Successfully reported this slideshow.
We use your LinkedIn profile and activity data to personalize ads and to show you more relevant ads. You can change your ad preferences anytime.
Pendidikan Karakter Kunci
Kompetitif dan Inovatif
Seta A. Wicaksana, M.Psi. Psikolog
Berpikir kritis atau berpikir kreatif ?
Perlukah? Mengapa?
• Arus globalisasi/perkembangan Teknologi
Informasi
– Perubahan...
1. Meningkatnya kekerasan di kalangan remaja;
2. Membudayanya ketidak jujuran
3. Sikap fanatik terhadap kelompok/peer grou...
Character is Important
Behaviors
Expectations
Attitudes
Personality
Motives
• Kepribadian adalah organisasi dinamis
didalam individu yang terdiri dari sistem-
sistem psikofisik yang menentukan tingk...
Jadi...
Kepribadian, watak, temperamen berkaitan satu sama
lain, ketiganya menyangkut diri seseorang. Kepribadian
berbicar...
Karakter
• Imam Ghozali menganggap karakter lebih
dekat dengan akhlaq, yaitu spontanitas
manusia dalam bersikap, atau perb...
JATI DIRI
JATI DIRI
JATI DIRI
K
A
R
A
K
T
E
R
P
E
R
I
L
A
K
U
PENGARUH LINGKUNGAN
PENGARUH LINGKUNGAN
Fitrah
Illahi
...jat...
Intra-
Personal
Inter-
Personal
Logika Rasa
FATHONAH
THINKER
IQ
OLAH PIKIR
SIDDIQ
BELIEVER
SQ
OLAH HATI
AMANAH
DOER
AQ
OLA...
OLAH
HATI
OLAH
PIKIR
OLAH
RASA/K
ARSA
OLAH
RAGA
beriman dan bertakwa,
jujur, amanah, adil,
bertanggung jawab,
berempati, b...
Pendidikan Karakter
• Karena pendidikan karakter adalah
habit, pembentukan karakter
seseorang itu memerlukan
communities o...
Kreatif dan
Kritis
Pemikiran “tradisional”
“Apa yang ada” (What is)
berhubungan dengan
Intepretasi, aplikasi, analisis, sintesis, evaluasi/pe...
Pemikiran “new millenium”
“Apa yang mungkin ada” (What can be)
berhubungan dengan
inisiatif, kemungkinan, elaborasi, alter...
Apa Ciri Sikap Kreatif ?
• Keinginan/kebutuhan untuk mengubah/mengembangkan
(improve)
• Melihat sebuah situasi/permasalaha...
Berpikir Kreatif
ya Bukan:
Proses berpikir dan bertindak
dalam menghasilkan suatu
gagasan baru
Produk/hasil akhir
pendekat...
1 kunci mengembangkan kreativitas anak
Bermain Sambil Belajar
To teach creativity,
you must reinvigorate
the child’s heart...
2 Langkah mengembangkan kebiasaan dan
semangat berpikir kreatif pada anak
1. Membantu tersedianya kesempatan sebanyak
mung...
3 sikap kreatif orang tua (memberi contoh)
1. Memperhatikan dunia sekitar dengan cermat dan
cara baru (pancaindera), terbu...
4 Tahap perkembangan cara bermain anak
1. Bermain melalui “trial and error” (usia 0 – 2 tahun)
2. Bermain dengan cara “ber...
5 sikap mendukung/memberi inspirasi
1. Menjadi pendengar yang baik (menunjukkan
kesabaran)
2. Toleransi terhadap kekacauan...
6 cara menghindari penggembosan kreativitas
1. Jangan menunggui/protektif
2. Jangan menghakimi/menilai
3. Jangan memberi h...
7 metode/alat melatih berpikir kreatif
S substitute menggantikan Sate vegetarian
Mengganti tokoh dengan orang lain
C combi...
8 jenis aktivitas dan permainan
1. Permainan imajinasi (observasi, andaikan .., bermain kata dsb, membuat
jadual, melihat ...
9 Penghambat berpikir kreatif
logis/praktis/kritis
Pengalaman/pen
getahuan
terdahulu/kebias
aan/tradisi
Konsisten/kaku/
ku...
10 unsur terpenting dalam membangun kreatifitas
anak
Terlibat
dalam
Kehidupan sehari-hari
Bermain
Belajar
Kehidupan di sek...
Kreatif bukan bawaan,
tapi dikembangkan !
Renungkan
Darimana Aku
berasal ?
Akan kemana
setelah Mati ?
Untuk apa Aku
hidup ?
Hubungan Penciptaan
Hubungan
Perintah & Larangan
H...
1. Mengabdi kepada Allah SWT
Dan Aku tidak menciptakan jin dan manusia melainkan supaya mereka menyembah-Ku
(QS: 51:56)
2....
4. Hatinya tentram hanya dengan berzikir (QS:12:27-28)
BONUS ORANG BERTAQWA
1. Jalan ke luar, bila ia mendapat kesulitan (...
Lingkungan :
Tempat tinggal,
Kerja & Negara
Siapa yang bisa membantu Anda untuk sukses
Belajar dan Berbagi
untuk Indonesia
Lebih Baik
Pendidikan karakter kunci kompetitif dan inovatif
Pendidikan karakter kunci kompetitif dan inovatif
Pendidikan karakter kunci kompetitif dan inovatif
Pendidikan karakter kunci kompetitif dan inovatif
Pendidikan karakter kunci kompetitif dan inovatif
Pendidikan karakter kunci kompetitif dan inovatif
Pendidikan karakter kunci kompetitif dan inovatif
Pendidikan karakter kunci kompetitif dan inovatif
Pendidikan karakter kunci kompetitif dan inovatif
Pendidikan karakter kunci kompetitif dan inovatif
Pendidikan karakter kunci kompetitif dan inovatif
Upcoming SlideShare
Loading in …5
×

Pendidikan karakter kunci kompetitif dan inovatif

3,122 views

Published on

"Try Not become A Man of Success But Rather Try Become Man of Value"

Published in: Education
  • Be the first to comment

Pendidikan karakter kunci kompetitif dan inovatif

  1. 1. Pendidikan Karakter Kunci Kompetitif dan Inovatif Seta A. Wicaksana, M.Psi. Psikolog
  2. 2. Berpikir kritis atau berpikir kreatif ? Perlukah? Mengapa? • Arus globalisasi/perkembangan Teknologi Informasi – Perubahan cepat di segala bidang – Pilihan semakin banyak – Nilai-nilai bergeser – Dunia semakin semrawut – Persaingan/perang semakin meningkat • Kreativitas menjadi tuntutan no 1 utk mendapat pekerjaan (Fortune: 100 % dari 500 CEO, 60 % : lbh penting dari intelligence) • Perubahan pola pendidikan dari “teacher centered learning” -> student centered learning”
  3. 3. 1. Meningkatnya kekerasan di kalangan remaja; 2. Membudayanya ketidak jujuran 3. Sikap fanatik terhadap kelompok/peer group; 4. Rendahnya rasa hormat kepada orang tua & guru; 5. Semakin kaburnya moral baik & buruk; 6. Penggunaan bahasa yang memburuk; 7. Meningkatnya perilaku merusak diri, seperti penggunaan narkoba, alkohol, & seks bebas; 8. Rendahnya rasa tanggung jawab sebagai individu & sebagai warga negara; 9. Menurunnya etos kerja & adanya rasa saling curiga; 10. Kurangnya kepedulian di antara sesama (Lickona. Educating for Character: How our school can teach respect & responsibility., New Yor Bantam Books, 1992:12-22) 10 tanda-tanda zaman sebuah bangsa sedang menuju jurang kehancuran, yaitu:
  4. 4. Character is Important
  5. 5. Behaviors Expectations Attitudes Personality Motives
  6. 6. • Kepribadian adalah organisasi dinamis didalam individu yang terdiri dari sistem- sistem psikofisik yang menentukan tingkah laku dan pikirannya secara karakteristik dalam menyesuaikan diri terhadap lingkungan (G.Allport) • Watak (character) dan kepribadian (personality) adalah satu dan sama tapi dipandang dari segi yang berlainan. Jika hendak mengadakan penilaian maka lebih tepat dipakai istilah “watak” (G.Allport) • Temperamen adalah gejala katakteristik yang bergantung pada faktor konstitusional dan karenanya terutama berasal dari keturunan (G.Allport) PENGERTIAN Kepribadian-Watak-Temperamen Gordon W. Alport Gordon Willard Allport was an American psychologist. Allport was one of the first psychologists to focus on the study of the personality, and is often referred to as one of the founding figures of personality psychology.
  7. 7. Jadi... Kepribadian, watak, temperamen berkaitan satu sama lain, ketiganya menyangkut diri seseorang. Kepribadian berbicara mengenai sifat dan pembawaan yang khas, bila penilaian yang mengarah pada dirinya sudah terbentuk , ini yang terutama dimaksud dengan watak, temperamen biasanya ditentukan oleh struktur fisik- biologis seseorang dan sifatnya tetap
  8. 8. Karakter • Imam Ghozali menganggap karakter lebih dekat dengan akhlaq, yaitu spontanitas manusia dalam bersikap, atau perbuatan yang telah menyatu dalam diri manusia sehingga ketika muncul tidak perlu dipikirkan lagi • Karakter berkaitan dengan kekuatan moral, berkonotasi ‘positif’, bukan netral. Orang berkarakter adalah seseorang yang memiliki kualitas moral positif. • Dengan demikian, pendidikan membangun karakter, secara implisit mengandung arti membangun sifat atau pola perilaku yang didasari atau berkaitan dengan dimensi moral yang positif atau yang baik, bukan yang negatif atau yang buruk.
  9. 9. JATI DIRI JATI DIRI JATI DIRI K A R A K T E R P E R I L A K U PENGARUH LINGKUNGAN PENGARUH LINGKUNGAN Fitrah Illahi ...jati diri berinteraksi dengan lingkungan sehingga membentuk karakter, sedangkan karakter akan mempengaruhi perilaku... Konsep Karakter
  10. 10. Intra- Personal Inter- Personal Logika Rasa FATHONAH THINKER IQ OLAH PIKIR SIDDIQ BELIEVER SQ OLAH HATI AMANAH DOER AQ OLAH RAGA TABLIGH NETWORKER EQ OLAH RASA & KARSA JENIS-JENIS KARAKTER: PSIKOLOGIS-SOSIOLOGIS-AGAMA
  11. 11. OLAH HATI OLAH PIKIR OLAH RASA/K ARSA OLAH RAGA beriman dan bertakwa, jujur, amanah, adil, bertanggung jawab, berempati, berani mengambil resiko, pantang menyerah, rela berkorban, dan berjiwa patriotik ramah, saling menghargai, toleran, peduli, suka menolong, gotong royong, nasionalis, kosmopolit , mengutamakan kepentingan umum, bangga menggunakan bahasa dan produk Indonesia, dinamis, kerja keras, dan beretos kerja bersih dan sehat, disiplin, sportif, tangguh, andal, berdaya tahan, bersahabat, kooperatif, determinatif, kompetitif, ceria, dan gigih cerdas, kritis, kreatif, inovatif, ingin tahu, berpikir terbuka, produktif, berorientasi Ipteks, dan reflektif
  12. 12. Pendidikan Karakter • Karena pendidikan karakter adalah habit, pembentukan karakter seseorang itu memerlukan communities of character yang terdiri dari keluarga, sekolah, institusi keagamaan, media, pemerintahan dan berbagai pihak yang mempengaruhi nilai-nilai generasi muda • Semua communities of character tersebut hendaknya memberikan keteladanan, intervensi, pembiasaan yang dilakukan secara konsisten, dan penguatan. Dengan perkataan lain, pembentukan karakter memerlukan pengembangan keteladanan yang ditularkan, intervensi melalui proses pembelajaran, pelatihan, pembiasaan terus menerus dalam jangka panjang yang dilakukan secara konsisten dan penguatan
  13. 13. Kreatif dan Kritis
  14. 14. Pemikiran “tradisional” “Apa yang ada” (What is) berhubungan dengan Intepretasi, aplikasi, analisis, sintesis, evaluasi/penilaian, logika, menyimpulkan, (critical thinking) Merasa benar, kebenaran, puas diri, pemecahan permasalahan, perbedaan pendapat, argumentasi, persaingan, perpecahan, perang
  15. 15. Pemikiran “new millenium” “Apa yang mungkin ada” (What can be) berhubungan dengan inisiatif, kemungkinan, elaborasi, alternatif, perancangan, persepsi, tidak umum, menyalahi peraturan, nakal, fleksibel, out of the box (creative thinking) pengembangan, penciptaan nilai, win-win, inovasi, pemikiran konstruktif/positif, demokrasi, mandiri,produktif, bahagia
  16. 16. Apa Ciri Sikap Kreatif ? • Keinginan/kebutuhan untuk mengubah/mengembangkan (improve) • Melihat sebuah situasi/permasalahan dari sisi lain (see differently) -> think outside the box • Terbuka pada pelbagai gagasan bahkan yang tidak umum/aneh sekalipun (open) • Mengimplementasikan ide perbaikan (acting)
  17. 17. Berpikir Kreatif ya Bukan: Proses berpikir dan bertindak dalam menghasilkan suatu gagasan baru Produk/hasil akhir pendekatan khusus dalam menghadapi kehidupan Hal yang mistik/bersifat magis Semua orang memiliki dari lahir Talenta khusus Dapat dipelajari kembali Hanya dimiliki oleh org Jenius saja (tak harus jenius utk berkreasi) Semua jawaban benar Sebuah jawaban Karya sehari-hari Karya seni/ciptaan besar
  18. 18. 1 kunci mengembangkan kreativitas anak Bermain Sambil Belajar To teach creativity, you must reinvigorate the child’s heart within yourself
  19. 19. 2 Langkah mengembangkan kebiasaan dan semangat berpikir kreatif pada anak 1. Membantu tersedianya kesempatan sebanyak mungkin (bukan khusus, tetapi terintegrasi dalam kegiatan sehari-hari) untuk melatih 4 ciri sikap kreatif agar menjadi kebiasaan -> sikap kreatif orang tua 2. Memberikan dukungan (encouragement) sebanyak mungkin pada anak dalam mengembangkan 4 ciri sikap kreatif -> memberi inspirasi berpikir kreatif
  20. 20. 3 sikap kreatif orang tua (memberi contoh) 1. Memperhatikan dunia sekitar dengan cermat dan cara baru (pancaindera), terbuka pada pengalaman-pengalaman baru ->menarik perhatian anak ke hal/ide/gagasan baru 2. Menghidupkan kembali “sense of wonder” (rasa ingin tahu) -> mengkomunikasikan “keajaiban dunia” kepada anak 3. Memelihara semangat “bermain” (senyuman, komentar lucu, reaksi tak terduga, melanggar kebiasaan, spontan)
  21. 21. 4 Tahap perkembangan cara bermain anak 1. Bermain melalui “trial and error” (usia 0 – 2 tahun) 2. Bermain dengan cara “berpura-pura” (usia 2 – 7 tahun) 3. Bermain sesuai aturan (usia 7 – 11 tahun) 4. Bermain yang memerlukan pemikiran deduksi/pemecahan masalah ( usia 11 – 15 tahun)
  22. 22. 5 sikap mendukung/memberi inspirasi 1. Menjadi pendengar yang baik (menunjukkan kesabaran) 2. Toleransi terhadap kekacauan 3. Memberi inspirasi ketekunan 4. Toleransi terhadap hal yang aneh/tidak biasa 5. Memberi kebebasan (berekspresi, ide baru, inisiatif, spontan) dalam batas-batas tanggung jawab, menghormati orang lain, bahaya
  23. 23. 6 cara menghindari penggembosan kreativitas 1. Jangan menunggui/protektif 2. Jangan menghakimi/menilai 3. Jangan memberi hadiah terlalu sering 4. Jangan membawa ke suasana persaingan/membandingkan 5. Jangan mengatur/memberi petunjuk 6. Jangan batasi pilihan
  24. 24. 7 metode/alat melatih berpikir kreatif S substitute menggantikan Sate vegetarian Mengganti tokoh dengan orang lain C combine Menggabung, kombinasi Lemari es + microwave; Toko buku + café Gambar 2 binatang -> 1 binatang A Adapt, alter, add adaptasi, mengubah, menambah Telepon -> Handphone origami -> kapal terbang M Modify, magnify, minify Mengubah, memperbesar Komputer -> Notebook; film -> VCD mainan kapal terbang, kapal dsb P Put to other uses/purposes Memakai utk keperluan lain Sampah -> pupuk gantungan kunci -> anting-anting E eliminate menghilangkan Bank -> ATM menghilangkan R Reverse, rearrange Membalik, mengatur ulang Pabrik -> restoran membayangkan dunia terbalik, permainan lego, mengatur/mengurut gambar
  25. 25. 8 jenis aktivitas dan permainan 1. Permainan imajinasi (observasi, andaikan .., bermain kata dsb, membuat jadual, melihat awan dsb.., bayang-bayang) 2. Kesenian, kerajinan tangan, proyek (menggambar, melukis, bermain playdough, membuat kalung, membuat layang-layang, collage, origami, membuat buku, sand & water dsb.) 3. Koleksi (kerang, daun, batu, biji-bijian) 4. Bermain (scavenger hunt, tebak-tebakan, teka-teki silang, pantomim dsb.) 5. Bercerita/mengarang (mendengarkan, bercerita ulang, menyambung cerita, membuat puisi, komik dsb. 6. Role-play (dokter-dokteran, masak-memasak dsb) 7. Pertunjukan (puppet show, menari, menyanyi dsb.) 8. Berpetuangan/Berkunjung (berkemah, tamasya, museum, kebun binatang, keluarga, desa, pasar dsb. )
  26. 26. 9 Penghambat berpikir kreatif logis/praktis/kritis Pengalaman/pen getahuan terdahulu/kebias aan/tradisi Konsisten/kaku/ kurang sense of humor Stereotype/ generalisasi Ego/takut/malu/berpikir negatif/rendah diriHanya ada 1 jawaban benar Reaktif persepsi Puas diri
  27. 27. 10 unsur terpenting dalam membangun kreatifitas anak Terlibat dalam Kehidupan sehari-hari Bermain Belajar Kehidupan di sekolah Tangisan, tawa … …
  28. 28. Kreatif bukan bawaan, tapi dikembangkan !
  29. 29. Renungkan
  30. 30. Darimana Aku berasal ? Akan kemana setelah Mati ? Untuk apa Aku hidup ? Hubungan Penciptaan Hubungan Perintah & Larangan Hubungan Pembangkitan Hubungan Hisab Amal Manusia Lahir Manusia Mati Manusia Kehidupan Alam Semesta Manusia diciptakan Allah SWT Hidup ibadah kepada Allah SWT Manusia kembali pada Allah SWT Roadmap Kehidupan Sejati
  31. 31. 1. Mengabdi kepada Allah SWT Dan Aku tidak menciptakan jin dan manusia melainkan supaya mereka menyembah-Ku (QS: 51:56) 2. Memenuhi penjanjian ruh Dan (ingatlah), Ketika tuhanmu mengeluarkan keturunan anak-anak Adam dari sulbi mereka dan Allah mengambil kesaksian terhadap jiwa mereka ( seraya berfirman: “ Bukankah aku ini Tuhammu?” Mereka menjawab :” Betul (Engkau tuhan kami) 3. Menjadi Khalifah Allah Ingatlah ketika Tuhammu berfirman kepada para malaikat : ”Sesungguhnya aku hendak menjadikan seorang khalifah di muka bumi”. Mereka berkata : “Mengapa Engkau hendak menjadikan (khalifah) di bumi itu orang yang akan membuat kerusakan padanya dan menumpahkan darah, padahal kami senantiasa bertasbih dengan memuji Engkau dan mensucikan Engkau?” Tuhan berfirman :” Sesungguhnya Aku mengetahui apa yang tidak kamu ketahui “. ( QS: Al-Baqarah 2:30) 4. Mendapat Ujian dari Allah Tiap–tiap yang berjiwa akan merasakan mati. Kami akan menguji kamu dengan keburukan dan kebaikan sebagai cobaan ( yang sebenar-benarnya ). Dan hanya kepada Kamilah kamu di kembalikan ( QS: Al-Anbiya’ 21:35 ) 5. Mempertanggung jawabkan perbuatan kepada Allah Apakah manusia mengira, bahwa ia akan dibiarkan begitu saja ( tanpa pertanggungjawaban ) ? ( QS : Al-Qiyamah 75:36 ) TUJUAN HIDUP MANUSIA
  32. 32. 4. Hatinya tentram hanya dengan berzikir (QS:12:27-28) BONUS ORANG BERTAQWA 1. Jalan ke luar, bila ia mendapat kesulitan (QS.65.2) 2. Allah memberi Rezeki dari arah yang tiada disangka-sangkanya (QS:65:2) 3. Allah selalu bersamanya dan memberikan perlindungan (QS:2:200-201) 6. Mencukupkan keperluan-nya, Barang siapa yang bertawakal kepada Allah, Allah akan mencukupkan keperluan-nya. (QS:65:2-3) 5. Ia senyum menjelang maut, karena malaikat memberitahukan bahwa ia masuk surga (QS:16:31-32)
  33. 33. Lingkungan : Tempat tinggal, Kerja & Negara Siapa yang bisa membantu Anda untuk sukses
  34. 34. Belajar dan Berbagi untuk Indonesia Lebih Baik

×