Tahlilan

4,826 views

Published on

0 Comments
3 Likes
Statistics
Notes
  • Be the first to comment

No Downloads
Views
Total views
4,826
On SlideShare
0
From Embeds
0
Number of Embeds
501
Actions
Shares
0
Downloads
161
Comments
0
Likes
3
Embeds 0
No embeds

No notes for slide

Tahlilan

  1. 1. DAFTAR ISIPENDAHULUAN 3BAB IFADILAH SURAT 41. DALIL KEUTAMAAN SURAT YASIN 42. DALIL KEUTAMAAN SURAT AL MULK 7BAB IISEPUTAR MASALAH JENAZAH 81. TA’ZIYAH (MELAWAT) 8 A. Sunnah dan Makruh Saat Ta’ziyah 8 B. Membaca Surat Yasin 8 C. Membantu Membuat Makanan 9 D. Larangan Meratap dan Sejenisnya 102. SOLAT JENAZAH 11 A. Rukun Solat Jenazah 11 B. Sunnah-sunnah dalam Solat Jenazah 123. SETELAH PENGUBURAN 12 A. Membaca Zikir dan Al Qur’an 12 B. Talqin Untuk Mayit 13 C. Menyampaikan Nasehat di sisi kubur 14 D. Menabur Bunga dan Menanam Pohon 15BAB IIIHADIAH PAHALA DAN TAHLILAN 161. SOLAT HADIAH UNTUK MAYIT 162. FIDYAH AMALAN 173. ZIARAH KUBUR 174. DALIL ACARA TAHLILAN 185. KEUTAMAAN SUSUNAN BACAAN TAHLIL 21BAB IVBANTAHAN DAN JAWABAN 231. ANGGAPAN BID’AH 232. ANGGAPAN SYIRIK 253. HANYA 3 AMAL YANG SAMPAI KE MAYIT 264. ORANG TIDAK MENANGGUNG DOSA ORANG LAIN 27 1
  2. 2. BAB VLAMPIRAN 281. SUSUNAN TAHLIL 292. DOA TAHLIL 31DAFTAR PUSTAKA 2
  3. 3. PENDAHULUAN Segala puji bagi ALLAH SWT yang telah melimpahkan banyak rahmat-Nya dan solawat sertasalam untuk Nabi kita Nabi Muhammad SAW. Risalah kecil ini alhamdulillah, berkat rahmat-Nya, bisa kami susun untuk memenuhikebutuhan masyarakat akan informasi tentang tahlilan yang benar dan tidak bertentangan dengansyari’at dan sekaligus membantah orang-orang yang beranggapan negatif terhadap acara tahlilan. Untuk membuat risalah ini, kami mengutip dari beberapa sumber antara lain :SUMBER AL QUR’AN • Tafsir Al Jalalain, oleh Imam Jalaluddin As Sayuthi dan Jalaluddin Al Mahalli • Tafsir Al Munir, oleh Imam Nawawi Al BanteniSUMBER HADITS • Subulussalam Syarh Bulughil Marom, oleh Muhammad bin Ismail Al Amir Al Yamani As Shon’ani • Riya-dhus Sholihin, oleh Imam Abu Zakaria Yahya An Nawawi • Al Adzkar, oleh Imam Abu Zakaria Yahya An Nawawi • Mukhtarul Ahadits An Nabawiyah, oleh Sayyid Ahmad Al Hasyimi Bek • Khozinatul Asror, oleh Sayyid Muhammad Haqqi An NaziliSUMBER FIQIH • Nihayatuz Zain, oleh Imam Nawawi Al BanteniSUMBER AQIDAH • Durrotul Bahiyyah fii Hilli Alfaa-zhi Al ‘Aqidah At Thohawiyah, oleh Asy Syaikh Abdullah Al Harori yang dikenal dengan sebutan Al Habasyi Risalah kecil ini masih banyak kekurangan di sana sini. Untuk itu kami mohon koreksinya, idedan kritiknya. Risalah ini dibuat dalam rangka untuk memperingati dan mengenang wafatnya almarhumahibunda tercinta Marhumah binti Murtado yang wafat tanggal 26 Juni 2007 jam 15.30. Semogapahala dari risalah kecil ini dan pahala orang-orang yang mengamalkannya akan sampai kepadaibunda kami Marhumah binti Murtado terus menerus, semoga menjadi cahaya yang terangbenderang di kuburnya, diampuni segala dosanya, dijauhkan dari siksa kubur dan dari siksa nerakadan dimasukkan ke sorga bersama orang-orang mu’min lainnya. Aamiin aamiin aamiin. Penyusun Keluarga Besar Almarhumah Ibu Marhumah binti Murtado Cawang III RT 11 RW 05 No. 36 Jakarta Timur 3
  4. 4. BAB I FADILAH SURAT 1. DALIL KEUTAMAAN SURAT YASINNabi SAW bersabda :”Sesungguhnya segala sesuatu itu punya hati, dan hatinya Al Qur’an adalah YASIN, dan siapa yangmembaca YASIN maka ALLAH akan mencatat baginya karena bacaannya tersebut sepertimembaca 10 x membaca Al Qur’an”(HR. At Turmudzi/2812 dan Albayhaqi/2359 dari Anas bin Malik, Ad Darimi/3479)Nabi SAW bersabda :“Siapa yang membaca YASIN pada malam hari dengan mengharap keridooan ALLAH makadiampuni dosa-dosanya”(HR. At Thobroni/145, 418 dan Albayhaqi/2360, 2361 dari Abu Huroiroh, Ad Darimi/3478dari Hasan, Dishohihkan oleh Ibnu Hibban/2626)Diriwayatkan dari Ma’qol bin Yasar, bahwa Nabi SAW bersabda :“Bacalah untuk orang mati di antara kamu, surat YASIN”(Hadits Shohih Riwayat Ibnu Hibban/3064, juga diriwayatkan oleh Abu Daud/2714, IbnuMajah/1438, Ahmad/19416, 19427, Nasai/10913, Alhakim/2028, Aththobroni/16904,Albayhaqi/2356, 8930)Nabi bersabda :“Tidaklah orang yang akan mati lalu dibacakan YASIN di sisinya kecuali ALLAH akanmemudahkan keluar ruh atasnya”(HR. Abu Darda’ dan Abu Dzar, Kitab Subulussalam Halaman 188) 4
  5. 5. Dengan ma’na serupa ada riwayat dari Imam Ahmad :“Telah menceritakan kepada kami, Abu Mughiroh, telah mencertakan kepada kami Sofwan, telahmenceritakan kepadaku para guru sesungguhnya mereka menghadiri Ghudaif bin Al Harits AtsTsumali ketika sekarat maka berkatalah : Siapa seorang diantara kalian yang mau membacaYASIN, lalu berkata Sofwan : maka Soleh bin Syurekh As Sakuni membaca surat YASIN tersebutmaka ketika sampai bacaan 40 ayat Ghudaif meninggal dunia. Berkatalah Sofwan maka adalah paraguru mereka berkata apabila dibacakan YASIN di sisi orang mati maka diringankan darinya berkatbacaan YASIN tersebut. Berkata Sofwan : Dan Isa bin Mu’tamir telah membaca YASIN di sisiIbnu Ma’bad”(HR. Ahmad/16355)“Siapa yang membiasakan membaca YASIN setiap malam kemudian mati maka mati dalamkeadaan syahid”(HR. Atthobroni/7217 dari Anas bin Malik)Seorang pembesar Tabi’in yang bernama Abu Qilabah berkata : 5
  6. 6. “Siapa yang hafal 10 ayat dari Surat Al Kahfi maka terpelihara dari fitnah Dajjal, dan siapa ygmembaca surat Al Kahfi pada malam Jum’at maka dia terpelihara dari jum’at ke jum’at berikutnya,jika dia menemukan Dajjal maka Dajjal tidak akan membahayakannya dan datang pada hari kiamatdengan wajah seperti bulan purnama, siapa yang membaca YASIN maka akan diampuni dosanya,siapa yang membaca YASIN sedangkan dia sedang lapar maka akan kenyang, siapa yang membacaYASIN sedangkan dia sedang tersesat maka dia akan diberi petunjuk, siapa yang membaca YASINsedangkan dia punya sesuatu yang hilang maka dia akan menemukannya, siapa yang membacaYASIN di sisi makanan yang dia takut menjadi sedikit maka ALLAH akan mencukupinya, siapayang membaca YASIN di sisi orang mati maka akan diringankan bagi si mayit, siapa yangmembaca YASIN pada wanita yang susah melahirkan anaknya maka akan dipermudah, siapa yangmembaca YASIN seperti membaca 11x Al Qur’an, setiap sesuatu memiliki hati dan hatinya AlQur’an adalah YASIN”.(Kitab Syu’abul Iman Al Bayhaqi no. 2365)»:Dari ‘Atho’ bin Abi Robah dia berkata telah sampai kepadaku bahwa Rosulullah SAW bersabda :“Siapa yang membaca YASIN di awal siang maka akan dikabulkan hajatnya”(HR. Ad Darimi/3481)Abu Bakar dan Ibnu Abbas berkata :”Siapa yang membaca YASIN sampai firman ALLAH Ta’ala dan berdoa dengan perantara pengaruh YASIN maka dikabuli doanya”(Kitab Khozinatul Asror halaman 167 bab Hadits-hadits Shohih yang MenerangkanKeutamaan Surat YASIN dan Penjelasan Khasiatnya)Ibnu Abbas berkata :“Siapa yang membaca YASIN ketika pagi maka akan diberikan kemudahan di hari itu sehinggasore, dan siapa yang membaca YASIN pada awal malam akan diberikan kemudahan di malam ituhingga pagi”(Ad Darimi/3482) 6
  7. 7. 2. DALIL KEUTAMAAN SURAT AL MULKNabi SAW bersabda :“Siapa yang membaca Tabarokalla-dzii Biyadihil Mulk setiap malam, ALLAH akan mencegahnyadari siksa kubur”(HR. An Nasai dari Ibnu Mas’ud)Nabi SAW bersabda :“Sesungguhnya di dalam Al Qur’an ada surat berisi 30 ayat yang memberi syafa’at untuk seseorangsehingga dia diampuni, yaitu Tabarokalla-dzii Biyadihil Mulk”(HR. Abu Daud, Ibnu Majah, At Turmudzi, An Nasai, Ibnu Hibban, Al Hakim dari AbuHuroiroh)Ibnu Mas’ud r.a. berkata :“Seseorang akan didatangi dalam kuburnya dari arah kepalanya lalu dikatakan : Tidak ada jalanbagi kamu, sesungguhnya dia membaca surat Al Mulk di atas kepalanya. Lalu didatangi dari arahkedua kakinya lalu dikatakan : Tidak ada jalan bagi kamu, sesungguhnya dia berdiri lalu diamembaca surat Al Mulk. Lalu didatangi dari arah perutnya lalu dikatakan : Tidak ada jalan bagikamu, sesungguhnya dia hafal surat Al Mulk dan meninggalkannya di perutnya. Siapa yangmembaca surat Al Mulk pada malam atau siang hari maka sungguh telah banyak kebaikannya.Demikian dijelaskan dalam kitab Ruuhul Bayan”(Kitab Khozinatul Asror halaman 170 bab Hadits-hadits Shohih yang MenerangkanKeutamaan Surat Al Mulk dan Penjelasan Khasiatnya)Ibnu Abbas r.a. bertanya kepada seseorang : “Maukah aku ceritakan sebuah cerita yang kau akansenang dengannya? “ Orang itu berkata : “Ya”Ibnu Abbas r.a. berkata :“Bacalah Tabarokalla-dzii Biyadihil Mulk dan hafalkanlah dan ajarkanlah keluarga kamu danseluruh anak kamu dan anak-anak kecil di rumahmu dan tetangga-tetanggamu. Maka sesungguhnyasurat Al Mulk itu penyelamat dan pembantah yang membantah atau mengalahkan di hari kiamat disisi Tuhannya bagi yang membacanya dan menuntut kepada Tuhannya untuk menyelamatkannyadari siksa neraka jika surat Al Mulk ada di perutnya dan ALLAH akan menyelamatkan pembacanyadengan surat Al Mulk tersebut dari siksa kubur. Rosulullaah SAW bersabda, Sungguh aku senangkarena surat Al Mulk ada di hati setiap orang dari umatku. Demikian dijelaskan dalam TadzkirotulQurthubi”(Kitab Khozinatul Asror halaman 169 bab Hadits-hadits Shohih yang MenerangkanKeutamaan Surat Al Mulk dan Penjelasan Khasiatnya) 7
  8. 8. BAB II JENAZAH1. TA’ZIYAH (MELAWAT)Nabi SAW bersabda :“Tidaklah seorang mu’min berta’ziyah kepada saudaranya yang terkena musibah kecuali ALLAHYang Maha Mulia dan Maha Agung akan memberinya pakaian dari pakaian kemulian (pakaiansorga) pada hari kiamat”(HR. Ibnu Majah dan Bayhaqi dari ‘Amr bin Hazm) A. SUNNAH DAN MAKRUH SAAT TA’ZIYAH Disunnahkan berta’ziah (melawat) sebelum mayit dimakamkan dan setelah mayit dimakamkan. Ta’ziyah bermanfaat untuk menenangkan hatinya orang yang terkena musibah (keluarga mayit). Dan membantu keluarga mayit memberitahukan kepada sanak keluarga, teman, kerabatnya, menyiapkan proses memandikan mayit, mengkafani, menyolati dan menguburkannya. Juga membantu membuat makanan untuk keluarga mayit untuk menyenangkan hatinya. Dan biasanya para penta’ziyah sekarang menggantikannnya dengan uang melawat. Imam Nawawi berkata : “Telah berkata Imam Syafi’i dan para sahabat kami semoga ALLAH merahmati mereka, Makruh duduk untuk ta’ziyah. Mereka berkata yaitu duduk berkumpulnya keluarga mayit di rumah agar orang orang mau berta’ziyah kepada mereka. Tetapi sebaiknya mereka berbuat sesuai kebutuhan mereka masing-masing. Tidak ada beda laki-laki maupun perempuan pada makruhnya duduk untuk ta’ziyah. Al Mahamili telah menjelaskan demikian tersebut dan dinukil dari perkataan Imam Syafi’i r.a. Duduk untuk ta’ziyah ini MAKRUH TANZIH (Makruh Suci) jika tidak disertai ajaran-ajaran baru (yang tidak ada contohnya, bid’ah jelek)” (Kitab Al Adzkar An Nawawiyah Halaman 223 Bab Ta’ziyah) B. MEMBACA SURAT YASIN Untuk menghindari MAKRUH TANZIH duduk-duduk untuk ta’ziyah, selain bisa dengan membantu keluarga mayit memberitahukan kematian anggota keluarganya ke sanak famili, teman, kerabat dan lain-lain, sebaiknya para penta’ziyah juga membantu membacakan Al Qur’an dihadiahkan pahalanya untuk mayit. Minimal membaca YASIN ataupun TAHLIL. Dengan membaca YASIN dan surat-surat Al Qur’an lainnya serta zikir-zikir lainnya maka akan turun rahmat ALLAH bagi yang membaca dan yang mendengar, khususnya bagi mayit dan keluarga mayit sebagaimana dijelaskan dalam hadits Nabi : 8
  9. 9. Nabi SAW bersabda :“Tidaklah dari suatu kaum yang menyebut dan mengingat ALLAH kecuali malaikatmengelilingi mereka, rahmat meliputi mereka, turun ketenangan kepada mereka dan ALLAHmenyebut dan mengingat mereka pada siapa yang ada di sisi-Nya (malaikat)”(HR. Ibnu Majah dari Abu Sa’id)Nabi SAW bersabda :“Bacalah untuk orang mati di antara kamu, surat YASIN”(Hadits Shohih Riwayat Ibnu Hibban, juga diriwayatkan oleh Abu Daud, Ibnu Majah,Ahmad, Nasai)C. MEMBANTU MEMBUAT MAKANAN Disunnahkan penta’ziyah membantu keluarga mayit dengan memberi makanan untukkeluarga mayit. Untuk menyenangi hati mereka. Diriwayatkan dari Abdullah bin Ja’far r.a. diaberkata, ketika datang kabar kematian Ja’far ketika terbunuh, Rosulullaah SAW bersabda :“Buatlah oleh kalian makanan untuk keluarga Ja’far, maka sungguh telah datang sesuatu yangmenyibukkan mereka”(HR. Abu Daud, Ahmad, Ibnu Majah, Turmudzi) Tidak boleh memberi makan oleh keluarga mayit untuk orang yang telah memakamkanmayit kecuali diniatkan sodaqoh yang pahalanya dihadiahkan untuk mayit, berdasar hadits dariJarir bin Abdullah Al Bajali, dia berkata :“Kami menganggap berkumpul ke keluarga mayit dan membuat makanan setelah memakamkanmayit, itu termasuk MERATAP”(HR. Ahmad) 9
  10. 10. Tentunya juga jangan menggunakan harta si mayit apalagi jika si mayit masih punya hutangyang belum dilunasi. Sedekah harusnya dari harta orang lain, baik yang dibantu dari para tamumaupun dari harta anak-anaknya si mayit atau kerabat dekatnya. Telah berkata Syekh Nawawi Al Banteni : “Bersedekah untuk mayit dengan cara sesuai syari’at adalah dianjurkan dan tidak terkaitdengan 7 hari atau lebih banyak atau lebih sedikit. Dan mengaitkan dengan sebagian hariadalah bagian dari adat istiadat saja sebagaimana difatwakan oleh Sayyid Ahmad Dahlan(Mufti Mekkah), Dan telah berlaku kebiasaan manusia bersedekah untuk mayit di hari ketigadari kematiannya, hari ketujuh dari kematiannya, sempurna 20 hari atau 40 hari atau 100 haridari kematiannya. Dan setelah itu melakukannya setiap tahun (haul) di hari kematiannyasebagaimana telah memberikan faidah oleh guru kami Yusuf Assanbulawayni. Adapunmakanan yang berkumpulnya manusia di malam pemakaman mayit yang disebut Al Wahsyahmaka itu makruh selama bukan dari harta anak yatim, jika dari harta anak yatim maka haram,seperti ini dijelaskan dalam kitab Kasyful Litsam” (Nihayatuz Zain halaman 281)D. LARANGAN MERATAP DAN SEJENISNYA Haram meratap, merobek-robek pakaian, teriak-teriak, memukul-mukul badan karenakematian seseorang, apalagi jika sampai melukai badan seperti yang dilakukan oleh orang-orang jaman jahiliyah dan orang-orang SYI’AH hingga kini.Nabi SAW bersabda :“Bukanlah termasuk golongan kita, orang-orang yang memukul pipi, merobek kantong danmemanggil dengan panggilan seperti orang jahiliyah”(HR. Bukhori dan Muslim)Diriwayatkan dari Abu Sa’id Al Khudri r.a. dia berkata :“Rosulullaah SAW mengutuk orang yang meratap dan orang yang sengaja mendengar ratapan”(HR. Abu Daud)Nabi SAW bersabda :“Mayit disiksa di kuburnya karena diratapi atas kematiannya”(HR. Bukhori dan Muslim dari Abdullah bin Umar) 10
  11. 11. Penafsiran dari hadits tersebut adalah sebagai berikut : • Mayit akan disiksa karena ratapan dari orang hidup jika ada sebab yang membuat ratapan itu menjadikan mayit tersiksa, misalnya memang sudah kebiasaan di daerah tersebut meratapi mayat. Ini pendapat Imam Bukhori • Mayit akan disiksa karena ratapan dari orang hidup jika si mayit berwasiat agar diratapi kalau dia sudah meninggal. Ini pendapat kebanyakan ulama • Mayit merasa sedih hati karena ratapan dari orang hidup atau dari perbuatan keluarganya yang disodorkan kepadanya setiap hari Jum’at seperti dijelaskan dalam sebuah hadits. Ini pendapat yang dikuatkan oleh Qodhi ‘Iyadh dan Muhammad bin Jarir Hadits tersebut tidak dibatasi hanya untuk mu’min atau kafir. Jika hanya berlaku untuk orang kafir, pendapat ini salah. (Subulussalam halaman 238) Termasuk meratap yaitu mengkhususkan diri mengganti pakaian dengan warna hitam seperti yang biasa dilakukan oleh orang-orang SYI’AH.2. SOLAT JENAZAH A. RUKUN SOLAT JENAZAH Rukun-rukun Solat Jenazah ada 7 : 1. Niat di dalam hati bersamaan dengan takbiratul ihrom ( ) 2. Berdiri bagi yang mampu berdiri 3. Melakukan 4 x takbir (termasuk takbiratul ihrom) 4. Membaca surat Al Fatihah setelah takbir pertama (takbiratul ihrom) 5. Membaca solawat untuk Nabi SAW setelah takbir kedua. Minimal : 6. Membaca doa khusus untuk mayit tersebut setelah takbir ketiga, contoh doa boleh apa saja dalam bahasa Arab. Misalnya untuk mayit dewasa : Untuk mayit anak-anak : 7. Salam setelah takbir yang keempat 11
  12. 12. B. SUNNAH-SUNNAH DALAM SOLAT JENAZAH 1. Mengangkat kedua tangan hingga rata pundaknya di setiap takbir 2. Meletakkan kedua tapak tangannya di bawah dada setiap selesai takbir 3. Membaca solawat untuk keluarga Nabi SAW dan orang mu’min dan mu’minat, lebih baik lagi jika solawat yang dibaca seperti solawat pada tahiyat akhir 4. Sunnah solat jenazah secara berjama’ah di dalam masjid dengan 3 shaff atau lebih. Makruh kurang dari 3 shaff. Disunnahkan juga minimal 40 atau 100 orang karena akan membantu mayit. 5. Membaca ta’awwudz sebelum membaca Al Fatihah. Tidak disunnahkan membaca doa iftitah 6. Membaca doa berikut ini setelah takbir ke empat sebelum salam : 7. Menengok ke kanan dan ke kiri saat salam3. SETELAH PENGUBURAN Setelah menguburkan mayit, hendaknya orang-orang melakukan pembacaan Al Qur’an minimalsurat YASIN, lebih baik lagi jika 30 juz Al Qur’an, melakukan Talqin untuk mayit danmenyampaikan sedikit nasehat agama tentang kematian. A. MEMBACA ZIKIR DAN AL QUR’AN Sebelum mayit ditinggal di kuburnya, bacakanlah doa, zikir dan ayat-ayat Al Qur’an agar si mayit tenang di alam kuburnya terutama ketika berhadapan dengan malaikat Munkar dan Nakir. : ­ Dari ‘Amr bin ‘Ash r.a. dia telah berkata : “Jika kalian telah menguburkanku, maka berdirilah kalian di sekitar kuburku seukuran waktu menyembelih sembelihan dan membagi-bagikan dagingnya sehingga aku senang dengan kalian dan aku mengetahui apa saja yang ditanya oleh utusan-utusan Tuhanku” (HR. MUSLIM) Imam Syafi’i berkata : “Dan disukai untuk dibacakan di sisi kuburnya sesuatu dari Al Qur’an dan jika mengkhatamkan Al Qur’an seluruhnya maka itu baik” (Kitab Riyadhus Sholihin Hadits Ke-2 Bab Doa Untuk Mayit Setelah Menguburkannya, Duduk Di Sisi Kuburnya Beberapa Saat Untuk Doa, Istighfar dan Membaca Al Qur’an) 12
  13. 13. B. TALQIN UNTUK MAYIT Setelah menguburkan mayit, disunnahkan melakukan pembacaan Talqin untuk membantumemudahkan mayit menjawab pertanyaan malaikat Munkar dan Nakir. Karena Nabi SAWapabila telah selesai menguburkan mayit dia berdiri di sisi kubur dan beliau berkata :“Mintakanlah ampun untuk saudaramu dan mintalah ketetapan hati untuknya maka sungguh diasekarang sedang ditanya”.(HR. Abu Daud, Dishohihkan oleh Al Hakim, Dihasankan oleh Al Bayhaqi)( ) : :Nabi SAW bersabda :“Sesungguhnya mayit jika telah diletakkan di kuburnya dan telah berpaling sahabatnya darinya,sungguh dia mendengar suara detakan sendal mereka”(HR. BUKHORI)Ditambahkan oleh Muslim : “Dan apabila mereka pergi, datanglah 2 orang malaikat”Ditambahkan oleh Ibnu Hibban dan At Turmudzi : “Keduanya berwarna biru hitam,dikatakan salah satunya dengan Al Munkar dan lainnya An Nakir” : – – :Diriwayatkan dari Dhomaroh bin Habib r.a. – seorang tabi’in – dia berkata :“Mereka menyukai apabila kubur mayit sudah diratakan dan telah berpaling manusia darinyaagar dibacakan di sisi kuburnya : Wahai Fulan, katakanlah Tiada Tuhan Selain ALLAH 3x, Wahai Fulan katakanlah Tuhanku ALLAH, agamaku ISLAM, Nabiku MUHAMMAD”(HR. Sa’id bin Manshur, Subulus Salam kitab Janaiz Hadits 546/49) 13
  14. 14. :Nabi SAW bersabda :“Apabila telah mati seseorang dari saudara kalian lalu telah kalian ratakan tanahnya ataskuburnya, maka hendaklah salah satu dari kalian berdiri di sisi kuburnya kemudian hendaknyadia berkata : Wahai Fulan anaknya Fulanah. Maka sungguh dia dapat mendengar dan tidakmenjawab. Kemudian dia berkata : Wahai Fulan anaknya Fulanah. Maka sungguh diaberkata : Berikanlah kami petunjuk, semoga ALLAH merahmati kamu. Akan tetapi kaliantidak dapat merasakannya. Maka hendaknya dia berkata : Ingatlah apa yang kamu adaatasnya di dunia berupa kesaksian bahwa Tiada Tuhan Selain ALLAH dan Muhammaditu hamba-Nya dan utusan-Nya dan sesungguhnya engkau rela dengan ALLAH sebagaiTuhan, dengan Islam sebagai agama, dengan Muhammad sebagai Nabi, dengan AlQur’an sebagai Imam. Maka sungguh Munkar dan Nakir masing-masing menarik tangantemannya lalu malaikat tersebut berkata : Pergilah kita karena ada sesuatu di sisi orang yangsungguh telah mentalqinkan hujjahnya. Maka berkatalah seseorang: Wahai Rosulullaah,kalau tidak mengetahui nama ibunya? Nabi berkata : Dinisbatkan kepada ibunya Hawa’,Wahai Fulan bin Hawa’ ”(HR. At Thobroni dari Abu Umamah)C. MENYAMPAIKAN NASEHAT DI SISI KUBUR Disunnahkan seseorang berceramah setelah penguburan mayit. Ceramah diutamakantentang nasehat dari peristiwa kematian. Diriwayatkan dari Ali bin Abi Tholib ketika beliau menguburkan seorang mayit dipemakaman Baqi’ Al Ghorqod, datanglah Nabi SAW. Kemudian Nabi SAW duduk danduduklah sahabat-sahabat lainnya di sekitarnya. Lalu Nabi SAW ceramah tentang takdirkematian. Dan beliapun berkata :“Beramallah maka semuanya dipermudah karena apa yang telah diciptakan untuknya”(HR. Bukhori dan Muslim) 14
  15. 15. D. MENABUR BUNGA DAN MENANAM POHON Suatu ketika Nabi SAW melewati dua buah kuburan yang mayitnya sedang disiksa karenadosa mengadu domba dan kencing kurang bersih. Lalu Nabi SAW mengambil sebuah pelepahkorma dan membelahnya menjadi 2 bagian lalu ditanam di masing-masing kuburan. Lalu NabiSAW bersabda :“Semoga siksanya diringankan dari keduanya selama kedua pelepah tersebut belum kering”(HR. Bukhori dan Muslim)Imam Nawawi Al Banteni berkata :“Disunnahkan meletakkan sesuatu yang basah di atas kubur seperti pelepah yang hijau dan yangwangi. Karena pelepah tersebut meminta ampun buat si mayit selama pelepah tersebut basahdan tidak boleh orang lain mengambil pelepah tersebut sebelum kering. Dan ketika sudahkering maka boleh orang lain mengambilnya karena yang meletakkannya menyodorkannyauntuk si mayit ketika itu sebagaimana diketahui ini pada selain yang meletakkannya, adapunjika sesuatu (pelepah) yang hijau itu sedikit seperti 1 atau 2 daun maka tidak boleh orang lainmengambilnya sebelum kering karena sudah menjadi haknya si mayit. Adapun jika banyak,maka boleh baginya mengambilnya untuk diletakkan di kuburan yang lain”(Nihayatuz Zain halaman 163 fasal tentang Jenazah) 15
  16. 16. BAB III HADIAH PAHALA DAN TAHLILAN1. SOLAT HADIAH UNTUK MAYIT Setelah dimakamkan, maka sebaiknya di malam pertama keluarga mayit melakukan solat 2rokaat dengan niat solat LIL UNSI FIL QOBRI (Untuk Kesenangan di Dalam Kubur) atau niatSolat Hadiah Pahala, yang diniatkan untuk mayit. Sebagaimana dijelaskan dalam hadits berikut ini : :Nabi SAW bersabda :“Tidaklah datang atas mayit lebih berat dari malam pertama maka kasih sayangilah orang matidengan sodaqoh. Maka siapa yang tidak mendapatkan sodaqoh maka solatlah 2 rokaat dibaca padakedua rokaat tersebut yaitu pada masing-masing rokaat : surat Al Fatihah 1x, Ayat Kursyi 1x,Alhakumuttaka-tsur 1x, Qulhu 11x. Dan membaca setelah salam : Wahai ALLAH, sungguh akutelah melakukan solat ini dan Engkau mengetahui apa yang kuinginkan. Wahai ALLAHkirimkanlah pahalanya ke kubur …… bin/binti ……Maka ALLAH akan mengirim pada saatnya kekuburnya 1000 malaikat, masing-masing malaikat membawa cahaya dan hadiah, merekamenyenangkan hati si mayit sampai hari ditiup sangkakala (hari kiamat)”Dijelaskan kemudian oleh Imam Nawawi Al Banteni dalam Nihayatuz Zainnya sebuah hadits yangmenjelaskan “Siapa yang melakukan solat tersebut maka baginya pahala yang besar, dan tidaklahkeluar dari dunia sehingga dia melihat tempatnya di sorga”(Nihayatuz Zain halaman 107)Nabi SAW bersabda :“Sesungguhnya kubur ini dipenuhi kegelapan atas penghuninya. Dan sesungguhnya ALLAHmenerangi kuburnya untuk mereka dengan solatku atas mereka”(HR. Muslim) 16
  17. 17. 2. FIDYAH AMALAN Nabi SAW bersabda : “Siapa yang mati dan atasnya ada kewajiban puasa, maka walinya yang menggantikanpuasanya” (HR. Abu Daud) Imam Nawawi Al Banteni berkata : “Barangsiapa yang mati dan dia mempunyai kewajiban solat atau i’tikaf maka tidaklahmengerjakan solat atau i’tikaf untuknya dan tidak ada fidyah karena tidak ada dalilnya, akan tetapidisunnahkan sebagaimana diambil faedah oleh As Syibromilsi. Ya, jika dia bernadzar untukberi’tikaf sambil berpuasa maka boleh walinya beri’tikaf sambil berpuasa untuk si mayit, maka jikasi wali tidak melakukannya maka tetaplah i’tikaf menjadi tanggungan si mayit. Dan sepertinya juga2 rokaat thowaf maka walinya boleh mengerjakannya untuk si mayit karena mengikuti hajjiuntuknya. Dan pada setiap solat dan i’tikaf ada pendapat seperti puasa. Maka pada suatu pendapatyang dipakai kebanyakan sahabat Imam Syafi’i, setiap solat diganti dengan memberi makanan 1mud. Dan orang-orang ahli tahqiq yang terakhir, memilih pendapat bahwa solat dikerjakan untuk simayit baik si mayit memberi wasiat untuk menggantikan solatnya oleh walinya ataupun tidak.Demikian diceritakan oleh Al ‘Ibadi dari As Syafi’i. Dan selain Al ‘Ibadi menceritakan juga dariIshaq dan ‘Atho’ bahkan Ibnu Burhan menukil dari pendapat qaul qodimnya Imam Syafi’i bahwawajib bagi si wali untuk melakukan solat yang ditinggalkan oleh si mayit seperti puasa. Ibnu Abi‘Ashrun, Ibnu Daqiq Al ‘Ayd dan As Subki memilih demikian tersebut, sehingga dikatakan bahwaAs Subki solat untuk kerabatnya setelah kematian kerabatnya tersebut. Bahkan Al Muhibb AtThobari berkata pada kitab Syarh At Tanbih : “Solat untuk mayit setiap ibadah dikerjakan untuknyawajib maupun sunnah” Dan telah berkata Ibnu Hajar dinukil dari kitab Syarh Al Mukhtar : AdalahMADZHAB AHLUS SUNNAH bahwa boleh bagi manusia untuk menjadikan pahalaamalnya dan solatnya untuk mayit dan sampai untuk mayit”(Nihayatuz Zain halaman 193 bab Puasa)3. ZIARAH KUBUR Disunnahkan berziarah kubur terutama ke kubur Nabi Muhammad SAW, kubur para sahabat,para waliyullaah dan terutama lagi kubur bapak dan ibu kandung. Ketika memasuki kuburansunnah membaca :“Sejahtera untuk kalian wahai penghuni daerah kuburan ini yang mu’min dan sungguh kami jikaALLAH kehendaki sungguh akan menyusul, aku minta afiat (dari siksa dunia dan akhirat) kepadaALLAH untuk kita dan untuk kalian semua”(HR. Imam Muslim dari Baridah) 17
  18. 18. Nabi SAW bersabda :“Siapa yang berziarah kubur ke kubur kedua orang tuanya atau salah satu dari keduanya di harijum’at lalu membaca YASIN di sisi kuburnya maka diampuni dosanya”(HR. Ibnu ‘Adi dari Abu Bakar) Nabi SAW bersabda :“Siapa yang berziarah kubur ke kubur kedua orang tuanya atau salah satu dari keduanya tiap harijum’at sebanyak satu kali maka diampuni dosanya dan dicatat anak yang berbakti”(HR. Al Hakim dari Abu Huroiroh) Berkata Imam Nawawi Al Banteni : “Dan disunnahkan bagi laki-laki untuk ziarah kubur yaitu kuburnya orang Islam, yaitudikuatkan sunnahnya itu ziarah kubur ke kubur kerabatnya khususnya kedua orang tuanya,walaupun di negeri lain yang berbeda dengan negerinya si penziarah. Dan disunnahkan si penziarahdalam keadaan suci. Dan makruh ziarah kubur bagi wanita dan banci selain ziarah kubur ke kuburNabi Muhammad SAW, ini tidaklah makruh bagi laki-laki dan perempuan bahkan lebih besardalam pendekatan diri ke ALLAH bagi laki-laki dan perempuan. Dan sebaiknya juga kubur tersebutkuburnya para Nabi dan para Wali, seperti itu juga (tidak makruh bagi wanita) menurut Imam ArRif’ah dan Al Qomuli. Dan tempat demikian itu (tidak makruh bagi wanita) jika diizinkan olehsuaminya atau oleh tuannya atau oleh walinya”(Nihayatuz Zain halaman 162)4. DALIL ACARA TAHLILAN Sudah dijelaskan sebelumnya bahwa mayit bisa menerima hadiah pahala dari orang hidup. Baikdidoakan, disolati, hadiah pahala solat, hadiah pahala pembacaan Al Qur’an, hadiah pahala sedekahdan lain-lain. Dan itu adalah madzhab Ahlus Sunnah Wal Jama’ah Asy’ariyah yang dipelopori olehSyaikh Abu Hasan Al Asy’ari. Adapun menurut Wahabi (Salafi) yang dipelopori Muhammad binAbdul Wahab yang mengaku Ahlus Sunnah Wal Jama’ah juga, tahlilan hukumnya bid’ah danpahala tidak sampai ke mayit, juga mendoakan mayit tidak diajarkan oleh Nabi dan Sahabat. Inikesalahan besar, karena ternyata banyak dalil Al Qur’an dan hadits shohih yang menguatkanbolehnya mayit menerima pahala dari orang hidup. A. MENDOAKAN ORANG MATI ALLAH SWT berfirman : 18
  19. 19. “Dan orang-orang yang datang setelah mereka, mereka berkata : Wahai Tuhan kami,ampunilah kami dan saudara-saudara kami yang telah mendahului kami dengan keimanan”(Surat Al Hasyr ayat 10)B. PEMBACAAN AL QUR’AN UNTUK MAYIT Nabi SAW bersabda : “Bacalah untuk orang mati di antara kamu, surat YASIN”(Hadits Shohih Riwayat Ibnu Hibban, juga diriwayatkan oleh Abu Daud, Ibnu Majah,Ahmad, Nasai) Beberapa ulama lain mengatakan hadits ini doif, tapi Abu Daud, Ibnu Hibban dan lainnyatidak mendoifkannya. Karena banyaknya yang merawikan hadits ini, maka ulama ahli haditsakhirnya menghasankan hadits ini karena hadits doif ini diperkuat oleh hadits lainnya (KitabFiqh Islam Wa Adillatuh, oleh Dr. Wahbah Zuheli). Hadits doif masih dipakai dalam ibadahtambahan (fadoilul a’mal) tapi bukan dalam masalah hukum. Demikian menurut madzhabImam Syafi’i. Sedangkan menurut Imam Ahmad bin Hambal, hadits doif dipakai dalam hukumsebelum menggunakan Qiyas. Beliau lebih mendahulukan perkataan Nabi SAW dibandingQiyas yang merupakan perkataan manusia. Diriwayatkan oleh Imam Bayhaqi dengan sanad hasan, bahwa Ibnu Umar menyukai untukdibacakan atas kuburan setelah dimakamkan, awal surat Al Baqoroh dan akhir surat AlBaqoroh. Imam Abu Zakaria Yahya bin Syarof An Nawawi berkata : “Dan telah berbeda pendapat para ulama tentang sampainya pahala bacaan Al Qur’an (kemayit), maka yang terkenal dalam madzhab Syafi’i dan suatu jama’ahnya adalah pahalatersebut tidak sampai ke mayit. Dan Imam Ahmad bin Hambal dan jama’ah sebagian ulamaserta jama’ah sahabat-sahabat Syafi’i berpendapat bahwa pahala tersebut sampai. Maka yangdipilih adalah agar si pembaca setelah selesai membaca Al Qur’an dia berkata :“Wahai ALLAH sampaikanlah pahala apa yang telah aku baca untuk si fulan”(Al Adzkar halaman 246 bab Maa Yanfa’ul Mayyita Min Qouli Ghoyrihi – Bab Apa YangBermanfaat Untuk Mayit dari Perkataan Orang Selainnya) Asy Syaikh Abdullah Al Harori yang dikenal dengan sebutan Al Habasyi, dia berkata :“Telah berkata pengarang (Imam At Thohawi) semoga ALLAH merahmatinya: Dan padadoanya dan sedekahnya orang hidup bermanfaat untuk orang mati. PENJELASAN:Doa itu bermanfaat untuk orang mati yang muslim menurut Ijma’ (kesepakatan ulama), dansedekah seperti itu juga bermanfaat menurut Ijma’. Dan seperti itu juga bacaan Al Qur’an di 19
  20. 20. atas kuburan bermanfaat untuk orang mati. Dan sungguh telah mengambil dalil bolehnyabacaan Al Qur’an di atas kuburan dengan hadits tentang pelepah yang basah yang Nabi SAWtelah membelahnya menjadi 2 bagian, kemudian setengah pelepah tersebut ditanam di satukuburan dan setengahnya lagi di kuburan yang lain. Dan Nabi berkata : Semoga ALLAHmeringankan si mayit selama pelepah itu masih basah. Hadits Riwayat Syaykhon (Bukhori danMuslim). Dan diambil faedah berupa menanam pohon dan bacaan Al Qur’an di atas kuburan.Dan apabila mereka (mayit) diringankan siksanya karena menanam pohon, maka apalagidengan bacaan Al Qur’an oleh seseorang muslim? Imam Nawawi berkata : Ulama menyukaimembaca Al Qur’an di sisi kuburan. Mereka mengizinkan demikian itu dengan hadits tentang 2pelepah dan mereka berkata: Apabila si mayit bisa menerima manfaat tasbih 2 pelepahtersebut ketika basahnya, maka mayit juga dapat manfaat dari bacaan Al Qur’an di sisikuburnya, itu lebih utama. (Selesai). Maka sungguh bacaan Al Qur’an dari seseorang lebihagung dan lebih bermanfaat daripada tasbih pelepah. Dan sungguh telah bermanfaat Al Qur’anuntuk sebagian orang yang tertimpa bahaya di saat hidup, maka mayit seperti itu juga”(Durrotul Bahiyah Fii Hilli Alfaa-zhi Al ‘Aqidah At Thohawiyah halaman 95-96)C. ZIKIR UNTUK MAYIT Seperti dijelaskan sebelumnya bahwa tasbih pelepah basah bisa bermanfaat untuk mayituntuk meringankan siksa kuburnya, maka tasbih orang hidup lebih agung lagi. Ini menggunakanQiyas Awlawi (Sumber hukum Islam yang ke-4 setelah Al Qur’an, Hadits dan Ijma’) yaitumempersamakan hukum dari 2 masalah yang berbeda (masalah yang satu sudah ada hukumnyasedangkan yang satunya belum ada hukumnya) dengan yang sama ‘illatnya (alasannya) ataulebih tinggi lagi. Contoh Qiyas Awlawi lainnya adalah haramnya memukul orang tua, sedangkan memukulorang tua tidak ada dalam Al Qur’an. Memukul orang tua diqiyaskan dengan haramnya berkataAAH kepada orang tua menurut Al Qur’an, karena ‘illatnya sama-sama menyakiti bahkanmemukul itu lebih menyakiti daripada perkataan AAH.D. SEDEKAH UNTUK MAYIT Dihadits sebelumnya sudah dijelaskan anjuran Nabi SAW untuk melakukan sedekah untukmayit di malam pertama. Tapi jangan bersedekah dengan menggunakan harta warisan yangbelum dibagikan. Jangan memaksa jika memang tidak mampu. Gunakan harta lain ataugunakan sumbangan dari para tetangga. Di malam-malam berikutnya juga bisa bersedekah dansampai ke mayit berdasarkan hadits yang diriwayatkan oleh ‘Aisyah r.a., bahwa ada seseorangberkata kepada Nabi SAW :“Sesungguhnya ibuku telah meninggal dunia tiba-tiba. Dan aku berpendapat jika dia berbicaramaka dia akan bersedekah. Maka apakah ibuku mendapat pahala jika aku bersedekahuntuknya?”Nabi menjawab : “Ya”(HR. Bukhori dan Muslim) 20
  21. 21. 5. KEUTAMAAN SUSUNAN BACAAN TAHLIL Susunan bacaan tahlilan bisa dibuat sendiri, intinya berisi pembacaan Al Qur’an, istighfar, zikirdan doa dan dihadiahkan pahalanya untuk mayit. Adapun yang biasa dibaca oleh masyarakatmempunyai dalil-dalil yang menunjukkan keutamaan bacaan tahlil tersebut. A. KEUTAMAAN AL QUR’AN Nabi SAW bersabda : : ¯ ­ “Ada 10 yang dapat menolak 10 : Surat Al Fatihah menolak kemarahan Tuhan, Surat YASIN menolak haus di hari kiamat, Surat Ad Dukhon menolak ketakukan di hari kiamat, Surat Al Waqi’ah menolak kefaqiran dan kesusahan, Surat Al Mulk menolak siksa kubur, Surat Al Kautsar menolak bantahan orang-orang yang membantah, Surat Al Kafirun menolak kekufuran ketika mati, Surat Al Ikhlas menolak kemunafikan, Surat Al Falaq menolak dengkinya orang- orang yang dengki, Surat An Nas menolak waswas” (Demikian dijelaskan dalam kitab Roudotul Muttaqin dan Misykatul Mishbah. Lihat Khozinatul Asror halaman 113) Diriwayatkan oleh Imam Bayhaqi dengan sanad hasan, bahwa Ibnu Umar menyukai untuk dibacakan atas kuburan setelah dimakamkan, awal surat Al Baqoroh dan akhir surat Al Baqoroh. B. KALIMAT ISTIGHFAR Nabi SAW bersabda : “Siapa yang memperbanyak istighfar maka ALLAH menjadikan baginya kebahagian dari segala kesusahan, jalan keluar dari segala kesempitan dan memberikannya rizki dari jalan yang tidak disangka-sangka” (HR. Ahmad) 21
  22. 22. Nabi SAW bersabda :“Siapa yang meminta ampun untuk orang mu’min laki-laki dan perempuan maka ALLAH akanmencatat baginya kebaikan dengan setiap mu’min laki-laki dan perempuan”(HR. Thobroni dari ‘Ubadah)C. KALIMAT SOLAWAT Nabi SAW bersabda :“Siapa yang bersolawat kepadaku 1x maka ALLAH akan bersolawat kepadanya 10 x solawat,menurunkan 10 kesalahan darinya dan menaikkan 10 derajat baginya”(HR. Bukhori)D. KALIMAT ZIKIR Nabi SAW bersabda : :“Perkataan yang paling disukai ALLAH Ta’ala ada 4: Subhanallaah, Alhamdulillaah, Laailaaha illallaah, Allahu Akbar, tidak berbahaya bagimu dengan kalimat yang mana yang kamumulai duluan”(HR. Ahmad dari Samuroh bin Jundub) Nabi SAW juga bersabda : :“Dua kalimat yang ringan di lidah, berat di timbangan amal, disukai ALLAH Yang MahaPengasih yaitu : Maha Suci ALLAH dan Segala Puji bagi-Nya, Maha Suci ALLAH Yang MahaAgung”(HR. Bukhori dan Muslim) 22
  23. 23. BAB IV BANTAHAN DAN JAWABAN Di bab ini akan dijelaskan beberapa bantahan orang-orang yang anti tahlil dan anti mendoakanorang mati, terutama pandangan aliran Wahabi (Salafi) yang dipelopori oleh Muhammad binAbdul Wahab (lahir 1115 H wafat 1206 H) yang ajarannya banyak mendasarkan kepada ajaranIbnu Taimiyah. Kitab mereka yang terkenal adalah Majmu’atut Tauhid, sebuah kumpulan risalahtauhidnya Muhammad bin Abdul Wahab, Ibnu Taymiyah, Abdurrohman bin Hasan danlainnya dan juga kitab Fathul Majid, sebuah kitab karangan Abdurrohman bin Hasan yang diameyakini Dzat ALLAH bertempat dan menetap di ‘Arsy secara hakiki (arti sebenarnya) bukanmajazi (bukan arti sebenarnya), Maha Suci ALLAH dari yang mereka tuduhkan. Kini pengikutmereka semakin banyak di Indonesia baik dalam partai Islam, organisasi Islam dan pengajian-pengajian modern. Dijelaskan dalam Kitab Majmu’atut Tauhid tentang larangan mendoakan mayit sebagai berikut:“Dan kami mengetahui secara pasti bahwa Nabi SAW tidak mensyari’atkan kepada seseoranguntuk mendoakan seseorang yang telah mati, tidak para Nabi, tidak para orang-orang soleh dantidak selain mereka dengan kalimat istigho-tsah (berkata langsung ke mayit di kuburan) dan tidakdengan selain kalimat istigho-tsah sebagaimana tidak disyari’atkan sujud untuk mayit, dan tidaksujud kepada mayit dan yang seperti itu bahkan kami mengetahui larangan urusan-urusan iniseluruhnya dan sesungguhnya demikian itu termasuk syirik yang ALLAH dan Rosul-Nya telahmengharamkannya”(Majmu’atut Tauhid halaman 31 bab Ashlu Dinil Islam Wa Qoo’idatuhu) Juga dijelaskan oleh Ibnu Taimiyah dalam Kitab Majmu’atut Tauhid tentang laranganbertawassul (mencari perantara suci menuju ALLAH) sebagai berikut :“Dan yang dimaksud di sini adalah sesungguhnya siapa yang menetapkan perantara-perantara diantara ALLAH dengan makhluk-Nya seperti perantara yang ada pada raja dengan rakyatnya makadia musyrik (pelaku syirik) bahkan ini adalah agamanya orang-orang musyrik yangmenyembah berhala dan mereka berkata bahwa perantara tersebut seperti para Nabi dan paraorang-orang soleh dan sungguh perantara-perantara tersebut lebih dekat kepada ALLAH”(Majmu’atut Tauhid halaman 81 bab Al Qo’idah Al Wasithoh) Dan banyak lagi ajaran-ajaran Wahabi (Salafi) di kedua kitab tersebut yang bertentangandengan ajaran Islam.1. ANGGAPAN BID’AH Orang-orang sekarang, aliran Wahabi atau Salafi sangat anti dengan bid’ah. Bid’ah menurutmereka adalah semua ajaran yang tidak diajarkan oleh Nabi Muhammad SAW dan tidak diajarkanoleh sahabat Nabi SAW. Tidak peduli bid’ah itu baik ataupun tidak. Mereka beranggapan semuabid’ah itu sesat. Mereka berdalil hadits Nabi SAW dilihat dari zohirnya saja (tanpa melihatkeindahan ilmu balagoh dari hadits tersebut). Nabi SAW bersabda : 23
  24. 24. “Jauhi oleh kamu urusan-urusan agama yang baru, maka sungguh setiap urusan baru itu adalahbid’ah dan setiap bid’ah itu sesat dan setiap sesat itu di neraka”(HR. Abu Daud dan Turmudzi) Hadits di atas menggunakan kata yang berma’na ‘Amm Makhshush, yaitu kata yang biasadipakai sebagai arti umum tapi yang dimaksud adalah arti khusus. Dalam ilmu balaghoh disebutMajaz Mursal Kulliyah, artinya kalimat majaz (bukan arti sebenarnya) yang disampaikan dalambentuk semua tapi yang dimaksud adalah sebagian. Dalam sastra Indonesia disebut Totem Proparte. Contoh dalam Al Qur’an adalah :“Setiap perahu diambil paksa”(Al Qur’an Surat Al Kahfi Ayat 79)Padahal yang diambil paksa itu bukan semua perahu tetapi perahu yang bagus saja, yang rusaktidak diambil, tapi ALLAH menggunakan kalimat . Pendapat yang mengatakan semua bid’ah, baik bid’ah yang baik (hasanah) dan bid’ah yangburuk (madzmumah) itu semuanya adalah sesat, maka pendapat ini jelas bertentangan denganajaran Islam dan kenyataan yang ada. Mereka tidak sadar padahal mereka sendiri telah melakukanbid’ah tiap hari. Juga nyatanya banyak bid’ah-bid’ah yang dilakukan oleh sahabat Nabi SAW dansahabat Nabi SAW menyebutnya sebagai bid’ah juga. Ada juga bid’ah yang dilakukan paraTabi’in. Contoh bid’ah yang baik : A. Bid’ah Solat Tarawih berjama’ah tiap malam Nabi SAW tidak pernah melakukan solat tarawih berjama’ah tiap malam dengan 1 imam. Dalam hadits disebutkan ketika Sayyidina Umar mengumpulkan para sahabat Nabi SAW untuk melakukan solat tarawih berjama’ah dengan imamnya saat itu Ubay bin Ka’ab, Sayyidina Umar pun berkata : “Bid’ah yang baik ya ini” B. Penjilidan dan Pemberian Baris pada Al Qur’an Penjilidan Al Qur’an adalah usulan Sayyidina Umar bin Khoththob kepada Abu Bakar tetapi baru bisa dilaksanakan oleh Sayyidina Utsman bin ‘Affan. Karena itu disebut Mush-haf Utsmani. Ini bid’ah juga. Termasuk bid’ah juga adalah pemberian baris dan titik serta i’rob pada mush-haf Utsmani. Telah berkata Al Ustadz As Sayyid Muhammad Haqqi An Nazili : 24
  25. 25. “Ketahuilah sesungguhnya mush-haf Utsmani adalah tidak ada titik dan baris maka tidak ada pada mush-haf itu i’rob dan sebab tidak adanya i’rob hanya ALLAH yang lebih mengetahui tidak perlunya mereka terhadap i’rob. Maka sesungguhnya kaum mereka adalah arab, mereka tidak kenal salah baca dan tidak ada pada zaman mereka Nahwu dan yang pertama meletakkan Nahwu dan menjadikan i’rob pada mush-haf adalah Abu Aswad Ad Du-ali seorang Tabi’in (setelah zaman Sahabat), orang Bashroh” (Khozinatul Asror halaman 14 bab Fii Awwali Man Wa-dho’al I’roba Wan Nuqotal La- dziina fil Mush-hafil ‘A-zhiim) C. Solat memakai sarung / baju bergaris-garis / batik Mereka yang anti bid’ah biasanya solat dengan sarung kotak-kotak, bergaris, sajadahnya bergambar, bajunya batik atau bergaris. Ini jelas bid’ah, karena Nabi SAW dan para sahabat solatnya memakai jubah tidak pernah pakai sarung kotak-kotak, sarung samarinda apalagi baju batik. D. Adzan Jum’at 2x oleh Sayyidina Utsman E. Pengajian Rutin Tiap Hari Sabtu dan Minggu F. Pajangan Kaligrafi di Masjid G. Pesantren H. Organisasi Islam I. Partai Islam J. Dan lain-lain2. ANGGAPAN SYIRIK Ada sebagian yang anti tahlil mengatakan tahlilan itu warisan ajaran nenek moyang, warisananimisme (aliran yang percaya pada kekuatan ruh halus), karena itu SYIRIK kata mereka. Inisungguh tuduhan keji. Orang yang melakukan tahlilan tidak jauh dari datang, baca Al Qur’an, zikirdan berdoa serta diakhiri dengan makan makanan yang disediakan oleh keluarga mayit atau darisumbangan para tetangga. Silahkan baca lagi dalil-dalil dan keterangan bolehnya menghadiahkanpahala bacaan Al Qur’an, zikir dan sodaqoh untuk mayit seperti yang sudah panjang lebardijelaskan di atas. Dalam acara tahlilan, tidak ada yang berdoa kepada tuhan selain ALLAH. Tidakada yang menyembah tuhan selain ALLAH. Semua memintanya ke ALLAH, bukan ke tuhan selainALLAH. Adapun membuat acara tahlilan di hari pertama sampai hari ke-3 bisa dianggap sebagai ta’ziyahyang berguna sebagai penghibur keluarga mayit. Disebutkan dalam kitab Al Adzkar AnNawawiyah dan Zubad Ibnu Ruslan bahwa Ta’ziyah itu sebaiknya sampai 3 hari. Dan dijelaskanpanjang lebar oleh Imam Nawawi dalam kitab Al Adzkarnya bahwa ta’ziyah bisa tanpa batas hari.Artinya hari apa saja, hari ke berapa saja, ta’ziyah bisa dilakukan. Adapun kebiasaan penduduk Indonesia, acara tahlilan diadakan dari hari pertama hingga ke-3,lalu hari ke-7, ke-40, ke-100 dan haul (tahunan). Tidak ada larangan dan tidak ada anjurandilakukan di hari-hari tersebut. Jadi boleh saja. Yang penting acaranya terhindar dari bid’ah sesatdan syirik. Kaidah ushul fiqih mengatakan : 25
  26. 26. “Asal pada segala sesuatu adalah BOLEH” (Mabadi Awwaliyah halaman 47)3. HANYA 3 AMAL YANG SAMPAI KE MAYIT Adapula yang berdalil dengan hadits : :“Apabila manusia telah mati, maka terputuslah perbuatannya kecuali tiga : sodaqoh yang mengalirpahalanya atau ilmu yang bermanfaat atau anak yang soleh yang mendoakannya”(HR. Muslim) Menurut mereka, yang sampai ke mayit hanya tiga amal itu saja, yang lain tidak sampai karenahadits ini menggunakan kalimat istitsna’ (pengecualian). Mereka hanya berdalil dengan 1 dalilini saja, tanpa mempertimbangkan banyaknya dalil yang lain. Kalimat Istitsna’ sering digunakan untuk pengecualian dari kata umum sebelumnya ataupengutamaan yang khusus dari kalimat umum sebelumnya. Jadi hadits di atas menerangkan bahwayang utama sampai ke mayit adalah yang tiga itu. Tetapi bisa menerima pahala yang dihadiahkanoleh orang lain. Ini sudah ijma’ para Sahabat Nabi, Tabi’in dan Ulama Salaf dan Kholaf. Karenabanyaknya dalil Al Qur’an dan Hadits yang menerangkan selain yang tiga hal tersebut bisa sampaike mayit. Bukti lain, hadits tersebut tidak menggunakan kata atau (putus pahalanya)tetapi terputus perbuatannya. Jadi yang putus itu perbuatannya karena telah mati. Sedangkanpahalanya terus berjalan dan bisa menerima pahala dari orang lain. Bukti lain, hadits tersebut berkata yang sampai itu doanya anak soleh yang mendoakannya.Kalau diartikan sempit berarti kalau anaknya tidak soleh, jahat, kurang soleh, bukan anak kandung,tetapi mendoakannya, apakah tidak sampai? Apalagi yang mendoakan itu seluruh orang Islamseperti dijelaskan dalam surat Al Hasyr ayat 10 dan orang sekampung yang mendoakannya dalamsolat jenazah. Apakah tidak sampai? Apakah hadits bertentangan dengan ayat Al Qur’an? Tidakmungkin pasti. Mereka hanya punya 1 dalil saja, kita punya banyak dalil Al Qur’an, Hadits danIjma’ yang membantah ajaran mereka. Contoh syari’at menurut Al Qur’an, Hadits dan Ijma’ yang membuktikan sampainya pahala dariorang hidup untuk orang mati di antaranya :1. Mendoakan orang mati (Surat Al Hasyr ayat 10)2. Mendoakan Nabi SAW (solawat) padahal Nabi SAW sudah wafat. Ini selalu kita lakukan dalam solat3. Mendoakan orang mati di takbir ke 3 dan ke 4 solat jenazah4. Orang mati dimintakan ampun setiap khotib berkhutbah 26
  27. 27. 5. Orang mati dipanggil oleh orang hidup di dalam solat (Kalinat tahiyat “Assalaamu ’Alayka Ayyuhan Nabiyyu”)6. Salam buat orang mati ketika orang hidup mau berziarah7. Orang hidup membayarkan hutangnya si mayit8. Orang hidup memfidyahkan puasanya si mayit9. Orang hidup membadalkan hajjinya si mayit10. Orang hidup memfidyahkan sodaqoh/zakatnya si mayit11. Dan lain-lain4. ORANG TIDAK MENANGGUNG DOSA ORANG LAIN Mereka juga berpendapat bahwa orang itu tidak menanggung dosa orang lain. Jadi amal merekamasing-masing saja, tidak bisa menerima pahala dan dosa. Mereka berdalil Al Qur’an :“Orang tidak menanggung dosa orang lain”(Al Qur’an surat Al An’am ayat 164) Juga berdalil Al Qur’an :“Dan bukanlah bagi seseorang kecuali apa yang dia usahakan”(Al Qur’an surat An Najm ayat 39) Mereka salah menafsirkan ayat. Mereka menafsirkan ayat semaunya sendiri, sesuai keinginanmereka atau sesuai doktrin ajaran mereka. Ayat yang pertama diturunkan karena Walid bin Mughiroh berkata kepada orang-orang beriman“Ikutilah jalanku, aku akan menanggung dosa kalian”. Demikian dijelaskan dalam Tafsir Al MunirImam Nawawi Al Banteni. Jadi ALLAH menjelaskan bahwa dosa, khusus dosa, ditanggungmasing-masing sesuai kesalahannya. Tidak bisa dilimpahkan ke orang lain. Jika beberapa orangbersekutu berbuat jahat, mereka dapat dosanya masing-masing sesuai kejahatan mereka. Ada yangberdosa karena menyuruh berbuat jahat, karena perbuatan jahatnya, karena ikut-ikutan saja, karenamendukung, karena memfasilitasi dan lain-lain. Ayat tersebut tidak menentang hadiah pahala dari satu orang ke orang lain, dari yang hidup keyang sudah mati. Dalil yang mereka sampaikan tidak tepat. Ayat yang kedua menjelaskan bahwa seseorang itu hanya menerima balasan sesuaiperbuatannya sendiri. Tidak bisa melimpahkan pahala dan dosanya ke orang lain. Ayat inisebagaimana dijelaskan dalam tafsir Al Munir Imam Nawawi Al Banteni, bahwa ayat tersebutmenjelaskan perihal keadaan orang di hari kiamat dan jika diurutkan, ayat tersebut menjelaskanajaran Nabi Musa as. dan Nabi Ibrohim as. Jadi bukan di dunia dan bukan di alam kubur. Dan jugabukan di zaman Nabi Muhammad SAW dan tentunya tidak berlaku untuk umat Nabi MuhammadSAW. Bagi umat Nabi Muhammad SAW seseorang itu bisa menerima bantuan pahala dari oranglain, bisa berupa syafa’at ataupun doanya, di dunia, di alam kubur maupun di hari kiamat nanti. 27
  28. 28. BAB VLAMPIRAN 28
  29. 29. SUSUNAN TAHLIL1. Baca Surat Yasin2. Baca Surat Al Mulk3. Baca Istighfar4. Baca Tahlil5. Baca Solawat6. Baca Tasbih7. Baca Solawat8. Baca Al Fatihah9. Baca Qulhu 3x10. Baca Al Falaq 1x11. Baca An Naas 1x12. Baca Al Baqoroh Ayat 1-5 29
  30. 30. . . . .13. Baca Al Baqoroh Ayat 16314. Baca Al Baqoroh Ayat 255 ­ ­15. Baca Al Baqoroh Ayat 284-286. ­ .. ¯ . . . . . . . . 30
  31. 31. DOA TAHLIL . . . ....­ . 31
  32. 32. . .. 32
  33. 33. DAFTAR PUSTAKAAL QUR’AN • Tafsir Al Jalalain, oleh Imam Jalaluddin As Sayuthi dan Jalaluddin Al Mahalli, cetakan Al Haromain, Surabaya • Tafsir Al Munir, oleh Imam Nawawi Al Banteni, cetakan Dar Al Ihya Al Kutub Al ‘Arobiyah, Indonesia • Fathurrohman Lithoolibi Aayaatil Qur’an, oleh Faydhullaah Al Hasani Al Muqoddasi, penerbit CV. Diponogoro, IndonesiaHADITS • Subulussalam Syarh Bulughil Marom, oleh Muhammad bin Ismail Al Amir Al Yamani As Shon’ani, cetakan Dar Al Fikr, Beirut, Libanon • Al Adzkar, oleh Imam Abu Zakaria Yahya An Nawawi, cetakan Dar Al Kutub Al Islamiyah • Mukhtarul Ahadits An Nabawiyah, oleh Sayyid Ahmad Al Hasyimi Bek, cetakan Dar Al Ihya Al Kutub Al ‘Arobiyah, IndonesiaFIQIH • Nihayatuz Zain, oleh Imam Nawawi Al Banteni, cetakan Dar Al Ihya Al Kutub Al ‘Arobiyah, Indonesia • Mabadi Awwaliyah (Ushul Fiqh), oleh Abdul Hamid Hakim, cetakan Sa’adiyah Putra, Jakarta • Matnul Zubad, oleh Ahmad bin Ruslan As Syafi’i, cetakan Al Haromain • Khozinatul Asror, oleh Sayyid Muhammad Haqqi An Nazili, cetakan Dar Al Ihya Al Kutub Al ‘Arobiyah, IndonesiaAQIDAH • Durrotul Bahiyyah fii Hilli Alfaa-zhi Al ‘Aqidah At Thohawiyah, oleh Asy Syaikh Abdullah Al Harori yang dikenal dengan sebutan Al Habasyi, cetakan Dar Al Masyari’ • Jala-ul Afham Syarh ‘Aqidatul Awwam, oleh Sayyid Muhammad bin Alawi bin ‘Abbas ‘Al Maliki Al Makki Al Hasani, cetakan Darul ‘Ulum Al Islamiyah, Surabaya • Majmu’atut Tauhid (Kitab Wahabi), oleh Ahmad Ibnu Taymiyah Al Haroni dan Muhammad bin Abdul Wahhab An Najdi, cetakan Dar Al Fikr, Beirut, LibanonTASHOWWUF • Minhajul ‘Abidin, oleh Imam Ghozali, cetakan Dar Al Fikr, Beirut, Libanon • Na-sho-ihud Diniyyah Wal Washoya Al Imaniyah, oleh Abdullaah bin ‘Alawi Al Haddad, cetakan Dar Al Ihya Al Kutub Al ‘Arobiyah, IndonesiaBAHASA ARAB • Qomus Bahasa Arab – Indonesia, oleh Prof. DR. H. Mahmud Yunus, penerbit Mahmud Yunus Wa Dzurriyah • Matnul Ajrumiyah, oleh Imam As Shonhaji, cetakan Sa’d bin Nashir Nabhan, Indonesia • Al Amtsilah At Tashrifiyyah, oleh Syekh Muhammad Ma’shum bin Ali, penerbit Syekh Salim bin Sa’d Nabhan 33

×