Successfully reported this slideshow.
We use your LinkedIn profile and activity data to personalize ads and to show you more relevant ads. You can change your ad preferences anytime.
BRONKOPNEUMONIA

1. Definisi
Pneumonia merupakan peradangan akut parenkim paru-paru yang biasanya
berasal dari suatu infek...
serta pneumonia bakterial tipe campuran atipikal yaitu perjalanan penyakit ringan
dan jarang disertai konsolidasi paru.
Pn...
d. Protozoa
Menimbulkan

terjadinya Pneumocystis

carinii

pneumonia (CPC).

Biasanya

menjangkiti pasien yang mengalami i...
b. Pemeriksaan laboratorium
Leukositosis umumnya menandai infeksi bakteri, lekosit normal/rendah dapat
disebabkan oleh inf...
Gagal nafas yang ditandai oleh peningkatan respiratory distress, dengan atau
didapat asidosis respiratorik.
Respiratory ar...
ASUHAN KEPERAWATAN PASIEN BRPN

A. PENGKAJIAN

1. IDENTITAS PASIEN :
Nama

: An. A

Umur

: 1 tahun 8 bulan

Alamat

: Per...
6) Mulut : Bersih, mukosa lembab, tidak ada stom atis, tidak ada perdarahan gusi, tidak ada
karies gigi, gigi sudah lengka...
Nama : An.P

Diagnosa

: BRPN

Umur : 1 tahun 8 bulan

No. Rekamedik :

ANALISA DATA
NO Data Fokus

Etiologi

Ds : keluarg...
INTERVENSI
NO Diagnosa
Keperawatan
Bersihan jalan
1
nafas
berhubungan
dengan fisiologis
asma

2.

Kurangnya

NOC
Setelah d...
IMPLEMENTASI
Tgl/jam

NIC

Respon

Bersihan

1
januari

berhubungan

2012

dengan

08.00

- Memonitor tandatanda dan
ketid...
-10.00

Kurangnya

1

pengetahuanb

2.

Memberikan
terapi
bronchodilator
aminofilin 3cc
-

Ds : Do : Pasien tampak lebih
r...
nya
2januari

-

Menentukan

Ds : keluarga pasien

2012

tingkat

mengatakan sudah

08.00

pengetahuan mengetahui sebagian...
3

-

Menentukan

Ds : keluarga pasien

januari

tingkat

mengatakan sudah tahu

2012

pengetahuan semua tentang proses

0...
EVALUASI
N
tgl,
O
jam
1
01 Januari
18.00

2

Diagnosa
Keperawatan
Bersihan jalan

Evaluaskan

S : keluarga pasien mengatak...
penyakit

yang berhubungan dengan proses
penyakit
-

Menjelaskan patofisisologi
penyakit

-

Menjelaskan tentang tanda dan...
Dokep tito
Upcoming SlideShare
Loading in …5
×

Dokep tito

338 views

Published on

  • Be the first to comment

  • Be the first to like this

Dokep tito

  1. 1. BRONKOPNEUMONIA 1. Definisi Pneumonia merupakan peradangan akut parenkim paru-paru yang biasanya berasal dari suatu infeksi. (Price, 1995) Pneumonia adalah peradangan yang mengenai parenkim paru, distal dari bronkiolus terminalis yang mencakup bronkiolus respiratorius, alveoli, serta menimbulkan konsolidasi jaringan paru dan menimbulkan gangguan pertukaran gas setempat. (Zul, 2001) Bronkopneumonia digunakan unutk menggambarkan pneumonia yang mempunyai pola penyebaran berbercak, teratur dalam satu atau lebih area terlokalisasi didalam bronki dan meluas ke parenkim paru yang berdekatan di sekitarnya. Pada bronkopneumonia terjadi konsolidasi area berbercak. (Smeltzer,2001). 2. Klasifikasi Pneumonia  Klasifikasi menurut Zul Dahlan (2001) : a. Berdasarkan ciri radiologis dan gejala klinis, dibagi atas : Pneumonia tipikal, bercirikan tanda-tanda pneumonia lobaris dengan opasitas lobus atau lobularis. Pneumonia atipikal, ditandai gangguan respirasi yang meningkat lambat dengan gambaran infiltrat paru bilateral yang difus. b. Berdasarkan faktor lingkungan Pneumonia komunitas Pneumonia nosokomial Pneumonia rekurens Pneumonia aspirasi Pneumonia pada gangguan imun Pneumonia hipostatik c. Berdasarkan sindrom klinis Pneumonia bakterial berupa : pneumonia bakterial tipe tipikal yang terutama mengenai parenkim paru dalam bentuk bronkopneumonia dan pneumonia lobar
  2. 2. serta pneumonia bakterial tipe campuran atipikal yaitu perjalanan penyakit ringan dan jarang disertai konsolidasi paru. Pneumonia non bakterial, dikenal pneumonia atipikal yang disebabkan Mycoplasma, Chlamydia pneumoniae atau Legionella.  Klasifikasi berdasarkan Reeves (2001) : a. Community Acquired Pneunomia dimulai sebagai penyakit pernafasan umum dan bisa berkembang menjadi pneumonia. Pneumonia Streptococal merupakan organisme penyebab umum. Tipe pneumonia ini biasanya menimpa kalangan anakanak atau kalangan orang tua. b. Hospital Acquired Pneumonia dikenal sebagai pneumonia nosokomial. Organisme seperti ini aeruginisa pseudomonas. Klibseilla atau aureus stapilococcus, merupakan bakteri umum penyebab hospital acquired pneumonia. c. Lobar dan Bronkopneumonia dikategorikan berdasarkan lokasi anatomi infeksi. Sekarang ini pneumonia diklasifikasikan menurut organisme, bukan hanya menurut lokasi anatominya saja. d. Pneumonia viral, bakterial dan fungi dikategorikan berdasarkan pada agen penyebabnya, kultur sensifitas dilakukan untuk mengidentifikasikan organisme perusak. 3. Etiologi a. Bakteri Pneumonia bakteri biasanya didapatkan pada usia lanjut. Organisme gram posifif seperti : Steptococcus pneumonia, S. aerous, dan streptococcus pyogenesis. Bakteri gram negatif seperti Haemophilus influenza, klebsiella pneumonia dan P. Aeruginosa. b. Virus Disebabkan oleh virus influensa yang menyebar melalui transmisi droplet. Cytomegalovirus dalam hal ini dikenal sebagai penyebab utama pneumonia virus. c. Jamur Infeksi yang disebabkan jamur seperti histoplasmosis menyebar melalui penghirupan udara yang mengandung spora dan biasanya ditemukan pada kotoran burung, tanah serta kompos.
  3. 3. d. Protozoa Menimbulkan terjadinya Pneumocystis carinii pneumonia (CPC). Biasanya menjangkiti pasien yang mengalami immunosupresi. (Reeves, 2001) 4. Manifestasi Klinis a. Kesulitan dan sakit pada saat pernafasan Nyeri pleuritik Nafas dangkal dan mendengkur Takipnea b. Bunyi nafas di atas area yang menglami konsolidasi Mengecil, kemudian menjadi hilang Krekels, ronki, egofoni c. Gerakan dada tidak simetris d. Menggigil dan demam 38,8 C sampai 41,1 delirium C, e. Diafoesis f. Anoreksia g. Malaise h. Batuk kental, produktif Sputum kuning kehijauan kemudian berubah menjadi kemerahan atau berkarat i. Gelisah j. Sianosis Area sirkumoral Dasar kuku kebiruan k. Masalah-masalah psikososial : disorientasi, ansietas, takut mati 5. Pemeriksaan Penunjang a. Pemeriksaan radiologis Pola radiologis dapat berupa pneumonia alveolar dengan gambaran air bronchogram (airspace disease), misalnya oleh streptococcus pneumonia; bronchopneumonia (segmental disease) oleh karena staphylococcus, virus atau mikroplasma. Bentuk lesi bisa berupa kavitas dengan air-fluid level sugestif untuk infeksi anaerob, gram negatif atau amiloidosis.
  4. 4. b. Pemeriksaan laboratorium Leukositosis umumnya menandai infeksi bakteri, lekosit normal/rendah dapat disebabkan oleh infeksi virus/mikoplasma atau pada infeksi yang berata sehingga tidak terjadi respon lekosit. Leukopeni menunjukkan adanya depresi imunitas. c. Pemeriksaan bakteriologis Pemeriksaan yang predominan pada sputum adalah yang disertai PMN yang kemungkinan merupakan penyebab infeksi. d. Pemeriksaan khusus Titer antibodi terhadap virus, legionela dan mikoplasma dapat dilakukan. Nilai diagnostik didapatkan bila titer tinggi atau ada kenaikan 4x. Analisa gas darah dilakukan untuk menilai tingkat hipoksia dan kebutuhan oksigen. 6. Penatalaksanaan a. Antibiotik Antibiotik yang sering digunakan adalah penicillin G. Mediaksi efektif lainnya termasuk eritromisin, klindamisin dan sefalosporin generasi pertama. b. Kortikosteroid Kortikosteroid diberikan pada keadaan sepsis berat. c. Inotropik Pemberian obat inotropik seperti dobutamin atau dopamine kadang-kadang diperlukan bila terdapat komplikasi gangguan sirkulasi atau gagal ginjal pre renal. d. Terapi oksigen Terapi oksigen diberikan dengan tujuan untuk mencapai PaO2 80-100 mmHg atau saturasi 95-96 % berdasarkan pemeriksaan analisa gas darah. e. Nebulizer Nebulizer digunakan untuk mengencerkan dahak yang kental. Dapat disertai nebulizer untuk pemberian bronchodilator bila terdapat bronchospasme. f. Ventilasi mekanis Indikasi intubasi dan pemasangan ventilator pada pneumonia : Hipoksemia persisten meskipun telah diberikan oksigen 100 % dengan menggunakan masker
  5. 5. Gagal nafas yang ditandai oleh peningkatan respiratory distress, dengan atau didapat asidosis respiratorik. Respiratory arrest Retensi sputum yang sulit diatasi secara konservatif.
  6. 6. ASUHAN KEPERAWATAN PASIEN BRPN A. PENGKAJIAN 1. IDENTITAS PASIEN : Nama : An. A Umur : 1 tahun 8 bulan Alamat : Perbalan Purwosari V no.750 Rt.3 Rw 2 Semarang Agama : Kristen Suku Bangsa : Jawa 2. IDENTITAS PENANGGUNG JAWAB Nama Ibu : Ny. V Pekerjaan : Wiraswasta Alamat : Perbalan Purwosari V no.750 Rt.3 Rw 2 Semarang Agama : Kristen Suku Bangsa : Jawa B. RIWAYAT PENYAKIT a. Keluhan Utama : Orang tua mengeluhkan anaknya batuk dan pilek b. Riwayat penyakit dahulu : Orang tua mengatakan an.P hanya meriang saja dan keluarganya menganggapnya wajar.Dan an.P mempunyai serangan asma. c. Riwayat Penyakit Keluarga : Dari keluarga ibu ada riwayat penyakit asma dan dari keluarga ayah ada riwayat hipertensi. C. PEMERIKSAAN FISIK 1) Keadaan Umum : Compos mentis 2) BB/PB : 10,5 kg/96 cm 3) Kepala : Mesosepal, rambut hitam, bersih, tidak berbau, lurus, tidak mudah dicabut 4) Mata : Bersih, conjungtiva tidak anemis, sklera tidak ikterik, pelbepra tidak edema, pupil ishokor, reaksi terhadap cahaya. 5) Hidung : Bersih, tidak ada nafas cuping hidung, tidak ada deviasi septum.
  7. 7. 6) Mulut : Bersih, mukosa lembab, tidak ada stom atis, tidak ada perdarahan gusi, tidak ada karies gigi, gigi sudah lengkap 7) Telinga : Bersih, tidak ada sekret/serumen, fungsi pendengaran tidak ada gangguan, bentuk simetris. 8) Dada : Bentuk normal, pengembangan simetris, tidak ada retraksi dinding dada. 9) Jantung : Tidak ada ictus cordis, konfigurasi jantung dalam batas normal,bunyi jantug II murni, tidak ada gallop. 10) Paru-paru : Ekspansi dada simetris, ronchi basah halus, hataran ( + ) sonor seluruh lapang paru. 11) Abdomen : Datar, bising usus normal, tidak teraba pembesaran hati dan limpa perkusi timpani. 12) Punggung : Bentuk normal, tidak ada penyakit kelamin, tidak ada hemoroid. 13) Ekstremitas : Tidak ada sianosis, akral hangat, tidak ada kelemahan otot, refleks fisiologis ada, refleks patologis tidak ada. 14) Kulit : Warna sawo matang, lembab, tidak ada bekas luka, elastis. 15) Tanda-tanda Vital : Suhu : 37 C Nadi : 100 x/mnt RR : 54 x/mnt
  8. 8. Nama : An.P Diagnosa : BRPN Umur : 1 tahun 8 bulan No. Rekamedik : ANALISA DATA NO Data Fokus Etiologi Ds : keluarga pasien mengatakan An.P Bersihan jalan nafas asma Ds : orang tua pasien mengatakan Kurangnya Kurangnya An.P hanya mriang saja dan keluarga pengetahuan paraf Fisiologis batuk dan pilek 1. Problem informasi Do : 2. mengangapnya wajar tentang Do : penyakit - Suhu 37 C DIAGNOSA KEPERAWATAN 1. Bersihan jalan nafas berhubungandengan fisiologis asma 2. Kurangnya pengetahuan berhubungan dengan kurangnya informasi tentang penyakit
  9. 9. INTERVENSI NO Diagnosa Keperawatan Bersihan jalan 1 nafas berhubungan dengan fisiologis asma 2. Kurangnya NOC Setelah dilakukan tindakan 3x24 jam diharapkan pasien bersihan jalan nafas teratasi dengan KH : - RR normal - Batuk sudah tidak ada Setelah dilakukan tindakan 3x24 jam pengetahuan diharapkan pasien/ berhubungan keluarga pasien dapat dengan kurangnya mengetahui informasi / pengetahuan tentang informasi tentang penyakit dengan KH : penyakit Pengetahuan : proses penyakit - Mendeskripsika n proses penyakit - Mendeskripsika faktor penyebab - Mendeskripsika n faktor resiko Mendeskripsika n tanda dan gejala Kode NIC 3140 NIC (intervensi) Airway management : - Monitor tanda – tanda dan ketidak efektifan pola nafas - Monitor respirasi dan status okssigen - Kolaborasi dalam pemberian bronkhodilator - - - - Tentukan tingkat pengetahuan keluarga yang berhubungan dengan proses penyakit Jelaskan patofisisoloi penyakit Jelaskan tanda dan gejala proses serta penyebab penyakit Anjurkan keluarga mengenai tanda dan gejala dan melaporkan Paraf
  10. 10. IMPLEMENTASI Tgl/jam NIC Respon Bersihan 1 januari berhubungan 2012 dengan 08.00 - Memonitor tandatanda dan ketidakefektifan pola nafas Ds : - jalan nafas NO Diagnose Paraf keperawatan 1. fisiologis asma 1. 08.00 Nadi : 100x/menit Ds : - Monitor respirasi Do : RR : 54x/ menit dan status oksigen 08.30 2 januri 2012 DO : RR : 54 x/menit - Memonitor tanda-tanda dan ketidakefektifan pola nafas 08.30 Ds : Pasien mengalami sesak nafas Do : RR : 54X/mnt - Monitor respirasi Ds :dan status oksigen Do : - RR : 54X/mnt - Tidak tampak terpasang oksigen 10.00 3januari 2012 08.00 08.30 - Memberikan terapi bronkhodilator berupa atroven 3cc Memonitor tanda-tanda dan ketidakefektifan pola nafas Ds : Do : Pasien tampak lebih relaks Ds : Pasien masih merasa sesak nafas Do : RR : 47X/mnt - Monitor respirasi Ds : dan status oksigen Do : - RR :47X/mnt
  11. 11. -10.00 Kurangnya 1 pengetahuanb 2. Memberikan terapi bronchodilator aminofilin 3cc - Ds : Do : Pasien tampak lebih relaks Menentukan Ds : keluarga pasien januari tingkat mengatakan belum tahu erhubungan 2012 pengetahuan tentang proses penyakit dengan 08.00 yang kurangnya Do : - berhubunga informasi n dengan tentangpenya proses kit penyakit 2. - Menjelaska Ds : keluarga pasien n mengatakan belum patofisisolo mengetahui tentang proses gi penyakit 08.30 penyakit Do :- 09.00 - Menjelaska Ds : keluarga pasien n tentang mengatakan belum tanda dan mengetahui tentang tanda dan gejala gejala proses penyakit proses DO : - penyakit 11.00 - Menganjurk Ds : keluarga pasien an keluarga mengatakan belum tahu tanda mengenai dan gejala dan tanda dan melaporkannya gejala dan Do : - melaporkan
  12. 12. nya 2januari - Menentukan Ds : keluarga pasien 2012 tingkat mengatakan sudah 08.00 pengetahuan mengetahui sebagian dari yang proses penyakit berhubunga Do :keluarga pasien mampu n dengan menjekaskan sebagian dari proses proses penyakit penyakit - Menjelaska Ds : keluuarga pasien n mengatakan sudah patofisisolo mengetahui sebagian gi penyakit 08.30 patofisiologi penyakit Do :keluarga pasien mampu menjekaskan sebagian dari patofiologi penyakit 09.00 - Menjelaska Ds : keluarga pasien n tentang mengatakan sudah tanda dan mengetahui sebagian tentang gejala tanda dan gejala penyakit proses Do : keluarga pasien mampu penyakit menjekaskan sebagian dari tanda dan gejala proses penyakit 11.00 - Menganjurk Ds :keluarga pasien an keluarga mengatakan sudah mulai mengenai melaporkan tanda dan gejala. tanda dan Do :keluarga pasien masih gejaladan jarang untuk melaporkan melaporkan tandadan gejalanya nya
  13. 13. 3 - Menentukan Ds : keluarga pasien januari tingkat mengatakan sudah tahu 2012 pengetahuan semua tentang proses 08.00 yang penyakit berhubunga Do : keluarga pasien sudah n dengan bisa menjelaskan tentang proses proses penyakit penyakit - Menjelaska Ds : keluarga pasien n mengatakan sudah patofisisolo mengetahui tentang gi penyakit 08.30 patofiologis penyakit Do : keluarga pasien mampu menjelaskan patofisiologis penyakit. - Menjelaska Ds : kelurga pasien ntentangtan mengatakan sudah dadangejala mengetahui tentang tanda dan proses gejala proses penyakit penyakit 09.00 Do : keluarga pasien mampu menjelaskan tanda dan gejala proses penyakit 11.00 Menganjurk Ds : keluarga pasien an keluarga mengatakan tentang tanda dan mengenai gejala dan melaporkannya tanda dan Do :kelurarga pasien selalu gejala dan meaporkan tanda dan melaporkan gejalanya nya
  14. 14. EVALUASI N tgl, O jam 1 01 Januari 18.00 2 Diagnosa Keperawatan Bersihan jalan Evaluaskan S : keluarga pasien mengatakan An.P sesak nafas. nafas berhubungan O : RR : 54 A : masalah belum teratasi dengan fisiologis P : lanjutkan intervensi asma - Memonitor tanda-tanda dan ketidakefektifan pola nafas - Monitor respirasi dan status oksigen - Mengkolaborasi dalam pemberian bronkhodilator 02 Januari 18.00 S : keluarga pasien mengatakan sesak nafas dan batuk berkurang. O : - RR : 47 - Pasien sudah jarang tampak batuk dan pilek A : masalah belum teratasi P : lanjutkan intevensi - Memonitor tanda-tanda dan ketidakefektifan pola nafas - Monitor respirasi dan status oksigen - Mengkolaborasi dalam pemberian bronkhodilator 3 03 Januari 18.00 S : keluarga pasien mengatakan An.P sudah tidak batuk dan pilek O : An.P sudah tidak batuk dan pilek RR : 40 A : masalah teratasi P : hentikan intervensi 2. 1 januari 2012 19.00 Kurangnya pengetahuan berhubungan dengan kurangnya informasi tentang S : keluarga pasien belum mengetahui informasi tentang penyakit O: A : masalah belum teratasi P : lanjutkan intervensi - Menentukan tingkat pengetahuan Paraf
  15. 15. penyakit yang berhubungan dengan proses penyakit - Menjelaskan patofisisologi penyakit - Menjelaskan tentang tanda dan gejala proses penyakit - Menganjurkan keluarga mengenai tanda dan gejala dan melaporkannya 2 januari 19.00 S : keluarga pasien mengatakan sudah bisa mengetahui sebagian dari informasi tentang penyakit O : pasien sudah bisa menjelaskan sebagian dari informasi tentang penyakit A : masalah belum teratasi P : lanjutkan intervansi - Menentukan tingkat pengetahuan yang berhubungan dengan proses penyakit - Menjelaskan patofisisologi penyakit - Menjelaskantentangtandadangeja la proses penyakit - Menganjurkan keluarga mengenai tanda dan gejala dan melaporkannya 3 januari 2012 19.00 S : keluarga pasien mengatakan sudah bisa mengetahui semua tentang informasi penyakit O : keluarga pasien sudah bisa menjelaskan semua informasi tentang penyakit A : masalah teratasi P : hentikan intervensi

×