Analysis film the pursuit of happyness

8,471 views

Published on

One of my student in Psychology Faculty of Pancasila University in my self management class

Analysis film the pursuit of happyness

  1. 1. Movie Analyze<br />Self Concept, Self Esteem & Self Eficacy<br />Oleh: R. JeannetLorenty S. W<br />6011210006<br />
  2. 2. The Pursuit of Happyness adalah sebuah film biografi buatan tahun 2006 yang menceritakan kisah hidup Chris Gardner, seorang salesman yang berhasil menjadi pialang saham kaya. Film ini disutradarai oleh Gabriele Muccino. Skenarionya ditulis oleh Steve Conrad berdasarkanmemoir berjudul sama yang ditulis oleh Gardner bersama Quincy Troupe. Film ini dirilis tanggal 15 Desember 2007 oleh Columbia Pictures<br />
  3. 3. “Sebuah Kisah nyata perjalanan seorang Ayah dan anaknya dalam menempuh pahit getirnya kehidupan hingga akhirnya hidup berkecukupan sebagai multimillionaire stockbroker di pasar saham. berkat kesabaran dan kegigihan hati seseorang Ayah demi kebahagiaan anaknya yang akhirnya menjadi sumber kekuatan tersendiri diluar batas yang mungkin dapat dibayangkan. “ <br />- R. JeannetLorenty S. W-<br />
  4. 4. ANALISIS FILM<br />
  5. 5. ~ SELF CONCEPT<br />seseorangyang memilikikesabaran, kegigihan, danpantangmenyerah. Diceritakanseorangtokohbernama Chris Gardner iaadalahseseorang yang telahmemilikikonsepdiri ( self concept ) yang sudahberkembangdantertanamsejakiakecil.<br />IaadalahIamemilikisebuahmimpi, karenakehidupankeras yang diarasakanbersamaibunyatelahmenimpadirinyahinggamemilikisuatu “ Spiritual Genetic “ tersendiridanmengajarkandiasuatupelajaranberhargadalamhidup yang tetapiapeganghinggakini.<br />
  6. 6. ~ SELF ESTEEM<br />Anakadalahsalahsatumotivasidankekuatandalamdirinya. Diatetapbersikukuhuntuktetapbersamaanaknyameskipunistrinyatetapmeninggalkanmereka. Karenaiatelahmembuatkeputusandimasakecilnya, saatiamemilikianaknanti, iatidakinginanaknyatidaktahusiapabapaknyasepertidirinya.<br />Sebagaiorangtuatidakada yang menakutkandaripadasebuahperasaantidakberdayauntukdapatmemberikan yang terbaikuntukanaknya, olehkarenaitu, iabertekaduntuktetapbekerjakeras, dan Devotion seorang ayah terhadapanaknya yang akanmembawakebahagiaanpadaakhirnya.<br />
  7. 7. Iapernahmembuatkeluarganyakelaparan, pernahmengalamiderita yang takterbayangkan,, namuniatetapberjuang, berusahamengerahkansegalakemampuanuntukmengubahkehidupannya.<br />Gambardiatasiniadalahsituasidimanaiahidupdijalanan, Homeless, menjadi tuna wisma. Bersamaanaknyaiatidurdisebuahkamarmandiumum, denganberlinang air matasambilmenatapanaknya.<br />
  8. 8. ~ SELF EFFICACY<br />Dijelaskan,, apabilaseseorangmemiliki Self Efficacy yang rendah, mungkinorangtersebutakanmenghindaripekerjaan/ pelajaran yang banyaktugasnya, khususnyatugas- tugas yang menantang. Sedangkanseseorang yang memiliki Self Efficacy yang tinggi, iamempunyaikeinginan yang besaruntukmengerjakantugas- tugasnyasekalipunituterasaberat.<br />
  9. 9. Didalam Film ini, Chris adalahseseorang yang memiliki Self Efficacy yang tinggi. Dikarenakanpengalaman- pengalaman yang pernahialaluimembuatiaterbiasadengansegalamacamhal yang menantangdanberat.<br /> Turning point yang pertama, iamemutuskanuntukmenjadiseorang Salesman Bone Density Scanner denganmenginvestasikantabungankeluarganyauntukmembelialatinisebagai stock untukdijualkembalisecara exclusive ke Medical Centre di San Fransisco. Iaberanimengambilresiko yang sangatbesarmeskipunhalitumembuatnyakehilangansegalanya.<br />Faktor Self Efficacy yang iamilikitersebutmungkintidakdatangdaripengalamankeberhasilannyasendiri, melainkanberdasarkanfaktorpengalamanorang lain.<br />
  10. 10. SebagaiInstantnya, Turning point yang keduadalamhidupdanpekerjaannyaterjadidiparkiransebuahgedungsaatiatidaksengajaberjumpadenganseseorang yang mengendaraisebuahmobilFerariberwarnamerah yang tak lain adalahseorangpialangsaham. Yang iakagumibukanlahpadamobiltersebut, namun“Bagaimana”orangitubisamendapatkannya..<br />Sejaksaatitu, Chris memutuskanuntukberkarirsebagaipialangsaham. <br />Situasidimana Chris taksengajabertemudenganorang yang tengahmengendaraisebuahmobilferrari<br />
  11. 11. IamenerimatawaranmagangtanpabayarandisebuahperusahaanpialangDean Witter Reynolds yang menjanjikanpekerjaanbagipesertamagangterbaik. <br />Kemiskinandanke tuna wismaannyamembuatiabertekaduntukmenjalankantugasdengangiatdanakhirnyamendapatkanpekerjaandiDean Witter Reynolds. <br />
  12. 12. KESIMPULAN<br />Apakahhubungan :<br />~ Self Concept<br />~ Self Esteem<br />~ Self Efficacy<br />ACHIEVEMENT…???<br />Dengan<br />Sebuahpencapaian yang sempurnatidakakandapattercapaijikaseseorangtidakmemilikiSelf Concept, Self Esteem, danSelf Efficacy yang baik. <br />
  13. 13. Mungkin yang perlukitapertanyakandarikisahtersebutadalahbagaimanakitamengartikansebuahkebahagiaan. Bukanhasilpencapaian, namunProsesnya. Apa yang dapatkitapelajaridari Chris dalammeraihkesuksesannya, mempertahankankeluarganya??<br />ApakahTakdir yang menemukankita??<br />Ataukahkerjakerasdankesabaran yang membawakitamenujutakdirkita.<br />Satuhalmungkin yang haruskitaingatsebagaipelajaran ;<br /> Kita tidakpernah tau apa yang orang lain telahlaluiketikakitamembentukEkspektasikita.<br />
  14. 14. DaftarPustaka<br />DewaKetutSukardi, Drs. 1994. BimbinganKarirdiSekolah-sekolah. Jakarta: Ghalia Indonesia<br />Self-efficacy beliefs of adolescents Oleh Frank Pajares,Timothy C. Urdan<br />Self-esteem research, theory, and practice: toward a positive psychology of ... Oleh Christopher J. Mruk<br />http://psychology.about.com/od/theoriesofpersonality/a/self_efficacy.htm<br />http://ichsan.wordpress.com/2007/03/22/the-pursuit-of-happiness/<br />id.wikipedia.org/wiki/The_Pursuit_of_Happyness<br />

×