Successfully reported this slideshow.
We use your LinkedIn profile and activity data to personalize ads and to show you more relevant ads. You can change your ad preferences anytime.

Makalah pbl blok 3

702 views

Published on

makalahhhh jga haha

Published in: Education
  • Be the first to comment

  • Be the first to like this

Makalah pbl blok 3

  1. 1. 1 Pembelahan Sel Abnormal yang Mempengaruhi Penyakit Kanker Adethya Evy Yuniar Simatupang Mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas Kristen Krida Wacana adethya.2013fk092@civitas.ukrida.ac.id abstrak : Sel adalah unit kehidupan struktural dan fungsional terkecil dari tubuh . Makhluk hidup, baik yang bersel satu maupun multiseluler selalu melakukan pembelahan untuk aktifitas hidupnya. Pembelahan sel dibedakan menjadi dua yakni, pembelahan meiosis dan mitosis. Dalam melakukan pembelahan sel, terkadang terjadi ketidak normalan dalam pembelahan tersebut. Neoplastik adalah Pembelahan sel abnormal dimana sel mempunyai kemampuan poliferasi dan diferensasi yang sangat tinggi, perubahan tersebut terjadi karna sel mengekspresikan berbagai protein yang abnormal. Jadi Pertumbuhan dan perkembangan setiap organisme hidup bergantung pada pertumbuhan dan multiplikasi sel-sel karena semua fungsi kehidupan diatur dan berlangsung di dalam sel. Kata kunci : sel, pembelahan sel, neoplastik Abstact : cell is the smallest structural and functional life of the body. Living beings, both single-celled and multicellular always perform division for his activities. Cell division is divided into two namely, meiosis and mitosis. In conducting cell division, sometimes occurring abnormalities in the division. Neoplastic is abnormal cell division in which cell proliferation and has the ability diferensasi very high, these changes occur because the cells express a variety of abnormal proteins. So the growth and development of every living organism depends on the growth and multiplication of cells because all the functions of life are organized and take place in the cell. Keywords : cells, cell division, neoplastic Pendahuluan Makhluk hidup, baik yang bersel satu maupun multiseluler selalu melakukan pembelahan untuk aktifitas hidupnya. Pertumbuhan dan perkembangan setiap organisme hidup bergantung pada pertumbuhan dan multiplikasi sel-sel. Tumbuhan, hewan, dan manusia sebagai makhluk hidup melakukan pembelahan sel untuk beragam tujuan seperti untuk diferensiasi, dan mengganti sel-sel yang rusak dan mengurangi jumlah kromosom sehingga jumlah kromosom sama dengan induknya, tujuan yang dilakukan sel memberikan dampak postif bagi tubuh, hal ini adalah hasil dari pembelahan sel normal. Namun ada pula pembelahan sel abnormal, pembelahan sel abnormal ini tidak seperti pembelahan sel normal
  2. 2. 2 bahkan pembelahan sel abnormal ini sering menyebabkan suatu penyakit menyerang makhluk hidup. Oleh karena itu makalah ini akan membahas mengenai pembelahan sel agar menambah pengetahuan pembaca untuk mengetahui penyebab terjadinya suatu penyakit yang disebabkan oleh pembelahan sel. Skenario D Seorang mahasiswa kedokteran, sedang menemani ayahnya yang sedang berobat di suatu rumah sakit. Oleh dokter yang memeriksanya, diduga ayah mahasiswa tersebut mengidap kanker. Identifikasi Istilah  Kanker : Penyakit yang ditandai oleh pertumbuhan sel yang tidak memiliki tujuan, bersifat parasit dan tumbuh dengan merugikan manusia sebagai pejamu.1 Rumusan Masalah 1. pasien diduga mengidap kanker Analisis Masalah Hipotesis  Pembelahan sel yang abnormal mengakibatkan kanker Sasaran Pembalajaran 1. Agar mahasiswa/i mengetahui dan mengerti pembelahan sel 2. Agar mahasiswa/i dapat menjelaskan pembelahan sel Pembahasan Sel adalah unit kehidupan struktural dan fungsional terkecil dari tubuh.2 Setiap sel memiliki fungsi dan aktivitas nya sendiri dalam suatu tubuh makhluk hidup. Aktivitas dari pembelahan ke pembelahan berikutnya disebut siklu sel. Siklus sel mencakup dua fase, yaitu tahap interfase (fase istirahat) dan tahap pembelahan sel. Dalam aktivitas pembelahan sel, pembelahan sel itu dapat dibedakan menjadi dua, yaitu : Pembelahan Sel Normal Pembelahan Sel Abnormal SEL
  3. 3. 3 Pembelahan mitosis Sel memiliki siklus sel, siklus sel pada umumnya terdiri dari fase pembelahan sel / mitotik dan periode pertumbuhan yang disebut interfase. Interfase terdiri dari tiga subfase, yaitu G1, S, dan G2, sebelum sel memasuki fase mitosis dan siap membelah. Pembelahan mitosis merupakan pembelahan yang menghasilkan dua sel anak dengan kopi genom yang identik dari sel induk.3 Tahap Interfase Pada tahap interfase, sel dianggap istirahat dari proses pembelahan. Meskipun demikian, sebenarnya tahap interfase merupakan tahap yang aktif dan penting untuk mempersiapkan pembelahan. Persiapan berupa replikasi DNA (melipatgandakan DNA dari satu salinan menjadi dua salinan). Pada umumnya, sebagian besar waktu hidup sel berada pada tahap ini, selanjutnya interfase dibagi lagi ke dalam fase gap-1 (G1), fase sintesis (S), dan fase gap-2 (G2).  Fase gap-1 (G1) Fase G1 merupakan tahap persiapan sel untuk replikasi DNA dengan sintesis protein baru dan mengaktifkan komponen sitoskelatal. Selama tahap ini, sel memantau lingkungannya untuk menentukan waktu yang tepat untuk replikasi DNA. Tahap ini merupakan cekpoin bagi sel karna bila kondisinya tidak tepat, sel tidak akan menjalani siklusnya. Sebuah sel akan terstimulus untuk menjalani tahap G1 bila gen tertentu, termasuk proto-onkogen, diaktifkan. Dimana DNA masih berjumlah satu salinan dan diploid (1c, 1n).  Fase sintesis (S) Fase sintesis merupakan tahap selanjutnya, yang ditandai dengan terjadinya replikasi DNA, sehingga pada tahap ini menghasilkan dua salinan DNA dan diploid (2c, 2n)  Fase gap-2 (G2) Fase G2 merupakan fase terakhir dalam tahap interfase, pada tahap ini sel kembali mensintesis protein yang disiapkan untuk pembelahan. Tahap ini juga merupakan cekpoin karna jika DNA belum di duplikasi secara benar, sel memiliki kesempatan kedua untuk menghentikan tahap selanjutnya sebelum terjadi mitosis. Bila terjadi kesalahan replikasi DNA, perbaikan akan dilakukan dan sel akan masuk lagi ke dalam siklus sel atau sel akan di rangsang untuk melakukan apoptosis, yaitu kematian sel terpogram. Gen yang diaktifkan pada tahap ini untuk menghentikan kemajuan tahap siklus sel disebut gen supresor tumor. Sehingga pada tahap ini replikasi DNA telah selesai dan pembelahan siap dilakukan.4
  4. 4. 4 Tahap kariokinesis Kariokinesis adalah tahap pembelahan inti sel, dimana tahap ini terdiri dari lima fase yakni :  Profase Profase merupakan fase dimana kromosom yang bereplikasi saat interfase akan berkondensasi (menjadi lebih pendek dan lebih tebal dengan penggulungan erat DNA) menjadi dua kromatid yang bergabung pada sentromer. Mikrotubulus di buat untuk perakitan benang spindel dan memasuki regio nukleus (inti) saat membran inti dan sitoskeloton hancur dan nukeus hilang.  Metafase Metafase merupakan fase dimana kromosom menempel pada spindel di sentromernya dan berjejer pada bagian tengah sel atau ekuator. Kromosom terletak dibidang ekuator dengan tujuan agar pembagian DNA yang akan diberikan pada sel anakan yang baru benar- benar sama dan rata jumlahnya.  Anafase Anafase merupakan fase dimana kromosom-kromosom tertarik pada sentromernya sehingga berpisah dan satu set kromosom akan bergerak ke masing-masing sel baru. Pergerakan terjadi karna pemendekan dan pemanjangan mikrotubulus yang membentuk spindel.  Telofase Telofase merupakan fase dimana pada ujung sel terdapat masing-masing satu set kromosom lengkap, spindel berpisah, dan membran inti terbentuk kembali, terlihat dua nukleolus. Kemudian pada tahap terakhir telofase terjadi pembelahan sitoplasma yang disebut sitokenesis. Tahap sitokenesis Pada tahap sitokenesis terjadi pembelahan sitoplasma yang diikuti dengan pembentukan sekat sel baru. Sekat memisahkan dua inti tersebut menjadi sel anakan.5 Pembelahan meiosis Pembelahan meiosis merupakan pembelahan sel yang menghasilkan sel yang menghasilkan sel-sel kelamin (sperma dan telur). Sel kelamin berisi kromosom stengah pasang (haploid = n). Tahap pembelahan sel meiosis hampir serupa dengan pembelahan mitosis, hanya saja pada tahapan meiosis pembelahan sel terjadi secara dua tahap yakni :
  5. 5. 5 Meiosis 1 Tahap meiosis I terdiri dari interfase, profase I, metafase I, anafase I, telofase I dan sitokenesis.  Interfase Pada interfase, sel berada pada tahap persiapan untuk melakukan pembelahan. Persiapan nya berupa penggandaan DNA dari satu salinan menjadi dua salinan, (sama seperti interfase pada tahap mitosis) tapi akhir interfase adalah adanya dua salinan DNA yang telah siap dikemas menjadi kromosom.  Profase I Pada profase I, DNA dikemas ke dalam kromosom. Pada akhir profase I, termasuk kromosom homolog membentuk tetrad. Pada tahap profase terjadi lima tahapan yaitu, leptoten dimana pada tahap ini kromatin berubah menjadi kromosm yang mengalami kondensasi dan terlihat sebagai benang tunggal yang panjang pada beberapa organisme kromosom tersebut mengandung bentukan seperti manik-manik yang merupakan daerah kromosom yang menyerap warna dengan kuat yaitu, kromomer. Zigoten dimana pada tahap ini sentrossom membelah menjadi dua kemudian bergerak menuju kutub yang berlawanan, kemudian bagian kromomer berdekatan dan berpasangan atau disebut melakukan sinapsis. Pakiten dimana pada tahap ini tiap kromosom melakukan penggandaan atau replikasi menjadi dua kromatid dengan sentromer yang masih tetap menyatu. Tiap kromosom yang berpasangan mengandung empat kromatid atau disebut bivalen. Diploten pada tahap ini kromosom homolog terlihat saling menjauhi. Saaat kromosom homolog menjauh terjadi perletakan berbentuk X pada suatu tempat yang disebut chiasma. Chiasma merupakan tempaat terjadinya peristiwa pindah silang (crossing over) pada kromos. Peristiwa ini merupakan suatu penyumbang keanekaragaman individu makhluk hidup. Diakinesis pada tahap ini terbentuk benang-benang spindel dalri pergerakan dua sentriol ke arah kutub yang berlawanan. Diakinesis diakhiri dengan menghilangnya nukleoulus dan membran nukleoulus serta tetrad mulai bergerak keebidang ekuator.  Metafase I Pada tahap Metafase I tetrad kromosom berada pada bidang ekuator. Dimana benang- benang spindel (mikrotubul) melekatkan diri pada tiap sentromer kromosom ujung benang spindel yang lainnya melekat pada kutub pembelahan yang berlawanan.
  6. 6. 6  Anafase I Pada tahap anafase I tiap kromosm homolog masing-masing ditarik oleh benang spindel menuju kutub pembelahan yang belawanan arah. Tujuan anafase I membagi isi kromosm diploid menjadi haploid  Telofase I Pada tahap telofase I tiap kromosom homolog kini telah mencapai kutub pembelahan.  Sitokinesis I Pada tahap sitokinesis I tiap kromosom homolog dipisahkan oleh sekat sehingga sitokinesis menghasilkan dua sel, masing-masing berisi kromosom dengan kromatid kembarnya Interkinesis Interkinesis adalah tahap diantara dua pembelahan meiosis. Pada tahap ini tidak terjadi perbanyakan (replikasi DNA). Hasil pembelahan meiosis I menghasilkan dua sel anakan yang haploid (karena kini sel anakan mengandung setengah pasang kromosom homolog). Meskipun demikian perlu diingat bahwa kromosom tersebut masih berisi sepasang kromatid yang berarti kandungan DNAnya masih rangkap (2c). Tujuan meiosis II adalah membagi kedua salinan sel tersebut pada sel anakan yang baru. Meiosis II Tahap Meiosis II terdiri dari profase II, metafase II, anafase II, telofase II.  profase II pada profase II kromatid kembaran masih melekat pada tiap sentromer kromosom tahap ini terjadi pada waktu yang singkat karena diikuti oleh tahap yang berikutnya.  metafase II pada metafase II tiap kromosom (yang berisi dua kromatid) merentang pada bidang ekuator. Terbentuk benang-benang spindel dimana satu ujung melekat pada sentromer dan ujung lainnya membentang menuju kekutub pembelahan yang berlwanan arah.  anafase II pada anafase II benang spindel mulai menarik kromatid menuju kekutub pembelahan yang berlawanan tersebut. Akibatnya, kromosom memisahkan kedua kromatidnya dan bergerak menuju kutub yang berbeda. Kromatid yang terisahkan ini kini dinamakan kromosom.
  7. 7. 7  telofase II pada telofase II, kromatid (atau yang disebut kromosm) telah mencapai kutub pembelahan. Hasil total dari tahap ini adalah terbentuk empat inti. Tiap inti mengandung setengah pasang kromosom (haploid) dan satu salinan DNA (1n,1c).  Sitokinesis II Pada sitokinesis II tiap inti mulai dipisahkan oleh sekat sel dan akhirnya menghasilkan empat sel kembar haploid.6 Pembelahan sel abnormal Dalam melakukan pembelahan sel, terkadang terjadi ketidaknormalan dalam pembelahan tersebut. Pembelahan sel abnormal itu adalah sel mempunyai kemampuan poliferasi dan diferensasi yang sangat tinggi, perubahan tersebut terjadi karna sel mengekspresikan berbagai protein yang abnormal. Berbagai protein abnormal muncul karna sel yang bersangkutan mengalami mutasi/kecacatan gen, khususnya gen-gen yang mengkode protein yang sangat berperan pada pengaturan siklus pembelahan sel. Sel-sel kanker tidak mengikuti pola poliferasi sel yang ditentukan oleh pejamu. Pertumbuhan sel abnormal atau pola pertumbuhan neoplastik dapat di bedakan menjadi dua, yakni:  Amplasia berarti tanpa bentuk adalah perubahan yang tidak refersibel bila struktur sel dewasa mundur ketingkat primitif seperti kanker  Neoplasia berarti pertumbuhan baru yang menggambarkan suatu jaringan abnormal meluas melebihi batas jaringan normal, gagal untuk memenuhi fungsi normal sel dalam jaringan tersebut.7 Neopasia dalam pertumbuhannya dibedakan menjadi neoplasia benigna dan maligna. 1. neoplasia benigna terdiri dari sel-sel yang serupa dengan struktur pada sel asalnya. Sel-sel neoplasia benigna ini lebih kohesif dari pada neoplasia maligna. Pertumbuhan terjadi dari bagian tengah masa benigna biasanya mengakibatkan batas tegas. Contoh dari neoplasia benigna meliputi, papiloma atau kutil. 2. neoplasia maligna mempunyai struktur seluler atipikal, dengan pembelahan dan kromosom nukleat abnormal. Sel maligna kehilangan difensiasinya atau menyerupai sel asalnya. Sel tumor tidak kohesif dan akibatnya pola pertumbuhan tidak teratur dan perbedaan saparasi dari jaringan sulit terlihat. Tanda dari neoplasia maligna adalah kemampuannya untuk bermetastatis atau menyebar
  8. 8. 8 kesisi yang jauh. Contoh dari neoplasia maligna meliputi tumor padat dan leukimia atau kanker.8 Kesimpulan Dari pembahasan di atas dapat saya simpulkan bahwa sel adalah unit terkecil dari makhluk hidup dimana pembelahannya merupakan proses yang sangat penting karena semua fungsi kehidupan diatur dan berlangsung di dalam sel. Dari sel yang beregenerasi dan membelah diri keberlangsungan kehidupan dimulai dan terus berlangsung. Jadi jika dihubungkan dengan skenario D yang saya bahas saya menarik kesimpulan bahwa kanker terjadi karena sel mengekspresikan berbagai protein yang abnormal. Berbagai protein abnormal muncul karna sel yang bersangkutan mengalami mutasi/kecacatan gen, khususnya gen-gen yang mengkode protein yang sangat berperan pada pengaturan siklus pembelahan sel. Daftar Pustaka 1. Brooker C. Ensiklopedia keperawatan. Penerbit EGC, Jakarta 2010, h 253. 2. Wolpert L. Rahasia kehidupan dan kecerikan sel. Penerbit Qanita, Bandung 2009, h 87. 3. Bloom, Fawcett. Buku ajar histologi. Penerbit EGC, Jakarta 2007, h 38. 4. Elizabeth J, Corwin. Buku saku patofisiologi. Penerbit EGC, Jakarta 2009, h 44. 5. James J, Baker C, Swain H. Prinsip-prinsip sains untuk keperawatan. Penerbit Erlangga, Jakarta 2008, h 88,89. 6. Sudina IK. Patobiologi molekuler kanker. Penerbit Salemba Medika, jakarta 2008, h 57-9. 7. Otto SE. Buku saku keperawatan onkologi. Penerbit EGC, Jakarta 2010, h 3. 8. Tambayong J. Patofisiologi. Penerbit EGC, Jakarta 2008, h 65.

×