Akhlak Mulia

924 views

Published on

Akhlak Mulia

Published in: Spiritual
0 Comments
2 Likes
Statistics
Notes
  • Be the first to comment

No Downloads
Views
Total views
924
On SlideShare
0
From Embeds
0
Number of Embeds
1
Actions
Shares
0
Downloads
0
Comments
0
Likes
2
Embeds 0
No embeds

No notes for slide

Akhlak Mulia

  1. 1. @@
  2. 2. ‫ﻣﻜﺎﺭﻡ ﺍﻻﺧﻼﻕ ﻟﻺﻣﺎﻡ ﳏﻤﺪ ﺑﻦ ﺻﺎﱀ ﺍﻟﻌﺜﻴﻤﲔ‬ Oleh : Faqîhuz Zamân Muhammad bin Shâlih al-‘UtsaimînRahimahullâhu wa Askanahu al-Jannah al-Fasîh Dialihbahasakan oleh : Abū Mūsâ al-Atsarî BUDI PEKERTI YANG MULIA ‫ﻣﻜﺎﺭﻡ ﺍﻷﺧﻼﻕ ﻟﻠﺸﻴﺦ ﳏﻤﺪ ﺑﻦ ﺻﺎﱀ ﺍﻟﻌﺜﻴﻤﲔ ﺭﲪﻪ ﺍﷲ‬ © Copyleft terjemahan 2008Bagi yang ingin menerbitkan buku ini silakan menghubungi penterjemah via :Mail : sul_an81@yahoo.com atau abu.salma81@gmail.com HP : 08883535658 Homepage : http://dear.to/abusalma 1
  3. 3. ‫ﻣﻜﺎﺭﻡ ﺍﻻﺧﻼﻕ ﻟﻺﻣﺎﻡ ﳏﻤﺪ ﺑﻦ ﺻﺎﱀ ﺍﻟﻌﺜﻴﻤﲔ‬ ‫ا‬ ‫ا ا‬‫ﺍﳊﻤﺪ ﷲ , ﳓﻤﺪﻩ ﻭ ﻧﺴﺘﻌﻴﻨﻪ ﻭﻧﺴﺘﻐﻔﺮﻩ , ﻭﻧﺘﻮﺏ ﺇﻟﻴﻪ , ﻭﻧﻌﻮﺫ ﺑﺎﷲ ﻣﻦ ﺷﺮﻭﺭ‬‫ﺃﻧﻔﺴﻨﺎ ﻭﻣﻦ ﺳﻴﺌﺎﺕ ﺃﻋﻤﺎﻟﻨﺎ , ﻣﻦ ﻳﻬﺪﻩ ﺍﷲ ﻓﻼ ﻣﻀﻞ ﻟﻪ , ﻭﻣﻦ ﻳﻀﻠﻞ ﻓﻼ ﻫﺎﺩﻱ‬‫ﻟﻪ , ﻭﺃﺷﻬﺪ ﺃﻥ ﻻ ﺇﻟﻪ ﺇﻻ ﺍﷲ ﻭﺣﺪﻩ ﻻ ﺷﺮﻳﻚ ﻟﻪ ﻭﺃﺷﻬﺪ ﺃﻥ ﳏﻤﺪﹰﺍ ﻋﺒﺪﻩ ﻭﺭﺳﻮﻟﻪ‬‫, ﺑﻌﺜﻪ ﺍﷲ ﺗﻌﺎﱃ ﺑﺎﳍﺪﻯ ﻭﺩﻳﻦ ﺍﳊﻖ , ﻟﻴﻈﻬﺮﻩ ﻋﻠﻰ ﺍﻟﺪﻳﻦ ﻛﻠﻪ , ﺑﻌﺜﻪ ﺍﷲ ﺗﻌﺎﱃ ﺑﲔ‬, ‫ﻳﺪﻱ ﺍﻟﺴﺎﻋﺔ ﺑﺸﲑﹰﺍ ﻭﻧﺬﻳﺮﹰﺍ , ﻭﺩﺍﻋﻴﺎ ﺇﱃ ﺍﷲ ﺑﺈﺫﻧﻪ ﻭﺳﺮﺍﺟﺎ ﻣﻨﲑﹰﺍ , ﻓﺒﻠﻎ ﺍﻟﺮﺳﺎﻟﺔ‬ ‫ﹰ‬ ‫ﹰ‬‫ﻭﺃﺩﻯ ﺍﻷﻣﺎﻧﺔ , ﻭﻧﺼﺢ ﺍﻷﻣﺔ , ﻭﺟﺎﻫﺪ ﰲ ﺍﷲ ﺣﻖ ﺟﻬﺎﺩﻩ ﺣﱴ ﺃﺗﺎﻩ ﺍﻟﻴﻘﲔ , ﻭﻭﻓﻖ‬‫ﺪﻳﻪ , ﻭﺧﺬﻝ ﺍﷲ ﲝﻜﻤﺘﻪ‬ ‫ﺍﷲ ﻣﻦ ﺷﺎﺀ ﻣﻦ ﻋﺒﺎﺩﻩ ﻓﺎﺳﺘﺠﺎﺏ ﻟﺪﻋﻮﺗﻪ , ﻭﺍﻫﺘﺪﻯ‬‫ﻣﻦ ﺷﺎﺀ ﻣﻦ ﻋﺒﺎﺩﻩ , ﻓﺎﺳﺘﻜﱪ ﻋﻦ ﻃﺎﻋﺘﻪ , ﻭﻛﺬﺏ ﺧﱪﻩ , ﻭﻋﺎﻧﺪ ﺃﻣﺮﻩ , ﻓﺒﺎﺀ‬ ‫ﺑﺎﳋﺴﺮﺍﻥ ﻭﺍﻟﻀﻼﻝ ﺍﻟﺒﻌﻴﺪ‬Segala puji bagi Allah, hanya kepada-Nya kami memuji,meminta pertolongan dan memohon ampunan serta bertaubat.Kami memohon perlindungan kepada-Nya dari kejahatan jiwa-jiwa kami serta keburukan amalan-amalan kami. Barang siapayang diberi petunjuk oleh Allah, maka tiada seorang pun yangdapat menyesatkannya, dan barang siapa yang Ia sesatkan,maka tiada satu pun juga yang dapat memberikan petunjukkepadanya. Aku bersaksi bahwa tiada tuhan yang berhak untukdisembah kecuali hanya Allah saja, tiada sekutu bagi-Nya. Danaku bersaksi bahwa Muhammad adalah seorang hamba danutusan-Nya. Allah telah mengutusnya dengan petunjuk danagama yang benar, agar Dia memenangkannya di atas agama-agama seluruhnya. Allah telah mengutusnya sedang kiamattelah dekat masanya, sebagai pemberi kabar gembira danperingatan, dan untuk menjadi penyeru kepada agama Allahdengan izin-Nya, serta untuk menjadi cahaya yang menerangialam semesta. Lalu, dia pun menyampaikan risalah (ajaran 2
  4. 4. ‫ﻣﻜﺎﺭﻡ ﺍﻻﺧﻼﻕ ﻟﻺﻣﺎﻡ ﳏﻤﺪ ﺑﻦ ﺻﺎﱀ ﺍﻟﻌﺜﻴﻤﲔ‬agama Islam), melaksanakan amanah, memberi nasehat kepadaumat, dan berjihad di jalan Allah dengan jihad yang sebenar-benarnya hingga datang kematian kepadanya. Kemudian Allahpun memberi taufik (hidayah atau petunjuk) kepada orang yangIa kehendaki di antara hamba-hamba-Nya untuk menyambutdakwah beliau, sehingga hamba tersebut mengambil petunjukhanya dari petunjuk beliau. Dan Allah juga dengankebijaksanaan-Nya membiarkan (tersesat) orang yang Iakehendaki di antara hamba-hamban-Nya, maka ia pun sombongdari ketaatan kepada Nabi-Nya, mendustakan kabar yangdatang darinya, tidak mau mengikuti perintahnya. Maka, hambatersebut kembali dengan kerugian dan kesesatan yang sejauh-jauhnya.Amma badu: Pada pembahasan kali ini, akan kami ulas sebuahtema yang berkisar seputar kemuliaan akhlaq dan budipekerti yang luhur.Al-Khuluq (bentuk mufrad/tunggal dari kata akhlaq -pent)berarti perangai atau kelakuan, yakni sebagaimana yangdiungkapkan oleh para ulama:" Gambaran batin seseorang ".Karena pada dasarnya manusia itu mempunyai dua gambaran :1. Gambaran zhahir (luar): Yaitu bentuk penciptaan yang telah Allah jadikan padanya sebuah tubuh. Dan gambaran zhahir tersebut di antaranya ada yang indah dan bagus, ada yang jelek dan buruk, dan ada pula yang berada pada pertengahan di antara keduanya atau biasa-biasa saja.2. Gambaran batin (dalam): Yaitu suatu keadaan yang melekat kokoh dalam jiwa, yang keluar darinya perbuatan- perbuatan, baik yang terpuji maupun yang buruk (yang dapat dilakukan) tanpa berfikir atau kerja otak.Dan gambaran ini juga ada yang baik jika memang keluar dariakhlaq yang baik, dan ada pula yang buruk jika keluar dariakhlaq yang buruk. Inilah yang kemudian disebut dengan nama"khuluq" atau akhlaq. Jadi, khuluq atau akhlaq adalah gambaranbatin yang telah ditetapkan pada seseorang. 3
  5. 5. ‫ﻣﻜﺎﺭﻡ ﺍﻻﺧﻼﻕ ﻟﻺﻣﺎﻡ ﳏﻤﺪ ﺑﻦ ﺻﺎﱀ ﺍﻟﻌﺜﻴﻤﲔ‬Dan wajib bagi setiap muslim untuk berperilaku dengan akhlaqyang mulia ini. Karena, sesuatu yang berharga dari tiap-tiapbenda merupakan sesuatu yang baik dari benda tersebut, dan diantaranya adalah perkataan Rasulullah Shallallahu ‘alaihi waSallam kepada Muadz bin Jabal: ‫ﺇﻳﺎﻙ ﻭﻛﺮﺍﺋﻢ ﺃﻣﻮﺍﳍﻢ‬”…dan hati-hatilah dari harta-harta mereka yang berharga…”1,yakni ketika Nabi Shallallahu ‘alaihi wa Sallammemerintahkannya untuk mengambil zakat dari penduduk kotaYaman.Maka, setiap orang harus berusaha agar hati atau gambaranbatinnya menjadi mulia. Sehingga ia mencintai kemuliaan dankeberanian, juga mencintai sifat santun dan kesabaran. Ketikabertemu dengan sesama hendaknya ia menampakkan wajahyang berseri-seri, hati yang lapang, dan jiwa yang tenang. Dansemua sifat-sifat di atas merupakan bagian dari akhlaq yangmulia.Telah bersabda Nabi Muhammad Shallallahu ‘alaihi wa Sallam: ‫ﺃﻛﻤﻞ ﺍﳌﺆﻣﻨﲔ ﺇﳝﺎﻧﺎ ﺃﺣﺴﻨﻬﻢ ﺧﻠﻘﺎ‬ ‫ﹰ‬ ‫ﹰ‬“Mukmin yang paling sempurna keimanannya adalah yangpaling baik akhlaqnya”2.Maka, sudah sewajarnya jika pembicaraan ini selalu berada didepan mata seorang mukmin. Karena, jika seseorangmengetahui bahwa dia tidak akan bisa menjadi figur yang1 Dikeluarkan oleh Imam Bukhari, No (1496) di Kitaabuz Zakaah, dan Imam Muslim, No(29) di Kitaabul Iimaan.2 Dikeluarkan oleh Abu Daud, No (3682) di Kitaabus Sunnah, dan Tirmidzi, No (1162) diKitaabur Radhaa, dan dalam riwayatnya ada tambahan:" Dan sebaik-baik kalian adalahyang berbuat baik terhadap kaum wanita ", dan dikeluarkan juga oleh Iman Ahmad di kitabAl-Musnad (2 / 472), hadits tersebut ada di kitab Shahiihul Jaami, No (1230 , 1232). 4
  6. 6. ‫ﻣﻜﺎﺭﻡ ﺍﻻﺧﻼﻕ ﻟﻺﻣﺎﻡ ﳏﻤﺪ ﺑﻦ ﺻﺎﱀ ﺍﻟﻌﺜﻴﻤﲔ‬sempurna keimanannya kecuali dengan memperbaiki budipekertinya, maka hal ini akan menjadi sebuah pendorongbaginya untuk berperilaku dengan budi pekerti yang baik dansifat-sifat yang tinggi mulia, serta ia akan meninggalkanperbuatan yang rendah dan hina. Kesempurnaan Syariat Islam Ditinjau Dari Sisi AkhlaqnyaNabi Shallallahu ‘alaihi wa Sallam telah mengabarkan bahwa diantara salah satu tujuan dari diutusnya beliau adalah untukmenyempurnakan akhlaq yang mulia. Beliau Shallallahu ‘alaihiwa Sallam bersabda: ‫ﺇﳕﺎ ﺑﻌﺜﺖ ﻷﲤﻢ ﻣﻜﺎﺭﻡ ﺍﻷﺧﻼﻕ‬“Sesungguhnya aku diutus tidak lain hanyalah untukmenyempurnakan akhlaq yang mulia.”3Dan semua ajaran-ajaran generasi dahulu yang telah AllahSubhanahu wa Ta’ala syariatkan bagi hamba-hamba-Nya,semuanya juga menganjurkan untuk berperilaku dengan akhlaqyang utama. Oleh karena itu, para ulama mengatakan bahwaakhlaq yang mulia merupakan sebuah tuntunan yang telahdisepakati bersama oleh semua syariat. Akan tetapi, syariatyang sudah sempurna ini telah Nabi Shallallahu ‘alaihi wa Sallambawa lagi dengan berbagai kesempurnaan akhlaq yang muliadan sifat-sifat yang terpuji. Kita akan berikan contohnya:3 Dikeluarkan oleh Imam Ahmad di kitab Al-Musnad (2 / 381), dan Hakim di kitab Al-Mustadrok (2 / 613) dan di-shahih-kan olehnya sesuai dengan persyaratan Imam Muslimserta disepakati oleh Imam Dzahabi. Dan dikeluarkan juga oleh Imam Bukhari di kitab al-Adabul Mufrad, No (273), Baihaqi (10 / 192), Ibnu Abi Dunya dalam kitab MakaarimulAkhlaaq, No (13). Berkata Imam Al-Haitsami dalam kitab Majmauz Zawaa-id (9 / 15):Diriwayatkan oleh Ahmad, dan para perawinya adalah perawi Shahih. Dan dishahihkanjuga oleh Syaikh Al-Albani dalam kitab Ash-Silsilatush Shahiihah, No (45). 5
  7. 7. ‫ﻣﻜﺎﺭﻡ ﺍﻻﺧﻼﻕ ﻟﻺﻣﺎﻡ ﳏﻤﺪ ﺑﻦ ﺻﺎﱀ ﺍﻟﻌﺜﻴﻤﲔ‬Masalah: Qishash.Para ulama telah menjelaskan tentang masalah qishash ini,yakni seandainya seseorang melakukan tindakan kriminalterhadap orang lain, apakah harus ditegakkan hukum qishashpada si pelaku ataukah tidak?. Mereka menyebutkan bahwahukum qishash dalam syariat ajaran Yahudi wajib dan harusdilaksanakan, tidak ada pilihan bagi keluarga si korban dalammasalah tersebut. Adapun hukum qishash dalam ajaran Nasranikebalikan dari ajaran Yahudi, yakni kewajiban memaafkan sipelaku. Akan tetapi, syariat kita telah datang secara sempurnadari kedua sisi tersebut, boleh ditegakkan hukum dengan caradi-qishash, boleh juga dengan cara memaafkan si pelaku.Karena dengan melaksanaan hukum qishash terhadap si pelakuyang disebabkan oleh tindakan kriminalnya akan dapat menahanatau mencegah tindak kejahatan yang lainnya. Sedangkanmemaafkannya merupakan tindakan baik dan bagus, sertamemberikan perbuatan yang maruf terhadap orang yangdimaafkan. Maka, Alhamdulillah telah datang syariat kita inidalam keadaan yang sempurna, dimana Allah Subhanahu waTa’ala telah memberikan dua pilihan kepada orang yangmempunyai hak, yaitu antara memberi maaf jika kondisinyamemungkinkan demikian atau mengambil haknya jikakondisinya lebih mendukung untuk dilaksanakannya haltersebut. Dan hal ini - tidak diragukan lagi - tentu lebih baik darisyariat Yahudi yang telah menghilangkan hak keluarga korbanuntuk memberi maaf pada si pelaku, yang mungkin sajaterdapat kemashlahatan di dalamnya. Dan juga, tentu lebih baikdari syariat Nasrani yang telah menghilangkan hak keluargakorban juga, yang mana wajib atas mereka untuk memberimaaf, padahal mungkin saja ada kemashlahatan dari balasandan pelaksanaan hukuman qishash tersebut. 6
  8. 8. ‫ﻣﻜﺎﺭﻡ ﺍﻻﺧﻼﻕ ﻟﻺﻣﺎﻡ ﳏﻤﺪ ﺑﻦ ﺻﺎﱀ ﺍﻟﻌﺜﻴﻤﲔ‬ Akhlaq Mulia Antara Sifat Alami Dan UsahaSebagaimana akhlaq merupakan sebuah tabiat atau ketetapanasli, akhlaq juga bisa diperoleh atau diupayakan dengan jalanberusaha. Maksudnya, bahwa seorang manusia sebagaimanatelah ditetapkan padanya akhlaq yang baik dan bagus,sesungguhnya memungkinkan juga baginya untuk berperilakudengan akhlaq yang baik dengan jalan berusaha dan berupayauntuk membiasakannya.Untuk itu, Nabi Shallallahu ‘alaihi wa Sallam berkata kepadaAsyajj Abdul Qais: ‫ﺇﻥ ﻓﻴﻚ ﳋﻠﻘﲔ ﳛﺒﻬﻤﺎ ﺍﷲ : ﺍﳊﻠﻢ ﻭﺍﻷﻧﺎﺓ‬"Sesungguhnya dalam dirimu ada dua sifat yang Allah sukai;sifat santun dan tidak tergesa-gesa"Ia berkata: ‫ﻤﺎ , ﺃﻡ ﺟﺒﻠﲏ ﺍﷲ ﻋﻠﻴﻬﻤﺎ‬ ‫ﻳﺎ ﺭﺳﻮﻝ ﺍﷲ , ﺃﳘﺎ ﺧﻠﻘﺎﻥ ﲣﻠﻘﺖ‬”Wahai Rasulullah, Apakah kedua akhlaq tersebut merupakanhasil usahaku, atau Allah-kah yang telah menetapkan keduanyapadaku?”Beliau menjawab: ‫ﺑﻞ ﺟﺒﻠﻚ ﺍﷲ ﻋﻠﻴﻬﻤﺎ‬"Allahlah yang telah mengaruniakan keduanya padamu".Kemudian ia berkata: ‫ﺍﳊﻤﺪ ﷲ ﺍﻟﺬﻱ ﺟﺒﻠﲏ ﻋﻠﻰ ﺧﻠﻘﲔ ﳛﺒﻬﻤﺎ ﻭﺭﺳﻮﻟﻪ‬ 7
  9. 9. ‫ﻣﻜﺎﺭﻡ ﺍﻻﺧﻼﻕ ﻟﻺﻣﺎﻡ ﳏﻤﺪ ﺑﻦ ﺻﺎﱀ ﺍﻟﻌﺜﻴﻤﲔ‬”Segala puji bagi Allah yang telah memberiku dua akhlaq yangdicintai oleh-Nya dan oleh Rasul-Nya”.4Maka, hal ini menunjukan bahwa akhlaq terpuji dan mulia bisaberupa perilaku alami (yakni karunia dari Allah Subhanahu waTa’ala kepada hamba-Nya-pent) dan juga dapat berupa sifatyang dapat diusahakan atau diupayakan. Akan tetapi, tidakdiragukan lagi bahwa sifat yang alami tentu lebih baik dari sifatyang diusahakan. Karena akhlaq yang baik jika bersifat alamiakan menjadi perangai dan kebiasaan bagi seseorang. Ia tidakmembutuhkan sikap berlebih-lebihan dalam membiasakannya.Juga tidak membutuhkan tenaga dan kesulitan dalammenghadirkannya. Akan tetapi, ini adalah karunia dari AllahSubhanahu wa Ta’ala yang Ia diberikan kepada seorang hambayang dikehendaki oleh-Nya, barang siapa yang terhalang darihal ini – yakni terhalang dari akhlaq tersebut secara tabiat alami–, maka sangat mungkin baginya untuk memperolehnya denganjalan berusaha dan berupaya untuk membiasakannya. Yaitudengan cara membiasakan dan melakukannya terus-menerus,sebagaimana yang akan kami jelaskan nanti Insya Allah. Siapakah Yang Lebih Utama?Dari sini timbul pertanyaan, yaitu: Siapakah yang lebih utama,seseorang yang telah dikaruniakan padanya akhlaq yang terpuji,dan seseorang yang bersungguh-sungguh berusaha danberupaya agar dapat memperoleh akhlaq tersebut. Manakah diantara keduanya yang lebih tinggi kedudukannya?.Maka, kami berkata sebagai jawaban dari pertanyaan ini:Sesungguhnya tidak diragukan lagi, bahwa seseorang yang telahdiberikan padanya akhlaq yang baik tentu lebih sempurna jika4 Dikeluarkan oleh Abu Daud, No (5225) di Kitaabul Adab, dan Ahmad (4 / 206). ImamMuslim hanya mengeluarkan bagian yang pertama saja, No (25 & 26) di Kitaabul Iimaan,juga oleh Imam Tirmidzi, No (2011) di Kitaabul Bir Wash Shilah. 8
  10. 10. ‫ﻣﻜﺎﺭﻡ ﺍﻻﺧﻼﻕ ﻟﻺﻣﺎﻡ ﳏﻤﺪ ﺑﻦ ﺻﺎﱀ ﺍﻟﻌﺜﻴﻤﲔ‬dilihat dari segi perilakunya yang memang sudah seperti itu,ataupun dilihat dari sisi telah tertanamnya akhlaq yang baiktersebut pada dirinya. Karena dia tidak akan merasa kepayahandan kesulitan ketika menghadirkannya, dan juga tidak akanhilang darinya akhlaq tersebut meskipun ia berada dimanapunjuga, karena memang akhlaq yang baik telah menjadi perangaidan tabiat aslinya. Kapanpun engkau bertemu dengannya pastiakan mendapatinya baik akhlaqnya, dan dalam keadaanbagaimanapun juga engkau bertatap muka dengannya, pastiakan menemuinya terpuji perilakunya. Maka, dari sisi yang satuini dia tentu lebih sempurna tanpa diragukan lagi.Adapun yang satunya lagi, ia telah bersungguh-sungguhberjuang melawan dan melatih dirinya untuk dapat berperilakubaik. Maka, tidak diragukan lagi bahwa dia mendapat pahaladari sisi perjuangannnya dalam melawan dirinya, dan tentu sajadia lebih utama dari sisi yang ini. Akan tetapi bagaimanapunjuga, jika ditinjau dari segi kesempurnaan akhlaq, tentu saja diakurang sempurna dari figur yang pertama.Adapun jika ada seseorang yang mendapatkan karunia tersebutkedua-keduanya, yaitu secara alami dan setelah berusaha danberupaya, tentu saja dia akan lebih sempurna lagi. Jadiringkasnya, seseorang dalam masalah ini terbagi menjadi empatgolongan: 1. Orang yang terhalang untuk mendapatkan akhlaq yang mulia, baik secara alami maupun dengan jalan usaha dan upaya. 2. Orang yang terhalang dari hal tersebut secara alami, akan tetapi ia dapat berusaha untuk memilikinya. 3. Orang yang dikaruniai keduanya. 4. Orang yang mempunyai akhlaq secara alami, akan tetapi terhalang dari usaha dan upaya untuk memilikinya. 9
  11. 11. ‫ﻣﻜﺎﺭﻡ ﺍﻻﺧﻼﻕ ﻟﻺﻣﺎﻡ ﳏﻤﺪ ﺑﻦ ﺻﺎﱀ ﺍﻟﻌﺜﻴﻤﲔ‬Dan tentu saja tidak diragukan lagi, bahwa golongan yangketiga adalah yang paling utama, karena ia menyatukan antarakeduanya dalam kemuliaan akhlaqnya5. Obyek-Obyek Akhlaq MuliaBanyak manusia yang memahami bahwa akhlaq muliamerupakan hak khusus yang hanya diterapkan dalambermuamalah atau berinteraksi dengan sesama mahkluk saja,dan tidak diterapkan ketika bermuamalah dengan Khaliq (Allahyang Maha Pencipta). Tentu saja pemahaman seperti ini kurangsempurna, karena sesungguhnya akhlaq yang muliasebagaimana harus diterapkan pada sesama, tentu saja wajibditerapkan juga pada Allah Sang Pencipta. Jadi, obyekpenerapan akhlaq yang mulia adalah dalam bermuamalahdengan Khaliq dan juga dalam bermuamalah dengan sesamamakhluk. Dan masalah ini harus diwaspadai oleh kita semua.5 Ibnul Qayyim Rahimahullahu berpendapat bahwa semua akhlak mulia terlahir dari duaperkara: 1. Ke-khusyu-kan, dan 2. Tingginya kemauan.Beliau bertutur dalam kitabnya al-Fawaa-id, Hal (210 & 211): Adapun akhlak-akhlak yangmulia, seperti sabar, berani, adil, perangai yang baik, menjaga kesucian dari hal-halharam dan memelihara diri darinya, dermawan, santun, suka memberi maaf, sukamemberi ampun, rela menanggung beban, mengutamakan orang lain, mulianya diri darisegala perilaku yang hina-dina, rendah diri, rela menerima apa adanya, jujur, ikhlas,membalas kebaikan dengan semisalnya atau bahkan melebihkannya, menutup mata darikesalahan-kesalahan orang lain, tidak menyibukkan diri dari hal yang tidak adamanfaatnya, dan sikap hati yang selalu mengkritisi akhlak yang tercela dan yangsemacamnya. Maka, semua akhlak yang terpuji tersebut tumbuh dari ke-kusyu-kan dantingginya kemauan. Dan Allahltelah mengabarkan tentang bumi ini, bahwasanyadahulunya bumi ini khusyu atau tunduk, kemudian ia diguyur oleh air hujan lalu mulailahia bergerak. Dan bertambahlah keindahan dan keelokannya. Begitulah pula keadaanmanusia jika ia mendapat bagian dari taufiq atau hidayah-Nya. 10
  12. 12. ‫ﻣﻜﺎﺭﻡ ﺍﻻﺧﻼﻕ ﻟﻺﻣﺎﻡ ﳏﻤﺪ ﺑﻦ ﺻﺎﱀ ﺍﻟﻌﺜﻴﻤﲔ‬1. Berakhlaq mulia dalam bermuamalah denganAllah Azza wa Jalla.Berakhlaq mulia dalam bermuamalah dengan Allah Subhanahuwa Ta’ala mencakup tiga perkara: 1. Mengambil kabar-kabar dari Allah Subhanahu wa Ta’ala dengan cara membenarkannya. 2. Mengambil hukum-hukum Allah Subhanahu wa Ta’ala dengan cara melaksanakan dan menerapkannya. 3. Menerima takdir baik dan buruk-Nyaldengan penuh sabar dan ridha.Di atas tiga perkara inilah poros berputarnya sikap akhlaq yangbaik kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala .Pertama: Mengambil kabar-kabar dari Allah denganmembenarkannya: Dimana tidak terbesit pada diri seseorangkeraguan dan kebimbangan dalam membenarkan kabar dariAllah Subhanahu wa Ta’ala . Karena kabar dari Allah Subhanahuwa Ta’ala datang dengan ilmu, dan Allah Subhanahu wa Ta’alaadalah Dzat yang paling benar perkataan-Nya. Sebagaimanayang telah Allah Subhanahu wa Ta’ala firmankan tentang diri-Nya: ‫ﻭﻣﻦ ﹶﺃﺻﺪﻕ ﻣﻦ ﺍﻟ ﱠﻪ ﺣﺪِﻳﺜﹰﺎ‬  ِ‫ ﻠ‬ ِ     "Dan siapakah orang yang lebih benar perkataan(nya) dari padaAllah ?” (QS. an-Nisaa: 87).Dan konsekuensi dari membenarkan kabar dari Allah Subhanahuwa Ta’ala tersebut adalah mempercayai kabar tersebut,membelanya, dan berjuang di jalannya. Yang mana tidak akanmungkin masuk ke dalam kabar-kabar Allah Subhanahu waTa’ala dan kabar-kabar Rasul-Nya Shallallahu ‘alaihi wa Sallamsuatu keraguan dan kerancuan apapun juga.Seandainya seorang hamba menghiasi dirinya dengan akhlaqini, akan sangat memungkinkan baginya untuk menolak ke-rancuan apapun yang akan disisipkan oleh orang-orang yang 11
  13. 13. ‫ﻣﻜﺎﺭﻡ ﺍﻻﺧﻼﻕ ﻟﻺﻣﺎﻡ ﳏﻤﺪ ﺑﻦ ﺻﺎﱀ ﺍﻟﻌﺜﻴﻤﲔ‬mempunyai misi tertentu ke dalam kabar-kabar Allah, baik darigolongan kaum muslimin yang telah berbuat bidah dalamagama Allah dengan sesuatu yang bukan dari Islam, maupundari golongan orang-orang non muslim yang dengan lancangmelontarkan kerancuan-kerancuan tersebut ke dalam hati kaummuslimin dengan tujuan memfitnah dan menyesatkan mereka.¤ Akan kami berikan anda contohnya, (Hadits Lalat):Telah tsabit (tetap) dalam shahih Bukhari hadits dari AbuHurairah Radhiallahu Anhu bahwasannya Nabi Shallallahu ‘alaihiwa Sallam bersabda: ‫ﺇﺫﺍ ﻭﻟﻎ ﺍﻟﺬﺑﺎﺏ ﰲ ﺷﺮﺍﺏ ﺃﺣﺪﻛﻢ ﻓﻠﻴﻐﻤﺴﻪ ﰒ ﻟﻴﻄﺮﺣﻪ ﻓﺈﻥ ﰲ ﺃﺣﺪ ﺟﻨﺎﺣﻴﻪ ﺩﺍﺀ‬ ‫ﻭﰲ ﺍﻵﺧﺮ ﺍﻟﺪﻭﺍﺀ‬”Jika seekor lalat jatuh ke dalam minuman salah seorang darikalian, maka hendaklah ia mencelupkannya (ke dalam airminumannya) kemudian mengangkatnya, karena pada salahsatu sayapnya terdapat racun dan pada yang lainnya terdapatpenawarnya”.6Kabar tersebut telah datang dari Rasulullah Shallallahu ‘alaihiwa Sallam, dan Beliau Shallallahu ‘alaihi wa Sallam dalamperkara-perkara yang ghaib tidak mungkin berbicara denganhawa nafsunya. Beliau Shallallahu ‘alaihi wa Sallam tidakberbicara melainkan dengan apa-apa yang telah AllahSubhanahu wa Ta’ala wahyukan kepadanya. Karena beliau jugaadalah seorang manusia, sedangkan manusia tentu tidakmengetahui perkara yang ghaib. Bahkan Allah Subhanahu waTa’ala telah berkata padanya:6 Dikeluakan oleh Bukhari, No (5782) di Kitaabut Thib, dan Abu Daud seperti itu juga, No(3844) di Kitaabul Athimah. Dan juga dikeluarkan oleh Ibnu Majah, No (3505) di KitaabuthThib, dan oleh Imam Ahmad di kitabnya Al-Musnad (2 / 246, 263, 340, 355). 12
  14. 14. ‫ﻣﻜﺎﺭﻡ ﺍﻻﺧﻼﻕ ﻟﻺﻣﺎﻡ ﳏﻤﺪ ﺑﻦ ﺻﺎﱀ ﺍﻟﻌﺜﻴﻤﲔ‬‫ﻲ ﻣﻠﻚ‬‫ ﻭﻟﹶﺎ ﹶﺃ ﹸﻮﻝ ﹶﻟﻜﻢ ِﺇ‬‫ﺍِﺋﻦ ﺍﻟ ﱠﻪ ﻭﻟﹶﺎ ﹶﺃﻋﻠﻢ ﺍﹾﻟﻐﻴﺐ‬‫ﻗﻞ ﻟﹶﺎ ﹶﺃ ﹸﻮﻝ ﹶﻟﻜﻢ ﻋﻨﺪِﻱ ﺧﺰ‬ ‫ﹶ‬ ‫ ﻧ‬ ‫ ﻗ ﹸ ﹸ‬   ‫ﹶ‬  ِ ‫ ﻠ‬  ِ  ‫ﹸ ﹾ ﻗ ﹸ ﹸ‬  ‫ﻰ ِﺇﹶﻟ‬‫ﻮﺣ‬ ‫ﺎ‬‫ﺒﻊ ِﺇﱠﺎ ﻣ‬‫ِﺇﻥ ﹶﺃ‬ ‫ﻲ‬ ‫ ﻟ ﻳ‬ ِ‫ﹾ ﺗ‬“Katakanlah: Aku tidak mengatakan kepadamu, bahwaperbendaharaan Allah ada padaku, dan tidak (pula) Akumengetahui yang ghaib dan tidak (pula) Aku mengatakankepadamu bahwa Aku seorang malaikat. Aku tidak mengikutikecuali apa yang diwahyukan kepadaku. Katakanlah: "Apakahsama orang yang buta dengan yang melihat?" Maka apakahkamu tidak memikirkan(nya)?"” (QS. al-Anaam: 50)Kabar tersebut wajib kita terima dengan perlakuan yangistimewa. Dan cara berakhlaq mulia terhadap kabar seperti inibisa ditempuh dengan menerima dan tunduk terhadapnya.Maka, kita pastikan dengan tegas, bahwa apa yang telah NabiShallallahu ‘alaihi wa Sallam katakan dalam hadits ini adalah hakdan benar, meskipun ada orang yang menolaknya ataupunmengkritisinya. Juga kita mengetahui dengan yakin, bahwasetiap perkara yang menyelisihi apa-apa yang telah sahdatangnya dari Nabi Shallallahu ‘alaihi wa Sallam maka haltersebut adalah batil. Karena Allah Subhanahu wa Ta’ala telahberfirman: ‫ﺗﺼﺮﹸﻮﻥ‬ ‫ﻰ‬‫ﺑﻌﺪ ﺍﹾﻟﺤﻖ ِﺇﱠﺎ ﺍﻟﻀﻠﹶﺎﻝ ﻓﺄ‬ ‫ﺎﺫﹶﺍ‬‫ﺑﻜﻢ ﺍﹾﻟﺤﻖ ﻓﻤ‬‫ﻓﺬِﻟﻜﻢ ﺍﻟﻠﻪ ﺭ‬ ‫ﻓ ﹶ‬  ‫ ﹸ ﹶﹶﻧ‬ ‫ ﻟ‬    ‫ ﹶ‬   ‫ ﹸ‬ ‫ ﱠ‬ ‫ﹶ ﹶ ﹸ‬"Maka (Zat yang demikian) Itulah Allah Tuhan kamu yangsebenarnya; Maka tidak ada sesudah kebenaran itu, melainkankesesatan. Maka bagaimanakah kamu dipalingkan (darikebenaran)?” (QS. Yunus: 32)¤ Contoh lain, (Kabar Tentang Hari Kiamat):Nabi Shallallahu ‘alaihi wa Sallam telah memberitakan: ”Bahwamatahari akan berada dekat dengan seluruh makhluk pada hari 13
  15. 15. ‫ﻣﻜﺎﺭﻡ ﺍﻻﺧﻼﻕ ﻟﻺﻣﺎﻡ ﳏﻤﺪ ﺑﻦ ﺻﺎﱀ ﺍﻟﻌﺜﻴﻤﲔ‬kiamat dengan jarak satu mil”.7 Entah arti dari mil tersebut َ َ ‫ا‬ milul makhalah (yakni alat celak mata, maksudnyasejarak alat untuk celak mata, wallahu alam -pent) atau ‫ ا‬milul masaafah (jarak satu mil), maka sesungguhnyajarak antara matahari dan kepala manusia sangatlah dekat.Meskipun seperti itu, manusia tidak akan terbakar dengan lautanapi matahari tersebut. Adapun di dunia sekarang ini, seandainyasaja matahari dekat dengan bumi sejarak satu ruas jari, pastiakan terbakar bumi ini dan terbakar juga siapa saja yang beradadi atasnya.Terkadang ada orang berkata: Bagaimana bisa matahari dekatdengan kepala semua makhluk dengan jarak seperti ini, lalusekejap kemudian mereka masih tetap ada tanpa terbakar ?!.Maka kita katakan kepadanya: Kamu harus berakhlaq yang baikterhadap hadits tersebut.Berakhlaq baik terhadap hadits shahih seperti ini dapatdilakukan dengan cara menerima dan membenarkannya. Tidakterdapat rasa sesak, sempit dan keragu-raguan pada dada-dadakita. Kemudian hendaknya kita mengetahui bahwa apa yangNabi Shallallahu ‘alaihi wa Sallam kabarkan pada hadits tersebutadalah sebuah kebenaran. Akan tetapi, dalam masalah di atasterdapat suatu perbedaan besar antara keadaan manusia didunia ini dengan keadaan mereka di akhirat nanti. Yang manatidak mungkin bagi kita untuk membanding-bandingkankeadaan dunia dengan keadaan akhirat karena adanyaperbedaan yang sangat jelas tersebut.Kita semua mengetahui, bahwa manusia pada hari kiamat kelakakan berdiri selama lima puluh tahun lamanya!!. Seandainyasaja diukur dengan keadaan dunia, apakah mungkin ada orangyang mampu berdiri selama lima puluh ribu jam? Bahkan,7Dikeluarkan Muslim, No (62) di Kitaabul Jannah wa Naiimiha, dan Tirmidzi, No (2421) diKitaabuz Zuhd. 14
  16. 16. ‫ﻣﻜﺎﺭﻡ ﺍﻻﺧﻼﻕ ﻟﻺﻣﺎﻡ ﳏﻤﺪ ﺑﻦ ﺻﺎﱀ ﺍﻟﻌﺜﻴﻤﲔ‬apakah mungkin seseorang berdiri selama lima puluh ribumenit?!. Jawabnya: tidaklah mungkin hal tersebut. Jadi,perbedaannya sangatlah jelas. Kalau memang demikiankeadaanya, maka seorang mukmin harus menerima kabarseperti ini dengan lapang dada dan penuh ketenangan, dan diaharus mampu memahaminya, serta terbuka hatinya akan apayang ditunjukan olehnya.Kedua: Di antara bermuamalah yang baik dengan AllahSubhanahu wa Ta’ala, hendaknya setiap manusiamengambil hukum-hukum Allah Subhanahu wa Ta’aladengan cara menerima, melaksanakan, dan me-nerapkannya. Dia tidak menolak sedikitpun dari hukum-hukum tersebut. Jika ia menolaknya, maka perlakuan yangdemikian merupakan adab yang tidak baik terhadap AllahSubhanahu wa Ta’ala. Entah alasan dari penolakannya karenamengingkari hukumnya atau karena memang ia sombong untukmengamalkannya, atau juga karena terlalu meremehkan dalammengamalkannya. Maka, tindakan semua ini me-nafi-kan ataumembatalkan akhlaq yang baik dalam bermuamalah denganAllah Subhanahu wa Ta’ala .¤ Contohnya, (Puasa):Tidak diragukan lagi, berpuasa sangatlah terasa berat bagi dirikita. Karena ketika berpuasa seseorang meninggalkan hal-halyang telah menjadi kebiasaan bagi dirinya, seperti makan,minum, dan ber-jima atau bersetubuh. Dan tentu saja hal inimerupakan perkara yang berat baginya. Akan tetapi, seorangmukmin yang baik budi pekertinya terhadap Allah Subhanahuwa Ta’ala, tentu ia akan menerima beban seperti ini. Ataudengan ungkapan lain: ia akan menerima kemuliaan dari AllahSubhanahu wa Ta’ala ini. Karena sesungguhnya hal inimerupakan suatu kenikmatan dari-Nya. Oleh karena itu,seorang mukmin tentu mau menerima kenikmatan yang berupasuatu beban tersebut dengan lapang dada dan penuhketenangan, yang bisa menjadikan lapang juga jiwanya. Maka,kamu akan mendapatinya berpuasa selama berhari-hari di 15
  17. 17. ‫ﻣﻜﺎﺭﻡ ﺍﻻﺧﻼﻕ ﻟﻺﻣﺎﻡ ﳏﻤﺪ ﺑﻦ ﺻﺎﱀ ﺍﻟﻌﺜﻴﻤﲔ‬musim panas yang menyengat. Dan dengannya ia akan merasaridha dan lapang dada, karena dia berupaya beradab baikterhadap Tuhannya. Akan tetapi sebaliknya, orang yang beradabburuk terhadap Allah Subhanahu wa Ta’ala , ia akan menyambutibadah seperti ini dengan penuh kejemuan dan rasa kebencian.Seandainya saja ia tidak takut dengan suatu perkara yang tidakbaik balasan akhirnya (yakni balasan dan dosa bagi orang yangtidak menunaikan puasa -pent), tentu ia tidak akanmelaksanakan puasa tersebut.¤ Contoh kedua, (Shalat):Begitu pula dalam masalah shalat, tidak diragukan lagi bahwaperkara shalat pun terasa berat bagi sebagian orang, terutamabagi orang-orang munafik. Sebagaimana sabda Nabi Shallallahu‘alaihi wa Sallam: ‫ﺃﺛﻘﻞ ﺍﻟﺼﻼﺓ ﻋﻠﻰ ﺍﳌﻨﺎﻓﻘﲔ : ﺻﻼﺓ ﺍﻟﻌﺸﺎﺀ ﻭﺻﻼﺓ ﺍﻟﻔﺠﺮ‬”Shalat yang paling berat bagi orang-orang munafik adalahshalat isya dan shalat subuh”.8Akan tetapi perkara shalat bagi seorang mukmin tidaklah berat,Allah berfirman: ‫ﺎﺷﻌﲔ‬‫ﺎ ﹶﻟﻜِﺒﲑﺓ ِﺇﱠﺎ ﻋﻠﹶﻰ ﺍﹾﻟﺨ‬‫ﻧﻬ‬‫ﺍﻟﺼﻠﹶﺎﺓ ﻭِﺇ‬‫ﺒﺮ ﻭ‬‫ﻮﺍ ﺑِﺎﻟﺼ‬‫ﺘﻌِﻴ‬‫ﺍﺳ‬‫ﻭ‬  ِِ  ‫ﹲ ﻟ‬ ‫ﹶ‬  ِ  ِ ‫ ﻨ‬“Jadikanlah sabar dan shalat sebagai penolongmu. dansesungguhnya yang demikian itu sungguh berat, kecuali bagiorang-orang yang khusyu, (yaitu) orang-orang yang meyakini,bahwa mereka akan menemui Tuhannya, dan bahwa merekaakan kembali kepada-Nya.”(QS. al-Baqarah: 45 & 46).8Dikeluarkan oleha Bukhari, No (633) di Kitaabul Adzaan, Muslim, No (251, 252, 253) diKitaabul Masaajid, Tirmidzi, No (217) di Abwabush Shalaah, Abu Daud, No (548) diKitaabush Shalaah, NasaI, No (848) di Kitaabul Qiblah, dan Ibnu Majah, No (791) diKitaabul Masaajid. 16
  18. 18. ‫ﻣﻜﺎﺭﻡ ﺍﻻﺧﻼﻕ ﻟﻺﻣﺎﻡ ﳏﻤﺪ ﺑﻦ ﺻﺎﱀ ﺍﻟﻌﺜﻴﻤﲔ‬Maka, shalat bagi mereka bukanlah perkara yang berat, akantetapi sangat mudah dan ringan. Untuk itulah Nabi Shallallahu‘alaihi wa Sallam bersabda: ‫ﻭ ﺟﻌﻠﺖ ﹸﺮﺓ ﻋﻴﲏ ﰲ ﺍﻟﺼﻼﺓ‬ ‫ﻗ‬”Telah dijadikan sebagai penyejuk mataku ketika shalat”.9Shalat merupakan penyejuk mata bagi orang mukmin, danbekal kesehariannya yang ia siapkan untuk berjumpa denganAllah Subhanahu wa Ta’ala. Untuk itulah ia mengagungkankedudukan shalat dan memperhatikannya dengan sungguh-sungguh. Karena shalat adalah tiang agama, dan jugamerupakan amalan pertama seorang hamba yang akan dihisabatau dihitung kelak pada hari kiamat.Maka itu, beradab baik terhadap Allah Subhanahu wa Ta’aladalam perkara shalat ialah dengan cara melaksanakannyasedang hati anda dalam keadaan penuh kelapangan danketenangan, mata anda terasa sejuk, merasa senang ketikasedang menunaikannya, dan selalu menunggunya jika telah tibawaktunya. Jika anda telah selesai dari shalat dzuhur, maka andaselalu rindu dengan shalat ashar. Dan jika anda sudahmenunaikan shalat ashar, anda pun akan rindu dengan shalatmaghrib. Begitu pula jika anda telah selesai dari shalat maghrib,maka anda akan merasa rindu dengan shalat isya. Dan setelahmenunaikan shalat isya, anda akan merindukan shalat subuh.Karena itulah, dahulu Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa Sallampernah berkata kepada Bilal: "Wahai Bilal, hiburlah kita denganshalat10". beliau berkata: "hiburlah kita dengannya", karena9 Dikeluarkan oleh Nasa-i, No (3949 & 3950) di Kitaabu Isyratin Nisaa, Ahmad di kitab Al-Musnad (3 / 128, 199, 280), dan hadits tersebut ada di kitab Shahiihul Jaami, No (3134).10 Dikeluarkan oleh Abu Daud, No (4985) di Kitaabul Adab, Ahmad di kitab Al-Musnad (5 /364) dari jalan Masar bin Kidam, dari Amr bin Murroh, dari Salim bin Al-Jad, dariseseorang dari Bani Aslam, dari Nabi n. Dan isnad hadits tersebut shahih, adapun tidak 17
  19. 19. ‫ﻣﻜﺎﺭﻡ ﺍﻻﺧﻼﻕ ﻟﻺﻣﺎﻡ ﳏﻤﺪ ﺑﻦ ﺻﺎﱀ ﺍﻟﻌﺜﻴﻤﲔ‬ketika sedang shalat ada rasa nyaman, ketenangan jiwa dankelapangan. Tidak seperti yang dikatakan oleh sebagian orang:Hiburlah kita dengan selain shalat!, karena shalat terasa beratbagi mereka dan menyusahkan diri-diri mereka.Dan demikianlah seterusnya, engkau jadikan hatimu selalubergantung dengan shalat-shalat tersebut. Maka, tidak ragu lagihal ini termasuk adab yang baik terhadap Allah Subhanahu waTa’ala .¤ Contoh ketiga, (Pengharaman Riba):Contoh ini merupakan masalah muamalah. Sungguh, AllahSubhanahu wa Ta’ala telah mengharamkan riba bagi kita denganpengharaman yang sangat keras. Dan Ia ltelah halalkan bagikita jual beli. Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman tentangmasalah ini:‫ﻴﻄﹶﺎﻥ ﻣﻦ ﺍﹾﻟﻤﺲ‬‫ﺒﻄﻪ ﺍﻟﺸ‬‫ﺘﺨ‬‫ﻳ‬ ‫ﻳ ﹸﻮﻡ ﺍﱠﻟﺬِﻱ‬ ‫ﺎ‬‫ﻮﻥ ِﺇﱠﺎ ﻛﻤ‬ ‫ﻳ ﹸﻮ‬ ‫ﺎ ﻟﹶﺎ‬‫ﻳﺄﻛﹸﻮﻥ ﺍﻟﺮﺑ‬ ‫ﺍﱠﻟﺬِﻳﻦ‬   ِ ‫ ﹸ‬ ‫ ﹸ‬  ‫ﻘﻣ ﹶ ﻟ ﹶ ﻘ‬  ‫ﹾ ﹸﻠ ﹶ‬‫ﺎﺀﻩ‬‫ﺎ ﻓﻤﻦ ﺟ‬‫ﻴﻊ ﻭﺣﺮﻡ ﺍﻟﺮﺑ‬‫ﺒ‬‫ﺎ ﻭﹶﺃﺣﻞﱠ ﺍﻟﻠﻪ ﺍﹾﻟ‬‫ﻴﻊ ﻣﹾﺜﻞ ﺍﻟﺮﺑ‬‫ﺒ‬‫ﺎ ﺍﹾﻟ‬‫ﻧﻤ‬‫ﻧﻬﻢ ﻗﹶﺎﹸﻮﺍ ِﺇ‬‫ﺫِﻟﻚ ِﺑﺄ‬َ   ‫ ﹶ‬     ‫ ﱠ‬   ‫ ِ ﹸ‬ ‫ ﻟ‬ ‫ ﹶ‬ ‫ﹶ‬‫ﺎﺩ ﻓ ﹸﻭﹶﻟـِﺌ ﻚ‬‫ﻣـﻦ ﻋ‬‫ﺎ ﺳﻠﻒ ﻭﹶﺃﻣﺮﻩ ِﺇﻟﹶﻰ ﺍﻟـﻠﻪ ﻭ‬‫ﻬـﻰ ﻓﹶﻠـﻪ ﻣ‬‫ﻧﺘ‬‫ﺑﻪ ﻓﹶﺎ‬‫ﻣﻮﻋﻈﺔ ﻣﻦ ﺭ‬ ‫ ﹶﺄ‬  َ ِ ‫ﱠ‬      ‫ﹶ‬  َ َ ِ   ِ ‫ ِ ﹶﹲ‬  ‫ﻭﻥ‬ ‫ﺎِﻟـ‬‫ﺎ ﺧ‬‫ﺎﺭ ﻫﻢ ﻓِﻴـﻬ‬‫ﺎﺏ ﺍﻟ‬‫ﹶﺃﺻـﺤ‬ ‫ﺪ ﹶ‬  ِ ‫ ﻨ‬ “Orang-orang yang makan (mengambil) riba tidak dapat berdirimelainkan seperti berdirinya orang yang kemasukan syaitanlantaran (tekanan) penyakit gila. keadaan mereka yangdemikian itu, adalah disebabkan mereka Berkata (berpendapat),Sesungguhnya jual beli itu sama dengan riba, padahal AllahTelah menghalalkan jual beli dan mengharamkan riba. orang-orang yang Telah sampai kepadanya larangan dari Tuhannya,lalu terus berhenti (dari mengambil riba), Maka baginya apadiketahuinya seorang sahabat tersebut tidak berpengaruh buruk. Hadits ini juga terdapatdalam kitab Shahiihul Jaami karya Imam Al-Albani, No (7892). 18
  20. 20. ‫ﻣﻜﺎﺭﻡ ﺍﻻﺧﻼﻕ ﻟﻺﻣﺎﻡ ﳏﻤﺪ ﺑﻦ ﺻﺎﱀ ﺍﻟﻌﺜﻴﻤﲔ‬yang Telah diambilnya dahulu (sebelum datang larangan); danurusannya (terserah) kepada Allah. orang yang kembali(mengambil riba), Maka orang itu adalah penghuni-penghunineraka; mereka kekal di dalamnya. (QS. al-Baqarah: 275).Allah Subhanahu wa Ta’ala telah mengancam orang yangkembali lagi mengulangi perbuatan riba setelah sampaikepadanya penjelasan tentangnya sedang ia telah mengetahuihukumnya dengan kekekalan di dalam api neraka - kitamemohon perlindungan kepada Allah darinya -. Bahkan AllahSubhanahu wa Ta’ala mengancamnya di dunia ini denganketegasan akan memeranginya. Allah berfirman:‫ﺘﻢ ﻣﺆﻣﻨﲔ * ﻓﺈﻥ ﹶﻟﻢ‬‫ﻨ‬‫ﺎ ِﺇﻥ ﻛ‬‫ﺑﻘﻲ ﻣﻦ ﺍﻟﺮﺑ‬ ‫ﺎ‬‫ﻭﺍ ﻣ‬ ‫ﺗ ﹸﻮﺍ ﺍﻟﻠﻪ ﻭﺫ‬‫ﻮﺍ ﺍ‬‫ﺎ ﺍﱠﻟﺬِﻳﻦ ﺁﻣ‬‫ﻳﻬ‬‫ﺎ ﹶﺃ‬‫ﻳ‬ ‫ﹶِ ﹾ‬  ‫ ﹾ ﹸ‬ ِ ِ ‫ ﹶ ﺭ‬  ‫ﻨ ﻘ ﱠ‬  ‫ﻮِﻟﻪ‬ ‫ﻮﺍ ِﺑﺤﺮﺏ ﻣﻦ ﺍﻟﻠﻪ ﻭﺭ‬‫ﺗﻔﹾﻌﹸﻮﺍ ﻓﺄﺫ‬ ِ ‫ﺳ‬  ِ ‫ ﱠ‬ ِ ٍ   ‫ﻠ ﹶ ﹾ ﹶﻧ‬"Hai orang-orang yang beriman, bertakwalah kepada Allah dantinggalkan sisa riba (yang belum dipungut) jika kamu orang-orang yang beriman. Maka jika kamu tidak mengerjakan(meninggalkan sisa riba), maka ketahuilah, bahwa Allah danrasul-Nya akan memerangimu.”(QS. al-Baqarah: 278 & 279).Hal ini menunjukan akan besarnya tindakan dosa ini, danbahwasanya hal tersebut termasuk dosa besar dan perbuatanyang dapat membinasakan.Maka, seorang mukmin harus menerima hukum ini dengan rasapenuh kelapangan, keridhaan, dan kepatuhan. Adapun nonmukmin, maka ia tidak akan menerimanya dan dadanya punakan terasa sempit. Barang kali juga dia terus melakukannya,tetapi ia tutup-tutupi dengan beraneka ragam tipu muslihat.Meskipun kita mengetahui – secara sekilas - bahwa perbuatanriba merupakan usaha yang sangat meyakinkan dan tidakterdapat di dalamnya bahaya apapun juga. Akan tetapi, padahakekatnya riba merupakan suatu usaha bagi seseorang dansekaligus merupakan kedzaliman bagi yang lainnya. Karenaitulah Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman: 19
  21. 21. ‫ﻣﻜﺎﺭﻡ ﺍﻻﺧﻼﻕ ﻟﻺﻣﺎﻡ ﳏﻤﺪ ﺑﻦ ﺻﺎﱀ ﺍﻟﻌﺜﻴﻤﲔ‬ ‫ﻮﻥ‬ ‫ﺗﻈﻠ‬ ‫ﻮﻥ ﻭﻟﹶﺎ‬ ‫ﺗﻈﻠ‬ ‫ﺍِﻟﻜﻢ ﻟﹶﺎ‬‫ﺘﻢ ﻓﻠﻜﻢ ﺭ ُﻭﺱ ﹶﺃﻣﻮ‬‫ﺒ‬‫ﺗ‬ ‫ﻭِﺇﻥ‬ ‫ ﹾﹶﻤ ﹶ‬ ‫ ﹾِﻤ ﹶ‬ ‫ ﹸ‬  ‫ﺀ‬  ‫ ﹶﹶ ﹸ‬ ‫ ﹾ‬“Dan jika kamu bertaubat (dari pengambilan riba), makabagimu pokok hartamu; kamu tidak menganiaya dan tidak(pula) dianiaya.” (QS. al-Baqarah: 279)Ketiga: Di antara adab yang baik dalam bermuamalahdengan Allah Subhanahu wa Ta’ala adalah menerimatakdir baik dan buruk-Nya dengan penuh keridhaan dankesabaran.Kita semua mengetahui bahwa takdir Allah Subhanahu wa Ta’alayang telah Ia tetapkan bagi makhluk-Nya tidak semuanya sesuaidengan keinginan hamba-Nya. Maksudnya, bahwa di antaratakdir tersebut ada yang sejalan dengan kemauan manusia,akan tetapi juga ada di antaranya yang tidak sejalan dengankemauannya.Penyakit contohnya; Ini tentu tidak sesuai dengan sifatmanusia, karena semua orang pasti ingin menjadi orang yangsehat dan selamat.Begitu pula kekurangan harta; ini pun tidak sesuai dengansifatnya. Karena setiap manusia pasti ingin menjadi orang yangkaya. Kebodohan juga tidak sesuai dengan sifat manusia,karena ia pasti ingin jadi orang yang pandai. Akan tetapi takdirAllah Subhanahu wa Ta’ala sangat beranekaragam karenahikmah yang hanya diketahui oleh-Nya saja. Di antaranya adayang sesuai dengan sifat manusia, maka dia pun merasa legakarena sesuai dengan tuntutan tabiatnya. Akan tetapi, diantaranya juga ada yang tidak sesuai dengan kemauannya.Maka itu, apakah yang dimaksud dengan beradab sopanterhadap Allah akan takdir-takdir-Nya?Berakhlaq baik terhadap Allah Subhanahu wa Ta’ala akan takdir-Nya maksudnya: hendaknya anda rela terhadap apa yang telahAllah Subhanahu wa Ta’ala tetapkan bagi diri anda, danhendaknya anda juga merasa tenang dengannya. Anda punharus mengetahui bahwa Allah Subhanahu wa Ta’ala tidak akan 20
  22. 22. ‫ﻣﻜﺎﺭﻡ ﺍﻻﺧﻼﻕ ﻟﻺﻣﺎﻡ ﳏﻤﺪ ﺑﻦ ﺻﺎﱀ ﺍﻟﻌﺜﻴﻤﲔ‬menetapkan takdir tersebut melainkan di baliknya terdapathikmah yang agung dan tujuan yang terpuji, yang mana denganhikmah tersebut Allah Subhanahu wa Ta’ala berhakmemperoleh pujian dan ucapan rasa syukur.Atas dasar semua ini, sesungguhnya berperilaku sopan terhadapAllah Subhanahu wa Ta’ala akan takdir-Nya: hendaknyaseseorang rela, tunduk dan merasa tenang. Untuk itu AllahSubhanahu wa Ta’ala memuji orang-orang yang sabar. Allahberfirman: ‫ﻮﻥ‬ ‫ﺍﺟ‬‫ﻴﻪ ﺭ‬‫ﺎ ِﺇﹶﻟ‬‫ﺎ ِﻟﻠﻪ ﻭِﺇ‬‫ﺒﺔ ﻗﹶﺎﹸﻮﺍ ِﺇ‬‫ﺘﻬﻢ ﻣﺼِﻴ‬‫ﺑ‬‫ﺎ‬‫ﺎِﺑﺮِﻳﻦ * ﺍﱠﻟﺬِﻳﻦ ِﺇﺫﹶﺍ ﹶﺃﺻ‬ ‫ﺑﺸﺮ ﺍﻟ‬‫... ﻭ‬ ‫ ﻧ ِ ِﻌ ﹶ‬ ِ ‫ ﹲ ﻟ ﻧ ﱠ‬     ‫ِ ﺼ‬ “Dan berilah berita gembira bagi orang-orang yang sabar.(Yaitu) orang-orang yang apabila ditimpa musibah, merekamengucapkan: "Inna lillaahi wa innaa ilaihi raajiuun"” (QS. al-Baqarah: 156)2. Bersopan santun dalam bermualamah dengansesama makhluk.Adapun berperilaku sopan dengan sesama makhluk, maka telahdiartikan oleh sebagian ulama dengan definisi: ‫ﺪﻯ، ﻭﻃﻼﻗﺔ ﺍﻟﻮﺟﻪ‬‫ﻛﻒ ﺍﻷﺫﻯ ، ﻭﺑﺬﻝ ﺍﻟ‬ ‫ﹸ ﻨ‬ Menahan gangguan, mengerahkan bantuan danmenampakkan keceriaan. Ada yang menyandarkan bahwa iniadalah perkataan al-Hasan al-Bashri11.11 Lihat kitab al-Adabusy Syariyyah (2 / 216). Selain dari itu ada juga beberapa pengertiandari Akhlak yang baik, di antaranya: menurut al-Wasithi: yaitu hendaknya ia tidak maubermusuhan dan tidak pula mau dimusuhi oleh karena pengetahuannya yang dalamtentang Allahl. Makna yang lain: menjauhkan diri dari perbuatan hina dan menghiasinyadengan sifat-sifat utama. Arti yang lainnya: mengerahkan hal yang bagus dan menahanhal yang jelek. Sahl ditanya tentang hal itu kemudian ia menjawab: hal yang paling ringandarinya adalah kuat menanggung beban diri, tidak mau menerima upah, merasa belas 21
  23. 23. ‫ﻣﻜﺎﺭﻡ ﺍﻻﺧﻼﻕ ﻟﻺﻣﺎﻡ ﳏﻤﺪ ﺑﻦ ﺻﺎﱀ ﺍﻟﻌﺜﻴﻤﲔ‬1. Makna menahan gangguan.Artinya adalah hendaknya seseorang menahan dirinya darimenyakiti yang lainnya, baik itu dengan harta atau dengansesuatu yang berkaitan dengan jiwa, atau mungkin juga yangberhubungan dengan kehormatan dirinya. Untuk itu, orang yangbelum mampu menahan dirinya dari menyakiti sesama, makadia belumlah berperilaku baik, akan tetapi sebaliknya dia adalahorang yang berperilaku buruk.Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa Sallam telah memberitakantentang haramnya menyakiti seorang muslim dengan segalamacam caranya. Pemberitahuan tersebut telah terjadi di suatutempat yang paling agung, ketika umatnya berkumpul di sana,beliau bersabda:‫ﺇﻥ ﺩﻣﺎﺀﻛﻢ، ﻭﺃﻣﻮﺍﻟﻜﻢ، ﻭﺃﻋﺮﺍﺿﻜﻢ ﻋﻠﻴﻜﻢ ﺣﺮﺍﻡ، ﻛﺤﺮﻣﺔ ﻳـﻮﻣﻜﻢ ﻫـﺬﺍ، ﰲ‬ ‫ﺷﻬﺮﻛﻢ ﻫﺬﺍ ، ﰲ ﺑﻠﺪﻛﻢ ﻫﺬﺍ‬"Sesungguhnya darah-darah, harta-harta, dan kehormatan-kehormantan kalian adalah haram bagi sesama kalian, sepertiharamnya hari kalian ini, di bulan kalian ini, dan di negeri kalianini 12".Jika ada orang berbuat aniaya terhadap orang lain denganmengambil hartanya, atau dengan menipunya, ataumenghianatinya, atau memukulnya dan melakukan tindakankriminal terhadapnya, mencelanya, menggunjingnya, ataumengadu domba dengan yang lainnya, tentu saja dia belumkasihan terhadap orang yang didzalimi, memohonkan ampunan baginya, dan maumenolongnya dengan memberikan syafaat padanya. Rujuklah kitab: Madaarijus Saalikiinkarya Ibnul Qayyim (2 / 294), kitab Al-Ihyaa (3 / 53), dan kitab Al-Adabusy Syariyyah (2 /216).12 Dikeluarkan oleh Bukhari, No (67) di Kitaabul Ilmi dan No (1741) di Kitaabul Hajj jugaNo (4406) di Kitaabul Maghaazii. Dan dikeluarkan juga oleh Muslim, No (29 & 30) diKitaabul Qiyaamah. 22
  24. 24. ‫ﻣﻜﺎﺭﻡ ﺍﻻﺧﻼﻕ ﻟﻺﻣﺎﻡ ﳏﻤﺪ ﺑﻦ ﺻﺎﱀ ﺍﻟﻌﺜﻴﻤﲔ‬berakhlaq baik dengan sesama. Karena dia belum mampumenahan dirinya dari menyakiti yang lainnya. Dan akan semakinbesar dosa perbuatan itu jika perlakuan tidak baik tersebuttertuju kepada orang yang memiliki hak yang lebih besarterhadap anda.Seperti perlakuan yang tidak baik terhadap kedua orang tuacontohnya, tentu ini lebih besar dosanya dari pada perlakuanyang tidak baik terhadap selain keduanya. Dan berbuat tidakbaik terhadap kerabat dekat tentu lebih besar dosanya dari padaberbuat tidak baik dengan selainnya. Dan berbuat tidak baikdengan para tetangga tentu lebih besar dosanya dari padaberbuat tidak baik dengan selain mereka. Untuk itu NabiShallallahu ‘alaihi wa Sallam bersabda: ‫ﻭﺍﷲ ﻻ ﻳﺆﻣﻦ، ﻭﺍﷲ ﻻ ﻳﺆﻣﻦ، ﻭﺍﷲ ﻻ ﻳﺆﻣﻦ‬"Demi Allah dia belum beriman, demi Allah dia belum beriman,demi Allah dia belum beriman",Para sahabat bertanya: Siapakah yang belum beriman wahaiRasulullah?, beliau menjawab: ‫ﻣﻦ ﻻ ﻳﺄﻣﻦ ﺟﺎﺭﻩ ﺑﻮﺍﺋﻘﻪ‬ 13"Yang tidak merasa aman tetangganya dari gangguannya ".2. Makna mengerahkan bantuan.Yang dimaksud dengan bantuan di sini adalah kedermawanandan kemurahan hati, artinya hendaklah engkau selalu menge-13 Dikeluarkan oleh Bukhari, No (67) di Kitaabul Adab dan ini merupakan lafadz Beliau.Dan dikeluarkan oleh Imam Muslim seperti rawayat tersebut, No (73) di Kitaabul Iimaandengab lafadz:" Tidak akan masuk surga seseorang yang tetangganya tidak merasa amandari gangguannya ". Imam Nawawi berkata: Al-Bawaa-iq bentuk jamak dari Baaiqohartinya hal yang berlebihan, bencana, atau serangan. Lihat kitab Shahih Muslim syaraholeh Imam Nawawi (2 / 207). 23
  25. 25. ‫ﻣﻜﺎﺭﻡ ﺍﻻﺧﻼﻕ ﻟﻺﻣﺎﻡ ﳏﻤﺪ ﺑﻦ ﺻﺎﱀ ﺍﻟﻌﺜﻴﻤﲔ‬rahkan sifat kedermawanan diri dan kemurahan hati. Dan artikedermawanan di sini bukanlah seperti yang disangka-sangkaoleh sebagian orang, yaitu hanya memberikan harta saja. Akantetapi arti sesungguhnya adalah rela memberikan jiwa,kedudukan, harta dan ilmu pengetahuan.Seandainya kita melihat ada seseorang membantumenyelesaikan kebutuhan-kebutuhan orang lain, menolongmereka, mengurusi permasalahan-permasalahan mereka untukbisa sampai kepada orang-orang yang mereka tidak bisa sampaikepada orang-orang tersebut, menyebarkan ilmunya kepadamanusia, dan memberikan hartanya kepada mereka, apakahkita mensifati orang tersebut bahwa dia adalah orang yangmempunyai adab yang baik?, tentu saja kita mensifatinyadengan figur yang mempunyai perilaku yang baik, karena diatelah mengerahkan sifat kedermawanannya. Oleh karena ituNabi Shallallahu ‘alaihi wa Sallam bersabda: ‫ﻬﺎ، ﻭﺧﺎﻟﻖ ﺍﻟﻨﺎﺱ ﲞﻠﻖ ﺣﺴﻦ‬ ‫ﺍﺗﻖ ﺍﷲ ﺣﻴﺜﻤﺎ ﻛﻨﺖ، ﻭﺃﺗﺒﻊ ﺍﻟﺴﻴﺌﺔ ﺍﳊﺴﻨﺔ ﲤ‬ ‫ﺤ‬"Bertakwalah kepada Allah dimanapun engkau berada, danikutkanlah perbuatan yang buruk dengan perbuatan yang baikniscaya perbuatan yang baik tersebut akan menghapusnya, danpergaulilah manusia dengan akhlaq yang mulia 14".Dan di antara contoh adab pergaulan yang baik dengan sesamamanusia adalah; seandainya anda dianiaya atau dipergaulidengan perlakuan yang tidak baik, maka anda mau memaafkandan mengampuninya (jika nantinya ia meminta maaf danmengakui kesalahannya). Karena Allah Subhanahu wa Ta’alatelah memuji orang-orang yang bersifat pemaaf terhadap14Dikeluarkan oleh Tirmidzi, No (1987) di Kitaabul bir Wash Shilah. Ia berkata: haditshasan shahih. Ahmad di kitab Al-Musnad (4 / 153, 158, 236) dari hadits Abu Dzar danMuad bin Jabal – semoga Allah meridhai keduanya -. Dan hadits tersebut ada dalam kitabShahiihul Jaami Ash-Shaghiir, No (97). 24
  26. 26. ‫ﻣﻜﺎﺭﻡ ﺍﻻﺧﻼﻕ ﻟﻺﻣﺎﻡ ﳏﻤﺪ ﺑﻦ ﺻﺎﱀ ﺍﻟﻌﺜﻴﻤﲔ‬sesama. Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman tentangpenghuni surga:‫ﺍﻟ ﱠﻪ‬‫ﺎﺱ ﻭ‬‫ﺎﻓﲔ ﻋﻦ ﺍﻟ‬‫ﺍﹾﻟﻌ‬‫ﺍﹾﻟﻜﹶﺎﻇِﻤﲔ ﺍﹾﻟﻐﻴﻆ ﻭ‬‫ﺍﺀ ﻭ‬  ‫ﺍﻟ‬‫ﺍﺀ ﻭ‬  ‫ﻳﻨﻔ ﹸﻮﻥ ﻓِﻲ ﺍﻟ‬ ‫ﺍﱠﺬِﻳﻦ‬‫ ِ ﻨ ِ ﻠ‬  ِ ‫ ﹶ‬  ِ ِ ‫ﺴﺮ ِ ﻀﺮ‬ ‫ ِﻘ ﹶ‬  ‫ﻟ‬ ‫ ﺍﹾﻟﻤﺤﺴﻨﲔ‬ ‫ﻳﺤ‬  ِِ   ‫ِﺐ‬"(Yaitu) orang-orang yang menafkahkan (hartanya), baik diwaktu lapang maupun sempit, dan orang-orang yang menahanamarahnya dan memaafkan (kesalahan) orang. Allah menyukaiorang-orang yang berbuat kebajikan.”(QS. Ali Imran: 134)Dan Allah juga berfirman: ... ‫ﻯ‬‫ﻘﻮ‬‫ﺗﻌ ﹸﻮﺍ ﹶﺃﻗﺮﺏ ﻟِﻠ‬ ‫ﻭﹶﺃﻥ‬ ‫ ﺘ ﹾ‬  ‫ﻔ ﹾ‬ ‫ ﹾ‬“Dan Pemaafan kamu itu lebih dekat kepada takwa.” (QS. al-Baqarah: 237)Dalam ayat yang lain Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman: ... ‫ﻮﺍ‬ ‫ﻭﹾﻟﻴﻌ ﹸﻮﺍ ﻭﹾﻟﻴﺼﻔ‬ ‫ ﹶﺤ‬   ‫ﻔ‬  “Dan hendaklah mereka memaafkan dan berlapang dada.” (QS.an-Nur: 22)Allah berfirman: ‫ﻓﻤﻦ ﻋﻔﹶﺎ ﻭﹶﺃﺻﻠﺢ ﻓﺄﺟﺮﻩ ﻋﻠﹶﻰ ﺍﻟ ﱠﻪ‬ ِ ‫ ﻠ‬    ‫ ﹶﹶ‬ ‫ ﹶ‬     ‫ﹶ‬“Maka barang siapa memaafkan dan berbuat baik, makapahalanya atas (tanggungan) Allah. Sesungguhnya dia tidakmenyukai orang-orang yang zalim.” (QS. asy-Syuura: 40)Setiap orang pasti perlu berinteraksi dengan masyarakatsekitarnya. Dan Tentu saja dia akan menerima dari merekaperlakuan yang tidak baik. Maka itu, sikap terbaik baginyaterhadap perlakuan tersebut ialah hendaknya ia maumemaafkan dan mengampuninya. Dan hendaknya ia 25
  27. 27. ‫ﻣﻜﺎﺭﻡ ﺍﻻﺧﻼﻕ ﻟﻺﻣﺎﻡ ﳏﻤﺪ ﺑﻦ ﺻﺎﱀ ﺍﻟﻌﺜﻴﻤﲔ‬mengetahui dengan yakin bahwa sikapnya yang mau memberimaaf dan membalas perbuatan yang tidak baik tersebut dengankebaikan, kelak permusuhan yang terjadi antara dia dengansaudaranya akan berubah menjadi sebuah persaudaraan, rasacinta dan persahabatan. Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman: ‫ﻨﻪ‬‫ﻴ‬‫ﺑ‬‫ﻨﻚ ﻭ‬‫ﻴ‬‫ﺑ‬ ‫ﻴﹶﺌﺔ ﺍﺩﻓﻊ ﺑِﺎﱠﻟﺘِﻲ ﻫﻲ ﹶﺃﺣﺴﻦ ﻓﺈﺫﹶﺍ ﺍﱠﻟﺬِﻱ‬‫ﻨﺔ ﻭﻟﹶﺎ ﺍﻟﺴ‬‫ﺘﻮِﻱ ﺍﹾﻟﺤﺴ‬‫ﺗﺴ‬ ‫ﻭﻟﹶﺎ‬   ِ‫ ﹶ‬    ِ  ‫ﹶ‬ ‫ ﹸ‬  ‫ ﹸ‬    ‫ﻧﻪ ﻭِﻟﻲ ﺣﻤِﻴﻢ‬‫ﺍﻭﺓ ﻛﺄ‬‫ﻋﺪ‬     ‫ﹲ ﹶﹶ‬ “Dan tidaklah sama kebaikan dan kejahatan. Tolaklah(kejahatan itu) dengan cara yang lebih baik, maka tiba-tibaorang yang antaramu dan antara dia ada permusuhan seolah-olah telah menjadi teman yang sangat setia.”(QS. Fushshilat:34)Dan perhatikanlah wahai hamba yang faham dengan bahasaarab! Bagaimanakah hasil dari ucapan yang diungkapkandengan menggunakan " ‫ﺔ‬‫ﺎﺋ‬ ‫ " ﺇ ﹶﺍ ﺍﻟﻔ‬karena " ‫ﺔ‬‫ﺎﺋ‬ ‫ " ﺇ ﹶﺍ ﺍﻟﻔ‬menunjukkan ِ ‫ِﺫ ﹸﺠ ِﻴ‬ ِ ‫ِﺫ ﹸﺠ ِﻴ‬suatu hasil yang terjadinya secara tiba-tiba, ‫ﻤــﻴﻢ‬‫ﻧﻪ ﻭِﻟــﻲ ﺣ‬‫ﺍﻭﺓ ﻛﺄ‬‫ﻨــﻪ ﻋﺪ‬‫ﺑﻴ‬‫ﻨﻚ ﻭ‬‫ﻴ‬‫ﺑ‬ ‫ﻓﺈﺫﹶﺍ ﺍﱠﻟﺬِﻱ‬ ِ    ‫ﹲ ﹶﹶ‬   َ  ِ‫ﹶ‬”Maka tiba-tiba orang yang antaramu dan antara dia adapermusuhan seolah-olah Telah menjadi teman yang sangatsetia.” (QS. Fushshilat: 34)Akan tetapi, tidak semua orang mendapatkan taufik untuk dapatmenerimanya. Oleh karena itu Allah Subhanahu wa Ta’alaberfirman: ‫ﺎ ِﺇﱠﺎ ﹸﻭ ﺣﻆ ﻋﻈِﻴﻢ‬‫ﻳﻠ ﱠﺎﻫ‬ ‫ﺎ‬‫ﻭﺍ ﻭﻣ‬ ‫ﺒ‬‫ﺎ ِﺇﱠﺎ ﺍﱠﻟﺬِﻳﻦ ﺻ‬‫ﻳﻠ ﱠﺎﻫ‬ ‫ﺎ‬‫ﻭﻣ‬ ٍ  ‫ ﱟ‬ ‫ ﹶﻘ ﻟ ﺫ‬ ‫ ﺮ‬  ‫ ﹶﻘ ﻟ‬“Sifat-sifat yang baik itu tidak dianugerahkan melainkan kepadaorang-orang yang sabar dan tidak dianugerahkan melainkankepada orang-orang yang mempunyai keuntungan yangbesar.”(QS. Fushshilat: 35) 26
  28. 28. ‫ﻣﻜﺎﺭﻡ ﺍﻻﺧﻼﻕ ﻟﻺﻣﺎﻡ ﳏﻤﺪ ﺑﻦ ﺻﺎﱀ ﺍﻟﻌﺜﻴﻤﲔ‬Dari ini semua, apakah kita memahami bahwa memberi maafseseorang yang bersalah merupakan perbuatan terpuji secaramutlak dan perkara yang diperintahkan?. Bisa saja sebagianorang memahami hal ini berdasarkan ayat di atas. Akan tetapiyang perlu diketahui bahwa memberi maaf akan lebih terpujijika situasi dan kondisinya memang mendukung. Dan jika dalamsuatu keadaan dengan membalas dendam lebih terpuji, makatentu ini lebih utama. Untuk itu Allah Subhanahu wa Ta’alaberfirman: ‫ﻳﺤﺐ ﺍﻟﻈﺎِﻟﻤﲔ‬ ‫ﻧﻪ ﻟﹶﺎ‬‫ﺎ ﻓﻤﻦ ﻋﻔﹶﺎ ﻭﹶﺃﺻﻠﺢ ﻓﺄﺟﺮﻩ ﻋﻠﹶﻰ ﺍﻟﻠﻪ ِﺇ‬‫ﻴﹶﺌﺔ ﻣﹾﺜﻠﻬ‬‫ﻴﹶﺌﺔ ﺳ‬‫ﺍﺀ ﺳ‬‫ﻭﺟﺰ‬  ِ ‫ ﱠ‬ ِ  ِ ‫ ﱠ‬    ‫ ﹶﹶ‬ ‫ﹶ‬     ‫ ﹲ ِ ﹸ ﹶ‬ ٍ  ُ  “Dan balasan suatu kejahatan adalah kejahatan yang serupa,maka barang siapa memaafkan dan berbuat baik, makapahalanya atas (tanggungan) Allah. Sesungguhnya dia tidakmenyukai orang-orang yang zalim.”(QS. asy-Syuura: 40)Sikap memberi maaf terkadang tidak bisa menyelesaikanpermasalahan atau tidak dapat mendamaikan. Karena bisa sajayang berbuat kesalahan dan lancang terhadap anda adalahorang jahat yang memang suadah terkenal dengan kejelekandan suka membuat kerusakan. Seandainya andamemaafkannya, dia akan terus-menerus berbuat kejahatan danmembuat kerusakan.Maka, yang lebih utama pada kondisi seperti ini adalahhendaknya anda membalas orang tersebut karenakelancangannya terhadap anda, karena hal tersebut merupakanperbuatan yang dapat mendamaikan.Berkata Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah:‫ﺍﻹﺻﻼﺡ ﻭﺍﺟﺐ، ﻭﺍﻟﻌﻔﻮ ﻣﻨﺪﻭﺏ، ﻓﺈﺫﺍ ﻛﺎﻥ ﰲ ﺍﻟﻌﻔﻮ ﻓﻮﺍﺕ ﺍﻹﺻﻼﺡ ﻓﻤﻌـﲎ‬ ‫ﺫﻟﻚ ﺃﻧﻨﺎ ﻗﺪﻣﻨﺎ ﻣﻨﺪﻭﺑﺎ ﻋﻠﻰ ﻭﺍﺟﺐ، ﻭﻫﺬﺍ ﻻ ﺗﺄﰐ ﺑﻪ ﺍﻟﺸﺮﻳﻌﺔ‬ ‫ﹰ‬"Berbuat baik merupakan suatu kewajiban, sedangkan memberimaaf merupakan perkara yang dianjurkan. Jika saja dalam 27
  29. 29. ‫ﻣﻜﺎﺭﻡ ﺍﻻﺧﻼﻕ ﻟﻺﻣﺎﻡ ﳏﻤﺪ ﺑﻦ ﺻﺎﱀ ﺍﻟﻌﺜﻴﻤﲔ‬memberi maaf tidak bisa mendamaikan, maka makna dari haltersebut bahwa kita telah mendahulukan perkara yangdianjurkan dari pada yang diwajibkan, dan perkara tersebuttidaklah dibawa oleh syariat ini". Sungguhlah benar ucapanbeliau. Peringatan pentingPada kesempatan kali ini saya ingin mengingatkan sebuahpermasalahan yang masih banyak dilakukan oleh sebagian besarmanusia dengan tujuan untuk berbuat kebaikan. Masalahtersebut adalah: suatu musibah yang terjadi pada seseorangdan menyebabkan terjadinya kematian bagi orang lain.Kemudian datanglah keluarga dari orang yang meninggaltersebut lalu menggugurkan bayaran dendanya dari si pelaku.Pertanyaannya, apakah sikap yang mereka ambil denganmenggugurkan denda tersebut merupakan perbuatan terpujidan termasuk perilaku yang baik? Ataukah dalam masalah iniperlu diperinci lagi ?Jawabnya: Permasalahan tersebut perlu dirinci lagi. Kita harusmengamati dan memperhatikan keadaan pelaku yang telahterjadi musibah tersebut pada dirinya. Apakah dia termasukorang yang terkenal suka mengacaukan suasana dan tidakpunya rasa kepedulian? Apakah dia termasuk tipe orang yangberkata: Saya tidak peduli meskipun mencelakai seseorangkarena bayaran dendanya sudah tersedia di dalam laci! – kitaberlindung kepada Allah dari perkataan seperti ini -.Ataukah dia orang yang telah tertimpa musibah tersebut padadirinya, namun ia mampu menjaga kesempurnaan akal dankeseimbangan diri, akan tetapi Allah Subhanahu wa Ta’ala telahmenjadikan pada tiap-tiap sesuatu kadar tertentu?.Jika dia termasuk tipe orang yang terakhir, memaafkannyatentu lebih utama. Akan tetapi meskipun dia termasuk tipeorang yang berakal dan seimbang, sebelum kita memberi maafkepadanya wajib kita perhatikan: apakah si mayit mempunyaitanggungan hutang? Seandainya ia memilikinya, maka kita tidak 28
  30. 30. ‫ﻣﻜﺎﺭﻡ ﺍﻻﺧﻼﻕ ﻟﻺﻣﺎﻡ ﳏﻤﺪ ﺑﻦ ﺻﺎﱀ ﺍﻟﻌﺜﻴﻤﲔ‬mungkin memaafkannya begitu saja. Dan seandainya kitamemberi maaf, maka kata maaf dari kita tidak akan dianggapatau tidak sah. Inilah permasalahan yang kadang kalaterlalaikan oleh kebanyakan orang. Dan kita sengajamengungkapkan hal ini karena para ahli waris mempunyaiwewenang untuk mengambil haknya, yaitu berupa bayarandenda akibat musibah yang telah menimpa si mayit. Dan hakmereka tidak dapat ditolak kecuali setelah melunasi hutangnyajika memang si mayit dahulunya mempunyai hutang.Oleh karena itu ketika Allah Subhanahu wa Ta’ala menjelaskantentang harta warisan Dia berfirman: ‫ﻳﻦ‬‫ﺎ ﹶﺃﻭ ﺩ‬‫ﻮﺻِﻲ ِﺑﻬ‬ ‫ﺔ‬‫ﺑﻌﺪ ﻭﺻ‬ ‫ﻣﻦ‬ ٍ  ‫ ِﻴ ٍ ﻳ‬ ِ   ِ“(Pembagian-pembagian tersebut di atas) sesudah dipenuhiwasiat yang ia buat atau (dan) sesudah dibayar hutangnya.”(QS. an-Nisaa: 11)Kesimpulannya, termasuk dari akhlaq yang mulia: maumemaafkan antar sesama manusia, dan hal ini masuk dalamkategori mengerahkan bantuan atau kedermawanan. Karenaperilaku yang dermawan bisa dengan memberi, bisa jugadengan menggugurkan beban. Sedangkan memaafkan termasukmenggugurkan beban.3. Makna menampakkan keceriaan.Keceriaan wajah atau bermanis muka artinya berseri-serinyawajah ketika bertemu dengan yang lainnya, dan kebalikannyaadalah bermuka masam. Untuk itu Nabi Shallallahu ‘alaihi waSallam bersabda: ‫ﻻ ﲢﻘﺮﻥ ﻣﻦ ﺍﳌﻌﺮﻭﻑ ﺷﻴﺌﺎ ﻭﻟﻮ ﺃﻥ ﺗﻠﻘﻰ ﺃﺧﺎﻙ ﺑﻮﺟﻪ ﻃﻠﻖ‬ ‫ﹰ‬ 29
  31. 31. ‫ﻣﻜﺎﺭﻡ ﺍﻻﺧﻼﻕ ﻟﻺﻣﺎﻡ ﳏﻤﺪ ﺑﻦ ﺻﺎﱀ ﺍﻟﻌﺜﻴﻤﲔ‬"Janganlah engkau meremehkan perbuatan yang marufsedikitpun, meskipun hanya dengan wajah yang ceria ketikabertemu dengan saudaramu 15".Telah diriwayatkan dari Ibnu Abbas Radhiallahu Anhuma bahwadia pernah ditanya tentang arti berbakti lalu beliau menjawab: ‫ﻭﺟﻪ ﻃـﻠﻖ ﻭﻟﺴﺎﻥ ﻟـﻴ ّﻦ‬ ‫ـ‬"Ceria pada wajah dan lembut dengan lidah".Para penyair pun telah menyusun syair tentangnya: ‫ﺑﲏ ﺇﻥ ﺍﻟﱪ ﺷﻲﺀ ﻫﲔ *** ﻭﺟﻪ ﻃﻠﻴﻖ ﻭﻟﺴﺎﻥ ﻟﲔ‬ Duhai buah hatiku, berbakti itu perkara ringan Wajah penuh keceriaan dan lembut pada lisanKarena wajah yang ceria dapat membuat orang lain merasagembira, bisa menimbulkan rasa kasih sayang dan rasa cinta,dan juga dapat memberikan kelapangan dada pada diri andadan diri orang yang bertatap muka dengan anda.Akan tetapi sebaliknya, jika anda bermuka masam tentu merekaakan lari menjauh dari diri anda, mereka tidak akan merasalapang jika duduk-duduk bersama anda atau ketika berdialogdengan anda. Dan mungkin saja anda bisa dihinggapi olehproblema-problema kejiwaan, atau barang kali anda akanterserang penyakit yang berbahaya yaitu tekanan jiwa. Maka,kelapangan dada dan bermanis muka termasuk ramuan yangpaling berkhasiat untuk menerapi penyakit ini.Oleh karena itu, para dokter menasehati orang yang terserangpenyakit seperti ini agar ia menjauhi hal-hal yang dapatmenyebabkan timbulnya penyakit ini dan yang bisa15Dikeluarkan oleh Imam Muslim, No (144) di Kitaabul Bir Wash Shilah, Tirmidzi, No(1833) di Kitaabul athimah dengan riwayat yang panjang. 30
  32. 32. ‫ﻣﻜﺎﺭﻡ ﺍﻻﺧﻼﻕ ﻟﻺﻣﺎﻡ ﳏﻤﺪ ﺑﻦ ﺻﺎﱀ ﺍﻟﻌﺜﻴﻤﲔ‬membuatnya emosi. Karena hal tersebut bisa memperparahpenyakitnya. Maka, kelapangan dada dan bermanis muka dapatmengatasinya. Dan dengannya juga seseorang akan dicintai olehrekan-rekannya, mulia di hadapan mereka.Inilah tiga dasar tempat berputarnya perilaku yang baik dalamberinteraksi dengan sesama manusia.Dan di antara tanda-tanda perlakuan yang baik terhadapsesama adalah: hendaknya seseorang berbuat baik dalambergaul dengan teman-teman dan para kerabatnya. Tidakmerasa resah dengan kehadiran mereka dan tidak pulameresahkan mereka. Akan tetapi, ia berusaha membuat merekasenang sesuai kemampuannya dalam batasan-batasan syariatAllah Subhanahu wa Ta’ala. Dan harus dengan kata pengikat"dalam batasan-batasan syariat Allah".Karena di antara manusia ada yang tidak merasa senang kecualidengan perkara yang mengandung maksiat kepada Allah –kitaberlindung kepada Allah dari hal demikian-, maka hal ini tidakpantas untuk kita setujui. Akan tetapi, perlakuan yang baikterhadap orang yang bergaul dengan anda seperti teman-temandan para kerabat adalah berusaha menyenangkan merekadalam batasan-batasan syariat. Untuk itulah Nabi Shallallahu‘alaihi wa Sallam bersabda: ‫ﺧﲑﻛﻢ ﻷﻫﻠﻪ , ﻭﺃﻧﺎ ﺧﲑﻛﻢ ﻷﻫﻠﻲ‬"Sebaik-baik kalian adalah yang berperilaku baik terhadapkeluarganya, dan aku adalah yang paling baik di antara kalianterhadap keluargaku 16".16Dikeluarkan oleh Tirmidzi, No (3895) di Kitaabul Manaaqib, Ibnu Hibban di kitabShahihnya Mawaarid, No (1312) dari hadits Aisyah Radhiyallahu Anha. Dan hadits iniada dalam kitab Shahiihul Jaami, No (3314). Dan dikeluarkan juga oleh Ibnu Majah, No(1977) di Kitaabun Nikaah, dari hadits Ibnu Abbas Radhiyallahu Anhu. 31
  33. 33. ‫ﻣﻜﺎﺭﻡ ﺍﻻﺧﻼﻕ ﻟﻺﻣﺎﻡ ﳏﻤﺪ ﺑﻦ ﺻﺎﱀ ﺍﻟﻌﺜﻴﻤﲔ‬Kebanyakan manusia – sangat disayangkan sekali – terkadangberbuat baik terhadap orang lain, akan tetapi ia tidak berbuatdemikian terhadap keluarganya. Ini merupakan kesalahan yangsangat fatal dan pemutarbalikan dari hakekat anjuran yangsebenarnya. Karena, bagaimana mungkin anda berbuat baikdengan orang yang jauh hubungan kerabatnya dengan anda,sedangkan dengan kerabat sendiri anda berperilaku tidak baik?.Terkadang seseorang menjawab: Karena kerabat dekat telahaku cukupi kebutuhan mereka17.Maka kita jawab: Ini bukanlah suatu alasan yang dapatmendorongmu untuk berperilaku buruk kepada mereka, karenamereka adalah orang yang paling berhak mendapatkanperlakuan baik dari anda dalam persahabatan dan pergaulan.Untuk itu seseorang bertanya kepada Nabi Shallallahu ‘alaihi waSallam: Wahai Rasulullah, siapakah orang yang paling berhakmendapatkan perlakuan yang baik dariku?, beliau menjawab:"Ibumu", ia berkata: Kemudian siapa?, beliau menjawab:"Ibumu", ia berkata lagi: Kemudian siapa lagi?, beliaumenjawab: "Ibumu", ia berkata lagi: Kemudian siapa lagi?,beliau menjawab: "Kemudian ayahmu18".Dan terkadang juga masalah ini menjadi terbalik pada sebagianorang, kita mendapatinya tidak menggauli ibunya dengan adabyang baik, sedang dengan istrinya ia berlaku baik. Ia lebihmengutamakan pergaulan baiknya dengan istrinya, yang manakedudukannya pada hakekatnya adalah seperti seorang tawanandi sisi suaminya, sebagaimana sabda Nabi Shallallahu ‘alaihi waSallam: ‫ﻦ ﻋﻮﺍﻥ ﻋﻨﺪﻛﻢ‬‫ﺍﺳﺘﻮﺻﻮﺍ ﺑﺎﻟﻨﺴﺎﺀ ﺧﲑﹰﺍ ﻓﺈ‬17 Maksudnya: aku telah memberi mereka kecukupan nafkah dan hal yang lainnya.18 Dikeluarkan oleh Imam Bukhari, No (5971) di Kitaabul Adab, Muslim, No (1 & 2) diKitaabul Bir Wash Shilah, dan Ibnu Majah, No (2706) di kitaabul Washaayaa. 32
  34. 34. ‫ﻣﻜﺎﺭﻡ ﺍﻻﺧﻼﻕ ﻟﻺﻣﺎﻡ ﳏﻤﺪ ﺑﻦ ﺻﺎﱀ ﺍﻟﻌﺜﻴﻤﲔ‬"Seringlah berwasiat baik yang baik terhadap kaum wanita,karena mereka adalah sebagai pembantu bagi kalian19"Maksudnya, kedudukan mereka seperti layaknya para tawanan.Kesimpulannya, berlaku dan beradab baik dengan keluarga,sahabat dan para kerabat, semua ini adalah termasuk dariakhlaq yang mulia. Cara Memperoleh Akhlaq Yang MuliaTelah kita jelaskan dalam pembahasan sebelumnya, bahwaakhlaq yang mulia bisa berupa sifat alami dan bisa berupa sifatyang dapat diusahakan atau diupayakan. Dan bahwasanya yangbersifat alami tentu sempurna dari yang satunya. Dan juga telahkita sebutkan dalil yang menunjukan akan hal ini, yaitu sabdaNabi Shallallahu ‘alaihi wa Sallam kepada Asyajj bin Abdul Qais: ‫ﺑﻞ ﺟﺒﻠﻚ ﺍﷲ ﻋﻠﻴﻬﻤﺎ‬"Allah-lah yang telah mengaruniakan keduanya padamu20".Dan begitu pula, karena akhlaq mulia yang bersifat alami tidakakan bisa hilang dari seseorang, sedangkan akhlaq yangdihasilkan dengan cara membiasakannya bisa saja terlewat dariseseorang dalam situasi dan kondisi tertentu. Karena orangtersebut memerlukan kebiasaan, kerja keras, latihan dankesungguhan. Dan terkadang ia juga perlu mengingat-ingatnyalagi ketika terjadi hal-hal yang dapat membangkitkan emosinya.Untuk itu ada seorang pemuda datang kepada Nabi Shallallahu‘alaihi wa Sallam lalu berkata: Wahai Rasulullah, beri aku19 Dikeluarkan oleh tirmidzi, No (3087) di Kitaabut Tafsiir, dia berkata: Hadits hasanshahih.20Dikeluarkan oleh Abu Daud, No (5225) di Kitaabul Adab, dan Ahmad di kitabnya Al-Musnad (4 / 206). Imam Muslim hanya mengeluarkan bagian yang pertama saja, No (25 &26) di Kitaabul Iman, juga oleh Imam Tirmidzi, No (2011) di Kitaabul Bir Wash Shilah. 33
  35. 35. ‫ﻣﻜﺎﺭﻡ ﺍﻻﺧﻼﻕ ﻟﻺﻣﺎﻡ ﳏﻤﺪ ﺑﻦ ﺻﺎﱀ ﺍﻟﻌﺜﻴﻤﲔ‬nasehat, beliau menjawab: ‫" ﻻ ﺗﻐـﻀﺐ‬Janganlah engkau marah",kemudian beliau terus mengulanginya seraya berkata:"Janganlah engkau marah21".Beliau Shallallahu ‘alaihi wa Sallam juga bersabda: ‫ﻟﻴﺲ ﺍﻟﺸﺪﻳﺪ ﺑﺎﻟﺼﺮﻋﺔ , ﺇﳕﺎ ﺍﻟﺸﺪﻳﺪ ﺍﻟﺬﻱ ﳝﻠﻚ ﻧﻔﺴﻪ ﻋﻨﺪ ﺍﻟﻐﻀﺐ‬"Bukanlah orang yang kuat itu yang menang dalam bertarung,akan tetapi orang yang kuat adalah yang mampu menguasaidirinya ketika sedang marah22".Arti "Ash-Shurah" adalah orang yang bertarung atau bergulatdengan lawannya. Seperti kata "Humazah" dan "Lumazah".Adapun "Humazah" artinya yang suka mengumpat atau memakiorang, sedangkan "Lumazah" artinya yang suka mengejek oranglain dengan kedipan mata.Maka, orang yang kuat bukanlah yang menang dalam bertarungdan mampu mengalahkan lawannya, akan tetapi "orang yangkuat adalah yang mampu mengendalikan dirinya ketika sedangemosi", dia mampu menguasai dan menahan dirinya pada saatsedang marah. Dan kemampuan seseorang untuk mengen-dalikan dirinya ketika sedang marah termasuk akhlaq yangmulia. Jika anda marah, janganlah anda menuruti kemarahananda, akan tetapi segeralah memohon perlindungan dari AllahSubhanahu wa Ta’ala dari setan yang terkutuk. Jika anda berdirimaka duduklah, dan jika duduk maka berbaringlah. Dan jikarasa marah anda semakin bertambah maka segeralah berwudhusampai hilang dari anda rasa marah tersebut.21 Dikeluarkan oleh Imam Bukhari, No (6114) di Kitaabul Adab¸ dan Tirmidzi, No (2020) diKitaabul bir Wash Shilah.22 Dikeluarkan oleh Imam Bukhari, No (6114) di Kitaabul Adab, dan Imam Muslim, No(107) di Kitaabul bir Wash Shilah. 34
  36. 36. ‫ﻣﻜﺎﺭﻡ ﺍﻻﺧﻼﻕ ﻟﻺﻣﺎﻡ ﳏﻤﺪ ﺑﻦ ﺻﺎﱀ ﺍﻟﻌﺜﻴﻤﲔ‬Setiap orang bisa mendapatkan akhlaq yang mulia, hal ini dapatdilakukan dengan cara membiasakan, bersungguh-sungguh, danmelatih dirinya. Maka, ia dapat menjadi orang yang berakhlaqmulia dengan beberapa perkara, di antaranya:Pertama: Hendaklah ia mengamati dan menelaah kitabAllah Subhanahu wa Ta’ala dan Sunnah Rasul-Nyan. Yaknimengamati nash-nash yang menunjukan pujian terhadap akhlaqyang agung tersebut, yang mana ia berkemauan untukberperilaku dengannya. Jika seorang mukmin melihat nash-nashyang memuji-muji akhlaq atau perilaku tertentu, maka ia akanberusaha untuk dapat menerapkan perilaku yang terpujitersebut pada dirinya23.Nabi Shallallahu ‘alaihi wa Sallam telah mengisyaratkan akanhal itu dalam sabdanya:‫ﺇﳕﺎ ﻣﺜﻞ ﺍﳉﻠﻴﺲ ﺍﻟﺼﺎﱀ ﻭﺍﳉﻠﻴﺲ ﺍﻟﺴﻮﺀ ﻛﺤﺎﻣﻞ ﺍﳌﺴﻚ ﻭﻧﺎﻓﺦ ﺍﻟﻜﲑ ﻓﺤﺎﻣـﻞ‬‫ﺍﳌﺴﻚ ﺇﻣﺎ ﺃﻥ ﳛﺬﻳﻚ ﻭﺇﻣﺎ ﺃﻥ ﺗﺒﺘﺎﻉ ﻣﻨﻪ ﻭﺃﻣﺎ ﺃﻥ ﲡﺪ ﻣﻨﻪ ﺭﳛﺎ ﻃﻴﺒﺔ ﻭﻧﺎﻓﺢ ﺍﻟﻜﲑ‬ ‫ﹰ‬ ‫ﺇﻣﺎ ﺃﻥ ﳛﺮﻕ ﺛﻴﺎﺑﻚ ﻭﺇﻣﺎ ﺃﻥ ﲡﺪ ﻣﻨﻪ ﺭﳛﺎ ﺧﺒﻴﺜﺔ‬ ‫ﹰ‬23 Pensucian diri / jiwa (membersihkan jiwa dari debu-debu hawa nafsu dan maksiat -pent)tidaklah bisa digapai melainkan dengan cara-cara yang telah ditempuh oleh para rasul,sebagaimana yang telah diungkapkan oleh Ibnul Qayyim: Pensucian jiwa lebih sulit danlebih berat dari pada mengobati raga ini. Barang siapa yang berusaha untukmembersihkan jiwanya dengan jalan melatihnya dan berjuang dengan bersungguh-sungguh serta dengan menyendiri, yang mana hal tersebut tidak dicontohkan oleh pararasul, maka ia seolah-olah seperti orang sakit yang berusaha mengobati dirinya denganramuannya sendiri. Akankah ramuannya sesuai dengan resep dokter?!. Maka itu, rasuladalah dokter bagi hati, tidak ada jalan untuk membersihkan dan memperbaikinya kecualidengan petunjuk dan penanganan darinya, serta dengan kemurnian sikap tunduk danpatuh hanya kepadanya, dan Allah-lah tempat memohon pertolongan. {MadaarijusSaalikiin (2 / 300)}. 35
  37. 37. ‫ﻣﻜﺎﺭﻡ ﺍﻻﺧﻼﻕ ﻟﻺﻣﺎﻡ ﳏﻤﺪ ﺑﻦ ﺻﺎﱀ ﺍﻟﻌﺜﻴﻤﲔ‬"Permisalan teman duduk yang baik dengan yang tidak baik,seperti penjual minyak wangi dan seorang pandai besi. Adapunpenjual minyak wangi: terkadang ia akan menawarkanminyaknya kepadamu, dan terkadang ia akan memberimu24.Dan terkadang juga kamu akan mendapatkan darinya bau yangwangi. Adapun teman duduk yang tidak baik ia seperti seorangpandai besi: kalau tidak membakar pakaianmu, pasti kamu akanmencium darinya bau yang tidak sedap 25".Kedua: Bersahabat dengan orang yang telah dikenalkemuliaan akhlaqnya, dan jauh dari sifat-sifat rendah danperbuatan-perbuatan hina. Sehingga ia menjadikanpersahabatan tersebut ibarat sebuah sekolah yang ia menimbaakhlaq yang mulia darinya. Sesungguhnya Nabi Shallallahu‘alaihi wa Sallam telah berkata: ‫ﺍﻟﺮﺟﻞ ﻋﻠﻰ ﺩﻳﻦ ﺧﻠﻴﻠﻪ ﻓﻠﻴﻨﻈﺮ ﺃﺣﺪﻛﻢ ﻣﻦ ﳜﺎﻟﻞ‬"Seseorang itu tergantung dengan agama sahabatnya, makahendaklah kalian melihat orang yang akan kalian pergauli 26".24 Yakni memberimu dengan cuma-cuma atau gratis.25 Dikeluarkan oleh Bukhari, No (2101) di Kitaabul Buyu, dan No (5534) di Kitaabudzdzabaa-ih. Dan dikeluarkan juga oleh Muslim, No (146) di Kitaabul Bir Wash Shilah. ImamNawawi berkata: Dalam hadits tersebut terdapat faedah, yakni keutamaan duduk-dudukbersama orang-orang yang shalih dan orang-orang yang baik, juga terdapat suatukeutamaan dari perangai yang baik dan akhlak yang mulia, sikap wara (sifat kehati-hatianterhadap sesuatu yang masih bersifat syubhat / tidak jelas halal dan haramnya -pent), ilmudan adab. Dan juga terdapat larangan dari duduk-duduk bersama dengan orang yangjahat, ahli bidah, orang yang sering menggunjing, yang banyak melakukan perbuatandosa dan orang yang tidak mempunyai kesibukan, serta sifat-sifat tercela lainnya. Lihatkitab Shahih Muslim dengan Syarahnya Imam Nawawi (16 / 394).26 Dikeluarkan oleh Tirmidzi, No (2378) di Kitaabuz Zuhd, dan ia berkata: Hadits hasanshahih, Abu Daud, No (4833) di Kitaabul Adab, Ahmad di kitabnya Al-Musnad (2 / 303 &334). Dan dihasankan oleh Imam Al-Albani di kitab Shahiihul Jaami Ash-Shaghiir, No(3545) dan di kitab Silsilatul Ahaadits Ash-Shahiihah, No (927). 36
  38. 38. ‫ﻣﻜﺎﺭﻡ ﺍﻻﺧﻼﻕ ﻟﻺﻣﺎﻡ ﳏﻤﺪ ﺑﻦ ﺻﺎﱀ ﺍﻟﻌﺜﻴﻤﲔ‬Ketiga: Hendaklah ia memperhatikan akibat buruk dariakhlaq tercela, karena orang yang berakhlaq buruk pastidibenci, ditinggalkan, dan akan dikenal dengan sebutan yangjelek. Maka, jika seseorang mengetahui bahwa akhlaq yangburuk bisa mengakibatkan semua ini, niscaya ia akan segeramenjauhinya.Keempat: Hendaklah ia selalu menghadirkan gambaranakhlaq mulia Rasulullahn, bagaimanakah dahulu BeliauShallallahu ‘alaihi wa Sallam merendahkan dirinya di hadapansesama, bersikap santun terhadap mereka, mau memaafkanmereka, dan juga selalu bersabar dari gangguan mereka.Seandainya saja seseorang mampu menghadirkan akhlaq NabiShallallahu ‘alaihi wa Sallam, dan bahwasanya Belaiu adalahsebaik-baik manusia, serta merupakan orang yang paling utamadari hamba-hamba Allah Subhanahu wa Ta’ala , niscaya ia akanmerasa rendah diri dan akan terpecah sifat kecongkakan yangada dalam dirinya. Maka, hal tersebut pun akan menjadipenyeru baginya yang mengajak kepada perilaku yang baik. Gambaran-Gambaran Kemuliaan AkhlaqDi antara akhlaq yang mulia adalah: menyambung talisilaturrahmi dari orang yang hendak memutuskannya,seperti para saudara kerabat yang wajib bagi anda untukmenyambung tali persaudaraan dengan mereka. Jika merekaberusaha memutuskannya, maka sambunglah kembali talitersebut. Dan janganlah berkata: "siapa yang maumenyambungnya aku pun akan menyambungnya juga!", karenahal ini bukanlah cara untuk menyambung hubungan talipersaudaraan, sebagaimana yang telah Nabi Shallallahu ‘alaihiwa Sallam sabdakan: ‫ﻟﻴﺲ ﺍﻟﻮﺍﺻﻞ ﺑﺎﳌﻜﺎﻓﺊ ﺇﳕﺎ ﺍﻟﻮﺍﺻﻞ ﻣﻦ ﺇﺫﺍ ﻗﻄﻌﺖ ﺭﲪﻬﺎ ﻭﺻﻠﻬﺎ‬"Bukanlah orang yang menyambung tali persaudaraan itukarena mengharapkan balasan, akan tetapi orang yang 37
  39. 39. ‫ﻣﻜﺎﺭﻡ ﺍﻻﺧﻼﻕ ﻟﻺﻣﺎﻡ ﳏﻤﺪ ﺑﻦ ﺻﺎﱀ ﺍﻟﻌﺜﻴﻤﲔ‬menyambung tali persaudaraan adalah yang terusmenyambungnya dikala orang-orang memutuskannya 27".Ada seorang yang bertanya kepada Nabi Shallallahu ‘alaihi waSallam dan berkata: Wahai Rasulullah, sesungguhnya akumempunyai saudara kerabat, aku terus menyambung tali per-saudaraan dengan mereka sedang mereka malahmemutuskannya, aku pun selalu berbuat baik akan tetapimereka berlaku buruk kepadaku, aku juga menyantuni merekasedangkan mereka tidak peduli denganku. Lalu beliaubersabda:‫ﺇﻥ ﻛـﻨﺖ ﻛﻤﺎ ﻗﻠـﺖ ﻓﻜﺄﻧـﻤﺎ ﺗﺴﻔﻬﻢ ﺍﳌﻞ ﻭﻻ ﻳـﺰﺍﻝ ﻣـﻌﻚ ﻣﻦ ﺍﷲ ﻇﻬﲑ‬ ‫ﱠ‬ ‫ﻋﻠﻴﻬﻢ ﻣﺎ ﺩﻣـﺖ ﻋﻠﻰ ﺫﻟـﻚ‬"Jika dirimu memang benar demikian, sepertinya engkau telahmemasukkan rasa jemu pada diri mereka, dan akan terus adabagimu penolong dari Allah Subhanahu wa Ta’ala selama engkauterus berbuat demikian 28".Arti dari ‫ا‬ "engkau telah memasukkan rasa jemu padadiri mereka" yakni: engkau seperti meletakkan debu atau abupanas di mulut-mulut mereka.Seandainya saja usaha untuk terus menyambung talipersaudaraan dari orang yang berusaha untuk memutuskannyatermasuk perilaku akhlaq yang mulia, maka begitu pula usahauntuk menyambung tali persaudaraan dari orang yangmenyambungnya juga masuk ke dalam kategori perilakutersebut. Dan seseorang yang mau menyambung talipersaudaraan denganmu dan dia adalah saudara kerabatmu,maka baginya dua hak; pertama: Hak sebagai kerabat, kedua:Hak untuk mendapat balasan.27 Dikeluarkan oleh Bukhari, No (5991) di Kitaabul Adab.28 Dikeluarkan oleh Imam Muslim, No (22) di Kitaabul Bir Wash Shilah. 38
  40. 40. ‫ﻣﻜﺎﺭﻡ ﺍﻻﺧﻼﻕ ﻟﻺﻣﺎﻡ ﳏﻤﺪ ﺑﻦ ﺻﺎﱀ ﺍﻟﻌﺜﻴﻤﲔ‬Sebagaimana sabda Nabi Shallallahu ‘alaihi wa Sallam: ‫ﻣﻦ ﺻﻨﻊ ﺇﻟﻴﻜﻢ ﻣﻌﺮﻭﻓﺎ ﻓﻜﺎﻓﺌﻮﻩ‬ ‫ﹰ‬"Barang siapa berbuat maruf kepadamu, maka berilah iabalasannya 29".Dan begitu pula, engkau harus memberikan haknya pada orangyang menahannya, yakni mencegahnya. Dan janganlah andaberkata: ia tidak memberiku maka aku juga tidak akanmemberinya.Kemudian, hendaknya anda mau memaafkan orang yangmendzalimi anda, yakni orang yang meremehkan ataumengurangi hak anda, baik dengan memusuhi anda ataupundengan tidak menunaikan kewajibannya kepada anda.Dan kedzaliman itu berkisar pada dua perkara: pertama:Melampaui batas, kedua: Pengingkaran. Entah ia berlebih-lebihan terhadap anda dengan memukul, mengambil harta, danmengkoyak-koyak kehormatan anda. Ataupun ia menyangkalanda, sehingga mencegah diri anda dari mengambil hak anda.Sedangkan kesempurnaan seseorang hendaknya ia maumemaafkan orang yang menganiayanya. Akan tetapi sikaptersebut diambil ketika ia mempunyai kemampuan untukmembalas dendam. Maka, anda rela memberinya maafmeskipun mempunyai kemampuan untuk membalas dendamkarena disebabkan oleh beberapa perkara:Pertama: Mengharapkan ampunan dari Allah Subhanahu waTa’ala dan kasih sayang-Nya. Karena orang yang mau memberimaaf dan berusaha untuk damai atau berbuat baik, makapahalanya akan ditanggung oleh Allah Subhanahu wa Ta’ala .29 Dikeluarkan oleh Abu Daud, No (1672) di Kitaabuz Zakat, dan No (5109) di KitaabulAdab. Dan Nasai, No (2566) di Kitaabuz Zakat, bab (72). Dan hadits ini terdapat dalamkitab Shahiihul Jaami, No (6021). 39
  41. 41. ‫ﻣﻜﺎﺭﻡ ﺍﻻﺧﻼﻕ ﻟﻺﻣﺎﻡ ﳏﻤﺪ ﺑﻦ ﺻﺎﱀ ﺍﻟﻌﺜﻴﻤﲔ‬Kedua: Demi memperbaiki rasa cinta dan kasih sayang yangtelah terjalin di antara anda dan sahabat anda. Karena, jikasendainya anda membalas kejahatannya dengan yangsemisalnya, tentu akan terus berlangsung permusuhan di antarakalian berdua. Akan tetapi, kalau anda membalas kejahatanyadengan berbuat baik kepadanya, niscaya ia akan kembaliberbuat baik kepada anda, dan tentunya juga ia akan merasamalu kepada anda.Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman: ‫ﻨﻪ‬‫ﻴ‬‫ﺑ‬‫ﻨﻚ ﻭ‬‫ﻴ‬‫ﺑ‬ ‫ﻴﹶﺌﺔ ﺍﺩﻓﻊ ﺑِﺎﱠﻟﺘِﻲ ﻫﻲ ﹶﺃﺣﺴﻦ ﻓﺈﺫﹶﺍ ﺍﱠﻟﺬِﻱ‬‫ﻨﺔ ﻭﻟﹶﺎ ﺍﻟﺴ‬‫ﺘﻮِﻱ ﺍﹾﻟﺤﺴ‬‫ﺗﺴ‬ ‫ﻭﻟﹶﺎ‬   ِ‫ ﹶ‬    ِ  ‫ﹶ‬ ‫ ﹸ‬  ‫ ﹸ‬   ‫ﻧﻪ ﻭِﻟﻲ ﺣﻤِﻴﻢ‬‫ﺍﻭﺓ ﻛﺄ‬‫ﻋﺪ‬      ‫ﹲ ﹶﹶ‬ “Dan tidaklah sama kebaikan dan kejahatan. Tolaklah(kejahatan itu) dengan cara yang lebih baik, maka tiba-tibaorang yang antaramu dan antara dia ada permusuhan seolah-olah telah menjadi teman yang sangat setia.”(QS. Fushshilat:34)Maka, sikap mau memberi maaf di saat kita mempunyaikemampuan untuk membalas dendam, hal ini termasuk akhakyang mulia. Akan tetapi dengan syarat harus terdapatkemashlahatan di dalamnya. Jika saja sikap tersebut masihmenyebabkan perbuatan jahat dari orang yang dimaafkan, makadianjurkan baginya untuk tidak memaafkannya. Karena AllahSubhanahu wa Ta’ala telah menetapkan syaratnya, serayaberkata: ‫ﻓﻤﻦ ﻋﻔﹶﺎ ﻭﹶﺃﺻﻠ ﺢ‬  ‫ﹶ‬     ‫ﹶ‬“Maka barang siapa memaafkan dan berbuat baik.”(QS. asy-Syuura: 40)Yakni terdapat kemashlahatan di dalamnya. Adapun jika haltersebut dapat menimbulkan kejahatan padanya atau malahmenjadi sebab tindak kejahatan lainnya, maka dalam hal ini kita 40
  42. 42. ‫ﻣﻜﺎﺭﻡ ﺍﻻﺧﻼﻕ ﻟﻺﻣﺎﻡ ﳏﻤﺪ ﺑﻦ ﺻﺎﱀ ﺍﻟﻌﺜﻴﻤﲔ‬katakan kepadanya: jangan memberinya maaf! Sebagai contohmemberi maaf orang yang fasik, jika ia dimaafkan bisa saja halini malah menyebabkannya terus-menerus mengulangi per-buatan fasiknya tersebut. Maka, tidak memberinya maaf dalamkondisi seperti ini tentu lebih utama, atau bahkan bisa menjadisuatu kewajiban bagi kita.Dan di antara akhlaq yang mulia adalah: Berbakti kepada keduaorang tua, ini karena besarnya hak yang ada pada keduanya.Karena Allah Subhanahu wa Ta’ala tidak menetapkan suatu hakbagi seseorang, yang mana hak tersebut berada di bawah hak-Nyaldan hak Rasul-Nya Shallallahu ‘alaihi wa Sallam secaralangsung kecuali bagi kedua orang tua. Allah Subhanahu waTa’ala berfirman: ‫ﺎ‬‫ﺎﻧ‬‫ﻳﻦ ِﺇﺣﺴ‬‫ﺍِﻟﺪ‬‫ﻴﺌﹰﺎ ﻭﺑِﺎﹾﻟﻮ‬‫ﺗﺸﺮ ﹸﻮﺍ ِﺑﻪ ﺷ‬ ‫ﻭﺍ ﺍﻟﻠﻪ ﻭﻟﹶﺎ‬ ‫ﺒ‬‫ﺍﻋ‬‫ﻭ‬  ِ    ِ ‫ ِﻛ‬   ‫ ﺪ ﱠ‬“Sembahlah Allah dan janganlah kamu mempersekutukan-Nyadengan sesuatupun. dan berbuat baiklah kepada dua orang ibu-bapak”(QS. an-Nisaa: 36)Dan hak Rasul tersebut terkandung dalam perintah untukberibadah kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala. Karena, tidakakan terwujud dengan benar suatu ibadah sampai seoranghamba mau menunaikan haknya kepada Rasulullah Shallallahu‘alaihi wa Sallam; yaitu dengan mencintai dan mengikuti jalanBeliau Shallallahu ‘alaihi wa Sallam. Dan hal ini termasuk firmanAllah: ‫ﺎ‬‫ﺎﻧ‬‫ﻳﻦ ِﺇﺣﺴ‬‫ﺍِﻟﺪ‬‫ﻴﺌﹰﺎ ﻭﺑِﺎﹾﻟﻮ‬‫ﺗﺸﺮ ﹸﻮﺍ ِﺑﻪ ﺷ‬ ‫ﻭﺍ ﺍﻟﻠﻪ ﻭﻟﹶﺎ‬ ‫ﺒ‬‫ﺍﻋ‬‫ﻭ‬  ِ    ِ ‫ ِﻛ‬   ‫ ﺪ ﱠ‬“Sembahlah Allah dan janganlah kamu mempersekutukan-Nyadengan sesuatupun. dan berbuat baiklah kepada dua orang ibu-bapak”(QS. an-Nisaa: 36)Maka, bagaimanakah seorang hamba bisa beribadah kepadaAllah Subhanahu wa Ta’ala kalau tidak dari petunjuk Rasul-NyaShallallahu ‘alaihi wa Sallam?!. 41
  43. 43. ‫ﻣﻜﺎﺭﻡ ﺍﻻﺧﻼﻕ ﻟﻺﻣﺎﻡ ﳏﻤﺪ ﺑﻦ ﺻﺎﱀ ﺍﻟﻌﺜﻴﻤﲔ‬Jadi, seandainya saja ia menyembah Allah Subhanahu wa Ta’alasesuai dengan tuntunan Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa Sallam,maka ia telah menunaikan haknya.Adapun setelahnya adalah hak bagi kedua orang tua. Keduaorang tua telah lelah dalam mendidik anaknya, terutama sangibu. Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman: ‫ﺎ‬‫ﺎ ﻭﻭﺿﻌﺘﻪ ﻛﺮﻫ‬‫ﻪ ﻛــﺮﻫ‬ ‫ﺎ ﺣﻤﻠﺘﻪ ﹸﺃ‬‫ﺎﻧ‬‫ﻳﻪ ِﺇﺣﺴ‬‫ﺍِﻟﺪ‬‫ﺎﻥ ِﺑﻮ‬‫ﻧﺴ‬‫ﺎ ﺍﹾﻟﺈ‬‫ﻴﻨ‬ ‫ﻭﻭ‬  ‫ ﹸ‬      ‫ ﹸ‬ ‫ ﻣ‬ ‫ﹶ‬   ِ  ‫ ِ ﹶ‬ ‫ﺻ‬ “Kami perintahkan kepada manusia supaya berbuat baik kepadadua orang ibu bapaknya, ibunya mengandungnya dengan susahpayah, dan melahirkannya dengan susah payah (pula).”(QS. al-Ahqaaf: 15).Dan dalam ayat yang lainnya Allah juga berfirman: ‫ﺎ ﻋﻠﹶﻰ ﻭﻫﻦ‬‫ﻪ ﻭﻫﻨ‬ ‫ﻳﻪ ﺣﻤﻠﺘﻪ ﹸﺃ‬‫ﺍِﻟﺪ‬‫ﺎﻥ ﺑِﻮ‬‫ﻧﺴ‬‫ﺎ ﺍﹾﻟﺈ‬‫ﻴﻨ‬ ‫ﻭﻭ‬ ٍ       ‫ ﻣ‬  ‫ ﹶ‬  ِ  ‫ ِ ﹶ‬ ‫ﺻ‬ “Dan kami perintahkan kepada manusia (berbuat baik) kepadadua orang ibu-bapaknya; ibunya telah mengandungnya dalamkeadaan lemah yang bertambah-tambah.”(QS. Luqman: 14).Maka, seorang ibu rumah tangga sangatlah merasa lelah ketikamengandung anaknya, ketika melahirkan, dan setelahmelahirkan. Dan ia pun lebih sayang kepada buah hatinya daripada sang ayah. Oleh karena itu, dia adalah figur yang palingberhak memperoleh perlakuan yang baik dan kebaktian darianaknya dari pada sang ayah.Seseorang berkata kepada Nabi Shallallahu ‘alaihi wa Sallam:Wahai Rasulullah! Siapakah orang yang paling berhak mendapatperlakuan yang baik dariku?, Nabi menjawab: "Ibumu", iabertanya lagi: Kemudian siapa?, Nabi menjawab: "Ibumu", iakembali bertanya: Kemudian siapa lagi?, Nabi pun kembali 42
  44. 44. ‫ﻣﻜﺎﺭﻡ ﺍﻻﺧﻼﻕ ﻟﻺﻣﺎﻡ ﳏﻤﺪ ﺑﻦ ﺻﺎﱀ ﺍﻟﻌﺜﻴﻤﲔ‬menjawab: "Ibumu", kemudian Nabi Shallallahu ‘alaihi waSallam berkata pada keempat kalinya: "Kemudian ayahmu30".Dan seorang ayah juga tentu merasakan keletihan ketikamendidik anak-anaknya. Ia akan merasa jemu dikala anak-anaknya merasa jemu, dan ia pun akan merasa bahagia dikalamereka bahagia. Ia akan terus berusaha dengan segala macamcara untuk mendapatkan kesenangan, ketenangan dankelayakan hidup bagi buah hatinya. Ia rela melintasi jalan-jalansetapak di pegunungan dan gurun-gurun yang tandus demimendapatkan sesuap nasi untuk dirinya dan untuk anak-anaknya.Jadi, masing-masing dari keduanya sama-sama mempunyaihak. Meskipun engkau berbuat apa saja untuk membayarnya,niscaya engkau tidak akan dapat memenuhinya. Untuk itulahAllah Subhanahu wa Ta’ala berfirman: ‫ﺍ‬‫ﺎﻧِﻲ ﺻﻐﲑ‬‫ﻴ‬‫ﺎ ﺭ‬‫ﺎ ﻛﻤ‬‫ ﺍﺭﺣﻤﻬﻤ‬ ‫ﻭﻗﻞ ﺭ‬ ِ ‫ﺑ‬ ‫ ﹶ‬    ‫ﺏ‬ ‫ ﹸ ﹾ‬“Dan ucapkanlah: "Wahai Tuhanku, kasihilah mereka keduanya,sebagaimana mereka berdua telah mendidik Aku waktukecil".”(QS. al-Israa: 24).Maka, hak mereka telah berlalu, dimana mereka berdua telahmendidikmu sewaktu masih kecil, ketika engkau dahulu belummampu untuk berbuat sesuatu yang bermanfaat ataupun yangberbahaya. Maka, kewajiban bagi dirimu sekarang adalahberbakti kepada keduanya.Dan berbakti kepada kedua orang tua hukumnya adalah farduain bagi setiap individu dengan ijma atau kesepakatan paraulama. Oleh karena itu Nabi Shallallahu ‘alaihi wa Sallam lebihmendahulukannya dari berjihad di jalan Allah, sebagaimanadalam sebuah hadits yang diriwayatkan oleh Ibnu Masud: Ia30 Dikeluarkan oleh Bukhari, No (5971), di Kitaabul Adab, Muslim, No (1 & 2) di KitaabulBir Wash Shilah. 43
  45. 45. ‫ﻣﻜﺎﺭﻡ ﺍﻻﺧﻼﻕ ﻟﻺﻣﺎﻡ ﳏﻤﺪ ﺑﻦ ﺻﺎﱀ ﺍﻟﻌﺜﻴﻤﲔ‬berkata: Aku bertanya kepada Rasulullah Shallallahu ‘alaihi waSallam: Wahai Rasulullah! Amalan apakah yang paling dicintaioleh Allah?, Nabi bersabda:" Shalat tepat pada waktunya ", akubertanya lagi: Kemudian apa?, Nabi menjawab:" Berbaktikepada kedua orang tua ", aku bertanya lagi: Kemudian apalagi?, Nabi menjawab:" Berjihad di jalan Allah 31".Kedua orang tua tersebut adalah bapak dan ibu. Adapun kakekdan dan nenek, mereka berdua juga mempunyai hak, akantetapi hak tersebut tidaklah sama dengan hak kedua orang tua.Karena kakek dan nenek tidak terlalu merasa kelelahan, tidakikut serta dalam menjaga dan memperhatikan mereka secaralangsung sebagaimana yang telah dialami oleh kedua orang tua.Maka, berbakti kepada kakek dan nenek hanyalah sebatasmenyambung tali persaudaraan saja. Adapun berbakti yangsesungguhnya, maka hal tersebut hanyalah milik kedua orangtua saja.Lalu : Apakah yang dimaksud dengan berbakti?Berbakti artinya: Menyambung kebaikan dan mencegah tindakkejahatan sesuai dengan kemampuan.Menyambung kebaikan kepada mereka dengan memberi harta,dengan membantu dan dengan membahagiakan keduanya;seperti bermanis muka, berbaik tutur kata dan berperilakuutama serta dengan segala sesuatu yang bisa menyenangkankeduannya.Oleh karena itu, perkataan yang paling kuat dalam hal ini adalahwajib bagi seorang anak untuk membantu kedua orang tua jikamemang tidak berbahaya bagi anak tersebut. Akan tetapi jikahal tersebut bisa membahayakannya, maka tidak wajib baginyauntuk membantu keduanya, Allahumma kecuali dalam keadaanyang sangat penting saja.31 Dikeluarkan oleh Bukhari, No (527) di Kitaabu Mawaaqiitish Shalaah, Muslim, No (139)di Kitaabul Iimaan. 44
  46. 46. ‫ﻣﻜﺎﺭﻡ ﺍﻻﺧﻼﻕ ﻟﻺﻣﺎﻡ ﳏﻤﺪ ﺑﻦ ﺻﺎﱀ ﺍﻟﻌﺜﻴﻤﲔ‬Untuk itu kita katakan: Sesungguhnya taat kepada kedua orangtua merupakan suatu kewajiban, selama hal tersebutbermanfaat bagi keduanya dan tidak menimbulkan hal-hal yangberbahaya bagi si anak. Adapun jika dapat membahayakannya,entah hal tersebut bisa membahayakan agamanya; sepertikedua orang tua menyuruhnya untuk meninggalkan kewajibandan melaksanakan sesuatu yang diharamkan, maka dalam halini tidak ada kewajiban taat pada keduanya. Atau mungkin bisamembahayakan raganya, maka dalam hal ini juga tidak wajibbaginya untuk taat kepada keduanya. Adapun berbakti kepadakedunya dengan harta, maka wajib bagi seorang anak untukberbakti kepada kedunya dengan memberi harta padakeduanya, meskipun dengan jumlah yang banyak jika memangtidak berbahaya bagi si anak dan bukan merupakan harta yangia butuhkan. Dan khususnya bagi seorang ayah, dia berhakmempergunakan sebagian dari harta anaknya sekehendaknyaselama hal tersebut tidak berbahya dan berlebih-lebihan.Dan jika kita mengamati keadaan manusia pada masa sekarangini, tentu kita akan mendapati kebanyakan dari mereka tidakmau berbakti kepada kedua orang tuanya, bahkan ia malahdurhaka terhadap keduanya. Sedangkan dengan sahabat-sahabatnya sendiri dia mau berbuat baik. Dia tidak bosanduduk-duduk dengan mereka. Akan tetapi jika ia duduk bersamaayah atau ibunya sesaat saja pada siang hari, maka engkauakan mendapatinya merasa bosan, seolah-olah ia duduk di atasbara api. Maka, anak seperti itu tidaklah berbakti, akan tetapianak yang berbakti adalah yang merasa lapang dadanya ketikabersama ibu dan bapaknya, ia mau membantu keduanya dihadapan mereka berdua, ia akan bekerja dengan antusiassekuat kemampuannya, demi mendapatkan ridha dari keduaorangtuanya.Sebagaimana kebanyakan orang berkata: "Berbakti adalahsuatu hutang". Sesungguhnya anak yang berbakti disamping iaakan mendapatkan pahala yang besar di akhirat kelak, maka iajuga akan menerima balasanya di kehidupan dunia ini. Maka,berbakti dan durhaka sebagaimana yang dikatakan orang-orang 45
  47. 47. ‫ﻣﻜﺎﺭﻡ ﺍﻻﺧﻼﻕ ﻟﻺﻣﺎﻡ ﳏﻤﺪ ﺑﻦ ﺻﺎﱀ ﺍﻟﻌﺜﻴﻤﲔ‬merupakan " suatu hutang ", silahkan berhutang, tapi lunasi,jika engkau mempersembahkan bagi keduanya kebaktian,niscaya anak-anakmu akan berbakti kepadamu. Akan tetapi, jikaengkau durhaka kepada mereka berdua, pasti anak-anakmu punakan durhaka juga kepadamu.Dan sangatlah banyak cerita-cerita yang mengisahkan tentangseseorang yang berbakti kepada kedua orang tuanya, makaanak-anaknya pun berbakti juga kepadanya. Dan begitu pulacerita-cerita tentang seseorang yang durhaka kepada keduaorang tuanya, yang semuanya menunjukan bahwa jikaseseorang durhaka kepada ayah atau ibunya, niscaya anak-anaknya pun akan durhaka juga kepadanya.Dan di antara akhlaq yang mulia juga yaitu: Silaturrahmiatau menyambung tali persaudaraan.Ada perbedaan antara kedua orang tua dan saudara kerabatlainnya dalam menjalin hubungan dengan mereka. Adapunsaudara kerabat, maka hak bagi mereka adalah denganmenyambung tali persaudaraan. Adapun bagi kedua orang tua,maka hak wajib bagi keduanya adalah dengan berbakti kepadamereka berdua. Dan tentu saja perilaku berbakti lebih tinggikedudukannya dari pada hanya sekedar menyambung talipersaudaraan. Karena berbakti merupakan limpahan kebaikan,sedangkan menyambung tali persaudaraan tujuannya agar tidakterputus tali tersebut. Untuk itu, orang yang tidak berbaktidisebut sebagai: orang yang durhaka, sedangkan orang yangtidak menyambung tali persaudaraan disebut sebagai: seorangpemutus!.Namun, menyambung tali persaudaraan juga wajib hukumnya,sedang memutuskannya merupakan sebab datangnya laknatdan terhalangnya seseorang untuk masuk surga. AllahSubhanahu wa Ta’ala berfirman: 46

×