Abdul Latief SulamTEKNIK PEMBUATANBENANG DANPEMBUATAN KAINJILID 1SMK      Direktorat Pembinaan Sekolah Menengah Kejuruan  ...
Hak Cipta pada Departemen Pendidikan NasionalDilindungi Undang-undangTEKNIK PEMBUATANBENANG DANPEMBUATAN KAINJILID 1Untuk ...
KATA SAMBUTANPuji syukur kami panjatkan kehadirat Allah SWT, berkat rahmatdan karunia Nya, Pemerintah, dalam hal ini, Dire...
PENGANTAR PENULIS     Dengan terlebih dahulu memanjatkan puji syukur kepadaAllah SWT bahwa penulis telah dapat menyelesaik...
DAFTAR ISI                                                                                      HalamanKATA SAMBUTAN ........
3.2       Benang menurut Konstruksinya ...............................                     133.3       Benang menurut Pema...
5.8.1      Bahan Baku ..............................................................      485.8.2      Proses Pengolahan B...
5.12.8.6    Tekanan Batang Penggulung Lap............................ 845.12.9      Pengujian Mutu Hasil.....................
5.13.7.2     Putaran Rol Penggilas pada Coiler .......................... 1295.13.7.3     Tetapan Regangan (TR) atau Draft...
5.14.5.4    Tetapan Regangan................................................... 1575.14.5.5    Regangan Mekanik..............
5.18.2.2    Penampung (Colektor) ............................................. 2035.18.2.3    Pembersih .....................
5.19.4.5    Putus Benang ........................................................... 2525.19.4.6    Grade Benang ............
6.9.        Anyaman Kain Khusus ............................................. 3046.9.1.      Anyaman Dua Muka ...............
7.5.3     Kriteria Proses Penganjian yang Baik ......................                      3907.5.4     Bahan Kanji .........
8.6.2.1    Penguluran Lusi dengan kendali Pengungkit ........... 4568.6.3      Penguluran Dua Beam ..........................
8.16.4         Pemeliharaan Mesin Tenun Rapier dengan               Menggunakan Cam/Exentrik ................................
DAFTAR ISTILAH / GLOSARI1. Serat                : adalah benda yang perbandingan                          panjang dan diam...
SINOPSIS     Pembuatan benang menggunakan bahan baku yang berasaldari serat-serat alam atau serat-serat buatan baik yang b...
DESKRIPSI KONSEP PENULISANBuku ini dikerjakan sebagai sumber informasi untuk siswa SMKBidang Keahlian Teknologi Pembuatan ...
PETA KOMPETENSI      Level                      Kompetensi      Sub Kompetensi   KualifikasiOperator Yunior    Mengidentif...
Level                 Kompetensi          Sub KompetensiKualifikasi              Membaca      dan        Membaca      dan ...
Level         Kompetensi        Sub KompetensiKualifikasi              Melakukan           Memeriksa kesiapan             ...
Level          Kompetensi       Sub KompetensiKualifikasi              Mengoperasikan      Memeriksa kesiapan             ...
Level         Kompetensi       Sub KompetensiKualifikasi              Mengoperasikan     Memeriksa kesiapan              m...
Level         Kompetensi             Sub Kompetensi  Kualifikasi                Mengoperasikan           Memeriksa kesiapa...
Level         Kompetensi           Sub KompetensiKualifikasi              Memberi antihan 1. Menyiapkan proses            ...
Level         Kompetensi         Sub KompetensiKualifikasi              Melaksankan     1.    Menyiapkan proses           ...
Level         Kompetensi             Sub KompetensiKualifikasi              Mencucuk benang 1.       Menyiapkan           ...
Level         Kompetensi            Sub KompetensiKualifikasi              Merawat mekanis 1.      Merawat mesin tenun    ...
Level         Kompetensi           Sub KompetensiKualifikasi              Merawat mekanis 1.     Merawat mesin tenun      ...
Level         Kompetensi           Sub KompetensiKualifikasi              Merawat mekanis 1.     Merawat mesin tenun      ...
1BAB I                                1.1.4 Pengertian Berdasarkan                                           Modifikasi Ba...
2-   Teknologi Pembuatan Serat-   Teknologi       Pembuatan         -   kekuatan tarik    Benang                          ...
31.3 Prinsip    Pembuatan         tentang spesifikasi kain yang    Kain Tenun                   mencakup :                ...
4BAB II                               flax, wol, sutera dan kapas                                     melayani kebutuhan m...
5                                                              SERAT                    Serat Alam                        ...
62.3 Jenis Kapas                                     2.6 Pengambilan Bal KapasDilihat dari panjang seratnya.Jenis    serat...
7pintalnya. Untuk memudahkan        halus paling cepat denganpengolahan     pada   mesin,       menggunakan alat Fibrograf...
8   Fraksi Serat Kapas di atas            Beludru2.7.2 Kekuatan SeratSerat-serat  yang mempunyaikekuatan lebih tinggi, aka...
9berkembang karena disamping       yang dilengkapi dengan Klemefisien    juga     hasil-hasil   dan tempat mengencangkanpe...
10penampang      yang     tertentu,   Kehalusan dari serat juga adajumlah serat-serat yang halus       batasnya, karena pa...
112.7.4 Gesekan Permukaan             panjang yang lebih banyak dan      Serat                         relatif lebih panja...
12BAB IIIBENANGBenang adalah susunan serat-serat yang teratur kearahmemanjang        dengan        garistengah dan jumlah ...
133.1 Benang Menurut    Panjang    Benang stapel ialah benang    Seratnya                     yang dibuat dari serat-serat...
Smk teknologi pembuatan-benang-dan-pembuatan-kain-1_abdul.pdf
Smk teknologi pembuatan-benang-dan-pembuatan-kain-1_abdul.pdf
Smk teknologi pembuatan-benang-dan-pembuatan-kain-1_abdul.pdf
Smk teknologi pembuatan-benang-dan-pembuatan-kain-1_abdul.pdf
Smk teknologi pembuatan-benang-dan-pembuatan-kain-1_abdul.pdf
Smk teknologi pembuatan-benang-dan-pembuatan-kain-1_abdul.pdf
Smk teknologi pembuatan-benang-dan-pembuatan-kain-1_abdul.pdf
Smk teknologi pembuatan-benang-dan-pembuatan-kain-1_abdul.pdf
Smk teknologi pembuatan-benang-dan-pembuatan-kain-1_abdul.pdf
Smk teknologi pembuatan-benang-dan-pembuatan-kain-1_abdul.pdf
Smk teknologi pembuatan-benang-dan-pembuatan-kain-1_abdul.pdf
Smk teknologi pembuatan-benang-dan-pembuatan-kain-1_abdul.pdf
Smk teknologi pembuatan-benang-dan-pembuatan-kain-1_abdul.pdf
Smk teknologi pembuatan-benang-dan-pembuatan-kain-1_abdul.pdf
Smk teknologi pembuatan-benang-dan-pembuatan-kain-1_abdul.pdf
Smk teknologi pembuatan-benang-dan-pembuatan-kain-1_abdul.pdf
Smk teknologi pembuatan-benang-dan-pembuatan-kain-1_abdul.pdf
Smk teknologi pembuatan-benang-dan-pembuatan-kain-1_abdul.pdf
Smk teknologi pembuatan-benang-dan-pembuatan-kain-1_abdul.pdf
Smk teknologi pembuatan-benang-dan-pembuatan-kain-1_abdul.pdf
Smk teknologi pembuatan-benang-dan-pembuatan-kain-1_abdul.pdf
Smk teknologi pembuatan-benang-dan-pembuatan-kain-1_abdul.pdf
Smk teknologi pembuatan-benang-dan-pembuatan-kain-1_abdul.pdf
Smk teknologi pembuatan-benang-dan-pembuatan-kain-1_abdul.pdf
Smk teknologi pembuatan-benang-dan-pembuatan-kain-1_abdul.pdf
Smk teknologi pembuatan-benang-dan-pembuatan-kain-1_abdul.pdf
Smk teknologi pembuatan-benang-dan-pembuatan-kain-1_abdul.pdf
Smk teknologi pembuatan-benang-dan-pembuatan-kain-1_abdul.pdf
Smk teknologi pembuatan-benang-dan-pembuatan-kain-1_abdul.pdf
Smk teknologi pembuatan-benang-dan-pembuatan-kain-1_abdul.pdf
Smk teknologi pembuatan-benang-dan-pembuatan-kain-1_abdul.pdf
Smk teknologi pembuatan-benang-dan-pembuatan-kain-1_abdul.pdf
Smk teknologi pembuatan-benang-dan-pembuatan-kain-1_abdul.pdf
Smk teknologi pembuatan-benang-dan-pembuatan-kain-1_abdul.pdf
Smk teknologi pembuatan-benang-dan-pembuatan-kain-1_abdul.pdf
Smk teknologi pembuatan-benang-dan-pembuatan-kain-1_abdul.pdf
Smk teknologi pembuatan-benang-dan-pembuatan-kain-1_abdul.pdf
Smk teknologi pembuatan-benang-dan-pembuatan-kain-1_abdul.pdf
Smk teknologi pembuatan-benang-dan-pembuatan-kain-1_abdul.pdf
Smk teknologi pembuatan-benang-dan-pembuatan-kain-1_abdul.pdf
Smk teknologi pembuatan-benang-dan-pembuatan-kain-1_abdul.pdf
Smk teknologi pembuatan-benang-dan-pembuatan-kain-1_abdul.pdf
Smk teknologi pembuatan-benang-dan-pembuatan-kain-1_abdul.pdf
Smk teknologi pembuatan-benang-dan-pembuatan-kain-1_abdul.pdf
Smk teknologi pembuatan-benang-dan-pembuatan-kain-1_abdul.pdf
Smk teknologi pembuatan-benang-dan-pembuatan-kain-1_abdul.pdf
Smk teknologi pembuatan-benang-dan-pembuatan-kain-1_abdul.pdf
Smk teknologi pembuatan-benang-dan-pembuatan-kain-1_abdul.pdf
Smk teknologi pembuatan-benang-dan-pembuatan-kain-1_abdul.pdf
Smk teknologi pembuatan-benang-dan-pembuatan-kain-1_abdul.pdf
Smk teknologi pembuatan-benang-dan-pembuatan-kain-1_abdul.pdf
Smk teknologi pembuatan-benang-dan-pembuatan-kain-1_abdul.pdf
Smk teknologi pembuatan-benang-dan-pembuatan-kain-1_abdul.pdf
Smk teknologi pembuatan-benang-dan-pembuatan-kain-1_abdul.pdf
Smk teknologi pembuatan-benang-dan-pembuatan-kain-1_abdul.pdf
Smk teknologi pembuatan-benang-dan-pembuatan-kain-1_abdul.pdf
Smk teknologi pembuatan-benang-dan-pembuatan-kain-1_abdul.pdf
Smk teknologi pembuatan-benang-dan-pembuatan-kain-1_abdul.pdf
Smk teknologi pembuatan-benang-dan-pembuatan-kain-1_abdul.pdf
Smk teknologi pembuatan-benang-dan-pembuatan-kain-1_abdul.pdf
Smk teknologi pembuatan-benang-dan-pembuatan-kain-1_abdul.pdf
Smk teknologi pembuatan-benang-dan-pembuatan-kain-1_abdul.pdf
Smk teknologi pembuatan-benang-dan-pembuatan-kain-1_abdul.pdf
Smk teknologi pembuatan-benang-dan-pembuatan-kain-1_abdul.pdf
Smk teknologi pembuatan-benang-dan-pembuatan-kain-1_abdul.pdf
Smk teknologi pembuatan-benang-dan-pembuatan-kain-1_abdul.pdf
Smk teknologi pembuatan-benang-dan-pembuatan-kain-1_abdul.pdf
Smk teknologi pembuatan-benang-dan-pembuatan-kain-1_abdul.pdf
Smk teknologi pembuatan-benang-dan-pembuatan-kain-1_abdul.pdf
Smk teknologi pembuatan-benang-dan-pembuatan-kain-1_abdul.pdf
Smk teknologi pembuatan-benang-dan-pembuatan-kain-1_abdul.pdf
Smk teknologi pembuatan-benang-dan-pembuatan-kain-1_abdul.pdf
Smk teknologi pembuatan-benang-dan-pembuatan-kain-1_abdul.pdf
Smk teknologi pembuatan-benang-dan-pembuatan-kain-1_abdul.pdf
Smk teknologi pembuatan-benang-dan-pembuatan-kain-1_abdul.pdf
Smk teknologi pembuatan-benang-dan-pembuatan-kain-1_abdul.pdf
Smk teknologi pembuatan-benang-dan-pembuatan-kain-1_abdul.pdf
Smk teknologi pembuatan-benang-dan-pembuatan-kain-1_abdul.pdf
Smk teknologi pembuatan-benang-dan-pembuatan-kain-1_abdul.pdf
Smk teknologi pembuatan-benang-dan-pembuatan-kain-1_abdul.pdf
Smk teknologi pembuatan-benang-dan-pembuatan-kain-1_abdul.pdf
Smk teknologi pembuatan-benang-dan-pembuatan-kain-1_abdul.pdf
Smk teknologi pembuatan-benang-dan-pembuatan-kain-1_abdul.pdf
Smk teknologi pembuatan-benang-dan-pembuatan-kain-1_abdul.pdf
Smk teknologi pembuatan-benang-dan-pembuatan-kain-1_abdul.pdf
Smk teknologi pembuatan-benang-dan-pembuatan-kain-1_abdul.pdf
Smk teknologi pembuatan-benang-dan-pembuatan-kain-1_abdul.pdf
Smk teknologi pembuatan-benang-dan-pembuatan-kain-1_abdul.pdf
Smk teknologi pembuatan-benang-dan-pembuatan-kain-1_abdul.pdf
Smk teknologi pembuatan-benang-dan-pembuatan-kain-1_abdul.pdf
Smk teknologi pembuatan-benang-dan-pembuatan-kain-1_abdul.pdf
Smk teknologi pembuatan-benang-dan-pembuatan-kain-1_abdul.pdf
Smk teknologi pembuatan-benang-dan-pembuatan-kain-1_abdul.pdf
Smk teknologi pembuatan-benang-dan-pembuatan-kain-1_abdul.pdf
Smk teknologi pembuatan-benang-dan-pembuatan-kain-1_abdul.pdf
Smk teknologi pembuatan-benang-dan-pembuatan-kain-1_abdul.pdf
Smk teknologi pembuatan-benang-dan-pembuatan-kain-1_abdul.pdf
Smk teknologi pembuatan-benang-dan-pembuatan-kain-1_abdul.pdf
Smk teknologi pembuatan-benang-dan-pembuatan-kain-1_abdul.pdf
Smk teknologi pembuatan-benang-dan-pembuatan-kain-1_abdul.pdf
Smk teknologi pembuatan-benang-dan-pembuatan-kain-1_abdul.pdf
Smk teknologi pembuatan-benang-dan-pembuatan-kain-1_abdul.pdf
Smk teknologi pembuatan-benang-dan-pembuatan-kain-1_abdul.pdf
Smk teknologi pembuatan-benang-dan-pembuatan-kain-1_abdul.pdf
Smk teknologi pembuatan-benang-dan-pembuatan-kain-1_abdul.pdf
Smk teknologi pembuatan-benang-dan-pembuatan-kain-1_abdul.pdf
Smk teknologi pembuatan-benang-dan-pembuatan-kain-1_abdul.pdf
Smk teknologi pembuatan-benang-dan-pembuatan-kain-1_abdul.pdf
Smk teknologi pembuatan-benang-dan-pembuatan-kain-1_abdul.pdf
Smk teknologi pembuatan-benang-dan-pembuatan-kain-1_abdul.pdf
Smk teknologi pembuatan-benang-dan-pembuatan-kain-1_abdul.pdf
Smk teknologi pembuatan-benang-dan-pembuatan-kain-1_abdul.pdf
Smk teknologi pembuatan-benang-dan-pembuatan-kain-1_abdul.pdf
Smk teknologi pembuatan-benang-dan-pembuatan-kain-1_abdul.pdf
Smk teknologi pembuatan-benang-dan-pembuatan-kain-1_abdul.pdf
Smk teknologi pembuatan-benang-dan-pembuatan-kain-1_abdul.pdf
Smk teknologi pembuatan-benang-dan-pembuatan-kain-1_abdul.pdf
Smk teknologi pembuatan-benang-dan-pembuatan-kain-1_abdul.pdf
Smk teknologi pembuatan-benang-dan-pembuatan-kain-1_abdul.pdf
Smk teknologi pembuatan-benang-dan-pembuatan-kain-1_abdul.pdf
Smk teknologi pembuatan-benang-dan-pembuatan-kain-1_abdul.pdf
Smk teknologi pembuatan-benang-dan-pembuatan-kain-1_abdul.pdf
Smk teknologi pembuatan-benang-dan-pembuatan-kain-1_abdul.pdf
Smk teknologi pembuatan-benang-dan-pembuatan-kain-1_abdul.pdf
Smk teknologi pembuatan-benang-dan-pembuatan-kain-1_abdul.pdf
Smk teknologi pembuatan-benang-dan-pembuatan-kain-1_abdul.pdf
Smk teknologi pembuatan-benang-dan-pembuatan-kain-1_abdul.pdf
Smk teknologi pembuatan-benang-dan-pembuatan-kain-1_abdul.pdf
Smk teknologi pembuatan-benang-dan-pembuatan-kain-1_abdul.pdf
Smk teknologi pembuatan-benang-dan-pembuatan-kain-1_abdul.pdf
Smk teknologi pembuatan-benang-dan-pembuatan-kain-1_abdul.pdf
Smk teknologi pembuatan-benang-dan-pembuatan-kain-1_abdul.pdf
Smk teknologi pembuatan-benang-dan-pembuatan-kain-1_abdul.pdf
Smk teknologi pembuatan-benang-dan-pembuatan-kain-1_abdul.pdf
Smk teknologi pembuatan-benang-dan-pembuatan-kain-1_abdul.pdf
Smk teknologi pembuatan-benang-dan-pembuatan-kain-1_abdul.pdf
Smk teknologi pembuatan-benang-dan-pembuatan-kain-1_abdul.pdf
Smk teknologi pembuatan-benang-dan-pembuatan-kain-1_abdul.pdf
Smk teknologi pembuatan-benang-dan-pembuatan-kain-1_abdul.pdf
Smk teknologi pembuatan-benang-dan-pembuatan-kain-1_abdul.pdf
Smk teknologi pembuatan-benang-dan-pembuatan-kain-1_abdul.pdf
Smk teknologi pembuatan-benang-dan-pembuatan-kain-1_abdul.pdf
Smk teknologi pembuatan-benang-dan-pembuatan-kain-1_abdul.pdf
Smk teknologi pembuatan-benang-dan-pembuatan-kain-1_abdul.pdf
Smk teknologi pembuatan-benang-dan-pembuatan-kain-1_abdul.pdf
Smk teknologi pembuatan-benang-dan-pembuatan-kain-1_abdul.pdf
Smk teknologi pembuatan-benang-dan-pembuatan-kain-1_abdul.pdf
Smk teknologi pembuatan-benang-dan-pembuatan-kain-1_abdul.pdf
Smk teknologi pembuatan-benang-dan-pembuatan-kain-1_abdul.pdf
Smk teknologi pembuatan-benang-dan-pembuatan-kain-1_abdul.pdf
Smk teknologi pembuatan-benang-dan-pembuatan-kain-1_abdul.pdf
Smk teknologi pembuatan-benang-dan-pembuatan-kain-1_abdul.pdf
Smk teknologi pembuatan-benang-dan-pembuatan-kain-1_abdul.pdf
Smk teknologi pembuatan-benang-dan-pembuatan-kain-1_abdul.pdf
Smk teknologi pembuatan-benang-dan-pembuatan-kain-1_abdul.pdf
Smk teknologi pembuatan-benang-dan-pembuatan-kain-1_abdul.pdf
Smk teknologi pembuatan-benang-dan-pembuatan-kain-1_abdul.pdf
Smk teknologi pembuatan-benang-dan-pembuatan-kain-1_abdul.pdf
Smk teknologi pembuatan-benang-dan-pembuatan-kain-1_abdul.pdf
Smk teknologi pembuatan-benang-dan-pembuatan-kain-1_abdul.pdf
Smk teknologi pembuatan-benang-dan-pembuatan-kain-1_abdul.pdf
Smk teknologi pembuatan-benang-dan-pembuatan-kain-1_abdul.pdf
Smk teknologi pembuatan-benang-dan-pembuatan-kain-1_abdul.pdf
Smk teknologi pembuatan-benang-dan-pembuatan-kain-1_abdul.pdf
Smk teknologi pembuatan-benang-dan-pembuatan-kain-1_abdul.pdf
Smk teknologi pembuatan-benang-dan-pembuatan-kain-1_abdul.pdf
Smk teknologi pembuatan-benang-dan-pembuatan-kain-1_abdul.pdf
Smk teknologi pembuatan-benang-dan-pembuatan-kain-1_abdul.pdf
Smk teknologi pembuatan-benang-dan-pembuatan-kain-1_abdul.pdf
Smk teknologi pembuatan-benang-dan-pembuatan-kain-1_abdul.pdf
Smk teknologi pembuatan-benang-dan-pembuatan-kain-1_abdul.pdf
Smk teknologi pembuatan-benang-dan-pembuatan-kain-1_abdul.pdf
Smk teknologi pembuatan-benang-dan-pembuatan-kain-1_abdul.pdf
Smk teknologi pembuatan-benang-dan-pembuatan-kain-1_abdul.pdf
Smk teknologi pembuatan-benang-dan-pembuatan-kain-1_abdul.pdf
Smk teknologi pembuatan-benang-dan-pembuatan-kain-1_abdul.pdf
Smk teknologi pembuatan-benang-dan-pembuatan-kain-1_abdul.pdf
Smk teknologi pembuatan-benang-dan-pembuatan-kain-1_abdul.pdf
Smk teknologi pembuatan-benang-dan-pembuatan-kain-1_abdul.pdf
Smk teknologi pembuatan-benang-dan-pembuatan-kain-1_abdul.pdf
Smk teknologi pembuatan-benang-dan-pembuatan-kain-1_abdul.pdf
Smk teknologi pembuatan-benang-dan-pembuatan-kain-1_abdul.pdf
Smk teknologi pembuatan-benang-dan-pembuatan-kain-1_abdul.pdf
Smk teknologi pembuatan-benang-dan-pembuatan-kain-1_abdul.pdf
Smk teknologi pembuatan-benang-dan-pembuatan-kain-1_abdul.pdf
Smk teknologi pembuatan-benang-dan-pembuatan-kain-1_abdul.pdf
Smk teknologi pembuatan-benang-dan-pembuatan-kain-1_abdul.pdf
Smk teknologi pembuatan-benang-dan-pembuatan-kain-1_abdul.pdf
Smk teknologi pembuatan-benang-dan-pembuatan-kain-1_abdul.pdf
Smk teknologi pembuatan-benang-dan-pembuatan-kain-1_abdul.pdf
Smk teknologi pembuatan-benang-dan-pembuatan-kain-1_abdul.pdf
Smk teknologi pembuatan-benang-dan-pembuatan-kain-1_abdul.pdf
Smk teknologi pembuatan-benang-dan-pembuatan-kain-1_abdul.pdf
Smk teknologi pembuatan-benang-dan-pembuatan-kain-1_abdul.pdf
Smk teknologi pembuatan-benang-dan-pembuatan-kain-1_abdul.pdf
Smk teknologi pembuatan-benang-dan-pembuatan-kain-1_abdul.pdf
Smk teknologi pembuatan-benang-dan-pembuatan-kain-1_abdul.pdf
Smk teknologi pembuatan-benang-dan-pembuatan-kain-1_abdul.pdf
Smk teknologi pembuatan-benang-dan-pembuatan-kain-1_abdul.pdf
Smk teknologi pembuatan-benang-dan-pembuatan-kain-1_abdul.pdf
Smk teknologi pembuatan-benang-dan-pembuatan-kain-1_abdul.pdf
Smk teknologi pembuatan-benang-dan-pembuatan-kain-1_abdul.pdf
Smk teknologi pembuatan-benang-dan-pembuatan-kain-1_abdul.pdf
Smk teknologi pembuatan-benang-dan-pembuatan-kain-1_abdul.pdf
Smk teknologi pembuatan-benang-dan-pembuatan-kain-1_abdul.pdf
Smk teknologi pembuatan-benang-dan-pembuatan-kain-1_abdul.pdf
Smk teknologi pembuatan-benang-dan-pembuatan-kain-1_abdul.pdf
Smk teknologi pembuatan-benang-dan-pembuatan-kain-1_abdul.pdf
Smk teknologi pembuatan-benang-dan-pembuatan-kain-1_abdul.pdf
Smk teknologi pembuatan-benang-dan-pembuatan-kain-1_abdul.pdf
Smk teknologi pembuatan-benang-dan-pembuatan-kain-1_abdul.pdf
Smk teknologi pembuatan-benang-dan-pembuatan-kain-1_abdul.pdf
Smk teknologi pembuatan-benang-dan-pembuatan-kain-1_abdul.pdf
Smk teknologi pembuatan-benang-dan-pembuatan-kain-1_abdul.pdf
Smk teknologi pembuatan-benang-dan-pembuatan-kain-1_abdul.pdf
Smk teknologi pembuatan-benang-dan-pembuatan-kain-1_abdul.pdf
Smk teknologi pembuatan-benang-dan-pembuatan-kain-1_abdul.pdf
Smk teknologi pembuatan-benang-dan-pembuatan-kain-1_abdul.pdf
Smk teknologi pembuatan-benang-dan-pembuatan-kain-1_abdul.pdf
Smk teknologi pembuatan-benang-dan-pembuatan-kain-1_abdul.pdf
Smk teknologi pembuatan-benang-dan-pembuatan-kain-1_abdul.pdf
Smk teknologi pembuatan-benang-dan-pembuatan-kain-1_abdul.pdf
Smk teknologi pembuatan-benang-dan-pembuatan-kain-1_abdul.pdf
Smk teknologi pembuatan-benang-dan-pembuatan-kain-1_abdul.pdf
Smk teknologi pembuatan-benang-dan-pembuatan-kain-1_abdul.pdf
Smk teknologi pembuatan-benang-dan-pembuatan-kain-1_abdul.pdf
Smk teknologi pembuatan-benang-dan-pembuatan-kain-1_abdul.pdf
Smk teknologi pembuatan-benang-dan-pembuatan-kain-1_abdul.pdf
Smk teknologi pembuatan-benang-dan-pembuatan-kain-1_abdul.pdf
Smk teknologi pembuatan-benang-dan-pembuatan-kain-1_abdul.pdf
Smk teknologi pembuatan-benang-dan-pembuatan-kain-1_abdul.pdf
Smk teknologi pembuatan-benang-dan-pembuatan-kain-1_abdul.pdf
Smk teknologi pembuatan-benang-dan-pembuatan-kain-1_abdul.pdf
Smk teknologi pembuatan-benang-dan-pembuatan-kain-1_abdul.pdf
Smk teknologi pembuatan-benang-dan-pembuatan-kain-1_abdul.pdf
Smk teknologi pembuatan-benang-dan-pembuatan-kain-1_abdul.pdf
Smk teknologi pembuatan-benang-dan-pembuatan-kain-1_abdul.pdf
Smk teknologi pembuatan-benang-dan-pembuatan-kain-1_abdul.pdf
Smk teknologi pembuatan-benang-dan-pembuatan-kain-1_abdul.pdf
Smk teknologi pembuatan-benang-dan-pembuatan-kain-1_abdul.pdf
Smk teknologi pembuatan-benang-dan-pembuatan-kain-1_abdul.pdf
Smk teknologi pembuatan-benang-dan-pembuatan-kain-1_abdul.pdf
Smk teknologi pembuatan-benang-dan-pembuatan-kain-1_abdul.pdf
Smk teknologi pembuatan-benang-dan-pembuatan-kain-1_abdul.pdf
Smk teknologi pembuatan-benang-dan-pembuatan-kain-1_abdul.pdf
Smk teknologi pembuatan-benang-dan-pembuatan-kain-1_abdul.pdf
Smk teknologi pembuatan-benang-dan-pembuatan-kain-1_abdul.pdf
Smk teknologi pembuatan-benang-dan-pembuatan-kain-1_abdul.pdf
Smk teknologi pembuatan-benang-dan-pembuatan-kain-1_abdul.pdf
Smk teknologi pembuatan-benang-dan-pembuatan-kain-1_abdul.pdf
Smk teknologi pembuatan-benang-dan-pembuatan-kain-1_abdul.pdf
Smk teknologi pembuatan-benang-dan-pembuatan-kain-1_abdul.pdf
Smk teknologi pembuatan-benang-dan-pembuatan-kain-1_abdul.pdf
Smk teknologi pembuatan-benang-dan-pembuatan-kain-1_abdul.pdf
Smk teknologi pembuatan-benang-dan-pembuatan-kain-1_abdul.pdf
Smk teknologi pembuatan-benang-dan-pembuatan-kain-1_abdul.pdf
Smk teknologi pembuatan-benang-dan-pembuatan-kain-1_abdul.pdf
Smk teknologi pembuatan-benang-dan-pembuatan-kain-1_abdul.pdf
Smk teknologi pembuatan-benang-dan-pembuatan-kain-1_abdul.pdf
Smk teknologi pembuatan-benang-dan-pembuatan-kain-1_abdul.pdf
Smk teknologi pembuatan-benang-dan-pembuatan-kain-1_abdul.pdf
Smk teknologi pembuatan-benang-dan-pembuatan-kain-1_abdul.pdf
Smk teknologi pembuatan-benang-dan-pembuatan-kain-1_abdul.pdf
Smk teknologi pembuatan-benang-dan-pembuatan-kain-1_abdul.pdf
Smk teknologi pembuatan-benang-dan-pembuatan-kain-1_abdul.pdf
Smk teknologi pembuatan-benang-dan-pembuatan-kain-1_abdul.pdf
Smk teknologi pembuatan-benang-dan-pembuatan-kain-1_abdul.pdf
Smk teknologi pembuatan-benang-dan-pembuatan-kain-1_abdul.pdf
Smk teknologi pembuatan-benang-dan-pembuatan-kain-1_abdul.pdf
Smk teknologi pembuatan-benang-dan-pembuatan-kain-1_abdul.pdf
Smk teknologi pembuatan-benang-dan-pembuatan-kain-1_abdul.pdf
Smk teknologi pembuatan-benang-dan-pembuatan-kain-1_abdul.pdf
Smk teknologi pembuatan-benang-dan-pembuatan-kain-1_abdul.pdf
Smk teknologi pembuatan-benang-dan-pembuatan-kain-1_abdul.pdf
Smk teknologi pembuatan-benang-dan-pembuatan-kain-1_abdul.pdf
Smk teknologi pembuatan-benang-dan-pembuatan-kain-1_abdul.pdf
Smk teknologi pembuatan-benang-dan-pembuatan-kain-1_abdul.pdf
Smk teknologi pembuatan-benang-dan-pembuatan-kain-1_abdul.pdf
Smk teknologi pembuatan-benang-dan-pembuatan-kain-1_abdul.pdf
Smk teknologi pembuatan-benang-dan-pembuatan-kain-1_abdul.pdf
Smk teknologi pembuatan-benang-dan-pembuatan-kain-1_abdul.pdf
Smk teknologi pembuatan-benang-dan-pembuatan-kain-1_abdul.pdf
Smk teknologi pembuatan-benang-dan-pembuatan-kain-1_abdul.pdf
Smk teknologi pembuatan-benang-dan-pembuatan-kain-1_abdul.pdf
Smk teknologi pembuatan-benang-dan-pembuatan-kain-1_abdul.pdf
Smk teknologi pembuatan-benang-dan-pembuatan-kain-1_abdul.pdf
Smk teknologi pembuatan-benang-dan-pembuatan-kain-1_abdul.pdf
Smk teknologi pembuatan-benang-dan-pembuatan-kain-1_abdul.pdf
Smk teknologi pembuatan-benang-dan-pembuatan-kain-1_abdul.pdf
Smk teknologi pembuatan-benang-dan-pembuatan-kain-1_abdul.pdf
Smk teknologi pembuatan-benang-dan-pembuatan-kain-1_abdul.pdf
Smk teknologi pembuatan-benang-dan-pembuatan-kain-1_abdul.pdf
Smk teknologi pembuatan-benang-dan-pembuatan-kain-1_abdul.pdf
Smk teknologi pembuatan-benang-dan-pembuatan-kain-1_abdul.pdf
Smk teknologi pembuatan-benang-dan-pembuatan-kain-1_abdul.pdf
Smk teknologi pembuatan-benang-dan-pembuatan-kain-1_abdul.pdf
Upcoming SlideShare
Loading in …5
×

Smk teknologi pembuatan-benang-dan-pembuatan-kain-1_abdul.pdf

9,747 views

Published on

Published in: Education
0 Comments
3 Likes
Statistics
Notes
  • Be the first to comment

No Downloads
Views
Total views
9,747
On SlideShare
0
From Embeds
0
Number of Embeds
42
Actions
Shares
0
Downloads
494
Comments
0
Likes
3
Embeds 0
No embeds

No notes for slide

Smk teknologi pembuatan-benang-dan-pembuatan-kain-1_abdul.pdf

  1. 1. Abdul Latief SulamTEKNIK PEMBUATANBENANG DANPEMBUATAN KAINJILID 1SMK Direktorat Pembinaan Sekolah Menengah Kejuruan Direktorat Jenderal Manajemen Pendidikan Dasar dan Menengah Departemen Pendidikan Nasional
  2. 2. Hak Cipta pada Departemen Pendidikan NasionalDilindungi Undang-undangTEKNIK PEMBUATANBENANG DANPEMBUATAN KAINJILID 1Untuk SMKPenulis Utama : Abdul Latief SulamPerancang Kulit : TimUkuran Buku : 17,6 x 25 cm SLM SULAM, Abdul Latief t Teknik Pembuatan Benang dan Pembuatan Kain Jilid 1 untuk SMK /oleh Abdul Latief Sulam ---- Jakarta : Direktorat Pembinaan Sekolah Menengah Kejuruan, Direktorat Jenderal Manajemen Pendidikan Dasar dan Menengah, Departemen Pendidikan Nasional, 2008. xxix. 287 hlm Daftar Pustaka : B1-B2 ISBN : 978-979-060-108-6 978-979-060-109-3Diterbitkan olehDirektorat Pembinaan Sekolah Menengah KejuruanDirektorat Jenderal Manajemen Pendidikan Dasar dan MenengahDepartemen Pendidikan NasionalTahun 2008
  3. 3. KATA SAMBUTANPuji syukur kami panjatkan kehadirat Allah SWT, berkat rahmatdan karunia Nya, Pemerintah, dalam hal ini, DirektoratPembinaan Sekolah Menengah Kejuruan Direktorat JenderalManajemen Pendidikan Dasar dan Menengah DepartemenPendidikan Nasional, telah melaksanakan kegiatan penulisanbuku kejuruan sebagai bentuk dari kegiatan pembelian hak ciptabuku teks pelajaran kejuruan bagi siswa SMK. Karena buku-bukupelajaran kejuruan sangat sulit di dapatkan di pasaran.Buku teks pelajaran ini telah melalui proses penilaian oleh BadanStandar Nasional Pendidikan sebagai buku teks pelajaran untukSMK dan telah dinyatakan memenuhi syarat kelayakan untukdigunakan dalam proses pembelajaran melalui Peraturan MenteriPendidikan Nasional Nomor 45 Tahun 2008 tanggal 15 Agustus2008.Kami menyampaikan penghargaan yang setinggi-tingginyakepada seluruh penulis yang telah berkenan mengalihkan hakcipta karyanya kepada Departemen Pendidikan Nasional untukdigunakan secara luas oleh para pendidik dan peserta didik SMK.Buku teks pelajaran yang telah dialihkan hak ciptanya kepadaDepartemen Pendidikan Nasional ini, dapat diunduh (download),digandakan, dicetak, dialihmediakan, atau difotokopi olehmasyarakat. Namun untuk penggandaan yang bersifat komersialharga penjualannya harus memenuhi ketentuan yang ditetapkanoleh Pemerintah. Dengan ditayangkan soft copy ini diharapkanakan lebih memudahkan bagi masyarakat khsusnya parapendidik dan peserta didik SMK di seluruh Indonesia maupunsekolah Indonesia yang berada di luar negeri untuk mengaksesdan memanfaatkannya sebagai sumber belajar.Kami berharap, semua pihak dapat mendukung kebijakan ini.Kepada para peserta didik kami ucapkan selamat belajar dansemoga dapat memanfaatkan buku ini sebaik-baiknya. Kamimenyadari bahwa buku ini masih perlu ditingkatkan mutunya.Oleh karena itu, saran dan kritik sangat kami harapkan. Jakarta, 17 Agustus 2008 Direktur Pembinaan SMK
  4. 4. PENGANTAR PENULIS Dengan terlebih dahulu memanjatkan puji syukur kepadaAllah SWT bahwa penulis telah dapat menyelesaikan penulisanbuku ini tanpa ada halangan yang berarti. Buku merupakan bagian integral dari suatu sistem pendidikanbahkan merupakan salah satu kunci untuk melepaskan diri dariketinggalan pengetahuan dan teknologi yang terus tumbuh danberkembang. Penyediaan buku ini untuk Sekolah Menengah Kejuruandengan tujuan untuk menunjang pelaksanaan proses belajar disekolah, baik digunakan oleh siswa maupun sebagai pedoman bagiguru dalam mengajar, khususnya pada Program KeahlianTeknologi Pembuatan Benang dan Teknologi Pembuatan KainTenun. Kepada semua pihak yang telah membantu dalam penulisanbuku ini kami sampaikan banyak terima kasih dan kepada parapembaca, segala saran yang bersifat konstruktif kamimenyampaikan penghargaan dan terima kasih. Penulis ii
  5. 5. DAFTAR ISI HalamanKATA SAMBUTAN .................................................................. iPENGANTAR PENULIS .......................................................... iiDAFTAR ISI ............................................................................ iiiDAFTAR ISTILAH/GLOSARI .................................................. xvSINOPSIS ............................................................................... xviDESKRIPSI KONSEP PENULISAN........................................ xviiPETA KOMPETENSI .............................................................. xviii JILID 1BAB I PENDAHULUAN1.1 Ruang Lingkup Teknologi Tekstile .......................... 11.1.1 Pengertian Tekstil..................................................... 11.1.2 Pengertian Berdasarkan Etimologi ........................... 11.1.3 Pengertian Berdasarkan Substansi Bahan............... 11.1.4 Pengertian Berdasarkan Modifikasi Bahan dan Fungsi....................................................................... 11.1.5 Pengertian Berdasarkan Teknologi Proses .............. 11.2 Prinsip Pembuatan Benang ..................................... 21.3 Prinsip Pembuatan Kain Tenun ............................... 3BAB II BAHAN BAKU2.1. Pengertian Serat ...................................................... 42.2. Sejarah Perkembangan Serat .................................. 42.2.1 Produksi Serat.......................................................... 42.3. Jenis Kapas ............................................................. 62.4. Penerimaan Bal Kapas............................................. 62.5. Penyimpanan Bal Kapas .......................................... 62.6. Pengambilan Bal Kapas ........................................... 62.7. Persyaratan Serat untuk dipintal ............................. 62.7.1 Panjang Serat........................................................... 62.7.1.1 Penentuan Panjang Serat dengan Tangan .............. 72.7.1.2 Penentuan Panjang Serat dengan Alat ................... 72.7.2 Kekuatan Serat......................................................... 82.7.2.1 Kekuatan Serat per Helai ......................................... 82.7.2.2 Kekuatan Serat per Bundel (Berkas)........................ 82.7.3 Kehalusan Serat ....................................................... 92.7.4 Gesekan Permukaan Serat ...................................... 112.7.5 Kekenyalan Serat (Elastisitas).................................. 11BAB III BENANG3.1 Benang menurut Panjang Seratnya ......................... 13 iii
  6. 6. 3.2 Benang menurut Konstruksinya ............................... 133.3 Benang menurut Pemakaiannya .............................. 133.4 Persyaratan Benang................................................. 173.4.1 Kekuatan Benang ..................................................... 173.4.2 Mulur Benang ........................................................... 183.4.3 Kerataan Benang ..................................................... 183.5 Penomoran Benang ................................................. 193.5.1 Satuan-satuan yang dipergunakan .......................... 193.5.2 Penomoran Benang secara tidak langsung ............. 193.5.2.1 Penomoran Cara Kapas (Ne1) ................................. 203.5.2.2 Penomoran Cara Worsted (Ne3) ............................. 213.5.2.3 Penomoran Cara Wol Ne2 atau Nc ........................ 213.5.2.4 Penomoran Cara Metrik (Nm) ................................. 223.5.2.5 Penomoran Cara Perancis (Nf) ............................... 223.5.2.6 Penomoran Cara Wol Garu (Ne4) ........................... 233.5.3 Penomoran Benang Secara Langsung .................... 233.5.3.1 Penomoran Cara Denier (D atau Td) ....................... 243.5.3.2 Penomoran Cara Tex (Tex)...................................... 243.5.3.3 Penomoran Cara Jute (Ts) ....................................... 25BAB IV PENCAMPURAN SERAT4.1 Pembukaan Bungkus Bal Kapas .............................. 274.2 Penyimpanan Bal Kapas di Ruang Mixing ............... 284.3 Blending ................................................................... 294.4 Mixing ....................................................................... 31BAB V PROSES PEMBUATAN BENANG5.1 Sistem Pintal dengan Flyer....................................... 335.2 Sistem Pintal Mule.................................................... 345.3 Sistem Pintal Cap ..................................................... 345.4 Sistem Pintal Ring ................................................... 355.5 Sistem Pintal Open End ........................................... 365.6 Pembuatan Benang Kapas....................................... 375.6.1 Cara Memintal dengan regangan biasa (ordinary draft spinning system) .............................................. 375.6.2 Cara memintal dengan regangan tinggi (High draft spinning system)....................................................... 375.6.3 Cara memintal dengan regangan yang sangat tinggi (Super high draft spinning system) ................. 385.6.4 Pembuatan Benang Sisir (Combed Yarn) ................ 395.7 Pembuatan Benang Wol........................................... 425.7.1 Sistem Pembuatan Benang Wol Garu (Woolen Spinning) .................................................................. 425.7.2 Pembuatan Benang Wol Sisir................................... 445.8 Pembuatan Benang Rami ........................................ 48 iv
  7. 7. 5.8.1 Bahan Baku .............................................................. 485.8.2 Proses Pengolahan Bahan Baku menjadi Benang... 485.8.3 Sifat Rami dibanding dengan serat Kapas .............. 495.8.4 Kegunaan Serat Rami .............................................. 505.8.5 Pencampuran dengan serat-serat lain ..................... 505.8.6 Skema Proses Pemintalan Rami.............................. 505.9 Pengolahan Benang Sutera ..................................... 535.9.1 Bahan Baku .............................................................. 535.9.2 Pengolahan Kokon ................................................... 535.9.3 Proses Pemilihan Kokon ......................................... 535.9.4 Pembuatan Benang dengan Mesin Reeling ............. 545.9.5 Limbah Sutera .......................................................... 565.10 Pembuatan Benang Sintetik ..................................... 565.10.1 Pengolahan Serat Buatan ........................................ 565.10.2 Pembuatan Benang dari Serat Buatan..................... 575.10.3 Benang Pintal (Spun Yarn) ...................................... 595.11 Pembuatan Benang Campuran ................................ 605.12 Proses di Mesin Blowing .......................................... 625.12.1 Mesin Loftex Charger ............................................... 635.12.1.1 Proses di mesin Loftex Charger ............................... 635.12.2 Mesin Hopper Feeder .............................................. 645.12.2.1 Proses di mesin Hopper Feeder Cleaner ................. 645.12.2.2 Mesin Hopper Feeder Cleaner ................................ 645.12.2.3 Proses di mesin Hopper Feeder Cleaner ................ 645.12.2.4 Gerakan antara permukaan berpaku........................ 655.12.2.5 Proses di mesin Pre Opener ................................... 675.12.2.6 Pemisahan Kotoran di mesin Pre Opener Cleaner .. 685.12.2.7 Gerakan Pemukul..................................................... 685.12.3. Mesin Condensor at Cleaner.................................... 695.12.3.1 Proses di Mesin Condensor at Cleaner.................... 695.12.3.2 Pemisahan Kotoran di Mesin Condensor at Cleaner 695.12.4 Mesin Opener Cleaner ............................................. 705.12.4.1 Proses di mesin opener Cleane ............................... 705.12.4.2 Pemisahan kotoran di mesin opener cleaner .......... 715.12.5 Mesin Condensor at Picker ..................................... 715.12.5.1 Proses di Mesin Condensor at Picker ...................... 715.12.5.2 Pemisahan kotoran di Mesin Condensor at Picker... 715.12.6. Mesin Micro Even Feeder......................................... 725.12.6.1 Proses di Mesin Micro Even Feeder......................... 735.12.7 Mesin Scutcher......................................................... 735.12.7.1 Proses di Mesin Scutcher......................................... 745.12.7.2 Gerakan Pengaturan Penyuapan ............................. 745.12.8.3 Proses Pembukaan dan Pemukulan serat di Mesin Scutcher ................................................................... 785.12.8.4 Pemisahan Kotoran di Mesin Scutcher .................... 805.12.8.5 Tekanan Rol Penggilas…… ..................................... 82 v
  8. 8. 5.12.8.6 Tekanan Batang Penggulung Lap............................ 845.12.9 Pengujian Mutu Hasil................................................ 875.12.9.1 Penimbangan Berat Lap........................................... 875.12.9.2 Pengujian Nomor Lap............................................... 875.12.9.3 Pengujian Kerataan Lap ........................................... 875.12.9.4 Pengujian persen limbah .......................................... 885.12.10 Perhitungan Regangan............................................. 885.12.10.1 Susunan Roda Gigi Mesin Scutcher......................... 885.12.10.2 Sistim Hidroulik pada Mesin Blowing ...................... 915.12.10.3 Perhitungan Regangan............................................. 915.12.11 Perhitungan Produksi ............................................... 965.12.11.1 Produksi Teoritis....................................................... 965.12.11.2 Produksi Nyata ......................................................... 965.12.11.3 Efisiensi .................................................................... 975.12.11.4 Pemeliharaan Mesin Blowing .................................. 975.13 Proses di Mesin Carding ......................................... 985.13.1 Bagian Penyuapan ................................................... 1015.13.1.1 Pelat Penyuap .......................................................... 1025.13.1.2 Rol Penyuap (Feeder Roller).................................... 1025.13.1.3 Rol Pengambil (Taker-in/Licher-in)........................... 1035.13.1.4 Pisau Pembersih (mote knife) dan saringan bawah (under grid) .......................................................................... 1045.13.1.5 Tekanan pada Rol Penyuap ..................................... 1065.13.1.6 Mekanisme pemisahan kotoran dari serat pada Taker-in ................................................................... 1075.13.2 Bagian Penguraian ................................................... 1095.13.2.1 Silinder Utama .......................................................... 1095.13.2.2 Pelat Depan dan Pelat Belakang.............................. 1115.13.2.3 Top Flat .................................................................... 1115.13.2.4 Saringan Silinder (Cylinder Screen) ........................ 1125.13.2.5 Gerakan Pengelupasan (Stripping Action) ............... 1135.13.2.6 Gerakan Penguraian (Carding Action) .................... 1135.13.2.7 Pemisahan Serat Pendek dan serat Panjang........... 1145.13.3 Bagian Pembentukan dan Penampungan Sliver...... 1145.13.3.1 Doffer........................................................................ 1155.13.3.2 Sisir Doffer (Doffer Comb) ........................................ 1175.13.3.3 Rol Penggilas ........................................................... 1195.13.3.4 Coiler ........................................................................ 1205.13.4 Pengujian Mutu Hasil................................................ 1235.13.4.1 Pengujian Nomor Sliver Carding .............................. 1235.13.4.2 Pengujian Kerataan Sliver Carding .......................... 1235.13.4.3 Pengujian Persentase waste .................................... 1245.13.5 Setting pada Mesin Carding ..................................... 1245.13.6 Pemeliharaan Mesin Carding .................................. 1265.13.7 Perhitungan Regangan............................................. 1265.13.7.1 Putaran Lap Roll....................................................... 126 vi
  9. 9. 5.13.7.2 Putaran Rol Penggilas pada Coiler .......................... 1295.13.7.3 Tetapan Regangan (TR) atau Draft Constant (DC).. 1305.13.7.4 Regangan Mekanik (RM).......................................... 1315.13.7.5 Regangan Nyata (RN) .............................................. 1315.13.8 Perhitungan Produksi ............................................... 1325.13.8.1 Produksi Teoritis....................................................... 1325.13.8.2 Produksi Nyata ......................................................... 1335.13.8.3 Efisiensi .................................................................... 1335.13.9 Pergantian Roda Gigi ............................................... 1345.13.9.1 Roda gigi pengganti regangan ................................ 1345.13.9.2 Roda gigi pengganti produksi ................................... 1345.14 Proses di Mesin Drawing.......................................... 1355.14.1 Bagian Penyuapan ................................................... 1385.14.1.1 Can Penyuapan........................................................ 1385.14.1.2 Pengantar Sliver ....................................................... 1385.14.1.3 Rol Penyuap ............................................................. 1385.14.1.4 Traverse Guide......................................................... 1385.14.2 Bagian Peregangan.................................................. 1395.14.2.1 Pasangan rol-rol penarik .......................................... 1395.14.2.2 Rol Bawah ................................................................ 1395.14.2.3 Rol Atas .................................................................... 1405.14.2.4 Pembebanan pada Rol Atas..................................... 1415.14.2.4.1 Pembebanan Sendiri (Self Weighting) ..................... 1415.14.2.4.2 Pembebanan Mati/Bandul (Dead Weighting) ........... 1425.14.2.4.3 Pembebanan Pelana (Saddle Weighting) ................ 1425.14.2.4.4 Pembebanan dengan Tuas (Lever Weighting)......... 1425.14.2.4.5 Pembebanan dengan Per (Spring Weighting).......... 1425.14.2.5 Peralatan Pembersih ................................................ 1435.14.2.6 Proses Peregangan.................................................. 1445.14.2.7 Penyetelan Jarak Antar Pasangan Rol Peregang ... 1475.14.2.8 Faktor-faktor yang mempengaruhi penyetelan jarak antar Rol Peregang .................................................. 1495.14.3 Bagian Penampungan .............................................. 1515.14.3.1 Pelat Panampung ..................................................... 1515.14.3.2 Terompet ................................................................. 1515.14.3.3 Rol Penggilas ........................................................... 1525.14.3.4 Coiler ....................................................................... 1525.14.3.5 Can Penampung Sliver............................................. 1525.14.3.6 Pemeliharaan Mesin Drawing................................... 1535.14.4 Pengujian Mutu Hasil................................................ 1535.14.4.1 Pengujian Nomor Sliver Drawing.............................. 1535.14.4.2 Pengujian Kerataan Sliver Drawing.......................... 1535.14.5 Perhitungan Regangan............................................. 1545.14.5.1 Putaran Rol Penyuap ............................................... 1545.14.5.2 Putaran Rol-rol Peregang......................................... 1565.14.5.3 Putaran Rol Penggilas.............................................. 157 vii
  10. 10. 5.14.5.4 Tetapan Regangan................................................... 1575.14.5.5 Regangan Mekanik................................................... 1575.14.5.6 Regangan Nyata....................................................... 1595.14.6 Perhitungan Produksi .............................................. 1595.14.6.1. Produksi Teoritis....................................................... 1595.14.6.2 Produksi Nyata ........................................................ 1605.14.6.3 Efisiensi ................................................................... 1605.14.7 Penggantian Roda Gigi ............................................ 1605.14.7.1 Roda Gigi Pengganti Regangan............................... 1615.14.7.2 Roda Gigi Pengganti Produksi (RPR) ...................... 1615.15 Persiapan Combing .................................................. 1615.15.1 Proses di Mesin Pre Drawing ................................... 1655.15.1.1 Bagian Penyuapan ................................................... 1665.15.1.2 Bagian Peregangan.................................................. 1665.15.1.3 Bagian Penampungan .............................................. 1665.15.1.4 Prinsip Bekerjanya mesin Pre Drawing .................... 1675.15.1.5 Pemeliharaan Mesin Pre Drawing ........................... 1675.16 Proses di Mesin Lap Former .................................... 1675.16.1 Bagian Penyuap ....................................................... 1685.16.2 Bagian Peregangan.................................................. 1695.16.3 Bagian Penggulungan .............................................. 1695.16.4 Prinsip Bekerjanya Mesin Lap Former (Super Lap) . 1695.16.5 Pemeliharaan Mesin Lap Former (Super Lap) ........ 1695.16.6 Perhitungan Produksi Mesin Lap Former (Super Lap) .......................................................................... 1705.17 Proses di Mesin Combing......................................... 1745.17.1 Bagian Penyuapan ................................................... 1765.17.2 Bagian Penyisiran..................................................... 1785.17.3 Bagian Penampungan Serat Panjang (Web) ........... 1845.17.4 Bagian Perangkapan, Peregangan dan Penampungan Sliver ................................................ 1865.17.5 Penyetelan Jarak dan Pengaturan Waktu ............... 1895.17.6 Pemeliharaan Mesin Combing ................................. 1935.17.7 Menentukan Doffing ................................................. 1935.17.8 Pengendalian Mutu................................................... 1935.17.9 Perhitungan Penyisiran ........................................... 1955.17.10 Perhitungan Penyuapan ........................................... 1955.17.11 Perhitungan Produksi ............................................... 1955.18 Proses di Mesin Flyer ............................................... 1965.18.1 Bagian Penyuapan ................................................... 2015.18.1.1 Can ........................................................................... 2015.18.1.2 Rol Pengantar........................................................... 2015.18.1.3 Terompet Pengantar Sliver....................................... 2025.18.1.4 Penyekat................................................................... 2025.18.2 Bagian Peregangan.................................................. 2025.18.2.1 Rol Peregang............................................................ 203 viii
  11. 11. 5.18.2.2 Penampung (Colektor) ............................................. 2035.18.2.3 Pembersih ................................................................ 2035.18.2.4 Cradle ....................................................................... 2035.18.2.5 Penyetelan Jarak antara titik jepit rol........................ 2045.18.2.6 Pemeliharaan Mesin Flyer ....................................... 2045.18.2.6 Pembebanan pada Rol Atas..................................... 2045.18.3 Bagian Penggulungan .............................................. 2055.18.3.1 Flyer.......................................................................... 2065.18.3.2 Bobin ........................................................................ 2065.18.3.3 Penggulungan Roving pada Bobin ........................... 2065.18.3.4 Trick Box................................................................... 2095.18.3.5 Kesalahan bentuk gulungan Roving......................... 2125.18.3.6 Mendoffing................................................................ 2135.18.4 Pengendalian Mutu................................................... 2145.18.5 Perhitungan Peregangan.......................................... 2155.18.6 Perhitungan Antihan (Twist) ..................................... 2225.18.7 Perhitungan Produksi ............................................... 2265.19 Proses Mesin Ring Spinning. ................................... 2285.19.1 Bagian Penyuapan ................................................... 2325.19.1.1 Rak ........................................................................... 2345.19.1.2 Penggantung Bobin .................................................. 2345.19.1.3 Pengantar ................................................................. 2345.19.1.4 Terompet Pengantar................................................. 2345.19.2 Bagian Peregangan.................................................. 2345.19.2.1 Rol Peregang............................................................ 2355.19.2.2 Cradle ....................................................................... 2365.19.2.3 Penghisap (Pneumafil) ............................................. 2365.19.2.4 Penyetelan Jarak antara Rol Peregang.................... 2365.19.2.5 Pembebanan pada Rol Atas..................................... 2385.19.3 Bagian penggulungan............................................... 2395.19.3.1 Ekor Babi (Lappet).................................................... 2405.19.3.2 Traveller.................................................................... 2405.19.3.3 Ring .......................................................................... 2415.19.3.4 Spindel ..................................................................... 2415.19.3.5 Pengontrol Baloning (Antinode Ring) ....................... 2415.19.3.6 Penyekat (Separator) ............................................... 2415.19.3.7 Tin Roll ..................................................................... 2425.19.3.8 Proses Pengantihan (Twisting)................................. 2425.19.3.9 Peroses Penggulungan Benang pada Bobin............ 2445.19.3.10 Bentuk Gulungan Benang pada Bobin ..................... 2505.19.3.11 Proses Doffing .......................................................... 2515.19.4 Pengendalian Mutu................................................... 2515.19.4.1 Nomor Benang ......................................................... 2515.19.4.2 Kekuatan Benang ..................................................... 2515.19.4.3 Twist Per Inch (TPI)… .............................................. 2525.19.4.4 Ketidakrataan Benang .............................................. 252 ix
  12. 12. 5.19.4.5 Putus Benang ........................................................... 2525.19.4.6 Grade Benang .......................................................... 2525.19.5 Susunan Roda Gigi Mesin Ring Spinning ................ 2535.19.6 Pemeliharaan Mesin Ring Spinning ......................... 2555.19.7 Perhitungan Regangan............................................. 2555.19.8 Perhitungan Antihan (Twist) ..................................... 2585.19.9 Perhitungan Produksi ............................................... 2615.20 Proses di Mesin Ring Twister ................................... 2655.20.1 Bagian Penyuapan ................................................... 2705.20.1.1 Rak Kelos (Creel) ..................................................... 2715.20.1.2 Pengantar Benang.................................................... 2715.20.1.3 Rol Penarik ............................................................... 2715.20.2 Bagian Penggulungan .............................................. 2725.20.2.1 Ekor Babi (Lappet).................................................... 2725.20.2.2 Pengontrol Baloning (Antinode Ring) ....................... 2705.20.2.3 Penyekat (separator) ................................................ 2735.20.2.4 Spindel ..................................................................... 2735.20.2.5 Ring .......................................................................... 2735.20.2.6 Traveller.................................................................... 2735.20.2.7 Tin Roll ..................................................................... 2735.20.2.8 Proses Pengantihan (Twisting)................................. 2745.20.2.9 Proses Penggulungan Benang pada Bobin.............. 2765.20.2.10 Proses Doffing .......................................................... 2815.20.2.11 Proses Steaming ..................................................... 2825.20.2.12 Pemeliharaan Mesin Ring Twister ........................... 2825.20.2.13 Bentuk Gulungan Benang pada Bobin ..................... 2835.20.3 Pengendalian Mutu................................................... 2845.20.4 Perhitungan Antihan (Twist) ..................................... 2855.20.5. Perhitungan Produksi ............................................... 286 JILID 2BAB VI DESAIN ANYAMAN6.1. Pengertian Desain Anyaman.................................... 2886.2. Cara Menggambar Desain Anyaman ....................... 2886.3. Desain dan Motif Kain. ............................................. 2926.4. Cara Pembuatan Desain Anyaman .......................... 2946.5. Anyaman Dasar........................................................ 2946.5.1. Anyaman Polos (Plain, Platt, Taffeta)....................... 2946.5.2. Anyaman Keper (Twill, Drill) ..................................... 2946.5.3. Anyaman Satin ......................................................... 2956.6. Anyaman Turunan .................................................... 2956.6.1. Turunan Anyaman Polos Langsung ......................... 2956.6.2. Turunan Anyaman Polos Tidak Langsung ............... 2926.6.3. Turunan Anyaman Keper ......................................... 2926.6.4. Turunan Anyaman Satin........................................... 3016.7. Anyaman Campuran................................................. 3026.8. Anyaman untuk tenunan rangkap............................. 303 x
  13. 13. 6.9. Anyaman Kain Khusus ............................................. 3046.9.1. Anyaman Dua Muka ................................................. 3046.9.2. Anyaman Leno ......................................................... 304BAB VII PROSES PERSIAPAN PERTENUNAN7.1. Tujuan Proses Persiapan Pertenunan...................... 3067.1.1 Standar Konstruksi Kain Tenun................................ 3067.1.1.1 Pengaruh Konstruksi Kain terhadap Proses Persiapan Pertenunan.............................................. 3067.1.1.2 Urutan Proses Persiapan Pertenuan........................ 3077.1.1.2.1 Macam-macam Proses Persiapan ........................... 3077.1.1.2.2 Macam-macam Proses Pertenunan ......................... 3077.2. Proses Pengelosan .................................................. 3107.2.1 Tujuan Proses Pengelosan. ..................................... 3107.2.2 Bentuk Bobin Kelos .................................................. 3107.2.3 Mekanisme Gerakan Mesin Kelos............................ 3117.2.4 Pemeliharaan Mesin Winding .................................. 3257.2.5 Perhitungan Produksi ............................................... 3267.3. Proses Pemaletan .................................................... 3277.3.1 Tujuan Proses Pemaletan ........................................ 3287.3.2 Bentuk Bobin Palet ................................................... 3287.3.3 Mesin Palet (Print Winder)........................................ 3327.3.3.1 Mesin Palet Otomatis ............................................... 3317.3.3.2 Pemeliharaan Mesin Palet ....................................... 3467.4. Proses Penghanian .................................................. 3467.4.1 Tujuan Proses Penghanian ...................................... 3467.4.2 Cara Penghanian...................................................... 3467.4.3 Pemilihan Gulungan Benang pada Bobin................. 3477.4.4 Cara Penarikan Benang ........................................... 3487.4.4.1 Penarikan Benang Tegak Lurus dengan Poros Bobin ........................................................................ 3487.4.4.2 Penarikan Benang Sejajar (segaris) dengan poros Bobbin ...................................................................... 3497.4.5 Mesin Hani Seksi Silinder (Cylinder Sectional Warping Machine) .................................................... 3497.4.5.1 Bagian-bagian peralatan Mesin Hani Seksi Silinder. 3497.4.5.2 Proses Penghanian .................................................. 3507.4.6 Mesin Hani Seksi Kerucut (Cone Sectional Warping 345Machine)............................................................. 3507.4.6.1 Bagian-bagian Mesin Hani Seksi Kerucut ................ 3517.4.6.2 Proses Penghanian .................................................. 3637.4.6.3 Pemeliharaan Mesin Hani ........................................ 3887.5. Proses Penganjian Benang lusi................................ 3897.5.1 Faktor-faktor Teknis yang mempengaruhi Benang Lusi pada Proses Pertenunan .................................. 3897.5.2 Tujuan Proses Penganjian Benang .......................... 389 xi
  14. 14. 7.5.3 Kriteria Proses Penganjian yang Baik ...................... 3907.5.4 Bahan Kanji .............................................................. 3917.5.5 Resep Penganjian Benang....................................... 3947.5.6 Cara Penganjian....................................................... 3957.6 Pencucukan (Drawing in, Reaching in) .................... 4187.6.1 Mencucuk dengan Tangan ....................................... 4197.6.2 Mencucuk dengan Mesin.......................................... 4207.6.2.1 Bagian Peralatan Mesin Cucuk ................................ 4217.6.2.2 Alat Perlengkapan Proses Pencucukan ................... 4227.6.2.3 Persiapan Sebelum Proses pencucukan.................. 4277.6.2.4 Proses Pencucukan.................................................. 429BAB VIII PROSES PEMBUATAN KAIN TENUN8.1 Perkembangan Alat Tenun....................................... 4318.1.1 Alat Tenun Tangan ................................................... 4318.1.2 Mesin Tenun............................................................. 4328.1.3 Mesin Tenun Teropong Otomatis ............................. 4338.1.4 Mesin Tenun Tanpa Teropong ................................. 4338.1.5 Mesin Tenun Multifase ............................................. 4338.1.6 Kombinasi Tenun dan Rajut ..................................... 4348.1.7 Peralatan Pembentuk Corak .................................... 4348.2. Pemilihan Mesin Tenun ............................................ 4348.2.1 Berdasarkan Jenis Barang ....................................... 4348.2.2 Berdasarkan Corak Anyaman .................................. 4358.2.3 Berdasarkan Tingkat Efisiensi yang diinginkan ........ 4358.2.4 Berdasarkan Corak Warna Pakan............................ 4378.3. Pembentukan Kain Tenun ........................................ 4378.3.1 Gerakan Pakan Mesin Tenun................................... 4388.3.2 Diagram Engkol ........................................................ 4408.4. Mesin Tenun............................................................. 4428.4.1 Klasifikasi Mesin Tenun............................................ 4428.4.2 Fungsi Bagian-bagian Mesin .................................... 4448.4.3 Rangka Mesin........................................................... 4458.5 Gerakan Kopling dan Pengereman .......................... 4468.5.1 Tipe-tipe Penggerak ................................................. 4468.5.1.1 Penggerak Langsung ............................................... 4468.5.1.2 Penggerak dengan Kopling ...................................... 4478.5.2 Kopling...................................................................... 4478.5.3 Rem .......................................................................... 4488.5.4 Pengontrol Penggerakan.......................................... 4508.5.5 Rancangan Penggerak Kopling Pelat Tunggal Sulzer ....................................................................... 4518.5.6 Gerakan putaran balik .............................................. 4538.6. Penggulungan Lusi................................................... 4548.6.1 Rem Beam Lusi ........................................................ 4548.6.2 Penguluran Lusi dengan Gandar Belakang.............. 455 xii
  15. 15. 8.6.2.1 Penguluran Lusi dengan kendali Pengungkit ........... 4568.6.3 Penguluran Dua Beam ............................................. 4588.7 Beam Lusi................................................................. 4598.8 Gandar Belakang...................................................... 4598.8.1 Macam-macam Gandar Belakang............................ 4598.8.2 Penyetelan Gandar Belakang................................... 4618.9 Penyetekan Tegangan Benang Lusi ........................ 4618.10 Penggulung kain....................................................... 4638.10.1 Pengontrol kain dan Benang Lusi............................. 4638.10.1.1 Batang Silangan (Lease Rod) .................................. 4648.10.1.2 Pengontrol Lusi Putus .............................................. 4658.10.1.3 Temple...................................................................... 4668.10.2 Gerakan Penggulung Kain ....................................... 4688.10.2.1 Penggulungan Pasif ................................................. 4688.11 Pembukaan Mulut Lusi dengan Cam ....................... 4718.11.1 Macam-macam cam ................................................. 4718.11.2 Gerakan Pembalik .................................................... 4728.11.3 Positif Cam ............................................................... 4738.11.4 SIstem Cam dan Kontra Cam................................... 4738.12 Pembentukan Mulut Lusi dengan Dobby.................. 4738.12.1 Macam-macam Dobby ............................................. 4748.12.2 Mekanisme Dobby.................................................... 4748.13 Mesin Jacquard ........................................................ 4758.13.1 Mekanisme Mesin Jacquard..................................... 4758.13.2 Klasifikasi Mesin Jacquard ....................................... 4818.14 Mekanisme Pengetekan ........................................... 4928.14.1 Mekanisme Mata Rantai (link) .................................. 4928.14.2 Mekanisme Cam....................................................... 4948.14.3 Mekanisme Roda Gigi .............................................. 4958.14.4 Mekanisme Khusus .................................................. 4968.15 Penyisipan Pakan..................................................... 4968.15.1 Penyisipan Pakan dengan Teropong ....................... 4968.15.1.1 Teropong (Shuttle).................................................... 4988.15.1.2 Mekanisme Penyisipan Pakan dengan Cam............ 4988.15.2 Penyisipan Pakan pada Mesin Tenun Tanpa Teropong .................................................................. 4998.15.2.1 Penyisipan Pakan Sistem Jet ................................... 5008.15.2.2 Penyisipan Benang Pakan dengan Rapier............... 5018.16 Pemeliharaan Mesin Tenun ..................................... 5028.16.1 Pemeliharaan Mesin Tenun Teropong dengan Menggunakan Cam/Exentrik .................................... 5028.16.2 Pemeliharaan Mesin Tenun Teropong dengan Menggunakan Dobby ............................................... 5028.16.3 Pemeliharaan Mesin Tenun Teropong dengan Menggunakan Jacquard ........................................... 503 xiii
  16. 16. 8.16.4 Pemeliharaan Mesin Tenun Rapier dengan Menggunakan Cam/Exentrik ................................... 5038.16.5 Pemeliharaan Mesin Tenun Projektil dengan Menggunakan Cam/Exentrik ................................... 5038.16.6 Pemeliharaan Mesin Tenun Jet dengan Menggunakan Cam/Exentrik ................................... 5048.17 Proses Pemeriksaan Kain Tenun.............................. 504PENUTUP ................................................................................ A1DAFTAR PUSTAKA.................................................................. B1DAFTAR GAMBAR ................................................................. C1DAFTAR TABEL ....................................................................... C14 xiv
  17. 17. DAFTAR ISTILAH / GLOSARI1. Serat : adalah benda yang perbandingan panjang dan diameternya sangat besar.2. Stapel : adalah serat yang mempunyai panjang terbatas.3. Filament : adalah serat yang panjangnya berlanjut.4. Benang : Susunan serat-serat yang teratur ke arah memanjang dengan diberi antihan.5. Peregangan : adalah proses penarikan / penggeseran kedudukan serat-serat dalam sliver maupun roving6. Antihan : adalah pilinan atau twist yang diberikan pada serat atau benang dengan tujuan untuk memberikan kekuatan.7. Cam/eksektrik/tapet : adalah peralatan yang dapat merubah gerak berputar menjadi gerak lurus.8. Beam : adalah tempat menggulung benang lusi dengan posisi benang lusi sejajar antara satu dengan yang lainnya.9. Shuttle/teropong : adalah alat yang bergerak bolak balik ke arah lebar kain untuk membawa benang pakan.10. Coupling/Cluth : adalah peralatan yang bisa meneruskan atau memutus gerak putar.11. Shedding : adalah pembukaan mulut lusi.12. Taking up : adalah penggulungan kain.13. Beating Up : adalah gerakan pengetekan.14. Letting Off : adalah gerakan penguluran lusi.15. Inserting/Tiking Up : adalah gerakan peluncuran benang pakan / teropong. xv
  18. 18. SINOPSIS Pembuatan benang menggunakan bahan baku yang berasaldari serat-serat alam atau serat-serat buatan baik yang berupastapel atau filamen. Pembuatan benang ada bermacam-macam cara, tergantungpada bahan baku yang diolah, namun pada prinsipnya sama, yaitumembuat untaian serat-serat yang kontinyu dengan diameter danantihan tertentu. Pembuatan benang melalui tahapan : pembukaangumpalan serat, penarikan serat-serat, pemberian antihan danpenggulungan. Kain tenun dibentuk dengan cara menganyamkan ataumenyilangkan dua kelompok benang yang saling tegak lurussehingga membentuk kain tenun dengan konstruksi tertentu. Prinsip pembentukan kain tenun melalui gerakan : pembukaanmulut lusi, penyisipan/pakan, pengetekan, penggulungan kain danpenguluran lusi. xvi
  19. 19. DESKRIPSI KONSEP PENULISANBuku ini dikerjakan sebagai sumber informasi untuk siswa SMKBidang Keahlian Teknologi Pembuatan Benang dan PembuatanKain Tenun, yang diharapkan memiliki pengetahuan yang lebihdalam dan lebih luas sehingga mampu menggambarkan bahanajar yang sesuai standar kurikulum.Dengan buku ini diharapkan guru bisa atau mampumengembangkan bahan ajar dalam bentuk modul yang siapdipakai oleh guru dan siswa di kelas dan di bengkel-bengkel.Tidak semua teknologi yang ada dituangkan dalam buku inimengingat luasnya ruang lingkup teknologi dan teknologi yangsudah diterapkan di industri Pembuatan Benang danPembuatan Kain Tenun di Indonesia.Penyajian buku ini belum bisa mencapai tingkat kesempurnaanyang memadai mengingat keterbatasan sumber informasi danwaktu penulisan yang sangat terbatas, walaupun demikianpenulis mengharapkan kesempatan untuk bisamenyempurnakan sehingga dapat mencapai kriteria standar. xvii
  20. 20. PETA KOMPETENSI Level Kompetensi Sub Kompetensi KualifikasiOperator Yunior Mengidentifikasi Menyiapkan serat tekstil proses identifikasi serat Identifikasi serat berdasarkan bentuk fisiknya Identifikasi serat dengan uji bakar Identifikasi jenis serat dengan uji pelarutan Membuat laporan kerja Melaksanakan aturan kesehatan dan keselamatan kerja Mengidentifikasi Menyiapkan benang tekstil proses identifikasi benang Identifikasi benang berdasarkan bentuk fisiknya Menguji nomor benang Menguji antihan (twist benang) Membuat laporan kerja Melaksanakan aturan kesehatan dan keselamatan kerja xviii
  21. 21. Level Kompetensi Sub KompetensiKualifikasi Membaca dan Membaca dan memahami gambar memahami teknik gambar teknik Membuka bal serat Menyiapkan kapas pembukaan bal serat Membuka bal serat Melaksanakan aturan dan keselamatan kerja Membuat laporan Melakukan Menyiapkan pencampuran serat pencampuran kapas serat kapas Mengambil gumpalan serat Melaksanakan aturan dan keselamatan kerja Membuat laporan Melakukan Memeriksa penyuapan serat kesiapan bahan secara manual di baku mesin feeding pada Mengoperasikan unit mesin blowing unit blowing Melakukan penyuapan Mengendalikan proses Melaksanakan aturan dan kesehatan kerja Membuat laporan xix
  22. 22. Level Kompetensi Sub KompetensiKualifikasi Melakukan Memeriksa kesiapan penyuapan serat proses dengan alat Mengoperasikan unit otomatis di mesin blowing feeding unit Melakukan blowing penyuapan Mengendalikan proses Melaksanakan aturan dan kesehatan kerja Membuat laporan Mengoperasikan Memeriksa kesiapan mesin scutcher mesin scutcher Mengoperasikan unit blowing Melakukan doffing lap Mengendaliakan proses Melaksanakan keselamatan dan kesehatan kerja Membuat laporan Mengoperasikan Memeriksa kesiapan mesin flat card mesin flat carding Mengoperasikan unit flat carding Melakukan doffing sliver Mengendalikan proses Melaksanakan keselamatan dan kesehatan kerja Membuat laporan xx
  23. 23. Level Kompetensi Sub KompetensiKualifikasi Mengoperasikan Memeriksa kesiapan mesin roller card mesin roller carding Mengoperasikan unit roller carding Melakukan doffing sliver Mengendalikan proses Melaksanakan keselamatan dan kesehatan kerja Membuat laporan Mengoperasikan Memeriksa kesiapan mesin drawing mesin drawing Mengoperasikan unit drawing Melakukan doffing sliver Mengendalikan proses Melaksanakan keselamatan dan kesehatan kerja Membuat laporan Mengoperasikan Memeriksa kesiapan mesin lap former mesin lap former Mengoperasikan unit lap former Melakukan doffing Mengendalikan proses Melaksanakan keselamatan dan kesehatan kerja Membuat laporan xxi
  24. 24. Level Kompetensi Sub KompetensiKualifikasi Mengoperasikan Memeriksa kesiapan mesin ribbon lap mesin ribbon lap Mengoperasikan unit ribbon lap Melakukan doffing Mengendalikan proses Melaksanakan keselamatan dan kesehatan kerja Membuat laporan Mengoperasikan Memeriksa kesiapan mesin super lap mesin super lap Mengoperasikan unit super lap Melakukan doffing Mengendalikan proses Melaksanakan keselamatan dan kesehatan kerja Membuat laporan Mengoperasikan Memeriksa kesiapan mesin combing mesin combing Mengoperasikan unit combing Melakukan doffing Mengendalikan proses Melaksanakan keselamatan dan kesehatan kerja Membuat laporan xxii
  25. 25. Level Kompetensi Sub Kompetensi Kualifikasi Mengoperasikan Memeriksa kesiapan mesin simplex mesin simplex Mengoperasikan unit simplex Melakukan doffing Mengendalikan proses Melaksanakan keselamatan dan kesehatan kerja Membuat laporan Mengoperasikan Memeriksa kesiapan mesin ring mesin ring spinning spinning Mengoperasikan unit ring spinning Melakukan doffing Mengendalikan proses Melaksanakan keselamatan dan kesehatan kerja Membuat laporanOperator Mengelos Benang 1. Menyiapkan proses pengelosan (winding). 2. Mengoperasikan mesin kelos (mesin winding) 3. Mengendalikan proses 4. Melakukan perawatan sederhana 5. Menangani gulungan benang hasil kelosan 6. Melaksanakan aturan kesehatan dan keselamatan kerja 7. Membuat laporan pekerjaan xxiii
  26. 26. Level Kompetensi Sub KompetensiKualifikasi Memberi antihan 1. Menyiapkan proses pada benang twisting (proses twisting) 2. Mengoperasikan dengan mesin mesin twisting (mesin throwing throwing) 3. Mengendalikan proses 4. Melakukan perawatan sederhana 5. Menangani gulungan benang hasil twisting 6. Melaksanakan aturan kesehatan dan keselamatan kerja 7. Membuat laporan pekerjaan Menggulung 1. Menyiapkan proses benang dalam pemaletan bentuk paletan 2. Mengoperasikan mesin palet 3. Mengendalikan proses 4. Melakukan perawatan sederhana 5. Menangani gangguan benang hasil paletan 6. Melaksanakan aturan kesehatan dan keselamatan kerja 7. Membuat laporan pekerjaan xxiv
  27. 27. Level Kompetensi Sub KompetensiKualifikasi Melaksankan 1. Menyiapkan proses proses warping penghaniang 2. Mengoperasikan (Warping) mesin warping 3. Mengendalikan proses 4. Melakukan perawatan sederhana 5. Memotong ujung benang pada beam 6. Menangani gulungan benang hasil warping 7. Melaksanakan aturan kesehatan dan keselamatan kerja 8. Membuat laporan pekerjaan Proses menganji 1. Menyiapkan proses benang lusi penganjian (Sizing) 2. Mengiperasikan mesin kanji (mesin Sizing) 3. Mengendalikan proses 4. Melakukanperawatan sederhana 5. Menangani beam tenun 6. Melaksanakan aturan kesehatan dan keselamatan kerja 7. Membuat laporan pekerjaan xxv
  28. 28. Level Kompetensi Sub KompetensiKualifikasi Mencucuk benang 1. Menyiapkan lusi dari beam lusi peralatan ke Dropper Gun pencucukan (Heald) dan sisir (reaching) 2. Melakukan persiapan pencucukan 3. Melakukan pencucukan benang lusi 4. Menangani hasil pencucukan 5. Melakukan perawatan sederhana 6. Melaksanakan aturan kesehatan dan keselamatan kerja 7. Membuat laporan kerja Memasang beam 1. Menyiapkan beam lusi yang telah lusi yang sudah dicucuk, dropper dicucuk rod, kamran dan 2. Memasang beam sisir pada mesin lusi, kamran, sisir tenun dan dropper 3. Melakukan perawatan sederhana 4. Melaksanakan aturan kesehatan dan keselamatn kerja 5. Membuat laporan kerja xxvi
  29. 29. Level Kompetensi Sub KompetensiKualifikasi Merawat mekanis 1. Merawat mesin tenun mesin tenun teropong dengan teropong yang tapet menggunakan 2. Perbaikan kerusakan tappet mekanis mesin tenun (cam/eksentrik) teropong dengan dobby 3. Pengoperasian mesin tenun teropong dengan tapet 4. Melaksanakan aturan kesehatan dan keselamatan kerja 5. Membuat laporan kerja Merawat mekanis 1. Merawat mesin tenun mesin tenun teropong dengan teropong yang Dobby menggunakan 2. Perbaikan kerusakan Dobby mekanis mesin tenun teropong dengan dobby 3. Pengoperasian mesin tenun teropong dengan dobby 4. Melaksanakan aturan dan keselamatan kerja 5. Membuat laporan kerja xxvii
  30. 30. Level Kompetensi Sub KompetensiKualifikasi Merawat mekanis 1. Merawat mesin tenun mesin tenun teropong dengan teropong yang Jacquard menggunakan 2. Perbaikan kerusakan Jacquard mekanis mesin tenun teropong dengan Jacquard 3. Pengoperasian mesin tenun teropong dengan Jacquard 4. Melaksanakan aturan dan keselamatan kerja 5. Membuat laporan kerja Merawat mekanis 1. Merawat mesin tenun mesin tenun rapier dengan tapet Rapler yang 2. Perbaikan kerusakan menggunakan mekanis mesin tenun tapet rapier dengan tapet (Cam/Eksentrik) 3. Pengoperasian mesin tenun rapier dengan tapet 4. Melaksanakan aturan dan keselamatan kerja 5. Membuat laporan kerja xxviii
  31. 31. Level Kompetensi Sub KompetensiKualifikasi Merawat mekanis 1. Merawat mesin tenun mesin tenun projectile dengan Projectile yang tapet menggunakan 2. Perbaikan kerusakan tapet mekanis mesin tenun (Cam/Eksentrik) projectile dengan tapet 3. Pengoperasian mesin tenun projectile dengan tapet 4. Melaksanakan aturan dan keselamatan kerja 5. Membuat laporan kerja Merawat mekanis 1. Merawat mesin tenun mesin tenun Jet Jet dengan tapet yang 2. Perbaikan kerusakan menggunakan mekanis mesin tenun tapet Jet dengan tapet (Cam/Eksentrik) 3. Pengoperasian mesin tenun Jet dengan tapet 4. Melaksanakan aturan dan keselamatan kerja 5. Membuat laporan kerja xxix
  32. 32. 1BAB I 1.1.4 Pengertian Berdasarkan Modifikasi Bahan danPENDAHULUAN Fungsi1.1 Ruang Lingkup Tekno Berdasarkan modifikasi dan logi Tekstil fungsinya, kata “tekstil” berarti semua bahan yang berunsur1.1.1 Pengertian Tekstil serat, filamen, benang atau kain yang memiliki fungsi tertentu.1.1.2 Pengertian Berdasarkan Etimologi Contoh : - benang tenunKata “tekstil” berasal dari - benang jahitbahasa latin (bahasa Yunani - benang hiasKuno), yaitu kata “texere” yang - taliberarti “menenun” yaitu - tambangmembuat kain dengan cara - benang kabelpenyilangan atau penganyaman - kain rajutdua kelompok benang yang - kain tenunsaling tegak lurus sehingga - kain furnituremembentuk anyaman benang- - kain rumah tanggabenang yang disebut “kain - kain berlapistenun”. - kain tiga dimensiSelanjutnya kata “kain tenun “ - kain karpetitu sendiri berubah menjadi - kain jaring (net)“tekstil” atau “bahan tekstil” - kain sulamyang identik dengan pengertian - kain tanpa anyaman“bahan pakaian” karena pada - kain penutup lantaiumumnya kain tenun digunakan berbahan seratuntuk bahan pakaian. - kain industri - kain bumi (geotekstil)1.1.3 Pengertian Berdasarkan - kain kesehatan Substansi Bahan - sarung tangan - pakaianPada tahap perkembangan - produk-produk tekstil (tas,selanjutnya pengertian “tekstil” sepatu, ikat pinggang, topi)diperluas lagi berdasarkan sifatdan bentuk bahan. Berdasarkan 1.1.5 Pengertian Berdasarkanhal tersebut diatas kata “tekstil” Teknologi Prosesdiartikan sebagai “bahanmentah dan produknya yang Berdasarkan teknologimencakup serat, benang dan prosesnya, “tekstil” berartikain”. proses-proses utama yang mencakup :
  33. 33. 2- Teknologi Pembuatan Serat- Teknologi Pembuatan - kekuatan tarik Benang - jumlah antihan per satuan- Teknologi Pembuatan Kain panjang Tenun - kehalusan (diameter)- Teknologi Pembuatan Kain benang Rajut Untuk mendapatkan sifat-sifat- Teknologi Pembuatan Kain diatas digunakan antara lain : Tanpa Anyaman - Bermacam-bermacam alat,- Teknologi Pencelupan mulai dari yang sederhana- Teknologi Pencapan sampai dengan yang- Teknologi Produk Pakaian moderen. Jadi - Bermacam-macam metode- Teknologi Industri Produk pengolahan, sehingga Tekstil hasilnya lebih optimal sesuai dengan tujuan penggunaan.Mengingat luasnya cakupan - Bermacam-macam jenisTeknologi Tekstil dan serat, stapel atau campurankedalaman setiap bagian serat stapel sehinggateknologi tekstil, dalam buku ini tujuan-tujuan ekonomishanya akan dibahas tentang dapat dicapai secara“Teknologi Pembuatan Benang” optimal.dan “Teknologi Pembuatan Kain Produk akhir proses pembuatanTenun”. benang dapat berupa : • Benang tunggal, benang1.2 Prinsip Pembuatan gintir atau benang rangkap, Benang sedangkan ditinjau dari penggunaan selanjutnya,Yang dimaksud dengan produk akhir dapat berupa :pembuatan benang adalah • Benang tenun (benang lusipengolahan serat stapel baik dan benang pakan)serat alam, serat buatan atau • Benang rajut (untukserat semi buatan (semi sintetis) membuat kain rajut)menjadi benang yang memiliki • Benang jahitsifat-sifat fisik tertentu. Proses • Benang crepe (untukpengolahan itu meliputi : memberi daya elastis pada- proses pembukaan kain)- proses penarikan, dan • Benang hias (untuk memberi- proses pemberian antihan efek hiasan pada kain atau sifat-sifat fisik tertentu tenun) yang diharapkan membe rikan :
  34. 34. 31.3 Prinsip Pembuatan tentang spesifikasi kain yang Kain Tenun mencakup : - kehalusan benang lusi danSeperti dijelaskan pada butir benang pakan1.1.1, kain tenun dibentuk - kerapatan benang lusi dandengan cara menganyamkan benang pakan per satuanatau menyilangkan dua panjangkelompok benang yang saling - lebar kaintegak lurus posisinya sehingga - jenis anyamanmembentuk kain tenun dengan - jenis bahan untuk benangkontruksi tertentu. lusi atau benang pakanDua kelompok benang yangdimaksud adalah kelompok Kontruksi kain inilah yang akanbenang yang membentuk dijadikan dasar penentuan :“panjang kain” atau biasa - spesifikasi benang yangdisebut “benang lusi”, dan akan digunakankelompok benang yang - peralatan / mesin yangmembentuk “lebar kain” atau digunakanbiasa disebut “benang pakan”. - proses-proses yang harusKontruksi kain yang dihasilkan dilaksanakanmerupakan ketentuan-ketentuan - metode-metode kerja yang optimal biaya produksi minimal
  35. 35. 4BAB II flax, wol, sutera dan kapas melayani kebutuhan manusiaBAHAN BAKU paling banyak. Pada awal abad ke 20 mulai2.1 Pengertian Serat diperkenalkan serat buatan hingga sekarang bermacam-Serat adalah suatu benda yang macam jenis serat buatanberbanding panjang diproduksi.diameternya sangat besarsekali. 2.2.1 Produksi SeratSerat merupakan bahan bakuyang digunakan dalam Produksi serat alam dari tahunpembuatan benang dan kain. ke tahun boleh dikatakan tetap,Sebagai bahan baku dalam tetapi persentase terhadappembuatan benang dan seluruh produksi serat tekstilpembuatan kain, serat makin lama makin menurunmemegang peranan penting, mengingat kenaikan produksisebab : serat-serat buatan yang makin- Sifat-sifat serat akan tinggi. mempengaruhi sifat-sifat Hal ini disebabkan karena : benang atau kain yang - Tersedianya serat alam dihasilkan. sangat terbatas pada lahan- Sifat-sifat serat akan yang ada dan iklim. mempengaruhi cara - Pada umumnya sifat-sifat pengolahan benang atau serat buatan lebih baik kain baik pengolahan secara daripada serat alam. mekanik maupun - Produksi serat buatan dapat pengolahan secara kimia. diatur baik jumlah, sifat, bentuk dan ukurannya.2.2 Sejarah Perkemba gnan SeratSerat dikenal orang sejak ribuantahun sebelum Masehi sepertipada tahun 2.640 SM negaraCina sudah menghasilkan seratsutera dan tahun 1.540 SMtelah berdiri industri kapas diIndia, serat flax pertamadigunakan di Swiss pada tahun10.000 SM dan serat wol mulaidigunakan orang diMesopotamia pada tahun 3000SM. Selama ribuan tahun serat
  36. 36. 5 SERAT Serat Alam Serat Buatan Serat Serat Serat Organik Anorganik Tumbuh- Binatang Mineral tumbuhan Gelas LogamBiji Stapel Filamen Asbes Polimer Alam Polimer buatan Wol Silikat Kapas Sutera Crysotile Alginat Polimer kondensasi Kapok Biri-biri Selulosa Crocidolite Poliamida (Nylon)Batang Pohon Rambut Ester Selulosa Rayon Poliester Flax Alpaca Poliuretan Jute Unta Kupramonium Polimer adisi Rosella Kashmir Viskosa Henep Lama Polihidrokarbon Rami Mohair Polihidrokarbon yang Alginat disubtitusi halogen Urena Kelinci Selulosa Polihidrokarbon yang Kenaf Vikuna disubstitusi hidroksil Sunn Polihidrokarbon yangDaun disubstitusi nitril Albaka Sisal HenequenBuah Sabut Kelapa Gambar 2.1 Klasifikasi Serat Berdasarkan Asal Bahan
  37. 37. 62.3 Jenis Kapas 2.6 Pengambilan Bal KapasDilihat dari panjang seratnya.Jenis serat kapas dapat Pengambilan bal-bal kapas daridikelompokkan menjadi : gudang dilakukan dengan :- Serat kapas panjang, - Bal kapas yang lebih dahulu termasuk pada golongan ini disimpan diambil lebih adalah serat dari Mesir. dahulu.- Serat kapas medium, - Jumlah dan mutu termasuk pada golongan ini disesuaikan dengan adalah serat dari Amerika. permintaan.- Serat kapas pendek, termasuk pada golongan ini 2.7 Persyaratan Serat adalah serat dari India. untuk dipintal2.4 Penerimaan Bal Kapas Agar serat dapat dipintal maka serat harus memenuhiBal kapas masuk pada gudang persyaratan : panjang,kapas harus dicatat merek dan kehalusan, gesekan permukaanberatnya pada formulir yang dan kekenyalan serat.telah disediakan untukpencocokan dengan invoice dari 2.7.1 Panjang Seratimportir.Selanjutnya bal-bal kapas Serat yang panjang dengandiangkut dan disusun sesuai sendirinya mempunyaidengan merek masing-masing. permukaan yang lebih luas, sehingga gesekan diantara2.5 Penyimpanan Bal Kapas serat-seratnya juga lebih besar. Oleh karena itu serat-serat tidakPenyimpanan bal kapas dalam mudah tergelincir dangudang harus disusun dengan benangnya menjadi lebih kuat.mengingat : Dengan demikian serat-serat- Hemat dalam pemakaian dengan panjang tertentu ruangan. mempunyai kemampuan untuk- Susunan harus rapi dan dapat dipintal dengan tertentu tidak mudah roboh. pula. Dengan perkataan lain- Mudah dalam pengambilan mempunyai daya pintal yang- Pengelompokkan tertentu pula. Daya pintal ini didasarkan atas merek. yang menentukan sampai- Harus ada standar jumlah nomor benang berapa serat tumpukan. tersebut dapat dipintal. Jadi,- Ada ruang yang cukup lebar penggunaan serat harus untuk gerakan forklif. disesuaikan dengan daya
  38. 38. 7pintalnya. Untuk memudahkan halus paling cepat denganpengolahan pada mesin, menggunakan alat Fibrografik.panjang serat paling sedikit10 mm.2.7.1.1 Penentuan Panjang Serat dengan TanganPenentuan dengan cara inibanyak dilakukan untukmenentukan panjang stapelserat kapas dalam perdaganganmengingat cara ini dapat Gambar 2.3dilakukan dengan cepat. Cara Bear Sorterini biasa disebut dengan HandStapling dan panjang serat yang Keterangan :dihasilkan disebut Staple 1. Sisir atasLength. 2. Sisir bawah Gambar 2.4 Pinset Pencabut Serat Gambar 2.2 Hand Stapling2.7.1.2 Penentuan Panjang Serat dengan AlatPenentuan dengan cara ini Gambar 2.5banyak dilakukan untuk Garpu Penekan Seratpengontrolan panjang seratdalam proses atau sesudahproses dan pengontrolan serat-serat lainnya selain kapas. Alatyang digunakan adalah BearSorter, akan tetapi denganmenggunakan alat ini waktupengujiannya lama sedang yang Gambar 2.6
  39. 39. 8 Fraksi Serat Kapas di atas Beludru2.7.2 Kekuatan SeratSerat-serat yang mempunyaikekuatan lebih tinggi, akanmenghasilkan benang dengankekuatan yang lebih tinggi.Sebaliknya serat-serat dengankekuatan rendah, akanmenghasilkan benang yangberkekuatan rendah. Dengandemikian, kekuatan seratmempunyai pengaruh langsungterhadap kekuatan benang.Kekuatan serat kapasdiasosiasikan dengan tingginyaderajat kristalinitas dan olehsebab itu serat yang kuat akanlebih kaku daripada serat yangsedang atau kurangkekuatannya. Gambar 2.7 Skema Single Fiber Strength2.7.2.1 Kekuatan Serat per Tester Helai Keterangan :Penentuan dengan cara ini 1. Jepit atasdimaksudkan untuk mengetahui 2. Jepit bawahvariasi kekuatan serat, 3. Skala kekuatanmengetahui hubungan stress 4. Skala mulurdan strain yang selanjutnya 5. Pemberatdapat diketahui sifat lain yang 6. Handel untuk menjalankanada hubungannya dengan dan memberhentikan mesinstress dan strain tersebut.Tetapi penentuan kekuatan 2.7.2.2 Kekuatan Serat perserat per helai memakan waktu Bundel (Berkas)yang lama. Alat yang digunakanSingle Fiber Strength Tester Pengujian ini dimaksudkanyang dilengkapi dengan klem untuk menentukan tenacity ataudan tempat mengencangkan Tensile Strength.klem. Cara ini sangat menguntungkan karena menghemat waktu dan tenaga disamping itu pengujian per berkas ini untuk kapas telah
  40. 40. 9berkembang karena disamping yang dilengkapi dengan Klemefisien juga hasil-hasil dan tempat mengencangkanpengujiannya lebih teliti. Alat Klem.yang digunakan Pressley Tester Gambar 2.8 Skema Pressley Cotton Fibre Strength TesterKeterangan :1. Skala Kekuatan Presley2. Gerobak3. Tempat memasukkan klem serat Gambar 2.10 Klem Serat dan Kunci Pas Keterangan : 1. Klem serat 2. Kunci pas 2.7.3 Kehalusan Serat Gambar 2.9 Vise Kehalusan serat dinyatakan(tempat mengencangkan klem) dengan perbandingan antara panjang serat dengan lebarnya. Perbandingan ini harus lebih besar dari seribu. Pada suatu
  41. 41. 10penampang yang tertentu, Kehalusan dari serat juga adajumlah serat-serat yang halus batasnya, karena pada seratakan lebih banyak dibandingkan yang berasal dari kapas yangjumlah serat-serat yang lebih muda akan memberikankasar. Dengan demikian ketidakrataan benang. Benangpermukaan gesekan untuk yang kurang baik karena kapasserat-serat yang halus lebih yang muda, akan menimbulkanbesar, sehingga kemungkinan nep. Alat yang digunakan untukterjadinya penggelinciran juga mengukur kehalusan seratberkurang, sehingga benang adalah Micronaire ataumakin kuat. Arealometer. Gambar 2.11 MicronaireKeterangan : 14. Manometer1. Udara masuk2. Pedal Tabel 2.1 :3. Aliran udara Penilaian Serat Kapas terhadap4. Knop pengatur tekanan Kehalusan5. Knop pengatur penunjuk6. Knop penera Microgram Kehalusan7. Kran pemasukkan udara per inch8. Master plug Dibawah 3 Sangat Halus9. Ruangan kompresi serat 3,0 – 3,9 Halus10. Manometer 4,0 – 4,9 Cukup11. Penunjuk 5,0 – 5,9 Kasar12. Plunger kompresi 6,0 ke atas Sangat Kasar13. Penyaring udara
  42. 42. 112.7.4 Gesekan Permukaan panjang yang lebih banyak dan Serat relatif lebih panjang sehingga gesekan permukaan seratnyaGesekan permukaan serat juga lebih baik.mempunyai pengaruh yangbesar terhadap kekuatan 2.7.5 Kekenyalan Seratbenang. Makin bertambah baik (Elastisitas)gesekan permukaannya,kemungkinan tergelincirnya Serat yang baik harus memilikiserat yang satu dengan yang kekenyalan sehingga padalain makin berkurang, sehingga waktu serat mengalamibenangnya akan lebih kua tegangan tidak mudah putus.Serat yang halus biasanyamempunyai antihan per satuan
  43. 43. 12BAB IIIBENANGBenang adalah susunan serat-serat yang teratur kearahmemanjang dengan garistengah dan jumlah antihantertentu yang diperoleh darisuatu pengolahan yang disebutpemintalan.Serat-serat yang dipergunakanuntuk membuat benang, adayang berasal dari alam dan adayang dari buatan. Serat-serattersebut ada yang mempunyai Gambar 3.1panjang terbatas (disebut Pemintalan Secara Mekanikstapel) dan ada yangmempunyai panjang tidak Keterangan :terbatas (disebut filamen). 1. InjakanBenang-benang yang dibuat 2. Kincirdari serat-serat stapel dipintal 3. Spindlesecara mekanik, sedangkan 4. Gulungan Benangbenang-benang filamen dipintalsecara kimia.Benang-benang tersebut, baikyang dibuat dari serat-seratalam maupun dari serat-seratbuatan, terdiri dari banyak seratstapel atau filamen. Hal inidimaksudkan untukmemperoleh benang yangfleksibel. Untuk benang-benangdengan garis tengah yangsama, dapat dikatakan bahwabenang yang terdiri darisejumlah serat yang halus lebih Gambar 3.2fleksibel daripada benang yang Pemintalan Secara Kimiaterdiri dari serat-serat yangkasar. Keterangan : 1. Spinnerette 2. Cairan koagulasi 3. Gulungan benang
  44. 44. 133.1 Benang Menurut Panjang Benang stapel ialah benang Seratnya yang dibuat dari serat-serat stapel. Serat stapel ada yangMenurut panjang seratnya berasal dari serat alam yangbenang dapat dibagi menjadi : panjangnya terbatas dan ada• Benang Stapel yang berasal dari serat buatanAda beberapa macam benang yang dipotong-potong denganstapel antara lain : panjang tertentu.- Benang stapel pendek- Benang stapel sedang- Benang stapel panjang• Benang FilamenAda beberapa macam benangfilamen antara lain :- Benang monofilamen- Benang multifilamen- Tow Gambar 3.3- Benang stretch Benang Stapel- Benang bulk- Benang logam Benang stapel pendek ialah benang yang dibuat dari serat-3.2 Benang Menurut serat stapel yang pendek. Konstruksinya Contohnya ialah benang kapas, benang rayon dan lain-lain.Menurut kontruksinya benangdapat dibagi menjadi : Benang stapel sedang ialah- Benang tunggal benang yang dibuat dari serat-- Benang rangkap serat stapel yang panjang- Benang gintir seratnya sedang. Contohnya- Benang tali ialah benang wol, benang serat buatan.3.3 Benang Menurut Pemakaiannya Benang stapel panjang ialah benang yang dibuat dari serat-Menurut pemakaiannya benang serat stapel yang panjang.dibagi menjadi : Contohnya ialah benang rosella,- Benang lusi benang serat nenas dan lain-- Benang pakan lain.- Benang rajut- Benang sisir Benang filamen ialah benang- Benang hias yang dibuat dari serat filamen.- Benang jahit Pada umumnya benang filamen- Benang sulam berasal dari serat-serat buatan,

×