Successfully reported this slideshow.
We use your LinkedIn profile and activity data to personalize ads and to show you more relevant ads. You can change your ad preferences anytime.

Simulasi ERP Peternakan Ayam Petelur

9,320 views

Published on

Simulasi ERP Peternakan Ayam Petelur

Published in: Software

Simulasi ERP Peternakan Ayam Petelur

  1. 1. LAPORAN ENTERPRISE RESOURCE PLANNING “PETERNAKAN AYAM PETELUR” Disusun untuk melengkapi tugas akhir Manajemen Proyek Perangkat Lunak Dosen Pengampu : M. Ainul Yaqin, M.Kom Oleh: KELAS C Manajemen Proyek Perangkat Lunak JURUSAN TEKNIK INFORMATIKA FAKULTAS SAINS DAN TEKNOLOGI UIN MAULANA MALIK IBRAHIM MALANG 201
  2. 2. KATA PENGANTAR Syukur Alhamdulillah kami panjatkan kehadirat Allah SWT, yang telah melimpahkan rahmat, taufik, hidayah, serta inayah-Nya, sehingga laporan tugas akhir Manajemen Proyek Perangkat Lunak yang berjudul “Enterprise Resource Planning Peternakan Ayam Petelur” dapat kami selesaikan. Sholawat serta salam semoga tercurahkan kepada junjungan kita Nabi Muhammad SAW yang telah menunjukkan jalan yang terang berupa ilmu pengetahuan sebagai bekal di dunia dan akhirat. Semua ini tidak lepas dari bantuan semua pihak, oleh karena itu pada kesempatan ini kami mengucapan terima kasih yang sedalam-dalamnya kepada Bapak Muhammad Ainul Yaqin, M.Kom selaku dosen mata kuliah Manajemen Proyek Perangkat Lunak. Semoga Allah SWT senantiasa memberikan hidayah dan Inayah-Nya kepada beliau serta memberikan kebahagiaan hidup baik di dunia maupun di akhirat. Dengan segala kerendahan hati, kami menyadari bahwasannya masih banyak kekurangan dan kesalahan dalam penulisan laporan ini yang dikarenakan oleh keterbatasan kemampuan dan berbagai hal lain. Oleh karena itu, segala saran dan kritik yang bersifat konstruksional sangat kami harapkan demi kesempurnaan dan sebagai tolak ukur perbaikan di masa yang akan datang. Semoga laporan ini dapat memberikan manfaat, informasi, serta memperluas khasanah pengetahuan dan wawasan bagi kami pada khususnya dan dunia pendidikan pada umumnya. Malang, Desember 2014 Penyusun
  3. 3. DAFTAR ISI BAB I 1. PENDAHULUAN 1.1 Deskripsi Proyek ……………………………………………………………………………… 1 1.2 Deskripsi Organisasi Studi Kasus …………………………………………………… 2 1.3 Stakeholder …………………………………………………………………………………….. 4 BAB II 2. Proses Bisnis 2.1 Identifikasi Proses Bisnis …………………………………………………………………… 5 2.1.1 Identifikasi Proses Bisnis …………………………………………………………….. 5 2.1.2 Analisisi Proses Bisnis ………………………………………………………………….. 5 2.2 Model Proses Bisnis …………………………………………………………………………… 9 BAB III 3. Penerapan Konsep ERP 3.1 Sales and Distribution ………………………………………………………………………. 14 3.2 Production Planning ………………………………………………………………………….. 17 3.3 Material Management ……………………………………………………………………….. 30 3.4 Manufacturing ……………………………………………………………………………………. 32 3.5 Final Accounting ……………………………………………………………………………….. 42 BAB IV 4. Simulasi ERP 4.1 Sales and Distribution ………………………………………………………………………. 59 4.2 Production Planning ………………………………………………………………………….. 65 4.3 Material Management ……………………………………………………………………….. 69 4.4 Manufacturing ……………………………………………………………………………………. 74 4.5 Final Accounting ………………………………………………………………………………… 82 BAB V 5. Kesimpulan ……………………………………………………………………………………………………. 110 Daftar Pustaka ………………………………………………………………………………………………………….. 112 Lampiran-Lampiran ………………………………………………………………………………………………….. 113
  4. 4. BAB I PENDAHULUAN
  5. 5. BAB 1 PENDAHULUAN 1.1 Deskripsi Proyek ERP (Enterprise Resource Planning) peternakan ayam adalah pembuatan konsep untuk merencanakan dan mengelola sumber daya yang ada di dalam peternakan ayam meliputi dana, manusia, mesin, suku cadang, waktu, material dan kapasitas yang berpengaruh luas mulai dari manajemen paling atas hingga operasional di sebuah peternakan ayam agar dapat dimanfaatkan secara optimal untuk menghasilkan nilai tambah bagi seluruh pihak yang berkepentingan (stake holder) atas peternakan ayam tersebut dan mengetahui seberapa banyak peternak ayam tersebut mengalami kerugian ketika menggunakan pakan jadi. ERP berfungsi untuk mengintegrasikan proses-proses penciptaan produk atau jasa perusahaan, mulai dari pemesanan bahan-bahan mentah dan fasilitas produksi sampai dengan terciptanya produk jadi yang siap ditawarkan kepada pelanggan (Indrajit, Djokopranoto, 2002). Selain itu ERP juga membantu mengintegrasikan data-data di dalam organisasi di dalam sebuah platform yang umum (ERP Wire, 2006). Dalam pembuatan ERP peternakan ayam dibagi menjadi beberapa bagian sebagai berikut, yang kemudian akan dibahas secara rinci pada bab selanjutnya: 1. Pemesanan Gambar 1.1 Siklus Sales and Distribution pada ERP Berikut adalah penjelasan singkat dari pemesan: Pembeli melakukan pemesanan-penerima melakukan pengecekan stok- pengambilan stok pesanan-pengepakan-pengiriman pesanan-pemberi tahuan tagihan kepada pembeli-pembayaran tagihan oleh pembeli. 2. Perencanaan Pada bagian ini akan dibahas tentang perencanaan produksi mulai dari infrastruktur, material yang digunakan, sumber daya manusia, dan hitung kebutuhan ternak beserta simulasinya. 3. Procurement
  6. 6. Gambar 1.2 siklus Procurement pada ERP Bagian ini akan menjelaskan seperti pada gambar. Berikut penjelasan singkatnya: Pembuatan list permintaan-pemilahan barang produksi oleh penjual- pemesanan barang-konfirmasi penjual-pengiriman barang dari penjual- kwitansi barang-tagihan-pembayaran. 4. Manufaktur Pada proses manufaktur ini akan menjelaskan tentang manufaktur pembibitan ayam. 5. Akutansi Bagian ini akan menjelaskan tentang perhitungan akutansi peternakan ayam, tersebut dalam simulasi. Pembuatan ERP peternakan ayam dalam laporan ini dilakukan dalam microsoft excel beserta simulasi-simulasi perhitungan dari awal peternakan ayam mulai didirikan. Dan data yang ditampilkan berupa tabel-tabel dan grafik dalam perhituangan per bulannya. Tujuan tersebut dimaksudkan agar peternak ayam dapat mengetahui secara jelas laporan bulanannya dan meminimalisir kerugian dengan penggunaan pakan jadi tanpa harus menyalahi kontrak pembelian ayam petelur dengan pabrik. Pengerjaan proyek ini dilakukan secara bertahap dimulai dari proses wawancara kepada narasumber secara langsung, pendataan, hingga pembuatan ERP dalam microsoft excel. 1.2 Dekripsi Organisasi Studi Kasus Deskripsi Organisasi Studi Kasus, menjelaskan mengenai bagaimana struktur organisasi yang ada dalam peternakan ayam peterlur dan menjelaskan menjelaskan satu persatu bagaimana peran, fungsi, dan kegiatan masing-masing pihak peternakan ayam peterlur yang berwenang dalam tugas masing-masing. Sebelum mendeskripsikan masing-masing organisasi dalam peternakan ayam petelur, perlu kiranya untuk menstrukturkan susunan organisasi yang terdapat dalam peternakan ayam agar lebih mudah ditelaah. Susunan organisasi peternakan ayam peterlur adalah sebagai berikut :
  7. 7. Gambar 1.3 Susunan Organisasi Peternakan Ayam Petelur Berikut ini adalah deskripsi masing-masing bagian dalam peternakan ayam : Nama Deksripsi Pimpinan - memimpin produksi usaha peternakan petelur - memegang kendali atas kinerja SDM pada perusahaan - bertanggungjawab pada kesuksesan bisnis bagian pengadaan - mengontrol ketersediaan material - bertanggungjawab kepada pimpinan Bagian produksi - mengontrol pemeliharaan bibit dan ayam petelur - memegang kendali produksi telur - bertanggungjawab kepada pimpinan Bagian administrasi - Mengatur keuangan peternakan - Menangani segala hal mengenai kebutuhan operasional peternakan - Bertanggungjawab kepada pimpinan Bagian Sekertaris - Mendokumentasikan aktifitas peternakan - Menangani surat- menyurat peternakan - Mengatur sirkulasi surat peteranakan - Bertanggungjawab kepada pimpinan Bagian Distribusi - Menangani distribusi telur yang siap dijual - Bertanggungjawab kepada pimpinan Pimpinan Bagian Pengadaan Bagian Produksi Bagian Administrasi Bagian Sekretasris Bagian Distribusi Bagian Pemasaran Bagian Akuntansi
  8. 8. Bagian Pengemasan - menangani pengemasan produk yang akan didistrubusikan - bertanggungjawab kepada pimpinan Bagian akuntansi - mengelola keuangan, mencatat transaksi, membuat jurnal tiap periode dan buku besar - bertanggungjawab atas sirkulasi keuangan perternakan - bertanggungjaab kepada pimpinan Tabel 1.1 Deskripsi Job pada peternakan ayam 1.3 Stakeholder  Stakeholder Positif Pedagang sembako dan penjual kecilan Mendapatkan harga telur yang lebih murah untuk kebutuhan dagangnya Pangusaha Pupuk Dapat mengambil kotoran ayam yang di hasilkan peternakan untuk diolah kemudian dijadikan pupuk untuk dijual  Stakeholder negatif Tetangga Peternakan Udara di sekitar peternakan akan tercemar oleh bau kotoran ayam, dan warga sekitar akan mencium bau yang tidak enak.
  9. 9. BAB II ANALISIS PROSES BISNIS
  10. 10. BAB 2.1 IDENTIFIKASI DAN ANALISIS PROSES BISNIS Nama Proyek : Simulasi ERP Perusahaan Peternakan Ayam Petelur Nama Manajer Proyek : Abd. Charis Fauzan Tanggal dibuat : 24 September 2014 – 22 Desember 2014 Versi : 1.0 2.1.1 Identifikasi proses bisnis  Sales and Distribution (Penjualan dan Penyaluran)  Procurement (Pembelian)  Production Planning (Rencana Produksi)  Manufacturing Execution (Eksekusi Manufaktur)  Final Accounting (Akuntansi Akhir) 2.1.2 Analisis proses bisnis Menganalisis setiap proses bisnis dengan mendeskripsikan lebih detil setiap proses bisnis yang sudah teridentifikasi. Nama proses bisnis Siapa saja yang terlibat Di mana proses bisnis terjadi Kapan proses bisnis terjadi Bagaimana proses bisnis dijalankan Dokumen yang terkait dengan proses bisnis Sales and Distribution Costumer, Bagian Pemasaran, Bagian Tempat peternakan ayam Masa permintaan barang oleh  Bagian Pemasaran menyediakan barang  Nota Pemesanan  Dokumen
  11. 11. (Penjualan dan Penyaluran) Gudang petelur costumer yang akan di jual ke costumer  Costumer menulis jumlah pemesanan barang (Nota) serta Bagian Pemasaran mencatat identitas costumer  Bagian Gudang mengecek ketersediaan dari barang yang dipesan  Bagian Gudang mengambil barang yang dibutuhkan oleh Costumer  Bagian Gudang mengemasi barang yang telah di ambil  Bagian Pemasaran mengirim barang dengan sebuah sopir dan kendaraan serta membawa dokumen pengiriman (surat jalan)  Costumer menerima Dokumen Tagihan (BON) dari Bagian Pemasaran  Costumer melakukan pembayaran dengan bukti Dokumen Tagihan yang telah diberikan Pengiriman (Surat Jalan)  Dokumen Tagihan (BON) Procurement (Pengadaan) Supplier, Bagian Pengadaan Tempat peternakan ayam Saat Bagian Pengadaan membutuhkan barang  Membuat list permintaan kebutuhan material yang dibutuhkan  Bagian Pengadaan Mengkualifikasi Supplier (mencari supplier yang memenuhi standar)  Bagian Pengadaan  Nota Permintaan Barang  Kwitansi Pembayaran
  12. 12. melakukan pemesanan barang yang akan di beli pada Supplier  Supplier mengkonfirmasi ketersediaan barang yang dibutuhkan bagian pengadaan  Supplier mengirimkan barang serta memberikan Kwitansi Pembayaran yang harus di bayar oleh bagian pengadaan  Bagian pengadaan melakukan pembayaran dengan bukti Kwitansi Pembayaran Production Planning (Rencana Produksi) Bagian Pengadaan Perusahaan Peternak Ayam Petelur Saat akan melakukan proses produksi  Mendaftar kebutuhan infrastruktur dan kebutuhan material  Melakukan perencanaan produksi peternakan ayam petelur meliputi : Perencanaan infrastruktur jangka panjang dan jangka pendek, perencanaan material, perencanaan sumber daya manusia  Melakukan perencanaan produksi sesuai kapasitas jumlah ayam petelur yang akan diternak meliputi : Jumlah kebutuhan infrastruktur jangka panjang dan jangka pendek, jumlah  Daftar kebutuhan infrastruktur  Daftar kebutuhan material
  13. 13. material, jumlah sumber daya manusia Manufacturing Execution (Eksekusi Manufaktur) Bagian Produksi Perusahaan Peternakan Ayam Petelur Ketika membutuhkan hasil produksi berupa telur  Memenuhi kebutuhan pra – produksi sesuai dengan rencana produksi  Melaksanakan proses pembibitan  Mendokumentasikan hasil produksi meliputi : telur, ayam afkir, kotoran  Mempersiapkan proses manufacturing berikutnya  Dokumen Hasil Produksi Final Accounting (Akuntansi Akhir) Bagian Keuangan Perusahaan Peternakan Ayam Petelur Ketika ada transaksi  Membuat kode akun  Membuat jurnal transaksi tiap periode  Membuat buku besar yang berisikan laporan transaksi per kode akun  Membuat Neraca laporan keuangan  Membuat laporan rugi laba  Dokumen Jurnal  Dokumen Buku Besar  Dokumen Neraca laporan keuangan  Dokumen laporan rugi dan laba
  14. 14. BAB 2.2 MODEL PROSES BISNIS 2.2.1 Pemodelan proses bisnis a. Sales dan Distribution (Penjualan dan Penyaluran) Costumer Bagian Pemasaran Bagian Gudang Melakukan Pembayaran Nota Pemesanan Nota Pemesanan Mengambil barang yang dipesan Mengemasi barang yang telah diambil Pengiriman barang Surat Jalan dan TagihanSurat Jalan dan Tagihan Melakukan Pembayaran
  15. 15. b. Procurement (Pengadaan) Bagian Pengadaan Supplier Proses Pembayaran Nota Permintaan Barang Kualifikasi Supplier Nota Permintaan Barang Mengecek Ketersediaan Barang Pengiriman Barang Kwitansi Pembayaran Kwitansi Pembayaran
  16. 16. c. Production Planning (Rencana Produksi) Bagian Pengadaan Mendaftar kebutuhan Infrastruktur dan Material Jangka panjang dan jangka pendek
  17. 17. d. Manufacturing Execution (Eksekusi Manufaktur) Bagian Pengadaan Mendokumentasikan Hasil Produksi Memenuhi kebutuhan Pra - produksi Melaksanakan proses pembibitan Mempersiapkan manufacturing selanjutnya
  18. 18. e. Final Accounting (Akuntansi Akhir) Bagian Keuangan Membuat Jurnal Transaksi tiap Periode Membuat kode akun Membuat Buku Besar Membuat Laporan Rugi dan Laba Membuat Neraca Laporan Keuangan
  19. 19. ERP Peternakan Ayam Halaman 17 BAB III PENERAPAN KONSEP ERP
  20. 20. ERP Peternakan Ayam Halaman 18 BAB 3.1 Sales and Distribution Bagian SD (Sales and Distribution) merupakan divisi penting dalam sebuah perusahaan apapun. Ujung tombak perusahaan untuk memasarkan produk atau jasa terletak di divisi ini. Secara umum, gugus tugas divisi sales adalah menciptakan sales sejak kontak pertama kali dilakukan hingga sesudah sales support dan mencatatkannya secara prosedural ke dalam sistem. Sedangkan bagian distribusi mengatur inventory di semua warehouse dan lokasi, memastikan distribusi ke semua outlet yang ada dengan jenis barang yang lengkap, dan melakukan tracking serta recording terhadap pergerakannya. Memelihara hubungan baik dengan semua pihak tentu menjadi salah satu faktor pendorong tercapainya sales/penjualan yang baik. Mengembangkan dan melaksanakan strategi-strategi penjualan untuk mendukung pencapaian volume penjualan dapat dicapai secara optimal jika proses bisnis dilakukan dengan data dan informasi yang mendukung percepatan pengambilan keputusan. Didalam proses Sales and Distribution ini terdapat beberapa tahapan, diantaranya :  Pre-Sales Activities  Sales Order Entry  Check Availibility  Pick material  Pack Material  Post Goods Issue  Invoice customer  Receipt of customer payment Dari tahap tahap tersebut diatas memberikan data transaksi pada buku besar dan pelaporan ( general ledger & reporting systems) untuk pencatatan dan komunikasi yang berhubungan dan penyiapan laporan keuangan dan laporan manterial lainnya.Proses pertama adalah. 3.1.1 Pre-Sales Activities Proses pertama adalah meyediakan barang yang akan dijual ke pasar / atau pelanggan. Di dalam perusahan apapun pasti akan menata betul proses ini karena disinilah awal barang itu disediakan. Didalam proses aktivitas pra order ini terdapat kegiatan dalam penyediaan barang yang akan dijual ke pelanggan. Barang apa saja yang tersedia dan akan dijual ke pelanggan dan didalam table barang yang tersedia tersebut terdapat id barang yang akan dijual, nama barang tersebut, harga barang dan satuan barangnya, dan stok barang yang tersedia. 3.1.2 Sales Order Entry Adalah suatu kegiatan utama pendapatan dimana perusahaan akan mendapatkan (pendapatan) atau revenue dari pelanggan / konsumen dari aktivitas penjualan. Memasukkan pesanan penjualan (sales order entry) Siklus pendapatan dimulai dari penerimaan pesanan dari para pelanggan. Departemen bagian pesanan penjualan, melakukan proses memasukkan pesanan penjualan. Dokumen yang dibuat dalam proses memasukkan pesanan penjualan (sales order).Departemen bagian pemesanan mencatat data pelanggan yang telah memesan barang tersebut dan hal yang harus dicatat diantaranya adalah data dari customer, dari mulai nama customer,alamat lengkap customer,nomor hp customer tersebut. Dan didalam table pemesanan yang harus diperhatikan/dicatat adalah id pemesan,lalu apa saja yang dipesan (id barang),pembeli (id customer), kemudian dicatat juga tanggal pemesanannya, serta jumlah barang yang dipesan tersebut,ketersediaan barang (apakah barang tersebut tersedia/tidak),lalu dibutuhkan juga status pengiriman yaitu untuk mengetahui/mendata barang yang dipesan terkirim,serta nomor hp pelanggan yang bisa dihubungi dan yang trakhir status pembayaran. Proses ini bisa dikatakan merupakan formulir yang berfungsi untuk mencatat pesanan yang
  21. 21. ERP Peternakan Ayam Halaman 19 diterima dari cutomer (pelanggan), jadi dengan formulir ini dapat mencatat PO yang diterima dari customer (pelanggan). 3.1.3 Check Availibility Ditahap ini merupakan proses untuk memeriksa ketersediaan barang yang dibeli oleh pelanggan. Fungsionalitas ini memeriksa apakah barang yang diminta pelanggan dapat dipenuhi pada tanggal yang diinginkan pelanggan. Jika tidak, fungsionalitas ini akan memberikan alternatif tanggal yang dapat dipenuhi berdasarkan faktor-faktor tertentu dan kesepakatan yang telah dikonfigurasi sesuai kebutuhan. Jika barang yang dipesan oleh pelanggan tersebut belum bisa terpenuhi / stok di gudang masih kurang maka pembeli harus menunggu konfirmasi ketersediaan barang sampai barang yang dipesan tersebut ada/tersedia di bagian produksi planning,dan melakukan managemen hingga proses manufacturing sehingga dari proses manufacturing ini diperoleh produksi barang / produksi telur yang sesuai dengan jumlah yang dipesan oleh konsumen. Dan jika barang yang dipesan oleh customer stoknya sudah tersedia digudang, maka akan diproses ke proses selanjutnya yaitu pick material. 3.1.4 Pick material Yaitu proses selanjutnya dalam memenuhi pesanan pelanggan yaitu proses pengambilan barang dari gudang sesuai dengan jumlah barang yang dipesan pelanggan tersebut.Jadi proses Pick material ini untuk pengambilan barang yang terdapat di gudang sesuai jumlah yang sudah disepakati antar kedua pihak.. 3.1.5 Pack Material Setelah barang yang dipesan diambil dari gudang, tahap selanjutnya adalah proses pengepakan/proses pemaketan barang yang dipesan tersebut kedalam boks telur/ pendistribusian barang dari produsen ke konsumen yang sudah diatur dengan perjanjian yang sudah disepakati antara kedua belah pihak. 3.1.6 Post Goods Issue Proses setelah pengepakan barang adalah proses memenuhi pesanan pelanggan dan melakukan pengiriman barang yang dipesan tersebut ke customer (pelanggan), dan untuk mempermudah dan agar tidak terjadi kesalahan dalam proses ini diberi table pengiriman yang berisi id pemesanan, jumlah barang yang dipesan, tanggal berapa barang tersebut dikirim dan berapa unit,selain berapa banyaknya unit tersebut, diperhitungakan juga jenis unit yang digunakan untuk mengirim barang/ jenis kendaraan dan nama sopir yang melakukan pengiriman ke customer tersebut serta dilengkapi dengan dokumen pengiriman (Surat Jalan). 3.1.7 Invoice customer dan Receipt of customer payment Proses ini merupakan proses penyerahan barang ke customer (pelanggan) harus sesuai dengan barang yang dipesan serta jumlah barang yang dipesan oleh pelanggan tersebut,lalu Proses yang selanjutnya kita sebut invoice adalah dokumen yang digunakan sebagai pernyataan tagihan yang harus dibayar oleh customer. Dalam bentuk sederhana dikenal dengan nama BON. Pada transaksi yang nominalnya relatif kecil, invoice digunakan langsung sebagai dokumen tagihan sedangkan pada perusahaan yang nominal transaksinya besar, biasanya dilengkapi dengan surat tagihan atau kwitansi. Di dalam proses ini yang diperhatikan adalah id barang dan total harga yang harus dibayar oleh customer. Dan di dalam transaksi yang harus diperhatikan adalah id transaksi tersebut,lalu id orang yang memesan,tanggal transaksi,jenis transaksi yang dilakukan yaitu melalui tunai/transfer, dan juga status pembayaran. Setelah penyesuaian tagihan beres, konsumen akan membayar pada perusahaan. Bagian keuangan perusahaan yang akan mengelola pembayaran ini.
  22. 22. ERP Peternakan Ayam Halaman 20 BAB 3.2 Production Planning Usaha peternakan ayam petelur saat ini berkembang sangat pesat, baik dari segi skala usaha maupun dari jumlah peternakan yang ada. Beberapa alasan peternak untuk terus menjalankan usaha peternakan ayam petelur dikarenakan jumlah permintaan telur ayam yang terus meningkat, perputaran modal yang cepat, akses mendapatkan input produksi yang mudah dengan skala kecil maupun besar merupakan daya tarik tersendiri bagi para pelaku usaha untuk menekuni usaha peternakan ayam petelur ini. Untuk Pengusaha Peternakan, dapat menerima bimbingan dan pengawasan dari pemerintah. Hal tersebut dapat ditegaskan dalam Peraturan Pemerintah Republik Indonesia No. 16 Tahun 1977 tentang usaha peternakan. Peraturan pemerintah ini menjelaskan bahwa Menteri bertanggung jawab dalam bidang peternakan atau pejabat yang ditunjuk olehnya berkewajiban melakukan bimbingan dan pengawasan atas pelaksanaan perusahaa- perusahaan peternakan. Agribisnis khususnya peternakan dapat dilihat dari tiga sub system agribisnis peternakan yaitu hulu, hilir dan penunjang. Sub sistem agribisnis hulu meliputi seluruh proses produksi sapronak (sarana produksi ternak) seperti DOC, pakan, obat-obatan serta peralatan-peralatan peternakan. Sub sitem budidaya ternak berkaitan dengan proses produksi ternak dengan menggunakan input yang dihasilkan oleh sub sistem hulu untuk menghasilkan output yang siap diolah dan dipasarkan. Sub sistem hilir meliputi kegiatan pengolahan produk yang dihasilkan oleh sub sistem budidaya ternak menjadi produk olahan dan produk akhir. Sedangkan sub sistem penunjang adalah sub sistem yang menunjang keberhasilan ketiga sub system di atas. Sub sistem penunjang ini dapat berupa lembaga keuangan bank maupun non bank, lembaga penelitian dan pengembangan, lembaga pendidikan dan pelatihan, transportasi, komunikasi, dan kebijakan-kebijakan pemerintah. Setiap peternakan hendaknya perlu dibuat Standard Operasional Procedure (SOP) biosekuriti yang baku. Aspek penting yang perlu diperhatikan adalah : 1. Lokasi peternakan Jarak antar lokasi peternakan merupakan tolok ukur yang digunakan sebagai parameter. Dengan jarak yang cukup akan dapat mencegah penularan enyakit dari udara, pengawasan pakan lebih ketat, pengangkutan telur dan lalulintas karyawan dapat diawasi. 2. Perkandangan Fokus yang dilakukan adalah pembersihan, desinfeksi dan istirahat kandang sehingga tidak ada agen infeksius yang tersisa. 3. Peralatan Sebaiknya tidak menggunakan peralatan yang sama untuk unit peternakan yang beda, investasi terhadap peternakan perlu dilakukan. Pembersihan peralatan dengan desnfeksi sebaiknya rutin dilakukan. 4. Air Penggunaan air tanah dalam sangat dianjurkan untuk memenuhi kebutuhan aktivitas peternakan. Air yang tidak mengandung koliform danjumlah bakteri yang rendah serta tidak mengandung logam berat sangat diperlukan sebagai salah satu aspek yang mempengaruhi kesehatan ayam. 5. Litter Penggunaan serutan kayu merupakan piihan terbaik selain karena daya serap tinggi juga untuk mengurangi pencemaran salmonella. Selain serutan kayu, bahan lain yang sering digunakan adalah jerami dan sekam. Litter yang dipakai sebaiknya telah diberi desinfektan untuk mengurangi infeksi bakterial dan mengurangi infeksi parasit seperti koksidia. 6. Penetasan dan bibit Status kesehatan ayam induk mempengaruhi kinerja penetasan maka akan lebih baik seluruh sumber telur berasal dari ayam induk sendiri yang status kesehatannya diketahui. Sebaiknya tidak ada infeksi salmonella pada DOC atau lingkngan penetasan dan rendahnya pencemaran jamur dan angka kematian rendah pada 7 hari pertama pemeliharaan.
  23. 23. ERP Peternakan Ayam Halaman 21 7. Karyawan Peternakan Lalu lintas karyawan merupakan sumber potensial pembawa agen infeksius ke dalam area peternakan. Staf karyawan yang rutin kontak dengan ayam dipeternakan tidak diperkenankan memiliki ayam peliharaan di rumah selain itu, protokoler kunjngan ke areal peternakan harus selalu dimonitor untuk menghindari penularan horizontal. 3.2.1 Perencanaan Produksi Sub sistem input dan sarana produksi merupakan sub sistem pertama dari sistem agribisnis, sub sistem ini sangat penting terhadap kelangsungan sub sistem produksi dan pengolahan. Dalam usaha ternak ayam petelur input dan saran yang harus diperhatikan adalah pakan, kandang, peralatan dan perlengkapannya. Pakan yang diperlukan untuk budidaya ayam petelur adalah ransum, konsentrat dan pellet. Peralatan yang digunakan untuk budidaya ayam petelur adalah kandang yang terdiri atas tempat pakan, tempat minum, tempat air, tempat ransum, tempat obatobatan dan sistem alat penerangan, Litter atau alas lantai setinggi 10 cm, bahan litter dari kulit padi atau sekam dengan sedikit kapur. Dalam pelaksanaan kegiatan- kegiatan pengorganisasian, maka dilakukan tiga langkah perencanaan berikut: 3.2.1.1 Perencanaan Infrastruktur Perencanaan infrastruktur dibagi menjadi 2, yaitu: 3.2.1.1.1 Perencanaan Kebutuhan Infrastruktur Jangka Panjang No Kebutuhan Infrastruktur Jangka Panjang Fungsi 1 Lahan Kandang Petelur Sebagai tempat berdirinya kandang ayam petelur 2 Kandang Petelur Sebagai tempat ayam berproduksi 3 Lahan Kandang Bibit Sebagai tempat berdirinya kandang bibit 4 kandang bibit Sebagai tempat memelihara bibit ayam 5 Lampu gas untuk menerangi bibit ayam 6 Terpal menutupi area samping kandang bibit 7 Litter Jerami Sebagai alas kandang bibit 8 Pipa Paralon mengatur akses ketersediaan air 9 Tangki Semprot kandang menampung vaksin dan air sebagai pembersih kandang 10 Ember menampung makanan 11 Sekrup membersihkan kotoran 12 Gerobak Kotoran memindahkan kotoran yang sudah dibersihkan 13 Timbangan Gantung menimbang takaran pakan 14 Timbangan Duduk menimbang telur 15 Mobil Pickup mengangkut hasil produksi / ayam afkir untuk didistribusikan 16 Kotak Ayam menampung ayam afkir untuk didistribusikan 17 Radio Tape Recorder mencegah ayam stress dan galau 18 Lahan Gudang Hasil Produksi Sebagai tempat berdirinya gudang hasil produksi 19 Lahan Gudang Infrastruktur Sebagai tempat berdirinya gudang infrastruktur 20 Lahan Gudang Material Sebagai tempat berdirinya gudang material
  24. 24. ERP Peternakan Ayam Halaman 22 21 Gudang Hasil Produksi menyimpan hasil produksi peternakan 22 Gudang Infrastruktur menyimpan peralatan infrastruktur 23 Gudang Material menyimpan kebutuhan material 24 Tempat minum bibit menampung air minum untuk bibit ayam 25 Tempat pakan bibit menampung pakan untuk bibit ayam 26 Sumur Sumber kebutuhan air 27 Sanyo Penyedot air dari sumur 28 Selang air mengalirkan air dari sumur untuk dialirkan sesuai kebutuhan 29 Kotak Telur Sebagai tempat penampung telur Tabel 3.2.1 Infrastruktur Jangka Panjang Kebutuhan infrastruktur jangka panjang merupakan kebutuhan yang permanen, lebih tepanya adalah kebutuhan yang fungsinya, penggunaan dan pengadaannya berjangka panjang. Sedikit penjabaran kebutuhannya:  Kandang Iklim kandang yang cocok untuk beternak ayam petelur meliputi persyaratan 22nergy22ture berkisar antara 32,2– 35 °C, kelembaban berkisar antara 60–70%, penerangan dan pemanasan kandang sesuai dengan aturan yang ada, tata letak kandang agar mendapat sinar matahari pagi dan tidak melawan arah mata angin kencang serta sirkulasi udara yang baik. Jangan membuat kandang dengan permukaan lahan yang berbukit karena menghalangi sirkulasi udara dan membahayakan aliran air permukaan bila turun hujan, sebaiknya kandang dibangun dengan sistem terbuka agar hembusan angin cukup memberikan kesegaran di dalam kandang. Untuk kontruksi kandang tidak harus dengan bahan yang mahal, yang penting kuat, bersih dan tahan lama. Kandang dengan lantai kolong berlubang yang didalamnya terdapat kandang batterai, lantai untuk sistem ini terdiri dari 22nergy atau kayu kaso dengan lubang-lubang diantaranya yang nantinya untuk membuang feses ayam yang langsung ke tempat penampungan. Kandang untuk periode laying mengunakan kandang batterai. Keunggulan kandang batterai diantaranya sintem ventilasi yang sangat baik karena udara leluasa masuk kedalam setiap sangkar, kemungkinan terjadinya sifat kanibalisme atau saling mematuk pada ayam dapat dicegah, pencatatan dan pengontrolan terhadap produksi dan pakan yang habis mudah dilakukan tidak mudah kehilangan 22nergy. Selanjutnya perlengkapan kandang hendaknya disediakan selengkap mungkin seperti tempat pakan, tempat minum, tempat air, tempat ransum, tempat obat-obatan dan sistem alat penerangan. Bentuk-bentuk kandang berdasarkan sistemnya dibagi menjadi dua: 1. Sistem kandang koloni, satu kandang untuk banyak ayam yang terdiri dari ribuan ekor ayam petelur. 2. Sistem kandang individual, kandang ini lebih dikenal dengan sebutan cage. Ciri dari kandang ini adalah pengaruh individu di dalam kandang tersebut menjadi dominan karena satu kotak kandang untuk satu ekor ayam. Kandang sistem ini banyak digunakan dalam peternakan ayam petelur komersial.
  25. 25. ERP Peternakan Ayam Halaman 23 Jenis kandang berdasarkan lantainya dibagi menjadi tiga macam yaitu: 1. kandang dengan lantai liter, kandang ini dibuat dengan lantai yang dilapisi kulit padi, pesak/sekam padi dan kandang ini umumnya diterapkan pada kandang sistem koloni. 2. kandang dengan lantai kolong berlubang, lantai untuk sistem ini terdiri dari bantu atau kayu kaso dengan lubang-lubang diantaranya, yang nantinya untuk membuang tinja ayam dan langsung ke tempat penampungan. 3. kandang dengan lantai campuran liter dengan kolong berlubang, dengan perbandingan 40% luas lantai kandang untuk alas liter dan 60% luas lantai dengan kolong berlubang (terdiri dari 30% di kanan dan 30% di kiri)  Peralatan o Litter Alas lantai/litter harus dalam keadaan kering, maka tidak ada atap yang bocor dan air hujan tidak ada yang masuk walau angin kencang. Tebal litter setinggi 10 cm, bahan litter dipakai campuran dari kulit padi/sekam dengan sedikit kapur dan pasir secukupnya, atau hasi serutan kayu dengan panjang antara 3–5 cm untuk pengganti kulit padi/sekam. o Tempat bertelur Penyediaan tempat bertelur agar mudah mengambil telur dan kulit telur tidak kotor, dapat dibuatkan kotak ukuran 30 x 35 x 45 cm yang cukup untuk 4–5 ekor ayam. Kotak diletakkan dididing kandang dengan lebih tinggi dari tempat bertengger, penempatannya agar mudah pengambilan telur dari luar sehingga telur tidak pecah dan terinjak-injak serta dimakan. Dasar tempat bertelur dibuat miring dari kawat hingga telur langsung ke luar sarang setelah bertelur dan dibuat lubah yang lebih besar dari besar telur pada dasar sarang. o Tempat bertengger Tempat bertengger untuk tempat istirahat/tidur, dibuat dekat dinding dan diusahakan kotoran jatuh ke lantai yang mudah dibersihkan dari luar. Dibuat tertutup agar terhindar dari angin dan letaknya lebih rendah dari tempat bertelur. o Tempat pakan dan tempat minum Tempat pakan dan tempat minum yang digunakan pada peternakan ayam petelur terbuat dari pipa paralon, penggunaan pipa paralon dimaksud agar tempat pakan tahan lama, tidak bocor dan tidak berkarat. 3.2.1.1.2 Perencanaan Kebutuhan Infrastruktur Jangka Pendek Kebutuhan infrastruktur jangka pendek merupakan kebutuhan yang sering diulang pengadaannya sesuai kebutuhannya. No Kebutuhan Infrastruktur Berjangka Fungsi Jangka Waktu Ideal 1 Suntik Vaksin IB Alat menyuntikkan vaksin pada ayam 1 Bulan 588 Ayam 2 Egg Tray Pengemasan Telur per hari 250 telur 3 Karung Kotoran menampung kotoran ayam 1 bulan 1 kandang petelur Tabel 3.2.2 Infrastruktur Jangka Pendek
  26. 26. ERP Peternakan Ayam Halaman 24 3.2.1.2 Perencanaan Material Kebutuhan material merupakan perencanaan kebutuhan untuk produksi, berikut tabel kebutuhannya: No. Kebutuhan Material Jangka Waktu 1 Air Harian 2 Pakan Jadi Harian 3 Vaksin IB Bulanan 4 Bibit Ayam 4 Bulan 5 Vaksin Kekebalan Bulanan Tabel 3.2.3 Perencanaan Material Sedikit penjabaran kebutuhan material, sebagai berikut: - Penyiapan Bibit Ada beberapa pedoman teknis untuk memilih bibit/DOC (Day Old Chicken) /ayam umur sehari:  Anak ayam (DOC ) berasal dari induk yang sehat.  Bulu tampak halus dan penuh serta baik pertumbuhannya .  Tidak terdapat kecacatan pada tubuhnya  Anak ayam mempunyak nafsu makan yang baik.  Ukuran badan normal, ukuran berat badan antara 35-40 gram.  Tidak ada letakan tinja diduburnya. Penyiapan bibit ayam petelur yang berkreteria baik dalam hal ini tergantung sebagai berikut:  Konversi Ransum. Konversi ransum merupakan perabandingan antara ransum yang dihabiskan ayam dalam menghasilkan sejumlah telur. Keadaan ini sering disebut dengan ransum per kilogram telur. Ayam yang baik akan makan sejumlah ransum dan menghasilkan telur yang lebih banyak/lebih besar daripada sejumlah ransum yang dimakannya. Bila ayam itu makan terlalu banyak dan bertelur sedikit maka hal ini merupakan cermin buruk bagi ayam itu. Bila bibit ayam mempunyai konversi yang kecil maka bibit itu dapat dipilih, nilai konversi ini dikemukakan berikut ini pada berbagai bibit ayam dan juga dapat diketahui dari lembaran daging yang sering dibagikan pembibit kepada peternak dalam setiap promosi penjualan bibit ayamnya.  Produksi Telur. Produksi telur sudah tentu menjadi perhatian. Dipilih bibit yang dapat memproduksi telur banyak. Tetapi konversi ransum tetap utama sebab ayam yang produksi telurnya tinggi tetapi makannya banyak juga tidak menguntungkan. Pengadaan bibit dapat dilakukan melalui beberapa alternative sebagai berikut : 1. Memelihara induk ayam Melalui cara ini, induk dipelihara untuk memproduksi telur tetas. Masalahnya, dibutuhkan lahan dan biaya awal yang cukup besar. Pada tahap awal dieperlukan waktu yang cukup lama untuk mendapatkan ayam dedara. Selain itu, diperlukan penguasaan cara memelihara induk ayam dan penetasan telurnya. Keuntunggannya, bisa diketahui mengenai proses pembudidayaan ayam kampung secara keseluruhan dan tidak tergantung pada kelangkaan ayam dedara di pasar. 2. Membeli telur tetas Cara ini membutuhkan waktu yang terlalu lama. Namun, masalahnya adalah, apakah ada peternak yang memproduksi telur tetas? Selain itu, jika kebetulan ada, apakah harganya relative murah dan mudah
  27. 27. ERP Peternakan Ayam Halaman 25 menguasai cara penetesan dan pembesarannya? Karena tanpa pengetahuan tersebut, upaya ini mengandung resiko yang cukup besar. 3. Membeli DOC (day old chick) Cara ini masih jarang di lakukan karena belum banyak pengusaha yang khusus memproduksi atau menjual DOC ayam kampung petelur. Berbeda dengan ayam ras yang banyak dijual dalam bentuk DOC. Namun, sekarang banyak pengusaha yang tertarik, apalagi tingkat permintaannya terus meningkat. 4. Membeli bibit ayam dedara Bibit ayam dedara bisa diperoleh dari pasar atau dari peternak ayam kampung yang khusus memproduksi bibit. Membeli dedara di pasar selain terbentur masalah ketersediaan modal, juga ketersediaan ayam dipasaran, sebab tidak selalu tersedia ayam dedara yang siap bertelur selain itu, ayam yang dibeli dari pasar perlu proses adaptasi didalam kandang baterai selama satu bulan. - Vaksinasi, obat dan vitamin Vaksinasi merupakan salah satu cara pengendalian penyakit virus yang menulardengan cara menciptakan kekebalan tubuh. Pemberiannya secara teratur sangat penting untuk mencegah penyakit. Vaksin dibagi menjadi 2 macam yaitu: Vaksin aktif adalah vaksin mengandung virus hidup. Kekebalan yang ditimbulkan lebih lama daripada dengan vaksin inaktif/pasif. Vaksin inaktif, adalah vaksin yang mengandung virus yang telah dilemahkan/dimatikan tanpa merubah struktur antigenic, hingga mampu membentuk zat kebal. Kekebalan yang ditimbulkan lebih pendek, keuntungannya disuntikan pada ayam yang diduga sakit. Macam-macam vaksin:  Vaksin NCD vrus Lasota buatan Drh Kuryna  Vaksin NCD virus Komarov buatan Drh Kuryna (vaksin inaktif)  Vaksin NCD HB-1/Pestos.  Vaksin Cacar/pox, virus Diftose.  Vaksin anti RCD Vaksin Lyomarex untuk Marek. Persyaratan dalam vaksinasi adalah:  Ayam yang divaksinasi harus sehat  Dosis dan kemasan vaksin harus tepat.  Sterilisasi alat-alat. 3.2.1.3 Perencanaan Sumber Daya Manusia Perencanaan sumber daya manusia ini meliputi orang-orang yang berperan dalam peternakan, berikut tabel SDM: Jenis Jabatan Fungsi pimpinan memimpin produksi usaha peternakan petelur bagian pengadaan mengontrol ketersediaan material Bagian produksi mengontrol pemeliharaan bibit dan ayam petelur Bagian administrasi Mengatur keuangan peternakan Bagian Sekertaris Mendokumentasikan aktifitas peternakan Bagian Distribusi Mendistribusikan telur yang siap dijual Bagian Pengemasan Bagian pengemasan Tabel 3.2.4 Perencanaan Sumber Daya Manusia
  28. 28. ERP Peternakan Ayam Halaman 26 3.2.2 Perencanaan Kapasitas 3.2.2.1 Perencanaan Infrastruktur 3.2.2.1.1 Perencanaan Infrastruktur Jangka Panjang Dalam perencanaan infrastruktur jangka panjang ada 29 macam kebutuhan infrastruktur yaitu:  Lahan kandang petelur : berfungsi sebagai tempat berdirinya kandang ayam petelur, yang mempunyai kurang lebih 330 meter persegi sehingga menghasikan jumlah 588 ayam petelur. Total harga lahan kandang tersebut berkisar Rp 66.000.000,00  Kandang petelur : sebagai tempat ayam berproduksi, yang mempunyai kurang lebih 196 meter persegi , 1 meter2 untuk 3 ayam sehingga total harga menjadi Rp 9.800.000  Lahan kandang Bibit : sebagai tempat berdirinya kandang bibit, sehingga menghasilkan volume 16 m2. Untuk 1 kandang bibit mempunyai total harga Rp 3.200.000  Kandang bibit : sebagai tempat memelihara bibit ayam, sehingga mempunyai volume sebesar 12 m2 , untuk 588 bibit ayam menjadikan total harga berkisar Rp 6.000.000  Lampu gas : berfungsi sebagai penerangan bibit ayam , harga 1 lampu gas adalah Rp 50.000  Terpal : untuk menutupi area samping kandang bibit, harga 1 selimut kandang tersebut Rp 250.000  Litter jerami : sebagai alas kandang bibit, hrga satuan 5000 sehingga untuk 588 ayam maka total harga menjadi 30.000  Pipa paralon : untuk mengatur akses ketersediaan air, total harga berdasarkan panjang untuk akses sampai ke ayam yaitu Rp 1.960.000  Tangki semprot kandang : untuk menampung vaksin dn air sebagai pembersih kandang, untuk volume yaitu hanya 1 tangki semprot kandang dan menghasilkan harga total sebesar Rp 250.000  Ember : untuk menampung makanan, hal ini dibutuhkan 10 ember untuk semua ketersediaan ayam. Dan menghasilkan harga total Rp 200.000  Sekrup : untuk membersihkan kotoran, hal ini dibutuhkan 2 sekrup sehingga menghasilkan harga total bernilai Rp 100.000  Gerobak kotoran : sebagai alat untuk memindahkan kotoran yang telah dibersihkan , sehingga menghasilkan harga total yang bernilai Rp 250.000  Timbangan gantung : sebagai alat penimbang telur , hanya membutuhkan satu buah timbangan per kandang nya dan harga timbangan tersebut adalah Rp 100.000  Mobil pick up : untuk mengangkut hasil produksi, ataupun juga ayam yang sudah afkir untuk pendistribusian, membutuhkan 1 mobil perkandang yang mempunyai harga Rp 50.000.000  Kotak ayam : untuk menampung ayam afkir untuk didistribusikan, membutuhkan 1 untuk 100 ayam sehingga total harga yaitu Rp 250.000  Radio tape recorder : untuk mencegah ayam menjadi stress. Membutuhkan 1 radio dalam 1 area kandang dan harga 1 tape recorder berkisar Rp 50.000  Lahan gudang hasil produksi : sebagai tempat berdirinya gudang hasil produksi dan membutuhkan 32 m2 dan mempunyai harga total lahan sebesar 6.400.000 rupiah  Lahan gudang infrastruktur : sebagai tempat berdirinya gudang penyimpanan peralatan infrastruktur, dibutuhkan 50 m2 untuk membangunnya sehingga harga total lahan nya yaitu `10.000.000 rupiah
  29. 29. ERP Peternakan Ayam Halaman 27  Lahan gudang material : sebagai tempat berdirinya gudang material, dibutuhkan 20 m2 untuk membangunnya sehingga harga total lahan tersebut berkisar 4.000.000 rupiah  Gudang hasil produksi : sebagai tempat untuk menyimpan hasil produksi peternakan telur. Untuk membangunnya dibutuhkan harga total yakni 5.600.000 rupiah  Gudang infrastruktur : sebagai tempat untuk penyimpanan peralatan infrastruktur, untuk membangannya dibutuhkan harga total sebesar 9.000.0000 rupiah  Gudang material : sebagai tempat untuk penyimpanan kebutuha material , untuk membangunnya dibutukan harga total sebesar 3.200.000 rupiah  Tempat minum bibit : sebagai tempat untuk menampung air minum bibit ayam, ukuran lahan 3 m2 dan dipeoleh jumlah gharga total pembangunan tempat yakni, 75.000 rupiah.  Tempat pakan bibit. : tempat penampungan pakan untuk bibit ayam, sama ukurannya dengan tempat minum yakni 3 m2, sehinggah diperoleh harga total pembangungan 75.000 rupiah pula.  Sumur : sebagai sumber kebutuhan air, total pembangungan 1.000.000 rupiah  Sanyo : untuk penyedot air sumur dengan harga 500.000 rupiah  Selang air : mengalirkan air dari sumur untuk dialirkan sesuai kebutuhan dengan harga total 750.000 rupiah  Kotak telur : untuk tempat penampungan telur, yang mempunyai lahan 10 m2 sehingga diperoleh harga pembuatannya yaitu 250.000 rupiah Sehingga diperoleh harga keseluruhan dari kebutuhan peraencanaan infrastruktur jangka panjang sebesar : Rp 181.890.000,00 Berikut adalah hasil tabel yang kita buat berdasarkan fungsinya :
  30. 30. ERP Peternakan Ayam Halaman 28 NO. Kebutuhan infrastruktur jangka panjang Fungsi Volume Ideal Asumsi Harga Satuan Harga Satuan 1 Lahan Kandang Petelur Sebagai Tempat berdirinya kandang ayam petelur 330 588 ayam petelur 200.000 66.000.000 2 Kandang Petelur Sebagai tempat ayam berproduksi 196 1m2 untuk 3 ayam 50.000 9.800.000 3 Lahan Kandang Bibit Sebagai tempat berdirinya kandang bibit 16 1 kandang bibit 200.000 3.200.000 4 Kandang Bibit Sebagai tempat memelihara bibit ayam 12 588 bibit ayam 50.000 600.000 5 Lampu Gas Untuk menerangi bibit ayam 1 588 bibit ayam 50.000 50.000 6 Terpal Menutupi area samping kandang bibit 1 Selimut kandang 250.000 250.000 7 Litter Jerami Sebagai alas kandang bibit 12 588 bibit ayam 2.500 30.000 8 Pipa Paralon Mengatur akses ketersediaan air 196 588 ayam petelur 10.000 1.960.000 9 Tangki Semprot Kandang Menampung vaksin dan air sebagai pembersih kandang 1 250.000 250.000 10 Ember Menampung makanan 10 20.000 200.000 11 Sekrup Membersihkan kotoran 2 50.000 100.000 12 Gerobak Kotoran Memindahkan kotoran yang telah dibersihkan 1 100.000 100.000 13 Timbangan Gantung Menimbang takaran pakan 1 100.000 100.000 14 Timbangan Duduk Menimbang telur 1 100.000 100.000 15 Mobil Pick Up Mengangkut hasil produksi/ayam afkir untuk didistribusikan 1 50.000.000 50.000.000 16 Kotak Ayam Menampung ayam afkir untuk didistribusikan 1 100 ayam 250.000 250.000 17 Radio Tape Recorder Mencegah ayam stress dan galau 1 1 area kandang 50.000 50.000 18 Lahan Gudang Hasil Produksi Sebagai tempat berdirinya gudang hasil produksi 32 200.000 6.400.000 19 Lahan Gudang Infrastruktur Sebagai tempat berdirinya gudang infrastruktur 50 200.000 10.000.000 20 Lahan Gudang Material Sebagai tempat berdirinya gudang material 20 200.000 4.000.000 21 Gudang Hasil Produksi Menyimpan hasil produksi 28 200.000 5.600.000 22 Gudang Infrastruktur Menyimpan peralatan infrastruktur 45 200.000 9.000.000 23 Gudang Material Menyimpan kebutuhan material 16 200.000 3.200.000 24 Tempat Minum Bibit Menampung air minum untuk bibit ayam 3 25.000 75.000 25 Tempat Pakan Bibit Menampung pakan untuk bibit ayam 3 25.000 75.000 26 Sumur Sumber kebutuhan air 1 10.000.000 10.000.000 27 Sanyo Penyedot air dari sumur 1 500.000 500.000 28 Selang Air Mengalirkan air dari sumur untuk dialirkan sesuai kebutuhan 50 15.000 750.000 29 Kotak Telur Sebagai tempat penampung telur 10 25.000 250.000 Total 181.890.000 Tabel 3.2.5 Perhitungan Perkiraan Infrastruktur Jangka Panjang
  31. 31. ERP Peternakan Ayam Halaman 29 3.2.2.1.2 Perencanaan Infrastruktur Jangka Pendek Kemudian kebutuhan infrastruktur yang kedua yaitu infrastruktur jangka pendek, ada sedikitnya 3 kebutuhan yang harus dibangun untuk infrastruktur jangka pendek ini, yakni :  Suntik vaksin : yaitu berfungsi sebagai alat untuk penyuntikkan vaksin kepada ayam. Dalam hal ini dibutuhkan 10 suntik, yang juga hanya 1 bulan sekali dalam penggunaannya untuk 588 ayam. Asumsi harga satuan suntik vaksin tersebut adalah 2.500 rupiah, sehingga harga total keseluruhan suntik tersebut adalah 25.000 rupiah  Yang kedua yaitu Egg tray : alat untuk pengemasan telur, dalam hal ini untuk packing nya. Membutuhkan 10 perhari untuk 250 telur dan juga diasumsi kan harga satuan egg tray ini adalah 5000 sehingga total harga menjdai 50.000 rupiah perharinya  Yang terakhir yaitu karung kotoran : yaitu berfungsi untuk menampung kotoran yang telah dibersihkan dari kandang ayam. Membutuhkan 3 karung dalam sebulan, dan diasumsikan harga satuan karung yaitu sekitar 2500 rupiah sehingga dalam sebulan membutuhkan harga total untuk karung tersebut sebesar 7.500 rupiah. Sehingga total harga yang didapat dalam kebutuhan ini yakni 82.500 rupiah. Untuk tabel yang kita buat untuk perencanaan Infrastruktru jangka pendek ini sebagai berikut : No Kebutuhan Infrastruktur Berjangka Fungsi Volume Jangka Waktu Ideal Asumsi Harga Satuan Total Harga 1 Suntik Vaksin IB Alat menyuntikkan vaksin pada ayam 10 1 Bulan 588 Ayam 2500 25000 2 Egg Tray Pengemasan Telur 10 per hari 250 telur 5000 50000 3 Karung Kotoran menampung kotoran ayam 3 1 bulan 1 kandang petelur 2500 7500 Tabel 3.2.6 Perhitungan Infrastruktur Jangka Pendek 3.2.2.2 Perencanaan Material  Bibit Bibit yang digunakan pada peternakan ayam petelur dibeli pada pabrik yang menyiapkan bibitnya. Diasumsikan membeli bibit DOC ayam petelur jenis Hyline yang harganya sekitar Rp 8.500,00/ekor. Pembelian bibit ini, memiliki keunggulan maupun kekurangan. Keunggulannya adalah bibit DOC jenis Hyline memiliki daya tahan tubuh yang kuat. Kekurangannya adalah mahalnya biaya akomodasi dalam pengiriman bibit yang dikarenakan jauhnya jarak antara Magelang dengan Banyumas, selain itu memungkinkan adanya DOC yang mati akibat perjalanan yang jauh tersebut. Untuk ayam sendiri, membutuhkan ketersediaan jumlah ayam sebesar 8571 ayam, dan pada jumlah tersebut secara keseluruhan membutuhkan kebutuhan material berupa air yang dibutuhkan oleh
  32. 32. ERP Peternakan Ayam Halaman 30 ayam itu sendiri setiap harinya, kemudian pakan jadi yang dikonsumsi setiap harinya yang hasil satuan nya yakni diasumsikan dengan harga Rp 5000 per gram, diperoleh sebesar 342,84 kg untuk ayam yang berumur 40 bulan dan 171,42 kg untuk ayam yang berumur 20 bulan, sehingga harga total yang diperoleh untuk menghasilkan pakan untuk ayam yang berumur 40 bulan yakni Rp 1.714.200,00 sedangkan untuk yang berumur 20 bulan Rp 857.100,00. Untuk kebutuhan material Vaksin IB itu membutuhkan konsumsi dalam jangka waktu per bulan dengan asumsi harga satuan yaitu 10000, sehingga didapat Rp 28.570,00 perharinya. Kemudian untuk kebutuhan material bibit ayam yang diperlukan dalam jangka waktu setiap 4 bulan sekali untuk proses pembelian bibit nya sehingga diperoleh Rp 71.425,00 perharinya dengan asumsi harga satuan yaitu 1000. Material yang terakhir yaitu vaksin kekebalan yang dikonsumsi setiap bulannya , asumsi harga satuan nya Rp 10.000,00 sehingga jika dikalikan dengan jumlah ayam yang tersedia kemudian diagi dengan 30 untuk asumsi jumlah hari dalam satu bulan maka didapat Rp 28.570,00 per harinya. Sehingga total keseluruhan harga dari perencanaan jumlah kebutuhan material yang didapat yaitu berjumlah Rp 985.665,00.  Vaksinasi, obat dan vitamin Pemberian vaksin dilakukan seminggu pertama setelah DOC masuk kandang (air minum, tetes mata dan suntikan). Pemberian vitamin dilakukan tiga hari pertama setelah DOC divaksin dan pemberian obat dilakukan hanya pada saat terserang penyakit. 3.2.2.3 Perencanaan Sumber Daya Manusia Dalam pembahasan perencanaan SDA ini, kita sudah mempunyai 2 jenis tabel : 1. Untuk tabel yang pertama yaitu tabel identitas : Tabel Identitas id_karyawan nama_karyawan tempat_lahir tanggal_lahir alamat jabatan telepon KAR_01 Subadar Malang 12/12/1932 Jl. Jalanan, Kota Malang JAB_06 8976556776 5 KAR_02 Supali Malang 12/12/1933 Jl. Jalanan, Kota Malang JAB_06 8976556776 5 KAR_03 Supeno Malang 12/12/1934 Jl. Jalanan, Kota Malang JAB_07 8976556776 5 Tabel 3.2.7 Identitas Sumber Daya Manusia Pada tabel identitas, berisi profil setiap karyawan, sehingga dalam memanajemen profil maka akan berhuungan dengan tabel identitas ini. Profil-profil tersebut yaitu : id_karyawan : id karyawan berfungsi sebagai id tetap yang tidak akan sama dengan id yang dimiliki oleh karyawan lain atau yang disebut sebagai primery key pada database table, nama kolom yang kedua yaitu nama_karyawan : yaitu berisi nama masing-masing karyawan yang sesuai dengan Kartu Tanda Penduduk, kolom yang ketiga yaitu tempat_lahir : berisi keterangan tempat lahir yang ada pada KTP, begitu juga dengan kolom tanggal_lahir yang berisi tentang tanggal bulan tahun lahir masing-masing karyawan, kolom yang kelima berisi alamat : alamat yang ditinggali karyawan semasa mereka bekerja, kolom jabatan berisi tentang penempatan mereka sewaktu bekerja pada posisi mana(pada tabel ini berisi tentang foreign key yang dihasilkan pada tabel
  33. 33. ERP Peternakan Ayam Halaman 31 jabatan), yang terakhir yaitu telepon : nomor telepon karyawan yang bisa dihubungi. 2. Untuk tabel yang kedua yaitu tabel jabatan : Tabel Jabatan id jenis_jabatan fungsi gaji pokok tunjangan lp JAB_01 pimpinan memimpin produksi usaha peternakan petelur JAB_02 bagian pengadaan mengontrol ketersediaan material 1800000 10000/hari JAB_03 Bagian produksi mengontrol pemeliharaan bibit dan ayam petelur 2000000 10000/hari JAB_04 Bagian administrasi Mengatur keuangan peternakan 2200000 10000/hari JAB_05 Bagian Sekertaris Mendokumentasikan aktifitas peternakan 2200000 10000/hari JAB_06 Bagian Distribusi Mendistribusikan telur yang siap dijual 1500000 10000/hari JAB_07 Bagian Pengemasan Bagian pengemasan 1000000 10000/hari Tabel 3.2.8 Jabatan Sumber Daya Manusia Tabel jabatan ini adalah tabel yang difungsikan untuk memanajemen jabatan karyawan, dalam tabel jabatan ini berisi id, jenis_jabatan, fungsi, gaji pokok, tunjangan lp. - Untuk tabel id pada tabel jabatan : adalah sebagai id tetap jabatan sehingga pada nama kolom ini ditetapkan sebagai primery key tabel yang akan diteruskan ke dalam nama jenis jabatan, fungsi serta gaji pokok karyawan. - Untuk tabel jenis_jabatan : adalah posisi jabatan yang sudah ditetapkan untuk memanajemen perusahaan. Pada tabel ini ada 7 jenis jabatan yaitu : pimpinan, bagian pengadaan, bbagian produksi, bagian administrasi, bagian sekretaris, bagian distribusi, bagian pengemasan. - Untuk tabel fungsi : berisi tentang tugas yang sudah ditentukan berdasarkan nama jenis jabatan. o Pimpinan : memimping produksi usaha peternakan petelur. o Bagian pengadaan : mengontrol ketersediaan material o Bagian produksi : mengontrol pemeliharaan bibit dan ayam petelur o Bagian administrasi : Mengatur keuangan peternakan o Bagian Sekretaris : Mendokumentasikan aktifitas peternakan o Bagian Distribusi : mendistribusikan telur yang siap jual o Bagian pengemasan : untuk pengemasan produksi - Tabel gaji pokok : berisi tentang gaji pokok pada tiap jabatan. Tunjangan lp : berisi tunjangan pada setiap jabatan perharinya.
  34. 34. ERP Peternakan Ayam Halaman 32 BAB 2.3 Proses Procurement (Material Management) Procerement merupakan bagian ERP (Enterprice Resource Planning) setelah proses Sales and Distribution yang memiliki arti pengadaan atau pembelian barang pra-produksi. Proses procurement ini tidak hanya terkait dengan proses pembelian itu saja tetapi juga meliputi negosiasi-negosiasi barang dan pengambilan keputusan atas kontrak dengan pemasok barang yang dibutuhkan selama berjalannya proses produksi. Proses produksi tidak akan berjalan tanpa adanya pemasok barang. Sehingga proses procurement ini sangat mempengaruhi keberlangsungan proses bisnis yang akan dikerjakan. Tugas-tugas utama yang berhubungan dengan proses procurement ini adalah tugas operasi dan tugas strategi, untuk tugas yang berhubungan dengan strategi pembelian ini meliputi manajement kontrak kepada pemasok kontrak lama maupun baru serta penciptaan struktur pasar baru dengan secara aktif mengkonsolidasikan sisi pemasokan/suplai barang. Sedangkan tugas operasi berhubungan dengan interaksi perusahaan pemasok barang kebutuhan yang dibutuhkan selama proses produksi. Dalam pembahasan ERP (Enterprice Resource Planning), tahapan dalam proses procurement dibagi menjadi delapan, yaitu : 2.3.1 Purchase Requisition Purchase requisition (PR) atau pendataan pembelian daftar permintaan merupakan tahapan awal dalam proses besar dalam ERP yaitu procurement. Purchase requisition memiliki pengertian permohonan persetujuan untuk pembelian barang atau service. Permohonan ini biasanya berhubungan dengan persetujuan pembelian tentang nilai dari barang yang akan dibeli meliputi jumlah barang dan harga barang, speifikasi dari barang, maupun pengaturan cash yaitu kapan barang akan dibeli. Setelah Purchase Requisition disetujui, proses akan berlanjut ke tahap vendor selection dan purchase order. 2.3.2 Vendor Selection Setelah tahap purchase requisition dikerjakan, tahap selanjutnya dalam Procurement adalah Vendor selection. Dimana pada tahap ini digunakan untuk memilih satu vendor yang tepat dari beberapa vendor atau perusahaan supplier yang sesuai dengan barang dan harga yang diinginkan. Setelah yakin dengan vendor yang dipilih, proses bisa dilanjutkan ke tahap selanjutnya yaitu Purchase Order. 2.3.3 Purchase Order Purchase order (PO) sebagai tahapan ketiga setelah Vendor Selection memiliki pengertian sebagai proses pembelian barang atau jasa berdasarkan purchase requisition yang sudah disetujui dan vendor yang diinginkan. Proses yang terjadi dalam Purchase Order meliputi bidding untuk pemilihan supplier termasuk didalamnya tentang detil kontrak, namun dalam proses ini belum sampai pada penandatangan surat perjanjian antara kedua belah pihak yang terlibat dalam proses ini. Sehingga dari proses ini masih diperlukan adanya konfirmasi dari pihak customer untuk memastikan barang yang sudah dipesan. Untuk tahap selanjutnya bisa disebut sebagai Notify Vendor. 2.3.4 Notify Vendor Setelah pembelian dilakukan oleh customer, tahap keempat dari proses procurement adalah Notify Vendor, dimana notify vendor memiliki pengertian sebagai suatu proses pengkonfirmasian barang yang akan dibeli kepada pihak vendor agar barang yang sudah order bisa segera dikirim dengan mlalui tahapan yang ada dalam procurement. Proses yang terjadi dalam tahapan ini adalah, pihak customer memberikan informasi kepada pihak vendor bahwa barang yang dipesan dalam proses PO memang sudah dibutuhkan dan disetujui oleh semua pihak customer kemudian pihak vendor akan melanjutkan perjanjian dengan penandatanganan surat-surat sebagai bukti
  35. 35. ERP Peternakan Ayam Halaman 33 pembelian barang customer terhadap vendor serta detil kontrak dan barang bisa segera dikirimkan kepada customer. 2.3.5 Vendor Shipment Vendor shipment sebagai tahapan kelima dari tahapan proses procurement memiliki pengertian pengiriman barang dari vendor penyedia barang produksi yang dibutuhkan oleh customer dimana kondisi barang sudah siap didalam mobil pengangkut. Proses yang dilakukan dalam tahap ini yaitu pihak vendor mngemasi barang sesuai PO yang disetujui oleh pihak customer dan diangkut ke dalam mobil pengiriman oleh pihak vendor bagian pengemasan dan pengiriman. Setelah barang yang dipesan customer siap, maka proses selanjutnya akan berurusan dengan pihak customer yaitu dalam proses Goods receipt. 2.3.6 Goods Receipt Good receipt/ service receipt sebagai tahapan keenam dari proses procurement memiliki pengertian sebagai proses penerimaan barang atau penyelesaian pekerjaan jasa berdasarkan PO yang sudah disetujui oleh pihak pemesan(customer) maupun oleh pihak supplier/vendor penyedia barang produksi yang dibutuhkan. Proses detil dalam good receipt/ service receipt adalah penerbitan surat tanda terima barang produksi oleh bagian store/warehouse kepada vendor penyedia barang produksi, persetujuan barang diterima oleh pemohon, pengakuan invntory ke dalam sistem. 2.3.7 Invoice Receipt Setelah proses penerimaan barang dari vendor penyupply barang produksi, proses dilanjutkan pada Invoice receipt, dimana invoic receipt ini merupakan proses penerimaan Invoice yang diterbitkan oleh supplier atau vendor sesuai dengan tanda terima barang atau jasa (Receiving). Proses yag terjadi adalah mencocokkan antara Invoice dengan Purchase order dan Good receipt pencatatan A/P (pengakuan hutang) ke dalam sistem. 2.3.8 Payment to Vendor Setelah melewati banyak proses diatas, proses terakhir dalam proses procurement adalah Payment to Vendor. Dimana proses ini pembayaran A/P oleh customer kepada pihak vendor penyedia barang produksi yang diperlukan. Proses yang terjadi adalah persetujuan pembayaran oleh management dan dilanjutkan dengan proses pembayaran bisa berupa penerbitan check/Giro atau melalui Cash/Transfer. Dengan selesainya proses pembayaran kepada vendor penyedia barang yang dibutuhkan selama produksi, maka berakhirlah proses procurement dalam ERP. Sehingga bisa dilanjutkan pada tahap Production Planning.
  36. 36. ERP Peternakan Ayam Halaman 34 BAB 3.4 MANUFACTURING Dalam manufacturing ini, kita memiliki target telur yang akan diproduksi, yakni kita akan memproduksi telur sebanyak 4 ton. Oleh karenanya, kita membutuhkan berbagai persiapan dan kesiapan tempat serta SDM yang di butuhkan. Adpun persiapan tempat tersebut adalah : 1. Lahan Kandang Petelur Sebelum kita membuat kandang, kita pasti memerlukan lahan. Lahan yang kita butuhkan adalah seluas 561 m2 diperuntukkan untuk 1 kandang. Harga tanah per m2 diasumsikan adalah 200.000 rupiah. Jadi sepetak lahan kandang memerlukan uang sebanyak Rp. 112.200.000,00 Untuk memenuhi jumlah telur yang di target, maka ayam yang harus di ternak ada 5.714 ekor. Dengan demikian kita memerlukan lahan sebanyak  5.714 / 588 = 9,72. Kita bulatkan menjadi 10 kandang. Otomatis lahan yang di perlukan ada 10 petak. Total harga / uang yang harus di keluarkan adalah sebanyak Rp. 1.122.000.000,00 2. Kandang Ayam Petelur Kandang ayam petelur ini berisikan 588 ayam petelur, yang memiliki luas sebesar 333m2 . Untuk bisa memproduksi telur sebanyak 4 ton, maka kita memerlukan ayam petelur sebanyak 5.714 ekor ayam. Kita bisa mengetahui berapa ayam yang kita butuhkan untuk memproduksi telur sebanyak itu dengan cara : 70% * jumlah telur. 70% kita dapatkan dari prosentase telur yang dihasilkan ayam setiap harinya. Karena tidak mungkin semua ayam bertelur setiap harinya. Ada yang 2 hari sekali atau kapan pun dia mau. Untuk ayam petelur, tidak di campur semuana jadi satu. Mereka dipisahkan sendiri sendiri. Kandang kecil tersebut berukuran P = 30 L = 30 T = 40. Kandang tersebut terbuat dari bambu yang di anyam sedemikian rupa hingga membentuk seperti jeruji penjara. Adapun harga dari bamboo tersebut satu lonjornya berkisaran 20 ribu rupiah. Dengan panjang mencapai ±7m. dan diperkirakan 1 kandang membutuhkan ± 50 lonjor bamboo. Berarti harus mengeluarkan uang sebanyak 20.000 * 50 = Rp 1.000.000,00. Biaya tersebut belum terasuk pembelian paku, tukang dll. 3. Lahan Kandang Bibit Lahan yang diperlukan untuk kandang pembibitan ayam petelur ini adalah 16 m2 , dengan ukuran 4 m * 4 m. lahan ini akan dibuat kandang di atasnya dengan ukuran 3 m * 4 m. harga tanah untuk lahan ini sama dengan harga tanah untuk lahan kandang ayam petelur, yaitu 200.000,-. Oleh Karenna itu, kita membutuhkan 3.200.000 rupiah untuk membeli sebidang tanah pembibitan. Karena jumlah yang dibutuhkan aa 5.714 bibit, oleh karenanya kita membutuhkan 6 petak lahan pebibitan dengan harga 6 * 3.200.000 = 19.200.000 rupiah. 4. Kandang bibit Seperti yang telah dipaparkan di atas, kandang ini berukuran 3 * 4 meter, yang berisikan 1000 ekor bibit ayam petelur. Berarti untuk satu generasi memerlukan 5714 ekor bibit. Jadi jumlah kandangnya ada 6 kandang. 1 kandang memerlukan lampu, litter, terpal, bamboo, paku dll. Dan harga untuk litter, terpal, lampu sudah terperinci di table. 5. Lahan Gudang Hasil Produksi Yah, seperti kita ketahui, dimana ada produk, pasti ada tempat untuk penyimpanan produk tersebut. Di dalam peternakan ayam petelur ini, manager menginginkan pembuatan gudang seluas 28 m2 . Untuk membuat gudang seluas itu, maka kita membutuhkan lahan setidaknya berukuran 4m x 8m. dengan harga tanah sama, yaitu Rp. 200.000, maka kita memerlukan dana sebesar 32 m2 x 200.000 = 6.200.000.
  37. 37. ERP Peternakan Ayam Halaman 35 6. Lahan Gudang Infrastruktur Selain membangun gudang hasil produksi, manager juga menginginkan membangun gudang infrastruktur. Kegunaannya adalah untuk menyimpan peralatan dan perlengkapan dalam memperbarui bangunan serta peralatan untuk melakukan kegiatan petani telur dalam mengambil, memberi makan, sebagai garasi mobil, dll. Lahan Gudang ini berukuran 11m x 5m. ukuran yang lumayan besar. Oleh karenanya, manager memerlukan dana kurang lebih bekisar 55m2 x 200.000 = 11.000.000 rupiah. 7. Lahan Gudang Material Selain ke dua gudang tersebut, tentunya ada satu lagi gudang yang harus di buat, yaitu gudang material. Gudang ini berisikan bahan pakan ayam. Ukuranna sendiri tidaklah besar. Luasnya hanya 24m2 . Dana yang dibutuhkan adalah 4.800.000 rupiah. 8. Gudang Hasil Produksi Gudang hasil produksi merupakan gudang penyimpanan telur setelah di ambil dari kandang. Disini telur akan di kemas dan akan ditata dengan rapi serta disimpan di dalamnya sebelum dikim ke toko, pengepul, maupun penjual biasa. Gudang ini berukuran 4m x 7m. Untuk membangun gudang ini, jelas memerlukan banyak dana. Adapun keperluan keperluan yang dibutuhkan adalah sebagai berikut :  Semen  Krikil  Genteng  Batu besar untuk pondasi  Batu bata  Kawat  Pasir  Dll Tabel 3.4.1 kebutuhan pembangunan kandang Tentunya kebutuhan diatas memerlukan biaya yang sangat banyak. Seperti conthnya yaitu semen, semen memiliki harga perkarung 65.000, semen tersebut dibutuhkan sangat banyak. Untuk gudang berukuran 7 x 4 dan tinggi sekitar 4,5m, tentunya memerlukan ± 70 karung semen. Berarti untuk semen saja memerlukan dana sebesar 4.200.000. untuk pasir bekisaran harga 500.000 per mobil pickup. Kalu truk sekitar 1.750.000 rupiah. 9. Gudang Infrastruktur Gudang ini memiliki ukuran yang sangat luas. Yaitu 10m x 5m. gudang ini diperuntukkan untuk penyimpanan alat alat renofasi kandang dan gudang kalo ada kerusakan yang terjadi. Selain untuk penyimpanan tersebut, digudang ini juga diperuntukkan untuk penyimpanan mobil pickup (garasi mobil). Tinggi gudang ini sama dengan sebelumnya, sekitar 4.5m. Jadi memerlukan dana yang lebih banyak disbanding dengan dana yang harus dikeluarkan untuk pembuatan gudang penyimpanan telur. 10. Gudang Material Gudang material ini, juga merupakan gudang pokok yang harus dimiliki oleh peternakan telur. Karena merupakan tempat penyimpanan pakan, vitamin, obat, vaksin, dll. Ukuran gudang ini adalah 5m x 4m dengan tinggi 4.5 m. didalam gudang ini, dibuat sekat sekat untuk memisahkan antara pakan, vitamin, dan faksin. Karena ketiga item ini memiliki perlakuan yang berbeda di dalamnya. Pakan tidak boleh di tempat yang lembab, karena akan menjadikan pakan tersebut berjamur. Vaksin dan vitamin tidak boleh di taruh di tempat yang panas. Jadi ya normal normal aja suhu udara untuk vaksin dan obat ini. Setelah semua persiapan manufacture selesai, maka yang dibutuhkan selanjutnya adalah persiapan kebutuhan SDM. Kita memerlukan SDM yang bertanggung jawab, ulet, dan mau bekerja keras. Harus memeiliki ketelatenan tinggi untuk merawat ayam ayam tersebut. Setidaknya dalam hal ini kita memerlukan SDM di bidang berikut ini : Bagian Keterangan
  38. 38. ERP Peternakan Ayam Halaman 36 Bagian Pemberi pakan, pengambil telur, serta membersihkan kadang Untuk bagian ini, kita membutuhkan karyawan laki laki, karena pekerjaannya cukup berat dan lama. Paling tidak dalam satu area kandang memerlukan 2 orang pekerja. Jadi untuk 10 kandang ayam petelur, membutuhkan 20 pekerja. Bagian pengemasan telur Pada bagian pengemasan, kita memerlukan karyawati cewek. Setidaknya untuk mengemas 4 ton telur setiap harinya, memerlukan karyawati sedikitnya 10 orang karyawati. Lebih banyak lebih baik tentunya.  Bagian distributor telur Bagian distributor memerlukan karyawan cowok. Dan harus memiliki SIM A ataupun SIM B. karena dalam peternakan ini, untuk mendistributorkan telur kita menggunakan mobil pickup dan juga menggunakan truck yang tersedia disini. Untuk melayani pesanan diberbagai wilayah, tentunya kami memiliki truck dan pickup lebih dari 3 buah truk dan pickup. Setidaknya membutuhkan 6 sopir dan 6 kernet. Dokter hewan Dokter hewan sangat penting disini. Tapi ini tergolong tidak wajib. Karena bisa mendatangkan sendiri. Gunanya untuk mengadakan dokter hewan yaitu untuk selalu mengecek ayam ada yang sakit atau tidak. Setidaknya memerlukan 1 orang dokter hewan. Tabel 3.4.2 kebutuhan SDM 3.4.1 BIBIT AYAM PETELUR Didalam peternakan ayam petelur, kami tidak menggunakan ayam siap telur secara langsung. Disini kita enggunakan bibit ayam petelur sebagai tahap awal mulanya. Untuk memproduksi 4 ton telur perharinya, maka kita memerlukan setidaknya 5200 bibit ayam. Kenapa jumlah disini kitabuat melebihi dari kuota ayam yang diperlukan? Ini dilakukan karena prosentase kematian bagi anak ayam petelur lumayan tinggi. Jadi apabila ada anak ayam yang mati, kuota masih cukup atau masih ada lebihannya. Ciri – ciri bibit ayam petelur yang baik adalah Bibit ayam petelur (DOC) lincah dan tidak cacat fisik, serta berasal dari induk yang sehat. Bulu tampak halus dan penuh serta baik pertumbuhannya. Anak ayam mempunyak nafsu makan yang baik. Ukuran badan normal, ukuran berat badan antara 35-40 gram. Serta tidak ada letakan/sisa tinja di duburnya. Ayam petelur memiliki dua tipe, yaitu :  Tipe Ayam Petelur Ringan. Tipe ayam ini disebut dengan ayam petelur putih. Ayam petelur ringan ini mempunyai badan yang ramping/kurus-mungil/kecil dan mata bersinar. Bulunya berwarna putih bersih dan berjengger merah. Ayam ini berasal dari galur murni white leghorn. Ayam galur ini sulit dicari, tapi ayam petelur ringan komersial banyak dijual di Indonesia dengan berbagai nama. Setiap pembibit ayam petelur di Indonesia pasti memiliki dan menjual ayam petelur ringan (petelur putih) komersial ini. Ayam ini mampu bertelur lebih dari 260 telur per tahun produksi hen house. Sebagai petelur, ayam tipe ini memang khusus untuk bertelur saja sehingga semua kemampuan dirinya diarahkan pada kemampuan bertelur, karena dagingnya hanya sedikit. Ayam petelur ringan ini sensitif terhadapa cuaca panas dan keributan, dan
  39. 39. ERP Peternakan Ayam Halaman 37 ayam ini mudah kaget dan bila kaget ayam ini produksinya akan cepat turun, begitu juga bila kepanasan.  Tipe Ayam Petelur Medium. Bobot tubuh ayam ini cukup berat. Meskipun itu, beratnya masih berada di antara berat ayam petelur ringan dan ayam broiler. Oleh karena itu ayam ini disebut tipe ayam petelur medium. Tubuh ayam ini tidak kurus, tetapi juga tidak terlihat gemuk. Telurnya cukup banyak dan juga dapat menghasilkan daging yang banyak. Ayam ini disebut juga dengan ayam tipe dwiguna. Karena warnanya yang cokelat, maka ayam ini disebut dengan ayam petelur cokelat yang umumnya mempunyai warna bulu yang cokelat juga. Dipasaran orang mengatakan telur cokelat lebih disukai daripada telur putih, kalau dilihat dari warna kulitnya memang lebih menarik yang cokelat daripada yang putih, tapi dari segi gizi dan rasa relatif sama. Satu hal yang berbeda adalah harganya dipasaran, harga telur cokelat lebih mahal daripada telur putih. Hal ini dikarenakan telur cokelat lebih berat daripada telur putih dan produksinya telur cokelat lebih sedikit daripada telur putih. Selain itu daging dari ayam petelur medium akan lebih laku dijual sebagai ayam pedaging dengan rasa yang enak. Dibawah ini adalah daftar jenis jenis ayam petelur beserta spesifikasinya:  Babcock B-300 v: berbulu putih, type ringan, produksi telur(hen house) 270, ransum 1,82 kg/dosin telur.  Dekalb Xl-Link: berbulu putih, type ringan, produksi telur(hen house) 255-280, ransum 1,8-2,0 kg/dosin telur.  Hisex white: berbulu putih, type ringan, produksi telur(hen house) 288, ransum 1,89 gram/dosin telur.  H & W nick: berbulu putih, type ringan, produksi telur(hen house) 272, ransum 1,7- 1,9 kg/dosin telur.  Hubbarb leghorn: berbulu putih, type ringan, produksi telur(hen house)260, ransum 1,8-1,86 kg/dosin telur.  Ross white: berbulu putih, type ringan, produksi telur(hen house) 275, ransum 1,9 kg/dosin telur.  Shaver S 288: berbulu putih, type ringan, produksi telur(hen house)280, ransum 1,7- 1,9 kg/dosin telur.  Babcock B 380: berbulu cokelat, type Dwiguna, produksi telur(hen house) 260-275, ransum 1,9 kg/dosin telur.  Hisex brown: berbulu cokelat, type Dwiguna, produksi telur(hen house)272, ransum 1,98 kg/dosin telur.  Hubbarb golden cornet: berbulu cokelat, type Dwiguna, produksi telur(hen house) 260, ransum 1,24-1,3 kg/dosin telur.  Ross Brown: berbulu cokelat, type Dwiguna, produksi telur(hen house) 270, ransum 2,0 kg/dosin telur.  Shaver star cross 579: berbulu cokelat, type Dwiguna, produksi telur(hen house) 265, ransum 2,0-2,08 kg/dosin telur.  Warren sex sal link: berbulu cokelat, type Dwiguna, produksi telur(hen house) 280, ransum 2,04 kg/dosin telur. Untuk harga bibit ayam sendiri berfariansi. Mulai dari 3000 rupiah sampai 8000 rupiah per ekornya. Untuk memilih manakah jenis terbaik dari ayam yang akan kita produksikan, maka kita perlu menimbang konversi ransum juga. Konversi ransum merupakan perabandingan antara ransum yang dihabiskan ayam dalam menghasilkan sejumlah telur. Keadaan ini sering disebut dengan ransum per kilogram telur. Ayam yang baik akan makan sejumlah ransum dan menghasilkan telur yang lebih banyak/lebih besar daripada sejumlah ransum yang dimakannya. Bila ayam itu makan terlalu banyak dan bertelur sedikit maka hal ini merupakan cermin buruk bagi ayam itu. Bila bibit ayam mempunyai konversi yang kecil maka bibit itu dapat dipilih, nilai konversi ini dikemukakan pada jenis jenis ayam yang ada di atas tadi.
  40. 40. ERP Peternakan Ayam Halaman 38 Untuk peternakan kami, kami mengansumsikan bibit yang kita ambil seharga 5000 rupiah per ekor. Sementara kita membutuhkan membutuhkan 5200 ekor. Oleh karenanya, maka dana yang dibutuhkan sebanyak 26.000.000 rupiah. 3.4.2 PEMELIHARAAN BIBIT AYAM PETELUR Setelah kita menentukan bibit ayam petelur yang akan kita besarkan, maka selanjutnya kami menuju ke pembesaran bibit ayam. Bibit ayam itu dibesarkan selama 3 bulan, dan tentunya harus memerlukan perhatian ekstra. Ada 4 aspek yang harus diperhatikan dalam pembesaran ayam petelur ini, yaitu : 1. Sanitasi dan Tindakan Preventif Kebersihan kandang adalah suatu unsur yang paling penting, karena factor lingkunganlah yang menjadi prioritas terbesar bibit ayam tersebut terserang pnyakit atau tidak. Olehkarena itu, dibutuhkanlah pekerja yang ulet dan telaten untuk selalu membersihkan kandang bibit ayam ini. jika tidak demikian maka akan berpengaruh dalam kesehatan bibit ayam yang sangat renta terhadap berbagai penyakit. Selain unsur lingkungan, apabila ditemukan satu ekor saja ayam yang kedapatan sakit, maka harus segera dipisahkan. Karena jika tidak demikian, maka yang terjadi adalah penyakit tersebut menyebar pada teman temannya. Hal ini sering terjadi pada peternak ayam, jika ada ayam yang kedapatan sakit tidak segera dipisahkan. Tindakan preventif untuk mencegah dan mengurangi resiko terkenanya penyakit adalah pemberian faksin dan vitamin terhadap bibit ayam tersebut. Tentunya dengan takaran dan dosis yang pas sesuai table yang ada (aturan yang ada). Selain itu, kami memeilih vaksin dan vitamin yang memang memiliki kwalitas yang tinggi. Untuk pembersihan kandang sendiri, kita membutuhkan berbagai peralatan seperti sapu, scrup, selang, dll. Dan diperkiraka untuk membeli kebutuhan tersebut sebanyak 1.250.000. karena julah kandang yang banyak, maka diperlukan peralatan yang lumayan banyak. 2. Pemberian Pakan Dalam pemberian pakan terhadap bibit maupun ayam yang sudah dewasa tidak boleh asal asalan. Pemberian makananpun memiliki aturan dan kadar tertentu. Pemberian pakan ayam ini memiliki 4 fase. Diantaranya adalah  Pre-Starter Pakan Ternak untuk Pre-Starter Merupakan pakan ternak yang diberikan kepada ayam petelur berumur 1 hari hingga ayam tersebut berumur 5 minggu. Kwalitas atau kandungan zat gizi pakan terdiri dari protein 22-24%, lemak 2,5%, serat kasar 4%, Kalsium (Ca) 1%, Phospor (P) 0,7-0,9%, ME 2800-3500 Kcal. Kwantitas pakan terbagi/digolongkan menjadi 5 (lima) golongan yaitu minggu pertama (umur 1-7 hari) 10 gram/hari/ekor; minggu kedua (umur 8-14 hari) 20 gram/hari/ekor; minggu ke-3 (umur 15-21 hari) 30 gram/hari/ekor; minggu ke-4 (umur 22-29 hari) 40 gram/hari/ekor dan minggu ke-5 (umur 30-36 hari) 50 gram/hari/ekor. Jadi jumlah pakan yang dibutuhkan tiap ekor sampai pada umur 5 minggu sebesar 150 gram.  Starter Pakan Ternak untuk Starter diberikan kepada ayam petelur berumur 6 minggu hingga ayam petelur tersebut berumur 10 minggu. Kwalitas atau kandungan zat gizi pakan terdiri dari protein 18,1-21,2%; lemak 2,5%; serat kasar 4,5%; kalsium (Ca) 1%; Phospor (P) 0,7-0,9% dan energi (ME) 2900-3400 Kcal. Kwantitas pakan terbagi/digolongkan dalam empat golongan umur yaitu: minggu ke-6 = 60 gram/hari/ekor; minggu ke-7 = 70 gram/hari/ekor; minggu ke-8 = 80 gram/hari/ekor; minggu ke-9 =90 gram/hari/ekor dan minggu ke-10 = 100 gram/hari/ekor. Jadi total jumlah pakan per ekor pada umur 6 - 10 minggu adalah 400 gram.  Grower Pakan Ternak untuk Grower, pakan ternak ini diberikan kepada ayam petelur berumur 11 minggu hingga ayam petelur tersebut menghasilkan telur pertamanya.  Laying Phase
  41. 41. ERP Peternakan Ayam Halaman 39 Pakan Ternak untuk Laying Phase yaitu makanan diberikan kepada ayam petelur pada periode peneluran hingga afkir. Pada peternakan kami, kami menggunakan pakan yang langsung jadi. Yang diproduksi oleh pabrik pakan ayam. Kita membutuhkan 550 gram pakan per ekor ayam selama pembibitan sampai usia 10 minggu. Total kita memerlukan pakan sebanyak 2.860.000 gram pakan untuk enghidupi ayam sebanyak 5200 ekor. Jadi perbulan kita memerlukan pakan 953.334 gram = 0.954 ton per bulan Maka dana yang kita butuhkan untuk membeli pakan perbulannya adalah 954 kg * 2500. Kita asumsikan harga pakan ayam 2500 rupiah. Maka dana yang kita butuhkan untuk proses pembibitan perbulannya sebanyak Rp. 2.385.000,- Minggu Kebutuhan per ekor ayam Minggu 1 70 gram/ekor Minggu 2 140 gram/ekor Minggu 3 210 gram/ekor Minggu 4 280 gram/ekor Minggu 5 350 gram/ekor Minggu 6 420 gram/ekor Minggu 7 490 gram/ekor Minggu 8 560 gram/ekor Minggu 9 630 gram/ekor Minggu 10 700 gram/ekor Total 3.850 gram/ekor Table 3.4.3 kebutuhan pakan ayam Kebutuhan Total Pakan Jadi Rp. 2.500,- / kg Kebutuhan Pakan Selama 3 bulan 2.860 kg = 2,86 ton Kebutuhan Pakan Tiap bulan 954 kg = 0,954 ton Pengeluaran Tiap Bulan Pembibitan Rp. 2.385.000,- Pengeluaran Pakan Selama Pembibitan Rp. 7.150.000,- Table 3.4.4 kebutuhan dana pembibitan 3. Pemberian vaksin dan obat Vaksinasi merupakan salah satu cara pengendalian penyakit virus yang menulardengan cara menciptakan kekebalan tubuh. Pemberiannya secara teratur sangat penting untuk mencegah penyakit. Vaksin dibagi menjadi 2 macam yaitu:  Vaksin aktif adalah vaksin mengandung virus hidup. Kekebalan yang ditimbulkan lebih lama daripada dengan vaksin inaktif/pasif.  Vaksin inaktif, adalah vaksin yang mengandung virus yang telah dilemahkan/dimatikan tanpa merubah struktur antigenic, hingga mampu membentuk zat kebal. Kekebalan yang ditimbulkan lebih pendek, keuntungannya disuntikan pada ayam yang diduga sakit. Macam-macam vaksin:  Vaksin NCD vrus Lasota buatan Drh Kuryna  Vaksin NCD virus Komarov buatan Drh Kuryna (vaksin inaktif)  Vaksin NCD HB-1/Pestos.  Vaksin Cacar/pox, virus Diftose.  Vaksin anti RCD Vaksin Lyomarex untuk Marek. Persyaratan dalam vaksinasi adalah: 1. Ayam yang divaksinasi harus sehat. 2. Dosis dan kemasan vaksin harus tepat. 3. Sterilisasi alat-alat. 4. Pemeliharaan kandang Agar bangunan kandang dapat berguna secara efektif, maka bangunan kandang perlu dipelihara secara baik yaitu kandang selalu dibersihkan dan dijaga/dicek apabila ada bagian yang rusak supaya segera disulam/diperbaiki kembali. Dengan demikian
  42. 42. ERP Peternakan Ayam Halaman 40 daya guna kandang bisa maksimal tanpa mengurangi persyaratan kandang bagi ternak yang dipelihara. 3.4.4 PRODUKSI TELUR AYAM Setelah proses pembibitan, sekarang menuju ke produksi telur ayam. Untuk menjaga agar kwalitas telur ayam yang di produksi, maka harus diperhatikan dengan benar makanan yang diberikan untuk ayam tersebut. Selain makanan, pemberian suplai vitamin juga harus tetap diperhatikan. Pemberian aksin juga harus dilakukan agar ayam terhindar dari penyakit dan tetap sehat. Dalam peternakan ini, kita menggunakan pakan jadi, yang biasa kita temukan di toko toko pakan hewan. Untuk mmenghemat ongkos pakan, maka kita akan mengambil pakan dari pabriknya langsung. Seelain mendapat harga yang lebih mrah, tentunya kita mendapatkan bonus dari pabrik tersebut. Biaya yang dikeluarkan untuk pakan ayam ini juga berbeda dan tentunya lebih mahal. Ayam bisa mulai bertelur paling tidak pada bulan ke 4 dari proses pembesaran pembibitan. Adapun prosentase ke evektivitasan bertelur adalah pada table berikut ini TINGKAT PRODUKTIVITAS AYAM USIA PROSENTASE Bulan 4 30 Bulan 5 40 Bulan 6 50 Bulan 7 60 Bulan 8 70 Bulan 9 80 Bulan 10 90 Bulan 11 90 Bulan 12 90 Bulan 13 90 Bulan 14 90 Bulan 15 90 Bulan 16 90 Bulan 17 90 Bulan 18 90 Bulan 19 80 Bulan 20 70 Bulan 21 60 Bulan 22 50 Bulan 23 40 Bulan 24 30 Tabel 3.4.5 table prosentase telur tiap bulan Di asumsikan pada peternakan ini masa produktifitasan ayam sampai 24 bulan. Untuk menjaga kesetabilan jumlah telur yang di produksi, maka pada saat bulan ke 17, bibit ayam yang baru harus sudah ada dan di besarkan. Ketika ayam produktif berada pada bulan ke 20, maka ayam yang bibit tadi sudah mulai bertelur dan menutupi kekurangan telur yang di hasilkan oleh ayam produktif yang sebelumnya. Setiap harinya telur di ambil dari kandang. Pengambilan dilakukan oleh petugas yang berwenang, yang sudah di rancang di atas tadi. Setelah telur terkumpul
  43. 43. ERP Peternakan Ayam Halaman 41 di ambil oleh petugas, lalu dibawalah telur itu ke gudang produksi. Dan didalamnya dilakukan pembersihan dan pengemasan telur ke try egg. Adapun telur yang dihasilkan setiap bulannya adalah sebagai berikut : USIA PROSENTASE Jumlah Telur Bulan 4 30 ± 1200 kg Bulan 5 40 ± 1600 kg Bulan 6 50 ± 2000 kg Bulan 7 60 ± 2400 kg Bulan 8 70 ± 2800 kg Bulan 9 80 ± 3200 kg Bulan 10 90 ± 3600 kg Bulan 11 90 ± 3600 kg Bulan 12 90 ± 3600 kg Bulan 13 90 ± 3600 kg Bulan 14 90 ± 3600 kg Bulan 15 90 ± 3600 kg Bulan 16 90 ± 3600 kg Bulan 17 90 ± 3600 kg Bulan 18 90 ± 3600 kg Bulan 19 80 ± 3200 kg Bulan 20 70 ± 2800 kg Bulan 21 60 ± 2400 kg Bulan 22 50 ± 2000 kg Bulan 23 40 ± 1600 kg Bulan 24 30 ± 1200 kg Tabel 3.4.6 table jumlah telur tiap bulan Setelah 24 bulan, maka ayam memasuki masa afkir. Dalam masa afkir ini, ayam masih bisa bertelur, tapi dalam julah yang jauh dibawah minimal serta sudah jarang jarang ayam betelur lagi. Untuk pakan yang diperlukan adalah 100 gram/hari/ekor. Jadi selama 24 bulan, ayam produktif membutuhkan pakan sebanyak 3000 gram/ekor/bulan. Jumlah ayam sebanyak 5200 ekor, maka memerlukan pakan sebanyak 15.600.000 gram. Atau 15,6 ton per bulannya. Untuk dana yang diperlukan sejumlah 15.600kg * Rp.2.500 = Rp. 39.000.000,- per bulannya. USIA JUMLAH TELUR HARGA TELUR PENDAPATAN Bulan 4 ± 1200 kg Rp. 15.000,-/kg Rp. 18.000.000 Bulan 5 ± 1600 kg Rp. 15.000,-/kg Rp. 24.000.000 Bulan 6 ± 2000 kg Rp. 15.000,-/kg Rp. 30.000.000 Bulan 7 ± 2400 kg Rp. 15.000,-/kg Rp. 36.000.000 Bulan 8 ± 2800 kg Rp. 15.000,-/kg Rp. 42.000.000 Bulan 9 ± 3200 kg Rp. 15.000,-/kg Rp. 54.000.000 Bulan 10 ± 3600 kg Rp. 15.000,-/kg Rp. 54.000.000 Bulan 11 ± 3600 kg Rp. 15.000,-/kg Rp. 54.000.000 Bulan 12 ± 3600 kg Rp. 15.000,-/kg Rp. 54.000.000 Bulan 13 ± 3600 kg Rp. 15.000,-/kg Rp. 54.000.000 Bulan 14 ± 3600 kg Rp. 15.000,-/kg Rp. 54.000.000
  44. 44. ERP Peternakan Ayam Halaman 42 Bulan 15 ± 3600 kg Rp. 15.000,-/kg Rp. 54.000.000 Bulan 16 ± 3600 kg Rp. 15.000,-/kg Rp. 54.000.000 Bulan 17 ± 3600 kg Rp. 15.000,-/kg Rp. 54.000.000 Bulan 18 ± 3600 kg Rp. 15.000,-/kg Rp. 54.000.000 Bulan 19 ± 3200 kg Rp. 15.000,-/kg Rp. 48.000.000 Bulan 20 ± 2800 kg Rp. 15.000,-/kg Rp. 42.000.000 Bulan 21 ± 2400 kg Rp. 15.000,-/kg Rp. 36.000.000 Bulan 22 ± 2000 kg Rp. 15.000,-/kg Rp. 30.000.000 Bulan 23 ± 1600 kg Rp. 15.000,-/kg Rp. 24.000.000 Bulan 24 ± 1200 kg Rp. 15.000,-/kg Rp. 18.000.000 Tabel 3.4.7 pendapatan telur tiap bulan PENGHASILAN BERSIH PERBULAN BULAN PENDAPATAN TELUR PENGELUARAN PAKAN LABA Bulan 4 Rp. 18.000.000 Rp. 39.000.000,- Rp. - 21.000.000 Bulan 5 Rp. 24.000.000 Rp. 39.000.000,- Rp. - 15.000.000 Bulan 6 Rp. 30.000.000 Rp. 39.000.000,- Rp. - 9.000.000 Bulan 7 Rp. 36.000.000 Rp. 39.000.000,- Rp. - 3.000.000 Bulan 8 Rp. 42.000.000 Rp. 39.000.000,- Rp. + 3.000.000 Bulan 9 Rp. 54.000.000 Rp. 39.000.000,- Rp. + 15.000.000 Bulan 10 Rp. 54.000.000 Rp. 39.000.000,- Rp. + 15.000.000 Bulan 11 Rp. 54.000.000 Rp. 39.000.000,- Rp. + 15.000.000 Bulan 12 Rp. 54.000.000 Rp. 39.000.000,- Rp. + 15.000.000 Bulan 13 Rp. 54.000.000 Rp. 39.000.000,- Rp. + 15.000.000 Bulan 14 Rp. 54.000.000 Rp. 39.000.000,- Rp. + 15.000.000 Bulan 15 Rp. 54.000.000 Rp. 39.000.000,- Rp. + 15.000.000 Bulan 16 Rp. 54.000.000 Rp. 39.000.000,- Rp. + 15.000.000 Bulan 17 Rp. 54.000.000 Rp. 39.000.000,- Rp. + 15.000.000 Bulan 18 Rp. 54.000.000 Rp. 39.000.000,- Rp. + 15.000.000 Bulan 19 Rp. 48.000.000 Rp. 39.000.000,- Rp. + 15.000.000 Bulan 20 Rp. 42.000.000 Rp. 39.000.000,- Rp. + 3.000.000 Bulan 21 Rp. 36.000.000 Rp. 39.000.000,- Rp. - 3.000.000 Bulan 22 Rp. 30.000.000 Rp. 39.000.000,- Rp. - 9.000.000 Bulan 23 Rp. 24.000.000 Rp. 39.000.000,- Rp. - 15.000.000 Bulan 24 Rp. 18.000.000 Rp. 39.000.000,- Rp. - 21.000.000 TOTAL Rp. + 75.000.000 Tabel 3.4.8 pendapatan telur tiap bulan
  45. 45. ERP Peternakan Ayam Halaman 43 BAB 3.5 Penerapan Konsep Financial Accounting Untung rugi suatu usaha, termasuk dalam hal ini adalah beternak ayam petelur hanya bisa diketahui apabila seluruh biaya produksi yang telah dikeluarkan maupun pemasukan telah dicatat dalam buku pembukuan. Untuk itulah setiap ada transaksi keluar masuk harus dicatat, termasuk penggunaan atau keperluan dana tersebut. Secara sederhana, peternak akan mendapatkan pemasukan dari penjualan telur dari ayam yang diternakkannya. Pemasukkan akan masih ditambah dari hasil sampingan seperti penjualan daging ayam afkir dan penjudalan kotoran ayam. Sedangkan total pengeluaran atau biaya produksi merupakan total dana yang telah dikeluarkan untuk proses pemeliharaan ayam, mulai dari persiapan membuka peternakan, membuat kandang, mendatangkan DOC, pakan, pengobatan, hingga pemanenan. Bila peternak juga memasarkan telur ayam dalam kemasan siap dimasak, maka biaya proses pengolahannya juga dihitung sebagai biaya produksi. Dari catatan total pemasukkan dan pengeluaran tersebut bisa ditentukan keuntungan penjualan telur, daging afkir, dan kotoran ayam, yaitu dari hasil pemasukkan atau penerimaan dikurangi biaya produksi yang telah dikeluarkan selama proses pemeliharaan. Bila keuntungan kotor dikurangi lagi dengan pajak dan lain-lain, maka akan didapatkan keuntungan bersih. Pembukuan dan pencatatan untung rugi harus dilakuan dengan tujuan agar peternak bisa menganalisis dan melakukan evaluasi terhadap kondisi keuangan maupun tata laksana produksi yang selama ini telah dijalankan, apakah sudah sehat dan memenuhi target yang diinginkan ataukah justru merugi. Penghitungan untung rugi dilakukan per tahun dan mencatat seluruh pemasukan maupun pengeluaran selama kurun waktu tersebut. Dari penghitungan untung rugi per tahun tersebut nantinya bisa dilakukan penghitungan pada tahun ke berapa akan balik modal dan pada tahun ke barapa peternak sudah bisa mendapatkan keuntungan bersih. Selain itu, hasil evaluasi terhadap kondisi keuangan bisa dijadikan patokan bagi peternak untuk melakukan perbaikan ataupun penataan ulang terhadap tata laksana pengelolaan peternakan ayam broiler yang selama ini dijalankan. Gambar 3.5.1 Gambaran alur keuangan pembukuan usaha peternakan ayam secara umum 3.5.1 Pengertian akun dan penggolongan akun dalam akuntansi Akun merupakan tempat mencatat transaksi keuangan yang memengaruhi keseimbangan harta, utang, dan modal. Akun dibedakan menjadi dua, yaitu akun riil dan akun nominal. Akun riil merupakan jenis akun yang tercatat di neraca, seperti
  46. 46. ERP Peternakan Ayam Halaman 44 harta, utang, dan modal. Akun nominal merupakan akun yang tercatat di laporan laba/rugi, seperti pendapatan dan beban. A. Akun harta Harta atau aktiva merupakan sumber daya ekonomi yang dimiliki perusahaan untuk melaksanakan kegiatan usaha sekarang dan akan datang. Harta dapat dibedakan sebagai berikut: 1. Harta lancar, adalah harta yang memiliki tingkat likuiditas tinggi dan umur pemakaiannya kurang dari satu tahun. Misalnya kas, surat-surat berharga, piutang usaha, wesel tagih, persediaan, perlengkapan, dan beban dibayar di muka. 2. Harta tetap, adalah harta yang berwujud dan memiliki umur ekonomis lebih dari satu tahun. Misalnya tanah, peralatan, gedung, mesin, dan alat transportasi. 3. Harta tidak berwujud, adalah harta yang secara kasatmata tidak bisa dilihat, tetapi memiliki nilai ekonomi. Misalnya, hak paten, hak cipta, merek, franchise, dan goodwill. 4. Investasi jangka panjang, adalah harta perusahaan yang berupa surat-surat berharga. Misalnya saham dan deposito. B. Akun utang Utang atau kewajiban merupakan biaya yang dikeluarkan untuk membiayai kegiatan usaha perusahaan. Utang dapat dibedakan menjadi sebagai berikut: 1. Utang lancar, adalah kewajiban yang harus dibayar perusahaan dalam jangka waktu kurang dari satu tahun. Misalnya wesel bayar, utang usaha, beban masih harus dibayar, dan pendapatan diterima di muka. 2. Utang jangka panjang, adalah kewajiban yang harus dibayar perusahaan dalam jangka waktu lebih dari satu tahun. Misalnya, utang bank, hipotek, dan obligasi. C. Akun modal Modal merupakan kekayaan dari pemilik atas sebagian harta perusahaan. Pencatatan modal pada akuntansi diikuti dengan nama pemilik modal. D. Akun pendapatan Pendapatan merupakan hasil yang diperoleh perusahaan atas kegiatan usahanya. Pendapatan dibedakan menjadi pendapatan usaha dan pendapatan di luar usaha. Pendapatan usaha adalah pendapatan yang diperoleh berkaitan dengan kegiatan usaha. Pendapatan di luar usaha adalah pendapatan yang diperoleh atas kegiatan di luar usaha. Misalnya, pendapatan bunga, sewa, dan komisi. E. Akun beban Beban merupakan biaya yang dikeluarkan perusahaan karena menjalankan kegiatan usaha. Beban dibedakan menjadi beban usaha dan beban di luar usaha. Beban usaha adalah biaya yang dikeluarkan akibat menyelenggarakan kegiatan usaha. Biaya di luar usaha adalah biaya yang dikeluarkan perusahaan karena melakukan kegiatan di luar usaha. Misalnya beban bunga dan sewa. 3.5.2 PENTINGNYA AKUN AKUNTASI PETERNAKAN AYAM PETELUR Akun (perkiraan) yang Anda ketahui sebuah laporan / daftar yang dapat membantu Anda dalam mengetahui posisi saldo sebuah akun dari pencatatan transaksi yang terjadi. Akun disini dikelompokan yang sejenis dalam suatu nama kelompok yang biasa kita sebut Laporan Neraca dan Laporan Laba Rugi. Akun akan sangat mempermudah Anda dalam pencatatan, pengelompokan, penyimpanan dan pengambilan data transaksi dalam buku besar. Hal ini untuk mengatur kondisi keuangan dan untuk memisahkan pengeluaran, pendapatan, aset dan kewajiban untuk memberikan pihak yang bertugas lebih mudah memahami tentang kondisi keuangan saat itu
  47. 47. ERP Peternakan Ayam Halaman 45 Berikut adalah akun-akun yang digunakan pada laporan keuangan suatu bisnis peternakan ayam. 1.AKUN AKTIVA Gambar 3.5.2 Akun AKtiva 2.AKUN PIUTANG 01.AKTIVA 011.AKTIVA LANCAR 0111.KAS DAN BANK 0111.1 KAS PUSAT 112.PIUTANG 112.02 KONSUMEN 112.03 PRODUSEN PAKAN 112.04 PRODUSEN VAKSIN 112.05 PIUTANG BIBIT 112.01 MITRA
  48. 48. ERP Peternakan Ayam Halaman 46 Gambar 3.5.3 Akun Piutang 3.AKUN AKTIVA TETAP Gambar 3.5.4 Akun Aktiva Tetap 5.AKUN KEWAJIBAN DAN EKUITAS Gambar 3.5.5 Akun Kewajiban dan Ekuitas 6.EKUITAS 12 AKTIVA TETAP 121 HARGA PEROLEHAN 121.01 TANAH 121.02 BANGUNAN KANDANG 121.03 BANGUNAN GUDANG 121.04 PERALATAN KANDANG 121.05 KENDARAAN 121.06 SUMUR 2 KEWAJIBAN DAN EKUITAS 211 KEWAJIBAN LANCAR 211.01 HUTANG USAHA 212 KEWAJIBAN JANGKA PANJANG 212.01 HUTANG BANK 21 KEWAJIBAN
  49. 49. ERP Peternakan Ayam Halaman 47 Gambar 3.5.6 Akun Ekuitas 7. AKUN PENERIMAAN Gambar 3.5.7 Akun Penerimaan 8.AKUN BELANJA 3. EKUITAS 31.MODAL DISETOR 32. LABA DITAHAN 4 PENERIMAAN 41 PENERIMAANPEMBAYARAN 42 PENERIMAANTIDAK RUTIN 421.01 PENERIMAAN BUNGA BANK 421.02 PENERIMAN PIUTANG MITRA 421.03 PIUTANG KONSUMEN 421.04 PIUTANG PRODUSEN PAKAN 421.05 PIUTANG PRODUSEN VAKSIN PIUTANG BIBIT
  50. 50. ERP Peternakan Ayam Halaman 48 Gambar 3.5.8 Akun Belanja 9. Akun belanja barang dan jasa Gambar 3.5.9 Akun Belanja Barang dan Jasa 10 Akun pemeliharaan 5.BELANJA 51.BELANJA RUTIN 511.BELANJA PEGAWAI 511.01 GAJI KARYAWAN 511.01.01 GAJI KARYAWAN KANDANG 511.01.02 GAJI SOPIR 511.01.01 GAJI SEKRETARIS 511.02 TUNJANGAN 512.02.1 TUNJANGAN KARYAWAN 512.02.2 TUNJANGAN SOPIR 512.02.3 TUNJANGAN SEKRETARIS 511.03KONSUMSI 511.03.1PENGIRIMAN TELUR 511.04 uang lembur 511.04.1 lembur pekerja kandang 511.04.02 lembur perlengkapan 511.05 biaya sumur 512 belanja barang dan jasa 512.1.1 kandang 512.1.2 gudang 512.1 alat keperluan 512.2 listrik 512.3 telepon
  51. 51. ERP Peternakan Ayam Halaman 49 Gambar 3.5.10 Akun Pemeliharaan A. NERACA Neraca adalah suatu bentuk laporam yang sistematis :mengenai harta,hutang dan modal suatu perusahaan tertentu pada suatu saat (tanggal tertentu). Jadi neraca merupakan laporan dan yang dilaporkan adalah Harta,Hutang dan Modal pada saat tertentu.contoh neraca akuntansi suatu perusahaan. 513.pemeliharaan 513.01 kendaraan 513.02 bangunan 513.03 gudang
  52. 52. ERP Peternakan Ayam Halaman 50 Gambar 3.5.11 Contoh Data Neraca I. Harta Harta adalah semua kekayaan yang dimiliki perusahaan baik yang digunakan usaha maupun tidak (belum) digunakan yang berasal dari pemilik perusahaan maupun dari pihak luar, Pengertian harta disini sangat luas,maka diperlukan adanya pengelompokkan lagi  Harta lancar = Aktiva lancar Adalah kekayaan milik perusahaan yang jangka waktu perputarannya kurang dari satu tahun. Harta jenis ini sebelum satu tahun umumnya sudah habis dan berganti dengan yang baru, sering pula disebut dengan modal kerja :
  53. 53. ERP Peternakan Ayam Halaman 51 a. Kas Adalah uang yang dimiliki perusahaan dan dapat digunakan untuk membiayai usaha perusahaan pada umumnya. Kekayaan yang dapat dicatat sebagai kas adalah cek tunai, wesel dan simpanan di bank yang dapat diambil setiap sataa yaitu giro. b. Bank Apabila uang yang ada di perusahaan dipisahkan dengan yang ada di Bank, maka timbul dua rekening (pos) yaitu “kas” untuk uang yang ada diperusahaan dan “Bank” untuk uang yang disimpan di bank. c. Piutang dagang (tagihan),dan piutang wesel Merupakan tagihan pada pihak lain yang disebabkan karena adanya penjualan barang secara kredit. Sesuai dengan kriteria harta lancar,maka tagihan ini terdapat batas waktu (umur) tidak boleh lebih dari satu tahun.pos piutang dapat dicantumkan dalam neraca dengan dikurangi “cadangan kerugian piutang “yaitu sua jumlah tertentu dari piutang dagang yang di perkirakan tidak dapat ditagih d.Persediaan barang dagangan Adalah barang yag dimiliki perusahaan dengan maksuf untk dijual dalam periode (tahun)tersebut. e.Pos-pos yang dibayar dimuka Istilah lain yakni sama halnya dengan porskot atau uang muka yaitu pos-pos yang dibayar di muka tetapi manfaat/barangya belum diterima. f.hak pendapatan yang belum diterima adalah hak pendapatan yang sudah menjadi hak perusahaan tetapi uang pelunasannya belum di terima.pada umumnnya sering disebut piutang lain- lain. 1. Investasi Jangka Panjang Adalah kekayaan yang dimiliki perusahaan biasanya berbentuk saham atau obliasi dari perusahaan lain. Dengan tujuan untuk untuk memperoleh pendapatan tetap. 2. Harta tetap = Aktiva tetap = Aktiva tak bergerak Adalah kekayaaan milik perusahaan yanng dapat digunaka untuk usaha dengan waktu yang lebih dari satu thun dan tujuannya untuk tidak diperjualbelikan. Jadi kekayaan ini tidak akan habis dalam sekali pemakaian tetappi dapat digunakan secara berulang. a.Tanah Yaitu tempat didirikan bangunan untuk melaksanakan usaha b.Bangunan Misalnya kandang,gudang. Pos-pos ini didalan neraca dikurangi dengan “Akumulasi Penyusutan” yaitu nilai daripada aktiva tetap yang telah disusut c.Kendaraan Alat angkut yang dimiliki perusahaan. d.alat-alat kantor atau gudang misalkan semua bentuk perlengkapan yang ada di dalam kantor maupun gudang I. Hutang Kewajiban dari perusahaan untuk dibayar pada pihak lain pada waktu tertentu. 1.Hutang lancar Kewajiban jangka yang waktunya kurang dari satu tahun (jangka pendek) dan pada umumnya dilunasi dengan aktiva lancar a. Hutang dagang Adalah kewajiban jangka pendek yang timbul dari transaksi pembelian barang/jasa secara kredit.
  54. 54. ERP Peternakan Ayam Halaman 52 b. Hutang biaya Misalnya hutang gaji,hutang sewa,hutang biaya listrik c. Hutang jangka pendek Yaitu bagian dari hutang jangka panjang yang akan dilunasi periode tersebut : hutang bank jangka pendek d. Hutang Jangka Panjang Kewajiban yang jangka waktunya lebih dari satu tahun. Perusahaan dalam usahanya perlu untuk mengembangkan usahanya,dapat mengambil pinjaman jangka panjang pada Bank II. Modal Adalah hak yang dimiliki para pemilik perusahaan terhadap kekayaan yang jumlahnya sama dengan total harga dikurangi dengan total hutang.bentuk dari kekayaan yang menjadi milik para pemilik perusahaan ,tidak dapat di identifikasi,jadi yang jelas dari total kekayaan yang ada,sebagian adalah milik orang lain yang disebut hutang dan sebagian lagi adalah miliki perusahaan yang disebut modal III. Laporan laba rugi Dalam analisis rugi-laba adapun faktor yang mempengaruhi adalah pene- rimaan dan biaya produksi yang terdiri dari: biaya tetap dan biaya tidak tetap. a) Biaya Produksi Biaya produksi /ekor dari hasil penelitian menunjukkan bahwa pada periode 2014 adalah Rp 21.798.000,-. Biaya produksi yang tinggi menyebabkan total biaya pengeluaran yang harus dikeluarkan oleh peternak plasma untuk menjalankan usaha budidaya ayam petelur tiap periode produksinya menjadi besar. Sehingga total keuntungan yang diperoleh peternak tiap periodenya menjadi rendah. Biaya pakan merupakan biaya produksi tertinggi dibandingkan dengan biaya produksi yang lain. Soekartawi (2002) menyatakan bahwa total biaya produksi merupakan sejumlah biaya yang dikeluarkan dalam suatu usaha budidaya ayam pedaging. Biaya ini terdiri dari biaya tetap dan biaya tidak tetap atau biaya variabel. Biaya tetap merupakan biaya yang di keluarkan untuk sarana poduksi dan berkali-kali dapat dipergunakan. b) Penerimaan Penerimaan dari hasil pene-litian meunjukkan bahwa pada strata periode 2014 adalah (Rp 15.000.000,-). Laporan Laba/Rugi periode 2014
  55. 55. ERP Peternakan Ayam Halaman 53 c) Keuntungan Keuntungan dari hasil penelitian menunjukkan bahwa pada periode 2014 adalah sebesar 0%. Meskipun total penerimaan yang diperoleh peternak pada periode 2014 tinggi akan tetapi biaya produksi yang harus dikeluarkan juga tinggi sehingga total keuntungan yang didapat tidak maksimal. Hoddi, dkk (2011) menyatakan bahwa keuntungan yang diperoleh peternak ayam pedaging merupakan hasil dari penjualan ternak dikurangi dengan biaya-biaya yang dikeluarkan selama masaproduksi. Hasil itu harus dikurangi dengan biaya-biaya yang dikeluarkannya. Setelah semua biaya tersebut dikurangkan barulah peternak memperoleh keuntungan bersih. ada penelitian usaha budidaya ayam pola kemitraan ini dibagi menjadi 3 macam analisis, yaitu BEPharga, BEPproduk dan BEPekor. Ketiga analisis tersebut nantinya akan digunakan untuk mengetahui harga minimum, jumlah bobot telur ayam petelur minimum serta jumlah ekor minimum ayam afkir yang harus dipanen. Syukur (2008) menyatakan bahwa analisis BEP merupakan suatu cara atau suatu teknik yang digunakan oleh seorang petugas atau manajer perusahaan untuk mengetahui pada volume (jumlah) penjualan dan volume produksi berapakah perusahaan tersebut tidak menderita kerugian dan tidak pula memperoleh laba. Syamsudin (2000) menyatakan bahwa keberhasilan suatu usaha dapat diukur dengan R/C Ratio. Nilai tersebut merupakan imbangan antara penerimaan dengan biaya yang digunakan untuk usaha. Suatu usaha dikatakan layak apabila nilai R/C ratio lebih dari satu. Semakin besar R/C ratio maka semakin besar pula tingkat efisiensinya. Ibrahim (2009) menyatakan bahwa ratio rentabilitas adalah tolak ukur keberhasilan suatu perusahaan dalam mempertahankan kebijaksanaan yang meng- untungkan dan mampu menunjukkan kenaikan modal yang stabil dalam waktu bersamaan, dengan kata lain ratio rentabilitas adalah kemampuan suatu perusahaan untuk menghasilkan laba selama periode tertentu. Medion (2010) menyatakan bahwa salah satu parameter utama yang sering dipergunakan untuk mengukur keberhasilan peternakan yaitu indeks performance atau indeks performan (IP). Nilai IP digunakan untuk menentukan nilai insentif/ bonus bagi peternak (bagi kemitraan) maupun pekerja kandang. Bagi peternak plasma IP dapat berguna sebagai bahan evaluasi dalam mengetahui sistem manajemen yang diterapkan di peternakan tersebut. IV. JURNAL

×