Bab i

1,447 views

Published on

Published in: Investor Relations
0 Comments
0 Likes
Statistics
Notes
  • Be the first to comment

  • Be the first to like this

No Downloads
Views
Total views
1,447
On SlideShare
0
From Embeds
0
Number of Embeds
5
Actions
Shares
0
Downloads
15
Comments
0
Likes
0
Embeds 0
No embeds

No notes for slide

Bab i

  1. 1. 1 BAB I PENDAHULUAN1.1 LATAR BELAKANG Menganalisis buku teks adalah salah satu cara agar kita mengetahui sejauh mana kwalitas buku teks yang kita pakai pada sistem pembelajaran. Buku teks memiliki peranan penting bagi guru dan siswa selain sebagai bahan acuan pembelajaran dan sebagai sarana untuk membantu belajar siswa. Buku teks pula membantu siswa untuk memahami materi yang akan mereka pelajari dengan membaca dan memahaminya. Buku teks yang baik haruslah menarik dan mampu meransang minat siswa untuk termotivasi belajar. Dengan buku yang menarik siswa akan mau belajar dan tertarik untuk memahami materi pembelajaran. Teori yang di pakai untuk menganalisis berdasarkan Greene dan Petty yang memaparkan 10 kriteria cara penulisan buku yang tergolong berkwalitas dan baik. Buku teks yang mampu membimbing siswa untuk lebih mudah memamahami pelajaran. Dari analisis satu bab buku tersebut dapat kita ketahui apakah buku teks tersebut bermanfaat bagi pembelajaran siswa dan guru serta mampu memandu siswa untuk memahami materi pembelajaran. Berdasarkan pendapat Greene dan Petty ada 10 kriteria yang harus dipenuhi untuk buku teks yang berkwalitas komponen tersebut adalah buku teks harus menarik minat anak-anak, buku teks harus mampu memberi motivasi bagi siswa, buku teks juga harus memuat
  2. 2. 2ilustrasi yang menarik hati para siswa-siswanya. Buku teks seyogianyalah harusmempertimbangkan aspek-aspek linguistik, lalu buku teks juga haruslahberhubungan erat dengan pelajaran-pelajaran lainnya, serta buku teks juga harusmenstimulasi, merangsang aktivitas-aktivitas pribadii para siswa. Kemudian bukuteks haruslah dengan sadar dan tegas menghindari konsep-konsep yang samar-samar, selanjutnya buku teks juga harus mempunyai sudut pandang yang jelas.Selain itu buku teks haruslah mampu memberi pemantapan penekanan nilai-nilaianak dan orang dewasa serta buku teks harus menghargai perbedaan-perbedaanpribadi para siswa dan pemakainnya.Dari hasil penganalis yang telah dilakukan,dimulai dengan membaca buku, memahami materi, lalu menentukan apa yangakan di nilai dan menganalisis serta mendiskripsikannya selanjutnya memberikankesimpulan dan saran. Dari kegiatan menganalisis satu bab buku teks BahasaIndonesia Kelas XI dengan standar Kurikulum Berbasis Kompetensi 2004,diharapkan mampu mengetahui kwalitas buku teks yang telah di analis danmengetahui manfaatnya bagi siswa dan hasil pengamatan berdasarkan analisis. Buku teks memiliki keterkaitan dengan proses pembelajaran. Oleh karena itu,setiap guru dan lebih-lebih calon guru hendaknya membekali dirinya denganpengetahuan tentang telaah buku teks.Kehadiran buku teks di lembaga pendidikanyang memang kondisinya sangat kompleks sudah tentu mempunyai nilai tertentu.Nilai butu teks bergantung pada bobotnya, juga pada misi, dan juga fungsinya.Buku teks dikatakan mempunyai nilai yang tinggi dalam proses belajar mengajarkarena adanya kenyataan bahwa pemegang mata pelajaran bahasa Indonesia di
  3. 3. 3sekolah-sekolah tidak sedikit bukan bidangnya. Jelas, mereka menguasai bidangbahasa Indonesia sebagi materi pelajaran, tetapi tidak banyak mengeetahuistrategi pengajaran bahasa Indonesia, menentukan materi pelajaran, menyajikanmateri pelajaran, dan tidak bisa mengevaluasi hasil belajar-mengajar.Dalam interaksi belajar-mengajar tidak hanya diperlukan seorang pengajar danpeserta didik, melainkan juga diperlukan sebuah alat pembelajaran. Salah satunyaadalah buku teks (BT). Dengan adanya buku teks, guru dan siswa akan terbantudalam memperlancar proses belajar-mengajar.Seorang guru diharapkan memilikipengetahuan, keterampilan dan sikap kritis terhadap keberadaan buku tekssebagai pendukung kurikulum yang berlaku, yang pengadaannya semakin gencardilakukan. Tahap selanjutnya, guru dapat mengkaji buku teks dan hubungannyadengan kurikulum sehingga guru tidak hanya sekadar menerima apa saja yang adadalam buku teks, namun mampu memahami, mengkritisi dengan menelaah bukuteks, yang pada akhirnya guru mampu menyusun sebuah buku teks sederhana.Paling tidak buku teks tersebut digunakan di lingkungan sekolah yangbersangkutan saja.Buku teks memegang peranan penting dalam pengajaran yangdapat memperlancar aktivitas siswa dalam pembelajaran, baik di dalam kelasmaupun di luar kelas. Semakin baik kualitas buku teks, maka semakin sempurnapengajaran mata pelajaran yang ditunjang oleh buku teks tersebut. termasuk matapelajaran Bahasa Indonesia. Buku teks mengenai bahasa Indonesia yang bermutu,jelas akan meningkatkan kualitas pengajaran bahasa Indonesia dan hasilpengajaran bahasa Indonesia.Sebuah buku teks tidak hanya perlu ditelaah dari
  4. 4. 4 segi nilainya, tetapi juga ditelaah dari segi jangkauan materi pelajarannya. Jangkauan materi pelajaran yang dimaksud adalah luas lingkup masalah yang berhubungan dengan system dan struktur bahasa serta pemakaian bahasa. Banyaknya pengadaan buku teks oleh pihak-pihak penerbit, menyebabkan guru kesulitan dan kebingungan dalam menentukan buku teks yang akan digunakan. Oleh karena itu, seperti hal yang penulis ungkapkan di atas, seorang guru harus pandai memilih buku teks yang sesuai dengan kurikulum dan kebutuhan siswa agar tujuan pembelajaran dapat tercapai dengan baik. Pengadaan buku teks yang disajikan oleh banyak penulis membuat kualitas buku teks juga menjadi beragam. Ada buku teks yang memiliki kualitas tinggi, kualitas sedang, dan ada pula buku teks yang memiliki kualitas rendah.Berdasarkan pemaparan di atas, maka sudah sepatutnya seorang guru memiliki pengetahuan dan keterampilan dalam menelaah sebuah buku teks untuk menyesuaikan buku teks dengan kurikulum yang berlaku sehingga tujuan pembelajaran dapat tercapai dengan maksimal.1.2 RUMUSAN MASALAH 1. Bagaimana isi buku teks ditinjau dari segi jangkauan materi pelajarannya? 2. Apa saja pendekatan atau metode yang digunakan dalam mengaplikasikan materi pelajaran dengan keterampilan siswa? 3. Bagaimana presentase masing-masing jangkauan materi?1.3 TUJUAN PENULISAN 1. Untuk mengetahui isi buku teks ditinjau dari segi jangkauan materi pelajarannya.
  5. 5. 52. Untuk mengetahui pendekatan atau metode yang dugunakan dalam mengaplikasikan materi pelajaran dengan keterampilan siswa.3. Untuk mengetahui presentase masing-masing jangkauan materi.
  6. 6. 6 BAB II KAJIAN TEORIA. MATERI PELAJARAN DITINJAU DARI SEGI ISINYA Dilihat dari segi isi materinya pelajaran yang akan diajarkan oleh guru harus benar-benar dipahami dan dikuasai oleh siswa. Karena penulis menelaah mengenai buku teks bahasa Indonesia, maka isi buku teks yang dibicarakan memuat materi pelajaran yang berupa bahasa Indonesia. Namun, tidak semua materi pelajaran bahasa Indonesia harus disajikan dalam buku teks mengingat adanya perbedaan tingkat lembaga pendidikan (SD, SMP, dan SMA). Pada kesempatan ini penulis menelaah buku teks bahasa Indonesia yang berjudul AKTIF DAN KREATIF BERBAHASA INDONESIA untuk kelas XIISMA/MA Program Bahasa, karangan Abdi Abdul Somad dkk. yang menggunakan kurikulum berbasis kompetensi (KBK). Dalam materi buku teks yang menjadi focus utama adalah bahasa Indonesia, tanpa harus mengabaikan factor-faktor yang lain, seperti factor psikologis (kejiwaan). Masalah psikologis memiliki peranan yang sangat besar dalam memilih dan menata materi pelajaran bahasa Indonesia dalam buku teks. Factor psikologis ini mempertimbangkan bagaimana materi pelajaran itu dipilih dan disajikan agar mudah diterima oleh siswa dan tataan yang bagaimana dapat memberikan motivasi belajar siswa, dan lain sebagainya.
  7. 7. 7 Dalam pengajaran bahasa Indonesia banyak metode pengajaran yang dikembangkan. Menurut Mackey, metode yang terbaik adalah metode eklektik, yaitu metode yang mengambil kekuatan-kekuatan metode-metode yang eksklusif berdasarkan masalah nyata yang dihadapi. Kekuatan-kekuatan metode ini menjadikan bahan baku metode eklektik.Walaupun demikian, perlu disesuaikan juga dengan kebutuhan siswa, dan kondisi yang menunjang. Oleh karena itu, tugas guru adalah mengidentifikasikan dan mengharmonikan materi yang ada di dalam buku teks dengan situasi dan kondisi yang ada. Buku teks bahasa adalah salah satu jenis buku dari bermacam-macam buku yang dikembangkan dalam pengajaran bahasa. Pengajaran bahasa yang dimaksudkan termasuk pula kesusastraan dan keterampilan. Karakteristik buku teks berbeda dengan jenis buku yang lain. Perbedaannya: a) Isinya, yaitu memuat perangkat materi pelajaran yang tataannya diatur menurut prinsip-prinsip metode tertentu, seperti dari jangkauan, seleksi, dan penyajian materi pelajaran. b) Fungsinya, yaitu berfungsi sebagai sumber dan sekaligus srbagai sarana penunjang proses belajar-mengajar bahasa oleh guru dan siswa dalam mencapai tujuan yang dikehendaki.B. JANGKAUAN MATERI PELAJARAN Unsur yang paling penting dari sebuah buku teks adalah isinya yang berupa materi pelajaran. Jangkauan materi pelajaran dalam buku teks bahasa adalah
  8. 8. 8luasnya lingkup masalah yang berhubungan dengan system dan struktur bahasaserta pemakaian bahasa. Jangkauan materi pelajaran meliputi:a) Jangkauan kebahasaan atau linguistik Bahasa sebagai suatu system berarti bahwa bahasa itu mempunyai struktur sebagai suatu ketetapan kaidah. Struktur yang membentuk system dalam pemakaiannya tidak dapat dipisahkan. Bahasa merupakan kesatuan struktur yang bersistem. Oleh karena itu, materi peljaran bahasa harus mencakup system dan struktur yang meliputi: fonologi, morfologi, sintaksis, wacana, semantik. Pemakaian bahasa dalam masyarakat tentu bertolak dari system dan struktur yang ada. Oleh karena itu, materi pelajaran bahasa harus mencakup pemakaian bahasa dengan jangkauan materi di bidang-bidang kosa kata, ungkapan, istilah, dan lain sebagainya. Bahasa yang dipelajari tentu mempunyai perkembangan. Sejarah perkembangannya tidak bisa terlupakan. Jangkauan materi pelajaran harus mempertimbangkan sejarah bahasa, gejala baru yang tampak dalam bahasa yang dipelajari, dan masalah-masalah interferensi bahasa pertama ke dalam bahasa kedua.b) Jangkauan social budayaPemakaian bahasa kedua harus sesuai dengan konteks social budaya pada masyarakat pendukungnya. Nilai komunikasi dalam berbahasa ditentukan oleh latar belakang social budaya pemakai bahasa dan lingkungan hidup bahasa. Bahasa dalam kehidupannya juga
  9. 9. 9 dipengaruhi oleh beberapa system social atau kondisi social budaya pemakai bahasa. Jangkauan materi social budaya mencakup materi pelajaran yang berhubungan dengan bidang-bidang kehidupan manusia: agama, kepercayaan, ilmu pengetahuan dan teknologi, kesenian, bahasa, system social kemasyarakatan, mata pencaharian dan system ekonomi, peralatan dan perlengkapan hidup manusia.c) Jangkauan psikologis atau kejiwaanPengajaran bahasa pada dasarnya membentuk psikologi siswa secara positif. Pengajaran bahasa hendaknya meliputi tiga aspek seperti yang dikemukakan oleh Bloom yaitu cognitive domain, psychomotor domain, dan afeective domain. Sehubungan dengan hal tersebut jangkauan materi pelajaran hendaknya dimaksudkan untuk membina: Pengetahuan tentang bahasa Keterampilan berbahasa secara produktif maupun reseptif yang menyangkut keterampilan menyimak, berbicara, membaca, dan menulis. Sikap mental berbahasa, seperti pembinaan rasa hormat, bangga, setia, prihatin terhadap bahasa Indonesia.d) Jangkauan kesusastraan Jangkauan bahasa Indonesi melibatkan persoalan kesusastraan. Berbeda dengan pengajaran bahasa lain di lembaga-lembaga pendidikan, seperti pengajaran bahasa Inggris misalnya. Pengajaran bahasa Inggris lebih
  10. 10. 10banyak menekankan pada keterampilan dan pengetahuan tentang bahasa.Pengajaran bahasa Indonesia lain lagi persoalannya. Pengajaran lebihkompleks. Di samping bertujuan membina pengetahuan, keterampilan dansikap, juga membina seni bahasa termasuk kesusastraan. Oleh sebab itujangkauan materi pelajaran yang berupa kesusastraan harus dilibatkan dalambuku teks bahasa Indonesia sesuai dengan struktur, misi, aliran, dan lainsebagainya. Dalam hal ini materi pelajaran kesusastraan mencakup:1. Bentuknya, seperti : puisi, prosa, drama, dan prosa liris.2. Zamannya atau masanya: kesusastraan lama, kesusastraan peralihan, dan kesusastraan baru. Isinya: epic, lirik, didaktik, dramatic.3. Penguasaannya: teori sastra, sejarah sastra, kritik sastra, dan apresiasi sastra. Jangkauan materi pelajaran tentu sangat luas dalam pengajaran bahasaIndonesia. Jangkauan yang diuraikan di atas harus dirinci lagi menjadibagian-bagiannya yang lebih mendalam. Jangkauan materi pelajaran inilahyang perlu dijadikan pegangan dalam memilih materi pelajaran untuk siswasesuai dengan tingkat dan jenis pendidikannya. Oleh karena itulah,jangkauan materi pelajaran ini perlu diadakan pemilihan (seleksi) agar sesuaidengan tingkat dan jenis pendidikan, perkembangan mental siswa, danlingkungan belajar siswa menurut prinsip-prinsip metode tertentu. Dalampenyusunan materi pelajaran menurut prinsip-prinsip metode tertentu, adabeberapa factor yang menentukan, misalnya:
  11. 11. 111. Seleksi materi2. Gradasi3. Presentasi4. Repetisi.
  12. 12. 12 BAB III PEMBAHASANBerdasarkan Greene dan Petty ada 10 Kriteria Cara Penilaian Buku TeksA. Buku teks itu haruslah menarik minat Dari bab tersebut sudah di tuliskan beberapa contoh teks yang menarik. Penulis memaparkan wacana singkat yang berjudul Kisah Seorang Pemahat dari kisahnya yang unik dan menarik yang menceritakan tokoh Kinta seorang pemahat yang berhasil dan berjuang untuk mempertahankan agar hasil pahatannya memiliki kwalitas yang baik dan mampu menarik pembeli seperti sebelumnya. Selanjutnya pula dipaparkan pula wacana yang berjudul Wali Kota Diminta Tertibkan Pelanggar Ketertiban Umum yang menarik untuk di baca siswa.B. Buku teks itu haruslah mampu memberi motivasi siswa Dari wacana singkat yang berjudul Kisah Seorang Pemahat dari kisahnya yang sangat menarik bagaimana perjuangan Kinta untuk mengembalikan karya pahatannya seperti sebelumnya yang lebih baik dan berkwalitas.C. Buku teks haruslah memuat ilustrasi yang menarik hati para siswa. Dari wacana singkat yang berjudul Kisah Seorang Pemahat ada ilustrasi yang menarik mengenai gambar seseorang yang sedang memahat. Di halaman
  13. 13. 13 selanjutnya pada wacana yang berjudul Bersama Hatta dan Sjahrir terdapat ilustrasi gambar Muhammad Hatta. Kemudian pada penyajian materi mengenai drama di ilustrasikan juga gambar tokoh yang sedang bermain drama. Selanjutnya penulis memaparkan mengenai Perbedaan Paragraf Deduktif dan Induktif disana terdapat ilustrasi gambar mengenai paragraf induktif dan deduktif.D. Buku teks itu seyogianyalah mempertimbangkan aspek-aspek linguistik Penulis memaparkan materi dengan baik dan lugas, dengan bahasa yang komunikatif sehingga mudah di pahami oleh pemakainya, yaitu siswa. Walaupun ada beberapa istilah dalam bahasa asing yaitu Bahasa Inggris namun di paparkan pula penjelasannya dan pemilihan istilah yang sudah biasa di ketahui oleh siswa. Contohnya pada pemaparan mengenai teori drama ada beberapa istilah yang digunakan seperti Reading, Casting, Blocking, Running, Gladiresik, Lighting, dan Sound System, penulis memberikan pemahaman kepada pembacanya. Selanjutnya ada materi mengenai menyusun ringkasan buku, terdapat langkah-langkahnya yaitu pertama survei, question, read, recite dan review atau yang di kenal dengan istilah tehnik SQ3R. Penulis memaparkan definisnya dan contohnya agar mudah dipahami oleh siswa.E. Buku teks harus berkaitan erat dengan pelajaran-pelajaran yang lain
  14. 14. 14 Dari buku teks terdapat wacana yang berjudul Bersama Hatta dan Sjahrir dari wacana terdapat pemaparan mengenai pelajaran sejarah mengenai kisah Muhammad Hatta dan Sjahrir. Kemudian pada wacana yang berjudul Wali Kota Diminta Tertibkan Pelanggar Ketertiban Umum terdapat materi yang berhubungan dengan mata pelajaran ketatanegaraan serta pengetahuan umum mengenai ketertiban umum.F. Buku teks dapat menstimulasi atau merangsang aktivitas pribadi para siswa Dari bab tersebut di paparkan materi mengenai drama secara lengkap dan diharpakan siswa dapat berminat untuk belajar dan mempraktekan drama secara langsung. Selain itu di pojok halaman terdapat sedikit materi mengenai kisah sastrawan kita. Disana dipaparkan mengenai kisah Putu Wijaya menarik yang merupakan tokoh teater dan sebagai pembaharu teater Indonesia tahun 1970-an. Dari kisahnya siswa diharapkan siswa dapat mencontoh semangat dan terstimulasi untuk belajar lebih giat.G. Buku teks haruslah sadar dan tegas menghindari konsep-konsep yang samar- samar. Penulis dengan jelas memaparkan konsep-konsep materi dengan cermat dan baik, sehingga tidak membingungkan para pemakainya. Contohnya penulis memaparkan mengenai Perbedaan Paragraf Deduktif dan Induktif. Dengan jelas dan bertahap penulis memberikan definisi, konsep, contoh dan pemaparan yang tepat dan
  15. 15. 15 akurat. Kemudian penulis memberikan materi mengenai majas, penulis memberikan penjelasan dan pemahaman kepada pembaca dengan baik dan dengan lengkap disertai contoh-contohnya. Selanjutnya mengenai konsep meringkas buku dengan tehnik SQ3R, dan memaparkan materi mengenai drama dengan jelas dan lengkap.H. Buku teks harus mempunyai sudut pandangan yang jelas Sudut pandangan buku sudah jelas dan tegas, penulis memaparkan penjelasan dengan baik dan akurat, sehingga para pemakainya memiliki sudat pandang sama yang setia ddan mengacu pada satu sudut pandangan yang sama. Buku teks juga memaparkan sudut pandangan yang tersusun rapi dan sistematis. Setelah memberikan materi dan pemaparannya di serta contoh kemudian memberikan pelatihan dan tugas.J. Buku teks haruslah mampu memberi pemantapan, penekanan pada nilai-nilai anak dan orang dewasa. Pada bab ini di bahas dengan tema kedisplinan, memberikan pemantapan pada nilai-nilai moral. Kemudian dari cerita Kisah Seorang Pemahat siswa bisa memetik nilai-nilai yang baik dari contoh dan panutannya. Adapula dari wacana Wali Kota Diminta Tertibkan Pelanggar Ketertiban Umum terdapat pengajaran mengenai nilai-nilai sosial dan pengajaran ketertiban umum. Selanjutnya pada wacana Bersama Hatta dan Sjahrir dari wacana terdapat kisah yang mencerminkan
  16. 16. 16 kebaikan, kisah Muhammad dan Sutan Sjahrir yang cocok dan patut di tiru, dari kehidsupannya yang sederhana dan disiplin.K. Buku teks haruslah dapat menghargai perbedaan-perbedaan pribadi para siswa dan pemakainya. Buku tersebut tidak membeda-bedakan salah satu individu maupun kelompok, buku teks tersebut menghargai perbedaan-perbedaan para pemakainya. Buku teks tersebut sesuai dan cocok dengan para penggunanya, yaitu kalangan SMA. Dari segi bahasa yang komunikatif dan mudah di pahami oleh siswa. Siswa dan guru dapat dengan mudah menggunakannya sebagai buku panduan selain ada buku tambahan atau sumber lain.
  17. 17. 17 BAB IV KESIMPULAN DAN SARANBuku teks yang berkwalitas harus memiliki kesepuluh komponen tersebut dan jugabuku teks harus sesuai dengan kurikulum yang berlaku, karena pentingnya kurikulumdalam sistem pendidikan karena kurikulum merupakan pedoman dan panduan dalamsistem pembelajaran agar sistem pembelajaran dapat terlaksana sesuai dengan tujuanyang diharapkan. Selanjutnya indikator yang telah di paparkan sebelumnya dalambuku teks harus dapat terpenuhi, sebagai hasil pembelajaran yang telah dilakukan.Berdasarkan hasil analisis buku tersebut telah memiliki kwalitas yang baik karenatelah memiliki kesepeluh komponen yang telah di paparkan oleh Greene dan Petty,dilihat dari pentingnya kwalitas buku teks pada sistem pembelajaran maka perlunyakita menganalisis buku teks apakah layak dan sesuai untuk di pakai dalam sistempembelajaran.
  18. 18. 18 DAFTAR PUSTAKAfile:///F:/analisis-buku-teks.htmlfile:///F:/MENGANALISIS%20KWALITAS%20BUKU%20TEKS%20BERDASARKAN%20CARA%20PENILAIAN%20BUKU%20TEKS%20DENGAN%2010%20KRITERIA%20GREENE%20DAN%20PETTY%20_%20Fransori%27s%20Blog.htm

×