Successfully reported this slideshow.
Your SlideShare is downloading. ×

Makalah perumusan masalah penelitian

Ad

PERUMUSAN MASALAH PENELITIAN
DI SUSUN OLEH :
1. ADIANSYAH (06081281520061)
2. ADIT CHANDRA KIRAWIJAYA (06081181520021)
3. ...

Ad

i
KATA PENGANTAR
Puji syukur kami panjatkan kehadirat Tuhan Yang Maha Esa karena berkat
rahmat,karunia,serta taufik dan hi...

Ad

ii
DAFTAR ISI
PERUMUSAN MASALAH PENELITIAN
KATA PENGANTAR ...................................................................

Ad

Ad

Ad

Ad

Ad

Ad

Ad

Ad

Ad

Ad

Ad

Ad

Ad

Loading in …3
×

Check these out next

1 of 16 Ad
1 of 16 Ad
Advertisement

More Related Content

Advertisement
Advertisement

Makalah perumusan masalah penelitian

  1. 1. PERUMUSAN MASALAH PENELITIAN DI SUSUN OLEH : 1. ADIANSYAH (06081281520061) 2. ADIT CHANDRA KIRAWIJAYA (06081181520021) 3. ALDILA FATMAWATI (06081181520002) 4. ANDY MAULANA (060811815200113) 5. MEIDIAN RENALDO (06081181520016) 6. PUJA SONIA ROSA (06081181520015) 7. RADEN AYU MAUDIANA SARI (06081181520014) 8. YURIKA MARIANI ( 06081181520024) DOSEN PENGAMPUH : 1. PROF. DR. RATU ILMA INDRA PUTRI,M.Si 2.DR.BUDI SANTOSO,M.Si PROGRAM STUDI PENDIDIKAN MATEMATIKA JURUSAN MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN UNIVERSITAS SRIWIJAYA 2016
  2. 2. i KATA PENGANTAR Puji syukur kami panjatkan kehadirat Tuhan Yang Maha Esa karena berkat rahmat,karunia,serta taufik dan hidayah-Nya lah kami dapat menyelesaikan makalah perumusan masalah penelitian dengan baik meskipun masih terselip sedikit maupun banyak kekurangan.Kami mengucapkan terimakasih kepada dosen pengampuh Prof.Dr.Ratu Ilma Indra Putri,M.Si dan Dr.Budi Santoso,M.Si yang telah mengampuh dan membimbing kami dalam menyelesaikan makalah ini. Harapan kami adalah makalah perumusan masalah penelitian ini dapat membantu dan berguna bagi para pembacanya dalam merumuskan masalah dalam penelitian.Sehubungan dengan makalah yang kami buat ini mempunyai kekurangan,maka dari itu kami berharap para pembaca dapat memberikan kritik dan saran yang dapat membangun demi kesempurnaan makalah ini.Semoga makalah ini dapat bermanfaat.Amin.
  3. 3. ii DAFTAR ISI PERUMUSAN MASALAH PENELITIAN KATA PENGANTAR ...................................................................................................................i DAFTAR ISI ............................................................................................................................... ii 1. Masalah Penelitian.................................................................................................................1 2. Latar Belakang Penelitian..........................................................................................................2 3. Mengidentifikasi, Memilih/ Membatasi dan Merumuskan Masalah ..............................................3 3.1 Mengidentifikasi Masalah....................................................................................................3 3.2 Memilih/Membatasi Masalah...............................................................................................4 3.3 Merumuskan Masalah..........................................................................................................5 3.3.1 Bentuk-bentuk Rumusan Masalah Penelitian...................................................................6 3.3.2 Ciri-ciri Perumusan Masalah yang Baik..........................................................................9 4. Tujuan Penelitian....................................................................................................................11 5. Kegunaan Penelitian............................................................................................................12 DAFTAR PUSTAKA...................................................................................................................iii
  4. 4. 1 PERUMUSAN MASALAH PENELITIAN 1. Masalah Penelitian Menurut Sugiyono (2004:55), masalah diartikan sebagai suatu kesenjangan antara apa yangdiharapkan dengan apa yang terjadi.Selain itu juga masalah dapat diartikansebagai Kesulitan yang dirasakan oleh orang awam maupun peneliti, sehingga perlu ditemukan jawabannya. Menurut Notoatmodjo (2002) masalah penelitian secara umum dapat diartikan sebagi suatu kesenjangan (gap) antara yang seharusnya dengan apa yang terjadi tentang sesuatu hal, atau antara kenyataan yang ada atau terjadi dengan yang seharusnya ada atau terjadi serta antara harapan dan kenyataan. Masalah merupakan sesuatu yang penting dan sentral dalam penelitian. Penting, karena penelitian tidak mungkin dapat dilakukan tanpa ada masalah. Dikatakan sentral, karena nyaris dalam seluruh tahapan penelitian , seperti latar belakang masalah , tujuan penelitian, kajian teori, penyusunan instrumen penelitian, kesimpulan, saran dan sebagainya, semuanya akan bermuara dari permasalahan yang telah terlebih dahulu dirumuskan. Ciri-ciri pernyataan Masalah Penelitian yang baik menurut Syvie, 2007 adalah sebagai berikut. 1. Masalah yang dipilih harus mempunya nilai penelitian Masalah harus mempunyai keaslian Masalah harus menyatakan suatu hubungan Masalah harus merupakan hal yang penting Masalah harus dapat di uji Masalah harus mencerminkan suatu pertanyaan 2.Masalah yang dipilih dengan bijak, artinya: Data serta metode untuk memecahkan masalah harus tersedia Biaya untuk memecahkan masalah, secara relatif harus dalam batas-batas kemampuan Waktu memecahkan masalah harus wajar Biaya dan hasil harus seimbang Administrasi dan sponsor harus kuat Tidak bertentangan dengan hukum dan adat
  5. 5. 2 3. Masalah dipilih dengan kualifikasi peneliti Menarik bagi peneliti Masalah harus sesuai dengan kualifikasi peneliti 2. Latar Belakang Penelitian (1) Pada bagian ini mensinyalir tentang adanya suatu gejala/masalah yang kemudian diuraikan tentang topik atau masalah yang menjadi issu sentral penelitian atau gejala penelitian sebagai informasi awal untuk diteliti, berdasarkan fakta-fakta atau data-data (hasil dari pra-penelitian/ Biro Pusat Statistik/Badan Resmi lainnya), atau informasi yang berasal dari referensi ilmiah (seperti jurnal, hasil-hasil penelitian sebelumnya,seminar lokakarya, pendapat pemegang otoritas), dan instuisi atau pengalaman pribadi. Informasi awal tersebut, sebutkan sumber referensinya. Data- data, fakta-fakta, dan referensi lainnya harus ada dalam latar belakang masalah untuk menunjukan bahwa gejala atau fenomena itu disinyalir ada memang berdasarkan fakta, pengalaman dan referensi yang ditangkap dengan panca indera bukan khayalan atau bukan persepsi penulis yang tanpa fakta dan bukan uraian kajian pustaka). Misalnya,isu utama ( problem issu) yang akan diteliti adalah: a. Berdasarkan pengamatan/observasi awal/laporan : Ada data yang menhunjukkan kinerja guru sekolah atau prestasi siswa menurun dari tahun ketahun. b. Ketika seminar pendidikan: Dilontarkan tentang kurangnya minat siswa ke sekolah kejuruan . c. Berdasarkan pengalaman: Perkembangan sekolah tidak menunjukkan peningkatan yang positif. Problem utama tersebut harus berdasarkan fakta yang disajikan dalam bentuk tabel atau kutipan dari sumber yang syah, tidak dipersepsi atau dikarang atau diperkirakan sendkiri. (2) Memuat tentang mengapa kejadian/gejala itu dianggap masalah dan mengapa penting diteliti, dan apa dampaknya apabila masalah ini dibiarkan, apakah mengancam, mengganggu, menghambat dan menyulitkan sehingga menimbulkan kesenjangan. Termasuk implikasi masalah terhadap berbagai aspek. Misalnya: Bila masalah kinerja sekolah itu rendah dan tidak diatasi, maka akanmengancam pada citra sekolah, dan akan berdampak pada menurunnya minat siswa untuk melanjutkan kesekolah tersebut. Selain dapat mengganggu proses perkembangan sekolah, kinerja
  6. 6. 3 sekolah juga akanmenyulitkan sekolah dalam mencapai prestasi belejar siswa, yang pada akhirnya akan menyulitkan siswa untuk masuk perguruan tinggi dan dunia kerja. Contoh di atas sesuai dengan karakateristik masalah yaitu mengganggu, mengencam, menyulitkan, dan menghambat yang kesemuanya tidak dikehendaki. (3) Menguraikan bagaimana masalah tersebut seharusnya dipecahkan (pendekatan pemecahan masalah), untuk apa masalah ini dipecahkan dan diteliti dan apa manfaat hasil penelitian ini bagi kehidupan prakis dan perkembangan ilmu pengetahuan. Misalnya: Untuk meningkatkan kinerja sekolah, pemerintah telah berusahan melalui serangkaian kebijakannya seperti BOS, perbaikan sistem kurikulum, ... , dan UU pendidikan. Secara praktis telah banyak dilakukan usaha yang telah dilakukan seperti diatas, namun kinerja sekolah tetap saja masih rendah sehingga pertanyaaanya adalah mengapa kinerja sekolah tetap rendah. Secara teoritis, memang banyak faktpor penyebabnya, seperti dikemukakan oleh .............., bahwa untuk meningkatkan kinerja sekolah sangat ditentukan oleh faktor- faktor lingkungan, fasilitas, latar belakang, dsb.Demikian pula menurut ahli pendidikan, bahwa kinerja sekolah sangat tergantung pada sistem, sumberdaya sekolah, dan kebijakan pemerintah. Untuk mendapatkn jawaban secara teoritis penulis sangat tertarik untuk meneliti mengapa kinerja sekolah rendah?Apakah latar belakang profesional guru dan budaya sekolah berpengaruh terhadap kinerja sekolah? Bila hal tersebut benar dan meyakinkan maka hasil penelitian ini akan sangat berguna bagi perbaikan kinerja sekolah dan sistem pendidikan secara praktis dan meningkatkan kebenaran ilmu pengetahuan secara teoritis. 3. Mengidentifikasi, Memilih/ Membatasi dan Merumuskan Masalah 3.1 Mengidentifikasi Masalah (1) Mengidentifikasi masalah adalah mencari masalah yang paling relevan dan menarik untuk diteliti. (2) Masalah dapat dicari melalui “Pancaindera”, yaitu pengamatan, pendengaran, penglihatan, perasaan, dan penciuman. (3) Permasalahan akan ada jika ada kesenjangan (gap) antara das sollen dan das sein,yaitu : ada perbedaan antara apa yang seharusnya dengan apa yang ada dalam kenyataan antara apa yang diperlukan dengan apa yang tersedia,
  7. 7. 4 antara harapan dan kenyataan. (4) Dalam bagian ini,mula-mula kemukakan semua faktor atau variabel yang teridentifikasi sebagai masalah yang menyebabkan terjadinya suatu masalah utama berdasarkan referensi (literatur) atau hasil penelitian tertentu. (5) Banyak faktor penyebab yang merupakan masalah dan menyebabkan masalah lain, tetapi yang diidentifikasi adalah faktor-faktor dan masalah masalah yang terjangkau dan dikuasai peneliti saja. (6) Masalah biasanya berkaitan dengan suatu kondisi yang mengancam, mengganggu, menghambat, menyulitkan, yang menunjukkan adanya kesenjangan antara harapan dan kenyataan. “A problem as any situation where a gap exist between the actual and the desire d ideal state (Sekaran, 1992). Misalnya: Masalah yang menyebabkan ”rendahnya kinerja” diidentifikasi karena fasilitas belajar, rendahnya kompetensi guru, tidak baiknya budaya kerja, kurang kndusipnya iklim kerja danrendahnya kemampuan kepemimpinan yang menyebabkan kinerja rendah. Disini masalah utamanya adalah produktivitas yang rendah yang disebabkan oleh faktor- faktor penyebabnya.Dengan demikian faktor-faktor penyebabnyalah yang harus diidentifikasi, dan sangat banyak faktornya sesuai dengan ilmu pengetahuan yang dimiliki. 3.2 Memilih/Membatasi Masalah Dalam mengidentifikasi masalah biasanya dijumpai lebih dari satu masalah, dan tidak semua masalah dapat/layak diteliti. Oleh sebab itu perlu diadakan pemilihan/pembatasan masalah.Pertimbangan dalam memilih masalah penelitian agar masalah yang dipilih layak dan relevan untuk diteliti diungkapkan oleh Notoatmodjo (2002), meliputi : 1. Masalah masih baru “Baru” dalam hal ini adalah masalah tersebut belum pernah diungkap atau diteliti oleh orang lain dan topik masih hangat di masyarakat, sehingga agar tidak sia-sia usaha yang dilakukan, sebelum menentukan masalah, peneliti harus banyak membaca dari jurnal-jurnal penelitian maupun media elektronik tentang penelitian terkini. 2. Aktual Aktual berarti masalah yang diteliti tersebut benar-benar terjadi di masyarakat. Sebagai contoh, ketika seorang dosen keperawatan akan meneliti tentang masalah gangguan konsep diri pada pasien yang telah mengalami hemodialise berulang, maka sebelumnya peneliti tersebut harus melakukan survey dan memang menemukan masalah tersebut,
  8. 8. 5 meskipun tidak pada semua pasien 3. Praktis Masalah penelitian yang diteliti harus mempunyai nilai praktis, artinya hasil penelitian harus bermanfaat terhadap kegiatan praktis, bukan suatu pemborosan atau penghamburan sumber daya tanpa manfaat praktis yang bermakna. 4. Memadai Masalah penelitian harus dibatasi ruang lingkupnya, tidak terlalu luas, tetapi juga tidak terlalu sempit. Masalah yang terlalu luas akan memberikan hasil yang kurang jelas dan menghamburkan sumber daya, sebaliknya masalah penelitian yang terlalu sempit akan memberikan hasil yang kurang berbobot. 5. Sesuai dengan kemampuan peneliti Seseorang yang akan melakukan penelitian harus mempunyai kemampuan penelitian dan kemampuan di bidang yang akan diteliti, jika tidak, hasil penelitiannya kurang dapat dipertanggungjawabkan dari segi ilmiah (akademis) maupun praktis. 6. Sesuai dengan kebijaksanaan pemerintah Masalah-masalah yang bertentangan dengan kebijaksanaan pemerintah, undang- undang ataupun adat istiadat sebaiknya tidak diteliti, karena akan banyak menemukan hambatan dalam pelaksanaan penelitiannya nanti. 7. Ada yang mendukung Setiap penelitian membutuhkan biaya, sehingga sejak awal sudah dipertimbangkan darimana asal biaya tersebut akan diperoleh. Tidak jarang masalah-masalah penelitian yang menarik akan mendapatkan sponsor dari instansi-instansi pendukung, baik pemerintah maupun swasta. Misalnya: Peneliti akan memilih dan membatasi pada dua factor penyebabnya saja yaitu iklim dan kompetensi yang menyebabkan kinerja rendah. Dalam contoh di atas, faktor kepemimpinan tidak dipilih karena mungkin menurut peneliti tidak menarik untuk diteliti atau tidak memiliki cukup ilmu pengetahuan untuk meneliti masalah penyebabnya itu. 3.3 Merumuskan Masalah Setelah masalah diidentifkasi dan dipilih/dibatasi, selanjutnya masalah tersebut hendaknya: (1) Dirumuskan dalam kalimat tanya (?) yang padat dan jelas. (2) Memberikan petunjuk tentang kemungkinan pengumpulan data guna menjawab
  9. 9. 6 pertanyaan dalam rumusan tersebut. Misalnya : Banyak faktor yang mempengaruhi prestasi siswa, diantaranya fasilitas belajar, kompetensi profesional guru, budaya sekolah, iklim pembelajaran, kemampuan manajerial kepala sekolah, dsb.( Jam’an, 2008: 2). Dari berbagai faktor yang mempengaruhi prestasi siswa, penulis sangat tertarik untuk meneliti tentang kompetensi professional guru dan budaya kerja sekolah.Persoalan ini cukup menantang dan sangat menarik untuk diteliti, karena selain belum ada yang meneliti masalah ini cukup aktual dan sesuai dengan ilmu pengetahuan yang penulis miliki. Oleh sebab itu pertanyaan yang ingin di jawab adalah: a. Bagaimana pengaruh konpetensi professional guru terhadap kinerja guru ? b. Sejauhmana pengaruh budaya kerja sekolah berpengaruh terhadap kinerja guru? 3.3.1 Bentuk-bentuk Rumusan Masalah Penelitian Merumuskan Masalah biasanya menjadi batu sandungan yang besar dalam membuat sebuah skripsi apabila penulis tidak terlalu memahami masalah yang akan dikaji dalam skripsi. Dapat dikatakan bahwa rumusan masalah merupakan salah satu dari tahapan yang ada di antara sejumlah tahapan penelitian yang mempunyai kedudukan penting di dalam aktivitas penelitian yang dikaji dalam sebuah skripsi. Apabila tanpa rumusan masalah, maka suatu kegiatan penelitian akan sia-sia atau bahkan tidak bisa membuahkan hasil sama sekali. Sehingga proses penulisan skripsipun akan ikut menjadi sia-sia. Di dalam rumusan masalah sendiri diperlukan untuk memperhatikan bentuk-bentuk masalah. Dalam rumusan masalah perlu diperhatikan bentuk-bentuk masalah. Sugiyono (2000) menyebutkan ada tiga bentuk masalah yaitu : 1. Masalah Deskriptif Masalah deskriptif yaitu masalah yang berkenaan dengan pernyataan terhadap keberadaan variabel mandiri, baik hanya pada satu variabel atau lebih (variabel yang berdiri sendiri). Jadi dalam penelitian ini peneliti tidak membuat perbandingan variabel itu pada sampel yang lain, dan mencari hubungan variabel itu dengan variabel yang lain. Penelitian semacam ini selanjutnya dinamakan penelitian deskriptif. Contoh rumusan masalah deskriptif : Seberapa baik kinerja Departemen Pendidikan Nasional ? Bagaimanakah sikap masyarakat terhadap perguruan tinggi negri Berbadan Hukum ?
  10. 10. 7 Seberapa tinggi efektivitas kebijakan Manajemen Berbasis Sekolah di Indonesia ? Seberapa tinggi tingkat kepuasan masyarakat terhadap pelayanan pemerintah daerah di bidang pendidikan ? Seberapa tinggi tingkat produktivitas dan keuntungan financial Unit Produksi pada Sekolah-sekolah Kejuruan ? Seberapa tinggi minat baca dan lama belajar rata-rata per hari murid-murid sekolah di Indonesia ? Dari beberapa contoh di atas terlihat bahwa setiap pertanyaan penelitian berkenaan dengan satu variable atau lebih secara mandiri .Peneliti yang bermaksud mengetahui kinerja Departemen Pendidikan Nasional, sikap masyarakat terhadap perguruan tinggi berbadan hokum, efektifitas kebijakan MBS, tingkat produktivitas dan keuntungan financial Unit Produksi pada Sekolah-sekolah Kejuruan, minat baca dan lama belajar rata-rata per hari murid-murid sekolah di Indonesia adalah contoh penelitian deskriptif. 2. Masalah Komparatif Masalah komparatif adalah suatu permasalahan penelitian yang bersifat membandingkan keberadaan satu variabel atau lebih pada dua atau lebih sampel yang berbeda, atau pada waktu yang berbeda. Contoh rumusan masalah komparatif : Adakah perbedaan prestasi belajar antara murid dari sekolah negeri dan swasta ? ( variable penelitian adalah prestasi belajar pada dua sampel yaitu sekolah negeri dan swasta ) Adakah perbedaan disiplin kerja guru antara sekolah di Kota dan di Deasa ? ( satu variable dua sampel ) Adakah perbedaan, motivasi belajar dan hasil belajar antar murid yang berasal dari keluarga Guru, Pegawai Swasta, dan Pedagang ? ( dua variable tiga sampel ) Adakah perbedaan kompetensi professional guru dan kepala sekolah antara SD, SMP, dan SLTA ? ( satu variable untuk dua kelompok, pada tiga sampel ) 3. Masalah Asosiatif Masalah asosiatif adalah suatu pertanyaan penelitian yang bersifat hubungan antara dua variabel atau lebih. Hubungan tersebut bisa simetris, kausal, maupun hubungan timbal balik. Terdapat tiga bentuk hubungan yaitu :
  11. 11. 8 a) Hubungan Simetris Hubungan simetris adalah suatu hubungan antara dua variable atau lebih yang kebetulan munculnya bersamaan. Jadi bukan hubungan kausal maupun interaktif. Contoh rumusan masalah adalah sebagai berikut : Adakah hubungan antara jumlah es yang terjual dengan jumlah kejahatan terhadap murid sekolah ?(variable pertama adalah penjual es dan ke dua adalah kejahatan). Hal ini berarti yang menyebabkan jumlah kejahatan bukan karena es yang terjual . mungkin logikanya adalah sebagai berikut : pada saat es banyak terjual itu pada musim liburan sekolah, pada saat murid-murid banyak yang piknik ke tempat wisata. Karena banyak murid yang piknik maka di situ banyak kejahatan. Adakah hubungan antara rumah yang dekat rel kereta api dengan jumlah anak ? Adakah hubungan antara jumlah payung terjual dengan jumlah murid sekolah ? b) Hubungan Kausal Hubungan kausal adalah hubungan yang bersifat sebab akibat. Jadi disini ada variabel independent(variabel yang mempengaruhi) dan dependen (dipengaruhi). Contoh : Adakah pengaruh pendidikan orang tua terhadap prestasi belajar anak ? (pendidikan orang tua variabel independen dan prestasi belajar variabel dependen). Seberapa besar pengaruh kepemimpinan kepala SMK terhadap kecepatan lulusan memperoleh pekerjaan? (kepemimpinan variabel independen dan kecepatan memperoleh pekerjaan variabel dependen). Seberapa besar pengaruh tata ruang kelas terhadap efisiensi pembelajaran di SMA? c) Hubungan interaktif/resiprocal/timbal balik Hubungan interaktif adalah hubungan yang saling mempengaruhi. Di sini tidak diketahui mana variabel independen dan dependen. Contoh : Hubungan antara mativasi dan prestasi belajar anak SD di Kecamatan A. Di sini dapat dinyatakan motivasi mempengaruhi prestasi tetapi juga prestasi dapat mempengaruhi motivasi. Hubungan anatara kecerdasan dengan kekayaan. Kecerdasan dapat menyebabkan kaya, demikian juga orang yang kaya dengan meningkatkan kecerdasan karena gizi terpenuhi.
  12. 12. 9 3.3.2 Ciri-ciri Perumusan Masalah yang Baik Rumusan masalah dapat di kemukakan dalam bentuk pernyataan maupun dalam bentuk pertanyaan lebih banyak digunakan, karena lebih jelas apa yang yang akan dijawab melalui penelitian yang bersangkutan. Pernyataan penelitian digunakan untuk mendeskripsikan dan menegaskan rumusan umum dari untuk merinci aspek-aspek yang terkandung dalam rumusan umum tersebut. Dalam penelitian kuantitatif yang menggunakan studi kolerasi dan studi pengaruh, biasanya pernyataan penelitian diajukan dalam pola sederhana sebagai berikut : 1. Bagaimana realitas variabel x; 2. Bagaimana realitas variabel y; 3. Bagaimana hubungan/ kolerasi/ pengaruh antara variabel x dan atau terhadap variabel y. Sedangkan dalam penelitian jenis lainnya sangat menentukan seberapa banyak aspek pertanyaan penelitian yang dapat didefinisikan oleh peneliti. Harus dipahami bahwa semakin jelas dan terinci identifikasi masalah, maka akan semakin terfokus arah penelitian yang dilakukan. Dan hal tersebut tentu akan memudahkan penelitian yang dilakukan. Dalam tahap perumusan masalah penelitian, penelitian juga harus menjelaskanbeberapa istilah kunci yang terdapat dalam judul penelitian atau rumusan masalah penelitian. Penjelasan tersebut yang diistilahkan dengan ‘definisi operasional’ atau ‘definisi kerja’ akan sangat membantu penelitian yang dilakukan Dalam penelitian diperlukan sebuah masalah yang baik. Terdapat beberapa ciri masalah yang baik, yaitu: 1. Mempunyai Nilai Penelitian Dalam sebuah penelitian, masalah yang sedang diteliti hendaknya mempunyai nilai penelitian. Dikatakan mempunyai nilai penelitian apabila masalah yang akan diteliti pada akhir penelitian dapat memberikan manfaat dalam sebuah bidang ilmu tertentu atau dapat digunakan untuk keperluan yang lain. Dalam memilih masalah yang baik peneliti harus memperhatikan beberapa hal berikut: 2. Masalah harus mempunyai keaslian Sebuah masalah yang akan diteliti hendaknya adalah masalah yang up to date. Maksudnya adalah masalah yang diteliti belum pernah diteliti sebelumnya oleh peneliti lain. Masalah juga harus mempunyai nilai ilmiah atau aplikasi ilmiah, sehingga penelitian akan semakin berkualitas. Selain itu, masalah yang diteliti boleh jadi adalah masalah-masalah yang terlewatkan dari perhatian masyarakat selama ini atau bias juga masalah yang akan memunculkan sebuah teori baru.
  13. 13. 10 3. Masalah harus menyatakan suatu hubungan Masalah yang baik adalah masalah yang menyatakan sebuah hubungan antara variabel-variabel tertentu yang saling berkaitan. Hal ini perlu diperhatikan agar penelitian yang dilakukan lebih bermakna. Biasanya variabel-variabel yang dipakai untuk mewakili unsur-unsur yang ada dalam penelitian dilambangkan dengan huruf X, Y, dan Z. 4. Masalah harus merupakan hal yang penting Masalah yang diteliti haruslah merupakan hal yang penting dan bukan masalah yang sepele untuk diteliti. Karena diharapkan hasil akhir dari penelitian adalah sebuah fakta dan kesimpulan yang dapat bermanfaat di sebuah bidang tertentu dan dapat diterbitkan di jurnal ilmu pengetahuan. Tidak hanya itu, hasil penelitian juga dapat menjadi bahan referensi dalam menyusun buku-buku teks. 5. Masalah harus dapat diuji Seorang peneliti harus pandai dalam memilih masalah yang akan diteliti. Masalah yang akan diteliti hendaknya adalah masalah yang dapat diuji. Sebaiknya masalah yang dipilih adalah masalah yang dapat memberikan implikasi untuk dilakukan uji empirisnya. Hal ini dimaksudkan agar penelitian agar penelitian dapat dilihat secara jelas hubungan antar variabel yang saling berkaitan dalam masalah yang sedang diteliti dan dapat tentu saja dapat diukur. 6. Masalah harus dapat dinyatakan dalam bentuk pertanyaan Masalah yang menarik adalah masalah yang dapat menimbulkan pertanyaan. Tapi peneliti juga harus dapat menggambarkan masalah yang sedang diteliti dengan jelas, sehingga tidak membingungkan orang yang membacanya dan dapat dilakukan uji untuk menyatakan jawaban dan kebenarannya. 7. Mempunyai fisibilitas Masalah yang baik adalah masalah yang mempunyai fisibilitas, yaitu masalah tersebut harus mempunyai nilai pemecahan dan dapat dipecahkan. Hal ini dimaksudkan agar penelitian dapat berguna dan tidak sia-sia. 8. Sesuai Dengan Kualifikasi Peneliti Masalah yang akan diteliti hendaknya dalah masalah yang nantinya akan dapat dipecahkan oleh peneliti. Mengapa demikian, karena agar penelitian yang telah dilakukan tidak terhenti di tengah proses pengerjaan karena ketidakmampuan seorang peneliti untuk memecahkan masalah yang sedang diteliti sehingga akan sia-sia.
  14. 14. 11 4. Tujuan Penelitian . Tujuan penelitian merupakan pernyataan mengenai apa yang akan dihasilkan atau dicapai oleh peneliti setelah selesai melalukan suatu penelitian. Tujuan penelitian tergantung pada jenis penelitian dan masalah yang akan diteliti. Oleh sebab itu, tujuan penelitian harus konsisten dengan masalah yang telah dirumuskan. Menurut Nazir (1999: 111), tujuan dari pemilihan dan perumusan masalah itu sendiri adalah untuk: a. mencari sesuatu dalam rangka pemuasan akademis seseorang; b. memuaskan perhatian serta keingintahuan seseorang akan hal-hal yang baru; c. meletakkan dasar untuk memecahkan beberapa penemuan penelitian sebelumnya atau pun dasar untuk penelitian selanjutnya; d. memenuhi keinginan sosial; e. menyediakan sesuatu yang bermanfaat. Misalnya: (1) Untuk mengevaluasi pengaruh latar belakang profesional dan budaya verja terhadap kinerja sekolah. (2) Untuk mengetahui faktor-faktor yang paling dominan yang mempengaruhi kinerja sekolah. (3) Untukmenemukan,untukmengeksplorasi,untuk mengevaluasi, dsb Tujuan penelitian dibedakan menjadi dua macam yaitu : 1. Tujuan Umum, mengandung uraian garis besar sasaran akhir secara keseluruan yang akan dicapai 2. Tujuan khusus, mengandung uraian secara rinci untuk mencapai tujuan umum. Kesalahan-kesalahan yang sering dilakukan oeh mahasiswa yang sedang membuat Skripsi atau tesisi adalah merumuskan tujuan sebagai berikut : Tujuan penelitian adalah untuk memenuhi tugas dalam mencapai gelar sarjana mudah/sarjana Tujuan penelitian adalah untuk mencari data Tujuan penelitian harus lebih luas dari pada sekedar hal yang bermasalah.Jawab terhadap rumusan masalah dan tujuan penelitian terletak pada kesimpulan penelitian.
  15. 15. 12 5. Kegunaan Penelitian Kegunaan penelitian berkenaan dengan manfaat ilmiah dan praktis darihasil penelitian : (1) Kegunaan Ilmiah, Kegunaan Ilmiah yaitu untuk memberi sumbangsih terhadap perkembangan ilmu pengetahuan yang ada relevansinya dengan bidang ilmu yang sedang dipelajari. Misalnya; Untuk memberikan sumbangan pemikiran atau menambah informasi bagi perkembangan ilmu manajemen pendidikan tentang faktor-faktor yang mempengaruhi kinerja guru. (2) Kegunaan Praktis Kegunaan Praktis yaitu kegunaan penelitian bagi dunia praktis dilapangan. Misalnya: Untuk mengatasi persoalan menurunya kinerja seklah dan perbaikan sistem pendidikan,dsb.
  16. 16. iii DAFTAR PUSTAKA Mimi. (2011, 10 26). Identifikasi Masalah Batasan Masalah Serta Rumusan Masalah. Retrieved 01 24, 2017, from http://sefmimijuliati.wordpress.com Nana. (2012). Metode Penelitian Pendidikan. Bandung: PT. Remaja Rosdakarya. Suryana. (2010). Metodologi Penelitian. Jakarta. Trisnawati, D. D. (2011, 11). Cara Merumuskan Masalah Penelitian. Retrieved 01 24, 2017, from dianadewikirana.blogspot.co.id

×