Lembaga Konservasi Wahyu Yun Santoso
Pengertian <ul><li>Adalah Lembaga yang bergerak di bidang konservasi tumbuhan dan atau satwa liar di luar habitatnya (ex-s...
Fungsi Lembaga Konservasi <ul><li>Fungsi utama: pengembangbiakan dan atau penyelamatan tumbuhan dan satwa, dengan tetap me...
Bentuk Lembaga Konservasi <ul><li>Kebun Binatang, </li></ul><ul><li>Taman Safari, </li></ul><ul><li>Taman Satwa, </li></ul...
Perijinan <ul><li>Ijin Lembaga Konservasi adalah izin yang diberikan Oleh Menteri Kehutanan kepada pemohon, yang telah mem...
Izin dapat diberikan pada: <ul><li>Lembaga Pemerintah :  </li></ul><ul><ul><li>Badan Usaha Milik Negara yang bergerak di b...
Sumber Koleksi Lembaga Konservasi <ul><li>Hasil sitaan atau penyerahan dari pemerintah atau penyerahan dari masyarakat, </...
<ul><li>Pengambilan atau penangkapan dari alam dapat dilakukan apabila : </li></ul><ul><li>Untuk kepentingan pemurnian gen...
<ul><li>Lembaga Konservasi tumbuhan dan satwa berhak untuk: </li></ul><ul><li>Memperoleh jenis tumbuhan dan satwa, </li></...
<ul><li>Kewajiban Lembaga Konservasi tumbuhan dan satwa adalah: </li></ul><ul><li>Membuat Rencana Karya Pengelolaan (RKP) ...
<ul><li>Memperkerjakan tenaga ahli sesuai dengan bidangnya, </li></ul><ul><li>Memberdayakan masyarakat setempat, </li></ul...
Larangan <ul><li>Memindahtangankan Izin Lembaga Konservasi kepada pihak lain tanpa persetujuan Menteri Kehutanan, </li></u...
Pembinaan <ul><li>Pembinaan dilakukan terhadap aspek teknis, administrasi, dan pemanfaatan tumbuhan dan satwa koleksi yang...
Evaluasi <ul><li>Evaluasi terhadap Lembaga Konservasi dilakukan oleh Direktur Jenderal Perlindungan Hutan dan Konservasi A...
Hapusnya izin Lembaga Konservasi <ul><li>Jangka waktu izin yang diberikan telah berakhir dan tidak diperpanjang, </li></ul...
Upcoming SlideShare
Loading in …5
×

lembaga konservasi

1,410 views

Published on

materi 4-HKL

0 Comments
1 Like
Statistics
Notes
  • Be the first to comment

No Downloads
Views
Total views
1,410
On SlideShare
0
From Embeds
0
Number of Embeds
2
Actions
Shares
0
Downloads
124
Comments
0
Likes
1
Embeds 0
No embeds

No notes for slide

lembaga konservasi

  1. 1. Lembaga Konservasi Wahyu Yun Santoso
  2. 2. Pengertian <ul><li>Adalah Lembaga yang bergerak di bidang konservasi tumbuhan dan atau satwa liar di luar habitatnya (ex-situ), yang berfungsi untuk pengembangbiakan dan atau penyelamatan tumbuhan dan atau satwa, dengan tetap menjaga kemurnian jenis, guna menjamin kelestarian keberadaan dan pemanfaatannya. </li></ul><ul><li>Diatur dalam Peraturan Menteri Kehutanan Nomor: P.53/Menhut-II/2006 tanggal 17 Juli 2006 tentang Lembaga Konservasi </li></ul>
  3. 3. Fungsi Lembaga Konservasi <ul><li>Fungsi utama: pengembangbiakan dan atau penyelamatan tumbuhan dan satwa, dengan tetap mempertahankan kemurnian jenisnya. </li></ul><ul><li>Fungsi lainnya: sebagai tempat pendidikan, peragaan, penelitian, pengembangan ilmu pengetahuan, sarana perlindungan dan pelestarian jenis, serta sarana rekreasi yang sehat. </li></ul><ul><li>Pengelolaan fungsi Lembaga Konservasi dilakukan berdasarkan etika dan kaidah kesejahteraan satwa. </li></ul>
  4. 4. Bentuk Lembaga Konservasi <ul><li>Kebun Binatang, </li></ul><ul><li>Taman Safari, </li></ul><ul><li>Taman Satwa, </li></ul><ul><li>Taman Satwa Khusus, </li></ul><ul><li>Pusat Latihan Satwa Khusus, </li></ul><ul><li>Pusat Penyelamatan Satwa, </li></ul><ul><li>Pusat Rehabilitasi Satwa, </li></ul><ul><li>Museum Zoologi, </li></ul><ul><li>Kebun Botani, </li></ul><ul><li>Taman Tumbuhan Khusus, dan </li></ul><ul><li>Herbarium. </li></ul>
  5. 5. Perijinan <ul><li>Ijin Lembaga Konservasi adalah izin yang diberikan Oleh Menteri Kehutanan kepada pemohon, yang telah memenuhi syarat-syarat sesuai ketentuan perundang-undangan untuk membentuk Lembaga Konservasi. </li></ul><ul><li>Izin Lembaga Konservasi tumbuhan dan satwa liar diberikan untuk jangka waktu 30 (tiga puluh) tahun, </li></ul><ul><li>dan dapat diperpanjang berdasarkan hasil evaluasi yang dilakukan oleh Direktur Jenderal Perlindungan Hutan dan Konservasi Alam (PHKA), Departemen Kehutanan. </li></ul>
  6. 6. Izin dapat diberikan pada: <ul><li>Lembaga Pemerintah : </li></ul><ul><ul><li>Badan Usaha Milik Negara yang bergerak di bidang konservasi, </li></ul></ul><ul><ul><li>Badan Usaha Milik Daerah yang bergerak di bidang konservasi, </li></ul></ul><ul><ul><li>Lembaga Penelitian yang kegiatannya meliputi penelitian tumbuhan dan satwa, dan </li></ul></ul><ul><ul><li>Lembaga Pendidikan Formal. </li></ul></ul><ul><li>Lembaga Non Pemerintah : </li></ul><ul><ul><li>Koperasi, </li></ul></ul><ul><ul><li>Badan Usaha Milik Swasta yang bergerak di bidang konservasi, </li></ul></ul><ul><ul><li>Badan Usaha Milik Perorangan yang bergerak di bidang konservasi, dan </li></ul></ul><ul><ul><li>Yayasan. </li></ul></ul>
  7. 7. Sumber Koleksi Lembaga Konservasi <ul><li>Hasil sitaan atau penyerahan dari pemerintah atau penyerahan dari masyarakat, </li></ul><ul><li>Hibah atau pemberian atau sumbangan dari Lembaga Konservasi lainnya, </li></ul><ul><li>Tukar menukar, </li></ul><ul><li>Pembelian untuk jenis-jenis yang tidak dilindungi, </li></ul><ul><li>Pengambilan atau penangkapan dari alam. </li></ul>
  8. 8. <ul><li>Pengambilan atau penangkapan dari alam dapat dilakukan apabila : </li></ul><ul><li>Untuk kepentingan pemurnian genetik, dan atau, </li></ul><ul><li>Untuk kepentingan penyelamatan jenis, dan atau, </li></ul><ul><li>Tidak dapat memperoleh jenis dari sumber sebagaimana dimaksud pada butir 1, 2, 3, dan 4 tersebut diatas. </li></ul>
  9. 9. <ul><li>Lembaga Konservasi tumbuhan dan satwa berhak untuk: </li></ul><ul><li>Memperoleh jenis tumbuhan dan satwa, </li></ul><ul><li>Memanfaatkan hasil perkembangbiakan tumbuhan dan satwa sesuai ketentuan yang berlaku, </li></ul><ul><li>Bekerjasama dengan Lembaga Konservasi lain di dalam atau di luar negeri, antara lain untuk : pengembangan ilmu pengetahuan, tukar menukar jenis tumbuhan dan satwa, peragaan, dan pengembangbiakan sesuai ketentuan yang berlaku, </li></ul><ul><li>Memperagakan jenis tumbuhan dan satwa di dalam areal pengelolaannya, </li></ul><ul><li>Memperoleh manfaat hasil penelitian jenis tumbuhan dan satwa, </li></ul><ul><li>Menerima imbalan jasa atas kegiatan usahanya. </li></ul>
  10. 10. <ul><li>Kewajiban Lembaga Konservasi tumbuhan dan satwa adalah: </li></ul><ul><li>Membuat Rencana Karya Pengelolaan (RKP) dalam jangka waktu 1 (satu) tahun sejak diterimanya izin, </li></ul><ul><li>Membuat Rencana Karya Lima Tahun (RKL) Pengelolaan, </li></ul><ul><li>Membuat Rencana Karya Tahunan (RKT) Pengelolaan, </li></ul><ul><li>Melakukan penandaan atau sertifikasi terhadap spesimen koleksi tumbuhan dan satwa yang dipelihara, </li></ul><ul><li>Membuat buku daftar silsilah (studbook) masing-masing jenis satwa yang hidup, </li></ul><ul><li>Mengelola (memelihara, merawat, memperbanyak tumbuhan dan mengembangkan jenis satwa) sesuai dengan etika dan kesejahteraan satwa, </li></ul><ul><li>Melakukan upaya penyelamatan tumbuhan dan satwa, </li></ul>
  11. 11. <ul><li>Memperkerjakan tenaga ahli sesuai dengan bidangnya, </li></ul><ul><li>Memberdayakan masyarakat setempat, </li></ul><ul><li>Melakukan pencegahan dan penularan penyakit, </li></ul><ul><li>Melakukan upaya pengamanan dan menjaga keselamatan pengunjung, petugas, serta tumbuhan dan satwa, </li></ul><ul><li>Membuat dan menyampaikan laporan triwulan dan tahunan mengenai perkembangan pengelolaan tumbuhan dan satwa kepada Direktur Jenderal PHKA dengan tembusan Kepala BKSDA setempat, </li></ul><ul><li>Membayar pungutan penerimaan negara bukan pajak sesuai peraturan perundang-undangan yang berlaku. </li></ul>
  12. 12. Larangan <ul><li>Memindahtangankan Izin Lembaga Konservasi kepada pihak lain tanpa persetujuan Menteri Kehutanan, </li></ul><ul><li>Memperjualbelikan tumbuhan san satwa dilindungi yang nerupakan koleksi, </li></ul><ul><li>Melakukan pertukaran tumbuhan dan satwa dilindungi tanpa izin, </li></ul><ul><li>Melakukan persilangan antar jenis tumbuhan dan satwa yang menjadi koleksinya, </li></ul><ul><li>Melakukan perkawinan satwa dalam satu kekerabatan (inbreeding), </li></ul><ul><li>Memperagakan satwa yang sedang bunting atau sakit, </li></ul><ul><li>Memperagakan satwa yang tidak sesuai dengan etika dan kesejahteraan satwa. </li></ul>
  13. 13. Pembinaan <ul><li>Pembinaan dilakukan terhadap aspek teknis, administrasi, dan pemanfaatan tumbuhan dan satwa koleksi yang dipelihara. </li></ul><ul><li>Aspek teknis meliputi : koleksi, penandaan, pemeliharaan, pengembangbiakan, penyelamatan, penajarangan tumbuhan dan mutasi satwa, sarana prasarana pengelolaan tumbuhan dan satwa. </li></ul><ul><li>Aspek administrasi meliputi : perizinan, pendataan koleksi, studbook, pelaporan pengelolaan tumbuhan dan satwa, kerjasama kemitraan. </li></ul><ul><li>Aspek pemanfaatan meliputi : peragaan, tukar-menukar, pengembangbiakan, pelepasliaran, penelitian dan pendidikan. </li></ul>
  14. 14. Evaluasi <ul><li>Evaluasi terhadap Lembaga Konservasi dilakukan oleh Direktur Jenderal Perlindungan Hutan dan Konservasi Alam (PHKA), Departemen Kehutanan. </li></ul><ul><li>Evaluasi dilakukan sekurang-kurangnya satu kali dalam satu tahun. </li></ul><ul><li>Di lapangan evaluasi dilaksanakan oleh Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) setempat. </li></ul><ul><li>Evaluasi dilakukan terhadap seluruh aspek kegiatan pengelolaan, baik teknis, administrasi, dan pemanfaatan tumbuhan dan satwa. </li></ul>
  15. 15. Hapusnya izin Lembaga Konservasi <ul><li>Jangka waktu izin yang diberikan telah berakhir dan tidak diperpanjang, </li></ul><ul><li>Diserahkan kembali oleh pemegang izin kepada pemerintah sebelum jangka waktu izin yang diberikan berakhir, </li></ul><ul><li>Dicabut oleh Menteri Kehutanan sebagai sanksi pelanggaran. </li></ul>

×