TUGAS

977 views

Published on

AMDAL - KERUSAKAN LINGKUNGAN PADA LINGKUNGAN SEKITAR DANAU TOBA

Published in: Education
  • Be the first to comment

  • Be the first to like this

TUGAS

  1. 1. 1 PENDAHULUAN Kerusakan lingkungan adalah deteriorasi lingkungan dengan hilangnya sumber daya air, udara, dan tanah. Kerusakan ekosistem dan punahnya fauna liar. Kerusakan lingkungan adalah salah satu dari sepuluh ancaman yang secara resmi diperingatkan oleh High Level Threat Panel dari PBB. Ketika alam rusak dihancurkan dan sumber daya menghilang, maka lingkungan sedang mengalami kerusakan. Environmental Change and Human Health, bagian khusus dari laporan World Resources 1998-99 menjelaskan bahwa penyakit yang dapat dicegah dan kematian dini masih terdapat pada jumlah yang sangat tinggi. Kerusakan pada lingkungan hidup terjadi karena dua faktor baik faktor alami ataupun karena tangan-tangan jahil manusia. Pentingnya lingkungan hidup yang terawat terkadang dilupakan oleh manusia, dan hal ini bisa menjadikan ekosistem serta kehidupan yang tidak maksimal pada lingkungan tersebut. Berikut beberapa faktor secara mendalam yang menjadikan kerusakan lingkungan hidup : a. Faktor alami. Banyaknya bencana alam dan cuaca yang tidak menentu menjadi penyebab terjadinya kerusakan lingkungan hidup. Bencana alam tersebut bisa berupa banjir, tanah longsor, tsunami, angin puting beliung, angin topan, gunung meletus, ataupun gempa bumi. Selain berbahaya bagi keselamatan manusia maupun mahkluk lainnya, bencana ini akan membuat rusaknya lingkungan. b. Faktor buatan (tangan jahil manusia). Manusia sebagai makhluk berakal dan memiliki kemampuan tinggi dibandingkan dengan makhluk lain akan terus berkembang dari pola hidup sederhana menuju ke kehidupan yang modern.
  2. 2. 2 Dengan adanya perkembangan kehidupan, tentunya kebutuhannya juga akan sangat berkembang termasuk kebutuhan eksploitasi sumber daya alam yang berlebihan. Keberadaan sejumlah danau di Indonesia sudah mengkhawatirkan, salah satunya adalah Danau Toba di Sumatra Utara. Danau Toba dan beberapa danau lainnya yang berada di Indonesia terancam akan hilang. Ancaman hilangnya Danau Toba dan beberapa danau lain ini merupakan akibat dari pencemaran dan kerusakan, baik kerusakan danau itu sendiri maupun kerusakan lingkungan sekitar danau. Deputi Peningkatan Konservasi Sumber Daya Alam dan Pengendalian Kerusakan Lingkungan, Kementerian Lingkungan Hidup, Masnellyarti Hilman, mengatakan bahwa Danau Toba dan beberapa danau lain telah mengalami masalah dalam fungsinya sebagai daerah tangkapan air akibat kerusakan hutan di sekitarnya yang menyebabkan sedimentasi di dasar danau. Kegunaan Penulisan Sebagai salah satu syarat untuk memenuhi Tugas Mata Kuliah Analisis Dampak Lingkungan dan sebagai informasi bagi pihak yang membutuhkan.
  3. 3. 3 KERUSAKAN LINGKUNGAN PADA LINGKUNGAN SEKITAR DANAU TOBA Penggundulan Hutan Danau Toba Kerusakan ekosistem hutan di sekitar Danau Toba di Sumatera Utara dalam tingkat mencemaskan. Penggundulan hutan di sana, bukan hanya menghilangkan keindahan alam, tetapi juga mengakibatkan permukaan air Danu Toba tidak stabil dan cenderung menurun. Penggundulan hutan, bisa berdampak fatal, yakni mengancam kelangsungan proyek di sepanjang sungai Asahan, antara lain, pabrik aluminium maupun Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA) Asahan 1, II, III, IV dan V. Penggundulan hutan mengakibatkan tidak stabilnya debit air Danau Toba, bukan hanya mencoreng wajah pariwisata, tetapi sudah mengancam kelangsungan seluruh proyek Asahan. Akibat kegiatan pemanfaatan hutan yang berkisar 70 hingga 80 persen. Perambahan itu bukan hanya disebabkan pembalak liar, tetapi pemanfaatan hutan oleh perusahaan tertentu sehingga memperparah kerusakan dan penggundulan hutan. Penggundulan hutan di kawasan Danau Toba telah mengancam kehidupan masyarakat yang bermukim di pinggiran Danau Toba. Pada musim hujan tiba, sebagian besar daerah yang berada di sekitar kawasan danau terancam bencana alam, seperti banjir bandang dan longsor, sebagaimana yang belum lama ini menimpa masyarakat Desa Sabulan dan Desa Rangsang Bosi, Kecamatan Sitio-tio Kabupaten Samosir. Nurdin memperkirakan, penggundulan hutan juga sebagai salah satu penyebab utama tidak berfungsinya proyek PLTA Lau Renun di Dairi. Beberapa
  4. 4. 4 sungai yang selama ini mengalir menggerakkan turbin PLTA Lau Renun tidak bisa diharapkan lagi karena debit air sungai-sungai itu sudah tidak memadai untuk menggerak turbin. Tingginya tingkat kerusakan hutan dan perubahan fungsi lahan di sekitar Danau Toba, baik yang dilakukan perorangan maupun kelompok telah menekan jumlah vegetasi hingga ke angka 12 persen. Dengan semakin sempitnya daerah tangkapan air di sekitar danau maka akan menyebabkan sedimentasi di dasar danau, yang menjadi penyebab mendangkalnya danau dan penyusutan luas danau. Kerusakan Vegetasi Danau Toba Di samping itu, pencemaran danau juga harus mendapat perhatian yang lebih. Pencemaran danau kebanyakan disebabkan sisa pakan ikan dan limbah domestik dari pemukiman yang masuk ke danau. Sisa pakan ikan, yang secara besar berasal dari keramba ikan jaring apung, akan menyebabkan terjadinya eutropikasi, yaitu suatu keadaan tingginya konsentrasi fosfat yang terlatur di air danau. Kondisi eutrofik sangat memungkinkan alga untuk dapat tumbuh dengan sangat pesat (blooming). Meningkatnya populasi eceng gondok, seperti yang juga terlihat di Danau Toba, juga merupakan akibat dari kondisi eutrofik. Hal ini kemudian akan menyebabkan menurunnya konsentrasi oksigen terlarut pada air danau, bahkan hingga batas nol, sehingga makhluk hidup air seperti ikan dan spesies lain tidak dapat tumbuh dengan baik sehingga akhirnya mati. Berdasar data yang diterima, dari 260.154 hektar daerah tangkapan air Danau Toba, sebagian besar sudah menjadi lahan kritis atau mengalami
  5. 5. 5 penurunan kualitas lingkungan. Pemerintah mengambil sikap tegas dan berani untuk bisa mengatasi penggundulan hutan di sana. Jangan hanya menangkap pembalak liar, tetapi keberadaan perusahaan yang diberi hak pemanfaatan hutan perlu ditinjau. Bila perlu perusahaan itu dipindahkan ke daerah lain. Selama ini, selalu menjadi kontoversi di masyarakat. Perusakan Terumbu Karang Sepuluh tahun terakhir, kawasan Danau Toba mengalami kerusakan ekologis yang mengkhawatirkan. Kerusakan itu dipicu oleh faktor alam maupun manusia tidak bertanggungjawab. Kerusakan ini nyata-nyata mengancam ikon budaya maupun ekologi Sumatera Utara Ekosistem terumbu karang mempunyai peranan penting di wilayah pesisir, karena terumbu karang merupakan habitat bagi perkembangan ikan-ikan ekonomis penting, tempat perlindungan hewan langka, tempat untuk wisata bahari dan melindungi garis pantai dari abrasi. Oleh sebab itu, terumbu karang perlu dilestarikan. Dewasa ini eksploitasi terumbu karang secara tidak bijaksana telah menyebabkan kerusakan pada tingkat yang mengkhawatirkan, dimana sesuai data tahun 2002, terumbu karang yang rusak di Indonesia telah mencapai 41,78 persen. Salah satu upaya pemeliharaan terumbu karang di Danau Toba ini adalah menjaga dan melengkapi berkembangnya, memiliki dan mengembangkan hasil penelitiannya dengan cara mensosialisasikan di tengah-tengah masyarakat sehingga penggunaan terumbu karang sangat bermanfaat sebagaimana yang di harapkan.
  6. 6. 6 KESIMPULAN 1. Kerusakan lingkungan adalah deteriorasi lingkungan dengan hilangnya sumber daya air, udara, dan tanah. Ketika alam rusak dihancurkan dan sumber daya menghilang, maka lingkungan sedang mengalami kerusakan. 2. Ancaman hilangnya Danau Toba dan beberapa danau lain ini merupakan akibat dari pencemaran dan kerusakan, baik kerusakan danau itu sendiri maupun kerusakan lingkungan sekitar danau. 3. Penggundulan hutan di kawasan Danau Toba telah mengancam kehidupan masyarakat yang bermukim di pinggiran Danau Toba. Pada musim hujan tiba, sebagian besar daerah yang berada di sekitar kawasan danau terancam bencana alam, seperti banjir bandang dan longsor. 4. Berdasar data yang diterima, dari 260.154 hektar daerah tangkapan air Danau Toba, sebagian besar sudah menjadi lahan kritis atau mengalami penurunan kualitas lingkungan. Pemerintah mengambil sikap tegas dan berani untuk bisa mengatasi penggundulan hutan di sana. 5. Salah satu upaya pemeliharaan terumbu karang di Danau Toba ini adalah menjaga dan melengkapi berkembangnya, memiliki dan mengembangkan hasil penelitiannya dengan cara mensosialisasikan di tengah-tengah masyarakat sehingga penggunaan terumbu karang sangat bermanfaat sebagaimana yang di harapkan.
  7. 7. 7 DAFTAR PUSTAKA Anwar, Chairil, dan Hendra Gunawan. 2006. Peranan Ekologis dan Sosial Ekonomis Hutan Mangrove dalam Mendukung Pembangunan Wilayah Pesisir. Makalah Utama pada Ekspose Hasil-hasil Penelitian : Konservasi dan Rehabilitasi Sumberdaya Hutan. Padang, 20 September 2006 Badan Eksekutif WALHI. 1998. Reformasi di Bidang Pengelolaan Lingkungan Hidup. Jakarta: WALHI. Depdagri. 1997. Pengembangan Peran Serta Masyarakat dalam Pengelolaan Lingkungan Hidup Daerah. Jakarta: Dirjen Pembangunan Masyarakat Desa Depdagri.

×