Successfully reported this slideshow.
We use your LinkedIn profile and activity data to personalize ads and to show you more relevant ads. You can change your ad preferences anytime.

1. Penyajian Data Statistik

13,942 views

Published on

  • Be the first to comment

1. Penyajian Data Statistik

  1. 1. *PEMBELAJARAN MATEMATIKA KLS XI IPS SMA NEGERI 1 KOTABUMI BY WIDI ASMORO TAHUN 2013 Clik SELAMAT DATANG DI MEDIA PEMBELAJARAN MATEMATIKA SMA NEGERI 1 KOTABUMI LAMPUNG UTARA BERSAMA WIDI ASMORO. S.Pd TAHUN 2013 DALAM POKOK BAHASAN STATISTIKA KELAS XI IPS
  2. 2. *PEMBELAJARAN MATEMATIKA KLS XI IPS SMA NEGERI 1 KOTABUMI BY WIDI ASMORO TAHUN 2013 ClikSTATISTIKA 1. Pengertian Statistik dan Statistika Statistik adalah bilangan – bilangan yang melukiskan suatu keadaan atau persoalan tertentu. Misalnya untuk melukiskan keadaan jumlah penduduk suatu negara setiap tahun dinyatakan dengan bilangan (disebut statistik), banyaknya calon siswa baru yang mendaftar di SMA Negeri 1 Kotabumi tahun pelajaran 2013/2014 melalui jalur tes adalah 542 orang ( 542 disebut statistik ). Dan lain sebagainya. Clik Adapun Statistika berasal dari kata “ Statistik” dan “ logika “ yang dapat diartikan sebagai ilmu statistik, yaitu ilmu yang mempelajari tentang bagai mana cara mengumpulkan data, menyajikan data, mengolah data, menganalisa data dan menarik kesimpulan berdasarkan data yang ada sehingga dapat diambil tindakan atau putusan yang tepat terhadap suatu persolan yang sedang diteliti. Clik 2. Istilah –Istilah Yang Terdapat Dalam Statistika a. Data atau Datum Data adalah bentuk jamak dari “Datum” yang artinya adalah kumpulan keterangan atau imformasi yang diperoleh dari suatu penelitian. Clik
  3. 3. *PEMBELAJARAN MATEMATIKA KLS XI IPS SMA NEGERI 1 KOTABUMI BY WIDI ASMORO TAHUN 2013 Clik Berdasarkan jenisnya data dibedakan menjadi 2 jenis, yaitu data kualitatif dan data kuantitatif. Clik 1) Data kualitatif, yaitu data yang tidak atau bukan bermentuk bilangan, misalnya data tentang mutu hasil panen padi di suatu kabupaten, data tentang mutu barang elektronik di gudang suatu perusahan eleektronik, dan lain sebagainya. Untuk menggambarkan data kualitatif biasanya digunakan kata-kata seperti : “ baik “, “buru”, “rusak” ,dll. Clik2) Data kuantitatif, yaitu data yang berbentu bilangan atau angka. Misalnya data tentang jumlah penduduk di suatu negara, data banyaknya kecelakaan lalu lintas, data tentang suhu badan pasien penyakit tipus. Dll. Clik Data kuantitatif dibedakan menjadi 2 macam, yaitu data diskrit dan data kontinu. Data diskrit adalah data yang diperoleh dari hasil mencacah atau menghitung, misalnya data tentang banyaknya buku yang ada di perpustakan. Data kontinu adalah data yang diperoleh dari hasil pengukuran, misalnya data tentang tinggi badan siswa, data tentang suhu badan pasien, dll. Clik
  4. 4. *PEMBELAJARAN MATEMATIKA KLS XI IPS SMA NEGERI 1 KOTABUMI BY WIDI ASMORO TAHUN 2013 Clikb. Populasi dan Sampel Populasi adalah himpunan atau kumpulan semua objek yang sedang menjadi bhan penelitian atau pengamatan. Sedangkan Sampel adalah bagian dari populasi yang sedang diamati atau diteliti dan dapat mewakili populasi. Clik Sebagai contoh : Dalam sebuah penelitian tentang rata-rata tinggi badan siswa SMA di propinsi Lampung, Maka sebagai populasi adalah semua siswa SMA sepropinsi Lampung sedangkan sampelnya dapat dipilih secara acak sebuah SMA yang ada di propinsi Lampung, mislanya terpilih SMA Negeri 1 kotabumi sebagai sampel, berarti SMA Negeri 1 Kotabumi mewakili populasi.Clik c. Pengumpulan data ada 2 metode dalam pengumpulan data. Yaitu metode sensus dan metode sampling. Sensus adalah metode pengumpulan data dengan meneliti atau mengamati setiap anggota populsi. Sampling adalah metode pengumpulan data dengan meneliti sampel atau sebagian yang mewakili populasi. Clik
  5. 5. *PEMBELAJARAN MATEMATIKA KLS XI IPS SMA NEGERI 1 KOTABUMI BY WIDI ASMORO TAHUN 2013 Clik d. Teknik Pengumpulan Data Ada beberapa teknik pengumpulan data dalam sebuah penelitian, antara lain : 1) interpiew atau wawancara, yaitu suatu teknik pengumpulan data dengan cara bertanya langsung kepada responden face to face tentang informasi yang diperlukan dari daftar pertanyaan yang sudah dipersiapkan sebelimnya. Clik 2) Kuisoner atau angket, yaitu suatu teknik pengumpulan data dengan cara memberi responden daftar pertanyaan yang dicetak dalam selembar atau dua lembar kertas dengan pertanyaan yang sama seperti pada wawancara Clik 3) Obsevasi langsung atau pengamatan langsung, yaitu suatu teknik pengumpulan data dengan cara mengamati objek yang sedang diteliti secara langsung dengan panca indera. Teknik ini biasanya digunakan untuk penelitian yang berkaitan dengan bidang IPA . Misalnya meneliti air sebuah sungai apakah tercemar limbah beracun atau tidak tentu tidak dapat dilakukan dengan wawancara atau angket dalam pengumpulan datanya. Clik
  6. 6. *PEMBELAJARAN MATEMATIKA KLS XI IPS SMA NEGERI 1 KOTABUMI BY WIDI ASMORO TAHUN 2013 Clik2. Menyajikan Data Tunggal dalam Bentuk Tabel dan Diagram Agar mudah pahami orang lain Data statistik yang sudah dikumpulkan biasanya disajikan dalam bentuk tabel atau diagram. Clik a. Diagram Batang Diagram batang adalah diagram berbentuk batang atau balok. Diagram batang biasanya digunakan untuk membandingkan antar nilai data. Diagram batang dapat berbentuk tunggal, majemuk atau bertingkat. Berikut ini contoh-contoh diagram batang : Clik Contoh : Berikut adalah tabel data tentang banyaknya pendaftar PPDB SMA Negeri 1 Kotabumi jalur bakat dan prestasi akademik dari tahun 2007 sampai dengan 2013 TAHUN 2008 2009 2010 2011 2012 2013 LAKI-LAKI PEREMPUAN JUMLAH 300 400 700 200 300 500 250 350 600 300 500 800 250 425 675 300 350 650 Tabel Pendaftar Calon PPDB SMA N 1 Kotabumi Jalur Bakat Dan Prestasi Akademik Tahun 2007 s.d 2013 Clik Clik
  7. 7. *PEMBELAJARAN MATEMATIKA KLS XI IPS SMA NEGERI 1 KOTABUMI BY WIDI ASMORO TAHUN 2013 ClikDari data pada tabel di atas, penyajiannya dapat di ubah ke berbagai macam diagram batang. Sebagai berikut : Diagram Batang Tegak Pendaftar Calon PPDB SMA N 1 Kotabumi Jalur Bakat Dan Prestasi Akademik Tahun 2007 s.d 2013 Clik Tahun Jumlah Clik 2008 2009 2010 2011 2012 2013 100 200 300 400 500 600 700 800 Clik Clik
  8. 8. *PEMBELAJARAN MATEMATIKA KLS XI IPS SMA NEGERI 1 KOTABUMI BY WIDI ASMORO TAHUN 2013 Clik Diagram Batang Mendatar Pendaftar Calon PPDB SMA N 1 Kotabumi Jalur Bakat Dan Prestasi Akademik Tahun 2007 s.d 2013 Clik Jumlah Tahun Clik 100 200 300 400 500 600 2008 2009 2010 2011 2012 2013 Clik Clik 700 800
  9. 9. *PEMBELAJARAN MATEMATIKA KLS XI IPS SMA NEGERI 1 KOTABUMI BY WIDI ASMORO TAHUN 2013 Clik Diagram Batang Majemuk Pendaftar Calon PPDB SMA N 1 Kotabumi Jalur Bakat Dan Prestasi Akademik Tahun 2007 s.d 2013 Clik Tahun Jumlah Clik 2008 2009 2010 2011 2012 2013 50 100 150 200 250 300 350 400 Clik Clik 450 500 Ket: Laki-laki perempuan
  10. 10. *PEMBELAJARAN MATEMATIKA KLS XI IPS SMA NEGERI 1 KOTABUMI BY WIDI ASMORO TAHUN 2013 Clik Clik Diagram Batang Bersusun Pendaftar Calon PPDB SMA N 1 Kotabumi Jalur Bakat Dan Prestasi Akademik Tahun 2007 s.d 2013 Tahun Jumlah 2008 2009 2010 2011 2012 2013 100 200 300 400 500 600 700 800 Ket : Laki-laki perempuan
  11. 11. *PEMBELAJARAN MATEMATIKA KLS XI IPS SMA NEGERI 1 KOTABUMI BY WIDI ASMORO TAHUN 2013 Clikb. Diagram Garis Diagram garis atau grafik adalah diagram berbentuk garis. Diagram garis biasanya digunakan untuk menyajikan data yang diperoleh dari berdasarkan pengamatan dari waktu ke waktu secara berurutan : Clik Contoh : Berikut adalah tabel data tentang banyaknya pendaftar PPDB SMA Negeri 1 Kotabumi jalur bakat dan prestasi akademik dari tahun 2007 sampai dengan 2013 TAHUN 2008 2009 2010 2011 2012 2013 LAKI-LAKI PEREMPUAN JUMLAH 300 400 700 200 300 500 250 350 600 300 500 800 250 425 675 300 350 650 Tabel Pendaftar Calon PPDB SMA N 1 Kotabumi Jalur Bakat Dan Prestasi Akademik Tahun 2007 s.d 2013 Clik Data pada tabel di atas dapat disajikan dalam bentuk diagram garis, sebagai berikut :
  12. 12. *PEMBELAJARAN MATEMATIKA KLS XI IPS SMA NEGERI 1 KOTABUMI BY WIDI ASMORO TAHUN 2013 ClikDiagram Garis Pendaftar Calon PPDB SMA N 1 Kotabumi Jalur Bakat Dan Prestasi Akademik Tahun 2007 s.d 2013 Clik Tahun Jumlah 2008 2009 2010 2011 2012 2013 100 200 300 400 500 600 700 800 Clik Laki-laki Clik Perempuan Jumlah Total Clik
  13. 13. *PEMBELAJARAN MATEMATIKA KLS XI IPS SMA NEGERI 1 KOTABUMI BY WIDI ASMORO TAHUN 2013 Clikc. Diagram Lingkaran Diagram lingkaran adalah diagram berbentuk daerah lingkaran. Daerah lingkaran dibagi dalam juring-juring lingkaran. Luas setiap juring lingkaran biasanya dinyatakan dalam persen : Clik Contoh : Data mata pencaharian 300 penduduk desa Subur pada tahun 2010 ditunjukan pada tabel berikut : Mt Pencaharian frekuensi petani petambak pedagangguru karyawan jumlah 90 25 50 105 30 300 Clik Untuk membuat diagram lingkaran dari data pada tabel di atas , perlu kita lakukan langkah berikut : Mata Pencaharian petani petambak guru pedagang karyawan Besar sudut pusat juring persentase 90 /300 x 3600 = 1080 25 /300 x 3600 = 300 50 /300 x 3600 = 600 105 /300 x 3600 = 1260 30 /300 x 3600 = 360 90 /300 x 100% = 30% 25 /300 x 100% = 8,33% 50 /300 x 100% = 16,67% 105 /300 x 100% = 35% 30 /300 x 100% = 10% Clik
  14. 14. *PEMBELAJARAN MATEMATIKA KLS XI IPS SMA NEGERI 1 KOTABUMI BY WIDI ASMORO TAHUN 2013 Clik Diagram Lingkaran Data Mata Pencaharian 300 Penduduk Desa Subur pada Tahun 2010 108 0 30 % Clik PETAN I P ETA M B A K 8 ,3 3 % GURU 16,67 % Clik 126 0 PEDAGAN G 35% 360 KARYAWAN 10% Clik 600
  15. 15. *PEMBELAJARAN MATEMATIKA KLS XI IPS SMA NEGERI 1 KOTABUMI BY WIDI ASMORO TAHUN 2013 Clik3. Membaca dan Menyajikan Data kelompok dalam Bentuk Tabel dan Diagram Data kelompok merupakan data yang ditulis dalam suatu interval. Data kelompok sering digunakan untuk menyajikan data dalam jumlah banyak ( besar ). Clik a. Tabel atau Daftar distribusi Frekuensi Data Kelompok Berikut ini contoh tabel distribusi frekuensi data berkelompok. ClikData Tinggi Badan 100 Siswa kelas XI SMA Negeri 1 Kotabumi TP 2011/2012 Clik Tinggi Badan (cm) Frekuensi 152 – 155 10 156 – 159 16 160 – 163 20 164 – 167 27 168 – 171 15 172 – 175 12 J u m l a h 100
  16. 16. *PEMBELAJARAN MATEMATIKA KLS XI IPS SMA NEGERI 1 KOTABUMI BY WIDI ASMORO TAHUN 2013 next b. Beberapa istilah yang terdapat dalam tabel distribusi frekuensi data berkelompok. Tinggi Badan (cm) Frekuensi 152 – 155 10 156 – 159 16 160 – 163 20 164 – 167 27 168 – 171 15 172 – 175 12 J u m l a h 100 next 1) Kelas Interval , yaitu nilai data yang ditulis dalam bentuk interval. Contoh pada daftar di atas : 152 – 155 Kelas interval ke – 1 156 – 159 Kelas interval ke – 2 160 – 163 Kelas interval ke – 3 172 – 175 Kelas interval ke – 7 next
  17. 17. *PEMBELAJARAN MATEMATIKA KLS XI IPS SMA NEGERI 1 KOTABUMI BY WIDI ASMORO TAHUN 2013 next 2) Batas Bawah Kelas Interval , yaitu nilai data yang terletak disebelah kiri setiap kelas interval. Contoh pada daftar di atas : 152 Batas Bawah Kelas interval ke – 1 156 Batas Bawah Kelas interval ke – 2 160 Batas Bawah Kelas interval ke – 3 172 Batas Bawah Kelas interval ke – 7 next 3) Batas Atas Kelas Interval , yaitu nilai data yang terletak disebelah kanan setiap kelas interval. Contoh pada daftar di atas : 155 Batas Atas Kelas interval ke – 1 159 Batas Atas Kelas interval ke – 2 163 Batas Atas Kelas interval ke – 3 175 Batas Atas Kelas interval ke – 7 next 4) Tepi Bawah Kelas Interval , yaitu nilai yang diperoleh dari batas bawah dikurangi 0,5 pada setiap kelas interval. Contoh pada daftar di atas : 152 – 0,5 = 151,5 Tepi Bawah Kelas interval ke – 1 156 – 0,5 = 155,5 Tepi Bawah Kelas interval ke – 2 172 – 0,5 = 171,5 Tepi Bawah Kelas interval ke – 7 next
  18. 18. *PEMBELAJARAN MATEMATIKA KLS XI IPS SMA NEGERI 1 KOTABUMI BY WIDI ASMORO TAHUN 2013 next 5) Tepi Atas Kelas Interval , yaitu nilai yang diperoleh dari batas atas ditambah 0,5 pada setiap kelas interval. Contoh pada daftar di atas : 155 + 0,5 = 155,5 Tepi Atas Kelas interval ke – 1 159 + 0,5 = 159,5 Tepi Atas Kelas interval ke – 2 175 + 0,5 = 175,5 Tepi Atas Kelas interval ke – 7 next 6) Titik Tengah Kelas Interval , yaitu nilai yang diperoleh dari setengah kali jumlah batas bawah dan batas atas kelas interval. Contoh pada daftar di atas : ½(152 + 155) = 153,5 Titik Tengah Kelas interval ke – 1 ½(156 + 159) = 157,5 Titik Tengah Kelas interval ke – 2 ½(172 + 175) = 173,5 Titik Tengah Kelas interval ke – 7 next 7) Panjang Kelas atau Lebar Kelas , yaitu nilai yang diperoleh dari selisih positip tepi bawah dan tepi atas kelas interval. Contoh pada daftar di atas : 155,5 – 151,5 = 4 Titik Tengah Kelas interval ke – 1 159,5 – 155,5 = 4 Titik Tengah Kelas interval ke – 2 175,5 – 171,5 = 4 Titik Tengah Kelas interval ke – 7 next
  19. 19. *PEMBELAJARAN MATEMATIKA KLS XI IPS SMA NEGERI 1 KOTABUMI BY WIDI ASMORO TAHUN 2013 nextc. Histogram dan Poligon Frekuensi Dari tabel distribusi frekuensi data berkelompok dapat dibuat diagram yang bernama Histogram. Histogram adalah diagram yang berupa batang – batang atau persegipanjang – persegipanjang tegak yang saling berimpit. Lebar persegipanjang sebanding dengan lebar kelas dan tinggi persegipanjang sebanding dengan besar frekuesi kelas interval masing – masing. Sedangkan Poligon Frekuensi adalah garis patah – patah yang menghubungkan titik tengah – titik tengah sisi atas histogram. next Sebagai contoh, kita akan buat histogram dan poligon frekuensi dari data pada tabel distribusi frekuensi berkelompok berikut ini : Tinggi Badan (cm) Frekuensi 152 – 155 10 156 – 159 16 160 – 163 20 164 – 167 27 168 – 171 15 172 – 175 12 J u m l a h 100 next
  20. 20. *PEMBELAJARAN MATEMATIKA KLS XI IPS SMA NEGERI 1 KOTABUMI BY WIDI ASMORO TAHUN 2013 nextPerhatikan cara membuat histogram dan poligon frekuensi dari data pada tabel distribusi frekuensi berkelompok berikut ini : Histogram dan Poligon Frekuensi Tinggi Badan (cm) Banyak Siswa/ Frekuensi 151,5 155,5 159,5 163,5 167,5 171,5 175,5 4 8 12 16 20 24 28 next Histogram next Poligon Frekuensi next
  21. 21. *PEMBELAJARAN MATEMATIKA KLS XI IPS SMA NEGERI 1 KOTABUMI BY WIDI ASMORO TAHUN 2013 next d. Frekuensi Kumulatif dan Ogif 1) Frekuensi Kumulatif kurang Dari dan Ogif Positip Frekuensi kumulatif kurang dari ( fk ≤ ) adalah jumlah frekuensi yang memiliki nilai kurang dari atau sama dengan nilai tepi atas suatu kelas interval. Dari tabel distribusi frekuensi kumulatif kurang dari dapat dibuat sebuah kurva mulus yang disebut Ogif Positip. nextContoh : Membuat tabel distribusi Frekuensi Kumulatif kurang Dari dan Ogif Positip dari tabel distribusi frekuensi berkelompok berikut ini. Tinggi Badan (cm) Frekuensi 152 – 155 10 156 – 159 16 160 – 163 20 164 – 167 27 168 – 171 15 172 – 175 12 J u m l a h 100 next
  22. 22. *PEMBELAJARAN MATEMATIKA KLS XI IPS SMA NEGERI 1 KOTABUMI BY WIDI ASMORO TAHUN 2013 nextPenyelesaian : Tinggi Badan (cm) Frekuensi 152 – 155 10 156 – 159 16 160 – 163 20 164 – 167 27 168 – 171 15 172 – 175 12 J u m l a h 100 Tabel frekuensi kumulatip Tepi Atas Kelas (cm) FK “≤ “ ≤ 151,5 0 ≤ 155,5 10 ≤ 159,5 26 ≤ 163,5 46 ≤ 167,5 73 ≤ 171’5 88 100≤ 175’5 next Ogif Positip T Badan Fk “ ≤ “ 151,5 155,5 159,5 163,5 167,5 171,5 175,5 10 20 30 40 50 60 70 80 90 100 next next 26 46 73 88
  23. 23. *PEMBELAJARAN MATEMATIKA KLS XI IPS SMA NEGERI 1 KOTABUMI BY WIDI ASMORO TAHUN 2013 next 2) Frekuensi Kumulatif Lebih Dari dan Ogif Negatif Frekuensi kumulatif kurang dari ( fk ≥ ) adalah jumlah frekuensi yang memiliki nilai lebih dari atau sama dengan nilai tepi bawah suatu kelas interval. Dari tabel distribusi frekuensi kumulatif lebih dari dapat dibuat sebuah kurva mulus yang disebut Ogif Negatip. next Contoh : Membuat tabel distribusi Frekuensi Kumulatif lebih Dari dan Ogif negatip dari tabel distribusi frekuensi berkelompok berikut ini. Tinggi Badan (cm) Frekuensi 152 – 155 10 156 – 159 16 160 – 163 20 164 – 167 27 168 – 171 15 172 – 175 12 J u m l a h 100 next
  24. 24. *PEMBELAJARAN MATEMATIKA KLS XI IPS SMA NEGERI 1 KOTABUMI BY WIDI ASMORO TAHUN 2013 nextPenyelesaian : Tinggi Badan (cm) Frekuensi 152 – 155 10 156 – 159 16 160 – 163 20 164 – 167 27 168 – 171 15 172 – 175 12 J u m l a h 100 Tabel frekuensi kumulatip Tepi Bawah Kelas (cm) FK “ ≥ “ ≥ 151,5 100 ≥ 155,5 90 ≥ 159,5 74 ≥ 163,5 54 ≥ 167,5 27 ≥ 171’5 12 0≥ 175’5 next Ogif Negatip T Badan Fk “ ≥ “ 151,5 155,5 159,5 163,5 167,5 171,5 175,5 10 20 30 40 50 60 70 80 90 100 next next 74 54 27
  25. 25. *PEMBELAJARAN MATEMATIKA KLS XI IPS SMA NEGERI 1 KOTABUMI BY WIDI ASMORO TAHUN 2013 e. Membuat Tabel Distribusi Frekuensi dari Data Mentah 1) Tabel Distribusi Frekuensi Data tunggal Berikut ini adalah data nilai matematika 40 siswa kelas XI IPS SMA Negeri 1 Kotabumi (Data Mentah) : next next 3 6 4 9 4 6 8 5 6 7 5 4 3 8 6 3 6 9 7 5 9 5 6 7 6 7 5 7 8 6 6 8 9 6 4 6 6 7 7 8 Data di atas dapat disajikan dalam bentuk tabel distribusi frekuensi data tunggal sebagai berikut : next next NILAI TURUS FREKUENSI 3 4 5 6 7 8 9 JUMLAH III 3 IIII 4 IIIII 5 IIIIIIIIIIII 12 IIIIIII 7 IIIII 5 IIII 4 40 next
  26. 26. *PEMBELAJARAN MATEMATIKA KLS XI IPS SMA NEGERI 1 KOTABUMI BY WIDI ASMORO TAHUN 2013 next 2) Tabel Distribusi Frekuensi Data Berkelompok Berikut ini adalah nilai matematika 60 siswa kelas XI IPS SMA Negeri 1 Kotabumi (Data Mentah) : next 30 35 40 90 42 60 87 55 63 77 56 44 32 85 62 39 61 90 72 55 94 58 68 74 69 75 53 74 89 65 65 82 91 38 46 65 68 76 82 83 67 87 71 70 69 41 45 78 84 35 44 55 66 77 88 71 68 83 69 65 next Data mentah di atas dapat disajikan dalam bentuk tabel distribusi frekuensi data Berkelompok. Berikut adalah pedoman membuat tabel distribusi data berkelompok : 1. Menentukan Rentang atau jankauan data (R), yaitu selisih positip dari nilai data terendah (X1) dan nilai data tertinggi (Xn). RUMUS : R = Xn – X1 next Untuk data di atas : Nilai data terendah (X1) = 30 Nilai data tertinggi (X60) = 94 jadi Rentang : R = X60 – X1 = 94 – 30 = 64 next
  27. 27. *PEMBELAJARAN MATEMATIKA KLS XI IPS SMA NEGERI 1 KOTABUMI BY WIDI ASMORO TAHUN 2013 next 2. Menentukan Banyaknya Kelas Interval ( K ) Bayaknya kelas interval disarankan antara 5 dan 15 kelas, dan sebagai ancer-ancer bisa digunakan aturan Sturges yaitu : Banyak kelas Interval (K) = 1 + 3,3 log n, n = banyaknya niali data nextUntuk data di atas : n = 60 Banyak kelas Interval (K) = 1 + 3,3 log 60 = 1 + 3,3 (1,778) = 1 + 5,867 = 6,867 = 7 ( dibulatkan ) next 3. Menentukan Panjang atau Lebar Kelas Interval (P) Panjang kelas Interval ( P ) dapat ditentukan dengan rumus : Panjang Kelas Interval ( P ) = R dibagi K = R : K next Untuk data di atas : R = 64 , K = 7 Panjang Kelas Interval ( P ) = R : K = 64 : 7 = 9,14 = 10 ( Dibulatkan ke atas ) next 4. Menyusun Tabel Distribusi Frekuensi Data Berkelompok Batas bawah kelas Interval pertama dapat diambil nilai data yang terkecil atau nilai yang lebih kecil dari nilai data terkecil tapi selisihnya tdak lebih dari panjang kelas interval. Sebagai berikut : next
  28. 28. *PEMBELAJARAN MATEMATIKA KLS XI IPS SMA NEGERI 1 KOTABUMI BY WIDI ASMORO TAHUN 2013 next next 30 35 40 90 42 60 87 55 63 77 56 44 32 85 62 39 61 90 72 55 94 58 68 74 69 75 53 74 59 65 65 82 91 38 46 65 68 76 82 83 67 87 71 70 69 41 45 78 84 35 44 55 66 77 88 71 68 53 69 65 Untuk Menyusun Tabel Distribusi Frekuensi Data Berkelompok maka kita harus perhatikan kembali data mentahnya, sebagai berikut : Tabel Distribusi Frekuensi Data Berkelompok KELAS INTERVAL TURUS FREKUENSI 30 – 39 40 – 49 50 – 59 60 – 69 70 – 79 80 – 89 90 – 99 JUMLAH IIIIII 6 IIIIIII 7 IIIIIIII 8 IIIIIIIIIIIIIII 16 IIIIIIIIIII 11 IIIIIIII 8 IIII 4 60 next
  29. 29. *PEMBELAJARAN MATEMATIKA KLS XI IPS SMA NEGERI 1 KOTABUMI BY WIDI ASMORO TAHUN 2013 next Silahkan anda mencoba menyelesaikan soal-soal yang tersedia pada buku literatur anda !
  30. 30. *PEMBELAJARAN MATEMATIKA KLS XI IPS SMA NEGERI 1 KOTABUMI BY WIDI ASMORO TAHUN 2013 next next

×