Lia Rosmalia1, Titis Prasetyo U.1, Ilham K.2. Jurnal Informatika, Vol.6, No.1, Desember 2006     PERANCANGAN ALAT PENGGONT...
Lia Rosmalia1, Titis Prasetyo U.1, Ilham K.2. Jurnal Informatika, Vol.6, No.1, Desember 2006adalah dengan menerapkan pengu...
Lia Rosmalia1, Titis Prasetyo U.1, Ilham K.2. Jurnal Informatika, Vol.6, No.1, Desember 2006     1. Sistem operasi MS.DOS ...
Lia Rosmalia1, Titis Prasetyo U.1, Ilham K.2. Jurnal Informatika, Vol.6, No.1, Desember 2006DT 51 adalah penggunaan jumlah...
Lia Rosmalia1, Titis Prasetyo U.1, Ilham K.2. Jurnal Informatika, Vol.6, No.1, Desember 20062.5 Perancangan Perangkat Luna...
Lia Rosmalia1, Titis Prasetyo U.1, Ilham K.2. Jurnal Informatika, Vol.6, No.1, Desember 20062.6.1 Pembuatan AlatSimulator ...
Lia Rosmalia1, Titis Prasetyo U.1, Ilham K.2. Jurnal Informatika, Vol.6, No.1, Desember 2006           Gambar 3.1 Maket al...
Lia Rosmalia1, Titis Prasetyo U.1, Ilham K.2. Jurnal Informatika, Vol.6, No.1, Desember 2006                Tabel 3.1 Tega...
Lia Rosmalia1, Titis Prasetyo U.1, Ilham K.2. Jurnal Informatika, Vol.6, No.1, Desember 2006                            Ta...
Lia Rosmalia1, Titis Prasetyo U.1, Ilham K.2. Jurnal Informatika, Vol.6, No.1, Desember 2006Pergerakan ini terjadi dimana ...
Lia Rosmalia1, Titis Prasetyo U.1, Ilham K.2. Jurnal Informatika, Vol.6, No.1, Desember 2006                              ...
Upcoming SlideShare
Loading in …5
×

Cctv alat kontrol keamanan ruangan

2,357 views

Published on

  • Be the first to comment

Cctv alat kontrol keamanan ruangan

  1. 1. Lia Rosmalia1, Titis Prasetyo U.1, Ilham K.2. Jurnal Informatika, Vol.6, No.1, Desember 2006 PERANCANGAN ALAT PENGGONTROL KEAMANAN RUANGAN MENGGUNAKAN KAMERA Close Camera Television (CCTV) BERBASIS PC Oleh Lia Rosmalia , Titis Prasetyo Utomo1, Ilham Kosasih2 1 ABSTRACTRoom Security Controller Device uses CCTV (Close Camera Television) basedon PC is an aplliance controlled by a so called controll device microcontroller.Meaning of Microcontroller itself is a semiconductor chip in form of IntegratedCircuit (IC) or “rangkaian terpadu” which is in its contains program fromintructions written using Machine Language (Assembler) and has function ascontroller of work system of a device otomatically which in this case is applicatedas Room Security Controller.This system works by using aid of a infra red censor attached in such a manner tomake the appliance works better . This system works using AT89C51Microcontroller. This Room Security Controller is made to give the solutionfacilitate human work easier dan give correctness level in maintaning of a room orplace contiunelly. I. PENDAHULUANTeknologi komputer yang terus berkembang dari awalnya untuk menghitungsekarang hampir pada setiap pekerjaan digunakan antara lain pengendali prosesindustri sistem pengontrolan keamanan dan masih banyak kegunaan lainnya.Salah satunya adalah sistem keamanan ruangan atau suatu gedung, yang dapatdikontrol dalam suatu tempat.Sistem pengamanan ruangan tidak terlepas dari tugas seorang operator yang selalusetiap saat mengawasi. Pengawasan terhadap ruangan harus dilakukan terusmenerus agar setiap objek yang tidak di kehendaki dapat terpantau. Pengawasandengan cara seperti itu memiliki banyak kelemahan antara lain, tidak selalu dapatmengawasi setiap titik pada setiap saat.Telah banyak usaha untuk menjamin keamanan suatu ruangan atau gedung. Dipihak lain, tetap saja ada orang-orang dengan maksud tertentu yang berusahauntuk menembus sistem keamanan tersebut. Lubang keamanan dapat terjadi dibeberapa tempat yaitu pada sistem aplikasi, sistem operasi dan pada jaringankomputer. Oleh karena itu diperlukan suatu alat yang mampu mengamankan danmengontrol dengan baik. Salah satu cara yang ditempuh untuk mengatasi ini 1 = Dosen Tetap Jurusan Sistem Komputer STMIK Darmajaya 2 = Mahasiswa Jurusan Sistem Komputer STMIK Darmajaya61 STMIK Darmajaya
  2. 2. Lia Rosmalia1, Titis Prasetyo U.1, Ilham K.2. Jurnal Informatika, Vol.6, No.1, Desember 2006adalah dengan menerapkan pengunaan kamera pengontrol yang dapat mendeteksisecara otomatis keberadaan objek. Selain itu kamera ini dapat digerakkan secaramanual mengunakan tombol yang telah dirancang melalui (Personal Komputer(PC).Digunakanya pengontrolan menggunakan kamera deteksi ini karena memilikikeungulan di bandingkan dilakukan oleh manusia. Manusia mempunyai fisik tidakstabil dan akan terus menurun setelah lama bekerja. Selain itu kemera ini memilikikemampuan dapat mengawasi dan bekerja setiap saat. Faktor inilah yang menjadiacuan pengambilan keputusan di gunakannya alat ini untuk membantu manusia(operator) dalam pengontrolan suatu ruangan atau gedung.Pada perancangan sistem keamanan menggunakan kamera pengontrol ini terdapatdua bagian penting yang membentuk sistem kerjanya yaitu bagian hardware danbagian software.1. Bagian hardware yaitu mekanik penggerak kamera terdiri atas motor penggerak, modul infrared objek detektor, dan interface.2. Pada bagian software digunakan untuk berkomunikasi dengan hardware dengan tampilan visualisasi secara langsung.Untuk memudahkan dari penelitian ini sistem pengontrolan yang akan dirancanghanya dalam suatu ruangan dengan pergerakan secara otomatis. Selain itu kameraini dilengkapi tombol pengontrol yang dihubungkan pada Program untukmenggerakkan kamera pengontrol ini menggunakan bahasa Assembler denganmengunakan interface tambahan berupa TV Combo sebagai out put. II. METODOLOGI PENELITIAN2.1 Alat dan BahanDalam mengerjakan sistem pengendali kamera penggontrol ini alat yangdigunakan meliputi perangkat keras dan perangkat lunak.Perangkat keras yang digunakan dalam pembuatan sistem pengendali kamerapenggontrol terdiri atas : 1. Satu unit computer XT/AT Pentium TM IBM Compatible dengan port serial (Com1/Com2) untuk mendown load program ke board DT 51; 2. Satu Board DT 51 sebagai sistem pengendali utama; 3. Satu kabel penghubung; 4. Modul rangkaian sensor infra merah sebagai pemberi sinyal interupt ke board DT51; 5. Modul rangkaian motor stepper penggerak kamera; 6. Travo 9 VAC 500 MA sebagai catu daya; 7. Kamera CCTV ; 8. TV Combo sebagai alat Visualisasi;Untuk mengatur prinsip kerja dari sistem kamera penggontrolan diperlukan suatuperangkat lunak (software) sebagai berikut.62 STMIK Darmajaya
  3. 3. Lia Rosmalia1, Titis Prasetyo U.1, Ilham K.2. Jurnal Informatika, Vol.6, No.1, Desember 2006 1. Sistem operasi MS.DOS TM (Versi 6.2) keatas atau window 9X 2. ASM51 untuk mencompile program dari extension.ASM menjadi extension.HEX 3. DT 51 L sebagai software downloder untuk DT512.2 Prosedur PenelitianProsedur penelitian ini meliputi tiga tahap yaitu program perangkat keras sistem,tahap perancangan perangkat lunak sistem dan tahap pembuatan maket. Unit Sensor I Unit DT51 Unit Penggerak Motor AT89C51 Stepper Monitor Unit PC Sensor II Gambar 2.1 Blok Diagram Unit – unit Penggerak KameraDari blok diagram di atas dapat diketahui bahwa sistem pada alat pengontrolanmengunakan kamera CCTV ini terdidari Unit Modul DT 51 Unit Pengendalimotor stepper Unit sensor dan monitor PC.2.2.1 Unit Sensor Infra MerahPenggunaan infra merah sebagai sumber cahaya dipilih karena spesifikasi yangkhusus. Infra merah mempunyai panjang gelombang yang lebih kecil biladibandingkan dengan cahaya tampak, sehingga tidak dapat dilihat oleh matatelanjang. Pemilihan jenis sensor yang digunakan disesuaikan dengan besarananalog untuk cahaya , menjadi besaran listrik . Photodiode bekerja pada panjanggelombang infra merah 0,85-0,90 mikro meter, ini cocok dengan panjanggelombang yang dipancarkan oleh infra merah, sehingga didapat hasil dimanacahaya infra merah saja yang dikonfersi oleh photo dioda.2.2.2 Modul Deveploment Tools 51 (DT51)DT51 adalah alat pengembangan mikrokontroler keluarga MCS-51 yangberbentuk sistem minimum dengan komponen utamanya mikrokontrolerAT89C51 didukung oleh komponen-komponen lainnya seperti EEPROM, PPI8255 dan rangkaian pendukung lainnya. Salah satu pertimbangan digunakannya63 STMIK Darmajaya
  4. 4. Lia Rosmalia1, Titis Prasetyo U.1, Ilham K.2. Jurnal Informatika, Vol.6, No.1, Desember 2006DT 51 adalah penggunaan jumlah komponen penunjang akan dibuat seminimummungkin karena sudah tersedia interuppt, pewaktu (timer), pencacah (counter) danmedia penyimpanan (memori) dalam satu paket IC tersebut.2.2.3 Unit Penggendali Motor Stepper.Untuk mengerakkan kamera digunakan motor stepper sebagai penggeraknya.Pemilihan motor stepper disebabkan karena kemudahan dalam merancang danmengoperasikan rangkaian pengendalinya, serta penggontrolan gerakanya. Motorstepper yang dipakai menggunakan level tegangan 5 Volt.2.3 Perancangan Perangkat LunakSupaya perangkat keras suatu sistem mikrokontroller dapat dijalankan, makasebalumnya diperlukan pemrograman perangkat lunak (Software) agarmikrokontroller dapat melakukan proses pengolahan dan manipulasi datasehingga sistem tersebut dapat bekerja seperti yang diinginkan. Proses pembuatanprogram tersebut menggunakan bahasa assembly sampai proses men-downloadprogram pada EEPROM adalah melalui proses sebagai berikut. 1. Program ditulis dengan mengunakan editor text SCII seperti EDIT.COM atau SIDEKICK atau NOTEPAD (berada pada windows) dan kemdian disimpan dengan ekstention .ASM guna mengindikasikan bahwa file tersebut merupakan file assemler. 2. Program di-Compile dengan menggunakan software ASM51 sehingga dihasilkan file ekstensi.HEX (Hexadesimal) yang merupakan program bahasa mesin. 3. Program tersebut dengan mengunakan software DT51L. Hal pertama yang dilakukan oleh program utama adalah proses inisialisasi. Proses ini adalah proses pemrograman piranti dengan jalan mengirimkan kontrol word kekontrol register (register kendali).2.4 Inisialisasi Sistem Kerja Kamera Penggontrol Ruangan Mengunakan Kamera CCTVSebelum kamera penggontrol ruangan dioprasikan terlebih dahulu dilakukkanpenginstalasikan sistem-sistemnya. Adapun sistem-sistem tersebut adalah sebagaiberikut. 1. Hubungkan port COM1 pada komputer dengan RS232 pada board DT51 dengan mengunakan kabel serial (konektor RS232). 2. Hubungkan out put rangkaian sensor infra merah ke pin INT0 dan pin INT1 pada board DT51 dengan mengunakan kabel pelangi 3. Hubungkan port A (A.0,A.1,A.2,A.3) pada board DT51 kerangkaian penggendali motor stepper dengan menggunakan kanel pelanggi. 4. Hubungkan trafo 9 Volt AC ke board DT51. 5. Nyalakan komputer dan board DT51, untuk posisi jumper pada board DT51 yang terletak pada pin 2-3 (reset) 6. Jalankan software ASM lalu compile 7. Setelah dicompile, file di download ke board DT51 .64 STMIK Darmajaya
  5. 5. Lia Rosmalia1, Titis Prasetyo U.1, Ilham K.2. Jurnal Informatika, Vol.6, No.1, Desember 20062.5 Perancangan Perangkat LunakGambar berikut merupakan diagram alur dari program utama dengan bahasaPemograman Asembler. Start Inisialisasi Intrupsi AT89C51 Pemberian Nilai R0=R1=0 Y Pulsa Matikan Motor Int 0 Stepper T Pulsa Int 1 Motor Stepper Visualisasi Bergerak Pada Monitor Gambar 3.7 Flowchart Kamera Pengontrol2.6 Pembuatan PrototypeDalam pembuatan protoype simulator sistem penggerak kamera ini terdiri daripembuatan alat yang berupa perangkat keras dan pembuatan maket yang dapatmenunjukan fungsi sebenarnya dari sistem tersebut.65 STMIK Darmajaya
  6. 6. Lia Rosmalia1, Titis Prasetyo U.1, Ilham K.2. Jurnal Informatika, Vol.6, No.1, Desember 20062.6.1 Pembuatan AlatSimulator sistem penggendali penggerak kamera penggontrol keamanan yangdibuat terdiri dari empat buah bagian utama yaitu : sistem DT 51, unitpenggendali motor stepper, unit kamera deteksi, serta sensor – sensor intrupt.Pembuatan alat ini dibuat secara terpisah dengan maksu d agar memudah kanpemeriksaan kerusakan dan pengujian. Unit sistem DT 51 berupa board yanglangsung dapat dipakai.2.6.2 Pembuatan MaketPembuatan maket simulator sistem penggontrol keamanan ruangan mengunakankamera CCTV ini menggunakan bahan–bahan yang mudah didapat dengan hargayang terjangkau. Berikut ini adalah bagian–bagian dari maket. 1. Sebagai alas maket tersebut digunakan papan multipleks dan pada bagian atas papan inilah bagian – bagian yang lainnya diletakkan, seperti sebuah rumah yang terdapat dua buah pintu yang ditempelkan pada papan tersebut denan menggunakan lem. 2. Pada bagian sisi rumah terdapat satu buah motor langkah sebagai penggerak kamera dan diberi penyanggah dengan sebuah plat alumunium dengan panjang 20 cm. 3. Dibagian depan rumah terdapat dua pasang sensor infra merah sebagai pengirim dan penerima sinyal infra merah. Untuk memperindah penempilan pada meket dipasang pepohonan dan hiasan plastik. III.HASIL DAN PEMBAHASAN3.1 Kondisi Keberadaan Kamera pengontrolPada Gambar 3.1 menunjukan bahwa kamera pengontrol ini berada diantara keduasensor. Pertama-tama kamera dapat bergerak secara otomatis kekanan dan kekiridegan memberikan pulsa–pulsa secara berulang ulang oleh sensor infra merahyaitu LED infra merah sebagai pemancar infra merah dan Phototransistor sebagaipenerima sinar infra merah yang diletakkan di kanan dan kiri dari kamera. Selainitu pada perancangan alat ini disediakan pula pergerakan secara manual,digerakkan menggunakan tombol (switch button) baik untuk menggerakan kekanan maupun ke kiriPerancangan alat keamanan ruangan mengunakan kamera CCTV ini digunakanuntuk mengontrol keadaan ruangan tertentu yang telah beri dua pasang sensorinfra merah. Pergerakan kamera ini dibantu oleh motor stepper yang berputasebesar 900 dari posisi sebelumnya Jika terdapat sebuah objek yang terdeteksi olehsensor maka kamera terfokus pada objek yang menghalangi sensor. Kemudianmonitor sebagai bagian out put akan menampilkan gambar yang diterima olehkamera.66 STMIK Darmajaya
  7. 7. Lia Rosmalia1, Titis Prasetyo U.1, Ilham K.2. Jurnal Informatika, Vol.6, No.1, Desember 2006 Gambar 3.1 Maket alat keamanan ruangan mengunakan kamera CCTVPerancangan alat keamanan ruangan mengunakan kamera CCTV ini digunakanuntuk mengontrol keadaan ruangan tertentu yang telah beri dua pasang sensorinfra merah. Pergerakan kamera ini dibantu oleh motor stepper yang berputasebesar 900 dari posisi sebelumnya Jika terdapat sebuah objek yang terdeteksi olehsensor maka kamera terfokus pada objek yang menghalangi sensor. Kemudianmonitor sebagai bagian out put akan menampilkan gambar yang diterima olehkamera.3.2 Spesifikasi Teknis RangkaianPengukuran tegangan pada rangkaian dilakukan untuk mendapatkan data secarateknis agar dapat dibandingkan dengan teori sehingga di peroleh hasil yangdiharapkan. Pengukuran dilakukan dengan menggunakan multimeter digital untukmendapatkan pengukuran yang akurat. Tabel 3.1 menunjukan hasil pengukuranyang dilakukan saat alat dijalankan.Pengontrol keamanan ruangan ini menggunakan kamera CCTV (Close CameraTeleVision) yang dipasang pada poros motor stepper. Motor stepper difungsikansebagai pemutar kamera ke kanan dan ke kiri. Output dari kamera dihubungkan keTV combo melalui Slot MMI (MultiMedia Input) yang erhubung dengan monitorsebagai display (tampilan) dari kamera.67 STMIK Darmajaya
  8. 8. Lia Rosmalia1, Titis Prasetyo U.1, Ilham K.2. Jurnal Informatika, Vol.6, No.1, Desember 2006 Tabel 3.1 Tegangan pada masing-masing komponen Nama Rangkaian Nama Komponen Tegangan Catu Daya Trafo 1A Vin 220 VAC Vout 9V & 6V Board DT 51 AT89C51 Vcc 9V AC INT 0 & INT 1 tinggi 3,65 V rendah 0V Sensor Infra Merah Photodioda Vcc 5V Vout 1,6 V Penggendali Motor Transistor BC546 Stepper Basis (rendah) 0V (tinggi) 4,95 V Tabel 3.2 Pengujian AlatNo Putaran Kamera Secara Waktu ( s ) Keterangan Otomatis1. Kekanan sebesar 900 2 s / detik Jika LED infra merah sebagai pemancar dan Phototransistor mendeteksi objek disebel kanan, waktu delay yang diberikan 5 detik.2. Kekiri sebesar 900 2 s / detik Jika LED infra merah sebagai pemancar dan Phototransistor mendeteksi objek disebel kiri dengan waktu delay yang diberikan 5 detik.1. Kekanan sebesar 900 2 s / detik Kamera bergerak kekanan menggunakan tombol (Switch button) disebelah kanan.2. Kekiri sebesar 900 2 s / detik Kamera bergerak kekanan menggunakan tombol (Switch button) disebelah kiri.68 STMIK Darmajaya
  9. 9. Lia Rosmalia1, Titis Prasetyo U.1, Ilham K.2. Jurnal Informatika, Vol.6, No.1, Desember 2006 Tabel 3.3 Jarak Kepekaan SensorNo Jarak Deteksi Kondisi Keterangan Sensor Sensor1. 5 cm – 10 cm Terhalang Phototransistor berlogika “1” sensor tidak menerima sinar infra merah dan menjalankan rutin intrupsi nya dan menggerakkan motor stepper. Tidak Terhalang Phototransistor berlogika “0” sensor menerima sinar infra merah motor stepper tidak bergerak.2. 10 cm – 15 cm Terhalang Phototransistor berlogika “1” sensor tidak menerima sinar infra merah dan menjalankan rutin intrupsi nya dan menggerakkan motor stepper. Tidak Terhalang Phototransistor berlogika “0” sensor menerima sinar infra merah motor stepper tidak bergerak.3. 15 cm - 20 cm Terhalang Phototransistor berlogika “1” sensor tidak menerima sinar infra merah dan menjalankan rutin intrupsi nya dan menggerakkan motor stepper. Tidak Terhalang Phototransistor berlogika “0” sensor menerima sinar infra merah motor stepper tidak bergerak.4. 20 cm – 25 cm Terhalang Phototransistor berlogika “1” sensor tidak menerima sinar infra merah dalam jarak ini, sensor tidak mendeteksi keberadaan objek sehingga motor stepper tidak bergerak Tidak Terhalang Phototransistor berlogika “1” sensor tidak mendeteksi objek yang terhalang motor stepper tidak bergerak.3.3 PembahasanAlat ini menggunakan dua jenis pengendalian kamera yaitu manual dan otomatis.Dengan pergerakan sudut 900 diharapkan objek dapat tertangkap oleh kamerasecara keseluruhanSecara manual, kamera digerakkan menggunakan tombol (Switch button) baikuntuk menggerakan ke kanan maupun ke kiri. Posisi awal kamera menghadap kedepan, jika tombol kanan ditekan maka motor stepper akan bergerak ke kanan.69 STMIK Darmajaya
  10. 10. Lia Rosmalia1, Titis Prasetyo U.1, Ilham K.2. Jurnal Informatika, Vol.6, No.1, Desember 2006Pergerakan ini terjadi dimana pada saat tombol ditekan maka mikrokontroler akanmenerima masukan (tombol terhubung dengan mikrokontroler pada P1.0) berupalogika ‘1’. Masukan dari tombol ini memicu mikrokontroler untuk menjalankaninstruksi menggerakkan motor stepper dengan mengirimkan logika ‘1’ kerangkaian penggendali motor stepper. Setelah motor stepper bergerak ke kanansebesar 900 selama 5 detik motor stepper akan kembali ke posisi awal.Secara otomatis, alat ini menggunakan dua pasang sensor infra merah yaitu LEDinfra merah sebagai pemancar infra merah dan Phototransistor sebagai penerimasinar infra merah yang diletakkan di kanan dan kiri dari kamera. Pada saat adaobjek yang melintasi sensor maka tegangan dari keluaran sensor akan berubahdari 3,65 V ke 0 V atau dari logika ‘1’ ke logika ‘0’. Perubahan ini akan memicumikrokontroler (sensor terhubung pada P3.2 dari mikrokontroler) untukmenjalankan rutin interupsinya. Pada rutin interupsi ini motor stepper digerakkankekanan jika yang mendeteksi sensor 1 atau ke kiri jika yang mendeteksi sensor 2.Setelah motor stepper selesai diputaran sebesar 900 tepat dihadapan sensor yangmendeteksi objek maka motor stepper akan berhenti ditempat. Motor stepper akankembali ke posisi awal jika dalam waktu selama 5 detik sensor tidak mendeteksiobjek lagi. IV. KESIMPULAN DAN SARAN4.1 Kesimpulan Berdasarkan hasil dan pembahasan dapat disimpulkan sebagai berikut. 1. Pada saat kamera yang digerakkan oleh motor stepper kembali pada posisi awal, maka kamera tidak tepat berada tempat semula. 2. Alat ini dapat dikembangkan sesuai kebutuhan pengunaannya dengan konsekuensi perubahan pada sistem penggerak dan biaya yang lebih besar. 3. Jika terjadi suatu kesalahan pada salah satu prosedur disebabkan oleh sistem perancangan alat keamanan ruangan mengnakan kamera cctv ini maka secara otomatis sistem berjalan tidak benar. Hal ini disebabkan keterkaitan antara prosedur yang satu dengan prosedur yang lain.4.2 SaranUntuk pengembangan dan peningkatan pada sistem disarankan sebagai berikut. 1. Penggunaan sensor infar merah kurang efektif karena akan mudah sekali mengalami gangguan – gangguan sehingga pengunaannya harus benar- benar di perhitungkan karena dari gangguan – gangguan tersebut akan mengakibatkan alat tidak dapat bekerja sesuai yang diinginkan.Gangguan ini dapat disebabkan baik oleh manusia atau pun tingkat sensitifitas sensor, sehingga penulis menyarankan untuk menggunakkan sensor yang lebih peka yaitu sensor objek detektor. 2. Pada alat ini sensor hanya mendeteksi titik yang telah dipasang sensor saja sedangkan pada bagian - bagian lain objek tidak dapat terdeteksi. Untuk itu untuk lebih baik lagi maka sebaik nya alat padat mendeteksi keberadaan objek di setiap tempat.70 STMIK Darmajaya
  11. 11. Lia Rosmalia1, Titis Prasetyo U.1, Ilham K.2. Jurnal Informatika, Vol.6, No.1, Desember 2006 DAFTAR PUSTAKAEko Putra .A Belajar Mikrokontroler AT 89C51/52/55 Teori dan Aplikasi. Gava Media,YogyakartaWireless Infrared Printer dengan DST-51 (Komunikasi Infra Merah dengan DST-51)DELTA ELECTRONIC http://www.delta-electronic.comJones Douglas w.. Basic stepping motor Control Circuits.http://www. Cs.uiowa.edu/jones/setpLink, Wolfgang. 1990. pengukuran. Pengendalian, dan pengaturan dengan PC. Elekmedia Komputindo, JakartaLoveday, George. 1988. Intisari Elektonika. Elekmedia Komputindo, JakartaDeden Untung, 2003, Rancang Bangun Simulator Pintu Perlintasan Kereta Api Berbasiskan Mikrokontroller AT89C51, UML, LampungInnvative Electronics, ‘’ 89C51 Develoment Tools DT51 ersion 3.0 User’s Guide’’, Innovaative Elektronics Corps.Intel,1994,’’ MCS 51 Mikrocotroller Family User’s Manual ‘’, Intel Corporation, United States Of Amerika.71 STMIK Darmajaya

×