Susah Gampang Jadi O Rtu

3,058 views

Published on

Pendidikan anak tug gampang-gampang susah.Anak, meskipun baru 1 atau 2 tahun, tapi sudah memiliki kemauan sendiri. Tugas orang tualah mengarahkan dan menfasilitasi perkembangan selanjutnya.

Published in: Education
0 Comments
1 Like
Statistics
Notes
  • Be the first to comment

No Downloads
Views
Total views
3,058
On SlideShare
0
From Embeds
0
Number of Embeds
5
Actions
Shares
0
Downloads
131
Comments
0
Likes
1
Embeds 0
No embeds

No notes for slide

Susah Gampang Jadi O Rtu

  1. 1. Susah Gampang Menjadi Orang Tua : Sebuah Tantangan Yulianti, S.Sos Pustakawan Fikom Unpad
  2. 2. Aspek Pendidikan Islam <ul><li>Pendidikan imaniyah (Aqidah/keimanan) </li></ul><ul><li>Pendidikan ubudiyah (Ibadah) </li></ul><ul><li>Pendidikan Khuluqiyah (Akhlaq) </li></ul><ul><li>Pendidikan Aqliyah (Akal/Daya fikir) </li></ul><ul><li>Pendidikan Ijtima’iyah (Sosial kemasyarakatan) </li></ul><ul><li>Pendidikan Jasadiyah (Fisik) </li></ul><ul><li>Pendidikan Nafsiyah (Kejiwaan) </li></ul><ul><li>Pendidikan Amaliyah (Perbuatan/amal) </li></ul>
  3. 3. Karakteristik Anak <ul><li>Meniru (imitatif) </li></ul><ul><li>Imajinatif (mengkhayal) </li></ul><ul><li>Mudah terpengaruh (influentif) </li></ul><ul><li>Senang bergaul dengan orang lain yang telah dikenal (interaktif) </li></ul><ul><li>Mudah bosan </li></ul><ul><li>Konsentrasi </li></ul><ul><li>Senang bermain </li></ul><ul><li>Tidak suka dipaksa </li></ul><ul><li>Senang dihargai </li></ul><ul><li>Enerjik, tidak suka diam </li></ul><ul><li>Suka hal yang baru </li></ul><ul><li>Banyak bertanya </li></ul><ul><li>Memiliki daya ingat yang kuat </li></ul><ul><li>Sensitif </li></ul>
  4. 4. Syarat Orang Tua --- 3U <ul><li>mamp U --- faham </li></ul><ul><li>ma U ------ motivasi kuat </li></ul><ul><li>wakt U ---- kesempatan </li></ul>
  5. 5. Peran Orang Tua <ul><li>Menciptakan suasana ubudiyah (suasana ibadah) </li></ul><ul><li>Menciptakan suasana ilmiyah (keilmuan) </li></ul><ul><li>Melatih hidup tertib dan disiplin </li></ul><ul><li>Menciptakan suasana amal sholeh </li></ul><ul><li>Menciptakan interaksi yang hangat </li></ul>
  6. 6. Menciptakan Suasana Ubudiyah <ul><li>Mengajak sholat dan dzikir </li></ul><ul><li>Mengajak tilawah Al Qur’an </li></ul><ul><li>Menghidupkan ramadhan </li></ul><ul><li>Mengenalkan ibadah haji dan umroh </li></ul>
  7. 7. Menciptakan Suasana Ilmiyah <ul><li>Mewujudkan perpustakaan keluarga meskipun kecil </li></ul><ul><li>Belajar bersama setiap malam </li></ul><ul><li>Mengajak berkunjung ke tempat wisata ilmiah </li></ul><ul><li>Memanfaatkan program TV/radio </li></ul><ul><li>Mengajak melakukan kegiatan ilmiah </li></ul>
  8. 8. Melatih Hidup Tertib dan Disiplin <ul><li>Membuat jadwal kegiatan sehari-hari </li></ul><ul><li>Membiasakan tertib waktu dan tempat </li></ul><ul><li>Melatih untuk menunggu giliran (antri) </li></ul>
  9. 9. Menciptakan Suasana Amal Sholih <ul><li>Mengajak membersihkan rumah dan lingkungan sekitar </li></ul><ul><li>Melibatkan anak dalam pekerjaan kerumahtanggaan sehari-hari </li></ul><ul><li>Melibatkan anak dalam mengenal, memahami dan membantu kesulitan tetangga </li></ul><ul><li>Melatih anak dalam berbagai lifeskills </li></ul>
  10. 10. Menciptakan Interaksi yang Hangat <ul><li>Bermain dan bersenda gurau yang sehat bersama keluarga </li></ul><ul><li>Mengajak silaturahim ke kerabat </li></ul><ul><li>Mengajak silaturahim ke tetangga </li></ul><ul><li>Mengajak silaturahim ke ulama/tokoh masyarakat </li></ul><ul><li>Menjalin komunikasi interaktif dengan sekolah/guru anak </li></ul>
  11. 11. Dasar Pemikiran <ul><li>“ Hai orang-orang yang beriman, peliharalah dirimu dan keluargamu dari api neraka … (QS.At-Tahrim,66:6) </li></ul><ul><li>“ Hendaklah kalian khawatir akan meninggalkan anak keturunan yang lemah, yang hidup sesudah kalian” (QS.An-Nisaa,4:9) </li></ul><ul><li>“ Didiklah anak-anakmu, sesungguhnya mereka itu dijadikan untuk menghadapi masa yang lain dari masa kamu ini” (Ali bin Abi Thalib) </li></ul>
  12. 12. Sebuah Renungan <ul><li>“ Satu dinar engkau nafkahkan di jalan Allah, satu dinar engkau nafkahkan untuk memerdekakan hamba, satu dinar engkau sedekahkan kepada orang miskin, dan satu dinar engkau nafkahkan untuk keluargamu. Pahala yang paling besar adalah yang engkau nafkahkan untuk KELUARGAMU. (HR.Muslim) </li></ul>
  13. 13. Renungan yang Lain <ul><li>“ Bersegeralah dalam mendidik anak sebelum kesibukanmu melalaikanmu, karena sesungguhnya apabila anakmu telah berumur dewasa dan telah berakal (tapi tidak berpendidikan-berakhlaq), dia akan menyibukkan hatimu (dengan keburukan)”(hikmah) </li></ul>
  14. 14. Renungan juga <ul><li>“ Setiap diri kalian adalah pemimpin, dan ia akan dimintai pertanggungan jawab terhadap apa yang ia pimpin … setiap laki-laki adalah pemimpin di dalam keluarganya dan ia akan dimintai pertanggungan jawab terhadap yang ia pimpin. Setiap perempuan adalah pemimpin di dalam rumah suaminya dan ia akan dimintai pertanggungan jawab pula dengan apa yang ia pimpin…” (HR.Muttafaq ,Alaih) </li></ul>
  15. 15. Doa-Doa <ul><li>QS. Al Baqarah,2 :128 </li></ul><ul><li>QS. Ali Imran,3:38 </li></ul><ul><li>QS. Ibrahim,14:35 </li></ul><ul><li>QS.Ibrahim,14:40-41 </li></ul><ul><li>QS.Al Furqon,25:74 </li></ul><ul><li>QS. Al Ahqaf,46:15 </li></ul>
  16. 16. Daftar Pustaka <ul><li>Seni Mendidik Anak. </li></ul><ul><li>Syaikh Muhammad said Mursi </li></ul><ul><li>Mendidik Anak Bersama Rasulullah . Muhammad Nur Abdul Hafizh </li></ul><ul><li>Makalah Saresehan Pendidikan Ibu dan Anak. </li></ul><ul><li>Al Ukhuwah, Bandung, Mei,2000. </li></ul>

×