Successfully reported this slideshow.
We use your LinkedIn profile and activity data to personalize ads and to show you more relevant ads. You can change your ad preferences anytime.

Dasar perencanaan pemasaran

-

  • Login to see the comments

  • Be the first to like this

Dasar perencanaan pemasaran

  1. 1. DASAR PERENCANAAN PEMASARAN Strategi Pemasaran adalah alat untuk mencapai tujuan pemasaran dan biasanyadikaitkan dengan empat “P” dari bauran pemasaran: product, price, place, dan promotion. Memahami makna sasaran pemasaran yang sesungguhnya dan signifikan akan membantu manajer mengetahui informasi yang mereka butuhkan yang memungkinkan mereka memikirkan dengan seksama implikasi memilih satu posisi atau lebih dalam pasar. Akan tetapi, menemukan kata-kata yang tepat untuk menjelaskan logika dari sasaran dan strategi pemasaran jauh lebih sulit daripada menulis angka- angka pada selembar kertas dan membiarkan strategi itu termasuk di dalamnya. Sistem yang berorientasikan angka-angka tidak akan mendorong manajer untuk berpikir secara terstruktur tentang segmen pasar yang secara strategis relevan. Sistem itu juga tidak akan mendorong adanya pengumpulan, analisis, dan sintesis dari data pasar yang dapat dijalankan. dengan tidak adanya aktivitas semacam itu dalam organisasi, para pembuat keputusan tidak mungkin punya banyak hal selain intuisi dan “rasa” untuk terus menentukan apa yang terbaik dalam mengelola sumber daya yang terbatas, tetapi bermanfaat.Tantangannya tinggal bagaimana cara membuat para manajer agar berpikir di luar batas tahun operasi saat ini. Manfaat rencana pemasaran adalah bahwa rencana itu : 1. Mencapai koordinasi aktivitas yang lebih baik; 2. Mengidentifikasi perkembangan yang diharapkan; 3. Meningkatkan kesiapan organisasi untuk berubah; 4. Meminimalkan respons tak rasional sampai respons yang tak diharapkan; 5. Mengurangi konflik tentang kemana seharusnya organisasi bergerak; 6. Meningkatkan komunikasi; 7. Mendesak manajemen untuk berpikir ke depan secara sistematis; 8. Memperluas penyesuaian sumber daya yang tersedia untuk mendapatkan peluang pilihan; 9. Menyediakan kerangka kerja bagi dilakukannya peninjauan operasi yang berkelanjutan; 10. Menuntut pendekatan sistematis untuk mendapatkan rumusan strategis, yang menuju pada keuntungan investasi yang besar.
  2. 2. Ada empat tahapan utama dalam proses perencanaan pemasaran: analisis, sasaran, strategi, taktik. Proses ini secara formal terungkap dalam dua rencana pemasaran, rencana pemasaran strategis dan rencana pemasaran taktis. Tidak ada keraguan bahwa perencanaan pemasaran adalah penting ketika kita menyadari semakin rapuh dan rumitnya lingkungan di mana perusahaan beroperasi. Ratusan faktor internal dan eksternal berinteraksi dalam suatu mekanisme yang mengagumkan untuk mempengaruhi kemampuan kita melayani konsumen dengan memperoleh keuntungan.Perhatikan sejenak empat tujuan yang biasa ditetapkan perusahaan maksimalisasi penjualan, maksimalisasi keuntungan, aksimalisasi pengembalian investasi, dan minimalisasi biaya. Setiap tujuan ini memiliki daya tariknya masing-masing bagi setiap manajer di suatu perusahaan, tergantung pada sifat dari fungsi mereka. Dalam kenyataannya, kondisi maksimal yang dapat dicapai adalah semacam “kompromi optimal”. Apakah Kita Berbicara Tentang Suatu Rencana Pemasaran Taktis Atau Strategis? Hasil penelitian menunjukkan bahwa dalam kegelapan perilaku organisasi berkaitan dengan perencanaan pemasaran, kerancuan yang paling besar adalah pada terminologi pemasaran. Hanya sedikit praktisi pemasaran yang mengerti pentingnya suatu rencana pemasaran strategis sebagai lawan dari rencana pemasaran taktis atau operasional. Masalahnya sederhana. Sebagian besar manajer cenderung menjual produk yang mereka rasa paling mudah dijual kepada konsumen yang tidak banyak memberikan penolakan. Dengan pertama-tama membangun rencana pemasaran taktis jangka pendek dan kemudian mengekstra-polasikannya, manajer hanya berhasil dalam mengekstrapolasi rintangan pribadi mereka saja. Hal ini seperti menyetir di suatu arus air yang tenang, jernih, dan lambat tetapi tidak terlalu tepat untuk situasi air yang deras dan bergejolak. Berasyik ria dengan pertama-tama mempersiapkan rencana satu tahun yang rinci adalah ciri khas dari perusahaan-perusahaan yang tidak dapat membedakan antara peramalan penjualan dan penganggaran dengan perencanaan pemasaran strategis. Kondisi seperti ini merupakan kesalahan paling umum yang dilakukan beberapa perusahaan selama ini. Hal ini membawa kita pada titik awal dalam perencanaan pemasaran suatu pemahaman atas perbedaan antara strategi dan taktik. Strategi (Strategy) menjelaskan arah yang akan dituju perusahaan dan menuntun pengalokasian sumber daya dan upaya.
  3. 3. Dari sudut pandang lain, strategi menjelaskan bisnis di mana kita berada dan bisnis di mana kita akan berada. Strategi menyediakan logika yang mengintegrasikan perspektif departemen fungsional dan unit operasional serta mengarahkan mereka semua pada arah yang sama. Pernyataan strategi untuk unit bisnis terdiri dari tiga elemen sebagai berikut: • Suatu definisi bisnis yang merinci bidang di mana perusahaan tersebut akan bersaing. • Arahan strategis yang menjelaskan di mana keunggulan bersaing akan diperoleh. • Strategi fungsional pendukung. Taktik (tactics) adalah tindakan jangka pendek yang dilakukan untuk menerapkan strategi yang lebih luas. Strategi pemasaran (marketing Strategy) adalah suatu pernyataan bagaimana caranya suatu merek atau lini produk akan mencapai tujuannya. Strategi memberikan keputusan dan arahan sehubungan dengan variabel- variabel seperti segmentasi business.cc”title=”” >pasar, identifikasi pasar sasaran, pemosisian, elemen bauran pemasaran, dan pengeluaran.
  4. 4. OBSERVASI PASAR Salah satu di antara tujuan nasional sebagaimana tercantum di dalam pembukaan undang-undang Dasar 1945 adalah memajukan kesejahteraan umum. Dalam mewujudkan tujuan nasional tersebut bangsa Indonesia melakukan serangkaian program pembangunan yang menyeluruh, terarah dan terpadu, yang berlangsung secara terus menerus, yang diwujudkan dalam dalam bentuk pola umum pembangunan nasional jangka panjang, dengan menitik beratkan kepada pembangunan dibidang ekonomi, yang pelaksanaannya telah dimulai sejak tahun 1969 melalui tahapan PELITA. Pembangunan nampaknya telah mnjadi jargon yang tidak asing kita dengar. Ia anggap oleh para politisi, teknokrat, dan penguasa di banyak Negara sebagai sesuatu yang tidak dapat dielakkan. Suatu keniscayaan. Ini sering terungkap dari ungkapan- ungkapan retoris semacam ini: “Apa pun yang terjadi kita harus tetap melanjutkan komitmen pembangunan”. Atau: “Seburuk-buruknya pembangunan masih jauh lebih baik daripada tidak melaksanakannya sama sekali. Kenyataan membuktikan bahwa pembangunan yang menjadi obsesi banyak Negara tidak berjalan seperti yang diharapkan. Laju pertumbuhan ekonomi memang pesat dan modernisasi dapat diwujudkan namun diiringi oleh persoalan pembangunan yang senantiasa actual: masalah pengangguran dan setengah pengangguran, tingkat urbanisasi yang tinggi yang menciptakan masyarakat miskin di kota, masalah kemiskinan yang tidak terpecahkan akibat pembangunan hanya dinikmati oleh segelintir orang, dan berbagai kepincangan serta kesenjangan lainnya. Pengertian Pasar Tradisional dan Modern Pasar adalah salah satu dari berbagai sistem, institusi, prosedur, hubungan sosial dan infrastruktur dimana usaha menjual barang, jasa dan tenaga kerja untuk orang-orang dengan imbalan uang. Barang dan jasa yang dijual menggunakan alat pembayaran yang sah seperti uang. Kegiatan ini merupakan bagian dari perekonomian. Ini adalah pengaturan yang memungkinkan pembeli dan penjual untuk item pertukaran. Persaingan sangat penting dalam pasar, dan memisahkan pasar dari perdagangan. Dua orang mungkin melakukan perdagangan, tetapi dibutuhkan setidaknya tiga orang untuk memiliki pasar, sehingga ada persaingan pada setidaknya satu dari dua belah pihak. Pasar bervariasi dalam ukuran, jangkauan, skala geografis, lokasi jenis dan berbagai komunitas manusia, serta jenis barang dan jasa yang diperdagangkan.
  5. 5. Pasar tradisional merupakan tempat bertemunya penjual dan pembeli serta ditandai dengan adanya transaksi penjual pembeli secara langsung dan biasanya ada proses tawar-menawar, bangunan biasanya terdiri dari kios-kios atau gerai, los dan dasaran terbuka yang dibuka oleh penjual maupun suatu pengelola pasar. Kebanyakan menjual kebutuhan sehari-hari seperti bahan-bahan makanan berupa ikan, buah, sayur-sayuran, telur, daging, kain, pakaian barang elektronik, jasa dan lain-lain. Selain itu, ada pula yang menjual kue-kue dan barang-barang lainnya. Pasar seperti ini masih banyak ditemukan di Indonesia, dan umumnya terletak dekat kawasan perumahan agar memudahkan pembeli untuk mencapai pasar. Beberapa pasar tradisional yang “legendaris” antara lain adalah pasar Beringharjo di Yogyakarta, pasar Klewer di Solo, pasar Johar di Semarang. Pasar tradisional di seluruh Indonesia terus mencoba bertahan menghadapi serangan dari pasar modern. Pasar modern tidak banyak berbeda dari pasar tradisional, namun pasar jenis ini penjual dan pembeli tidak bertransakasi secara langsung melainkan pembeli melihat label harga yang tercantum dalam barang (barcode), berada dalam bangunan dan pelayanannya dilakukan secara mandiri (swalayan) atau dilayani oleh pramuniaga. Barang-barang yang dijual, selain bahan makanan makanan seperti; buah, sayuran, daging; sebagian besar barang lainnya yang dijual adalah barang yang dapat bertahan lama. Contoh dari pasar modern adalah hypermarket, pasar swalayan (supermarket), dan minimarket. Kelebihan dan Kekurangan Pasar Modern dan Pasar Tradisional 1. Harga barang Barang-barang yang dijual di pasar tradisional dan pasar modern memiliki perbedaan harga yang cukup signifikan. Harga suatu barang di pasar tradisional bahkan bisa sepertiga dari harga barang yang sama yang dijual di supermarket, terutama untuk produk-produk segar seperti sayur-mayur serta bumbu-bumbu dapur seperti bawang merah, bawang putih, jahe, lengkuas, merica, cabai merah, cabai rawit, dan lain sebagainya. 2. Tawar menawar Berbelanja di pasar tradisional memungkinkan pembeli untuk menawar harga barang-barang hingga mencapai kesepakatan dengan pedagang. Jika cukup pintar menawar, Anda bisa mendapatkan barang dengan harga yang jauh lebih murah.
  6. 6. Sedangkan di pasar modern, pembeli tidak mungkin melakukan tawar menawar karena semua barang telah dipatok dengan harga pas. 3. Diskon Untuk urusan diskon, sejumlah supermarket memang sering memberikan berbagai penawaran yang menggiurkan. Akan tetapi, perlu diperhatikan apakah hal tersebut merupakan rayuan terselubung (gimmick) agar pembeli bersikap lebih konsumtif. Tak jarang, orang menjadi lapar mata ketika berbelanja di supermarket dan tergoda membeli barang-barang yang tidak mereka butuhkan. 4. Kenyamanan berbelanja Untuk urusan kenyamanan, berbelanja di pasar modern memang jauh lebih nyaman ketimbang berbelanja di pasar tradisional. Berbagai supermarket memiliki area yang lebih luas, bersih, rapi, dan dilengkapi dengan pendingin ruangan. Sedangkan pasar tradisional menempati area yang lebih sempit, sumpek, sesak, dan tak jarang menguarkan bau kurang sedap. 5. Kesegaran produk Untuk produk-produk segar seperti daging, ikan, sayur-mayur, telur, dan lain sebagainya, pasar tradisional biasanya menyajikan produk yang jauh lebih segar ketimbang supermarket, karena belum ditambahkan zat pengawet. Logikanya, pedagang di pasar tradisional memiliki dana yang cukup terbatas sehingga hanya mampu membeli pasokan barang dengan jumlah tidak terlalu banyak. Dengan demikian, produk-produk yang dijual pun lebih terjaga kesegarannya. Pengaruh Keberadaan Pasar Modern Terhadap Pasar Tradisional Pengaruh datangnya pasar modern terhadap pasar tradisional sangat kuat sehingga selalu terjadi pro-kontra antara para pelaku bisnis retail modern. Tidak bisa dipungkiri bahwa ketika masuknya pasar modern dalam suatu wilayah atau kota diharapkan akan mampu bisa menyerap banyak tenaga kerja dalam hal ini adalah pemuda dan remaja yang baru lulus sekolah tingkat atas yaitu SMA atau yang setara. Di dalam berbagai penelitian singkat di berbagai daerah industri menunjukkan bahwa penggangguran memerlukan penanganan segera . Dalam hal ini diharapkan bahwa masuknya pasar modern adalah dapat mampu menyerap tenaga kerja yang lebih banyak akan tetapi di dalam bisnis-bisnis retail bahwa manajemen lebih mementingkan tenaga kerja angkatan baru yakni adalah para remaja yang baru lulus Sekolah Menengah
  7. 7. Atas atau SMA yang setara. Pada awalnya pusat perbelanjaan atau pasar modern ini berasal dari pasar-pasar tradisional yang semakin berkembang. Ada kalanya gedung yang digunakan sebagai pusat perbelanjaan ini dibangun di atas pasar-pasar tradisional . Hal ini menimbulkan fenomena lain yaitu semakin tersisihnya pedagang-pedagang yang berada di pasar tradisional. Hal ini juga menyangkut individu bagi calon customer/pembeli itu sendiri akan kemanakah mereka dalam membeli kebutuhan sehari-hari. Akankah mereka membelanjakan uang mereka ke pasar modern ataukah pasar tradisional? Pada prinsip- prinsip dasar yang dipakai setiap masyarakat untuk memutuskan bagaimana cara terbaik untuk membelanjakannya, termasuk gabungan antara kebutuhan publik dan pribadi, seharusnya berjalan dengan baik asalkan keputusan tersebut hanya atau terutama mempengaruhi anggota-anggota masyarakat yang berlaku. Namun diharapkan masuknya pasar modern atau yang sejenisnya tidak mengganggu pasar tradisional yang sudah dulu berdiri sejak belum masuknya pasar modern. Dibukanya tempat-tempat perbelanjaan modern menimbulkan kegamangan akan nasib pasar tradisional skala kecil dan menengah di wilayah perkotaan. Hilangnya pasar yang telah berpuluh tahun menjadi penghubung perekonomian pedesaan dengan perkotaan dikhawatirkan akan akan mengakibatkan hilangnya lapangan pekerjaan. Dengan hadirnya pasar-pasar modern pemerintah harus tanggap dan membuat peraturan-peraturan perundangan dan berharap mampu memberikan solusi bagi permasalahan yang dihadapi pasar tradisional. Akan tetapi juga tidak mematikan hadirnya pasar-pasar modern. Keberadaan pasar tradisional dari satu sisi memang banyak memiliki kekurangan seperti lokasinya yang kadang mengganggu lalu lintas, kumuh, kurang tertata, dan lain-lain. Akan tetapi perlu diingat bahwa pasar tradisional memegang peran yang cukup penting dalam perekonomian, mengingat bahwa sebagian besar masyarakat masih mengandalkan perdagangan melalui pasar tradisional. Sehingga sudah selayaknya pemerintah kota memperhatikan eksistensi pasar tersebut. Pembenahan terhadap masalah yang muncul dari keberadaan dua pasar tersebut haruslah segera mencari solusi yang tepat. Misalnya saja dengan melarang pembangunan pasar-pasar modern yang letaknya dekat dengan pasar tradisional. Selain itu pemerintah juga memberi tempat atau merelokasi pasar, seperti pasar Klithikan. Penanganan pasar tradisional tersebut haruslah terprogram oleh pemda untuk
  8. 8. memberikan proteksi terhadap pasar-pasar tersebut yang semakin tergerus oleh kehadiran pasar modern. Pembenahan pasar di atas tidak semata-mata untuk melindungi pasar tradisional dengan masyarakat awamnya. Akan tetapi juga untuk menarik minat wisatawan baik lokal maupun asing. Hal tersebut merupakan langkah yang cukup bijak mengingat penataan tidak hanya bertujuan untuk menjaga kelangsungan pasar tetapi juga untuk meningkatkan pemasukan perekonomian. Sehingga kebijakan tersebut lebih menguntungkan banyak pihak. Akan tetapi untuk pembenahan pasar seperti pasar di atas tidak semudah membalikkan telapak tangan. Karena menyangkut tingkat pendidikan masyarakat lapis bawah yang cenderung rendah. Selain itu pola kebiasaan masyarakat juga turut menjadi penghambat penataan pasar. Secara normatif solusi yang tepat untuk mengatasi beberapa permasalahan tersebut adalah dengan menyinergikan pasar tradisional dan tempat perbelanjaan modern sebagai satu kesatuan fungsional. Kebijakan-kebijakan pemerintah haruslah bersifat memberikan solusi kepada pasar-pasar tradisional. Karena pasar tradisional merupakan merupakan salah satu pilar ekonomi yang cukup potensial untuk meningkatkan perekonomian. Pasar tersebut mampu memberikan kehidupan bagi perekonomian terutama masyarakat bawah. Pemda juga diuntungkan dengan dijadikannya pasar-pasar tradisional menjadi kawasan tujuan wisata. Pemda dapat meraup pajak lebih besar dari pasar-pasar tersebut. Sebagaimana ketika orang akan bertamu ke suatu tempat haruslah mengerti norma atau aturan-aturan yang berlaku baik lisan maupun tulisan karena dengan begitu tuan rumah bisa menyambut dengan ramah pula, begitu pula jika suatu pasar modern akan datang dalam suatu wilayah atau kota haruslah mematuhi peraturan perundangan yang berlaku. Tentunya ketika pasar modern akan datang haruslah melihat keadaan di sekitarnya akankah berpengaruh baik atau malah sebaliknya, dan dengan datangnya pasar modern dalam suatu wilayah atau kota haruslah dapat mengubah perekonomian dalam suatu kota tanpa mengurangi eksistensi pasar tradisional yang notabene sudah terdahulu berdiri sebelum masuknya pasar-pasar modern.
  9. 9. Perbandingan Pasar Modern Dengan Pasar Tradisional Cilimus Perbandingan antara pasar Modern dan pasar tradisonal, ditunjukan dalam table di bawah ini : No Uraian Pasar Modern Pasar Tradisional 1 Pengertian Pasar modern tidak banyak berbeda dari pasar tradisional, namun pasar jenis ini penjual dan pembeli tidak bertransakasi secara langsung melainkan pembeli melihat label harga yang tercantum dalam barang (barcode), berada dalam bangunan dan pelayanannya dilakukan secara mandiri (swalayan) atau dilayani oleh pramuniaga. Barang- barang yang dijual, selain bahan makanan makanan seperti; buah, sayuran, daging; sebagian besar barang lainnya yang dijual adalah barang yang dapat bertahan lama Pasar tradisional merupakan tempat bertemunya penjual dan pembeli serta ditandai dengan adanya transaksi penjual pembeli secara langsung dan biasanya ada proses tawar-menawar, bangunan biasanya terdiri dari kios- kios atau gerai, los dan dasaran terbuka yang dibuka oleh penjual maupun suatu pengelola pasar. Kebanyakan menjual kebutuhan sehari-hari seperti bahan-bahan makanan berupa ikan, buah, sayur- sayuran, telur, daging, kain, pakaian barang elektronik, jasa dan lain-lain 2 Harga Barang Barang-barang yang dijual di pasar tradisional dan pasar modern memiliki perbedaan harga yang cukup signifikan. Harga suatu barang di pasar tradisional bahkan bisa sepertiga dari harga barang yang sama yang dijual di supermarket, terutama untuk produk-produk segar seperti
  10. 10. sayur-mayur serta bumbu-bumbu dapur seperti bawang merah, bawang putih, jahe, lengkuas, merica, cabai merah, cabai rawit, dan lain sebagainya. 3 Tawar- menawar Sedangkan di pasar modern, pembeli tidak mungkin melakukan tawar menawar karena semua barang telah dipatok dengan harga pas. Berbelanja di pasar tradisional memungkinkan pembeli untuk menawar harga barang-barang hingga mencapai kesepakatan dengan pedagang. Jika cukup pintar menawar, Anda bisa mendapatkan barang dengan harga yang jauh lebih murah. 4 Diskon Pada pasar modern diskon secara besar-besaran. Tidak pernah ada pembiritahuan ketika ada diskon. 5 Kenyamanan Berbelanja supermarket memiliki area yang lebih luas, bersih, rapi, dan dilengkapi dengan pendingin ruangan Sedangkan pasar tradisional menempati area yang lebih sempit, sumpek, sesak, dan tak jarang menguarkan bau kurang sedap. 6 Kesegaran Produk Produk-produk yang yang ada di pasar modern sebagian besar sudah terindikasi zat-zat pengawet. Dengan modal yang besar supermarket mampu mempeli pasokan produk lebih banyak. Dengan demikian, mereka menggunakan zat-zat pengawet untuk mengawetkan persediaan barang. Untuk produk-produk segar seperti daging, ikan, sayur-mayur, telur, dan lain sebagainya, pasar tradisional biasanya menyajikan produk yang jauh lebih segar ketimbang supermarket, karena belum ditambahkan zat pengawet. Dengan demikian, produk-produk yang dijual pun lebih terjaga kesegarannya.
  11. 11. Pengaruh Keberadaan Pasar Modern Terhadap Pasar Tradisional Keberadaan pasar modern seperti, yogya, surya, griya, fajar, alfamart, dsb, sebenarnya tidak begitu berpengaruh terhadap kegiatan dipasar tradisional. Menurut para pedagang yang ada di pasar cilimus, mereka tidak merasa terlalu terganggu oleh keberadaan pasar-pasar modern, menurut mereka produk yang dijual dipasar modern sebagian besar berbeda dengan produk yang dijual dipasar tradisional cilimus, dengan kata lain produk yang dijual dipasar tradisional lebih komplit dibandingkan dengan pasar modern. Harga barang dipasar tradisional lebih murah dari pasar modern karena pajak yang mereka bayar lebih murah. Namun yang paling terpengaruh terhadap pasar modern adalah para pedagang sembako, karena produk yang dijual hampir sama dengan selisih harga barang yang tidak jauh berbeda, tetapi harga barang dipasar tradisional sedikit lebih murah dibandingkan dengan pasar modern. Pengaruh Pasar Terhadap Ekonomi Pembangunan Pasar tradisional merupakan satu-satunya yang fasilitasnya telah mengarah ke pasar modern. Meskipun demikian system penjualan di pasar tradisional masih menggunakan system tradisional. Keberadaan pasar tradisional sendiri telah ada selama ± 15 tahun, namun pembangunan pasar tradisional dengan fasilitas modern mulai ada ± 2 tahun. Pasar tradisional dibagi menjadi 2 bagian yaitu, dilantai atas terdiri dari pedagang pakaian, sepatu, tas, aksesoris, couter hand phone, dsb. Sedangkan dilantai bawah terdiri dari pedagang, sayuran, daging, sembako, dsb. Tujuan pemerintah dalam membangun pasar tradisional dengan lebih modern ialah : 1. Agar kegiatan jual-beli di pasar tradisional lebih nyaman 2. Agar pasar tradisional dapat bersaing dengan pasar modern 3. Membuka lapangan kerja lebih luas bagi masyarakat khususnya para warga sekitar pasar tradisional 4. Agar bisa menarik lebih banyak konsument untuk berbelanja di pasar tradisional Dengan keberadaan pasar tradisional cilimus yang telah direnovasi menjadi lebih besar dan lebih bersih, bisa menarik lebih banyak konsumen untuk berbelanja dipasar tradisional, sehingga masyarakat yang tadinya tidak mempunyai pekerjaan dan penghasilan, dengan melihat prospek pasar tradisional yang tinggi masyarakat tertarik untuk membuka lahan berdagang dipasar tradisional, kini pedagang yang ada dipasar tradisional lebih banyak dibandingkan sebelum pasar modern seperti sekarang.
  12. 12. Pendapatan perkapita masyarakatpun kini meningkat. Dengan demikian keberadaan pasar tradisional yang lebih modern telah membantu pertumbuhan ekonomi. Harapan Para Pedagang Pasar Tradisional Terhadap Pemerintah Pada umumnya harapan para pedagang di pasar tradisional sama yaitu menginginkan kesejahteraan dan kenyamanan dalam berdagang. Namun ada poin-poin tertentu yang harus diperhatikan oleh pemerintah dalam mengembangkan kegiatan perekonomian di pasar tradisional dalam menyokong pembangunan ekonomi. Ada beberapa harapan dari para pedagang di pasar tradisional yang harus diperhatikan oleh pemerintah yaitu sebagai berikut: 1. Para pedagang menginginkan harga kios di pasar tradisional harap di turunkan. Para pedagang merasa keberatan dengan harga kios saat ini yang dinilai terlalu tinggi yaitu: untuk lantai bawah harga kios saat ini ialah ±Rp. 75.000.000/kios jika kios dibayar secara tunai dan untuk para pedagang yang membeli kios secara kredit harus membayar Rp. 1.500.000,-/bulan/ untuk 1 kios, sedangkan untuk lantai atas harga kios saat ini berkisar ± Rp. 150.000.000/kios jika di bayar secara tunai dan untuk para pedagang yang membeli kios secara kredit harus membayar Rp. 2.500.000/ bulan untuk 1 kios. Dari penjelasan diatas maka para pedagang berharap agar pemerintah bisa lebih memperhatikan para pedagang dengan sedikit menurunkan harga kios yang dinilai terlalu membebani para pedagang di pasar tradisional. 2. Mengorganisasikan para petani lokal untuk bisa menyediakan persediaan barang untuk dijual agar para pedagang tidak mencari pemasok dari luar kota Pedagang berharap agar pemerintah bisa lebih mengorganisasikan petani-petani lokal agar bisa memproduksi barang dengan kualitas yang baik dan memasok kepada para penjual di pasar tradisional, agar para penjual tidak mencari pemasok dari luar daerah, karena jika penjual mencari pemasok dari luar maka biaya untuk membeli barang tersebut akan menjadi lebih tinggi. 3. Menertibkan pkl yang dapat menjatuhkan harga Pedagang berharap agar pemerintah membuat peraturan terhadap pkl yang berada disekitar pasar untuk ditertibkan dan tidak berjualan disekitar pasar karena dengan adanya pkl yang ada disekitar pasar, pedagang yang berada didalam pasar merasa pendapatan yang diperolehnya berkurang karena acapkali para pkl memberikan harga yang lebih murah kepada pembeli. Pedagang yang berada didalam pasar merasa
  13. 13. tidak sebanding dengan modal yang dikeluarkannya seperti untuk menyewa kios yang harganya cukup mahal, mereka merasa dirugikan dengan adanya para pkl di luar pasar yang tidak menyewa kios. Mungkin dengan dikeluarkannya peraturan terhadap pkl pedagang yang berada didalam pasar berharap akan mengalami peningkatan terhadap pendapatannya. Peranan pasar bagi pembangunan adalah menunjang kelancaran pembangunan yang sedang berlangsung. Upaya dalam meningkatkan pembangunan, pasar berperan membantu menyediakan segala macam barang dan jasa yang bermanfaat bagi pembangunan. Pasar juga dapat dijadikan sumber pendapatan pemerintah untuk membiayai pembangunan melalui pajak dan retribusi. Begitu pun dengan pasar tradisional merupakan salah satu penunjang kelancaran pembangunan ekonomi. Dengan adanya pasar tradisional pendapatan perkapita masyarakat meningkat, pengangguran menurun, sehingga kemiskinan juga menurun. Bagi pemerintah harus lebih memperhatikan rakyat kecil khususnya para pedagang di pasar tradisional, dengan cara menata kembali system perdagangan untuk lebih baik dan agar sesama pedagang tidak saling merugikan. Pemerintah harus membuat kebijakan baru bagi system perdagangan pro- pedagang kecil. Untuk para pedagang di pasar tradisioal sebaiknya meningkatkan pelayanan dan produk yang dijual agar tidak kalah saing dengan pasar modern .

×