Successfully reported this slideshow.
Analisa Efektivitas Performa Web Server Menggunakan VMWare

Yulianingsih

ANALISA EFEKTIVITAS PERFORMA WEB SERVER MENGGUNA...
Analisa Efektivitas Performa Web Server Menggunakan VMWare

ditransformasikan menjadi data-data kualitatif untuk
memperteg...
Analisa Efektivitas Performa Web Server Menggunakan VMWare

1.

2.

Load: bertujuan untuk menguji apakah dengan
beban tert...
Analisa Efektivitas Performa Web Server Menggunakan VMWare

Yulianingsih

Sementara pengujian performance test dilakukan
d...
Analisa Efektivitas Performa Web Server Menggunakan VMWare

Sementara beban tertinggi yang dialami berada pada
waktu pengu...
Analisa Efektivitas Performa Web Server Menggunakan VMWare

Yulianingsih

Pada gambar 12 menunjukan bahwa web
server pada ...
Analisa Efektivitas Performa Web Server Menggunakan VMWare

Yulianingsih

performa dari masing-masing keadaan yang
dicipta...
Upcoming SlideShare
Loading in …5
×

Jurnal3 isbn 978-979-756-842-9

461 views

Published on

Published in: Technology
  • Be the first to comment

  • Be the first to like this

Jurnal3 isbn 978-979-756-842-9

  1. 1. Analisa Efektivitas Performa Web Server Menggunakan VMWare Yulianingsih ANALISA EFEKTIVITAS PERFORMA WEB SERVER MENGGUNAKAN WMWARE Yulianingsih Program Studi Teknik Informatika, Universitas Indraprasta PGRI,Jakarta E-mail : yuliagniya@yahoo.co.id Abstraksi: Ketersediaan dan kehandalan layanan merupakan representasi kesuksesan kinerja dari suatu sistem. Dan untuk memberikan tingkat layanan yang sesuai dibutuhkan dukungan performa yang baik dari sistem yang menggerakannya. Dalam penulisan ini diuraikan kegiatan mengukur efektifitas dari performa web server dengan menggunakan VMWare Workstation yang dipasangkan beberapa operating system yang berbeda. Dengan menggunaan VMWare Workstation sebagai alat bantu pengukuran dapat dipastikan bersumber dari objek berimbang. Uji coba dilakukan dengan melakukan pemberian beban kerja secara terus menerus terhadap objek penelitian untuk mendapatkan nilai keberhasilan pengukuran guna menentukan performa terbaik yang dianggap ideal untuk mendukung kegiatan yang berhubungan dengan layanan berbasis Web. Kata kunci: Performa, analisa, VMWare, Web, layanan 1. PENDAHULUAN 1.a Latar Belakang Web server dapat dianggap sebagai pencerminan keadaan sebuah organisasi yang berfungsi sebagai media informasi mengenai profile organisasi dan layanan yang diselengarakan oleh organisasi tersebut. Untuk itu dibutuhkan performa yang baik dalam menanggapi setiap layanan yang dibutuhkan pengguna. Kecepatan akan respon yang diberikan maupun kemampuan view pages yang tinggi dan seminimal mungkin kesalahan dari sebuah web server dapat dijadikan tolak ukur terpenuhinya permintaan pengguna . Terciptanya kondisi tersebut dapat dicapai dengan pemilihan solusi yang tepat sementara disisi lain sumberdaya yang dimiliki terbatas untuk itu dibutuhkan pengetahuan pemilihan platform yang tepat dengan melakukan pemilihan metode pengukuran yang tepat. Pengukuran dilakukan semata bukan hanya mencari tingkat kesalahan maupun berfokus kepada kemampuan yang memang seharusnya dimiliki oleh masing-masing platform melainkan seberapa tanggap sistem mampu merespon permintaan pengguna. Dalam penelitian digunakan environment dan sumberdaya yang sama untuk semua operating system yang diujikan hal ini bertujuan untuk memastikan adanya kesamarataan platform pengujian. Untuk menciptakan kondisi diatas peneliti menggunakan teknologi virtualisasi dengan beberapa operating system yang mewakili preferensi dalam pemilihan platform web server. 1.b Rumusan Masalah Bagaimanakah melakukan metode pengukuran yang tepat dengan sumberdaya terbatas untuk mendapatkan platform terbaik yang memiliki performa kerja yang maksimal dengan tingkat kesalahan terendah? 1.c Batasan Masalah Penelitian difokuskan pada pengujian performa menggunakan virtualisasi dengan VMWare Workstation yang dipasangkan sejumlah operating system antara lain: openSUSE versi 11, Windows Server 2008 R2, RedHat Enterprise Linux Versi 5.5 dan Ubuntu Server versi 11 dengan melakukan pengujian menggunakan Stress Tests, Performance Tests dan Ramp Tests. 1.d. Tujuan Tujuan yang hendak dicapai dari penelitian ini adalah mendapatkan pengukuran yang tepat dan akurat terhadap performa dari masing-masing keadaan yang diciptakan untuk dapat ditarik kesimpulan dalam menentukan performa kerja yang terbaik dari sistem. 1.e. Manfaat Penelitian Manfaat yang hendak dicapai dari penelitian ini adalah sebagai berikut: 1. Memahami langkah menentukan performa terbaik dari masing-masing operating system. 2. Mengkaji peningkatan layanan sehingga dapat meminimalisasi kerugian dari sistem yang dimiliki. 3. Memberikan rekomendasi untuk sejumlah aktifitas yang ditujukan pada penggunaan layanan berbasis Web. 1. f. Metode Penelitian Penelitian dilakukan menggunakan pendekatan Sequential Exploratory Design yang merupakan bagian dari pendekatan Mixed Methods yaitu sebuah kegiatan pengumpulan data yang menghasilkan data-data kuantitatif yang selanjutnya akan 1
  2. 2. Analisa Efektivitas Performa Web Server Menggunakan VMWare ditransformasikan menjadi data-data kualitatif untuk mempertegas hasil [1]. Dalam penelitian ini data-data kuantitatif didapat melalui sejumlah pengujian terhadap masing-masing operating system dengan melakukan 3 kegiatan aktifitas pengujian yaitu: 1. Stress Tests merupakan pengujian dengan memberikan beban kerja secara terus menerus dengan jumlah user yang banyak. Penelitian dengan melakukan kegiatan mengklik halaman web pada komputer penguji untuk mengestimasi kemampuan maksimum yang dapat diberikan oleh web server pada masing-masing operating system. Pengukuran dilakukan menggunakan alat bantu Webserver Stress Tools 7 untuk mencatat tingkat kegagalan dan keberhasilan pengujian. Pengumpulan data dilakukan melalui simulasi terhadap 500 pengguna diawal pengujian dalam waktu selama 5 menit dengan jarak melakukan klik dari masing-masing pengguna secara acak. 2. Performance Tests merupakan kegiatan pengujian pada setiap guest operating system dengan memberikan perintah yang mengeksekusikan query berulang untuk menentukan waktu tanggap terbaik yang dapat diberikan dari masing-masing operating system. Pengukuran menggunakan alat bantu database dummy yang tersimpan pada MySQL server. Pengumpulan data dilakukan dengan 40 kali iterasi yang menghasilkan 5572 rows yang merupakan hasil query inner join dari 11 tabel database yang ditempatkan pada operating system masing-masing. 3. Ramp Tests merupakan variasi dari stress test dimana jumlah pengguna meningkat seiring dengan waktu test berlangsung dari 1 sampai 500 pengguna. Test ini bertujuan untuk mengetahui jumlah maksimal pengguna yang dapat dilayani oleh web server secara optimal 2. DASAR TEORI 2.1. Virtualisasi Virtualisasi merupakan kondisi fisik yang dengan sengaja diciptakan seolah memiliki kemampuan yang sama dengan keadaan yang sebenarnya. Pengguna dapat mengakses dan berinteraksi seolah mengakses mesin fisik secara langsung. Virtualisasi mesin pertamakali diperkenalkan pada tahun 1960-an oleh IBM dengan tujuan menciptakan akses bersama yang interaktif untuk komputer mainframe mereka. Yulianingsih Menginstall berbagai operating system pada satu mesin fisik yang sama merupakan fitur utama yang dimiliki oleh virtualisasi selain dari kemampuannya menekan biaya investasi perangkat keras[2]. 2.2. MySQL MySQL merupakan database open source dan memiliki karakterisitik sistem manajemen database relational yang multithreaded dibuat oleh Michael ’Monty’ Widenius pada tahun 1995. Pada tahun 2000 MySQL dirilis dibawah lisensi GNU dan GPL untuk digunakan secara tidak berbayar. Hal ini mengakibatkan popularitasnya melambung. Perusahaan yang memiliki dan mengembangkan MySQL adalah MySQL AB (Artiebolag). Keberhasilan MySQL sebagai databse terkemuka bukan hanya dikarenakan sifatnya yang tidak berbayar atau open source melainkan karena kehandalan performa dan fitur yang dimiliki [4]. 2.3. PHP Merupakan bahasa pemrograman yang dirancang untuk membangun sebuah situs yang dinamik dan interaktif pada tahun 1994 oleh Rasmus Lerdorf. Bahasa ini mendukung bahasa pemrogrman berorientasi objek dan XML beberapa keutamaan lainnya dari bahasa pemrograman ini adalah:  Cross platform yaitu sebuah kemampuan bekerja lintas operating system.  HTML-embeded penulisan PHP dapat dikombinasikan dengan HTML (Hyper Text Markup Languange).  Server-side bahasa ini dapat ditempatkan pada mesin server.  Web-scripting language dapat berjalan di web browser.[4] 2.4. Apache Web Server Apache Web Server dibangun dan dirilis di awal tahun 1995 sebagai rangkaian patch dari NCSA httpd 1.3 Web Server. Nama Apache awalnya berasal dari rangkaian kata 'a patchy server'. Sekumpulan programmer individual secara sukarela terlibat dalam konsorsium yang awalnya bernama Apache group, berkontribusi pada pembuatan source code yang asli yang membentuk Apache web server pertama kali. Setahun setelahnya Apache menggantikan kedudukan NCSA httpd sebagai Web Server yang paling banyak digunakan. Dengan 'perilaku' dan cara administrasi yang sama, Apache lebih cepat dan lebih dapat diandalkan dibanding pendahulunya. Hingga kini Apache masih didistribusikan secara gratis dan terus diperbaiki oleh banyak sukarelawan di dunia.[5]. 2.5. Pendekatan LESS (Load Endurance Stress Spike) 2
  3. 3. Analisa Efektivitas Performa Web Server Menggunakan VMWare 1. 2. Load: bertujuan untuk menguji apakah dengan beban tertentu sistem memiliki performa yang baik. Untuk mencapai hal tersebut, kinerja sistem harus dapat direkam pada interval periodik tertentu. Parameter yang digunakan antara lain waktu respon, Troughput, penggunaan memori dan sebagainya harus terukur dan tercatat. Endurance: pengujian dilakukan dengan waktu yang cukup panjang terkadang lebih dari 36 jam. Pengujian ini dapat mengakibatkan sistem tidak dapat bertahan dan menimbulkan masalah kebocoran pada memori. Pengujian ini dengan memberikan beban terhadap sistem dengan periode yang panjang. Pengujian ini dapat menunjukan seberapa tinggi tingkat toleransi dari sistem. Yulianingsih Gambar 3. Stress Testing During a Stable State[6]. 4. Spike Test: pengujian dilakukan untuk menguji sistem secara tiba-tiba dengan durasi yang singkat. Masing-masing lonjakan beban yang harus dihadapi sistem disebut sebagai spike. Hal ini dapat dilakukan dengan tingkatan yang tetap dari jumlah pengguna. Spike merupakan pengujian dengan beban yang datang secara tiba-tiba yang membebani sistem bukan merupakan pengujian dengan beban yang datang secara bertahap dan perlahan menuju batas tertentu seperti yang dilakukan pada stress test. Pengujian spike dimulau dengan jumlah pengguna yang sedikit, missal dari 1 hingga tiba-tiba 50 pengguna dalam waktu yang singkat. Hal ini mengakibatkan sistem menjadi tidak stabil karena sistem mungkin tidak disiapkan untuk melayani lonjakan permintaan yang tiba-tiba. Dalam hal ini kemungkina terjadinya crash sangat tinggi [6]. Gambar 1. Load vs Time During Load Testing[6]. Gambar .4. Gracefull Degradation[6]. Gambar 2. Load vs EnduranceT esting[6]. 3. Time During Stress Tests: bertujuan untuk mengindentifikasi kemampuan menangani beban sebelum sistem jatuh atau menurun kemampuannya secara drastis. Stress testing merupakan pengujian yang selangkah lebih maju dibandingkan dengan load testing dan mengidentifikasi kemampuan sistem untuk menangani beban puncak. Gambar 5. Instant Degradation[6] Dalam keseluruhan metode Ramp test bisa dilakukan sebagai tambahan dari setiap test tersebut di atas. Tabel 1. Users[6] LESS with Ramp Up of Concurrent 3
  4. 4. Analisa Efektivitas Performa Web Server Menggunakan VMWare Yulianingsih Sementara pengujian performance test dilakukan dengan menjalan perintah inner join yang diberikan pada masing-masing sistem database yang dimiliki guest. Bentuk query yang digunakan adalah sebagai berikut: 3. ANALISIS SISTEM Pengujian dilakukan dengan membangun virtulisasi mesin dengan spesifikasi prossesor intel pentium dual core T 4300 RAM 2 GByte kecepatan 2,10 Gghertz tertanam operating system windows 7 home premium dan aplikasi VMWare workstation versi 8.0.1 build 528992. Guest yang digunakan untuk masing-masing operating system disediakan secara berimbang dengan spesifikasi sebagai berikut: 1. Guest OS pertama: Operating system: Ubuntu server 11.10 Prossesor 1 memory 1 GByte Server: Web server apache 2.2.21 Bahasa pemrograman: PHP 5.3.8 Sistem database: MySQL 5.5.16 2. Guest OS kedua: Operating system: RedHat enterprise Linux 5.5 Prossesor 1 memory 1 GByte Server: Web server apache 2.2.21 Bahasa pemrograman: PHP 5.3.8 Sistem database: MySQL 5.5.16 3. Guest OS ketiga: Operating system: Windows server 2008 Prossesor 1 memory 1 GByte Server: Web server apache 2.4.2 Bahasa pemrograman: PHP 5.4.4 Sistem database: MySQL 5.5.25a 4. Guest OS keempat: Operating system: OpenSUSE 11 Prossesor 1 memory 1 GByte Server: Web server apache 2.2.21 Bahasa pemrograman: PHP 5.3.8 Sistem database: MySQL 5.5.16 Database yang digunakan adalah database dummy yang direlease oleh Chinook Database (http://chinookdatabase.codeplex.com). Semua operating system yang berbasis Linux dijalankan dalam mode network full multiuser tanpa xdm. Pengujian stress tests dan ramp test dilakukan dengan memberikan sejumlah beban kepada masing-masing operating system melalui mesin terhubung dengan kabel UTP Crossover yang memiliki spesifikasi Intel pentium core i5M520 kecepatan 2,40 GHertz RAM 3GByte Operating system windows Xp profesional pengujian dilakukan dengan menggunakan perangkat lunak penguji webserver stress tools 7 enterprise edition yang dipasangkan pada mesin penguji tersebut dengan pencatatan hasil pengujian dalam bentuk grafik. SELECT artist.Name AS Artist , album.Title AS Album_Title , track.Name AS Track , customer.FirstName , customer.LastName , mediatype.Name AS Media_Type , genre.Name AS Genre , playlist.Name AS Playlist , playlisttrack.TrackId , playlisttrack.PlaylistId FROM album INNER JOIN artist ON album.ArtistId = artist.ArtistId INNER JOIN track ON track.AlbumId = album.AlbumId INNER JOIN invoiceline ON invoiceline.TrackId = track.TrackId INNER JOIN invoice ON invoiceline.InvoiceId = invoice.InvoiceId INNER JOIN customer ON invoice.CustomerId = customer.CustomerId INNER JOIN genre ON track.GenreId = genre.GenreId INNER JOIN mediatype ON track.MediaTypeId = mediatype.MediaTypeId INNER JOIN playlisttrack ON playlisttrack.TrackId = track.TrackId INNER JOIN playlist ON playlisttrack.PlaylistId = playlist.PlaylistId ORDER BY Artist , Album_Title , Track Guest OS yang disediakan berada dalam keadaan memiliki kesamarataan spesifikasi untuk menjamin adannya keseimbangan pengujian. 4. HASIL DAN PEMBAHASAN Penelitian menghasilkan sejumlah data kuantitatif terukur dengan alat bantu Webserver Stress Tools 7 melalui pembacaan grafik dan tabel perbandingan yang disusun berdasarkan urutan pengujian pada saat penelitian dari masing-masing operating system 4.1. Pengujian Stress Test Pada gambar 6 didapat perolehan hasil bahwa operating system Ubuntu dapat bertahan tanpa menghasilkan kesalahan hingga pada ukuran detik ke 38 dengan jumlah pengguna sebanyak 500. 4
  5. 5. Analisa Efektivitas Performa Web Server Menggunakan VMWare Sementara beban tertinggi yang dialami berada pada waktu pengujian 145 detik Yulianingsih Sementara beban tertinggi yang dialami berada pada waktu pengujian 221 detik Gambar 9. Grafik StressTest OpenSuse Gambar 6. Grafik StressTests Ubuntu Pada gambar 7 didapat perolehan hasil bahwa operating system RedHat dapat bertahan tanpa menghasilkan kesalahan hingga pada ukuran detik ke 22 dengan jumlah pengguna sebanyak 500. Sementara beban tertinggi yang dialami berada pada waktu pengujian 103 detik 4.2. Performance Tests Pada tabel 2 didapat perolehan hasil bahwa rerata waktu yang dimiliki dari keempat operating system dengan platform yang sama terbaik dihasilkan oleh operating system OpenSUSE dengan ukuran waktu 2.835 mili second. Sementara tingkat kesalahan tertinggi dihasilkan oleh operating system windows server 2008 dengan persentase kesalahan 99,96%. Tabel 2. Perbandingan Waktu Respon Halaman Web Gambar 7. Grafik StressTests RedHat Pada gambar 8 didapat perolehan hasil bahwa operating system Windows Server 2008 dapat bertahan tanpa menghasilkan kesalahan hingga pada ukuran detik ke 7 dengan jumlah pengguna sebanyak 500. Sementara beban tertinggi yang dialami berada pada waktu pengujian 11 detik. Pada saat tersebut operating system berhenti merespon permohonan dari komputer penguji (hang). Gambar 8. Grafik StressTest Windows Server 2008 Pada gambar 9 didapat perolehan hasil bahwa operating system OpenSUSE dapat bertahan tanpa menghasilkan kesalahan hingga pada ukuran detik ke 22 dengan jumlah pengguna sebanyak 500. Pada tabel 3 menunjukan waktu yang dibutuhkan ketika menyelesaikan query ke database yang menghasilkan 5574 rows data melalui inner joint dari 11 tabel dengan 40 kali iterasi pada masing-masing operating system. Pada keadaan ini menghasilkan bahwa total waktu tersingkat dimiliki oleh operating system Ubuntu dengan waktu 13,63 detik. Dengan rata-rata periterasi 0,33 detik. Tabel 3. Perbandingan Waktu Query 4.3. Ramp Tests Pada gambar 10 menunjukan bahwa web server pada operating system Ubuntu ini mampu melayani hingga 250 pengguna sebelum web server melakukan kesalahan. 5
  6. 6. Analisa Efektivitas Performa Web Server Menggunakan VMWare Yulianingsih Pada gambar 12 menunjukan bahwa web server pada operating system Windows server 2008 ini mampu melayani hingga 250 pengguna tanpa melakukan kesalahan. Pada saat itu operating system mulai berhenti merespon (hang). Gambar 10. Grafik RampTests Ubuntu Pada gambar 11 menunjukan bahwa web server pada operating system RedHat ini mampu melayani hingga 225 pengguna sebelum web server melakukan kesalahan. Gambar 12. Grafik rampwindows server 2008 Pada gambar 13 menunjukan bahwa web server pada operating system OpenSUSE ini mampu melayani hingga 249 pengguna tanpa melakukan kesalahan. Gambar 11. Grafik rampRedHat Gambar 13. Grafik rampOpenSUSE 5. PENUTUP Secara umum penelitian ini telah sesuai dengan tujuan yang diharapkan yaitu terciptanya pengukuran yang tepat dan akurat terhadap 6
  7. 7. Analisa Efektivitas Performa Web Server Menggunakan VMWare Yulianingsih performa dari masing-masing keadaan yang diciptakan untuk dapat ditarik kesimpulan dalam menentukan performa kerja yang terbaik dari sistem. 5.1. Kesimpulan:  Berdasarkan penelitian operating system yang paling dapat diandalkan untuk dapat bertahan tanpa melakukan kesalahan dalam pengujian stress test adalah operating system Ubuntu.  Berdasarkan waktu tanggap tercepat yang mampu diberikan dalam pengujian stress test dengan beban jumlah pengguna adalah operating system OpenSUSE.  Berdasarkan waktu tanggap tercepat yang mampu diberikan dalam pengujian performance tests dengan query kompleks berulang adalah operating system Ubuntu.  Berdasarkan penelitian jumlah pengguna ideal terbanyak yang dapat dilayani oleh operating system tanpa melakukan kesalahan adalah operating system Ubuntu. 5.2. Saran: Dari hasil temuan penelitian disarankan dalam menentukan pilihan operating system disesuaikan dengan layanan yang akan diberikan untuk mendapatkan hasil yang maksimal dan menghindari potensi kerugian bisnis. 6. PUSTAKA [1]Jhon W Creswell, Research Design Qualitative, Quantitative and Mixed Methods Approaches 2nd ed. California: Sage Publications, Inc, 2003. [2]Cafaro Massimo dan Aloisio Giovanni dan editors, Grids, Clouds and Virtualization, London: Springer Dordrecht Heidelberg New york, 2011 [3]Dyer Russell, MySQL in a Nutshell, CA: O’Reilly, 2005. [4]Mercer Dave et al, Beginning PHP5, Indianapolis: Wrox Press, 2004. [5]Aulds Charles Sumber, Linux Apache Web Server Administration, California: Sybex,2001. [6]Subraya BM, Integrated Approach of Performance Testing: A Pratitioner’s Guide, Pennysylvania: IRM Press, 2006 7

×