyah/private ownership) <br /><ul><li> Atassumberdayaekonomi Fitrahmanusia harusdihormatidandijaga  prasyaratmendasaruntukmencapaifalah  menciptakanmotivasidanmemberiruangpemanfaatan optimal
  26. 26. Batasan : perolehandanpenggunaansesuaisyariahdantidakmenimbulkanmafsadat (kerugian) bagidirimaupunpihak lain.</li></ul>Hakmilikumumataupublik (milkiyah ‘ammah/public ownership)<br /><ul><li> bendaperuntukanpemanfaatanuntukumum  Dalam Islam tidakdibatasisesuaidengankondisinegara.
  27. 27. Karakteristik: (1) meruapakanfasilitasumum kalautidakadaakansengketa; (2) bahantambang  terbatasjumlah; (3) SDA yang sifatpembentukannyamenghalangiuntukdimiliki; (4) HartaWakaf. </li></ul>Hakmiliknegara (milkiyahdaulah/state ownership)<br /><ul><li>Asalnyabisamilikindividuatauumum
  28. 28. Dikelolapemerintah representasikepentinganrakyatsekaligusmengembanmisikekhalifahan Allah dimukabumi.
  29. 29. Haknegaradapatdialihkankepilikannya subsidi.
  30. 30. HakumumtidakbisadialihkankeIndividumeskibsiadikelolapemerintah</li></ul>BertolakdarikonsephakmilikmakaSistem EI  ekonomitigasektor: pasar, masyarakatdannegara. Masing-masingpunyakewajbanuntukmencapaifalah. <br />
  31. 31. Mankiw et al. Principles of Microeconomics, 2nd Canadian Edition<br />Chapter 14: Page 20<br />MaslahahsebagaiInsentifEkonomi<br />Konsepdanpemahamanterkaitdengankepemilikanmembawaimplikasipadamotivasidaninsentifsetiapindividu.<br />Hartadianggapmiliksendirimutlak sewenang-wenang. <br />Kapitalisme  konsumenmemaksimalkankepuasandiridanmencarikeuntungansebanyak-banyaknya.<br />Sosialisem kegiatanekonomididoronginsentifkeamanandankenyamanansosial.<br />Keduanyamelihatinsentif material saja.<br />Dalam Islam  Insentifbisa material dan non material  Isalmmemberipeluanuntukmemenuhikebutuhanindividu, sosialdanibadah (keb. suci).<br />Insentifnya  duniadanakhirat  baikuntukproduksi, konsumsimaupundistribusi.<br />Contoh :<br /><ul><li>Konsumsibarang yang halaldanthayib  kepuasanduniawidanpahalaakhirat.
  32. 32. Derma  insentifakhirat</li></ul>Kesemuainsentif  maslahah<br />
  33. 33. So, what we have to do?<br />Lakukanlahsesuatu yang terbaikmulaidaridirisendiridanmulaisaatini. Janganpernahmenungguorang lain untukmelakukannya.<br />
  34. 34. Hayya bil jihad...<br />Sungguh tak ada kemuliaan pada jiwa-jiwa yang membodohi dirinya dengan kepentingan pribadinya.<br />Orang besar adalah mereka yang mengazamkan dirinya untuk ummat dan di sibukkan dengan masalah-masalah besar. Kelak mereka akan mati sebagai orang yang besar yang selalu dikenang oleh sejarah umat manusia.<br />Sementara orang kerdil adalah mereka yang memikirkan dirinya sendiri dan sibuk dengan masalah-masalah sepele. Mereka juga tidak memperdulikan kepentingan ummat dan kelak mereka akan mati sebagai orang yang kerdil.<br />

×