Successfully reported this slideshow.
Your SlideShare is downloading. ×

Mengkomunikasikan Wayang

Ad
Ad
Ad
Ad
Ad
Ad
Ad
Ad
Ad
Ad
Ad
Loading in …3
×

Check these out next

1 of 12 Ad

Mengkomunikasikan Wayang

Pitoyo Amrih berbagi tentang Mengkomunikasikan Wayang, mengapa dan bagaimana dia menulis novel Dunia Wayang. Disampaikan pada Sarasehan Wayang, Balai Soedjatmoko, Gramedia, Solo, 13 Februari 2011.

Pitoyo Amrih berbagi tentang Mengkomunikasikan Wayang, mengapa dan bagaimana dia menulis novel Dunia Wayang. Disampaikan pada Sarasehan Wayang, Balai Soedjatmoko, Gramedia, Solo, 13 Februari 2011.

Advertisement
Advertisement

More Related Content

Recently uploaded (20)

Advertisement

Mengkomunikasikan Wayang

  1. 1. Mengkomunikasikan Wayang
  2. 2. Wayang Pertunjukkan kisah khas tanah Jawa – Dr. G.A.J Hazeau Kisah yang memberi pencerahan – Amrin Ra’uf Sebuah seni perlambang – Ir. Sri Mulyono “ wewayangan ” (bayangan) – Robert von H.G Ph.D Media kreatif dengan menggunakan peraga melalui simbol-simbol berupa kisah dalam rangka mengkomunikasikan nilai-nilai kehidupan
  3. 3. Wayang (dulu) Media Kreatif Dengan Peraga Pagelaran Wayang Kulit, Wayang Orang, Wayang Golek, Wayang Beber, Wayang Dakwah, dsb Sendratari, Topeng Simbol-simbol Berupa Kisah Kisah Wayang Purwa, Ramayana dan Mahabarata yang sudah terakulturasi dengan kearifan lokal Wayang Madya, Wayang Wasana Babad Tanah Jawi Nilai-nilai Kehidupan Nilai Etis, nilai moral, KEARIFAN LOKAL “ Tuntunan” Sifat Manusiawi Pemahaman ttg Ketuhanan Dikomunikasikan HAMPIR MENJADI ALTERNATIF YANG UTAMA !!
  4. 4. Media Kreatif yang berkembang Media Elektronik Media Kreatif Televisi Radio Cinema Rekaman Koran, Majalah Buku, Penerbitan Poster Billboard Pamflet Media Cetak Lukisan, Gambar Patung, Relief Ukiran Bangunan Simbol Media Rupa Media Pentas Drama, Teater Wayang Sendratari Ludruk, Ketoprak Pidato, Opera Media Digital Komputer Internet Multi Media Animasi Game ? DULU KINI
  5. 5. Nilai Kehidupan (Kini) Nilai-nilai Kehidupan Nilai Etis, nilai moral, KEARIFAN LOKAL “ Tuntunan” Sifat Manusiawi Pemahaman ttg Ketuhanan Dikomunikasikan Etika Industri Perdagangan Sekolah yang juga memuat Nilai kearifan lokal Usia Dewasa Remaja Anak Produk Motivasi & Pengembangan Diri yg semua dari luar Budaya ‘liyan’ dalam berbagai media Budaya ‘liyan’ dalam berbagai media (komik, kartun, TV, game) Lingkungan Urban
  6. 6. Wayang (kini) Media Kreatif Dengan Peraga Pagelaran Wayang Kulit, Wayang Orang, Wayang Golek, Wayang Climen, Wayang Padat, dsb Wayang Digital Sendratari Simbol-simbol Berupa Kisah Kisah Wayang Purwa, Ramayana dan Mahabarata yang sudah terakulturasi dengan kearifan lokal Wayang Madya, Wayang Wasana Babad Tanah Jawa Kisah keseharian Nilai-nilai Kehidupan Nilai Etis, nilai moral, KEARIFAN LOKAL “ Tuntunan” Sifat Manusiawi Pemahaman ttg Ketuhanan Dikomunikasikan JUGA PERLU DIKOMUNIKASIKAN !!
  7. 7. Dikomunikasikan dengan cara Media Elektronik Media Kreatif Televisi Radio Cinema Rekaman Koran, Majalah Buku, Penerbitan Poster Billboard Pamflet Media Cetak Lukisan, Gambar Patung, Relief Ukiran Bangunan Simbol Media Rupa Media Pentas Drama, Teater Wayang Sendratari Ludruk, Ketoprak Pidato, Opera Media Digital Komputer Internet Multi Media Animasi Game ? DULU KINI
  8. 8. Apa yang saya lakukan Simbol-simbol Berupa Kisah Kisah Wayang Purwa, Ramayana dan Mahabarata yang sudah terakulturasi dengan kearifan lokal Wayang Madya, Wayang Wasana Babad Tanah Jawi Nilai-nilai Kehidupan Nilai Etis, nilai moral, KEARIFAN LOKAL “ Tuntunan” Sifat Manusiawi Pemahaman ttg Ketuhanan Dikomunikasikan BUKU Format NOVEL Komputer Internet Multi Media MEDIA
  9. 9. Apa yang saya lakukan BUKU Format NOVEL Komputer Internet Multi Media MEDIA Website www.duniawayang.pitoyo.com Community Network Facebook.com, Twitter.com, Goodreads.com Search Engine Google.com Online Store www.buku.pitoyo.com
  10. 10. Apa yang saya lakukan Menciptakan Unifikasi Kisah Wayang Purwa dengan referensi Literatur pakem Jawa Yogyakarta - Surakarta 1 Fokus pada tokoh karakter tertentu yang bersifat inspiratif. Tidak harus tokoh protagonis, tapi bisa antagonis yang bisa menjadi bahan perenungan. 3 Menciptakan alat bantu agar unifikasi konsisten, berupa detail peta dunia wayang, time-line, sketsa, lay-out, imaginasi landscape, iklim, postur, karakter bangsa, negri, dsb 2 Membangun detail karater dengan konsep ‘MENGAPA’, dengan tolok ukur sumber-sumber kearifan Jawa. 4 Menuliskannya dengan gaya NARATIF DESKRIPTIF, dan bahasa sederhana sehingga mudah dipahami semua kalangan 5
  11. 11. Apa yang saya lakukan BUKU Format NOVEL Komputer Internet Multi Media MEDIA Website www.duniawayang.pitoyo.com Community Network Facebook.com, Twitter.com, Goodreads.com Search Engine Google.com Online Store www.buku.pitoyo.com
  12. 12. Terima kasih! HAMOT – HAMONG - HAMENGKAT

×