Peranan ICT dalam dunia Pendidikan

19,370 views

Published on

Published in: Education

Peranan ICT dalam dunia Pendidikan

  1. 1. MAKALAH INFORMATION COMMUNICATION TECHNOLOGY“Pemanfaatan ICT Sebagai Media Pembelajaran Dalam Mendukung Kemajuan Pendidikan Indonesia” Disusun untuk Memenuhi Tugas Mata Kuliah Information Communication Technology Oleh : Yuni Shara Hutahaean (0311 12 136) PENDIDIKAN BAHASA INGGRIS FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN UNIVERSITAS PAKUAN 2012
  2. 2. KATA PENGANTAR Dengan segala kerendahan hati kami memanjatkan puji syukur kehadirat Allah SWTatas berkat dan karunia-Nya sehingga kami dapat menyelesaikan tugas makalah ini untukmemenuhi dalam bidang penilaian mata kuliah Information Communication Technology(ICT) , yang berjudul “Pemanfaatan ICT Sebagai Media Pembelajaran Dalam MendukungKemajuan Pendidikan Indonesia”. Mungkin dalam pembuatan makalah ini kami masih banyak kekurangan, baik itu darisegi penulisan, isi dan lain sebagainya, maka kami sangat mengharapkan kritik dan saranguna untuk perbaikan untuk pembuatan makalah di hari yang akan datang. Demikianlah sebagai kata pengantar, dengan iringan serta harapan, semga tulisansederhana ini dapat diterima dan bermanfaat bagi pembaca. Atas semua ini kamimengucapkan ribuan terima kasih yang tak terhingga, semoga segala bantuan dari semuapihak mudah-mudahan dapat amalan baik yang diberikan oleh Allah SWT. Bogor, Oktober 2012 Penulis
  3. 3. BAB I Pendahuluan1.1 Latar BelakangPenguasaan Teknologi Informasi dan Komunikasi ( TIK ) atau secara internasional dikenaldengan istilah ICT ( Information and Communication Technology ) sangat penting di eraglobalisasi saat ini. Penggunaan komputer untuk mengakses, mengolah, dan menyajikaninformasi, baik secara individu maupun kelompok, intra network ( intranet ) maupuninternasional network ( internet ), merupakan kebutuhan primer di era digital. Survey diAmerika Serikat memperlihatkan bahwa pelajar, termasuk mahapelajar, di era abad 21 ini inimemperlihatkan perubahan sikap. Perubahan sikap yang nyata adalah penguasaan danpenerapan teknologi informasi dan komunikasi khususnya internet oleh pelajar dalamaktivitas keseharian amat dominan. Paling tidak 76% dari setiap pelajar percaya bahwa TIK /ICT akan membantu mereka dalam kegiatan pembelajaran dan oleh karenanya berpendapatbahwa lembaga pendidikan / universitas harus memiliki fasilitas dan trend penggunaan TIK /ICT dalam aspek pembelajaran.Pesatnya perkembangan TI, khususnya internet, memungkinkan pengembangan layananinformasi yang lebih baik dalam suatu institusi pendidikan. Dilingkungan pertenagapendidikan tinggi, pemanfaatan IT lainnya yaitu diwujudkan dalam suatu sistem yang disebutelectronic university (e-University). Pengembangan e-University bertujuan untuk mendukungpenyelenggaraan pendidikan, sehingga pertenaga pendidikan tinggi dapat menyediakanlayanan informasi yang lebih baik kepada komunitasnya, baik didalam maupun diluarpertenaga pendidikan tinggi tersebut melalui internet. Layanan pendidikan lain yang bisadilaksanakan melalui sarana internet yaitu dengan menyediakan materi kuliah secara onlinedan materi kuliah tersebut dapat diakses oleh siapa saja yang membutuhkan.Penerapan TIK / ICT memiliki keunggulan tersedianya informasi secara luas, cepat, dantepat, adanya kemudahan dalam proses pembelajaran dan dukungan teknologi untukmemudahkan proses belajar mengajar. Penerapan TIK / ICT juga memiliki keunggulan khasyaitu tidak terbatasi oleh tempat dan waktu. Pemerintah melalui Departemen PendidikanNasional juga telah merespon keadaan di atas dan adanya era informasi ini denganmerumuskan kebijakan peningkatan akses, efisiensi, efektivitas dan kualitas pendidikan sertamanajemen pendidikan dengan implementasi ICT.Hal ini merupakan salah satu faktor yang mengharuskan pengembangan ICT dalam duniapendidikan di Indonesia. Agar kualitas sumber daya manusia Indonesia yang merupakanproduk dari pendidikan itu semakin baik dan dapat bersaing dalam dunia yang berbasiskanteknologi. Oleh sebab itu Depertemen Pendidikan Nasional melalui PUSTEKKOMmelakukan pengembangan terus menerus terhadap ICT untuk dunia pendidikan di Negarakita ini. Untuk melihat hal ini lebih luas lagi, maka dalam makalah ini akan dibahas tentangpenggunaan ICT dalam dunia pembelajaran di Indonesia.
  4. 4. BAB II Pembahasan2.1 Teknologi Informasi dan Komunikasi Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK), atau dalam bahasa Inggris dikenaldengan istilah Information and Communication Technologies (ICT), adalah payung besarterminologi yang mencakup seluruh peralatan teknis untuk memproses dan menyampaikaninformasi. ICT mencakup dua aspek yaitu teknologi informasi dan teknologi komunikasi.Teknologi informasi meliputi segala hal yang berkaitan dengan proses, penggunaan sebagaialat bantu, manipulasi, dan pengelolaan informasi. Sedangkan teknologi komunikasi adalahsegala sesuatu yang berkaitan dengan penggunaan alat bantu untuk memproses danmentransfer data dari perangkat yang satu ke lainnya. Oleh karena itu, teknologi informasidan teknologi komunikasi adalah dua buah konsep yang tidak terpisahkan. Jadi TeknologiInformasi dan Komunikasi mengandung pengertian luas yaitu segala kegiatan yang terkaitdengan pemrosesan, manipulasi, pengelolaan, pemindahan informasi antar media. TIK menjadi simbol kemajuan bagi sebuah bangsa, maka tak heran kalau TIKmenjadi mata pelajaran yang harus dikuasai oleh pelajar saat ini. TIK menjadi sesuatu yangmutlak untuk dikuasai untuk mengejar ketertinggalan teknologi bangsa Indonesia. Bahkan diberbagai lembaga pendidikan saat ini pasti akan memprioritaskan dan menambah pelajaranTIK dalam jadwal pelajarannya serta memperbanyak media-media yang membantupengembangan pembelajaran. Perkembangannya yang sangat cepat dan pesat menuntutsemua komponen lembaga pendidikan harus mampu mengejarnya, tak terkecuali tenagapendidik. Kehadiran TIK akan memperkuat model pembelajaran yang berpusat pada pelajar disamping yang sudah berkembang secara konvensional. Ini sebagaimana diramalkan olehWrigley bahwa pada saatnya ketika datang era informasi, peran tenaga pendidik akanberkurang seiring makin pesatnya penggunaan komputer berbasis jaringan sebagai sumberilmu pengetahuan. Kehadiran TIK bagi sebagian kalangan akan memberi jawaban terhadappersoalan pendidikan, misalnya menambah kekayaan media pembelajaran dari yang sudah
  5. 5. ada. sementara menurut penelitian dari PBB, Indonesia menempati urutan ke 106 dari 180negara yang disurvay dalam hal penggunaan IT. Namun penelitian di Amerika sendirimenyatakan bahwa di negara pusat teknologi ini juga tidak merata dalam penggunaan ITdalam pendidikan. Dalam menghadirkan fungsi teknologi asas praktis, efektif dan efisien menjadi acuanacuan utama. Artinya kalau kehadirannya justru menyulitkan dan menambah beban materidan waktu maka kehadiran TIK justru tidak ada gunanya. Namun rasanya hal ini tidak akanterjadi di era informasi ini. Di mana perangkat komunikasi nirkabel sudah merambah sampaike pelosok pedesaan. Kehadiran teknologi ini harus digunakan sebaik-baiknya denganpengelolaan yang tepat. TIK yang sudah menyatu kehadirannya dengan masyarakat menjadisesuatu yang harus dimuati nilai baik. Maka tugas tenaga pendidik untuk menangkapkehadiran TIK ini menjadi sesuatu yang positif dan berdaya guna bahkan menjadi bernilaiekonomis (ergonomis).Secara khusus, tujuan mempelajari Teknologi Informasi dan Komunikasi adalah: 1. Menyadarkan kita akan potensi perkembangan teknologi informasi dan komunikasi yang terus berubah sehingga termotivasi untuk mengevaluasi dan mempelajari teknologi ini sebagai dasar untuk belajar sepanjang hayat. 2. Memotivasi kemampuan kita agar bisa beradaptasi dan mengantisipasi perkembangan TIK, sehingga bisa melaksanakan dan menjalani aktifitas kehidupan sehari hari secara mandiri dan lebih percaya diri. 3. Mengembangkan kompetensi kita dalam menggunakan Teknologi Informasi dan Komunikasi untuk mendukung kegiatan belajar, bekerja, dan berbagai aktifitas dalam kehidupan sehari hari. 4. Mengembangkan kemampuan belajar berbasis TIK, sehingga proses pembelajaran dapat lebih optimal, menarik, dan mendorong kita lebih terampil dalam berkomunikasi, terampil mengorganisasi informasi, dan terbiasa bekerjasama. 5. Mengembangkan kemampuan belajar mandiri, berinisiatif, inovatif, kreatif, dan bertanggung jawab dalam penggunaan Teknologi Informasi dan Komunikasi untuk pembelajaran, bekerja, dan pemecahan masalah sehari hari.
  6. 6. 2.2 Fungsi Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK)dalam PembelajaranTeknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) memilliki tiga fungsi utama yang digunakan dalamkegiatan pembelajaran, yaitu 1. Teknologi berfungsi sebagai alat (tools), dalam hal ini TIK digunakan sebagai alat bantu bagi pengguna (user) atau siswa untuk membantu pembelajaran, misalnya dalam mengolah kata, mengolah angka, membuat unsur grafis, membuat database, membuat program administratif untuk siswa, guru dan staf, data kepegawaian, keuangan dan sebagainya. 2. Teknologi berfungsi sebagai ilmu pengetahuan (science). Dalam hal ini teknologi sebagai bagian dari disiplin ilmu yang harus dikuasai oleh siswa. Misalnya teknologi komputer dipelajari oleh beberapa jurusan di perguruan tinggi seperti informatika, manajemen informasi, ilmu komputer. dalam pembelajaran di sekolah sesuai kurikulum 2006 terdapat mata pelajaran TIK sebagai ilmu pengetahuan yang harus dikuasi siswa semua kompetensinya. 3. Teknologi berfungsi sebagai bahan dan alat bantu untuk pembelajaran (literacy). Dalam hal ini teknologi dimaknai sebagai bahan pembelajaran sekaligus sebagai alat bantu untuk menguasai sebuah kompetensi berbantuan komputer. Dalam hal ini komputer telah diprogram sedemikian rupa sehingga siswa dibimbing secara bertahap dengan menggunakan prinsip pembelajaran tuntas untuk menguasai kompetensi. dalam hal ini posisi teknologi tidak ubahnya sebagai guru yang berfungsi sebagai : fasilitator, motivator, transmiter, dan evaluator.Disinilah peran dan fungsi teknologi informasi untuk menghilangkan berkembangnya sel dua, tigadan empat berkembang di banyak institusi pendidikan yaitu dengan cara: 1. Meminimalisir kelemahan internal dengan mengadakan perkenalan teknologi informasi global dengan alat teknologi informasi itu sendiri (radio, televisi, computer ) 2. Mengembangkan teknologi informasi menjangkau seluruh daerah dengan teknologi informasi itu sendiri (Wireless Network connection, LAN ), dan 3. Pengembangan warga institusi pendidikan menjadi masyarakat berbasis teknologi informasi agar dapat terdampingan dengan teknologi informasi melalui alat-alat teknologi informasi.Peran dan fungsi teknologi informasi dalam konteks yang lebih luas, yaitu dalam manajemen dunia
  7. 7. pendidikan, berdasar studi tentang tujuan pemanfaatan TI di dunia pendidikan terkemuka di Amerika,Alavi dan Gallupe (2003) menemukan beberapa tujuan pemanfaatan TI, yaitu  memperbaiki competitive positioning;  meningkatkan brand image;  meningkatkan kualitas pembelajaran dan pengajaran;  meningkatkan kepuasan siswa;  meningkatkan pendapatan;  memperluas basis siswa;  meningkatkan kualitas pelayanan;  mengurangi biaya operasi; dan  mengembangkan produk dan layanan baru.Karenanya, tidak mengherankan jika saat ini banyak institusi pendidikan di Indonesia yang berlombalomba berinvestasi dalam bidang TI untuk memenangkan persaingan yang semakin ketat. Maka dariitu untuk memenangkan pendidikan yang bermutu maka disolusikan untuk memposisikan institusipendidikan pada sel satu yaitu lingkungan peluang yang menguntungkan dan kekuatan internal yangkuat.2.3 Implementasi TIK (ICT) dalam dunia pendidikanTidak bisa dipungkiri, keberadaan komputer saat ini bukan lagi merupakan barang mewah,Alat ini sudah digunakan di berbagai bidang pekerjaan, termasuk dalam dunia pendidikan.Saat ini jumlah guru yang ada adalah 2.692.217, dari jumlah trsebut yang memenuhi syaratsertifikasi 727.381 orang atau sekitar 27%, sehingga diperlukan sekitar 1.964.836 atau 73%guru yang harus itingkatkan kualifikasi pendidikan dan profesionalismenya. Dan yang jugamenjadi masalah adalah rendahnya tingkat pemanfaatan ICT di sekolah (Digital Divide) ICTdapat menunjang optimalisasi sekolah, karena potensi ICT cukup besar, diantaranya
  8. 8. 1. Memperluas kesempatan belajar,2. Meningkatkan efisiensi,3. Meningkatkan kualitas belajar,4. Meningkatkan kualitas mengajar,5. Memfasilitasi pembentukan keterampilan,6. Mendorong belajar sepanjang hayat berkelanjutan,7. Meningkatkan perencanaan kebijakan dan manajemen,8. Mengurangi kesenjangan digital. Begitu besar peran ICT dalam pendidkan sehinggasecara khusus pemerintah dalam Pustekkom Diknas membagi peran ICT di sekolah modernmenjadi 7 peran sekaligus sebagi pilar pendidikan. Ke-7 peran ICT tersebut yaitu1. ICT sebagai gudang ilmu pengetahuan. Artinya dengan ICT sumber ilmu pengetahuanmenjadi begitu kaya bahkan melimpah, baik ilmu pengetahuan inti (core content) dalampelajaran sekolah maupun sebagai materi pengaya pembelajaran (content suplement).Padafungsi ini internet memiliki peran besar sebagai sumber ilmu pengetahuan yang dapat diaksessecara luas yang didalamnya telah terkoneksi dengan ribuan perpustakaan digital, jutaanartikel/jurnal, jutaan e-book, dan lan-lain.2. ICT sebagai alat bantu pembelajaran. Artinya bahwa pembelajaran saat ini lebih mudahdengan bantuan ICT, untuk menghadirkan dunia di kelas dan dapat disajikan kepada seluruhsiswa melalui peralatan ICT seperti multimedia dan media pembelajaran hasil olahankomputer seperi poster, grafik, foto, gambar, display, dan media grafis yang lainnya.Pemanfaatan CD Interaktif, Video Pembelajaran, Multimedia presentasi, e-learning termasukpada bagian ini.3. ICT sebagai fasilitas pendidikan. Dalam hal ini ICT sebagai saran yang melengkapifungsi sekolah sebagai lembaga pendidikan, terutama fasilitasfasilitas yang bernuansaelektronik seperti labolatorium komputer, peralatan di laboratorium bahasa, raungmultimedia, studio rekaman suara, studio musik, studio produksi video dan editing.4. ICT sebagai standar kompetensi. Artinya ICT sebagai mata pelajaran yang kita kenalMata Pelajaran TIK. Mata pelajaran ini berisi standar kompetensi.Selain peran ICT diatas, terdapat pendapat lain tentang peranan ICT dalam pendidikan yaitu :
  9. 9. 1. ICT sebagai Keterampilan (skill) dan Kompetensi :  Setiap pemangku kepentingan harus memiliki kompentensi dan keahlian menggunakan ICT untuk pendidikan.  Informasi merupakan “bahan mentah” dari pengetahuan yang harus diolah melalui proses pendidikan.  Membagi pengetahuan antar satu peserta didik dengan yang lainnya bersifat mutlak dan tidak berkesudahan.  Belajar mengenai bagaimana cara belajar yang efektif dan efisien bagi pendidik, peserta didik, dan stakeholder.  Belajar adalah proses seumur hidup yang berlaku bagi setiap individu atau manusia.2. ICT sebagai Infrastruktur Pendidikan  Saat ini, bahan ajar banyak disimpan dalam format digital dengan model yang beragam seperti multimedia.  Para pendidik, instruktur dan peserta didik secara aktif bergerak dari satu tempat ke tempat lainnya.  Proses pendidikan seharusnya dapat dilakukan dimana dan kapan saja.  Perbedaan letak geografi seharusnya tidak menjadi batasan pendidikan.  “The network is the school” akan menjadi fenomena baru di dalam dunia pendidikan.3. ICT sebagai Sumber Bahan Belajar  Ilmu pengetahuan berkembang sedemikian cepatnya.  Pendidik yang hebat tersebar di berbagai belahan dunia.  Buku-buku, bahan ajar, dan referensi diperbaharui secara kontinyu.  Inovasi memerlukan kerjasama pemikiran.  Tanpa teknologi, proses peserta didikan yang “up-to-date” membutuhkan waktu yang lama.4. ICT sebagai Alat Bantu dan Fasilitas Pendidikan  Penyampaian pengetahuan seharusnya mempertimbangkan konteks dunia nyatanya.
  10. 10.  Memberikan ilustrasi berbagai fenomena ilmu pengetahuan untuk mempercepat penyerapan bahan ajar.  Peserta didik diharapkan melakukan eksplorasi terhadap pengetahuannya secara lebih bebas dan mandiri.  Akuisisi pengetahuan berasal dari interaksi antarpeserta didik dan pendidik.  Rasio antara pendidik dan peserta didik tidak dibatasi tergantung pada proses dan pemberian fasilitas.5ICT sebagai Pendukung Manajemen Pendidikan  Setiap individu memerlukan dukungan pendidikan tanpa henti setiap harinya.  Transaksi dan interaksi interaktif antar-stakeholder memerlukan pengelolaan back- office yang kuat.  Kualitas layanan pada pengelolaan administrasi pendidikan seharusnya ditingkatkan secara bertahap.  Orang merupakan sumber daya yang sangat bernilai sekaligus terbatas dalam institusi.  Munculnya keberadaan sistem pendidikan inter dan antar organisasi.6. ICT sebagai Sistem Pendukung Keputusan  Setiap individu memiliki karekteristik dan bakat masing-masing dalam pendidikan.  Pendidik seharusnya meningkatkan kompetensi dan keterampilan pada berbagai bidang ilmu.  Sumber daya terbatas, pengelolaan yang efektif seharusnya dilakukan.  Institusi seharusnya tumbuh dari waktu ke waktu dalam hal jangkauan dan kualitas.  Pemerintah seharusnya memiliki pengetahuan tentang profil institusi pendidikan.2.4 Prinsip Penggunaan ICT dalam Pembelajaran KelasSecara umum dengan terintegrasikannya kelas dengan ICT maka sangat dimungkinkanbahwa kelas bisa dibawa ke kancah global. Kelas bisa terhubung tanpa sekat dengan kelasyang lain, bahkan “dunia lain”. Dengan demikian pembatasan dan konsepnya harus jelas.Untuk apakah penggunaan ICT dalam kelas? Apakah akan belajar menggunakan ICT ataukanMenggunakan ICT untuk belajar? Idealnya tentu adalah bagaimana memanfaatkan ICT untuk
  11. 11. belajar.Prinsip umum penggunaan teknologi, dalam hal ini ICT, adalah sebagai berikut:1. Efektif dan efisien. Penggunaan ICT harus memperhatikan manfaat dari teknologi inidalam hal mengefektifkan belajar, meliputi pemerolehan ilmu, kemudahan danketerjangkauan, baik waktu maupun biaya. Dengan demikian, penggunaan ICT yang justrumembebani akan berakibat tidak berjalannya pembelajaran secara efektif dan efisien.2. Optimal. Dengan menggunakan ICT, paling tidak pembelajaran menjadi bernilai“lebih” daripada tanpa menggunakannya. Nilai lebih yang diberikan ICT adalah keluasancakupan, kekinian (up to date), kemodernan dan keterbukaan.3. Menarik. Artinya dalam prinsip ini, pembelajaran di kelas akan lebih menarik danmemancing keingintahuan yang lebih. Pembelajaran yang tidak menarik dan memancingkeingintahuan yang lebih akan berjalan membosankan dan kontra produktif untukpembelajaran.4. Merangsang daya kreatifitas berpikir pelajar.Dengan menggunakan ICT tentu saja diharapkan pelajar mampu menumbuhkankreativitasnya dengan maksimal yang terdapat di dalam diri mereka. Seorang anak yangmempunyai kretaivitas tinggi tentunya berbeda dengan pelajar yang mempunyai kreativitasrendah. Pelajar yang mempunyai kreativitas tinggi tentunya akan mampu menyelesaikanpermasalahan dengan cepat dan tanggap terhadap permasalahan yang muncul. Sedangkanpelajar yang berkreativitas rendah terlihat kurang menanggapi permasalahan dalampembelajaran. Pelajar yang kurang kreativitas tidak akan bisa dengan cepat menyelesaikantugas, dan apabila kesulitan dalam membuat tugas pelajar tersebut terlambat reaksinya untukbertanya kepada orang lain.Dengan demikian tujuan ICT akan sejalan dengan tujuan pendidikan itu sendiri ketikadigunakan dalam pembelajaran. Penggunaan ICT tidak justru menjadi penghambat dalampembelajaran namun akan memberikan manfaat yang lebih dalam pembelajaran.
  12. 12. 2.5 Penggunaan ICT dalam Pengajaran dan Pembelajaran(a) TutorialICT digunakan untuk pembelajaran tutorial apabila digunakan untuk menyampaikaninformasi/pelajaran berdasarkan urutan urutan yang telah ditetapkan.Pembelajaran tutorial meliputi :· Pembelajaran ekspositori yaitu penjelasan terperinci.· Demonstrasi dan latihan.(b) EksplorasiPenggunaan ICT untuk pembelajaran berlaku apabila ICT digunakan sebagai media untuk :· Mencari dan mengakses informasi dari internet.· Melihat demonstrasi sesuatu kejadian sesuai urutan dengan soft ware dan hard ware.(c). Alat aplikasi.ICT dikatakan sebagai alat aplikasi apabila membantu murid melaksanakan tugas Contoh : –membuat dan menganalisa diagram dalam pelajaran matematika.(d) Komunikasi.ICT dikatakan sebagai alat untuk memudahkan komunikasi antara tenaga pendidik denganmurid dalam mengirim,dan menerima informasi.
  13. 13. 2.6 Penerapan ICT dalam Pendidikana. Buku ElektronikBuku elektronik atau e-book adalah salah satu teknologi yang memanfaatkan komputer untukmenayangkan informasi multimedia dalam bentuk yang ringkas dan dinamis. Dalam sebuahe-book dapat diintegrasikan tayangan suara, grafik, gambar, animasi, maupun movie sehinggainformasi yang disajikan lebih kaya dibandingkan dengan buku konvensional. Jenis e-bookpaling sederhana adalah yang sekedar memindahkan buku konvensional menjadi bentukelektronik yang ditayangkan oleh komputer. Dengan teknologi ini, ratusan buku dapatdisimpan dalam satu keping CD atau compact disk (kapasitas sekitar 700MB), DVD ataudigital versatile disk (kapasitas 4,7 sampai 8,5 GB) maupun flashdisk (saat ini kapasitas yangtersedia sampai 16 GB). Bentuk yang lebih kompleks dan memerlukan rancangan yang lebihcermat misalnya pada Microsoft Encarta dan Encyclopedia Britannica yang merupakanensiklopedi dalam format multimedia. Format multimedia memungkinkan e-bookmenyediakan tidak saja informasi tertulis tetapi juga suara, gambar, movie dan unsurmultimedia lainnya. Penjelasan tentang satu jenis musik misalnya, dapat disertai dengancuplikan suara jenis musik tersebut sehingga pengguna dapat dengan jelas memahami apayang dimaksud oleh penyaji.b. E-learningBeragam definisi dapat ditemukan untuk e-learning. Victoria L. Tinio, misalnya, menyatakanbahwa e-learning meliputi pembelajaran pada semua tingkatan, formal maupun nonformal,yang menggunakan jaringan komputer (intranet maupun ekstranet) untuk pengantaran bahanajar, interaksi, dan/atau fasilitasi. Untuk pembelajaran yang sebagian prosesnya berlangsungdengan bantuan jaringan internet sering disebut sebagai online learning. Definisi yang lebihluas dikemukakan pada working paper SEAMOLEC, yakni e-learning adalah pembelajaranmelalui jasa elektronik. Meski beragam definisi namun pada dasarnya disetujui bahwa e-learning adalah pembelajaran dengan memanfaatkan teknologi elektronik sebagai saranapenyajian dan distribusi informasi. Dalam definisi tersebut tercakup siaran radio maupuntelevisi pendidikan sebagai salah satu bentuk e-learning. Meskipun radio dan televisipendidikan adalah salah satu bentuk e-learning, pada umumnya disepakati bahwa e-learningmencapai bentuk puncaknya setelah bersinergi dengan teknologi internet. Internet-basedlearning atau web-based learning dalam bentuk paling sederhana adalah website yang
  14. 14. dimanfaatkan untuk menyajikan materi-materi pembelajaran. Cara ini memungkinkanpembelajar mengakses sumber belajar yang disediakan oleh narasumber atau fasilitatorkapanpun dikehendaki. Bila diperlukan dapat pula disediakan mailing list khusus untuk situspembelajaran tersebut yang berfungsi sebagai forum diskusi. Fasilitas e-learning yanglengkap disediakan oleh perangkat lunak khusus yang disebut perangkat lunak pengelolapembelajaran atau LMS (learning management system). LMS mutakhir berjalan berbasisteknologi internet sehingga dapat diakses dari manapun selama tersedia akses ke internet.Fasilitas yang disediakan meliputi pengelolaan siswa atau peserta didik, pengelolaan materipembelajaran, pengelolaan proses pembelajaran termasuk pengelolaan evaluasi pembelajaranserta pengelolaan komunikasi antara pembelajar dengan fasilitator-fasilitatornya. Fasilitas inimemungkinkan kegiatan belajar dikelola tanpa adanya tatap muka langsung di antara pihak-pihak yang terlibat (administrator, fasilitator, peserta didik atau pembelajar). „Kehadiran‟pihak-pihak yang terlibat diwakili oleh e-mail, kanal chatting, atau melalui video conference.2.7 Pembelajaran Berbasis ICT (e_Learning)Cisco (2001) menjelaskan filosofis e-learning sebagai berikut. Pertama, e-learningmerupakan penyampaian informasi, komunikasi, pendidikan, pelatihan secara on-line. Kedua,e-learning menyediakan seperangkat alat yang dapat memperkaya nilai belajar secarakonvensional (model belajar konvensional, kajian terhadap buku teks, CD-ROM, danpelatihan berbasis komputer), sehingga dapat menjawab tantangan perkembangan globalisasi.Ketiga, e-learning tidak berarti menggantikan model belajar konvensional di dalam kelas,tetapi memperkuat model belajar tersebut melalui pengayaan content dan pengembanganteknologi pendidikan. Keempat, Kapasitas peserta didik amat bervariasi tergantung padabentuk isi dan cara penyampaiannya. Makin baik keselarasan antar konten dan alatpenyampai dengan gaya belajar, maka akan lebih baik kapasitas peserta didik yang padagilirannya akan memberi hasil yang lebih baik.Pembelajaran berbasis TIK atau e-Learning adalah sumber pembelajaran baik secara formalmaupun informal yang dilakukan melalui media elektronik, seperti Internet, Intranet,CDROM, video tape, DVD, TV, Handphone, dan PDA
  15. 15. Pola-pola seperti di atas semua berbeda satu dengan yang lain. E-learning lebih luasdibandingkan dengan online learning. Online learning hanya menggunakanInternet/intranet/LAN/WAN tidak termasuk menggunakan CD ROM.Dalam pembelajaran berbasis TIK terdapat perbedaan komunikasi antara pembelajaranlangsung (syncronous) dan tidak langsung (ansyncronous), dengan sebuah terminologi untukmendeskripsikan bagaimana dan kapan pembelajaran berlangsung.2.7.1. Pembelajaran Langsung (Syncronous Learning)Dalam pembelajaran langsung, proses belajar dan mengajar berlangsung dalam waktu yangsama (real time) walaupun pendidik dan para peserta didik secara fisik berada pada tempatyang berbeda satu sama lain. Sebagai contoh yaitu:1. Mendengarkan siaran Radio.2. Menonton siaran Televisi3. Konferensi audio/video.4. Telepon Internet.5. Chatting6. Siaran langsung Satelite dua arah.2.7.2. Pembelajaran Tidak Langsung (Ansyncronous Learning)Dalam pembelajaran tidak langsung, proses belajar dan mengajar berlangsung dengan adanyadelay waktu (waktu yang berbeda) dan pendidik dan peserta didik secara fisik berada padatempat yang berbeda. Sebagai contoh yaitu:1. Belajar sendiri menggunakan internet atau CD-Rom.2. Kelas belajar menggunakan video tape.3. Presentasi web atau seminar menggunakan audio/video.4. Rekaman suara.5. Mentoring tanya jawab.6. Membaca pesan e-mail.7. Mengakses content online8. Forum diskusi
  16. 16. Karakteristik dari pembelajaran tidak langsung (ansyncronous) adalah pendidk harus mempersiapkan terlebih dahulu materi belajar sebelum proses belajar mengajar berlangsung. Peserta didik bebas menentukan kapan akan mempelajari materi belajar tersebut. Contoh TIK yang digunakan dalam komunikasi pembelajaran secara syncronous dan asyncronous sebagai berikut: Asyncronous Learning Syncronous Learning Fax Telephone E-Mail Screen Sharing Knowledge Base Chat Newsgroups Web conferences Computer Based Training Online Seminar Quick Reference Guide Compressed video classes Sedangkan karakteristik e-learning dapat dikemukakan sebagai berikut: Karakteristik PenjelasanNon-linearity Pemakai (user) bebas untuk mengakses (browse) tentang objek pembelajaran dan terdapat fasilitas untuk memberikan persyaratan tergantung pada pengetahuan pemakai.Self Managing Pemakai dapat mengelola sendiri prosespembelajaran dengan mengikuti struktur yangtelah dibuat.Feedback-Interactivity Pembelajaran dapat dilakukan dengan interaktifdan disediakan feedback pada prosespembelajaran.
  17. 17. 2.8 Manfaat ICT dalam bidang Pendidikan (e-education)Peran TIK dalam bidang pendidikan sangat tidak mungkin untuk dihindari. Dalam duniapendidikan teknologi pembelajaran terus mengalami perkembangan seiring perkembanganzaman. Dalam pelaksanaan pembelajaran sehari-hari Teknologi Informasi dan Komunikasisering dijumpai sebagai kombinasi teknologi audio/data, video/data, audio/video, daninternet. Internet merupakan alat komunikasi yang murah dimana memungkinkan terjadinyainteraksi antara dua orang atau lebih. Pendidikan yang menggunakan sarana TIK, terutamainternet umumnya disebut e-education.Salah satu pernanan TIK dalam dunia pendidikan saat ini adalah dengan munculnya E-learning. Dengan e-Learning memungkinkan terjadinya proses belajar mengajar jarak jauh(E-learning) menjadi lebih efektif dan efisien sehingga dapat diperoleh hasil yang lebih baik.E-learning merupakan dasar dari perkembangan teknologi informasi dan komunikasi.Dengan e-learning, peserta ajar (learner atau murid) tidak perlu duduk dengan manis di ruangkelas untuk menyimak setiap ucapan dari seorang guru secara langsung. E-learning jugadapat mempersingkat jadwal target waktu pembelajaran, dan tentu saja menghemat biayayang harus dikeluarkan oleh sebuah Program pembelajaran atau Program pendidikan. Dengandemikian e-learning dapat mempersingkat waktu pembelajaran dan membuat biayapendidikan untuk belajar menjadi lebih ekonomis. E-learning mempermudah interaksi antarapeserta didik dengan bahan/materi, peserta didik dengan dosen/guru/instruktur maupunsesama peserta didik. Peserta didik dapat saling berbagi informasi dan dapat mengaksesbahan-bahan belajar setiap saat dan berulang-ulang, dengan kondisi yang demikian itu pesertadidik dapat lebih memantapkan penguasaannya terhadap materi pembelajaran. PemerintahIndonesia sekarang tengah gencar-gencarnya memanfaatkan teknologi ini bekerja samadengan TELKOM melaksanakan Program “internet go to school”, yaitu pengadaan internetbagi sekolah-sekolah yang belum mempunyai sarana internet.Jika dilihat berdasarkan jenis kegiatannya, maka ICT dapat bermanfaat untuk:a. PenelitianPenggunaan peralatan TIK sangat bermanfaat dalam mendukung semua kegiatan penelitiandalam bentuk proses pencarian data, pengolahan data, sehingga hasil yang bagus danbermanfaat dari suatu penelitian dapat diperoleh. Disamping itu, proses penyebaran informasihasil penelitian diharapkan lebih cepat dan tepat pada sasaran yang dituju.
  18. 18. b. Perpustakaan OnlinePerpustakaan online adalah fasilitas perpustakaan dalam dunia digital yang ada di internetyang memungkinkan seseorang pencari informasi dapatmengakses ke segala sumber ilmupengetahuan dengan cara yang mudah tanpa adanya batasan waktu dan jarak.c. Sarana Belajar InteraktifPenggunaan alat teknologi informasi seperti LCD Proyektor dan CD-ROM Multimediamenjadikan suasana belajar lebih menarik dan interaktif. Kreativitas seorang guru dankeaktifan siswa bisa menciptkakan suasana komunikasi dua arah.d. Akses Informasi Akademik secara OnlineBiasanya lembaga sekolah atau institusi mempunyai alamat situsnya sendiri. Hal inimemungkinkan informasi akademik seperti pengumuman pendaftaran siswa baru (PMB),sistem penilaian, dan sistem informasi sekolah dituangkan dalam bentuk digital di internetyang dapat diakses oleh pihak sekolah dan beberapa orang yang membutuhkannya.Dari segi manusia yang memanfaatkan teknologi informasi dan komunikasi, maka akan ada 2pihak yang mendapatkan keuntungan, yaitu peserta didik dan lembaga penyelenggarapendidikan itu sendiri.Keuntungan yang diperoleh bagi peserta didik dari pemanfaatan peralatan teknologiinformasi dan komunikasi antara lain:1). Dapat mengakes informasi hasil penelitian-penelitian orang lain.2). Mudahnya cara mengakses informasi langsung ke sumbernya.3). Akses dengan para pakar untuk berkonsultasi juga lebih mudah.4). Adanya materi pelajaran yang tersusun secara interaktif dan menarik.5). Bisa mengikuti kelas online sehingga kendala terhadap biaya dan waktu dapat diatasi.Sedangkan keuntungan yang diperoleh bagi penyelenggara pendidikan daripemanfaatan peralatan teknologi informasi dan komunikasi antara lain:1). Dapat saling bertukar hasil penelitian dengan institusi pendidikan yang lain.2). Memberikan kemudahan dalam pelayanan kepada peserta didik.3). Dengan program jarak jauh, maka informasi akademik dapat dicapai oleh peserta didikmelalui program jarak jauh.4). Biaya pengadaan buku-buku sekolah yang ada diperpustakaan bisa dikurangi denganadanya perpustakaan online.5). Memungkinkan terjadinya kerjasama dengan institusi lain.
  19. 19. 2.9 Dampak TIK terhadap aktivitas pendidikanTahukah kita selain membawa manfaat yang besar Teknologi Informasi dan Komunikasi(TIK) juga mempunyai pengaruh buruk yang besar pula pada perkembangan generasi anakbangsa. Saat ini perangkat yang paling mempengaruhi anak pelajar Indonesia saat ini antaralain : 1. Komputer 2. Handphone 3. MP4 player 4. Game Console 5. Media tontonan seperti Televisi dan FilmNamun kali ini kita akan membahas salah satu diantaranya yaitu pengaruh buruk TeknologiKomputer. Pengaruh positif atau negatif yang bisa muncul dari alat ini tentu saja lebihbanyak tergantung dari pemanfaatannya. Bila anak-anak dibiarkan menggunakan komputersecara sembarangan, pengaruhnya bisa jadi negatif. Sebaliknya, komputer akan memberikanpengaruh positif bila digunakan dengan bijaksana, yaitu membantu pengembangan intelektualdan motorik anak.Pengaruh buruk lewat internetMampu mengakses internet sesungguhnya merupakan suatu awal yang baik bagipengembangan wawasan anak. Sayangnya, anak juga terancam dengan banyaknya informasiburuk yang membanjiri internet. Melalui internetlah berbagai materi bermuatan seks,kekerasan, dan lain-lain dijajakan secara terbuka dan tanpa penghalang. Sebuah studi yangmenunjukkan bahwa satu dari 12 anak di Canada sering menerima pesan yang berisi muatanseks, tawaran seks, saat tengah berselancar di internet.Pengaruh Buruk Terlalu Sering Bermain KomputerKecanduan bermain komputer ditengarai memicu anak menjadi malas menulis, menggambaratau pun melakukan aktivitas sosial. Kecanduan bermain komputer bisa terjadi terutamakarena sejak awal orangtua tidak membuat aturan bermain komputer. Pengaturan waktu perludilakukan agar anak tidak berpikir bahwa bermain komputer adalah satu-satunya kegiatan
  20. 20. yang menarik bagi anak. Pengaturan ini perlu diperhatikan secara ketat oleh orangtua,setidaknya sampai anak berusia 12 tahun. Pada usia yang lebih besar, diharapkan anak sudahdapat lebih mampu mengatur waktu dengan baik.* Menimbang untung ruginya mengenalkan komputer pada anak, pada akhirnya memangamat tergantung pada kesiapan orangtua dalam mengenalkan dan mengawasi anak saatbermain komputer.* Selain itu juga pihak sekolah harus ikut andil dalam memberikan pengarahan terbaik agarsiswa/siswi dapat mempergunakan Teknologi Informasi dan Komunikasi ke arah yangpositif.* Pemerintah sebagai pengendali semua sistem penyedia Informasi harusnya lebih aktifdalam mengontrol penggunaan Teknologi Informasi dan Komunikasi untuk Generasi AnakBangsa.Sadar atau tidak sadar Teknologi Informasi dan Komunikasi telah membawa perubahan besarterhadap Generasi Penerus Bangsa, hanya tinggal kita yang bisa atau tidak membawaperubahan itu ke arah yang positif atau negatif.3 Kekurangan utama dari ICT untuk pendidikan 1. Melalui ICT, gambar-gambar dapat lebih mudah digunakan dalam proses mengajar dan memperbaiki daya ingat dari para murid. 2. Melalui ICT, para pengajar dapat dengan mudah menjelaskan instruksi-instruksi yang rumit dan memastikan pemahaman dari para murid. 3. Melalui ICT, para pengajar dapat membuat kelas interaktif dan membuat proses belajar mengajar menjadi lebih menyenangkan, yang dapat memperbaiki tingkat kehadiran dan juga konsentrasi dari para siswa3 Kekurangan utama dari ICT untuk pendidikan 1. Permasalahan dalam pengaturan dan pengoperasian dari alat tersebut 2. Terlalu mahal untuk dimiliki 3. Kesulitan untuk para pengajar dengan pengalaman yang sangat minim dalam penggunaan alat ICT
  21. 21. BAB III PENUTUP3.1 KesimpulanTeknologi Informasi dan Komunikasi (TIK), atau dalam bahasa Inggris dikenal dengan istilahInformation and Communication Technologies (ICT) merupakan media atau bantu untukmelakukan kegiatan seperti pemrosesan, manipulasi, pengelolaan, dan transfer/pemindahaninformasi. ICT mencakup dua aspek yaitu teknologi informasi dan teknologi komunikasi.ICT sangat diperlukan dalam pembelajaran di era sekarang ini. Dengan prinsip penggunaanICT yang efektif dan efisien, optimal, menarik, dan merangsang daya kreativitas, ICTmenjadi salah satu media pembelajaran yang banyak digunakan di berbagai bidangpendidikan karena meningkatkan efektifitas dan efisiensi dalam proses pembelajaran..Penggunaan ICT dalam pembelajaran antara lain sebagai tutorial, eksplorasi, alat aplikasi,dan komunikasi. Sedangkan penerapan ICT dalam dunia pendidikan adalah berupa bukuelektronik dan e-learning.Pemanfaatan tekonologi informasi dan komunikasi dalam pendidikan mutlak dilakukan untukmenjawab permasalahan di bidang pendidikan terutama akses dan pemerataan serta mutupendidikan. Kebijakan dan standarisasi mutu pendidikan menjadi pondasi yang harusdibangun untuk mendukung pendidikan berbasis ICT yang efektif dan efisien. Implementasipendidikan berbasis ICT dapat dilakukan melalui model hybrid (dual system) yangmengkombinasikan pembelajaran klasikal (face 2 face) dengan belajar terbuka dan jarak jauh(on line). Sedangkan pembelajaran berbasis ICT dapat dilaksanakan secara lansung(syncronous learning) dan tidak langsung (asyncronous Learning). Hal ini tergantung dengankondisi teknologi dan jaringan yang tersedia. Standarisasi dalam pemanfaatan ICT dalampendidikan sangat penting untuk menjamin mutu proses dan hasil pendidikan.
  22. 22. Daftar PustakaHaryanto, Edy. (2008). Teknologi Informasi dan Komunikasi: Konsep danPerkembangannya. Pemanfaatan Teknologi Informasi dan Komunikasi Sebagai MediaPembelajaranGairola, C. M. (2004). Information and Communications Technology for Development. NewDelhi: Elsevier.Munir. (2009). Pembelajaran Jarak Jauh Berbasis Teknologi Informasi dan Komunikasi.Bandung, Penerbit:Alfabeta.Munir. (2008). Kurikulum Berbasis Teknologi Informasi dan Komunikasi. Bandung,Penerbit:Alfabeta.S.P.Hariningsih. 2005. Teknologi Informasi. Penerbit Graha Ilmu.Yuhetty, H. (n.d.). ICT and Education in Indonesia. Retrieved 11 20, 2008, fromhttp://www.lib.itb.ac.id/: http://www.lib.itb.ac.id/~mahmudin/e-list/Indonesia-ICT-paper.pdf

×