SlideShare a Scribd company logo
1 of 22
Download to read offline
1
MAKALAH
KARYA PENEBUSAN ALLAH KEPADA MANUSIA
MELALUI YESUS KRISTUS
Disusun Untuk Memenuhi Persyaratan Dalam Mata Kuliah
Teologi Perjanjian Baru II
Di Susun
Oleh
Patrisius Banu
NIM : 20178615
SEKOLAH TINGGI TEOLOGI MAWAR SARON
April, 2020
2
KATA PENGANTAR
Penulis mengucap syukur kepada Tuhan Yesus Kristus yang telah menuntun penulis dapat
menyelesaikan makalah yang berjudul “KARYA PENEBUSAN ALLAH KEPADA
MANUSIA MELALUI YESUS KRISTUS” yang di tugaskan oleh dosen atas nama Bapak
Rudi Roberto Walean, M.Th, dengan nama mata kuliah Teologi Perjanjian Baru II dapat
berjalan dengan baik. Dan penulis dapat menyelesaikan tugas ini dengan tepat waktu.
Penulis menyadari bahwa dalam penulisan makalah ini masih jauh dari kurang, sehingga
penulis dapat meminta saran atau masukan dari bapak dosen pembimbing untuk menuntun
penulis agar lebih mengembangkan tugas makalah dalam mata kuliah yang lain. Akhir kata
penulis hanya bisa mengatakan semoga makalah ini bisa menjadi bermanfaat bagi kita semua
dalam memahami makna penebusan yang dikerjakan Allah melalui Kristus dan dapat
mengaplikasikannya sebagai ebntuk ucapan syukur atas pengorbanan-Nya di atas kayu salib.
3
DAFTAR ISI
HALAMAN
Kata Pengantar ………………………………………………………………….....
Daftar Isi ……………………………………………………………………………
Bab I : Pendahuluan ……………………………………………………….…….. 2
1.1 Latar Belakang …………………………………………………………………
1.2 Rumusan Masalah ………………………………………………………….....
1.3 Tujuan Penulisan ………………………………………………………………
BAB II :PEMBAHASAN …………………………………………………………
a. Pengertian Penebusan ……………………………………………………… 4
b. Pentingnya Penebusan …………………………………………………....... 5
c. Cara Penebusan Allah Kepada Manusia Melalui …………………………..
a. Yesus Kristus …………………………………………………………..
d. Penggenapan Penebusan …………………………………………………… 12
a. Hidup Damai ………………………………………………………......
b. Saling Mengasihi ………………………………………………………
e. Penerapan Penebusan ……………………………………………………… 16
a. Iman dan Pertobatan ……………………………………………………
BAB III : PENUTUP …………………………………………………………….
Kesimpulan ………………………………………………………………………… 19
DAFTAR PUSTAKA …………………………………………………………….. 20
4
BAB I
PENDAHULUAN
A. Latar Belakang
Penebusan merupakan pokok pembelajaran yang sangat penting untuk dipeelajari oleh orang
Kristen, dimana dalam memahami penebusan kita dapat menyadari bahwa penebusan yang
dilakukan Kristus di atas kayu salib pada 2000 tahun lalu merupakan suatu peristiwa yang
sangat besar. Kematian Yesus Kristus merupakan karya-Nya dalam menebus semua orang
berdosa dari tuntutan hukum dan karya Allah.
Karya penebusan yang dikerjakan Allah melalui Kristus merupakan penyucian dari setiap
dosa yang dilakukan manusia, sejak semula yang dilakukan oleh Adam dan Hawa bahkan
samapi sekarang. Allah adalah Kudus, oleh karena itu manusia pun di tuntut harus kudus
ketika datang kepada Allah. Hal inilah yang membuat manusia memerlukan penebusan
melalui satu korban sempurna yaitu Yesus Kristus. Jadi ketika Kristus menebus kita manusia
yang sudah berdosa sadar untuk menghargai karaya penebusan yang Yesus lakukan.
Dari hal ini orang Kristen perlu menyadari bahwa penebusan hanya bisa dikerjakan oleh
Kristus dan tidak ada orang lain yang mampu melakukan hal tersebut. Oleh karena itu
sebagai orang Kristen kita harus meresponi penebusan dengan iman kepada Yesus Kristus
agar kehidupan kita terus diperbaharui dan selalu dekat dengan Allah.
B. Rumusan Masalah
A. Apa yang dimaksud dengan penebusan?
B. Apakah penebusan itu penting?
C. Bagaimana Allah menebus manusia?
D. Bagaimana penggenapan penebusan itu?
E. Bagaimna caranya penerapan penebusan?
C. Tujuan
Agar pembaca memahami pengertian dari penebusan itu sendiri dan mengetahui siapa
yang menebus umat manusia dan melalui siapa manusia di tebus, serta dapat menerapkan
penebusan itu dalam kehidupan sehari-hari.
5
BAB II
PEMBAHASAN
A. Pengertian Penebusan
Kata “Penebusan” menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) berasarl dari kata
“tebus”, kata tebus diartikan membayar dengan uang kembali barang yang tergadai, selain itu
tebus juga memiliki makna “membebaskan” tawanan ataupun budak. Menebus juga dapat
diartikan sebagai usaha penyelamatan jiwa.1 Dalam Teologi Kristen penebus merujuk pada
memaafkan atau mengamppuni dosa manusia melalui kematian Yesus Kristus dengan
penyaliban-Nya di atas kayu salib yang pada-Nya mengadakan pendamaian antara Allah
dengan ciptaan-Nya.
Dalam Kitab Perjanjian Baru, Penebusan berarti pembebasan dari sesuatu yang jahat
dengan pembayaran suatu harga. Dalam pandangan orang Kristen konseo dari penebusan ini
adalah istilah harga tebusan Yesus dengan membayar harga pembebasan ciptaan Allah dalam
hal ini manusia dari dosa. Matius 20:28 “Sama seperti Anak Manusia datang bukan untuk
dilayani, melainkan untuk melayani dan untuk memberikan nyawa-Nya menjadi tebusan bagi
banyak orang”.2 Dalam hal ini orang Kristen sangat meyakini bahwa kematian Yesus Kristus
di atas kayu salib demi menggantikan manusia, kenyataanya dalam ayat di atas sangat jelas
bahwa penebusan hanya bisa terjadi melalui darah-Nya, yaitu dengan kematian-Nya.
Dalam Perjanjian Baru (PB) dengan jelas mengatakan bahwa semua manusia telah
berdosa dan telah kehilangan kemuliaan Allah (Rm. 6:23). Dalam memahami “kehilangan
kemuliaan Allah”, ini menjadi suatu ungkapan yang menurut pemahaman penulis, kata
“kehilangan Kemuliaan Allah” menunjukan bahwa manusia telah putus hungan dengan
Allah, kenapa demikian? Karena kesalahan dari awal manusia pertama yaitu Adam dan Hawa
yang telah melanggar perintah Allah. Jadi dengan dengan demikian natur dosa itu selalu
melekat pada manusia sehingga pada saat natur dosa itu ada, maka pada saat itu juga
hubungan antara manusia dengan Allah pun terputus. Jadi untuk mendamaikan manusia
dengan Allah, maka semua itu dikerjakan oleh Yesus Kristus dengan rela mati di atas kayu
salib dan darah-Nya tercurah sebagai tebusan semua dosa manusia.
Jadi, bagi orang Kristen, semua dosa manusia hanya bisa ditebus oleh satu pribadi
yang sangat di kenal dalam kalangan Kristen yaitu Yesus Kristus.
Istilah Khas PB untuk penebusan ialah apolutrosis, suatu kata yang jarang muncul di
lain tempat. Kata itu muncul 10 kali dalam PB, tapi hanhya 8 kali dalam semua
kepustakaan Yunani selebihnya. Ini mungkin menyatakan keyakinan orang Kristen
purba, bahwa penebusan yang dikerjakan dalam Kristus adalah unik. Tapi itu tidak
1 Kamus Besar Bahasa Indonesia (Tim Prima Pena)
2 Alkitab Dengan Kidung Jemaat, 2015 (Jakarta: Lemmbaga Alkitab Indonesia)
6
berarti – sebagaimana orang berpikir, bahwa mereka mengerti penebusan hanya
sebagai ‘pembebasan’. Untuk itu mereka menggunakan kata rhuomai,
‘membebaskan’. Apolutrosis berarti pembebasan berdasarkan pembayaran harga
tunai dan tuntas, dan harga itu adalah kematian Juruselamat sebagai tebusan.
Ungkapan ‘penebusan oleh darahNya (Ef. 1:7) mnejelaskan bahwa dalam Kristus
dipandang sebagai harga tebusan. Halnya sama dengan TB Roma 3:24 dab, ‘dan
oleh kasih karnia telah dibenarkan dengan Cuma-Cuma karena penebusan dalam
Kristus Yesus. Kristus Yesus telah ditentukan Allah menjadi jalan pendamaian
karena iman, dalam darahNya.3
Dari pandangan di atas ini penulis dapat menyimpulkan bahwa berbicara tentang
penebusan menurut pandangan orang Kristen adalah bahwa penebusan itu mutlak dari Allah
sendiri artinya bahwa penebusan itu berdasarkan inisiatif Allah. Ini merupakan bukti bahwa
Allah sangat mengasihi kita sebagai ciptaan-Nya. Dan menurut penulis bebricara tentang
penebusan Allah ppuncaknya terletak pada kematian Kristus di atas kayu salib artinya bahwa
tanpa kematian Kristus di atas kayu salib, maka dikatakan bahwa karya penebusan itu sendiri
belum tergenapi.
B. Pentingnya Penebusan
Penebusan sangat penting bagi seluruh umat manusia karena seperti yang sudah
penulis jelaskan di atas bahwa manusia saat jatuh dalam dosa, maka dalam tuntutan hukum
Allah dan kebenaran-Nya manusia tidak mampu menyelesaikan dosanya sendiri sebagaimana
yang telah dijelaskan pada PB bahwa manusia dengan usahanya sendiri untuk menebus
dosanya tidak akan mampu. Perjanjian Baru sangat jelas mengatakan demikian sehingga pada
bagian ini, penebusan dari Allah sangat penting bagi umat manusia agar hutangnya pada
tuntutan hukum Allah dapat terpenuhi dan kembali pada kebenaran Allah.
Penulis melihat dari pengertian dari penebusan itu sendiri sehingga bagi umat
manusia, penebusan itu sangat penting agar hubungan antara Allah dengan manusia kembali
pulih. Kembali penulis katakan bahwa karya penebusan ini bukan dilakukan oleh usaha
manusia namun penebusan ini atas dasar kehendak Allah sendiri atas besarnya kasih-Nya
kepada seluruh ciptaan-Nya.
Alkitab sangat jelas mengajarkan bahwa “semua manusia telah berdosa” , jika kita
memahami kata tersebut maka bagi penulis sendiri memahami bahwa kata itu memiliki arti
bahwa kata “semua manusia telah berdosa” adalah bentuk ungkapan bahwa manusia tidak
memenuhi tuntutan Allah. Kata selanjutnya mengatakan “kehilangan kemuliaan (kebenaran)
Allah (Rm. 3:23) kata “kehilangan kemuliaan”, menunjukan bahwa kehilangan kebenaran itu
sendiri dan ketika kebenaran itu sendiri hilang dari manusia, maka otomatis hubungan
3 Sabda (OLB versi indonesia)
7
manusia dengan Allah juga hilang. Seperti yang sudah penulis sampaikan bahwa dalam PB
atau sering kita baca dalam surat Paulus yang mengatakan bahwa tidak seorangpun yang
benar sehingga dengan sendiri manusia berhutang pada tuntutan hukum Allah dan
kebenarany-Nya maka manusia menjadi berdosa.
Jika manusia masih hidup dalam keberdosaan maka bisa disebut manusia diperhamba
oleh dosa (manusia hidup dalam kegelapan) dengan demikian Alkitab mengataan manusia
tidak mampu menyelamatkan dirinya sendiri dosa atau tidak mampu keluar dari kegelapan
tersebut. Oleh karena manusia tidak mampu menyelamatkan dirinya sendiri, maka penebusan
itu sangat penting dan sangat diperlukan oleh manusia.
C. Cara Penebusan Allah Kepada Manusia Melalui
Sebagaimana yang telah dijelaskan diatas bahwa manusia telah berhutang tuntutan
hukum Allah dan kebenaran-Nya merupakan penebusan sebab manusia yang sudah jatuh
dalam dosa tidak sanggup memenuhi tuntutan hukum Allah dan kebenaran-Nya. Dari
pernyataan ini timbul suatu pertanyaan Bagaimana caranya? Kita tahu bahwa Alkitab
mengatakan bahwa dengan usaha manusia sendiri tidak akan mampu dengan kata lain
manusia telah berusaha dengan berbagai macam cara namun semua yang dilakukan olehnya
itu sia-sia
Dalam 1 Petrus 1:17-18 mengatakan:
17 Dan jika kamu menyebut-Nya Bapa, yaitu Dia yang tanpa memandang muka
menghakimi semua orang menurut perbuatannya, maka hendaklah kamu hidup
dalam ketakutan selama kamu menumpang di dunia ini.
18 Sebab kamu tahu, bahwa kamu telah ditebus dari cara hidupmu yang sia-sia yang
kamu warisi dari nenek moyangmu itu bukan dengan barang yang fana, bukan pula
dengan perak atau emas,.4
Penulis dapat menyimpulkan bahwa dari kutipan di atas ini menunjukan kepada kita
bahwa penebusan itu kita dapatkan bukan dengan uang, emas atau apapun itu, semua tidak
akan mampu artinya mau dengan usaha atau perbuatan baik apapun itu tidak akan sanggup
menebus hutang kita pada tuntutan hukum Allah dan kebenaran-Nya. Semua itu akan sia-sia.
Penebusan merupakan kasih karunia Allah. Allah sendiri berinkarnasi menjadi
manusia
1. Yesus Kristus
4 Alkitab Dengan Kidung Jemaat, 2015 (Jakarta: Lemmbaga Alkitab Indonesia)
8
Sebelum penulis membahas lebih jauh, penulis terlebih dahulu ingin menjelaskan
tenteng pribadi Yesus sehingga memudahkan para pembaca untuk mengenal siapa Yesus
Kristus itu sendiri.
a. Yesus adalah Allah
Jika kita melihat konteks dalam yohanes 1:1 “Pada mulanya adalah Firman; Firman
itu bersama-sama dengan Allah dan Firman itu adalah Allah”, ini menunjukan bahwa Yesus
itu adalah pribadi Allah yang diwujudkan dalam diri Yesus Kristus. Jadi dengan ini kita dapat
memahami bahwa Yesus Kristus adalah Allah yang mengambil rupa manusia yang kita kenal
didalam probadi Yesus.
b. Yesus adalah Anak
Ungkapan mesianis yang paling penting dalam studi penyataan diri Yesus adalah
Anak Allah. Dalam sejarah pemikiran teologis ungkapan ini mengandung konotasi
esensi Ketuhanan Yesus Kristus. Ia adalah Anak Allah, pribadi kedua dari Allah
Trinitas.5
Dalam pandangan Alkitab Yesus adalah Anak Allah. Yohanes 3:16 “Karena begitu
besar kasih Allah akan dunia ini, sehingga Ia telah mengaruniakan Anak-Nya yang tunggal,
supaya setiap orang yang percaya kepada-Nya tidak binasa, melainkan beroleh hidup yang
kekal.” Ini menunjukan bahwa “Anak Allah” berarti Dia adalah Allah yang sempurna, Dia
adalah salah satu dari tiga pribadi yang membentuk Allah yang Esa. Konsep ini merupakan
konsep dari orang Kristen yang adalah Allah Tritunggal.
Dari kedua pemahaman di atas ini, penulis hanya ingin membawa para pembaca
untuk tidak salah paham tentang Allah. Jadi dengan demikian penulis bisa simpulkan bahwa
berbicara tentang penebusan itu adalah inisiatif Allah sendiri dengan berbagai cara untuk
menebus manusia yang telah berhutang kepada Allah. Dengan kata lain manusia hanya bisa
ditebus oleh Allah sendiri tidak dengan orang lain. Sehingga Alkitab dalam Perjanjian Baru
dalam tulisan Paulus mengatakan bahwa manusia dengan usahanya sendiri tidak akan mampu
atau tidak bisa menebus dirinya sendiri. Hanya dengan kehendak Allah sendirilah manusia
ditebus.
Kita tahu bahwa ketika manusia jatuh dalam dosa sudah terjadi putus hubungan antara
manusia dengan Allah. Oleh karena Allah sangat mengasihi ciptaan-Nya, maka Ia
menunjukan kasih-Nya melalui Yesus Kristus. Yohanes 3:16; Karena begitu besar kasih
Allah akan dunia ini, sehingga Ia telah mengaruniakan Anak-Nya yang tunggal, supaya setiap
5 George Eldon Ladd, Teologi Perjanjian Baru jilid I dan II, 2017(Bandung: Anggota IKAPI) .210
9
orang yang percaya kepada-Nya tidak binasa, melainkan beroleh hidup yang kekal.6 Jadi
untuk menebus manusi dari dosa, maka Ia merelakan Anak-Nya untuk menjadi korban
penebusan bagi semua orang. Alkitab mengajarkan bahwa maksud Yesus Kristus menjelma
menjadi manusia ialah untuk menebus manusia (Kej. 3:15, Yes. 53:4-5, Mat. 1:21; 20:28,
Luk. 1:68-75, Yoh. 3:16-17, Gal. 4:4-5, 1 Tim. 1:15, 1 Yoh. 3:8; 4:10).7
Bagi orang Kristen Yesus Kristus adalah pribadi Allah itu sendiri yang mengambil
rupa menjadi manusia dan dinyatkan melalui Yesus Kristus yang disebut sebagai Anak.
Adapun maksud penjelmaan Kristus menyatakan bahwa Ia merendahkan diri sebagai berikut:
Penjelmaan Kristus menjadi manusia menyatakan bahwa Ia merendahkan diri-Nya.
Itu merupakan satu hal yang ajaib, rahasia yang terbesar dalam Injil (Mat. 11:27,
Kol. 2:2, 1 Tim. 3:16). Yesus Kristus telah merendahkan diri-Nya ketika Ia, Anak
Allah, mengambil tabiat manusia, yang jauh lebih rendah daripada tabiat ketuhanan-
Nya. Hal ituj dapat kit abaca dalam Galatia 4:4 dan Filipi 2:5-8.8
Untuk itu sebelum penulis membahas lebih jauh tentang bukti penebusan Allah
melalui Yesus Kristus, maka penulis terlebih dahulu mengarahkan para pembaca untuk
mengetahui saipa Yesus Kristus itu sendiri. Seperti yang sudah penulis katakan di atas bahwa
Yesus Kristus adalah pribadi Allah itu sendiri. Oleh karena itu penulis mengutip dari buku
Wesley yang hendak menunjukan bahwa Yesus Kristus adalah satu penyataan Allah. Berikut
adalah tiga hal dari penyataan Allah dalam Yesus Kristus.
1) Allah dibawah sampai kepada manusia. Kristus menjelma menjadi Manusia
adalah untuk keselamatan manusia. Selanjutnya hal itu merupakan
penyataan Allah kepada manusia, dan menyatakan Allah didalam manusia
(Mat. 1:23, Kol. 1:27). Penyataan Allah di dalam alam semesta ini dan
dalam hal pemeliharaan-Nya masih kurang jelas, tetapi dalam Yesus, Anak
Allah itu, Allah dinyatakan secara sempurna kepada kita.
2) Terjadi persekutuan yang baru. Persekutuan antara Allah dan manusia, yang
diputuskan karena dosa, telah dikembalikan dalam Kristus. Dengan
demikian. Anak Allah yang mengenakan tubuh Manusia itu telah
mengadakan perdamaian antara Allah dan manusia. Manusia tidak dapat
mengadakan perdamaian dengan usahanya sendiri. Oleh sebab itu, Allah
sendirilah yang mengadakannya (Luk. 19:19, Yoh. 6:33, 2 Kor. 5:19, Ibr.
2:14).
3) Ada suatu kejadian yang baru. Yesus Kristus disebut anak sulung dari antara
orang-orang mati supaya kita, yang menjadi “saudara-Nya” oleh iman, dapat
diubah mengikuti teladan-Nya ( Rm. 8:29, 2 Kor. 5:17, Kol. 1:18). Ada yang
mengatakan bahwa “Firman itu telah menjelma menjadi manusia supaya
manusia kelak dapat mencapai keadaan seperti Firman yang menjelma”.9
6 Alkitab Dengan Kidung Jemaat, 2015 (Jakarta: Lemmbaga Alkitab Indonesia)
7 J. Wesley Brill, Dasar Yang Teguh, 2017 (Bandung: Kalam Hidup) 113.
8 Ibid.114
9 Ibid.116
10
Dari tiga poin di atas yang telah dijelaskan oleh Wesley, penulis mengambil
kesimpulan bahwa Yesus Kristus sungguh-sungguh Allah yang dengan inisyatif-Nya sendiri
ingin menebus kita sebagai ciptaan-Nya. Penulis juga ingin menyampaikan bahwa Alkitab
juga mengatakan demikian bahwa Yesus Kristus adalah sungguh-sungguh Allah dan
sungguh-sungguh manusia yang artinya bahwa Ia memiliki sifat ketuhanan dan juga sifat
kemanusiaan. Dengan kata lain kita bisa katakan bahwa Yesus Kristus adalah Allah Anak.
Dalam buku Pengajaran Dasar Gerja Bethel Indonesia mengatakan demikian.
Allah Anak: adalah Allah yang tinggal beserta kita (= Immanuel; Mat. 1:23). Allah
tidak hanya bersemayam jauh di atas kita, tetapi juga mau tinggal dekat bersama
manusia dan itulah yang telah dilakukan-Nya didalam kedatangan Kristus ke dunia
ini. Tujuannya adalah untuk menyelamatkan/ mendamaikan manusia yang sudah
jatuh dalam dosa. Jadi Allah Anak adalah Allah yang terutama sekali sebagai
penyelamat/pendamai (II Kor. 5:17-19).10
Jadi dari pemahaman Pengajaran Dasar Gerja Bethel Indonesia menguatkan bahwa
Yesus adalah Allah sendiri yang menjelma menjadi manusia di dalam diri Yesus Kristus yang
menjadi penyelamat/perdamaian antara manusia dan Allah. Dari penjelasan tersebut dapat
kita pahamai bahwa Yesus Kristus bukan hanya menjadi penyelamat/pendamai tetapi juga
saebagai jaminan keselamatan yang di tawarkan pada manusia saat kebangkitan pertama-
Nya.
Keselamatan dalam dunia teologi dikenal dengan sebutan soteriologi. Kata soteriologi
berasal dari gabungan dua kata dari bahasa Yunani soter dan logia. Soter berarti keselamatan
dan logia berarti ilmu. Soteriologi berarti ilmu atau studi mengenai seluk beluk
keselamatan.11
Sejatinya, Keselamatan adalah usaha Tuhan mengembalikan manusia kepada
rancangan-Nya yang semula atau tujuan awal. Rancangan semulah Allah adalah
menciptakan manusia yang memiliki kesurupaan dengan diri-Nya (Lat. Imago Dei).
Manusia telah merusak sendiri rancangan itu atas bujukan “ular”. Sekarang pada
zaman anugerah, rancangan tersebut sedang digenapkan atau dipenuhi dalam
kehidupan umat pilihan melalui karya keselamatan Allah dalam Yesus Kristus. Ini
berarti fokus keselamatan haruslah bagaimana “menjadi manusia seperti yang
dikendaki oleh Allah”. Jika demikian, maka orang yang berkehendak untuk selamat
haruslah memberi diri digarap oleh Tuhan melalui Roh Kudus untuk menjadi
manusia sesuai rancangan Allah.12
Dari pemahaman di atas penulis bisa simpulkan bahwa Erastus ingin mengatakan
bahwa sesungguhnya keselamatan manusia merupakan rancangan dari Tuhan, dimana
10 Badan Pekerja Harian-Gereja Bethel Indonesia,Pengajaran Dasar Gereja Bethel Indonesia , 2012
(Jakarta: Departemen Theologi).41
11 Erastus Sabdono, Apakah Keselamatan Bisa Hilang?, 2016 (Jakarta: Rehobot Ministry) 2.
12 Ibid. 4
11
rancangan dari Tuhan ialah dengan usaha-Nya mengembalikan manusia pada rancangan-Nya
semula. Penulis juga sangat setuju dengan pendapat ini karena ketika manusia dicipatakan
pertama yaitu Adam, dan kemudian diberikan pendampng bagi Adam yaitu Hawa dan disitu
belum adanya dosa artinya bahwa Tuhan tidak pernah menciptakan manusia lalu diberikan
natur dosa. Jadi menurut Penulis pada mulanya manusia pertama itu masi kudus tidak ada
dosa. Jadi penulis ingin memperjelas bahwa rancangan Allah semula pada manusia itu serupa
dengan Allah. Namun kita tahu bahwa Allah juga memberikan kehendak bebas bagi Adam
dan Hawa . Dikatakan oleh Erastus bahwa manusia sediri yang memilih untuk merusak
rancangan Allah melalui bujukan “ular”. Penulis setuju juga dengan pendapat Erastus bahwa
dikatakan manusia sendirilah yang merusak rancangan Allah dan kita tahu bahwa manusia
memilih merusak rancangan Allah itu berdasarkan pilihannya sendiri bukan kehendak Allah.
Jadi, kenapa dikatakan bahwa keselamatan itu adalah usaha Tuhan untuk
mengembalikan manusia pada rancangan semula? Itu karena ketika manusia setelah memilih
untuk merusak rancangan Allah, maka pada saat itu juga manusia telah merusak hubunganya
denga Allah. Jadi pada saat manusia merusak rancangan Allah, maka manusia telah
kehilangan kemuliaan Allah yang artinya tidak ada koneksi antara manusia dengan Allah
sehingga untuk mengembalikan rancangan Allah, maka pada zaman anugerah ini Allah
menyatakan karya keselamatan-Nya melalui Yesus Kristus. Diakatakan dalam Yohanes 3:16
Karena begitu besar kasih Allah akan dunia ini, sehingga Ia telah mengaruniakan Anak-Nya
yang tunggal, supaya setiap orang yang percaya kepada-Nya tidak binasa, melainkan beroleh
hidup yang kekal. Ayat ini dengan tepat menjelaskan kepada kita bahwa Allah sangat
mengasihi kita, karena kita adalah ciptaan-Nya sendiri.
Perjanjian Baru dengan jelas menunjukan keterbudakan manusia kepada dosa,
bahaya dan kekuatan dosa dan kelepasan dari dosa yang hanya dapat diperoleh
dalam Kristus. Alkitab memberikan pernyataan-pernyataan yang makin lama makin
jelas tentang bagaimana Allah menyediakan dasar keselamatan, menawarkannya,
dan bagaiamana Dia sendiri pada diri-Nya adalah satu-satunya keselamatan
manusia.13
Penjelasan di atas ini merupakan suatu landasan yang membawa para pembaca untuk
menaruh pikiran bahwa Yesus adalah Allah itu sendiri. Penulis dengan yakin bahwa Allah
sangat adil baik dalam hukum, kasih, dan keadailan-Nya. Dalam hukum dan keadilan-Nya,
Allah menuntut manusia agar hidup sempurna. Yesus sendiri menegaskan dalam Matius 5:48
“Karena itu haruslah kamu sempurna, sama seperti Bapamu yang di sorga adalah sempurna."
13 Sabda, Ensiklopedia Masa Kini
12
Allah menuntut manusia hidup sempurna karena Dia adalah Allah yang sempurna, namun
pada kenyataannya manusia telah gagal dalam memenuhi 1 perintah Allah yaitu melalui
kejauthan Adam dalam dosa “tidak taat dengan perinta Allah”.
Jika kita lihat dalam keadilan Allah, maka Allah menuntut agar setiap orang yang
melanggar di hukum dan jika Allah sudah menghukum pasti konsekuensinya adalah maut. Di
sini kita bisa melihat bahwa ketika manusia jatuh dalam dosa, manusia menjadi fana dan
sudah pasti di manusia hidup dalam hukum maut dan hukum dosa. Jadi dengan kata lain,
manusia layak untuk di hukum bersama iblis di dalam api neraka. Namun kita bisa lihat
bahwa di sisi lain Allah memiliki kasih dan Allah penuh dengan kasih setia. Dari hal ini
timbul pertnyaan apakah Allah bisa bisa mengampuni dosa manusia? Menurut penulis, sangat
bisa, namun ketika Allah memaafkan manusia tanpa menghukum, tentunya dengan otomatis
Allah dengan sendiri melanggar prinsip keadilan-Nya, menghukum tanpa memaafkan juga ini
melanggar kasih setia Allah. Jadi dengan demikian bagaimana cara Allah menebus dosa
manusia? Yaitu dengan satu solusi yang menurut Allah sendiri itulah yang tepat yaitu dengan
dibutuhkan kurban yang sempurna dan mulia yang mewakili manusia dan mewakili Allah.
Mengapa Allah tidak langsung mengampuni Adam ketika jatuh dalam dosa? sebab
setiap pelanggaran harus di hukum dan dan Tuhan membutuhkan korban pengganti
kesalahan Adam, dalam hal ini Tuhan Yesus Kristus, Putra Tunggal-Nya. Allah
yang mengampuni tanpa sarana adalah Allah “preman”, tentu bukan Allah yang
benar. Itu allah yang tidak berhukum dan tidak memiliki hukum atau rule di dalam
dirinya14
Jadi, perlu kurban membuat Allah memaafkan tanpa menghukum manusia dan
membawa manusia layak masuk ke dalam kerajaan Allah. Oleh sebab itu maka Firman Allah
datang dari surga ke dunia menggunakan darah dan daging dan mengidentikkan diri-Nya
menjadi manusia. Jika kita lihat, kenapa Allah harus mengintikkan diri-Nya menjadi
manusia? Sedangkan kita tahu bahwa dosa manusia adalah pelanggaran terhadap Firman
Allah? Jadi untuk apa Allah harus rela menjadi manusia untuk menebus dosa manusia yang
telah mereka perbuat. Jika kita berpikri secara logika, maka kita akan mengatakan Allah
membuang waktu-Nya hanya untuk manusia yang berdosa yang sebenarnya tidak layak
menerima pengampunan. Oleh sebab itu Firman Allah lah yang datang ke dalam dunia untuk
menyelamatkan umat manusia yang berdosa. Ini bukanah hal yang meropatkan bagi Allah,
tetapi ini adalah tindakan Allah dalam menunjukan kasih-Nya untuk menebus dosa manusia.
Dari pembahasan di atas ini, penulis juga mau mengingatkan kepada kita semua
bahwa untuk memaafkan membutuhkan yang namanya pengorbanan, dan tentunya
pengorbanan itu dari pihak yang memaafkan. Contohnya ketika ada seseorang yang dengan
14 Erastus Sabdono, Kutuk,2017 (Jakarta:Rehobot Literature) 32.
13
sengaja membuat rumah anda terbakar dan anda dikenal dengan orang yang memiliki kasih
serta memaafkan orang tersebut artinya dengan sendirinya anda harus mengorbankan suatu
harga untuk ‘maaf’ itu, yaitu harga rumah dan segala isinya. Dengan ini jelas bahwa dari
pihak anda lah yang mengalami kerugian bukan dari pihak orang yang telah membuat rumah
anda terbakar sebab anda telah membebaskan orang tersebut dengan mengampuni dan
memaafkannya.
Intinya dalam karya penebusan Allah yang penulis sudah bahas sebelumnya
penebusan seutuhnya dari Allah sendri, atas kehendak Allah sendiri untuk menunjukan
betapa berharganya umat-Nya. Jadi Allah menebus kita manusia berdasarkan kejatuhan
manusia dalam dosa artinya bahwa manusia sudah melanggar perintah Allah sendiri namun
Allah tetap menebus manusia dengan cara-Nya yaitu mengorbankan Yesus Kristus (Anak-
Nya yang tunnggal) datang kedunia mengambil rupa menjadi manusia dan turut merasakan
apa yang dirasakan oleh manusia dan bukan hanya itu saja Yesus Kristus adalh kurban yang
sempurna karena Dia rela menderita , baik itu dihina, dicaci maki, diludahi, namun Ia tetap
tabah dan rela mati di atas kayu salib demi menebus manusia dari dosa dan melalui kematian
Yesus Kristus di atas kayu salib, dosa kita telah di ampuni.
Alkitab sangat jelas menjelaskan kepada kita bahwa melalui Yesus Kristus lah
manusia dapat di perdamaikan artinya bahwa dalam hal penebusan dosa manusia tentunya
Allah tidak langsung menebus begitu saja namun dengan kematian Yesus Kristus di kayu
salaib untuk menjadi bukti bahwa Allah tidak pernah mengingkari janji-Nya yaitu tentang
hukum, keadailan dan kasih. Yesus Kristus di jadikan Allah sebagai kurban yang sempurna
yang artinya bahwa mengenai hukum, keadilan dan kasih Allah telah di genapi oleh Yesus
Kristus. Jadi Yesus Kristus telah ditentukan Allah sebagai jalan pendamaian.
24 dan oleh kasih karunia telah dibenarkan dengan cuma-cuma karena penebusan
dalam Kristus Yesus.
25 Kristus Yesus telah ditentukan Allah menjadi jalan pendamaian karena iman,
dalam darah-Nya. Hal ini dibuat-Nya untuk menunjukkan keadilan-Nya, karena Ia
telah membiarkan dosa-dosa yang telah terjadi dahulu pada masa kesabaran-Nya.15
Jadi melalui kedua ayat di atas ini telah membuktikan kepada kita semua untuk tidak
ragu lagi dalam meyakini bahwa penebusan manusia dari dosa adalah kehendak Allah
sendiri. Inilah bentuk kasih Allah kepada manusia yaitu dengan mengutus Anak-Nya ke
dalam dunia ini untuk mati bagi manusia yang berdosa dan oleh penebusan darah-Nya, maka
semua orang memandang-Nya dengan iman bahwa dosa mereka telah ditebus.
15 Alkitab Dengan Kidung Jemaat, 2015 (Jakarta: Lemmbaga Alkitab Indonesia)
14
D. Penggenapan Penebusan
Bagi orang Kristen (orang yang percaya kepada Yesus Kristus), penggenapan
penebusan merupakan suatu pembelajaran yang sangat berarti dan mengenai penebusan ini
banyak hal yang perlu diperhatikan oleh orang Kristen dalam mengaplikasikan bentuk dari
penebusan yang sudah Allah lakukan melalui Yesus Kristus. Yesus Kristus pun mengajarkan
banyak hal atau teladan yang patut di ikuti oleh orang Kristen. Tentang hal kasih,
mengampuni, hidup damai dan masih banyak lagi.
Jadi dengan demikian, penulis melihat bahwa mengenai penebusan yang Allah telah
lakukan kepada umat manusia maka ada beberapa hal yang menjadi keharusan bagi orang
Kristen untuk lakukan di antaranya sebagai berikut:
a. Keharusan Pendamaian
Sesuai dengan pembahasan mengenai penebusan, maka sama artinya dengan hidup
dalam pendamaian. Ini menunjukan bahwa dalam penerapannya, orang Kristen di haruskan
hidup dalam pendamaian. Dan di sini juga kita sebagai umat manusia yang percaya kepada
Yesus Kristus di tuntut untuk mendapatkan suatu pemikiran berdasarkan tuntutan Allah.
Dalam pikiran manusia tentang peringatan untuk hidup dalam pendamaian tidak dapat
mengesampingkan karakterisasi lebih lanjut dari kasih Allah yang merupakan sumber dari
pengaliran perdamaian yang dari pada-Nya perdamaian itu terekspresikan juga merupakan
kasih yang berbeda dari Allah dari pada kasih yang lainnya. Jadi sebagai orang Kristen di
tuntut Allah untuk hidup dalam perdamaian tanpa memandang suku, ras dan lain sebagainya.
John Murray mengatakan:
Penggenapan penebusan berkenaan dengand apa yang seringkali disebut sebagai
pendamaian, dan tidak ada pembahasan pendamaian yang dapat di arahkan secara
tepat tanpa menelusuri sumbernya di dalam kebebasan dan kedaulatan kasih Allah.
Ayat Alkitab yang sangat terkenal menyatakan perspektif ini bagi kita: “Karena
begitu besar kasih Allah akan dunia ini, sehingga Ia telah mengaruniakan AnakNya
yang tunggal, supaya setiap orang yang peraya kepadaNya tidak binasa, melainkan
beroleh hidup yang kekal.” (Yoh 3:16). Di sini kita memperoleh pewahyuan Ilahi
yang ultimat dan dengan demikian mendapatkan pikrian manusia manusia yang
ultimat pula. Kita tidak dapat dan tidak berani melampaui hal itu.
Namun demikian, pikiran manusia manusia yang ultimat tidak mengesampingkan
karakterisasi lebih lanjut dari kasih Allah. Alkitab memberitahu kita bahwa kasih
Allah yang merupakan sumber mengalirnya pendamaian dan yang dapipadaNya
pendamaian itu terekspresikan, merupakan kasih yang berbeda daripada kasih yang
lainnya. Tidak ada orang yang mengagungkan kasih Allah lebih dari rasul Paulus
yang berkata bahwa, “Allah menunjukan kasihNya kepada kita, oleh karena Kristus
telah mati untuk kita, ketika kita masih berdosa.:” (Rm 5:8). “Sebab itu apa yang
akan kita katakan tentang semua itu? Jika Allah di pihak kita, siapakah yang akan
melawan kita? Ia, yang tidak menyayangkan AnakNya sendiri, tetapi yang
15
menyerahkanNya bagi kita semua, bagaimana mungkin Ia tidak mengaruniakan
segala sesuatu kepada kita bersama-sama dengan Dia?” (Rm. 8:31-32).16
Dengan demikian kita dapat melihat bahwa rasul Paulus adalah salah satu rasul yang
mau mengingatkan kepada kita bahwa Dengan kematian Kristus di atas kayu salib
memperdamaikan kita dengan Allah saat kita masih dalam dosa yang artinya jika kita masih
tinggal dalam dosa, itu berarti kita belum damai dengan Allah sendiri. Jadi rasul Paulus
sangat mengagungkan kasih Allah kepada umat manusia. Kita sebagai orang Kristen yang
sudah percaya kepada Kristus harus memiliki perasaan yang sama dengan Paulus dalam
mengagungkan kasih Allah kepada kita dan dengan penuh keyakinan kita harus meyakini
bahwa keti Allah sudah bersama dengan kita, maka tidak ada satupun yang dapat
menghalangi kita dalam memuliakan Allah. Jhon Murray mengatakan bahwa
Keharusan ini tidak melihat secara tepat aspek keAlahandari penggenapan Kristus.
Jika kita tetap memegang pandangan beratnya dosa dan keseriusan karena kesician
Allah yang harus dipenuhi oleh keselamatan dari dosa itu, maka doktrin keharusan
yang tak terelakan menjadikan pengertian tentang Kalvari lebih jelas bagi kita dan
menambahkan kekaguman kita akan Kalvari dan maskud kedaulatan kasih Allah
yang menggenapkan karya Kalvari itu. Semakin kita menekankan tuntutan keadilan
dan kesucian yang tidak dapat dibengkokkan, semakin kita takjub melihat kasih
Allah dan semua hal yang dilakukan-Nya.17
Jadi dengan demikian kita tidak perlu merasa takutan atas tuntutan yang Allah berikan
kepada kita, namun kita hanya perlu taat akan tuntutan yang Allah berikan.
b. Natur Pendamaian
Natur adalah suatu sifat, watak pembawaan yang dimiliki oleh setiap orang dan
penulis meyakini bahwa natur ini sudah diberikan Allah kepada setiap orang. Oleh karena itu
sangat bisa manusia memiliki natur pendamaian dan itu hanya bisa di dasarkan melalui
kesadaran dari setiap masing-masing orang. Jadi jika seseorang berkata bahwa dalam
kehidupannya ia tidak mampu hidup dalam pendamaian atau dengan kata lain tidak bisa hidp
dalam perdamaian, maka orang tersebut bukan tidak bisa namun dalam hidupnya ia harus di
pulihkan.
Dalam membicarkan natur pendamaian, ada baiknya untuk mencoba menemukan
beberapa kategori yang menyeluruh, dalam mana berbagai aspek pengajaran Alkitab
dapat dimasukkan kedalam kategori yang lebih luas. Kategori yang lebih spesifik
melalui mana Alkitab menyatakan karya pendamaian Kristus adalah pengorbanan,
propisiasi, rekonsilisiasi dan penebusan (redemsi). Tetapi, kita bisa dengan tepat
menanyakan apakah tidak ada beberapa rubric lain yang lebih inklusif, melalui mana
kita bisa mengerti kategori-kategori yang lebih spesifik ini. Ada satu rubric yang
16 John Murray, Penggenapan dan penerapan Penebusan,1999 (Surabaya: Momentum Christian
Litarature) 3.
17 Ibid.15
16
Alkitab berikan, yang melaluinya kita dapat mengerti kategori-kategori yang lebih
spesifik, yaitu ketaatan.
Alkitab memandang karya Kristus sebagai suatu ketaatan, dan memakai istilah
ketaatan, atau konsep yang menunjuk pada ketaatan dengan begitu seringnya,
dengan tujuan untuk menjamin kesimpulan bahwa ketaatan itu bersifat umum, dan
oleh karenanya bersifat cukup menyeluruh untuk bisa dipandang sebagai prinsip
penggalan dan pemersatu.18
Alkitab dengan jelas mengungkapkan bahwa hanya Kristus lah yang mampu hidup
dalam ketaan pada perinta Allah dan itu dibuktikan melalui karya-karya-Nya. Menurut
Pengajaran Dasar Gereja Bethel Indonesia. KematianNya sebagai bukti ketaatanNya kepada
misi Allah dalam menebus manusia yang berdosa.19 Ini yang menjadi kepercayaan orang
Kristen bahwa kematian Yesus Kristu telah membawa perdamaian antara manusia dengan
Allah dan dari ketaatan Kristus inilah yang menjadi teladan bagi semua umatNya untuk dapat
mengikuti teladan Kristus. Dasn sebagai bentuk ucapan syukurnya, maka umat Kristen
diharapkan untuk tetap taat pada perinta Allah. Kematian-Nya memenuhi semua tuntutan
Allah (hukuman Allah) bagi manusia yang berdosa.20 Ini juga merupakan bentuk ketaatan
Kristus dalam melaksanakan misi dari Allah sendiri.
Dalam bahasa teologis, tindakan Kristus di kayu salib yang mendamaikan umat
manusia dengan Allah –“membebaskan orang dari kesalahan-kesalahan yang mereka
lakukan” (Ibr. 9:15 – BIMK ) dan “ membimbing kalian kepada Allah” (1 Ptr. 3:18 –
BIMK) dengan menumpahkan darah-Nya- disebut penebusan (Ing: atonement).
Ingatlah, masalah Dosa adalah kematian: kematian di sekitar kita dalam kehidupan
pada saat ini dan kematian kekal dalam kehidupan yang akan datang.21
Sebenarnya di balik semua karya Allah tersebut ada satu kata penting yang menjadi
kuncinya “ketaatan” Tuhan Yesus Kristus kepada Bapa. Jadi disni yang membuat
Tuhan Yesus berhasil menyelesaikan tugas-Nya adalah ketaatan-Nya dan sikap
hormatnya secara pantas kepada Bapa.22
Jadi dengan demikian dapat kita pahami bahwa natur pendamaian ini bisa kita miliki
ketika kita hidup dalam teladan yang sudah di lakukan oleh Tuhan Yesus Kristus yaitu hidup
taat dalam melaksanakan semua rencana Allah dalam memulihkan atau menebus semua
orang tanpa terkecuali. Penulis menyadari bahwa dalam melakukan hidup taat dalam satu
perintah memang gampang-gampang sulit namun ketika kita mau melakukannya maka besar
kemungkinan semua akan berjalan dengan baik dan tentunya dengan secara tidak sadar kita
telah mengaktfkan natur pendamaian itu sendiri dalam kehidupan kita. Kita mampu
18 Ibid.16
19 Badan Pekerja Harian-Gereja Bethel Indonesia, Pengajaran Dasar Gereja Bethel Indonesia , 2012
(Jakarta: Departemen Theologi).50
20 Ibid.50
21 Ben Elliot, Tetap Teguh , 2015 (Bandung: Anggota Ikapi). 53
22 Erastus Sabdono, Corpus Delicti HukumKehidupan, 2016(Jakarta: Rehobot Ministri)110
17
memafkan orang lain dan menciptakan kedamaian bukan keributan, dengan demikian kita
akan semakin dipulihkan oleh Allah dan kehidupan kita akan menjadi berkat dan tentunya
kitapun akan mengalami berkat tersendiri yang akan Allah berikan.
E. Penerapan Penebusan
Dalam hal penebusan Allah telah menebus kita dari belenggu dosa yang ada pada
semua orang dan penebusan-Nya pun dilakukan melalui pengorbanan Putra-Nya yang
Tunggal yaitu Yesus Kristus di atas kayu salib, sehingga kutuk yang ada pada kita di
lepaskan dan mendamaikan kita dengan Allah. Oleh karena itu sebagai bentuk ucapan syukur
kita kepada Allah maka kita diwajibkan untuk menerpakan karya penebusan Allah. Adapun
penerapan penebusan yang akan penulis bahas sebagai berikut:
a. Iman dan Pertobatan
1. Iman
Iman adalah suatu kepercayaan yang sungguh-sungguh dari seseorang yang benar-
benar di yakini dalam hatinya terutama kepercayaannya kepada Allah. Iman juga merupakan
suatu komitmen.
W. R. F. Browning mengatakan:
Dalam PB definisi klasik mengenai iman terdapat dalam Ibr. 11:1, yang
menandaskan bahwa berdasarkan imannya orang percaya telah memegang segala
realiatas yang benar, sekalipun untuk sementara waktu belum terlihat. Realitas itu
adalah: pertama, seperti dalam PL, Allah adalah pencipta alama semesta (Ibr. 11:3),
dan yang kedua Allah adalah pemrakarsa perjanjian PL yang sekarang digenapi
dalam penyelamatan yang dibawa Yesus sebagai ‘yang membawa iman kita itu
kepada kesempurnaan’ (Ibr. 12:2). Jadi dalam PB objek iman itu adalah Allah yang
telah menyatakan diri dalam Yesus Kristus.23
J. Stephen Lang
Martin Luther mendefinisikan iman sebagai “keyakina yang hidup dan berani dalam
kasih karunia Allah”. Iman merupakan unsure penting dalam kehidupan yang baik
sehingga kita menyebut hubungan kita dengan Allah sebagai “iman”. Iman melebihi
keyakinan dan gagasan mental kita. Setidaknya, seperti kata Luther, iman itu “hidup
dan berani”. Lebih dari sekedar gagasan yang ada di pikiran, iman itu dari hati dan
kehendak.24
Dari kedua pendapat antara Browning dan Stephen Lang menagrahkan kita pada satu
pemahaman dimana mereka berdua mengatakan bahwa berbicara tentang iman
“kepercayaan” itu merupakan tindakan dari seorang manusia yang mau beriman kepada
23 W. R. F. Browning, Kamus Alkitab:A Dictionary Of The Bible,2013 (Jakarta: PT BPK Gunung
Mulia).150
24 J. Stephen Lang, Pedoman Lengkap Janji-janji Alkitab: Dorongan semangat dalam kehidupan
Sehari-hari Dari Firman Allah Yang Hidup, 2012 (Bandung: Anggota IKAPI).133
18
Yesus Kristus. Dikatakan bahwa objek iman itu merupakan bagian Allah yang dinyatakan
dalam Yesus Kristus dan dengan demikian sebagai manusia kita perlu meresponi iman itu.
John Murray mengatakan “Memang karena anugerah Allah seseorang bisa percaya, tetapi
iman adalah aktivitas dari pihak manusia dan hanya di pihak manusia saja. Di dalam iman
kita menerima dan bersandar hanya kepada Yesus Kristus, untuk mendapatkan penebusan
kita”.25
Allah telah menebus kita melalui kematian Yesus Kristus di atas kayu salib pada 2000
tahun lalu dan hal ini sangat di percayai oleh seluruh umat Kristen. Oleh karena itu manusia
hanya perlu meresponi akan kematian Yesus Kristus dengan beriman kepada-Nya. Iman
membutuhkan tindakan dari manusia dan tindakan yang benar ialah seperti yang dilakukan
oleh Abraham yang kita kenal sebagai bapa orang beriman. Abram dikatakan bapa orang
beriman karena ia memiliki iman yang sangat luar biasa sehingga ketika Abraham
diperintahkan oleh Allah untuk pergi ke suatu tempat yang belum pernah dilihatnya dan tidak
tau sama sekalih seperti apa bentik dari tempat tersbut, namun karena itu adalah perintah
Allah, Abram meresponi itu dengan baik tanpa ragu-ragu dan Abram langsung pergi.
Dari kisah Abraham, kita perlu mengambil maknanya bahwa iman itu merupakan
tindakan dari hati kita dan ketika kita meresponinya, maka kita telah menyadari bahwa karya
penebusan Kristus di atas kayu salib telah menebus kita dari dosa dan membebaskan kita dari
maut.
2. Pertobatan
Pertobatan adalah usaha sadar dari seseorang dari kehidupannya yang belum tau siapa
itu Yesus Kristus menjadi tau dan ini merupakan usaha dari pribadi seseorang dimana ia
dimampukan lewat karya Roh Kudus yanga adalah pribadi dari Trinitas. Pertobatan
merupakan orang yang dipanggil keluar dari gelap menuju terang.
John Murray dalam bukunya mengatakan:
Pertobatan pada hakekatnya meliputi peruhan hati, pikiran dan kehendak.
Perubahan ini secara prinsip berkaitan dengan empat hal: perubahan pikiran
berkenan dengan Allah, berkenan dengan diri kita sendiri, berkenan dengna dosa,
dan berkenan dengan kebenaran. Terlepas dari regenerasi berarti pikiran kita
tentang dengan Allah, diri sendiri, dosa dan kebenaran, telah sama sekalih
menyeleweng. Regenerasi mengubah hati dan pikiran kita secara radikal, sehingga
ada perubahan radikal di dalam pemikiran dan perasaan kita.26
Stephen Lang dalam bukunya mengatakan:
25 John Murray, Penggenapan dan penerapan Penebusan,1999 (Surabaya: Momentum Christian
Litarature).131
26 Ibid. 141
19
Istilah pertobatan sudah jarang di pakai lagi, digantikan dengan kata perubahan
yang lebih popular. Perubahan merupakan bagian dari pertobatan. Sebenarnya, ini
adalah bagian yang terlupakan. Gagasan kita tentang pertobatan tidak lengkap, kita
pikir pertobatan hanyalah sekedar berkata Allah dengan berlinang air mata,
“Ampunilah saya.” Ya, memang itu adalah langkah pertama. Langkah kedua lebih
penting dari air mata, ialah perubahan. Martin Luther mengatakannya demikian,
“tidak melakukannya lagi merupakan pertobatan yang sejati.” Dengan kata lain, jika
kita suka gossip, menipu, melakukan dosa seksual, mementingkan diri sendiri, maka
responnya kepada Allah ialah, “saya tidak akan melakukannya lagi.”27
Dari kedua paham di atas kita bisa menyimpulkan bahwa pertobatan merupakan usaha
seseorang keluar dari kegelapan (dosa suka gosip, menipu, melakukan dosa seksual,
mementingkan diri sendiri) dan menuju pada terang. Seseorang ketika ia menyadari akan
kesalahannya dan mau kembali pada jalan yang benar, maka tentunya ia akan benar-benar
menyesali setiap perbuatannya yang pernah menyakiti hati Allah dan kembali mengikiti
setiap apa yang diperintahkan oleh Allah padanya. Hal ini dapat kita katakan bahwa ia benar-
benar ingin bertobat. Ketika seseorang mengambil keputusan untuk bertobat (meninggalkan
setiap sikap buruknya), maka tentunya ia lebih memilih untuk hidup melayani Tuhan.
BPH GBI mengatakan:
Bertobat berarti keadaan dimana seorang berdosa menyesal karena dosa-dosanya
yang dinyatakan oleh Firman Allah dan gerakan Roh Kudus sehingga dengan
kehendaknya sendiri ia mengubah pikirannya dan hatinya lalu berbalik dari dosanya
dan berpaling pada Allah. Sebelumnya ia bertuhan-kan diri sendiri, kini ia
menjadikan Yesus Kristus sebagai Tuhan dalam hidupnya.
Dengan demikian pertobatan menyangkut 3 hal berikut:
1. Pertobatan menyangkut pikiran seseorang.
“Dan anak itu menjawab: ‘Aku tidak mau’ tetapi kemudian ia menyesal lalu
pergi juga” (Mat. 21:30). Perkataan ‘menyesal disini berarti mengubah pikiran.
2. Pertobatan menyangkut perasaan hati.
Rasul Paulus berkata: “Nah sekarang aku bersukacita, bukan karena kamu telah
berdukacita, melainkan karena dukacitamu membuat kamu bertobat (II Kir. 7:9).
Ini adalah dukacita didalam hati yang disebabkan oleh perbuatan yang
melanggar hukum Allah. Pertobatan sejati mengakibatkan sikap hati yang besar.
3. Pertobatan menyangkut kehendak seseorang.
Salah satu perkataan Ibarni untuk bertobat berarti (Ibr.:Syub atau Yun.:
Epistrope) Berbalik atau kembali.28
Jadi dari pemahaman-pemahaman di atas dapat kita simpulkan bahwa pertobatan
adalah menyesali semua dosa-dosa yang telah di lakukan dan dan mengakui semua dosa-
dosanya di hadapan Allah dan kemabli pada jalan yang di tentukan Allah. Pertobatan adalah
karunia Allah yang telah menarik kitta kepada pertobatan melalui tuntunan Roh Kudus yang
27 J. Stephen Lang, Pedoman Lengkap Janji-janji Alkitab:Dorongan semangat dalam kehidupan
Sehari-hari Dari Firman Allah Yang Hidup, 2012 (Bandung: Anggota IKAPI).408
28 Badan Pekerja Harian-Gereja Bethel Indonesia, Pengajaran Dasar Gereja Bethel Indonesia , 2012
(Jakarta: Departemen Theologi). 65
20
ada dalam orang tersebut. Oleh karena itu ketika kita sudah menyadari bahwa kita adalah
manusia berdosa dan kita hanya menyesali, namun tidak meninggalkan dosa tersebut maka
itu bukanlah pertobatan yang sunguh-sungguh. Dari hal ini orang Kristen perlu menyadari
bahwa penebusan hanya bisa dikerjakan oleh Kristus dan tidak ada orang lain yang mampu
melakukan hal tersebut. Oleh karena itu sebagai orang Kristen kita harus meresponi
penebusan dengan iman kepada Yesus Kristus agar kehidupan kita terus diperbaharui dan
selalu dekat dengan Allah.
21
BAB III
PENUTUP
Kesimpulan
Penebusan merupakan salah satu pengajaran yang sangat penting untuk di pelajari dalam
praktik hidup. Karena penebusan adalah suatu karya Allah yang begitu hebat dan luar biasa
bagi kehidupan manusia. Tanpa penebusan, hidup manusia menajadi sia-sia dan tidak ada
artinya.
Manusia akan terus hidup dalam utang hukum Allah dan kebenaran-Nya tanpa adanya
penebusan maka hubungan manusia dengan Allah akan terus terputus (terpisah) selamanya.
Tetapi Allah mau menunjukan kasih-Nya dengan tidak menghendaki manusia ciptaan-Nya
terspisah selama-lamanya dengan-Nya. Dari bentuk kasih-Nya lah Allah menginginkan agar
hubungan manusia dengan-Nya dipulihkan, hutang dilunasi dan manusia dibebaskan dari
tuntutan hukum dan mengembalikan manusia pada citranya, pada kebenaran.
Oleh karena itu Allah mengutus Putra-Nya yang Tunggal yaitu Yesus Kristus sebagai kurban
yang sempurna untuk memulihkan hubungan manusia dengan Allah.
22
DAFTAR PUSTAKA
Alkitab Dengan Kidung Jemaat, 2015 (Jakarta: Lemmbaga Alkitab Indonesia)
Badan Pekerja Harian-Gereja Bethel Indonesia, Pengajaran Dasar Gereja Bethel Indonesia ,
2012 (Jakarta: Departemen Theologi). 65
Browning W. R. F, Kamus Alkitab: A Dictionary Of The Bible, 2013 (Jakarta: PT BPK
Gunung Mulia).150
Brill J. Wesley, Dasar Yang Teguh, 2017 (Bandung: Kalam Hidup) 113.
Elliot Ben, Tetap Teguh , 2015 (Bandung: Anggota Ikapi). 53
Kamus Besar Bahasa Indonesia (Tim Prima Pena)
Ladd George Eldon, Teologi Perjanjian Baru jilid I dan II, 2017(Bandung: Anggota IKAPI)
.210
Lang J. Stephen, Pedoman Lengkap Janji-janji Alkitab: Dorongan semangat dalam
kehidupan Sehari-hari Dari Firman Allah Yang Hidup, 2012 (Bandung: Anggota
IKAPI).408
Murray John, Penggenapan dan penerapan Penebusan,1999 (Surabaya: Momentum
Christian Litarature).131
Kamus Besar Bahasa Indonesia (Tim Prima Pena)
Sabda (OLB versi indonesia)
Sabdono Erastus, Apakah Keselamatan Bisa Hilang?, 2016 (Jakarta: Rehobot Ministry) 2
Sabdono Erastus, Kutuk, 2017 (Jakarta: Rehobot Literature) 32.
Sabdono Erastus, Corpus Delicti Hukum Kehidupan, 2016(Jakarta: Rehobot Ministri)110

More Related Content

What's hot

Dasar-Dasar Iman Kristen
Dasar-Dasar Iman KristenDasar-Dasar Iman Kristen
Dasar-Dasar Iman KristenSABDA
 
Bedah Surat Filipi
Bedah Surat FilipiBedah Surat Filipi
Bedah Surat FilipiSABDA
 
Bedah Kitab Yakobus
Bedah Kitab YakobusBedah Kitab Yakobus
Bedah Kitab YakobusSABDA
 
Makalah Mata Kuliah Pendidikan Agama Kristen Protestan
Makalah Mata Kuliah Pendidikan Agama Kristen ProtestanMakalah Mata Kuliah Pendidikan Agama Kristen Protestan
Makalah Mata Kuliah Pendidikan Agama Kristen ProtestanReynes E. Tekay
 
Pengakuan IMAN RASULI dan LATAR BELAKANG PEMAHAMAN
Pengakuan IMAN RASULI dan LATAR BELAKANG PEMAHAMANPengakuan IMAN RASULI dan LATAR BELAKANG PEMAHAMAN
Pengakuan IMAN RASULI dan LATAR BELAKANG PEMAHAMANBowoTrahutomo1
 
Mengenal kitab suci
Mengenal kitab suciMengenal kitab suci
Mengenal kitab suciakira6384
 
Antropologi perspektif iman kristen
Antropologi  perspektif iman kristen Antropologi  perspektif iman kristen
Antropologi perspektif iman kristen Daniel Saroengoe
 
PPT agama Kristen.pptx
PPT agama Kristen.pptxPPT agama Kristen.pptx
PPT agama Kristen.pptxHanselValent1
 
Aliran aliran hermeneutika
Aliran aliran hermeneutikaAliran aliran hermeneutika
Aliran aliran hermeneutikasonny sitanggang
 
Kelompok V Teologi Ibrani. Agustinus Marolo, Chandra Umbu Retang, Lazarus Fek.
Kelompok V Teologi Ibrani. Agustinus Marolo, Chandra Umbu Retang, Lazarus Fek.Kelompok V Teologi Ibrani. Agustinus Marolo, Chandra Umbu Retang, Lazarus Fek.
Kelompok V Teologi Ibrani. Agustinus Marolo, Chandra Umbu Retang, Lazarus Fek.lazarusfek
 
Makalah Pekerjaan dan karunia Roh kudus
Makalah Pekerjaan dan karunia Roh kudusMakalah Pekerjaan dan karunia Roh kudus
Makalah Pekerjaan dan karunia Roh kudusHarapanHia
 
Intisari pl 1 ringkasan (FULL EDITION) nrhs
Intisari pl 1 ringkasan (FULL EDITION) nrhsIntisari pl 1 ringkasan (FULL EDITION) nrhs
Intisari pl 1 ringkasan (FULL EDITION) nrhsNada Ridhoi Silitonga
 
Paper Kasih Karunia (Anugerah) Allah
Paper Kasih Karunia (Anugerah) AllahPaper Kasih Karunia (Anugerah) Allah
Paper Kasih Karunia (Anugerah) AllahALDOMARADONA
 
Makalah ibadah yang benar dan sejati
Makalah ibadah yang benar dan sejatiMakalah ibadah yang benar dan sejati
Makalah ibadah yang benar dan sejatisangkimarden
 

What's hot (20)

Dasar-Dasar Iman Kristen
Dasar-Dasar Iman KristenDasar-Dasar Iman Kristen
Dasar-Dasar Iman Kristen
 
Bedah Surat Filipi
Bedah Surat FilipiBedah Surat Filipi
Bedah Surat Filipi
 
Bedah Kitab Yakobus
Bedah Kitab YakobusBedah Kitab Yakobus
Bedah Kitab Yakobus
 
Kepemimpinan kristen
Kepemimpinan kristenKepemimpinan kristen
Kepemimpinan kristen
 
Makalah Mata Kuliah Pendidikan Agama Kristen Protestan
Makalah Mata Kuliah Pendidikan Agama Kristen ProtestanMakalah Mata Kuliah Pendidikan Agama Kristen Protestan
Makalah Mata Kuliah Pendidikan Agama Kristen Protestan
 
Makalah Roh Kudus
Makalah Roh KudusMakalah Roh Kudus
Makalah Roh Kudus
 
Pengakuan IMAN RASULI dan LATAR BELAKANG PEMAHAMAN
Pengakuan IMAN RASULI dan LATAR BELAKANG PEMAHAMANPengakuan IMAN RASULI dan LATAR BELAKANG PEMAHAMAN
Pengakuan IMAN RASULI dan LATAR BELAKANG PEMAHAMAN
 
Mengenal kitab suci
Mengenal kitab suciMengenal kitab suci
Mengenal kitab suci
 
Antropologi perspektif iman kristen
Antropologi  perspektif iman kristen Antropologi  perspektif iman kristen
Antropologi perspektif iman kristen
 
KRISTOLOGI
KRISTOLOGIKRISTOLOGI
KRISTOLOGI
 
PTT indahnya mengampuni
PTT indahnya mengampuniPTT indahnya mengampuni
PTT indahnya mengampuni
 
PPT agama Kristen.pptx
PPT agama Kristen.pptxPPT agama Kristen.pptx
PPT agama Kristen.pptx
 
Aliran aliran hermeneutika
Aliran aliran hermeneutikaAliran aliran hermeneutika
Aliran aliran hermeneutika
 
Kelompok V Teologi Ibrani. Agustinus Marolo, Chandra Umbu Retang, Lazarus Fek.
Kelompok V Teologi Ibrani. Agustinus Marolo, Chandra Umbu Retang, Lazarus Fek.Kelompok V Teologi Ibrani. Agustinus Marolo, Chandra Umbu Retang, Lazarus Fek.
Kelompok V Teologi Ibrani. Agustinus Marolo, Chandra Umbu Retang, Lazarus Fek.
 
Roh kudus
Roh kudus Roh kudus
Roh kudus
 
Pengantar injil sinoptik
Pengantar injil sinoptikPengantar injil sinoptik
Pengantar injil sinoptik
 
Makalah Pekerjaan dan karunia Roh kudus
Makalah Pekerjaan dan karunia Roh kudusMakalah Pekerjaan dan karunia Roh kudus
Makalah Pekerjaan dan karunia Roh kudus
 
Intisari pl 1 ringkasan (FULL EDITION) nrhs
Intisari pl 1 ringkasan (FULL EDITION) nrhsIntisari pl 1 ringkasan (FULL EDITION) nrhs
Intisari pl 1 ringkasan (FULL EDITION) nrhs
 
Paper Kasih Karunia (Anugerah) Allah
Paper Kasih Karunia (Anugerah) AllahPaper Kasih Karunia (Anugerah) Allah
Paper Kasih Karunia (Anugerah) Allah
 
Makalah ibadah yang benar dan sejati
Makalah ibadah yang benar dan sejatiMakalah ibadah yang benar dan sejati
Makalah ibadah yang benar dan sejati
 

Similar to KARYA PENEBUSAN ALLAH

Paper Kasih Karunia Aprianto
Paper Kasih Karunia ApriantoPaper Kasih Karunia Aprianto
Paper Kasih Karunia ApriantoApriantoJLesaApri
 
Makalah pak rudy
Makalah pak rudyMakalah pak rudy
Makalah pak rudytitasamisai
 
Makalah pak rudy( sudah selesei)
Makalah pak rudy( sudah selesei)Makalah pak rudy( sudah selesei)
Makalah pak rudy( sudah selesei)DavidLudji
 
KRISTUS DAN PEKERJAAN-NYA
KRISTUS DAN PEKERJAAN-NYAKRISTUS DAN PEKERJAAN-NYA
KRISTUS DAN PEKERJAAN-NYAbarnababasbilly
 
Papaer pak rudy Teologi PB II
Papaer pak rudy Teologi PB IIPapaer pak rudy Teologi PB II
Papaer pak rudy Teologi PB IIRyanSepryadiryan
 
Makalah Perdamain Menurut Rasul Paulus
Makalah Perdamain Menurut Rasul PaulusMakalah Perdamain Menurut Rasul Paulus
Makalah Perdamain Menurut Rasul PaulusMelkiasAdu
 
Kotba dogmatika (ecshal)
Kotba dogmatika (ecshal)Kotba dogmatika (ecshal)
Kotba dogmatika (ecshal)eksellay
 
Paper Roh Kudus Dan Pertobatan
Paper Roh Kudus Dan PertobatanPaper Roh Kudus Dan Pertobatan
Paper Roh Kudus Dan PertobatanJeremmyJayy
 
Yermi letik pptx 3 tafsiran
Yermi letik pptx 3 tafsiranYermi letik pptx 3 tafsiran
Yermi letik pptx 3 tafsiranyermiletik
 
Peran roh kudus dalam gereja mengenai pertobatan dan pertumbuhan iman
Peran roh kudus dalam gereja mengenai pertobatan dan pertumbuhan imanPeran roh kudus dalam gereja mengenai pertobatan dan pertumbuhan iman
Peran roh kudus dalam gereja mengenai pertobatan dan pertumbuhan imanYogesMahendra
 
Makalah Peran Roh Kudus
Makalah   Peran Roh KudusMakalah   Peran Roh Kudus
Makalah Peran Roh Kudussalmonkabak
 
Pandangan Surat Dogmatis Tentang Allah
Pandangan Surat Dogmatis Tentang AllahPandangan Surat Dogmatis Tentang Allah
Pandangan Surat Dogmatis Tentang Allahsalmonkabak
 
Peran roh kudus dalam gereja (paper)
Peran roh kudus dalam gereja (paper)Peran roh kudus dalam gereja (paper)
Peran roh kudus dalam gereja (paper)NdreeLee
 
Makalah dogmatika iv
Makalah dogmatika ivMakalah dogmatika iv
Makalah dogmatika ivyerywadu
 
Multiply april for view
Multiply april for viewMultiply april for view
Multiply april for viewaudhie senas
 
Yermi letik Kritis
Yermi letik KritisYermi letik Kritis
Yermi letik Kritisyermiletik
 
Paper dogmatika 3 (manusia bebas dari dosa) sm 4
Paper dogmatika 3 (manusia bebas dari dosa) sm 4Paper dogmatika 3 (manusia bebas dari dosa) sm 4
Paper dogmatika 3 (manusia bebas dari dosa) sm 4yogasabloit
 

Similar to KARYA PENEBUSAN ALLAH (20)

Paper
PaperPaper
Paper
 
Paper Kasih Karunia Aprianto
Paper Kasih Karunia ApriantoPaper Kasih Karunia Aprianto
Paper Kasih Karunia Aprianto
 
Makalah pak rudy
Makalah pak rudyMakalah pak rudy
Makalah pak rudy
 
Makalah pak rudy( sudah selesei)
Makalah pak rudy( sudah selesei)Makalah pak rudy( sudah selesei)
Makalah pak rudy( sudah selesei)
 
KRISTUS DAN PEKERJAAN-NYA
KRISTUS DAN PEKERJAAN-NYAKRISTUS DAN PEKERJAAN-NYA
KRISTUS DAN PEKERJAAN-NYA
 
Papaer pak rudy Teologi PB II
Papaer pak rudy Teologi PB IIPapaer pak rudy Teologi PB II
Papaer pak rudy Teologi PB II
 
Makalah Perdamain Menurut Rasul Paulus
Makalah Perdamain Menurut Rasul PaulusMakalah Perdamain Menurut Rasul Paulus
Makalah Perdamain Menurut Rasul Paulus
 
Kotba dogmatika (ecshal)
Kotba dogmatika (ecshal)Kotba dogmatika (ecshal)
Kotba dogmatika (ecshal)
 
Paper Roh Kudus Dan Pertobatan
Paper Roh Kudus Dan PertobatanPaper Roh Kudus Dan Pertobatan
Paper Roh Kudus Dan Pertobatan
 
Yermi letik pptx 3 tafsiran
Yermi letik pptx 3 tafsiranYermi letik pptx 3 tafsiran
Yermi letik pptx 3 tafsiran
 
Peran roh kudus dalam gereja mengenai pertobatan dan pertumbuhan iman
Peran roh kudus dalam gereja mengenai pertobatan dan pertumbuhan imanPeran roh kudus dalam gereja mengenai pertobatan dan pertumbuhan iman
Peran roh kudus dalam gereja mengenai pertobatan dan pertumbuhan iman
 
Makalah Peran Roh Kudus
Makalah   Peran Roh KudusMakalah   Peran Roh Kudus
Makalah Peran Roh Kudus
 
Pandangan Surat Dogmatis Tentang Allah
Pandangan Surat Dogmatis Tentang AllahPandangan Surat Dogmatis Tentang Allah
Pandangan Surat Dogmatis Tentang Allah
 
Peran roh kudus dalam gereja (paper)
Peran roh kudus dalam gereja (paper)Peran roh kudus dalam gereja (paper)
Peran roh kudus dalam gereja (paper)
 
Makalah dogmatika iv
Makalah dogmatika ivMakalah dogmatika iv
Makalah dogmatika iv
 
Multiply april for view
Multiply april for viewMultiply april for view
Multiply april for view
 
Makalah Tentang Roh Kudus
Makalah Tentang Roh KudusMakalah Tentang Roh Kudus
Makalah Tentang Roh Kudus
 
Hidup benar
Hidup benarHidup benar
Hidup benar
 
Yermi letik Kritis
Yermi letik KritisYermi letik Kritis
Yermi letik Kritis
 
Paper dogmatika 3 (manusia bebas dari dosa) sm 4
Paper dogmatika 3 (manusia bebas dari dosa) sm 4Paper dogmatika 3 (manusia bebas dari dosa) sm 4
Paper dogmatika 3 (manusia bebas dari dosa) sm 4
 

Recently uploaded

“Mohon Maaf Lahir & Batin” ... Minal Aidin Wal Faizin
“Mohon Maaf Lahir & Batin” ... Minal Aidin Wal  Faizin“Mohon Maaf Lahir & Batin” ... Minal Aidin Wal  Faizin
“Mohon Maaf Lahir & Batin” ... Minal Aidin Wal FaizinKanaidi ken
 
POKOK BAHASAN DEMOKRASI MATAKULIA PKN - DJOKO AW
POKOK BAHASAN DEMOKRASI MATAKULIA PKN - DJOKO AWPOKOK BAHASAN DEMOKRASI MATAKULIA PKN - DJOKO AW
POKOK BAHASAN DEMOKRASI MATAKULIA PKN - DJOKO AWKafe Buku Pak Aw
 
Penyusunan Paragraf Primakara Informatika IFPagi3
Penyusunan Paragraf Primakara Informatika IFPagi3Penyusunan Paragraf Primakara Informatika IFPagi3
Penyusunan Paragraf Primakara Informatika IFPagi3SatriaPamungkas18
 
Adab bjjkkkkkkk gggggggghhhhywq dede dulu ya itu yg kamu
Adab bjjkkkkkkk gggggggghhhhywq dede dulu ya itu yg kamuAdab bjjkkkkkkk gggggggghhhhywq dede dulu ya itu yg kamu
Adab bjjkkkkkkk gggggggghhhhywq dede dulu ya itu yg kamuKarticha
 
Elemen Jurnalistik Ilmu Komunikasii.pptx
Elemen Jurnalistik Ilmu Komunikasii.pptxElemen Jurnalistik Ilmu Komunikasii.pptx
Elemen Jurnalistik Ilmu Komunikasii.pptxGyaCahyaPratiwi
 
MATERI PEMBELAJARAN SENI BUDAYA.KELOMPOK 5.pptx
MATERI PEMBELAJARAN SENI BUDAYA.KELOMPOK 5.pptxMATERI PEMBELAJARAN SENI BUDAYA.KELOMPOK 5.pptx
MATERI PEMBELAJARAN SENI BUDAYA.KELOMPOK 5.pptxwulandaritirsa
 
Aminullah Assagaf_Regresi Lengkap 21_11 April 2024.pdf
Aminullah Assagaf_Regresi Lengkap 21_11 April 2024.pdfAminullah Assagaf_Regresi Lengkap 21_11 April 2024.pdf
Aminullah Assagaf_Regresi Lengkap 21_11 April 2024.pdfAminullah Assagaf
 
Perbedaan CARA PANDANG _Training "Effective MARKETING and PERSONAL SELLING".
Perbedaan CARA PANDANG _Training "Effective MARKETING and PERSONAL SELLING".Perbedaan CARA PANDANG _Training "Effective MARKETING and PERSONAL SELLING".
Perbedaan CARA PANDANG _Training "Effective MARKETING and PERSONAL SELLING".Kanaidi ken
 
Silabus Pelatihan _Peranan dan Implementasi "Dual Banking Leverage Model (DBL...
Silabus Pelatihan _Peranan dan Implementasi "Dual Banking Leverage Model (DBL...Silabus Pelatihan _Peranan dan Implementasi "Dual Banking Leverage Model (DBL...
Silabus Pelatihan _Peranan dan Implementasi "Dual Banking Leverage Model (DBL...Kanaidi ken
 
AKSI NYATA MODUL 1.3 VISI GURU PENGGERAK.pdf
AKSI NYATA MODUL 1.3 VISI GURU PENGGERAK.pdfAKSI NYATA MODUL 1.3 VISI GURU PENGGERAK.pdf
AKSI NYATA MODUL 1.3 VISI GURU PENGGERAK.pdfHeriyantoHeriyanto44
 
Materi B.indo (Penyusunan Paragraf).pptx
Materi B.indo (Penyusunan Paragraf).pptxMateri B.indo (Penyusunan Paragraf).pptx
Materi B.indo (Penyusunan Paragraf).pptxafkarzidan98
 
UNSUR - UNSUR, LUAS, KELILING LINGKARAN.pptx
UNSUR - UNSUR, LUAS, KELILING LINGKARAN.pptxUNSUR - UNSUR, LUAS, KELILING LINGKARAN.pptx
UNSUR - UNSUR, LUAS, KELILING LINGKARAN.pptxFranxisca Kurniawati
 
(NEW) Template Presentasi UGM yang terbaru
(NEW) Template Presentasi UGM yang terbaru(NEW) Template Presentasi UGM yang terbaru
(NEW) Template Presentasi UGM yang terbaruSilvanaAyu
 
Gandum & Lalang (Matius......13_24-30).pptx
Gandum & Lalang (Matius......13_24-30).pptxGandum & Lalang (Matius......13_24-30).pptx
Gandum & Lalang (Matius......13_24-30).pptxHansTobing
 
02.17. Menentukan Temperatre Wind-Chill Menggunakan Bahasa Pemrograman C++
02.17. Menentukan Temperatre Wind-Chill Menggunakan Bahasa Pemrograman C++02.17. Menentukan Temperatre Wind-Chill Menggunakan Bahasa Pemrograman C++
02.17. Menentukan Temperatre Wind-Chill Menggunakan Bahasa Pemrograman C++BayuYudhaSaputra
 
bahasa-indonesia-penyusunan-paragraf.pptx
bahasa-indonesia-penyusunan-paragraf.pptxbahasa-indonesia-penyusunan-paragraf.pptx
bahasa-indonesia-penyusunan-paragraf.pptxvincentptk17
 
Perbaikan ekonomi zaman Habibie (Offering A - 4-6) Pertemuan - 10.pdf
Perbaikan ekonomi zaman Habibie (Offering A - 4-6) Pertemuan - 10.pdfPerbaikan ekonomi zaman Habibie (Offering A - 4-6) Pertemuan - 10.pdf
Perbaikan ekonomi zaman Habibie (Offering A - 4-6) Pertemuan - 10.pdfAgungNugroho932694
 
Jaringan VOIP Ringkasan PTT Pertemuan Ke-1.pdf
Jaringan VOIP Ringkasan PTT Pertemuan Ke-1.pdfJaringan VOIP Ringkasan PTT Pertemuan Ke-1.pdf
Jaringan VOIP Ringkasan PTT Pertemuan Ke-1.pdfHendroGunawan8
 
Materi Kuliah Ramadhan WARISAN SYAWAL 1444.pptx
Materi Kuliah Ramadhan WARISAN SYAWAL 1444.pptxMateri Kuliah Ramadhan WARISAN SYAWAL 1444.pptx
Materi Kuliah Ramadhan WARISAN SYAWAL 1444.pptxc9fhbm7gzj
 
The Wolf, The Buffalo and The Shepherd ~ A Kids' Story with Life Lessons (En...
The Wolf, The Buffalo and The Shepherd ~ A Kids' Story  with Life Lessons (En...The Wolf, The Buffalo and The Shepherd ~ A Kids' Story  with Life Lessons (En...
The Wolf, The Buffalo and The Shepherd ~ A Kids' Story with Life Lessons (En...OH TEIK BIN
 

Recently uploaded (20)

“Mohon Maaf Lahir & Batin” ... Minal Aidin Wal Faizin
“Mohon Maaf Lahir & Batin” ... Minal Aidin Wal  Faizin“Mohon Maaf Lahir & Batin” ... Minal Aidin Wal  Faizin
“Mohon Maaf Lahir & Batin” ... Minal Aidin Wal Faizin
 
POKOK BAHASAN DEMOKRASI MATAKULIA PKN - DJOKO AW
POKOK BAHASAN DEMOKRASI MATAKULIA PKN - DJOKO AWPOKOK BAHASAN DEMOKRASI MATAKULIA PKN - DJOKO AW
POKOK BAHASAN DEMOKRASI MATAKULIA PKN - DJOKO AW
 
Penyusunan Paragraf Primakara Informatika IFPagi3
Penyusunan Paragraf Primakara Informatika IFPagi3Penyusunan Paragraf Primakara Informatika IFPagi3
Penyusunan Paragraf Primakara Informatika IFPagi3
 
Adab bjjkkkkkkk gggggggghhhhywq dede dulu ya itu yg kamu
Adab bjjkkkkkkk gggggggghhhhywq dede dulu ya itu yg kamuAdab bjjkkkkkkk gggggggghhhhywq dede dulu ya itu yg kamu
Adab bjjkkkkkkk gggggggghhhhywq dede dulu ya itu yg kamu
 
Elemen Jurnalistik Ilmu Komunikasii.pptx
Elemen Jurnalistik Ilmu Komunikasii.pptxElemen Jurnalistik Ilmu Komunikasii.pptx
Elemen Jurnalistik Ilmu Komunikasii.pptx
 
MATERI PEMBELAJARAN SENI BUDAYA.KELOMPOK 5.pptx
MATERI PEMBELAJARAN SENI BUDAYA.KELOMPOK 5.pptxMATERI PEMBELAJARAN SENI BUDAYA.KELOMPOK 5.pptx
MATERI PEMBELAJARAN SENI BUDAYA.KELOMPOK 5.pptx
 
Aminullah Assagaf_Regresi Lengkap 21_11 April 2024.pdf
Aminullah Assagaf_Regresi Lengkap 21_11 April 2024.pdfAminullah Assagaf_Regresi Lengkap 21_11 April 2024.pdf
Aminullah Assagaf_Regresi Lengkap 21_11 April 2024.pdf
 
Perbedaan CARA PANDANG _Training "Effective MARKETING and PERSONAL SELLING".
Perbedaan CARA PANDANG _Training "Effective MARKETING and PERSONAL SELLING".Perbedaan CARA PANDANG _Training "Effective MARKETING and PERSONAL SELLING".
Perbedaan CARA PANDANG _Training "Effective MARKETING and PERSONAL SELLING".
 
Silabus Pelatihan _Peranan dan Implementasi "Dual Banking Leverage Model (DBL...
Silabus Pelatihan _Peranan dan Implementasi "Dual Banking Leverage Model (DBL...Silabus Pelatihan _Peranan dan Implementasi "Dual Banking Leverage Model (DBL...
Silabus Pelatihan _Peranan dan Implementasi "Dual Banking Leverage Model (DBL...
 
AKSI NYATA MODUL 1.3 VISI GURU PENGGERAK.pdf
AKSI NYATA MODUL 1.3 VISI GURU PENGGERAK.pdfAKSI NYATA MODUL 1.3 VISI GURU PENGGERAK.pdf
AKSI NYATA MODUL 1.3 VISI GURU PENGGERAK.pdf
 
Materi B.indo (Penyusunan Paragraf).pptx
Materi B.indo (Penyusunan Paragraf).pptxMateri B.indo (Penyusunan Paragraf).pptx
Materi B.indo (Penyusunan Paragraf).pptx
 
UNSUR - UNSUR, LUAS, KELILING LINGKARAN.pptx
UNSUR - UNSUR, LUAS, KELILING LINGKARAN.pptxUNSUR - UNSUR, LUAS, KELILING LINGKARAN.pptx
UNSUR - UNSUR, LUAS, KELILING LINGKARAN.pptx
 
(NEW) Template Presentasi UGM yang terbaru
(NEW) Template Presentasi UGM yang terbaru(NEW) Template Presentasi UGM yang terbaru
(NEW) Template Presentasi UGM yang terbaru
 
Gandum & Lalang (Matius......13_24-30).pptx
Gandum & Lalang (Matius......13_24-30).pptxGandum & Lalang (Matius......13_24-30).pptx
Gandum & Lalang (Matius......13_24-30).pptx
 
02.17. Menentukan Temperatre Wind-Chill Menggunakan Bahasa Pemrograman C++
02.17. Menentukan Temperatre Wind-Chill Menggunakan Bahasa Pemrograman C++02.17. Menentukan Temperatre Wind-Chill Menggunakan Bahasa Pemrograman C++
02.17. Menentukan Temperatre Wind-Chill Menggunakan Bahasa Pemrograman C++
 
bahasa-indonesia-penyusunan-paragraf.pptx
bahasa-indonesia-penyusunan-paragraf.pptxbahasa-indonesia-penyusunan-paragraf.pptx
bahasa-indonesia-penyusunan-paragraf.pptx
 
Perbaikan ekonomi zaman Habibie (Offering A - 4-6) Pertemuan - 10.pdf
Perbaikan ekonomi zaman Habibie (Offering A - 4-6) Pertemuan - 10.pdfPerbaikan ekonomi zaman Habibie (Offering A - 4-6) Pertemuan - 10.pdf
Perbaikan ekonomi zaman Habibie (Offering A - 4-6) Pertemuan - 10.pdf
 
Jaringan VOIP Ringkasan PTT Pertemuan Ke-1.pdf
Jaringan VOIP Ringkasan PTT Pertemuan Ke-1.pdfJaringan VOIP Ringkasan PTT Pertemuan Ke-1.pdf
Jaringan VOIP Ringkasan PTT Pertemuan Ke-1.pdf
 
Materi Kuliah Ramadhan WARISAN SYAWAL 1444.pptx
Materi Kuliah Ramadhan WARISAN SYAWAL 1444.pptxMateri Kuliah Ramadhan WARISAN SYAWAL 1444.pptx
Materi Kuliah Ramadhan WARISAN SYAWAL 1444.pptx
 
The Wolf, The Buffalo and The Shepherd ~ A Kids' Story with Life Lessons (En...
The Wolf, The Buffalo and The Shepherd ~ A Kids' Story  with Life Lessons (En...The Wolf, The Buffalo and The Shepherd ~ A Kids' Story  with Life Lessons (En...
The Wolf, The Buffalo and The Shepherd ~ A Kids' Story with Life Lessons (En...
 

KARYA PENEBUSAN ALLAH

  • 1. 1 MAKALAH KARYA PENEBUSAN ALLAH KEPADA MANUSIA MELALUI YESUS KRISTUS Disusun Untuk Memenuhi Persyaratan Dalam Mata Kuliah Teologi Perjanjian Baru II Di Susun Oleh Patrisius Banu NIM : 20178615 SEKOLAH TINGGI TEOLOGI MAWAR SARON April, 2020
  • 2. 2 KATA PENGANTAR Penulis mengucap syukur kepada Tuhan Yesus Kristus yang telah menuntun penulis dapat menyelesaikan makalah yang berjudul “KARYA PENEBUSAN ALLAH KEPADA MANUSIA MELALUI YESUS KRISTUS” yang di tugaskan oleh dosen atas nama Bapak Rudi Roberto Walean, M.Th, dengan nama mata kuliah Teologi Perjanjian Baru II dapat berjalan dengan baik. Dan penulis dapat menyelesaikan tugas ini dengan tepat waktu. Penulis menyadari bahwa dalam penulisan makalah ini masih jauh dari kurang, sehingga penulis dapat meminta saran atau masukan dari bapak dosen pembimbing untuk menuntun penulis agar lebih mengembangkan tugas makalah dalam mata kuliah yang lain. Akhir kata penulis hanya bisa mengatakan semoga makalah ini bisa menjadi bermanfaat bagi kita semua dalam memahami makna penebusan yang dikerjakan Allah melalui Kristus dan dapat mengaplikasikannya sebagai ebntuk ucapan syukur atas pengorbanan-Nya di atas kayu salib.
  • 3. 3 DAFTAR ISI HALAMAN Kata Pengantar …………………………………………………………………..... Daftar Isi …………………………………………………………………………… Bab I : Pendahuluan ……………………………………………………….…….. 2 1.1 Latar Belakang ………………………………………………………………… 1.2 Rumusan Masalah …………………………………………………………..... 1.3 Tujuan Penulisan ……………………………………………………………… BAB II :PEMBAHASAN ………………………………………………………… a. Pengertian Penebusan ……………………………………………………… 4 b. Pentingnya Penebusan …………………………………………………....... 5 c. Cara Penebusan Allah Kepada Manusia Melalui ………………………….. a. Yesus Kristus ………………………………………………………….. d. Penggenapan Penebusan …………………………………………………… 12 a. Hidup Damai ………………………………………………………...... b. Saling Mengasihi ……………………………………………………… e. Penerapan Penebusan ……………………………………………………… 16 a. Iman dan Pertobatan …………………………………………………… BAB III : PENUTUP ……………………………………………………………. Kesimpulan ………………………………………………………………………… 19 DAFTAR PUSTAKA …………………………………………………………….. 20
  • 4. 4 BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Penebusan merupakan pokok pembelajaran yang sangat penting untuk dipeelajari oleh orang Kristen, dimana dalam memahami penebusan kita dapat menyadari bahwa penebusan yang dilakukan Kristus di atas kayu salib pada 2000 tahun lalu merupakan suatu peristiwa yang sangat besar. Kematian Yesus Kristus merupakan karya-Nya dalam menebus semua orang berdosa dari tuntutan hukum dan karya Allah. Karya penebusan yang dikerjakan Allah melalui Kristus merupakan penyucian dari setiap dosa yang dilakukan manusia, sejak semula yang dilakukan oleh Adam dan Hawa bahkan samapi sekarang. Allah adalah Kudus, oleh karena itu manusia pun di tuntut harus kudus ketika datang kepada Allah. Hal inilah yang membuat manusia memerlukan penebusan melalui satu korban sempurna yaitu Yesus Kristus. Jadi ketika Kristus menebus kita manusia yang sudah berdosa sadar untuk menghargai karaya penebusan yang Yesus lakukan. Dari hal ini orang Kristen perlu menyadari bahwa penebusan hanya bisa dikerjakan oleh Kristus dan tidak ada orang lain yang mampu melakukan hal tersebut. Oleh karena itu sebagai orang Kristen kita harus meresponi penebusan dengan iman kepada Yesus Kristus agar kehidupan kita terus diperbaharui dan selalu dekat dengan Allah. B. Rumusan Masalah A. Apa yang dimaksud dengan penebusan? B. Apakah penebusan itu penting? C. Bagaimana Allah menebus manusia? D. Bagaimana penggenapan penebusan itu? E. Bagaimna caranya penerapan penebusan? C. Tujuan Agar pembaca memahami pengertian dari penebusan itu sendiri dan mengetahui siapa yang menebus umat manusia dan melalui siapa manusia di tebus, serta dapat menerapkan penebusan itu dalam kehidupan sehari-hari.
  • 5. 5 BAB II PEMBAHASAN A. Pengertian Penebusan Kata “Penebusan” menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) berasarl dari kata “tebus”, kata tebus diartikan membayar dengan uang kembali barang yang tergadai, selain itu tebus juga memiliki makna “membebaskan” tawanan ataupun budak. Menebus juga dapat diartikan sebagai usaha penyelamatan jiwa.1 Dalam Teologi Kristen penebus merujuk pada memaafkan atau mengamppuni dosa manusia melalui kematian Yesus Kristus dengan penyaliban-Nya di atas kayu salib yang pada-Nya mengadakan pendamaian antara Allah dengan ciptaan-Nya. Dalam Kitab Perjanjian Baru, Penebusan berarti pembebasan dari sesuatu yang jahat dengan pembayaran suatu harga. Dalam pandangan orang Kristen konseo dari penebusan ini adalah istilah harga tebusan Yesus dengan membayar harga pembebasan ciptaan Allah dalam hal ini manusia dari dosa. Matius 20:28 “Sama seperti Anak Manusia datang bukan untuk dilayani, melainkan untuk melayani dan untuk memberikan nyawa-Nya menjadi tebusan bagi banyak orang”.2 Dalam hal ini orang Kristen sangat meyakini bahwa kematian Yesus Kristus di atas kayu salib demi menggantikan manusia, kenyataanya dalam ayat di atas sangat jelas bahwa penebusan hanya bisa terjadi melalui darah-Nya, yaitu dengan kematian-Nya. Dalam Perjanjian Baru (PB) dengan jelas mengatakan bahwa semua manusia telah berdosa dan telah kehilangan kemuliaan Allah (Rm. 6:23). Dalam memahami “kehilangan kemuliaan Allah”, ini menjadi suatu ungkapan yang menurut pemahaman penulis, kata “kehilangan Kemuliaan Allah” menunjukan bahwa manusia telah putus hungan dengan Allah, kenapa demikian? Karena kesalahan dari awal manusia pertama yaitu Adam dan Hawa yang telah melanggar perintah Allah. Jadi dengan dengan demikian natur dosa itu selalu melekat pada manusia sehingga pada saat natur dosa itu ada, maka pada saat itu juga hubungan antara manusia dengan Allah pun terputus. Jadi untuk mendamaikan manusia dengan Allah, maka semua itu dikerjakan oleh Yesus Kristus dengan rela mati di atas kayu salib dan darah-Nya tercurah sebagai tebusan semua dosa manusia. Jadi, bagi orang Kristen, semua dosa manusia hanya bisa ditebus oleh satu pribadi yang sangat di kenal dalam kalangan Kristen yaitu Yesus Kristus. Istilah Khas PB untuk penebusan ialah apolutrosis, suatu kata yang jarang muncul di lain tempat. Kata itu muncul 10 kali dalam PB, tapi hanhya 8 kali dalam semua kepustakaan Yunani selebihnya. Ini mungkin menyatakan keyakinan orang Kristen purba, bahwa penebusan yang dikerjakan dalam Kristus adalah unik. Tapi itu tidak 1 Kamus Besar Bahasa Indonesia (Tim Prima Pena) 2 Alkitab Dengan Kidung Jemaat, 2015 (Jakarta: Lemmbaga Alkitab Indonesia)
  • 6. 6 berarti – sebagaimana orang berpikir, bahwa mereka mengerti penebusan hanya sebagai ‘pembebasan’. Untuk itu mereka menggunakan kata rhuomai, ‘membebaskan’. Apolutrosis berarti pembebasan berdasarkan pembayaran harga tunai dan tuntas, dan harga itu adalah kematian Juruselamat sebagai tebusan. Ungkapan ‘penebusan oleh darahNya (Ef. 1:7) mnejelaskan bahwa dalam Kristus dipandang sebagai harga tebusan. Halnya sama dengan TB Roma 3:24 dab, ‘dan oleh kasih karnia telah dibenarkan dengan Cuma-Cuma karena penebusan dalam Kristus Yesus. Kristus Yesus telah ditentukan Allah menjadi jalan pendamaian karena iman, dalam darahNya.3 Dari pandangan di atas ini penulis dapat menyimpulkan bahwa berbicara tentang penebusan menurut pandangan orang Kristen adalah bahwa penebusan itu mutlak dari Allah sendiri artinya bahwa penebusan itu berdasarkan inisiatif Allah. Ini merupakan bukti bahwa Allah sangat mengasihi kita sebagai ciptaan-Nya. Dan menurut penulis bebricara tentang penebusan Allah ppuncaknya terletak pada kematian Kristus di atas kayu salib artinya bahwa tanpa kematian Kristus di atas kayu salib, maka dikatakan bahwa karya penebusan itu sendiri belum tergenapi. B. Pentingnya Penebusan Penebusan sangat penting bagi seluruh umat manusia karena seperti yang sudah penulis jelaskan di atas bahwa manusia saat jatuh dalam dosa, maka dalam tuntutan hukum Allah dan kebenaran-Nya manusia tidak mampu menyelesaikan dosanya sendiri sebagaimana yang telah dijelaskan pada PB bahwa manusia dengan usahanya sendiri untuk menebus dosanya tidak akan mampu. Perjanjian Baru sangat jelas mengatakan demikian sehingga pada bagian ini, penebusan dari Allah sangat penting bagi umat manusia agar hutangnya pada tuntutan hukum Allah dapat terpenuhi dan kembali pada kebenaran Allah. Penulis melihat dari pengertian dari penebusan itu sendiri sehingga bagi umat manusia, penebusan itu sangat penting agar hubungan antara Allah dengan manusia kembali pulih. Kembali penulis katakan bahwa karya penebusan ini bukan dilakukan oleh usaha manusia namun penebusan ini atas dasar kehendak Allah sendiri atas besarnya kasih-Nya kepada seluruh ciptaan-Nya. Alkitab sangat jelas mengajarkan bahwa “semua manusia telah berdosa” , jika kita memahami kata tersebut maka bagi penulis sendiri memahami bahwa kata itu memiliki arti bahwa kata “semua manusia telah berdosa” adalah bentuk ungkapan bahwa manusia tidak memenuhi tuntutan Allah. Kata selanjutnya mengatakan “kehilangan kemuliaan (kebenaran) Allah (Rm. 3:23) kata “kehilangan kemuliaan”, menunjukan bahwa kehilangan kebenaran itu sendiri dan ketika kebenaran itu sendiri hilang dari manusia, maka otomatis hubungan 3 Sabda (OLB versi indonesia)
  • 7. 7 manusia dengan Allah juga hilang. Seperti yang sudah penulis sampaikan bahwa dalam PB atau sering kita baca dalam surat Paulus yang mengatakan bahwa tidak seorangpun yang benar sehingga dengan sendiri manusia berhutang pada tuntutan hukum Allah dan kebenarany-Nya maka manusia menjadi berdosa. Jika manusia masih hidup dalam keberdosaan maka bisa disebut manusia diperhamba oleh dosa (manusia hidup dalam kegelapan) dengan demikian Alkitab mengataan manusia tidak mampu menyelamatkan dirinya sendiri dosa atau tidak mampu keluar dari kegelapan tersebut. Oleh karena manusia tidak mampu menyelamatkan dirinya sendiri, maka penebusan itu sangat penting dan sangat diperlukan oleh manusia. C. Cara Penebusan Allah Kepada Manusia Melalui Sebagaimana yang telah dijelaskan diatas bahwa manusia telah berhutang tuntutan hukum Allah dan kebenaran-Nya merupakan penebusan sebab manusia yang sudah jatuh dalam dosa tidak sanggup memenuhi tuntutan hukum Allah dan kebenaran-Nya. Dari pernyataan ini timbul suatu pertanyaan Bagaimana caranya? Kita tahu bahwa Alkitab mengatakan bahwa dengan usaha manusia sendiri tidak akan mampu dengan kata lain manusia telah berusaha dengan berbagai macam cara namun semua yang dilakukan olehnya itu sia-sia Dalam 1 Petrus 1:17-18 mengatakan: 17 Dan jika kamu menyebut-Nya Bapa, yaitu Dia yang tanpa memandang muka menghakimi semua orang menurut perbuatannya, maka hendaklah kamu hidup dalam ketakutan selama kamu menumpang di dunia ini. 18 Sebab kamu tahu, bahwa kamu telah ditebus dari cara hidupmu yang sia-sia yang kamu warisi dari nenek moyangmu itu bukan dengan barang yang fana, bukan pula dengan perak atau emas,.4 Penulis dapat menyimpulkan bahwa dari kutipan di atas ini menunjukan kepada kita bahwa penebusan itu kita dapatkan bukan dengan uang, emas atau apapun itu, semua tidak akan mampu artinya mau dengan usaha atau perbuatan baik apapun itu tidak akan sanggup menebus hutang kita pada tuntutan hukum Allah dan kebenaran-Nya. Semua itu akan sia-sia. Penebusan merupakan kasih karunia Allah. Allah sendiri berinkarnasi menjadi manusia 1. Yesus Kristus 4 Alkitab Dengan Kidung Jemaat, 2015 (Jakarta: Lemmbaga Alkitab Indonesia)
  • 8. 8 Sebelum penulis membahas lebih jauh, penulis terlebih dahulu ingin menjelaskan tenteng pribadi Yesus sehingga memudahkan para pembaca untuk mengenal siapa Yesus Kristus itu sendiri. a. Yesus adalah Allah Jika kita melihat konteks dalam yohanes 1:1 “Pada mulanya adalah Firman; Firman itu bersama-sama dengan Allah dan Firman itu adalah Allah”, ini menunjukan bahwa Yesus itu adalah pribadi Allah yang diwujudkan dalam diri Yesus Kristus. Jadi dengan ini kita dapat memahami bahwa Yesus Kristus adalah Allah yang mengambil rupa manusia yang kita kenal didalam probadi Yesus. b. Yesus adalah Anak Ungkapan mesianis yang paling penting dalam studi penyataan diri Yesus adalah Anak Allah. Dalam sejarah pemikiran teologis ungkapan ini mengandung konotasi esensi Ketuhanan Yesus Kristus. Ia adalah Anak Allah, pribadi kedua dari Allah Trinitas.5 Dalam pandangan Alkitab Yesus adalah Anak Allah. Yohanes 3:16 “Karena begitu besar kasih Allah akan dunia ini, sehingga Ia telah mengaruniakan Anak-Nya yang tunggal, supaya setiap orang yang percaya kepada-Nya tidak binasa, melainkan beroleh hidup yang kekal.” Ini menunjukan bahwa “Anak Allah” berarti Dia adalah Allah yang sempurna, Dia adalah salah satu dari tiga pribadi yang membentuk Allah yang Esa. Konsep ini merupakan konsep dari orang Kristen yang adalah Allah Tritunggal. Dari kedua pemahaman di atas ini, penulis hanya ingin membawa para pembaca untuk tidak salah paham tentang Allah. Jadi dengan demikian penulis bisa simpulkan bahwa berbicara tentang penebusan itu adalah inisiatif Allah sendiri dengan berbagai cara untuk menebus manusia yang telah berhutang kepada Allah. Dengan kata lain manusia hanya bisa ditebus oleh Allah sendiri tidak dengan orang lain. Sehingga Alkitab dalam Perjanjian Baru dalam tulisan Paulus mengatakan bahwa manusia dengan usahanya sendiri tidak akan mampu atau tidak bisa menebus dirinya sendiri. Hanya dengan kehendak Allah sendirilah manusia ditebus. Kita tahu bahwa ketika manusia jatuh dalam dosa sudah terjadi putus hubungan antara manusia dengan Allah. Oleh karena Allah sangat mengasihi ciptaan-Nya, maka Ia menunjukan kasih-Nya melalui Yesus Kristus. Yohanes 3:16; Karena begitu besar kasih Allah akan dunia ini, sehingga Ia telah mengaruniakan Anak-Nya yang tunggal, supaya setiap 5 George Eldon Ladd, Teologi Perjanjian Baru jilid I dan II, 2017(Bandung: Anggota IKAPI) .210
  • 9. 9 orang yang percaya kepada-Nya tidak binasa, melainkan beroleh hidup yang kekal.6 Jadi untuk menebus manusi dari dosa, maka Ia merelakan Anak-Nya untuk menjadi korban penebusan bagi semua orang. Alkitab mengajarkan bahwa maksud Yesus Kristus menjelma menjadi manusia ialah untuk menebus manusia (Kej. 3:15, Yes. 53:4-5, Mat. 1:21; 20:28, Luk. 1:68-75, Yoh. 3:16-17, Gal. 4:4-5, 1 Tim. 1:15, 1 Yoh. 3:8; 4:10).7 Bagi orang Kristen Yesus Kristus adalah pribadi Allah itu sendiri yang mengambil rupa menjadi manusia dan dinyatkan melalui Yesus Kristus yang disebut sebagai Anak. Adapun maksud penjelmaan Kristus menyatakan bahwa Ia merendahkan diri sebagai berikut: Penjelmaan Kristus menjadi manusia menyatakan bahwa Ia merendahkan diri-Nya. Itu merupakan satu hal yang ajaib, rahasia yang terbesar dalam Injil (Mat. 11:27, Kol. 2:2, 1 Tim. 3:16). Yesus Kristus telah merendahkan diri-Nya ketika Ia, Anak Allah, mengambil tabiat manusia, yang jauh lebih rendah daripada tabiat ketuhanan- Nya. Hal ituj dapat kit abaca dalam Galatia 4:4 dan Filipi 2:5-8.8 Untuk itu sebelum penulis membahas lebih jauh tentang bukti penebusan Allah melalui Yesus Kristus, maka penulis terlebih dahulu mengarahkan para pembaca untuk mengetahui saipa Yesus Kristus itu sendiri. Seperti yang sudah penulis katakan di atas bahwa Yesus Kristus adalah pribadi Allah itu sendiri. Oleh karena itu penulis mengutip dari buku Wesley yang hendak menunjukan bahwa Yesus Kristus adalah satu penyataan Allah. Berikut adalah tiga hal dari penyataan Allah dalam Yesus Kristus. 1) Allah dibawah sampai kepada manusia. Kristus menjelma menjadi Manusia adalah untuk keselamatan manusia. Selanjutnya hal itu merupakan penyataan Allah kepada manusia, dan menyatakan Allah didalam manusia (Mat. 1:23, Kol. 1:27). Penyataan Allah di dalam alam semesta ini dan dalam hal pemeliharaan-Nya masih kurang jelas, tetapi dalam Yesus, Anak Allah itu, Allah dinyatakan secara sempurna kepada kita. 2) Terjadi persekutuan yang baru. Persekutuan antara Allah dan manusia, yang diputuskan karena dosa, telah dikembalikan dalam Kristus. Dengan demikian. Anak Allah yang mengenakan tubuh Manusia itu telah mengadakan perdamaian antara Allah dan manusia. Manusia tidak dapat mengadakan perdamaian dengan usahanya sendiri. Oleh sebab itu, Allah sendirilah yang mengadakannya (Luk. 19:19, Yoh. 6:33, 2 Kor. 5:19, Ibr. 2:14). 3) Ada suatu kejadian yang baru. Yesus Kristus disebut anak sulung dari antara orang-orang mati supaya kita, yang menjadi “saudara-Nya” oleh iman, dapat diubah mengikuti teladan-Nya ( Rm. 8:29, 2 Kor. 5:17, Kol. 1:18). Ada yang mengatakan bahwa “Firman itu telah menjelma menjadi manusia supaya manusia kelak dapat mencapai keadaan seperti Firman yang menjelma”.9 6 Alkitab Dengan Kidung Jemaat, 2015 (Jakarta: Lemmbaga Alkitab Indonesia) 7 J. Wesley Brill, Dasar Yang Teguh, 2017 (Bandung: Kalam Hidup) 113. 8 Ibid.114 9 Ibid.116
  • 10. 10 Dari tiga poin di atas yang telah dijelaskan oleh Wesley, penulis mengambil kesimpulan bahwa Yesus Kristus sungguh-sungguh Allah yang dengan inisyatif-Nya sendiri ingin menebus kita sebagai ciptaan-Nya. Penulis juga ingin menyampaikan bahwa Alkitab juga mengatakan demikian bahwa Yesus Kristus adalah sungguh-sungguh Allah dan sungguh-sungguh manusia yang artinya bahwa Ia memiliki sifat ketuhanan dan juga sifat kemanusiaan. Dengan kata lain kita bisa katakan bahwa Yesus Kristus adalah Allah Anak. Dalam buku Pengajaran Dasar Gerja Bethel Indonesia mengatakan demikian. Allah Anak: adalah Allah yang tinggal beserta kita (= Immanuel; Mat. 1:23). Allah tidak hanya bersemayam jauh di atas kita, tetapi juga mau tinggal dekat bersama manusia dan itulah yang telah dilakukan-Nya didalam kedatangan Kristus ke dunia ini. Tujuannya adalah untuk menyelamatkan/ mendamaikan manusia yang sudah jatuh dalam dosa. Jadi Allah Anak adalah Allah yang terutama sekali sebagai penyelamat/pendamai (II Kor. 5:17-19).10 Jadi dari pemahaman Pengajaran Dasar Gerja Bethel Indonesia menguatkan bahwa Yesus adalah Allah sendiri yang menjelma menjadi manusia di dalam diri Yesus Kristus yang menjadi penyelamat/perdamaian antara manusia dan Allah. Dari penjelasan tersebut dapat kita pahamai bahwa Yesus Kristus bukan hanya menjadi penyelamat/pendamai tetapi juga saebagai jaminan keselamatan yang di tawarkan pada manusia saat kebangkitan pertama- Nya. Keselamatan dalam dunia teologi dikenal dengan sebutan soteriologi. Kata soteriologi berasal dari gabungan dua kata dari bahasa Yunani soter dan logia. Soter berarti keselamatan dan logia berarti ilmu. Soteriologi berarti ilmu atau studi mengenai seluk beluk keselamatan.11 Sejatinya, Keselamatan adalah usaha Tuhan mengembalikan manusia kepada rancangan-Nya yang semula atau tujuan awal. Rancangan semulah Allah adalah menciptakan manusia yang memiliki kesurupaan dengan diri-Nya (Lat. Imago Dei). Manusia telah merusak sendiri rancangan itu atas bujukan “ular”. Sekarang pada zaman anugerah, rancangan tersebut sedang digenapkan atau dipenuhi dalam kehidupan umat pilihan melalui karya keselamatan Allah dalam Yesus Kristus. Ini berarti fokus keselamatan haruslah bagaimana “menjadi manusia seperti yang dikendaki oleh Allah”. Jika demikian, maka orang yang berkehendak untuk selamat haruslah memberi diri digarap oleh Tuhan melalui Roh Kudus untuk menjadi manusia sesuai rancangan Allah.12 Dari pemahaman di atas penulis bisa simpulkan bahwa Erastus ingin mengatakan bahwa sesungguhnya keselamatan manusia merupakan rancangan dari Tuhan, dimana 10 Badan Pekerja Harian-Gereja Bethel Indonesia,Pengajaran Dasar Gereja Bethel Indonesia , 2012 (Jakarta: Departemen Theologi).41 11 Erastus Sabdono, Apakah Keselamatan Bisa Hilang?, 2016 (Jakarta: Rehobot Ministry) 2. 12 Ibid. 4
  • 11. 11 rancangan dari Tuhan ialah dengan usaha-Nya mengembalikan manusia pada rancangan-Nya semula. Penulis juga sangat setuju dengan pendapat ini karena ketika manusia dicipatakan pertama yaitu Adam, dan kemudian diberikan pendampng bagi Adam yaitu Hawa dan disitu belum adanya dosa artinya bahwa Tuhan tidak pernah menciptakan manusia lalu diberikan natur dosa. Jadi menurut Penulis pada mulanya manusia pertama itu masi kudus tidak ada dosa. Jadi penulis ingin memperjelas bahwa rancangan Allah semula pada manusia itu serupa dengan Allah. Namun kita tahu bahwa Allah juga memberikan kehendak bebas bagi Adam dan Hawa . Dikatakan oleh Erastus bahwa manusia sediri yang memilih untuk merusak rancangan Allah melalui bujukan “ular”. Penulis setuju juga dengan pendapat Erastus bahwa dikatakan manusia sendirilah yang merusak rancangan Allah dan kita tahu bahwa manusia memilih merusak rancangan Allah itu berdasarkan pilihannya sendiri bukan kehendak Allah. Jadi, kenapa dikatakan bahwa keselamatan itu adalah usaha Tuhan untuk mengembalikan manusia pada rancangan semula? Itu karena ketika manusia setelah memilih untuk merusak rancangan Allah, maka pada saat itu juga manusia telah merusak hubunganya denga Allah. Jadi pada saat manusia merusak rancangan Allah, maka manusia telah kehilangan kemuliaan Allah yang artinya tidak ada koneksi antara manusia dengan Allah sehingga untuk mengembalikan rancangan Allah, maka pada zaman anugerah ini Allah menyatakan karya keselamatan-Nya melalui Yesus Kristus. Diakatakan dalam Yohanes 3:16 Karena begitu besar kasih Allah akan dunia ini, sehingga Ia telah mengaruniakan Anak-Nya yang tunggal, supaya setiap orang yang percaya kepada-Nya tidak binasa, melainkan beroleh hidup yang kekal. Ayat ini dengan tepat menjelaskan kepada kita bahwa Allah sangat mengasihi kita, karena kita adalah ciptaan-Nya sendiri. Perjanjian Baru dengan jelas menunjukan keterbudakan manusia kepada dosa, bahaya dan kekuatan dosa dan kelepasan dari dosa yang hanya dapat diperoleh dalam Kristus. Alkitab memberikan pernyataan-pernyataan yang makin lama makin jelas tentang bagaimana Allah menyediakan dasar keselamatan, menawarkannya, dan bagaiamana Dia sendiri pada diri-Nya adalah satu-satunya keselamatan manusia.13 Penjelasan di atas ini merupakan suatu landasan yang membawa para pembaca untuk menaruh pikiran bahwa Yesus adalah Allah itu sendiri. Penulis dengan yakin bahwa Allah sangat adil baik dalam hukum, kasih, dan keadailan-Nya. Dalam hukum dan keadilan-Nya, Allah menuntut manusia agar hidup sempurna. Yesus sendiri menegaskan dalam Matius 5:48 “Karena itu haruslah kamu sempurna, sama seperti Bapamu yang di sorga adalah sempurna." 13 Sabda, Ensiklopedia Masa Kini
  • 12. 12 Allah menuntut manusia hidup sempurna karena Dia adalah Allah yang sempurna, namun pada kenyataannya manusia telah gagal dalam memenuhi 1 perintah Allah yaitu melalui kejauthan Adam dalam dosa “tidak taat dengan perinta Allah”. Jika kita lihat dalam keadilan Allah, maka Allah menuntut agar setiap orang yang melanggar di hukum dan jika Allah sudah menghukum pasti konsekuensinya adalah maut. Di sini kita bisa melihat bahwa ketika manusia jatuh dalam dosa, manusia menjadi fana dan sudah pasti di manusia hidup dalam hukum maut dan hukum dosa. Jadi dengan kata lain, manusia layak untuk di hukum bersama iblis di dalam api neraka. Namun kita bisa lihat bahwa di sisi lain Allah memiliki kasih dan Allah penuh dengan kasih setia. Dari hal ini timbul pertnyaan apakah Allah bisa bisa mengampuni dosa manusia? Menurut penulis, sangat bisa, namun ketika Allah memaafkan manusia tanpa menghukum, tentunya dengan otomatis Allah dengan sendiri melanggar prinsip keadilan-Nya, menghukum tanpa memaafkan juga ini melanggar kasih setia Allah. Jadi dengan demikian bagaimana cara Allah menebus dosa manusia? Yaitu dengan satu solusi yang menurut Allah sendiri itulah yang tepat yaitu dengan dibutuhkan kurban yang sempurna dan mulia yang mewakili manusia dan mewakili Allah. Mengapa Allah tidak langsung mengampuni Adam ketika jatuh dalam dosa? sebab setiap pelanggaran harus di hukum dan dan Tuhan membutuhkan korban pengganti kesalahan Adam, dalam hal ini Tuhan Yesus Kristus, Putra Tunggal-Nya. Allah yang mengampuni tanpa sarana adalah Allah “preman”, tentu bukan Allah yang benar. Itu allah yang tidak berhukum dan tidak memiliki hukum atau rule di dalam dirinya14 Jadi, perlu kurban membuat Allah memaafkan tanpa menghukum manusia dan membawa manusia layak masuk ke dalam kerajaan Allah. Oleh sebab itu maka Firman Allah datang dari surga ke dunia menggunakan darah dan daging dan mengidentikkan diri-Nya menjadi manusia. Jika kita lihat, kenapa Allah harus mengintikkan diri-Nya menjadi manusia? Sedangkan kita tahu bahwa dosa manusia adalah pelanggaran terhadap Firman Allah? Jadi untuk apa Allah harus rela menjadi manusia untuk menebus dosa manusia yang telah mereka perbuat. Jika kita berpikri secara logika, maka kita akan mengatakan Allah membuang waktu-Nya hanya untuk manusia yang berdosa yang sebenarnya tidak layak menerima pengampunan. Oleh sebab itu Firman Allah lah yang datang ke dalam dunia untuk menyelamatkan umat manusia yang berdosa. Ini bukanah hal yang meropatkan bagi Allah, tetapi ini adalah tindakan Allah dalam menunjukan kasih-Nya untuk menebus dosa manusia. Dari pembahasan di atas ini, penulis juga mau mengingatkan kepada kita semua bahwa untuk memaafkan membutuhkan yang namanya pengorbanan, dan tentunya pengorbanan itu dari pihak yang memaafkan. Contohnya ketika ada seseorang yang dengan 14 Erastus Sabdono, Kutuk,2017 (Jakarta:Rehobot Literature) 32.
  • 13. 13 sengaja membuat rumah anda terbakar dan anda dikenal dengan orang yang memiliki kasih serta memaafkan orang tersebut artinya dengan sendirinya anda harus mengorbankan suatu harga untuk ‘maaf’ itu, yaitu harga rumah dan segala isinya. Dengan ini jelas bahwa dari pihak anda lah yang mengalami kerugian bukan dari pihak orang yang telah membuat rumah anda terbakar sebab anda telah membebaskan orang tersebut dengan mengampuni dan memaafkannya. Intinya dalam karya penebusan Allah yang penulis sudah bahas sebelumnya penebusan seutuhnya dari Allah sendri, atas kehendak Allah sendiri untuk menunjukan betapa berharganya umat-Nya. Jadi Allah menebus kita manusia berdasarkan kejatuhan manusia dalam dosa artinya bahwa manusia sudah melanggar perintah Allah sendiri namun Allah tetap menebus manusia dengan cara-Nya yaitu mengorbankan Yesus Kristus (Anak- Nya yang tunnggal) datang kedunia mengambil rupa menjadi manusia dan turut merasakan apa yang dirasakan oleh manusia dan bukan hanya itu saja Yesus Kristus adalh kurban yang sempurna karena Dia rela menderita , baik itu dihina, dicaci maki, diludahi, namun Ia tetap tabah dan rela mati di atas kayu salib demi menebus manusia dari dosa dan melalui kematian Yesus Kristus di atas kayu salib, dosa kita telah di ampuni. Alkitab sangat jelas menjelaskan kepada kita bahwa melalui Yesus Kristus lah manusia dapat di perdamaikan artinya bahwa dalam hal penebusan dosa manusia tentunya Allah tidak langsung menebus begitu saja namun dengan kematian Yesus Kristus di kayu salaib untuk menjadi bukti bahwa Allah tidak pernah mengingkari janji-Nya yaitu tentang hukum, keadailan dan kasih. Yesus Kristus di jadikan Allah sebagai kurban yang sempurna yang artinya bahwa mengenai hukum, keadilan dan kasih Allah telah di genapi oleh Yesus Kristus. Jadi Yesus Kristus telah ditentukan Allah sebagai jalan pendamaian. 24 dan oleh kasih karunia telah dibenarkan dengan cuma-cuma karena penebusan dalam Kristus Yesus. 25 Kristus Yesus telah ditentukan Allah menjadi jalan pendamaian karena iman, dalam darah-Nya. Hal ini dibuat-Nya untuk menunjukkan keadilan-Nya, karena Ia telah membiarkan dosa-dosa yang telah terjadi dahulu pada masa kesabaran-Nya.15 Jadi melalui kedua ayat di atas ini telah membuktikan kepada kita semua untuk tidak ragu lagi dalam meyakini bahwa penebusan manusia dari dosa adalah kehendak Allah sendiri. Inilah bentuk kasih Allah kepada manusia yaitu dengan mengutus Anak-Nya ke dalam dunia ini untuk mati bagi manusia yang berdosa dan oleh penebusan darah-Nya, maka semua orang memandang-Nya dengan iman bahwa dosa mereka telah ditebus. 15 Alkitab Dengan Kidung Jemaat, 2015 (Jakarta: Lemmbaga Alkitab Indonesia)
  • 14. 14 D. Penggenapan Penebusan Bagi orang Kristen (orang yang percaya kepada Yesus Kristus), penggenapan penebusan merupakan suatu pembelajaran yang sangat berarti dan mengenai penebusan ini banyak hal yang perlu diperhatikan oleh orang Kristen dalam mengaplikasikan bentuk dari penebusan yang sudah Allah lakukan melalui Yesus Kristus. Yesus Kristus pun mengajarkan banyak hal atau teladan yang patut di ikuti oleh orang Kristen. Tentang hal kasih, mengampuni, hidup damai dan masih banyak lagi. Jadi dengan demikian, penulis melihat bahwa mengenai penebusan yang Allah telah lakukan kepada umat manusia maka ada beberapa hal yang menjadi keharusan bagi orang Kristen untuk lakukan di antaranya sebagai berikut: a. Keharusan Pendamaian Sesuai dengan pembahasan mengenai penebusan, maka sama artinya dengan hidup dalam pendamaian. Ini menunjukan bahwa dalam penerapannya, orang Kristen di haruskan hidup dalam pendamaian. Dan di sini juga kita sebagai umat manusia yang percaya kepada Yesus Kristus di tuntut untuk mendapatkan suatu pemikiran berdasarkan tuntutan Allah. Dalam pikiran manusia tentang peringatan untuk hidup dalam pendamaian tidak dapat mengesampingkan karakterisasi lebih lanjut dari kasih Allah yang merupakan sumber dari pengaliran perdamaian yang dari pada-Nya perdamaian itu terekspresikan juga merupakan kasih yang berbeda dari Allah dari pada kasih yang lainnya. Jadi sebagai orang Kristen di tuntut Allah untuk hidup dalam perdamaian tanpa memandang suku, ras dan lain sebagainya. John Murray mengatakan: Penggenapan penebusan berkenaan dengand apa yang seringkali disebut sebagai pendamaian, dan tidak ada pembahasan pendamaian yang dapat di arahkan secara tepat tanpa menelusuri sumbernya di dalam kebebasan dan kedaulatan kasih Allah. Ayat Alkitab yang sangat terkenal menyatakan perspektif ini bagi kita: “Karena begitu besar kasih Allah akan dunia ini, sehingga Ia telah mengaruniakan AnakNya yang tunggal, supaya setiap orang yang peraya kepadaNya tidak binasa, melainkan beroleh hidup yang kekal.” (Yoh 3:16). Di sini kita memperoleh pewahyuan Ilahi yang ultimat dan dengan demikian mendapatkan pikrian manusia manusia yang ultimat pula. Kita tidak dapat dan tidak berani melampaui hal itu. Namun demikian, pikiran manusia manusia yang ultimat tidak mengesampingkan karakterisasi lebih lanjut dari kasih Allah. Alkitab memberitahu kita bahwa kasih Allah yang merupakan sumber mengalirnya pendamaian dan yang dapipadaNya pendamaian itu terekspresikan, merupakan kasih yang berbeda daripada kasih yang lainnya. Tidak ada orang yang mengagungkan kasih Allah lebih dari rasul Paulus yang berkata bahwa, “Allah menunjukan kasihNya kepada kita, oleh karena Kristus telah mati untuk kita, ketika kita masih berdosa.:” (Rm 5:8). “Sebab itu apa yang akan kita katakan tentang semua itu? Jika Allah di pihak kita, siapakah yang akan melawan kita? Ia, yang tidak menyayangkan AnakNya sendiri, tetapi yang
  • 15. 15 menyerahkanNya bagi kita semua, bagaimana mungkin Ia tidak mengaruniakan segala sesuatu kepada kita bersama-sama dengan Dia?” (Rm. 8:31-32).16 Dengan demikian kita dapat melihat bahwa rasul Paulus adalah salah satu rasul yang mau mengingatkan kepada kita bahwa Dengan kematian Kristus di atas kayu salib memperdamaikan kita dengan Allah saat kita masih dalam dosa yang artinya jika kita masih tinggal dalam dosa, itu berarti kita belum damai dengan Allah sendiri. Jadi rasul Paulus sangat mengagungkan kasih Allah kepada umat manusia. Kita sebagai orang Kristen yang sudah percaya kepada Kristus harus memiliki perasaan yang sama dengan Paulus dalam mengagungkan kasih Allah kepada kita dan dengan penuh keyakinan kita harus meyakini bahwa keti Allah sudah bersama dengan kita, maka tidak ada satupun yang dapat menghalangi kita dalam memuliakan Allah. Jhon Murray mengatakan bahwa Keharusan ini tidak melihat secara tepat aspek keAlahandari penggenapan Kristus. Jika kita tetap memegang pandangan beratnya dosa dan keseriusan karena kesician Allah yang harus dipenuhi oleh keselamatan dari dosa itu, maka doktrin keharusan yang tak terelakan menjadikan pengertian tentang Kalvari lebih jelas bagi kita dan menambahkan kekaguman kita akan Kalvari dan maskud kedaulatan kasih Allah yang menggenapkan karya Kalvari itu. Semakin kita menekankan tuntutan keadilan dan kesucian yang tidak dapat dibengkokkan, semakin kita takjub melihat kasih Allah dan semua hal yang dilakukan-Nya.17 Jadi dengan demikian kita tidak perlu merasa takutan atas tuntutan yang Allah berikan kepada kita, namun kita hanya perlu taat akan tuntutan yang Allah berikan. b. Natur Pendamaian Natur adalah suatu sifat, watak pembawaan yang dimiliki oleh setiap orang dan penulis meyakini bahwa natur ini sudah diberikan Allah kepada setiap orang. Oleh karena itu sangat bisa manusia memiliki natur pendamaian dan itu hanya bisa di dasarkan melalui kesadaran dari setiap masing-masing orang. Jadi jika seseorang berkata bahwa dalam kehidupannya ia tidak mampu hidup dalam pendamaian atau dengan kata lain tidak bisa hidp dalam perdamaian, maka orang tersebut bukan tidak bisa namun dalam hidupnya ia harus di pulihkan. Dalam membicarkan natur pendamaian, ada baiknya untuk mencoba menemukan beberapa kategori yang menyeluruh, dalam mana berbagai aspek pengajaran Alkitab dapat dimasukkan kedalam kategori yang lebih luas. Kategori yang lebih spesifik melalui mana Alkitab menyatakan karya pendamaian Kristus adalah pengorbanan, propisiasi, rekonsilisiasi dan penebusan (redemsi). Tetapi, kita bisa dengan tepat menanyakan apakah tidak ada beberapa rubric lain yang lebih inklusif, melalui mana kita bisa mengerti kategori-kategori yang lebih spesifik ini. Ada satu rubric yang 16 John Murray, Penggenapan dan penerapan Penebusan,1999 (Surabaya: Momentum Christian Litarature) 3. 17 Ibid.15
  • 16. 16 Alkitab berikan, yang melaluinya kita dapat mengerti kategori-kategori yang lebih spesifik, yaitu ketaatan. Alkitab memandang karya Kristus sebagai suatu ketaatan, dan memakai istilah ketaatan, atau konsep yang menunjuk pada ketaatan dengan begitu seringnya, dengan tujuan untuk menjamin kesimpulan bahwa ketaatan itu bersifat umum, dan oleh karenanya bersifat cukup menyeluruh untuk bisa dipandang sebagai prinsip penggalan dan pemersatu.18 Alkitab dengan jelas mengungkapkan bahwa hanya Kristus lah yang mampu hidup dalam ketaan pada perinta Allah dan itu dibuktikan melalui karya-karya-Nya. Menurut Pengajaran Dasar Gereja Bethel Indonesia. KematianNya sebagai bukti ketaatanNya kepada misi Allah dalam menebus manusia yang berdosa.19 Ini yang menjadi kepercayaan orang Kristen bahwa kematian Yesus Kristu telah membawa perdamaian antara manusia dengan Allah dan dari ketaatan Kristus inilah yang menjadi teladan bagi semua umatNya untuk dapat mengikuti teladan Kristus. Dasn sebagai bentuk ucapan syukurnya, maka umat Kristen diharapkan untuk tetap taat pada perinta Allah. Kematian-Nya memenuhi semua tuntutan Allah (hukuman Allah) bagi manusia yang berdosa.20 Ini juga merupakan bentuk ketaatan Kristus dalam melaksanakan misi dari Allah sendiri. Dalam bahasa teologis, tindakan Kristus di kayu salib yang mendamaikan umat manusia dengan Allah –“membebaskan orang dari kesalahan-kesalahan yang mereka lakukan” (Ibr. 9:15 – BIMK ) dan “ membimbing kalian kepada Allah” (1 Ptr. 3:18 – BIMK) dengan menumpahkan darah-Nya- disebut penebusan (Ing: atonement). Ingatlah, masalah Dosa adalah kematian: kematian di sekitar kita dalam kehidupan pada saat ini dan kematian kekal dalam kehidupan yang akan datang.21 Sebenarnya di balik semua karya Allah tersebut ada satu kata penting yang menjadi kuncinya “ketaatan” Tuhan Yesus Kristus kepada Bapa. Jadi disni yang membuat Tuhan Yesus berhasil menyelesaikan tugas-Nya adalah ketaatan-Nya dan sikap hormatnya secara pantas kepada Bapa.22 Jadi dengan demikian dapat kita pahami bahwa natur pendamaian ini bisa kita miliki ketika kita hidup dalam teladan yang sudah di lakukan oleh Tuhan Yesus Kristus yaitu hidup taat dalam melaksanakan semua rencana Allah dalam memulihkan atau menebus semua orang tanpa terkecuali. Penulis menyadari bahwa dalam melakukan hidup taat dalam satu perintah memang gampang-gampang sulit namun ketika kita mau melakukannya maka besar kemungkinan semua akan berjalan dengan baik dan tentunya dengan secara tidak sadar kita telah mengaktfkan natur pendamaian itu sendiri dalam kehidupan kita. Kita mampu 18 Ibid.16 19 Badan Pekerja Harian-Gereja Bethel Indonesia, Pengajaran Dasar Gereja Bethel Indonesia , 2012 (Jakarta: Departemen Theologi).50 20 Ibid.50 21 Ben Elliot, Tetap Teguh , 2015 (Bandung: Anggota Ikapi). 53 22 Erastus Sabdono, Corpus Delicti HukumKehidupan, 2016(Jakarta: Rehobot Ministri)110
  • 17. 17 memafkan orang lain dan menciptakan kedamaian bukan keributan, dengan demikian kita akan semakin dipulihkan oleh Allah dan kehidupan kita akan menjadi berkat dan tentunya kitapun akan mengalami berkat tersendiri yang akan Allah berikan. E. Penerapan Penebusan Dalam hal penebusan Allah telah menebus kita dari belenggu dosa yang ada pada semua orang dan penebusan-Nya pun dilakukan melalui pengorbanan Putra-Nya yang Tunggal yaitu Yesus Kristus di atas kayu salib, sehingga kutuk yang ada pada kita di lepaskan dan mendamaikan kita dengan Allah. Oleh karena itu sebagai bentuk ucapan syukur kita kepada Allah maka kita diwajibkan untuk menerpakan karya penebusan Allah. Adapun penerapan penebusan yang akan penulis bahas sebagai berikut: a. Iman dan Pertobatan 1. Iman Iman adalah suatu kepercayaan yang sungguh-sungguh dari seseorang yang benar- benar di yakini dalam hatinya terutama kepercayaannya kepada Allah. Iman juga merupakan suatu komitmen. W. R. F. Browning mengatakan: Dalam PB definisi klasik mengenai iman terdapat dalam Ibr. 11:1, yang menandaskan bahwa berdasarkan imannya orang percaya telah memegang segala realiatas yang benar, sekalipun untuk sementara waktu belum terlihat. Realitas itu adalah: pertama, seperti dalam PL, Allah adalah pencipta alama semesta (Ibr. 11:3), dan yang kedua Allah adalah pemrakarsa perjanjian PL yang sekarang digenapi dalam penyelamatan yang dibawa Yesus sebagai ‘yang membawa iman kita itu kepada kesempurnaan’ (Ibr. 12:2). Jadi dalam PB objek iman itu adalah Allah yang telah menyatakan diri dalam Yesus Kristus.23 J. Stephen Lang Martin Luther mendefinisikan iman sebagai “keyakina yang hidup dan berani dalam kasih karunia Allah”. Iman merupakan unsure penting dalam kehidupan yang baik sehingga kita menyebut hubungan kita dengan Allah sebagai “iman”. Iman melebihi keyakinan dan gagasan mental kita. Setidaknya, seperti kata Luther, iman itu “hidup dan berani”. Lebih dari sekedar gagasan yang ada di pikiran, iman itu dari hati dan kehendak.24 Dari kedua pendapat antara Browning dan Stephen Lang menagrahkan kita pada satu pemahaman dimana mereka berdua mengatakan bahwa berbicara tentang iman “kepercayaan” itu merupakan tindakan dari seorang manusia yang mau beriman kepada 23 W. R. F. Browning, Kamus Alkitab:A Dictionary Of The Bible,2013 (Jakarta: PT BPK Gunung Mulia).150 24 J. Stephen Lang, Pedoman Lengkap Janji-janji Alkitab: Dorongan semangat dalam kehidupan Sehari-hari Dari Firman Allah Yang Hidup, 2012 (Bandung: Anggota IKAPI).133
  • 18. 18 Yesus Kristus. Dikatakan bahwa objek iman itu merupakan bagian Allah yang dinyatakan dalam Yesus Kristus dan dengan demikian sebagai manusia kita perlu meresponi iman itu. John Murray mengatakan “Memang karena anugerah Allah seseorang bisa percaya, tetapi iman adalah aktivitas dari pihak manusia dan hanya di pihak manusia saja. Di dalam iman kita menerima dan bersandar hanya kepada Yesus Kristus, untuk mendapatkan penebusan kita”.25 Allah telah menebus kita melalui kematian Yesus Kristus di atas kayu salib pada 2000 tahun lalu dan hal ini sangat di percayai oleh seluruh umat Kristen. Oleh karena itu manusia hanya perlu meresponi akan kematian Yesus Kristus dengan beriman kepada-Nya. Iman membutuhkan tindakan dari manusia dan tindakan yang benar ialah seperti yang dilakukan oleh Abraham yang kita kenal sebagai bapa orang beriman. Abram dikatakan bapa orang beriman karena ia memiliki iman yang sangat luar biasa sehingga ketika Abraham diperintahkan oleh Allah untuk pergi ke suatu tempat yang belum pernah dilihatnya dan tidak tau sama sekalih seperti apa bentik dari tempat tersbut, namun karena itu adalah perintah Allah, Abram meresponi itu dengan baik tanpa ragu-ragu dan Abram langsung pergi. Dari kisah Abraham, kita perlu mengambil maknanya bahwa iman itu merupakan tindakan dari hati kita dan ketika kita meresponinya, maka kita telah menyadari bahwa karya penebusan Kristus di atas kayu salib telah menebus kita dari dosa dan membebaskan kita dari maut. 2. Pertobatan Pertobatan adalah usaha sadar dari seseorang dari kehidupannya yang belum tau siapa itu Yesus Kristus menjadi tau dan ini merupakan usaha dari pribadi seseorang dimana ia dimampukan lewat karya Roh Kudus yanga adalah pribadi dari Trinitas. Pertobatan merupakan orang yang dipanggil keluar dari gelap menuju terang. John Murray dalam bukunya mengatakan: Pertobatan pada hakekatnya meliputi peruhan hati, pikiran dan kehendak. Perubahan ini secara prinsip berkaitan dengan empat hal: perubahan pikiran berkenan dengan Allah, berkenan dengan diri kita sendiri, berkenan dengna dosa, dan berkenan dengan kebenaran. Terlepas dari regenerasi berarti pikiran kita tentang dengan Allah, diri sendiri, dosa dan kebenaran, telah sama sekalih menyeleweng. Regenerasi mengubah hati dan pikiran kita secara radikal, sehingga ada perubahan radikal di dalam pemikiran dan perasaan kita.26 Stephen Lang dalam bukunya mengatakan: 25 John Murray, Penggenapan dan penerapan Penebusan,1999 (Surabaya: Momentum Christian Litarature).131 26 Ibid. 141
  • 19. 19 Istilah pertobatan sudah jarang di pakai lagi, digantikan dengan kata perubahan yang lebih popular. Perubahan merupakan bagian dari pertobatan. Sebenarnya, ini adalah bagian yang terlupakan. Gagasan kita tentang pertobatan tidak lengkap, kita pikir pertobatan hanyalah sekedar berkata Allah dengan berlinang air mata, “Ampunilah saya.” Ya, memang itu adalah langkah pertama. Langkah kedua lebih penting dari air mata, ialah perubahan. Martin Luther mengatakannya demikian, “tidak melakukannya lagi merupakan pertobatan yang sejati.” Dengan kata lain, jika kita suka gossip, menipu, melakukan dosa seksual, mementingkan diri sendiri, maka responnya kepada Allah ialah, “saya tidak akan melakukannya lagi.”27 Dari kedua paham di atas kita bisa menyimpulkan bahwa pertobatan merupakan usaha seseorang keluar dari kegelapan (dosa suka gosip, menipu, melakukan dosa seksual, mementingkan diri sendiri) dan menuju pada terang. Seseorang ketika ia menyadari akan kesalahannya dan mau kembali pada jalan yang benar, maka tentunya ia akan benar-benar menyesali setiap perbuatannya yang pernah menyakiti hati Allah dan kembali mengikiti setiap apa yang diperintahkan oleh Allah padanya. Hal ini dapat kita katakan bahwa ia benar- benar ingin bertobat. Ketika seseorang mengambil keputusan untuk bertobat (meninggalkan setiap sikap buruknya), maka tentunya ia lebih memilih untuk hidup melayani Tuhan. BPH GBI mengatakan: Bertobat berarti keadaan dimana seorang berdosa menyesal karena dosa-dosanya yang dinyatakan oleh Firman Allah dan gerakan Roh Kudus sehingga dengan kehendaknya sendiri ia mengubah pikirannya dan hatinya lalu berbalik dari dosanya dan berpaling pada Allah. Sebelumnya ia bertuhan-kan diri sendiri, kini ia menjadikan Yesus Kristus sebagai Tuhan dalam hidupnya. Dengan demikian pertobatan menyangkut 3 hal berikut: 1. Pertobatan menyangkut pikiran seseorang. “Dan anak itu menjawab: ‘Aku tidak mau’ tetapi kemudian ia menyesal lalu pergi juga” (Mat. 21:30). Perkataan ‘menyesal disini berarti mengubah pikiran. 2. Pertobatan menyangkut perasaan hati. Rasul Paulus berkata: “Nah sekarang aku bersukacita, bukan karena kamu telah berdukacita, melainkan karena dukacitamu membuat kamu bertobat (II Kir. 7:9). Ini adalah dukacita didalam hati yang disebabkan oleh perbuatan yang melanggar hukum Allah. Pertobatan sejati mengakibatkan sikap hati yang besar. 3. Pertobatan menyangkut kehendak seseorang. Salah satu perkataan Ibarni untuk bertobat berarti (Ibr.:Syub atau Yun.: Epistrope) Berbalik atau kembali.28 Jadi dari pemahaman-pemahaman di atas dapat kita simpulkan bahwa pertobatan adalah menyesali semua dosa-dosa yang telah di lakukan dan dan mengakui semua dosa- dosanya di hadapan Allah dan kemabli pada jalan yang di tentukan Allah. Pertobatan adalah karunia Allah yang telah menarik kitta kepada pertobatan melalui tuntunan Roh Kudus yang 27 J. Stephen Lang, Pedoman Lengkap Janji-janji Alkitab:Dorongan semangat dalam kehidupan Sehari-hari Dari Firman Allah Yang Hidup, 2012 (Bandung: Anggota IKAPI).408 28 Badan Pekerja Harian-Gereja Bethel Indonesia, Pengajaran Dasar Gereja Bethel Indonesia , 2012 (Jakarta: Departemen Theologi). 65
  • 20. 20 ada dalam orang tersebut. Oleh karena itu ketika kita sudah menyadari bahwa kita adalah manusia berdosa dan kita hanya menyesali, namun tidak meninggalkan dosa tersebut maka itu bukanlah pertobatan yang sunguh-sungguh. Dari hal ini orang Kristen perlu menyadari bahwa penebusan hanya bisa dikerjakan oleh Kristus dan tidak ada orang lain yang mampu melakukan hal tersebut. Oleh karena itu sebagai orang Kristen kita harus meresponi penebusan dengan iman kepada Yesus Kristus agar kehidupan kita terus diperbaharui dan selalu dekat dengan Allah.
  • 21. 21 BAB III PENUTUP Kesimpulan Penebusan merupakan salah satu pengajaran yang sangat penting untuk di pelajari dalam praktik hidup. Karena penebusan adalah suatu karya Allah yang begitu hebat dan luar biasa bagi kehidupan manusia. Tanpa penebusan, hidup manusia menajadi sia-sia dan tidak ada artinya. Manusia akan terus hidup dalam utang hukum Allah dan kebenaran-Nya tanpa adanya penebusan maka hubungan manusia dengan Allah akan terus terputus (terpisah) selamanya. Tetapi Allah mau menunjukan kasih-Nya dengan tidak menghendaki manusia ciptaan-Nya terspisah selama-lamanya dengan-Nya. Dari bentuk kasih-Nya lah Allah menginginkan agar hubungan manusia dengan-Nya dipulihkan, hutang dilunasi dan manusia dibebaskan dari tuntutan hukum dan mengembalikan manusia pada citranya, pada kebenaran. Oleh karena itu Allah mengutus Putra-Nya yang Tunggal yaitu Yesus Kristus sebagai kurban yang sempurna untuk memulihkan hubungan manusia dengan Allah.
  • 22. 22 DAFTAR PUSTAKA Alkitab Dengan Kidung Jemaat, 2015 (Jakarta: Lemmbaga Alkitab Indonesia) Badan Pekerja Harian-Gereja Bethel Indonesia, Pengajaran Dasar Gereja Bethel Indonesia , 2012 (Jakarta: Departemen Theologi). 65 Browning W. R. F, Kamus Alkitab: A Dictionary Of The Bible, 2013 (Jakarta: PT BPK Gunung Mulia).150 Brill J. Wesley, Dasar Yang Teguh, 2017 (Bandung: Kalam Hidup) 113. Elliot Ben, Tetap Teguh , 2015 (Bandung: Anggota Ikapi). 53 Kamus Besar Bahasa Indonesia (Tim Prima Pena) Ladd George Eldon, Teologi Perjanjian Baru jilid I dan II, 2017(Bandung: Anggota IKAPI) .210 Lang J. Stephen, Pedoman Lengkap Janji-janji Alkitab: Dorongan semangat dalam kehidupan Sehari-hari Dari Firman Allah Yang Hidup, 2012 (Bandung: Anggota IKAPI).408 Murray John, Penggenapan dan penerapan Penebusan,1999 (Surabaya: Momentum Christian Litarature).131 Kamus Besar Bahasa Indonesia (Tim Prima Pena) Sabda (OLB versi indonesia) Sabdono Erastus, Apakah Keselamatan Bisa Hilang?, 2016 (Jakarta: Rehobot Ministry) 2 Sabdono Erastus, Kutuk, 2017 (Jakarta: Rehobot Literature) 32. Sabdono Erastus, Corpus Delicti Hukum Kehidupan, 2016(Jakarta: Rehobot Ministri)110