Isi modul dasar elektro ady

1,287 views

Published on

Isi modul dasar elektro ady

Published in: Education
1 Comment
0 Likes
Statistics
Notes
  • Be the first to like this

No Downloads
Views
Total views
1,287
On SlideShare
0
From Embeds
0
Number of Embeds
1
Actions
Shares
0
Downloads
53
Comments
1
Likes
0
Embeds 0
No embeds

No notes for slide

Isi modul dasar elektro ady

  1. 1. Dasar Elektronika BAB I PENDAHULUAN1. Latar Belakang Kapasitor banyak penerapannya pada rangkaian listrik. Kapasitor digunakanuntuk menyetel sirkuit radio dan untuk memuluskan jalan arus terrektifikasi yangberasal dari sumber tenaga listrik. Kapasitor dipakai untuk mencegah adanya bungaapi pada waktu sebuah rangkaian yang mengandung induktansi tiba-tiba dibuka.Efisiensi tranmisi daya arus bolak-balik sering dapat dinaikan dengan menggunakankapasitor besar. Kapasitansi C sebuah kapasitor didefinisikan sebagai perbandingan besar muatanQ pada salah satu konduktornya terhadap besar beda potensial Vab anatara keduakonduktor tersebut : C = Q / Vab Maka berdasarkan definisi ini, satuan kapasitansi ialah satu coulomb per volt atau ( 1 C V-1 ). Kapasitansi sebesar 1 coulomb per volt disebut 1 farad. 1 LABORATORIUM INSTRUMENTASI DAN ELEKTRONIKA INDUSTRI
  2. 2. Dasar Elektronika BAB II. PEMBAHASANMateri yang akan di bahas pada bab ini adalah sebagai berikut : I.Karakteristik Dioda II.Karakteristik Dioda, Zener, dan Photodioda III.Rangkaian Penyearah (Rectifier) IV.Karakteristik Transistor 2 LABORATORIUM INSTRUMENTASI DAN ELEKTRONIKA INDUSTRI
  3. 3. Dasar Elektronika LABORATORIUM TEKNIK ELEKTRO FAKULTAS TEKNIK UNIVERSITAS BORNEO TARAKAN LEMBAR ASISTENSI I. Karakteristik DiodaNAMA : ADY PURNOMONPM : 11301020003KELOMPOK : 3 ( TIGA )TANGGAL PELAKSANAAN PRAKTIKUM : 3 LABORATORIUM INSTRUMENTASI DAN ELEKTRONIKA INDUSTRI
  4. 4. Dasar ElektronikaINSTRUKTUR PRAKTIKUM :PEMBIMBING LAPORAN :ACC LAPORAN : TANDA TANGAN 4 LABORATORIUM INSTRUMENTASI DAN ELEKTRONIKA INDUSTRI
  5. 5. Dasar Elektronika PERCOBAAN 1 KARAKTERISTIK DIODA1.1 Tujuan 1. Mempelajari karakteristik dioda 2. Dapat menggambarkan kurva I – V dioda PN-Junction1.2 Teori Dioda semikonduktor adalah komponen elektronika yang terdiri dari pertemuansemikonduktor jenis P dan jenis N (PN junction). Elektroda yang dihubungkandengan jenis P disebut Anoda, sedangkan yang dihubungkan dengan jenis N disebutKatoda. Dioda akan mengalirkan arus maju (konduksi) jika diberi bias maju (forward)yaitu anoda mendapat tegangan positif dan katoda mendapat tegangan negatif.Sebaliknya jika diberi bias mundur (reverse) maka dioda mempunyai resistansitinggi. Kenyataannya dioda akan konduksi jika diberi tegangan maju yang cukup (0.6V-0,7 V untuk dioda silikon dan 0,2-0.3 V untuk dioda germanium). Setelahmencapai tegangan ini (knee voltage) setiap kenaikan tegangan akan diikuti dengankenaikan arus, artinya pada saat konduksi mempunyai resistansi tertentu. Pada saat dioda diberi bias mundur akan terjadi arus mundur yang kecil, denganadanya arus mundur ini berarti dioda mempunyai resistansi mundur. Arus mundur inisangat terpengaruh oleh perubahan suhu, setiap kenaikan suhu akan diikuti olehkenaikan arus bocor sehingga nilai resitansi mundur akan mengalami penurunan. Karakteristik suatu dioda merupakan hubungan antara tegangan (pada anoda dankatoda) dan arus yang mengalir pada persambungan PN ini. Pada saat dibebani diodaakan mengalirkan arus seperti pada karakteristiknya. Hubungan ini akan tergantungpada besarnya beban dan juga besarnya tegangan yang muncul pada kaki-kaki dioda.1.3 Alat dan komponen yang digunakan 1. Trainer KL 21001 2. Modul KL 25001 blok a 5 LABORATORIUM INSTRUMENTASI DAN ELEKTRONIKA INDUSTRI
  6. 6. Dasar Elektronika 3. Multimeter digital 4. Osiloskop 5. Kabel penghubung1.4 Prosedur Percobaan1.4.1 Percobaan A (Kurva V-I dioda 1N4148/CR1 Metode Volt-Amper) 1. Lengkapi rangkaian pada modul KL 25001 blok a dengan kabel penghubung seperti pada gambar di bawah ini dengan menggunakan dioda 1N4148. R1 2K 12 VDC VR2 10K C C R R 1 2 A 2. Beri tegangan sumber sebesar 12 V DC pada terminal V+. 3. Putar variabel resistor (VR2) untuk mendapatkan tegangan pada dioda sebesar 0.1 V. Catat arus pada tabel 1. 4. Atur tegangan dioda pada langkah 3 untuk mendapatkan tegangan seperti yang tertera pada tabel 1. 5. Susun rangkaian seperti pada gambar di bawah ini dengan menggunakan dioda 1N60. R1 12 VDC 2K VR2 10K C C R R 1 2 A 6. Putar variabel resistor (VR2) untuk mendapatkan tegangan pada dioda sebesar 1 V. Catat arus pada tabel 2. 7. Atur tegangan dioda pada langkah 6 untuk mendapatkan tegangan seperti yang tertera pada tabel 2. 6 LABORATORIUM INSTRUMENTASI DAN ELEKTRONIKA INDUSTRI
  7. 7. Dasar Elektronika1.4.2 Percobaan B (Kurva V-I dioda 1N60/CR2 Metode Volt-Amper) 1. Lakukan langkah kerja seperti pada percobaan A, dengan menggunakan dioda 1N60. 2. Catat semua hasil pengukuran pada tabel 3 dan tabel 4.1.4.3 Percobaan C (Kurva V-I dioda 1N4148/CR1 Metode Osiloskop) 1. Lengkapi rangkaian pada KL 25001 blok a seperti pada gambar di bawah ini. Dan hubungkan potensiometer (VR2) pada rangkaian. R1= 2K TP1 CH2 (Y) VR2 AC 20 Vpp TP2 AC 10K 1KHz GND CR1/ CR2 TP3 CH1 (X) 2. Beri tegangan sumber sebesar 20 Vpp gelombang sinus dengan frekuensi 1 KHz pada rangkaian. 3. Pada osiloskop hubungkan CH2 (Y) ke TP1, GND ke TP2 dan CH1 (X) ke TP3. CH1 (X) digunakan untuk mengukur dan menampilkan tegangan dioda dan CH2 (Y) digunakan untuk mengukur dan menampilkan arus dioda. 4. Pilih mode X-Y dan DC input coupling pada osiloskop. Amati dan catat tampilan gambar osiloskop pada data hasil percobaan. 5. Putar potensiometer (VR2) sebesar 10 KΩ. Amati dan catat perubahan gambar pada osiloskop. 7 LABORATORIUM INSTRUMENTASI DAN ELEKTRONIKA INDUSTRI
  8. 8. Dasar Elektronika1.4.4 Percobaan D (Kurva V-I dioda 1N60/CR1 Metode Osiloskop) 1. Lakukan langkah kerja seperti pada percobaan C, dengan menggunakan dioda 1N60 (CR2). 2. Gambarlah hasil pengukuran dari osiloskop pada data hasil percobaan.1.5 Data Hasil PercobaanTabel 1. VF (V) 0.1 0.2 0.3 0.4 0.5 0.6 0.7 IF(mA) -0,02 -0,02 -0,01 0,07 0,16 1,06 5,58Tabel 2. VR (V) 1 2 3 4 5 IR(mA) -0,01 -0,01 -0,01 -0,01 -0,01Tabel 3. VF (V) 0.1 0.2 0.3 0. 0.5 0.6 0.7 4 IF(mA) 0,0 0,2 0,7 1, 2,4 3,6 5,42 8 3 2 5 4 8Tabel 4. VR (V) 1 2 3 4 5 IR(mA) -0,01 -0,01 -0,01 -0,01 -0,01Buatlah kurva I – V karakteristik dioda dari data hasil percobaan tabel 1, 2, 3 dan 4. 8 LABORATORIUM INSTRUMENTASI DAN ELEKTRONIKA INDUSTRI
  9. 9. Dasar Elektronika 9LABORATORIUM INSTRUMENTASI DAN ELEKTRONIKA INDUSTRI
  10. 10. Dasar Elektronika Gambar Tabel 1 6 5 4 3 2 1 0 0.1 0.2 0.3 0.4 0.5 0.6 0.7 -1 Gambar Tabel 2 0 1 2 3 4 5 -0.002 -0.004 -0.006 -0.008 -0.01 -0.012 Gambar Tabel 3 6 5 4 3 2 1 0 0.1 0.2 0.3 0.4 0.5 0.6 0.7 10LABORATORIUM INSTRUMENTASI DAN ELEKTRONIKA INDUSTRI
  11. 11. Dasar Elektronika Gambar Tabel 4 0 1 2 3 4 5 -0.002 -0.004 -0.006 -0.008 -0.01 -0.0121.6 Analisa Data Pada percabaan A, diode yang digunakan adalah 1N4148/CR1 bias maju,sehingga didapatkan diode tersebut adalah diode silicon, karena pada table 1 terbuktididapatkan diode tersebut 0,7 V dan arus naik dengan pesat senilai 5,58 mA. Lalusaat disusun bias mundur (terbaik), diode tersebut tidak bekerja atau arus tidakmengalir (-0,01mA) pada table 2. Pada percobaan B, diode yang digunakan yaitu 1N60/CR2, bias maju,sehingga didapatkan diode tersebut adalah diode germanium, karena pada table 3terbukti tegangan ambang pada tegangan 0,3 V dan arus naik pesat senilai 0,72 mA.Lalu saat disusun bias mundur (terbalik), diode tersebut tidak bekerja atau arus tidakmengalir (-0,01mA) pada table 4 Pada percobaan C dan D, diode 1N414N8 dan 1N60 digunakan denganmetode. Saat potensio diputar kearah min arah arus searah dengan arah verticalsedangan tegangan searah dengan arah horizontal. Saat diputar kearah max, arah arussearah dengan arah horizontal dan tegangan searah dengan arah vertical.1.7 Kesimpulan - Dioda 1N4148 adalah diode silicon - Dioda 1N60 adalah diode germanium - Jika diode silicon diberi tegangan maju, tegangan ambang antara 0,6 - 0,7 V - Jika diode silicon diberi tegangan mundur, diode tidak bekerja (arus tidak mengalir) 11 LABORATORIUM INSTRUMENTASI DAN ELEKTRONIKA INDUSTRI
  12. 12. Dasar Elektronika- Jika diode germanium diberi tegangan maju, tegangan ambang antara 0,2 – 0,3V- Jika diode germanium dan silicon diberi tegangan mundur, diode tidak bekerja (arus tidak mengalir) LABORATORIUM TEKNIK ELEKTRO 12LABORATORIUM INSTRUMENTASI DAN ELEKTRONIKA INDUSTRI
  13. 13. Dasar Elektronika FAKULTAS TEKNIK UNIVERSITAS BORNEO TARAKAN LEMBAR ASISTENSI II. Karakteristik Dioda Zener, Led dan PhotodiodaNAMA : ADY PURNOMONPM : 11301020003KELOMPOK : 3 ( TIGA )TANGGAL PELAKSANAAN PRAKTIKUM :INSTRUKTUR PRAKTIKUM :PEMBIMBING LAPORAN :ACC LAPORAN : TANDA TANGAN 13 LABORATORIUM INSTRUMENTASI DAN ELEKTRONIKA INDUSTRI
  14. 14. Dasar Elektronika 14LABORATORIUM INSTRUMENTASI DAN ELEKTRONIKA INDUSTRI
  15. 15. Dasar Elektronika PERCOBAAN 2 KARAKTERISTIK DIODA ZENER, LED DAN PHOTODIODA2.1 Tujuan 1. Memahami karakteristik dioda zener 2. Memahami karakteristik LED 3. Memahami karakteristik photodioda2.2 Alat dan komponen yang digunakan 1. Trainer KL 22001 2. KL 25001 3. Multimeter Digital 4. Osiloskop2.3 Teori2.3.1 Dioda Zener Dioda zener adalah suatu dioda yang terbuat dari bahan silikon. Dioda inimemiliki karakteristik terbalik. Gambar simbol dioda zener adalah seperti di bawahini:Jika dioda diberi tegangan bias mundur yang dinaikkan dengan berangsur, maka padasuatu saat , kuat arus yang mengalir naik secara drastis. Titik tegangan dimana hal initerjadi disebut dengan tegangan tembus (brekdown voltage) atau tegangan zener.Pemanfaatan dioda zener ini digunakan sebagai stabilisasi dalam pencatu daya. 15 LABORATORIUM INSTRUMENTASI DAN ELEKTRONIKA INDUSTRI
  16. 16. Dasar Elektronika2.3.2 Dioda cahaya (LED / Light Emitting Diode) Dioda cahaya (LED) adalah suatu jenis dioda yang apabila diberi teganganmaju , arus majunya akan membangkitkan cahaya pada pertemuan PNnya. Gambarsimbol LED adalah seperti di bawah ini:Dioda cahaya ini tidak terbuat dari bahan silikon dan germanium, tetapi dari bahangallium (Ga), arsen (As) dan fosfor (P) atau disingkat (GaAsP).Tegangan maju antara anoda dan katoda berkisar antara 1,5 ......2 V. Dan arusmajunya antara 5.....20mA, tergantung tipe dioda.2.3.3 Photo Dioda Photo dioda adalah suatu jenis dioda yang perlawana terbaliknya yangberubah-ubah jika cahaya yang jatuh pada dioda itu berubah-ubah kuatnya. Gambarsimbol photo dioda adalah seperti di bawah ini:Dalam gelap, perlawanan terbaliknya sangat besar, hingga kemungkinan tidak adaarus yang mengalir. Makin kuat cahaya yang jatuh pada dioda, makin menurunperlawananya, dan arus makin besar yang mengalir.Photo dioda pada rangkaian dipasang dengan memberikan tegangan bias mundur(reverse bias).2.4 Prosedur Percobaan2.4.1 Dioda Zener 16 LABORATORIUM INSTRUMENTASI DAN ELEKTRONIKA INDUSTRI
  17. 17. Dasar Elektronika 1. Lengkapi rangkaian pada KL 25001 blok a seperti pada gambar di bawah ini. Dan hubungkan potensiometer (VR2) pada rangkaian. R1= 2K TP1 CH2 (Y) VR2 AC 20 Vpp TP2 10K AC 1KHz GND CR3 TP3 CH1 (X) 2. Beri tegangan sumber sebesar 20 Vpp gelombang sinus dengan frekuensi 1 KHz pada rangkaian. 3. Pada osiloskop hubungkan CH2 (Y) ke TP1, GND ke TP2 dan CH1 (X) ke TP3. CH1 (X) digunakan untuk mengukur dan menampilkan tegangan dioda dan CH2 (Y) digunakan untuk mengukur dan menampilkan arus dioda. 4. Pilih mode X-Y dan DC input coupling pada osiloskop. Amati dan catat tampilan gambar osiloskop pada data hasil percobaan. 5. Putar potensiometer (VR2) sebesar 10 KΩ. Amati dan catat perubahan gambar pada osiloskop.2.4.2 LED 1. Susun rangkaian seperti pada gambar di bawah ini. 470 10K CR4 V 12V A 17 LABORATORIUM INSTRUMENTASI DAN ELEKTRONIKA INDUSTRI
  18. 18. Dasar Elektronika 2. Putar VR pada posisi maksimum, catat nilai arus dan tegangan pada multimeter. Dan perhatikan kecerahan LED. 3. Putar VR pada posisi minimum, catat nilai arus dan tegangan pada multimeter. Dan perhatikan kecerahan LED. 4. Putar VR supaya menghasilkan arus sebesar 10 mA. Catat tegangan dan perhatikan kecerahan LED.2.4.3 Photodioda 1. Susunlah modul KL 22001 blok e, seperti pada gambar dibawah ini. 2. Catat arus yang terukur pada ampermeter.2.5 Data Hasil Percobaan2.5.1 Dioda Zener 18 LABORATORIUM INSTRUMENTASI DAN ELEKTRONIKA INDUSTRI
  19. 19. Dasar Elektronika2.5.2 LED VR Maksimum Minimum IF (mA) 20,22 1,02 10 Brightness Terang Redup Sedang VF (V) 2,41 1,827 2,1312.5.2 Photodioda Brilliant Light IR = 5,89 mA RD = 2,037 Ω Poor light IR = 0,05 mA RD = 240 mΩ2.6 Analisa Data 1. Dioda Zener Saat potensiometer diputar kearah min Osiloskop akan menggambarkan dioda zener dalam bentuk kurva. Didalam kurva, arus ditunjukkan dengan garis vertical sedangkan tegangan ditunjukkan dengan titik. Saat potensio digeser menjadi setengah ( half ), maka arus membentuk garis miring () dan tegangan juga membentuk garis miring (/). Disaat potensio diputar max, maka arus akan menjadi horizontal dan tegangan menjadi garis miring (/). 2. Dioda LED Cahaya yang ada pada dioda LED akan berfungsi jika ada tegangan dan arus. Saat VR diputar kearah maksimum (20.42 mA & 2.411 V) kecerahan pada dioda LED terang. Saat VR diputar kearah maksimum (1.03 mA & 1.834 V) kecerahan pada Dioda LED menjadi redup. Saat VR diputar pada arus I f = 10 mA, maka kecerahan pada dioda LED menjadi sedang dan tegangan adalah 2.129 V. 19 LABORATORIUM INSTRUMENTASI DAN ELEKTRONIKA INDUSTRI
  20. 20. Dasar Elektronika 3. Photodioda Dari table yang didapat, saat photodioda diberikan cahaya yang sangat terang, akan didapat arus sebesar 22.15 mA dan ketika photodiode diberikan cahaya yang redup, maka arus yang didapatkan sebesar 0.03 mA. Lalu untuk mengukur tahanan photodioda dengan menggunakan rumus, RD = V/IR Cahaya Terang Cahaya Redup Dik : Dik : V = 12 v V = 12 v IR = 5.89 mA IR = 0.05 mA Dit : Dit : RD =? RD =? Saat diberikan cahaya, tahanan pada photodiode akan menjadi kecil dan saat tidak diberikan cahaya, maka tahanannya menjadi besar.2.8 Kesimpulan • Dioda zener digunakan untuk menghasilkan tegangan keluaran yang stabil • LED adalah dioda yang mengubah energi listrik menjadi energi cahaya. • Photodioda menyerap energi cahaya menjadi energi listrik. 20 LABORATORIUM INSTRUMENTASI DAN ELEKTRONIKA INDUSTRI
  21. 21. Dasar Elektronika LABORATORIUM TEKNIK ELEKTRO FAKULTAS TEKNIK UNIVERSITAS BORNEO TARAKAN LEMBAR ASISTENSI III. Rangkaian Penyearah (Rectifier) 21LABORATORIUM INSTRUMENTASI DAN ELEKTRONIKA INDUSTRI
  22. 22. Dasar ElektronikaNAMA : ADY PURNOMONPM : 11301020003KELOMPOK : 3 ( TIGA )TANGGAL PELAKSANAAN PRAKTIKUM :INSTRUKTUR PRAKTIKUM :PEMBIMBING LAPORAM :ACC LAPORAN : TANDA TANGAN PERCOBAAN 3 RANGKAIAN PENYEARAH (RECTIFIER)3.1 Tujuan 1. Memahami cara kerja penyearah 2. Dapat menggunakan kapasitor sebagai filter rangkaian penyearah 22 LABORATORIUM INSTRUMENTASI DAN ELEKTRONIKA INDUSTRI
  23. 23. Dasar Elektronika3.2 Teori Penyearah merupakan suatu rangkaian yang dapat mengubah tegangan ACmenjadi tegangan DC yang berdenyut. Pada umumnya penyearah dibagi menjadi duajenis, yaitu penyearah setengah gelombang dan penyearah gelombang penuh. Inimenggunakan sifat dioda secara umum. Pada setengah perioda positif dioda akanmendapat bias maju, sedangkan pada setengah perioda negatif akan mendapat biasmundur. Hal ini yang menyebabkan tegangan pada RL merupakan sinyal setengahgelombang. Tegangan DC dari hasil penyearahan ini adalah V DC = VP/π. Antara sinyalmasukan dan sinyal keluaran mempunyai perioda yang sama, sehingga frekuensikeluaran pada penyearah setengah gelombang sama dengan frekuensi masukannya (f o= fm).Dalam rangkaian penyearah, tegangan DC yang dihasilkan masih mempunyaiperubahan-perubahan (riak, ripple) yang besar. Untuk menghasilkan tegangan DCyang benar-benar rata diperlukan rangkaian filter (penyaring) yang dapatmenghilangkan/ mengurangi tegangan riaknya. Komponen-komponen yang dapat digunakan sebagai filter adalah komponen-komponen reaktif (L dan C). Induktor mempunyai sifat penahan AC sedangkankapasitor mempunyai sifat sebagai pelolos (pass) untuk sinyal AC sehinggamenghasilkan sinyal DC yang baik dapat dibuat rangkaian filter denganmenggunakan inductor, kapasitor atau gabungan keduanya. Filter yang sangat umum digunakan dan murah menggunakan kapasitor.Penyearah yang baik mempunyai konstanta RC yang besar. Konstanta RC minimal10 kali T.3.3 Alat dan komponen yang digunakan 1. Trainer KL 21001 2. Modul KL 13007 blok b 3. Multimeter digital 4. Osiloskop 5. Kabel penghubung 23 LABORATORIUM INSTRUMENTASI DAN ELEKTRONIKA INDUSTRI
  24. 24. Dasar Elektronika3.4 Prosedur Percobaan3.4.1 Half-wave Rectifier 1. Lengkapi modul KL 13007 blok b dengan kabel penghubung seperti pada gambar di bawah ini. 2. Gunakan osiloskop, ukur, catat dan gambar Vpp dan T pada tegangan input (Vin). 3. Gunakan osiloskop, ukur, catat dan gambar tegangan yang melalui R4 (Vout). 4. Dan gunakan voltmeter AC dan DC untuk mengukur Vout. Vp 5. Hitung tegangan (VDC)dengan menggunakan rumus VDC = π 6. Hubungkan C1 pada rangkaian seperti pada gambar di bawah ini, dengan menggunakan kabel penghubung, ukur dan catat Vout dengan menggunakan osiloskop dan voltmeter AC dan DC. 7. Hubungkan C2 pada rangkaian seperti pada gambar di bawah ini, dengan menggunakan kabel penghubung, ukur dan catat Vout dengan menggunakan osiloskop dan voltmeter AC dan DC. 24 LABORATORIUM INSTRUMENTASI DAN ELEKTRONIKA INDUSTRI
  25. 25. Dasar Elektronika3.4.2 Full-wave Rectifier 1. Ulangi langkah kerja seperti pada langkah percobaan half-wave untuk rangkaian seperti pada gambar-gambar di bawah ini. 2. Catat dan gambar hasil pengukuran pada data hasil percobaan tabel 2. 3. Ulangi langkah seperti pada langkah 1, untuk gambar-gambar seperti di bawah ini. 25 LABORATORIUM INSTRUMENTASI DAN ELEKTRONIKA INDUSTRI
  26. 26. Dasar Elektronika4. Catat dan gambar hasil pengukuran pada data hasil percobaan tabel 3. 26 LABORATORIUM INSTRUMENTASI DAN ELEKTRONIKA INDUSTRI
  27. 27. Dasar Elektronika3.5 Data Hasil Percobaan Tabel 1. Half-wave Rectifier Osiloskop Voltmeter 27 LABORATORIUM INSTRUMENTASI DAN ELEKTRONIKA INDUSTRI
  28. 28. Dasar Elektronika Vin = 26.8 V Vin = 9,55 V (Vrms) 9,55 x = 13,50 V (Vp) 13,50 x 2 = 27 V (Vpp)Tanpa CI dan C2 Vout = (VDC) = 3,98 V Vout = 13,6 V (Vrms) Vout = (VAC) = 3,37 V (Vrms)Dengan C1 dan C2 Vout (VDC) =12,14 V Vout = 480 mV (Vrms) Vout (VAC) = 0,136 V (Vrms) Tabel 2. Full-wave Rectifier (2 Dioda) Osiloskop Voltmeter 28 LABORATORIUM INSTRUMENTASI DAN ELEKTRONIKA INDUSTRI
  29. 29. Dasar ElektronikaTanpa C1 dan C2 Vout (VDC) = 7,99 VVout = 13,2 V (Vpp) (Vrms) Vout (VAC) = 3,92 V (Vrms)Dengan C1 Vout (VDC) = 11,78 VVout = 1,68 V (Vpp) (Vrms) Vout (VAC) = 0,476 V (Vrms)Dengan C1 dan C2 Vout (VDC) = 12,28 VVout = 244 mV (Vrms)(Vpp) Vout (VAC) = 0,062 V (Vrms) Tabel 3. Full-wave Rectifier (4 Dioda) Osiloskop Voltmeter 29 LABORATORIUM INSTRUMENTASI DAN ELEKTRONIKA INDUSTRI
  30. 30. Dasar ElektronikaTanpa C1 dan C2 Vout (VDC) = 7,41 VVout = 12,4 V (Vpp) (Vrms) Vout (VAC) = 3,39 V (Vrms)Dengan C1 Vout (VDC) = 11,14 VVout = 1,58 V (Vpp) (Vrms) Vout (VAC) = 0,445 V (Vrms)Dengan C1 dan C2 Vout (VDC) = 11,55 VVout = 220 mV (Vrms)(Vpp) Vout (VAC) = 0,057 V ( Vrms)3.6 Analisa Data 1. Half-wave Rectifier 30 LABORATORIUM INSTRUMENTASI DAN ELEKTRONIKA INDUSTRI
  31. 31. Dasar Elektronika Saat diberi tegangan input sebesar 27 Vpp, tegangan keluaran DC dari penyearah 4.01 dapat dicari dengan persamaan Vp / π dan V out AC 3.668 v. Kemudian ketika rangkaian ditambahkan capasitor C. V out DC meningkat menjadi 10.95 V dan V out AC 1.034 V riak gelombang yang dihasilkan lebih kecil dibandingkan tanpa kapasitor C, yang mempunyai riak yang lebih besar. Kemudian saat rangkaian ditambahkan kapasitor lagi yang disusun secara parallel. V out yang dihasilkan lebih besar dan V AC nya lebih kecil, artinya riak pada gelombang menjadi lebih kecil dan gelombang tegangan semakin lurus.2. Full-wave Rectifier Ada dua rangkaian penyearah gelombang penuh yaitu penyearah dengan 2 dioda dan 4 dioda penyearah. Dengan dioda menggunakantrafo yang memiliki 4 CT (Center Tap). Sedangkan yang menggunakan 4 dioda menggunakan trafo tanpa CT maupun trafo yang memiliki CT. V out DC dari hasil penyearah gelombang penuh tanpa C1 dan C2 lebih besar dari pada penyearah setengah gelombang riak atau rippel pada penyearah gelombang penuh lebih kecil dibandingkan dengan penyearah dengan 1 dioda. Gelombang yang dihasilkan pada penyearah gelombang penuh untuk siklus setengah gelombang pertama memiliki setengah gelombang begitu pula siklus setengah gelombang berikutnya. 31 LABORATORIUM INSTRUMENTASI DAN ELEKTRONIKA INDUSTRI
  32. 32. Dasar Elektronika3.7 Kesimpulan • Penambahan kapasitor pada penyearah dapat memperkecil riak pada gelombang AC • Semakin besar nilai kapasitor yang dipasang pada rangkaian penyearah semakin kecil riak tegangan DC yang dihasilkan. 32 LABORATORIUM INSTRUMENTASI DAN ELEKTRONIKA INDUSTRI
  33. 33. Dasar Elektronika LABORATORIUM TEKNIK ELEKTRO FAKULTAS TEKNIK UNIVERSITAS BORNEO TARAKAN LEMBAR ASISTENSI IV. Karakteristik TransistorNAMA : ADY PURNOMONPM : 11301020003KELOMPOK : 3 ( TIGA )TANGGAL PELAKSANAAN PRAKTIKUM :INSTRUKTUR PRAKTIKUM :PEMBIMBING LAPORAM :ACC LAPORAN : 33 LABORATORIUM INSTRUMENTASI DAN ELEKTRONIKA INDUSTRI
  34. 34. Dasar Elektronika TANDA TANGAN PERCOBAAN 4 KARAKTERISTIK TRANSISTOR4.1 Tujuan 1. Memahami bagaimana menguji transistor bipolar PNP dan NPN. 2. Membuat kurva karakteristik kolektor transistor.4.2 Teori Transistor ada beberapa jenis. Yang biasa sering dijumpai adalah jenis PNPdan NPN. Transistor ini terdiri dari bahan-bahan yang dipertemukan yaitu bahan jenisP dan jenis N. Simbol Transistor NPN Simbol Transistor PNP Transistor terdiri dari 3 kawat penyambung. Kawat yang menunjukkan tandapanah adalah emitter, kawat yang berada di tengah adalah basis dan kawat yangberada paling atas adalah kolektor.4.3 Alat dan komponen yang digunakan 1. Trainer KL 21001 2. Modul KL 13007 blok c 34 LABORATORIUM INSTRUMENTASI DAN ELEKTRONIKA INDUSTRI
  35. 35. Dasar Elektronika 3. Multimeter digital 4. Kabel penghubung4.4 Prosedur Percobaan 1. Letakkan modul KL 13007 pada trainer KL 21001 dan pilih blok c. 2. Pilih selektor range Rx 100 pada ohmmeter. Hubungkan kabel hitam (baterai +) ke terminal B pada TR1 dan kabel merah (baterai -) pada terminal E untuk hubungan/pertemuan E – B atau terminal C untuk gabungan C – B. Ukur dan catat resistansi maju RF pada E – B dan C – B pada tabel 1. 3. Pilih selektor range Rx 10K pada ohmmeter. Hubungkan kabel merah (baterai -) ke terminal B pada TR1 dan kabel hitam (baterai +) ke terminal E untuk E – B dan C – B. Ukur dan catat resistansi mundur R R pada E – B dan C – B pada tabel 1. 4. Ulangi langkah 2 untuk TR2. 5. Ulangi langkah 3 untuk TR2. 6. Lengkapi rangkaian seperti pada gambar. 7. Beri tegangan sumber sebesar 12 VDC Ke V+. VR2 digunakan untuk mengatur arus basis (Ib) pada TR1. VR3 digunakan untuk mengatur tegangan antara kolektor dan emitter. (VCE). 8. Set VR3 pada posisi tengah. Perlahan putar VR2 ke kanan dan ukur tegangan jatuh yang melalui R6 0.1 V yang ditunjukkan pada voltmeter. Hitung arus Ib. 9. hubungkan voltmeter antara terminal C dan E. Perlahan putar VR3 1 V (VCE). 35 LABORATORIUM INSTRUMENTASI DAN ELEKTRONIKA INDUSTRI
  36. 36. Dasar Elektronika 10. Ukur tegangan jatuh yang melalui R7. Hitung Ic = V R7/R7 dan catat nilainya pada tabel 2. 11. Ulangi langkah 9 dan 10 untuk nilai VCE dan Ic yang tertera pada tabel 2. 12. Set arus basis Ib = 20 µA dengan memutar VR2 ke kanan VR6 = 0.2 V. 13. Putar VR3 untuk VCE = 1 V. 14. Ukur tegangan jatuh yang melalui R7. Hitung arus Ic dan catat pada tabel 3. 15. Ulangi langkah 9 dan 10 sesuai pada tabel 3. 16. Set arus basis Ib = 30 µA dengan memutar VR2 ke kanan untuk VR6 = 0.3 B. 17. Putar VR3 untuk VCE = 1 V. 18. Ukur tegangan jatuh yang melalui R7 dan catat pada tabel 4. 19. ulangi langkah 17 dan 18 untuk nilai VCE dan Ic seperti pada tabel 4. 20. Gambarkan grafik Ic dan VCE hasil tabel 2, 3 dan 4. 21. Cari nilai β dari grafik. Dan hitung α.4.5 Data Hasil PercobaanTabel 1 RF E - B RF C - B RR E - B RR C- B TR1 NPN 700 700 TR2 PNP 700 700Tabel 2 Ib = 10 µA VCE (V) 1 2 3 4 5 6 Ic (mA) VR 7 1,273 V 1,32 V 1,321 V 1,34 V 1,35 V 1,354 (V) VIc1 = VR7 / R7 = 1,273 / 988 = 0,0012885 A = 1,28 mAIc2 = VR7 / R7 = 1,32 / 988 36 LABORATORIUM INSTRUMENTASI DAN ELEKTRONIKA INDUSTRI
  37. 37. Dasar Elektronika = 0,001336 A = 1,33 mAIc3 = VR7 / R7 = 1,321 / 988 = 0,001337 A = 1,337 mAIc4 = VR7 / R7 = 1,34 / 988 = 0,0013563 A = 1,35 mAIc5 = VR7 / R7 = 1,35 / 988 = 0,0013664 A = 1,3664 mAIc6 = VR7 / R7 = 1,354 / 988 = 0,00137704 A = 1,3704 mATabel 3 Ib = 20 µA VCE (V) 1 2 3 4 5 6 Ic (mA) VR 7 3,137 V 3,155 V 3,127 V 3,216 V 3,220 V 3,300 V (V)Ic1 = VR7 / R7 = 3,137 / 988 = 0,0031751 A = 3,1751 mAIc2 = VR7 / R7 = 3,155 / 988 = 0,0031933 A = 3,1933 mAIc3 = VR7 / R7 = 3,127 / 988 = 0,003165 A = 3,165 mAIc4 = VR7 / R7 = 3,216 / 988 = 0,0032551 A = 3,2551 mA 37 LABORATORIUM INSTRUMENTASI DAN ELEKTRONIKA INDUSTRI
  38. 38. Dasar ElektronikaIc5 = VR7 / R7 = 3,220 / 988 = 0,0032591 A = 3,2591 mAIc6 = VR7 / R7 = 3,300 / 988 = 0,0033401 A = 3,3401 mATabel 4 Ib = 30 µA VCE (V) 1 2 3 4 5 6 Ic (mA) VR 7 4V 4,01 V 4V 4,24 V 4,20 V 3,55 V (V)Ic1 = VR7 / R7 = 4 / 988 = 0,0040486 A = 4,0486 mAIc2 = VR7 / R7 = 4,01 / 988 = 0,0040587 A = 4,0587 mAIc3 = VR7 / R7 = 4 / 988 = 0,0040486 A = 4,0486 mAIc4 = VR7 / R7 = 4,24 / 988 = 0,0042915 A = 4,2915 mAIc5 = VR7 / R7 = 4,20 / 988 = 0,004251 A = 4,251 mAIc6 = VR7 / R7 = 3,55 / 988 = 0,0035931 A = 3,5931 mA 38 LABORATORIUM INSTRUMENTASI DAN ELEKTRONIKA INDUSTRI
  39. 39. Dasar Elektronika4.6 Analisa DataDari percobaan diatas dapat disimpulkan, yaitu • Untuk menentukan transistor PNP dan NPN dengan cara melakukan pengukuran pada tahanan transistor. • Ketika transistor dibias maju untuk transistor NPN nilairesistornya sangat besar dibandingkan bias mundur. Untuk transistor PNP, bahan yang didapat kebalikan dari transistor NPN. • Dari kurva transistor didapat 3 daerah kerja, yaitu : o Daerah aktif o Daerah Satuasi o Daerah cut off • Aplikasi transistor pada daerah aktif biasanya banyak digunakan amplifier dan pada daerah cut off banyak digunakan sebagai sakelar atau pemutus. 39 LABORATORIUM INSTRUMENTASI DAN ELEKTRONIKA INDUSTRI
  40. 40. Dasar Elektronika • Pada bias maju yaitu pertemuan E – B dan C – B kabel merah alat ukur dihubungkan limitor ke lasis. Atau dapat juga dihubungkan colektor (C) ke base / basis.4.7 Kesimpulan • Untuk mengetahui jenis transistor NPN atau PNP dapat menggunakan ohmmeter. • Rangkaian percobaan merupakan rangkaian resistor yang menggunakan transistor NPN Common Emitor. • Dari pengukuran, didapat kurva VCE dan IC. Dari kurva tersebut dapat diperoleh daerah kerja transistor. 40 LABORATORIUM INSTRUMENTASI DAN ELEKTRONIKA INDUSTRI
  41. 41. Dasar Elektronika BAB III PENUTUP Kesimpulan 1. Karakteristik Dioda - Dioda 1N4148 adalah diode silicon - Dioda 1N60 adalah diode germanium - Jika diode silicon diberi tegangan maju, tegangan ambang antara 0,6 - 0,7 V - Jika diode silicon diberi tegangan mundur, diode tidak bekerja (arus tidak mengalir) - Jika diode germanium diberi tegangan maju, tegangan ambang antara 0,2 – 0,3V - Jika diode germanium dan silicon diberi tegangan mundur, diode tidak bekerja (arus tidak mengalir) 2. Karakteristik Dioda Zener, Led dan Photodioda - Dioda zener digunakan untuk menghasilkan tegangan keluaran yang stabil - LED adalah dioda yang mengubah energi listrik menjadi energi cahaya. - Photodioda menyerap energi cahaya menjadi energi listrik. 41 LABORATORIUM INSTRUMENTASI DAN ELEKTRONIKA INDUSTRI
  42. 42. Dasar Elektronika 3. Rangkaian Penyearah (Rectifier) - Penambahan kapasitor pada penyearah dapat memperkecil riak pada gelombang AC - Semakin besar nilai kapasitor yang dipasang pada rangkaian penyearah semakin kecil riak tegangan DC yang dihasilkan. 4. Karakteristik Transistor - Untuk mengetahui jenis transistor NPN atau PNP dapat menggunakan ohmmeter. - Rangkaian percobaan merupakan rangkaian resistor yang menggunakan transistor NPN Common Emitor. - Dari pengukuran, didapat kurva VCE dan IC. Dari kurva tersebut dapat diperoleh daerah kerja transistor. Adapun kesimpulan yang dapat diambil dari pelaksanaan pratikum iniadalah sebagai berikut:a. Dalam pelaksanaan praktek, kesalahan manusia dapat mempengaruhi hasil dari pengukuran suatu objek elektronika.b. Elektronika merupakan salah satu bagian terpenting dalam kehidupan, karena mencakup hamper semua sapek kebutuhan manusia. 42LABORATORIUM INSTRUMENTASI DAN ELEKTRONIKA INDUSTRI
  43. 43. Dasar Elektronika SaranSaran saya terhadap pratikum selanjutnya yaitu agar pratikum diajari lebih mendalamkarena menurut saya elektronika sangat penting untuk dipelajari. 43 LABORATORIUM INSTRUMENTASI DAN ELEKTRONIKA INDUSTRI

×