Successfully reported this slideshow.
We use your LinkedIn profile and activity data to personalize ads and to show you more relevant ads. You can change your ad preferences anytime.
PENDIDIKAN DAN PELATIHAN
KEPEMIMPINAN TINGKAT III
ANGKATAN XXIII
BADAN PENDIDIKAN DAN PELATIHAN
PROVINSI BANTEN TAHUN 2013
SUSUNAN ANGGOTA KELOMPOKSUSUNAN ANGGOTA KELOMPOK
3 :3 :
NO N A M A JABATAN NO ABSEN
1 WINARNO KETUA 24
2 BASYAR PENYAJI 31...
3
4
VISI DINAS PERTANIAN DANVISI DINAS PERTANIAN DAN
PERKEBUNANPERKEBUNAN
KABUPATEN PANDEGLANG :KABUPATEN PANDEGLANG :
“Menggerakkan Potensi Sumberdaya Pertanian
dan Perkebunan Secara Efektif, Efisien,
Berkerakyatan, dan Ramah Lingkungan”
ya...
4) Penumbuhan lingkungan yang kondusif untuk
menarik investor di bidang usaha pertanian
dan perkebunan.
5) Peningkatan sum...
TUJUAN PEMBANGUNAN PERTANIAN
DAN PERKEBUNAN DI KAB.
PANDEGLANG
1)1) Meningkatnya investasi danMeningkatnya investasi dan
p...
TUGAS POKOK :
Melaksanakan urusan pemerintahan
daerah berdasarkan asas otonomi
dan tugas pembantuan di bidang
Pertanian da...
FUNGSI DINAS:
1)Penyusunan perencanaan di bidang pertanian dan
perkebunan ;
2)Perumusan kebijakan teknis bidang pertanian ...
II
SS
UU
AA
KK
TT
UU
AA
LL
No Masalah
Kriteria
Skor Prioritas
A P K L
1
Belum optimalnya sistem
pengawasan distribusi pupuk
bersubsidi pada Kelompok
...
B.B. Perumusan SasaranPerumusan Sasaran
A. Isu Aktual Terpilih (Prioritas)A. Isu Aktual Terpilih (Prioritas)
Peningkatan p...
FAKTOR INTERNAL
KEKUATAN (S) :
S1 Keputusan Bupati ttg komisi pengawas
pupuk dan pestisida.
S2 Jumlah personil komisi peng...
MATRIKS KOMPARASI URGENSI
FAKTOR INTERNAL
No. FAKTOR
INTERNAL
FAKTOR YANG LEBIH URGEN Jumlah
(NU)
Bobot
(%)
(BF)
a b c d e...
MATRIKS KOMPARASI URGENSIMATRIKS KOMPARASI URGENSI
FAKTOR EKSTERNALFAKTOR EKSTERNAL
No. FAKTOR
EKSTERNAL
FAKTOR YANG LEBIH...
EVALUASI FAKTOR INTERNAL DAN EKSTERNAL
NO FAKTOR INTERNAL DAN EKSTERNAL BF % ND NBD
NILAI KETERKAITAN (NK)
NRK NBK TNB FKK...
Berdasarkan hasil evaluasi keterkaitan antara faktor ,
diketahui Nilai Bobot Keterkaitan (NBK) adalah :
• Total NBK Kekuat...
Posisi Kekuatan Organisasi
S = 5,02
O = 5,21
W = 2,49
T = 1,81
Kuadran I
Strategi SO
Offensif / Agresif
Kuadran II
Strateg...
Melalui Analisa SWOT, diperoleh peta kekuatanMelalui Analisa SWOT, diperoleh peta kekuatan
organisasi yang terletak pada k...
KEKUATAN (S) KELEMAHAN (W)
Keputusan Bupati ttg
Komisi Pengawas Pupuk
dan Pestisida (KPPP)
Kurangnya
pengetahuan Kelompok
...
Kertas kerja kelompok pim 3 angk 23 2013 Provinsi Banten
Kertas kerja kelompok pim 3 angk 23 2013 Provinsi Banten
Upcoming SlideShare
Loading in …5
×

Kertas kerja kelompok pim 3 angk 23 2013 Provinsi Banten

726 views

Published on

  • Be the first to comment

  • Be the first to like this

Kertas kerja kelompok pim 3 angk 23 2013 Provinsi Banten

  1. 1. PENDIDIKAN DAN PELATIHAN KEPEMIMPINAN TINGKAT III ANGKATAN XXIII BADAN PENDIDIKAN DAN PELATIHAN PROVINSI BANTEN TAHUN 2013
  2. 2. SUSUNAN ANGGOTA KELOMPOKSUSUNAN ANGGOTA KELOMPOK 3 :3 : NO N A M A JABATAN NO ABSEN 1 WINARNO KETUA 24 2 BASYAR PENYAJI 31 3 AHMAD SAEPUDIN MODERATOR 28 4 WAWAN PURNAWARMAN SEKRETARIS 25 5 H.E M E D EDITOR 26 6 BUBUN BUNTARAN EDITOR 23 7 WAWAN SUKRAWARDI ANGGOTA 27 8 DADAN SALADIN ANGGOTA 29 9 AGUS RIYANTO ANGGOTA 30 10 ATMAJA SUHARA ANGGOTA 32 11 SUBIHAT NATAKUSUMA ANGGOTA 33
  3. 3. 3
  4. 4. 4 VISI DINAS PERTANIAN DANVISI DINAS PERTANIAN DAN PERKEBUNANPERKEBUNAN KABUPATEN PANDEGLANG :KABUPATEN PANDEGLANG :
  5. 5. “Menggerakkan Potensi Sumberdaya Pertanian dan Perkebunan Secara Efektif, Efisien, Berkerakyatan, dan Ramah Lingkungan” yaitu dengan menitik beratkan pada : 1)Pemberdayaan kelompok tani dengan pemanfaatan informasi dan inovasi teknologi 2)Peningkatan produksi tanaman pangan, hortikultura dan perkebunan pada berbagai jenis tipologi lahan melalui intensifikasi, rehabilitasi, peremajaan dan perluasan areal serta pengembangan kawasan sentra. 3)Pemberian rekomendasi, pengawasan dan pelayanan usaha pertanian terhadap sarana prasarana dan perlindungan tanaman. MISI DINAS
  6. 6. 4) Penumbuhan lingkungan yang kondusif untuk menarik investor di bidang usaha pertanian dan perkebunan. 5) Peningkatan sumberdaya dan kelembagaan dengan pembinaan yang kontinyu dan berkelanjutan untuk menumbuhkembangkan semangat kewirausahaan. 6) Pengembangan melalui perbaikan mutu produk, terjaminnya keamanan produk dan peningkatan kualitas produk pertanian dan perkebunan. MISI DINAS (Lanjutan)……..
  7. 7. TUJUAN PEMBANGUNAN PERTANIAN DAN PERKEBUNAN DI KAB. PANDEGLANG 1)1) Meningkatnya investasi danMeningkatnya investasi dan perekonomian daerah berbasisperekonomian daerah berbasis pertanian dan Pariwisatapertanian dan Pariwisata 2)2) Tersedianya pengklasteran pertanian,Tersedianya pengklasteran pertanian, perkebunan, kehutanan, perikanan danperkebunan, kehutanan, perikanan dan peternakanpeternakan 3)3) Meningkatnya ketahanan pangan yangMeningkatnya ketahanan pangan yang berbasis pemberdayaan masyarakatberbasis pemberdayaan masyarakat
  8. 8. TUGAS POKOK : Melaksanakan urusan pemerintahan daerah berdasarkan asas otonomi dan tugas pembantuan di bidang Pertanian dan Perkebunan.
  9. 9. FUNGSI DINAS: 1)Penyusunan perencanaan di bidang pertanian dan perkebunan ; 2)Perumusan kebijakan teknis bidang pertanian dan perkebunan; 3)Pelaksanaan urusan pemerintahan dan pelayanan umum bidang pertanian dan perkebunan; 4)Pembinaan, koordinasi, pengendalian dan fasilitasi pelaksanaan kegiatan bidang pertanian dan pekebunan; 5)Pelaksanaan kegiatan penatausahaan Dinas Pertanian dan Perkebunan; 6)Pembinaan terhadap Unit Pelaksana Teknis Dinas Pertanian dan Perkebunan ; 7)Melaksanakan tugas lain yang diberikan oleh Bupati sesuai dengan tugas dan fungsinya. (Peraturan Daerah Kabupaten Pandeglang Nomor : 6 Tahun 2008, tentang Pembentukan, Susunan Organisasi dan Tata Kerja Perangkat Daerah Kabupaten Pandeglang )
  10. 10. II SS UU AA KK TT UU AA LL
  11. 11. No Masalah Kriteria Skor Prioritas A P K L 1 Belum optimalnya sistem pengawasan distribusi pupuk bersubsidi pada Kelompok Tani 5 4 5 5 19 I 2 Belum optimalnya sistem pembinaan terhadap Kelompok P3A Mitra Cai dalam pengelolaan irigasi di pedesaan. 4 4 5 4 17 II 3 Belum optimalnya penerapan kebijakan daerah tentang alih fungsi lahan pertanian. 4 4 3 4 15 III Analisis APKL Terhadap Isu Aktual
  12. 12. B.B. Perumusan SasaranPerumusan Sasaran A. Isu Aktual Terpilih (Prioritas)A. Isu Aktual Terpilih (Prioritas) Peningkatan produktivitas, efisiensi dan nilai tambah produk pertanian unggulan dan limbahnya. Belum optimalnya sistem pengawasan distribusi pupuk bersubsidi pada kelompok tani.
  13. 13. FAKTOR INTERNAL KEKUATAN (S) : S1 Keputusan Bupati ttg komisi pengawas pupuk dan pestisida. S2 Jumlah personil komisi pengawas pupuk yang memadai S3. Tersedianya sarana dan prasarana KELEMAHAN (W) : W1. Terbatasnya jumlah personil Penyidik PNS (PPNS). W2. Kurangnya koordinasi antara penyuluh dan kelompok tani. W3. Kurangnya pengetahunan Kelompok Tani dalam penyusunan RDKK. FAKTOR EKSTERNALFAKTOR EKSTERNAL PELUANG (O) : O1. Tersedianya kios Pupuk disetiap kecamatan. O2. Tersedianya pupuk bersubsidi dalam jumlah yang memadai. O3. Pupuk sudah menjadi kebutuhan petani ANCAMAN (T) : T1. Adanya pupuk non subsidi yang beredar di pasaran T2. Terbatasnya modal pemilik kios T3. Adanya peredaran pupuk diluar wilayah yang ditentukan. IDENTIFIKASI FAKTOR INTERNAL DAN EKSTERNAL
  14. 14. MATRIKS KOMPARASI URGENSI FAKTOR INTERNAL No. FAKTOR INTERNAL FAKTOR YANG LEBIH URGEN Jumlah (NU) Bobot (%) (BF) a b c d e f KEKUATAN (STRENGTHS) a. Keputusan Bupati tentang KP3 a a a e a 4 26,67 b. Jumlah personil komisi pengawas pupuk yang memadai a b b b f 3 20,00 c. Tersedianya sarana dan prasarana a b c c c 3 20,00 KELEMAHAN (WEAKNESSES) d. Terbatasnya jumlah personil Penyidik PNS (PPNS) a b c d e 2 13,33 e. Kurangnya koodinasi antara penyuluh dan kelompok tani e b c d e 2 13,33 f. Kurangnya pengetahunan Kelompok Tani dalam penyusunan RDKK a f c d e 1 6,67 TOTAL 15 100,00
  15. 15. MATRIKS KOMPARASI URGENSIMATRIKS KOMPARASI URGENSI FAKTOR EKSTERNALFAKTOR EKSTERNAL No. FAKTOR EKSTERNAL FAKTOR YANG LEBIH URGEN Jumlah (NU) Bobot (%) (BF) a b c d e f PELUANG (OPPORTUNITIES) a. Tersedianya kios pupuk disetiap kecamatan a c a e a 3 26,67 b. Tersedia pupuk bersubsidi dalam jumlah yang cukup. a c b b f 2 20,00 c. Pupuk sudah menjadi kebutuhan petani c c c c f 4 20,00 ANCAMAN (THREATS) d. Adanya pupuk non subsidi beredar di pasaran a b c d f 1 6,67 e. Terbatasnya modal pemilik kios e b c d e 2 6,67 f. Adanya peredaran pupuk bersubsidi diluar wilayah yang ditentukan a f f f e 3 20,00 TOTAL 15 100,00
  16. 16. EVALUASI FAKTOR INTERNAL DAN EKSTERNAL NO FAKTOR INTERNAL DAN EKSTERNAL BF % ND NBD NILAI KETERKAITAN (NK) NRK NBK TNB FKK 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 Kekuatan (S) : 5.02 1 Keputusan Bupati ttg komisi pengawas pupuk dan pestisida 26.6 5 1.33 x 5 5 3 3 4 3 4 5 2 3 3 3.64 0.97 2.30 I 2 Jumlah personil komisi pengawas pupuk yang memadai 20.0 4 0.80 5 x 4 3 4 3 4 5 4 3 2 3 3.64 0.73 1.53 III 3 Tersedianya sarana dan prasarana 20.0 3 0.60 5 4 x 2 2 2 4 3 2 2 3 4 3.00 0.60 1.20 II Kelemahan (W) : 2.49 4 Terbatasnya jumlah personil Penyidik PNS (PPNS) 6.7 5 0.34 3 3 2 x 4 4 2 2 4 3 3 4 3.09 0.21 0.54 II 5 Kurangnya koordinasi antara Penyuluh dan Kelompok Tani 6.7 4 0.27 3 4 2 4 x 4 2 2 2 2 4 2 2.82 0.19 0.46 III 6 Kurangnya pengetahuan Kelompok Tani dalam penyusunan RDKK 20.0 4 0.80 4 3 2 4 4 x 4 5 2 2 4 4 3.45 0.69 1.49 I Peluang (O) : 5.21 7 Tersedianya pupuk bersubsidi dalam jumlah yang memadai 26.6 4 1.06 3 4 4 2 2 4 x 5 3 3 2 4 3.27 0.87 1.93 I 8 Tesedianya kios pupuk di setiap kecamatan 20.0 4 0.80 4 5 3 2 2 5 5 x 5 4 3 5 3.91 0.78 1.58 III 9 Pupuk sudah menjadi kebutuhan petani 26.6 3 0.80 5 4 2 4 2 2 3 5 x 3 4 3 3.36 0.89 1.69 II Ancaman (T) : 1.81 10 Adanya pupuk non subsidi yang beredar di pasaran 6.7 5 0.34 2 3 2 3 2 2 3 4 3 x 4 3 2.82 0.19 0.52 II 11 Terbatasnya modal pemilik kios 6.7 3 0.20 3 2 3 3 4 4 2 3 4 4 x 4 3.27 0.22 0.42 III 12 Adanya peredaran pupuk bersubsidi diluar wilayah yang ditentukan 13.3 3 0.40 3 3 4 4 2 4 4 5 3 3 4 x 3.55 0.47 0.87 I
  17. 17. Berdasarkan hasil evaluasi keterkaitan antara faktor , diketahui Nilai Bobot Keterkaitan (NBK) adalah : • Total NBK Kekuatan (S) = 5,02 dengan NBK tertinggi adalah Keputusan Bupati tentang KP3 • Total NBK Kelemahan (W) = 2,49 dengan NBK tertinggi adalah Kurangnya pengetahunan Kelompok Tani dalam penyusunan RDKK • Total NBK Peluang (O) = 5,21 dengan NBK tertinggi adalah Tersedianya pupuk bersubsidi dalam jumlah yang memadai. • Total NBK Ancaman (T) = 1,81 dengan NBK tertinggi adalah Adanya peredaran pupuk bersubsidi diluar wilayah yang ditentukan
  18. 18. Posisi Kekuatan Organisasi S = 5,02 O = 5,21 W = 2,49 T = 1,81 Kuadran I Strategi SO Offensif / Agresif Kuadran II Strategi ST Diversifikasi Kuadran III Strategi WO Turning Around Kuadran IV Strategi WT Defensif 3,40 2,53 Faktor Internal : S – W = 5,02 – 2,49 = 2,53 Faktor Eksternal : O – T = 5,21 – 1,81 = 3,40 0
  19. 19. Melalui Analisa SWOT, diperoleh peta kekuatanMelalui Analisa SWOT, diperoleh peta kekuatan organisasi yang terletak pada kuadran I ( satu), dalamorganisasi yang terletak pada kuadran I ( satu), dalam kuadran ini dapat diinteraksikan dan dipadukankuadran ini dapat diinteraksikan dan dipadukan kekuatan kunci dan peluang kunci sebagaisebagai strategi SOstrategi SO kearahkearah ekspansi atau pengembangan , pertumbuhan, perluasanekspansi atau pengembangan , pertumbuhan, perluasan dalam mencapai tujuan atau peluang yang menjanjikan.dalam mencapai tujuan atau peluang yang menjanjikan. Pada kuadran iniPada kuadran ini organisasi Dinas Pertanian danorganisasi Dinas Pertanian dan Perkebunan Kabupaten Pandeglang,Perkebunan Kabupaten Pandeglang, dianggap memilikidianggap memiliki keunggulan kompetitif (Kategori : SEHAT).keunggulan kompetitif (Kategori : SEHAT).
  20. 20. KEKUATAN (S) KELEMAHAN (W) Keputusan Bupati ttg Komisi Pengawas Pupuk dan Pestisida (KPPP) Kurangnya pengetahuan Kelompok Tani dalam penyusunan Rencana Definitif Kebutuhan Kelompok (RDKK) PELUANG (O) Strategi S-O Strategi W-O Tesedianya pupuk bersubsidi dalam jumlah yang memadai OPTIMALKAN KEPUTUSAN BUPATI TTG KOMISI PENGAWAS PUPUK DAN PESTISIDA (KP3) UNTUK MENDUKUNG TERSEDIANYA PUPUK BERSUBSIDI DALAM JUMLAH YANG MEMADAI TINGKATKAN PENGETAHUAN KELOMPOK TANI DALAM PENYUSUNAN RENCANA DEFINITIF KEBUTUHAN KELOMPOK (RDKK) UNTUK MENDUKUNG TERSEDIANYA PUPUK BERSUBSIDI DALAM JUMLAH YANG MEMADAI ANCAMAN (T) Strategi S-T Strategi W-T Adanya peredaran pupuk bersubsidi diluar wilayah yang ditentukan OPTIMALKAN KEPUTUSAN BUPATI TTG KOMISI PENGAWAS PUPUK DAN PESTISIDA (KP3) UNTUK MENGURANGI PEREDARAN PUPUK BERSUBSIDI DI LUAR WILAYAH YANG DITENTUKAN TINGKATKAN PENGETAHUAN KELOMPOK TANI DALAM PENYUSUNAN RENCANA DEFINITIF KEBUTUHAN KELOMPOK ( RDKK) UNTUK MENGURANGI PEREDARAN PUPUK BERSUBSIDI DI LUAR WILAYAH YANG Faktor Eksternal Faktor Internal Formulasi Strategi SWOT

×