Successfully reported this slideshow.
We use your LinkedIn profile and activity data to personalize ads and to show you more relevant ads. You can change your ad preferences anytime.
Belajar Anak = Dewasa ?
• .Proses belajarnya
tergantung pada orang
lain.
• .Berharap mendapat
jawaban dari orang lain
atas...
:
:
.
Un Freezing
Menggoyahkan
Keyakinan Lama
Moving
Menunjukkan
Model Ideal
Refreezing
Menerapkan
& penguatan
• UN-FREEZING
 Asumsi, persepsi, keyakinan, dan perilaku lama digoyahkan
 Harus “menyentuh afeksi”
 Dengan structured e...
Concrete
Experience
Reflective
Observation
Abstract
ConceptualActive
Experimentation
• Setelah pembahasan modul ini, diharapkan Anda
mampu menjelaskan:
– Tahapan kerja trainer
– Aktivitas tugas trainer dalam...
• Melakukan analisa kebutuhan
• Mendesain program pelatihan
• Meng-conduct program pelatihan
• Mengevaluasi efektivitas pr...
• ‘Membaca’ adanya kebutuhan
• Mengkonsultasikan dengan klien
• Mendefinisikan
simptom/masalah
• Mendesain metode pengumpu...
• Menentukan subyek pelatihan
• Menentukan sasaran (objective)
• Berdiskusi dengan ahli tentang subyek
yang telah ditentuk...
• Membuat bahan pegangan siswa dan
fasilitator
• Siapkan bahan atau alat bantu visual
• Minta pendapat dengan para fasilit...
• Memberikan pre-test kepada
peserta
• Conduct training session
• Mengukur kemajuan belajar
• End-of course evaluation dan action plan
• Debriefing Line Manager
• Melakukan review atas evaluasi pelatihan
• Melakuka...
• Memahami perkembangan yang terjadi dalam
organisasi / perusahaan
• Peka terhadap pengembangan kompetensi
karyawan / angg...
• Mampu menciptakan situasi belajar yang
memancing keterlibatan peserta
• Peka terhadap orang lain, open-minded, dan
tidak...
• Setelah pembahasan modul ini, diharapkan Anda
mampu menjelaskan:
– Tujuan melakukan analisa kebutuhan
– Tingkatan analis...
• Sesuai dengan kebutuhan.
• Bukan karena kebiasaan, tapi untuk memberi
solusi dari masalah.
• Untuk mengetahui kebutuhan,...
• Mengidentifikasi pengetahuan,
ketrampilan, dan perilaku kerja yang
dibutuhkan individu, kelompok, dan
organisasi untuk m...
• Analisa organisasi
• Analisa pekerjaan
• Analisa individu
• Rencana strategis
organisasi
• Ada sistem/standar baru
• Tingkat turn-over tinggi
• Turunnya moral
karyawan
• Perubahan ...
• Memperjelas pemahaman mengenai
apa yang disepakati sebagai kinerja
suatu pekerjaan
• Memperjelas pemahaman mengenai
ling...
• Perubahan kompetensi yang
dibutuhkan untuk
melaksanakan tugas
• Adanya teknologi / alat kerja
baru
Mengidentifikasi kesenjangan antara
pengetahuan, ketrampilan, sikap, dan
perilaku kerja yang dimiliki oleh pelaku
pekerjaa...
• Karyawan baru atau transfer
karyawan
• Kenaikan jabatan
• Skill yang dimiliki tidak
memenuhi tugas yang ada
• Kebutuhan ...
SATU: Identifikasi Masalah
• Tentukan konteks organisasi kegiatan IKP
• Lakukan gap analysis
• Tetapkan sararan IKP
– Note...
TIGA: Kumpulkan Data
• Lakukan survey
• Sebarkan kuesioner
• Lakukan interview
• Pelajari dokumen-dokumen kerja
• Observas...
• Attitude survey
• Assessment center
• Employee interview
• Management interview
• Observation of behavior
• Performance ...
• Lakukan analisis kualitatif
– Lakukan content-analysis; misalnya
mengkategorikan setiap informasi pada
kategori positif ...
• Pelatihan merupakan solusi yang
tepat, hanya apabila:
– Terjadi kesenjangan kinerja (lack of
performance) yang penting
–...
Ada
kesenjangan
kinerja ?
Penting ? Unsignifikan
Problem
Recruitment
Problem
Lingkungan tidak mendukung
Prestasi tidak men...
• Tulis laporan
– Executive Overview
– Descriptive of Precess
– Summary of Findings
– Preliminary Conclusions
– Recommenda...
• Setelah pembahasan modul ini, diharapkan Anda
mampu menjelaskan:
– Variabel-variabel yang perlu diperhatikan dalam
meran...
Sasaran
Bahan
Peserta Instruktur
Metode
Lingkungan
• Sasaran = Objective
– Penjelasan taktis dari
goals.
– Sasaran berbentuk
kalimat yang jelas,
spesifik, dan terukur.
– Pel...
• APA (yang dilakukan)
– Peserta mampu mengetik sepucuk surat.
• KONDISI (dalam kondisi bagaimana)
– Peserta mampu mengeti...
• Area: PENGETAHUAN
– Mendefinisikan, menuliskan, mengingat
• Area: PEMAHAMAN
– Mengidentifikasi, menjelaskan, mengklasifi...
• Dapatkan informasi tentang peserta,
seperti:
– Latar belakang pendidikan
– Latar belakang dan pengalaman kerja
– Pengala...
• Tuliskan pokok bahasan dengan memanfaatkan
informasi sebelumnya:
– Sasaran pelatihan memberikan informasi mengenai
tingk...
• Brainstorming
– Diskusi yang dilakukan dengan
mengemukakan ide secara
bebas untuk menemukan
jawaban/solusi.
• Buzz Group...
• Demonstrasi
– Praktek skill yang dilakukan trainer,
dan peserta mengamatinya
• Kuliah
– Ceramah yang diberika trainer
ta...
• Programmed Learning
– Program (interaktif atau bacaan)
dengan serangkaian pertanyaan
atau tugas yang harus diselesaikan
...
• Seminar
– Membahas topik yang berhubungan atau berseri
• Simulasi
– Duplikasi dari situasi nyata sebagai masalah atau ga...
• Instruktur yang dipilih harus memenuhi
persyaratan antara lain:
– Ahli di bidang yang akan disampaikan
(enterprise knowl...
Modul 5
Teknik Menyampaikan
Materi
• Setelah pembahasan modul ini, diharapkan Anda
mampu menjelaskan:
– Akibat kegagalan mengelola kelas
– Teknik membina rap...
 Hilangnya kepercayaan
trainee akan kemampuan
trainer
 Turunnya motivasi trainee
untuk mengikuti training
 Hilangnya ke...
• Rapport dengan
peserta penting dalam
training
• Jalin rapport dengan
peserta sebelum
memulai training
• Ciptakan suasana...
• Tertarik pada peserta
• Ingin tahu pikiran, perasaan, kehawatiran
peserta
• Enerjik, bersemangat
• Merasa ingin tersenyu...
• Tegang, perut tidak enak
• Lelah membayangkan
usaha memperbaiki
keadaan
• Kadang kurang sabar
pada peserta
• Usaha komun...
• Berbagi identitas
• Mengingatkan bahwa trainer
juga sedang belajar
• Membagi pengalaman positif
• Pacing, leading, cross...
 Yakinkah peserta bahwa materi Anda bermanfaat
 Di akhir sesi, tanyakan pada peserta apa yang
mereka dapatkan selama ses...
 Ajukan satu pertanyaan dalam satu waktu
 Hindari pertanyaan tertutup dan direktif
 Pertanyaan harus terfokus, tidak ka...
• Perhatikan jawaban verbal
dan reaksi non-verbal
• Variasikan respon untuk
jawaban-jawaban yang
berbeda
• Puji jawaban ya...
 Tampil tidak siap dan tidak terorganisir
 Terlambat memulai dan mengakhiri pelatihan
 Terkesan tidak sesuai jadwal
 K...
Bangunlah Jiwa dan Badan
Untuk INDONESIA RAYA
Training for trainers module
Training for trainers module
Training for trainers module
Training for trainers module
Training for trainers module
Training for trainers module
Training for trainers module
Training for trainers module
Training for trainers module
Training for trainers module
Training for trainers module
Training for trainers module
Upcoming SlideShare
Loading in …5
×

Training for trainers module

11,565 views

Published on

Published in: Business, Technology

Training for trainers module

  1. 1. Belajar Anak = Dewasa ? • .Proses belajarnya tergantung pada orang lain. • .Berharap mendapat jawaban dari orang lain atas pertanyaan yang muncul dalam benaknya. • .Ingin diberi tahu apa yang perlu mereka lakukan • .Mampu mandiri dalam belajar dan tidak ingin dipaksa. • .Berharap mampu menjawab pertanyaan-pertanyaan berdasarkan pengalaman sendiri. • .Melakukan sesuatu berdasarkan apa yang ingin mereka ketahui.
  2. 2. :
  3. 3. :
  4. 4. .
  5. 5. Un Freezing Menggoyahkan Keyakinan Lama Moving Menunjukkan Model Ideal Refreezing Menerapkan & penguatan
  6. 6. • UN-FREEZING  Asumsi, persepsi, keyakinan, dan perilaku lama digoyahkan  Harus “menyentuh afeksi”  Dengan structured experience dan student centered  mengiyakan, mengangguk, dahi berkerut, bertanya • MOVING  Perlihatkan perilaku yang diharapkan (model ideal)  Peserta diajak mencobakan beberapa ciri dari model ideal • RE-FREEZING  Mencocokkan pengetahuan, pemahaman, dan ketrampilan baru dengan situasi nyata  Memberikan reinfocement atas perilaku yang sesuai
  7. 7. Concrete Experience Reflective Observation Abstract ConceptualActive Experimentation
  8. 8. • Setelah pembahasan modul ini, diharapkan Anda mampu menjelaskan: – Tahapan kerja trainer – Aktivitas tugas trainer dalam melakukan analisa kebutuhan pelatihan – Aktivitas tugas trainer dalam mendesain program pelatihan – Aktivitas tugas trainer dalam menjalankan program pelatihan – Aktivitas tugas trainer dalam mengevaluasi program pelatihan
  9. 9. • Melakukan analisa kebutuhan • Mendesain program pelatihan • Meng-conduct program pelatihan • Mengevaluasi efektivitas program
  10. 10. • ‘Membaca’ adanya kebutuhan • Mengkonsultasikan dengan klien • Mendefinisikan simptom/masalah • Mendesain metode pengumpulan data • Mengumpulkan data • Menganalisa data
  11. 11. • Menentukan subyek pelatihan • Menentukan sasaran (objective) • Berdiskusi dengan ahli tentang subyek yang telah ditentukan • Dapatkan deskripsi calon peserta • Identifikasi pokok-pokok bahasan dalam pelatihan • Menstrukturkan bahan pelatihan • Menentukan strategi pelatihan
  12. 12. • Membuat bahan pegangan siswa dan fasilitator • Siapkan bahan atau alat bantu visual • Minta pendapat dengan para fasilitator • Uji bahan dalam pelatihan sesungguhnya • Revisi bahan • Kokohkan penggunaan bahan
  13. 13. • Memberikan pre-test kepada peserta • Conduct training session • Mengukur kemajuan belajar
  14. 14. • End-of course evaluation dan action plan • Debriefing Line Manager • Melakukan review atas evaluasi pelatihan • Melakukan evaluasi medium / long term
  15. 15. • Memahami perkembangan yang terjadi dalam organisasi / perusahaan • Peka terhadap pengembangan kompetensi karyawan / anggota organisasi • Mampu menggali informasi dengan akurat • Mampu berfikir logis- analitis dan menemukan sumber penyebab dari gejala yang muncul • Memahami prinsip-prinsip perubahan perilaku
  16. 16. • Mampu menciptakan situasi belajar yang memancing keterlibatan peserta • Peka terhadap orang lain, open-minded, dan tidak takut menerima kritik • Memahami kelebihan dan kekurangannya dalam menyampaikan materi pelatihan • Kesiapan diri untuk berusaha mengembangkan orang lain.
  17. 17. • Setelah pembahasan modul ini, diharapkan Anda mampu menjelaskan: – Tujuan melakukan analisa kebutuhan – Tingkatan analisa kebutuhan – Langkah-langkah melakukan analisa kebutuhan
  18. 18. • Sesuai dengan kebutuhan. • Bukan karena kebiasaan, tapi untuk memberi solusi dari masalah. • Untuk mengetahui kebutuhan, tidak cukup hanya berdasarkan asumsi, tapi perlu analisa yang mendalam.
  19. 19. • Mengidentifikasi pengetahuan, ketrampilan, dan perilaku kerja yang dibutuhkan individu, kelompok, dan organisasi untuk meningkatkan kinerja. • Terutama pengetahuan, ketrampilan, dan perilaku kerja yang dapat diintervensi oleh pelatihan
  20. 20. • Analisa organisasi • Analisa pekerjaan • Analisa individu
  21. 21. • Rencana strategis organisasi • Ada sistem/standar baru • Tingkat turn-over tinggi • Turunnya moral karyawan • Perubahan lingkungan eksternal
  22. 22. • Memperjelas pemahaman mengenai apa yang disepakati sebagai kinerja suatu pekerjaan • Memperjelas pemahaman mengenai lingkungan kerja yang dibutuhkan pelaku pekerjaan agar dapat berprestasi • Menganalisis pengetahuan, ketrampilan, dan perilaku kerja yang dibutuhkan pelaku pekerjaan agar berprestasi
  23. 23. • Perubahan kompetensi yang dibutuhkan untuk melaksanakan tugas • Adanya teknologi / alat kerja baru
  24. 24. Mengidentifikasi kesenjangan antara pengetahuan, ketrampilan, sikap, dan perilaku kerja yang dimiliki oleh pelaku pekerjaan, dengan yang dituntut.
  25. 25. • Karyawan baru atau transfer karyawan • Kenaikan jabatan • Skill yang dimiliki tidak memenuhi tugas yang ada • Kebutuhan karyawan untuk terus mengembangkan kemampuannya
  26. 26. SATU: Identifikasi Masalah • Tentukan konteks organisasi kegiatan IKP • Lakukan gap analysis • Tetapkan sararan IKP – Note: Because the purpose of training is to HELP solve organizational problems, we must have a clear understanding of what the organizational problems are.
  27. 27. TIGA: Kumpulkan Data • Lakukan survey • Sebarkan kuesioner • Lakukan interview • Pelajari dokumen-dokumen kerja • Observasi orang ketika bekerja DUA: Tentukan desain pengumpulan data – Pilih metode pengumpulan data dengan mempertimbangkan hambatan-hambatan yang ada.
  28. 28. • Attitude survey • Assessment center • Employee interview • Management interview • Observation of behavior • Performance appraisal • Performance document • Questionnaire
  29. 29. • Lakukan analisis kualitatif – Lakukan content-analysis; misalnya mengkategorikan setiap informasi pada kategori positif atau negatif • Lakukan analisis kuantitatif – Lakukan analisis statistik sederhana • Susun solusi / saran EMPAT: Analisis Data
  30. 30. • Pelatihan merupakan solusi yang tepat, hanya apabila: – Terjadi kesenjangan kinerja (lack of performance) yang penting – Kesenjangan tersebut disebabkan kesenjangan knowledge/skill – Individu memiliki potensi untuk menyerap / mempraktekkan pelatihan yang didapat – Individu belum pernah mendpatkan pelatihan yang sama sebelumnya
  31. 31. Ada kesenjangan kinerja ? Penting ? Unsignifikan Problem Recruitment Problem Lingkungan tidak mendukung Prestasi tidak mendapat reward positif Ada hambatan-hambatan Sikap tidak positif (butuh konseling) Belum pernah mendapat pelatihan tsb sebelumnya ? Perusahaan punya desain pekerjaan yang baik ? Ybs. punya potensi menyerap / praktek ? Ada kesenjangan knowledge / skill ? Siapkan Pelatihan ! Re-design Job Coaching Ya ! Ya ! Ya ! Ya ! Ya ! Ya ! No ! No ! No ! No ! No !
  32. 32. • Tulis laporan – Executive Overview – Descriptive of Precess – Summary of Findings – Preliminary Conclusions – Recommendations – Potential Barrier • Sajikan pada pihak berwenang • Tentukan langkah selanjutnya LIMA: Sampaikan Umpan-Balik
  33. 33. • Setelah pembahasan modul ini, diharapkan Anda mampu menjelaskan: – Variabel-variabel yang perlu diperhatikan dalam merancang program pelatihan – Cara membuat sasaran pelatihan – Hal-hal yang perlu dipertimbangkan dalam menentukan peserta pelatihan – Cara menentukan metode pelatihan – Hal-hal yang dipertimbangkan dalam menentukan instruktur
  34. 34. Sasaran Bahan Peserta Instruktur Metode Lingkungan
  35. 35. • Sasaran = Objective – Penjelasan taktis dari goals. – Sasaran berbentuk kalimat yang jelas, spesifik, dan terukur. – Pelatihan harus mempunyai sasaran yang jelas, tidak sekedar goals. • Tujuan = Goals – Pernyataan umum yang didorong oleh kebutuhan yang telah diketahui – Contoh : “memperbaiki komunikasi antar anggota organisasi”
  36. 36. • APA (yang dilakukan) – Peserta mampu mengetik sepucuk surat. • KONDISI (dalam kondisi bagaimana) – Peserta mampu mengetik sepucuk surat dengan menggunakan PC dan Perangkat Microsoft Words Windows ‘97 • STANDAR (dengan tolok ukur seberapa) – Peserta mampu……….Windows ’97 dengan kecepatan 100 kata per menit tanpa membuat kesalahan pengetikan lebih dari tiga huruf Sasaran pelatihan yang baik dirumuskan dalam kalimat yang mencakup 3 hal:
  37. 37. • Area: PENGETAHUAN – Mendefinisikan, menuliskan, mengingat • Area: PEMAHAMAN – Mengidentifikasi, menjelaskan, mengklasifikasikan, menilai, • Area: ANALISA – Menganalisa. menyimpulkan, membedakan, membandingkan, • Area: PENERAPAN – Menemukan, menunjukkan, menghitung, mengukur, menggunakan, mendemonstrasikan • Area: SIKAP – Memilih, menerima, termotivasi untuk.
  38. 38. • Dapatkan informasi tentang peserta, seperti: – Latar belakang pendidikan – Latar belakang dan pengalaman kerja – Pengalaman mengikuti pelatihan – Tingkat pengetahuan/ketrampilan tentang subyek yang akan disampaikan – Penilai orang lain di tempat kerja terhadap individu peserta – Pandangan peserta tentang pelatihan
  39. 39. • Tuliskan pokok bahasan dengan memanfaatkan informasi sebelumnya: – Sasaran pelatihan memberikan informasi mengenai tingkat pengetahuan dan ketrampilan yang harus dimiliki peserta setalah mengikuti pelatihan – Deskripsi peserta memberikan informasi mengenaik tingkat pengetahuan dan ketrampilan yang dimiliki peserta saat ini. – JADI: pokok bahasan pelatihan merupakan jembatan untuk menutup kesenjangan antara pengetahuan yang harus dimiliki dengan yang telah dikuasai.
  40. 40. • Brainstorming – Diskusi yang dilakukan dengan mengemukakan ide secara bebas untuk menemukan jawaban/solusi. • Buzz Groups – Diskusi kelompok yang terdiri atas 2-6 orang tentang sebuah masalah dalam waktu singkat tanpa meninggalkan ruang training. • Studi Kasus – Menganalisa masalah nyata secara detail untuk menemukan solusi.
  41. 41. • Demonstrasi – Praktek skill yang dilakukan trainer, dan peserta mengamatinya • Kuliah – Ceramah yang diberika trainer tanpa interupsi peserta, biasanya untuk audiens dalam jumlah besar • Tanya jawab – Serangkaian pertanyaan yang diajukan trainer kepada sekelompok peserta • Aktivitas – Latihan yang dilakukan peserta di mana peserta menyelesaikan tugas atau proses tertentu.
  42. 42. • Programmed Learning – Program (interaktif atau bacaan) dengan serangkaian pertanyaan atau tugas yang harus diselesaikan sebelum melanjutkan ke tahap berikutnya. • Project – Latihan berupa pengumpulan informasi, penyelesaian tugas, atau pembuatan sesuatu hal. • Reading – Membaca buku, artikel, hand-out baik dalam ruang kelas atau tidak. • Role play – Peranan yang dilakonkan oleh peserta (baik peranan nyata atau buatan) secara realistis atau dramatis
  43. 43. • Seminar – Membahas topik yang berhubungan atau berseri • Simulasi – Duplikasi dari situasi nyata sebagai masalah atau games yang kompleks dan peserta mengambil peranan di dalamnya. • Tugas kelompok – Peserta dibagi dalam kelompok kecil dan diberikan tugas sama/berbeda, dilihat hasilnya, dan dipresentasikan sebagai jawaban kelompok. • Video – Menonton video, dilanjutkan diskusi dan review.
  44. 44. • Instruktur yang dipilih harus memenuhi persyaratan antara lain: – Ahli di bidang yang akan disampaikan (enterprise knowledge, job knowledge, dan job skill) – Mempunyai pengetahuan dan ketrampilan andragogi – Memiliki ketrampilan komunikasi – Memiliki kualitas pribadi yang baik
  45. 45. Modul 5 Teknik Menyampaikan Materi
  46. 46. • Setelah pembahasan modul ini, diharapkan Anda mampu menjelaskan: – Akibat kegagalan mengelola kelas – Teknik membina rapport – Teknik menyampaikan materio – Teknik bertanya kepada peserta – Teknik menjawab pertanyaan
  47. 47.  Hilangnya kepercayaan trainee akan kemampuan trainer  Turunnya motivasi trainee untuk mengikuti training  Hilangnya kepercayaan diri trainer
  48. 48. • Rapport dengan peserta penting dalam training • Jalin rapport dengan peserta sebelum memulai training • Ciptakan suasana nyaman dan hangat dalam kelas
  49. 49. • Tertarik pada peserta • Ingin tahu pikiran, perasaan, kehawatiran peserta • Enerjik, bersemangat • Merasa ingin tersenyum senang • Humor muncul spontan
  50. 50. • Tegang, perut tidak enak • Lelah membayangkan usaha memperbaiki keadaan • Kadang kurang sabar pada peserta • Usaha komunikasi sulit, “sering nggak nyambung”
  51. 51. • Berbagi identitas • Mengingatkan bahwa trainer juga sedang belajar • Membagi pengalaman positif • Pacing, leading, cross- matching harapan, keyakinan, dan nilai kelompok
  52. 52.  Yakinkah peserta bahwa materi Anda bermanfaat  Di akhir sesi, tanyakan pada peserta apa yang mereka dapatkan selama sesi berlangsung  Gunakan intonasi dan pilihan kata yang baik.  Gunakan bahasa non-verbal dengan tepat  Usahakan keterlibatan peserta dalam proses training  Sesuaikan bahasa dengan peserta  Selingi dengan humor, cerita, puisi, dan peribahasa  Bertanyalah untuk memancing respon peserta
  53. 53.  Ajukan satu pertanyaan dalam satu waktu  Hindari pertanyaan tertutup dan direktif  Pertanyaan harus terfokus, tidak kabur  Ajukan pertanyaan yang memungkinkan peserta menunjukkan kepandaiannya  Ajukan pertanyaan yang merangsang interaksi peserta  Perhatikan peserta yang diam  Tunggu jawaban beberapa saat
  54. 54. • Perhatikan jawaban verbal dan reaksi non-verbal • Variasikan respon untuk jawaban-jawaban yang berbeda • Puji jawaban yang benar • Perbaiki jawaban yang salah dengan cara yang tidak mengkritik
  55. 55.  Tampil tidak siap dan tidak terorganisir  Terlambat memulai dan mengakhiri pelatihan  Terkesan tidak sesuai jadwal  Kurang waktu istirahat  Menanggapi pertanyaan secara tidak tepat  Menggunakan alat bantu dengan tidak profesional  Tidak melibatkan peserta  Tidak membina rapport  Menampilkan kebiasaan-kebiasaan buruk  Humor yang tidak tepat  Sok tahu dan tidak mengakui kesalahan  Menggunakan bahasa dan pengucapan yang tidak tepat  Tidak memperbaharui materi dan kurang info terbaru
  56. 56. Bangunlah Jiwa dan Badan Untuk INDONESIA RAYA

×